Pulang Kampung, Rektor UIN Pekalongan Siap 'Sulap' Tanah Kelahirannya Jadi Lebih Edukatif



𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) —  Pemerintah Kabupaten Blora bersama Universitas Islam Negeri (UIN) K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menandatangani Nota Kesepakatan dan Rencana Kerja tentang Sinergi Penyelenggaraan Tridarma Perguruan Tinggi, Selasa (26/5/2026). Kerja sama tersebut menjadi langkah konkret dalam memperkuat kolaborasi pembangunan daerah melalui sektor pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, S.IP., M.Si menegaskan bahwa percepatan pembangunan daerah tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri. Menurutnya, dibutuhkan pola kolaborasi pentahelix yang melibatkan berbagai elemen, termasuk perguruan tinggi sebagai pilar penting pembangunan.

“Kita ingin terus berkomitmen bagaimana percepatan pembangunan di beberapa sektor ini akan kita lakukan. Tapi kami menyadari betul bahwa membangun daerah tidak bisa dilakukan sendiri. Pola kerja sama dan kolaborasi pentahelix dengan berbagai pilar, termasuk perguruan tinggi, adalah hal yang penting,” ujar Bupati.

Ia menyampaikan, hingga saat ini Pemerintah Kabupaten Blora telah menjalin kerja sama dengan 53 perguruan tinggi negeri maupun swasta sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan berbasis kolaborasi.

Bupati juga mengapresiasi komitmen UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan yang kembali memperpanjang kerja sama dengan Pemkab Blora. Menurutnya, sinergi tersebut harus diwujudkan dalam program nyata yang terukur dan berdampak langsung bagi masyarakat.

“Hari ini kita perpanjang lagi MoU yang sudah kita lakukan. Berbagai aspek yang saya harap nanti bisa kita tuangkan dan implementasikan. Peningkatan SDM ini menurut saya menjadi kunci utama,” katanya.

Dalam ruang lingkup kerja sama tersebut, terdapat sejumlah fokus utama yang akan segera diimplementasikan, di antaranya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), penelitian dan pengembangan inovasi daerah, pengabdian kepada masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN), hingga penguatan kewirausahaan dan wadah kemahasiswaan.

Bupati juga meminta seluruh perangkat daerah terkait agar segera melakukan koordinasi intensif dengan pihak UIN Pekalongan guna menyusun program kerja yang matang hingga tahun 2030.

“Saya instruksikan jangan biarkan dokumen ini tidur. Segera lakukan koordinasi, susun program kerja secara matang, lakukan monitoring dan evaluasi minimal satu tahun sekali agar target yang kita canangkan bisa tercapai optimal,” tegasnya.

Sementara itu, Rektor UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Zaenal Mustakim menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Blora atas keberlanjutan kerja sama yang telah terjalin sejak tahun 2021.

Ia mengungkapkan, salah satu program awal yang telah dijalankan bersama adalah program “1 Desa 2 Sarjana”. Ke depan, pihaknya berharap kerja sama dapat semakin diperluas melalui berbagai Perjanjian Kerja Bersama (PKB) di berbagai bidang.

“Banyak sekali yang bisa kita kerjasamakan dan mudah-mudahan ke depan kita bisa terus menjalin sinergi ini dengan baik untuk kedua lembaga ini, Pemda Blora dan UIN Gus Dur bisa bersama-sama membangun masyarakat yang lebih baik dan lebih edukatif,” ujarnya.

Sebagai putra asli Blora, Prof. Zaenal mengaku memiliki panggilan moral untuk turut berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat Blora.

“Blora yang dulu dikenal tertinggal, sekarang saya bangga menjadi orang Blora karena selama enam hingga tujuh tahun kepemimpinan Pak Bupati Arief Rohman mampu mengubah wajah Blora semakin baik dan maju,” pungkasnya. (Humas/Redaksi)


Share:

Warga Blora Ketiban Berkah, Dapat Sapi Kurban Jumbo Berat 1,1 Ton dari Presiden Prabowo Subianto



𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Presiden RI Prabowo Subianto menyalurkan Sapi Kurban Bantuan Kemasyarakatan (BanMas) Presiden Republik Indonesia pada Hari Raya Idul Adha 1447 H/2026 M untuk masyarakat Kabupaten Blora.

