Babinsa Koramil 09/Randublatung Monitoring Pembangunan KDKMP di Kediren


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) —  Untuk memastikan kelancaran dan ketertiban pembangunan di wilayah binaan, Babinsa Koramil 09/Randublatung melaksanakan kegiatan monitoring wilayah sekaligus pemantauan pembangunan KDKMP di Desa Kediren, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, Senin 6 April 2026.

Kegiatan monitoring dilakukan secara langsung guna melihat perkembangan pembangunan KDKMP, khususnya pada tahap pemasangan atap bangunan. Hal ini merupakan bagian dari upaya pengawasan agar proses pembangunan berjalan sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan.

Selain itu, Babinsa Koramil 09/Randublatung juga memastikan penggunaan material sesuai standar serta mengantisipasi adanya kendala di lapangan yang berpotensi menghambat jalannya pekerjaan. Kehadiran Babinsa di lokasi pembangunan juga bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pekerja serta masyarakat sekitar.

Babinsa Koramil 09/Randublatung, Serka Priyanto menyampaikan bahwa Babinsa memiliki peran penting tidak hanya dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah, tetapi juga dalam mendukung percepatan pembangunan di desa binaan.

“Sebagai aparat kewilayahan, kami turut berperan aktif dalam mengawal setiap program pembangunan agar dapat berjalan lancar, selesai tepat waktu, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Situasi terpantau dalam keadaan aman, tertib, dan lancar. Kegiatan diakhiri dengan pendokumentasian sebagai bahan laporan kepada komando atas. (Pendim/Redaksi)


Share:

24 Jam Tanpa Henti Rahasia Warung Madura Akhirnya Terbongkar


Fenomena warung Madura yang buka 24 jam kembali menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat.

Julukan “warung yang hanya tutup saat kiamat” kerap disematkan sebagai bentuk kekaguman terhadap konsistensi jam operasionalnya yang nyaris tanpa henti.

Di berbagai daerah, terutama kawasan perkotaan dan pemukiman padat, warung Madura menjadi andalan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, bahkan hingga larut malam.

Keberadaan warung Madura dinilai memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas masyarakat.

Saat minimarket atau toko lain sudah tutup, warung ini tetap melayani pembeli yang membutuhkan barang-barang sederhana seperti rokok, kopi, mie instan, hingga kebutuhan mendesak lainnya.

Tak heran, warung Madura kerap menjadi penyelamat di saat genting.

Di balik jam operasionalnya yang hampir 24 jam, terdapat sistem kerja yang terorganisir.

Sebagian besar warung Madura dikelola oleh keluarga atau kerabat yang tinggal di lokasi yang sama.

Mereka menerapkan sistem jaga bergantian sehingga operasional bisa berjalan tanpa harus mengandalkan satu orang saja.

Pola inilah yang membuat warung tetap buka sepanjang hari.

Meski demikian, anggapan bahwa warung Madura tidak pernah tutup sepenuhnya tidaklah benar.

Dalam kondisi tertentu, seperti saat perayaan hari besar keagamaan, acara keluarga, atau keadaan darurat, warung tetap bisa tutup, meski hanya sementara. Namun karena jarangnya momen tersebut terjadi, kesan “tidak pernah tutup” sudah terlanjur melekat kuat di benak masyarakat.

Pengamat ekonomi informal menilai, keberhasilan warung Madura bertahan dengan konsep 24 jam merupakan bentuk adaptasi terhadap kebutuhan pasar.

Fleksibilitas waktu dan kedekatan dengan pelanggan menjadi keunggulan utama yang sulit disaingi oleh ritel modern.

Dengan konsistensi tersebut, warung Madura tidak hanya sekadar tempat berbelanja, tetapi juga telah menjadi bagian dari budaya keseharian masyarakat Indonesia.

Julukan “tutup saat kiamat” pun pada akhirnya lebih dimaknai sebagai simbol dedikasi dan ketekunan para pelaku usaha kecil dalam melayani kebutuhan warga tanpa mengenal waktu.

