PW ISHARI NU JAWA TENGAH DILANTIK DI BLORA

Raker PW Ishari NU Jateng Di Blora

Blora,- Pengurus Wilayah (PW) Ikatan Seni Hadroh Republik Indonesia (Ishari) NU Jawa Tengah resmi dilantik di hotel Al Madina, Blora, Jawa Tengah pada Minggu (25/11/2018). Ishari NU sendiri merupakan badan otonom (banom) baru di tubuh Nahdlatul Ulama (NU) sejak muktamar NU ke 33 di Jombang, Jawa Timur.

Ketua PW Ishari NU Jawa Tengah, Sholihin Hasan menyebutkan, lokasi pelantikan pengurus sengaja ditempatkan di Kabupaten Blora Jawa Tengah. Menurutnya, Blora memiliki peran penting dalam sejarah terbentuknya NU di Indonesia. 

"Setahun setelah NU berdiri dan terbentuk di Surabaya pada tahun 1926, NU Blora menjadi pengurus cabang pertama yang mendeklarasikan diri pada awal Mei 1927. Catatan ini berdasarkan laporan majalah terbitan PWNU Jateng pada 1971. Kala itu hadir untuk melantik KH Abdul Wahab Chasbullah," kata Sholihin dalam sambutannya.  

Di Jawa Tengah sendiri menurut Sholihin, Ishari memiliki potensi besar untuk berkembang. Setelah dibentuk Pimpinan Wilayah tingkat provinsi, nantinya akan dilanjutkan untuk pembentukan pengurus di tingkat cabang atau Kabupaten. 

"Kami harapkan, dari jajaran pengurus yang kami lantik hari ini, nantinya bisa menjadi hotspot bagi lingkungannya masing-masing. Untuk membentuk pengurus di Kabupatennya masing-masing bahkan sampai terbentuk di tingkat ranting," imbuhnya.  

Dalam tubuh kepengurusan Ishari NU Jawa Tengah disebut Sholihin memiliki anggotanyang terdiri dari berbagai lapisan masyarakat. Ada dari pilar ulama, guru dan akademisi, pilar pengusaha dan swasta, pilar birokrasi dan politisi serta advokat dan insan pers.

Keberadaan Ishari NU nantinya akan mengemban tugas untuk melestarikan kesenian hadroh di kalangan masyarakat khususnya warga nahdliyin. Organisasi tersebut telah mewacanakan untuk menggelar sejumlah kegiatan yang bertemakan pelestarian kesenian hadroh, di wilayah Jawa Tengah. 

"Kita lestarikan kesenian hadroh dengan mengacu pada dasar-dasar amaliyah yang benar dan baik. Karena dengan hadroh adalah sholawat dan bagian dari wujud mencintai Rasulullah," terangnya. (Heripur/Red)
Share:

WARGA JIWOREJO DIKAGETKAN DENGAN TEMUAN MAYAT DI DEKAT HUTAN

Evakuasi Mayat Parijah Oleh Anggota Polsek Jiken
Dibantu Warga Dan Petugas medis Puskesmas Jiken
Blora,– Warga Desa Jiworejo, Rabu (21/11/2018) sekira pukul 03.00 WIB, digegerkan adanya temuan mayat wanita tergeletak di jalan kawasan hutan masuk  Alur AB  petak 7021 A RPH Nglamping BKPH Wonogadung di Dukuh Kedungprahu Desa Singonegoro Kecamatan Jiken Kabupaten Blora.

Kondisi mayat sudah kaku diperkirakan meninggal beberapa jam sebelum ditemukan warga. Indentitas mayat diketahui bernama Paridjah (70th), warga RT.002/RW.004 Dukuh Nglamping, Desa Bogorejo, Kecamatan Bogorejo, Blora.

“Ternyata mayat di jalan hutan itu mbah Parijah, umurnya sekitar 70-an tahun,” kata Sarji (43th), warga Singonegoro.

