SELEKSI CATUR PRA-PORPROV KABUPATEN BLORA 2017

Seleksi Catur Pra-Porprov Kabupaten Blora Tahun 2017
Blora,- Sebanyak 80 pecatur berlomba pada seleksi Pra-Pekan Olahraga Provinsi (Pra-Porprov) yang digagas  Pengurus Cabang Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kabupaten Blora  pada 30 Juli 2017 di Cafe Mr.John Dukuh Brumbung Desa Karang Tawang Kecamatan Tunjungan Kabupaten Blora. Ke-80 pecatur itu terdiri dari atlet senior dan junior berasal dari 16 Kecamatan di Kabupaten Blora dimana satu Kecamatan mengirimkan 3 sampai 5 pecatur daerahnya.

Pra-Porprov tak hanya seleksi menuju Pra-Porprov di Rembang namun juga seleksi mencari bibit pecatur di Kabupaten Blora mewakili ajang Porprov Jateng XV di Solo akan dilangsungkan Oktober 2018 mendatang. Dalam seleksi ini akan di ambil  10 pecatur terbaik  yang akan dikirimkan dan mewakili Kabupaten Blora di ajang bergensi tingkat Provinsi Jawa Tengah tersebut, “Yang terbaik akan diambil untuk dipersiapkan ke Porprov Jawa Tengah. Makanya, kami berharap wakil dari kecamatan benar-benar mempersiapkan atlet terbaiknya,” kata Siswanto SPd, MH.

Pada kesempatan itu Ketua Percasi Kabupaten Blora menjelaskan bahwa program kerja Percasi Kabupaten Blora 2017 ini mengajak kepada pengurus catur ditingkat kecamatan agar sering menyelenggarakan kegiatan lomba catur di tingkat kecamatan masing-masing. “Kegiatan ini yang pertama kali dilaksanakan di Blora, saya bersama pengurus baru membicarakan agenda-agenda dalam waktu dekat salah satunya Porprov,” papar Siswanto SPd, MH yang juga Ketua Partai Golkar Kabupaten Blora.


Salah satu peserta seleksi catur asal Kecamatan Blora Ahmad Fitra (13th) mengatakan bahwa ikut berlomba dalam seleksi catur tahun ini di tingkat Kabupaten, karena merasa dirinya punya bakat untuk bersaing di tingkat yang lebih tinggi, “Pengalaman saya main catur di tingkat kecamatan Blora sudah sering menang, sehingga tahun ini saya ikut seleksi di tingkat Kabupaten Blora agar bisa mewakili Kabupaten Blora di Porprov,” harap Ahmad Fitra. (adi sanrico)
Share:

KEMERIAHAN PENCANANGAN TAHUN SAFETY FOR HUMANITY DI BLORA

Kemeriahan Pencanangan Tahun Keselamatan Di Alun2 Kota Blora
Blora,- Pencanangan Tahun Keselamatan Untuk Kemanusiaan 2017-2018 serentak di Gelar Kepolisian Republik Indonesia di sejumlah daerah. Salah satunya, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Blora gelar kegiatan pencanangan tahun keselamatan untuk kemanusiaan 2017-2018 bertempat di alun-alun Kota Blora mengambil momen saat Car Free Day pukul 06.00 WIB, Minggu (30/07/2017).

Dalam kegiatan tersebut, turut dihadir segenap unsur Forkopimda Blora, kepala SKPD di lingkungan pemerintah daerah Blora, pejabat utama Polres Blora, Kapolsek jajaran serta masyarakat yang sedang menikmati Car Free day di alun alun Blora.

Pencanangan tahun keselamatan untuk kemanusiaan diawali laporan kegiatan dari Kasat Lantas Polres Blora AKP Febriyani Aer, S.I.K, M.H.  Dalam sambutannya Kasat Lantas menerangkan, bahwa Kepolisian Republik Indonesia beserta seluruh instansi terkait berkomitmen untuk menjadikan sebagai tahun keselamatan untuk kemanusiaan 2017–2018 dengan tujuan utama adalah menekan terjadinya kecelakaan lalu lintas fatalitas korban yang terlibat.

