Kodim 0721/Blora dan Warga Lanjutkan Pengecoran Jembatan Aramco
Pembangunan Kampus UNY Diatas Lahan 8,7 Hektar Milik Pemkab Blora, Tahun 2027 Terima Mahasiswa Baru
𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Pemerintah Kabupaten Blora terus mendorong percepatan pendirian kampus Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di Kabupaten Blora, upaya tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin oleh Wakil Bupati Blora, di ruang rapat Wakil Bupati Blora, Senin 25 Mei 2026.
Rapat koordinasi membahas penyelesaian sejumlah dokumen perizinan dan administrasi sebagai syarat pendirian kampus, termasuk Berita Acara Serah Terima (BAST) hibah tanah dari Pemkab Blora kepada pihak UNY.
Hadir Prof Dr Ir Slamet Widodo ST MT IPm ASEAN Eng, Direktur Direktorat Prasarana Sarana Aset UNY beserta jajaran, OPD terkait di lingkungan Pemkab Blora, yakni DPMPTSP, Rumkimhub, BPPKAD, PUPR, Dinas Lingkungan Hidup, Bagian Hukum, dan Bagian Pemerintahan Setda Blora.
Disampaikan, Kampus UNY Blora berdiri diatas lahan seluas 8,7 hektar milik Pemkab Blora, yang berada di depan Pasar Rakyat Sido Makmur Blora,
tahap awal, pembangunan akan difokuskan pada gedung empat lantai dan direncanakan dimulai pada 2026. Untuk penerimaan mahasiswa baru akan dimulai pada tahun 2027.
Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini meminta seluruh pihak terkait mempercepat penyelesaian dokumen yang masih dalam proses, agar target pendirian kampus dapat segera terealisasi.
“Tolong ada percepatan. Berkas apa yang bisa dikerjakan saat ini segera diselesaikan,” ujar Wakil Bupati Blora.
Beberapa dokumen yang menjadi fokus, lanjut Wakil Bupati Blora, percepatan meliputi penyusunan BAST, Nomor Induk Berusaha (NIB) dan KBLI, analisis dampak lalu lintas (amdalalin), rekomendasi Lahan Sawah Dilindungi (LSD), hingga persetujuan lingkungan.
"Untuk mempercepat proses, Pemkab Blora dan pihak UNY membagi tugas pengurusan administrasi. Pengurusan BAST dan sertifikat akan ditangani pihak UNY, sedangkan draft BAST serta pelimpahan aset disiapkan oleh Pemkab Blora," jelas Wakil Bupati Blora.
Wakil Bupati Blora berharap proses pengurusan dokumen dasar, mulai dipercepat pada awal Juni 2026, sehingga tahapan pembangunan dan operasional kampus dapat segera berjalan.
"Awal Juni 2026, dokumen dasar segera diproses, apa yang bisa dikerjakan saat ini segera diselesaikan,” ucap Wakil Bupati Blora.
Pada kesempatan itu, Direktur Direktorat Prasarana Sarana Aset UNY,
perwakilan rektorat UNY menyampaikan bahwa kampus UNY di Blora direncanakan membuka lima program studi. Setiap program studi diperkirakan menerima sekitar 60 mahasiswa setiap angkatan.
"Nanti, jumlah mahasiswa baru diproyeksikan mencapai sekitar 300 orang setiap tahun. Dalam lima tahun, jumlah mahasiswa diperkirakan mencapai 1.500 orang," ungkap Direktur Direktorat Prasarana Sarana Aset UNY. (Humas/Redaksi)
Pembangunan Jembatan Aramco di Todanan Masuki Tahapan Pengecoran Lantai
𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Pembangunan Jembatan Aramco di dukuh Kemuning, Desa Karanganyar, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora terus berlanjut, saat ini pengerjaannya telah memasuki tahap pengecoran lantai oleh personil TNI dan masyarakat setempat, Rabu (27/6/2026).
PS. Danramil 14/Todanan Letda Inf Taslan mengatakan, pengecoran lantai jembatan harus dilakukan dengan ketelitian agar konstruksi kuat dan mampu menahan beban kendaraan yang melintas nantinya.
