​Perkuat Ketahanan Pangan, Bupati Blora Ajak Fatayat NU Kembangkan Pertanian Organik


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) —  Upaya penguatan ketahanan pangan berbasis keluarga dan pengembangan pertanian organik menjadi sorotan dalam peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-76 Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) di Pendopo Kabupaten Blora. Pemkab Blora mendorong kader Fatayat untuk mengambil peran aktif dalam mendukung ketersediaan pangan rumah tangga melalui pemanfaatan lahan pekarangan. Minggu 26 April 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Blora Ainia Shalichah, Wakil Ketua PCNU Blora Imron, Ketua Muslimat NU Blora Komariyah, jajaran PC Ansor Blora, serta kader Fatayat se-Kabupaten Blora.

Bupati Blora, Arief Rohman  mengatakan bahwa potensi pertanian di Blora sangat besar dan perlu didukung oleh partisipasi masyarakat, termasuk kader Fatayat NU. Ia menilai, gerakan menanam sayur-mayur dan cabai di lingkungan rumah tangga dapat menjadi langkah konkret dalam memperkuat ketahanan pangan.

“Rumah-rumah kader Fatayat bisa ditanami cabai dan sayur mayur untuk mendukung ketahanan pangan keluarga. Ini bisa disinergikan dengan PKK,” ujarnya.

Menurut Gus Arief sapaan akrab Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman, bahwa inisiatif pertanian organik yang telah dirintis oleh PCNU Blora menunjukkan hasil yang positif. Karena itu, ia mendorong kader Fatayat yang memiliki minat di bidang pertanian untuk ikut mengembangkan sistem tanam organik.

“Potensi di Blora ini luar biasa. Fatayat bisa berpartisipasi, terutama yang memiliki hobi bertani, untuk mengembangkan pertanian organik,” kata Bupati Blora.

Selain sektor pangan, Gus Arief juga menyinggung pentingnya peningkatan layanan kesehatan melalui program BPJS Kesehatan serta dukungan terhadap program prioritas nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia berharap Fatayat dapat bersinergi dalam pelaksanaan berbagai program tersebut.

Ketua PC Fatayat NU Blora, Imatul Imro'ah menjelaskan bahwa tema Harlah ke-76 adalah “Fatayat NU yang berdaya, berdampak, dan mendunia”.

Ia menyebut, aspek “berdaya” mencakup penguatan kapasitas perempuan, baik dari sisi ekonomi melalui UMKM, intelektual, maupun spiritual. Sementara “berdampak” berarti Fatayat harus mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat, seperti pada isu kesehatan ibu dan anak, pencegahan kekerasan terhadap perempuan, dan literasi digital.

“Adapun ‘mendunia’ menegaskan bahwa kader Fatayat diharapkan mampu berkontribusi di tingkat global dengan membawa nilai Islam yang ramah dan moderat,” ujarnya.

Wakil Ketua PCNU Blora, Imron, turut mengajak kader Fatayat untuk memperkuat spiritualitas, salah satunya melalui pembacaan sholawat Nariyah.

“Fatayat tidak lagi berada di belakang, tetapi harus tampil di depan dan menjadi inspirasi,” katanya.

Kegiatan Harlah ke-76 Fatayat NU ini juga diisi dengan khotmil Qur’an, pemotongan tumpeng, penyerahan hadiah lomba Daiyah Online Hymne Fatayat, serta mauidhah hasanah oleh Nyai Siti Masitoh Ismari. (Humas/Redaksi)

Share:

PKK Blora Tanam Bibit Pohon di Kawasan Situs Kesongo Gabusan



𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Blora melaksanakan penanaman bibit pohon di kawasan Situs Kesongo, Desa Gabusan, Kecamatan Jati, pada Jumat, 24 April 2026, dipimpin oleh Ketua TP PKK Kabupaten Blora.

