Ini Pesan Bupati Blora Pada Wisuda 181 Sarjana IAI Khozinatul Ulum


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Sebanyak 181 wisudawan dan wisudawati Institut Agama Islam (IAI) Khozinatul Ulum Blora resmi menyandang gelar sarjana dalam prosesi wisuda ke X di Graha Nusantara berlangsung khidmat, Minggu 19 April 2026. 

Pada wisuda ini,juga dihadiri oleh Pengasuh PP Khozinatul Ulum Blora Putra, Bapak KH. Muharror Ali, Pengasuh PP Khozinatul Ulum Blora Putra, Ibu Hj. Umi Hani Sri Maryani, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) pada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, Bapak Prof . Dr. Phil. Sahiron, M.A., Koordinator Kopertais Wilayah X Jawa Tengah, Prof. Dr. H. Musahadi, M.Ag, Kepala Kantor Kemenag Blora, Rektor IAI Khozinatul Ulum Blora, Bapak H. Ahmad Zaki Fuad, S.Th.I., M.Ag dan Segenap civitas akademika, ketua prodi, para dosen dan staf IAI Khozinatul Ulum Blora. 

Dalam sambutannya, Bupati Arief Rohman menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para lulusan. Keberhasilan ini dinilai bukan sekadar capaian akademik, melainkan awal dari tanggung jawab intelektual dan sosial yang lebih besar.

"IAI Khozinatul Ulum Blora tidak hanya mencetak sarjana, tetapi juga kader-kader umat dan bangsa yang dibekali ilmu agama, nilai-nilai pesantren, dan integritas moral. Saya yakin, para lulusan hari ini adalah generasi penerus yang akan berkontribusi membangun peradaban Islam yang rahmatan lil ‘alamin," ungkap Bupati Blora.

Menghadapi dinamika dunia kerja yang semakin kompetitif, para lulusan didorong untuk tidak sekadar menjadi pencari kerja (job seeker), melainkan menjadi pencipta lapangan kerja (job creator).

"Tantangan mencari pekerjaan saat ini tidak mudah. Untuk itu, ciptakanlah pekerjaan! Create it! Anak muda sekarang sangat kreatif, saya yakin inovasi baru akan muncul untuk membuka peluang usaha bagi diri sendiri maupun orang lain," tegasnya.

Prosesi wisuda kali ini terasa istimewa dengan kehadiran Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kemenag RI, Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A, M.Pd. Beliau menyampaikan orasi ilmiah bertajuk “Manifestasi Ekoteologi sebagai Worldview bagi Sarjana Keagamaan Islam”.

Tema tersebut dinilai sangat relevan dalam menjawab tantangan zaman. Para sarjana keagamaan diharapkan memiliki kesadaran ekologis yang kuat, menjadikan kelestarian lingkungan sebagai bagian integral dari pengabdian masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Blora juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh civitas akademika IAI Khozinatul Ulum atas dedikasinya mencerdaskan generasi bangsa, serta selamat kepada para orang tua yang telah sukses mengantarkan putra-putrinya hingga jenjang pendidikan tinggi.

Pada wisuda periode ini, IAI Khozinatul Ulum meluluskan 181 sarjana dari berbagai program studi (Prodi), dengan rincian sebagai berikut:

Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK): 108 lulusan Prodi PAI, 15 lulusan Prodi PGMI, dan 22 lulusan Prodi PIAUD.

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI): 22 lulusan Prodi Manajemen Bisnis Syariah dan 5 lulusan Prodi Ekonomi Syariah.

Fakultas Ushuluddin (FU): 8 lulusan Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) serta 2 lulusan Prodi Ilmu Hadis (ILHA). (Humas/Redaksi)

Share:

Warga dan TNI Kompak Bangun Jembatan Garuda di Wotrangkul Blora

 
𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Pagi itu, derap langkah dan suara percakapan warga terdengar bersahut-sahutan di Dukuh Wotrangkul, Desa Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora Jawa Tengah. Di bawah terik matahari, warga bersama anggota TNI tampak bergotong royong melansir material untuk pembangunan Jembatan Garuda, sebuah akses penting yang telah lama dinantikan. Senin, 20 April 2026.

