Hadir di Bedah Buku 'Mens Rea' Karya Kajati Jateng, Bupati Siap Undang Kajati ke Blora Untuk Pencerahan
Kodim 0721/Blora Kerahkan Alat Berat Percepat Pembangunan Jembatan Garuda
Hari Kartini dan HKG, PKK Blora Tebar Benih Ikan dan Tanam Pohon di Bendungan Randugunting
𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Dalam rangka memperingati Hari Kartini ke-147 dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54, Tim Penggerak PKK Kabupaten Blora menggelar kegiatan tebar benih ikan dan gerakan menanam pohon sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan dan ketahanan pangan. Kegiatan peringatan tersebut dilaksanakan di Bendungan Randugunting, Kecamatan Japah, Kabupaten Blora Jawa Tengah, pada Kamis 23 April 2026.
Sebanyak 2.000 benih ikan nila ditebar ke perairan waduk Randugunting, disertai penanaman bibit pohon buah seperti alpukat dan mangga di sekitar kawasan bendungan. Kegiatan ini melibatkan TP PKK Kecamatan Japah, TP PKK desa se-Kecamatan Japah, serta Forkopimcam Japah.
Kegiatan ini mendapat dukungan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana yang telah memberikan izin dan memfasilitasi pelaksanaan kegiatan di Waduk Randugunting, Kecamatan Japah.
Disampaikan peringatan Hari Kartini ke-147 dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 mengusung tema 'semangat kebersamaan dan kepedulian', rangkaian kegiatan peringatan Hari Kartini ke-147 dan HKG PKK ke-54 ini bisa memberikan manfaat nyata serta keberkahan bagi masyarakat Blora.
Ketua TP PKK Kabupaten Blora, Ainia Shalichah Arief Rohman menyampaikan bahwa peringatan HKG PKK ke-54 menjadi momentum penting untuk memperkuat peran PKK sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan keluarga.
“PKK hadir tidak hanya sebagai gerakan sosial, tetapi juga sebagai kekuatan nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang dimulai dari lingkup keluarga,” ujar Ketua TP PKK Blora.
Lebih lanjut, Ketua TP PKK Blora mengatakan bahwa semangat Hari Kartini harus terus dihidupkan sebagai inspirasi perjuangan perempuan Indonesia dalam meraih kesempatan, kesetaraan, serta peran aktif dalam pembangunan.
“Kartini telah membuka jalan. Tugas kita adalah melanjutkan perjuangan tersebut dengan karya nyata,” kata Ketua TP PKK Blora.
Menurut Ketua TP PKK Blora, kegiatan menanam pohon dan menebar benih ikan bukan sekadar simbol kepedulian lingkungan, tetapi juga mencerminkan komitmen dalam membangun ketahanan pangan serta keberlanjutan bagi generasi mendatang.
“Apa yang kita tanam hari ini, InshaAllah akan memberikan manfaat besar di masa depan,” ucap Ketua TP PKK Blora.
Ketua TP PKK Blora mengajak seluruh kader PKK untuk terus meningkatkan kapasitas diri, memperkuat sinergi, serta berinovasi dalam menjalankan 10 Program Pokok PKK.
“Jadikan keluarga sebagai pusat pembangunan, karena keluarga yang kuat akan melahirkan masyarakat yang sejahtera dan berdaya saing,” pesan Ketua TP PKK Blora.
Ketua TP PKK Blora juga mengajak seluruh pihak untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, PKK, dan masyarakat dalam membangun Kabupaten Blora yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.
"Agar seluruh perempuan, khususnya kader PKK, untuk terus berkarya dan menjadi inspirasi di lingkungan masing-masing," pinta Ketua TP PKK Blora. (Humas/Redaksi)
Dibalik Medan Sulit, TNI dan Warga Nglebur Bahu Membahu Wujudkan Jembatan Garuda Impian
Bupati Bersama Wakil Bupati Blora Ke Jombang Jatim Belajar Pengelolaan Air Minum dan Bank
Pembangunan Jembatan Garuda di Wotrangkul Klopoduwur Blora Tunjukkan Progres Signifikan
Bupati Minta Forum GenRe Blora Petakan Potensi Remaja dan Anak Putus Sekolah
𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Pengukuhan 21 Pengurus Forum Generasi Berencana (GenRe) Kabupaten Blora Tahun 2026 di pendopo rumah dinas Bupati Blora, Rabu 22 April 2026.
Pengukuhan tersebut dihadiri Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Ketua TP PKK Kabupaten Blora, Ainia Shalichah Arief Rohman beserta jajaran, Plt Kepala Dindalduk KB Blora Agus Puji Mulyono, Kepala Dinporabudpar Iwan Setiyarso, Camat, jajaran pengurus KB, serta penyuluh lapangan keluarga berencana (PLKB).
Pengukuhan dilakukan oleh Ayah GenRe didampingi Bunda GenRe dan disaksikan perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, dilanjutkan penandatanganan komitmen bersama antara pengurus tingkat kabupaten dan pengurus tingkat kecamatan.
