Pangdam Mayjen TNI Achiruddin Pimpin Pengamanan Kunjungan Presiden Prabowo di Magelang


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) —MAGELANG – Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han. memimpin tugas pengamanan VVIP Presiden RI dalam rangka kunjungan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto di wilayah Kabupaten Magelang, Kamis (9/4/2026).

Seluruh pasukan pengamanan Kodam IV/Diponegoro  digelar sesuai sektor tugas dan tanggungjawabnya guna menjamin dan memastikan seluruh rangkaian kunker Presiden RI berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.

Dalam tugas Pengamanan VVIP tersebut, juga melibatkan perbantuan personel dari unsur Polri dan Pemda sesuai kebutuhan di sektor Pam Terluar. Sinergi lintas instansi ini menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan situasi kondusif selama rangkaian kunjungan berlangsung.

Menjelang kedatangan Presiden Prabowo Subianto, proses sterilisasi dilakukan secara ketat di kawasan pabrik PT VKTR Sakti Industries. Pengawasan akses masuk, pengamanan perimeter, serta pengendalian area dilakukan berlapis untuk memastikan standar keamanan terpenuhi secara maksimal.

Dalam kunjungan tersebut, Presiden dijadwalkan meninjau sekaligus meresmikan fasilitas produksi kendaraan listrik sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong pengembangan industri ramah lingkungan dan memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional.

Dengan kesiapan personel di lapangan serta koordinasi yang solid antarinstansi, pengamanan diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi seluruh pihak serta memastikan seluruh rangkaian kunjungan Presiden RI di Magelang berjalan tanpa hambatan. (Pendam IV/Diponegoro)

Share:

Waspada 11 Ciri - Ciri Orang Licik Yang Harus Anda Hindari


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Sebelas Ciri-ciri orang licik yang perlu Anda waspadai antara lain:

​1. Berpura-pura Mencintai dan Peduli 

​Mereka menggunakan kasih sayang sebagai instrumen kendali. Perhatian yang mereka berikan biasanya memiliki "udang di balik batu". Mereka hanya terlihat peduli saat mereka membutuhkan sesuatu dari Anda atau saat ingin mendapatkan kepercayaan penuh guna memanipulasi keadaan di kemudian hari.

​2. Menghindar dari Tanggung Jawab

​Orang licik adalah ahli dalam permainan lepas tangan. Saat terjadi kesalahan, mereka memiliki seribu alasan untuk menyalahkan keadaan atau orang lain. Mereka ingin menikmati hasilnya, tetapi tidak sudi menanggung risikonya.

​3. Mudah Melupakan Janji

​Bagi mereka, janji hanyalah alat penenang sementara. Mereka akan mengobral janji manis untuk mendapatkan apa yang diinginkan saat itu, namun dengan sengaja "melupakannya" tanpa rasa bersalah ketika saatnya tiba untuk menepati.

​4. Berusaha Memecah Belah Hubungan

​Strategi devide et impera (adu domba) adalah keahlian mereka. Mereka sering menyebarkan rumor atau memutarbalikkan fakta untuk merusak hubungan antar teman atau rekan kerja agar mereka bisa menjadi pihak yang paling diuntungkan atau dipercaya.

​5. Berperilaku Terlalu Manis atau Ramah

​Hati-hati dengan "Love Bombing" atau keramahan yang berlebihan. Orang licik sering menggunakan pesona buatan untuk melumpuhkan logika korbannya. Jika seseorang terasa "terlalu sempurna" atau ramah secara tidak wajar dalam waktu singkat, itu bisa jadi tanda peringatan.

​6. Menghindari Keterbukaan dan Transparansi

​Mereka hidup dalam bayang-bayang. Orang licik cenderung tertutup mengenai niat asli mereka dan sering memberikan informasi yang setengah-setengah. Ketidakterbukaan ini bertujuan agar mereka memiliki ruang untuk bermanuver atau berbohong jika diperlukan.