Material bangunan harus dilansir dari jalan utama menuju lokasi jembatan dengan cara manual. Meski medan cukup menantang, hal itu tak menyurutkan semangat warga. Dengan dipikul dan diangkat bersama, setiap sak semen, bondek/alas cor lantai dan material lainnya yang dipindahkan menjadi simbol kebersamaan dan harapan akan akses yang lebih baik.

Di tengah aktivitas itu, Babinsa Koramil 03/Banjarejo Kodim 0721/Blora, Serda Bambang, terlihat menyatu dengan warga. Tanpa sekat, ia ikut mengangkat material, menyapa, dan memberi semangat.

“Kami ingin selalu hadir di tengah masyarakat, terutama saat ada kesulitan seperti ini. Gotong royong seperti ini bukan hanya mempercepat pekerjaan, tapi juga mempererat kebersamaan,” ujarnya.

Bagi warga, pembangunan jembatan ini bukan sekadar proyek fisik. Selama ini, mereka harus menempuh jalur yang lebih jauh dan sulit, terutama saat musim hujan. Kehadiran Jembatan Garuda diharapkan dapat membuka akses yang lebih mudah untuk aktivitas sehari-hari, mulai dari bekerja hingga anak-anak menuju sekolah.

Semangat kebersamaan yang terjalin antara TNI dan warga pun menjadi kekuatan utama dalam proses pembangunan. Canda tawa di sela kerja keras menjadi penguat, bahwa apa yang mereka bangun hari ini adalah untuk masa depan bersama.

“Semoga jembatan ini segera selesai dan bisa digunakan warga. Ini bukan hanya tentang bangunan, tapi tentang harapan,” kata Serda Bambang.

Gotong royong yang terbangun di Dukuh Wotrangkul hari itu menjadi bukti bahwa di tengah keterbatasan, kebersamaan mampu menghadirkan solusi dan harapan yang terus dijaga bersama. (Humas/Redaksi)
Share:

Zaenal Petir Raih Penghargaan IKADIN Semarang, Konsisten Beri Bantuan Hukum Rakyat Kecil


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — 
Advokat Zainal Abidin Petir menerima penghargaan dari DPC Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN) Kota Semarang sebagai Advokat Dedikasi Luhur Akses Keadilan.

Penghargaan tersebut diberikan dalam rapat anggota cabang (RAC) DPC IKADIN Kota Semarang yang dirangkaikan halal bihalal di Metro Park View Hotel Kota Lama Semarang, Sabtu malam, 18 April 2026.

Zainal Petir dikenal sebagai advokat yang gigih membela masyarakat kecil, termasuk dalam sejumlah perkara yang melibatkan aparat kepolisian maupun kelompok rentan, seperti kasus Gamma, pelajar SMK yang tewas ditembak oknum polisi, kasus Levi, dosen Untag yang melibatkan perwira menengah Polda Jateng, hingga pembelaan terhadap pedagang kaki lima (PKL).

Ketua DPC IKADIN Kota Semarang, DR. Sunarto atau biasa dipanggil Cak Narto, mengapresiasi kiprah Zaenal yang konsisten memperjuangkan akses keadilan bagi masyarakat tidak mampu.

“Kami sangat mengapresiasi dedikasi Mas Zainal Petir, yang secara konsisten sering memberikan bantuan hukum cuma-cuma (pro bono) kepada rakyat miskin, berpihak pada masyarakat kecil, serta menghadirkan dampak nyata dalam penegakan keadilan,” ujar Sunarto.

Ia menjelaskan, penerima penghargaan dipilih melalui mekanisme penjaringan dan penilaian internal, termasuk polling anggota, sehingga mencerminkan aspirasi organisasi.

“Seperti Pak Zainal Petir, kepeduliannya terhadap rakyat kecil dan konsistensinya membela hak-hak masyarakat tertindas sangat terlihat. Bahkan, beliau sudah dua kali menerima penghargaan serupa,” tambahnya.

Sementara itu, Zaenal mengaku tidak menyangka akan menerima penghargaan tersebut.

“Saya tidak menyangka mendapat penghargaan ini. Saya ditelpon panitia untuk hadir, karena agak ga enak badan mau ijin. Eh malah dapat penghargaan. Niat saya semata-mata membela masyarakat tidak mampu, lillahi ta’ala, untuk menegakkan keadilan,” ungkapnya.

