Dandim 0721/Blora Ikuti Rapat Evaluasi Percepatan Pembangunan KDKMP


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Komandan Kodim 0721/Blora, Letkol Kav Yudhi Agus Setiyanto, mengikuti rapat lanjutan evaluasi percepatan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) melalui konferensi video, Selasa 31 Maret 2026.

Kegiatan tersebut dipimpin Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R dan diikuti jajaran TNI Angkatan Darat dari berbagai wilayah. Dandim 0721/Blora mengikuti kegiatan dari lokasi KDKMP Desa Jepangrejo, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora.

Dalam rapat tersebut, setiap Panglima Komando Utama (Pangkotama) memerintahkan kepada para Komandan Korem (Danrem) dan Komandan Kodim (Dandim) untuk menyiapkan paparan terkait perkembangan KDKMP di wilayah masing-masing. Paparan tersebut mencakup strategi pencapaian target berbasis milestone, termin penyaluran anggaran, persentase progres pembangunan, hingga capaian pembangunan yang telah mencapai 100 persen.

Selain itu, masing-masing satuan kewilayahan juga diminta melaporkan hasil pengecekan di lapangan, termasuk berbagai kendala yang dihadapi serta langkah-langkah penanganan yang dilakukan bersama pemerintah daerah dan BUMN.

Rapat evaluasi ini bertujuan untuk memastikan percepatan pembangunan KDKMP berjalan sesuai target. Dalam forum tersebut juga disampaikan laporan umum mengenai capaian program, hambatan yang muncul, serta upaya yang telah dilakukan guna mendukung pengembangan koperasi di tingkat desa dan kelurahan. (Pendim/Redaksi)

Share:

Gelar Rakor POK Perangkat Daerah, Pemkab Blora Tekankan Pencegahan Korupsi


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Pemerintah Kabupaten Blora menggelar Rapat Koordinasi Pengendalian Operasional Kegiatan (POK) perangkat daerah di Pendopo rumah dinas Bupati Blora, Selasa 31 Maret 2026.

Rapat yang diikuti seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan camat itu dipimpin langsung oleh Bupati Blora, Arief Rohman bersama Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini dan Sekretaris Daerah Komang Gede Irawadi. 

Kegiatan tersebut menekankan pentingnya penguatan tata kelola pemerintahan yang bersih serta upaya pencegahan korupsi, sebagai tindak lanjut arahan Pemerintah Provinsi bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam forum koordinasi kepala daerah se-Jawa Tengah.

Dalam arahannya, Bupati Blora Arief Rohman meminta seluruh jajaran OPD meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pelanggaran, terutama pada aspek perencanaan anggaran, pengadaan barang dan jasa, serta pengisian jabatan.

“Area rawan harus diantisipasi sejak dini. Jangan sampai terjadi di Kabupaten Blora,” ujarnya.

Bupati Blora menegaskan, pengisian jabatan di lingkungan pemerintah daerah harus mengedepankan sistem merit dan bebas dari praktik jual beli jabatan. Proses tersebut harus berjalan transparan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

"Silahkan kepala OPD kalau ada bawahan yang berprestasi, yang bagus, diusulkan saja pada baperjakat, nanti ada seleksi terbuka dan nanti ada pula kepala OPD yang bergeser," jelasnya. 

Selain itu, lanjut Bupati, perencanaan pembangunan juga menjadi sorotan dalam rakor bersama KPK. Pemerintah daerah diminta memastikan sinkronisasi program, termasuk mengakomodasi pokok-pokok pikiran DPRD agar selaras dengan kebutuhan masyarakat dan prioritas pembangunan daerah.

Mengacu pada penguatan pengawasan oleh komisi pemberantasan korupsi, terdapat tiga sektor utama yang menjadi perhatian, yakni perencanaan anggaran, pengadaan barang dan jasa, serta praktik jual beli jabatan. KPK juga menekankan pentingnya integritas aparatur dan pengawasan yang berkelanjutan untuk mencegah korupsi.

