Tinjau Korban Kebakaran 'Pasar Darurat' Ngawen, Bupati Blora Serahkan Bantuan


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Menyusul terjadinya musibah kebakaran yang menimpa sejumlah kios dan rumah warga yang difungsikan sebagai pasar darurat oleh sejumlah pedagang Pasar Ngawen  Sabtu 7 Maret 2026,, Bupati Blora Dr.H.Arief Rohman,beserta Wakil Bupati Blora, Hj. Sri Setyorini, datangi langsung para korban dan serahkan bantuan, Rabu 11 Maret 2026.

Dengan didampingi Ketua Baznas Blora, Kepala Dinsos PPPA, BPBD,PMI, serta Forkopimcam Ngawen, Bupati Arief meninjau lokasi kebakaran dan menyerahkan bantuan mulai dari uang tunai dari Baznas sejumlah Rp. 33.500.000 untuk 9 korban kebakaran, bantuan sembako, hingga perlengkapan darurat.

"Mohon bersabar nggih bapak ibu semuanya, turut prihatin atas musibah kebakaran yang menimpa rumah dan pasar darurat ini, ini ada sedikit bantuan dari kami semoga bisa sedikit meringankan beban bapak ibu," ungkap Bupati Arief

Untuk penyebab dari kebakaran tersebut diduga karena hubungan pendek arus listrik pada salah satu kios. Meski tidak ada korban jiwa, namun kerugian diperkirakan mencapai hingga miliaran rupiah.

Musibah kebakaran tersebut terjadi pada rumah hingga kios-kios pasar darurat milik Suwadi, Suparman, Bagus Rahman,Sutikno, Bayu Ari, Nihayatun Ni'mah, Sutimah, Rumiyati, dan Anik Dwi.

Setelah meninjau dan menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran tersebut, Bupati Arief meninjau dan mengecek progress pembangunan Pasar Ngawen yang tengah berlangsung. Pasar ini tengah dibangun dengan anggaran APBN sekitar Rp 30 Miliar.

Saat ditinjau, nampak para pekerja proyek tengah sibuk melakukan pengerjaan. Saat ini progress pembangunan pasar sudah mencapai 26 persen dan diperkirakan akan selesai pada bulan Juni mendatang.

"Semoga proses pembangunan berjalan lancar dan segera selesai nanti sehingga bisa segera dimanfaatkan oleh para pedagang pasar," harap Bupati Blora.  (Humas/Redaksi)
Share:

'Pasar Darurat' Ngawen dan Rumah Terbakar, Kerugian Capai Rp 2,2 Miliar


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Peristiwa kebakaran hebat melanda kawasan permukiman dan bedak pasar darurat rakyat Ngawen, tepatnya disisi barat Jalan Raya Ngawen – Japah, Kelurahan Ngawen, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora pada Sabtu 7 Maret 2026, yang terjadi sekira pukul 23.10 WIB., menghanguskan sejumlah rumah serta bedak para pedagang pasar darurat dengan total kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 2,225 miliar.

Untuk diketahui, pasar darurat sebagai tempat sementara para pedagang pasar utama Ngawen yang sedang dibangun, adapun penyebab kebakaran tersebut diduga kuat berasal dari hubungan pendek arus listrik atau korsleting pada stopkontak di salah satu bedak milik warga. Api dengan cepat menjalar ke bangunan di sekitarnya karena material bangunan yang didominasi kayu dan barang-barang dagangan yang mudah terbakar.

Kapolsek Ngawen, AKP Lilik Eko Sukaryono menjelaskan bahwa api pertama kali diketahui oleh korban S, yang saat itu berada didalam rumah,  korban melihat percikan api mulai merambat ke atap kayu yang bersumber dari bedak milik korban A.

"Korban sempat berupaya memadamkan api secara mandiri menggunakan peralatan seadanya, namun api justru semakin membesar. Korban kemudian berteriak minta tolong hingga didengar oleh warga dan saksi yang melintas di lokasi," jelas AKP Lilik Eko Sukaryono, Senin 7 Maret 2026.

Warga kemudian, lanjut Kapolsek Ngawen, menghubungi tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kecamatan Ngawen. Meski petugas tiba di lokasi sekitar 10 menit setelah laporan diterima, api sudah terlanjur meluas ke beberapa unit bedak darurat lainnya.

"Upaya pemadaman dilakukan secara intensif oleh tim gabungan dari Damkar, BPBD Kabupaten Blora, anggota Polsek Ngawen, dan Koramil Ngawen. Api baru berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar satu jam kemudian," ujar Kapolsek Ngawen.

Dikemukakan, berdasarkan data di lokasi kejadian, sebanyak sembilan warga menjadi korban terdampak dengan kerugian yang bervariasi. Kerugian terbesar dialami oleh korban SP dengan aset berupa bedak dan dagangan sembako senilai Rp 1 miliar, serta korban S yang kehilangan rumah, barang dagangan, dan satu unit sepeda motor, taksiran kerugian sekira Rp 605 juta.

