Cinta Terlarang di Keraton Yogyakarta: Kisah Nyi Ageng Serang Muda

Di lereng perbukitan Serang, Jawa Tengah, sekitar tahun 1752, lahirlah seorang anak perempuan dari keturunan bangsawan Mataram. Namanya Raden Ajeng Kustiyah Wulaningsih Retno Edi. Sejak kecil, hidupnya tak biasa. Ayahnya, Pangeran Notodiningrat, bukan hanya seorang adipati, tapi juga keturunan langsung dari Sunan Kalijaga.

Di usianya yang masih belia, saat anak perempuan lain belajar menari atau menumbuk padi, Raden Ajeng sudah akrab dengan peta-peta jalur perang dan strategi pertempuran. Ia belajar menggunakan tombak, keris, bahkan mengatur barisan prajurit desa. Semua itu diwariskan dari sang kakek buyut, Ki Ageng Serang, pemimpin karismatik Mataram pada zamannya.

* Cinta di Balik Dinding Keraton

Ketika beranjak remaja, kecantikan dan kecerdasannya tersiar hingga ke telinga Keraton Yogyakarta. Suatu waktu, ia dipanggil ke keraton dan di sanalah benih cinta tumbuh. Seorang bangsawan keraton terpikat kepadanya. Sayangnya, hubungan itu terlarang. Selain perbedaan umur yang jauh, situasi politik di dalam keraton pun tak kondusif. Hubungan itu harus dijalani sembunyi-sembunyi, karena bisa mengancam posisi keluarga keduanya.

Di balik kemewahan keraton, Raden Ajeng mulai merasakan kegelisahan. Ia melihat ketidakadilan. Rakyat menderita karena pajak dan kekuasaan kolonial yang makin mencengkeram. Sementara para bangsawan lebih sibuk memperebutkan kekuasaan daripada memikirkan rakyat.

Raden Ajeng sadar, cinta asmara yang dikejarnya tak sebanding dengan cinta kepada rakyatnya.

* Meninggalkan Cinta, Memilih Rakyat

Dalam sebuah malam sunyi, ditemani suara kentongan ronda dan desir angin di halaman keraton, Raden Ajeng membuat keputusan paling berat dalam hidupnya. Ia meninggalkan keraton, meninggalkan cinta terlarang itu, dan kembali ke Desa Serang.

Di sana, ia menggalang kekuatan rakyat. Ia menikahi Pangeran Kusumowijoyo, seorang bangsawan lokal yang juga pejuang, bukan demi status, tapi sebagai bagian dari perjuangan menyatukan rakyat.

* Berperang di Usia Senja

Tahun 1825, Perang Diponegoro pecah. Saat itu, usianya telah lebih dari 70 tahun. Tapi semangatnya tak pernah padam. Di usia senjanya, Nyi Ageng Serang memimpin sendiri pasukan rakyat. Karena tak lagi bisa berjalan jauh, ia memimpin dari atas tandu. Di sinilah ia menunjukkan strategi legendaris: "Daun Lumbu".

Pasukannya berkamuflase di ladang talas, menutupi tubuh mereka dengan daun lebar, menyergap pasukan Belanda yang tak menyangka ada serangan dari arah itu. Taktik ini beberapa kali berhasil membuat tentara kolonial kewalahan.

* Akhir Hidup yang Terhormat

Setelah bertahun-tahun berperang, di tahun 1828, Nyi Ageng Serang wafat di usia 76 tahun. Jenazahnya dimakamkan di Bukit Beku, Kulon Progo, Yogyakarta. Ia dikenang bukan hanya sebagai pejuang, tapi juga sebagai perempuan yang rela mengorbankan cinta pribadi demi cintanya kepada rakyat dan tanah air.

Pada 13 Desember 1974, pemerintah Republik Indonesia menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional untuknya. Namanya abadi dalam catatan sejarah Indonesia.