Bupati dan Wakil Bupati juga berkomitmen menciptakan kondisi daerah yang aman dan kondusif melalui penguatan harmonisasi antarunsur pemerintahan serta peningkatan sistem pengawasan internal.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Komang Gede Irawadi mengungkapkan bahwa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) akan melakukan pemeriksaan laporan keuangan pemerintah daerah pada April 2026.

“Seluruh OPD diminta mempersiapkan dokumen secara optimal,” kata dia.

Sekda menambahkan, KPK juga menekankan pentingnya pendekatan pencegahan melalui sosialisasi, monitoring, dan pengawasan secara berkelanjutan guna membangun kesadaran antikorupsi di lingkungan pemerintah daerah.

Sebelum rakor POK digelar, kegiatan diawali dengan pelepasan purna tugas Kepala Bapperida Kabupaten Blora A. Mahbub Djunaidi dan Camat Kunduran Suharto. Pemerintah daerah menyampaikan apresiasi atas dedikasi keduanya selama bertugas. (Humas/Redaksi)

Share:

Dari Baksos ke Pembangunan, Jembatan Garuda Jadi Harapan Baru Warga Blora


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Kegiatan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Jembatan Garuda oleh Kodim 0721/Blora berlangsung khidmat dan penuh kehangatan di Dukuh Wotrangkul, Desa Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, Selasa (31/3/2026).

Tidak sekadar seremoni pembangunan infrastruktur, kegiatan ini juga diwarnai dengan aksi bakti sosial berupa pembagian paket sembako kepada masyarakat di sekitar lokasi. Bantuan tersebut disalurkan di empat titik wilayah pembangunan, yakni Dukuh Wotrangkul (Desa Klopoduwur), Dukuh Jati (Desa Jati), Dukuh Gabeng (Desa Pengkolrejo), dan Desa Nglebur.

Komandan Kodim 0721/Blora, Letkol Kav Yudhi Agus Setiyanto, S.Sos., mengatakan bahwa pembangunan Jembatan Garuda diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antar wilayah serta mendukung aktivitas masyarakat, terutama akses anak-anak menuju sekolah.

“Pembangunan jembatan ini merupakan upaya untuk membantu masyarakat dalam meningkatkan konektivitas wilayah. Kami juga ingin berbagi melalui kegiatan bakti sosial agar manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh warga,” ujarnya.

Antusiasme warga terlihat sejak awal kegiatan. Kehadiran TNI melalui pembangunan jembatan sekaligus penyaluran bantuan sosial disambut hangat oleh masyarakat yang selama ini menantikan akses penghubung yang lebih memadai.

Warga Dukuh Wotrangkul menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan. Ia menilai, keberadaan jembatan tersebut nantinya akan sangat membantu mobilitas warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat. Dengan dimulainya pembangunan Jembatan Garuda, diharapkan infrastruktur di Kabupaten Blora semakin berkembang dan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan warga. (Pendim/Redaksi)

Share:

Ketua DPRD Blora Rapat Paripurna tiga agenda Untuk Efisiensi Percepatan Program Kerja Daerah


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SUARABARU.ID) — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blora menggelar rapat paripurna dengan tiga acara Persetujuan Bersama Penetapan 2  Raperda Kabupaten Blora, Penyampaian (penyerahan) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Blora Tahun Anggaran 2025 dan Halalbihalal Forkopimda Blora dengan Pimpinan dan Anggota DPRD Blora, di ruang pertemuan gedung DPRD Jl. A Yani Blora, Selasa 31 Maret 2026.

Rapat yang dipimpin Ketua DPRD Blora, Mustopa menyampaikan bahwa rapat paripurna dalam acara Persetujuan Bersama Penetapan 2 Raperda, dan penyerahan LKPJ Bupati Blora Tahun Anggaran 2025.

“Dua Raperda tersebut adalah Raperda Kabupaten Blora tentang  Pencegahan dan Peningkatan Kualitas terhadap Perumahan Kumuh dan Pemukiman Kumuh serta Raperda Pengembangan Ekonomi Kreatif. Kedua Raperda itu merupakan tindak lanjut hasil fasilitasi Gubernur Jawa Tengah,” jelas Mustopa.

