Hari Kartini dan HKG, PKK Blora Tebar Benih Ikan dan Tanam Pohon di Bendungan Randugunting


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Dalam rangka memperingati Hari Kartini ke-147 dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54, Tim Penggerak PKK Kabupaten Blora menggelar kegiatan tebar benih ikan dan gerakan menanam pohon sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan dan ketahanan pangan. Kegiatan peringatan tersebut dilaksanakan di Bendungan Randugunting, Kecamatan Japah, Kabupaten Blora Jawa Tengah, pada Kamis 23 April 2026.

‎Sebanyak 2.000 benih ikan nila ditebar ke perairan waduk Randugunting, disertai penanaman bibit pohon buah seperti alpukat dan mangga di sekitar kawasan bendungan. Kegiatan ini melibatkan TP PKK Kecamatan Japah, TP PKK desa se-Kecamatan Japah, serta Forkopimcam Japah.

Kegiatan ini mendapat dukungan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana yang telah memberikan izin dan memfasilitasi pelaksanaan kegiatan di Waduk Randugunting, Kecamatan Japah.

Disampaikan ‎peringatan Hari Kartini ke-147 dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54  mengusung tema 'semangat kebersamaan dan kepedulian', rangkaian kegiatan peringatan Hari Kartini ke-147 dan HKG PKK ke-54 ini bisa memberikan manfaat nyata serta keberkahan bagi masyarakat Blora.

‎Ketua TP PKK Kabupaten Blora, Ainia Shalichah Arief Rohman menyampaikan bahwa peringatan HKG PKK ke-54 menjadi momentum penting untuk memperkuat peran PKK sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan keluarga.

‎“PKK hadir tidak hanya sebagai gerakan sosial, tetapi juga sebagai kekuatan nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang dimulai dari lingkup keluarga,” ujar Ketua TP PKK Blora.

‎Lebih lanjut, Ketua TP PKK Blora mengatakan bahwa semangat Hari Kartini harus terus dihidupkan sebagai inspirasi perjuangan perempuan Indonesia dalam meraih kesempatan, kesetaraan, serta peran aktif dalam pembangunan.

‎“Kartini telah membuka jalan. Tugas kita adalah melanjutkan perjuangan tersebut dengan karya nyata,” kata Ketua TP PKK Blora.

‎Menurut Ketua TP PKK Blora, kegiatan menanam pohon dan menebar benih ikan bukan sekadar simbol kepedulian lingkungan, tetapi juga mencerminkan komitmen dalam membangun ketahanan pangan serta keberlanjutan bagi generasi mendatang.

‎“Apa yang kita tanam hari ini, InshaAllah akan memberikan manfaat besar di masa depan,” ucap Ketua TP PKK Blora.

‎‎Ketua TP PKK Blora mengajak seluruh kader PKK untuk terus meningkatkan kapasitas diri, memperkuat sinergi, serta berinovasi dalam menjalankan 10 Program Pokok PKK.

‎“Jadikan keluarga sebagai pusat pembangunan, karena keluarga yang kuat akan melahirkan masyarakat yang sejahtera dan berdaya saing,” pesan Ketua TP PKK Blora.

‎Ketua TP PKK Blora juga mengajak seluruh pihak untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, PKK, dan masyarakat dalam membangun Kabupaten Blora yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.

‎"Agar seluruh perempuan, khususnya kader PKK, untuk terus berkarya dan menjadi inspirasi di lingkungan masing-masing," pinta Ketua TP PKK Blora. (Humas/Redaksi)


Share:

Dibalik Medan Sulit, TNI dan Warga Nglebur Bahu Membahu Wujudkan Jembatan Garuda Impian


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) —   Keterbatasan akses jalan yang tak dapat dilalui kendaraan roda empat tak menyurutkan langkah pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Desa Nglebur, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora. Di tengah medan sempit dan menantang, anggota Kodim 0721/Blora bersama warga setempat tetap melanjutkan pekerjaan dengan melansir material secara manual menggunakan gerobak dorong. Sabtu 25 April 2026

Upaya tersebut menjadi solusi di tengah kondisi geografis yang sulit. Material bangunan diangkut secara bertahap dari titik terdekat yang bisa dijangkau kendaraan menuju lokasi pembangunan, menyusuri jalur yang hanya bisa dilewati dengan tenaga manusia.

