Pembangunan Jembatan Perintis Garuda Nglebur Masuki Tahap Finishing
Naas Seorang Pria Nglawiyan MD Saat Bersihkan Kolam Ikan
𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Seorang pria, Sunardi (72) warga Dukuh Nglawiyan, Kelurahan Karangjati, Kecamatan Blora, Jawa Tengah ditemukan meninggal dunia (MD) diduga akibat tersengat listrik saat membersihkan kolam ikan berada disebelah rumahnya, pada Minggu, 10 Mei 2026 sekira pukul 08.00 WIB.
Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto melalui Kapolsek Blora, AKP Nur Dwi Edie W menjelaskan bahwa polsek menerima laporan dari Ketua RT Nglawiyan, Mohamad Hadi Lukmono, personel Polsek Blora, Kanit Reskrim Ipda Eko Purnomo dan KSPKT langsung mendatangi TKP untuk evakuasi.
“Korban ditemukan pertama kali oleh istrinya, Saudari Suciati, dalam posisi telentang didalam kolam dan sudah tidak bergerak. Saksi kemudian berteriak minta tolong hingga warga berdatangan,” jelas Kapolsek Blora.
Korban sempat akan dibawa ke rumah sakit, lanjut Kapolsek Blora, namun meninggal dunia dalam perjalanan menuju RS, dari hasil pemeriksaan tim medis, pada tubuh korban ditemukan luka bakar akibat sengatan arus listrik di telapak tangan kanan dan tidak ada tanda kekerasan.
“Murni meninggal dunia akibat kesetrum, diduga arus listrik berasal dari kabel mesin pompa air yang terkelupas didalam kolam. Mesin tersebut digunakan korban untuk menguras kolam,” ungkap Kapolsek Blora.
Masih kata Kapolsek Blora, barang bukti yang diamankan berupa kaos biru dongker motif kotak-kotak, celana training hitam yang dikenakan korban, serta seutas kabel mesin pompa air warna hitam yang terkelupas.
“Kami turut berduka cita. Kejadian ini jadi pengingat bagi masyarakat agar selalu mengecek instalasi listrik, terutama yang digunakan diarea berair. Pastikan kabel tidak terkelupas dan gunakan alat pengaman listrik,” harap Kapolsek Blora.
Dikemukakan, Laporan Polisi Nomor LP/Gangguan/B/11/V/2026/SPKT/Sek.Blora telah diterbitkan, Polsek Blora telah melakukan olah TKP, mencatat identitas saksi, memintakan VER.
"Petugas Polsek Blora menyerahkan jenazah kepada keluarga untuk dimakamkan," ujar Kapolsek Blora. (Humas/Redaksi)
Pengecatan Tahap Akhir, Pembangunan Jembatan Garuda Kodim 0721/Blora Segera Rampung
Rumah Warga Pojokwatu Sambong Ludes Terbakar, Diduga Korsleting Listrik
Duka Bupati Blora: Kerabat Dekat Wafat Dalam Perjalanan Haji Ke Tanah Suci
𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Kabar duka menyelimuti calon jemaah haji Kabupaten Blora Jawa Tengah, salah satu jemaah haji kloter 46 asal Blora, Sutrisno Agus Widodo, meninggal dunia (MD) dalam perjalanan menuju Tanah Suci, Jumat 8 Mei 2026, kepergian jemaah haji tersebut, meninggalkan duka mendalam, bagi Bupati Blora, yang masih memiliki hubungan kekerabatan dengan almarhum.
Bupati Blora, Arief Rohman, menyampaikan bahwa dirinya sangat terkejut, mendengar kabar tersebut, sebab, saat prosesi pelepasan jemaah haji di pendopo rumah dinas Bupati Blora beberapa hari lalu, kondisi Sutrisno Agus Widodo sangat sehat dan bugar.
"Pas berangkat itu saya melepas orangnya baik-baik saja. Itu masih saudara saya juga. Waktu dilepas di pendopo sehat-sehat saja, dari laporan setelah berangkat dari Bandara Solo juga baik-baik saja,” ungkap Bupati Blora kepada awak media, Sabtu 9 Mei 2026.
Almarhum Sutrisno Agus Widodo, lanjut Bupati Blora berangkat menunaikan ibadah haji bersama istri, berdasarkan informasi yang diterima, ia mengalami gangguan kesehatan mulai muncul saat pesawat melakukan pengisian bahan bakar di Medan.
"Waktu pesawat ngisi BBM di Medan, tiba-tiba napasnya sesak, lalu dilarikan ke rumah sakit. Istrinya juga ikut turun mendampingi," jelas Bupati Blora.
Dikemukakan, meski sempat mendapatkan penanganan medis, di rumah sakit Medan, namun Sutrisno Agus Widodo tidak tertolong, almarhum tidak memiliki riwayat penyakit serius dan usianya tergolong masih muda, yakni di bawah 50 tahun.
Lanjut Bupati Blora, Sutrisno Agus Widodo dikenal sebagai sosok yang sangat aktif dalam kegiatan keagamaan dan sosial. Warga Dukuh Seren, Desa Sendangwungu, Kecamatan Banjarejo ini merupakan pengurus Takmir Masjid didesanya.
"Kalau lihat orangnya enggak ada riwayat sakit. Beliau aktif di masjid, sebagai pengurus takmir juga. Mungkin kecapekan karena di rumah sebelumnya banyak menerima tamu atau bagaimana,” imbuh Bupati Blora.
Menyambut kepulangan jenazah di Bandara Adi Sumarmo, Solo, Bupati Blora mengajak seluruh masyarakat Blora untuk mengirimkan doa terbaik bagi almarhum.
