Wakil Ketua DPRD Blora Bersama Wabup Terima LHP LKPD di BPK RI Perwakilan Jawa Tengah


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) —  SEMARANG — Pemerintah Kabupaten Blora menorehkan prestasi membanggakan dalam pengelolaan keuangan daerah dengan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk ke-12 kalinya. Predikat tersebut diberikan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Blora Tahun Anggaran 2025.
‎Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) diserahkan oleh Kepala BPK RI Perwakilan Provinsi Jawa Tengah, Ahmad Luthfi H. Rahmatullah, kepada Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini bersama Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blora Lanova Candra dalam acara penyerahan LHP LKPD di kantor BPK RI Perwakilan Jawa Tengah, di Semarang, pada Kamis 11 Juni 2026.
‎‎Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut, menurutnya, keberhasilan mempertahankan opini WTP selama 12 tahun berturut-turut merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh pihak.
‎"Alhamdulillah, ini adalah opini WTP ke-12 untuk Kabupaten Blora. Kami berterima kasih kepada seluruh jajaran OPD, Pak Sekda, dan DPRD atas kerja kerasnya. Ini kami persembahkan untuk masyarakat Blora," ujar Wakil Bupati Blora.
‎Lebih lanjut, Wakil Bupati Blora mengatakan bahwa raihan opini WTP menjadi motivasi bagi Pemerintah Kabupaten Blora untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan.

"Kita terus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, khususnya dalam pengelolaan keuangan daerah yang transparan dan akuntabel," tandas Wakil Bupati Blora.
‎Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Blora Lanova Candra Tirtaka mengatakan bahwa keberhasilan mempertahankan opini WTP merupakan buah dari sinergi yang baik antara eksekutif dan legislatif.
‎"Predikat WTP ini bukan sekadar prestasi administratif, tetapi juga refleksi dari kekompakan dan sinergi semua pihak. Semoga ini menjadi energi baru untuk mewujudkan Blora yang maju dan berkelanjutan," ungkap Wakil Ketua DPRD Blora.
Untuk diketahui, penyerahan laporan hasil pemeriksaan oleh Kepala BPK RI Perwakilan Provinsi Jawa Tengah  tersebut dihadiri oleh para kepala daerah dan pimpinan DPRD dari sejumlah kabupaten/kota di Jawa Tengah yang pada kesempatan itu  menerima opini WTP atas laporan keuangan pemerintah daerah masing-masing.

‎Ikut mendampingi Wakil Bupati Blora  dalam acara tersebut, Sekretaris Daerah Blora, Komang Gede Irawadi, Inspektur Daerah Blora, Irfan Agustian Iswandaru, jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah, dan unsur terkait lainnya. ‎ (Humas/Redaksi)
Share:

Momen Haru Wabup Blora: ​'Sabar Nggih, Ini Ujian', Kuatkan Korban Kebakaran Wadung Kedungtuban


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) —  Musibah kebakaran yang menghanguskan sejumlah rumah di Dukuh Wadung, Desa Kedungtuban, Kecamatan Kedungtuban, mengetuk kepedulian banyak pihak.

Sebagai bentuk empati dan dukungan kepada warga terdampak, Wakil Bupati Blora Hj. Sri Setyorini, Sekretaris Daerah Kab.Blora Komang Gede Irawadi, SE, M,Si, bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Blora, Baznas, dan BPR BKK Blora. Rabu (5/6/2026), menyerahkan bantuan kepada para korban musibah tersebut.

Wakil Bupati menyampaikan rasa prihatin dan dukungan moril kepada para korban agar tetap tabah menghadapi cobaan yang dialami.

"Kami bersama Pak Sekda dan OPD yang lain, ada dari Baznas dan BKK yang pertama kita ingin bersilaturahmi dengan bapak ibu dan keluarga yang mengalami musibah kemarin, apa yang menjadi musibah kemarin menjadi sebuah pembelajaran untuk kita semua, dan yang kedua panjenengan yang sabar nggih karena ini ujian, yang sudah terjadi mohon diikhlaskan diterima semoga panjenengan semuanya kedepan bisa lebih baik lagi." ungkap Wabup

Selain itu, Wakil Bupati juga menyerahkan bantuan yang dihimpun dari berbagai pihak untuk sedikit meringankan beban para korban.

