Pembangunan Kampus UNY Diatas Lahan 8,7 Hektar Milik Pemkab Blora, Tahun 2027 Terima Mahasiswa Baru



𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Pemerintah Kabupaten Blora terus mendorong percepatan pendirian kampus Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di Kabupaten Blora, upaya tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin oleh Wakil Bupati Blora, di ruang rapat Wakil Bupati Blora, Senin 25 Mei 2026.

Rapat koordinasi membahas penyelesaian sejumlah dokumen perizinan dan administrasi sebagai syarat pendirian kampus, termasuk Berita Acara Serah Terima (BAST) hibah tanah dari Pemkab Blora kepada pihak UNY.

Hadir Prof Dr Ir Slamet Widodo ST MT  IPm ASEAN Eng, Direktur Direktorat Prasarana Sarana Aset UNY beserta jajaran, OPD terkait di lingkungan Pemkab Blora, yakni DPMPTSP, Rumkimhub, BPPKAD, PUPR, Dinas Lingkungan Hidup, Bagian Hukum, dan Bagian Pemerintahan Setda Blora.

Disampaikan, Kampus UNY Blora  berdiri diatas lahan seluas 8,7 hektar milik Pemkab Blora, yang berada di depan Pasar Rakyat Sido Makmur Blora,
tahap awal, pembangunan akan difokuskan pada gedung empat lantai dan direncanakan dimulai pada 2026. Untuk penerimaan mahasiswa baru akan dimulai pada tahun 2027.

Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini  meminta seluruh pihak terkait mempercepat penyelesaian dokumen yang masih dalam proses, agar target pendirian kampus dapat segera terealisasi.

“Tolong ada percepatan. Berkas apa yang bisa dikerjakan saat ini segera diselesaikan,” ujar Wakil Bupati Blora.

Beberapa dokumen yang menjadi fokus, lanjut Wakil Bupati Blora, percepatan meliputi penyusunan BAST, Nomor Induk Berusaha (NIB) dan KBLI, analisis dampak lalu lintas (amdalalin), rekomendasi Lahan Sawah Dilindungi (LSD), hingga persetujuan lingkungan.

"Untuk mempercepat proses, Pemkab Blora dan pihak UNY membagi tugas pengurusan administrasi. Pengurusan BAST dan sertifikat akan ditangani pihak UNY, sedangkan draft BAST serta pelimpahan aset disiapkan oleh Pemkab Blora," jelas Wakil Bupati Blora.

Wakil Bupati Blora berharap proses pengurusan dokumen dasar, mulai dipercepat pada awal Juni 2026,  sehingga tahapan pembangunan dan operasional kampus dapat segera berjalan.

"Awal Juni 2026, dokumen dasar segera diproses, apa yang bisa dikerjakan saat ini segera diselesaikan,” ucap Wakil Bupati Blora.

Pada kesempatan itu, Direktur Direktorat Prasarana Sarana Aset UNY,
perwakilan rektorat UNY menyampaikan bahwa kampus UNY di Blora direncanakan membuka lima program studi. Setiap program studi diperkirakan menerima sekitar 60 mahasiswa setiap angkatan.

"Nanti, jumlah mahasiswa baru diproyeksikan mencapai sekitar 300 orang setiap tahun. Dalam lima tahun, jumlah mahasiswa diperkirakan mencapai 1.500 orang," ungkap Direktur Direktorat Prasarana Sarana Aset UNY.  (Humas/Redaksi)


Share:

Pembangunan Jembatan Aramco di Todanan Masuki Tahapan Pengecoran Lantai


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) —  Pembangunan Jembatan Aramco di dukuh Kemuning, Desa Karanganyar, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora terus berlanjut, saat ini pengerjaannya telah memasuki tahap pengecoran lantai oleh personil TNI dan masyarakat setempat, Rabu (27/6/2026).

PS. Danramil 14/Todanan Letda Inf Taslan mengatakan, pengecoran lantai jembatan harus dilakukan dengan ketelitian agar konstruksi kuat dan mampu menahan beban kendaraan yang melintas nantinya.

Sebelumnya tim dilapangan telah menyelesaikan tahapan pengerjaan pondasi, pemasangan rangka, serta persiapan bekisting yang menjadi dasar pelaksanaan pengecoran agar jembatan kokoh dan kuat.

