Rakornis TMMD Sengkuyung Tahap I TA 2026, Kodim 0721/Blora Siapkan Sinergi Pembangunan di Wilayah


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Kodim 0721/Blora menyelenggarakan Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Tahun Anggaran 2026 di Aula Makodim 0721/Blora, Jalan Pemuda No. 44, Kelurahan Mlangsen, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, Kamis (5/2/2026). Kegiatan ini merupakan tahap awal kesiapan pelaksanaan program TMMD yang direncanakan berlangsung di Desa Sumber, Kecamatan Kradenan.

Rakornis mengusung tema 'TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa' sebagai wujud komitmen TNI AD bersama Pemerintah Daerah dalam mempercepat pembangunan wilayah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Kegiatan dipimpin oleh Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0721/Blora Mayor Inf Bani. Bupati Blora diwakili oleh Kepala Dinas PMD Kabupaten Blora Yayuk Windrati. Hadir dalam kegiatan tersebut para pimpinan OPD Kabupaten Blora, Forkopimcam Kradenan, Perwira Kodim 0721/Blora, Dansubdenpom Blora, Persit KCK Cabang XLII Dim 0721/Blora, serta unsur terkait lainnya.

Dalam amanatnya, Kasdim 0721/Blora, Mayor Inf Bani menegaskan bahwa TMMD merupakan program terpadu lintas sektoral yang melibatkan TNI, Pemerintah Daerah, dan masyarakat dalam rangka pemerataan pembangunan serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“TMMD tidak hanya menyasar pembangunan fisik, tetapi juga nonfisik melalui berbagai penyuluhan dan pembinaan kepada masyarakat. Diperlukan koordinasi dan sinergi seluruh instansi agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan tertib, lancar, dan tepat sasaran,” tegas Kasdim 0721/Blora.

Untuk diketahui, program TMMD Sengkuyung Tahap I TA 2026 direncanakan dibuka pada Selasa, 10 Februari 2026, Rakornis dilaksanakan untuk menyamakan persepsi, memantapkan perencanaan, serta membagi peran dan tanggung jawab masing-masing unsur yang terlibat dalam pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap I TA 2026.

Adapun sasaran fisik meliputi pembangunan jalan rabat beton sepanjang 280 meter dengan lebar 3 meter dan tebal 0,2 meter, serta rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak dua unit. Selain itu, sasaran nonfisik akan diisi dengan kegiatan penyuluhan dari instansi terkait guna meningkatkan pengetahuan dan kapasitas masyarakat.

Melalui Rakornis ini diharapkan seluruh unsur pendukung memiliki kesiapan optimal sehingga pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap I TA 2026 dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung percepatan pembangunan di wilayah Kabupaten Blora. (Humas/Redaksi)

Share:

Ketua DPRD Hadiri HPN 2026 Jalin Hubungan Harmonis Pemerintah Daerah dan Wartawan di Blora


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Blora, Jawa Tengah menggelar sarasehan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dengan mengangkat tema 'Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat' dan subtema 'Kontribusi Jurnalis dalam Menangkal Disinformasi Program Presiden', di pendopo rumah dinas Bupati Blora, Rabu 4 Pebruari 2026.

Pada kesempatan itu, Sekda Blora, Komang Gede Irawadi mengatakan Pemkab Blora terus memperkuat transformasi layanan informasi publik dengan membangun sistem terintegrasi dibawah koordinasi Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Blora.

Menurut Sekda Blora, pemerintah daerah tidak hanya bekerja dibalik meja, melainkan bergerak dalam ekosistem digital untuk merespons isu dan keluhan masyarakat secara cepat.

“Seluruh admin media sosial, pengelola website, dan PPID di tiap OPD kini berada dalam satu komando di Dinas Kominfo. Tidak ada lagi OPD yang berjalan sendiri-sendiri dalam merespons isu,” ucap Sekda Blora.

Sekda Blora mengajak media menjaga ruang digital tetap sehat dan kondusif serta menjadi jangkar kebenaran dalam menangkal hoaks.