Sapi jenis Limousin dengan bobot mencapai 1,1 ton tersebut diserahkan kepada Masjid Al Ikhlas, Desa Kawengan, Kecamatan Jepon, Selasa (26/5/2026).

Sapi kurban Presiden itu merupakan hasil peternakan lokal milik Rabit, warga Desa Prantaan, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora. Dengan bobot mencapai 1.100 kilogram, sapi tersebut menjadi salah satu hewan kurban berukuran jumbo yang disalurkan Presiden kepada masyarakat.

Penyerahan dilakukan langsung oleh Bupati Blora Dr. Arief Rohman, S.IP, M.Si bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Blora, dengan disaksikan Forkopimcam Jepon, tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat, dan disambut antusias masyarakat Desa Kawengan.


Dalam sambutannya, Bupati Blora menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada masyarakat Blora.


“Kami mewakili masyarakat Kabupaten Blora menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo atas bantuan sapinya 1,1 ton,” ujar Bupati.


Menurutnya, bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian Presiden kepada masyarakat daerah sekaligus membawa kebahagiaan bagi warga penerima manfaat.


“Pada kesempatan sore hari ini Kami mewakili pemerintah pusat mewakili Bapak Presiden, bersama jajaran Forkopimda bersilaturahmi di Desa Kawengan ini. Kita ingin menyerahkan hewan kurban dari Bapak Presiden untuk masyarakat Kawengan dan sekitarnya,” lanjutnya.

Bupati berharap bantuan sapi kurban dari Presiden dapat memperkuat semangat kebersamaan dan kepedulian sosial masyarakat.


“Semoga dengan pemberian hewan kurban ini akan menambah semangat untuk masyarakat Kawengan dalam hal berbagi,” katanya.


Ia juga mengajak masyarakat untuk turut mendoakan Presiden RI agar selalu diberikan kesehatan dan kelancaran dalam memimpin bangsa.


“Kita tentunya berdoa, mendoakan semoga Bapak Presiden selalu diberikan kesehatan, kelancaran, dalam rangka memimpin Indonesia agar bangsa kita ini menjadi bangsa yang maju,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kawengan, Sulasno, mengaku bersyukur desanya menerima bantuan hewan kurban langsung dari Presiden RI.

“Terima kasih sekali untuk Bapak Presiden atas bantuan kurbannya di Desa Kawengan semoga bermanfaat dan barokah. Bapak Presiden kita doakan semoga sehat selalu, panjang umur, sukses dalam memimpin Indonesia,” ungkapnya.

Ia menyebut bantuan tersebut menjadi kebanggaan sekaligus kebahagiaan bagi masyarakat Desa Kawengan.


“Saya selaku Kepala Desa Kawengan sangat berterima kasih sekali atas bantuan kurban sapi dari Bapak Presiden RI kepada kami,” pungkasnya.


Dalam kesempatan tersebut, Bupati Blora juga menyerahkan piagam penghargaan kepada peternak Rabit atas keberhasilannya membudidayakan sapi unggulan hingga terpilih menjadi sapi kurban bantuan Presiden RI.


Piagam penghargaan diberikan atas prestasi dan kerja kerasnya dalam beternak sehingga menghasilkan ternak sapi unggul jenis Limousin dengan bobot badan 1.100 kilogram yang terpilih sebagai Sapi Kurban Bantuan Kemasyarakatan (BanMas) Presiden Republik Indonesia pada Hari Raya Iduladha 1447 H/2026 M.


Penghargaan tersebut juga menjadi bentuk apresiasi Pemerintah Kabupaten Blora atas kontribusi nyata peternak lokal dalam memajukan sektor peternakan di Kabupaten Blora. (Humas/Redaksi)
Share:

TNI dan warga Mulai Pengecoran Lantai Jembatan Aramco di Karanganyar Todanan


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) —  Pembangunan Jembatan Aramco yang berlokasi di dukuh Kemuning, Desa Karanganyar, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora terus menunjukkan progres yang signifikan. Memasuki tahap lanjutan, proyek strategis tersebut kini telah sampai pada proses pengecoran lantai jembatan, yang merupakan salah satu tahapan krusial dalam keseluruhan konstruksi, Jumat (29/6/2026).

