Babinsa Nglungger Turun Tangan Pantau Pembangunan Koperasi Merah Putih


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) —  Progres pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di wilayah Nglungger, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora terus digenjot guna mendukung peningkatan perekonomian masyarakat.

Pembangunan ini menjadi salah satu upaya nyata dalam memperkuat sektor ekonomi berbasis desa. Babinsa Koramil 10/Kradenan, Kodim 0721/Blora, Sertu Bunawan aktif memantau sekaligus membantu langsung proses pembangunan di lapangan, Jumat (03/4/2026).

Kehadirannya tidak hanya sebatas pengawasan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam pekerjaan fisik bersama para tukang.

Dalam kesehariannya Sertu Bunawan turut membantu pekerjaan seperti plamir dan pengecatan dinding bangunan.

Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab terhadap keberhasilan program di wilayah binaannya, sekaligus mempercepat proses penyelesaian pembangunan.

“Kami terus memantau perkembangan pembangunan KDKMP agar berjalan sesuai rencana. Jika dibutuhkan, kami juga turut membantu pekerjaan di lapangan untuk mempercepat proses penyelesaian,” ujar Sertu Bunawan.

Kehadiran Babinsa pun memberikan semangat bagi warga, serta memperkuat sinergi dan budaya gotong royong di tengah masyarakat. (Pendim/Redaksi)
Share:

Jasad Lansia yang Hanyut di Sungai Wulung Blora Ditemukan Sejauh 2 KM, Polisi: Korban Murni Tenggelam

𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Tim gabungan dari BPBD, Basarnas, TNI, dan Polri akhirnya berhasil menemukan jasad R (74), seorang nenek yang dilaporkan hilang tenggelam di Sungai Wulung, Desa Gondel, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis (2/4/2026) pagi setelah dilakukan pencarian intensif selama 24 jam.

Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasihumas AKP Midiyono, S.H. membenarkan penemuan tersebut. Jasad korban ditemukan sekitar pukul 10.30 WIB di aliran sungai yang masuk wilayah Desa Gondel, atau sekitar 2 kilometer dari titik awal keberadaan korban.

"Setelah dilakukan pencarian dan penyisiran oleh tim BPBD dan Basarnas selama kurang lebih 24 jam, korban berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan langsung dievakuasi oleh petugas," ujar AKP Midiyono.

Berdasarkan kronologi kejadian, korban diketahui sempat berada di pinggiran sungai pada Selasa (31/3/2026) malam. Keesokan harinya, Rabu (1/4/2026) pagi, saksi M (59) sempat membujuk korban untuk pulang ke rumah, namun korban menolak. Saat saksi kembali ke lokasi sekitar pukul 10.30 WIB, korban sudah tidak ditemukan di tempat semula.

Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa korban selama ini dikenal warga memiliki riwayat gangguan mental serta penglihatan (katarak). Menurut informasi warga sekitar, R sudah berulang kali mencoba turun ke dasar sungai, namun sebelumnya selalu berhasil diselamatkan oleh warga.

"Korban diketahui sudah pikun dan mengalami gangguan mental. Kondisi arus sungai saat kejadian juga terpantau cukup deras," tambahnya.

Tim medis dari Puskesmas Ketuwan yang melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah korban menyatakan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban.

"Hasil pemeriksaan medis menunjukkan korban meninggal dunia murni akibat tenggelam. Tidak ada tanda kekerasan. Setelah proses evakuasi dan pemeriksaan selesai, jenazah langsung kami serahkan kepada pihak perangkat desa untuk dimakamkan secara layak," pungkas AKP Midiyono.

