Pemkab Blora Tetapkan Pakaian Khas ASN Khusus Jumat Berlaku 2 Januari 2026


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SUARABARU.ID) — Pemerintah Kabupaten Blora menetapkan penggunaan pakaian khas Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui Surat Edaran Nomor 025.1/1638 Tahun 2025. Kebijakan ini mulai diberlakukan pada Jumat 2 Januari 2026 yang dikenakan oleh para ASN setiap hari Jumat di lingkungan Pemkab Blora.

Penetapan Surat Edaran tersebut, bertujuan untuk mengekspresikan identitas ASN dengan ciri khas filosofi Jawa Tengah yang religius, sekaligus selaras dengan semangat modernisasi, kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Gubernur Jawa Tengah Nomor B/800.1.12.5/83/2025 tentang penggunaan pakaian dinas harian khas ASN.

Bupati Blora, Arief Rohman menegaskan bahwa penggunaan pakaian khas ini tidak hanya sebagai seragam kerja, tetapi juga menjadi sarana pelestarian budaya lokal, khususnya batik khas Blora, sekaligus memperkuat identitas ASN sebagai pelayan masyarakat.

"Dalam surat edaran tersebut, diatur bahwa ASN pria dapat mengenakan beberapa alternatif pakaian khas, antara lain kemeja kerah berdiri atau kerah shanghai, lengan panjang atau pendek, berwarna putih, dipadukan dengan sarung batik khas Blora," ujar Bupati Blora. 

Atasan batik khas Blora, lengan panjang atau pendek, lanjut Bupati Blora, dengan bawahan sarung batik khas Blora. Pakaian khas ASN dilengkapi atribut resmi.

"Pegawai pria diperbolehkan menggunakan peci. Alas kaki berupa sandal selop, sepatu sandal, atau sepatu," ucap Bupati Blora.

Masih kata Bupati Blora, bagi ASN wanita, pakaian khas yang ditetapkan meliputi gamis berbahan batik atau dominan batik khas Blora dengan warna bebas tunik atau kemeja polos warna putih dengan bawahan batik khas Blora.

"Atasan batik khas Blora, lengan panjang atau pendek, dengan bawahan batik khas Blora panjang hingga mata kaki atau dibawah lutut. Pakaian khas dilengkapi atribut resmi," kata Bupati Blora.

Disampaikan, bagi ASN wanita berjilbab, diwajibkan mengenakan jilbab polos dengan warna menyesuaikan pakaian. Alas kaki berupa sandal selop atau sepatu, Pemkab Blora memberikan pengecualian penggunaan pakaian khas ASN bagi pegawai yang bertugas di sektor tertentu, yakni bidang perhubungan, Penegakan peraturan daerah dan ketertiban umum, Pemadam kebakaran dan penanggulangan bencana daerah, Pelayanan kesehatan.

"Pengecualian tersebut diberikan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan, fungsionalitas, dan kebutuhan pelayanan publik," jelas Bupati Blora.

Bupati Blora menginstruksikan kepada seluruh pimpinan perangkat daerah untuk melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap penerapan penggunaan pakaian khas ASN di instansi masing-masing agar dilaksanakan dengan baik dan benar.

Untuk perhatian, Surat Edaran Nomor 025.1/1638 Tahun 2025 tersebut, ditetapkan di Blora pada 30 Desember 2025 dan ditandatangani langsung oleh Bupati Blora, dengan kebijakan ini, Pemkab Blora berharap nilai-nilai kearifan lokal dapat terus hidup dan menjadi bagian dari budaya kerja ASN di Bumi Samin Kabupaten Blora. (Humas/Redaksi)
Share:

DPRD Blora Bersama Bupati Setujui Raperda Kawasan Tanpa Rokok dan Raperda Penyelenggaraan Perpustakaan



𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blora menggelar Rapat Paripurna pada Rabu 31 Desember 2025, dengan agenda Persetujuan Bersama terhadap dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kabupaten Blora Tahun 2025 serta Pengucapan Sumpah/Janji Pengganti Antarwaktu (PAW) Anggota DPRD Masa Keanggotaan 2024–2029.