Di balik keterbatasan itu, tumbuh semangat gotong royong yang kuat antara TNI dan masyarakat. Kebersamaan ini bukan sekadar upaya menyelesaikan pembangunan, tetapi juga mencerminkan kepedulian bersama dalam meningkatkan aksesibilitas desa yang selama ini terbatas.

“Meski akses terbatas, kami bersama warga tetap berupaya semaksimal mungkin agar pembangunan jembatan ini dapat selesai tepat waktu,” ujar Babinsa Desa Nglebur, Sertu Joko Maskumambang, di sela kegiatan.

Jembatan Gantung Garuda diharapkan menjadi penghubung vital antarwilayah, sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi aktivitas ekonomi dan mobilitas warga. Selama ini, medan yang sulit kerap menjadi hambatan dalam keseharian masyarakat.

Dengan terus mengedepankan kerjasama dan semangat kebersamaan, pembangunan jembatan ini diharapkan rampung sesuai target. Kehadirannya kelak bukan hanya mempermudah akses, tetapi juga menjadi simbol kolaborasi antara aparat dan warga dalam mendorong kemajuan serta kesejahteraan masyarakat Desa Nglebur dan sekitarnya. (Pendim/Redaksi)
Share:

Bupati Bersama Wakil Bupati Blora Ke Jombang Jatim Belajar Pengelolaan Air Minum dan Bank


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — JOMBANG — Pemerintah Kabupaten Blora melakukan kunjungan studi tiru (observasi dan pembelajaran) ke Pemerintah Kabupaten Jombang Jawa Timur, untuk belajar dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), khususnya Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kencana dan Bank Jombang, Kamis 23 April 2026.

Dalam kunjungan ini dipimpin oleh Bupati Blora, Arief Rohman, didampingi Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini, Sekda Blora Komang Gede Irawadi, diikuti beberapa Kepala OPD, di Jombang  diterima langsung oleh Bupati Jombang,  Warsubi, di ruang rapat Swagata pendopo Kabupaten Jombang. 

Bupati Blora, Arief Rohman menyampaikan bahwa kunjungan kerja ke Kabupaten Jombang untuk mempererat hubungan antardaerah. Kunjungan ini bertujuan untuk studi banding dan penguatan kerjasama pemerintahan, khususnya dalam pengembangan potensi daerah dan tata kelola pemerintahan. 

"Kabupaten jombang ini seperti rumah kedua kami, sehingga ini kami ingin menjalin sinergi kerjasama untuk daerah masing masing," ucap Bupati Blora. 

Tak hanya itu, selain belajar dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), lanjut Bupati Blora, khususnya Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kencana dan Bank Jombang, juga ingin belajar sektor lain seperti pengembangan sektor pangan, pertanian, dan sektor Peternakan. 

"Jadi setelah pertemuan ini, nanti ada tim yang akan tinjauan langsung ke tempat pengolahan air minum yang sudah dikembangkan disini (Jombang) untuk nanti di implementasi ke kabupaten Blora," kata Bupati Blora. 

Top BUMD Awards 2026

Pada kesempatan itu, Bupati Jombang,  Warsubi mengucapkan selamat datang di Kabupaten Jombang kepada Bupati dan Wakil Bupati blora beserta seluruh jajaran.

"Kami menerima dan menyambut baik kunjungan bapak ibu sekalian dalam rangka studi tiru terkait pengelolaan perusahaan umum daerah air minum tirta kencana jombang," jelas Bupati Jombang. 

Menurut Bupati Jombang, perumda air minum tirta kencana adalah salah satu BUMD Kabupaten Jombang yang bergerak di sektor pelayanan air bersih, dengan perannya sebagai penyedia layanan air minum bagi masyarakat, serta pendukung kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. 

"Pada tanggal 13 april 2026, di dian ballroom hotel raffles jakarta yang lalu, Alhamdulillah BUMD kami memperoleh penghargaan dalam ajang bergengsi Top BUMD Awards 2026. Perumda air minum tirta kencana sendiri berhasil membawa pulang medali golden atas konsistensi predikat bintang 5 selama empat tahun berturut-turut. bapak direktur perumdam tirta kencana Jombang juga dinobatkan sebagai top CEO BUMD 2026," ungkap Bupati Jombang.

