Danrem Kolonel Arm Ezra Nathanael Tinjau hutan Kedungwaru Blora Lokasi Pembangunan Yonif TP

𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) —  Komandan Korem 073/Makutarama, Kolonel Arm Ezra Nathanael meninjau langsung kawasan hutan Desa Kedungwaru, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, yang disiapkan sebagai lokasi pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP), Jumat 17 April 2026.

Dalam peninjauan tersebut, Danrem didampingi Dandim 0721/Blora Letkol Kav Yudhi Agus Setiyanto, Waka Adm Perhutani KPH Blora Teguh Anggoro, Asisten 1 Setda Blora Agus Puji Mulyono, Kepala Dinas PUPR Blora, serta Forkopimcam Kunduran.

"Pada saat ini saya meninjau talun atau bakal lokasi Yon Teritorial Pembangunan. Nah, di sini kita bisa melihat tentang luasan daerah yang akan digunakan oleh YTP sebanyak 77 hektare yang letaknya adalah di Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora," jelas Kolonel Ezra Nathanael di lokasi.

Danrem menyebut lokasi tersebut sangat strategis, berada di sisi kanan Kabupaten Blora. Tahap awal akan disiapkan marshalling area sebagai tempat berkumpul sementara untuk interval pembangunan yang dikerjakan pada triwulan ini. Pemerintah daerah, Kodim 0721/Blora, dan Perhutani telah berkoordinasi untuk memastikan kesiapan lahan.

Danrem 073/Makutarama merinci, dari total 77 hektare, hanya 2 hektare yang dipakai untuk marshalling area. Namun saat pembangunan fisik, Yon TP akan dibangun lengkap meliputi markas batalyon, markas kompi, barak, fasilitas olahraga, lapangan tembak, hingga kolam renang. 

"Ini lengkap karena merupakan proyek strategis nasional, bapak presiden kita juga, ini akan dibuat sangat ideal," tegasnya.

Kolonel Ezra berharap pembangunan Yon TP di triwulan ini dapat terwujud dan memberi manfaat luas. Selain memutar roda perekonomian daerah, keberadaan Yon TP juga mendukung program ketahanan pangan yang sudah berjalan baik di Kabupaten Blora. 

Lebih jauh, Danrem menekankan pembangunan ini merupakan langkah pemerintah menjawab dinamika geopolitik dan geostrategis global yang sedang tidak baik-baik saja. 

"Ini merupakan satu jawaban atau effort dari pemerintah kita untuk menjadi kekuatan yang sangat efektif dalam menghadapi dinamika situasi geopolitik dan geostrategis dengan adanya pengembangan kekuatan angkatan darat," ujarnya.

Terkait target, Danrem menyebut pembangunan berlangsung lebih dari 6 bulan hingga setahun dan akan dimulai secepatnya di triwulan ini. 

"Semua harus bersiap-siap. Makanya saya Danrem 073/Makutarama, ada Pak Dandim juga, semua bekerja turun ke bawah ngecek sehingga proses dapat berjalan dengan baik dan lancar," pungkasnya. 

Progres akan dipantau per minggu dan per bulan, dimulai dari penyiapan marshalling area hingga kedatangan prajurit. (Pendim/Redaksi)
Share:

Seorang Wanita di Tempellemahbang Blora Ditemukan MD di Samping Rumah


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) —  Warga Desa Tempellemahbang, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora digemparkan dengan penemuan seorang wanita yang meninggal dunia (MD) akibat gantung diri pada Kamis 16 April 2026. Korban berinisial S (49) ditemukan pertama kali oleh anggota keluarganya setelah waktu subuh.

Peristiwa tragis ini bermula sekitar pukul 05.00 WIB. Saat itu, anak korban, AZ (24), bangun dari tidur usai melaksanakan salat subuh dan mencari ibunya di kamar. Lantaran tidak ditemukan, AZ membangunkan ayahnya, Y (49), untuk bersama-sama melakukan pencarian di area rumah.

Keduanya kemudian menyisir area sekitar bangunan hingga akhirnya menemukan korban sudah dalam posisi tergantung di bagian samping rumah menghadap ke tembok. Terkejut melihat kondisi tersebut, suami korban segera meminta bantuan warga sekitar untuk menurunkan korban dan melaporkan kejadian ini ke Kepala Desa setempat yang diteruskan ke Polsek Jepon.

Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto melalui Kasihumas Polres Blora, AKP Midiyono membenarkan kejadian tersebut. Pihak kepolisian bersama Tim Medis Puskesmas Jepon langsung meluncur ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan luar.

"Setelah menerima laporan, petugas Polsek Jepon bersama tim medis segera meninjau lokasi. Dari hasil pemeriksaan luar oleh petugas medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban," terang AKP Midiyono.

