𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) —Menyambut HUT ke-81 TNI dan HUT ke-76 Kodam IV/Diponegoro Tahun 2026, Kodim 0721/Blora menggelar bazar murah untuk masyarakat, di halaman Makodim 0721/Blora, Jalan Pemuda Kabupaten Blora, Jawa Tengah, pada Selasa 22 September 2026.
HUT ke-81 TNI dan HUT ke-76 Kodam IV/Diponegoro, Kodim Blora Gelar Bazar Murah
Bupati Minta Dinas Sosial dan Baznas Dampingi Mbah Samijah dan Dua Cucu Difabelnya di Sambong Blora
𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Laporan warga mengenai kondisi rumah tidak layak huni milik Mbah Samijah (71), warga Desa Gagakan, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora Jawa Tengah langsung ditindaklanjuti Pemerintah Kabupaten Blora.
Bupati Blora turun langsung ke lokasi, pada Selasa 15 September 2026 untuk menyerahkan bantuan sekaligus memastikan penanganan sosial bagi keluarga tersebut.
Dalam kunjungan itu, Bupati Blora didampingi Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Blora, Sutaat, Ketua Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Laga Kusuma, Kepala Desa Gagakan, Dinas Sosial P3A, serta Puskesmas setempat.
Bupati Blora, Arief Rohman mengatakan informasi mengenai kondisi rumah Samijah diterimanya dari laporan media dan relawan sosial yang selama ini aktif menyampaikan berbagai persoalan masyarakat di lapangan.
"Kita menerima laporan dari teman-teman media bahwa ada masyarakat yang kondisi rumahnya tidak layak. Sore ini kita serahkan bantuan dari Baznas dan teman-teman ASN. Nanti kita minta rumahnya agar dibedah sehingga bisa menjadi rumah yang layak untuk ditempati," katanya.
Selain menyerahkan bantuan, Bupati Blora juga menjenguk dua cucu Samijah yang mengalami disabilitas sejak lahir. Ia meminta Dinas Sosial, Baznas, dan pihak terkait untuk memberikan pendampingan berkelanjutan bagi keluarga tersebut.
"Ini juga ada anak difabel. Kita minta nanti dari Dinas Sosial dan juga Baznas untuk terus mengawal dan memberikan perhatian," ujarnya.
Menurut Bupati Blora, penanganan persoalan sosial membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, relawan, dan masyarakat. Karena itu, ia mendorong IPSM dan insan media untuk terus menyampaikan berbagai aduan yang ditemukan di lapangan agar dapat segera ditindaklanjuti.
"Kita antara pemerintah dan teman-teman relawan harus terus bersinergi. Saya minta IPSM dan juga teman-teman media, kalau menemukan aduan dari masyarakat, mari kita tangani bersama-sama," katanya.
Ia mengapresiasi semakin banyaknya relawan sosial yang terlibat membantu masyarakat. Saat ini, jumlah relawan IPSM di Kabupaten Blora mencapai sekitar 150 orang yang aktif menangani berbagai persoalan sosial di tingkat desa.
Bupati Blora meminta pemerintah desa setempat mengawal proses perbaikan rumah Samijah dengan semangat gotong royong bersama masyarakat.
"Pak lurah, tolong segera dikawal. Dengan gotong royong masyarakat, rumah yang tidak layak ini semoga segera bisa dibangun menjadi rumah yang layak untuk ditinggali," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Baznas Blora, Sutaat menjelaskan bahwa pihaknya menyalurkan bantuan sebesar Rp20 juta yang akan digunakan untuk rehabilitasi rumah Samijah. Selain itu, Dinas Sosial P3A turut memberikan bantuan kebutuhan dasar rumah tangga.
"Dari Baznas ada bantuan Rp20 juta untuk rehab rumah Bu Samijah. Ada juga bantuan dari Dinsos P3A berupa kasur, selimut, bantal, dan peralatan dapur," katanya.
Ia menambahkan, keluarga Samijah sebelumnya juga pernah menerima program bantuan rumah tidak layak huni. Pada tahun 2024, rumah anak pertama Samijah yang berada di sebelah rumahnya telah mendapatkan bantuan bedah rumah. (Humas/Redaksi)
Dibuka Wabup, 300 ASN Blora Ikuti Profiling di Kanreg I BKN Yogyakarta
𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) —
YOGYAKARTA — Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini membuka kegiatan Profiling (Pembuatan profil, penilaian, pemetaan), ASN Pemerintah Kabupaten Blora yang dilaksanakan di Kantor Regional I Badan Kepegawaian Negara (BKN) Yogyakarta, Selasa 15 September 2026.
