𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Pemerintah Kabupaten Blora, melalui Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD), harus kerja lebih keras lagi dalam mengupayakan realisasi pajak bumi dan bangunan perdesaaan perkotaan (PBB-P2) tahun 2026.
Pasalnya hingga triwulan pertama tahun 2026, ternyata baru ada 37 Desa dari 295 Desa/Kelurahan se Kabupaten Blora yang dapat melunasi PBB-P2. Ke 37 Desa itu tersebar di 15 Kecamatan, kecuali Kecamatan Blora Kota belum ada Desa/Kelurahan yang lunas 100 persen.
Hal ini terungkap dalam acara Penyerahan Penghargaan Desa Lunas PBB-P2 Tercepat Triwulan I Tahun 2026 dan Evaluasi Realisasi PBB-P2 Tahun 2026, yang diselenggarakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati, pada Selasa siang (26/5/2026).
Kepala BPPKAD Blora, Pitoyo Trusingtyas Sarodjo, mengungkapkan 37 Desa yang telah lunas PBB-P2 diantaranya. Kecamatan Jati ada Desa Bangkleyan, Desa Jegong, dan Desa Tobo. Kemudian Kecamatan Randublatung baru Desa Plosorejo saja.
Lantas Kecamatan Kradenan ada Desa Nginggil, Desa Mojorembun, dan Desa Ngrawoh. Disusul Kecamatan Kedungtuban baru Desa Kemantren saja. Kemudian Kecamatan Cepu baru ada 2 desa yakni Gadon dan Getas. Kecamatan Sambong ada 3 Desa, masing-masing Temengeng, Gadu dan Brabowan.
Sementara itu, Kecamatan Jiken ada Desa Nglobo, Desa Cabak, Desa Janjang, dan Desa Ketringan. Disusul Kecamatan Jepon baru ada 1 Desa yang lunas yakni Desa Palon. Lantas Kecamatan Tunjungan ada 3 Desa yang lunas yakni Desa Kedungringin, Desa Adirejo, dan Desa Keser.
Untuk Kecamatan Banjarejo juga baru 1 Desa yakni Desa Plosorejo. Kemudian Kecamatan Ngawen ada Desa Plumbon, DesaBergolo, Desa Wantilgung, dan Desa Bogowanti. Sedangkan Kecamatan Kunduran ada 3 Desa, yakni Botoreco, Ngilen dan Muraharjo. Selanjutmya Kecamatan Todanan ada Desa Kacangan, dan Desa Candi.
Kemudian Kecamatan Japah baru Desa Bogorejo, dan Desa Wotbakah. Disusul Kecamatan Bogorejo ada 4 Desa yakni Desa Karanganyar, Desa Nglengkir, Desa Gembol, dan Desa Prantaan.
“Terimakasih kepada 37 Desa yang telah melunasi PBB-P2 pada triwulan pertama 2026. Sebagai bentuk apresiasi, dalam kesempatan ini kami serahkan bantuan keuangan sebesar 13 persen dari jumlah tanggungan PBB-P2 yang telah lunas untuk masing-masing desa,” ucap Pitoyo.
Penyerahan penghargaan berupa bankeu kepada desa lunas PBB-P2 dilakukan oleh Bupati Blora, Arief Rohman, yang diwakili Sekda Komang Gede Irawadi, didampingi Kepala BPPKAD dan masinh-masing Camat yang hadir.
Ada beberapa Desa yang menerima bankeu Pelunasan PBB-P2 hingga puluhan juta. Diantaranya Desa Bangkleyan Kecamatan Jati menerima bankeu Rp 23,1 juta dari total pembayaran PBB-P2 Rp 161,4 juta. Desa Botoreco Kecamatan Kunduran menerima Rp 34,3 juta dari total pembayaran PBB-P2 Rp 240 juta, kemudian Desa Nglengkir Kecamatan Bogorejo menerima bankeu Rp 24,5 juta dari total pembayaran PBB-P2 Rp 173,4 juta.
“Kepada Desa dan Kelurahan yang belum lunas 100 persen, kami minta bantuannya para Camat untuk melaksanakan percepatan dengan koordinasi dengan seluruh Kepala Desa dan Lurah di wilayahnya masing-masing. Bahkan masih ada beberapa desa yang pembayarannya belum ada 10 persen,” ucap Pitoyo.