“Pers harus menjadi jangkar kebenaran. Mari membangun Blora dengan narasi positif, dan jadilah kontrol sosial yang konstruktif,” harap Sekda Blora.

Sementara itu, Ketua PWI Blora, Heri Purnomo mengatakan bahwa sarasehan HPN 2026 tersebut menjadi ruang diskusi untuk memperkuat profesionalitas insan pers, sekaligus memperteguh peran pers sebagai penyampai informasi yang akurat dan bertanggung jawab di tengah derasnya arus informasi.

“Bangsa kuat artinya jika pers sehat. Pers yang profesional, beretika, independen, dan bertanggung jawab akan memajukan ekonomi dan membuat bangsa menjadi kuat,” kata Ketua PWI Blora.

Ketua PWI Blora berharap kegiatan itu dapat menjadi momentum untuk membahas berbagai persoalan pers di daerah, sekaligus mencari solusi bersama agar jurnalis semakin berdaya dalam menjalankan fungsi kontrol sosial.

“Harapan kami nanti kita berdiskusi tentang permasalahan-permasalahan pers yang ada di Blora dan mendapat pencerahan,” ujar Heri Purnomo.

Saat hadir dalam sarasehan HPN 2026, 
Ketua DPRD Blora, Mustofa mengatakan hubungan kerja sama antara DPRD, pemerintah daerah, dan wartawan di Blora selama ini terjalin harmonis, termasuk dalam mendukung fungsi pers sebagai kontrol sosial.

Mustofa menyebut anggaran kerja sama dengan wartawan tidak terkena pemangkasan meskipun pemerintah melakukan efisiensi anggaran.

“Walaupun di tengah efisiensi anggaran, tidak ada satu pun yang dipotong. Bahkan nanti kita tambah,” kata Mustofa.

Mustofa menilai pemberitaan media dapat mendorong percepatan penyelesaian persoalan publik, termasuk infrastruktur jalan dan evaluasi program pemerintah.

“Ketika ada jalan jelek diviralkan, biar dianggarkan. Begitu viral secara nasional, langsung dianggarkan pemerintah pusat,” tandas Ketua DPRD Blora. (Humas/Redaksi)

Share:

Babinsa Koramil 11/Jati Bantu Warga Dirikan Rumah, Perkuat Gotong Royong di Desa


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SUARABARU.ID) — Babinsa wilayah Desa Pengkoljagong, Koramil 11/Jati membantu warga mendirikan rumah milik Prapto di Dusun Rejosari, RT. 019 RW. 002 Desa Pengkoljagong, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora Jawa Tengah, Rabu 4 Februari 2026.

Kehadiran Babinsa mendapat respons positif dari warga sekitar. Mereka menilai bantuan tenaga yang diberikan turut mempercepat proses pengerjaan rumah dan menambah semangat kerja bersama.

Kegiatan gotong royong tersebut diharapkan dapat terus terjaga sebagai bagian dari nilai kebersamaan antara aparat dan masyarakat," ujar Prapto.

Pada kesempatan itu, Babinsa Pengkoljagong, Serma Pujianto mengatakan bahwa kegiatan gotong royong tersebut merupakan bagian dari peran pembinaan teritorial yang dilakukan aparat kewilayahan untuk mempererat hubungan petugas dengan masyarakat. 

"Petugas turun langsung ke lokasi untuk membantu proses pembangunan bersama warga setempat," ujar Serma Pujianto.

Menurut Serma Pujianto, keterlibatan Babinsa dalam kegiatan sosial kemasyarakatan menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap budaya gotong royong sekaligus upaya memperkuat kebersamaan di wilayah binaan.

“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin terus membangun kedekatan dengan warga serta mendorong semangat kebersamaan dan saling membantu,” kata Serma Pujianto. (Pendim/Redaksi)
Share:

DPRD Soroti Turunnya APBD Blora 2026, Dorong Penguatan PAD


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blora menyoroti penurunan pendapatan transfer ke daerah pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026 yang turun signifikan dibandingkan Perubahan APBD tahun 2025.

