Tinjau Korban Kebakaran 'Pasar Darurat' Ngawen, Bupati Blora Serahkan Bantuan
'Pasar Darurat' Ngawen dan Rumah Terbakar, Kerugian Capai Rp 2,2 Miliar
𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Peristiwa kebakaran hebat melanda kawasan permukiman dan bedak pasar darurat rakyat Ngawen, tepatnya disisi barat Jalan Raya Ngawen – Japah, Kelurahan Ngawen, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora pada Sabtu 7 Maret 2026, yang terjadi sekira pukul 23.10 WIB., menghanguskan sejumlah rumah serta bedak para pedagang pasar darurat dengan total kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 2,225 miliar.
Untuk diketahui, pasar darurat sebagai tempat sementara para pedagang pasar utama Ngawen yang sedang dibangun, adapun penyebab kebakaran tersebut diduga kuat berasal dari hubungan pendek arus listrik atau korsleting pada stopkontak di salah satu bedak milik warga. Api dengan cepat menjalar ke bangunan di sekitarnya karena material bangunan yang didominasi kayu dan barang-barang dagangan yang mudah terbakar.
Kapolsek Ngawen, AKP Lilik Eko Sukaryono menjelaskan bahwa api pertama kali diketahui oleh korban S, yang saat itu berada didalam rumah, korban melihat percikan api mulai merambat ke atap kayu yang bersumber dari bedak milik korban A.
"Korban sempat berupaya memadamkan api secara mandiri menggunakan peralatan seadanya, namun api justru semakin membesar. Korban kemudian berteriak minta tolong hingga didengar oleh warga dan saksi yang melintas di lokasi," jelas AKP Lilik Eko Sukaryono, Senin 7 Maret 2026.
Warga kemudian, lanjut Kapolsek Ngawen, menghubungi tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kecamatan Ngawen. Meski petugas tiba di lokasi sekitar 10 menit setelah laporan diterima, api sudah terlanjur meluas ke beberapa unit bedak darurat lainnya.
"Upaya pemadaman dilakukan secara intensif oleh tim gabungan dari Damkar, BPBD Kabupaten Blora, anggota Polsek Ngawen, dan Koramil Ngawen. Api baru berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar satu jam kemudian," ujar Kapolsek Ngawen.
Dikemukakan, berdasarkan data di lokasi kejadian, sebanyak sembilan warga menjadi korban terdampak dengan kerugian yang bervariasi. Kerugian terbesar dialami oleh korban SP dengan aset berupa bedak dan dagangan sembako senilai Rp 1 miliar, serta korban S yang kehilangan rumah, barang dagangan, dan satu unit sepeda motor, taksiran kerugian sekira Rp 605 juta.
"Korban lainnya juga kehilangan bedak yang berisi dagangan pakaian, sandal, sepatu, hingga makanan beku, Kami pastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, kerugian materiil memang cukup besar karena mencakup bangunan rumah dan stok dagangan para pedagang pasar darurat," tandas Kapolsek Ngawen.
Pihak kepolisian telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), memeriksa saksi-saksi, serta mengamankan barang bukti untuk penyelidikan lebih lanjut.
"Atas kejadian ini, kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap penggunaan instalasi listrik guna mencegah kejadian serupa terulang kembali," pinta Kapolsek Ngawen. (Humas/Redaksi)
Dandim 0721/Blora Pimpin Penutupan TMMD Sengkuyung Tahap I TA 2026 di Desa Sumber
Temui Badan BPH, Bupati Blora Dorong Optimalisasi Jargas dan Peningkatan SDM Migas
Bupati Blora Hadiri RDP APKASI, Bahas 20 Isu Strategis dari Gaji P3K Hingga Pilkada
Diresmikan Gubernur Ahmad Luthfi, Embung Karangjati Blora Aliri 40 Hektare Sawah
Ketua DPRD Blora Hadiri Rakor Lintas Sektoral untuk Pengamanan Lebaran 1447 H
Sukun Kudus Bagikan Santunan Kepada 1.000 Anak Yatim Blora
𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — PT Sukun Wartono Indonesia memberikan santunan kepada 1.000 anak yatim di Kabupaten Blora, selasa 24 Februari 2026. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program santunan 10.000 anak yatim di sepuluh kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Kegiatan yang rutin dilakukan setiap tahunnya dan tahun 2026 ini merupakan tahun ke 9 pelaksanaannya dengan diawali dari Kabupaten Blora.
Santunan berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora. Turut hadir Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, Wakil Bupati Blora, Hj. Sri Setyorini, Forkopimda, MUI Kabupaten Blora KH. Muharror Ali, Direktur PT sukun wartono, H. Dodik Tasan Wartono, Ketua Yayasan Sukun wartono, H. Joni Afandi, Corporate secretary PT sukun wartono Deka Hendratmanto.
Direktur PT sukun wartono, H. Dodik Tasan Wartono, dalam sambutannya mengatakan tak terasa, tahun ini adalah tahun kesembilan sejak pertama kali kami mendapat amanat dari Direksi sebelumnya untuk memberikan perhatian terhadap anak yatim dengan mendatangi dan menyantuni.
"Bermula dari lima kota, kemudian menjadi sepuluh kota di wilayah Kantor Perwakilan Pati dan Semarang. Dan tahun ini sudah kesembilan dalam pelaksanaan santunan 10.000 anak yatim," jelasnya.
