Blora Terima 55 Truk Operasional Koperasi Merah Putih, Langsung Didistribusikan ke Lokasi Koperasi


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARLORA.MY.ID) —  Sebanyak 55 unit kendaraan truk diserahkan Pemerintah Kabupaten Blora untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) pada Minggu 10 Mei 2026, oleh Bupati Blora,  didampingi Dandim 0721/Blora, Letkol Kav Yudhi Agus Setiyanto, Wakil Bupati Blora, Sri Setiyorini, Forkopimda, Sekda Blora di halaman Batalyon Infantri 410/Alugoro.

Bupati Blora, Arief Rohman menjelaskan bahwa sesuai Instruksi Presiden Republik Indonesia Pemerintah Kabupaten Blora menyatakan dukungan penuh terhadap program nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai upaya memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis desa.

"55 truk ini diserahkan kepada desa yang nanti akan mengikuti launching pada 16 Mei 2026, oleh Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, Dan tentunya truk ini akan digunakan untuk operasional," jelas Bupati Blora.

Lebih lanjut, Bupati Blora menjelaskan bahwa program ini menjadi momentum penting dalam kebangkitan koperasi modern yang produktif, profesional, berbasis digital, serta mampu menjadi pusat pelayanan dan penggerak ekonomi masyarakat desa.

"Kami berharap dukungan bapak ibu kades bapak ibu camat semuanya untuk bagaimana koperasi yang ada ditempatnya masing masing mengelola unit usaha yang akan ditentukan," ujar Bupati Blora.

Termasuk juga berupaya, lanjut Bupati Blora, untuk berinovasi untuk mencari Mitra yang usahanya nanti bisa di singkron kan dan bekerjasama dengan SPPG yang ada.

"Lokasinya mana aja, kira kira koperasi yang berdekatan dengan SPPG mana saja. Pada intinya kami siap mendukung program dari bapak Presiden terkait KDKMP ini, untuk bagaimana nanti bermanfaat bagi masyarakat desa dan kelurahan nya masing masing," imbuh Bupati Blorad.

Terkait Kendaraan operasional ini, kata Bupati Blora, diharapkan dapat menjadi sarana pendukung distribusi usaha koperasi, memperkuat rantai pasok desa, mendukung logistik dan perdagangan hasil masyarakat, serta mempercepat pelayanan ekonomi di desa.

"Saya berharap seluruh kendaraan operasional tersebut dapat dikelola secara tertib, profesional, transparan, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi anggota koperasi maupun masyarakat luas. kami minta bapak ibu kades juga menjaga termasuk ketentuan penggunaannya seperti apa jangan sampai viral untuk mengangkut yang tidak sesuai dan coba nanti dilihat aturnya jangan sampai tiba tiba nanti disewakan viral. Jadi tolong benar benar dilihat peruntukannya seperti apa aturannya asal sesuai tentunya nanti tidak masalah. Tolong dimanfaatkan dengan baik," kata Bupati Blora.

Disampaikan, kepada para pengurus dan pengawas KDKMP, saya berpesan agar menjaga amanah ini dengan sebaik-baiknya.

"KDKMP jangan hanya dibentuk secara administratif, tetapi harus benar-benar aktif menjalankan usaha, sehat kelembagaannya, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa," tandas Bupati Blora.

Sementara itu, Komandan Kodim (Dandim) 0721/Blora Letkol Kav Yudhi Agus Setiyanto, menjelaskan bahwa  Blora salah satu yang mengikuti launching KDKMP di 1000 titik dan di Jawa Tengah ada 8, salah satunya adalah Kabupaten Blora mendapat kehormatan menjadi bagian dari pelaksanaan launching nasional tersebut, yang akan diikuti sebanyak 55 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Blora.

"Dan nanti 55 titik ini nanti akan mengikuti launching Untuk pelaksanaan di Kabupaten Blora, kegiatan akan dipusatkan di KDKMP Trembulrejo, sedangkan KDKMP lainnya akan mengikuti secara daring melalui Zoom dari masing-masing lokasi. Sedangkan untuk kendaraan bertahap nanti akan diserahkan seperti ada roda tiga pick up nanti juga proses datang ke blora, dan sejumlah tempat juga masih melakukan pemenuhan perlengkapan seperti AC, gerai dan aksesoris lainnya," jelas Dandim 0721/Blora.