"Korban lainnya juga kehilangan bedak yang berisi dagangan pakaian, sandal, sepatu, hingga makanan beku, Kami pastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, kerugian materiil memang cukup besar karena mencakup bangunan rumah dan stok dagangan para pedagang pasar darurat," tandas  Kapolsek Ngawen.

Pihak kepolisian telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), memeriksa saksi-saksi, serta mengamankan barang bukti untuk penyelidikan lebih lanjut.

"Atas kejadian ini, kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap penggunaan instalasi listrik guna mencegah kejadian serupa terulang kembali," pinta Kapolsek Ngawen. (Humas/Redaksi)

Share:

Dandim 0721/Blora Pimpin Penutupan TMMD Sengkuyung Tahap I TA 2026 di Desa Sumber


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Kodim 0721/Blora secara resmi menutup program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Tahun Anggaran 2026 di Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora Jawa Tengah, Rabu 11 Maret 2026.

Upacara penutupan dipimpin langsung oleh Komandan Kodim (Dandim) 0721/Blora Letkol Kav Yudhy Agus Setiyanto, S.Sos., yang bertindak sebagai Inspektur Upacara. Kegiatan tersebut mengusung tema 'TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa'.

Penutupan TMMD ditandai dengan penyerahan simbolis peralatan kerja, penandatanganan naskah serah terima hasil TMMD antara Kodim 0721/Blora dengan Pemerintah Kabupaten Blora oleh Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman, S.IP., M.Si., serta pemukulan kentongan bersama unsur Forkopimda sebagai tanda berakhirnya kegiatan.

Dalam kesempatan tersebut, Dandim 0721/Blora membacakan amanat Panglima Kodam IV/Diponegoro Mayor Jenderal TNI Achiruddin, S.E., M.Han. Dalam amanatnya, Pangdam menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh Bupati/Walikota beserta jajaran Forkopimda dan dinas terkait atas dukungan yang diberikan selama pelaksanaan TMMD.

Pangdam juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh unsur TNI, Polri, organisasi kemasyarakatan, pemuda, pelajar, serta masyarakat yang selama satu bulan penuh telah bekerja sama dan bergotong royong menyelesaikan seluruh program TMMD, baik sasaran fisik maupun nonfisik.

“Saya berharap seluruh hasil pembangunan yang telah dicapai dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Saya juga menitipkan pesan agar apa yang telah kita bangun bersama ini dapat dipelihara dan dirawat dengan baik sehingga memiliki masa pakai yang panjang,” demikian amanat Pangdam.

Selain itu, Pangdam juga menekankan kepada seluruh Dansatgas TMMD agar segera melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap hasil kegiatan yang telah dilaksanakan sebagai bahan perbaikan dan penyempurnaan pada pelaksanaan TMMD di masa mendatang.

Sementara itu, berdasarkan laporan Pasiter Kodim 0721/Blora Kapten Inf Maningsun, pelaksanaan TMMD yang berlangsung sejak 10 Februari hingga 11 Maret 2026 berhasil mencapai target 100 persen.

Adapun sasaran fisik meliputi pembangunan jalan rabat beton sepanjang 280 meter dengan lebar 3 meter serta pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak dua unit.

Selain sasaran fisik, TMMD juga menghadirkan berbagai kegiatan non fisik berupa penyuluhan, sosialisasi, serta pelatihan pemberdayaan masyarakat yang bekerja sama dengan dinas dan instansi terkait di Kabupaten Blora.

Program TMMD Sengkuyung Tahap I ini menjadi bukti komitmen TNI dalam mendukung percepatan pembangunan di daerah, sekaligus memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat di tingkat desa.

Usai upacara penutupan, unsur Forkopimda bersama jajaran TNI-Polri dan tokoh masyarakat meninjau hasil pembangunan RTLH serta melakukan pemotongan pita di lokasi jalan rabat beton sebagai tanda peresmian infrastruktur baru di Desa Sumber.

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, jajaran TNI-Polri, unsur Forkompimcam Kradenan, kepala desa, serta masyarakat setempat.

Kehadiran berbagai elemen tersebut mencerminkan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat dalam membangun desa serta memperkuat ketahanan nasional dari tingkat akar rumput. (Humas/Redaksi)
8
Share:

Temui Badan BPH, Bupati Blora Dorong Optimalisasi Jargas dan Peningkatan SDM Migas

 
𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — JAKARTA – Bupati Blora, Arief Rohman meminta masukan terkait optimalisasi jaringan gas (jargas) dan peningkatan sumber daya manusia (SDM) di sektor minyak dan gas kepada Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Wahyudi Anas, Kamis 5 Maret 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Blora, Arief Rohman menyampaikan bahwa diskusi yang dilakukan membahas potensi besar minyak dan gas bumi yang dimiliki Kabupaten Blora serta upaya pengembangannya agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kami banyak berdiskusi tentang potensi minyak dan gas di Blora serta pengembangan terkait potensi sumber daya alam yang ada,” ujar Bupati Blora.

