Wabup Blora Minta GWS Fokus Kapasitas Pelaku Usaha Perempuan


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Kabupaten Blora menjadi tuan rumah Rapat Pleno Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Wanita Sejahtera (GWS)  se-Jawa Tengah di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, Senin 8 Juni 2026.

Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini  menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Blora sebagai tuan rumah penyelenggaraan rapat pleno DPW dan DPC tersebut.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Blora, saya menyampaikan sugeng rawuh, selamat datang di Kabupaten Blora kepada seluruh pengurus DPW dan DPC GWS se-Jawa Tengah. Sebuah kehormatan bagi Kabupaten Blora dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan agenda yang sangat strategis ini,” ujar Wakil Bupati Blora.

Dikemukakan, Gerakan Wanita Sejahtera selama ini telah menunjukkan kiprah nyata sebagai mitra pemerintah dalam mendorong kemandirian ekonomi perempuan.

“Gerakan Wanita Sejahtera (GWS) selama ini telah membuktikan peran nyatanya sebagai mitra tak terpisahkan dari pemerintah, khususnya dalam mendongkrak kemandirian ekonomi perempuan,” kata Wakil Bupati Blora.

Wakil Bupati Blora juga menilai GWS merupakan organisasi yang konsisten bergerak dibidang sosial, ekonomi, dan kemasyarakatan secara independen tanpa terlibat dalam politik praktis.

"Kiprah GWS mampu memberikan kontribusi nyata dalam menekan angka kekerasan terhadap perempuan melalui peningkatan kemandirian ekonomi, sekaligus memperjuangkan kesetaraan gender yang sejalan dengan program pembangunan daerah," jelas Wakil Bupati Blora.

Lebih lanjut, Wakil Bupati Blora menjelaskan bahwa peran perempuan dalam sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) saat ini semakin strategis. Karena itu, GWS terus berfokus pada peningkatan kapasitas pelaku usaha perempuan melalui penguatan literasi digital hingga kelembagaan koperasi wanita.

“Tidak hanya itu, selaras dengan arah kebijakan Kementerian Koperasi dan UKM serta Rakornas GWS, di mana lebih dari 60% UMKM di Indonesia kini digerakkan oleh kaum perempuan, GWS terus berfokus pada penguatan kapasitas pelaku usaha perempuan, literasi digital, hingga penguatan kelembagaan berbasis koperasi wanita agar mampu mencetak wirausaha yang tangguh dan naik kelas,” ungkap Wakil Bupati Blora.

Pada kesempatan itu, Ketua DPC GWS Kabupaten Blora, Trisiana Setyarini menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Blora serta berbagai pihak yang selama ini telah menjalin kolaborasi dengan GWS dalam berbagai program pemberdayaan perempuan.

"Disini saya merasakan bahwa GWS di Blora ini tidak terlepas didukung oleh Pemkab Blora, Bunda Ainia, dan juga Ibu Ketua GOW Kabupaten Blora, yang selalu support kami," ujar Ketua DPC GWS Blora.

Sementara itu, Penasehat GWS Kabupaten Blora, Ainia Shalichah  berharap rapat kerja GWS mampu menghasilkan program-program yang semakin memperkuat peran perempuan.

"Saya mengucapkan selamat Rakerwil GWS semoga benar-benar perempuan memang harus berdaya, dalam hal apapun dan dimanapun, dan tidak boleh tergerus oleh zaman, oleh karenanya mari kita terus tingkatkan kualitaskan diri wahai perempuan Indonesia, perempuan harus berdaya," tandas  Penasehat GWS Blora. (Humas/Redaksi)


Share:

Dua Jembatan Aramco di Wilayah Kodim 0721/Blora Rampung, Siap Tingkatkan Mobilitas dan Perekonomian Masyarakat


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) —   Pembangunan dua titik Jembatan Aramco di wilayah Kodim 0721/Blora yang berlokasi di Desa Sambongwangan, Kecamatan Randublatung, dan Desa Karanganyar, Kecamatan Todanan, telah rampung 100 persen. Infrastruktur yang dikerjakan oleh Satgas Kodim 0721/Blora bersama masyarakat tersebut kini siap diresmikan dan segera dimanfaatkan oleh warga, Selasa (9/6/2026).