Penanaman ini dihadiri oleh unsur Kepala Dinas PMD, perwakilan Dinas P4, dan perwakilan Dinas Pekerjaan Umum. TP PKK Kecamatan Jati, Forkopimcam Jati, TP PKK desa se-Kecamatan Jati,  Pemerintah Desa Gabusan, serta Kelompok Tani Hutan.

‎Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 yang disinergikan dengan peringatan Hari Kartini ke-147 Tahun 2026. Kegiatan tersebut juga menjadi upaya strategis dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian lingkungan serta penguatan peran perempuan dalam pembangunan berkelanjutan.

‎Adapun jenis bibit yang ditanam dan didistribusikan dalam kegiatan ini meliputi tanaman jambu biji, beringin, gayam, trembesi, soko, dan tanaman palem.

‎Pada kesempatan itu, Ketua TP PKK Kabupaten Blora, Ainia Shalichah Arief Rohman mengatakan pentingnya pemeliharaan tanaman sebagai faktor penentu keberhasilan kegiatan penghijauan.

‎“Keberhasilan penanaman tidak hanya terletak pada proses tanam, tetapi juga pada perawatan yang berkelanjutan. Tanaman yang telah ditanam diharapkan dapat tumbuh optimal, memberikan manfaat, serta berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya sumber mata air,” ujar Ketua TP PKK Blora.

Sementara itu, ‎Plt. Camat Jati, Suwiji  menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan di wilayahnya. Ia menjelaskan kondisi Situs Kesongo saat ini relatif aman tanpa aktivitas erupsi, meskipun masih terdapat sejumlah area yang belum tertutup vegetasi.

‎Lebih lanjut, Plt. Camat Jati menjelaskan bahwa kegiatan penghijauan ini memiliki nilai strategis, mengingat kawasan Situs Kesongo direncanakan sebagai salah satu destinasi desa wisata di Kabupaten Blora.

‎“Keberadaan pepohonan dan kawasan hutan memiliki fungsi penting sebagai penyedia oksigen, penyerap karbon dioksida, serta menjaga keseimbangan cadangan air tanah. Untuk itu, diperlukan komitmen bersama dalam menjaga dan merawat tanaman yang telah ditanam,” ungkap Plt. Camat Jati.
‎(Humas/Redaksi)


Share:

Seorang Remaja di Todanan Ditemukan MD, Diduga Masalah Pribadi


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) —  Seorang remaja laki-laki berinisial AFS, 14 tahun, warga Dukuh Sumberejo, Desa Kedungbacin, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, ditemukan meninggal dunia di dalam kamar rumahnya, Minggu, 26 April 2026, sekira pukul 17.30 WIB.

Kapolsek Todanan, Iptu Suhari melalui Kasihumas Polres Blora AKP Midiyono, membenarkan kejadian tersebut. “Benar, Polsek Todanan telah mendatangi TKP adanya laporan warga terkait seorang remaja yang meninggal dunia diduga karena gantung diri. Saat ini korban sudah diserahkan kepada pihak keluarga,” terang Kasihumas Polres Blora AKP Midiyono.

Peristiwa pertama kali diketahui oleh orang tua korban yang pulang dari bekerja. Saat membuka pintu kamar, korban sudah dalam kondisi tergantung. Sontak saksi berteriak meminta tolong sehingga warga sekitar berdatangan. Kepala Desa Kedungbacin kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Todanan.

Petugas Polsek Todanan bersama Koramil, Satpol PP, dan tim medis Puskesmas Gondoriyo segera mendatangi lokasi. Dari hasil pemeriksaan tim medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. 

“Dari keterangan saksi dan hasil pemeriksaan, dugaan sementara korban mengakhiri hidupnya karena masalah pribadi. Namun kami tetap melakukan pendalaman,” tambah AKP Midiyono.

Polisi telah melakukan olah TKP, mencatat keterangan saksi, mengamankan barang bukti, dan membuat laporan. Jenazah korban kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

AKP Midiyono mengimbau kepada masyarakat, khususnya orang tua, agar lebih memperhatikan kondisi psikologis anak dan remaja.