Sarji melanjutkan, mayat ditemukan kali pertama oleh lelaki yang tengah berburu di hutan, selanjutnya dilaporkan ke Kepolisian Sektor (Polsek) Jiken, dan informasi dengan cepat menyebar luas di masyarakat.

Mendengar informasi ada mayat wanita, warga langsung berdatangan ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk melihat dari dekat keberadaan mayat itu, hingga akhirnya diketahui bernama Parijah.

Salah satu saksi warga Desa Jiworejo, Juwanto (29th), membenarkan wanita yang meninggal di tengah jalan kawasan hutan itu adalah Parijah. Sebelum meninggal, korban sering jalan tanpa tujuan, sudah tua, dan linglung.

Mendapat laporan ada temuan mayat, sejumlah anggota Polsek dan petugas medis Puskesmas Jiken, tiba di TKP untuk melakukan pemeriksaan serta evakuasi.

Hasil pemeriksaan petugas medis, Paridjah diperkirakan meninggal karena sakit jantung, adanya sedikit luka di bagian punggung, diduga akibat terjatuh saat korban tidak sadarkan diri.

Selanjutnya, jenazah nenek Parijah (70th), warga RT.002/RW.004 Dukuh Nglamping, Desa Bogorejo, Kecamatan Bogorejo diangkut dengan mobil operasional Polsek Jiken untuk dikirim ke rumah keluarganya di Dukuh Nglamping, Desa Bogorejo, Kecamatan Bogorejo, Blora.

Kapolres Blora AKBP Saptono melalui Kapolsek Jiken Iptu Putoro Rambe, membenarkan ada temuan mayat wanita di jalan kawasan hutan masuk Desa Ketringan bernama Parijah.

Korban usia 70 tahun, kondisinya sudah linglung, dan dalam kesehariannya keluar rumah pergi tanpa tujuan yang jelas. Paridjah meninggal karena sakit jantung.

“Jenazah sudah dikirim ke keluarganya, siang ini dimakamkan di pemakaman umum Nglamping,” pungkas Iptu Putoro Rambe. (Heripur/Red)
Share:

KLARIFIKASI PERNYATAAN CAPRES 01 DI SAMBUT BAIK KOMUNITAS DIFABEL BLORA

Pemasaran Produk Batik Karya DBM
Oleh Santri Milenial Center 
Blora,- Reaksi Forum Tunanetra menggugat terhadap pernyataan calon wakil presiden nomor urut 01, Kyai Ma'ruf Amin dalam acara peresmian posko dan deklarasi relawan yang mengatasnamakan Barisan Nusantara (Barnus) di kawasan Cempaka Putih Timur, Jakarta Pusat, Sabtu (10/11/2018) dinilai terlalu berlebihan oleh komunitas difabel dari Blora.

Sebelumnya Kyai Maruf sudah mengklarifikasi pernyatannya bahwa tak ada konteks buta (fisik). Saya cuma bilang, yang tak mengakui itu kayak orang buta karena tak mau melihat. Kayak orang budek karena tak mau mendengar. Kayak orang bisu yang tak mau ungkapkan kebenaran. Itu saja sebenarnya. Kalimat itu juga biasa bunyi di Alquran. Lihat saja di Alquran kalau tak percaya.

Menganggapi pernyataan tersebut Komunitas Difabel Blora menegaskan bahwa Kyai Maruf adalah sosok yang sangat peduli terhadap komunitas difabel. Kyai Maruf bahkan pernah bertemu dan mengapresiasi hasil batik difabel.

Kandar yang merupakan Wakil Ketua Difabel Blora Mustika mengatakan Kyai Maruf juga sangat peduli dengan pemberdayaan kaum difabel.

"Program pemberdayaan yang digagas oleh kyai Maruf betul-betul kita rasakan. Kita sudah sering diundang ke pameran-pameran untuk memasarkan produk batik kita. Terakhir kemarin kita diundang dan diminta memastikan batik kita di pulau Bali", kata Kandar di sanggar DBM, Senin (12/11/2018)

Seperti diketahui bahwa gagasan pemberdayaan masyarakat yang disampaikan oleh Kyai Maruf Amin diterjemahkan oleh  Santri Milenial Center (SIMAC). Salah satu sasarannya adalah kelompok difabel.