Ketua DPRD Blora menyampaikan bahwa pelaksanaan tiga agenda dalam satu waktu ini merupakan langkah efisiensi demi percepatan program kerja daerah.

“Untuk itu marilah kita ikuti acara selanjutnya yaitu Laporan PANSUS, yang akan disampaikan juru bicaranya, saudari Ratna Pancarini,” kata Ketua DPRD Blora Mustopa.

Setelah disampaikan oleh juru bicara, pimpinan rapat paripurna DPRD memintakan persetujuan secara lisan kepada semua anggota DPRD terhadap dua Reperda Pemkab Blora tersebut.

“Dalam persetujuan anggota DPRD, akan kami gunakan sebagai dasar untuk menandatangani berita acara persetujuan bersama, dan selanjutnya akan kami tuangkan dalam keputusan DPRD,” ucap Mustopa.

Selanjutnya dilakukan penandatanganan berita acara persetujuan bersama antara Bupati dan Pimpinan DPRD Blora.  

Memasuki acara berikutnya yaitu Penyampaian (penyerahan) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Blora Tahun Anggaran 2025.

“Pada hari Senin 30 Maret 2026, Pemerintah Kabupaten Blora telah mengirimkan buku LKPJ Bupati Blora Tahun Anggaran 2025 kepada DPRD Blora, Nomor 900.1.15.5/295/2026, perihal Penyampaian (penyerahan) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Blora Tahun Anggaran 2025,” ungkap Mustopa. 

Penyerahan secara resmi Buku LKPJ Bupati Blora Tahun Anggaran 2026 diserahkan langsung oleh Bupati Blora,  Arief Rohman kepada pimpinan DPRD Blora.

Dalam kesempatan itu, Bupati Blora juga menyampaikan sambutannya.  Bupati Blora secara resmi menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 sebagai bentuk transparansi kinerja eksekutif selama satu tahun anggaran.

Dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025, Bupati Blora Arief Rohman memaparkan capaian realisasi program, serapan anggaran, serta indikator keberhasilan pembangunan yang telah dicapai sepanjang tahun lalu.

Setelah diserahkan oleh Bupati Arief Rohman, pimpinan rapat paripurna meminta kepada Anggota DPRD segera melakukan pembahasan atas LKPJ Bupati Blora Tahun Anggaran 2025.

Untuk diketahui, masih dalam momen Idulfitri 1447 H, acara rapat paripurna ditutup dengan silaturahmi dan halalbihalal antara jajaran Forkopimda Blora dengan Pimpinan serta Anggota DPRD untuk mempererat sinergitas antar instansi. Acara berlangsung khidmat dan dihadiri oleh jajaran eksekutif, legislatif, serta unsur pimpinan daerah lainnya. (Humas/Redaksi)


Share:

Dandim Kav Yudhi Agus Setiyanto Hadiri Groundbreaking Jembatan Garuda di Klopoduwur Blora


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Dandim 0721/Blora, Letkol Kav Yudhi Agus Setiyanto, menghadiri peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan 'Jembatan Garuda' di Dukuh Wotrangkul, Desa Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, Selasa 31 Maret 2026, pembangunan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan konektivitas dan membuka akses wilayah pedesaan.

Kegiatan diawali dengan video conference yang terhubung dengan Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Achiruddin, yang memimpin langsung groundbreaking pembangunan Jembatan Garuda terpusat dari Dukuh Bolo Wetan, Desa Bolo, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Di wilayah teritorial Kodim 0721/Blora, pembangunan Jembatan Garuda dilaksanakan di empat titik, yakni Dukuh Jati (Desa Jati, Kecamatan Jati), Desa Nglebur (Kecamatan Jiken), Dukuh Gabeng (Desa Pengkolrejo, Kecamatan Japah), serta Dukuh Wotrangkul (Desa Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo) sebagai lokasi utama kegiatan.

Peletakan batu pertama oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Blora menandai dimulainya pembangunan yang diharapkan mampu mengurangi keterisolasian wilayah dan memperlancar mobilitas masyarakat.