“Jika ada permasalahan, mari kita bicarakan baik-baik. Jangan memendam sendiri. Silakan minta bantuan keluarga, tokoh agama, atau layanan konseling,” pesannya.

Polres Blora mengimbau jika Anda atau orang di sekitar Anda mengalami krisis dan membutuhkan bantuan, hubungi 119 ext. 8 untuk Layanan SEJIWA Kemenkes, atau layanan konseling terdekat. Anda tidak sendiri. (Humas/Redaksi)
Share:

Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Blora Masuki Tahap Pemasangan Tiang Pylon


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) —  Pembangunan Jembatan Perintis Garuda yang berlokasi di Desa Nglebur, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, terus menunjukkan progres signifikan. Memasuki tahap lanjutan, pekerjaan konstruksi kini difokuskan pada pemasangan tiang pylon atau menara sebagai komponen utama jembatan gantung. Senin 27 April 2026.

Tim teknisi di lapangan, Nur Solikin (37), menjelaskan bahwa pemasangan tiang pylon dilakukan setelah pondasi yang telah dicor dinyatakan kering dan siap menopang konstruksi berikutnya.

“Hari ini mulai dilaksanakan pemasangan tiang pylon/menara setelah pondasi dipastikan siap. Tahap ini menjadi bagian penting dalam keseluruhan pembangunan jembatan,” ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikan, tiang pylon memiliki fungsi vital sebagai penopang utama kabel jembatan, sehingga dalam pengerjaannya diperlukan ketelitian tinggi serta kekuatan konstruksi yang optimal.

Di lapangan, personel TNI bersama masyarakat setempat melaksanakan pekerjaan secara gotong royong, mulai dari pengangkutan material, proses pengelasan, hingga perakitan struktur baja. Sinergi tersebut menjadi faktor penting dalam percepatan pembangunan sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Dengan dimulainya tahap pemasangan tiang pylon, pembangunan Jembatan Perintis Garuda memasuki fase lanjutan setelah sebelumnya menyelesaikan struktur dasar, meliputi pondasi, blok angkur, dan kait angin.

Pembangunan jembatan ini diharapkan dapat segera rampung sehingga mampu meningkatkan aksesibilitas serta memberikan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat, khususnya para petani dan warga yang memanfaatkan jalur tersebut dalam aktivitas sehari-hari. (Pendim/Redaksi)


Share:

Buka Rakerkab KONI, Bupati Targetkan Blora Masuk 5 Besar Porprov Jateng 2026


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Bupati Blora membuka Rapat Kerja Kabupaten (Rakerkab) KONI Kabupaten Blora Tahun 2026, di ruang pertemuan Setda Blora. Sabtu 25 April 2026, Rakerkab ini menjadi momentum penting untuk merumuskan arah kebijakan dan strategi peningkatan prestasi olahraga di Kabupaten Blora.

Rakerkab tersebut dihadiri oleh Bupati Blora, Ketua DPRD Blora, Mustopa, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Blora, Kepala Dinporabudpar Blora, Ketua KONI Jawa Tengah yang diwakili oleh Ketua Bidang Hukum KONI Jawa Tengah M. Ali Purnomo, Ketua KONI Kabupaten Blora, Setiyono, dan seluruh perwakilan cabang olahraga se-Kabupaten Blora.

Ketua KONI Kabupaten Blora, Setiyono, menjelaskan bahwa Rakerkab ini  menjadi sarana evaluasi kinerja pembinaan prestasi serta penyusunan program kerja kedepan. Disampaikan bahwa KONI Blora telah mengikuti babak kualifikasi Porprov 2026 dan berhasil meloloskan 37 cabang olahraga.

“Nantinya dalam Porprov Jateng ke-17 ini Kabupaten Blora akan memberangkatkan 313 orang, terdiri dari 245 atlet dan 68 pelatih ditambah nanti ofisial dan jumlah yang diikuti dalam Porprov sebanyak 37 cabor dari 59 cabor yang dipertandingkan,” ungkap  Ketua KONI Blora.