Penghargaan ini diberikan kepada advokat yang dinilai konsisten memberikan bantuan hukum secara cuma-cuma, berpihak pada masyarakat kurang mampu, serta memiliki kontribusi nyata dalam memperluas akses keadilan.


Sunarto menegaskan, IKADIN ingin mendorong lahirnya advokat yang tidak hanya berorientasi pada industri hukum, tetapi juga memiliki semangat pengabdian.

Menurut Cak Narto, masih banyak masyarakat yang kesulitan mengakses bantuan hukum karena stigma biaya yang mahal.

“IKADIN ingin menjadi jembatan. Kami mendorong anggota untuk memiliki semangat juang dalam membela keadilan, terutama bagi masyarakat yang lemah secara ekonomi maupun pengetahuan,” jelasnya.

Ia berharap penghargaan tersebut dapat menjadi pemantik semangat bagi advokat lain untuk terus berkontribusi dalam memperluas akses keadilan.


Rapat anggota cabang DPC IKADIN Kota Semarang juga menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penegasan arah perjuangan advokat ke depan.

Sekretaris Jenderal DPP IKADIN, Rivai Kusumanegara, SH., MH, menyebut RAC sebagai forum strategis untuk memperkuat soliditas organisasi.

“Selain penyegaran organisasi, forum ini juga untuk mengonsolidasikan anggota serta menentukan arah perjuangan IKADIN sesuai kearifan lokal masing-masing daerah,” ujarnya.

Rivai juga menyoroti tantangan penegakan hukum ke depan, termasuk implementasi KUHP dan KUHAP baru serta pembahasan hukum acara perdata.

“Kami berharap IKADIN dapat menjadi yang terdepan dalam memperjuangkan sistem hukum yang lebih modern, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan keadilan masyarakat," tegasnya. (Humas/Redaksi)

Share:

Pembangunan Jembatan Garuda di Kabupaten Blora Berjalan Sesuai Tahapan Perencanaan

𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) —   Pembangunan Jembatan Garuda yang berlokasi di dusun Jati, Desa Jati, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora Jawa Tengah, terus berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan. Minggu, 19 April 2026, kegiatan difokuskan pada proses pengecoran tiang sebagai bagian dari penguatan struktur jembatan.

Pelaksanaan di lapangan melibatkan personel TNI bersama masyarakat setempat yang bekerja sama secara konsisten untuk mendukung percepatan pembangunan. Sinergi tersebut terlihat dari keterlibatan aktif berbagai pihak, mulai dari pengangkutan material hingga proses pengecoran.

Komandan Koramil 11/Jati, Kapten Inf Puryanto, mengatakan bahwa pengecoran pondasi dilakukan secara bertahap di kedua sisi jembatan guna memastikan kekuatan dan ketahanan konstruksi.

“Pengecoran tiang terus dilaksanakan untuk memperkuat struktur jembatan,” ujarnya.

Ia menambahkan, progres pembangunan menunjukkan perkembangan yang positif. Hal ini didukung oleh partisipasi masyarakat yang tetap terjaga sehingga kegiatan dapat berjalan efektif dan efisien.

Pembangunan Jembatan Garuda merupakan bagian dari upaya peningkatan infrastruktur wilayah, khususnya dalam mendukung aksesibilitas masyarakat Desa Jati dan sekitarnya. Keberadaan jembatan ini diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga serta menunjang aktivitas perekonomian dan akses pendidikan.

Dengan progres yang terus berjalan, pembangunan jembatan diharapkan dapat selesai sesuai target, sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat dalam bentuk akses yang lebih aman, nyaman, dan layak. (Pendim/Redaksi)
Share:

Sinergi TNI dan Warga, Pembangunan Jembatan Gantung Garuda Dorong Ekonomi Desa


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) —  TNI bersama masyarakat melaksanakan kegiatan gotong royong pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Desa Nglebur, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora. Jembatan tersebut direncanakan menjadi penghubung vital antara Desa Nglebur dan Desa Janjang guna meningkatkan konektivitas wilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Sabtu18 April 2026.