Hal tersebut dilakukan mengingat bahwa kecelakaan lalu lintas salah satu penyumbang angka kematian tertinggi di dunia dimana mencapai angka 2,4 juta setiap tahunnya.

Kegiatan pencanangan keselamatan tahun keselamatan untuk kemanusiaan ini tentunya didasarkan pada sebuah kenyataan, bahwa pertumbuhan penggunaan kendaraan bermotor di Indonesia, khususnya di Kabupaten Blora ini, dari tahun ke tahun terus meningkat, sehingga telah berdampak pada pelanggaran, dan kecelakaan lalu lintas.

”Sedangkan untuk Indonesia sendiri menduduki urutan ke lima di dunia dalam hal tingkat fatalitas kecelakaan lalu lintas berbicara bagaiman cara mengurangi kecelakaaan lalu lintas tentu Polri tidak bisa melakukanya sendiri perlu dukungan ataupun suport dari seluruh lapisan masyarakat dan instansi di seluruh Indonesia” terangnya.

Oleh karena itu, dalam upaya memberikan pembinaan kepada masyarakat, khususnya dalam mengurangi resiko kecakaan lalu lintas yang berdampak pada korban luka dan meninggal, perlu kesadaran dan komitmen bersama dalam gerakan keselamatan berlalu lintas, mengingat terjadinya kecelakaan lalu lintas diawali dengan pelanggaran lalu lintas, serta kurangnya kepedulian dalam mematuhi rembu-rambu lalu lintas.

Kasat Lantas AKP Febriyani Aer SIK mengatakan, untuk itu dilaksanakannya pencanangan tahun keselamatan untuk kemanusiaan tahun 2017-2018 ini, kami pandang sebagai kegiatan yang cukup strategis.

“Sat Lantas mengajak kepada segenap unsir Pemerintah daerah dan seluruh masyarakat Blora untuk bekerja sama mensukseskan kegiatan ini. Sehubungan dengan hal tersebut maka dicanangkan tahun keselamatan berlalu lintas untuk keselamatan, dengan slogan “Stop Pelanggaran, Stop Kecelakaan, Keselamatan Untuk Kemanusiaan,” ucap AKP Febriyani Aer.

Dalam sambutannya Wakil Bupati Blora H. Arif Rohman mengatakan, pemerintah Kabupaten Blora sangat mendukung program pecanangan tahun keselamatan untuk kemanusiaaan yang di gagas oleh Sat Lantas Polres Blora dengan menggelar berbagai kegiatan.

“Saya atas nama unsur Pemerintah Daerah sangat mengapresiasi gagasan Sat lantas Polres Blora sebagai upaya mencegah semakin banyaknya angka kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas di kabupaten Blora. diharapkan melalui berbagai kegiatan sosialisasi, salah satunya kegiatan pencanangan tahun keselamatan yang dikemas sangat meriah dapat menarik animo dan kesadaran masyarakat seperti ini,” ujar Wakil Bupati Blora Arif Rohman.

Usai acara sambutan, dilanjutkan dengan pemberian tali asih kepada korban kecelakaan sebagai wujud bantuan kemanusiaan dari Kapolres Blora. Launching ditandai dengan pelepasan balon ke udara oleh Kapolres Blora bersama Wakil Bupati Blora beserta unsur Forkompinda Blora.


Kali ini dilakukan dengan berbagai kegiatan dan hiburan lainnya, diantaranya, senam bersama, aktrasi ketangkasan sepeda motor uji SIM C, juga pembagian berbagai dorprize yang dibagikan kepada pengunjung. Kemudian membuka stan pelayanan Samsat Keliling. (adi sanrico)
Share:

TANGGUL JALAN JEMBATAN PUDAK LONGSOR

Bambu Dan Bambu Anyam Penahan Longsong Di Jembatan Pudak
Blora,-  Tanggul jalan sisi barat  jembatan Pudak, penghubung arus lalu lintas barang dan penumpang Blora-Purwodadi-Semarang/Solo   di   Desa  Sarimulyo,   Kecamatan  Ngawen,  Kabupaten Blora,  mengalami longsor, dan membahayakan lalu lintas umum.