Kegiatan pengecoran lantai ini dilaksanakan secara gotong royong oleh personel TNI bersama masyarakat setempat. Kebersamaan dan kekompakan antara aparat teritorial dengan warga menjadi faktor utama dalam mempercepat proses pembangunan jembatan yang telah lama dinantikan oleh masyarakat Desa Karanganyar dan sekitarnya.

PS. Danramil 14/Todanan Letda Inf Taslan saat terjun langsung dilapangan menjelaskan bahwa tahap pengecoran lantai jembatan memerlukan ketelitian dan perencanaan yang matang. Hal ini penting untuk memastikan kekuatan serta daya tahan struktur jembatan agar mampu menopang beban kendaraan yang akan melintas nantinya.

“Pengecoran lantai jembatan merupakan tahap yang sangat penting dan harus dilakukan sesuai dengan standar konstruksi. Ketelitian dalam proses ini menjadi kunci utama agar jembatan yang dibangun memiliki kekuatan maksimal serta aman digunakan dalam jangka panjang,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, sebelum memasuki tahap pengecoran, berbagai pekerjaan pendukung telah berhasil diselesaikan dengan baik oleh tim di lapangan. Tahapan tersebut meliputi pembangunan pondasi, pemasangan rangka baja, serta pembuatan dan pemasangan bekisting yang menjadi dasar utama dalam proses pengecoran lantai jembatan.

“Seluruh tahapan awal telah dilaksanakan dengan optimal sebagai fondasi utama pembangunan. Ini dilakukan agar struktur jembatan benar-benar kokoh, stabil, dan memiliki usia pakai yang panjang,” tambahnya.

Pelaksanaan pembangunan hingga saat ini berjalan lancar tanpa hambatan yang berarti. Kondisi cuaca yang relatif bersahabat turut memberikan kontribusi positif terhadap kelancaran pengerjaan di lapangan, sehingga target waktu penyelesaian dapat terus dikejar sesuai rencana.

“Kami bersyukur seluruh proses berjalan dengan baik dan didukung oleh cuaca yang mendukung. Hal ini sangat membantu dalam percepatan pembangunan jembatan,” jelasnya.

Dengan dimulainya tahap pengecoran lantai ini, diharapkan pembangunan Jembatan Aramco di Desa Karanganyar dapat segera rampung dalam waktu yang tidak terlalu lama. Kehadiran jembatan tersebut nantinya diyakini akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan akses transportasi antar wilayah serta mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah pedesaan.

Selain itu, jembatan ini juga diharapkan mampu mempermudah mobilitas warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, baik dalam bidang pendidikan, sosial, maupun pelayanan kesehatan.

“Harapan kami, jembatan ini segera selesai dan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat. Dengan akses yang lebih baik, tentunya akan berdampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan warga,” pungkasnya.

Pembangunan Jembatan Aramco ini menjadi salah satu bukti nyata kepedulian TNI dalam mendukung pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan. Lebih dari itu, kegiatan ini juga mencerminkan kuatnya kemanunggalan TNI dengan rakyat yang terus terjaga melalui semangat gotong royong dan kebersamaan di lapangan. (Pendim/Redaksi)


Share:

PBB-P2 2026, Baru 37 Desa Lunas Pajak dari 295 Desa, Pemkab Blora Harus Kerja Keras


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) —  Pemerintah Kabupaten Blora, melalui Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD), harus kerja lebih keras lagi dalam mengupayakan realisasi pajak bumi dan bangunan perdesaaan perkotaan (PBB-P2) tahun 2026.


Pasalnya hingga triwulan pertama tahun 2026, ternyata baru ada 37 Desa dari 295 Desa/Kelurahan se Kabupaten Blora yang dapat melunasi PBB-P2. Ke 37 Desa itu tersebar di 15 Kecamatan, kecuali Kecamatan Blora Kota belum ada Desa/Kelurahan yang lunas 100 persen.


Hal ini terungkap dalam acara Penyerahan Penghargaan Desa Lunas PBB-P2 Tercepat Triwulan I Tahun 2026 dan Evaluasi Realisasi PBB-P2 Tahun 2026, yang diselenggarakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati, pada Selasa siang (26/5/2026).


Kepala BPPKAD Blora, Pitoyo Trusingtyas Sarodjo, mengungkapkan 37 Desa yang telah lunas PBB-P2 diantaranya. Kecamatan Jati ada Desa Bangkleyan, Desa Jegong, dan Desa Tobo. Kemudian Kecamatan Randublatung baru Desa Plosorejo saja.