Wakil Bupati yang akrab dipanggil Budhe Rini itu menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh ASN yang telah mengikuti kegiatan profiling. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada panitia penyelenggara, khususnya Kantor Regional I BKN Yogyakarta yang telah memfasilitasi pelaksanaan profiling ASN tersebut.
Menurutnya, profiling ASN menjadi bagian penting dalam upaya membangun tata kelola kepegawaian yang objektif dan berbasis kompetensi. Seluruh ASN, baik yang menduduki Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, Pengawas, maupun Fungsional dan Pelaksana, memiliki kewajiban untuk mengikuti profiling.
“Profiling ini nantinya akan menjadi salah satu dasar dalam penempatan jabatan yang sesuai dengan standar kompetensi, mendukung penerapan sistem merit, sekaligus mengisi basis data manajemen talenta secara objektif,” ujar Sri Setyorini.
Ia menjelaskan, dalam penerapan manajemen talenta, tata kelola Jabatan Pimpinan Tinggi telah diatur secara nasional agar penempatan pejabat dapat disesuaikan dengan kompetensi serta kebutuhan organisasi dan negara. Dengan demikian, ke depan dimungkinkan adanya mobilitas Jabatan Pimpinan Tinggi antarinstansi, baik di tingkat pusat maupun daerah, secara lebih fleksibel sesuai ketentuan yang berlaku.
Untuk itu, Wakil Bupati meminta seluruh peserta mengikuti proses profiling dengan sungguh-sungguh, jujur, dan memberikan performa terbaik.
“Saya menghimbau kepada seluruh peserta untuk mengikuti profiling ini dengan sungguh-sungguh, jujur, dan memberikan performa terbaik. Ini adalah modal berharga bagi saudara untuk mengenali kapasitas diri sekaligus membuka peluang pengembangan karier di masa depan,” katanya.
Sri Setyorini menegaskan, assessment yang dijalani bukan sekadar formalitas, melainkan instrumen penting untuk mengidentifikasi potensi dan kompetensi yang dimiliki masing-masing ASN.
“Jadikan profiling ini sebagai kesempatan untuk mengenali potensi dan kompetensi diri. Hasilnya diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan karier dan peningkatan kualitas ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blora,” tambahnya.
Pada bagian lain, Kepala BKPSDM Kabupaten Blora, Drs. Heru Eko Wiyono menjelaskan, kegiatan profiling ASN tersebut dilaksanakan selama satu hari, Selasa (15/9/2026), di Kantor Regional I BKN Yogyakarta.
Kegiatan diikuti 300 pesertleh a yang dibagi dalam dua sesi. Masing-masing sesi diikuti 150 peserta. Peserta terdiri atas 18 pejabat Eselon II, 5 pejabat Eselon III, 48 pejabat Eselon IV, serta 229 ASN dari jabatan fungsional dan pelaksana.
Dalam pelaksanaannya, peserta mengikuti assessment menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT). Setiap peserta mengerjakan sebanyak 500 soal dalam waktu 150 menit.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Blora berharap tersedianya data kompetensi dan potensi ASN yang lebih komprehensif sebagai bagian dari penguatan manajemen talenta, penerapan sistem merit, serta mendukung penempatan ASN sesuai kompetensi dan kebutuhan organisasi. (Humas/Redaksi)
Sapi Potong dan Beras Premium Blora Siap Diserap Pasar Ekspor Bersama Id Food
Ikuti Rakor Penanganan Permukiman Kumuh Terpadu, Bupati Bertekad Ubah Kawasan Kumuh di Blora Jadi Layak Huni
Jembatan Perintis Kedungglongong Mulai Dipasang Besi Angkur, Hubungkan Dua Dukuh Di Randublatung
𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) —
Pembangunan Jembatan Perintis atau jembatan gantung di atas Sungai Kedungglonggong, Desa Kediren, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, terus menunjukkan progres.
Jembatan yang memiliki panjang sekitar 45 meter dan lebar 1,2 meter tersebut nantinya akan menghubungkan Dukuh Kedungglonggong, Desa Kediren, dengan Dukuh Bulakan, Desa Pilang, Kecamatan Randublatung.
Pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari program Presiden Republik Indonesia dalam upaya meningkatkan konektivitas dan membuka akses masyarakat di wilayah pedesaan, yang dalam pelaksanaannya dikerjakan oleh TNI Angkatan Darat.