Dandim 0721/Blora, Letkol Kav Yudhi Agus Setiyanto mengatakan, jembatan tersebut akan memberikan manfaat bagi sekitar 175 kepala keluarga atau kurang lebih 500 jiwa di Dukuh Wotrangkul.

“Jembatan ini diharapkan dapat mendukung akses anak-anak menuju sekolah serta memperlancar aktivitas perekonomian masyarakat desa,” ujar Letkol Kav Yudhi Agus Setiyanto.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas realisasi pembangunan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto. Semoga jembatan ini dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” kata Dandim 0721/Blora.

Selain groundbreaking, kegiatan juga diisi dengan bakti sosial berupa pembagian bantuan sembako kepada warga sekitar lokasi proyek yang diserahkan langsung oleh Dandim 0721/Blora bersama tamu undangan.

"Pembangunan Jembatan Garuda diharapkan menjadi solusi atas keterbatasan akses yang selama ini dihadapi masyarakat, sekaligus menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah pedesaan," tandas Letkol Kav Yudhi Agus Setiyanto.

Sementara itu, Bupati Blora, Arief Rohman diwakili Asisten II Setda Blora, Dasiran, menyampaikan apresiasi atas dimulainya pembangunan Jembatan Garuda di wilayah tersebut.

“Pembangunan ini diharapkan dapat meningkatkan akses pendidikan, layanan kesehatan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Kami juga berterima kasih kepada pemerintah desa dan warga yang telah mendukung penuh pembangunan ini,” jelas Asisten II Setda Blora.

Pada kesempatan itu, Kepala Desa Klopoduwur, Hery Sugiharto menyampaikan bahwa masyarakat menyambut baik pembangunan jembatan tersebut.

“Warga sangat antusias karena jembatan ini akan mempermudah aktivitas sehari-hari, terutama untuk anak sekolah dan kegiatan pertanian,” kata Kades Klopoduwur.  (Pendim/Redaksi)

Share:

Warga Sambongrejo Blokir Jalan dan Tanam Pohon Pisang, Protes Kerusakan Jalan Desa Akibat Proyek IJD Senilai Rp 27,9 Miliar

𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Puluhan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sambongrejo Bersatu melakukan aksi damai dengan menutup akses jalan menuju Dukuh Gunungrowo, Desa Sambongrejo, Kecamatan Tunjungan, Selasa 31 Maret 2026.

Aksi ini dipicu oleh kekecewaan warga atas rusaknya jalan desa akibat aktivitas kendaraan berat milik PT Mitra Wardhana yang tengah mengerjakan proyek Inpres Jalan Daerah (IJD) ruas Japah-Tunjungan.

Pantauan di lokasi, warga sempat menanam pohon pisang dan memasang portal bambu di tengah jalan sebagai bentuk protes. Warga menuding aktivitas truk molen pada proyek senilai Rp 27,9 miliar yang bersumber dari APBN tahun 2025 tersebut telah merusak infrastruktur jalan desa mereka tanpa ada upaya perbaikan dari pihak kontraktor.

Koordinator aksi, Keluk Peristawahan, menegaskan bahwa warga pada dasarnya mendukung pembangunan infrastruktur pemerintah. Namun, pihaknya menagih janji PT Mitra Wardhana yang hingga kini belum merealisasikan perbaikan jalan di Dukuh Gunungrowo yang terdampak.

"Kami mendukung penuh pembangunan jalan, namun kami menagih janji PT Mitra Wardhana untuk memperbaiki kerusakan jalan desa kami akibat aktivitas kendaraan berat mereka," ujar Keluk di sela-sela aksi.

Aksi tersebut mendapat pengawalan ketat dari jajaran Polres Blora yang dipimpin langsung oleh Kasat Intelkam Polres Blora, Iptu Agus Wibowo. Tak lama berselang, Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Blora, Nidzamudin Al Hudda, tiba di lokasi untuk melakukan dialog langsung dengan warga.

Dalam mediasi tersebut, dicapai kesepakatan bahwa kerusakan jalan desa tersebut akan segera dikoordinasikan dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Inpres Jalan Daerah untuk langkah perbaikan prosedural. Sebagai langkah darurat, pemerintah menjanjikan perbaikan sementara menggunakan batu gosok.