Dalam proses evakuasi ini, sejumlah unsur terlibat mulai dari Polsek Kedungtuban, Koramil, BPBD Blora, Basarnas, Satpol PP, hingga tim kesehatan dan perangkat desa setempat. (Humas/Redaksi)
Share:

Jembatan Gantung Garuda di Blora Mulai Dibangun, Perkuat Akses dan Dorong Perekonomian Warga

𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Akses penghubung antara Desa Nglebur dan Desa Janjang, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, segera terwujud seiring dimulainya pembangunan Jembatan Gantung Garuda oleh prajurit TNI AD dari Kodim 0721/Blora bersama masyarakat setempat.

Jembatan sepanjang 35 meter dengan lebar 1,5 meter tersebut dibangun sebagai solusi atas keterbatasan akses yang selama ini dihadapi warga, khususnya dalam mendukung kelancaran mobilitas dan aktivitas pertanian.

Selama ini, mobilitas masyarakat di kedua desa kerap terhambat, terutama saat musim hujan. Kondisi tersebut berdampak langsung pada distribusi hasil pertanian serta aktivitas perekonomian warga.

Danramil 06/Jiken, Kapten Inf Sumarno, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan wujud kehadiran negara melalui TNI AD dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat.

“Pembangunan Jembatan Gantung Garuda ini merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah dalam membuka akses masyarakat yang selama ini masih terbatas,” ujarnya saat dilokasi, Jumat (3/4/2016).

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keberadaan jembatan tersebut diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kami berharap jembatan ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat, baik untuk menunjang aktivitas sehari-hari maupun memperlancar distribusi hasil pertanian, sehingga mampu mendorong peningkatan perekonomian warga,” tambahnya.

Pembangunan jembatan ini juga menjadi bagian dari upaya percepatan pemerataan pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan. Dengan konektivitas yang semakin baik, masyarakat diharapkan dapat menjangkau fasilitas umum dan pusat ekonomi secara lebih mudah, cepat, dan efisien.

Ke depan, keberadaan Jembatan Gantung Garuda diharapkan tidak hanya meningkatkan aksesibilitas antar wilayah, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat di kawasan tersebut. (Pendim/Redaksi)
Share:

Respon Cepat Call 110, Polsek Randublatung Evakuasi Pohon Tumbang di Jalan Randublatung-Getas


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) —  Personel Kepolisian Sektor  Randublatung Polres Blora, bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat melalui layanan (Call) 110,  terkait adanya pohon tumbang yang melintang di jalan raya. Insiden ini terjadi di Jalan Randublatung-Getas, tepatnya di kawasan Dukuh Jliru, Desa Tlogotuwung Petak 73, Senin 31 Maret 2026.

Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto melalui Kapolsek Randublatung, Iptu Sugiyanto  menyampaikan bahwa mendapatkan  laporan adanya pohon tumbang tersebut, petugas piket jaga Polsek Randublatung langsung menuju ke  lokasi kejadian sekitar pukul 17.30 WIB.

"Bersama petugas Perhutani dan dibantu warga setempat, personel kepolisian bahu-membahu memotong batang pohon yang menutupi akses jalan utama agar arus lalu lintas kembali normal," jelas Kapolsek Randublatung.

Lebih lanjut, Kapolsek Randublatung menyampaikan bahwa evakuasi dilakukan dengan sigap untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas maupun kemacetan panjang di jalur tersebut.

"Setelah menerima laporan dari masyarakat melalui layanan 110, personel kami langsung meluncur ke lokasi Petak 73 Desa Tlogotuwung. Prioritas utama kami adalah membuka kembali akses jalan agar mobilitas warga tidak terganggu dan mencegah potensi kecelakaan, terutama saat kondisi cuaca ekstrem," ungkap Iptu Sugiyanto.

Atas kerja sama yang solid, lanjut Iptu Sugiyanto, antara pihak kepolisian, Perhutani, dan masyarakat, material pohon tumbang berhasil dibersihkan dalam waktu singkat. Kapolsek Randublatung mengimbau kepada para pengguna jalan agar lebih waspada saat melintasi jalur yang rimbun dengan pepohonan, terutama saat hujan deras disertai angin kencang.