Saat ini, proses pembangunan memasuki tahap pemasangan besi angkur pada kolom jembatan. Pekerjaan tersebut merupakan salah satu tahapan penting dalam pembangunan struktur jembatan, sebelum dilanjutkan dengan tahapan pekerjaan berikutnya.
Pasiter Kodim 0721/Blora, Kapten Inf Maningsun, mengatakan keberadaan jembatan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mempermudah mobilitas warga dari kedua wilayah.
Menurutnya, jembatan tidak hanya menjadi sarana penghubung antar-dukuh, tetapi juga diharapkan dapat mendukung berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari akses menuju lahan pertanian, pendidikan, hingga kegiatan perekonomian.
“Jembatan ini bukan hanya sebuah bangunan fisik, tetapi merupakan akses yang sangat berarti bagi masyarakat. Dengan terhubungnya Dukuh Kedungglonggong dan Dukuh Bulakan, kami berharap mobilitas warga semakin mudah, aktivitas perekonomian meningkat, dan manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat,” jelasnya. (Pendim/Redaksi)
Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Blora Persetujuan Perubahan APBD TA 2026
𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Blora Tahun Anggaran 2026 akhirnya mendapat persetujuan bersama antara DPRD dan Bupati Blora. Persetujuan itu ditandatangani dalam rapat paripurna DPRD Blora, Kamis 10 September 2026.
‘’Setelah persetujuan ini kami meminta kepada Pemkab Blora untuk segera memproses ranperda ini dengan menyampaikannya kepada Gubernur untuk evaluasi,’’ ujar Ketua DPRD Blora Mustopa.
Rapat paripurna tersebut berisikan tiga agenda penting. Diawali dengan pemandangan umum fraksi dilanjutkan dengan jawaban Bupati atas pemandangan umum fraksi. Disusul kemudiann persetujuan bersama antara Bupati dan DPRD.
Dalam rapat tersebut, Badan Anggaran (Banggar) DPRD Blora menyampaikan laporan hasil pembahasan Ranperda Perubahan APBD 2026 yang dibacakan juru bicara Banggar, Arifin Muhdiarto.
Menurut Arifin Muhdiarto, berdasarkan hasil pembahasan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), terdapat perubahan pada struktur pendapatan maupun belanja daerah.
Pendapatan daerah yang semula sebesar Rp2,225 triliun mengalami perubahan menjadi sekitar Rp2,309 triliun. Sementara itu, belanja daerah yang sebelumnya sebesar Rp2,114 triliun berubah menjadi sekitar Rp2,323 triliun.
‘’Dengan perubahan struktur tersebut, APBD Blora 2026 diproyeksikan mengalami surplus sebesar sekitar Rp14,575 miliar. Surplus tersebut selanjutnya digunakan untuk pembiayaan sehingga sisa lebih perhitungan anggaran (SiLPA) Tahun Anggaran 2026 diproyeksikan nihil,’’ kata Arifin Muhdiarto.
Arifin mengatakan, Banggar bersama TAPD telah melakukan pencermatan terhadap sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Langkah tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan anggaran sehingga dapat dialokasikan bagi program-program yang mendukung keberlanjutan visi dan misi pembangunan Kabupaten Blora.
Hasil pembahasan Ranperda Perubahan APBD 2026 tersebut telah disepakati bersama TAPD dalam rapat pembahasan pada 9 September 2026. Kesepakatan itu kemudian menjadi dasar untuk dilanjutkan dalam rapat paripurna persetujuan bersama antara eksekutif dan legislatif.
Di balik persetujuan perubahan APBD tersebut, Banggar memberikan catatan penting untuk penyusunan anggaran pada tahun-tahun berikutnya. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora diminta terus mengoptimalkan peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).
Upaya tersebut dinilai penting agar kemampuan fiskal daerah semakin kuat dan ketergantungan terhadap dana transfer dari pemerintah pusat dapat dikurangi.
‘’Untuk penyusunan anggaran tahun berikutnya diperlukan upaya-upaya optimalisasi dalam peningkatan PAD. Pemerintah daerah tidak bergantung pada dana dari pusat,’’ tandas Arifin.
Bupati Blora Arief Rohman menyambut baik telah ditandatangani persetujuan bersama perubahan APBD 2026 ini.