Sebelumnya tim dilapangan telah menyelesaikan tahapan pengerjaan pondasi, pemasangan rangka, serta persiapan bekisting yang menjadi dasar pelaksanaan pengecoran agar jembatan kokoh dan kuat.
"Progres pembangunan hingga saat ini berjalan dengan lancar serta cuaca yang mendukung," ujarnya.
Pihaknya berharap, pembangunan jembatan Aramco di Desa Karanganyar dalam waktu dekat akan segera rampung serta dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar dalam mendukung kegiatan sehari- hari. (Pendim/Redaksi)
Gelar 'Ngopi Bareng', Forkopimda Blora Kompak Buka "Karpet Merah" untuk Investor
Pembangunan Jembatan Merah Putih di Sambongwangan Capai 70 Persen, TNI dan Warga Gotong Royong Percepat Pekerjaan
𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Proses pembangunan Jembatan Aramco atau yang dikenal masyarakat sebagai Jembatan Merah Putih di Desa Sambongwangan, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, terus menunjukkan progres signifikan. Hingga Selasa (26/5/2026), pembangunan jembatan tersebut telah mencapai sekitar 70 persen.
Pada tahap pengerjaan saat ini, personel Koramil 09/Randublatung bersama masyarakat melaksanakan penimbunan struktur jembatan dengan mengangkut batu dan tanah guna memperkuat serta memadatkan pondasi.
Jembatan dengan panjang 28 meter, lebar 2,5 meter, dan tinggi 3,5 meter tersebut nantinya akan menjadi akses penghubung vital bagi sejumlah wilayah di sekitar Desa Sambongwangan. Kehadiran jembatan ini diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat serta mendukung aktivitas ekonomi dan sosial warga.
Kepala Desa Sambongwangan, Wahyudi, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas terlaksananya pembangunan Jembatan Merah Putih yang dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat.
“Alhamdulillah, pembangunan Jembatan Merah Putih ini sangat membantu masyarakat, khususnya warga Dukuh Sambongwangan dan Dukuh Nguleng, serta menghubungkan akses menuju Desa Gembyungan, Kepoh, dan desa-desa lainnya,” ujar Wahyudi di lokasi kegiatan.
Menurutnya, pembangunan jembatan telah berlangsung selama kurang lebih tiga pekan dan menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat setempat, mengingat sebelumnya akses penghubung antarwilayah mengalami kendala.
Ia juga menjelaskan bahwa di sekitar lokasi masih terdapat sisa tiang jembatan lama peninggalan jalur lori pengangkut hasil hutan pada masa lampau.
“Dulu di lokasi ini terdapat jembatan lori yang digunakan untuk mengangkut hasil hutan. Kini keberadaan Jembatan Merah Putih diharapkan dapat kembali menjadi sarana penunjang aktivitas masyarakat,” tambahnya.
Di akhir keterangannya, Wahyudi berharap pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan terus mendapat perhatian.
“Semoga pembangunan seperti ini terus berlanjut sehingga masyarakat di desa dan pelosok semakin merasakan manfaatnya,” ungkapnya.
Sementara itu, Danramil 09/Randublatung Kapten Kav Teguh Linarto menyampaikan bahwa keterlibatan personel TNI dalam pembangunan jembatan merupakan bentuk kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus memperkuat semangat gotong royong antara TNI dan rakyat.
“Melalui karya bakti ini, kami berharap pembangunan jembatan dapat segera selesai sehingga masyarakat dapat kembali menikmati akses transportasi yang aman dan lancar,” tegasnya. (Pendim/Redaksi)
Tak Puas Sekali, Pemkab Blora Kembali 'Sidak' Rahasia Sukses Air Minum di Jombang
TNI Bersama Warga Percepat Pembangunan Jembatan Aramco di Sambongwangan Blora
Pemkab Terima 2 SK Menteri ATR BPN, Proyek Sekolah Rakyat Cepu dan Kampus UNY Blora
𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — JAKARTA — Proses pembangunan gedung Sekolah Rakyat yang baru, di wilayah Kecamatan Cepu, serta pembangunan gedung Kampus PSDKU Universitas Negeri Yogyakarta di wilayah Kecamatan Blora, segera berlanjut.