Ketua DPRD Blora, Mustopa mengatakan bahwa penurunan tersebut harus segera diantisipasi dengan penguatan kebijakan fiskal daerah, mulai dari penataan belanja, optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), hingga memastikan program pelayanan dasar masyarakat tetap berjalan.

“Penurunan transfer ini harus menjadi perhatian serius. Pemerintah daerah perlu menyusun skala prioritas yang lebih ketat agar program penting tidak terdampak,” ujar Mustopa kepada awak media di Blora, Jumat (30/1/2026).

Ia menyebutkan, total pendapatan transfer ke daerah pada APBD 2026 tercatat sebesar Rp1,58 triliun atau turun Rp362,29 miliar dibandingkan Perubahan APBD 2025 yang mencapai Rp1,94 triliun. 

"Kondisi ini dinilai berpotensi menekan ruang fiskal daerah dan berdampak pada pembiayaan pembangunan serta pelayanan publik," jelas Mustopa.

Menurut politisi PKB tersebut, untuk menutup potensi kekurangan akibat berkurangnya dana transfer, Pemkab Blora perlu mempercepat penguatan PAD melalui peningkatan kinerja pajak dan retribusi daerah, penataan aset, serta pengawasan potensi kebocoran penerimaan.

"DPRD juga menyoroti penurunan sejumlah komponen transfer, terutama Dana Desa dan Dana Bagi Hasil (DBH). Alokasi Dana Desa (ADD) 2026 turun Rp38,82 miliar, dari Rp256,66 miliar pada 2025 menjadi Rp217,85 miliar," tandas Mustopa.

Sementara DBH mengalami penurunan pada beberapa sektor, di antaranya DBH Pajak Bumi dan Bangunan turun Rp58,43 miliar, DBH PPh Pasal 21 turun Rp9,50 miliar, DBH Cukai Hasil Tembakau turun Rp8,53 miliar, serta DBH Minyak Bumi turun Rp66,62 miliar. Di sisi lain, DBH kehutanan dari provisi sumber daya hutan naik Rp385,27 juta.

"DBH Pajak Bumi dan Bangunan turun Rp58,43 miliar, DBH PPh Pasal 21 turun Rp9,50 miliar, DBH Cukai Hasil Tembakau turun Rp8,53 miliar, serta DBH Minyak Bumi turun Rp66,62 miliar. Di sisi lain, DBH kehutanan dari provisi sumber daya hutan naik Rp385,27 juta," kata Mustopa.

Mustopa menegaskan, penurunan DBH menuntut penyesuaian belanja tanpa mengorbankan belanja prioritas. Selain itu, DPRD meminta Pemkab Blora melakukan mitigasi dan advokasi ke pemerintah pusat dan provinsi agar pengurangan alokasi, termasuk pada Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik, tidak mengganggu layanan dasar masyarakat.

"DPRD memastikan akan mengawal pembahasan APBD 2026 agar tetap berpihak pada kepentingan masyarakat meski kondisi fiskal daerah tengah mengalami tekanan," tegas Ketua DPRD Blora. (Humas/Redaksi)

Share:

Renovasi Masjid Anda Mubadir dan Kurang Manfaat

Jangan renovasi, jangan perbesar bangunan masjid
kalau sholat Subuh berjamaah di masjidmu
belum pernah penuh.

Kalau sholat lima waktu
masih banyak shaf kosong,
berarti jangan direnovasi dulu.
Ini bukan anti bangunan.
Bukan menyepelekan fisik masjid.
Bukan pula meremehkan keindahan.
Ini soal parameter.

Parameter masjid waktunya direnovasi
bukan diukur dari ramainya sholat Jumat
atau membludaknya jamaah sholat Ied.
Karena Jumat dan Ied itu momentum.
Musiman.
Datang dan pergi.