Tak hanya itu, lanjut Dandim 0721/Blora, nantinya perwakilan pengurus akan mengikuti palatihan di Kabupaten Boyolali Jawa Tengah selama 2 hari.

"Mulai besok ada pelatihan di Boyolali, dan itu juga dari desa yang menyarankan dan itu ada seleksi dimana semua itu dari Agrinas yang menyeleksi," ucap Dandim 0721/Blora. (Humas/Redaksi)

Share:

Pembangunan Jembatan Perintis Garuda Nglebur Masuki Tahap Finishing


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) —  Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Desa Nglebur, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, kini memasuki tahap finishing. Personel TNI bersama masyarakat setempat terus melakukan pengecekan akhir, pengecatan, serta perapihan bagian jembatan agar segera dapat difungsikan dan dimanfaatkan warga.

Babinsa Desa Nglebur Koramil 06/Jiken, Sertu Bambang Maskumambang, mengatakan bahwa progres pembangunan jembatan telah mencapai tahap akhir dan dalam waktu dekat siap digunakan masyarakat.

“Alhamdulillah, pembangunan Jembatan Perintis Garuda saat ini sudah memasuki tahap finishing. Tinggal perapihan dan pengecekan akhir agar jembatan benar-benar aman dan nyaman digunakan masyarakat,” ujarnya, Selasa (12/5/2026).

Menurutnya, proses pengerjaan dilakukan secara maksimal guna memastikan kualitas dan keamanan jembatan sebelum resmi digunakan warga.

“Insya Allah dalam waktu dekat jembatan ini sudah dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari, baik menuju kebun maupun mendukung kegiatan ekonomi warga,” tambahnya.

Keberadaan Jembatan Perintis Garuda diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus menjadi akses penghubung yang aman dan nyaman bagi warga Desa Nglebur dan sekitarnya. (Pendim/Redaksi)
Share:

Naas Seorang Pria Nglawiyan MD Saat Bersihkan Kolam Ikan


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Seorang pria, Sunardi (72) warga Dukuh Nglawiyan, Kelurahan Karangjati, Kecamatan Blora, Jawa Tengah  ditemukan meninggal dunia (MD) diduga akibat tersengat listrik saat membersihkan kolam ikan berada disebelah rumahnya, pada Minggu, 10 Mei 2026 sekira pukul 08.00 WIB.

Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto melalui Kapolsek Blora, AKP Nur Dwi Edie W menjelaskan bahwa polsek menerima laporan dari Ketua RT Nglawiyan, Mohamad Hadi Lukmono, personel Polsek Blora, Kanit Reskrim Ipda Eko Purnomo dan KSPKT langsung mendatangi TKP untuk evakuasi.

“Korban ditemukan pertama kali oleh istrinya, Saudari Suciati, dalam posisi telentang didalam kolam dan sudah tidak bergerak. Saksi kemudian berteriak minta tolong hingga warga berdatangan,” jelas Kapolsek Blora.

Korban sempat akan dibawa ke rumah sakit, lanjut Kapolsek Blora, namun meninggal dunia dalam perjalanan menuju RS, dari hasil pemeriksaan tim medis, pada tubuh korban ditemukan luka bakar akibat sengatan arus listrik di telapak tangan kanan dan tidak ada tanda kekerasan.

“Murni meninggal dunia akibat kesetrum, diduga arus listrik berasal dari kabel mesin pompa air yang terkelupas didalam kolam. Mesin tersebut digunakan korban untuk menguras kolam,” ungkap Kapolsek Blora.

Masih kata Kapolsek Blora, barang bukti yang diamankan berupa kaos biru dongker motif kotak-kotak, celana training hitam yang dikenakan korban, serta seutas kabel mesin pompa air warna hitam yang terkelupas.

“Kami turut berduka cita. Kejadian ini jadi pengingat bagi masyarakat agar selalu mengecek instalasi listrik, terutama yang digunakan diarea berair. Pastikan kabel tidak terkelupas dan gunakan alat pengaman listrik,” harap  Kapolsek Blora.

Dikemukakan, Laporan Polisi Nomor  LP/Gangguan/B/11/V/2026/SPKT/Sek.Blora telah diterbitkan, Polsek Blora telah melakukan olah TKP, mencatat identitas saksi, memintakan VER.