Rampungnya pembangunan dua jembatan tersebut menjadi bukti nyata sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat langsung bagi warga. Kehadiran Jembatan Aramco diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat.

Dengan konstruksi yang kokoh, kuat, serta aman untuk dilintasi, kedua jembatan tersebut akan menjadi akses vital yang menunjang berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari kegiatan pendidikan, pertanian, hingga perekonomian.

Komandan Kodim 0721/Blora, Letkol Kav Yudhi Agus Setiyanto, S.Sos., menyampaikan bahwa keberadaan Jembatan Aramco akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat di kedua desa tersebut.

“Setelah diresmikan, jembatan ini dapat langsung dimanfaatkan untuk menunjang aktivitas warga sehari-hari. Baik untuk ke sekolah, menuju lahan pertanian, maupun berbagai kegiatan lainnya, sehingga menjadi lebih mudah, aman, dan efisien,” ujar Dandim.

Lebih lanjut, Dandim menegaskan bahwa akses transportasi yang semakin baik akan berdampak pada peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Dengan akses yang semakin lancar, distribusi hasil pertanian dan perkebunan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif. Hal ini tentunya akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sambongwangan, Wahyudi, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, atas bantuan pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih yang telah dinantikan masyarakat.

Menurutnya, kehadiran jembatan tersebut membawa perubahan besar bagi kehidupan warga. Sebelum jembatan dibangun, masyarakat, termasuk para pelajar, harus menyeberangi sungai untuk beraktivitas, terutama saat musim hujan yang kerap menghambat mobilitas.

“Alhamdulillah, masyarakat sangat bersyukur dan bahagia karena kini telah memiliki jembatan yang layak. Anak-anak sekolah dapat berangkat dengan lebih aman dan nyaman, sementara masyarakat juga lebih mudah menjalankan aktivitas sehari-hari,” ungkapnya.

Wahyudi menambahkan, jembatan tersebut diperkirakan akan dimanfaatkan oleh sekitar 1.500 warga dan memberikan manfaat besar bagi para petani. Sebelumnya, saat debit sungai meningkat akibat banjir, akses menuju lahan pertanian sering terputus. Dengan hadirnya jembatan baru, aktivitas pertanian dapat berjalan lebih lancar tanpa terkendala kondisi cuaca.

Sebagai bentuk rasa syukur atas selesainya pembangunan jembatan, masyarakat Desa Karanganyar menggelar tasyakuran bersama anggota Koramil 14/Todanan sebagai ungkapan syukur atas rampungnya pembangunan Jembatan Aramco yang akan segera dimanfaatkan oleh masyarakat. (Pendim/Redaksi)
Share:

Lalai Matikan Kompor, 3 Rumah Kayu di Kedungtuban Terbakar



𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Polsek Kedungtuban menangani kebakaran 3 rumah kayu jati di dukuh Wadung RT 005 RW 005 Desa Kedungtuban, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora Jawa Tengah, Senin, 8 Juni 2026 sekira pukul 02.00 WIB. Api diduga berawal dari kelalaian saat memasak nasi.

Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto melalui Kasihumas Polres Blora, AKP Midiyono menyampaikan bahwa kebakaran pertama kali diketahui saksi Aziz Nurwidyatama sekitar pukul 01.50 WIB., mendengar suara 'kretek-kretek' dari dapur samping rumah korban Satiran Bin Tarmo (60).

“Menurut keterangan istri korban Saudara Asmuah, beliau ketiduran saat memasak nasi pakai kompor gas di dapur. Api cepat membesar dan menyambar 2 rumah lain milik Saudara  Yuliana dan Saudara Sudirman,” kata   Kasihumas Polres Blora.

Rumah korban 1 Satiran, lanjut Kasihumas Polres Blora, habis terbakar, luas 7x12 m dan 4x12 m yang dipakai tempat tinggal, warung pecel, dan bengkel motor. Rumah korban ke-2 Yuliana ukuran 9x10 m juga habis terbakar dalam keadaan kosong.

"Rumah korban 3 Saudara Sudirman hanya terbakar bagian dinding dapur dan kamar. Kerugian ditaksir Rp275 juta," ujar Kasihumas Polres Blora.

Dikemukakan, petugas gabungan Polsek Kedungtuban, Kanit Reskrim, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Satpol PP, Damkar Cepu-Randublatung, BPBD, PS. Kapolsek Kedungtuban PS. Iptu Hadi Setyo P, dan Koramil Kedungtuban datang ke lokasi kejadian.