"Setelah dibersihkan, arus lalu lintas di jalan Randublatung-Getas telah kembali lancar dan situasi di lokasi kejadian aman serta kondusif," tandas Iptu Sugiyanto. (Humas/Redaksi)

Share:

Babinsa Koramil 07/Sambong Kawal Pemasangan Rangka Atap Koperasi Desa di Brabowan


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Desa Brabowan, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora Jawa Tengah, terus menunjukkan progres, memasuki Kamis 2 April 2026, pengerjaan telah sampai pada tahap pemasangan rangka atap baja sebagai bagian utama struktur bangunan.

Pendampingan dilakukan oleh Babinsa Koramil 07/Sambong, Serka Kasmari, yang turun langsung ke lokasi untuk memastikan proses pembangunan berjalan aman, tertib, dan sesuai dengan rencana teknis.

Pemasangan rangka atap dilakukan para pekerja dengan bantuan perancah, mengingat tingkat kesulitan dan ketinggian konstruksi yang cukup tinggi.

Serka Kasmari menjelaskan, keterlibatan TNI dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap pembangunan fasilitas ekonomi desa agar dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kami melakukan pendampingan agar pembangunan koperasi ini berjalan lancar, aman, dan sesuai perencanaan. Koperasi ini nantinya diharapkan menjadi penopang ekonomi warga,” ujar Serka Kasmari di sela kegiatan.

Ia juga mengingatkan pentingnya penerapan keselamatan kerja selama proses pembangunan, khususnya pada tahap pemasangan rangka atap yang memiliki risiko cukup tinggi.

“Kami terus mengimbau para pekerja untuk mengutamakan keselamatan, terutama saat bekerja di ketinggian, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” tambah Serka Kasmari.

Untuk diketahui, pembangunan Koperasi Desa Merah Putih ini menjadi bagian dari upaya penguatan ekonomi kerakyatan di tingkat desa, sekaligus mencerminkan sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mendukung pembangunan nasional berbasis desa. (Pendim/Redaksi)
Share:

Lansia Hilang 5 Hari Ditemukan MD di Hutan Todanan, Polisi Pastikan Tidak Ada Unsur Penganiayaan


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Seorang lansia berinisial S (89), warga Dukuh Banat, Desa Bedingin, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, yang dilaporkan hilang selama 5 hari, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia (MD) di kawasan hutan persilan Petak 29 RPH Gendongan, BKPH Ngapus, KPH Blora, pada Rabu 1 April 2026.

Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto melalui Kapolsek Todanan, Iptu Suhari menjelaskan bahwa penemuan jasad korban bermula dari laporan pihak keluarga ke Polsek Todanan pada Selasa (31/03/2026). Sebelumnya, korban diketahui meninggalkan rumah sejak Sabtu (28/03/2026) pagi untuk menuju rumah anaknya, namun korban dilaporkan hilang setelah tidak terlihat lagi di lokasi tersebut hingga sore hari.

"Warga bersama petugas kepolisian sempat melakukan pencarian dan menyebarkan informasi kehilangan melalui media elektronik sebelum akhirnya korban ditemukan oleh saksi di tengah hutan," ungkap Kapolsek Todanan.

Lebih lanjut, Kapolsek Todanan mengonfirmasi bahwa setelah menerima laporan penemuan tersebut, petugas segera meluncur ke lokasi bersama tim medis dari Puskesmas Gondoriyo dan anggota Koramil Todanan untuk melakukan olah TKP serta pemeriksaan fisik.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan medis dari Puskesmas Gondoriyo, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban. Kondisi kulit yang mengelupas dibeberapa bagian tubuh diduga kuat akibat paparan panas sinar matahari dalam waktu lama," ujar Iptu Suhari.

Kepolisian menduga, lanjut Kapolsek Todanan, korban meninggal dunia akibat kondisi fisik yang lemas serta mengalami dehidrasi berat.