Source: melihatindonesia.id

Share:

Kodim 0721/Blora Wujudkan Harapan Warga Melalui Pembangunan Jembatan Gantung Garuda

𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) —  Harapan masyarakat untuk memiliki akses penghubung yang layak antara Desa Nglebur dengan Desa Janjang, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora Jawa Tengah, mulai terwujud seiring percepatan pembangunan Jembatan Gantung Garuda, Senin 6 April 2026.

Jembatan sepanjang 35 meter dengan lebar 1,5 meter tersebut dibangun sebagai sarana penghubung utama warga Desa Nglebur. Keberadaan jembatan ini memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai infrastruktur, tetapi juga sebagai akses vital bagi aktivitas masyarakat, mulai dari jalur pelajar menuju sekolah hingga distribusi hasil pertanian.

Dibawah koordinasi Kodim 0721/Blora, pembangunan dilaksanakan secara bertahap dan terukur. Sejumlah pekerjaan awal telah diselesaikan, meliputi pembersihan lokasi, perataan badan jalan, pemasangan bowplang, penggalian pondasi, hingga perakitan struktur awal. Saat ini, pengerjaan difokuskan pada tahap pengecoran serta perakitan lanjutan sebagai bagian dari penyempurnaan konstruksi utama.

Komandan Kodim 0721/Blora, Letkol Kav Yudhi Agus Setiyanto melalui Danramil 06/Jiken Kapten Inf Sumarno menyampaikan bahwa pembangunan jembatan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah melalui TNI AD dalam mendukung pemenuhan kebutuhan infrastruktur masyarakat pedesaan.

“Kami terus mengoptimalkan pelaksanaan pekerjaan di lapangan agar pembangunan berjalan lancar dan hasilnya dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, percepatan pembangunan tidak terlepas dari sinergi yang solid antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat. Semangat gotong royong yang terbangun menjadi cerminan kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mendorong kemajuan wilayah.

Danramil menambahkan, jembatan tersebut telah lama dinantikan masyarakat karena akan sangat membantu aktivitas sehari-hari, khususnya dalam pengangkutan hasil pertanian menuju pusat desa.

“Dengan adanya jembatan ini, diharapkan masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan dalam membawa hasil panen, sehingga akses menjadi lebih mudah, cepat, dan aman,” ungkapnya.

Keberadaan Jembatan Gantung Garuda diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antar wilayah sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat. (Pendim/Redaksi)
Share:

Perkuat Swasembada Pangan, Bulog, Kopassus dan Kementan RI Dukung Panen Raya Jagung di Blora



𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) —  Dalam agenda panen raya jagung kuartal 1 dan tanam jagung serentak kuartal 2 yang dipusatkan di Desa Kutukan, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora Jawa Tengah, Jumat 3 April 2026, menunjukkan posisinya Kabupaten Blora sebagai lumbung pangan nasional.

Panen raya jagung tersebut dihadiri  oleh Panglima Kopassus, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI, dan Direktur Utama Perum Bulog. Kehadiran para petinggi instansi tersebut menjadi sinyal kuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung kedaulatan pangan, khususnya di sektor komoditas jagung.

Pada kesempatan itu, Bupati Blora, Arief Rohman menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada TNI dan pemerintah pusat atas dukungan nyata terhadap sektor pertanian di wilayah Kabupaten Blora Jawa Tengah, sinergi ini adalah kunci agar potensi lahan yang luas di Blora bisa memberikan dampak kesejahteraan yang maksimal bagi petani.

"Kegiatan ini adalah wujud nyata keberhasilan kerja keras para petani dan kelompok tani. Jagung bukan sekadar komoditas strategis untuk ketahanan pangan, tapi tulang punggung ekonomi masyarakat Blora," ucap Bupati Blora.

Bupati Blora mengapresiasi kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Kutukan, yang dinilai berhasil menjaga ritme produksi di tengah tantangan cuaca dan pasar.

"Panen raya ini menandai dimulainya tanam jagung serentak untuk kuartal 2. Langkah ini diambil untuk memastikan produktivitas lahan tetap terjaga sepanjang tahun dan menjamin ketersediaan stok pangan nasional," kata Bupati Blora.