"Api berhasil dipadamkan pukul 04.00 WIB dengan 4 unit damkar. Tidak ada korban jiwa. Untuk sementara keluarga korban 1 mengungsi di rumah tetangga Saudara Ngatemi," ucap Kasihumas Polres Blora.

Kepolisian Resor Blora mengimbau warga agar lebih waspada saat beraktifitas di rumah, terutama pada waktu memasak.

“Jangan tinggalkan kompor menyala, apalagi saat mengantuk. Pastikan api sudah padam dan tabung LPG ditutup rapat sebelum tidur. Keselamatan keluarga nomor satu,” pesan Kasihumas Polres Blora. (Humas/Redaksi)


Share:

Pembangunan Jembatan Aramco di Todanan Rampung, Perkuat Akses dan Dorong Perekonomian Warga


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) —  Pembangunan Jembatan Aramco di dukuh Kemuning, Desa Karanganyar, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora telah selesai 100 persen pada Senin (8/6/2026). Keberadaan jembatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antar wilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi warga setempat.

Pembangunan Jembatan Aramco merupakan wujud sinergi TNI melalui Kodim 0721/Blora dalam mendukung program pembangunan infrastruktur di daerah. Kehadiran jembatan ini menjadi solusi untuk mempermudah akses transportasi masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan yang selama ini membutuhkan sarana penghubung yang lebih memadai.

PS. Danramil 14/Todanan, Letda Inf Taslan, mengatakan bahwa selesainya pembangunan jembatan tersebut diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Karanganyar dan wilayah sekitarnya.

“Dengan selesainya pembangunan jembatan ini, diharapkan akses masyarakat menjadi lebih mudah dan aman sehingga dapat menunjang kegiatan sehari-hari maupun aktivitas perekonomian warga,” ujarnya.

Menurutnya, seluruh tahapan pekerjaan telah diselesaikan sesuai rencana sehingga progres pembangunan mencapai 100 persen. Kondisi cuaca yang cerah selama pelaksanaan pekerjaan turut mendukung kelancaran proses pembangunan di lapangan.

Letda Inf Taslan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung pembangunan Jembatan Aramco. Berkat kerjasama yang baik antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu serta sesuai target yang telah ditetapkan.

Ia berharap keberadaan jembatan tersebut tidak hanya memperlancar arus transportasi warga, tetapi juga membuka peluang peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat, mempercepat distribusi hasil pertanian, serta mendorong kesejahteraan warga di Kecamatan Todanan.

“Kami berharap keberadaan jembatan ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan menjadi salah satu pendukung terwujudnya Kecamatan Todanan yang semakin maju dan sejahtera. TNI akan terus mendukung berbagai program pembangunan yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tandasnya. (Pendim/Redaksi)
Share:

Pemkab Blora Dukung Insersi Pendidikan Perkoperasian Pemprov Jateng di Sekolah


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Pemerinrah Kabupaten Blora mendukung dan mengimplementasikan Program Insersi Pendidikan Perkoperasian yang diluncurkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Program Insersi ini akan menjangkau sekitar 6,38 juta peserta didik mulai jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA hingga SLB di seluruh Jawa Tengah.

Komitmen tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Blora usai menghadiri peluncuran Program Insersi Pendidikan Perkoperasian di gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, pada Jumat, 5 Juni 2026.

Hadir Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, Menteri Koperasi RI, Ferry Juliantono, Menteri Agama RI,  Nasaruddin Umar, serta Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Toni Toharudin.

Saat itu, Wakil Bupati Blora hadir bersama Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Blora, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, dan Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kabupaten Blora.

Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini menyampaikan bahwa pendidikan perkoperasian memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang mandiri, berjiwa wirausaha, serta memahami prinsip-prinsip ekonomi kerakyatan.

“Pendidikan perkoperasian penting dikenalkan sejak dini agar generasi muda memahami nilai-nilai kebersamaan, tanggung jawab, dan kemandirian ekonomi. Ini menjadi bekal yang sangat penting untuk menghadapi tantangan ekonomi di masa depan,” ujar Wakil Bupati Blora.