Rapat Paripurna yang digelar di gedung DPRD Jl A Yani Blora, dipimpin oleh Ketua DPRD Kabupaten Blora dan dihadiri Bupati Blora, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah beserta jajaran perangkat daerah, para camat, pimpinan partai politik, organisasi kemasyarakatan, insan pers, serta tamu undangan.

Dua raperda tahun 2025 disetujui dalam rapat paripurna DPRD Blora,  menyepakati dua raperda untuk ditetapkan, yakni raperda tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan raperda tentang Penyelenggaraan Perpustakaan.

Ketua DPRD Kabupaten Blora, Mustopa menjelaskan banwa Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Penyelenggaraan Perpustakaan menjadi landasan pengembangan perpustakaan sebagai wahana pendidikan dan pembelajaran sepanjang hayat, penguatan literasi masyarakat, serta pengembangan perpustakaan berbasis inklusi sosial dan pelestarian budaya daerah.

“Perpustakaan bukan hanya tempat menyimpan buku, melainkan menjadi jantung kecerdasan masyarakat dan peningkatan kesejahteraan,” tegas Ketua DPRD Blora.

Pada kesempatan ini, Ketua DPRD Blora melantik anggota DPRD Pengganti Antarwaktu Masa Keanggotaan 2024–2029.

"Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 100.3.3.1/470 Tahun 2025 tanggal 17 Desember 2025," ujar Mustopa.

Lanjut Ketua DPRD Blora, anggota DPRD yang dilantik adalah Nyoto Adi Sucipto dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), menggantikan Munatin. Ketua DPRD bersama Bupati Blora menyampaikan ucapan selamat dan harapan agar anggota DPRD PAW dapat memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah.

“Semoga kehadiran beliau membawa semangat baru, dan bisa memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah untuk Sesarengan mBangun Blora,” kata Ketua DPRD Blora.

Sementara itu, Bupati Blora, Arief Rohman menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara eksekutif dan legislatif dalam pembahasan dan penetapan regulasi daerah.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Blora atas dukungan dan kerja sama dalam pelaksanaan pembangunan di seluruh wilayah Kabupaten Blora,” ujar Bupati Blora.

Raperda Kawasan Tanpa Rokok, kata Bupati Blora, ditujukan untuk mendorong pola hidup sehat, meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara fisik, mental, spiritual, dan sosial, serta melaksanakan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 terkait pengawasan implementasi kawasan tanpa rokok.

"Regulasi ini juga mengatur pembatasan iklan, promosi, dan sponsor produk tembakau serta rokok elektronik sebagai upaya perlindungan masyarakat dari dampak buruk rokok," tegas Bupati Blora.

Komitmen Pembangunan Berkelanjutan
Bupati Blora menegaskan, persetujuan dua Raperda tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat tata kelola pemerintahan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Semoga seluruh ikhtiar yang kita lakukan dalam membangun Kabupaten Blora yang maju dan berkelanjutan senantiasa mendapat berkah dan rida dari Allah SWT,” tandas Bupati Blora.  (Humas/Redaksi)


Share:

'Jurus Langit' Bupati Blora Awali Tahun 2026 Dengan Khotmil Qur’an dan 4.444 Sholawat Nariyah

 
𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Menandai hari pertama tahun 2026, Bupati Blora Arief Rohman, mengajak seluruh elemen kepemimpinan mulai dari Forkopimda, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), hingga Camat se-Kabupaten Blora untuk melakukan ikhtiar spiritual melalui Sholat Subuh berjamaah di Masjid Agung Baitunnur, Kamis (1/1/2026).

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dirangkaikan dengan Khotmil Qur’an yang dipimpin oleh Ustaz Izudin, Ustaz Shodikin, dan Ustaz Anwar Rohim, serta pembacaan Sholawat Nariyah sebanyak 4.444 kali yang diikuti oleh 20 santri Ponpes Khozinatul Ulum beserta seluruh jamaah yang hadir.

Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Mas Arief ini menegaskan bahwa berbagai kemajuan pembangunan dan prestasi yang diraih Kabupaten Blora sepanjang tahun 2025 merupakan buah manis dari perpaduan kerja keras dan kekuatan doa.

"Segala kemajuan dan keberhasilan yang kita raih tentu tidak lepas dari pertolongan Allah SWT serta sinergi antara ulama dan umara. Kami berterima kasih atas doa dan dukungan seluruh elemen masyarakat yang telah berkolaborasi mewujudkan kemaslahatan di Blora," ungkap Mas Arief.