"kami bersama Baznas dan bersama dengan berbagai pihak ingin menyampaikan sedikit bantuan untuk bapak ibu, mohon diterima semoga sedikit meringankan beban bapak ibu semuanya." tambahnya

Dalam kesempatan tersebut, Baznas Kabupaten Blora menyerahkan bantuan sebesar Rp7,5 juta kepada Satiran, sementara dua korban lainnya masing-masing menerima bantuan Rp5 juta.

Selain itu, para korban juga memperoleh bantuan paket sembako dari OPD Pemkab Blora, serta bantuan tunai peduli sosial dari BPR BKK Blora.

Kepala Desa Kedungtuban Irwan Teguh Pamungkas, mengungkapkan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada warganya.

"Kulo maturnuwun sanget dari pihak Pemerintah Kabupaten Blora, Baznas, BPBD, TNI, BPR BKK Kedungtuban yang sudah memberikan bantuan kepada warga kami," ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa warga bergotong royong membantu membersihkan puing-puing dan memulai pembangunan kembali rumah yang terdampak.

"Warga membersihkan puing-puingnya, membantu mendirikan kembali rumahnya, jadi gotong royong warga," katanya.

Usai menyerahkan bantuan, Wakil Bupati meninjau tenda darurat yang didirikan oleh BPBD Blora dan menyapa warga yang tengah bergotong royong.

Diketahui, kebakaran terjadi pada Senin (8/6/2026) sekitar pukul 02.00 WIB. Api diduga berasal dari dapur rumah milik Satiran setelah penghuni rumah tertidur saat memasak nasi. Kobaran api kemudian merembet ke sejumlah bangunan di sekitarnya.

Akibat kejadian tersebut, dua bangunan rumah milik Satiran beserta warung pecel dan bengkel sepeda motornya ludes terbakar. Rumah milik Yuliana juga habis terbakar, sementara sebagian rumah milik Sudirman mengalami kerusakan.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp275 juta. Berkat kerja sama tim gabungan dan warga, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 04.00 WIB. (Humas/Redaksi)


Share:

Tahun Ini Ruas Jalan Provinsi Randublatung-Cepu Dibangun Capai Rp 30 Miliar


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Ruas Jalan Provinsi Randublatung-Cepu yang mengalami kerusakan, akan dibangun oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada tahun ini, dengan konstruksi beton rigid, anggaran yang semula Rp 5 Miliar ditambahkan menjadi lebih dari Rp 30 Miliar.

Hal tersebut terungkap, saat Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro bersama Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini meninjau kondisi ruas jalan Randublatung-Cepu pada  Selasa 9 Juni 2026.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro menjelaskan bahwa komitmen pemerintah dalam memperbaiki ruas Randublatung–Cepu ditunjukkan melalui pengalokasian anggaran pembangunan dan ada penambahan melalui Peraturan Kepala Daerah (Perkada).

“Yang pertama alokasi kita Rp. 5,276 miliar kemudian ditambahi lagi melalui Perkada Rp. 28,7 miliar,  jadi totalnya untuk satu ruas ini saja bila dijumlahkan sudah Rp. 30 Miliar lebih” ujar Henggar Budi Anggoro.

Disampaikan, perihal pelaksanaan pekerjaan tersebut, lanjut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Jawa Tengah, saat ini pemerintah masih menyelesaikan tahapan desain tambahan dan proses pengadaan. Untuk paket pekerjaan awal yang didukung anggaran Rp5,276 miliar, proses tender telah berjalan.

“Kurang lebih kisaran akhir Juli lah, karena posisinya saat ini kan sedang kita siapkan desainnya, desain tambahan. Kalau yang untuk ruas yang 5,276 Miliar saat ini sudah sedang proses tender,” ungkap Henggar Budi Anggoro.