"Progres pembangunan hingga saat ini berjalan dengan lancar serta cuaca yang mendukung," ujarnya.

Pihaknya berharap, pembangunan jembatan Aramco di Desa Karanganyar dalam waktu dekat akan segera rampung serta dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar dalam mendukung kegiatan sehari- hari. (Pendim/Redaksi)


Share:

Gelar 'Ngopi Bareng', Forkopimda Blora Kompak Buka "Karpet Merah" untuk Investor


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, membuka “Ngopi Bareng Forkopimda” yang digelar di Aula Polres Blora, Selasa (26/5/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Blora Ramah Investasi” tersebut menjadi forum diskusi bersama antara Forkopimda, DPRD, OPD, LSM, wartawan, hingga organisasi kemasyarakatan guna memperkuat komitmen bersama menciptakan iklim investasi yang aman dan kondusif di Kabupaten Blora.

Dalam sambutannya, Bupati Arief Rohman menegaskan bahwa kemajuan suatu daerah sangat dipengaruhi oleh masuknya investasi. Menurutnya, investasi akan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi serta penyerapan tenaga kerja di daerah.

“Suatu daerah bisa maju tergantung ada investasi atau tidak. Kalau investasi bisa masuk, otomatis akan menumbuhkan ekonomi di daerah. Kami berkomitmen bagaimana birokrasi kami melalui perizinan satu pintu agar investor mudah masuk dan jangan dipersulit. Kalau ada investor masuk, kita sambut dengan baik,” tegas Bupati.

Bupati juga menekankan pentingnya memberikan kepastian hukum dan perlindungan kepada para investor agar merasa aman berinvestasi di Blora. Ia meminta seluruh pihak menjaga kondusivitas daerah sehingga investor tidak berpindah ke daerah lain.

“Investor harus diberikan kepastian hukum dan dilindungi. Kita harus mengantisipasi berbagai gangguan agar investor ini tidak lari dari Kabupaten Blora,” lanjutnya.

Sebagai upaya mendukung pengembangan investasi, Pemkab Blora tengah mengusulkan dua kawasan industri baru kepada Kementerian Kehutanan. Kawasan pertama berada di wilayah Cabak seluas sekitar 1.500 hektare dan kawasan kedua berada di area KHDTK UGM yang dekat dengan akses Tol Ngawi seluas kurang lebih 1.000 hektare.

Bupati menyebut saat ini sejumlah investasi telah masuk ke Blora, di antaranya sektor migas, kalsium karbonat, hingga bidang pendidikan. Salah satu investasi terbaru adalah hadirnya Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di Blora.

“Yang terbaru ini UNY. Mengapa kita datangkan UNY ke sini, karena kami yakin akan mendorong pembangunan fasilitas olahraga, apalagi UNY membuka jurusan olahraga,” jelasnya.

Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama menjaga suasana daerah tetap aman dan nyaman demi mendukung pertumbuhan investasi serta membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Blora.

“Kalau kita bisa kompak, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Blora bisa naik dan mengurangi angka pengangguran, sehingga para pencari kerja bisa bekerja di daerah sendiri,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa Kabupaten Blora memiliki potensi besar untuk berkembang seperti daerah lain yang berhasil menghadirkan kawasan industri dan menarik investor.

“Kabupaten Rembang dan Grobogan bisa menghadirkan investor untuk membangun lingkungan industri yang sehat dan sukses. Semuanya bermuara pada kesejahteraan masyarakat,” ungkap Kapolres.

Menurutnya, minimnya lapangan pekerjaan khususnya sektor industri menyebabkan banyak masyarakat Blora bekerja di luar daerah. Karena itu, seluruh elemen harus memiliki visi dan frekuensi yang sama demi kepentingan masyarakat.

“Kita duduk bersama di sini bukan untuk kepentingan pribadi, tetapi memikirkan masa depan masyarakat dan anak cucu kita nanti. Mari membuka hati untuk menjadikan Blora lebih baik agar masyarakat bisa bekerja di kabupaten sendiri,” ujarnya.

Kapolres juga mengungkapkan rencana pembentukan tim terpadu yang melibatkan seluruh unsur guna membahas langkah strategis mendukung investasi dan pengembangan kawasan industri di Blora.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua DPRD Blora, Siswanto, S.Pd menyampaikan bahwa DPRD siap mendukung kebijakan dan regulasi yang mempermudah investasi tanpa melanggar aturan yang berlaku.