Pada kesempatan itu, Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Eka Setya Ardiningsih mengatakan pentingnya menjaga ketahanan remaja ditengah tantangan sosial. Ia menyoroti fenomena fatherless, yakni kondisi ketika anak tumbuh tanpa peran aktif ayah, baik secara fisik maupun psikologis, yang dinilai berdampak pada perkembangan anak.
"Sebagai upaya penguatan peran keluarga, BKKBN mendorong Program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI).
Peran ayah sangat penting sebagai pendamping, pembimbing, dan pelindung bagi anak,” ujar Eka Setya Ardiningsih.
Perwakilan BKKBN Jawa Tengah mengingatkan pentingnya literasi digital bagi remaja, agar mampu memilah informasi positif dan informasi negatif diruang digital.
"Forum GenRe memiliki tugas menyebarluaskan informasi terkait triad Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR), yakni pencegahan pernikahan dini, seks pranikah, dan penyalahgunaan NAPZA," jelas Perwakilan BKKBN Jawa Tengah.
Sementara itu, Bupati Blora, Arief Rohman meminta Forum Generasi Berencana Kabupaten Blora berperan aktif memetakan potensi remaja, termasuk anak putus sekolah, guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah.
“Potensi generasi remaja Blora sangat luar biasa. Saya minta dipetakan, program apa saja yang bisa disinergikan, baik dengan dinas pengendalian penduduk maupun dinas kepemudaan dan olahraga,” kata Bupati Blora.
Menurut Bupati Blora, pemetaan potensi remaja menjadi penting, terutama dalam menghadapi bonus demografi.
"Banyak sektor yang dapat dioptimalkan, mulai dari seni budaya, olahraga, hingga sektor pangan melalui keterlibatan komunitas petani milenial," ucap Bupati Blora.
Bupati Blora menekankan pentingnya penyediaan ruang kreatif bagi remaja agar terhindar dari berbagai risiko sosial, seperti penyalahgunaan narkotika, pernikahan dini, dan kenakalan remaja.
“Anak-anak Blora ini kreatif. Perlu difasilitasi event atau ajang untuk menampung kreativitas mereka,” ujar Bupati Blora.
Bupati Blora meminta program GenRe diselaraskan dengan prioritas nasional, seperti ketahanan pangan, program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta pengembangan koperasi desa.
"Sejumlah PR, diantaranya stunting dan angka putus sekolah. GenRe dapat menjadi motivator dikalangan remaja agar melanjutkan pendidikan," harap Bupati Blora.
Saat ini, kata Bupati Blora, baru sekitar 55–60 persen lulusan SMA di Blora yang melanjutkan ke perguruan tinggi.
“Perlu dipetakan anak-anak yang pintar tetapi terkendala ekonomi agar bisa didorong melalui program beasiswa,” kata Bupati Blora.
Bupati Blora juga menyampaikan peluang bagi lulusan SMK untuk bekerja sambil kuliah, termasuk kesempatan kerja di luar negeri seperti Jepang dan Korea.
"Pengurus GenRe menyusun program kerja yang realistis dan berbasis kebutuhan remaja, serta memperkuat sinergi dengan organisasi perangkat daerah (OPD), camat, hingga pemerintah desa," pinta Bupati Blora. (Humas/ Redaksi)
Truck Hino Seruduk Pick Up di Jalan Blora-Cepu, Tidak Ada Korban Jiwa
Wamenakes: Blora Harus Jadi Percontohan Penanganan Kasus TBC
𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Republik Indonesia, dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P(K), melakukan kunjungan ke Kabupaten Blora, untuk meninjau pelaksanaan Active Case Finding (ACF) TB melalui Tracing TB Terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Rabu (22/4/2026).
Kehadiran Wamenakes ke Desa Tunjungan, kecamatan Tunjungan, Blora ini di dampingi oleh Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi, Bupati Blora, Dr. Arief Rohman, Wakil Bupati Hj. Sri Setiyorini, Forkopimda Kabupaten Blora,Ketua TP PKK Kabupaten Blora dan Kepala Dinkesda Kabupaten Blora.
Pada kunjungan Wamenakes pada pelaksanaan Active Case Finding (ACF) TB melalui Tracing TB Terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG), Wamenakes meninjau pengobatan gratis, konsultasi dokter hingga rontgen.
Dalam sambuatanya Bupati Blora Arief Rohman mengucapkan selamat datang di wilayah Kabupaten Blora, tepatnya di Kecamatan Tunjungan. Alhamdulillah, hari ini kita dapat hadir dalam kegiatan Road Show Wakil Menteri Kesehatan RI dalam rangka pelaksanaan Active Case Finding (ACF) TB melalui Tracing TB Terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG).
"Tuberkulosis atau TB masih menjadi tantangan kesehatan yang serius, baik di tingkat nasional maupun daerah. Oleh karena itu, percepatan eliminasi TB menjadi prioritas penting," ucapnya.