Lebih lanjut, Kandar mengakui jika selama ini, pemasaran pemberdayaan DBM melalui karya batiknya tidak terlepas dari keberadaan program SIMAC dan NU. 

“Melalui program SIMAC, kelompok Difabel Blora Mustika bisa memasarkan karya batiknya hingga ke berbagai daerah,” pungkas Wakil Ketua Difabel Blora Mustika. (Heripur/Red)
Share:

BID BLORA, DARI DESA MEMBANGUN BLORA UNTUK INDONESIA

Bupati Blora Mengunjungi Stand TPID Kecamatan Todanan
Dalam Bursa Inovasi Desa Di Alun2 Kota Blora 2018

Blora,- Bursa Inovasi Desa (BID) Kabupaten Blora dilaksanakan pada 14 November 2018 bertempat di Alun-alun Kota Blora. Kegiatan tersebut adalah proyeksi jumlah dana desa yang semakin meningkat tetapi pemanfaatannya belum optimal. Selain itu, Kurangnya pengetahuan pemerintahan desa akan kegiatan yang inovatif sehingga memerlukan contoh-contoh kegiatan yang inovatif.

Kegiatan ini bertujuan untuk Meningkatkan  efektivitas penggunaan  dana di desa  melalui proses pengelolaan pengetahuan secara sistematis, terencana dan partisipatif. Dan Memberikan contoh-contoh kegiatan inovatif untuk dicontoh (di replikasi) oleh desa dan dianggarkan melalui APBDes tahun 2019.

Di tempat yang sama sebelum acara pembukaan BID, Hastati, salah satu tenaga ahli pendamping desa menjelaskan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi di desa harus terus didorong guna meningkatkan kesejahteraaan sosial ekonomi masyarakat dan kemandirian desa.

Menurutnya, program ini ada beberapa kegiatan, pertama capturing adalah pendokumentasian inovasi yang telah dilaksanakan oleh desa. Hasil dari capturing dipamerkan pada acara Bursa Inovasi Desa (BID).  Bursa ini bukan pameran barang, tapi pameran gagasan dan ide. Kegiatan yang dilaksanakan di alon-alon kota Blora ini diikuti oleh Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) dari 16 Kecamatan yang dengan menampilkan 43 Kegiatan Inovatif.

Dalam Program BID ini Kepala Desa, BPD dan tokoh masyarakat diundang untuk melihat inovasi-inovasi yang telah disajikan. Diharapkan desa-desa mengisi kartu komitmen yang telah disediakan oleh Tim Inovasi Kabupaten untuk mereplikasi atau mencontoh inovasi-inovasi yang sekiranya cocok dilaksanakan di desanya masing-masing.

Dengan demikian, diharapkan pemanfaatan dana desa di tahun-tahun kedepan lebih inovatif. Dalam melakukan replikasi, desa nantinya akan dilakukan pendampingan oleh tim.

"Masing-masing Kepala Desa telah diberikan Dokumen pembelajaran untuk dilaksanakan didesanya masing2," katanya.

Kepala Dinas PMD Kabupaten Blora Gunadi, S.Sos dalam Laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai upaya mengexplore potensi desa  yang ada di Kabupaten  Blora, dengan cara memamerkan ide dan inovasi desa.

Sehingga muncul ide dan gagasan baru desa di Kabupaten Blora. Contohnya jamur janggle bonggol jagung. Batik difabel. Limbah jati, bonggol bambu. Dan buah naga.
Kampung salon. Kampung rumah penjahit. Desa pembuat kaos tim 17san. Kampung Inggris.

“Semua kegiatan di desa dapat menggunakan dana pemberdayaan,” katanya.