Agar longsoran  tidak   semakin parah,   pantauan www.seputarxfmblora.com, Minggu (09/07/2017),  kini  diberi   penahan sementara dengan menanam bambu/anyaman bambu penahan longsor, dan dipasang pita kuning untuk pengamanan.

“Longsor terjadi usai perbaikan jalan rigit pavement (cor beton), dua hari pasca Lebaran,” kata Maryadi (44tg), warga Desa Sarimulyo, Kecamatan Ngawen.

Jika longsor tidak segera dibenahi, kata Maryadi, bisa saja akan semakin parah, dan mengancam badan jalan beton yang baru saja rampung dikerjakan pada H-7 Lebaran lalu.

Sementara itu, Kapolres Blora AKBP Saptono SIK. MH. melalui Kasat Lantas AKP Febriani Aer, berharap pihak Balai Pelaksana Teknis (BPT) Bina Marga Wilayah Purwodadi segera melakukan pembenahan titik longsor itu, dan memberi tanda pengamanan yang lebih menonjol, jangan hanya pita kuning.

Menurut Kasat Lantas AKP Febriani Aer pembenahan perlu segera dilakukan BPT, selain agar longsor tidak semakin melebar, lokasi tersebut tidak membahayakan lalu lintas umum, khususnya kendaraan dari arah barat masuk ke Kota Blora.

Dimintai konfirmasinya, Kepala BPT Bina Marga Wilayah Purwodadi  Barkah Widiharsono, membenarkan ada titik longsor pada tanggul barat jembatan Pudak, dan titik lngsor sudah dilakukan penanganan sementara.


“Sudah kami cek, nanti segera dilakukan penbaikan titik longsor itu agar tidak semakin melebar,” tandas Barkah W. (adi sanrico)
Share:

USAI DILANTIK PENGURUS PERCASI BLORA TARGET JUARA NASIONAL

Ketua Percasi Blora Siswanto Berserta Pengurus Dilantik Percasi Jawa Tengah
Blora,- Para pecatur di Kabupaten Blora makin menggeliat seiring salah satu atlet Blora Galang Kelvin berhasil meraih juara 1 Kelompok Umur (KU-12) Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) bulan lalu.

Dalam Kejurprov yang diselengarakan di Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) Purwokerto tersebut, Galang berhasil menyisihkan 60 peserta se Jawa Tengah. 

Untuk mewadahi para pecatur di Kabupaten Blora tersebut, Pengurus Provinsi Percasi Jawa Tengah melantik Pengkab Percasi Kabupaten Blora di Sekretariat Percasi Blora yakni di SMPN 3 Blora, Minggu (09/07/2017).       

Pelantikan dilakukan oleh Ketua Bidang Organisasi Pengprov Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Jawa Tengah Ir. Harsono yang didampingi Wasekum Faisol. Pengurus yang dilantik diantaranya Ketua Umum Siswanto SPd. MH, Ketua Harian Noorman Pramono, Sekretaris Umum Juremi, Bendahara Umum Indah Yuniatik dan 19 pengurus lainnya.
                       
Dalam pelantikian tersebut, Ketua Umum KONI Kabupaten Blora yang diwakili Wahono mengapresiasi karena Percasi sebagai satu-satunya cabang olahraga dari 30 di Kabupaten Blora yang telah punya kepengurusan sampai tingkat kecamatan.

"Nggak perlu dibentuk sampai tingkat RT dan RW lho Dik Sis," kelakar Wahono di hadapan peserta.
                       
Percasi 16 kecamatan terbentuk

"Baru kali ini se Jawa Tengah, setelah Kota Semarang, Percasi Kabupaten Blora berhasil membentuk Pengurus Percasi 16 Kecamatan di wilayah Kabupaten Blora," tandas Harsono.

Siswanto yang juga Anggota Badan Anggaran DPRD Kabupaten Blora menyampaikan, sebagai Sarjana Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi dari UNNES Tahun 2014, membina catur adalah pengabdian dan sarana ibadah.