Di lokasi kejadian, petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu utas tali plastik (tampar) berwarna oranye sepanjang 2,5 meter, serta pakaian yang dikenakan korban. Berdasarkan pemeriksaan medis, terdapat luka jeratan di leher korban yang identik dengan ciri-ciri kasus bunuh diri.

AKP Midiyono menambahkan, berdasarkan keterangan keluarga dan penyelidikan di lapangan, korban diduga nekat mengakhiri hidupnya karena kondisi kesehatan dan tekanan mental.

"Berdasarkan hasil penyelidikan dan keterangan saksi-saksi, korban diketahui memiliki riwayat penyakit hipertensi dan indikasi depresi," pungkas Kasihumas.

Setelah proses pemeriksaan selesai, pihak kepolisian menyerahkan jenazah S kepada keluarga di Kecamatan Jepon untuk proses pemakaman. Keluarga korban telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi. (Humas/Redaksi)


Share:

TNI Hadir Ditengah Rakyat, Pembangunan Jembatan Garuda di Blora Terus Dikebut


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Pembangunan Jembatan Garuda yang berlokasi di Desa Jati, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, menunjukkan progres yang signifikan. Saat ini, pembangunan telah memasuki tahap penganyaman besi sebagai rangka utama sebelum dilaksanakan pengecoran.

Di lokasi kegiatan, Babinsa Koramil 11/Jati Kodim 0721/Blora bersama masyarakat setempat tampak bahu-membahu melaksanakan pekerjaan secara gotong royong, Jumat (17/4/2026).

Babinsa Koramil 11/Jati, Koptu Pujiono, menyampaikan bahwa tahap penganyaman besi merupakan proses krusial yang menentukan kekuatan struktur jembatan. Oleh karena itu, seluruh pihak yang terlibat dituntut untuk bekerja secara cermat dan teliti sesuai dengan standar teknis yang telah ditetapkan.

“Kami akan terus hadir dan terlibat aktif dalam setiap tahapan pembangunan. Kehadiran TNI di tengah masyarakat diharapkan mampu menjadi penggerak semangat sekaligus memperkuat sinergi dalam percepatan pembangunan desa,” tegasnya.

Antusiasme masyarakat pun terlihat tinggi. Warga secara bergiliran turut ambil bagian dalam proses pembangunan, mulai dari pengangkutan material hingga perakitan besi tulangan.

Salah satu warga, Suyono (30), mengungkapkan rasa bangganya dapat berpartisipasi langsung dalam pembangunan jembatan yang telah lama dinantikan oleh masyarakat.

“Kami berharap pembangunan jembatan ini dapat segera selesai, sehingga dapat memperlancar aktivitas warga serta mendorong peningkatan perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Dengan terjalinnya kolaborasi yang solid antara TNI dan masyarakat, pembangunan Jembatan Garuda diharapkan dapat selesai tepat waktu. Kehadiran jembatan ini tidak hanya sebagai sarana penghubung antar wilayah, tetapi juga menjadi simbol kuatnya semangat gotong royong dalam membangun masa depan desa yang lebih maju dan sejahtera. (Pendim/Redaksi)
Share:

Kecelakaan Kerja Berujung Maut, Seorang Petani di Bogorejo MD Terkena Pisau Gerinda


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Peristiwa tragis menimpa S (69), seorang petani asal Desa Karang, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora Jawa Tengah. S  ditemukan meninggal dunia didalam rumah anaknya akibat mengalami luka parah setelah terkena mata pisau yang dipasang pada mesin gerinda, Selasa 14 April 2026.

Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto melalui Kasihumas Polres Blora AKP Midiyono membenarkan kejadian tersebut. Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan medis, korban diduga kuat mengalami kecelakaan kerja saat sedang mengoperasikan mesin gerinda.

"Korban terkena mata pisau buatannya sendiri sepanjang 14 cm yang dipasang pada mesin gerinda. Saat mesin dihidupkan, mata pisau tersebut menyangkut pada jaring paranet yang berada didekatnya hingga patah dan terpental mengenai kaki korban," terang AKP Midiyono.

Lebih lanjut, Kasihumas Polres Blora menjelaskan bahwa insiden ini pertama kali diketahui oleh anak korban, AZ (39), sekira pukul 11.00 WIB, saat itu, saksi mencari keberadaan ayahnya di rumah sang kakak, Marpuah, yang kebetulan sedang kosong namun sering digunakan korban untuk melakukan aktivitas pertukangan.

"Saat memasuki rumah tersebut, saksi mendapati korban sudah dalam posisi telentang bersimbah darah," jelas Kasihumas Polres Blora.