Ia mencontohkan beberapa daerah yang memberikan insentif pajak dan retribusi untuk menarik investor masuk. Menurutnya, langkah tersebut dapat dikaji dan diatur melalui peraturan daerah.

“Kita bisa mendiskusikan kembali regulasi yang berkaitan dengan kemudahan investasi, termasuk insentif pajak maupun retribusi agar investor tertarik masuk ke Blora,” kata Siswanto.

Acara tersebut dihadiri Forkopimda, kepala OPD terkait, LSM, wartawan, organisasi masyarakat, serta berbagai elemen lainnya. Kegiatan ditutup dengan penandatanganan Komitmen Blora Ramah Investasi oleh Forkopimda, OPD, ormas, media, dan seluruh peserta yang hadir sebagai bentuk dukungan bersama menciptakan iklim investasi yang aman, nyaman, dan kondusif di Kabupaten Blora. (Humas/Redaksi)
Share:

Pembangunan Jembatan Merah Putih di Sambongwangan Capai 70 Persen, TNI dan Warga Gotong Royong Percepat Pekerjaan


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) —  Proses pembangunan Jembatan Aramco atau yang dikenal masyarakat sebagai Jembatan Merah Putih di Desa Sambongwangan, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, terus menunjukkan progres signifikan. Hingga Selasa (26/5/2026), pembangunan jembatan tersebut telah mencapai sekitar 70 persen.

Pada tahap pengerjaan saat ini, personel Koramil 09/Randublatung bersama masyarakat melaksanakan penimbunan struktur jembatan dengan mengangkut batu dan tanah guna memperkuat serta memadatkan pondasi.

Jembatan dengan panjang 28 meter, lebar 2,5 meter, dan tinggi 3,5 meter tersebut nantinya akan menjadi akses penghubung vital bagi sejumlah wilayah di sekitar Desa Sambongwangan. Kehadiran jembatan ini diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat serta mendukung aktivitas ekonomi dan sosial warga.

Kepala Desa Sambongwangan, Wahyudi, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas terlaksananya pembangunan Jembatan Merah Putih yang dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat.

“Alhamdulillah, pembangunan Jembatan Merah Putih ini sangat membantu masyarakat, khususnya warga Dukuh Sambongwangan dan Dukuh Nguleng, serta menghubungkan akses menuju Desa Gembyungan, Kepoh, dan desa-desa lainnya,” ujar Wahyudi di lokasi kegiatan.

Menurutnya, pembangunan jembatan telah berlangsung selama kurang lebih tiga pekan dan menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat setempat, mengingat sebelumnya akses penghubung antarwilayah mengalami kendala.

Ia juga menjelaskan bahwa di sekitar lokasi masih terdapat sisa tiang jembatan lama peninggalan jalur lori pengangkut hasil hutan pada masa lampau.

“Dulu di lokasi ini terdapat jembatan lori yang digunakan untuk mengangkut hasil hutan. Kini keberadaan Jembatan Merah Putih diharapkan dapat kembali menjadi sarana penunjang aktivitas masyarakat,” tambahnya.

Di akhir keterangannya, Wahyudi berharap pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan terus mendapat perhatian.

“Semoga pembangunan seperti ini terus berlanjut sehingga masyarakat di desa dan pelosok semakin merasakan manfaatnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Danramil 09/Randublatung Kapten Kav Teguh Linarto menyampaikan bahwa keterlibatan personel TNI dalam pembangunan jembatan merupakan bentuk kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus memperkuat semangat gotong royong antara TNI dan rakyat.

“Melalui karya bakti ini, kami berharap pembangunan jembatan dapat segera selesai sehingga masyarakat dapat kembali menikmati akses transportasi yang aman dan lancar,” tegasnya. (Pendim/Redaksi)


Share:

Tak Puas Sekali, Pemkab Blora Kembali 'Sidak' Rahasia Sukses Air Minum di Jombang


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — 
JOMBANG — Pemkab Blora kembali melakukan studi referensi— ke Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Kencana Jombang, Jumat 22 Mei 2026.

Kunjungan kedua tersebut difokuskan pada penguatan tata kelola dan peningkatan pelayanan air minum bagi masyarakat.