Lebih lanjut, Wakil Bupati Blora mengatakan bahwa Pemkab Blora akan segera melakukan sosialisasi kepada sekolah-sekolah, khususnya jenjang SD dan SMP yang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Blora, implementasi program tersebut akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan satuan pendidikan.

“Untuk penerapannya secara bertahap, mungkin bisa dimulai dari SMP terlebih dahulu kemudian SD. Karena memang kewenangan kami berada di jenjang SD dan SMP, sedangkan SMA menjadi kewenangan pemerintah provinsi,” kata Wakil Bupati Blora.

Wakil Bupati Blora menegaskan bahwa  penerapan pendidikan perkoperasian tidak akan menambah mata pelajaran baru maupun membebani peserta didik,  materi perkoperasian akan diintegrasikan kedalam mata pelajaran yang sudah ada melalui metode insersi kurikulum.

“Jadi tidak ada tambahan mata pelajaran baru. Materi perkoperasian akan dimasukkan kedalam pelajaran yang relevan sehingga siswa dapat memahami konsep koperasi secara lebih kontekstual,” jelas Wakil Bupati Blora.

Wakil Bupati Blora berharap program tersebut mampu melahirkan generasi muda yang memiliki literasi ekonomi yang kuat, memahami pentingnya kerja sama, serta mampu mengembangkan koperasi sebagai salah satu pilar ekonomi kerakyatan dimasa depan.

Untuk diketahui, Program Insersi Pendidikan Perkoperasian merupakan inisiatif Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mengintegrasikan materi perkoperasian kedalam mata pelajaran yang relevan pada jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA hingga SLB mulai tahun ajaran 2026/2027.

Pada kesempatan itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengatakan bahwa program insersi pendidikan perkoperasian tersebut, merupakan langkah strategis untuk mengenalkan kembali koperasi kepada generasi muda sejak dini.

“Koperasi merupakan amanat Undang-Undang Dasar 1945, khususnya Pasal 33, sekaligus pilar ekonomi nasional yang perlu dipahami sejak usia sekolah,” kata Gubernur Jawa Tengah.

Menurut Gubernur Jawa Tengah, program insersi pendidikan perkoperasian ini juga selaras dengan berbagai kebijakan pemerintah.

"Termasuk penguatan Koperasi Merah Putih yang saat ini tengah dikembangkan diberbagai daerah," tandas Gubernur Jawa Tengah.

Sementara itu, Menteri Koperasi RI,  Ferry Juliantono menegaskan bahwa koperasi tidak boleh hanya dipandang sebagai lembaga simpan pinjam semata.

“Koperasi adalah badan usaha yang mencerminkan nilai gotong royong, kekeluargaan, dan kebersamaan yang menjadi karakter bangsa Indonesia. Nilai-nilai itu perlu ditanamkan sejak dini melalui dunia pendidikan,” tandas  Menteri Koperasi. (Humas/Redaksi)


Share:

Jembatan Aramco Rampung, Akses Antar Desa di Randublatung Kini Semakin Lancar


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) —  Mobilitas masyarakat Desa Sambongwangan, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, kini semakin mudah dan lancar. Jembatan Aramco yang menjadi akses penghubung vital antarwilayah telah selesai dibangun dan siap dimanfaatkan secara penuh oleh masyarakat mulai Minggu (7/6/2026).

Jembatan sepanjang 28 meter tersebut merupakan hasil sinergi antara Kodim 0721/Blora, Pemerintah Daerah dan masyarakat setempat dalam upaya meningkatkan konektivitas serta mendukung percepatan pembangunan infrastruktur pedesaan.

Pembangunan jembatan dilaksanakan secara gotong royong oleh personel Kodim 0721/Blora bersama warga. Berbekal semangat kebersamaan, proses pengerjaan dilakukan menggunakan peralatan sederhana, seperti cangkul, sekop, angkong, mesin molen, dan linggis hingga akhirnya dapat diselesaikan sesuai rencana.

Keberadaan Jembatan Aramco diharapkan mampu memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung kelancaran aktivitas sosial dan perekonomian warga. Selama ini, keterbatasan akses infrastruktur menjadi salah satu kendala dalam mobilitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian.

Dengan rampungnya pembangunan jembatan tersebut, warga kini memiliki akses yang lebih aman, cepat, dan efisien untuk melakukan berbagai aktivitas, termasuk mengangkut hasil panen menuju pusat pemasaran serta menjangkau wilayah lain di sekitarnya.

