Pembangunan Jembatan Aramco di Todanan Capai 80 Persen, Perkuat Akses dan Perekonomian Warga


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Pembangunan Jembatan Aramco yang berlokasi di Dusun Kemuneng, Desa Karanganyar, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, terus dikebut pengerjaannya. Hingga saat ini, progres pembangunan telah mencapai 80 persen dan ditargetkan segera rampung guna menghubungkan Dusun Kemuneng dengan Dusun Karanganyar yang selama ini terpisahkan oleh Sungai Ceper. 

Jembatan dengan panjang 20 meter dan lebar 3 meter tersebut diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat serta meningkatkan konektivitas antarwilayah. Sedikitnya 1.000 jiwa akan merasakan manfaat langsung dari pembangunan infrastruktur tersebut, khususnya dalam mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial masyarakat.
Danramil 14/Todanan, Letda Inf Taslan, menyampaikan bahwa sejumlah pekerjaan utama telah selesai dilaksanakan secara optimal.

“Beberapa item pekerjaan yang telah mencapai 100 persen meliputi tahap persiapan, pemasangan bowplank, galian urukan tanah, pemasangan cerucuk dolken, lantai kerja, hingga pembangunan pondasi footplat dan pilar beton K-350,” ujarnya, Kamis (21/5/2026).

Ia menambahkan, untuk pekerjaan cefferdam saat ini telah mencapai 80 persen. Sementara itu, tahapan yang masih dalam proses penyelesaian meliputi urukan pasir bawah pondasi serta pengecatan jembatan.

Dalam pelaksanaan pengerjaan di lapangan, kegiatan melibatkan satu personel TNI bersama tujuh warga setempat. Kondisi cuaca yang cerah pada pagi hari turut mendukung kelancaran proses pembangunan. Situasi di lokasi kegiatan juga dilaporkan aman dan kondusif.

Lebih lanjut, Letda Inf Taslan menegaskan bahwa sinergi dan gotong royong antara TNI dan masyarakat menjadi faktor penting dalam percepatan pembangunan jembatan tersebut.

“Partisipasi aktif masyarakat sangat membantu percepatan pekerjaan di lapangan. Melalui kebersamaan dan gotong royong, pembangunan dapat berjalan lebih efektif serta sesuai kebutuhan warga,” ungkapnya.

Pembangunan Jembatan Aramco ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan aksesibilitas antarwilayah di Desa Karanganyar. 

Dengan hadirnya jembatan tersebut, masyarakat nantinya tidak perlu lagi memutar melalui jalur yang lebih jauh maupun melintasi akses yang rawan ketika musim hujan tiba. (Pendim/ Redaksi)

Share:

HKG PKK Tingkat Jateng Diperingati di Blora, Wagub Apresiasi Inovasi Kencan Bumil dan SIM PKK


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 tingkat Provinsi Jawa Tengah dipusatkan di Lapangan Desa Nglangitan, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora. Kegiatan tersebut menjadi momentum penguatan peran keluarga, kesehatan ibu dan anak, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Selasa (19/5/2026).

Acara dihadiri Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin, Bupati Blora Arief Rohman, Wakil Bupati Blora Sri Setyorini, Ketua TP PKK Kabupaten Blora Ainia Salichah Arief Rohman, jajaran Forkopimda, kepala OPD provinsi dan kabupaten, serta pengurus TP PKK se-Jawa Tengah.

Dalam kegiatan itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meluncurkan program “Kencan Bumil” dan Sistem Informasi Manajemen (SIM) PKK sebagai upaya penguatan layanan kesehatan ibu hamil dan digitalisasi data PKK.

Peluncuran ditandai dengan pemukulan kentongan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah didampingi Ketua TP PKK Provinsi Jateng, Bupati dan Wakil Bupati Blora, beserta Ketua TP PKK Kabupaten Blora.