Selain sebagai kepala daerah, Arief Rohman yang juga menjabat Wakil Ketua Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan (ADPMET) berharap Kepala BPH Migas dapat berkunjung langsung ke wilayah Cepu untuk memperkuat sinergi berbagai pihak dalam pengembangan sektor energi.

Menurutnya, pertemuan yang lebih luas nantinya akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk daerah penghasil migas dan kontraktor sektor minyak dan gas.

“Kita ingin pendekatan dari sisi SDM. Kabupaten penghasil migas juga akan kita undang, termasuk KKKS minyak dan gas, agar nanti bisa bersinergi bersama,” kata Bupati Blora.

Sementara itu, Kepala BPH Migas,  Wahyudi Anas menyampaikan bahwa secara prinsip wilayah Blora memiliki potensi sumber energi yang cukup besar dan perlu dimanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan masyarakat.

“Blora memiliki sumber energi yang besar. Kami berharap potensi ini dapat dimanfaatkan dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Blora,” ujar Kepala BPH Migas.

Kepala BPH Migas berharap sumber gas yang ada di wilayah tersebut dapat disalurkan melalui program jaringan gas rumah tangga (jargas), baik melalui skema Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun dukungan pemerintah pusat agar Blora menjadi salah satu daerah prioritas.

Selain itu, Wahyudi juga menyoroti pentingnya pemanfaatan SDM lokal, termasuk lulusan Politeknik Energi dan Mineral Akamigas di Cepu yang dinilai memiliki kompetensi kuat di bidang minyak dan gas.

Menurutnya, sebagian lulusan tahun 2026 berpotensi dilibatkan untuk mendukung tugas BPH Migas, khususnya dalam kegiatan monitoring dan evaluasi penyaluran BBM bersubsidi serta program kompensasi negara.

Dengan potensi energi yang dimiliki, ia optimistis Kabupaten Blora dapat berkembang lebih maju. Distribusi energi diharapkan dapat menjangkau berbagai sektor, mulai dari kebutuhan rumah tangga, pelaku UMKM, hingga industri yang memerlukan pasokan gas.

“Blora pasti bisa maju. Energinya sudah siap dan dapat didistribusikan ke berbagai sektor, baik masyarakat, UMKM, maupun industri yang membutuhkan gas,” tandas Kepala BPH Migas.

Untuk diketahui, saat ini Pemerintah Kabupaten Blora juga mempersiapkan usulan kepada Kementerian Kehutanan Republik Indonesia agar lahan seluas kurang lebih 1.300 hektare di kawasan Cemoro Modang, tepatnya di Pos DX, dapat dialihfungsikan menjadi kawasan industri berbasis gas.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memaksimalkan potensi energi yang dimiliki Blora. Pasokan gas untuk kawasan industri di Batang diketahui juga berasal dari wilayah Blora.

Kabupaten Blora sendiri memiliki cadangan gas yang cukup besar, di antaranya dari Blok Gundih serta sejumlah potensi gas lainnya yang saat ini masih dalam tahap pengembangan. (Humas/Redaksi)
Share:

Bupati Blora Hadiri RDP APKASI, Bahas 20 Isu Strategis dari Gaji P3K Hingga Pilkada

𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — JAKARTA – Bupati Blora, Arief Rohman menghadiri Rapat Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) yang digelar di Raffles Jakarta, Kamis 5 Maret 2026. 

Pertemuan tersebut menjadi forum penting bagi para kepala daerah untuk membahas sekaligus memfinalisasi rekomendasi hasil Rapat Kerja Nasional XVII APKASI 2026.

Dewan Pengurus APKASI menyepakati sejumlah rekomendasi strategis yang akan disampaikan secara resmi kepada Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian. Penyerahan rekomendasi dilakukan oleh Ketua Umum APKASI Bursah Zarnubi bersama jajaran pengurus kepada Mendagri yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut.

Rapat Dewan Pengurus (RDP) I APKASI membahas sedikitnya 20 persoalan strategis yang dihadapi 416 kabupaten di seluruh Indonesia. Hasil pembahasan tersebut kemudian dirumuskan menjadi 20 rekomendasi yang akan disampaikan kepada Kementerian Dalam Negeri serta Komisi II DPR RI.

"Ada 20 rekomendasi, transfer keuangan daerah (TKD), tantangan fiskal kabupaten, beban anggaran gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang menekan APBD, kewenangan dan manajemen ASN di daerah, hingga wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui DPRD," Jelasnya Bupati Blora yang juga sebagai Wakil Sekretaris Jenderal APKASI.