Bupati Blora menerima Surat Keputusan (SK) Menteri Agraria Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR BPN) perihal penggunaan lahan untuk pembangunan dua proyek tersebut.
Bupati Blora, Arief Rohman menyatakan bahwa dirinya menerima SK Menteri ATR BPN tersebut pada Rabu 20 Mei 2026, pukul 16.30 WIB. di Jakarta.
“Alhamdulillah kemarin SK Menteri ATR BPN telah keluar. Yakni SK Menteri ATR BPN tentang Rekomendasi Perubahan Penggunaan Tanah pada Lahan Sawah, untuk kelanjutan pembangunan Sekolah Rakyat dan Kampus UNY. SK yang diteken Pak Menteri tersebut, kemarin diserahkan oleh Pak Lampri, Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang,” ucap Bupati Blora kepada awak media. Kamis, 21 Mei 2026.
Disampaikan, SK Menteri ATR BPN tentang penggunaan lahan pembangunan Sekolah Rakyat, bernomor 689/SK-PP.04.03/V/2026. Sedangkan SK Menteri ATR BPN tentang penggunaan lahan untuk pembangunan Kampus PSDKU UNY Yogyakarta bernomor 688/SK-PP.04.03/V/2026.
“Kami ucapkan terimakasih kepada Pak Menteri ATR BPN, Pak Nusron Wahid, atas keluarnya dua SK ini. SK ini bisa keluar setelah dilakukan pengecekan bersama lintas dinas OPD dan Kementerian terkait luas lahan persawahan yang dilindungi di Kabupaten Blora. Yang mana Blora telah memenuhi syarat lahan LP2B nya yakni 88,23 %, lebih dari 87 % (batas minimal nasional),” ujar Bupati Blora.
Bupati Blora mengucapkan terimakasih kepada seluruh OPD yang bergerak cepat menyiapkan segala laporan untuk mendukung terbitnya SK Menteri ATR BPN tersebut.
“Kami juga mengucapkan terimakasih kepada Bu Wakil Bupati, dan seluruh tim OPD yang telah menyiapkan seluruh dokumen pendukung. Ada tim gabungan dari BPPKAD, DPUPR, Dinsos P3A, Dinas Pendidikan, Perizinan DPMPTSP, Dinrumkimhub, hingga Kantor Pertanahan Blora, dll. Semua telah bersinergi menyiapkan segala dokumen yang dibutuhkan. Terimakasih atas kerja cepatnya,” ungkap Bupati Blora.
Dikemukakan, selanjutnya, SK Menteri ATR BPN ini akan disampaikan kepada Kementerian Sosial dan Kementerian PUPR untuk dukungan percepatan pembangunan gedung Sekolah Rakyat yang baru di dekat SPBU Balun Kecamatan Cepu. Serta disampaikan ke Rektorat UNY Yogyakarta agar tahapan pembangunan gedung kampus bisa segera disusun.
“Sekolah Rakyat yang baru nanti akan dibangun di lahan dekat SPBU Cepu, belakang SPBU yang dekat PDAM. Sedangkan kampus PSDKU UNY Yogyakarta akan dibangun di dekat Kantor Camat Blora Kota, berseberangan dengan Pasar Induk Sido Makmur,” imbuh Bupati Blora.
Untuk diketahui, adapun proses pembangunan Sekolah Rakyat di Kecamatan Cepu nantinya akan dilaksanakan oleh Kementerian PUPR, dan pembangunan kampus PSDKU UNY Yogyakarta akan dibiayai oleh UNY. Pemerintah Kabupaten Blora hanya ditugaskan menyiapkan lahan lokasi pembangunannya. (Humas/Redaksi)
Kodim 0721/Blora Bersama Masyarakat Lanjutkan Pembangunan Jembatan Aramco di Randublatung
Hot News
Kodim 0721/Blora dan Warga Lanjutkan Pengecoran Jembatan Aramco
𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Progres pembangunan Jembatan Aramco di Desa Sambongwangan, Kecamatan Randublatung, Kabupaten ...