Lebih lanjut, Bupati Jombang menjelaskan bahwa dalam penyediaan air minum, Pemkab Jombang terus berupaya memastikan terpenuhinya air minum sebagai kebutuhan dasar, dengan cara menjamin akses yang layak, aman, dan berkelanjutan, serta mendorong peningkatan kualitas layanan BUMD di sektor air minum.

Produksi Air Kemasan

"Pemkab Jombang mendorong perumda air minum tirta kencana untuk terus berinovasi, melalui optimalisasi sumber air, penguatan jaringan distribusi, serta transformasi layanan berbasis teknologi agar pelayanan kepada masyarakat semakin prima," ucap Bupati Jombang. 

Bupati Jombang berharap, melalui kegiatan studi tiru ini, akan terbangun sinergi yang baik antara Kabupaten Jombang dan Kabupaten Blora, melalui pertukaran pengalaman, inovasi, serta praktik baik, khususnya dalam pengelolaan air minum.

"Semoga kegiatan ini juga bisa memberikan gambaran yang komprehensif, menjadi sumber inspirasi, dan dapat ditindaklanjuti dalam bentuk kerja sama yang lebih konkret dan berkelanjutan," tandas Bupati Jombang.

Sementara itu, Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini mengapresiasi dan berterimakasih atas penerimaan rombongan dari Blora yang luar biasa ini. 

"Tentu ini ilmu yang luar biasa, jadi saya ingin tahu seperti apa awal mula dan sistem pengelolaannya dan tentu ini ilmu yang sangat bermanfaat bagi kami untuk meniru apa yang telah dilakukan oleh Pemkab Jombang ini," ujar Wakil Bupati Blora. 

Usai berdiskusi, dilanjutkan peninjauan lapangan ke lokasi, untuk melihat proses produksi air kemasan yang di kelola oleh Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kencana Jombang Jawa Timur. (Humas/Redaksi)
Share:

Pembangunan Jembatan Garuda di Wotrangkul Klopoduwur Blora Tunjukkan Progres Signifikan

𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Pembangunan Jembatan Garuda yang berlokasi di Dukuh Wotrangkul, Desa Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, menunjukkan progres yang signifikan. Memasuki tahapan penting, personel TNI bersama masyarakat setempat melaksanakan pengecoran lantai jembatan, Jumat 24 April 2026.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya percepatan pembangunan infrastruktur guna meningkatkan akses transportasi serta mendorong pertumbuhan perekonomian masyarakat di wilayah tersebut.

Danramil 03/Banjarejo, Kapten Inf Munawar, menyampaikan bahwa hingga saat ini progres pembangunan berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

“Kami optimistis pembangunan Jembatan Garuda ini dapat diselesaikan tepat waktu. Sinergi antara TNI dan masyarakat menjadi kunci utama dalam percepatan pengerjaan di lapangan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa semangat gotong royong yang ditunjukkan oleh masyarakat Desa Klopoduwur memberikan kontribusi besar dalam setiap tahapan pembangunan.

“Partisipasi dan antusiasme masyarakat sangat tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan jembatan ini sangat dibutuhkan untuk menunjang aktivitas sehari-hari warga,” tambahnya.

Dengan terus dipercepatnya proses pembangunan, Jembatan Garuda diharapkan dapat segera difungsikan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam memperlancar mobilitas serta distribusi hasil pertanian dan aktivitas ekonomi lainnya di Kabupaten Blora. (Pendim/Redaksi)
Share:

Bupati Minta Forum GenRe Blora Petakan Potensi Remaja dan Anak Putus Sekolah


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Pengukuhan 21 Pengurus Forum Generasi Berencana (GenRe) Kabupaten Blora Tahun 2026 di pendopo rumah dinas Bupati Blora, Rabu 22 April 2026.

Pengukuhan tersebut dihadiri Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Ketua TP PKK Kabupaten Blora, Ainia Shalichah Arief Rohman beserta jajaran, Plt Kepala Dindalduk KB Blora Agus Puji Mulyono, Kepala Dinporabudpar Iwan Setiyarso, Camat, jajaran pengurus KB, serta penyuluh lapangan keluarga berencana (PLKB).