‘’Ini bukti sinergi yang baik antara Pemkab Blora dan DPRD. Segala rekomendasi, saran dan kritik DPRD akan kami tindak lanjuti,’’ ujar Bupati Arief Rohman. (Humas/Redaksi)
Ulang Tahun ke-81 TNI, Kodim 0721/Blora Tanam 1.000 Pohon di Embung Sendangsari
Pesan Kak Sri Setyorini Saat Lepas Pasukan Pramuka Blora Tempuh Jalur 50 Kilometer
𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-65 tahun 2026, Gerakan Pramuka Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Tengah, mulai menyelenggarakan kegiatan Estafet Tunas Kelapa atau ETK. Yang dimulai dari Kabupaten Blora, pada Selasa 1 September 2026, dari Lapangan Kridosono.
Acara yang dimulai pukul 07.00 WIB itu, dilepas langsung oleh Ketua Kwartir Cabang (Kakwarcab) Blora, Kakak Sri Setyorini, yang juga Wakil Bupati Blora. Pelepasan dilangsungkan melalui upacara, dihadiri jajaran Forkopimda, para Kepala OPD, dan diikuti pelajar Pramuka dari tingkat SD, SMP, SMA sederajat se wilayah Kwartir Ranting Blora Kota.
Barisan ETK terdiri dari pasukan pembawa bendera Merah Putih, pembawa tunas kelapa, pembawa bendera semaphore, dan para para Pramuka Penegak. Dari lapangan Kridosono, peserta ETK berjalan kaki sejauh 3,5 kilometer menuju Kantor Camat Blora Kota. Diiringi pertunjukan drumband Gita Smaradhana SMA Negeri 1 Blora.
Kak Sri Setyorini dalam amanatnya, membacakan sambutan Gubernur Jawa Tengah, yang bertindak sebagai Ketua Mejalis Pembimbing Daerah (Kamabida) Pramuka Jawa Tengah.
“Puji syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, atas rahmat-Nya kita dapat menyelenggarakan tradisi kebanggaan Pramuka Jawa Tengah, yaitu Estafet Tunas Kelapa (ETK) Tahun 2026. Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan selaku Ketua Mabida, saya mengucapkan "Selamat Memperingati Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026" kepada seluruh anggota Gerakan Pramuka se-Jawa Tengah,” ungkapnya.
Menurutnya, peringatan Hari Pramuka tahun ini mengusung tema: "Berkreasi, Berinovasi, Terampil, dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan". Tema ini mengamanatkan Pramuka untuk berada di garis depan kedaulatan bangsa melalui kreasi dan inovasi di bidang pangan. Semangat ini terintegrasi secara utuh dengan arah pembangunan daerah melalui prinsip "Ngopeni dan Nglakoni Jawa Tengah":
“Ngopeni (Merawat & Peduli) itu Wujud kepedulian Pramuka untuk merawat bumi, menjaga kesuburan tanah, mengayomi petani, dan melestarikan lingkungan lokal di setiap etape wilayah yang dilalui. Sedangkan Nglakoni (Menjalankan & Bekerja Keras) yakni Cerminan ketangguhan Pasukan ETK yang menembus berbagai rute perjalanan bekerja keras, berdisiplin, dan mempraktikkan keterampilan hidup dengan aksi nyata di masyarakat,” lanjutnya.
Melalui kolaborasi antara semangat Gerakan Pramuka dan nilai Ngopeni Nglakoni, pihaknya berharap Pramuka Jawa Tengah dapat terus menjadi benteng moral sekaligus pelopor pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi kemajuan daerah.
“Pesan kami, Kepada seluruh Pasukan ETK Tahun 2026, para pembina, pendamping, serta jajaran Kwartir Cabang dan Ranting yang bertugas. Jaga kesehatan, keselamatan, dan kekompakan selama pelaksanaan etape perjalanan. Tebarkan pesan-pesan positif, kedamaian, dan kepedulian di setiap wilayah yang dilalui. Serta Jadikan kegiatan ini sebagai ajang silaturahmi dan perkuat sinergi dengan pemerintah daerah setempat serta elemen masyarakat,” pesanya.
“Selamat bertugas. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan bimbingan, perlindungan, dan kelancaran dalam setiap langkah perjuangan kita. Satu Pramuka untuk Satu Indonesia. Pramuka Jawa Tengah: Ngopeni, Nglakoni, Mengabdi Tanpa Henti,” tambahnya.
Kak Sri Setyorini juga mengingatkan bahwa generasi muda hari ini tumbuh di tengah perubahan dunia yang sangat cepat. Perubahan iklim, perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Al), dinamika geopolitik, ketahanan pangan dan energi, serta perubahan dunia kerja yang menghadirkan tantangan baru.