Selain itu, APKASI juga menyatakan komitmennya untuk mendukung pelaksanaan program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) serta penguatan Koperasi Merah Putih di seluruh 416 kabupaten.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto menekankan pentingnya percepatan pembangunan daerah tertinggal melalui sinkronisasi program antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, termasuk penguatan tata kelola pemerintahan desa.

"Tantangan yang masih dihadapi daerah tertinggal, di antaranya keterbatasan kapasitas fiskal daerah, rendahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta mutu pelayanan dasar yang masih belum optimal." Ungkap Yandri.

Menurut Yandri, langkah strategis yang diambil para kepala daerah memiliki peran penting dalam memastikan pemerataan ekonomi, pengentasan kemiskinan ekstrem, serta peningkatan kemandirian desa di berbagai wilayah Indonesia.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam arahannya menegaskan bahwa APKASI merupakan wadah strategis untuk menjembatani komunikasi antara pemerintah kabupaten dan pemerintah pusat. Ia mendorong para bupati untuk terus menyelaraskan program pembangunan daerah dengan kebijakan nasional.

Mendagri juga mengingatkan agar pemerintah daerah lebih aktif mengembangkan potensi wilayah masing-masing, mulai dari sektor pertanian, pariwisata, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat ekonomi daerah. (Humas/Redaksi)
Share:

Diresmikan Gubernur Ahmad Luthfi, Embung Karangjati Blora Aliri 40 Hektare Sawah


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Sekitar 40 hektar lahan sawah pertanian yang ada di wilayah Kecamatan Blora khususnya di wilayah Karangjati dan sekitarnya, akan segera merasakan manfaat air irigasi dari Embung Karangjati yang diresmikan Gubernur Jawa Tengah, Drs. Ahmad Luthfi, Senin (2/3/2026), 

Dengan ketersediaan air tersebut, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian dalam mewujudkan swasembada pangan.

Gubernur meresmikan Embung Karangjati yang terletak di wilayah Kecamatan Blora itu, didampingi Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, Wakil Bupati Blora Hj. Sri Setyorini, Forkopimda Blora, dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Tengah.

Dihadapan Gubernur dan Bupati, Karyono, salah satu petani dari Kelompok Tani Sidodadi Nglawiyan, Karangjati, mengungkapkan bahwa kendala yang dihadapi para petani adalah terkait dengan air irigasi. Sehingga mereka hanya bisa bercocok tanam pada masa tanam 1 (MT 1), sedangkan di masa tanam 2 (MT 2) hasilnya tidak optimal.

“Kami terima kasih sekali telah dibantu Embung oleh Gubernur Jawa Tengah Bapak Ahmad Luthfi, manfaat kaitannya dengan Embung ini untuk petani di Kelompok Tani Sidodadi Nglawiyan Karangjati disini yang mana pada penanaman setiap tahunnya disini hanya tanam MT 1 saja. MT 2 itu kadang jadi kadang tidak, banyak yang tidak jadinya karena kurang air,” terangnya

Dengan adanya embung ini, para petani sangat berharap bisa menambah masa tanam sampai MT 3. Tidak hanya menanam padi saja, tapi juga bisa menanam hortikultura bahkan tembakau.

“Alhamdulillah dengan bantuan ini, kelompok tani disini nanti bisa menanam sampai MT 3, yang pertama MT 1 tanam padi, masa tanam kedua padi, dan Alhamdulillah mungkin nantinya dengan adanya embung bisa ada pengairan yang cukup, sehingga yang ketiga itu Holtikultura Jagung, sama petani Tembakau juga ada disini,” paparnya 

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berpesan agar nantinya masyarakat dapat merawat dan menjaga Embung tersebut dengan baik. Ia juga meminta melalui dinas terkait untuk melakukan penghijauan dengan menanami pohon-pohon agar semakin asri.

“Yang pertama embungnya harus dirawat, Pak Lurah juga nanti sering ngecek disini ya, Pak Widi (Kadis LHK) segera carikan pohon-pohon dari provinsi dari kehutanan bawa ke sini, juga Pak Henggar menghubungi yang menangani perikanan untuk dibawa ke sini, nanti dinas kita biar turun, termasuk dari perbankan, Bank Jateng atau apa biar bangun daerah sini khususnya UMKM nya,”Jelas Gubernur


Termasuk pihaknya juga berharap dengan adanya embung tersebut bisa mengairi hingga 40 hektar sawah dan bisa menambah masa tanam pertanian, hingga bisa meningkatkan pariwisata dan UMKM, masyarakat di area sekitar.

“Semoga bermanfaaat untuk masyarakat,” imbuhnya

Pihaknya mengungkapkan bahwa kedepan Pemprov akan melakukan pembangunan embung-embung lainnya untuk meningkatkan produksi pertanian dalam mewujudkan swasembada pangan.