Sumber Referensi:
- Dinas Kebudayaan DI Yogyakarta
- Kompas : Kisah Nyi Ageng Serang, Pahlawan Perempuan dari Yogyakarta
- Wikipedia Indonesia: Nyi Ageng Serang
- Buku Perempuan-Perempuan Perkasa Nusantara (2019)

📸 Foto Sudah di Restorasi Berwarna Nyi Ageng Serang (Sumber: Dinas Kebudayaan Yogyakarta)

#NyiAgengSerang #PahlawanNasional #SejarahIndonesia #PerempuanPejuang #PerangDiponegoro #CeritaTempoDulu #KeratonYogyakarta #EmansipasiPerempuan #PahlawanWanita
Share:

Dukung Swasembada Pangan 2026, Danramil 03/Banjarejo Ikut Panen Raya Jagung Serentak

 
𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Dandim 0721/Blora Letkol Inf Agung Cahyono, diwakili Danramil 03/Banjarejo Kapten Inf Munawar menghadiri panen raya jagung serentak kuartal I oleh Polres Blora di lahan perhutanan sosial Desa Sidomulyo, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, Kamis (8/1/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari panen raya nasional yang dipimpin Kapolri secara virtual dan terpusat di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Panen jagung dilaksanakan di petak 114B RPH Kedungkenongo, BKPH Kalisari. Kegiatan tersebut bertujuan mendukung program swasembada pangan nasional tahun 2026 melalui optimalisasi pemanfaatan lahan perhutanan sosial.

Danramil 03/Banjarejo Kapten Inf Munawar, turut mengikuti kegiatan panen raya secara virtual bersama jajaran Polres Blora.

Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto Slamet Riyanto, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan panen raya ini menjadi bentuk sinergi Polri bersama pemerintah daerah, TNI, Perhutani, serta masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan.

“Pemanfaatan lahan perhutanan sosial untuk pertanian produktif diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujar Kapolres Blora.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Blora yang diwakili Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Blora Ngaliman, perwakilan Dinas Kehutanan, Bulog Kabupaten Blora, jajaran Perhutani KPH Blora, Cepu, dan Randublatung, serta unsur Forkopimcam Banjarejo.

Selain itu, hadir pula Ketua Bhayangkari Cabang Blora beserta pengurus, PJU Polres Blora, jajaran TNI-Polri, kepala desa setempat, kelompok tani hutan (KTH), serta perwakilan masyarakat dan petani.

Panen raya ini diharapkan dapat menjadi contoh kolaborasi lintas sektor dalam mendukung program strategis nasional di bidang pangan. (Pendim/Redaksi)

Share:

Datangi IPDN Jatinangor, Pemkab Blora Kaji Strategi Tingkatkan Pendapatan Asli Daerah


BLORA - Pemerintah Kabupaten Blora kembali melanjutkan kerja sama strategis dengan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Kali ini pemkab melanjutkan rencana kerjasama Tri Dharma Perguruan dengan mengunjungi kampus IPDN di Jatinangor, Sumedang, Selasa 6 Januari 2026.

Dalam kunjungan kali ini dipimpin langsung Bupati Blora H. Arief rohman bersama dengan Wakil Bupati dan sejumlah OPD terkait dan diterima langsung oleh  Dr. Drs. Hyronimus Rowa,  Wakil Rektor Bidang Akademik bersama dengan sejumlah Dekan tersebut.

Bupati Blora H. Arief rohman dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas waktu dan kesempatan yang diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Blora, untuk melaksanakan Koordinasi Tindak Lanjut Nota Kesepakatan antara Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dengan Pemerintah Kabupaten Blora.

"Kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergi antara IPDN dan Pemerintah Kabupaten Blora dalam mendukung penguatan Tridharma Perguruan Tinggi, sekaligus memperkuat perencanaan pembangunan daerah yang berbasis kajian akademis dan kebutuhan riil daerah,"ucapnya.

Bupati menjelaskan, sejumlah langkah Kajian Roadmap Peningkatan PAD Kabupaten Blora Tahun 2026-2030 disusun untuk memberikan gambaran yang komprehensif mengenai kondisi dan struktur pendapatan daerah, sekaligus mengidentifikasi potensi-potensi PAD yang masih dapat dioptimalkan secara sah, terukur, dan berkelanjutan.