Pengukuhan dilakukan oleh Ayah GenRe didampingi Bunda GenRe dan disaksikan perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, dilanjutkan penandatanganan komitmen bersama antara pengurus tingkat kabupaten dan pengurus tingkat kecamatan.

Pada kesempatan itu, Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Eka Setya Ardiningsih mengatakan pentingnya menjaga ketahanan remaja ditengah tantangan sosial. Ia menyoroti fenomena fatherless, yakni kondisi ketika anak tumbuh tanpa peran aktif ayah, baik secara fisik maupun psikologis, yang dinilai berdampak pada perkembangan anak.

"Sebagai upaya penguatan peran keluarga, BKKBN mendorong Program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI).
Peran ayah sangat penting sebagai pendamping, pembimbing, dan pelindung bagi anak,” ujar Eka Setya Ardiningsih.

Perwakilan BKKBN Jawa Tengah mengingatkan pentingnya literasi digital bagi remaja, agar mampu memilah informasi positif dan informasi negatif diruang digital.

"Forum GenRe memiliki tugas menyebarluaskan informasi terkait triad Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR), yakni pencegahan pernikahan dini, seks pranikah, dan penyalahgunaan NAPZA," jelas Perwakilan BKKBN Jawa Tengah.

Sementara itu, Bupati Blora, Arief Rohman meminta Forum Generasi Berencana Kabupaten Blora berperan aktif memetakan potensi remaja, termasuk anak putus sekolah, guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah.

“Potensi generasi remaja Blora sangat luar biasa. Saya minta dipetakan, program apa saja yang bisa disinergikan, baik dengan dinas pengendalian penduduk maupun dinas kepemudaan dan olahraga,” kata Bupati Blora.

Menurut Bupati Blora, pemetaan potensi remaja menjadi penting, terutama dalam menghadapi bonus demografi.

"Banyak sektor yang dapat dioptimalkan, mulai dari seni budaya, olahraga, hingga sektor pangan melalui keterlibatan komunitas petani milenial," ucap Bupati Blora.

Bupati Blora menekankan pentingnya penyediaan ruang kreatif bagi remaja agar terhindar dari berbagai risiko sosial, seperti penyalahgunaan narkotika, pernikahan dini, dan kenakalan remaja.

“Anak-anak Blora ini kreatif. Perlu difasilitasi event atau ajang untuk menampung kreativitas mereka,” ujar Bupati Blora.

Bupati Blora meminta program GenRe diselaraskan dengan prioritas nasional, seperti ketahanan pangan, program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta pengembangan koperasi desa.

"Sejumlah PR, diantaranya stunting dan angka putus sekolah. GenRe dapat menjadi motivator dikalangan remaja agar melanjutkan pendidikan," harap Bupati Blora.

Saat ini, kata Bupati Blora, baru sekitar 55–60 persen lulusan SMA di Blora yang melanjutkan ke perguruan tinggi.

“Perlu dipetakan anak-anak yang pintar tetapi terkendala ekonomi agar bisa didorong melalui program beasiswa,” kata Bupati Blora.

Bupati Blora juga menyampaikan  peluang bagi lulusan SMK untuk bekerja sambil kuliah, termasuk kesempatan kerja di luar negeri seperti Jepang dan Korea.

"Pengurus GenRe menyusun program kerja yang realistis dan berbasis kebutuhan remaja, serta memperkuat sinergi dengan organisasi perangkat daerah (OPD), camat, hingga pemerintah desa," pinta Bupati Blora. (Humas/ Redaksi)


Share:

Truck Hino Seruduk Pick Up di Jalan Blora-Cepu, Tidak Ada Korban Jiwa


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) —  Kecelakaan lalu lintas melibatkan truk Hino Nopol L 8532 UK dengan mobil Daihatsu Pick Up Nopol K 9792 HP terjadi di Jalan Blora-Cepu, di Desa Tempellemahbang, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, Kamis, 23 April 2026, sekira pukul 12.30 WIB.

Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto melalui Kasihumas Polres Blora, AKP Midiyono membenarkan kejadian tersebut.