Danramil 09/Randublatung Kapten Kav Teguh Linarto mengatakan, pembangunan Jembatan Aramco merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat di wilayah binaan.

"Jembatan ini dibangun melalui semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat. Kami berharap keberadaannya dapat memberikan manfaat yang besar bagi warga, memperlancar akses transportasi, serta mendukung peningkatan perekonomian masyarakat Desa Sambongwangan dan sekitarnya," ujar Kapten Kav Teguh Linarto.

Ia menambahkan, keberhasilan pembangunan jembatan tersebut tidak terlepas dari partisipasi aktif masyarakat yang turut bergotong royong selama proses pengerjaan berlangsung.

Dengan selesainya pembangunan Jembatan Aramco, diharapkan konektivitas antar wilayah di Kecamatan Randublatung semakin baik, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (Pendim/Redaksi)
Share:

Blora Penuhi Target Nasional LSD dan LP2B Lancarkan Investasi dan Kampus Baru


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Kabupaten Blora memenuhi target nasional penetapan Lahan Sawah Dilindungi (LSD) dan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), sehingga bisa  memberikan kepastian bagi sejumlah program strategis daerah, mulai dari pendirian Kampus Program Studi diluar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) hingga pengembangan investasi.

Hal tersebut disampaikan Bupati Blora  usai mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Kementrian ATR/BPN di hotel Gumaya, Kota Semarang, Kamis 4 Juni 2026.

Bupati Blora, Arief Rohman  mengatakan bahwa capaian Blora yang masuk dalam kelompok 13 kabupaten/kota di Jawa Tengah dengan persentase LP2B di atas 87 persen menjadi kabar baik bagi sejumlah agenda pembangunan daerah.

“Dengan masuknya Blora dalam 13 kabupaten/kota yang sudah memenuhi target LSD, kita berada pada angka sekitar 88 persen sehingga masuk kategori aman dan tidak terkena pembatasan,” kata Bupati Blora.

Menurut Bupati Blora, kepastian tersebut turut mendukung penyelesaian berbagai persyaratan perizinan strategis, termasuk pendirian PSDKU UNY di Kabupaten Blora.

“Izin pendirian PSDKU UNY di Blora akhirnya tuntas. Status Blora masuk dalam 13 kabupaten/kota yang sudah di atas 87 persen. Kita LP2B-nya sekitar 88 persen. Ini menjadi syarat penting untuk perizinan LSD, Sekolah Rakyat, maupun pendirian kampus UNY,” ucap Bupati Blora.

Bupati Blora menegaskan bahwa lahan yang telah ditetapkan sebagai LP2B tidak boleh dialihfungsikan karena menjadi bagian dari komitmen menjaga ketahanan pangan nasional.

Bupati Blora telah menerima dua SK terkait penggunaan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat tercatat dengan nomor 689/SK-PP.04.03/V/2026, dan SK penggunaan lahan untuk pembangunan Kampus PSDKU UNY bernomor 688/SK-PP.04.03/V/2026.

“Kami juga sudah menerima SK Menteri ATR/BPN tentang Rekomendasi Perubahan Penggunaan Tanah pada Lahan Sawah Dilindungi sudah keluar. Diserahkan oleh Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang, Pak Lampri,” ujar Bupati Blora.

Selain mendukung sektor pendidikan, penetapan LP2B juga dinilai memberikan kepastian bagi investasi dan menjadi dasar dalam peninjauan kembali Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Blora.

“Dengan kepastian ini, kran investasi semakin terbuka lebar. Penetapan LP2B juga menjadi dasar untuk peninjauan kembali Perda RTRW yang masa berlakunya berakhir pada 2021,” jelas  Bupati Blora.

Pada kesempatan itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menjelaskan bahwa Kabupaten Blora berdasarkan data pengendalian Lahan Baku Sawah tahun 2026,  telah mengusulkan penetapan sekitar 61.006 hektare lahan sebagai LP2B atau mencapai 88,23 persen dari total Lahan Baku Sawah seluas 69.145 hektare.

"Angka tersebut melampaui target nasional minimal 87 persen," kata Gubernur Jawa Tengah.