"Kajian ini memiliki arti penting sebagai dasar pengambilan kebijakan dalam rangka memperkuat kemandirian fiskal di Kabupaten Blora untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, mendukung pembangunan daerah, serta mendorong kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan," imbuhnya.

Sejalan dengan hal tersebut, pihaknya berharap adanya keterkaitan antara hasil kajian ini dengan pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Kedepan, riset dan pengabdian mampu memberikan solusi konkret atas tantangan pembangunan daerah, termasuk dalam penguatan basis pendapatan dan tata kelola keuangan daerah.



"Kami juga menyambut baik agenda penjaringan calon mahasiswa Program Pendidikan Profesi Kepamongprajaan dan Pascasarjana IPDN. Kami berharap melalui program ini, Kabupaten Blora dapat menyiapkan aparatur yang profesional, berintegritas, dan memiliki kapasitas kepemimpinan yang kuat untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan daerah yang adaptif dan responsif," terangnya.

Kepada seluruh perangkat daerah, khususnya pengampu PAD, Bupati menegaskan agar hasil kajian Roadmap PAD ini dijadikan sebagai acuan kerja bersama.

"Setiap perangkat daerah harus mampu menindaklanjuti rekomendasi kajian ke dalam langkah-langkah operasional yang konkret, dilakukan secara inovatif, kolaboratif, serta tetap memperhatikan kondisi sosial ekonomi masyarakat," tegasnya.

Sekali lagi kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada IPDN. Semoga melalui pertemuan ini dapat memperkuat kolaborasi demi terwujudnya Kabupaten Blora yang maju dan berkelanjutan.

Wakil Rektor Bidang Akademik IPDN Jatinangor, Dr. Drs. Hyronimus Rowa  menyambut baik kehadiran Bupati bersama wakil bupati dan seluruh jajaran yang hadir ke IPDN, kami siap membantu Blora terus berkolaborasi dengan pemkab Blora.

"Kami siap membantu pemkab Blora dalam melaksanakan pengabdian masyarakat, jika perlu kami datang," ucapnya.

"Kami yakin pak Bupati memiliki langkah yang konkrit untuk kemajuan Blora dan kami juga siap membantu dalam upaya peningkatan PAD di Blora, hal ini telah kita lakukan dengan survei lapangan," pungkasnya.

Dalam kunjungan ini juga dilakukan diskusi bersama di sejumlah sektor demi kemajuan pemkab Blora. (Humas/Redaksi)


Share:

Pemkab Blora Tetapkan Pakaian Khas ASN Khusus Jumat Berlaku 2 Januari 2026


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SUARABARU.ID) — Pemerintah Kabupaten Blora menetapkan penggunaan pakaian khas Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui Surat Edaran Nomor 025.1/1638 Tahun 2025. Kebijakan ini mulai diberlakukan pada Jumat 2 Januari 2026 yang dikenakan oleh para ASN setiap hari Jumat di lingkungan Pemkab Blora.

Penetapan Surat Edaran tersebut, bertujuan untuk mengekspresikan identitas ASN dengan ciri khas filosofi Jawa Tengah yang religius, sekaligus selaras dengan semangat modernisasi, kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Gubernur Jawa Tengah Nomor B/800.1.12.5/83/2025 tentang penggunaan pakaian dinas harian khas ASN.

Bupati Blora, Arief Rohman menegaskan bahwa penggunaan pakaian khas ini tidak hanya sebagai seragam kerja, tetapi juga menjadi sarana pelestarian budaya lokal, khususnya batik khas Blora, sekaligus memperkuat identitas ASN sebagai pelayan masyarakat.

"Dalam surat edaran tersebut, diatur bahwa ASN pria dapat mengenakan beberapa alternatif pakaian khas, antara lain kemeja kerah berdiri atau kerah shanghai, lengan panjang atau pendek, berwarna putih, dipadukan dengan sarung batik khas Blora," ujar Bupati Blora. 

Atasan batik khas Blora, lengan panjang atau pendek, lanjut Bupati Blora, dengan bawahan sarung batik khas Blora. Pakaian khas ASN dilengkapi atribut resmi.