"Jika catur, kita nggak mungkin minum miras, minuman beralkohol, apalagi narkoba. Dengan demikian, ini kegiatan sosial dalam bentuk olahraga yang mengarahkan orang berpikir dan bersikap positif," terangnya pria yang kenal catur sejak kelas 3 SD tersebut. (adi sanrico)
Share:

BUPATI BLORA ANCAM CABUT IZIN MINI MARKET YANG TIDAK KIBARKAN MERAH PUTIH

Bupati Blora Memimpin Rapat Panitia HUT RI Ke-72 Di Ruang Setda Blora
Blora,- Bupati Blora H. Djoko Nugroho mengancam akan mencabut izin mini market, toko waralaba, toserba dan sejenisnya yang kedapatan tidak memasang bendera merah putih pada memomentum HUT Ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) nanti.

“Mini market, toko waralaba dan toserba yang gak pasang bendera merah putih, izinnya akan saya cabut,” tegasnya dalam rapat pembentukan panitia penyelenggara (panpel) perinatahan HUT RI Ke-72 di ruang pertemuan Setda Blora, Rabu (05/07/2017).

Tidak asal memasang bendera saja, tapi juga harus mematuhi ketentuan pasang selama sebulan penuh (31hari), mulai 1 Agustus 2017 hingga 31 Agustus 2017, dan tiang maupun benderanya tidak boleh asal-asalan, harus yang bagus, tandasnya.

“Waktu masih cukup panjang untuk sosialiasi, tolong para camat dan pihak terkait publikasikan informasi penting ini,” kata Djoko Nugroho dihadapan para kepala dinas/instasi di ruang pertemuan Setda Blora.

Bersemangat Tidak hanya toko waralaba, mini market dan toko serba ada (toserba), Bupati Blora juga instruksikan langsung para camat agar segera mengumpulkan kepala desa, lurah, dan tokoh masyarakat di wilayahnya agar seluruh warga bersemangat pasang sang merah putih di momentum HUT ke-72 RI nanti.

Menurutnya, pemasangan merah putih harus secara menyeluruh, ini setelah pihaknya menerima masukan dari   pengurus   Persatuan  Wartawan   Indonesai   (PWI),   bahwa   dalam   peringatan   HUT RI   sebelumnya banyak warga Blora yang enggan (tidak) pasang bendera merah putih di depan rumahnya.

“Masukan PWI positif, 17-an nanti semua rumah warga, toko dan kantor harus pasang bendera merahputih, saya akan keliling mengecek langsung,” tambahnya.

Di forum yang sama, Sekda H. Bondan Sukarno menambahkan, semua panitia pelaksana peringatan HUT RI ke-72 harus kompak, dan bertanggungjawab dalam tugas di seksi masing-masing.


“Terima kasih untuk bersedia jadi panpel, kami berharap agar momentum peringatan HUT RI ke-72 tahun ini benar-benar sukses membanggakan masyarakat,” tandas Bondan Sukarno. (adi sanrico)
Share:

OPERASI RAMADNIYA CANDI 2017 POLRES BLORA MAMPU TURUNKAN ANGKA KECELAKAAN

Kasat Lantas Polres Blora Jawa Tengah
Blora,-  Kepolisian Resort (Polres) Blora, mengklaim angka kecelakaan di wilayah Kabupaten Blora, menurun selama dilaksanakannya Operasi Ramadniya Candi tahun 2017 ini.

Kapolres Blora AKBP Surisman, S.I.K, M.H mengakui jika yang menjadi tujuan dari digelarnya Operasi Ramadniya telah tercapai. Situasi kamtibmas maupun Kamseltibcarlantas selama arus mudik dan balik berjalan dengan baik dan lancar.

Itu semua berkat adanya kerja keras dari personel Polres Blora dan juga peran serta masyarakat.

“Laka lantas menurun dan bisa memberikan rasa aman, nyaman kepada masyarakat, yang jelas semuanya berjalan sesuai harapan,” tandas Kapolres Blora AKBP Surisman.

