GILING PERDANA GMM BULOG INGIN RAIH RENDEMEN MINIMAL 7,6 PERSEN

Wakil Bupati Blora dan Wakapolres Blora Bersama Forkopimda Blora Menyaksikan Giling Perdana 
Blora,-  Giling perdana di Pabrik Gula Ghendis Multi Manis (GMM) Bulog Todanan Blora, ratusan truk pengangkut tebu sudah memenuhi parkiran yang ada di dalam kompleks Pabrik Gula (PG) Blora.

Tebu yang diangkut Truk tersebut menunggu giliran untuk ditimbang dan selanjutnya tebu dimasukkan ke mesin giling. Proses giling perdana dimulai pukul 14.09 WIB sebagai giling perdana, yang ditandai dengan penekanan tombol oleh Wakil Bupati Blora Arief Rohman, di dampingi Forkopimda Blora.

Rakimin salah seorang supir truk asal Kecamatan Japah mengakui kalau dirinya sudah datang di komplek pabrik pada Minggu (30/04/2017) malam. Agar  mendapatkan antrean cepat.

“Sampai sini pukul delapan malam mas, sekarang menunggu masuk untuk ditimbang,” kata Rakimin.

Dia mengaku setiap tahun selalu mengirim tebunya di GMM. Untuk tahun ini pihak pabrik telah membangun lahan parkir sendiri di dalam pabrik. Tidak seperti sebelumnya yang parkir di area luar.

Dia mengaku kalau harga Tebu kali ini juga cukup bagus 5ribu 900 rupiah per kilogramnya.

“Meski agak lama menunggu tapi parkir di dalam pabrik lebih aman,” katanya.

Rangkaian Giling Perdana

Sebelum tanda giling perdana, acara diawali dengan sambutan-sambutan dari beberapa pejabat diantaranya Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat (APTRI) Jawa Tengah Sukadi Wibisono yang mengatakan bahwa rendemen di Indonesia masih rendah sehingga perlu pembenahan, saat ini rata-rata petani masih merugi, “Manajemen Tebang Angkut Yang Bersih, hanya satu-satunya di Indonesia yakni di PT. GMM Bulog Blora,” tegas Sukadi Wibisono.

Ia mengucapkan selamat giling, Semoga Allah memberi Ridho, sehingga Rendemen tinggi, GMM Bulog sukses selalu.

Sementara itu, Direktur Bulog Drs. Djarot Kusumayakti, MM mengatakan bahwa tanah yang luas, iklim bagus, sumber daya manusia yang bagus untuk kelola pabrik, namun selama ini masih kalah dengan negara-negara tetangga disekitar Republik Indonesia,
“Apapun tantangannya Bulog akan membuktikan bahwa negeri ini mampu mengelola pabrik gula yang efektif dan efisien sehingga lebih baik dibanding negara lain,” pungkas Direktur Bulog.

Pada kesempatan itu, Wakil Bupati Blora Arief Rohman mengucapkan selamat giling perdana dan mendo’akan supaya proses giling tebu berlangsung lancar, sesuai harapan kita.

Oleh karena, lanjut Wabup Blora meski Kabupaten Blora adalah penghasil migas dan Sumber daya alam kayu jati hapir 80 persen, namun  tingkat kemiskinan di Kabupaten Blora masih diangka merah, yakni 13,8 persen, maka keberadaan GMM Bulog dapat meningkatkan petani di Kabupaten Blora,

“Giling tebu petani Blora oleh GMM Bulog ini, akan membawa kemanfaatan untuk para petani tebu Blora,” pungkas Wakil Bupati.


Sebelum giling perdana, ditampilkan parade seni barongan, seni tari kuda kepang, diikuti para pegawai GMM Bulog, Petani tebu Blora dan dilanjutkan antrean truk pengangkut tebu. 

Disela-sela kesibukannya Giling Perdana, Direktur Operasional (Dirops) PT GMM Saldi Aldryn menjelaskan kepada wartawan bahwa memang di wilayah Blora saat ini pertanian tebu hanya 3000 hektar, jadi belum mencukupi karena GMM Bulog membutuhkan sekitar 8700 hektar.

Kedepan, Lanjut Saldi Aldryn bahwa GMM Bulog akan berusaha membangun pertanian tebu di wilayah Blora, pihaknya sudah bekerja sama dengan Perhutani untuk membangun pertanian tebu sekitar 4000 hektar,

"Tahap pertama pertama akan mencoba menanam sekitar 400 hektar dulu," tandas Saldi Aldryn. (adi sanrico)
Share:

0 comments:

Post a Comment

Hot News

Top ! Desa Bangowan Masuk 50 Besar Desa Wisata Terbaik 2024 di Indonesia

𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mulai melakukan penilaian dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (AD...

Public Service

Blog Archive

Social Media

Technology

Next More »

Labels

Community

Next More »