"Pegawai pria diperbolehkan menggunakan peci. Alas kaki berupa sandal selop, sepatu sandal, atau sepatu," ucap Bupati Blora.

Masih kata Bupati Blora, bagi ASN wanita, pakaian khas yang ditetapkan meliputi gamis berbahan batik atau dominan batik khas Blora dengan warna bebas tunik atau kemeja polos warna putih dengan bawahan batik khas Blora.

"Atasan batik khas Blora, lengan panjang atau pendek, dengan bawahan batik khas Blora panjang hingga mata kaki atau dibawah lutut. Pakaian khas dilengkapi atribut resmi," kata Bupati Blora.

Disampaikan, bagi ASN wanita berjilbab, diwajibkan mengenakan jilbab polos dengan warna menyesuaikan pakaian. Alas kaki berupa sandal selop atau sepatu, Pemkab Blora memberikan pengecualian penggunaan pakaian khas ASN bagi pegawai yang bertugas di sektor tertentu, yakni bidang perhubungan, Penegakan peraturan daerah dan ketertiban umum, Pemadam kebakaran dan penanggulangan bencana daerah, Pelayanan kesehatan.

"Pengecualian tersebut diberikan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan, fungsionalitas, dan kebutuhan pelayanan publik," jelas Bupati Blora.

Bupati Blora menginstruksikan kepada seluruh pimpinan perangkat daerah untuk melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap penerapan penggunaan pakaian khas ASN di instansi masing-masing agar dilaksanakan dengan baik dan benar.

Untuk perhatian, Surat Edaran Nomor 025.1/1638 Tahun 2025 tersebut, ditetapkan di Blora pada 30 Desember 2025 dan ditandatangani langsung oleh Bupati Blora, dengan kebijakan ini, Pemkab Blora berharap nilai-nilai kearifan lokal dapat terus hidup dan menjadi bagian dari budaya kerja ASN di Bumi Samin Kabupaten Blora. (Humas/Redaksi)
Share:

DPRD Blora Bersama Bupati Setujui Raperda Kawasan Tanpa Rokok dan Raperda Penyelenggaraan Perpustakaan



𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blora menggelar Rapat Paripurna pada Rabu 31 Desember 2025, dengan agenda Persetujuan Bersama terhadap dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kabupaten Blora Tahun 2025 serta Pengucapan Sumpah/Janji Pengganti Antarwaktu (PAW) Anggota DPRD Masa Keanggotaan 2024–2029.

Rapat Paripurna yang digelar di gedung DPRD Jl A Yani Blora, dipimpin oleh Ketua DPRD Kabupaten Blora dan dihadiri Bupati Blora, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah beserta jajaran perangkat daerah, para camat, pimpinan partai politik, organisasi kemasyarakatan, insan pers, serta tamu undangan.

Dua raperda tahun 2025 disetujui dalam rapat paripurna DPRD Blora,  menyepakati dua raperda untuk ditetapkan, yakni raperda tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan raperda tentang Penyelenggaraan Perpustakaan.

Ketua DPRD Kabupaten Blora, Mustopa menjelaskan banwa Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Penyelenggaraan Perpustakaan menjadi landasan pengembangan perpustakaan sebagai wahana pendidikan dan pembelajaran sepanjang hayat, penguatan literasi masyarakat, serta pengembangan perpustakaan berbasis inklusi sosial dan pelestarian budaya daerah.

“Perpustakaan bukan hanya tempat menyimpan buku, melainkan menjadi jantung kecerdasan masyarakat dan peningkatan kesejahteraan,” tegas Ketua DPRD Blora.

Pada kesempatan ini, Ketua DPRD Blora melantik anggota DPRD Pengganti Antarwaktu Masa Keanggotaan 2024–2029.

"Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 100.3.3.1/470 Tahun 2025 tanggal 17 Desember 2025," ujar Mustopa.

Lanjut Ketua DPRD Blora, anggota DPRD yang dilantik adalah Nyoto Adi Sucipto dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), menggantikan Munatin. Ketua DPRD bersama Bupati Blora menyampaikan ucapan selamat dan harapan agar anggota DPRD PAW dapat memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah.