Sementara itu, Kasat Lantas AKP Febriyani AER, S.I.K menjelaskan, berkaitan kasus  laka lantas selama Operasi Ramadniya Candi 2017 berhasil turun dibanding tahun 2016 lalu. Pada 2017 ini terdapat 15 kasus atau turun 13 kasus dari tahun 2016 yang mencapai 28 kejadian laka lantas.

“Hanya ada 15 kasus dan tidak ada korban yang meninggal dunia,” jelas Kasat Lantas AKP Febriyani Aer, Rabu (05/07/2017).

Kasat Lantas menambahkan bahwa untuk korban luka berat (LB) naik dari 2 kasus menjadi 4 kasus, sedangkan luka ringan (LR) hanya ada 21 kasus, atau turun 34 kasus dari tahun 2016 yang mencapai 55 orang mengalami LR. Dari kejadian itu kerugian material yang dialami sekira 8,7juta rupiah.

Menurutnya, kasus kecelakaan tersebut terjadi banyak melibatkan kendaraan roda dua, paling banyak milik masyarakat sendiri. Kejadian laka lantas tersebut terjadi di Jalan Blora-Kunduran, Jalan Blora-Cepu serta ada yang di dalam kota Blora.

Jalur Blora sendiri, lanjut Kasat Lantas bukan merupakan jalur utama pemudik, tetapi hanya sebagai jalur alternatif. Namun demikian kendaraan banyak didomonasi pemudik dari Kabupaten Blora.

Jika kasus laka lantas mengalami penurunan, lain halnya dengan pelanggaran lalu lintas yang dilakukan masyarakat. Penindakan penilangan mengalami peningkatan signifikan, hingga 940 persen atau ada 1.082 kendaraan yang ditilang. Padahal pada tahun 2016 hanya 104 penindakan.

Masih menurut Kasat Lantas, bahwa pelanggaran yang dilakukan masyarakat, seperti tidak menyalakan lampu saat siang hari, kendaraan tidak lengkap, tidak bisa menunjukkan STNK, SIM serta ada yang salah jalur. Kasus tilang sebagian besar adalah kendaraan roda dua.


“Kami harapkan agar kesadaran untuk patuh berlalu lintas terus ditingkatkan, sehingga akan membuat rasa aman bagi diri sendiri dan orang lain,” pungkasnya. (adi sanrico)
Share:

PEMUDA BUNGKUL LEMBUR 18 HARI RAMADHAN GAPURA SWADAYA

Karang Taruna Dan Panitia Pembangunan Gapura Bungkul Foto Bersama Anggota DPRD Blora
Blora,- Inspirasi pembangunan peresmian Jembatan Yakusa yang dibangun swadaya oleh warga Desa Gedebeg dan Desa Rowobungkul Kecamatan Ngawen, Blora, menular ke warga lainnya.

Terbukti, warga dua dukuh yakni Bungkul dan Geneng, keduanya masuk Desa Rowobungkul. Karang Taruna Tunas Jaya Dukuh Geneng dan Karang Taruna Bakti Pemuda Dukuh Bungkul mempelopori kegiatan swadaya tersebut.

Karang Taruna Bakti Pemuda Dukuh Bungkul secara swadaya iuran berhasil terkumpul 30 juta rupiah untuk bangun gapura masuk Dukuh Bungkul dan 24 sambungan lampu penerangan Dukuh Geneng.
                       
Peresmian dilakukan oleh Anggota DPRD Kabupaten Blora Siswanto yang juga mempelopori gerakan gotong royong sejak awal bulan puasa.                       

"Terima kasih kepada Pak Siswanto, Pak Kades Sugianto, Pak Kamituwo Fathoni, dan semua warga Dukuh Bungkul dan Geneng," ungkap Suraji, Ketua Karang Taruna Desa Rowobungkul.
                      
Suraji merinci, gapura dan lampu dibangun selama 18 hari di bulan ramadhan secara sukarela. Siang, sore, sampai malam hari mereka gotong royong.

"Selain iuran dana, pemuda dan warga juga bantu tenaga selama 18 hari," terangnya.