Ia meyakini bahwa tradisi spiritual seperti subuh berjamaah, kepedulian pada anak yatim, dan lantunan sholawat merupakan "bahan bakar" batiniah yang menjaga kelancaran roda pemerintahan selama ini.

Memasuki tahun 2026, Mas Arief memberikan pesan khusus kepada jajaran birokrasi agar tidak kendor dalam melayani masyarakat. Ia menyadari tantangan tahun ini tidaklah mudah, namun optimisme harus tetap dijaga.

"Walaupun dihadapkan pada berbagai keterbatasan di tahun 2026, kita harus tetap optimis dan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik. Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain (khoirunnas anfauhum linnas)," tegasnya.

Menutup rangkaian acara, Bupati memohon restu dari para kiai dan tokoh agama agar seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Blora senantiasa diberikan kesehatan dan keselamatan dalam mengemban amanah. Harapannya, Blora mampu bertransformasi menjadi kabupaten yang religius dan baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.

Sebagai bentuk nyata kepedulian sosial, pada kesempatan tersebut juga diserahkan santunan kepada sembilan anak yatim melalui Baznas Kabupaten Blora. Kebersamaan pagi itu diakhiri dengan sarapan bersama di teras masjid, mempererat silaturahmi antara pemimpin daerah dengan warga dan para jamaah.  (Humas/Redaksi)

Share:

Konferensi Serentak Se-Jateng, Andita Nugrahanto Jadi Ketua DPC PDI Perjuangan Blora


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — SEMARANG — Konferensi Cabang PDI Perjuangan yang digelar serentak se-Jawa Tengah di Kota Semarang pada Minggu 28 Desember 2025 menetapkan Andita Nugrahanto sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Blora 2025-2030.

Konferensi Cabang ini merupakan agenda konsolidasi organisasi lima tahunan partai untuk memilih kepengurusan baru di tingkat DPC. Proses pemilihan berlangsung sesuai mekanisme partai dengan mengedepankan musyawarah dan mufakat, serta diikuti oleh seluruh unsur struktural partai.

Usai ditetapkan sebagai Ketua DPC Blora terpilih, Andita Nugrahanto menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan amanah dari seluruh kader PDI Perjuangan Kabupaten Blora. Ini adalah tanggung jawab besar yang harus dijalankan secara kolektif bersama seluruh jajaran partai,” ujar Andita Nugrahanto.

Andita Nugrahanto menegaskan bahwa kedepan dirinya akan fokus memperkuat soliditas internal partai hingga ke tingkat akar rumput serta menjalankan instruksi partai dengan penuh kedisiplinan.

“Kami akan memperkuat gotong royong kader, memperkokoh struktur partai dari DPC, PAC, ranting hingga anak ranting, serta terus hadir dan bekerja nyata untuk rakyat Blora sesuai dengan nilai-nilai PDI Perjuangan,” imbuh Andita Nugrahanto.

Andita Nugrahanto juga menekankan pentingnya kerja kerakyatan dan konsistensi dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat.

“PDI Perjuangan harus selalu berada di tengah rakyat, mendengar, dan memperjuangkan kepentingan masyarakat. Itu menjadi komitmen utama kami ke depan,” tegas Ketua DPC Blora.

Untuk diketahui, dengan terpilihnya Andita Nugrahanto sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blora, diharapkan kepemimpinan baru ini mampu membawa semangat pembaruan serta memperkuat posisi PDI Perjuangan sebagai partai yang solid dan dekat dengan rakyat.  (HumasPDIP/Redaksi)
Share:

1000 Anak Yatim Di Blora Terima Manfaat Dari Gastra


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Badan Amil Zakat (BAZNAS) Kabupaten Blora melaksanakan kegiatan program GASTRA dengan menyalurkan hasil pengumpulan dana untuk santunan 1.000 anak yatim/piatu di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Kamis (18/12/2025). 

1000 anak yatim/ piatu ini dihadirkan Baznas bekerjasama dengan Dinas Pendidikan, menerima santunan masing-masing anak Rp 300 ribu hasil dari pengumpulan sedekah subuh yang diikuti Bupati, Forkopimda dan para Kepala OPD.