Yang mencerminkan hidup-matinya masjid
adalah sholat lima waktunya.
Terutama Subuh.

Subuh adalah sholat dengan pahala terbesar. Paling berat. 
Hanya iman dan kejujuran.
Kalau Subuh masih sepi,
itu bukan tanda masjid kekurangan bangunan,
tapi kekurangan kehadiran manusia.
Kekurangan sentuhan.
Kekurangan rasa aman.
Kekurangan fungsi sosial.

Bangunan yang makin megah
ndak otomatis membuat masjid makin hidup.
Kubah bisa diperbesar.
Marmer bisa diganti.
Lampu bisa dibuat lebih mewah.
Tapi kalau shaf lima waktu masih renggang,
yang dibesarkan hanya temboknya,
bukan jiwanya.

Masjid itu hidup bukan karena dindingnya,
tapi karena manusia di dalamnya.
Shaf yang terisi rapat
lebih mendesak daripada plafon baru.
Adzan yang didengar dan didatangi
lebih penting daripada cat yang masih mengkilap.

Di Masjid Pemuda Indonesia,
ini adalah prinsip kami.
Kami menahan diri dari renovasi besar
selama sholat lima waktu—terutama Subuh—
belum benar-benar hidup.

Kami memilih menghidupkan masjid
sebelum membesarkan bangunannya.
Menghadirkan rasa aman.
Menyediakan makan dan minum.
Membuka pintu 24 jam.
Menerima manusia apa adanya.
Karena ketika manusia merasa masjid adalah tempat terbaik yang mau menerima mereka,
mereka akan datang tanpa dipaksa.

Dan ketika shaf sudah penuh,
renovasi bangunan
bukan lagi ambisi,
tapi kebutuhan yang datang dengan sendirinya.

Ya Alloh,
jangan jadikan kami sibuk memperindah rumah-Mu,
namun lalai menghidupkan jamaah-Mu.
Aamiin.

(Foto dalam gambar ini adalah momen satu di antara sekian subuh hari di Masjid Pmuda Ind) 

#cakibramasjid
#masjidpemudaindonesia
#masjid
Share:

Berhenti Menganggap Sepeda Onthel Cuma Alat Olahraga


CIANJUR SATU - Cuma membakar kalori? Itu terlalu dangkal. Cuma memamerkan jersey mahal? Itu terlalu sepele.

Orang sering bertanya. "Om, ngapain capek-capek nulis buku soal sepeda?" "Kan tinggal gowes saja, beres."

Dulu, aku juga berpikir begitu. Bahwa sepeda hanyalah tumpukan logam beroda dua. Alat transportasi. Atau alat rekreasi akhir pekan.

Tapi ribuan kilometer di jalanan mengubah mataku. Aku berhenti melihat sepeda sebagai benda mati.

Aku mulai melihatnya sebagai Guru yang Diam.

Jalanan aspal mengajarkan kejujuran. Tanjakan mengajarkan kerendahan hati. Angin sakal mengajarkan kesabaran. Dan ban bocor di tengah hutan mengajarkan kepasrahan pada Ilahi.

Sepeda adalah simulator kehidupan yang paling nyata.

Pengalaman batin inilah yang aku tuangkan. Bukan sekadar teori. Tapi darah, keringat, dan kontemplasi.

Dalam 4 Ebook ini, aku merangkum segalanya:

Sisi Teknis: Panduan touring yang logis, bukan nekat.

Sisi Batin: Bagaimana mengubah kayuhan menjadi meditasi.

Sisi Manusia: Kisah roda yang mengubah cara pandang dunia.

Ini bukan bacaan berat untuk akademisi. Ini tulisan ringan untuk teman duduk ngopi.

Didesain khusus untuk kita. Yang tidak lagi mengejar piala. Tapi mengejar kewarasan di usia yang terus bertambah. Yang ingin tua dengan tubuh aktif dan jiwa yang tenang.

Marcus Aurelius menulis jurnal untuk menata pikirannya. Aku menulis ebook ini untuk menata arah hidupku—dan mungkin hidupmu.