“Infrastruktur kita untuk embung itu hampir 12 embung yang nilainya hampir 43 miliar sudah saya bangun di seluruh Kabupaten/kota, oleh karena itu, Pak Henggar saya minta cari lagi embung-embung yang lain, jadi untuk meningkatkan produksi swasembada pangan khususnya padi ini,” papar Gubernur

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, mengungkapkan, bahwa Pembangunan Embung Karangjati tersebut berdasarkan usulan dari masyarakat, yang pada akhirnya bisa terselesaikan di tahun 2025.

“Kemudian manfaat pembangunan Embung Karangjati dapat kami sampaikan sebagai berikut penyediaan air baku di musim kemarau untuk penyediaan air irigasi pertanian seluas kurang lebih untuk lahan ada 40 hektare. Kemudian untuk meningkatkan kegiatan UMKM yang berada di sekitarnya, mudah-mudahan nanti disini juga akan menjadi destinasi wisata yang tentunya dengan adanya nanti destinasi wisata ini juga akan lebih menguntungkan,” terangnya

Dinantikan Petani

Bupati menyampaikan bahwa Embung Karangjati sudah lama dinanti masyarakat Blora. Ia berharap embung ini bisa membantu memperkuat ketahanan pangan di Blora, terutama dengan memastikan ketersediaan air bagi pertanian. 

Pihaknya juga menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk sektor pertanian di Blora. Terlebih di 2026 Blora akan dibantu Provinsi untuk Pembangunan embung lagi.

“Manfaatnya sangat luar biasa, nanti Pak Gubernur bisa tanya langsung ke kelompok tani, mimpi masyarakat sini ini seperti apa, karena memang komitmen Pak Gubernur mendukung program prioritas untuk ketahanan pangan,” ungkapnya

Ia mengungkapkan bahwa Kabupaten Blora memiliki potensi besar, khususnya di sektor pertanian dan peternakan. Bahkan, Blora tercatat sebagai daerah dengan populasi ternak terbesar di Jawa Tengah. Untuk komoditas jagung, Blora menempati peringkat kedua, sementara produksi padi berada di kisaran peringkat keenam se-Jawa Tengah.

“Semoga nanti dengan pembangunan Embung ini akan membantu untuk peningkatan produksi padi yang ada di Kabupaten Blora,” jelasnya

Bupati mengungkapkan bahwa Blora siap untuk dijadikan sentra ketahanan pangan di Jawa Tengah kedepannya.

“Kami tentunya memohon kepada Pak Gubernur agar Blora ini siap untuk dijadikan sentra ketahanan pangan. Jadi kami menyiapkan diri untuk bermitra dengan Agrinas maupun dari Pemprov untuk nanti hilirisasi yang ada di Kabupaten Blora ini. Termasuk untuk mendukung program MBG, kami juga ada peternakan telur untuk masyarakat dan sebagainya,” papar Bupati

Untuk diketahui, Embung Karangjati terdiri dari dua tampungan, yaitu embung utara dan embung Selatan. Pada embung utara diperkirakan dapat menampung volume air hingga 18.876 meter kubik, dan pada embung Selatan diperkiran hingga 49.320 meter kubik. (Humas/Redaksi)
Share:

Ketua DPRD Blora Hadiri Rakor Lintas Sektoral untuk Pengamanan Lebaran 1447 H


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Pemerintah Kabupaten Blora bersama jajaran Polres Blora menyelenggarakan rapat koordinasi (Rakor) lintas sektoral untuk pengamanan Lebaran 1447 H, Senin (2/3/2026).

Rapat yang dipimpin langsung oleh Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, bersama Wakil Bupati, Hajah Sri Setyorini,  Kapolres, Kajari, Ketua DPRD Kabupaten Blora, Mustopa dan perwakilan Forkopimda lainnya itu, diikuti seluruh OPD terkait, hingga BUMN dan BUMD, serta jajaran Kapolsek. Bertempat di Gedung Iwan Ibrahim Mapolres Blora. 

Dalam arahannya, Bupati Arief menyoroti pentingnya perbaikan jalan menjelang musim mudik lebaran. Dirinya meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) bisa segera melaksanakan perbaikan jalan.

“Tolong Pak Huda (Plt. Kepala DPUPR) untuk segera melakukan perbaikan jalan-jalan yang menjadi jalur utama mudik. Laporan dari masyarakat untuk segera ditindaklanjuti. Termasuk memetakan kerusakan jalan provinsi dan jalan nasional yang ada di wilayah Kabupaten Blora, agar bisa ikut diperbaiki. Tolong dikoordinasikan dengan DPU Jawa Tengah dan Balai Pelaksana Jalan Nasional,” ucap Bupati Arief Rohman.