Selain itu, kegiatan juga diramaikan dengan peninjauan layanan kesehatan dan sosial, seperti program Speling, cek kesehatan gratis, donor darah, pelayanan administrasi kependudukan, pelayanan KB, PAUD, pasar pangan murah, hingga stan UMKM.

Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin mengatakan, program “Kencan Bumil” dirancang untuk meningkatkan pendampingan kepada ibu hamil melalui keterlibatan kader PKK.

“Konsepnya satu kader mendampingi satu ibu hamil. Persoalan ibu dan anak tidak hanya persoalan medis, tetapi juga sosial. Karena itu pendampingan menjadi penting,” kata Nawal.

Ia menjelaskan, meski angka kematian ibu dan bayi di Jawa Tengah terus menurun, kasus tersebut masih ditemukan di sejumlah daerah. Menurut dia, keberadaan SIM PKK juga diharapkan mempermudah pengelolaan dan akses data program PKK secara terintegrasi.

Dalam sambutannya, Nawal turut mengulas sejarah lahirnya PKK di Jawa Tengah. Ia menyebut organisasi tersebut berawal dari gerakan gotong royong perempuan untuk mengatasi persoalan busung lapar di kawasan Dieng, Wonosobo.

“PKK lahir dari semangat kepedulian dan gotong royong perempuan untuk menyelesaikan persoalan masyarakat,” ujarnya.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengapresiasi inovasi “Kencan Bumil” karena dinilai mampu meningkatkan perhatian keluarga terhadap kesehatan ibu hamil.

“Sering kali ibu hamil periksa tanpa didampingi suami. Padahal suami harus tahu kondisi istrinya sehingga risiko bisa diantisipasi sejak dini,” kata Taj Yasin.

Ia menilai pendampingan sejak masa kehamilan hingga pasca-persalinan penting untuk mencegah stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan anak.

Selain itu, Taj Yasin juga mengapresiasi peluncuran SIM PKK yang dinilai dapat memperkuat sistem monitoring program pemberdayaan masyarakat.

“Saya sudah melihat langsung SIM PKK. Ini sangat membantu untuk pemantauan program secara cepat dan terintegrasi,” ujarnya.

Taj Yasin juga mengapresiasi gerakan penanaman pohon dan bantuan bibit tanaman yang diberikan kepada masyarakat dalam rangkaian HKG PKK ke-54 di Blora.

Menurut Taj Yasin, gerakan penghijauan yang digagas TP PKK Kabupaten Blora bersama Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan (DP4) Blora itu dinilai sejalan dengan upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga dan menjaga lingkungan.

“Terima kasih, ini bagian dari program PKK Blora melalui gerakan tanam yang rutin dilakukan setiap Rabu Pon,” kata Taj Yasin.

Bibit tanaman tersebut ditanam di sekitar rumah dan pekarangan warga agar dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendukung ketersediaan pangan rumah tangga.

Taj Yasin juga menjelaskan bahwa berbagai program PKK sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendukung Asta Cita Presiden menuju Indonesia Emas 2045.

Dikesempatan yang sama, Bupati Blora Arief Rohman menyampaikan terima kasih atas kepercayaan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang menunjuk Kabupaten Blora sebagai tuan rumah HKG PKK ke-54 tingkat provinsi.

Ia menegaskan Pemkab Blora selama ini terus mendukung berbagai program PKK, terutama di bidang ketahanan pangan, pemberdayaan UMKM, dan kesehatan masyarakat.

“PKK memiliki peran strategis dalam mendukung program prioritas pemerintah, Ibu-ibu desa bisa support, untuk hasil umkm desa bisa dijual di Koperasi Desa Merah Putih” kata Bupati Arief.

Ia mendorong produk UMKM desa dapat dipasarkan melalui koperasi desa sehingga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.

Bupati Arief juga menyinggung program “Sedekah Buku” yang digagas TP PKK bersama Dinas Perpustakaan untuk meningkatkan budaya literasi masyarakat.