Pembangunan jembatan yang menjadi salah satu prioritas infrastruktur daerah ini menunjukkan kuatnya sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mendukung percepatan pembangunan di wilayah pedesaan. Kehadiran jembatan diharapkan dapat memperlancar akses pendidikan, mempermudah distribusi hasil pertanian, serta meningkatkan mobilitas warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Babinsa Koramil 06/Jiken Kodim 0721/Blora bersama warga secara aktif terlibat dalam proses pembangunan di lapangan. Saat ini, progres pekerjaan telah memasuki tahap pengecoran pondasi sisi kedua, yang merupakan bagian penting dalam memastikan kekuatan dan ketahanan konstruksi jembatan.

Selain memberikan kontribusi tenaga, kehadiran Babinsa juga berperan sebagai penggerak dalam menjaga semangat kebersamaan dan kekompakan warga. Sinergi tersebut menjadi faktor utama dalam menjamin pelaksanaan pembangunan berjalan aman, tertib, dan sesuai rencana.

Komandan Koramil 06/Jiken, Kapten Inf Sumarno, menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan jembatan tersebut.

“Jembatan ini tidak hanya menghubungkan dua wilayah, tetapi juga menjadi penghubung harapan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Semangat gotong royong yang ditunjukkan menjadi bukti bahwa pembangunan akan lebih efektif apabila dilaksanakan secara bersama-sama,” ujarnya.

Diharapkan, Jembatan Gantung Garuda dapat segera rampung dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan aksesibilitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Kabupaten Blora dan sekitarnya. (Pendim/Redaksi)
Share:

Danrem Kolonel Arm Ezra Nathanael Tinjau hutan Kedungwaru Blora Lokasi Pembangunan Yonif TP

𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) —  Komandan Korem 073/Makutarama, Kolonel Arm Ezra Nathanael meninjau langsung kawasan hutan Desa Kedungwaru, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, yang disiapkan sebagai lokasi pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP), Jumat 17 April 2026.

Dalam peninjauan tersebut, Danrem didampingi Dandim 0721/Blora Letkol Kav Yudhi Agus Setiyanto, Waka Adm Perhutani KPH Blora Teguh Anggoro, Asisten 1 Setda Blora Agus Puji Mulyono, Kepala Dinas PUPR Blora, serta Forkopimcam Kunduran.

"Pada saat ini saya meninjau talun atau bakal lokasi Yon Teritorial Pembangunan. Nah, di sini kita bisa melihat tentang luasan daerah yang akan digunakan oleh YTP sebanyak 77 hektare yang letaknya adalah di Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora," jelas Kolonel Ezra Nathanael di lokasi.

Danrem menyebut lokasi tersebut sangat strategis, berada di sisi kanan Kabupaten Blora. Tahap awal akan disiapkan marshalling area sebagai tempat berkumpul sementara untuk interval pembangunan yang dikerjakan pada triwulan ini. Pemerintah daerah, Kodim 0721/Blora, dan Perhutani telah berkoordinasi untuk memastikan kesiapan lahan.

Danrem 073/Makutarama merinci, dari total 77 hektare, hanya 2 hektare yang dipakai untuk marshalling area. Namun saat pembangunan fisik, Yon TP akan dibangun lengkap meliputi markas batalyon, markas kompi, barak, fasilitas olahraga, lapangan tembak, hingga kolam renang. 

"Ini lengkap karena merupakan proyek strategis nasional, bapak presiden kita juga, ini akan dibuat sangat ideal," tegasnya.

Kolonel Ezra berharap pembangunan Yon TP di triwulan ini dapat terwujud dan memberi manfaat luas. Selain memutar roda perekonomian daerah, keberadaan Yon TP juga mendukung program ketahanan pangan yang sudah berjalan baik di Kabupaten Blora. 

Lebih jauh, Danrem menekankan pembangunan ini merupakan langkah pemerintah menjawab dinamika geopolitik dan geostrategis global yang sedang tidak baik-baik saja. 

"Ini merupakan satu jawaban atau effort dari pemerintah kita untuk menjadi kekuatan yang sangat efektif dalam menghadapi dinamika situasi geopolitik dan geostrategis dengan adanya pengembangan kekuatan angkatan darat," ujarnya.

Terkait target, Danrem menyebut pembangunan berlangsung lebih dari 6 bulan hingga setahun dan akan dimulai secepatnya di triwulan ini. 