Kegiatan berlangsung di Kantor Perumda Tirta Kencana Jombang dan dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Jombang serta Kabupaten Blora, termasuk pimpinan perangkat daerah, dewan pengawas, direksi perusahaan daerah air minum beserta jajaran.

Wakil Bupati Jombang KH. Salmanuddin Yazid menyambut langsung rombongan Pemkab Blora. Ia berharap kunjungan studi tiru tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi kedua daerah.

“Semoga kunjungan Pemkab Blora yang kedua kali ini bisa betul-betul mendapat manfaat dari studi tiru yang dilakukan pada pagi hari ini,” ujar Salmanuddin.

Ia mengatakan, Perumda Tirta Kencana Jombang memiliki peran strategis dalam peningkatan pelayanan air minum masyarakat. Salah satu program yang dinilai berhasil ialah perluasan cakupan layanan di kawasan pondok pesantren, termasuk Pondok Pesantren Tebuireng.

“Nanti Pemkab Blora juga bisa meniru cakupan layanan kami di Pondok Pesantren Tebuireng yang nantinya juga bisa diterapkan di pondok pesantren yang ada di Blora,” katanya.

Salmanuddin menegaskan, Pemkab Jombang akan terus mendorong peningkatan kualitas layanan badan usaha milik daerah (BUMD), khususnya sektor air minum agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Ia juga membuka peluang kerja sama timbal balik antarwilayah. Menurut dia, Jombang dapat belajar dari Blora terkait pengelolaan sampah.

“Saat ini sampah masyarakat yang dikelola Pemkab Jombang masih 50 persen,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Blora Hj Sri Setyorini dalam sambutannya menyampaikan apresiasi Pemkab Jombang dan Perumda Tirta Kencana yang kembali menerima kunjungan studi referensi tersebut.

“Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari studi referensi yang sebelumnya telah dilaksanakan pada 23 April lalu,” katanya.

Menurut Budhe Rini sapaan akrab Wakil Bupati Blora Hj Sri Setyorini, Perumda Tirta Kencana Jombang dipilih sebagai lokus referensi utama karena dinilai memiliki reputasi operasional yang sehat, inovatif, dan efisien dalam pengelolaan air minum, baik di tingkat regional maupun nasional.

“Berbagai terobosan dan penghargaan yang telah diraih oleh Perumda Tirta Kencana Jombang menjadi bukti nyata keberhasilan tata kelola yang ingin kami adopsi dan pelajari,” ujarnya.

Budhe Rini menilai tantangan pengelolaan air minum ke depan semakin kompleks sehingga dibutuhkan inovasi, penguatan tata kelola perusahaan, peningkatan pelayanan pelanggan, serta pengembangan sumber daya manusia yang adaptif.

Melalui studi referensi tersebut, Budhe Rini berharap dapat memperoleh pengalaman dan praktik terbaik yang nantinya dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan Perumda Air Minum Tirta Amerta Blora.

“Kami percaya sinergi dan kolaborasi antardaerah seperti ini sangat penting untuk saling belajar dan saling menguatkan demi mewujudkan pelayanan publik yang semakin baik dan berkualitas,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Direktur Utama Perumda Tirta Kencana Jombang Khoirul Hasyim memaparkan berbagai capaian dan inovasi perusahaan dalam pengelolaan layanan air minum. Ia menjelaskan, Perumda Tirta Kencana mengusung visi menjadi BUMD air minum yang modern, maju, dan sejahtera melalui penguatan teknologi informasi, tata kelola perusahaan yang baik, serta perluasan cakupan layanan.

Saat ini, Perumda Tirta Kencana melayani 23.817 pelanggan dengan dukungan 106 karyawan yang tersebar di sejumlah wilayah layanan di Kabupaten Jombang.

Khoirul juga memaparkan sejumlah indikator kinerja perusahaan yang terus mengalami peningkatan. Tingkat kehilangan air atau non revenue water (NRW) berhasil ditekan dari 28 persen pada 2022 menjadi 23 persen pada 2025. Sementara tingkat kepuasan pelanggan meningkat dari 80,39 persen pada 2024 menjadi 92,08 persen pada 2025.