​7. Selalu Memanfaatkan Kelemahan Orang Lain

​Bukannya membantu, mereka justru mencatat kekurangan atau rahasia Anda untuk dijadikan senjata. Mereka memetakan kelemahan orang di sekitar mereka agar tahu kapan dan di mana harus menyerang atau memeras secara emosional.

​8. Mencari Keuntungan Pribadi Lewat Kesulitan Orang Lain

​Istilahnya adalah "menari di atas penderitaan orang lain". Mereka melihat kegagalan atau masalah Anda sebagai peluang emas bagi mereka untuk naik jabatan, mendapatkan materi, atau sekadar terlihat lebih unggul.

​9. Kurang Empati dan Emosi Palsu

​Mereka mungkin bisa akting menangis atau terlihat sedih, namun itu biasanya hanya manipulasi emosi. Di balik itu, mereka tidak benar-benar merasakan apa yang Anda rasakan. Hubungan bagi mereka bersifat transaksional, bukan emosional.

​10. Senang Melihat Orang Lain Menderita

​Ada kepuasan batin bagi si licik saat melihat orang yang mereka anggap saingan jatuh. Meskipun di depan publik mereka menunjukkan simpati, di balik layar mereka merayakan kegagalan tersebut sebagai kemenangan pribadi.

​11. Membalas Kebaikan dengan Pengkhianatan

​Inilah ciri yang paling menyakitkan. Orang licik tidak mengenal balas budi. Setelah Anda membantu mereka mencapai puncak, mereka tidak segan-segan untuk "membuang" atau menusuk Anda dari belakang jika Anda dianggap sudah tidak berguna lagi.

​Catatan Penting:

Mengetahui ciri-ciri ini bukan untuk membuat kita menjadi paranoid, melainkan agar kita lebih selektif dalam memberikan kepercayaan. Jaga jarak yang sehat dengan orang-orang yang menunjukkan pola perilaku diatas.

Source: Daily Growth
#FYP #Trending #Dailygrowth

Share:

Koperasi Desa Merah Putih Pojokwatu Rampung, Siap Jadi Penggerak Ekonomi Warga


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Kabar menggembirakan datang dari Desa Pojokwatu, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora. Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) setempat telah rampung 100 persen dan siap difungsikan sebagai pusat penggerak ekonomi masyarakat, Kamis 9 April 2026.

Keberadaan KDKMP Desa Pojokwatu diharapkan menjadi solusi konkret dalam meningkatkan kesejahteraan warga. Dengan fasilitas yang telah tersedia, koperasi ini nantinya akan melayani berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari penyediaan bahan kebutuhan pokok hingga mendukung aktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di desa.

Proses pembangunan yang berjalan lancar hingga tahap penyelesaian tidak lepas dari sinergi antara pemerintah desa, TNI, dan partisipasi aktif masyarakat. Semangat gotong royong menjadi kunci utama sehingga pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu tanpa kendala berarti.

Di sisi lain, peran Babinsa Pojokwatu Koramil 07/Sambong, Serka Utoyo, dalam pendampingan pembangunan turut memberikan motivasi serta memastikan seluruh proses berjalan sesuai rencana. 

"Hal ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam mendukung program pemerintah untuk kemajuan desa," ujar Serka Utoyo.

Untuk diketahui, dengan rampungnya pembangunan KDKMP, masyarakat Desa Pojokwatu menaruh harapan besar agar koperasi ini dapat dikelola secara profesional dan berkelanjutan. Ke depan, KDKMP diharapkan mampu menjadi pusat ekonomi desa yang mendorong kemandirian serta meningkatkan taraf hidup warga secara merata. (Pendim/Redaksi)

Share:

Kodim 0721/Blora Bersama Warga Kebut Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Nglebur


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan, anggota Kodim 0721/Blora bersama masyarakat Desa Nglebur, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, melaksanakan kegiatan gotong royong pemasangan rangka besi disisi sungai sebagai bagian dari pembangunan Jembatan Gantung Garuda, Kamis 9 April 2026.

Kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergi antara TNI dan masyarakat dalam upaya meningkatkan konektivitas wilayah serta memperkuat akses transportasi bagi warga. Pemasangan rangka besi menjadi tahapan penting dalam proses pembangunan jembatan, yang berfungsi sebagai fondasi penopang utama agar konstruksi jembatan memiliki kekuatan dan ketahanan optimal.

Sejak pagi hari, anggota Kodim 0721/Blora bersama warga tampak antusias dan kompak bahu-membahu mengangkat material, merakit, serta memasang struktur besi di lokasi pembangunan. Semangat gotong royong yang ditunjukkan menjadi cerminan kuatnya kebersamaan antara TNI dan rakyat dalam mendukung pembangunan daerah.

Komandan Kodim 0721/Blora, Letkol Kav Yudhi Agus Setiyanto melalui Danramil 06/Jiken, Kapten Inf Sumarno menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen TNI AD dalam membantu pemerintah daerah mempercepat pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

“Pembangunan Jembatan Gantung Garuda ini diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat Desa Nglebur dan sekitarnya, terutama dalam memperlancar mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, serta mendukung aktivitas ekonomi,” ujar Danramil 06/Jiken.

Danramil 06/Jiken menegaskan bahwa keterlibatan TNI dalam kegiatan tersebut merupakan implementasi dari kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“Kami hadir tidak hanya dalam aspek pertahanan, tetapi juga sebagai bagian dari solusi dalam membantu kesulitan masyarakat di wilayah. Melalui kegiatan gotong royong seperti ini, kami ingin terus memperkuat kebersamaan dan semangat persatuan,” imbuh Danramil 06/Jiken.

Sementara itu, salah satu warga Desa Nglebur, Bambang menyampaikan apresiasi atas keterlibatan TNI dalam pembangunan jembatan tersebut. Selama ini, akses penyeberangan sungai seringkali menjadi kendala, khususnya saat musim hujan dengan debit air yang meningkat.

"Dengan dibangunnya Jembatan Gantung Garuda, diharapkan akses antarwilayah menjadi lebih aman, cepat, dan efisien, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat," ujar Bambang.

Untuk perhatian, kegiatan pemasangan rangka besi ini akan dilanjutkan dengan tahapan konstruksi berikutnya hingga jembatan dapat difungsikan secara optimal untuk kepentingan masyarakat luas. (Pendim/Redaksi)

Share:

Diduga Penyakit Vertigo Kambuh, Petani di Bogorejo Ditemukan MD di Sawah


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) —  Seorang petani berinisial S (55), warga Desa Gayam, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora Jawa Tengah, ditemukan meninggal dunia (MD) di area persawahan desa Gayam pada Rabu 8 April 2026 sekira pukul 04.30 WIB. 

Korban diduga terjatuh dan tak sadarkan diri akibat penyakit vertigo yang dideritanya kambuh saat sedang beraktivitas.

Kronologinya, peristiwa pilu ini bermula saat korban berpamitan kepada istrinya, S, untuk pergi ke sawah pada Selasa (07/04/2026) sekira pukul 14.30 WIB. Hingga petang hari, korban tak kunjung pulang ke rumah. Sang istri yang saat itu sedang dalam kondisi kurang sehat sempat merasa gelisah, namun baru bisa melakukan pencarian pada Rabu dini hari sekira pukul 04.00 WIB.

Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto melalui Plh. Kapolsek Bogorejo,  Iptu Gito Prayitno menjelaskan bahwa korban ditemukan pertama kali oleh istrinya sendiri di sawah yang berjarak sekitar satu kilometer dari rumah.