Dalam rangka memaksimalkan persiapan, KONI Blora juga akan menggelar pemusatan latihan tingkat kabupaten (training center) bagi atlet-atlet yang diproyeksikan meraih medali.

"Kami mengapresiasi dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Blora dalam upaya pembinaan olahraga yang berkelanjutan, guna meningkatkan prestasi daerah di tingkat provinsi maupun nasional," kata Ketua KONI Blora.

Pada kesempatan itu, Bupati Blora, Arief Rohman menyampaikan apresiasi atas capaian prestasi yang telah diraih para atlet Blora selama ini.

“Pada prinsipnya, saya atas nama Pemerintah Kabupaten Blora, menyampaikan apresiasi, terima kasih ya atas prestasi yang sudah diraih oleh KONI Semoga di Porprov tahun ini kita masih bisa bertahan juara dalam enam ya, syukur-syukur bisa naik,” terang Bupati.

Lebih lanjut, Bupati Blora berharap melalui Rakerkab ini dapat dirumuskan agenda strategis olahraga sepanjang tahun 2026, termasuk penyusunan roadmap pembinaan prestasi kedepan.

"Perlu adanya inovasi, seperti gagasan pemusatan latihan (training center) di Blora yang berpotensi menarik cabang olahraga tertentu untuk berlatih di daerah tersebut," ujar Bupati Blora.

Menurut Bupati Blora, Kabupaten Blora memiliki potensi besar dalam melahirkan atlet berprestasi hingga level nasional maupun internasional.

“Pada intinya Blora ini potensi untuk melahirkan atlet nasional bahkan internasional. Kita punya pesepak bola Arhan dan juga beberapa yang lain termasuk dulu bulu tangkis, nah ini kalau bisa nanti kita bisa tingkatkan lagi,” kata Bupati Blora.

Selain itu, masih kata Bupati Blora,  Pemerintah Kabupaten Blora telah menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi, salah satunya Universitas Negeri Yogyakarta, yang direncanakan akan membuka program studi olahraga di Blora.

“Dan saya memang meminta agar yang dibuka di UNY di sini itu jurusan olahraga biar ada fasilitas juga, karena nanti mungkin akan ada fasilitas olahraga semisal stadion dan sebagainya. Ini saya kira potensi, kalau nanti ada kampus UNY ini yang ada jurusan olahraga,” imbuh Bupati Blora.

Sementara itu, Ketua KONI Jawa Tengah,
Sujarwanto Dwiatmoko melalui Ketua Bidang Hukum KONI Jawa Tengah, M. Ali Purnomo menyampaikan bahwa Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah ke-17 akan digelar di Semarang Raya pada akhir Oktober 2026.

“Dalam rapat kerja Provinsi Jawa Tengah di tanggal 4 April 2026, maka kemudian sudah ditetapkan bahwa waktu penyelenggaraan Porprov ke 17 tahun 2026 Semarang Raya akan dilaksanakan pada tanggal 25 sampai 31 Oktober 2026,” jelas Ketua Bidang Hukum KONI Jateng.

M. Ali Purnomo mengapresiasi pelaksanaan Rakerkab KONI Blora yang difokuskan untuk mempersiapkan kontingen dalam menghadapi Porprov Jateng. Pada ajang Porprov Pati Raya sebelumnya, Kabupaten Blora berhasil menempati peringkat ke 6 tingkat Jawa Tengah dengan raihan 39 medali emas, 43 perak, dan 41 perunggu.

“Kabupaten Blora di Porprov Pati Raya telah meraih medali 39 emas 43 perak dan 41 perunggu dan berada di urutan ke 6, ini merupakan prestasi yang membanggakan dan tentunya bisa ditingkatkan lagi,” harap Ketua Bidang Hukum KONI Jateng. (Kudnadi Saputro)


Share:

Hadir di Bedah Buku 'Mens Rea' Karya Kajati Jateng, Bupati Siap Undang Kajati ke Blora Untuk Pencerahan


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — SEMARANG - Bupati Blora, Arief Rohman didampingi Kepala Bagian Hukum Setda Blora, Slamet Setiono menghadiri kegiatan bedah buku di Fakultas Hukum, Universitas 17 Agustus 1945, Semarang Jawa Tengah, dihadiri sejumlah kepala daerah serta kalangan akademisi dan praktisi hukum. Jumat 24 April 2026.

