KDKMP Pulo Blora Hampir Rampung, Peran Aktif Babinsa Dorong Percepatan Pembangunan


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) —  Pembangunan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Pulo, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, saat ini memasuki tahap akhir. Progres pembangunan menunjukkan percepatan signifikan yang diharapkan segera memberikan dampak positif terhadap peningkatan perekonomian masyarakat setempat. Rabu 8 April 2026

Percepatan tersebut tidak terlepas dari peran aktif Babinsa Koramil 08/Kedungtuban Kodim 0721/Blora, Sertu Eko Fitrianto, yang secara konsisten melaksanakan monitoring dan pengawasan di lapangan. Selain menjalankan fungsi pengawasan, Babinsa juga terlibat langsung dalam pekerjaan fisik bersama para tukang dan warga.

Di lokasi pembangunan, Sertu Eko Fitrianto turut membantu berbagai pekerjaan, di antaranya pemasangan kusen aluminium pada bagian gerai dan klinik, serta pengecatan plafon bangunan. Keterlibatan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian dan tanggung jawab aparat kewilayahan dalam memastikan program pembangunan berjalan sesuai rencana dan tepat waktu.

“Kami terus memantau perkembangan pembangunan KDKMP agar berjalan sesuai rencana. Apabila diperlukan, kami juga turut membantu pekerjaan di lapangan guna mempercepat proses penyelesaian,” ujar Sertu Eko Fitrianto.

Lebih lanjut disampaikan, sinergi antara Babinsa, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi faktor kunci dalam mendorong percepatan pembangunan secara optimal.

Sementara itu, Danramil 08/Kedungtuban, Kapten Czi Sundiro, menegaskan bahwa keterlibatan Babinsa dalam mengawal percepatan pembangunan merupakan bagian dari komitmen TNI AD dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat tidak hanya sebagai aparat teritorial, tetapi juga sebagai motor penggerak pembangunan di wilayah binaan,” tegasnya. (Pendim/Redaksi)

Share:

Jembatan Garuda Jadi Harapan Baru, TNI dan Warga Bersinergi di Jati Blora


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) —  Personel Koramil 11/Jati Kodim 0721/Blora bersama masyarakat terus mempercepat pembangunan Jembatan Garuda yang berada di Desa Jati, Kecamatan Jati. Rabu 8 April 2026.

Proyek ini menjadi wujud nyata sinergi antara TNI dan rakyat dalam mendukung pembangunan infrastruktur di daerah.

Jembatan yang melintasi Sungai Dukuh Jati tersebut dibangun secara gotong royong. Kehadirannya diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus mempermudah mobilitas warga, khususnya di kawasan pedesaan.

Jembatan Garuda dirancang dengan konstruksi beton sepanjang 15 meter dan lebar 4 meter. Infrastruktur ini dinilai strategis karena menjadi jalur vital bagi aktivitas masyarakat sehari-hari.

Pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari program pemerintah pusat yang digagas Presiden Prabowo Subianto, melalui kolaborasi antara Kementerian Pertahanan RI dan TNI Angkatan Darat.

Selain meningkatkan aksesibilitas, jembatan tersebut juga ditujukan untuk memberikan jalur yang aman dan layak bagi masyarakat, terutama pelajar. Di sisi lain, keberadaannya diharapkan mampu memperlancar distribusi hasil pertanian serta mendorong pertumbuhan ekonomi warga setempat.

Danramil 11/Jati Kapten Inf Puryanto mengatakan, percepatan pembangunan terus dilakukan mengingat pentingnya fungsi jembatan tersebut bagi masyarakat.

“Pengerjaan kami lakukan secara maksimal bersama warga agar jembatan ini segera dapat digunakan, terutama untuk mendukung kegiatan ekonomi dan akses pendidikan,” ujarnya.

Sejak pagi hari, prajurit TNI dan masyarakat tampak bekerja bahu-membahu dalam proses pembangunan. Sejumlah tahapan teknis, seperti pembuatan pondasi cakar ayam sebagai struktur utama penopang jembatan, terus dikebut.