"Jadi yang kami undang untuk perwakilan 200 -an anak dan sisanya nanti diserahkan masing masing korwil," ucapnya H. Sutaat., Ketua Baznas Blora. 

Menurutnya,  Infaq dan sedekah subuh ini sifatnya sukarela, diluar dari zakat yang setiap bulan dipotong langsung dari gaji ASN. Fungsinya untuk membantu anak anak yatim piatu yang ada di Kabupaten Blora, dan kegiatan sosial keagamaan. 

"Alhamdulillah di Baznas kami punya program unggulan di antaranya program rumah tidak layak huni, Grobak UMKM, ternak ayam petelur, dan BPJS Kesehatan, dan alhamdulillah para penerima manfaat sangat senang," imbuhnya. 

Sementara itu, Bupati Dr. H. Arief Rohman menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada BAZNAS Kabupaten Blora beserta seluruh pengurus GASTRA di setiap OPD. 

"Program ini merupakan wujud pengelolaan sedekah yang amanah, transparan, dan tepat sasaran, di mana hasil dari Gerakan Sedekah Subuh secara khusus diperuntukkan bagi anak-anak yatim," ucapnya. 

Melalui kegiatan ini, pihaknya ingin memastikan bahwa kalian tetap mendapatkan perhatian, kasih sayang, dan dukungan agar dapat tumbuh menjadi anak-anak yang saleh, cerdas, dan berakhlak mulia.

"Kalian adalah generasi penerus bangsa dan harapan masa depan Kabupaten Blora. Jangan pernah merasa sendiri. Dengan progam ini anak anak harus semangat sekolah dan dengan program ini kami ingin mengawal anak anak bisa terus berprestasi dan tentunya dengan tujuan meningkatkan SDM kabupaten blora," harapnya. 

Kepada seluruh masyarakat dan para donatur, Bupati mengajak untuk terus mendukung dan berpartisipasi dalam program GASTRA. Semoga GASTRA semakin berkembang serta memberi manfaat yang lebih luas, khususnya bagi yang berhak di Kabupaten Blora. (Humas/Redaksi)

Share:

Bagikan Beasiswa PIP Lewat Nonton Bareng 'Tegar'


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Suasana haru dan penuh motivasi menyelimuti Bioskop Platinum Cineplex MD Mall Blora, Kamis (18/12/2025). Ratusan siswa dari berbagai sekolah di Blora berkumpul bukan sekadar untuk menonton film, melainkan untuk merayakan semangat inklusivitas dan harapan melalui penyerahan Beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP).

Acara nonton bareng (nobar) film Tegar ini diinisiasi oleh Anggota DPR RI Komisi VII Fraksi PKB, Eva Monalisa, dan dihadiri langsung oleh Bupati Blora Arief Rohman, Wakil Bupati Blora Sri Setyorini serta jajaran terkait.

Bupati Arief Rohman memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah nyata Eva Monalisa. Menurutnya, bantuan beasiswa PIP merupakan solusi krusial bagi permasalahan pendidikan di Blora, terutama terkait angka Anak Tidak Sekolah (ATS) yang mayoritas dipicu oleh kendala ekonomi.

"Penyerahan Beasiswa PIP ini sangat membantu kami. Dengan program ini, insyaAllah anak-anak kita tetap bisa sekolah dengan tenang, belajar dengan semangat, dan terus mengejar cita-cita tanpa terbebani persoalan biaya," ujar Bupati yang akrab disapa Mas Arief tersebut.

Beliau juga berpesan kepada para siswa penerima beasiswa agar memanfaatkan bantuan tersebut sebaik-baiknya untuk mempersiapkan diri menjadi generasi emas yang membanggakan Blora.

Pemilihan film Tegar sebagai bagian dari acara ini bukan tanpa alasan. Film yang menceritakan petualangan anak disabilitas berusia 10 tahun yang berjuang untuk sekolah dan kesetaraan ini menjadi refleksi bagi seluruh hadirin.

Eva Monalisa menegaskan bahwa film ini adalah potret nyata bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk bermimpi.

"Film ini bukan hanya sekadar tontonan, tapi mengajarkan keteguhan dan keyakinan. Anak-anak dengan segala keterbatasan juga bisa menjadi panutan," ungkap Eva di hadapan para siswa.

Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi dari berbagai jenjang pendidikan, termasuk sekolah luar biasa, guna memperkuat pesan inklusivitas, di antaranya: MI Al Huda Kunduran, MI NU Darul Ulum, MTS NU Diponegoro Kedungtuban, SLB Ceria Mandiri, SLB Budi Mulya dan SDN 2 Karangjati.

Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan legislatif pusat ini, diharapkan tidak ada lagi anak di Kabupaten Blora yang merasa sendirian dalam memperjuangkan hak pendidikan mereka, sebagaimana perjuangan tokoh Tegar di dalam layar lebar. (Humas/Redaksi)

Share:

Ketua DPRD Blora Bersama Pemkab Ziarah ke Makam RM. Djokomono Tirto Adhi Soerjo Tokoh Pers Nasional


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman,  bersama dengan para wartawan di Kabupaten Blora melakukan ziarah ke makam RM. Djokomono Tirto Adhi Soerjo, tokoh Bapak Pers Nasional yang merupakan asli kelahiran Blora, di Bogor, Senin (15/12/2025), di Bogor.

Bupati Blora hadir di TPU Blender, Bogor, bersama dengan Wakil Bupati Blora Hj. Sri Setyorini, Ketua DPRD Blora, Mustopa,  dan insan wartawan, didampingi salah satu perwakilan keluarga yang merupakan cicit dari Alm. RM. Djokomono Tirto Adhi Soerjo.

“Alhamdulillah, ini kita membersamai teman-teman media, teman-teman wartawan dari Blora. Kita bisa Ziarah di Makam Tirto Adhi Soerjo, ini adalah Bapak Pers kita. Sudah mimpi lama saya ingin ke sini. Alhamdulillah, ini disini kita ada cicitnya yaitu Mas Okky,” terang Bupati

Pada kesempatan tersebut pihak keluarga beserta dengan rombongan penziarah melantunkan doa dan tahlil bersama di hadapan pusara makam RM. Djokomono Tirto Adhi Soerjo. Setelah doa bersama tersebut, kemudian dilakukan prosesi tabur bunga, mulai dari Bupati, Wakil Bupati, Ketua DPRD Blora, dan para wartawan.

Pihak keluarga, Okky, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Bupati Blora dan para rombongan yang telah menyempatkan waktu untuk berziarah.

“Yang pertama, saya makasih banyak Pak Bupati, ternyata beliau senior saya ini, sesama Nahdliyin. Jadi, terima kasih banyak sudah berkunjung jauh-jauh ke Bogor. Saya juga tadi dari Jakarta ke sini untuk menyambut teman-teman dari Blora,” imbuhnya

Ia menceritakan bahwa Tirto Adhi Soerjo pertama kali dimakamkan di Jakarta.

“Tirto Adhi Soerjo pertama kali dimakamkan di Jakarta, sebetulnya di Mangga Dua, cuma karena ada pembangunan dan lain sebagainya, tahun 1973 diputuskan untuk dipindahkan. Dimakamkan kembali di sini, di TPU Blender di Bogor,”

Pihaknya mengungkapkan bahwa banyak sejumlah tokoh yang telah datang berziarah, salah satunya Pramudya Ananta Toer dan sejumlah peneliti.

Kemudian ia juga menceritakan bahwa dahulu Tirto Adhi Soerjo dulu selain punya surat kabar Medan Priyayi juga mendirikan organisasai Serikat Dagang Islam. 

“Beliau dulu juga punya Hotel Medan Prijaji yang diduga posisinya di sekitaran PBNU itulah kira-kira di situ. Fungsinya dulu untuk menampung kalau orang mau berangkat haji sebelum ke Sunda Kelapa, di situ,” terangnya

Lanjutnya terkait pemindahan makam di Bogor tersebut, Ia menjelaskan bahwa Bogor memiliki nilai historis tersendiri.

“Jadi Serikat Dagang Islamiyah itu sebelum ada Serikat Dagang Islam di Solo oleh Samanhudi, lebih dahulu ada di Bogor, Di Tanjakan Empang.  Tirto bersama pedagang-pedagang Hadrami keturunan pada saat itu memutuskan untuk mendirikan Serikat Dagang Islamiyah. Dan pada akhirnya berdiri. Ada arsip sejarahnya ada, segala macam,” tambahnya

Haul Tirto Adhi Soerjo

Bupati Blora mengungkapkan jika di Bogor sudah ada nama jalan Tirto, pihaknya juga menyinggung kemungiknan pemberian nama Jalan Tirto di Blora kedepannya.