Selain masalah jalan, Bupati juga menyoroti terkait kelangkaan LPG 3 kilogram yang masih dikeluhkan masyarakat. Pihaknya meminta agar Dindagkop UKM kembali mengupdate kondisi penyaluran LPG subsidi dari SPBE ke pangkalan hingga agen. Kalau memang di lapangan mengalami peningkatan permintaan, dirinya meminta agar dinas segera meminta tambahan kuota agar aman hingga selesai lebaran.

Di kesempatan itu, Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Blora, Nidzamudin Al Huda, menjelaskan, tahun ini bidang bina marga ada 30 paket pekerjaan perbaikan jalan.

“Tahun ini di DPUPR ada 30 paket pembangunan jalan. Sampai saat ini yang sudah berjalan baru dua yakni penanganan jalan longsor getas, dan pembetonan jalan Palon (yang sempat viral pekan lalu). Selebihnya masih proses dokumen untuk persiapan pelaksanaan pembangunan,” ujar Huda.

“Sedangkan untuk kesiapan mudik kali ini. Kami fokus untuk pemeliharaan titik-titik yang masih berlubang dahulu. Kami bentuk dua tim untuk melaksanakan pemeliharaan ruas- ruas utama jalan kabupaten. Ada tim Blora dan tim Cepu,” sambungnya.

“Selanjutnya untuk jalan provinsi yang masih rusak sudah kami koordinasikan dengan pihak DPUPR Jawa Tengah, dan mereka juga segera turun untuk melaksanakan perbaikan. Tinggal yang jalan nasional nanti kita koordinasikan kembali agar ruas yang masih berlubang bisa segera ditangangi sepanjang Rembang - Blora - Cepu batas Jawa Timur,” tambah Huda.

Untuk diketahui di wilayah Kabupaten Blora, ada 3 ruas jalan provinsi dan 1 ruas jalan nasional. Jalan Provinsi yang pertama ada di ruas Kunduran - Ngawen - Blora, kerusakan yang butuh penanganan mulai SMAN 1 Ngawen ke barat sampai Desa Jagong Kecamatan Kunduran. 

Kemudian Jalan Provinsi yang kedua ada di ruas Todanan - Japah - Ngawen, kerusakan masih dijumpai di Desa Cokrowati Kecamatan Todanan hingga Desa Tlogowungu Kecamatan Japah, dan mulai Desa Padaan Kecamatan Japah hingga desa Ngrambitan Kecamatan Japah.

Sementara Jalan Provinsi yang ketiga ruas Singget - Randublatung - Cepu, kerusakan masih ada mulai Kedhiren Randublatung sampai Kutukan Randublatung, dan Desa Sogo Kedungtuban ke barat.

Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto,  mendukung agar perbaikan jalan yang masih rusak agar segera dilaksanakan untuk kelancaran dan kenyamanan para pemudik.

“Kami dari jajaran Kepolisian juga akan menyiapkan Pos Pelayanan dan Pos Pengamanan Mudik Lebaran 1447 H dalam Operasi Ketupat Candi 2026. Operasi akan dimulai pada 11 Maret nanti. Tidak hanya mengamankan arus mudik namun juga kondusifitas wilayah selama Ramadhan hingga Lebaran,” ucap Kapolres Wawan.

Pihaknya juga meminta agar seluruh Kapolsek jajarannya untuk memberikan edukasi ke masyarakat terkait penggunaan sound sistem dalam membangunkan sahur yang dinilai mengganggu. 

“Sudah ada laporan masuk dari masyarakat, wilayah Ngawen dan menyusul Blora Kota. Tolong diberikan himbauan kepada masyarakat khususnya pemuda untuk tidak menggunakan sound sistem, karena mengganggu orang yang sakit, orang tua hingga bayi. Diarahkan kembali ke alat music tradisional saja,” tambahnya.

Rapat kemudian dilanjutkan dengan pembahasan kondisi harga sembako dan ketersediaan energi, serta perhubungan darat. Termasuk kesiapan operasi pasar. (Humas/Redaksi)

Share:

Sukun Kudus Bagikan Santunan Kepada 1.000 Anak Yatim Blora


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — PT Sukun Wartono Indonesia memberikan santunan kepada 1.000 anak yatim di Kabupaten Blora, selasa 24 Februari 2026. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program santunan 10.000 anak yatim di sepuluh kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Kegiatan yang rutin dilakukan setiap tahunnya dan tahun 2026 ini merupakan tahun ke 9 pelaksanaannya dengan diawali dari Kabupaten Blora.

Santunan berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora. Turut hadir Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, Wakil Bupati Blora, Hj. Sri Setyorini, Forkopimda, MUI Kabupaten Blora KH. Muharror Ali,  Direktur PT sukun wartono, H. Dodik Tasan Wartono, Ketua Yayasan Sukun wartono, H. Joni Afandi, Corporate secretary PT sukun wartono Deka Hendratmanto.