"Semua harus bersiap-siap. Makanya saya Danrem 073/Makutarama, ada Pak Dandim juga, semua bekerja turun ke bawah ngecek sehingga proses dapat berjalan dengan baik dan lancar," pungkasnya. 

Progres akan dipantau per minggu dan per bulan, dimulai dari penyiapan marshalling area hingga kedatangan prajurit. (Pendim/Redaksi)
Share:

Seorang Wanita di Tempellemahbang Blora Ditemukan MD di Samping Rumah


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) —  Warga Desa Tempellemahbang, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora digemparkan dengan penemuan seorang wanita yang meninggal dunia (MD) akibat gantung diri pada Kamis 16 April 2026. Korban berinisial S (49) ditemukan pertama kali oleh anggota keluarganya setelah waktu subuh.

Peristiwa tragis ini bermula sekitar pukul 05.00 WIB. Saat itu, anak korban, AZ (24), bangun dari tidur usai melaksanakan salat subuh dan mencari ibunya di kamar. Lantaran tidak ditemukan, AZ membangunkan ayahnya, Y (49), untuk bersama-sama melakukan pencarian di area rumah.

Keduanya kemudian menyisir area sekitar bangunan hingga akhirnya menemukan korban sudah dalam posisi tergantung di bagian samping rumah menghadap ke tembok. Terkejut melihat kondisi tersebut, suami korban segera meminta bantuan warga sekitar untuk menurunkan korban dan melaporkan kejadian ini ke Kepala Desa setempat yang diteruskan ke Polsek Jepon.

Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto melalui Kasihumas Polres Blora, AKP Midiyono membenarkan kejadian tersebut. Pihak kepolisian bersama Tim Medis Puskesmas Jepon langsung meluncur ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan luar.

"Setelah menerima laporan, petugas Polsek Jepon bersama tim medis segera meninjau lokasi. Dari hasil pemeriksaan luar oleh petugas medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban," terang AKP Midiyono.

Di lokasi kejadian, petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu utas tali plastik (tampar) berwarna oranye sepanjang 2,5 meter, serta pakaian yang dikenakan korban. Berdasarkan pemeriksaan medis, terdapat luka jeratan di leher korban yang identik dengan ciri-ciri kasus bunuh diri.

AKP Midiyono menambahkan, berdasarkan keterangan keluarga dan penyelidikan di lapangan, korban diduga nekat mengakhiri hidupnya karena kondisi kesehatan dan tekanan mental.

"Berdasarkan hasil penyelidikan dan keterangan saksi-saksi, korban diketahui memiliki riwayat penyakit hipertensi dan indikasi depresi," pungkas Kasihumas.

Setelah proses pemeriksaan selesai, pihak kepolisian menyerahkan jenazah S kepada keluarga di Kecamatan Jepon untuk proses pemakaman. Keluarga korban telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi. (Humas/Redaksi)


Share:

TNI Hadir Ditengah Rakyat, Pembangunan Jembatan Garuda di Blora Terus Dikebut


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Pembangunan Jembatan Garuda yang berlokasi di Desa Jati, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, menunjukkan progres yang signifikan. Saat ini, pembangunan telah memasuki tahap penganyaman besi sebagai rangka utama sebelum dilaksanakan pengecoran.

Di lokasi kegiatan, Babinsa Koramil 11/Jati Kodim 0721/Blora bersama masyarakat setempat tampak bahu-membahu melaksanakan pekerjaan secara gotong royong, Jumat (17/4/2026).

Babinsa Koramil 11/Jati, Koptu Pujiono, menyampaikan bahwa tahap penganyaman besi merupakan proses krusial yang menentukan kekuatan struktur jembatan. Oleh karena itu, seluruh pihak yang terlibat dituntut untuk bekerja secara cermat dan teliti sesuai dengan standar teknis yang telah ditetapkan.

“Kami akan terus hadir dan terlibat aktif dalam setiap tahapan pembangunan. Kehadiran TNI di tengah masyarakat diharapkan mampu menjadi penggerak semangat sekaligus memperkuat sinergi dalam percepatan pembangunan desa,” tegasnya.