Henggar Budi Anggoro menjelaskan bahwa penggunaan konstruksi beton dipilih agar jalan memiliki daya tahan yang lebih kuat terhadap beban kendaraan yang melintas setiap hari.

“Jadi begini, konstruksi ini nantinya akan kita lakukan perbaikan dengan menggunakan rigid, jadi perkerasan dengan menggunakan beton ini yang memang harapannya dari kemarin Bu Wakil Bupati juga selalu menyampaikan, Pak pokoknya itu beton. Nah ini yang nantinya akan kita realisasikan tahun ini,” kata Henggar Budi Anggoro.

Sementara itu, Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini menyambut baik komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mempercepat perbaikan ruas Randublatung–Cepu, Ia berharap seluruh ruas jalan provinsi yang ada di Blora dapat ditangani secara menyeluruh sesuai harapan masyarakat dan target yang disampaikan Gubernur Jawa Tengah.

“Tadi apa yang sudah saya sampaikan, Pak Kadis telah menyampaikan bahwa pekerjaan ini kan di dalam sana ada dua tahap, yang pertama Rp. 5 Miliar sekian yang kedua nanti Rp. 28,7 Miliar. Harapan kami sebagai wakil masyarakat Blora semoga Jalan Randublatung–Cepu ini akan menjadi full, sesuai harapan Pak Gubernur,” ucap Wakil Bupati Blora.

Menurut Wakil Bupati Blora, Gubernur Jawa Tengah menaruh harapan terhadap penyelesaian jalan tersebut agar dapat rampung pada tahun ini.

“Sesuai harapan Pak Gubernur ini ingin selesai di tahun ini. Jadi jangan keliru, Pak Gubernur sangat berharap. Tadi Pak Kadis menyampaikan kalau bisa kita kolaborasi dengan IJD agar harapannya terlaksana dengan baik. Terima kasih kepada Pak Gubernur,” kata Wakil Bupati Blora.

Pada kesempatan itu, perwakilan masyarakat Blora Selatan, Greg menyampaikan bahwa masyarakat menyambut baik perbaikan jalan Randublatung–Cepu, Ia mengungkap bahwa jalan tersebut memang dalam kondisi rusak, dengan dibangunnya jalan tersebut akan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan aktivitas ekonomi warga.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Pak Gubernur atas respons yang berkait jalan rusak. Semoga nanti bisa meningkatkan akses ekonomi buat rakyat juga karena kita ketahui jalan ini memang rusak. Kami juga berterima kasih kepada Pemkab Blora yang sudah bersinergi dengan Pemprov Jawa Tengah jadi jalan ini bisa segera diperbaiki dan harapannya nanti ke depan bisa bermanfaat bagi masyarakat yang ada di Blora, khususnya Blora Selatan,” kata Greg. (Humas/Redaksi)


Share:

Pemkab Gelar 'Blora Job Fair 2026' Sediakan 7.439 Lowongan Kerja


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Ribuan lowongan pekerjaan terbuka dari puluhan perusahaan dalam acara Blora Job Fair 2026, yang diselenggarakan mulai hari ini, Rabu 10 Juni 2026 hingga Kamis 11 Juni 2026, di GOR Mustika, sejak pagi hingga sore (10/6), ratusan pencari kerja mulai berdatangan silih berganti untuk mengikuti bursa kerja tahunan yang diselenggarakan Pemkab Blora ini.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kabupaten Blora, Endro Budi Darmawan menyampaikan bahwa gelaran Job Fair kali ini diikuti oleh 34 perusahaan baik dari dalam wilayah Kabupaten Blora maupun luar kota Blora.

“Selama dua hari, mulai hari ini hingga besok. Ada 34 perusahaan dengan total lowongan pekerjaan sebanyak 7439 posisi yang ditawarkan dengan berbagai kriteria atau jenis pekerjaan. Silahkan warga masyarakat Blora untuk hadir memanfaatkan kesempatan emas ini,” ucap Kepala Dinperinaker Blora.

Kepala Dinperinaker Blora  menyontohkan ada Perusahaan PT Anak Baik Sejahtera yang membuka lowongan pekerjaan untuk posisi admin keuangan, admin HRD, admin outlet, public relation, desain grafis, crew Gudang, crew distribusi, auditor, sales, kasir, CS, hingga driver.