Direktur PT sukun wartono, H. Dodik Tasan Wartono, dalam sambutannya mengatakan tak terasa, tahun ini adalah tahun kesembilan sejak pertama kali kami mendapat amanat dari Direksi sebelumnya untuk memberikan perhatian terhadap anak yatim dengan mendatangi dan menyantuni.

"Bermula dari lima kota, kemudian menjadi sepuluh kota di wilayah Kantor Perwakilan Pati dan Semarang. Dan tahun ini sudah kesembilan dalam pelaksanaan santunan 10.000 anak yatim," jelasnya.

Menurutnya amanat untuk berbagi dengan anak yatim ini sebenarnya pengejawantahan pesan pendiri perusahaan yang juga eyang kami, almarhum Bapak Mochammad Wartono, agar perusahaan bisa terus memberikan manfaat kepada masyarakat, sesuai dengan falsafah Jawa kuno "Urip iku Urup".

"Falsafah yang berasal dari Sunan Kalijaga ini selaras dengan ajaran Islam. Diceritakan di banyak riwayat bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain”, " imbuhnya.

Dodik sapaan akrabnya pihaknya menyadari sepenuhnya bahwa apa yang telah kami kerjakan sejauh ini masih jauh dari kata sempurna.


"Oleh karena itu, dalam kesempatan ini, kami mohon bimbingan, arahan, serta doa restu kepada para sesepuh, para romo kyai, tamu undangan, dan hadirin sekalian, agar PT Sukun bisa terus bertahan, bertumbuh, dan berkembang di masa mendatang," ucapnya.

"Kami juga mohonkan doa untuk kesehatan Direksi PT Sukun dalam hal ini Bapak Haji Yusuf Wartono dan Bapak Haji Mohammad Dodiek Wartono, agar bisa terus membimbing dan memimpin kami semua, untuk bergerak maju melintasi tantangan zaman yang semakin kompleks," pungkasnya.

Sementara itu Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman dalam sambutanya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada PT Sukun yang secara konsisten melaksanakan kegiatan santunan anak yatim sebagai agenda rutin tahunan perusahaan.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Blora dan seluruh masyarakat, saya ucapkan terimakasih kegiatan santunan anak yatim ini.  pelaksanaan ini yang ke-9 sejak dimulai pada tahun 2018, sebuah komitmen sosial yang patut kita teladani bersama. Kehadiran kegiatan ini di Blora tentu menjadi kehormatan sekaligus kebahagiaan bagi kami," ucapnya.

Mas Arief sapaan akrab Bupati juga mengapresiasi sinergi yang terbangun antara PT Sukun dengan NU Care LazisNU dan Lazismu.

"Kolaborasi ini menunjukkan bahwa kepedulian sosial akan semakin kuat ketika dunia usaha, lembaga sosial keagamaan, dan pemerintah daerah berjalan bersama," ucapnya.

Bupati juga menyemangati para penerima santunan agar terus semangat dan tidak merasa sendiri. Pihaknya terus berupaya Pemerintah daerah, masyarakat, dan berbagai pihak termasuk PT Sukun akan terus hadir.

"Gunakan santunan ini dengan sebaik-baiknya untuk kebutuhan pendidikan dan hal-hal yang bermanfaat,"imbuhnya.

Pihaknya berharap kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar membawa keberkahan, mempererat ukhuwah, dan menumbuhkan semangat gotong royong di tengah masyarakat.

"Konsep kolaborasi yang tahun ini dipusatkan di pendopo juga menjadi wujud nyata sinergi antara sektor swasta dan pemerintah dalam membangun kepedulian sosial,"harapnya.

"Semoga kegiatan ini terus berlanjut di tahun-tahun mendatang dan semakin memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,"pungkasnya.

Untuk kegiatan santunan diawali dari Blora yaitu tanggal Selasa, 24 Februari 2026 di Pendopo Kabupaten dan selanjutnya ke Kabupaten Rembang Rabu, 25 Februari 2026, Kabupaten Pati Kamis, 26 Februari 2026, Kabupaten Jepara Jumat, 27 Februari 2026 , Kabupaten Grobogan Sabtu, 28 Februari 2026,Kota Salatiga Minggu, 01 Maret 2026, Kab Semarang Senin, 02 Maret 2026,Kota Semarang Selasa, 03 Maret 2026, Demak Rabu, 04 Maret 2026 dan terakhir di Kabupaten Kudus, 5 Maret 2026.

Untuk diketahui, kegiatan Santunan Anak Yatim PT Sukun merupakan agenda rutin tahunan perusahaan. Dilaksanakan secara bergantian di 10 kota yakni Blora, Rembang, Pati, Jepara, Demak, Grobogan, Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kota Salatiga, dan berakhir di Kudus. Kegiatan santunan Tahun 2026 ini merupakan pelaksanaan kegiatan berturut-turut ke sembilan sejak tahun 2018 lalu. 