Melalui pembangunan ini, manfaatnya diharapkan dapat segera dirasakan oleh masyarakat luas, sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mendukung percepatan pembangunan di daerah. (Pendim/Redaksi)

Share:

‎Gastra Aktif Lagi: Jurus 'Sedekah Subuh' Bupati Blora Sejahterakan Anak Yatim


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Setelah vakum sementara selama bulan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri, Pemkab Blora kembali melaksanakan Program Gerakan Subuh Sejahtera (Gastra) di pendopo rumah dinas Bupati Blora, Minggu, 5 April 2026. Kegiatan Gastra ini diisi dengan salat subuh berjemaah, zikir, serta sedekah subuh yang secara konsisten digelar setiap selapan atau 35 hari sekali.
‎Program Gastra ini menjadi salah satu upaya nyata Pemerintah Kabupaten Blora dalam meningkatkan kepedulian sosial, khususnya untuk menyantuni anak-anak yatim piatu di seluruh wilayah Kabupaten Blora Jawa Tengah.
‎Pada kesempatan itu, Bupati Blora, Arief Rohman menegaskan komitmennya untuk menjaga kesejahteraan aparatur, termasuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
‎“Dibeberapa daerah ada pengurangan PPPK, namun di Blora kami pastikan tidak ada pengurangan. Kami akan tetap mengamankan PPPK,” tegas Bupati Blora.
‎Selain itu, Bupati juga menekankan pentingnya perhatian terhadap anak-anak yatim. Ia mengungkapkan telah meminta data dari Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) dan Dinas Sosial untuk memastikan bantuan dapat tersalurkan secara maksimal.
‎Menurutnya, selain melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Gerakan Subuh Sejahtera akan kembali diaktifkan sebagai wadah gotong royong dan kepedulian bersama.
‎“Saya ingin seluruh ASN, baik PNS maupun PPPK, ikut berpartisipasi. Mekanismenya akan kita bagi, dan saya akan pantau langsung. Ini sebagai bentuk rasa syukur kita sekaligus untuk membantu anak-anak yatim dan kegiatan sosial lainnya,” jelasnya.
‎Bupati juga mengajak seluruh ASN untuk berkontribusi secara rutin melalui sedekah harian.
‎“Kalau sehari Rp2.000 saya kira tidak berat. Kalau bisa terkumpul Rp10 juta per hari, maka dalam seminggu bisa mencapai Rp50 juta. Ini nanti kita kembalikan untuk santunan anak yatim maupun masyarakat yang belum tercover Baznas,” tambahnya.
‎Tak hanya itu, Pemkab Blora juga berencana menguatkan gerakan berbagi setiap hari Jumat, seperti pembagian nasi atau bentuk bantuan lainnya yang akan dikoordinasikan lebih lanjut.
‎Melalui program ini, Bupati berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, sekaligus menjadi kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan, baik di tingkat nasional maupun global.
‎“Kami berharap melalui kegiatan sedekah dan berbagi ini, kita bisa saling membantu dan menolong, sehingga Kabupaten Blora tetap aman, sejahtera, maju, dan berkah menuju baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” ungkapnya.
‎Bupati juga meminta dukungan seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar turut aktif membantu masyarakat yang membutuhkan.
‎Di akhir sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan ini, mulai dari Baznas, BUMD, Bagian Kesra, hingga seluruh panitia dan jamaah yang istiqomah mengikuti kegiatan Gastra setiap selapan.
‎Kegiatan yang terbuka bagi seluruh ASN Kabupaten Blora dan masyarakat umum ini ditutup dengan tausiyah dan doa bersama. (Humas/Redaksi)
Share:

Babinsa Koramil 12/Ngawen Pantau Progres Pembangunan Gedung Koperasi Merah Putih di Kelurahan Ngawen



𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Untuk mendukung program pemerintah dalam peningkatan ekonomi kerakyatan di wilayah binaan, Babinsa Koramil 12/Ngawen Kodim 0721/Blora, Koptu Isnadi melaksanakan pemantauan dan pengecekan progres pembangunan Gedung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kelurahan Ngawen, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora Jawa Tengah, Selasa 7 April 2026.

Hingga saat ini, pembangunan gedung telah memasuki tahap pemasangan teras kanopi dan berjalan dalam kondisi aman, tertib, serta kondusif.

Koptu Isnadi menyampaikan bahwa kehadiran Babinsa di lapangan tidak hanya sebatas melakukan pengawasan, namun juga memberikan motivasi kepada para pekerja agar proses pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu.