Selain itu, Perumda Tirta Kencana mengembangkan berbagai inovasi teknologi layanan, di antaranya sistem pengaduan pelanggan digital, aplikasi baca meter berbasis real time, Geographic Information System (GIS), hingga Internet of Things (IoT) untuk pemantauan level air dan panel listrik operasional.

“Kami terus melakukan penguatan pelayanan berbasis teknologi dan pengembangan sumber daya manusia agar pelayanan kepada masyarakat semakin cepat, tepat, dan akurat,” ujar Khoirul.

Di akhir kegiatan, rombongan Pemkab Blora dan jajaran Perumda Tirta Amerta mengikuti diskusi mendalam terkait pengelolaan manajemen perusahaan daerah air minum, mulai dari tata kelola operasional, strategi pelayanan pelanggan, hingga pengembangan sumber daya manusia.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke Instalasi Pengolahan Air milik Perumda Tirta Kencana Jombang untuk melihat secara langsung sistem pengolahan dan distribusi air bersih yang diterapkan perusahaan daerah tersebut. (Humas/Redaksi)

Share:

TNI Bersama Warga Percepat Pembangunan Jembatan Aramco di Sambongwangan Blora


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) —  Upaya percepatan pembangunan infrastruktur terus digencarkan oleh TNI bersama masyarakat di wilayah Kabupaten Blora. Salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut adalah pembangunan Jembatan Aramco yang berlokasi di Desa Sambongwangan, Kecamatan Randublatung, Senin (25/5/2026).

Pembangunan jembatan ini menjadi langkah strategis dalam memulihkan akses transportasi masyarakat yang sebelumnya sempat menghambat berbagai aktivitas warga. Kehadiran jembatan diharapkan mampu membuka kembali jalur vital yang menghubungkan antarwilayah, sehingga mobilitas masyarakat dapat kembali berjalan normal. 

Di lokasi pembangunan, personel Koramil 09/Randublatung jajaran Kodim 0721/Blora terlihat bahu-membahu bersama masyarakat melaksanakan kegiatan gotong royong. Sinergi yang terjalin antara TNI dan warga mencerminkan semangat kebersamaan yang kuat dalam setiap tahapan pengerjaan, mulai dari pengangkutan material hingga proses penimbunan struktur jembatan.

Danramil 09/Randublatung, Kapten Kav Teguh Linarto, menjelaskan bahwa kegiatan pada hari tersebut difokuskan pada tahap penimbunan struktur Aramco menggunakan material batu dan tanah. Tahapan ini memiliki peran penting dalam pembangunan jembatan karena menjadi pondasi utama yang menentukan kekuatan dan ketahanan struktur. 

“Penimbunan ini bertujuan untuk menyatukan badan jalan dengan struktur jembatan, sehingga nantinya dapat dilalui kendaraan masyarakat dengan aman dan nyaman. Ini merupakan bagian krusial dalam proses pembangunan,” ujarnya. 

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa seluruh proses pengerjaan jembatan berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan, baik dari segi waktu pelaksanaan maupun standar kualitas. Hal tersebut tidak terlepas dari kerja sama yang solid antara TNI dan masyarakat yang secara sukarela turut berpartisipasi dalam pembangunan.

“Kami sangat mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat Desa Sambongwangan yang setiap hari hadir membantu. Ini adalah bukti nyata bahwa kebersamaan menjadi kunci utama dalam mempercepat pembangunan di daerah,” tambahnya.

Pembangunan Jembatan Aramco ini ditargetkan dapat segera diselesaikan dan difungsikan dalam waktu dekat. Namun demikian, aspek kualitas dan keamanan tetap menjadi prioritas utama agar jembatan dapat digunakan secara optimal dalam jangka panjang tanpa kendala. 

Keberadaan jembatan ini nantinya diharapkan mampu memberikan dampak signifikan bagi masyarakat, khususnya dalam memperlancar akses transportasi, mempercepat distribusi hasil pertanian, serta mendukung peningkatan perekonomian warga di wilayah tersebut.

Dengan terbangunnya akses yang lebih baik, aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat diyakini akan kembali tumbuh dan berkembang, sehingga kesejahteraan warga pun dapat meningkat secara bertahap. (Pendim/Redaksi)

Share:

Pemkab Terima 2 SK Menteri ATR BPN, Proyek Sekolah Rakyat Cepu dan Kampus UNY Blora



𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — JAKARTA — Proses pembangunan gedung Sekolah Rakyat yang baru, di wilayah Kecamatan Cepu, serta pembangunan gedung Kampus PSDKU Universitas Negeri Yogyakarta di wilayah Kecamatan Blora, segera berlanjut.