Bupati Blora optimistis, dengan keterlibatan aktif TNI melalui Kopassus dan pembinaan dari Kementan RI, Kabupaten Blora mampu menjadi penopang utama produksi jagung di tingkat nasional.

"Kami berharap kolaborasi ini terus ditingkatkan. Dengan dukungan teknologi dan pendampingan, kami yakin hasil pertanian akan semakin optimal, sejalan dengan program prioritas Bapak Presiden dalam memperkuat kedaulatan pangan," imbuh Bupati Blora. (Humas/Redaksi)


Share:

Lawang Ombo Pintu Lebar Pusat Perdagangan Abad ke-19


Dalam bahasa Jawa lawang ombo artinya 'Pintu Lebar' yang merujuk pada ukuran pintu-pintunya yang besar untuk memudahkan keluar masuknya barang dagangan.

Lawang Ombo adalah rumah kuno bergaya arsitektur Tionghoa-Jawa yang didirikan sekitar tahun 1860-an.

Rumah ini dibangun sekitar tahun 1825 oleh Liem King Siok, seorang pengusaha atau pejabat rendah Tionghoa pada masa itu. 

Lawang Ombo sendiri adalah bekas gudang penyimpanan dan pusat perdagangan candu ilegal yang sangat pesat pada abad ke-19.

Didalam rumah ini terdapat lubang rahasia dilantai yang terhubung langsung kedrainase menuju sungai. 

Lubang ini dahulu digunakan untuk menyelundupkan candu dari kapal-kapal yang merapat di sungai agar tidak ketahuan petugas.

Masyarakat lokal sering mengaitkan rumah ini dengan suasana angker, suara derap kaki kuda, atau penampakan sosok di sekitar area sumur tua. 
Namun, ini bersifat legenda urban, bukan fakta kriminal, termasuk gosip pembunuhan massal karena di fakta sejarah yang saya baca ternyata ini hanyalah mitos. (NenayLytha.fb)
Share:

Babinsa Koramil 11/Jati Monitoring Pembangunan KDKMP di Singget Blora



𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Personel Babinsa Koramil 11/Jati, Kopka Ahmad Rumman melaksanakan monitoring lanjutan terhadap pekerjaan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) di Desa Singget, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, Minggu, 05 April 2026.

Monitoring dilakukan untuk memastikan progres pembangunan berjalan sesuai rencana serta mengecek kualitas pekerjaan dan material yang digunakan. Babinsa hadir langsung di lokasi untuk melihat tahapan pembangunan yang sedang berlangsung dan berdialog dengan pekerja.

Kopka Ahmad Rumman menyampaikan bahwa pendampingan Babinsa merupakan wujud dukungan TNI dalam menyukseskan program pemerintah di bidang pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.

“Koperasi Desa Merah Putih ini nantinya diharapkan menjadi pusat kegiatan ekonomi warga, sehingga kami pastikan pembangunannya berjalan lancar dan tepat sasaran,” ujarnya.

Pembangunan KDKMP di Desa Singget mendapat perhatian serius karena koperasi ini akan menjadi wadah usaha bersama masyarakat untuk mengembangkan potensi lokal, mulai dari pertanian, perdagangan, hingga jasa. Keberadaannya diyakini dapat meningkatkan kesejahteraan warga dan memperkuat kemandirian ekonomi desa.

Selain memantau fisik bangunan, Babinsa juga berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk mengetahui kendala yang dihadapi di lapangan. Berdasarkan hasil pemantauan, progres pembangunan dilaporkan berjalan baik dan mendapat dukungan penuh dari masyarakat setempat.

Dengan pendampingan aktif dari Babinsa, diharapkan pembangunan KDKMP di Desa Singget dapat selesai sesuai target waktu dan segera difungsikan untuk kepentingan ekonomi masyarakat desa. (Pendim/Redaksi)
Share:

Blora Jadi Pilot Project Nasional: Akan Dibangun.Pabrik Bioetanol


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) —
Kabupaten Blora mencetak sejarah baru dalam peta ketahanan energi nasional. Tak hanya sukses menjadi lumbung jagung, Bumi Mustika kini diproyeksikan menjadi titik awal pengembangan industri bioetanol berbasis jagung di Indonesia.

Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan Panen Raya Jagung Kuartal 1 dan Tanam Jagung Serentak Kuartal 2 di Desa Kutukan, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora Jawa Tengah, Jumat 3 April 2026.

Pada kesempatan itu, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan RI, Dr. Yudi Sastro  mengungkapkan rencana besar pemerintah untuk membangun pabrik bioetanol di Blora. Langkah ini merupakan tindak lanjut atas status Blora sebagai daerah swasembada jagung.

"InshaAllah, pabrik bioetanol akan kita mulai dari Blora. Kita garap dari hulu hingga hilir dalam bentuk bioenergi. Tim kami akan turun langsung melakukan pendampingan. Potensi jagung di Blora sangat besar, dan ini saatnya kita kembangkan etanol jagung mulai dari sini," tegas Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan RI.

Senada dengan hal tersebut, Panglima Kopassus, Letjen TNI Jon Afriandi menekankan pentingnya kedaulatan energi yang lahir dari ketahanan pangan. Ia mengapresiasi langkah Bupati Blora dalam memfasilitasi integrasi tersebut.

"Luar biasa, jagung bukan cuma pangan tapi juga energi. Kita harapkan Blora menjadi pilot project. Sumber dayanya sangat cocok. Mari kita bergerak dari Blora untuk bangsa, meningkatkan ketahanan pangan sekaligus kedaulatan energi Indonesia," ujar Letjen Jon Afriandi.

Sementara itu, salah satu petani lokal dari Randublatung, Bambang Sunarto
menyambut baik rencana besar ini. Ia berharap program ini tidak hanya mengangkat nama Blora di level nasional melalui jagung, tetapi juga sektor pendukung lainnya.

"Harapan kami, Blora juga bisa menjadi daerah peternakan nomor satu. Dari Randublatung, kita angkat potensi Blora lainnya ke tingkat nasional," harap Bambang Sunarto.

Selain isu jagung, kehadiran Direktur Utama Perum Bulog, Letjen TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani membawa angin segar bagi para petani tebu di Blora. Ia menegaskan komitmen Bulog untuk mengawal distribusi hasil panen tebu petani dan melakukan pembenahan internal di PT Gendhis Multi Manis (GMM) Todanan.

"Saya imbau petani tebu tidak perlu bimbang dan ragu, Bulog akan bantu menyalurkan hasil panen. Kami juga sedang memproses usulan perbaikan GMM, termasuk reorganisasi direksi dengan melibatkan putra-putri terbaik Blora," ungkap Dirut Bulog.

Bupati Blora, Arief Rohman menegaskan bahwa sinergi antara Pemkab, TNI, Kementan, dan Bulog adalah kunci untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

"Kolaborasi ini adalah bukti bahwa Blora siap menjadi penopang utama pangan dan energi nasional," tandas Bupati Blora. (Humas/Redaksi) 


Share:

Sinergi TNI-Rakyat, Kebut Pembangunan Jembatan Garuda di Jati Blora

𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Personel Koramil 11/Jati, Kodim 0721/Blora, bersama masyarakat Desa Jati, Kecamatan Jati, terus mempercepat pembangunan Jembatan Garuda yang melintasi Sungai Dukuh Jati, Minggu (5/4/2026).

Kegiatan tersebut merupakan wujud sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur desa guna menunjang konektivitas dan mobilitas warga.

Sejak pagi hari, personel TNI bersama warga bahu-membahu melaksanakan pekerjaan pembangunan, mulai dari pembuatan pondasi di bantaran sungai, pengangkutan material secara manual, hingga proses pengecoran pondasi jembatan.

Jembatan beton dengan panjang 15 meter dan lebar 4 meter ini merupakan Jembatan Garuda pertama di Kecamatan Jati, Kabupaten Blora. Pembangunannya merupakan bagian dari program bantuan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang direalisasikan melalui Kementerian Pertahanan RI bersama TNI Angkatan Darat.

Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan konektivitas wilayah pedesaan, memperlancar mobilitas masyarakat, serta menyediakan akses yang aman, khususnya bagi para pelajar.