“Nanti buku-buku itu bisa disalurkan ke madrasah, mushala, masjid desa, dan perpustakaan sekolah,” ujarnya.

*Penanaman Pohon dan Bantuan Sosial*

Rangkaian kegiatan HKG PKK juga diisi dengan penanaman pohon serentak oleh Wakil Gubernur, Ketua TP PKK Provinsi Jateng, Bupati dan Wakil Bupati Blora, serta pengurus PKK.

Selain itu dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara BKKBN dan TP PKK Provinsi Jawa Tengah dengan Universitas Diponegoro.

Pada kesempatan tersebut, pemerintah juga menyerahkan berbagai bantuan secara simbolis, antara lain sertifikat pelatihan “Kencan Bumil”, bantuan sembako, bibit tanaman, bantuan kelompok usaha bersama (KUBE), kartu identitas anak (KIA), paket ternak ayam petelur, hingga alat bantu bagi penyandang disabilitas.

Kegiatan ditutup dengan grebeg gunungan, pemotongan tumpeng HKG PKK, penyematan pin kader PKK, dan dialog interaktif daring bersama Kabupaten Pekalongan, Wonogiri, dan Sragen. (Humas/Redaksi)
Share:

Dandim 0721/Blora Pimpin Penutupan TMMD Sengkuyung Tahap II di Desa Sendangwungu


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Kodim 0721/Blora secara resmi menutup program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun Anggaran 2026 di Desa Sendangwungu, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Kamis 21 Mei 2026.

Upacara penutupan dipimpin langsung oleh Komandan Kodim (Dandim) 0721/Blora Letkol Kav Yudhy Agus Setiyanto, S.Sos., yang bertindak sebagai Inspektur Upacara. Kegiatan tersebut mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.”

Penutupan TMMD ditandai dengan penyerahan simbolis peralatan kerja, penandatanganan naskah serah terima hasil TMMD antara Kodim 0721/Blora dengan Pemerintah Kabupaten Blora oleh Bupati Blora diwakili Asisten 1 Setda Blora Agus Puji Mulyono, S.Sos, M.Si., serta pemukulan kentongan bersama unsur Forkopimda sebagai tanda berakhirnya kegiatan.

Dalam kesempatan tersebut, Dandim 0721/Blora membacakan amanat Panglima Kodam IV/Diponegoro Mayor Jenderal TNI Achiruddin, S.E., M.Han.

Dalam amanatnya, Pangdam menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh Bupati/Walikota beserta jajaran Forkopimda dan dinas terkait atas dukungan yang diberikan selama pelaksanaan TMMD.

Pangdam juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh unsur TNI, Polri, organisasi kemasyarakatan, pemuda, pelajar, serta masyarakat yang selama satu bulan penuh telah bekerja sama dan bergotong royong menyelesaikan seluruh program TMMD, baik sasaran fisik maupun nonfisik.

“Saya berharap seluruh hasil pembangunan yang telah dicapai dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Saya juga menitipkan pesan agar apa yang telah kita bangun bersama ini dapat dipelihara dan dirawat dengan baik sehingga memiliki masa pakai yang panjang,” demikian amanat Pangdam.

Selain itu, Pangdam juga menekankan kepada seluruh Dansatgas TMMD agar segera melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap hasil kegiatan yang telah dilaksanakan sebagai bahan perbaikan dan penyempurnaan pada pelaksanaan TMMD di masa mendatang.

Sementara itu, berdasarkan laporan Pasiter Kodim 0721/Blora Kapten Inf Maningsun, pelaksanaan TMMD yang berlangsung sejak 22 April hingga 21 Mei 2026 berhasil mencapai target 100 persen.

Adapun sasaran fisik meliputi pembangunan jembatan panjang 6 meter dengan lebar 3 meter, pembangunan talud sepanjang 200 meter sisi kanan/kiri jalan, serta pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak dua unit.