"Petugas Polsek Blora menyerahkan jenazah kepada keluarga untuk dimakamkan," ujar Kapolsek Blora.  (Humas/Redaksi)


Share:

Pengecatan Tahap Akhir, Pembangunan Jembatan Garuda Kodim 0721/Blora Segera Rampung


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) —  Pembangunan Jembatan Garuda di Desa Jati, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, yang dilaksanakan oleh Satgas Jembatan Garuda Kodim 0721/Blora kini memasuki tahap akhir. Hal tersebut ditandai dengan pelaksanaan pengecatan pagar pembatas jembatan, Senin 11 Mei 2026.

Jembatan yang berdiri kokoh tersebut tampak semakin megah setelah dibalut warna merah putih, sebagai simbol semangat persatuan, nasionalisme, dan pengabdian dalam mendukung pembangunan wilayah pedesaan.

Keberhasilan pembangunan Jembatan Garuda disambut antusias dan penuh rasa syukur oleh masyarakat setempat. Kehadiran jembatan tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat besar bagi warga, khususnya dalam menunjang akses pendidikan, perekonomian, serta memperlancar mobilitas masyarakat sehari-hari.

Komandan Kodim 0721/Blora Letkol Kav Yudhi Agus Setiyanto, S.Sos., melalui Danramil 11/Jati Kapten Inf Puryanto menyampaikan bahwa progres pembangunan yang telah mencapai tahap akhir merupakan hasil kerja keras serta sinergi antara TNI dan masyarakat.

“Alhamdulillah, pembangunan Jembatan Garuda di Desa Jati kini telah memasuki tahap akhir, yakni pengecatan. Capaian ini merupakan hasil kerja keras bersama dan semangat gotong royong seluruh elemen masyarakat. Kami berharap keberadaan jembatan ini nantinya dapat memberikan manfaat yang besar dan berkelanjutan bagi warga,” ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikan, pembangunan Jembatan Garuda tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur semata, namun juga menjadi wujud nyata kepedulian TNI dalam membangun harapan, meningkatkan kesejahteraan, serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Dengan selesainya tahap pengecatan tersebut, Jembatan Garuda diharapkan dalam waktu dekat sudah dapat digunakan secara optimal oleh masyarakat Desa Jati dan wilayah sekitarnya. (Pendim/Redaksi)

Share:

Rumah Warga Pojokwatu Sambong Ludes Terbakar, Diduga Korsleting Listrik


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Sebuah rumah milik Sdri. Sulastri, 74 tahun, di Dukuh Pojok RT 05 RW 01, Desa Pojokwatu, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora ludes terbakar pada Minggu, 10 Mei 2026 sekira pukul 00.30 WIB.

Kasihumas Polres Blora AKP Midiyono, S.H. membenarkan kejadian tersebut. “Kebakaran diketahui pertama kali oleh saksi Sdri. Eni yang mendengar suara berisik dari samping rumah. Setelah dicek bersama suaminya Sdr. Herli, terlihat kobaran api sudah membakar bagian tengah dan dapur rumah korban,” terang Kasihumas Polres Blora AKP Midiyono, S.H.

Warga yang mengetahui kejadian langsung berupaya memadamkan api dengan alat seadanya sambil menghubungi Damkar. Tim Pemadam Kebakaran Cepu tiba di lokasi pukul 01.00 WIB dan berhasil memadamkan api total pada pukul 02.30 WIB dilanjutkan pendinginan.

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Korban saat kejadian sedang tidur di rumah tetangga. Dugaan sementara penyebab kebakaran karena korsleting listrik,” tambah AKP Midiyono.

Akibat kejadian, rumah bagian dapur dan tengah beserta isinya hangus. Kerugian materil meliputi kayu reng dan usuk atap, 5 lemari, 1 kulkas, 1 magicom, 1 kompor, meja kursi, dan 2 tempat tidur. Total kerugian ditaksir sekitar Rp60.000.000.

Polsek Sambong yang dipimpin Kapolsek AKP Subardi langsung mendatangi TKP bersama Kanit Reskrim Aiptu Anang Deby Setiawan, S.H., Bhabinkamtibmas Aipda Hendy, anggota jaga, Banit Reskrim, Babinsa Serka Utoyo, Satpol PP Kecamatan Sambong, dan Tim Damkar Cepu. 