Sementara itu, Dalam sambutannya Bupati Blora H. Djoko Nugroho mengatakan bahwa Kegiatan ini merupakan krenovasi desa. Setelah munculnya Undang-undang  desa yang diperuntukkan meningkatkan kesejahteraan desa sehingga kabupaten maju.
“Itulah roh nya undang-undang desa, mari bangun pemikiran atau karakter itu lebih sulit, tapi hasilnya lebih bermanfaat kedepan," tegas Bupati Blora

Ada tiga jenis inovasi yang disajikan dalam Bursa Inovasi Desa ini adalah Inovasi Pengembangan Sumber Daya Manusia, Inovasi Kewirausahaan dan Pengembangan Ekonomi Lokal dan Inovasi dalam bidang Infrastruktur.

“Inovasi desa lebih penting untuk memajukan desa tersebut, Desa di Kabupaten  Blora Jangan sampai kalah dengan desa2 di kabupaten lain,” pungkas Bupati. (Sandi/Red)

Share:

DPC PDIP BLORA COPOT APK GAMBAR JOKOWI RAJA

APK Bergambar Jokowi Raja Diamankan Di Kantor
DPC PDIP Kabupaten Blora Usai Dicopot Dari 16 Kecamatan

Blora,- DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Blora kemarin (13/11/2018) mencopot alat peraga kampanye (APK) bergambar Joko Widodo (Jokowi) memakai pakaian raja. Ada sekitar 1.000 APK telah diamankan di kantor DPC PDIP Blora.

APK itu diamankan dari 16 kecamatan di semua wilayah Kabupaten Blora. Pencopotan APK ini, karena dalam APK tersebut ada logo PDIP, serta merasa tidak pernah mendesain. Gambarnya dinilai menghina Jokowi.

Ketua DPC PDIP Blora Dasum mengatakan, gambar tersebut dipastikan berasal dari luar PDIP, atau berasal dari lawan politik Jokowi.

Sebab selama ini dari pengurus pusat, provinsi dan kabupaten tidak pernah memerintahkan untuk memasang APK dengan gambar yang saat ini marak di Jawa Tengah dan salah satunya di Kabupaten  Blora.

Selain itu, dalam gambar tersebut tersematkan logo PDIP dan nomor urut partai.

 ''Sekarang semua APK itu sudah kami amankan,'' ujarnya kemarin di Kantor DPC.

Yang paling membuat DPD PDIP geram adalah adalah terkait pakaian yang dikenakan oleh Jokowi dalam spanduk tersebut. Jokowi terlihat memakai blangkon, kuluk yang biasa dikenakan pada era kerajaan. Sehingga, Jokowi terlihat seperti raja.

Dari gambar tersebut, terkesan sangat melecehkan capres nomor urut satu ini,seolah akan menjadi raja.

''Sekarangkan masanya Demokrasi,'' ujarnya.

Dasum menduga, dengan terpasangnya APK ini, ada upaya kampanye gelap yang dilakukan lawan politik Jokowi. Adapun APK ini terpasang sejak 2 hari lalu bahkan  lebih lama. Tapi pihaknya masih belum menemukan orang yang memasang.

Namun, dari informasi kabupaten lain yang sudah berhasil mengamankan pelaku pemasangan mengatakan, pemasang tersebut dibayar oleh orang satu APK mendapatkan jasa 5.000 rupiah.

Tapi sampai saat ini masih belum ada langkah kongkrit dari PDIP. Karena belum ada langkah hukum atau mencari pelaku.

Untuk penindakan ini menurut Dasum, tindak lanjut kasus ini dibawah koordinasi DPD PDIP Jateng.

''Kalau sekarang instruksi DPD hanya mengamankan saja,'' imbuhnya.

Semenatra itu anggota tim pemenangan tim Prabowo Sandi, Susanto Budi Susetyo memastikan dengan adanya pemasangan APK tersebut bukan dari timnya.