Selain sasaran fisik, TMMD juga menghadirkan berbagai kegiatan non fisik berupa penyuluhan, sosialisasi, serta pelatihan pemberdayaan masyarakat yang bekerja sama dengan dinas dan instansi terkait di Kabupaten Blora.

Program TMMD Sengkuyung Tahap II ini menjadi bukti komitmen TNI dalam mendukung percepatan pembangunan di daerah, sekaligus memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat di tingkat desa.

Usai upacara penutupan, unsur Forkopimda bersama jajaran TNI-Polri dan tokoh masyarakat meninjau hasil pembangunan RTLH serta melakukan pemotongan pita di lokasi jembatan sebagai tanda peresmian infrastruktur baru di Desa Sendangwungu.

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, jajaran TNI-Polri, unsur Forkompimcam Banjarejo, kepala desa, serta masyarakat setempat.

Kehadiran berbagai elemen tersebut mencerminkan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat dalam membangun desa serta memperkuat ketahanan nasional dari tingkat akar rumput. (Pendim/Redaksi)
Share:

Polres Blora Ringkus Komplotan Spesialis Pembobol Toko di Todanan, Kerugian Pemilik Capai Rp 45 Juta


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Kepolisian Sektor Todanan, Polres Blora  mengungkap kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan (Curat) yang menyasar Toko Bima Perkasa di Desa Todanan, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora Jawa Tengah. Tiga orang tersangka spesialis pembobol toko lintas wilayah diringkus polisi.

Aksi pencurian ini, diketahui terjadi pada Kamis 30 April 2026 sekira pukul 07.00 WIB. Akibat kejadian tersebut, korban pemilik toko atas nama SK mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah setelah ratusan pres rokok berbagai merek digondol para pelaku.

Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto mengungkapkan bahwa kasus menonjol tersebut, menyampaikan  penangkapan komplotan pelaku ini merupakan hasil kerja sama dan koordinasi yang baik antar wilayah kepolisian di jajaran Polda Jawa Tengah.

"Benar, Unit Reskrim Polsek Todanan bersama Unit Resmob Polres Blora berhasil mengungkap kasus pembobolan toko di wilayah Kecamatan Todanan. Para pelaku merupakan komplotan spesialis pembobol toko lintas wilayah yang terorganisir," ungkap Kapolres Blora, kepada awak media Rabu 20 Mei 2026.

Ketiga tersangka yang diamankan, lanjut Kapolres Blora, masing-masing berinisial S (48) dan TO (27) yang merupakan warga Kecamatan Karangdadap, Kabupaten Pekalongan, serta HA (36) warga Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang Jawa Tengah.

"Aksi pencurian ini pertama kali diketahui oleh karyawan toko saat hendak masuk kerja," jelas AKP Wawan Andi Susanto.

Lebih lanjut, Kapolres Blora menjelaskan bahwa mereka mendapati etalase rokok didekat kasir dalam kondisi berantakan. Saat diperiksa lebih lanjut, pintu gudang penyimpanan dan pintu belakang toko sudah dalam keadaan terbuka.

"Setelah dicek bersama pelapor, ratusan pres rokok persediaan di dalam gudang telah raib. Total kerugian yang dialami pihak toko mencapai Rp 45.000.000,- (empat puluh lima juta rupiah)," kata Kapolres Blora.

Dikemukakan, pengungkapan kasus ini bermula pada Jumat 15 Mei 2026, saat Anggota Unit Resmob Polres Blora menerima informasi bahwa Unit Resmob Polresta Cilacap telah mengamankan tiga orang pelaku curat. Berdasarkan hasil pemeriksaan di Cilacap, komplotan tersebut mengaku pernah melancarkan aksinya di wilayah hukum Polres Blora, tepatnya di Kecamatan Todanan.

"Mendapat informasi penting tersebut, Unit Resmob Polres Blora bersama Unit Reskrim Polsek Todanan langsung bergerak menuju Polresta Cilacap untuk melakukan konfirmasi dan pemeriksaan mendalam. Hasilnya, ketiga pelaku mengakui telah membobol Toko Bima Perkasa di Todanan," ucap Kapolres Blora.