Plt. Kepala DPUPR Blora, Nidzamudin Al Hudda, menyatakan komitmennya untuk menjembatani aspirasi masyarakat agar pihak terkait segera bertanggung jawab.

"Kerusakan yang diakibatkan aktivitas kendaraan berat PT Mitra Wardhana ini akan kami koordinasikan dengan PPK Inpres Jalan Daerah untuk segera dilakukan perbaikan. Untuk langkah awal, akan dilaksanakan perbaikan sementara dengan penggrosokan batu," jelas Nidzamudin.

Mendengar penjelasan tersebut, warga akhirnya bersedia membuka kembali portal jalan dan membongkar tanaman pohon pisang. Warga memberikan tenggat waktu satu minggu bagi pemerintah daerah untuk merealisasikan janji penggrosokan tersebut.

Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto melalui Kasihumas AKP Midiyono mengonfirmasi bahwa situasi di lokasi telah kembali kondusif. Penutupan jalan yang sempat berlangsung singkat berakhir setelah adanya kesepakatan antara warga dan Dinas PUPR.

"Sekitar pukul 13.50 WIB, warga membubarkan diri dengan tertib. Kami pastikan akses jalan sudah kembali normal dan situasi Kamtibmas di wilayah Tunjungan aman terkendali," pungkas AKP Midiyono. (Humas/Redaksi)
Share:

Groundbreaking Pembangunan 'Jembatan Garuda' di Klopoduwur Blora Segera Dimulai


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Kondisi awal 'Jembatan Garuda' di Dukuh Wotrangkul, Desa Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora Jawa Tengah, menjadi sorotan menjelang pelaksanaan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan jembatan tersebut pada Selasa 31 Maret 2026. Infrastruktur yang selama ini menjadi akses vital warga itu dilaporkan mengalami kerusakan cukup signifikan dan dinilai membahayakan pengguna.

Pasiter Kodim 0721/Blora, Kapten Inf Maningsun menyampaikan bahwa 
jembatan Garuda yang menghubungkan kawasan permukiman dengan lahan pertanian warga tersebut menunjukkan tanda-tanda penurunan struktur. Sejumlah bagian mengalami keretakan, terutama pada dinding penyangga, sementara kondisi lantai jembatan juga sudah tidak layak dilalui secara aman, khususnya saat musim hujan.

"Kondisi ini berdampak langsung pada aktivitas masyarakat. Mobilitas warga menjadi terhambat, termasuk distribusi hasil pertanian serta akses menuju pusat perekonomian setempat," ujar Pasiter Kodim 0721/Blora.

Sebagai bagian dari wilayah teritorial Kodim 0721/Blora, lanjut Pasiter Kodim 0721/Blora, penanganan Jembatan Garuda menjadi salah satu prioritas dalam upaya peningkatan infrastruktur desa. Perbaikan jembatan dinilai penting untuk menunjang kelancaran aktivitas warga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

“Perbaikan jembatan ini sangat dibutuhkan masyarakat karena menjadi jalur utama penghubung antar wilayah. Dengan adanya pembangunan, diharapkan akses warga menjadi lebih aman dan lancar,” ucap Kapten Inf Maningsun.

Selain meningkatkan aspek keselamatan, pembangunan jembatan ini juga diharapkan mampu memperkuat konektivitas antar wilayah serta mempercepat distribusi hasil pertanian yang menjadi sumber utama mata pencaharian warga, dukungan berbagai pihak, termasuk unsur TNI melalui Kodim 0721/Blora, menjadi faktor penting dalam percepatan realisasi pembangunan tersebut, imbuh Kapten Inf Maningsun.