Lantas Kecamatan Kradenan ada Desa Nginggil, Desa Mojorembun, dan Desa Ngrawoh. Disusul Kecamatan Kedungtuban baru Desa Kemantren saja. Kemudian Kecamatan Cepu baru ada 2 desa yakni Gadon dan Getas. Kecamatan Sambong ada 3 Desa, masing-masing Temengeng, Gadu dan Brabowan.


Sementara itu, Kecamatan Jiken ada Desa Nglobo, Desa Cabak, Desa Janjang, dan Desa Ketringan. Disusul Kecamatan Jepon baru ada 1 Desa yang lunas yakni Desa Palon. Lantas Kecamatan Tunjungan ada 3 Desa yang lunas yakni Desa Kedungringin, Desa Adirejo, dan Desa Keser. 


Untuk Kecamatan Banjarejo juga baru 1 Desa yakni Desa Plosorejo. Kemudian Kecamatan Ngawen ada Desa Plumbon, DesaBergolo, Desa Wantilgung, dan Desa Bogowanti. Sedangkan Kecamatan Kunduran ada 3 Desa, yakni Botoreco, Ngilen dan Muraharjo. Selanjutmya Kecamatan Todanan ada Desa Kacangan, dan Desa Candi.


Kemudian Kecamatan Japah baru Desa Bogorejo, dan Desa Wotbakah. Disusul Kecamatan Bogorejo ada 4 Desa yakni Desa Karanganyar, Desa Nglengkir, Desa Gembol, dan Desa Prantaan.


“Terimakasih kepada 37 Desa yang telah melunasi PBB-P2 pada triwulan pertama 2026. Sebagai bentuk apresiasi, dalam kesempatan ini kami serahkan bantuan keuangan sebesar 13 persen dari jumlah tanggungan PBB-P2 yang telah lunas untuk masing-masing desa,” ucap Pitoyo.


Penyerahan penghargaan berupa bankeu kepada desa lunas PBB-P2 dilakukan oleh Bupati Blora, Arief Rohman,  yang diwakili Sekda Komang Gede Irawadi,  didampingi Kepala BPPKAD dan masinh-masing Camat yang hadir.


Ada beberapa Desa yang menerima bankeu Pelunasan PBB-P2 hingga puluhan juta. Diantaranya Desa Bangkleyan Kecamatan Jati menerima bankeu Rp 23,1 juta dari total pembayaran PBB-P2 Rp 161,4 juta. Desa Botoreco Kecamatan Kunduran menerima Rp 34,3 juta dari total pembayaran PBB-P2 Rp 240 juta, kemudian Desa Nglengkir Kecamatan Bogorejo menerima bankeu Rp 24,5 juta dari total pembayaran PBB-P2 Rp 173,4 juta.


“Kepada Desa dan Kelurahan yang belum lunas 100 persen, kami minta bantuannya para Camat untuk melaksanakan percepatan dengan koordinasi dengan seluruh Kepala Desa dan Lurah di wilayahnya masing-masing. Bahkan masih ada beberapa desa yang pembayarannya belum ada 10 persen,” ucap Pitoyo.


“Dari total tagihan PBB-P2 Kabupaten Blora sebanyak Rp 27,6 miliar, realisasinya baru Rp 5,8 miliar. Atau baru 21,4 persen yang dibayarkan oleh wajib pajak. Masih ada kekurangan Rp 21,8 miliar,” lanjutnya.


Sementara itu, Bupati Blora, Arief Rohman, melalui Sekda Komang Gede Irawadi, menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh pemerintah desa, perangkat desa, petugas pemungut pajak, serta masyarakat yang telah menunjukkan kepatuhan dan kesadaran tinggi dalam memenuhi kewajiban pembayaran PBB-P2 tepat waktu.


“Terimakasih kepada seluruh pihak yang telah menunjukkan kepatuhan pembayaran pajak. Baik petugas, utamanya masyarakat para wajib pajak, kami ucapkan terimakasih. Keberhasilan desa-desa dalam mendukung pelunasan PBB-P2 pada Triwulan I Tahun 2026 merupakan bukti nyata adanya sinergi yang baik antara pemerintah desa dan masyarakat. Di tengah situasi fiskal yang sulit, komitmen perangkat desa menjaga kepatuhan pajak warganya adalah kunci penyelamat anggaran daerah,” ujarnya.