“Benar, telah terjadi laka lantas antara truk Hino dengan pick up di Jalan Blora-Cepu. Untuk korban jiwa nihil, hanya kerugian materiil,” jelas Kasihumas Polres Blora.

Berdasarkan kronologi, lanjut Kasihumas Polres Blora, mobil Daihatsu Pick Up yang dikemudikan RPP melaju dari arah timur ke barat. Sesampainya di TKP Desa Tempellemahbang, pick up bermaksud masuk ke jalan utama dan melaju ke barat. Saat bersamaan, dari arah belakang melaju truk Hino yang dikemudikan AA.

“Karena jarak sudah dekat, pengemudi truk tidak bisa menghindar sehingga terjadi tabrakan,” imbuh Kasihumas Polres Blora.

Masih kata Kasihumas Polres Blora, 
petugas Unit Gakkum Satlantas Polres Blora telah mendatangi lokasi untuk olah TKP dan mengamankan kedua kendaraan. Polres mengimbau pengguna jalan agar lebih berhati-hati, menjaga jarak aman, dan waspada saat hendak masuk ke jalur utama.

“Kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu mengutamakan keselamatan di jalan,” tandas Kasihumas Polres Blora. (Humas/Redaksi)

Share:

Wamenakes: Blora Harus Jadi Percontohan Penanganan Kasus TBC


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) —  Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Republik Indonesia, dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P(K), melakukan kunjungan ke Kabupaten Blora, untuk meninjau pelaksanaan Active Case Finding (ACF) TB melalui Tracing TB Terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG).  Rabu (22/4/2026).

Kehadiran Wamenakes ke Desa Tunjungan, kecamatan Tunjungan, Blora ini di dampingi oleh Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi, Bupati Blora, Dr. Arief Rohman, Wakil Bupati Hj. Sri Setiyorini, Forkopimda Kabupaten Blora,Ketua TP PKK Kabupaten Blora dan Kepala Dinkesda Kabupaten Blora.

Pada kunjungan Wamenakes pada pelaksanaan Active Case Finding (ACF) TB melalui Tracing TB Terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG), Wamenakes meninjau pengobatan gratis, konsultasi dokter hingga rontgen.

Dalam sambuatanya Bupati Blora Arief Rohman mengucapkan selamat datang di wilayah Kabupaten Blora, tepatnya di Kecamatan Tunjungan. Alhamdulillah, hari ini kita dapat hadir dalam kegiatan Road Show Wakil Menteri Kesehatan RI dalam rangka pelaksanaan Active Case Finding (ACF) TB melalui Tracing TB Terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG).

"Tuberkulosis atau TB masih menjadi tantangan kesehatan yang serius, baik di tingkat nasional maupun daerah. Oleh karena itu, percepatan eliminasi TB menjadi prioritas penting," ucapnya.

Bupati  melaporkan bahwa penemuan kasus Tuberkulosis di Kabupaten Blora pada tahun 2024 mencapai 1.485 kasus, dan meningkat pada tahun 2025 menjadi 1.676 kasus. Hal ini menunjukkan bahwa upaya penemuan kasus semakin masif, namun juga menjadi pengingat bahwa TB masih menjadi masalah kesehatan yang perlu kita tangani bersama.

"Kami mohon bimbingannya dalam penanganan nya, kami juga ingin mohon bantuannya, kami ada 3 RSUD semoga kami bisa dibantu dan meningkatkan bersama dalam pelayanan nya dan stunting dan lainnya kami juga mohon dibantu. Alhamdulillah sinergi provinsi, hingga pusat ini bisa meningkatkan," terangnya.

"Dan sampai dengan hari ini, telah ditemukan 350 kasus positif TBC di Kabupaten Blora," imbuhnya.

Mas Arief menyebut sebagai salah satu upaya pencegahan, pihaknya telah melaksanakan pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT). Namun dalam implementasinya, masih terdapat berbagai kendala di lapangan, baik dari sisi kesadaran masyarakat maupun jangkauan layanan.

Berbagai daerah di Indonesia telah menunjukkan bahwa integrasi skrining TB dengan pelayanan kesehatan gratis mampu meningkatkan penemuan kasus dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin. Hal ini menjadi bukti bahwa upaya promotif dan preventif harus terus diperkuat.