“Semoga kehadiran beliau membawa semangat baru, dan bisa memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah untuk Sesarengan mBangun Blora,” kata Ketua DPRD Blora.

Sementara itu, Bupati Blora, Arief Rohman menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara eksekutif dan legislatif dalam pembahasan dan penetapan regulasi daerah.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Blora atas dukungan dan kerja sama dalam pelaksanaan pembangunan di seluruh wilayah Kabupaten Blora,” ujar Bupati Blora.

Raperda Kawasan Tanpa Rokok, kata Bupati Blora, ditujukan untuk mendorong pola hidup sehat, meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara fisik, mental, spiritual, dan sosial, serta melaksanakan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 terkait pengawasan implementasi kawasan tanpa rokok.

"Regulasi ini juga mengatur pembatasan iklan, promosi, dan sponsor produk tembakau serta rokok elektronik sebagai upaya perlindungan masyarakat dari dampak buruk rokok," tegas Bupati Blora.

Komitmen Pembangunan Berkelanjutan
Bupati Blora menegaskan, persetujuan dua Raperda tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat tata kelola pemerintahan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Semoga seluruh ikhtiar yang kita lakukan dalam membangun Kabupaten Blora yang maju dan berkelanjutan senantiasa mendapat berkah dan rida dari Allah SWT,” tandas Bupati Blora.  (Humas/Redaksi)


Share:

'Jurus Langit' Bupati Blora Awali Tahun 2026 Dengan Khotmil Qur’an dan 4.444 Sholawat Nariyah

 
𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Menandai hari pertama tahun 2026, Bupati Blora Arief Rohman, mengajak seluruh elemen kepemimpinan mulai dari Forkopimda, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), hingga Camat se-Kabupaten Blora untuk melakukan ikhtiar spiritual melalui Sholat Subuh berjamaah di Masjid Agung Baitunnur, Kamis (1/1/2026).

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dirangkaikan dengan Khotmil Qur’an yang dipimpin oleh Ustaz Izudin, Ustaz Shodikin, dan Ustaz Anwar Rohim, serta pembacaan Sholawat Nariyah sebanyak 4.444 kali yang diikuti oleh 20 santri Ponpes Khozinatul Ulum beserta seluruh jamaah yang hadir.

Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Mas Arief ini menegaskan bahwa berbagai kemajuan pembangunan dan prestasi yang diraih Kabupaten Blora sepanjang tahun 2025 merupakan buah manis dari perpaduan kerja keras dan kekuatan doa.

"Segala kemajuan dan keberhasilan yang kita raih tentu tidak lepas dari pertolongan Allah SWT serta sinergi antara ulama dan umara. Kami berterima kasih atas doa dan dukungan seluruh elemen masyarakat yang telah berkolaborasi mewujudkan kemaslahatan di Blora," ungkap Mas Arief.

Ia meyakini bahwa tradisi spiritual seperti subuh berjamaah, kepedulian pada anak yatim, dan lantunan sholawat merupakan "bahan bakar" batiniah yang menjaga kelancaran roda pemerintahan selama ini.

Memasuki tahun 2026, Mas Arief memberikan pesan khusus kepada jajaran birokrasi agar tidak kendor dalam melayani masyarakat. Ia menyadari tantangan tahun ini tidaklah mudah, namun optimisme harus tetap dijaga.

"Walaupun dihadapkan pada berbagai keterbatasan di tahun 2026, kita harus tetap optimis dan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik. Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain (khoirunnas anfauhum linnas)," tegasnya.

Menutup rangkaian acara, Bupati memohon restu dari para kiai dan tokoh agama agar seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Blora senantiasa diberikan kesehatan dan keselamatan dalam mengemban amanah. Harapannya, Blora mampu bertransformasi menjadi kabupaten yang religius dan baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.