Untuk diketahui, total dana transfer pusat ke APBD Blora 2026 turun sekitar Rp362,29 miliar. Di lain pihak, anggaran Dana Desa (DD) yang bersumber dari APBN untuk 271 desa di Kabupaten Blora pada 2026 mengalami juga mengalami pemotongan drastis sebesar 65%. Pagu totalnya turun menjadi Rp87,4 miliar dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp256,6 miliar. 


“Dengan berkurangnya struktur pendapatan desa (baik dari Dana Desa pusat maupun porsi Alokasi Dana Desa dari kabupaten), banyak rencana infrastruktur fisik tingkat desa, pelayanan kesehatan, atau pemberdayaan harus ditata ulang. Desa tidak bisa lagi 100% bergantung pada dana transfer pusat. Situasi ini membuat pemerintah desa harus memutar otak untuk mengoptimalkan potensi pendapatan lain, salah satunya melalui Bagi Hasil Pajak dan Retribusi Daerah,seperti PBB-P2 ini,” terangnya.


“Penghargaan berupa transfer keuangan daerah ke APBDes yang diberikan oleh Pemkab hari ini seharusnya menjadi angin segar dan stimulus yang sangat berharga bagi 37 desa penerima untuk menutupi celah anggaran pembangunan. Perlu kita pahami bersama kembali bahwa pajak daerah, termasuk PBB-P2, merupakan salah satu sumber pendapatan yang penting bagi daerah. Dari pajak yang dibayarkan masyarakat inilah pembangunan dapat terus berjalan, mulai dari pembangunan infrastruktur jalan, pelayanan kesehatan, pendidikan, pertanian, hingga program pemberdayaan masyarakat desa,” jelasnya.


Sekda Komang juga mendorong agar BPPKAD bisa membuat inovasi atau terobosan untuk mempermudah masyarakat dalam pelaksanakan pembayaran PBB-P2 dengan digitalisasi.


“Kedepan, pembayaran pakai digitalisasi perlu dikembangkan. Sekarang yang masih door to door menggunakan SPPT, harus kedepan diganti dengan digitalisasi. Bisa kerjasama dengan KDMP untuk pembayaran melalui digitalisasi. Kemudian pembayaran pajak PBB P2 ini semoga tidak melalui jalur yang begitu panjang, diharapkan bisa pakai QRIS,” tutupnya.


Sementara itu, Kepala Desa Brabowan, Indarsih, mengaku senang dan bersyukur atas pelunasan PBB-P2 yang dapat terpenuhi di desanya pada triwulan pertama 2026. 


“Sebisa mungkin dan secepat mungkin PBB-P2 di desa kami, kami lunasi. Toh nantinya juga akan kembali ke desa untuk pembangunan. Alhamdulillah hari ini langsung mendapatkan bankeu sebagai bentuk apresiasi pelunasan PBB-P2. Terimakasih Pak Bupati dan jajaran BPPKAD,” ungkapnya. (Humas/Redaksi)


Share:

Kodim 0721/Blora dan Warga Lanjutkan Pengecoran Jembatan Aramco


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) —   Progres pembangunan Jembatan Aramco di Desa Sambongwangan, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, terus menunjukkan perkembangan positif. Personel Kodim 0721/Blora melalui Koramil 09/Randublatung bersama masyarakat melaksanakan pengecoran dinding pembatas jembatan, Kamis (28/5/2026).

Pengecoran dinding pembatas merupakan tahapan penting guna memperkuat konstruksi jembatan agar tetap kokoh dan aman, terutama saat menghadapi peningkatan debit air pada musim penghujan.

Kegiatan dilaksanakan secara gotong royong antara TNI dan masyarakat sebagai wujud sinergi dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan.

Danramil 09/Randublatung Kapten Kav Teguh Linarto mengatakan, seluruh proses pembangunan dilakukan secara teliti dan sesuai standar teknis guna memastikan kualitas jembatan.

“Dengan dukungan masyarakat, kami optimistis pembangunan Jembatan Aramco dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat bagi kelancaran transportasi serta perekonomian warga,” ujarnya.