Bupati menyadari bahwa keberhasilan program ini tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi memerlukan kolaborasi semua pihak, tenaga kesehatan, kader, pemerintah desa, serta partisipasi aktif masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami berharap Masyarakat semakin sadar tentang pentingnya deteksi dini TB.

"Penemuan kasus TB di Kabupaten Blora dapat meningkat secara signifikan sehingga Rantai penularan dapat ditekan dan pada akhirnya kita mampu mewujudkan Kabupaten Blora yang sehat dan bebas TB,"pungkasnya.

Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto, dalam sambutannya menyebutkan bahwa TBC ini penyakit yang sulit disembuhkan, karena kebal dengan obat, bahkan ia punya membran yang kuat sehingga btuh pengobatan yang lama.

"Indonesia dulu rangking 3 yang pertama china, india dan Indonesia. Namun sekarang pada kasus ini sekarang Indonesia masuk negara no 2 setelah india," ucapnya.

Menurut Edy dengan kegiatan ini tentunya penting bagi Blora dan Blora harus jadi percontohan, sehingga kegiatan yang dilakukan hari ini harus bisa menjadi penurunan TB yang ada di blora.

"Jika ini dilakukan dengan baik saya harap blora TBC nya jadi zero. Saya juga titip RSUD Samin surosentiko, yang berada di daerah selatan, dan keberadaan ini jauh dari akses sehingga nantinya jadi bagian pemerataan masyarakat dengan kesehatan," tuturnya.

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Republik Indonesia, dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P(K), menjelaskan bahwa kedatangannya untuk melihat apa yang terjadi dilapangan dan permasalahan apa saja yang terjadi.

"Saya datang kesini agar semua bisa saling membantu, semua saling mengingatkan, jadi komitmen bersama dan suatu kebanggaan bagi kita jika Indonesia bebas dari TBC," jelasnya.

Wamenkes menyebut, kasus TBC di Indonesia sangat tinggi, oleh sebab itu harus segera ditangani serius. Pihaknya pun meminta seluruh pemerintah daerah (Pemda) untuk bersama-sama mencegah TBC.

"Penderita TBC harus langsung diberi pengobatan secara rutin selama 6 bulan. Tak hanya itu, pihak keluarga si penderita juga harus diberi obat pencegahan agar tak tertular penyakit ini," imbuhnya.

Wamenakes mencontohkan jika ada 1600 an kasus jadi nantinya ada 6000 orang yang akan diperiksa dan di tracking, jadi kalau yang sakit ada 500 dan sisanya pencegahan.

"Kita ingin TB ini berhasil di Blora, sehingga jika ada Masyarakat yang terdeteksi sakit TBC dapat segera diobati, Kontak serumah atau kontak erat yang tidak menunjukkan gejala dan hasil rontgen negatif akan diberikan TPT sebagai langkah pencegahan," Pungkasnya.

Usai kunjungan, Wamenakes, bersama Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi, Wakil Bupati Hj. Sri Setiyorini,Ketua TP PKK Kabupaten Blora dan Kepala Dinkesda Kabupaten Blora menyerahkan bantuan bedah rumah bagi penderita TB di Sarimulyo Ngawen. (Humas/Redaksi)


Share:

Petani di Blora Ditemukan Meninggal di Sawah Bangsri, Tersengat Listrik Jebakan Tikus


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Seorang petani ditemukan meninggal dunia akibat tersengat listrik jebakan tikus di area persawahan Dukuh Nglorog, Desa Bangsri, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora Jawa Tengah, Selasa, 21 April 2026. Korban bernama Jasmin (46), warga Desa Bangsri.

Kapolsek Jepon, Iptu Moh. Junaidi menjelaskan bahwa peristiwa diketahui oleh saksi Widodo Lestari dan Sakijan sekira pukul 18.00 WIB. Keduanya curiga karena korban belum pulang sedangkan sepeda motornya masih berada di sawah. Saat dicari, korban ditemukan tergeletak ditepi pematang sawah dengan posisi terlentang menindih kawat jebakan tikus beraliran listrik.

“Saksi mengecek dan korban sudah tidak bernafas. Kawat untuk perangkap tikus itu dipasang sendiri oleh korban di sekeliling sawah dengan jarak 50 cm dari pematang dan tinggi 15 cm dari tanah,” jelas Kapolsek Jepon.