“Laporan Polisi sudah dibuat dengan Nomor: L/GANGGUAN/B/02/V/2026/SPKT/POLSEK SAMBONG. Kami imbau masyarakat untuk selalu cek instalasi listrik secara berkala dan matikan alat elektronik bila tidak digunakan untuk cegah korsleting,” tutup AKP Midiyono. (Humas/Redaksi)

Share:

Duka Bupati Blora: Kerabat Dekat Wafat Dalam Perjalanan Haji Ke Tanah Suci


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Kabar duka menyelimuti calon jemaah haji Kabupaten Blora Jawa Tengah, salah satu jemaah haji kloter 46 asal Blora, Sutrisno Agus Widodo, meninggal dunia (MD) dalam perjalanan menuju Tanah Suci, Jumat 8 Mei 2026, kepergian jemaah haji tersebut, meninggalkan duka mendalam, bagi Bupati Blora, yang masih memiliki hubungan kekerabatan dengan almarhum.

Bupati Blora, Arief Rohman, menyampaikan bahwa dirinya sangat terkejut, mendengar kabar tersebut,  sebab, saat prosesi pelepasan jemaah haji di pendopo rumah dinas Bupati  Blora beberapa hari lalu, kondisi Sutrisno Agus Widodo sangat sehat dan bugar.

"Pas berangkat itu saya melepas orangnya baik-baik saja. Itu masih saudara saya juga. Waktu dilepas di pendopo sehat-sehat saja, dari laporan setelah berangkat dari Bandara Solo juga baik-baik saja,” ungkap Bupati Blora kepada awak media, Sabtu 9 Mei 2026.

Almarhum Sutrisno Agus Widodo, lanjut  Bupati Blora berangkat menunaikan ibadah haji bersama istri, berdasarkan informasi yang diterima, ia mengalami gangguan kesehatan mulai muncul saat pesawat melakukan pengisian bahan bakar di Medan.

"Waktu pesawat ngisi BBM di Medan, tiba-tiba napasnya sesak, lalu dilarikan ke rumah sakit. Istrinya juga ikut turun mendampingi," jelas Bupati Blora.

Dikemukakan, meski sempat mendapatkan penanganan medis, di  rumah sakit Medan, namun Sutrisno Agus Widodo tidak tertolong, almarhum tidak memiliki riwayat penyakit serius dan usianya tergolong masih muda, yakni di bawah 50 tahun.

Lanjut Bupati Blora, Sutrisno Agus Widodo dikenal sebagai sosok yang sangat aktif dalam kegiatan keagamaan dan sosial. Warga Dukuh Seren, Desa Sendangwungu, Kecamatan Banjarejo ini merupakan pengurus Takmir Masjid didesanya.

"Kalau lihat orangnya enggak ada riwayat sakit. Beliau aktif di masjid, sebagai pengurus takmir juga. Mungkin kecapekan karena di rumah sebelumnya banyak menerima tamu atau bagaimana,” imbuh Bupati Blora.

Menyambut kepulangan jenazah di Bandara Adi Sumarmo, Solo, Bupati Blora mengajak seluruh masyarakat Blora untuk mengirimkan doa terbaik bagi almarhum.

"Kita ikut berduka. Beliau orang baik. InshaAllah syahid di jalan Allah dan berpulang dengan predikat haji mabrur. Mohon doa dari sedulur Blora semua untuk almarhum, dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan. Aamiin," tandas Bupati Blora. (Humas/Redaksi)


Share:

Pengecoran dan Pemasangan Pagar Dikebut, Jembatan Garuda di Jati Blora Hampir Rampung


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.ID) —  Pembangunan Jembatan Garuda di Desa Jati, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, terus menunjukkan progres signifikan. Memasuki tahap penting pembangunan, anggota TNI bersama warga setempat tampak bergotong royong melanjutkan proses pengecoran dan pemasangan pagar pembatas jembatan, Minggu (10/5/2026).

Pembangunan jembatan tersebut menjadi bagian dari upaya percepatan infrastruktur yang diharapkan mampu meningkatkan akses transportasi serta mendorong pertumbuhan perekonomian masyarakat di wilayah setempat.