"Korban diduga kekurangan cairan dan nutrisi karena selama lima hari tidak makan dan minum didalam hutan," imbuh Kapolsek Todanan.

Usai dilakukan pemeriksaan secara intensif di lokasi kejadian, petugas bersama warga kemudian mengevakuasi jenazah korban. Atas kesepakatan keluarga dan hasil pemeriksaan yang menyatakan tidak ada unsur tindak pidana, jenazah S langsung diserahkan kepada pihak keluarga di Desa Bedingin untuk proses pemakaman, imbuh Iptu Suhari.

"Kehadiran personel kepolisian ditengah masyarakat dalam proses pencarian hingga evakuasi ini merupakan wujud nyata komitmen Polres Blora HEBAT (Hadir, Berbuat, Bermanfaat) dalam memberikan pelayanan dan respon cepat terhadap setiap laporan gangguan kamtibmas di wilayah hukum Polres Blora," tandas Kapolsek Todanan. (Humas/Redaksi)

Share:

Sinergi TNI dan Warga, Jembatan Garuda di Jati Blora Tingkatkan Kesejahteraan


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) —  Dalam rangka membantu mengatasi kesulitan masyarakat kembali ditunjukkan Kodim 0721/Blora melalui pembangunan Jembatan Garuda di Dukuh Jati, Desa Jati, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora Jawa Tengah, Kamis 2 April 2026.

Pembangunan jembatan tersebut melibatkan Babinsa bersama warga setempat sebagai bentuk gotong royong dalam memenuhi kebutuhan infrastruktur yang vital bagi aktivitas sehari-hari masyarakat.

Keberadaan anggota Babinsa Koramil 11/Jati di tengah masyarakat menjadi wujud kepedulian terhadap akses penghubung antar wilayah yang selama ini dibutuhkan warga, khususnya untuk menunjang kegiatan pertanian, perekonomian, dan aktivitas sosial.

Koptu Pujiono mengatakan, kondisi jembatan sebelumnya kurang memadai dan kerap menjadi kendala, terutama saat musim hujan.

“Dulu jembatan ini cukup menyulitkan warga saat beraktivitas, apalagi ketika hujan turun,” ujarnya di sela kegiatan pembangunan.

Komandan Kodim 0721/Blora Letkol Kav Yudhi Agus Setiyanto melalui Danramil 11/Jati Kapten Inf Puryanto menyampaikan, pembangunan Jembatan Garuda merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Pusat melalui TNI AD dalam mendukung percepatan pembangunan daerah.

Menurut dia, sinergi antara TNI dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan yang berdampak langsung bagi kesejahteraan warga.

“Pembangunan ini adalah wujud kebersamaan TNI dan rakyat. Kami berharap jembatan ini dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat Desa Jati dan sekitarnya,” kata Kapten Inf Puryanto.

Untuk atensi, warga Desa Jati Kecamatan Jati, Kabupaten Blora menyambut baik pembangunan tersebut. Mereka berharap Jembatan Garuda dapat memperlancar akses transportasi, meningkatkan keamanan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. (Pendim/Redaksi)

Share:

Babinsa Koramil 05/Cepu Awasi Progres Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih

𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Untuk  mendukung kelancaran dan kualitas pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Blora Jawa Tengah, Babinsa Koramil 05/Cepu Kodim 0721/Blora Serma Slamet Hariyanto aktif mengawasi progres pembangunan KDKMP, melaksanakan pengawasan pembangunan di wilayah binaan, berjalan lancar di Desa Kapuan, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Senin 30 Maret 2026.

Babinsa Koramil 05/Cepu, Serma Slamet Hariyanto melihat langsung ke lokasi pembangunan untuk memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan.

"Pengawasan ini dilakukan sebagai bentuk pendampingan serta wujud tanggung jawab sebagai Babinsa dalam membantu pemerintah desa agar pembangunan dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat," ujar Serma Slamet Hariyanto.