Antusiasme masyarakat pun terlihat tinggi. Warga secara bergiliran turut ambil bagian dalam proses pembangunan, mulai dari pengangkutan material hingga perakitan besi tulangan.

Salah satu warga, Suyono (30), mengungkapkan rasa bangganya dapat berpartisipasi langsung dalam pembangunan jembatan yang telah lama dinantikan oleh masyarakat.

“Kami berharap pembangunan jembatan ini dapat segera selesai, sehingga dapat memperlancar aktivitas warga serta mendorong peningkatan perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Dengan terjalinnya kolaborasi yang solid antara TNI dan masyarakat, pembangunan Jembatan Garuda diharapkan dapat selesai tepat waktu. Kehadiran jembatan ini tidak hanya sebagai sarana penghubung antar wilayah, tetapi juga menjadi simbol kuatnya semangat gotong royong dalam membangun masa depan desa yang lebih maju dan sejahtera. (Pendim/Redaksi)
Share:

Kecelakaan Kerja Berujung Maut, Seorang Petani di Bogorejo MD Terkena Pisau Gerinda


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Peristiwa tragis menimpa S (69), seorang petani asal Desa Karang, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora Jawa Tengah. S  ditemukan meninggal dunia didalam rumah anaknya akibat mengalami luka parah setelah terkena mata pisau yang dipasang pada mesin gerinda, Selasa 14 April 2026.

Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto melalui Kasihumas Polres Blora AKP Midiyono membenarkan kejadian tersebut. Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan medis, korban diduga kuat mengalami kecelakaan kerja saat sedang mengoperasikan mesin gerinda.

"Korban terkena mata pisau buatannya sendiri sepanjang 14 cm yang dipasang pada mesin gerinda. Saat mesin dihidupkan, mata pisau tersebut menyangkut pada jaring paranet yang berada didekatnya hingga patah dan terpental mengenai kaki korban," terang AKP Midiyono.

Lebih lanjut, Kasihumas Polres Blora menjelaskan bahwa insiden ini pertama kali diketahui oleh anak korban, AZ (39), sekira pukul 11.00 WIB, saat itu, saksi mencari keberadaan ayahnya di rumah sang kakak, Marpuah, yang kebetulan sedang kosong namun sering digunakan korban untuk melakukan aktivitas pertukangan.

"Saat memasuki rumah tersebut, saksi mendapati korban sudah dalam posisi telentang bersimbah darah," jelas Kasihumas Polres Blora.

Akibat kejadian tersebut, lanjut Kasihumas Polres Blora, korban mengalami luka terbuka yang cukup dalam pada paha kaki kiri dan pergelangan kaki kanan hingga mengakibatkan patah tulang. Berdasarkan pemeriksaan tim medis dari Puskesmas Bogorejo, penyebab utama kematian korban adalah kehabisan darah akibat putusnya pembuluh darah arteri dibagian paha.

"Pihak medis menyatakan terdapat luka terbuka pada paha kiri dengan kedalaman mencapai tulang yang memicu pendarahan aktif. Korban meninggal dunia di lokasi kejadian," imbuh Kasihumas Polres Blora.

Masih kata Kasihumas Polres Blora,
di lokasi kejadian, petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa mesin gerinda, dua buah mata pisau modifikasi, jaring paranet, serta peralatan pertukangan lainnya.

"Pihak keluarga menyebutkan bahwa korban memang memiliki kebiasaan memodifikasi sendiri alat-alat pertukangan untuk kegiatannya sehari-hari," ungkap Kasihumas Polres Blora.

Kepolisian Resor Blora mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan alat pertukangan, terutama alat yang telah dimodifikasi secara mandiri karena memiliki risiko keamanan yang tinggi.

"Setelah dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh, jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman," ucap Kasihumas Polres Blora. (Humas/Redaksi)


Share:

Hot News

Ini Pesan Bupati Blora Pada Wisuda 181 Sarjana IAI Khozinatul Ulum

𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 ( SEPUTARBLORA.MY.ID ) — Sebanyak 181 wisudawan dan wisudawati Institut Agama Islam (IAI) Khozinatul Ulum Blora resmi...

Piblic Service

Piblic Service
Instagram

Blog Archive

Social Media

Technology

Next More »

Labels

Community

Next More »