"Istri korban mencari menggunakan senter dan melihat cangkul berdiri di pinggir sawah. Setelah didekati, korban ditemukan dalam posisi tertelungkup di sawah yang tergenang air," jelas Iptu Gito Prayitno.

Melihat kondisi suaminya, lanjut Iptu Gito Prayitno, saksi langsung berteriak histeris meminta pertolongan warga sekitar. Laporan tersebut kemudian diteruskan ke Polsek Bogorejo. 

"Petugas kepolisian bersama tim medis dari Puskesmas Bogorejo segera meluncur ke lokasi untuk melakukan olah TKP dan pemeriksaan luar jenazah," kata Iptu Gito Prayitno.

Masih kata Plh. Kapolsek Bogorejo, 
berdasarkan hasil pemeriksaan medis oleh tim Puskesmas Bogorejo, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan baik benda tumpul maupun tajam pada tubuh korban. Korban diperkirakan sudah meninggal dunia lebih dari enam jam sebelum ditemukan.

"Korban diketahui memiliki riwayat sakit vertigo. Diduga saat penyakitnya kambuh, korban terjatuh dengan posisi wajah terbenam di air sehingga mengakibatkan pecahnya pembuluh darah di otak karena kesulitan bernapas," imbuh Plh. Kapolsek Bogorejo.

Plh. Kapolsek Bogorejo menyampaikan bahwa pihak keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi.

"Setelah pemeriksaan usai, jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman," ucap Plh. Kapolsek Bogorejo. (Humas/Redaksi)

Share:

KDKMP Pulo Blora Hampir Rampung, Peran Aktif Babinsa Dorong Percepatan Pembangunan


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) —  Pembangunan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Pulo, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, saat ini memasuki tahap akhir. Progres pembangunan menunjukkan percepatan signifikan yang diharapkan segera memberikan dampak positif terhadap peningkatan perekonomian masyarakat setempat. Rabu 8 April 2026

Percepatan tersebut tidak terlepas dari peran aktif Babinsa Koramil 08/Kedungtuban Kodim 0721/Blora, Sertu Eko Fitrianto, yang secara konsisten melaksanakan monitoring dan pengawasan di lapangan. Selain menjalankan fungsi pengawasan, Babinsa juga terlibat langsung dalam pekerjaan fisik bersama para tukang dan warga.

Di lokasi pembangunan, Sertu Eko Fitrianto turut membantu berbagai pekerjaan, di antaranya pemasangan kusen aluminium pada bagian gerai dan klinik, serta pengecatan plafon bangunan. Keterlibatan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian dan tanggung jawab aparat kewilayahan dalam memastikan program pembangunan berjalan sesuai rencana dan tepat waktu.

“Kami terus memantau perkembangan pembangunan KDKMP agar berjalan sesuai rencana. Apabila diperlukan, kami juga turut membantu pekerjaan di lapangan guna mempercepat proses penyelesaian,” ujar Sertu Eko Fitrianto.

Lebih lanjut disampaikan, sinergi antara Babinsa, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi faktor kunci dalam mendorong percepatan pembangunan secara optimal.

Sementara itu, Danramil 08/Kedungtuban, Kapten Czi Sundiro, menegaskan bahwa keterlibatan Babinsa dalam mengawal percepatan pembangunan merupakan bagian dari komitmen TNI AD dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat tidak hanya sebagai aparat teritorial, tetapi juga sebagai motor penggerak pembangunan di wilayah binaan,” tegasnya. (Pendim/Redaksi)

Share:

Jembatan Garuda Jadi Harapan Baru, TNI dan Warga Bersinergi di Jati Blora


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) —  Personel Koramil 11/Jati Kodim 0721/Blora bersama masyarakat terus mempercepat pembangunan Jembatan Garuda yang berada di Desa Jati, Kecamatan Jati. Rabu 8 April 2026.

Proyek ini menjadi wujud nyata sinergi antara TNI dan rakyat dalam mendukung pembangunan infrastruktur di daerah.