Kalau kamu ingin bersepeda dengan lebih sadar. Lebih aman. Dan jauh lebih bermakna.

Jangan biarkan ilmunya berhenti di sini.

Klik link di bio. atau klik link nya di kolom komentar, Temukan keempat ebook-nya sekarang.

Mari belajar. Sebelum jalanan yang mengajari kita dengan cara yang keras.

Penulis
Dicky Baratawiria
SMP Negeri 4 Bandung
Share:

Bupati Blora Terima Gelar Kanjeng Raden Tumenggung dari KGPAA Mangkunagoro X


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — SURAKARTA — Bupati Blora  menerima gelar kehormatan dari Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Ario (KGPAA) Mangkunegoro X dalam acara Peringatan Naik Tahta ke 4  'Hajad Dalem Wilujengan Tingalan Jumenengan ingkang kaping sekawan', yang dilaksanakan di pendapa ageng Pura Mangkunegaran Solo, Selasa Wage 27 Januari 2026, dihadiri Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka bersama sejumlah tokoh nasional.

Acara sakral peringatan kenaikan tahta ini, Bupati Blora, Arief Rohman menerima gelar kehormatan 'Kanjeng Raden Tumenggung' sehingga namanya tertulis menjadi Kanjeng Raden Tumenggung Dr. H. Arief Rohman, S.IP., M.Si., hal itu tertuang secara jelas dalam piagam kekancingan nomor 2026.kanjeng.002 yang ditandatangani oleh KGPAA Mangkunegoro X.
Yang berbunyi : 

Ingkang awit saking keparengdalem Sampeyandhalem Ingkang Jumeneng Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Ario Mangkoenagoro ingkang kaping Sedasa ing Surakarta

Anamtokaken dateng

Dr. H. Arief Rohman, S.JP., M.Si

yen ing mangke kakarsakaken Kapatedan ganjaran pepangkatan Bupati Sepuh Kanjeng, lajeng kaharana

Kanjeng Raden Tumenggung Dr. H. Arief Rohman, S.IP., M.Si.

Ingkang punika : para Putro - Sentono - Kerabat Praja MANGKUNEGARAN tuwin Sawarning Warga, sami anganggepa ing sepantesipun pangkat lan sesebutanipun

Dawuhing pengandikadhalem:

Tanggal: 8 Ruwah DAL 1959
Surya Kaping: 27 Januari 2026

Pengageng Praja Mangkunegaran Sampeyandhalem Ingkang Jumeneng

K.G.P.A.A. MANGKOENAGORO X

Penyerahan penghargaan gelar ini dipimpin oleh KGPAA Mangkunegoro X usai penyampaian pidato dan persembahan tari Beksan Bedhaya Anglir Mendung yang sakral.

"Terimakasih kepada seluruh tamu yang telah hadir, terimakasih maturnuwun atas dukungannya sehingga selama 4 tahun berjalan kami dapat terus menjalankan Puro Mangkunegaran sebagai salah satu pusat pengembangan kebudayaan. Kekancingan yang kami berikan kepada sejumlah tokoh merupakan sebuah apresiasi penghargaan atas sumbangsih beliau beliau dalam upaya upaya pelestarian budaya, dan pelayanan kepada masyarakat," ucap KGPAA Mangkunegoro X.

Sementara itu, Bupati Blora, Arief Rohman, usai menerima kekancingan gelar kehormatan dari KGPAA Mangkunegoro X. mengucapkan terimakasih dan siap melanjutkan pengembangan budaya sinergi dengan Mangkunegaran.

"Terimakasih kepada Gusti Bhre (KGPAA Mangkunegoro X) yang sudah memberikan kepercayaan kepada kami untuk menjadi bagian dari Mangkunegaran. Ini tentunya membanggakan, kami persembahkan untuk seluruh masyarakat Blora. Karena dulunya Blora juga masuk wilayah pengaruh Mangkunegaran. Tentunya kami akan bersinergi bagaimana membangun Blora dengan Mangkunegaran lewat kesenian kebudayaan yang akan terus kita jaga dan lestarikan. Semoga bermanfaat, maturnuwun," ujar Bupati Blora.