“Ada juga loker dari PT Pungkook Indonesia, PT Parkland World Indonesia, PT Cakra Naga Furniture, PT Indomarco Prismatama, PT Pentawira Agraha Sakti, berbagai Perbankan, dll,” ujar Kepala Dinperinaker Blora.

Lebih lanjut, Kepala Dinperinaker Blora menjelaskan bahwa Blora Job Fair 2026 ini dilaksanakan dalam rangka mewujudkan program Bupati Wakil Bupati yakni 'golek gawean gampang'. Memfasilitasi para calon pekerja agar lebih mudah dalammendapatkan pekerjaan, membantu perusahaan mencari pekerja sesuai kebutuhan, dan mengurangi angka pengangguran.

“Hari pertama ini selain pembukaan juga langsung dilanjutkan penerimaan pendaftaran para calon pekerja. Sedangkan pada hari kedua besok akan diisi talkshow dan bursa kerja. Dari jumlah lowongan sebanyak 7439 ini, pada hari pertama pagi tadi baru ada 1004 pencari kerja yang mendaftar, rata rata lulusan SMK SMA sederajat dan fresh graduated. Jumlahnya akan terus bertambah hingga besok,” ungkap Kepala Dinperinaker Blora.

Pada kesempatan itu, Sekda Blora, Komang Gede Irawadi menyampaikan  apresiasi kepada panitia, dinas terkait, serta seluruh mitra perusahaan yang telah bekerja keras menyinkronkan data lowongan kerja agar dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat.

"Informasi kuota lowongan dan keterlibatan puluhan perusahaan yang dilaporkan menjadi bukti nyata sinergi kita bersama dalam menekan angka pengangguran di Blora. Tantangan ketenagakerjaan saat ini memang tidak mudah. Pertumbuhan angkatan kerja yang cepat sering kali tidak berbanding lurus dengan ketersediaan lapangan kerja, masalah ini diperparah oleh  adanya kesenjangan informasi (information gap)." kata Sekda Blora.

Banyak pencari kerja, lanjut Sekda Blora, dipelosok daerah kesulitan mengakses info lowongan yang up-to-date, sementara di sisi lain, perusahaan juga sering kesulitan mendapatkan kandidat yang kualifikasinya sesuai kebutuhan. 

“Oleh karena itu, saya rasa Job Fair ini hadir sebagai solusi strategis untuk memutus jarak tersebut. Ini adalah ruang pertemuan langsung di mana perusahaan dapat melakukan seleksi awal secara efektif, dan para pencari kerja dapat langsung memilih peluang yang sesuai dengan minat serta kompetensinya,” jelas Sekda Blora.

Masih kata,  Sekda Blora, urusan penyerapan tenaga kerja bukanlah tugas pemerintah semata, melainkan tanggung jawab kolektif kita bersama. Melalui momentum ini, saya mengajak dunia usaha dan lembaga pendidikan untuk terus berkolaborasi menciptakan iklim kerja yang harmonis, produktif, dan menyejahterakan.

“Untuk adik-adik para pencari kerja, manfaatkan peluang emas ini dengan sebaik-baiknya. Tunjukkan kompetensi, etos kerja yang tinggi, dan semangat pantang menyerah,” imbuh Sekda Blora.

Sementara itu, salah satu pencari kerja dari Kecamatan Japah, Aditya (20) merasa antusias mengikuti bursa kerja dalam acara Job Fair 2026 kali ini. Ia mengaku datang bersama beberapa temannya untuk mencari pekerjaan.

“Tadi pagi datang bersama 3 teman lainnya. Ingin tahu lowongan pekerjaan yang dibuka. Oleh panitia diarahkan untuk mendaftar secara online terlebih dahulu dengan cara scan barcode. Setelah dapat nomor pendaftaran baru bisa masuk ke dalam bursa kerja. Bagus jadi semuanya termonitor. Doakan semoga ada lowongan yang cocok untuk saya,” ucap Aditya. (Humas/Redaksi)


Share:

Wabup Blora Minta GWS Fokus Kapasitas Pelaku Usaha Perempuan


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Kabupaten Blora menjadi tuan rumah Rapat Pleno Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Wanita Sejahtera (GWS)  se-Jawa Tengah di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, Senin 8 Juni 2026.

Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini  menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Blora sebagai tuan rumah penyelenggaraan rapat pleno DPW dan DPC tersebut.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Blora, saya menyampaikan sugeng rawuh, selamat datang di Kabupaten Blora kepada seluruh pengurus DPW dan DPC GWS se-Jawa Tengah. Sebuah kehormatan bagi Kabupaten Blora dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan agenda yang sangat strategis ini,” ujar Wakil Bupati Blora.

Dikemukakan, Gerakan Wanita Sejahtera selama ini telah menunjukkan kiprah nyata sebagai mitra pemerintah dalam mendorong kemandirian ekonomi perempuan.

“Gerakan Wanita Sejahtera (GWS) selama ini telah membuktikan peran nyatanya sebagai mitra tak terpisahkan dari pemerintah, khususnya dalam mendongkrak kemandirian ekonomi perempuan,” kata Wakil Bupati Blora.

Wakil Bupati Blora juga menilai GWS merupakan organisasi yang konsisten bergerak dibidang sosial, ekonomi, dan kemasyarakatan secara independen tanpa terlibat dalam politik praktis.

"Kiprah GWS mampu memberikan kontribusi nyata dalam menekan angka kekerasan terhadap perempuan melalui peningkatan kemandirian ekonomi, sekaligus memperjuangkan kesetaraan gender yang sejalan dengan program pembangunan daerah," jelas Wakil Bupati Blora.

Lebih lanjut, Wakil Bupati Blora menjelaskan bahwa peran perempuan dalam sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) saat ini semakin strategis. Karena itu, GWS terus berfokus pada peningkatan kapasitas pelaku usaha perempuan melalui penguatan literasi digital hingga kelembagaan koperasi wanita.

“Tidak hanya itu, selaras dengan arah kebijakan Kementerian Koperasi dan UKM serta Rakornas GWS, di mana lebih dari 60% UMKM di Indonesia kini digerakkan oleh kaum perempuan, GWS terus berfokus pada penguatan kapasitas pelaku usaha perempuan, literasi digital, hingga penguatan kelembagaan berbasis koperasi wanita agar mampu mencetak wirausaha yang tangguh dan naik kelas,” ungkap Wakil Bupati Blora.

Pada kesempatan itu, Ketua DPC GWS Kabupaten Blora, Trisiana Setyarini menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Blora serta berbagai pihak yang selama ini telah menjalin kolaborasi dengan GWS dalam berbagai program pemberdayaan perempuan.

"Disini saya merasakan bahwa GWS di Blora ini tidak terlepas didukung oleh Pemkab Blora, Bunda Ainia, dan juga Ibu Ketua GOW Kabupaten Blora, yang selalu support kami," ujar Ketua DPC GWS Blora.

Sementara itu, Penasehat GWS Kabupaten Blora, Ainia Shalichah  berharap rapat kerja GWS mampu menghasilkan program-program yang semakin memperkuat peran perempuan.

"Saya mengucapkan selamat Rakerwil GWS semoga benar-benar perempuan memang harus berdaya, dalam hal apapun dan dimanapun, dan tidak boleh tergerus oleh zaman, oleh karenanya mari kita terus tingkatkan kualitaskan diri wahai perempuan Indonesia, perempuan harus berdaya," tandas  Penasehat GWS Blora. (Humas/Redaksi)


Share:

Dua Jembatan Aramco di Wilayah Kodim 0721/Blora Rampung, Siap Tingkatkan Mobilitas dan Perekonomian Masyarakat


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) —   Pembangunan dua titik Jembatan Aramco di wilayah Kodim 0721/Blora yang berlokasi di Desa Sambongwangan, Kecamatan Randublatung, dan Desa Karanganyar, Kecamatan Todanan, telah rampung 100 persen. Infrastruktur yang dikerjakan oleh Satgas Kodim 0721/Blora bersama masyarakat tersebut kini siap diresmikan dan segera dimanfaatkan oleh warga, Selasa (9/6/2026).