Disampaikan, dari tangan para tersangka dan tempat kejadian perkara, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa 10 bungkus rokok yang tercecer di belakang toko, satu buah tangga bambu yang digunakan memanjat, satu buah linggis dan obeng sebagai alat pembobol, serta uang tunai sebesar Rp 1.200.000,- yang merupakan uang sisa hasil penjualan rokok curian.

"Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 477 KUHPidana tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan," tegas Kapolres Blora. (Humas/Redaksi)

Share:

Kodim 0721/Blora Percepat Pembangunan Jembatan Aramco Untuk Dukung Akses Masyarakat


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Pembangunan Jembatan Aramco di dukuh Kemuning, Desa Karanganyar, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora terus menunjukkan progres signifikan. Hingga Rabu (20/5/2026), pengerjaan infrastruktur tersebut telah memasuki tahap penyelesaian pengecoran badan jembatan.

Pembangunan yang dilaksanakan personel Kodim 0721/Blora bersama masyarakat ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI AD dalam membantu membuka akses transportasi masyarakat, khususnya di wilayah yang selama ini mengalami keterbatasan infrastruktur, terutama saat musim hujan.

Di lokasi kegiatan, personel TNI bersama warga tampak bergotong royong melaksanakan berbagai tahapan pekerjaan dengan penuh semangat dan kebersamaan. Sinergi antara TNI dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mendukung percepatan pembangunan jembatan tersebut.

Selain membantu mempercepat proses pembangunan, kehadiran prajurit TNI di tengah masyarakat juga memberikan motivasi serta menumbuhkan semangat gotong royong warga dalam mendukung pembangunan di wilayahnya.

Keberadaan Jembatan Aramco nantinya diharapkan mampu memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama dalam memperlancar mobilitas antarwilayah serta mendukung peningkatan perekonomian warga melalui kemudahan distribusi hasil pertanian dan perkebunan menuju pusat pemasaran.

Danramil 14/Todanan, Letda Inf Taslan, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari upaya TNI AD dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur di daerah pedalaman dan terpencil.

Menurutnya, proses pengerjaan terus dipercepat agar manfaat jembatan dapat segera dirasakan masyarakat.

“Pekerjaan terus kami tingkatkan secara bertahap. Saat ini sejumlah titik telah menyelesaikan tahap pengecoran badan jembatan. Kami berharap pembangunan ini dapat segera rampung sehingga akses masyarakat menjadi lebih mudah, aman, dan lancar,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Aramco bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan juga simbol hadirnya negara melalui TNI dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat di wilayah terpencil.

Ia menambahkan, keberhasilan pembangunan tersebut tidak terlepas dari sinergi yang baik antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat. Semangat kebersamaan dan gotong royong menjadi kekuatan utama dalam mempercepat penyelesaian pembangunan.

“Kami bersama pemerintah daerah dan masyarakat terus bekerja sama menyelesaikan pembangunan ini. Semangat kebersamaan dan gotong royong menjadi kekuatan utama agar jembatan ini segera dapat dimanfaatkan masyarakat,” tandasnya. (Pendim/Redaksi)
Share:

55 Koperasi Merah Putih di Blora Diresmikan, Danrem 073/Makutarama Minta Manfaatkan Keberadaan KDKMP



𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Sebanyak 55 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP)  yang berada di 16  kecamatan di wilayah Kabupaten Blora Jawa Tengah diresmikan secara serentak, pada Sabtu 16 Mei 2026. Peresmian tersebut serentak dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yakni 1.061 KDKMP di Seluruh Wilayah Republik Indonesia.

Peresmian Seluruh Indonesia dipusatkan di Kabupaten Nganjuk Jawa Timur, di Blora mengikuti secara virtual (zoom) yang dipusatkan di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Desa Trembulrejo, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora.