Dalam menerima kekancingan gelar kehormatan itu, Bupati Blora tampil gagah dengan balutan beskap berwarna hijau pastel, jarik batik sogan, memakai blangkon gaya Surakarta, dan keris di bagian belakang. 

Tidak hanya Bupati Blora. Gelar kehormatan dari Mangkunegaran ini juga diberikan kepada Bupati Wonogiri, Bambang 'Pacul' Wuryanto Wakil Ketua MPR RI, dan sejumlah tokoh budaya lainnya. 

Selain disaksikan Wakil Presiden Republik Indonesia, sejumlah pejabat dan tokoh publik juga hadir, Sekda Jawa Tengah Sumarno, Walikota Surakarta Respati Ardi, Paku Buwono XIV Hangabehi, Dirut Pertamina Simon Aloysius Mantiri, dan tamu undangan. (Humas/Redaksi)

Share:

Cinta Terlarang di Keraton Yogyakarta: Kisah Nyi Ageng Serang Muda

Di lereng perbukitan Serang, Jawa Tengah, sekitar tahun 1752, lahirlah seorang anak perempuan dari keturunan bangsawan Mataram. Namanya Raden Ajeng Kustiyah Wulaningsih Retno Edi. Sejak kecil, hidupnya tak biasa. Ayahnya, Pangeran Notodiningrat, bukan hanya seorang adipati, tapi juga keturunan langsung dari Sunan Kalijaga.

Di usianya yang masih belia, saat anak perempuan lain belajar menari atau menumbuk padi, Raden Ajeng sudah akrab dengan peta-peta jalur perang dan strategi pertempuran. Ia belajar menggunakan tombak, keris, bahkan mengatur barisan prajurit desa. Semua itu diwariskan dari sang kakek buyut, Ki Ageng Serang, pemimpin karismatik Mataram pada zamannya.

* Cinta di Balik Dinding Keraton

Ketika beranjak remaja, kecantikan dan kecerdasannya tersiar hingga ke telinga Keraton Yogyakarta. Suatu waktu, ia dipanggil ke keraton dan di sanalah benih cinta tumbuh. Seorang bangsawan keraton terpikat kepadanya. Sayangnya, hubungan itu terlarang. Selain perbedaan umur yang jauh, situasi politik di dalam keraton pun tak kondusif. Hubungan itu harus dijalani sembunyi-sembunyi, karena bisa mengancam posisi keluarga keduanya.

Di balik kemewahan keraton, Raden Ajeng mulai merasakan kegelisahan. Ia melihat ketidakadilan. Rakyat menderita karena pajak dan kekuasaan kolonial yang makin mencengkeram. Sementara para bangsawan lebih sibuk memperebutkan kekuasaan daripada memikirkan rakyat.

Raden Ajeng sadar, cinta asmara yang dikejarnya tak sebanding dengan cinta kepada rakyatnya.

* Meninggalkan Cinta, Memilih Rakyat

Dalam sebuah malam sunyi, ditemani suara kentongan ronda dan desir angin di halaman keraton, Raden Ajeng membuat keputusan paling berat dalam hidupnya. Ia meninggalkan keraton, meninggalkan cinta terlarang itu, dan kembali ke Desa Serang.

Di sana, ia menggalang kekuatan rakyat. Ia menikahi Pangeran Kusumowijoyo, seorang bangsawan lokal yang juga pejuang, bukan demi status, tapi sebagai bagian dari perjuangan menyatukan rakyat.

* Berperang di Usia Senja

Tahun 1825, Perang Diponegoro pecah. Saat itu, usianya telah lebih dari 70 tahun. Tapi semangatnya tak pernah padam. Di usia senjanya, Nyi Ageng Serang memimpin sendiri pasukan rakyat. Karena tak lagi bisa berjalan jauh, ia memimpin dari atas tandu. Di sinilah ia menunjukkan strategi legendaris: "Daun Lumbu".