Pembangunan tersebut juga menjadi bukti nyata komitmen TNI dalam membantu percepatan pembangunan infrastruktur sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. (Pendim/Redaksi)
Share:

Pembangunan Kampus UNY Diatas Lahan 8,7 Hektar Milik Pemkab Blora, Tahun 2027 Terima Mahasiswa Baru



𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Pemerintah Kabupaten Blora terus mendorong percepatan pendirian kampus Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di Kabupaten Blora, upaya tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin oleh Wakil Bupati Blora, di ruang rapat Wakil Bupati Blora, Senin 25 Mei 2026.

Rapat koordinasi membahas penyelesaian sejumlah dokumen perizinan dan administrasi sebagai syarat pendirian kampus, termasuk Berita Acara Serah Terima (BAST) hibah tanah dari Pemkab Blora kepada pihak UNY.

Hadir Prof Dr Ir Slamet Widodo ST MT  IPm ASEAN Eng, Direktur Direktorat Prasarana Sarana Aset UNY beserta jajaran, OPD terkait di lingkungan Pemkab Blora, yakni DPMPTSP, Rumkimhub, BPPKAD, PUPR, Dinas Lingkungan Hidup, Bagian Hukum, dan Bagian Pemerintahan Setda Blora.

Disampaikan, Kampus UNY Blora  berdiri diatas lahan seluas 8,7 hektar milik Pemkab Blora, yang berada di depan Pasar Rakyat Sido Makmur Blora,
tahap awal, pembangunan akan difokuskan pada gedung empat lantai dan direncanakan dimulai pada 2026. Untuk penerimaan mahasiswa baru akan dimulai pada tahun 2027.

Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini  meminta seluruh pihak terkait mempercepat penyelesaian dokumen yang masih dalam proses, agar target pendirian kampus dapat segera terealisasi.

“Tolong ada percepatan. Berkas apa yang bisa dikerjakan saat ini segera diselesaikan,” ujar Wakil Bupati Blora.

Beberapa dokumen yang menjadi fokus, lanjut Wakil Bupati Blora, percepatan meliputi penyusunan BAST, Nomor Induk Berusaha (NIB) dan KBLI, analisis dampak lalu lintas (amdalalin), rekomendasi Lahan Sawah Dilindungi (LSD), hingga persetujuan lingkungan.

"Untuk mempercepat proses, Pemkab Blora dan pihak UNY membagi tugas pengurusan administrasi. Pengurusan BAST dan sertifikat akan ditangani pihak UNY, sedangkan draft BAST serta pelimpahan aset disiapkan oleh Pemkab Blora," jelas Wakil Bupati Blora.

Wakil Bupati Blora berharap proses pengurusan dokumen dasar, mulai dipercepat pada awal Juni 2026,  sehingga tahapan pembangunan dan operasional kampus dapat segera berjalan.

"Awal Juni 2026, dokumen dasar segera diproses, apa yang bisa dikerjakan saat ini segera diselesaikan,” ucap Wakil Bupati Blora.

Pada kesempatan itu, Direktur Direktorat Prasarana Sarana Aset UNY,
perwakilan rektorat UNY menyampaikan bahwa kampus UNY di Blora direncanakan membuka lima program studi. Setiap program studi diperkirakan menerima sekitar 60 mahasiswa setiap angkatan.

"Nanti, jumlah mahasiswa baru diproyeksikan mencapai sekitar 300 orang setiap tahun. Dalam lima tahun, jumlah mahasiswa diperkirakan mencapai 1.500 orang," ungkap Direktur Direktorat Prasarana Sarana Aset UNY.  (Humas/Redaksi)


Share:

Pembangunan Jembatan Aramco di Todanan Masuki Tahapan Pengecoran Lantai


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) —  Pembangunan Jembatan Aramco di dukuh Kemuning, Desa Karanganyar, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora terus berlanjut, saat ini pengerjaannya telah memasuki tahap pengecoran lantai oleh personil TNI dan masyarakat setempat, Rabu (27/6/2026).

PS. Danramil 14/Todanan Letda Inf Taslan mengatakan, pengecoran lantai jembatan harus dilakukan dengan ketelitian agar konstruksi kuat dan mampu menahan beban kendaraan yang melintas nantinya.

Sebelumnya tim dilapangan telah menyelesaikan tahapan pengerjaan pondasi, pemasangan rangka, serta persiapan bekisting yang menjadi dasar pelaksanaan pengecoran agar jembatan kokoh dan kuat.