Lebih lanjut, Serma Slamet Hariyanto mengatakan bahwa kehadirannya di lapangan bertujuan untuk memastikan pembangunan KDKMP berjalan lancar, aman, serta sesuai dengan spesifikasi teknis.

Selain itu, tugas Babinsa juga menjalin komunikasi yang baik dengan pelaksana kegiatan dan warga sekitar guna mengantisipasi kendala yang mungkin muncul selama proses pembangunan, imbuh Babinsa Koramil 05/Cepu.

“Sebagai aparat kewilayahan, kami berkewajiban mengawal dan mengawasi pembangunan KDKMP di desa binaan agar hasilnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Babinsa.

Sementara itu, Kepala Desa Kapuan, Hariyono menyampaikan apresiasi atas keterlibatan Babinsa yang secara aktif melakukan pengawasan dan pendampingan, diharapkan dengan adanya sinergi antara Babinsa, pemerintah desa, dan masyarakat, pembangunan KDKMP dapat berjalan baik.

"Diharapkan dengan adanya sinergi antara Babinsa, pemerintah desa, dan masyarakat, pembangunan KDKMP dapat berjalan optimal serta mendukung peningkatan kesejahteraan warga," kata Kades Kapuan. (Pendim/Redaksi)


Share:

Kebijakan Transformasi Budaya Kerja dan Efisiensi Energi April 2026


Kebijakan Transformasi Budaya Kerja dan Efisiensi Energi, berlaku 1 April 2026

1. Kondisi Umum:
- Ekonomi Indonesia stabil & kuat
- Stok BBM aman, Fiskal terjaga
- Situasi global jadi momentum untuk penyesuaian pemakaian energi secara wajar dan bijak.

2. WFH Nasional:
- ASN WFH 1 hari/minggu (setiap Jumat). 
- Swasta dianjurkan mengikuti. 
Tujuan: efisiensi, digitalisasi, kurangi mobilitas.

3. Sektor Tetap Normal:
- Sektor layanan publik seperti kesehatan, keamanan, kebersihan, serta sektor strategis seperti industri/produksi, energi, air, bahan pokok, makanan/minuman, perdagangan, transportasi, logistik, dan keuangan tetap WFO. 
- Sekolah tetap tatap muka normal.

4. Efisiensi Besar-Besaran:
- Perjalanan dinas: Dalam negeri ↓ 50 persen, Luar negeri ↓ 70 persen. 
- ⁠Pembatasan penggunaan kendaraan dinas. Dorong transportasi publik.

5. Refocusing anggaran:
- Rp121–130 Triliun dialihkan ke program prioritas, termasuk pemulihan Sumatera.

6. Pembelian BBM Subsidi:
- Pakai barcode MyPertamina. Maks 50 liter/hari (non-angkutan umum).

7. Harga BBM subsidi dan non subsidi: Tidak ada perubahan.

8. Makan Bergizi Gratis: 
- Fokus 5 hari/minggu kecuali untuk kelompok tertentu seperti asrama, daerah 3T, dan daerah dengan tingkat stunting tinggi. Potensi efisiensi: Rp20 Triliun.

“Sekali lagi, pemerintah mengajak seluruh masyarakat dan dunia usaha mari terus berpartisipasi dalam mendukung langkah-langkah transformasi budaya kerja ini, mari tetap tenang, mari tetap produktif, semua terkendali. Dan apa yang disampaikan di sini sifatnya dinamis, nanti apabila ada perubahan pasti akan disampaikan oleh pemerintah secara cepat,” pesan Sekretaris Kabinet Merah Putih.

Source: sekretariat.kabinet
Share:

Hot News

Babinsa Nglungger Turun Tangan Pantau Pembangunan Koperasi Merah Putih

𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) —  Progres pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di wilayah Nglungger, Kecamat...

Piblic Service

Piblic Service
Instagram

Blog Archive

Social Media

Technology

Next More »

Labels

Community

Next More »