Sebagai bentuk nyata kepedulian sosial, pada kesempatan tersebut juga diserahkan santunan kepada sembilan anak yatim melalui Baznas Kabupaten Blora. Kebersamaan pagi itu diakhiri dengan sarapan bersama di teras masjid, mempererat silaturahmi antara pemimpin daerah dengan warga dan para jamaah.  (Humas/Redaksi)

Share:

Konferensi Serentak Se-Jateng, Andita Nugrahanto Jadi Ketua DPC PDI Perjuangan Blora


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — SEMARANG — Konferensi Cabang PDI Perjuangan yang digelar serentak se-Jawa Tengah di Kota Semarang pada Minggu 28 Desember 2025 menetapkan Andita Nugrahanto sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Blora 2025-2030.

Konferensi Cabang ini merupakan agenda konsolidasi organisasi lima tahunan partai untuk memilih kepengurusan baru di tingkat DPC. Proses pemilihan berlangsung sesuai mekanisme partai dengan mengedepankan musyawarah dan mufakat, serta diikuti oleh seluruh unsur struktural partai.

Usai ditetapkan sebagai Ketua DPC Blora terpilih, Andita Nugrahanto menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan amanah dari seluruh kader PDI Perjuangan Kabupaten Blora. Ini adalah tanggung jawab besar yang harus dijalankan secara kolektif bersama seluruh jajaran partai,” ujar Andita Nugrahanto.

Andita Nugrahanto menegaskan bahwa kedepan dirinya akan fokus memperkuat soliditas internal partai hingga ke tingkat akar rumput serta menjalankan instruksi partai dengan penuh kedisiplinan.

“Kami akan memperkuat gotong royong kader, memperkokoh struktur partai dari DPC, PAC, ranting hingga anak ranting, serta terus hadir dan bekerja nyata untuk rakyat Blora sesuai dengan nilai-nilai PDI Perjuangan,” imbuh Andita Nugrahanto.

Andita Nugrahanto juga menekankan pentingnya kerja kerakyatan dan konsistensi dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat.

“PDI Perjuangan harus selalu berada di tengah rakyat, mendengar, dan memperjuangkan kepentingan masyarakat. Itu menjadi komitmen utama kami ke depan,” tegas Ketua DPC Blora.

Untuk diketahui, dengan terpilihnya Andita Nugrahanto sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blora, diharapkan kepemimpinan baru ini mampu membawa semangat pembaruan serta memperkuat posisi PDI Perjuangan sebagai partai yang solid dan dekat dengan rakyat.  (HumasPDIP/Redaksi)
Share:

1000 Anak Yatim Di Blora Terima Manfaat Dari Gastra


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Badan Amil Zakat (BAZNAS) Kabupaten Blora melaksanakan kegiatan program GASTRA dengan menyalurkan hasil pengumpulan dana untuk santunan 1.000 anak yatim/piatu di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Kamis (18/12/2025). 

1000 anak yatim/ piatu ini dihadirkan Baznas bekerjasama dengan Dinas Pendidikan, menerima santunan masing-masing anak Rp 300 ribu hasil dari pengumpulan sedekah subuh yang diikuti Bupati, Forkopimda dan para Kepala OPD.

"Jadi yang kami undang untuk perwakilan 200 -an anak dan sisanya nanti diserahkan masing masing korwil," ucapnya H. Sutaat., Ketua Baznas Blora. 

Menurutnya,  Infaq dan sedekah subuh ini sifatnya sukarela, diluar dari zakat yang setiap bulan dipotong langsung dari gaji ASN. Fungsinya untuk membantu anak anak yatim piatu yang ada di Kabupaten Blora, dan kegiatan sosial keagamaan. 

"Alhamdulillah di Baznas kami punya program unggulan di antaranya program rumah tidak layak huni, Grobak UMKM, ternak ayam petelur, dan BPJS Kesehatan, dan alhamdulillah para penerima manfaat sangat senang," imbuhnya. 

Sementara itu, Bupati Dr. H. Arief Rohman menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada BAZNAS Kabupaten Blora beserta seluruh pengurus GASTRA di setiap OPD. 

"Program ini merupakan wujud pengelolaan sedekah yang amanah, transparan, dan tepat sasaran, di mana hasil dari Gerakan Sedekah Subuh secara khusus diperuntukkan bagi anak-anak yatim," ucapnya. 