"Progres pembangunan hingga saat ini berjalan dengan lancar serta cuaca yang mendukung," ujarnya.

Pihaknya berharap, pembangunan jembatan Aramco di Desa Karanganyar dalam waktu dekat akan segera rampung serta dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar dalam mendukung kegiatan sehari- hari. (Pendim/Redaksi)


Share:

Gelar 'Ngopi Bareng', Forkopimda Blora Kompak Buka "Karpet Merah" untuk Investor


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, membuka “Ngopi Bareng Forkopimda” yang digelar di Aula Polres Blora, Selasa (26/5/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Blora Ramah Investasi” tersebut menjadi forum diskusi bersama antara Forkopimda, DPRD, OPD, LSM, wartawan, hingga organisasi kemasyarakatan guna memperkuat komitmen bersama menciptakan iklim investasi yang aman dan kondusif di Kabupaten Blora.

Dalam sambutannya, Bupati Arief Rohman menegaskan bahwa kemajuan suatu daerah sangat dipengaruhi oleh masuknya investasi. Menurutnya, investasi akan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi serta penyerapan tenaga kerja di daerah.

“Suatu daerah bisa maju tergantung ada investasi atau tidak. Kalau investasi bisa masuk, otomatis akan menumbuhkan ekonomi di daerah. Kami berkomitmen bagaimana birokrasi kami melalui perizinan satu pintu agar investor mudah masuk dan jangan dipersulit. Kalau ada investor masuk, kita sambut dengan baik,” tegas Bupati.

Bupati juga menekankan pentingnya memberikan kepastian hukum dan perlindungan kepada para investor agar merasa aman berinvestasi di Blora. Ia meminta seluruh pihak menjaga kondusivitas daerah sehingga investor tidak berpindah ke daerah lain.

“Investor harus diberikan kepastian hukum dan dilindungi. Kita harus mengantisipasi berbagai gangguan agar investor ini tidak lari dari Kabupaten Blora,” lanjutnya.

Sebagai upaya mendukung pengembangan investasi, Pemkab Blora tengah mengusulkan dua kawasan industri baru kepada Kementerian Kehutanan. Kawasan pertama berada di wilayah Cabak seluas sekitar 1.500 hektare dan kawasan kedua berada di area KHDTK UGM yang dekat dengan akses Tol Ngawi seluas kurang lebih 1.000 hektare.

Bupati menyebut saat ini sejumlah investasi telah masuk ke Blora, di antaranya sektor migas, kalsium karbonat, hingga bidang pendidikan. Salah satu investasi terbaru adalah hadirnya Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di Blora.

“Yang terbaru ini UNY. Mengapa kita datangkan UNY ke sini, karena kami yakin akan mendorong pembangunan fasilitas olahraga, apalagi UNY membuka jurusan olahraga,” jelasnya.

Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama menjaga suasana daerah tetap aman dan nyaman demi mendukung pertumbuhan investasi serta membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Blora.

“Kalau kita bisa kompak, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Blora bisa naik dan mengurangi angka pengangguran, sehingga para pencari kerja bisa bekerja di daerah sendiri,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa Kabupaten Blora memiliki potensi besar untuk berkembang seperti daerah lain yang berhasil menghadirkan kawasan industri dan menarik investor.

“Kabupaten Rembang dan Grobogan bisa menghadirkan investor untuk membangun lingkungan industri yang sehat dan sukses. Semuanya bermuara pada kesejahteraan masyarakat,” ungkap Kapolres.

Menurutnya, minimnya lapangan pekerjaan khususnya sektor industri menyebabkan banyak masyarakat Blora bekerja di luar daerah. Karena itu, seluruh elemen harus memiliki visi dan frekuensi yang sama demi kepentingan masyarakat.

“Kita duduk bersama di sini bukan untuk kepentingan pribadi, tetapi memikirkan masa depan masyarakat dan anak cucu kita nanti. Mari membuka hati untuk menjadikan Blora lebih baik agar masyarakat bisa bekerja di kabupaten sendiri,” ujarnya.

Kapolres juga mengungkapkan rencana pembentukan tim terpadu yang melibatkan seluruh unsur guna membahas langkah strategis mendukung investasi dan pengembangan kawasan industri di Blora.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua DPRD Blora, Siswanto, S.Pd menyampaikan bahwa DPRD siap mendukung kebijakan dan regulasi yang mempermudah investasi tanpa melanggar aturan yang berlaku.