Lebih lanjut, Kapolsek Jepon menjelaskan petugas Polsek Jepon bersama Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan tim medis RS PKU Muhammadiyah Blora langsung mendatangi TKP dan mengevakuasi korban ke rumah sakit.

"Hasil pemeriksaan medis menunjukkan tidak ada tanda kekerasan. Ditemukan luka lecet di jari telunjuk tangan kanan korban yang diduga akibat sengatan listrik, dan tubuh dalam keadaan kaku. Korban dinyatakan meninggal dunia akibat tersengat arus listrik," ungkap Kapolsek Jepon.

Masih kata Kapolsek Jepon bahwa barang bukti yang diamankan berupa satu kaos lengan panjang abu-abu dan satu celana pendek hitam milik korban.

"Jenazah telah diserahkan kepada Kepala Desa Bangsri mewakili keluarga untuk dimakamkan," ujar Kapolsek Jepon.

Kapolsek Jepon mengimbau warga tidak memasang jebakan tikus beraliran listrik karena membahayakan nyawa.

“Sudah banyak kejadian serupa. Kami minta masyarakat hentikan penggunaan setrum untuk berantas hama tikus,” tegas Kapolsek Jepon. (Humas/Redaksi)


Share:

Jembatan Garuda, Nafas Baru Penggerak Ekonomi Warga Jati Blora


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) —  Harapan baru mulai tumbuh di Desa Jati, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora. Pembangunan Jembatan Garuda yang membentang di atas Sungai Klanding kini menjadi simbol penghubung kehidupan sekaligus penggerak ekonomi masyarakat setempat.

Keterbatasan akses menjadi kendala utama warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, terutama dalam distribusi hasil pertanian dan mobilitas antarwilayah. Kehadiran jembatan ini diharapkan mampu menjawab persoalan tersebut, membuka keterisolasian, serta mempercepat perputaran ekonomi desa.

Komandan Koramil 11/Jati Kodim 0721/Blora, Kapten Inf Puryanto, yang meninjau langsung proses pembangunan, menegaskan pentingnya keberadaan jembatan tersebut bagi masyarakat.

“Jembatan ini nantinya akan memperlancar mobilitas warga yang selama ini terkendala akses. Kami berharap aktivitas ekonomi masyarakat bisa tumbuh, membuka peluang usaha baru, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan warga,” ujarnya, Kamis 23 April 2026.

Ia menambahkan, pembangunan Jembatan Garuda terus dikebut dengan tetap memperhatikan kualitas dan keselamatan kerja. Menurutnya, ketepatan waktu penyelesaian menjadi target penting, namun tidak boleh mengesampingkan standar konstruksi.

“Harus selesai tepat waktu, tetapi kualitas tetap menjadi prioritas utama. Yang tidak kalah penting adalah keselamatan selama proses pembangunan,” tegasnya.

Di sisi lain, antusiasme warga terlihat nyata. Sujariyanto (45), salah satu warga Desa Jati, mengaku bersyukur atas pembangunan jembatan yang telah lama dinantikan tersebut.

“Kami sangat senang dan berterima kasih kepada TNI. Dengan adanya jembatan ini, aktivitas kami akan jauh lebih lancar dan ekonomi desa bisa berkembang,” katanya.

Pembangunan jembatan ini tidak hanya menjadi proyek infrastruktur semata, tetapi juga mencerminkan sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mendorong pemerataan pembangunan di daerah. Upaya ini sejalan dengan program pembangunan nasional yang menekankan konektivitas dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dengan hadirnya Jembatan Garuda, Desa Jati kini menatap masa depan dengan optimisme baru, sebuah langkah kecil yang membawa dampak besar bagi kehidupan warganya. (Pendim/Redaksi)

Share:

Hot News

Hari Kartini dan HKG, PKK Blora Tebar Benih Ikan dan Tanam Pohon di Bendungan Randugunting

𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 ( SEPUTARBLORA.MY.ID ) — Dalam rangka memperingati Hari Kartini ke-147 dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54, Tim ...

Piblic Service

Piblic Service
Instagram

Blog Archive

Social Media

Technology

Next More »

Labels

Community

Next More »