"Kita ikut berduka. Beliau orang baik. InshaAllah syahid di jalan Allah dan berpulang dengan predikat haji mabrur. Mohon doa dari sedulur Blora semua untuk almarhum, dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan. Aamiin," tandas Bupati Blora. (Humas/Redaksi)
Pengecoran dan Pemasangan Pagar Dikebut, Jembatan Garuda di Jati Blora Hampir Rampung
TNI Bersama Warga Kebut Pemasangan Pagar Pengaman Jembatan Gantung Garuda di Nglebur Blora
Bupati Dorong TIMPORA Blora Perkuat Komunikasi dan Kerja Sama Awasi Orang Asing
𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.ID) — Bupati Blora membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) Kabupaten Blora digelar di hotel Azzana, Kamis 7 Mei 2026, hadiri Forkopimda Blora, kepala OPD Kabupaten Blora, para camat se-Kabupaten Blora, dan instansi terkait.
Bupati Blora, Arief Rohman menegaskan bahwa kegiatan rapat koordinasi ini merupakan bagian penting dalam memastikan keberadaan dan aktivitas warga negara asing (WNA) di wilayah Kabupaten Blora berjalan tertib, terpantau, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
“Kegiatan hari ini merupakan bagian penting dari upaya kita dalam memastikan bahwa keberadaan dan aktivitas orang asing di wilayah Kabupaten Blora berjalan tertib, terpantau, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Bupati Blora.
Lebih lanjut, Bupati Blora
menyampaikan bahwa TIMPORA menjadi forum koordinasi lintas instansi yang melibatkan Imigrasi, Pemerintah Daerah, TNI, Polri, BIN, Kejaksaan, hingga instansi teknis lainnya dalam menyusun strategi, bertukar informasi, serta mengambil langkah pengawasan yang terukur dan tepat sasaran.
"Agar TIMPORA Kabupaten Blora terus memperkuat komunikasi dan kerja sama dengan TIMPORA tingkat provinsi maupun pusat agar setiap kebijakan pengawasan tetap berada dalam kerangka nasional yang solid dan berkesinambungan," jelas Bupati Blora.
Menurut Bupati Blora, sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menjaga Kabupaten Blora tetap kondusif, aman, serta mendukung pembangunan yang berkelanjutan.
“Saya berharap kegiatan rapat hari ini dapat menjadi wadah bagi kita untuk memperkuat koordinasi, menyatukan persepsi, dan menemukan solusi atas berbagai tantangan yang mungkin muncul terkait keberadaan dan aktivitas orang asing di wilayah kita,” ucap Bupati Blora.
Bupati Blora mendorong agar TIMPORA Kabupaten Blora terus memperkuat komunikasi dan kerja sama dengan TIMPORA tingkat provinsi maupun pusat agar setiap kebijakan pengawasan tetap berada dalam kerangka nasional yang solid dan berkesinambungan.
"Pemerintah Kabupaten Blora berkomitmen mendukung pengawasan orang asing secara terpadu, pengawasan yang baik bukan untuk menghambat investasi, melainkan memastikan investasi berjalan sehat, tertib, dan memberikan manfaat bagi masyarakat," kata Bupati Blora.
Bupati Blora menyampaikan apresiasi kepada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Tengah, khususnya Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Blora, atas sinergi dan kerja sama yang telah terjalin dengan baik.
“Kami percaya bahwa pengawasan yang baik bukan berarti menghambat investasi, melainkan memastikan bahwa investasi tersebut berjalan secara sehat, tertib, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Blora,” tandas Bupati Blora.
Pada kesempatan itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Blora, Gilang Danurdara menyampaikan bahwa wilayah kerja Kantor Imigrasi Blora meliputi Kabupaten Blora, Rembang, dan Grobogan. Kehadiran kantor imigrasi tersebut diharapkan mampu menciptakan keamanan negara sekaligus memfasilitasi pembangunan nasional, khususnya di Kabupaten Blora.
“Kami berharap dengan adanya Kantor Imigrasi di Blora ini, masyarakat dapat berbagi maupun menanyakan informasi terkait pelayanan WNI, pelayanan WNA, penegakan hukum, hingga intelijen. Kami siap memberikan pelayanan,” ungkap Gilang Danurdara.
Lebih kanjut, Gilang Danurdara mengatakan bahwa TIMPORA menjadi bentuk kerja sama lintas instansi yang konstruktif dan kolaboratif dalam pelaksanaan pengawasan orang asing. Ke depan, koordinasi tersebut juga akan diperkuat melalui operasi gabungan antaranggota TIMPORA.
“Anggota TIMPORA berperan penting dalam menjamin terlaksananya fungsi pengawasan orang asing sesuai kewenangan institusi masing-masing,” katanya.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Blora mengapresiasi pelaksanaan rapat koordinasi TIMPORA sebagai wadah pertukaran informasi dan penguatan sinergi dalam penyelesaian berbagai persoalan pengawasan orang asing.
Disampaikan, bahwa saat ini terdapat tujuh warga negara asing yang terdata berada di wilayah Kabupaten Blora.
"Melalui rapat koordinasi, diharapkan TIMPORA dapat terus menjadi garda terdepan dalam menjaga keseimbangan antara kepentingan pembangunan daerah dan keamanan negara di Kabupaten Blora," tandas Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Blora. (Humas/Redaksi)
Pemasangan Lantai Rampung, Jembatan Perintis Garuda Semakin Dekati Tahap Penyelesaian
Hot News
Pembangunan Jembatan Perintis Garuda Nglebur Masuki Tahap Finishing
𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 ( SEPUTARBLORA.MY.ID ) — Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Desa Nglebur, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, kin...