“Dari total tagihan PBB-P2 Kabupaten Blora sebanyak Rp 27,6 miliar, realisasinya baru Rp 5,8 miliar. Atau baru 21,4 persen yang dibayarkan oleh wajib pajak. Masih ada kekurangan Rp 21,8 miliar,” lanjutnya.
Sementara itu, Bupati Blora, Arief Rohman, melalui Sekda Komang Gede Irawadi, menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh pemerintah desa, perangkat desa, petugas pemungut pajak, serta masyarakat yang telah menunjukkan kepatuhan dan kesadaran tinggi dalam memenuhi kewajiban pembayaran PBB-P2 tepat waktu.
“Terimakasih kepada seluruh pihak yang telah menunjukkan kepatuhan pembayaran pajak. Baik petugas, utamanya masyarakat para wajib pajak, kami ucapkan terimakasih. Keberhasilan desa-desa dalam mendukung pelunasan PBB-P2 pada Triwulan I Tahun 2026 merupakan bukti nyata adanya sinergi yang baik antara pemerintah desa dan masyarakat. Di tengah situasi fiskal yang sulit, komitmen perangkat desa menjaga kepatuhan pajak warganya adalah kunci penyelamat anggaran daerah,” ujarnya.
Untuk diketahui, total dana transfer pusat ke APBD Blora 2026 turun sekitar Rp362,29 miliar. Di lain pihak, anggaran Dana Desa (DD) yang bersumber dari APBN untuk 271 desa di Kabupaten Blora pada 2026 mengalami juga mengalami pemotongan drastis sebesar 65%. Pagu totalnya turun menjadi Rp87,4 miliar dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp256,6 miliar.
“Dengan berkurangnya struktur pendapatan desa (baik dari Dana Desa pusat maupun porsi Alokasi Dana Desa dari kabupaten), banyak rencana infrastruktur fisik tingkat desa, pelayanan kesehatan, atau pemberdayaan harus ditata ulang. Desa tidak bisa lagi 100% bergantung pada dana transfer pusat. Situasi ini membuat pemerintah desa harus memutar otak untuk mengoptimalkan potensi pendapatan lain, salah satunya melalui Bagi Hasil Pajak dan Retribusi Daerah,seperti PBB-P2 ini,” terangnya.
“Penghargaan berupa transfer keuangan daerah ke APBDes yang diberikan oleh Pemkab hari ini seharusnya menjadi angin segar dan stimulus yang sangat berharga bagi 37 desa penerima untuk menutupi celah anggaran pembangunan. Perlu kita pahami bersama kembali bahwa pajak daerah, termasuk PBB-P2, merupakan salah satu sumber pendapatan yang penting bagi daerah. Dari pajak yang dibayarkan masyarakat inilah pembangunan dapat terus berjalan, mulai dari pembangunan infrastruktur jalan, pelayanan kesehatan, pendidikan, pertanian, hingga program pemberdayaan masyarakat desa,” jelasnya.
Sekda Komang juga mendorong agar BPPKAD bisa membuat inovasi atau terobosan untuk mempermudah masyarakat dalam pelaksanakan pembayaran PBB-P2 dengan digitalisasi.
“Kedepan, pembayaran pakai digitalisasi perlu dikembangkan. Sekarang yang masih door to door menggunakan SPPT, harus kedepan diganti dengan digitalisasi. Bisa kerjasama dengan KDMP untuk pembayaran melalui digitalisasi. Kemudian pembayaran pajak PBB P2 ini semoga tidak melalui jalur yang begitu panjang, diharapkan bisa pakai QRIS,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Desa Brabowan, Indarsih, mengaku senang dan bersyukur atas pelunasan PBB-P2 yang dapat terpenuhi di desanya pada triwulan pertama 2026.
“Sebisa mungkin dan secepat mungkin PBB-P2 di desa kami, kami lunasi. Toh nantinya juga akan kembali ke desa untuk pembangunan. Alhamdulillah hari ini langsung mendapatkan bankeu sebagai bentuk apresiasi pelunasan PBB-P2. Terimakasih Pak Bupati dan jajaran BPPKAD,” ungkapnya. (Humas/Redaksi)