“Jadi kalau di Bogor aja udah ada Jalan Tirto, kira-kira kalau di Blora ada Jalan Tirto  setuju nggak”, ungkap Bupati

“Cocok itu, Pak. Alhamdulillah,” sahut Okky

Kemudian terkait dengan wacana Bupati Blora agar diadakan Haul Tirto setiap tahunnya di Kabupaten Blora, pihak keluarga mengungkapkan bahwa dahulu sebelumnya dulu pernah sempat dilakukan haul di Jakarta semasa era pemerintahan SBY dan internal keluarga.

“Jadi bikin kemarin haul dengan cara napak tilas. Dari mulai makam, terus Jalan Tirto, Tanjakan Empang tempat berdiri Syarikat Dagang Islam. Terus Pasar Baru di mana di situ dulu ada satu hotel yang sekarang udah hancur,” terangnya

Okky juga mengaku belum pernah menelisik jejak Tirto Adhi Soerjo di Blora, Ia mengaku siap kedepannya untuk berkunjung ke tanah kelahiran keluarganya tersebut.

“Saya belum pernah ke Blora, termasuk makam kakeknya yang Bupati Bojonegoro, tentu siap,” pungkasnya. (Humas/Redaksi)

Share:

Pulau Natal Lebih Dekat Pulau Jawa Daripada Ke Australia


Fakta unik Pulau Natal (Chrismas Island) terletak hanya sekitar 350 kilometer di selatan Pulau Jawa, jauh lebih dekat ke Indonesia dibandingkan ke daratan utama Australia yang berjarak lebih dari 1.500 kilometer. 

Dari peta, pulau kecil ini seolah berada di 'halaman belakang' Indonesia, dikelilingi Samudra Hindia dan jalur pelayaran penting di kawasan Asia Tenggara. Kedekatan geografis inilah yang sering membuat banyak orang terkejut ketika mengetahui bahwa Pulau Natal justru berada di bawah kedaulatan Australia.

Chrismas Island ke pemerintahan Perth Australia sekira 2300 kilometer, Pulau Natal ke pemerintahan Darwin Australia sekira 2800 kilometer.

Keunikan Pulau Natal tidak hanya soal letaknya, tetapi juga sejarah dan identitasnya. Pulau ini pernah dikelola Inggris, lalu diserahkan kepada Australia pada tahun 1958. 

Budaya masyarakatnya pun mencerminkan persilangan kawasan Asia dan Pasifik, dengan pengaruh kuat Tionghoa, Melayu, dan Eropa.

Di tengah hutan hujan lebat, tebing karang, dan fenomena migrasi kepiting merah yang mendunia, Pulau Natal menjadi contoh nyata bahwa batas negara tidak selalu mengikuti kedekatan jarak, melainkan ditentukan oleh sejarah, politik, dan perjanjian internasional.

#fakta #unik #geografy
Share:

Rumah Jawa Jaman Dulu dan Bagian-Bagiannya


𝗜𝗹𝘂𝘀𝘁𝗿𝗮𝘀𝗶 𝗞𝗼𝗺𝗽𝗹𝗲𝗸𝘀 𝗥𝘂𝗺𝗮𝗵 𝗝𝗮𝘄𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝗕𝗮𝗴𝗶𝗮𝗻-𝗕𝗮𝗴𝗶𝗮𝗻𝗻𝘆𝗮


Berikut ini Skema Kompleks Bentuk Rumah Jawa Jaman Dulu dan Bagian-bagiannya. 

1. Regol
Pintu gerbang utama menuju kompleks rumah Jawa. Biasanya berupa bangunan kecil beratap, sebagai akses masuk dari halaman luar ke halaman dalam.

2. Rana
Penyekat / pembatas pandangan setelah melewati regol. Biasanya berupa dinding pendek atau panel kayu yang berfungsi menjaga privasi agar bagian dalam rumah tidak langsung terlihat dari luar.