Pantauan wartawan www.seputarxfmblora.com peresmian juga diramaikan dengan barongan, makan-makan ratusan peserta dan ditandai pemukulan gong oleh Anggota DPRD Siswanto dan pengguntingan pita oleh Kades Sugianto.
                       
"Kami minta Pak Siswanto yang meresmikan karena selaku pelopor, donatur dan inspirator gerakan gotong royong wilayah kami," ungkap Kades Sugianto usai gunting pita.

Ditemui dilokasi kegiatan, Rabu (05/07/2017), Siswanto senang karena gerakan gotong-royong yang dia galakkan sejak dicanangkan 27 Agustus 2014 telah berjalan baik.

"Pemerintah tidak akan mampu membangun semua keperluan masyarakat. Jika masyarakat gotong royong baik iuran dana, tenaga, pikiran, akan terjadi sinergi positif," terang salah satu Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten termuda di Indonesia tersebut.                       


Siswanto berharap gerakan gotong royong membangun Blora akan meluas ke  kecamatan di Kabupaten Blora. Tampaknya kita membangun gapura, jembatan, jalan.  Sesungguhnya gotong-royong adalah ajaran Islam untuk membangun jiwa/spiritual, silaturahmi, karakter dan kesalehan sosial. (adi sanrico)
Share:

POS POLISI WHIRA PRATAMA POLRES BLORA SIAP LAYANI 24 JAM

Kapolres Blora Meresmikan Pos Whira Pratama Di Desa Adirejo Kecamatan Tunjungan
Blora,-  Guna meningkatkan pelayanan dan mencegah angka kriminalitas maupun laka lantas, Kapolres Blora AKBP Surisman S.I.K, M.H, Selasa (04/07/2017) pagi  meresmikan beroperasinya Pos Polisi Whira Pratama yang berada di Jl Blora-Purwodadi Km 7, Desa Adirejo, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora.

Menurut keterangan Kapolres AKBP Surisman bahwa Pos Polisi Whira Pratama tersebut dibangun daerah tersebut jauh dari kantor polisi. Selain itu juga daerah yang terkenal sebutan Pos Ngancar tersebut dinilai memiliki kerawanan kriminalitas maupun laka lantas.

Terlebih pada waktu malam hari jalanan sepi dan banyak café karaoke liar yang beroprasi disini sehingga perlu perhatian khusus.

“Adanya pos polisi disini diharapkan akan bisa meningkatkan pelayanan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat saat melintas di sepanjang Jalan Blora-Purwodadi, sehingga merasa aman dari gangguan kriminalitas dan mengurangi angka laka lantas,” ujar Kapolres Blora AKBP Surisman.

Dalam kesempatan itu Kapolres Blora itu menegaskan, Untuk mencegah tindakan kriminalitas di Pos Whira Pratama ini mampu memberikan kenyamanan, rasa aman kepada mayarakat, bukan sebaliknya kehadiran pos itu menjadi tempat yang menakutkan.

“Berdirinya Pos Whira Pratama di lokasi tersebut telah melalui proses kajian, dimana telah melalui rapat internal maupun kordinasi dengan pemerintah Kabupaten Blora,” ujarnya.

Karena daerah tersebut cukup jauh dari perkampungan, nantinya akan ada personel polisi yang bertugas di posko selama 24 jam.  Dengan demikian rasa aman pengendara dan masyarakat juga akan terjamin.

Bahkan Kapolres meminta agar keberadaan pos polisi tersebut bisa dimanfaatkan. Misalkan bisa melaporkan kejadian disekitar pos Polisi sehingga bisa langsung  ditindaklanjuti dengan segera.

“Masyarakat juga dapat membantu dengan turut menjaga situasi kamtibmas, memberikan informasi dan makin tertib berlalu lintas, polisi akan berusaha melayani, melindungi dan mengayomi masyarakat dengan baik,” terang AKBP Surisman.

Soal personel yang akan bertugas nantiya akan di ploting lagi, yang jelas personel dari Polsek Tunjungan dan dari Polres Blora, karena memang jumlah personel yang ada masih terbatas.