Hadir Komandan Korem 073/Makutarama, Kolonel Arm. Ezra Nathanael, beserta jajaran, Bupati Blora Arief Rohman, Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini, Forkopimda Blora, Ketua TP PKK Kabupaten Blora beserta jajaran,  Kepala Perangkat Daerah terkait, Forkopimcam Ngawen, Lurah/Kepala Desa se-Kecamatan Ngawen, Pimpinan BUMN/ BUMD, Para ketua organisasi dan komunitas, Segenap pengurus KDKMP, dan warga desa Trembulrejo.

Bupati Blora, Arief Rohman berharap Kehadiran KDKMP ini mampu menjadi pilar penguat pangan, pertanian, dan sinergi lintas sektor di tingkat desa.  Sinergi antara jajaran TNI melalui Korem 073/Makutarama dan Kodim0721/Blora selama ini telah terbukti nyata, baik dalam pendampingan ketahanan pangan maupun pembinaan masyarakat.

"Kami berharap, dengan operasionalisasi KDKMP ini, kemitraan antara Pemerintah Daerah, TNI, Polri, dan elemen masyarakat dapat semakin solid demi kesejahteraan masyarakat Blora," harap Bupati Blora.

Lebih lanjut, Bupati Blora menjelaskan bahwa dari 295 Desa/Kelurahan di Kabupaten Blora, saat ini setidaknya 223 KDKMP sudah jadi dan sejumlah lainnya masih dalam proses, sedangkan  62 titik KDKMP belum dibangun.

"Untuk peresmian ini kami pusatkan Trembulrejo karena sudah berjalan sistem dan manajemennya. Tentunya ini menjadi salah satu contoh untuk KDKMP yang lain Kita berharap  KDKMP ini mampu menggerakan perekonomian masyarakat setempat dan saya juga harap keberadaan KDKMP ini bisa bekerja sama dengan MBG yang ada sehingga nantinya bisa bekerja sama dalam penyediaan kebutuhan bahan pokoknya," jelas Bupati Blora.

Komandan Korem 073/Makutarama Kolonel Arm Ezra Nathanael  mengucapkan terimakasih atas Sinergi antara pemerintah Daerah, Pemerintah Desa dengan jajaran TNI  hingga peresmian di Blora ini terlaksana.

"Kami harap setelah diresmikan ini nanti yang sudah beroperasi harus bisa berjalan secara maksimal. Program ini harus kita dukung bersama dan mari kita bersama sama bahu membahu memanfaatkan keberadaan KDKMP dengan baik," jelas Komandan Korem 073/Makutarama.

Komandan Korem 073/Makutarama mengajak, untuk mendukung bersama keberadaan KDKMP dan mendukung program Pemerintah untuk mencapai masyarakat yang adil dan sejahtera.

"Mari kita dukung program Pemerintah untuk mencapai masyarakat yang adil dan sejahtera," pinta Komandan Korem 073/Makutarama. (Humas/Redaksi)


Share:

Pengecoran Jembatan Aramco Todanan, Semangat Gotong Royong Kodim 0721/Blora dan Warga Luar Biasa!


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Semangat gotong royong antara personel TNI dan masyarakat terus terlihat dalam pelaksanaan pembangunan Jembatan Aramco di Dukuh Kemuning, Desa Karanganyar, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Selasa (19/5/2026). Saat ini, pembangunan jembatan memasuki tahap penting, yakni pengecoran badan jembatan sebagai bagian dari proses percepatan penyelesaian pembangunan infrastruktur tersebut.

Di tengah kondisi medan yang cukup berat dan cuaca panas, personel Kodim 0721/Blora bersama warga tetap antusias melaksanakan pekerjaan pengecoran. Kebersamaan dan kekompakan terlihat saat personel TNI dan masyarakat bahu membahu mengangkut material, melakukan pengecoran, hingga merapikan konstruksi jembatan.