Danramil 11/Jati, Kapten Inf Puryanto, mengatakan progres pembangunan hingga saat ini berjalan sesuai rencana. Menurut dia, sinergi antara TNI dan masyarakat menjadi faktor utama dalam mempercepat pengerjaan di lapangan.

“Kami optimistis pembangunan Jembatan Beton Garuda ini dapat selesai tepat waktu. Sinergi antara anggota TNI dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mempercepat pengerjaan di lapangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, semangat gotong royong yang ditunjukkan warga Desa Jati sangat membantu dalam setiap tahapan pembangunan.

“Antusiasme dan partisipasi masyarakat sangat luar biasa. Ini menjadi bukti bahwa keberadaan jembatan ini memang sangat dibutuhkan untuk menunjang aktivitas sehari-hari warga,” katanya.

Dengan pembangunan yang terus dikebut, Jembatan Garuda diharapkan segera dapat difungsikan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam memperlancar mobilitas warga, pendidikan, distribusi hasil pertanian, serta mendukung aktivitas ekonomi di Kabupaten Blora. (Pendim/Redaksi)

Share:

TNI Bersama Warga Kebut Pemasangan Pagar Pengaman Jembatan Gantung Garuda di Nglebur Blora


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.ID) —  Semangat gotong royong kembali ditunjukkan prajurit TNI bersama masyarakat dalam upaya meningkatkan keselamatan dan kenyamanan akses warga. Personel Kodim 0721/Blora bersama warga Desa Nglebur, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, bahu membahu mempercepat pemasangan pagar pengaman di Jembatan Gantung Garuda, yang menjadi jalur vital penghubung aktivitas masyarakat sehari-hari. Sabtu, 9 Mei 2026.

Kegiatan tersebut dilaksanakan secara terpadu dengan melibatkan anggota TNI dan masyarakat setempat. Dengan penuh semangat, mereka bekerja bersama mulai dari pengangkutan material, pemasangan rangka pagar, hingga penguatan konstruksi pengaman jembatan.

Danramil 06/Jiken Kapten Inf Sumarno menyampaikan bahwa keberadaan pagar pengaman sangat penting guna memberikan rasa aman bagi masyarakat yang melintas, khususnya petani yang setiap hari memanfaatkan jembatan tersebut.

“Pemasangan pagar pengaman ini merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap keselamatan warga. Kami hadir untuk membantu kesulitan masyarakat serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat,” ujarnya.

Masyarakat Desa Nglebur menyambut baik kegiatan tersebut. Mereka mengaku senang dan terbantu dengan keterlibatan TNI dalam pembangunan fasilitas umum yang sangat dibutuhkan warga.

Selain mempercepat proses pekerjaan, kebersamaan antara TNI dan warga dalam kegiatan ini juga menjadi wujud nyata budaya gotong royong yang terus terjaga di tengah masyarakat.

Diharapkan, dengan selesainya pemasangan pagar pengaman Jembatan Gantung Garuda, akses transportasi warga menjadi lebih aman, nyaman, dan mampu mendukung aktivitas perekonomian masyarakat di wilayah Desa Nglebur dan sekitarnya. (Pendim/Redaksi)
Share:

Bupati Dorong TIMPORA Blora Perkuat Komunikasi dan Kerja Sama Awasi Orang Asing


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.ID) — Bupati Blora membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) Kabupaten Blora digelar di hotel Azzana, Kamis 7 Mei 2026, hadiri Forkopimda Blora, kepala OPD Kabupaten Blora, para camat se-Kabupaten Blora, dan instansi terkait.

Bupati Blora, Arief Rohman menegaskan bahwa kegiatan rapat koordinasi ini merupakan bagian penting dalam memastikan keberadaan dan aktivitas warga negara asing (WNA) di wilayah Kabupaten Blora berjalan tertib, terpantau, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

“Kegiatan hari ini merupakan bagian penting dari upaya kita dalam memastikan bahwa keberadaan dan aktivitas orang asing di wilayah Kabupaten Blora berjalan tertib, terpantau, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Bupati Blora.