Jembatan yang melintasi Sungai Dukuh Jati tersebut dibangun secara gotong royong. Kehadirannya diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus mempermudah mobilitas warga, khususnya di kawasan pedesaan.

Jembatan Garuda dirancang dengan konstruksi beton sepanjang 15 meter dan lebar 4 meter. Infrastruktur ini dinilai strategis karena menjadi jalur vital bagi aktivitas masyarakat sehari-hari.

Pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari program pemerintah pusat yang digagas Presiden Prabowo Subianto, melalui kolaborasi antara Kementerian Pertahanan RI dan TNI Angkatan Darat.

Selain meningkatkan aksesibilitas, jembatan tersebut juga ditujukan untuk memberikan jalur yang aman dan layak bagi masyarakat, terutama pelajar. Di sisi lain, keberadaannya diharapkan mampu memperlancar distribusi hasil pertanian serta mendorong pertumbuhan ekonomi warga setempat.

Danramil 11/Jati Kapten Inf Puryanto mengatakan, percepatan pembangunan terus dilakukan mengingat pentingnya fungsi jembatan tersebut bagi masyarakat.

“Pengerjaan kami lakukan secara maksimal bersama warga agar jembatan ini segera dapat digunakan, terutama untuk mendukung kegiatan ekonomi dan akses pendidikan,” ujarnya.

Sejak pagi hari, prajurit TNI dan masyarakat tampak bekerja bahu-membahu dalam proses pembangunan. Sejumlah tahapan teknis, seperti pembuatan pondasi cakar ayam sebagai struktur utama penopang jembatan, terus dikebut.

Melalui pembangunan ini, manfaatnya diharapkan dapat segera dirasakan oleh masyarakat luas, sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mendukung percepatan pembangunan di daerah. (Pendim/Redaksi)

Share:

‎Gastra Aktif Lagi: Jurus 'Sedekah Subuh' Bupati Blora Sejahterakan Anak Yatim


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Setelah vakum sementara selama bulan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri, Pemkab Blora kembali melaksanakan Program Gerakan Subuh Sejahtera (Gastra) di pendopo rumah dinas Bupati Blora, Minggu, 5 April 2026. Kegiatan Gastra ini diisi dengan salat subuh berjemaah, zikir, serta sedekah subuh yang secara konsisten digelar setiap selapan atau 35 hari sekali.
‎Program Gastra ini menjadi salah satu upaya nyata Pemerintah Kabupaten Blora dalam meningkatkan kepedulian sosial, khususnya untuk menyantuni anak-anak yatim piatu di seluruh wilayah Kabupaten Blora Jawa Tengah.
‎Pada kesempatan itu, Bupati Blora, Arief Rohman menegaskan komitmennya untuk menjaga kesejahteraan aparatur, termasuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
‎“Dibeberapa daerah ada pengurangan PPPK, namun di Blora kami pastikan tidak ada pengurangan. Kami akan tetap mengamankan PPPK,” tegas Bupati Blora.
‎Selain itu, Bupati juga menekankan pentingnya perhatian terhadap anak-anak yatim. Ia mengungkapkan telah meminta data dari Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) dan Dinas Sosial untuk memastikan bantuan dapat tersalurkan secara maksimal.
‎Menurutnya, selain melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Gerakan Subuh Sejahtera akan kembali diaktifkan sebagai wadah gotong royong dan kepedulian bersama.
‎“Saya ingin seluruh ASN, baik PNS maupun PPPK, ikut berpartisipasi. Mekanismenya akan kita bagi, dan saya akan pantau langsung. Ini sebagai bentuk rasa syukur kita sekaligus untuk membantu anak-anak yatim dan kegiatan sosial lainnya,” jelasnya.
‎Bupati juga mengajak seluruh ASN untuk berkontribusi secara rutin melalui sedekah harian.
‎“Kalau sehari Rp2.000 saya kira tidak berat. Kalau bisa terkumpul Rp10 juta per hari, maka dalam seminggu bisa mencapai Rp50 juta. Ini nanti kita kembalikan untuk santunan anak yatim maupun masyarakat yang belum tercover Baznas,” tambahnya.
‎Tak hanya itu, Pemkab Blora juga berencana menguatkan gerakan berbagi setiap hari Jumat, seperti pembagian nasi atau bentuk bantuan lainnya yang akan dikoordinasikan lebih lanjut.
‎Melalui program ini, Bupati berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, sekaligus menjadi kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan, baik di tingkat nasional maupun global.
‎“Kami berharap melalui kegiatan sedekah dan berbagi ini, kita bisa saling membantu dan menolong, sehingga Kabupaten Blora tetap aman, sejahtera, maju, dan berkah menuju baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” ungkapnya.
‎Bupati juga meminta dukungan seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar turut aktif membantu masyarakat yang membutuhkan.
‎Di akhir sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan ini, mulai dari Baznas, BUMD, Bagian Kesra, hingga seluruh panitia dan jamaah yang istiqomah mengikuti kegiatan Gastra setiap selapan.
‎Kegiatan yang terbuka bagi seluruh ASN Kabupaten Blora dan masyarakat umum ini ditutup dengan tausiyah dan doa bersama. (Humas/Redaksi)
Share:

Babinsa Koramil 12/Ngawen Pantau Progres Pembangunan Gedung Koperasi Merah Putih di Kelurahan Ngawen



𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Untuk mendukung program pemerintah dalam peningkatan ekonomi kerakyatan di wilayah binaan, Babinsa Koramil 12/Ngawen Kodim 0721/Blora, Koptu Isnadi melaksanakan pemantauan dan pengecekan progres pembangunan Gedung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kelurahan Ngawen, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora Jawa Tengah, Selasa 7 April 2026.

Hingga saat ini, pembangunan gedung telah memasuki tahap pemasangan teras kanopi dan berjalan dalam kondisi aman, tertib, serta kondusif.

Koptu Isnadi menyampaikan bahwa kehadiran Babinsa di lapangan tidak hanya sebatas melakukan pengawasan, namun juga memberikan motivasi kepada para pekerja agar proses pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu.

“Pendampingan ini merupakan bentuk nyata peran Babinsa dalam mengawal program pembangunan infrastruktur di tingkat kelurahan dan desa, sehingga dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pemantauan dilakukan secara berkala guna memastikan progres pembangunan berjalan lancar dan sesuai target.

“Gedung Koperasi Kelurahan Merah Putih ini sangat dinantikan oleh masyarakat sebagai sarana peningkatan ekonomi dan kesejahteraan anggota koperasi ke depan,” imbuhnya.

Sementara itu, Danramil 12/Ngawen, Kapten Cke Masrukin, secara terpisah menegaskan bahwa Babinsa akan selalu hadir di tengah masyarakat dalam membantu mengatasi berbagai kesulitan, termasuk dalam pendampingan pembangunan fasilitas umum.

“Pembangunan gedung koperasi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menyediakan fasilitas yang representatif bagi pelaku UMKM dan petani lokal, baik dalam memasarkan produk maupun mengelola keuangan secara mandiri,” jelasnya.

Dengan adanya Gedung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tersebut, diharapkan mampu mendorong peningkatan perputaran ekonomi masyarakat serta mewujudkan pengelolaan ekonomi yang lebih baik, transparan, dan berkelanjutan. (Pendim/Redaksi)
Share:

Hot News

Pangdam Mayjen TNI Achiruddin Pimpin Pengamanan Kunjungan Presiden Prabowo di Magelang

𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 ( SEPUTARBLORA.MY.ID ) —MAGELANG – Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han. memimpin tugas pengamana...

Piblic Service

Piblic Service
Instagram

Blog Archive

Social Media

Technology

Next More »

Labels

Community

Next More »