Disampaikan, bagi Blora, capaian LP2B sebesar 88,23 persen dan dua SK Mentri ATR/BPN tidak hanya menunjukkan komitmen menjaga ketahanan pangan, tetapi juga membuka ruang percepatan pembangunan sektor pendidikan, investasi, dan penataan ruang wilayah secara lebih terarah.

"Dengan kepastian status lahan tersebut, sejumlah proyek strategis daerah kini memiliki landasan hukum yang lebih kuat untuk direalisasikan," tandas Gubernur Jawa Tengah.

Sementara itu, Wakil Menteri ATR/BPN,  Ossy Dermawan mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang melibatkan seluruh kepala daerah dalam percepatan penetapan luas baku sawah.

Secara regional, kata Ossy Dermawan, luas Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B) yang telah masuk dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Jawa Tengah mencapai sekitar 825 ribu hektare. Adapun luas baku sawah yang telah terdata mencapai sekitar 970 ribu hektare atau setara 85,11 persen dari target nasional.

“Jawa Tengah termasuk daerah yang progresif. Tinggal sedikit lagi yang harus dikejar agar mencapai target nasional,” ujar Wakil Menteri ATR/BPN. (Humas/Redaksi)


Share:

TNI dan Warga Percepat Penyelesaian Jembatan Aramco di Randublatung


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) —  Semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat terus ditunjukkan dalam penyelesaian pembangunan Jembatan Aramco di Desa Sambongwangan, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora. Memasuki tahap akhir pengerjaan, personel Koramil 09/Randublatung bersama warga setempat bahu-membahu mempercepat proses finishing agar jembatan yang telah lama dinantikan masyarakat itu segera dapat digunakan.

Danramil 09/Randublatung, Kapten Kav Teguh Linarto, mengatakan seluruh personel tetap mempertahankan semangat kerja tinggi meskipun proyek pembangunan telah memasuki tahap penyelesaian. Menurutnya, kualitas hasil pembangunan menjadi prioritas utama agar manfaat jembatan dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

“Walaupun pekerjaan sudah memasuki tahap finishing, seluruh personel tetap bekerja dengan penuh semangat. Kami ingin memastikan jembatan ini selesai tepat waktu dan dapat segera dimanfaatkan oleh warga,” ujarnya, Sabtu (6/6/2026).

Ia menjelaskan, percepatan penyelesaian pembangunan dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab kepada masyarakat yang telah menaruh harapan besar terhadap keberadaan jembatan tersebut. Kehadiran jembatan ini diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga sekaligus meningkatkan konektivitas antarwilayah.

Selain mempermudah akses transportasi, jembatan tersebut juga diyakini dapat mendukung berbagai aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Dengan akses yang lebih baik, distribusi hasil pertanian, kegiatan perdagangan, hingga pelayanan masyarakat diharapkan dapat berjalan lebih efektif.

Kapten Kav Teguh Linarto menambahkan, keterlibatan aktif warga dalam proses pembangunan menjadi bukti bahwa nilai-nilai gotong royong masih terjaga dan berkembang di tengah masyarakat. Sinergi antara TNI dan warga selama pengerjaan berlangsung mencerminkan kemanunggalan yang tidak hanya hadir dalam aspek pertahanan dan keamanan, tetapi juga dalam upaya pembangunan fasilitas publik yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Pembangunan ini menjadi bukti bahwa ketika TNI dan masyarakat bersatu, berbagai tantangan dapat diselesaikan dengan baik. Semangat kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan pembangunan yang bermanfaat bagi warga,” tambahnya.

Penyelesaian Jembatan Aramco diharapkan menjadi salah satu infrastruktur pendukung yang mampu meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat Desa Sambongwangan dan sekitarnya, sekaligus memperkuat konektivitas wilayah di Kecamatan Randublatung. (Pendim/Redaksi)


Share:

Wabup Minta Pelayanan di MPP Blora Lebih Mudah, Cepat, Nyaman, dan Akuntabel


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Blora merayakan hari jadi ke-5, dengan cara yang unik dan merakyat, dibawah naungan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Blora.

Perayaan ulang tahun kali ini dimeriahkan dengan acara 'Ngopi Sinergi' serta gelaran Bazar UMKM di halaman gedung MPP Blora, Rabu 3 Juni 2026, dihadiri oleh Wakil Bupati Blora, kepala OPD terkait, instansi vertikal.