"Ke depan, Jembatan Garuda diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur penghubung, tetapi juga memberikan dampak positif berkelanjutan terhadap kesejahteraan masyarakat Desa Klopoduwur dan sekitarnya," tandas Pasiter Kodim 0721/Blora. (Pendim/Redaksi)

Share:

Jalin Sinergi dengan Tokoh Agama, Kapolres Blora Kunjungi Klenteng Hok Tio Bio


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SUARABARU.ID) — Untuk mempererat tali silaturahmi dan menjaga kondusivitas wilayah Kabupaten Blora Jawa Tengah, Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto melakukan kunjungan ke Klenteng Hok Tio Bio Blora, Senin 30 Maret 2026.

Kehadiran Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto bersama Kasat Binmas AKP Khoirun, Kasat Intelkam IPTU Agus Wibowo, dan Kasi Humas AKP Midiyono, disambut hangat oleh Pengurus Yayasan Klenteng Hok Tio Bio.

Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto menyampaikan bahwa komunikasi yang selama ini telah terjalin dengan baik antara pihak kepolisian dan pengurus Klenteng harus terus dijaga demi kebaikan bersama.

"Pada kegiatan silaturahmi ini, mari kita jaga komunikasi yang sudah baik antara Polres Blora dan Pengurus Klenteng Hok Tio Bio Blora. Semoga hubungan ini membawa berkah dan kebaikan untuk kita semua. Saya mengajak rekan-rekan pengurus yayasan untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kabupaten Blora," ujar Kapolres Blora.

Pada kesempatan itu, Sekretaris 2 Yayasan Klenteng Hok Tio Bio, Iwan Pujianto mengapresiasi langkah Polres Blora yang datang langsung menemui tokoh-tokoh agama. Ia mengatakan kesiapan Klenteng untuk mendukung penuh kinerja kepolisian.

"Terima kasih atas kedatangan Bapak Kapolres Blora bersama jajaran yang telah mampir dalam rangka menjalin silaturahmi dan komunikasi. Kami siap bekerja sama dengan Polres Blora untuk menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif," ucap Iwan Pujianto. (Humas/Redaksi)

Share:

Babinsa Koramil 11/Jati Kawal Tahap Pondasi Koperasi Desa Merah Putih


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di wilayah Kecamatan Jati, terus digenjot, Babinsa Koramil 11/Jati, Kodim 0721/Blora turun langsung mendampingi proses konstruksi di Desa Randulawang, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora Jawa Tengah, pada Minggu 29 Minggu 2026.

Babinsa Koramil 11/Jati, Serda Sukandar
menyampaikan bahwa pada tahap ini, para pekerja melaksanakan pengecoran pondasi serta pemasangan batu belah sebagai struktur dasar bangunan.

"Koperasi tersebut nantinya akan difungsikan sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat desa," ujar Serda Sukandar.

Serda Sukandar menyampaikan bahwa keterlibatan Babinsa tidak hanya sebatas kehadiran di lokasi, tetapi juga untuk memastikan proses pembangunan berjalan sesuai rencana dan standar yang ditetapkan.

“Hari ini kami ikut mengawasi proses pengecoran pondasi untuk memastikan kualitasnya benar-benar sesuai standar, mengingat bangunan ini akan dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang,” ucap Serda Sukandar.

Lebih lanjut, Serda Sukandar mengatakan bahwa pendampingan ini merupakan bagian dari upaya mempererat kemanunggalan TNI dengan masyarakat.

“Selain melakukan pengawasan, kami juga turut membantu proses pengecoran sambil melaksanakan komunikasi sosial dengan warga setempat. Harapannya, seluruh proses pembangunan dapat berjalan lancar tanpa kendala,” imbuh Serda Sukandar.

Untuk perhatian, pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Desa Randulawang Kecamatan Jati, Kabupaten Blora Jawa Tengah, diharapkan mampu memperkuat perekonomian warga serta menjadi ruang produktif bagi masyarakat setempat. (Pendim/Redaksi)
Share:

Hot News

Dandim 0721/Blora Ikuti Rapat Evaluasi Percepatan Pembangunan KDKMP

𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Komandan Kodim 0721/Blora, Letkol Kav Yudhi Agus Setiyanto, mengikuti rapat lanjutan evaluasi percepatan pembanguna...

Piblic Service

Piblic Service
Instagram

Blog Archive

Social Media

Technology

Next More »

Labels

Community

Next More »