Bupati Blora menerima Surat Keputusan (SK) Menteri Agraria Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR BPN) perihal penggunaan lahan untuk pembangunan dua proyek tersebut.

Bupati Blora, Arief Rohman  menyatakan bahwa dirinya menerima SK Menteri ATR BPN tersebut pada Rabu 20 Mei 2026, pukul 16.30 WIB. di Jakarta.

“Alhamdulillah kemarin SK Menteri ATR BPN telah keluar. Yakni SK Menteri ATR BPN  tentang Rekomendasi Perubahan Penggunaan Tanah pada Lahan Sawah, untuk kelanjutan pembangunan Sekolah Rakyat dan Kampus UNY. SK yang diteken Pak Menteri tersebut, kemarin diserahkan oleh Pak Lampri, Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang,” ucap Bupati Blora  kepada awak media. Kamis, 21 Mei 2026.

Disampaikan, SK Menteri ATR BPN tentang penggunaan lahan pembangunan Sekolah Rakyat, bernomor 689/SK-PP.04.03/V/2026. Sedangkan SK Menteri ATR BPN tentang penggunaan lahan untuk pembangunan Kampus PSDKU UNY Yogyakarta bernomor 688/SK-PP.04.03/V/2026.

“Kami ucapkan terimakasih kepada Pak Menteri ATR BPN, Pak Nusron Wahid, atas keluarnya dua SK ini. SK ini bisa keluar setelah dilakukan pengecekan bersama lintas dinas OPD dan Kementerian terkait luas lahan persawahan yang dilindungi di Kabupaten Blora. Yang mana Blora telah memenuhi syarat lahan LP2B nya yakni 88,23 %, lebih dari 87 % (batas minimal nasional),” ujar Bupati Blora.

Bupati Blora mengucapkan terimakasih kepada seluruh OPD yang bergerak cepat menyiapkan segala laporan untuk mendukung terbitnya SK Menteri ATR BPN tersebut.

“Kami juga mengucapkan terimakasih kepada Bu Wakil Bupati, dan seluruh tim OPD yang telah menyiapkan seluruh dokumen pendukung. Ada tim gabungan dari BPPKAD, DPUPR, Dinsos P3A, Dinas Pendidikan, Perizinan DPMPTSP, Dinrumkimhub, hingga Kantor Pertanahan Blora, dll. Semua telah bersinergi menyiapkan segala dokumen yang dibutuhkan. Terimakasih atas kerja cepatnya,” ungkap Bupati Blora.

Dikemukakan, selanjutnya, SK Menteri ATR BPN ini akan disampaikan kepada Kementerian Sosial dan Kementerian PUPR untuk dukungan percepatan pembangunan gedung Sekolah Rakyat yang baru di dekat SPBU Balun Kecamatan Cepu. Serta disampaikan ke Rektorat UNY Yogyakarta agar tahapan pembangunan gedung kampus bisa segera disusun.

“Sekolah Rakyat yang baru nanti akan dibangun di lahan dekat SPBU Cepu, belakang SPBU yang dekat PDAM. Sedangkan kampus PSDKU UNY Yogyakarta akan dibangun di dekat Kantor Camat Blora Kota, berseberangan dengan Pasar Induk Sido Makmur,” imbuh Bupati Blora.

Untuk diketahui, adapun proses pembangunan Sekolah Rakyat di Kecamatan Cepu nantinya akan dilaksanakan oleh Kementerian PUPR, dan pembangunan kampus PSDKU UNY Yogyakarta akan dibiayai oleh UNY. Pemerintah Kabupaten Blora hanya ditugaskan menyiapkan lahan lokasi pembangunannya. (Humas/Redaksi)

Share:

Kodim 0721/Blora Bersama Masyarakat Lanjutkan Pembangunan Jembatan Aramco di Randublatung


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) —  Kodim 0721/Blora bersama masyarakat kembali melanjutkan pembangunan Jembatan Aramco yang berlokasi di Dusun Sambongwangan, Desa Sambongwangan, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, Minggu 24 Mei 2026.