3. Sumur
Sumber air bersih yang biasanya terletak di halaman luar atau dekat gandhok. Dalam budaya Jawa, keberadaan sumur juga berkaitan dengan unsur kesucian dan keseimbangan alam.

4. Langgar
Langgar / Mushola kecil di dalam kompleks rumah Jawa, digunakan untuk sholat harian, mengaji, dan kegiatan keagamaan keluarga.

5. Kuncung
Bangunan kecil beratap (semacam pendhapa kecil) di depan pendhapa. Biasa berupa teras terbuka dengan atap sederhana, tempat menerima tamu biasa atau untuk duduk santai. Juga bisa dipakai untuk istirahat, ronda, atau tempat penjagaan simbolis sebelum masuk ke ruang utama.

6. Gedhogan (Kandang Kuda)
Bangunan khusus untuk menyimpan atau memelihara kuda, biasanya berada di halaman luar atau dekat gandhok. Gedhogan menunjukkan status sosial pemilik rumah. Pada zaman dahulu, kuda menjadi alat transportasi utama pemilik rumah, terutama kalangan bangsawan.

7. Pendhapa
Bangunan utama paling depan, berupa ruang besar tanpa dinding, terbuka luas dengan empat saka guru (tiang utama). Dipakai untuk menerima tamu, pertemuan, upacara adat, hingga rapat keluarga, maupun pertunjukan seni.

8. Longkangan
Lorong atau pintu kecil yang menghubungkan halaman luar dengan halaman dalam. Fungsinya sebagai jalan masuk sekunder atau untuk akses harian. Juga berfungsi sebagai transisi dari ruang publik menuju ruang semi-pribadi.

9. Seketheng (Seteng)
Dinding pembatas yang memisahkan halaman luar dan halaman dalam. Biasanya berupa tembok rendah yang sekaligus menjaga privasi dan keamanan.

10. Pringgitan
Ruang di antara pendhapa dan dalem. Biasanya digunakan untuk acara wayang, peralihan dari ruang publik (pendhapa) menuju ruang privat (dalem).

11. Dalem
Bagian inti rumah Jawa. Ruang privat tempat aktivitas keluarga berlangsung, seperti tidur, pertemuan keluarga kecil, dan penyimpanan barang penting.

12. Senthong Kiwa
Kamar sisi kiri dalam Dalem. Biasanya berfungsi sebagai kamar tidur keluarga atau penyimpanan barang berharga tertentu.

13. Senthong Tengah (Petanen)
Kamar tengah yang sangat sakral. Umumnya dipakai untuk menyimpan benda-benda pusaka, ritual tradisi.

14. Senthong Tengen
Kamar sisi kanan dalam Dalem. Fungsinya mirip senthong kiwa, tetapi bisa untuk tamu keluarga atau tempat menyimpan barang.

15. Gandhok
Bangunan samping kanan dan kiri yang memanjang. Biasanya digunakan sebagai kamar tambahan, ruang aktivitas, ruang kerja, tempat istirahat, atau tempat untuk sanak keluarga yang menetap.

16. Gadri
Serambi atau ruang belakang rumah, biasanya berupa teras memanjang. Dipakai untuk makan bersama atau tempat beraktivitas anggota keluarga. Pada beberapa rumah digunakan untuk menyajikan hidangan saat ada acara besar.

17. Pawon
Dapur tradisional Jawa. Ciri khasnya menggunakan tungku (pawon) berbahan kayu atau arang. Tidak hanya untuk memasak, tetapi juga pusat kehidupan keluarga pada pagi hari. Dindingnya sering berjelaga karena penggunaan kayu bakar.

18. Pekiwan
Tempat mandi / kamar mandi tradisional, sering berada dekat pawon atau di belakang rumah. Kadang berupa ruang terbuka dengan bak mandi dari batu.

-Wong Jawa-
Selasa Kliwon
09-12-2025
Share:

Hot News

Pemkab Blora Tetapkan Pakaian Khas ASN Khusus Jumat Berlaku 2 Januari 2026

𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SUARABARU.ID) — Pemerintah Kabupaten Blora menetapkan penggunaan pakaian khas Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui Su...

Piblic Service

Piblic Service
Instagram

Blog Archive

Social Media

Technology

Next More »

Labels

Community

Next More »