Di setiap kota, PT Sukun memberikan santunan kepada 1.000 anak yatim non panti binaan NU Care Lazisnu dan Lazismu Muhammadiyah. Adapun santunan yang diberikan berupa uang tunai.

Pada pelaksanaan tahun 2026, yang dihadirkan di Pendopo Kabupaten Pati hanya 500 anak. Sedangkan santunan 500 anak lainnya ditasyarufkan secara langsung ke masing-masing anak oleh Lazisnu dan Lazismu.

Pelaksanaan tahun ini menggunakan konsep kolaborasi dengan Pemkab atau Pemkot setempat. Sehingga acara dipusatkan di pendopo masing-masing pemerintah daerah. (Humas/Redaksi)



Share:

Blora Menyapa di Japah Diwarnai Tasyakuran Warga Atas Pembangunan Jalan

  
𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Agenda Blora menyapa di wilayah Kecamatan Japah, Senin (23/2026), diwarnai dengan  tasyakuran warga atas pembangunan jalan Desa Krocok yang ada di wilayah Kecamatan setempat.  

Suasana sore itu benar-benar menggambarkan suasana syukur dan kebersamaan di Desa Krocok, Kecamatan Japah, Kabupaten Blora. Masyarakat setempat menggelar tasyakuran atas rampungnya pembangunan ruas jalan Bradag - Krocok-Srigading yang telah lama dinantikan. 

Hadir  langsung Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, dan meresmikan jalan dengan pemotongan pita dan tumpeng, kemudian dilanjutkan buka puasa bersama warga, di atas jalan cor yang berada di Desa Krocok.

Acara  juga dihadiri Wakil Bupati Blora, Hj. Sri Setyorini, jajaran Forkopimda Blora, para Asisten dan Staf Ahli, Kepala OPD, Forkopimcam Japah, serta ratusan warga setempat.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi atas kekompakan warga Desa Krocok, Japah.

"Kami ucapkan terima kasih kepada Pak Lurah beserta tokoh-tokoh masyarakat, seluruh perangkat dan bapak, ibu semua warga Krocok atas kekompakannya yang luar biasa," ungkap Bupati

Dikemukakan,  di Kabupaten Blora masih terdapat banyak ruas jalan yang rusak dan perlu perhatian, termasuk di beberapa titik wilayah Japah.  Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Blora berkomitmen untuk terus melaksanakan pembangunan secara bertahap.

''Masih ada ruas- ruas jalan yang masih rusak ini jadi PR kami dengan Ibu Wakil untuk 4 tahun kedepan kita bertekad semoga nanti mulus semua mugi-mugi dalane alus kabeh" harapnya.

Bupati Arief juga menjelaskan bahwa dalam satu tahun pertama masa kepemimpinannya, masih ditemui sejumlah ruas jalan yang belum tertangani, meskipun anggaran pembangunan infrastruktur telah digelontorkan hampir Rp400 miliar.


Luasnya wilayah Blora menjadi tantangan tersendiri sehingga pembangunan belum dapat merata sepenuhnya.

"Saya mohon maaf belum bisa memberikan yang terbaik, terlebih tahun ini dipotong lebih dari 370 miliar sehingga kita berupaya terus, termasuk lobi-lobi juga agar pembangunan terus dapat kita lakukan" paparnya

Pada kesempatan itu,  Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk turut mendukung dan mensukseskan berbagai program pembangunan, baik dari pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten.

"Kita juga mohon dukungannya mensukseskan apa yang menjadi program Bapak Presiden RI, program pusat, program provinsi dan kabupaten," katanya

Sementara itu, Kepala Desa Krocok menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas pembangunan jalan yang telah terealisasi di desanya.

"Matur Nuwun kedatangan Bapak Arief Rohman di Krocok, sudah dibangunkan jalan, Alhamdulillah harapan masyarakat bisa tercapai." 

Pihak desa juga menyampaikan harapan agar ke depan jalan tersebut dapat dilebarkan atau setidaknya diberikan urugan grosok pada bahu jalan, sehingga kendaraan yang berpapasan dapat melintas dengan lebih aman dan nyaman.

Di sela-sela acara,   Bupati dan Wakil Bupati bersama Forkopimda turut menyerahkan bantuan kepada takmir masjid, santunan bagi lansia, serta bantuan sosial kepada anak-anak yang membutuhkan. (Humas/Redaksi)

Share:

Hot News

Tinjau Korban Kebakaran 'Pasar Darurat' Ngawen, Bupati Blora Serahkan Bantuan

𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Menyusul terjadinya musibah kebakaran yang menimpa sejumlah kios dan rumah warga yang difungsikan sebagai pasar dar...

Piblic Service

Piblic Service
Instagram

Blog Archive

Social Media

Technology

Next More »

Labels

Community

Next More »