''Tidak mas,'' ujarnya singkat saat dikonfirmasi. (Heripur/Red)
Share:

KAPOLRES BLORA BAGIKAN HELM KE ANAK YANG MEMBONCENG IBUNYA

Kapolres Blora Bersama Kasat Lantas Mengenakan Helm
Kepada Anak Sekolah Yang Sedang Berangkat Sekolah

Blora,- Hari kesepuluh pelaksanaan Operasi Zebra Candi 2018, Kapolres Blora, AKBP Saptono turun langsung ke lapangan untuk memberikan himbauan kepada masyarakat. Selain itu, Kapolres juga membagikan helm kepada pengguna kendaraan yang membawa anak namun tidak memakai helm.

Kepada sejumlah pengendara,Kapolres berpesan agar mengutamakan keselamatan selama berkendara. Ia juga menghimbau kepada orang tua untuk lebih bisa memperhatikan keselamatan anak mereka dengan melengkapinya menggunakan helm.

"Meskipun masih anak-anak namun keselamatan juga harus dijaga. Pemberian helm ini semoga bisa menyadarkan orang tua akan pentingnya keselamatan dalam berkendara untuk anak mereka", ucap Kapolres, Kamis pagi (8/11) di blok T.

Sementara itu, Kasatlantas polres Blora, AKP Himawan Aji Angga mengatakan, sebanyak 25 helm dibagikan kepada sejumlah pengendara yang membawa anak mereka. Pemberian helm ini sebagai edukasi kepada masyarakat akan pentingnya menggunakan helm saat berkendara.

"Kita bagi hari ini sekitar 25 helm anak. Ini untuk apa, agar para orang tua juga peduli akan keselamatan anak mereka. Jadi tidak orang tuanya saja, tapi anak mereka juga penting", jelas Kasatlantas.

AKP Himawan menambahkan, hingga hari kesepuluh ini, total sudah ada dua ribu lebih pengendara baik roda dua maupun roda empat yang kena tilang. Kebanyakan dari jumlah tersebut karena tidak memiliki surat-surat kelengkapan kendaraan.

"Hingga hari kesepuluh ini kita sudah dapatkan 2.200 tilang yang sudah kita dapatkan. Operasi akan terus kita lakukan hingga 12 november mendatang", Tandas Kasatlantas. (Sandi/Red)
Share:

BONUS ATLET PERAIH MEDALI PORPROV JATENG DISERAHKAN

Bupati Blora Memberikan Penghargaan Kepada Atlet Blora
Peraih Medali Porprov Jateng 2018

Blora,- Para atlet Blora peraih medali di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2018 seluruhnya telah menerima bonus, kemarin. Peraih emas menerima bonus 40 juta rupiah, perak 20 juta rupiah dan perunggu 10 juta rupiah. Selain atlet, pelatih yang atletnya meraih medali juga  mendapatkan bonus.

Besarnya 50 persen dari nominal bonus yang diterima atlet. ‘’Jumlah total bonus yang kami serahkan mencapai 2,546 miliar rupiah. Ketika daerah lain masih heboh masalah bonus, ternyata Blora sudah bisa cair,” ujar Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Blora, Hery Sutiyono, Rabu (7/11).

Bonus tersebut ditransfer melalui nomor rekening masing-masing cabang olahraga. Setelah mengambil bonus itu, atlet menandatangani berkas surat pertanggungjawaban yang telah disiapkan KONI.

‘’Bonus akan saya belikan sapi,’’ kata Rini Astutik, lifter Blora yang mendapatkan perak di Porprov.

Sementara itu, pada Selasa (6/11) malam sebelum bonus diberikan, digelar Penghargaan Patriot Olahraga Kabupaten Blora Porprov Jateng 2018 di pendopo rumah dinas Bupati. Bupati Djoko Nugroho mengaku bangga atas capaian prestasi para patriot olahraga ini.

Pasalnya dengan persiapan yang terbatas dan dana yang terbatas pula, masih bisa meraih medali dan menduduki peringkat ke 11 dari 35 Kabupaten/Kota se Jawa Tengah.