“Pendampingan ini merupakan bentuk nyata peran Babinsa dalam mengawal program pembangunan infrastruktur di tingkat kelurahan dan desa, sehingga dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pemantauan dilakukan secara berkala guna memastikan progres pembangunan berjalan lancar dan sesuai target.

“Gedung Koperasi Kelurahan Merah Putih ini sangat dinantikan oleh masyarakat sebagai sarana peningkatan ekonomi dan kesejahteraan anggota koperasi ke depan,” imbuhnya.

Sementara itu, Danramil 12/Ngawen, Kapten Cke Masrukin, secara terpisah menegaskan bahwa Babinsa akan selalu hadir di tengah masyarakat dalam membantu mengatasi berbagai kesulitan, termasuk dalam pendampingan pembangunan fasilitas umum.

“Pembangunan gedung koperasi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menyediakan fasilitas yang representatif bagi pelaku UMKM dan petani lokal, baik dalam memasarkan produk maupun mengelola keuangan secara mandiri,” jelasnya.

Dengan adanya Gedung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tersebut, diharapkan mampu mendorong peningkatan perputaran ekonomi masyarakat serta mewujudkan pengelolaan ekonomi yang lebih baik, transparan, dan berkelanjutan. (Pendim/Redaksi)
Share:

Tepis Isu Tutup Mata, Polres Tindak Tegas Penambangan Minyak Ilegal di Blora


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Merespons isu yang beredar, terkait dugaan pembiaran terhadap aktivitas sumur minyak tak berizin di wilayah Kabupaten Blora, Polres Blora menegaskan komitmennya dalam menangani aktivitas penambangan minyak ilegal di wilayah hukumnya, hal itu disampaikan oleh Kapolres Blora, pada Minggu 5 April 2026, di Mapolres Blora.

Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto melalui Kasat Reskrim Polres Blora, AKP Zaenul Arifin mengatakan bahwa penegakan hukum telah berjalan sebagaimana mestinya, langkah strategis telah dijalankan, baik secara preventif maupun represif, untuk  menjaga stabilitas keamanan dan kelestarian lingkungan.

"Kami telah melakukan penyidikan terhadap tiga orang tersangka terkait aktivitas tersebut, yang saat ini proses hukumnya sudah masuk tahap dua di Kejaksaan Negeri Blora. Lokasi sumur yang dimaksud juga telah kami tutup," ujar Kasat Reskrim Polres Blora.

Selain tindakan tegas, lanjut Kasat Reskrim, Polres Blora juga mengedepankan pendekatan humanis untuk mencegah munculnya titik pengeboran baru.

"Personel di lapangan terus melakukan sosialisasi dan penyuluhan kepada warga sekitar mengenai risiko keselamatan dan dampak lingkungan yang membahayakan akibat eksplorasi minyak tanpa prosedur resmi," jelas Kasat Reskrim Polres Blora.

Lebih lanjut Kasat Reskrim Polres Blora menjelaskan bahwa Polres Blora juga intens berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mencari solusi jangka panjang, mengingat banyaknya warga yang menggantungkan hidup pada sektor ini.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pengeboran sumur baru. Koordinasi lintas instansi terus dilakukan untuk meminimalisir dampak lingkungan, termasuk menangani rembesan minyak yang mengalir ke area persawahan milik warga agar tidak merusak mata pencaharian petani," imbuh AKP Zaenul Arifin.

Masih kata Kasat Reskrim Polres Blora,
meskipun menghadapi tantangan berupa potensi konflik sosial karena ketergantungan ekonomi masyarakat pada sumur minyak tersebut, Polres Blora tetap memprioritaskan keamanan wilayah.

"Prioritas keamanan wilayah sebagai fondasi utama dalam penyelesaian masalah minyak ilegal di Kabupaten Blora secara tuntas," tandas Kasat Reskrim Polres Blora. (Humas/Redaksi)


Share:

Pengecoran Cakar Ayam Jembatan Gantung di Nglebur Blora, Wujud Kemanunggalan TNI Dengan Rakyat


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Pembangunan jembatan gantung di Desa Nglebur, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. Saat ini, pekerjaan telah memasuki tahapan pengecoran pondasi cakar ayam sebagai bagian dari penguatan struktur dasar jembatan, Selasa (07/4/2026).