Mensikapi adanya teror terhadap personel polisi, Kapolres sudah meminta kepada seluruh jajaranya agar peka dan waspada terkait dengan kondisi yang ada di sekitarnya dan lingkungannya. Personel jangan sampai lengah, baik saat bertugas ataupun saat sedang tidak bertugas.

“Jangan sampai lengah dan waspada, di seluruh polsek dan di Makopolres saat bertugas hendaknya memakai rompi anti peluru untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” tandas AKBP Surisman.

Kapolres berharap, warga sekitar dapat pro aktif dengan personel polisi pada pos tersebut dalam menciptakan lingkungan masyarakat yang aman.


“Masyarakat umum silahkan jadikan pos polisi ini sebagai tempat konsultasi dengan personel polisi terkait persoalan hukum, maupun terkait pelayanan Kepolisian lainnya,” pungkas Kapolres Blora AKBP Surisman, S.I.K, M.H. (adi sanrico)
Share:

UPACARA PEMBUKAAN TMMD SENGKUYUNG TAHAP II TAHUN 2017

Bupati Blora H. Djoko Nugroho, Menyerahkan  Peralatan Kerja
Blora,- Kodim 0721/Blora menggelar Upacara Pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun 2017, di Desa Bedingin, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, kegiatan tersebut berlangsung di lapangan Sepak Bola KecamatanTodanan, Kabupaten Blora. Selasa (04/07/2017)

Selaku Irup Bupati Blora H. Djoko Nugroho, sekaligus menyerahkan  peralatan kerja kepada perwakilan dan dilanjutkan pemukulan kentongan yang didampingi Forkopimda Blora pertanda dibukanya TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2017.

Komandan Upacara Danramil 03/Banjarejo, peserta upacara dua peleton Pasukan Kodim 0721/Blora, satu peleton Pasukan Yonif 410/Alg, satu Peleton Pasukan Polres Blora, Satpol PP Blora, Polhut Blora, Siswa SMU, SMP dan SD se-Kecamatan Todanan.

“Maturnuwun dan apresiasi TMMD kembali digulirkan, yang kali ini waktunya masih di bulan syawal. karena itu atas nama pribadi, keluarga dan mewakili Pemerintah Provensi Jawa Tengah, saya menyampaikan “Selamat merayakan Idul Fitri 1438 H“. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga hikmah Ramadhan dan Idul Fitri semakin memperkuat iman dan taqwa kita kepada Allah SWT, menjadi momentum luar biasa untuk saling memaafkan dan menambah semangat baru dalam merajut kebersamaan serta kegotong royongan demi menata dan membangun kehidupan yang semakin baik,“ demikian Amanat Gubernur Jateng H. Ganjar Pranowo, SH. MIP, dibacakan Bupati Blora Djoko Nugroho.

Pasiter Kodim Blora menjelaskan bahwa TMMD telah banyak memberikan pelajaran berharga, betapa penting dan luar  biasa  semangat gotong royong membangun bangsa. Semua bahu membahu, memberikan sumbangan pikiran, ide dan gagasan, sumbangan tenaga dan ketrampilan, sumbangan materi dan kebendaan.

Jadi, TMMD bukan semata membangunkan sarana fisik bagi masyarakat desa, tapi dalam TMMD juga membangunkan semangat dan percaya diri masyarakat agar mampu mengelola potensi yang dimiliki serta kesiapsiagaan menghadapi setiap ancaman dan tantangan yang sedang dan akan dihadapi.

Adapun untuk mewujudkan pencapaian tujuan dan kegiatan TMMD ditetapkan kegiatan Fisik dan Non Fisik. Kegiatan Fisik dengan sasaran pembangunan Jalan Rabat Beton Blog Panjang 1.134 meter X Lebar 2,5 meter X tebal 12,5 cm.

“Kegiatan non-fisik akan diisi berbagai kegiatan penyuluhan dari instansi terkait sesuai jadwal dari Kodim 0721/Blora,” jelas Pasiter Kodim Blora.

Kegiatan selama 30 (tiga puluh) hari, terhitung mulai dibukanya TMMD, Selasa  04 Juli 2017, sampai dengan upacara penutupan pada Rabu 02 Agustus 2017 mendatang.