Menurutnya amanat untuk berbagi dengan anak yatim ini sebenarnya pengejawantahan pesan pendiri perusahaan yang juga eyang kami, almarhum Bapak Mochammad Wartono, agar perusahaan bisa terus memberikan manfaat kepada masyarakat, sesuai dengan falsafah Jawa kuno "Urip iku Urup".
"Falsafah yang berasal dari Sunan Kalijaga ini selaras dengan ajaran Islam. Diceritakan di banyak riwayat bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain”, " imbuhnya.
Dodik sapaan akrabnya pihaknya menyadari sepenuhnya bahwa apa yang telah kami kerjakan sejauh ini masih jauh dari kata sempurna.
"Oleh karena itu, dalam kesempatan ini, kami mohon bimbingan, arahan, serta doa restu kepada para sesepuh, para romo kyai, tamu undangan, dan hadirin sekalian, agar PT Sukun bisa terus bertahan, bertumbuh, dan berkembang di masa mendatang," ucapnya.
"Kami juga mohonkan doa untuk kesehatan Direksi PT Sukun dalam hal ini Bapak Haji Yusuf Wartono dan Bapak Haji Mohammad Dodiek Wartono, agar bisa terus membimbing dan memimpin kami semua, untuk bergerak maju melintasi tantangan zaman yang semakin kompleks," pungkasnya.
Sementara itu Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman dalam sambutanya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada PT Sukun yang secara konsisten melaksanakan kegiatan santunan anak yatim sebagai agenda rutin tahunan perusahaan.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Blora dan seluruh masyarakat, saya ucapkan terimakasih kegiatan santunan anak yatim ini. pelaksanaan ini yang ke-9 sejak dimulai pada tahun 2018, sebuah komitmen sosial yang patut kita teladani bersama. Kehadiran kegiatan ini di Blora tentu menjadi kehormatan sekaligus kebahagiaan bagi kami," ucapnya.
Mas Arief sapaan akrab Bupati juga mengapresiasi sinergi yang terbangun antara PT Sukun dengan NU Care LazisNU dan Lazismu.
"Kolaborasi ini menunjukkan bahwa kepedulian sosial akan semakin kuat ketika dunia usaha, lembaga sosial keagamaan, dan pemerintah daerah berjalan bersama," ucapnya.
Bupati juga menyemangati para penerima santunan agar terus semangat dan tidak merasa sendiri. Pihaknya terus berupaya Pemerintah daerah, masyarakat, dan berbagai pihak termasuk PT Sukun akan terus hadir.
"Gunakan santunan ini dengan sebaik-baiknya untuk kebutuhan pendidikan dan hal-hal yang bermanfaat,"imbuhnya.
Pihaknya berharap kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar membawa keberkahan, mempererat ukhuwah, dan menumbuhkan semangat gotong royong di tengah masyarakat.
"Konsep kolaborasi yang tahun ini dipusatkan di pendopo juga menjadi wujud nyata sinergi antara sektor swasta dan pemerintah dalam membangun kepedulian sosial,"harapnya.
"Semoga kegiatan ini terus berlanjut di tahun-tahun mendatang dan semakin memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,"pungkasnya.
Untuk kegiatan santunan diawali dari Blora yaitu tanggal Selasa, 24 Februari 2026 di Pendopo Kabupaten dan selanjutnya ke Kabupaten Rembang Rabu, 25 Februari 2026, Kabupaten Pati Kamis, 26 Februari 2026, Kabupaten Jepara Jumat, 27 Februari 2026 , Kabupaten Grobogan Sabtu, 28 Februari 2026,Kota Salatiga Minggu, 01 Maret 2026, Kab Semarang Senin, 02 Maret 2026,Kota Semarang Selasa, 03 Maret 2026, Demak Rabu, 04 Maret 2026 dan terakhir di Kabupaten Kudus, 5 Maret 2026.
Untuk diketahui, kegiatan Santunan Anak Yatim PT Sukun merupakan agenda rutin tahunan perusahaan. Dilaksanakan secara bergantian di 10 kota yakni Blora, Rembang, Pati, Jepara, Demak, Grobogan, Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kota Salatiga, dan berakhir di Kudus. Kegiatan santunan Tahun 2026 ini merupakan pelaksanaan kegiatan berturut-turut ke sembilan sejak tahun 2018 lalu.
Di setiap kota, PT Sukun memberikan santunan kepada 1.000 anak yatim non panti binaan NU Care Lazisnu dan Lazismu Muhammadiyah. Adapun santunan yang diberikan berupa uang tunai.
Pada pelaksanaan tahun 2026, yang dihadirkan di Pendopo Kabupaten Pati hanya 500 anak. Sedangkan santunan 500 anak lainnya ditasyarufkan secara langsung ke masing-masing anak oleh Lazisnu dan Lazismu.
Pelaksanaan tahun ini menggunakan konsep kolaborasi dengan Pemkab atau Pemkot setempat. Sehingga acara dipusatkan di pendopo masing-masing pemerintah daerah. (Humas/Redaksi)
Blora Menyapa di Japah Diwarnai Tasyakuran Warga Atas Pembangunan Jalan
Hot News
Tinjau Korban Kebakaran 'Pasar Darurat' Ngawen, Bupati Blora Serahkan Bantuan
𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Menyusul terjadinya musibah kebakaran yang menimpa sejumlah kios dan rumah warga yang difungsikan sebagai pasar dar...