Babinsa Desa Jati, Koptu Pujiono, menyampaikan bahwa percepatan pembangunan sangat penting mengingat jembatan tersebut menjadi akses vital bagi warga, terutama dalam mendukung aktivitas pertanian dan perekonomian masyarakat.

Di lapangan, proses pembangunan tidak lepas dari berbagai kendala, diantaranya kondisi tanah yang labil sehingga kerap terjadi longsoran yang menutup lubang pondasi, serta keterbatasan sarana yang mengharuskan pengangkutan material dilakukan secara manual.

Sementara itu, Danramil 11/Jati, Kapten Inf Puryanto, mengapresiasi semangat gotong royong yang ditunjukkan oleh masyarakat bersama personel TNI dalam menyelesaikan pembangunan jembatan tersebut.

“Jembatan Garuda ini sangat dinantikan oleh masyarakat. Dengan keterlibatan TNI, proses pengerjaan dapat dipercepat. Diharapkan pembangunan segera selesai sehingga mampu memperlancar distribusi hasil pertanian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Jati dan sekitarnya,” ujarnya.

Pembangunan Jembatan Garuda ini menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mendukung pembangunan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Pendim/Redaksi)
Share:

Visualisasi Jalan Salib di Gereja Santo Pius X Blora, Mengenang Kesengsaraan Yesus Kristus



𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Umat Katolik di Kabupaten Blora, Jawa Tengah menggelar visualisasi Jalan Salib di lingkungan Gereja Santo Pius X Blora, pada Jumat 3 April 2026.

Cuaca pagi yang sejuk di lingkungan gereja Santo Pius X menjadi spirit religius dan membangkitkan keimanan umat Katolik sehingga visualisasi Jalan Salib berjalan khidmat, tertib dan lancar dalam rangka memperingati wafat Yesus Kristus.

Romo Kepala Paroki Santo Pius X Blora, Benediktus Prima Novianto Saputro menyampaikan apresiasi yang sangat luar biasa atas pelaksanaan visualisasi Jalan Salib yang diperankan oleh remaja Katolik (Rekat), Orang Muda Katolik (OMK) dan anggota komsos setempat serta para orang tua.

“Kami dari gereja Santo Pius X Blora, hari ini menampilkan visualisasi Jalan Salib, yaitu peristiwa penyaliban Tuhan Yesus. Kali ini divisualisasi di sekitar gereja dan di dalam gereja. Para pemain adalah anak-anak remaja Katolik, anak muda Katolik juga dibantu oleh anggota Komsos dan para orang tua,” jelas Romo Benediktus Prima Novianto Saputro, setelah acara visualissasi Jalan Salib.

Jadi, lanjut Romo Benediktus Prima Novianto Saputro, mereka bergabung bersama-sama, untuk menampilkan visualisasi Jalan Salib, yang terbaik.

“Dan hari ini juga dihadiri oleh umat Katolik, mereka melihat bahwa anak-anak dapat memerankan visualisasi Jalan Saib ini dengan baik. Kami sangat bersyukur, jerih payah anak-anak, latihan mereka tidak sia-sia, dan akhirnya bisa tampil pula dengan baik,” ungkap Romo Benediktus Prima Novianto Saputro.

Dalam visualisasi tersebut, menurut Romo Benediktus Prima Novianto Saputro, anak-anak diajak untuk menghayati peran, bagaimana Tuhan Yesus itu menderita. Ia menyelamatkan manusia dengan jalan penderitaan dan wafat di kayu salib.

"Melalui visualisasi tersebut, supaya umat lebih benar-benar menghayati kisah sengsara Yesus yang sudah menebus dosa umat manusia, supaya umat berani melayani seperti apa yang telah diteladankan oleh Yesus Kristus ini," pinta Romo Benediktus Prima Novianto Saputro. (Humas/Redaksi)
Share:

Hot News

Babinsa Koramil 09/Randublatung Monitoring Pembangunan KDKMP di Kediren

𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 ( SEPUTARBLORA.MY.ID ) —  Untuk memastikan kelancaran dan ketertiban pembangunan di wilayah binaan, Babinsa Koramil ...

Piblic Service

Piblic Service
Instagram

Blog Archive

Social Media

Technology

Next More »

Labels

Community

Next More »