Rampungnya pembangunan dua jembatan tersebut menjadi bukti nyata sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat langsung bagi warga. Kehadiran Jembatan Aramco diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat.

Dengan konstruksi yang kokoh, kuat, serta aman untuk dilintasi, kedua jembatan tersebut akan menjadi akses vital yang menunjang berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari kegiatan pendidikan, pertanian, hingga perekonomian.

Komandan Kodim 0721/Blora, Letkol Kav Yudhi Agus Setiyanto, S.Sos., menyampaikan bahwa keberadaan Jembatan Aramco akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat di kedua desa tersebut.

“Setelah diresmikan, jembatan ini dapat langsung dimanfaatkan untuk menunjang aktivitas warga sehari-hari. Baik untuk ke sekolah, menuju lahan pertanian, maupun berbagai kegiatan lainnya, sehingga menjadi lebih mudah, aman, dan efisien,” ujar Dandim.

Lebih lanjut, Dandim menegaskan bahwa akses transportasi yang semakin baik akan berdampak pada peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Dengan akses yang semakin lancar, distribusi hasil pertanian dan perkebunan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif. Hal ini tentunya akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sambongwangan, Wahyudi, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, atas bantuan pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih yang telah dinantikan masyarakat.

Menurutnya, kehadiran jembatan tersebut membawa perubahan besar bagi kehidupan warga. Sebelum jembatan dibangun, masyarakat, termasuk para pelajar, harus menyeberangi sungai untuk beraktivitas, terutama saat musim hujan yang kerap menghambat mobilitas.

“Alhamdulillah, masyarakat sangat bersyukur dan bahagia karena kini telah memiliki jembatan yang layak. Anak-anak sekolah dapat berangkat dengan lebih aman dan nyaman, sementara masyarakat juga lebih mudah menjalankan aktivitas sehari-hari,” ungkapnya.

Wahyudi menambahkan, jembatan tersebut diperkirakan akan dimanfaatkan oleh sekitar 1.500 warga dan memberikan manfaat besar bagi para petani. Sebelumnya, saat debit sungai meningkat akibat banjir, akses menuju lahan pertanian sering terputus. Dengan hadirnya jembatan baru, aktivitas pertanian dapat berjalan lebih lancar tanpa terkendala kondisi cuaca.

Sebagai bentuk rasa syukur atas selesainya pembangunan jembatan, masyarakat Desa Karanganyar menggelar tasyakuran bersama anggota Koramil 14/Todanan sebagai ungkapan syukur atas rampungnya pembangunan Jembatan Aramco yang akan segera dimanfaatkan oleh masyarakat. (Pendim/Redaksi)
Share:

Lalai Matikan Kompor, 3 Rumah Kayu di Kedungtuban Terbakar



𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Polsek Kedungtuban menangani kebakaran 3 rumah kayu jati di dukuh Wadung RT 005 RW 005 Desa Kedungtuban, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora Jawa Tengah, Senin, 8 Juni 2026 sekira pukul 02.00 WIB. Api diduga berawal dari kelalaian saat memasak nasi.

Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto melalui Kasihumas Polres Blora, AKP Midiyono menyampaikan bahwa kebakaran pertama kali diketahui saksi Aziz Nurwidyatama sekitar pukul 01.50 WIB., mendengar suara 'kretek-kretek' dari dapur samping rumah korban Satiran Bin Tarmo (60).

“Menurut keterangan istri korban Saudara Asmuah, beliau ketiduran saat memasak nasi pakai kompor gas di dapur. Api cepat membesar dan menyambar 2 rumah lain milik Saudara  Yuliana dan Saudara Sudirman,” kata   Kasihumas Polres Blora.