“Oleh karena itu, Gerakan Pramuka terus berupaya menghadirkan pendidikan yang mempersiapkan generasi mudanya untuk menghadapi perubahan tersebut dengan tetap berpegang pada Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka sebagai karakter, etika, gotong royong, dan semangat kebangsaan,” sambungnya.
“Kita semua mengetahui bahwa teknologi sebagai peluang untuk memperluas kemampuan generasi muda. Namun, kemampuan tersebut akan semakin berarti apabila disertai karakter yang memberikan arah. Teknologi memberi kemampuan yang semakin besar, karakter yang memberi arah agar kemampuan itu digunakan untuk kebermanfaatan. Pramuka harus bisa mencetak generasi Blora yang mandiri, aktif, kreatif dan inovatif, dalam menghadapi kemajuan zaman,” pungkasnya.
Dalam kesempatan ini, juga dirangkaikan dengan Upacara Peringatan Hari Kartini ke 65 tingkat Kwarcab Blora. Serta penyerahan sejumlah lencana penghargaan untuk para Pembina Pramuka, serta piagam penghargaan untuk peserta Jambore Nasional Pramuka 2026 yang telah pulang dari Bumi Perkemahan Cibubur.
Sementara itu, Ridhwan (15), salah satu anggota Pramuka yang mengikuti kegiatan upacara ETK, mengaku senang dan merasa bisa memperluas lingkungan pertemanan secara positif.
“Alhamdulillah selama mengikuti Kegiatan Pramuka, banyak ilmu yang saya peroleh. Tentang kemandirian, kebangsaan, cinta tanah air, kedisiplinan, dll. Terimakasih Pramuka Blora,” ucapnya singkat.
Sedangkan Kak Yatni, Ketua Panitia Penyelenggara ETK 2026. Menyampaikan tentang teknis pelaksanaan ETK 2026 yang dibagi menjadi 8 etape sejauh 50 kilometer.
“Kami laporkan bahwa Pasukan Estafet Tunas Kelapa Tingkat Kwartir Daerah Jawa Tengah Tahun 2026 Kwartir Cabang Blora, hari ini Selasa tanggal 1 September 2026 diberangkatkan dari Lapangan Kridosono Blora menuju Kwarcab Grobogan dengan jarah tempuh sekitar 50 kilometer, terbagi dalam 8 etape perjalanan,” ucap Kak Yatni.
“Etape 1 dari Lapangan Kridosono Blora menuju Kantor Camat Blora depan Pasar Sido Makmur (Pasukan dari Kwarran Blora), selanjutnya Etape 2 dari Pasar Sido Makmur menuju SDN 1 Klopo Duwur (Pasukan dari Kwarran Banjarejo), Etape 3 dari SDN 1 Klopoduwur menuju SMA Negeri 1 Randublatung (Peralatan ETK dibawa mengunakan kendaraan, mengingat jalur yang akan dilalui hutan jati dengan jarak sekitar 21 KM),” sambungnya.
Kemudian Etape 4 dari SMA Negeri 1 Randublatung menuju Masjid Desa Bekutuk (Pasukan 1 Kwarran Randublatung), Etape 5 dari Masjid Desa Bekutuk menuju MTs Islamiyah Pengkoljagong Kwarran Jati (Pasukan 2 Kwarran Randublatung), Etape 6 dari MTs Islamiyah menuju BKK Jati (Pasukan Kwarran Jati), Etape 7 dari BKK Jati menuju Balongkal (Pasukan Kwarran Jati).
“Terakhir Etape 8 dari Balongkal menuju Perbatasan Blora - Gobogan di Desa Singget (Pasukan Kwarran Jati untuk diserahkan kepada pasukan Kwarcab Grobogan). Disini dilaksanakan serah terima dari Kwarcab Blora kepada Kwarcab Grobogan,” pungkasnya.
Delapan etape perjalanan ETK tersebut ditempuh dengan waktu sekitar 9 jam. Sepanjang rute perjalanan banyak disambut pelajar Pramuka dan warga masyarakat dengan semangat. Adapun serah terima di perbatasan Blora – Grobogan. Dari Kwarcab Blora, dipimpin langsung oleh Ka Kwarcab Blora, Sri Setyorini. (Humas/Redaksi)
Hot News
HUT ke-81 TNI dan HUT ke-76 Kodam IV/Diponegoro, Kodim Blora Gelar Bazar Murah
𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 ( SEPUTARBLORA.MY.ID ) — Menyambut HUT ke-81 TNI dan HUT ke-76 Kodam IV/Diponegoro Tahun 2026, Kodim 0721/Blora mengg...