Pembangunan Jembatan Aramco tersebut memiliki panjang 28 meter, lebar 2,5 meter dan tinggi 3,5 meter. Jembatan ini menjadi akses penghubung bagi tiga desa, yakni Desa Sambongwangan, Desa Gembyungan, dan dusun Banyuurip Desa Kepoh, Kecamatan Randublatung.

Keberadaan jembatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kelancaran mobilitas masyarakat serta mendukung aktivitas perekonomian warga di wilayah setempat. Adapun jumlah penerima manfaat dari pembangunan jembatan tersebut mencapai sekitar 1.200 jiwa.

Danramil 09/Randublatung Kapten Kav Teguh Linarto menyampaikan bahwa kegiatan pembangunan jembatan dilaksanakan secara gotong royong antara TNI dan masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan infrastruktur warga.

“Pembangunan jembatan ini diharapkan dapat mempermudah akses transportasi masyarakat serta mempercepat distribusi hasil pertanian dan aktivitas warga sehari-hari,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan, semangat kebersamaan dan gotong royong antara TNI dan masyarakat menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mendukung pembangunan di wilayah. (Pendim/Redaksi)
Share:

Polres Blora Ikuti Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II dan Launching SPPG Polri Secara Virtual


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Polres Blora mengikuti kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II, Groundbreaking 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri, serta Launching Operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri yang diresmikan langsung Presiden RI melalui Zoom Meeting, Sabtu, 16 Mei 2026.

Kegiatan pusat berlangsung di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, sementara Polres Blora memusatkan kegiatan di Dukuh Sumengko, Desa Bodeh, Kecamatan Randublatung. Acara dimulai pukul 12.00 WIB dan berjalan kondusif.

Kasihumas Polres Blora AKP Midiyono, S.H. menyampaikan, kegiatan ini merupakan wujud dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional. “Polres Blora bersama Forkopimda dan Forkopimcam Randublatung hadir langsung di lokasi panen raya. Ini sejalan dengan arahan Presiden agar Polri menjadi garda terdepan menjaga stabilitas pangan,” terang Kasihumas Polres Blora AKP Midiyono, S.H.

Hadir dalam kegiatan Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman, S.I.P., http://M.Si., Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto, S.H., S.I.K., M.H., Dandim 0721 Blora yang diwakili, ADM Randublatung Rovi Tri Kuncoro, Kabulog Blora Agus S., Kepala DP4 Ngaliman, S.P., http://M.MA., Ketua Bhayangkari Cabang Blora Ibu Retno Wawan Andi, serta PJU Polres Blora dan jajaran Forkopimcam Randublatung.

Dalam sambutannya secara virtual, Presiden RI mengapresiasi peran Polri dalam mendukung swasembada jagung nasional. Presiden juga meresmikan 166 SPPG Polri sebagai ujung tombak program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan melakukan peletakan batu pertama 10 gudang ketahanan pangan Polri. “SPPG ini bukan sekadar dapur, tapi ujung tombak pemenuhan gizi anak-anak Indonesia. Polri harus pastikan distribusi tepat sasaran, higienis, dan akuntabel,” kutip AKP Midiyono.

AKP Midiyono menambahkan, Polri menargetkan 1500 SPPG di seluruh Indonesia pada 2026. Saat ini Polri telah memiliki 18 gudang penyimpanan jagung dengan kapasitas masing-masing 1000 ton. “Polri tidak hanya menjaga keamanan, tapi juga turun langsung mendukung produksi dan distribusi pangan bersama petani dan BUMDes,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan di Blora meliputi sambutan Kapolres Blora, panen raya simbolis, foto bersama, dan dilanjutkan mengikuti prosesi peresmian secara virtual oleh Presiden RI. Seluruh rangkaian berlangsung aman dan lancar. (Humas/Redaksi)


Share:

Hot News

Pembangunan Kampus UNY Diatas Lahan 8,7 Hektar Milik Pemkab Blora, Tahun 2027 Terima Mahasiswa Baru

𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 ( SEPUTARBLORA.MY.ID ) — Pemerintah Kabupaten Blora terus mendorong percepatan pendirian kampus Universitas Negeri Y...

Piblic Service

Piblic Service
Instagram

Blog Archive

Social Media

Technology

Next More »

Labels

Community

Next More »