Bupati melaporkan bahwa penemuan kasus Tuberkulosis di Kabupaten Blora pada tahun 2024 mencapai 1.485 kasus, dan meningkat pada tahun 2025 menjadi 1.676 kasus. Hal ini menunjukkan bahwa upaya penemuan kasus semakin masif, namun juga menjadi pengingat bahwa TB masih menjadi masalah kesehatan yang perlu kita tangani bersama.
"Kami mohon bimbingannya dalam penanganan nya, kami juga ingin mohon bantuannya, kami ada 3 RSUD semoga kami bisa dibantu dan meningkatkan bersama dalam pelayanan nya dan stunting dan lainnya kami juga mohon dibantu. Alhamdulillah sinergi provinsi, hingga pusat ini bisa meningkatkan," terangnya.
"Dan sampai dengan hari ini, telah ditemukan 350 kasus positif TBC di Kabupaten Blora," imbuhnya.
Mas Arief menyebut sebagai salah satu upaya pencegahan, pihaknya telah melaksanakan pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT). Namun dalam implementasinya, masih terdapat berbagai kendala di lapangan, baik dari sisi kesadaran masyarakat maupun jangkauan layanan.
Berbagai daerah di Indonesia telah menunjukkan bahwa integrasi skrining TB dengan pelayanan kesehatan gratis mampu meningkatkan penemuan kasus dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin. Hal ini menjadi bukti bahwa upaya promotif dan preventif harus terus diperkuat.
Bupati menyadari bahwa keberhasilan program ini tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi memerlukan kolaborasi semua pihak, tenaga kesehatan, kader, pemerintah desa, serta partisipasi aktif masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami berharap Masyarakat semakin sadar tentang pentingnya deteksi dini TB.
"Penemuan kasus TB di Kabupaten Blora dapat meningkat secara signifikan sehingga Rantai penularan dapat ditekan dan pada akhirnya kita mampu mewujudkan Kabupaten Blora yang sehat dan bebas TB,"pungkasnya.
Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto, dalam sambutannya menyebutkan bahwa TBC ini penyakit yang sulit disembuhkan, karena kebal dengan obat, bahkan ia punya membran yang kuat sehingga btuh pengobatan yang lama.
"Indonesia dulu rangking 3 yang pertama china, india dan Indonesia. Namun sekarang pada kasus ini sekarang Indonesia masuk negara no 2 setelah india," ucapnya.
Menurut Edy dengan kegiatan ini tentunya penting bagi Blora dan Blora harus jadi percontohan, sehingga kegiatan yang dilakukan hari ini harus bisa menjadi penurunan TB yang ada di blora.
"Jika ini dilakukan dengan baik saya harap blora TBC nya jadi zero. Saya juga titip RSUD Samin surosentiko, yang berada di daerah selatan, dan keberadaan ini jauh dari akses sehingga nantinya jadi bagian pemerataan masyarakat dengan kesehatan," tuturnya.
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Republik Indonesia, dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P(K), menjelaskan bahwa kedatangannya untuk melihat apa yang terjadi dilapangan dan permasalahan apa saja yang terjadi.
"Saya datang kesini agar semua bisa saling membantu, semua saling mengingatkan, jadi komitmen bersama dan suatu kebanggaan bagi kita jika Indonesia bebas dari TBC," jelasnya.
Wamenkes menyebut, kasus TBC di Indonesia sangat tinggi, oleh sebab itu harus segera ditangani serius. Pihaknya pun meminta seluruh pemerintah daerah (Pemda) untuk bersama-sama mencegah TBC.
"Penderita TBC harus langsung diberi pengobatan secara rutin selama 6 bulan. Tak hanya itu, pihak keluarga si penderita juga harus diberi obat pencegahan agar tak tertular penyakit ini," imbuhnya.
Wamenakes mencontohkan jika ada 1600 an kasus jadi nantinya ada 6000 orang yang akan diperiksa dan di tracking, jadi kalau yang sakit ada 500 dan sisanya pencegahan.
"Kita ingin TB ini berhasil di Blora, sehingga jika ada Masyarakat yang terdeteksi sakit TBC dapat segera diobati, Kontak serumah atau kontak erat yang tidak menunjukkan gejala dan hasil rontgen negatif akan diberikan TPT sebagai langkah pencegahan," Pungkasnya.
Usai kunjungan, Wamenakes, bersama Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi, Wakil Bupati Hj. Sri Setiyorini,Ketua TP PKK Kabupaten Blora dan Kepala Dinkesda Kabupaten Blora menyerahkan bantuan bedah rumah bagi penderita TB di Sarimulyo Ngawen. (Humas/Redaksi)
Hot News
Hadir di Bedah Buku 'Mens Rea' Karya Kajati Jateng, Bupati Siap Undang Kajati ke Blora Untuk Pencerahan
𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 ( SEPUTARBLORA.MY.ID ) — SEMARANG - Bupati Blora, Arief Rohman didampingi Kepala Bagian Hukum Setda Blora, Slamet Set...