‘’Ini merupakan apresiasi Pemkab Blora untuk atlet dan pelatih yang telah berjuang keras sehingga bisa memperoleh medali di Porprov,’’ katanya.

Bupati menyakini prestasi itu masih bisa ditingkatkan lagi di Porprov berikutnya empat tahun mendatang. ‘’Blora sing lagi melu 24 dari 46 cabang olahraga wae bisa rangking 11. Ndahneyo yen Blora melu kabeh cabang olahraga. Masuk lima besar bukan hal yang tidak mungkin,’’ tuturnya.

Bektiningsih, salah satu sprinter Blora yang meraih medali emas di ajang Porprov Jateng 2018 mengaku senang dan bangga karena bisa mempersembahkan kemampuan terbaiknya untuk Blora. Dirinya yang kini berstatus sebagai anggota TNI berharap regenerasi atlet di Kabupaten Blora bisa berjalan dengan baik.

Ketua KONI Blora, Hery Sutiyono, menjelaskan, jumlah medali yang diperoleh kontingen Blora di Porprov 2018, 19-25 Oktober di Solo sebanyak 17 emas, 20 perak dan 31 perunggu.

Jumlah tersebut meningkat dibanding perolehan di Porprov Jateng 2013 sebanyak 16 emas, 11 perak dan 11 perunggu. Ketika itu kontingen Blora menempati rangking 12.

‘’Kami mohon maaf karena target masuk 10 besar tidak tercapai. Kami berterima kasih kepada Pemkab Blora yang telah mencurahkan perhatian dan memperhatikan kami,’’ katanya.

Selain bonus atlet peraih medali di Porprov, dalam kesempatan malam penganugerahan itu diserahkan pula hadiah bagi tim gerak jalan 28 km Blora yang telah meraih juara pertama se Jawa Tengah dalam rangka Sumpah Pemuda di Kabupaten Pati. (Heripur/Red)
Share:

HADROH AL-MANTAP ALUGORO TELAH ME-RAKYAT DI BLORA DAN SEKITARNYA

Tampil Group Hadroh Al Mantap Yonif 410/Alugoro

Blora,- Satuan Yonif 410/Alugoro selain melaksanakan tugas negara dalam berlatih dan bertempur juga telah memiliki Group Hadroh yang dikenal dengan nama Al-Mantap, Group ini sudah dibentuk sejak tahun 2011 dengan bakat yang dimiliki oleh para prajuritnya, serta sudah melalang buana di berbagai Kota maupun Provinsi di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Dalam medan penugasan tidak luput juga Group Al-Mantap mengenalkan maupun menampilkan serta mengajak masyarakat khususnya untuk lebih dekat dengan TNI melalui musik hadroh dengan bersolawat, yaitu pada tahun 2013 hingga 2014 pada saat bertugas di daerah Boven Digoel serta tahun 2017 sampai dengan 2018 di daerah Kabupaten Keerom Provinsi Papua.

Kehadiran Al-Mantap juga disambut baik oleh masyarakat Kabupaten Blora khususnya dan kota-kota lain di Provinsi Jawa Tengah pada umumnya, dengan undangan yang tiada henti-hentinya meliputi dalam acara pengajian umum, pesta pernikahan, serta hajatan lainnya.

“Al-Mantap membawa citra TNI dengan solawatnya untuk bersama-sama menciptakan Indonesia yang damai serta  dengan tujuan kemanunggalan TNI dengan Rakyat agar tercipta hubungan komunikasi sosial yang erat,” ungkap  Danyonif 410/Alugoro Letkol Inf Irvan Christian Tarigan S.I.P.

Sedangkan arti dari Al-Mantap sendiri adalah lebih mengutamakan dalam kemantapan serta semangat TNI dalam menjadikan hadroh atau musik rebana dalam Profesionalisme TNI kepada rakyat.