Buku berjudul 'Esensi Niat Jahat (Mens Rea) dalam Perkara Korupsi yang Mengakibatkan Kerugian Keuangan Negara' ditulis oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Dr. Siswanto, bersama Dr. Rudi Margono. Keduanya mengulas secara mendalam konsep mens rea atau niat jahat dalam perkara tindak pidana korupsi.

Acara dibuka oleh Dekan Fakultas Hukum Untag Semarang, Dr. Edi Pranoto, S.H., M.H., dan sejumlah pakar hukum yang menjadi pembedah buku, yakni Prof. Dr. Pujiyono, SH., M.Hum, Prof. Dr. Mashari, SH, M.Hum, dan Dr. Broto Hastono, SH., MH.

Dekan Fakultas Hukum Untag Semarang, Edi Pranoto menyampaikan  bahwa konstruksi tindak pidana tidak hanya mencakup perbuatan melawan hukum (actus reus), tetapi juga unsur niat jahat (mens rea) yang menjadi dasar kesalahan subjek hukum, unsur ini dapat berbentuk kesengajaan maupun kelalaian.

"Unsur ini dapat berbentuk kesengajaan maupun kelalaian," ujar Dekan Fakultas Hukum Untag Semarang.

Dalam kesempatan itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah,  Siswanto menjelaskan bahwa dalam praktik penanganan perkara korupsi, khususnya yang berkaitan dengan kerugian keuangan negara sebagaimana diatur dalam Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, kerap muncul perbedaan penafsiran terkait keberadaan mens rea. 

"Hal ini berpotensi menimbulkan kekeliruan dalam menilai kesalahan pelaku," ucap Kepala Kejaksaan Tinggi Jateng.

Dalam sejumlah kasus, lanjut Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, suatu perbuatan dinilai telah memenuhi unsur tindak pidana dan dinyatakan terbukti, namun aspek niat jahat tidak selalu terungkap secara jelas dalam fakta persidangan.

"Mens rea dalam tindak pidana korupsi mencakup adanya maksud untuk menguntungkan atau memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korporasi," jelas Kajati Jawa Tengah. 

Selain itu, unsur penyalahgunaan kewenangan, kesempatan, atau sarana yang melekat pada jabatan, serta potensi kerugian keuangan negara, kerap bersinggungan dengan aspek administrasi.

"Diperlukan kehati-hatian aparat penegak hukum dalam menentukan dan membuktikan unsur kesalahan," tandas  Kepala Kejaksaan Tinggi Jateng. 

Dalam buku tersebut juga mengkaji banyak persoalan secara komprehensif, mencakup teori hukum, pandangan para ahli, serta praktik penanganan perkara korupsi. Pembahasannya meliputi aspek sejarah hukum, subjek hukum, sistem pembuktian, mekanisme penyelesaian kerugian negara, hingga bentuk pertanggungjawaban pidana, perdata, dan administrasi.

Tujuan dari bedah buku tersebut yakni muncul pemahaman yang lebih utuh mengenai esensi Mens Rea dalam penegakan hukum tindak pidana korupsi, sekaligus menjadi referensi bagi aparat penegak hukum dan kalangan akademisi.

Pada sesi diskusi, Bupati Blora, Arief Rohman menyampaikan kepada Dr. Siswanto, Kepala Kejaksaan Tinggi Jateng (Penulis buku) berkenan meluangkan waktu apabila diundang oleh Pemerintah Kabupaten Blora untuk memberikan pencerahan terkait pengambilan kebijakan publik. 