Melalui kegiatan ini, pihaknya ingin memastikan bahwa kalian tetap mendapatkan perhatian, kasih sayang, dan dukungan agar dapat tumbuh menjadi anak-anak yang saleh, cerdas, dan berakhlak mulia.

"Kalian adalah generasi penerus bangsa dan harapan masa depan Kabupaten Blora. Jangan pernah merasa sendiri. Dengan progam ini anak anak harus semangat sekolah dan dengan program ini kami ingin mengawal anak anak bisa terus berprestasi dan tentunya dengan tujuan meningkatkan SDM kabupaten blora," harapnya. 

Kepada seluruh masyarakat dan para donatur, Bupati mengajak untuk terus mendukung dan berpartisipasi dalam program GASTRA. Semoga GASTRA semakin berkembang serta memberi manfaat yang lebih luas, khususnya bagi yang berhak di Kabupaten Blora. (Humas/Redaksi)

Share:

Bagikan Beasiswa PIP Lewat Nonton Bareng 'Tegar'


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Suasana haru dan penuh motivasi menyelimuti Bioskop Platinum Cineplex MD Mall Blora, Kamis (18/12/2025). Ratusan siswa dari berbagai sekolah di Blora berkumpul bukan sekadar untuk menonton film, melainkan untuk merayakan semangat inklusivitas dan harapan melalui penyerahan Beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP).

Acara nonton bareng (nobar) film Tegar ini diinisiasi oleh Anggota DPR RI Komisi VII Fraksi PKB, Eva Monalisa, dan dihadiri langsung oleh Bupati Blora Arief Rohman, Wakil Bupati Blora Sri Setyorini serta jajaran terkait.

Bupati Arief Rohman memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah nyata Eva Monalisa. Menurutnya, bantuan beasiswa PIP merupakan solusi krusial bagi permasalahan pendidikan di Blora, terutama terkait angka Anak Tidak Sekolah (ATS) yang mayoritas dipicu oleh kendala ekonomi.

"Penyerahan Beasiswa PIP ini sangat membantu kami. Dengan program ini, insyaAllah anak-anak kita tetap bisa sekolah dengan tenang, belajar dengan semangat, dan terus mengejar cita-cita tanpa terbebani persoalan biaya," ujar Bupati yang akrab disapa Mas Arief tersebut.

Beliau juga berpesan kepada para siswa penerima beasiswa agar memanfaatkan bantuan tersebut sebaik-baiknya untuk mempersiapkan diri menjadi generasi emas yang membanggakan Blora.

Pemilihan film Tegar sebagai bagian dari acara ini bukan tanpa alasan. Film yang menceritakan petualangan anak disabilitas berusia 10 tahun yang berjuang untuk sekolah dan kesetaraan ini menjadi refleksi bagi seluruh hadirin.

Eva Monalisa menegaskan bahwa film ini adalah potret nyata bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk bermimpi.

"Film ini bukan hanya sekadar tontonan, tapi mengajarkan keteguhan dan keyakinan. Anak-anak dengan segala keterbatasan juga bisa menjadi panutan," ungkap Eva di hadapan para siswa.

Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi dari berbagai jenjang pendidikan, termasuk sekolah luar biasa, guna memperkuat pesan inklusivitas, di antaranya: MI Al Huda Kunduran, MI NU Darul Ulum, MTS NU Diponegoro Kedungtuban, SLB Ceria Mandiri, SLB Budi Mulya dan SDN 2 Karangjati.

Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan legislatif pusat ini, diharapkan tidak ada lagi anak di Kabupaten Blora yang merasa sendirian dalam memperjuangkan hak pendidikan mereka, sebagaimana perjuangan tokoh Tegar di dalam layar lebar. (Humas/Redaksi)

Share:

Hot News

Cinta Terlarang di Keraton Yogyakarta: Kisah Nyi Ageng Serang Muda

Di lereng perbukitan Serang, Jawa Tengah, sekitar tahun 1752, lahirlah seorang anak perempuan dari keturunan bangsawan Mataram. ...

Piblic Service

Piblic Service
Instagram

Blog Archive

Social Media

Technology

Next More »

Labels

Community

Next More »