Untuk itulah Danyonif 410/Alugoro Letkol Inf Irvan Christian Tarigan S.I.P. mendukung penuh Group Al-Mantap yang dipimpin oleh Serka Hanif Muslih untuk tampil serta hadir dalam undangan dari masyarakat Blora maupun kota-kota lainnya.

“Sambil mendengarkan musik hadroh agar masyarakat lebih mengenal dengan TNI yang selalu dekat dengan rakyat,” pungkasnya. (Sandi/PenYon/Red).
Share:

KPH BLORA BANTU PASANG BARU LISTRIK MASYARAKAT DEKAT HUTAN

KPH Blora Bantu Pasang Baru Listrik Pada 10 rumah
Lokasi di Dukuh Kalijalin Desa Wotbakah, Kecamatan Japah

Blora,- Program Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Hadir Untuk Negri (BHUN) tahun 2018 Perhutani KPH Blora telah dilakukan, dengan cara pemasangan  sambungan listrik bagi warga desa sekitar hutan sebanyak 10 rumah yang berlokasi di Dukuh Kalijalin Desa Wotbakah, Kecamatan Japah Kabupaten Blora.

Sebanyak 10 rumah warga di dukuh Kalijalin Desa Wotbakah, Kecamatan Japah Blora telah menerima bantuan pasang baru penyambungan aliran listrik yang dilakukan oleh Perhutani KPH Blora, hal tersebut dilakukan dalam rangka program BHUN 2018 yang dalam pelaksanaannya ditujukan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui bantuan sarana dan prasana kehidupan yang ada disekitar unit kerja masing masing.

Pada kesempatan tersebut Administratur Perhutani KPH Blora melalui Wakil Administratur KPH Blora Anthonie A Tandayu mengatakan  Bantuan ini merupakan rangkaian program BHUN yang beranggotakan 4 BUMN , dimana untuk Perhutani KPH Blora di manfaatkan untuk Bedah rumah, pembuatan 2 unit sumur bor beserta instalasinya yang berada di Desa Klopoduwur kecamatan Banjarejo serta Desa Gondoriyo Kecamatan Todanan dimana pada lokasi kedua desa tersebut.

“Selama ini kami pantau selalu mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan air bersih bagi warganya,” jelas Administratur Perhutani KPH Blora.

Sedangkan untuk desa Wotbakah kecamatan japah lanjutnya, Program BHUN tersebut dialokasikan dengan memberikan bantuan pemasangan jaringan listrik ke 10 rumah warga desa yang belum terjangkau listrik kata Anthonie.

Lebih lanjut dikatakan bahwa dengan adanya bantuan pemasangan listrik ini Perhutani berharap agar masyarakat sekitar hutan ikut merasa  handarbeni  kawasan hutan yang ada disekitar lingkungannya.

“Karena hutan yang lestari akan bermanfaat sekali bagi kehidupan umat manusia secara keseluruhan,” tambahnya.

Perlu diketahui, dalam upaya ikut meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan Perhutani bersama dengan masyarakat juga melakukan kerjasama kemitraan dengan sistim Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) yang saat ini dipandang sistim tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan.

Upaya lain Perhutani KPH Blora untuk ikut meningkatkan perekonomian mikro di pedesaan adalah melalui Progran PKBL yang sudah berjalan beberapa puluh tahun lalu.

“PKBL dilakukan dengan tujuan agar para pelaku usaha kecil dan menengah bisa mempunyai daya saing dan daya usaha yang lebih kuat dengan suntikan bantuan pinjaman PKBL tersebut,” pungkas Wakil Administratur KPH Blora. (Heripur/Red)
Share:

Hot News

Emansipasi Wanita Ujung Tombak Pembentukan Karakter Bangsa

Sekelumit sejarah. Di era jawa kuno ; Wanita dilambangkan dalam simbol-simbol kehidupan. Kekuatan ( Api ), pengayom ( Bumi / Pra...

Public Service

Blog Archive

Social Media

Technology

Next More »

Labels

Community

Next More »