Koordinator lapangan pembangunan Jembatan Aramco, Letda Inf Taslan mengatakan, progres pembangunan terus menunjukkan hasil positif berkat sinergi dan kerja sama yang baik antara personel Kodim dan masyarakat setempat.

“Pengecoran badan jembatan mulai dilakukan sebagai tahapan penting menuju penyelesaian pembangunan. Semangat personel di lapangan bersama masyarakat sangat luar biasa. Mereka bekerja tanpa mengenal waktu demi menghadirkan akses yang layak bagi warga,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan Jembatan Aramco nantinya tidak hanya menjadi sarana penghubung antarwilayah, tetapi juga menjadi simbol harapan baru bagi masyarakat pedesaan, khususnya dalam meningkatkan akses transportasi dan distribusi hasil pertanian.

“Dengan hadirnya jembatan ini, mobilitas masyarakat akan lebih mudah, aman, dan cepat. Kami berharap pembangunan ini dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Di lokasi pembangunan, semangat kebersamaan antara TNI dan rakyat tampak begitu kuat. Warga dari berbagai kalangan turut membantu proses pengerjaan, mulai dari pengangkutan material hingga pelaksanaan pengecoran.

Melalui sinergi dan budaya gotong royong tersebut, pembangunan Jembatan Aramco diharapkan dapat segera selesai sehingga mampu membuka akses antarwilayah serta mendukung percepatan pembangunan dan kemajuan wilayah di Kabupaten Blora. (Pendim/Redaksi)
Share:

Jelang Idul Adha 1447 Hijriah, Bupati Inspeksi Mendadak di Pasar Pon Blora


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Untuk memastikan kondisi hewan kurban sehat dan layak jual jelang Idul Adha, Bupati Blora, Arief Rohman inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Pon Blora, tempat jual beli hewan sapi dan kambing, pada Sabtu 16 Mei 2026, bersama Sekretaris Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora, Lilik Setyawan, Kabid Kesehatan Hewan drh. Rasmiyana, serta tim kesehatan hewan.

Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, aktivitas jual beli hewan kurban (sapi dan kambing) di Pasar Pon Blora meningkat tajam, dalam satu hari, transaksi sapi di pasar hewan terbesar di Kabupaten Blora itu, diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah dan menjadi penggerak ekonomi masyarakat.

“Hari ini kami mengadakan tinjauan terkait kesiapan menjelang Idul Adha, kurang dua pasaran Pon lagi. Hari ini transaksi hampir mencapai 600 ekor lebih. Kalau rata-rata harga per ekor Rp 15 juta, berarti hampir ada 9- 12 miliaran rupiah perputaran ekonomi di sini. Bahkan tadi ada yang terjual sampai Rp 25 juta,” ungkap Bupati Blora.

Menurut Bupati Blora menyampaikan bahwa tingginya aktivitas perdagangan hewan kurban tersebut memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat Blora.

"Pedagang yang datang pun tidak hanya berasal dari Blora, tetapi juga dari berbagai daerah seperti Pati, Solo, hingga Boyolali," ujar Bupati Blora.

Di Pasar Pon Blora, lanjut Bupati Blora,
jenis sapi yang paling banyak diperjualbelikan untuk kebutuhan kurban antara lain sapi Limousin, Simental, dan Peranakan Ongole (PO).

"Mayoritas sapi yang dijual merupakan sapi jantan dengan bobot berkisar 400 hingga 600 kilogram," ungkap Bupati Blora.

Dalam kesempatan itu, Bupati Blora  menerima sejumlah masukan dari pengunjung, terkait penataan Pasar Pon Blora, terutama kondisi lantai pasar yang dinilai perlu diperbaiki, agar lebih aman bagi hewan ternak.

“Tadi ada usulan terkait penataan Pasar Pon ini, apakah dipaving atau bagaimana nantinya agar sapinya tidak terpeleset,” kata Bupati Blora.