Lebih lanjut, Bupati Blora
menyampaikan bahwa TIMPORA menjadi forum koordinasi lintas instansi yang melibatkan Imigrasi, Pemerintah Daerah, TNI, Polri, BIN, Kejaksaan, hingga instansi teknis lainnya dalam menyusun strategi, bertukar informasi, serta mengambil langkah pengawasan yang terukur dan tepat sasaran.

"Agar TIMPORA Kabupaten Blora terus memperkuat komunikasi dan kerja sama dengan TIMPORA tingkat provinsi maupun pusat agar setiap kebijakan pengawasan tetap berada dalam kerangka nasional yang solid dan berkesinambungan," jelas Bupati Blora.

Menurut Bupati Blora, sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menjaga Kabupaten Blora tetap kondusif, aman, serta mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

“Saya berharap kegiatan rapat hari ini dapat menjadi wadah bagi kita untuk memperkuat koordinasi, menyatukan persepsi, dan menemukan solusi atas berbagai tantangan yang mungkin muncul terkait keberadaan dan aktivitas orang asing di wilayah kita,” ucap Bupati Blora.

Bupati Blora mendorong agar TIMPORA Kabupaten Blora terus memperkuat komunikasi dan kerja sama dengan TIMPORA tingkat provinsi maupun pusat agar setiap kebijakan pengawasan tetap berada dalam kerangka nasional yang solid dan berkesinambungan.

"Pemerintah Kabupaten Blora berkomitmen mendukung pengawasan orang asing secara terpadu,  pengawasan yang baik bukan untuk menghambat investasi, melainkan memastikan investasi berjalan sehat, tertib, dan memberikan manfaat bagi masyarakat," kata Bupati Blora.

Bupati Blora menyampaikan apresiasi kepada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Tengah, khususnya Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Blora, atas sinergi dan kerja sama yang telah terjalin dengan baik.

“Kami percaya bahwa pengawasan yang baik bukan berarti menghambat investasi, melainkan memastikan bahwa investasi tersebut berjalan secara sehat, tertib, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Blora,” tandas Bupati Blora.

Pada kesempatan itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Blora, Gilang Danurdara menyampaikan bahwa wilayah kerja Kantor Imigrasi Blora meliputi Kabupaten Blora, Rembang, dan Grobogan. Kehadiran kantor imigrasi tersebut diharapkan mampu menciptakan keamanan negara sekaligus memfasilitasi pembangunan nasional, khususnya di Kabupaten Blora.

“Kami berharap dengan adanya Kantor Imigrasi di Blora ini, masyarakat dapat berbagi maupun menanyakan informasi terkait pelayanan WNI, pelayanan WNA, penegakan hukum, hingga intelijen. Kami siap memberikan pelayanan,” ungkap Gilang Danurdara.

Lebih kanjut, Gilang Danurdara  mengatakan bahwa TIMPORA menjadi bentuk kerja sama lintas instansi yang konstruktif dan kolaboratif dalam pelaksanaan pengawasan orang asing. Ke depan, koordinasi tersebut juga akan diperkuat melalui operasi gabungan antaranggota TIMPORA.

“Anggota TIMPORA berperan penting dalam menjamin terlaksananya fungsi pengawasan orang asing sesuai kewenangan institusi masing-masing,” katanya.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Blora mengapresiasi pelaksanaan rapat koordinasi TIMPORA sebagai wadah pertukaran informasi dan penguatan sinergi dalam penyelesaian berbagai persoalan pengawasan orang asing.

Disampaikan, bahwa saat ini terdapat tujuh warga negara asing yang terdata berada di wilayah Kabupaten Blora.

"Melalui rapat koordinasi, diharapkan TIMPORA dapat terus menjadi garda terdepan dalam menjaga keseimbangan antara kepentingan pembangunan daerah dan keamanan negara di Kabupaten Blora," tandas Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Blora.  (Humas/Redaksi)

Share:

Hot News

Blora Terima 55 Truk Operasional Koperasi Merah Putih, Langsung Didistribusikan ke Lokasi Koperasi

𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 ( SEPUTARLORA.MY.ID ) —  Sebanyak 55 unit kendaraan truk diserahkan Pemerintah Kabupaten Blora untuk program Koperas...

Piblic Service

Piblic Service
Instagram

Blog Archive

Social Media

Technology

Next More »

Labels

Community

Next More »