Rumah korban 1 Satiran, lanjut Kasihumas Polres Blora, habis terbakar, luas 7x12 m dan 4x12 m yang dipakai tempat tinggal, warung pecel, dan bengkel motor. Rumah korban ke-2 Yuliana ukuran 9x10 m juga habis terbakar dalam keadaan kosong.

"Rumah korban 3 Saudara Sudirman hanya terbakar bagian dinding dapur dan kamar. Kerugian ditaksir Rp275 juta," ujar Kasihumas Polres Blora.

Dikemukakan, petugas gabungan Polsek Kedungtuban, Kanit Reskrim, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Satpol PP, Damkar Cepu-Randublatung, BPBD, PS. Kapolsek Kedungtuban PS. Iptu Hadi Setyo P, dan Koramil Kedungtuban datang ke lokasi kejadian.

"Api berhasil dipadamkan pukul 04.00 WIB dengan 4 unit damkar. Tidak ada korban jiwa. Untuk sementara keluarga korban 1 mengungsi di rumah tetangga Saudara Ngatemi," ucap Kasihumas Polres Blora.

Kepolisian Resor Blora mengimbau warga agar lebih waspada saat beraktifitas di rumah, terutama pada waktu memasak.

“Jangan tinggalkan kompor menyala, apalagi saat mengantuk. Pastikan api sudah padam dan tabung LPG ditutup rapat sebelum tidur. Keselamatan keluarga nomor satu,” pesan Kasihumas Polres Blora. (Humas/Redaksi)


Share:

Pembangunan Jembatan Aramco di Todanan Rampung, Perkuat Akses dan Dorong Perekonomian Warga


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) —  Pembangunan Jembatan Aramco di dukuh Kemuning, Desa Karanganyar, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora telah selesai 100 persen pada Senin (8/6/2026). Keberadaan jembatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antar wilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi warga setempat.

Pembangunan Jembatan Aramco merupakan wujud sinergi TNI melalui Kodim 0721/Blora dalam mendukung program pembangunan infrastruktur di daerah. Kehadiran jembatan ini menjadi solusi untuk mempermudah akses transportasi masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan yang selama ini membutuhkan sarana penghubung yang lebih memadai.

PS. Danramil 14/Todanan, Letda Inf Taslan, mengatakan bahwa selesainya pembangunan jembatan tersebut diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Karanganyar dan wilayah sekitarnya.

“Dengan selesainya pembangunan jembatan ini, diharapkan akses masyarakat menjadi lebih mudah dan aman sehingga dapat menunjang kegiatan sehari-hari maupun aktivitas perekonomian warga,” ujarnya.

Menurutnya, seluruh tahapan pekerjaan telah diselesaikan sesuai rencana sehingga progres pembangunan mencapai 100 persen. Kondisi cuaca yang cerah selama pelaksanaan pekerjaan turut mendukung kelancaran proses pembangunan di lapangan.

Letda Inf Taslan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung pembangunan Jembatan Aramco. Berkat kerjasama yang baik antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu serta sesuai target yang telah ditetapkan.

Ia berharap keberadaan jembatan tersebut tidak hanya memperlancar arus transportasi warga, tetapi juga membuka peluang peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat, mempercepat distribusi hasil pertanian, serta mendorong kesejahteraan warga di Kecamatan Todanan.

“Kami berharap keberadaan jembatan ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan menjadi salah satu pendukung terwujudnya Kecamatan Todanan yang semakin maju dan sejahtera. TNI akan terus mendukung berbagai program pembangunan yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tandasnya. (Pendim/Redaksi)
Share:

Pemkab Blora Dukung Insersi Pendidikan Perkoperasian Pemprov Jateng di Sekolah


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Pemerinrah Kabupaten Blora mendukung dan mengimplementasikan Program Insersi Pendidikan Perkoperasian yang diluncurkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Program Insersi ini akan menjangkau sekitar 6,38 juta peserta didik mulai jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA hingga SLB di seluruh Jawa Tengah.

Komitmen tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Blora usai menghadiri peluncuran Program Insersi Pendidikan Perkoperasian di gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, pada Jumat, 5 Juni 2026.