"Hal tersebut dinilai penting agar setiap keputusan yang diambil pemerintah daerah dapat terhindar dari potensi mens rea," ujar Bupati Blora. (Humas/Redaksi)
Share:

Kodim 0721/Blora Kerahkan Alat Berat Percepat Pembangunan Jembatan Garuda


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) —  Kodim 0721/Blora mengerahkan alat berat untuk mempercepat pembangunan Jembatan Garuda di Desa Jati, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, Minggu 26 April 2026.

Penggunaan alat berat tersebut ditujukan untuk meningkatkan efisiensi pengerjaan jembatan yang menjadi akses vital bagi masyarakat setempat. Dengan dukungan tersebut, proses pembangunan yang sebelumnya dilakukan secara manual diharapkan dapat berlangsung lebih cepat dan optimal.

Danramil 11/Jati Kapten Inf Puryanto mengatakan, pembangunan Jembatan Garuda merupakan bagian dari komitmen TNI Angkatan Darat dalam mendukung program pemerintah daerah, khususnya di sektor infrastruktur.

“Jembatan ini sangat penting untuk menunjang aktivitas ekonomi masyarakat. Dengan adanya alat berat, pengerjaan bisa dipercepat dan hasilnya lebih maksimal,” ujar Puryanto.

Selain mengerahkan alat berat, personel TNI juga terlibat langsung dalam proses pembangunan bersama warga. Kolaborasi antara TNI dan masyarakat melalui semangat gotong royong dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran program tersebut.

Warga Desa Jati menyambut positif langkah yang dilakukan Kodim 0721/Blora. Mereka berharap pembangunan Jembatan Garuda dapat segera rampung sehingga mempermudah mobilitas sekaligus mendorong peningkatan perekonomian desa.

Dengan sinergi antara TNI dan masyarakat, pembangunan Jembatan Garuda diharapkan selesai tepat waktu serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi warga Desa Jati dan sekitarnya. (Pendim/Redaksi)

Share:

Hari Kartini dan HKG, PKK Blora Tebar Benih Ikan dan Tanam Pohon di Bendungan Randugunting


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Dalam rangka memperingati Hari Kartini ke-147 dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54, Tim Penggerak PKK Kabupaten Blora menggelar kegiatan tebar benih ikan dan gerakan menanam pohon sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan dan ketahanan pangan. Kegiatan peringatan tersebut dilaksanakan di Bendungan Randugunting, Kecamatan Japah, Kabupaten Blora Jawa Tengah, pada Kamis 23 April 2026.

‎Sebanyak 2.000 benih ikan nila ditebar ke perairan waduk Randugunting, disertai penanaman bibit pohon buah seperti alpukat dan mangga di sekitar kawasan bendungan. Kegiatan ini melibatkan TP PKK Kecamatan Japah, TP PKK desa se-Kecamatan Japah, serta Forkopimcam Japah.

Kegiatan ini mendapat dukungan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana yang telah memberikan izin dan memfasilitasi pelaksanaan kegiatan di Waduk Randugunting, Kecamatan Japah.

Disampaikan ‎peringatan Hari Kartini ke-147 dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54  mengusung tema 'semangat kebersamaan dan kepedulian', rangkaian kegiatan peringatan Hari Kartini ke-147 dan HKG PKK ke-54 ini bisa memberikan manfaat nyata serta keberkahan bagi masyarakat Blora.

‎Ketua TP PKK Kabupaten Blora, Ainia Shalichah Arief Rohman menyampaikan bahwa peringatan HKG PKK ke-54 menjadi momentum penting untuk memperkuat peran PKK sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan keluarga.

‎“PKK hadir tidak hanya sebagai gerakan sosial, tetapi juga sebagai kekuatan nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang dimulai dari lingkup keluarga,” ujar Ketua TP PKK Blora.

‎Lebih lanjut, Ketua TP PKK Blora mengatakan bahwa semangat Hari Kartini harus terus dihidupkan sebagai inspirasi perjuangan perempuan Indonesia dalam meraih kesempatan, kesetaraan, serta peran aktif dalam pembangunan.