Pasukannya berkamuflase di ladang talas, menutupi tubuh mereka dengan daun lebar, menyergap pasukan Belanda yang tak menyangka ada serangan dari arah itu. Taktik ini beberapa kali berhasil membuat tentara kolonial kewalahan.

* Akhir Hidup yang Terhormat

Setelah bertahun-tahun berperang, di tahun 1828, Nyi Ageng Serang wafat di usia 76 tahun. Jenazahnya dimakamkan di Bukit Beku, Kulon Progo, Yogyakarta. Ia dikenang bukan hanya sebagai pejuang, tapi juga sebagai perempuan yang rela mengorbankan cinta pribadi demi cintanya kepada rakyat dan tanah air.

Pada 13 Desember 1974, pemerintah Republik Indonesia menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional untuknya. Namanya abadi dalam catatan sejarah Indonesia.

Sumber Referensi:
- Dinas Kebudayaan DI Yogyakarta
- Kompas : Kisah Nyi Ageng Serang, Pahlawan Perempuan dari Yogyakarta
- Wikipedia Indonesia: Nyi Ageng Serang
- Buku Perempuan-Perempuan Perkasa Nusantara (2019)

📸 Foto Sudah di Restorasi Berwarna Nyi Ageng Serang (Sumber: Dinas Kebudayaan Yogyakarta)

#NyiAgengSerang #PahlawanNasional #SejarahIndonesia #PerempuanPejuang #PerangDiponegoro #CeritaTempoDulu #KeratonYogyakarta #EmansipasiPerempuan #PahlawanWanita
Share:

Dukung Swasembada Pangan 2026, Danramil 03/Banjarejo Ikut Panen Raya Jagung Serentak

 
𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Dandim 0721/Blora Letkol Inf Agung Cahyono, diwakili Danramil 03/Banjarejo Kapten Inf Munawar menghadiri panen raya jagung serentak kuartal I oleh Polres Blora di lahan perhutanan sosial Desa Sidomulyo, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, Kamis (8/1/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari panen raya nasional yang dipimpin Kapolri secara virtual dan terpusat di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Panen jagung dilaksanakan di petak 114B RPH Kedungkenongo, BKPH Kalisari. Kegiatan tersebut bertujuan mendukung program swasembada pangan nasional tahun 2026 melalui optimalisasi pemanfaatan lahan perhutanan sosial.

Danramil 03/Banjarejo Kapten Inf Munawar, turut mengikuti kegiatan panen raya secara virtual bersama jajaran Polres Blora.

Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto Slamet Riyanto, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan panen raya ini menjadi bentuk sinergi Polri bersama pemerintah daerah, TNI, Perhutani, serta masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan.

“Pemanfaatan lahan perhutanan sosial untuk pertanian produktif diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujar Kapolres Blora.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Blora yang diwakili Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Blora Ngaliman, perwakilan Dinas Kehutanan, Bulog Kabupaten Blora, jajaran Perhutani KPH Blora, Cepu, dan Randublatung, serta unsur Forkopimcam Banjarejo.

Selain itu, hadir pula Ketua Bhayangkari Cabang Blora beserta pengurus, PJU Polres Blora, jajaran TNI-Polri, kepala desa setempat, kelompok tani hutan (KTH), serta perwakilan masyarakat dan petani.

Panen raya ini diharapkan dapat menjadi contoh kolaborasi lintas sektor dalam mendukung program strategis nasional di bidang pangan. (Pendim/Redaksi)

Share:

Hot News

Rakornis TMMD Sengkuyung Tahap I TA 2026, Kodim 0721/Blora Siapkan Sinergi Pembangunan di Wilayah

𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Kodim 0721/Blora menyelenggarakan Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD...

Piblic Service

Piblic Service
Instagram

Blog Archive

Social Media

Technology

Next More »

Labels

Community

Next More »