Hadir Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, Menteri Koperasi RI, Ferry Juliantono, Menteri Agama RI,  Nasaruddin Umar, serta Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Toni Toharudin.

Saat itu, Wakil Bupati Blora hadir bersama Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Blora, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, dan Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kabupaten Blora.

Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini menyampaikan bahwa pendidikan perkoperasian memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang mandiri, berjiwa wirausaha, serta memahami prinsip-prinsip ekonomi kerakyatan.

“Pendidikan perkoperasian penting dikenalkan sejak dini agar generasi muda memahami nilai-nilai kebersamaan, tanggung jawab, dan kemandirian ekonomi. Ini menjadi bekal yang sangat penting untuk menghadapi tantangan ekonomi di masa depan,” ujar Wakil Bupati Blora.

Lebih lanjut, Wakil Bupati Blora mengatakan bahwa Pemkab Blora akan segera melakukan sosialisasi kepada sekolah-sekolah, khususnya jenjang SD dan SMP yang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Blora, implementasi program tersebut akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan satuan pendidikan.

“Untuk penerapannya secara bertahap, mungkin bisa dimulai dari SMP terlebih dahulu kemudian SD. Karena memang kewenangan kami berada di jenjang SD dan SMP, sedangkan SMA menjadi kewenangan pemerintah provinsi,” kata Wakil Bupati Blora.

Wakil Bupati Blora menegaskan bahwa  penerapan pendidikan perkoperasian tidak akan menambah mata pelajaran baru maupun membebani peserta didik,  materi perkoperasian akan diintegrasikan kedalam mata pelajaran yang sudah ada melalui metode insersi kurikulum.

“Jadi tidak ada tambahan mata pelajaran baru. Materi perkoperasian akan dimasukkan kedalam pelajaran yang relevan sehingga siswa dapat memahami konsep koperasi secara lebih kontekstual,” jelas Wakil Bupati Blora.

Wakil Bupati Blora berharap program tersebut mampu melahirkan generasi muda yang memiliki literasi ekonomi yang kuat, memahami pentingnya kerja sama, serta mampu mengembangkan koperasi sebagai salah satu pilar ekonomi kerakyatan dimasa depan.

Untuk diketahui, Program Insersi Pendidikan Perkoperasian merupakan inisiatif Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mengintegrasikan materi perkoperasian kedalam mata pelajaran yang relevan pada jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA hingga SLB mulai tahun ajaran 2026/2027.

Pada kesempatan itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengatakan bahwa program insersi pendidikan perkoperasian tersebut, merupakan langkah strategis untuk mengenalkan kembali koperasi kepada generasi muda sejak dini.

“Koperasi merupakan amanat Undang-Undang Dasar 1945, khususnya Pasal 33, sekaligus pilar ekonomi nasional yang perlu dipahami sejak usia sekolah,” kata Gubernur Jawa Tengah.

Menurut Gubernur Jawa Tengah, program insersi pendidikan perkoperasian ini juga selaras dengan berbagai kebijakan pemerintah.

"Termasuk penguatan Koperasi Merah Putih yang saat ini tengah dikembangkan diberbagai daerah," tandas Gubernur Jawa Tengah.

Sementara itu, Menteri Koperasi RI,  Ferry Juliantono menegaskan bahwa koperasi tidak boleh hanya dipandang sebagai lembaga simpan pinjam semata.

“Koperasi adalah badan usaha yang mencerminkan nilai gotong royong, kekeluargaan, dan kebersamaan yang menjadi karakter bangsa Indonesia. Nilai-nilai itu perlu ditanamkan sejak dini melalui dunia pendidikan,” tandas  Menteri Koperasi. (Humas/Redaksi)


Share:

Hot News

Wakil Ketua DPRD Blora Bersama Wabup Terima LHP LKPD di BPK RI Perwakilan Jawa Tengah

𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 ( SEPUTARBLORA.MY.ID ) —  SEMARANG — Pemerintah Kabupaten Blora menorehkan prestasi membanggakan dalam pengelolaan ke...

Piblic Service

Piblic Service
Instagram

Blog Archive

Social Media

Technology

Next More »

Labels

Community

Next More »