Jembatan gantung dengan panjang 35 meter dan lebar 1,5 meter tersebut dibangun sebagai sarana penghubung antar wilayah yang diharapkan mampu meningkatkan mobilitas masyarakat serta memperlancar distribusi hasil pertanian dan kegiatan ekonomi warga.

Kegiatan pengecoran dilaksanakan secara gotong royong dengan melibatkan personel Kodim 0721/Blora bersama masyarakat setempat. Hal ini merupakan implementasi nyata dari pembinaan teritorial dalam rangka memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Komandan Koramil 06/Jiken, Kapten Inf Sumarno, menyampaikan bahwa proses pengecoran pondasi merupakan tahapan krusial dalam pembangunan jembatan.

“Pengecoran cakar ayam ini menjadi bagian penting untuk memastikan kekuatan dan ketahanan jembatan. Kami bersama masyarakat terus bersinergi agar proses pembangunan berjalan aman, tertib, dan sesuai rencana,” ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa kehadiran jembatan gantung ini nantinya akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya dalam menunjang aktivitas ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan warga.

“Kami berharap pembangunan ini dapat selesai tepat waktu sehingga segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Ini adalah wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mendukung pembangunan di wilayah,” tambahnya.

Dengan semangat kebersamaan dan kerja sama yang solid antara TNI dan masyarakat, pembangunan jembatan gantung di Desa Nglebur diharapkan dapat berjalan lancar serta memberikan dampak positif yang berkelanjutan. (Pendim/Redaksi)

Share:

Babinsa Koramil 09/Randublatung Monitoring Pembangunan KDKMP di Kediren


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) —  Untuk memastikan kelancaran dan ketertiban pembangunan di wilayah binaan, Babinsa Koramil 09/Randublatung melaksanakan kegiatan monitoring wilayah sekaligus pemantauan pembangunan KDKMP di Desa Kediren, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, Senin 6 April 2026.

Kegiatan monitoring dilakukan secara langsung guna melihat perkembangan pembangunan KDKMP, khususnya pada tahap pemasangan atap bangunan. Hal ini merupakan bagian dari upaya pengawasan agar proses pembangunan berjalan sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan.

Selain itu, Babinsa Koramil 09/Randublatung juga memastikan penggunaan material sesuai standar serta mengantisipasi adanya kendala di lapangan yang berpotensi menghambat jalannya pekerjaan. Kehadiran Babinsa di lokasi pembangunan juga bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pekerja serta masyarakat sekitar.

Babinsa Koramil 09/Randublatung, Serka Priyanto menyampaikan bahwa Babinsa memiliki peran penting tidak hanya dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah, tetapi juga dalam mendukung percepatan pembangunan di desa binaan.

“Sebagai aparat kewilayahan, kami turut berperan aktif dalam mengawal setiap program pembangunan agar dapat berjalan lancar, selesai tepat waktu, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Situasi terpantau dalam keadaan aman, tertib, dan lancar. Kegiatan diakhiri dengan pendokumentasian sebagai bahan laporan kepada komando atas. (Pendim/Redaksi)


Share:

24 Jam Tanpa Henti Rahasia Warung Madura Akhirnya Terbongkar


(SEPUTARBLORA.MY.ID) — Fenomena warung Madura yang buka 24 jam kembali menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat.

Julukan “warung yang hanya tutup saat kiamat” kerap disematkan sebagai bentuk kekaguman terhadap konsistensi jam operasionalnya yang nyaris tanpa henti.

Di berbagai daerah, terutama kawasan perkotaan dan pemukiman padat, warung Madura menjadi andalan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, bahkan hingga larut malam.

Keberadaan warung Madura dinilai memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas masyarakat.

Saat minimarket atau toko lain sudah tutup, warung ini tetap melayani pembeli yang membutuhkan barang-barang sederhana seperti rokok, kopi, mie instan, hingga kebutuhan mendesak lainnya.

Tak heran, warung Madura kerap menjadi penyelamat di saat genting.

Di balik jam operasionalnya yang hampir 24 jam, terdapat sistem kerja yang terorganisir.

Sebagian besar warung Madura dikelola oleh keluarga atau kerabat yang tinggal di lokasi yang sama.