Ia mencontohkan beberapa daerah yang memberikan insentif pajak dan retribusi untuk menarik investor masuk. Menurutnya, langkah tersebut dapat dikaji dan diatur melalui peraturan daerah.

“Kita bisa mendiskusikan kembali regulasi yang berkaitan dengan kemudahan investasi, termasuk insentif pajak maupun retribusi agar investor tertarik masuk ke Blora,” kata Siswanto.

Acara tersebut dihadiri Forkopimda, kepala OPD terkait, LSM, wartawan, organisasi masyarakat, serta berbagai elemen lainnya. Kegiatan ditutup dengan penandatanganan Komitmen Blora Ramah Investasi oleh Forkopimda, OPD, ormas, media, dan seluruh peserta yang hadir sebagai bentuk dukungan bersama menciptakan iklim investasi yang aman, nyaman, dan kondusif di Kabupaten Blora. (Humas/Redaksi)
Share:

Pembangunan Jembatan Merah Putih di Sambongwangan Capai 70 Persen, TNI dan Warga Gotong Royong Percepat Pekerjaan


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) —  Proses pembangunan Jembatan Aramco atau yang dikenal masyarakat sebagai Jembatan Merah Putih di Desa Sambongwangan, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, terus menunjukkan progres signifikan. Hingga Selasa (26/5/2026), pembangunan jembatan tersebut telah mencapai sekitar 70 persen.

Pada tahap pengerjaan saat ini, personel Koramil 09/Randublatung bersama masyarakat melaksanakan penimbunan struktur jembatan dengan mengangkut batu dan tanah guna memperkuat serta memadatkan pondasi.

Jembatan dengan panjang 28 meter, lebar 2,5 meter, dan tinggi 3,5 meter tersebut nantinya akan menjadi akses penghubung vital bagi sejumlah wilayah di sekitar Desa Sambongwangan. Kehadiran jembatan ini diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat serta mendukung aktivitas ekonomi dan sosial warga.

Kepala Desa Sambongwangan, Wahyudi, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas terlaksananya pembangunan Jembatan Merah Putih yang dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat.

“Alhamdulillah, pembangunan Jembatan Merah Putih ini sangat membantu masyarakat, khususnya warga Dukuh Sambongwangan dan Dukuh Nguleng, serta menghubungkan akses menuju Desa Gembyungan, Kepoh, dan desa-desa lainnya,” ujar Wahyudi di lokasi kegiatan.

Menurutnya, pembangunan jembatan telah berlangsung selama kurang lebih tiga pekan dan menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat setempat, mengingat sebelumnya akses penghubung antarwilayah mengalami kendala.

Ia juga menjelaskan bahwa di sekitar lokasi masih terdapat sisa tiang jembatan lama peninggalan jalur lori pengangkut hasil hutan pada masa lampau.

“Dulu di lokasi ini terdapat jembatan lori yang digunakan untuk mengangkut hasil hutan. Kini keberadaan Jembatan Merah Putih diharapkan dapat kembali menjadi sarana penunjang aktivitas masyarakat,” tambahnya.

Di akhir keterangannya, Wahyudi berharap pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan terus mendapat perhatian.

“Semoga pembangunan seperti ini terus berlanjut sehingga masyarakat di desa dan pelosok semakin merasakan manfaatnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Danramil 09/Randublatung Kapten Kav Teguh Linarto menyampaikan bahwa keterlibatan personel TNI dalam pembangunan jembatan merupakan bentuk kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus memperkuat semangat gotong royong antara TNI dan rakyat.

“Melalui karya bakti ini, kami berharap pembangunan jembatan dapat segera selesai sehingga masyarakat dapat kembali menikmati akses transportasi yang aman dan lancar,” tegasnya. (Pendim/Redaksi)


Share:

Hot News

Pulang Kampung, Rektor UIN Pekalongan Siap 'Sulap' Tanah Kelahirannya Jadi Lebih Edukatif

𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 ( SEPUTARBLORA.MY.ID ) —  Pemerintah Kabupaten Blora bersama Universitas Islam Negeri (UIN) K.H. Abdurrahman Wahid P...

Piblic Service

Piblic Service
Instagram

Blog Archive

Social Media

Technology

Next More »

Labels

Community

Next More »