Wakil Bupati Blora, Sri Setiyorini  mengatakan hari ini, MPP Kabupaten Blora genap berusia 5 tahun. Lima tahun adalah waktu yang cukup untuk bertumbuh dari tempat pelayanan bersama (co-location) menjadi pusat integrasi layanan publik yang sesungguhnya. 

"Saya ingin mengingatkan kita semua MPP ini bukan proyek fisik, melainkan komitmen moral. Keberhasilan MPP tidak diukur dari megahnya gedung, melainkan dari seberapa cepat masyarakat pulang membawa solusi," ucap Wakil Bupati Blora.

Pada kesempatan itu, Wakil Bupati Blora memberikan apresiasi atas dedikasi MPP Blora yang selama lima tahun ini telah konsisten memberikan kemudahan pelayanan bagi masyarakat Blora, acara yang bertajuk 'Ngopi Sinergi' tentunya menjadi kebersamaan untuk terus memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Saya minta, jadikan momentum ini untuk meruntuhkan ego sektoral.  Layanan publik yang modern tidak bisa lagi berjalan sendiri-sendiri. Masyarakat tidak mau tahu Anda dari dinas apa,  yang mereka tahu, Anda adalah representasi dari Negara dan Pemerintah Kabupaten Blora, Kami juga berpesan agar pelayanan ini bisa luwes, demi peningkatan kualitas pelayanan ke depan," kata Wakil Bupati Blora.

Dikemukakan, sinergi langsung diwujudkan secara konkret melalui Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemerintah Kabupaten Blora dan BPJS Kesehatan. Dengan masuknya layanan administrasi kepesertaan, informasi, hingga penanganan pengaduan JKN ke dalam MPP, kita sedang memotong birokrasi.

"Saya minta kepada pihak kesatu (DPMPTSP) dan pihak kedua (BPJS Kesehatan) untuk langsung tancap gas dengan Patuhi SOP bersama!," pinta  Wakil Bupati Blora.

Wakil Bupati Blora juga berpesan jangan biarkan masyarakat mengantre tanpa kepastian. Optimalkan sarana prasarana. fasilitas IT, internet, hingga aksesibilitas untuk rekan-rekan difabel harus dipastikan prima setiap hari. 

"Mari jadikan HUT ke-5 ini sebagai momentum evaluasi. Tolong cek kembali counter pelayanan instansi Anda di MPP. Apakah SDM yang Anda tempatkan sudah tersenyum hari ini? Apakah mereka sudah solutif?  Mari kita bawa MPP Kabupaten Blora naik kelas: lebih mudah, lebih cepat, lebih nyaman, dan akuntabel," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Blora,  Bondan Arsiyanti sekaligus Penanggungjawab MPP menjelaskan bahwa ulang tahun ke-5 yang jatuh pada hari ini 3 Juni 2026 sebagai bentuk Syukur doa bersama.

"Acara ini kita lakukan secara sederhana yang dirangkai penandatanganan kerjasama DPMPTSP dengan BPJS kesehatan dan penandatanganan kerjasama pinjam pakai gedung antara imigrasi kelas 1 Non TPI Blora dengan DPMPTSP dan ada bazar dari Mitra,  sehingga masyarakat bisa merasakan kehadiran kami selama melayani," ujar  Kepala DPMPTSP Blora.

Penanggungjawab MPP Blora berharap diusia 5 tahun, semakin semangat memberikan pelayanan kepada masyarakat dan semakin meningkat sinergi dengan seluruh pihak.

"Hari ini kami juga memperkenalkan inovasi konsep ngopi sinergi (ngobrol produktif untuk sinergi kolaborasi dan integrasi) antara perangkat daerah dan instansi vertikal dengan pelayanan publik di MPP. Tentunya inovasi ini salah satu langkah untuk terus meningkatkan layanan kepada masyarakat," tandas  Kepala DPMPTSP Blora. (Humas/Redaksi)


Share:

Hot News

Wabup Blora Minta GWS Fokus Kapasitas Pelaku Usaha Perempuan

𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 ( SEPUTARBLORA.MY.ID ) — Kabupaten Blora menjadi tuan rumah Rapat Pleno Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpi...

Piblic Service

Piblic Service
Instagram

Blog Archive

Social Media

Technology

Next More »

Labels

Community

Next More »