‎“Kartini telah membuka jalan. Tugas kita adalah melanjutkan perjuangan tersebut dengan karya nyata,” kata Ketua TP PKK Blora.

‎Menurut Ketua TP PKK Blora, kegiatan menanam pohon dan menebar benih ikan bukan sekadar simbol kepedulian lingkungan, tetapi juga mencerminkan komitmen dalam membangun ketahanan pangan serta keberlanjutan bagi generasi mendatang.

‎“Apa yang kita tanam hari ini, InshaAllah akan memberikan manfaat besar di masa depan,” ucap Ketua TP PKK Blora.

‎‎Ketua TP PKK Blora mengajak seluruh kader PKK untuk terus meningkatkan kapasitas diri, memperkuat sinergi, serta berinovasi dalam menjalankan 10 Program Pokok PKK.

‎“Jadikan keluarga sebagai pusat pembangunan, karena keluarga yang kuat akan melahirkan masyarakat yang sejahtera dan berdaya saing,” pesan Ketua TP PKK Blora.

‎Ketua TP PKK Blora juga mengajak seluruh pihak untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, PKK, dan masyarakat dalam membangun Kabupaten Blora yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.

‎"Agar seluruh perempuan, khususnya kader PKK, untuk terus berkarya dan menjadi inspirasi di lingkungan masing-masing," pinta Ketua TP PKK Blora. (Humas/Redaksi)


Share:

Dibalik Medan Sulit, TNI dan Warga Nglebur Bahu Membahu Wujudkan Jembatan Garuda Impian


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) —   Keterbatasan akses jalan yang tak dapat dilalui kendaraan roda empat tak menyurutkan langkah pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Desa Nglebur, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora. Di tengah medan sempit dan menantang, anggota Kodim 0721/Blora bersama warga setempat tetap melanjutkan pekerjaan dengan melansir material secara manual menggunakan gerobak dorong. Sabtu 25 April 2026

Upaya tersebut menjadi solusi di tengah kondisi geografis yang sulit. Material bangunan diangkut secara bertahap dari titik terdekat yang bisa dijangkau kendaraan menuju lokasi pembangunan, menyusuri jalur yang hanya bisa dilewati dengan tenaga manusia.

Di balik keterbatasan itu, tumbuh semangat gotong royong yang kuat antara TNI dan masyarakat. Kebersamaan ini bukan sekadar upaya menyelesaikan pembangunan, tetapi juga mencerminkan kepedulian bersama dalam meningkatkan aksesibilitas desa yang selama ini terbatas.

“Meski akses terbatas, kami bersama warga tetap berupaya semaksimal mungkin agar pembangunan jembatan ini dapat selesai tepat waktu,” ujar Babinsa Desa Nglebur, Sertu Joko Maskumambang, di sela kegiatan.

Jembatan Gantung Garuda diharapkan menjadi penghubung vital antarwilayah, sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi aktivitas ekonomi dan mobilitas warga. Selama ini, medan yang sulit kerap menjadi hambatan dalam keseharian masyarakat.

Dengan terus mengedepankan kerjasama dan semangat kebersamaan, pembangunan jembatan ini diharapkan rampung sesuai target. Kehadirannya kelak bukan hanya mempermudah akses, tetapi juga menjadi simbol kolaborasi antara aparat dan warga dalam mendorong kemajuan serta kesejahteraan masyarakat Desa Nglebur dan sekitarnya. (Pendim/Redaksi)
Share:

Hot News

​Perkuat Ketahanan Pangan, Bupati Blora Ajak Fatayat NU Kembangkan Pertanian Organik

𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 ( SEPUTARBLORA.MY.ID ) —  Upaya penguatan ketahanan pangan berbasis keluarga dan pengembangan pertanian organik menja...

Piblic Service

Piblic Service
Instagram

Blog Archive

Social Media

Technology

Next More »

Labels

Community

Next More »