Hadir dalam acara tersebut, Bupati Blora, Komandan Kodim 0721/Blora Letkol Inf Susilo, S. Sos, Kapolres Blora AKBP Surisman, SIK, MH diwakili Waka Polres Blora, Forkopimda Blora, Forkopimcam se-Kabupaten Blora, Kades se-Kecamatan Todanan serta tamu undangan lainnya. (adi sanrico)
Share:

PERHUTANI TETAP AKTIF AMANKAN HUTAN NEGARA

Petugas Juga Aktif Siaga Mengamankan Produk Hasil Hutan di TPK Milik Perhutani
Blora,- Pengamanan aktif hutan (jati) negara dengan sistem bergiliran masih berlanjut hingga usai Lebaran. Tidak hanya oleh internal Perhutani, pengamanan asset negara itu juga  dilakukan bersama TNI/Polri, dan pesanggem yang tergabung dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).

“Asset   negara   harus   tetap   terjaga   baik,  pengamanan   aktif  secara  bergiliran  masih   berlanjut,”  papar Administratur (Adm) Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Randublatung, Joko Sunarto, Jumat (03/06/2017) lalu.

Menurut mantan Administratur KPH  Blora, saat ini memang masih dalam suasana pasca Lebaran, namun hutan negara tidak boleh ada kekosongan personil  keamanan, sehingga manajemen membuat aturan sistem jaga aktif bergiliran.

“Tidak ada istilah nihil pengamanan, wong saat Idul Fitri saja petugas kami tetap aktif amankan hutan negara,” tambah Joko Sunarto.

Hutan negara di  wilayah Blora,  lanjutnya,  terdapat  lima  KPH, yang terdiri KPH Randublatung, KPH Cepu, KPH Blora serta dua KPH berada di kabupaten tetangga (Rembang, dan Tuban) dengan sebagian hutannya berada di Blora.

Joko   Sunarto   menambahkan,  selain   dilaksanakan   dengan   program   Pengelolaan   Sumber   Daya   Hutan Bersama Masyarakat (PHBM), dan  didukung institusi (Polri/TNI).

Perum  Perhutani di Blora memiliki 1.000 lebih personil Polisi Hutan Mobil (Polhutmob) dengan tugas di masing-masing KPH.

Terpisah,  Administratur  KPH  Cepu   Yudha   Suswardhanto  menambahkan,  cara   pengamanan   selama Lebaran Kemaren juga seperti yang diterapkan di KPH Cepu dan KPH Blora, tidak ada istilah kosong penjagaan baik Idul Fitri dan pasca Lebaran.

Unit UPKD menambahkan, luas kawasan  hutan mencapai 48 persen dari luas wilayah Kabupaten Blora, dengan lahan produktif di KPH Cepu 16.019 hektar didukung petugas Polhut ratusan personil.

Sedangkan KPH Blora luas lahan produktif mencapai 7.046,5 hektar didukung 119 personil Polhutmob,sedang KPH Randublatung 21.978 hektar dengan ratusan Polhutmob.

Untuk pengamanan  Lebaran, lanjutnya,  Perhutani menggalang kerjasama dengan institusi kepolisian (Polri), dan bertugas mengamankan hutan dengan model koordinasi.

Semenrtara   itu  Administratur   KPH   Blora   Suswardhanto   menambahkan,  pengamanan   hutan  tidak hanya dilakukan di lapangan (kawasan hutan), petugas juga melakukan piket rutin di kantor, termasuk disiapkannya unit pemadam kebarakaran (UPK).


“Agar aman dari kebakaran, disiapkan UPK yang didukung personil Lembaga Masyarakat Desa Hutan(LMDH) di semua KPH,” jelas Suswardhanto.  (adi sanrico)
Share:

Hot News

Sejumlah Titik di Ruas Jalan Jepon-Bogorejo Blora Mulai Dibangun

  𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Sejumlah titik (enam titik) di ruas jalan Jepon-Karang-Bogorejo, yang merupakan jalan alternatif menuju wilayah J...

Public Service

Blog Archive

Social Media

Technology

Next More »

Labels

Community

Next More »