Selain meninjau aktivitas perdagangan, Bupati Blora bersama petugas kesehatan hewan, juga memantau proses pemeriksaan kesehatan ternak yang masuk ke area pasar. Setiap sapi yang datang dilakukan penyemprotan disinfektan serta pemeriksaan kesehatan, termasuk pengecekan sapi bunting.

Dalam sidak tersebut, petugas memeriksa kondisi fisik hewan, mulai dari kesehatan mata, mulut, kulit, hingga kelengkapan dokumen kesehatan ternak. Pemeriksaan dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit hewan menular seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) maupun Lumpy Skin Disease (LSD).

Bupati Blora mengimbau masyarakat agar membeli hewan kurban ditempat resmi dan memastikan ternak yang dibeli memiliki surat keterangan kesehatan dari petugas yang berwenang.

“Dengan adanya pemeriksaan ini, kami berharap masyarakat bisa memperoleh hewan kurban (sapi) yang aman, sehat, dan layak untuk dikurbankan,” kata Bupati Blora.

Pada kezempatan itu, Kabid Kesehatan Hewan DP4 Kabupaten Blora,  Rasmiyana menjelaskan bahwa  pemeriksaan rutin dilakukan karena aktivitas jual beli hewan kurban terus meningkat menjelang Idul Adha.

"Hewan yang dinyatakan sehat kemudian diberi tanda khusus agar mudah dikenali pembeli," ucap Kabid Kesehatan Hewan DP4 Blora.

Sementara itu, para pedagang menyambut baik pelaksanaan sidak tersebut, salah satu pedagang, Miyono  menilai pemeriksaan kesehatan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas hewan yang dijual di pasar pon.

"Selain pemeriksaan kesehatan, petugas juga memberikan edukasi kepada pedagang dan pembeli mengenai ciri-ciri hewan kurban yang sehat dan sesuai syariat, seperti usia hewan yang cukup, kondisi fisik tidak cacat, serta memiliki nafsu makan yang baik," tandas Pedagang Pasar Pon. (Humas/Redaksi)

Share:

Gotong Royong TNI dan Masyarakat Bangun Jembatan Aramco di Karanganyar Blora


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) —  Semangat kebersamaan dan budaya gotong royong kembali ditunjukkan prajurit Kodim 0721/Blora melalui jajaran Koramil 14/Todanan bersama masyarakat dalam pembangunan Jembatan Aramco di Dukuh Kemuning, Desa Karanganyar, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Senin (18/5/2026).

Dengan penuh semangat, anggota TNI bersama warga bahu-membahu melaksanakan pembangunan jembatan yang nantinya menjadi akses penting bagi mobilitas masyarakat. Kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah.

Di sela kegiatan gotong royong, PS. Danramil 14/Todanan, Letda Inf Taslan, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam meningkatkan aksesibilitas dan kesejahteraan masyarakat.

“Keterlibatan TNI dalam pembangunan ini merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial sekaligus bentuk kepedulian terhadap masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, melalui kegiatan gotong royong tersebut diharapkan hubungan antara TNI dan masyarakat semakin erat serta mampu mempercepat pembangunan di wilayah.

“Sinergi yang terjalin antara TNI dan masyarakat menjadi kekuatan besar dalam mendukung kemajuan daerah dan meningkatkan kesejahteraan warga,” tegasnya.

Dengan kerja sama yang solid antara TNI dan masyarakat, pembangunan Jembatan Aramco diharapkan dapat segera rampung sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mendukung aktivitas sehari-hari serta meningkatkan roda perekonomian warga sekitar. (Pendim/Redaksi)


Share:

Hot News

Pembangunan Jembatan Aramco di Todanan Capai 80 Persen, Perkuat Akses dan Perekonomian Warga

𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Pembangunan Jembatan Aramco yang berlokasi di Dusun Kemuneng, Desa Karanganyar, Kecamatan Tod...

Piblic Service

Piblic Service
Instagram

Blog Archive

Social Media

Technology

Next More »

Labels

Community

Next More »