Mereka menerapkan sistem jaga bergantian sehingga operasional bisa berjalan tanpa harus mengandalkan satu orang saja.

Pola inilah yang membuat warung tetap buka sepanjang hari.

Meski demikian, anggapan bahwa warung Madura tidak pernah tutup sepenuhnya tidaklah benar.

Dalam kondisi tertentu, seperti saat perayaan hari besar keagamaan, acara keluarga, atau keadaan darurat, warung tetap bisa tutup, meski hanya sementara. Namun karena jarangnya momen tersebut terjadi, kesan “tidak pernah tutup” sudah terlanjur melekat kuat di benak masyarakat.

Pengamat ekonomi informal menilai, keberhasilan warung Madura bertahan dengan konsep 24 jam merupakan bentuk adaptasi terhadap kebutuhan pasar.

Fleksibilitas waktu dan kedekatan dengan pelanggan menjadi keunggulan utama yang sulit disaingi oleh ritel modern.

Dengan konsistensi tersebut, warung Madura tidak hanya sekadar tempat berbelanja, tetapi juga telah menjadi bagian dari budaya keseharian masyarakat Indonesia.

Julukan “tutup saat kiamat” pun pada akhirnya lebih dimaknai sebagai simbol dedikasi dan ketekunan para pelaku usaha kecil dalam melayani kebutuhan warga tanpa mengenal waktu.

Source: melihatindonesia.id

Share:

Kodim 0721/Blora Wujudkan Harapan Warga Melalui Pembangunan Jembatan Gantung Garuda

𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) —  Harapan masyarakat untuk memiliki akses penghubung yang layak antara Desa Nglebur dengan Desa Janjang, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora Jawa Tengah, mulai terwujud seiring percepatan pembangunan Jembatan Gantung Garuda, Senin 6 April 2026.

Jembatan sepanjang 35 meter dengan lebar 1,5 meter tersebut dibangun sebagai sarana penghubung utama warga Desa Nglebur. Keberadaan jembatan ini memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai infrastruktur, tetapi juga sebagai akses vital bagi aktivitas masyarakat, mulai dari jalur pelajar menuju sekolah hingga distribusi hasil pertanian.

Dibawah koordinasi Kodim 0721/Blora, pembangunan dilaksanakan secara bertahap dan terukur. Sejumlah pekerjaan awal telah diselesaikan, meliputi pembersihan lokasi, perataan badan jalan, pemasangan bowplang, penggalian pondasi, hingga perakitan struktur awal. Saat ini, pengerjaan difokuskan pada tahap pengecoran serta perakitan lanjutan sebagai bagian dari penyempurnaan konstruksi utama.

Komandan Kodim 0721/Blora, Letkol Kav Yudhi Agus Setiyanto melalui Danramil 06/Jiken Kapten Inf Sumarno menyampaikan bahwa pembangunan jembatan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah melalui TNI AD dalam mendukung pemenuhan kebutuhan infrastruktur masyarakat pedesaan.

“Kami terus mengoptimalkan pelaksanaan pekerjaan di lapangan agar pembangunan berjalan lancar dan hasilnya dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, percepatan pembangunan tidak terlepas dari sinergi yang solid antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat. Semangat gotong royong yang terbangun menjadi cerminan kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mendorong kemajuan wilayah.

Danramil menambahkan, jembatan tersebut telah lama dinantikan masyarakat karena akan sangat membantu aktivitas sehari-hari, khususnya dalam pengangkutan hasil pertanian menuju pusat desa.

“Dengan adanya jembatan ini, diharapkan masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan dalam membawa hasil panen, sehingga akses menjadi lebih mudah, cepat, dan aman,” ungkapnya.

Keberadaan Jembatan Gantung Garuda diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antar wilayah sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat. (Pendim/Redaksi)
Share:

Hot News

KDKMP Pulo Blora Hampir Rampung, Peran Aktif Babinsa Dorong Percepatan Pembangunan

𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 ( SEPUTARBLORA.MY.ID ) —  Pembangunan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Pulo, Kecamatan Kedungtuba...

Piblic Service

Piblic Service
Instagram

Blog Archive

Social Media

Technology

Next More »

Labels

Community

Next More »