Akibat kejadian tersebut, lanjut Kasihumas Polres Blora, korban mengalami luka terbuka yang cukup dalam pada paha kaki kiri dan pergelangan kaki kanan hingga mengakibatkan patah tulang. Berdasarkan pemeriksaan tim medis dari Puskesmas Bogorejo, penyebab utama kematian korban adalah kehabisan darah akibat putusnya pembuluh darah arteri dibagian paha.

"Pihak medis menyatakan terdapat luka terbuka pada paha kiri dengan kedalaman mencapai tulang yang memicu pendarahan aktif. Korban meninggal dunia di lokasi kejadian," imbuh Kasihumas Polres Blora.

Masih kata Kasihumas Polres Blora,
di lokasi kejadian, petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa mesin gerinda, dua buah mata pisau modifikasi, jaring paranet, serta peralatan pertukangan lainnya.

"Pihak keluarga menyebutkan bahwa korban memang memiliki kebiasaan memodifikasi sendiri alat-alat pertukangan untuk kegiatannya sehari-hari," ungkap Kasihumas Polres Blora.

Kepolisian Resor Blora mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan alat pertukangan, terutama alat yang telah dimodifikasi secara mandiri karena memiliki risiko keamanan yang tinggi.

"Setelah dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh, jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman," ucap Kasihumas Polres Blora. (Humas/Redaksi)


Share:

Danrem 073/Makutarama Berikan Wawasan Kebangsaan kepada Mahasiswa PEM Akamigas Cepu


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) —  Komandan Resort Militer (Danrem) 073/Makutarama Kolonel Arm Ezra Nathanael, S.Kom., M.M., M.Han., memberikan wawasan kebangsaan kepada mahasiswa PEM Akamigas Cepu dalam rangka memperkuat semangat nasionalisme serta meningkatkan pemahaman terhadap dinamika global.

Kegiatan ini menitikberatkan pada pentingnya kesadaran bela negara di tengah perkembangan geopolitik dunia yang semakin kompleks, khususnya yang berkaitan dengan sektor energi.

Dalam keterangannya, Danrem menegaskan bahwa mahasiswa sebagai bagian dari generasi penerus bangsa harus memiliki pemahaman yang komprehensif terhadap kondisi strategis internasional. Hal ini menjadi semakin relevan bagi mahasiswa PEM Akamigas yang bidang keilmuannya bersinggungan langsung dengan sektor minyak dan gas.

“Mahasiswa harus memahami perkembangan geopolitik dan geostrategi dunia, khususnya yang berkaitan dengan energi. Seperti konflik di Timur Tengah, mereka harus mengetahui dampaknya bagi Indonesia, khususnya Jawa Tengah dan Kabupaten Blora,” ujar Danrem.

Lebih lanjut, Danrem menjelaskan bahwa pemilihan PEM Akamigas sebagai sasaran kegiatan sosialisasi dilandasi oleh relevansi keilmuan mahasiswa dengan isu strategis global. Menurutnya, berbagai konflik internasional saat ini tidak terlepas dari perebutan sumber daya energi.

“Konflik di Timur Tengah berkaitan erat dengan migas. Mahasiswa jangan sampai tidak memahami apa yang terjadi di dunia, padahal hal tersebut memiliki keterkaitan langsung dengan bidang studi mereka,” tegasnya.

Danrem juga mengingatkan bahwa tanggung jawab dalam menjaga kedaulatan negara tidak hanya berada pada TNI sebagai komponen utama pertahanan. Dalam sistem pertahanan rakyat semesta, seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, memiliki peran penting dalam upaya bela negara.

“Mereka merupakan bagian dari komponen bangsa yang harus turut berpartisipasi dalam perjuangan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” imbuhnya.

Kegiatan ini direncanakan akan dilaksanakan secara berkelanjutan. Danrem 073/Makutarama menyatakan komitmennya untuk melaksanakan kegiatan serupa di berbagai perguruan tinggi di wilayah jajarannya guna menumbuhkan kesadaran kolektif generasi muda terhadap pentingnya cinta tanah air dan kesiapan bela negara.

Hadir dalam kegiatan tersebut Dandim 0721/Blora Letkol Kav Yudi Agus Setiyanto, S.Sos., Direktur PEM Akamigas Dr. Erdila Indriani, S.Si., M.T., Plt. Kabid Padnas dan Penanganan Konflik Bakesbangpol Kabupaten Blora Siswo Gunawan, S.AP., Kasiter Rem 073/Makutarama Letkol Arm Oki Imam Dipraja, S.E., Pasi Ops Rem 073/Makutarama Mayor Kav F. Manurung, Danramil 05/Cepu Kapten Inf Lukman Hakim, S.Sos., serta Pasipers Kodim 0721/Blora Kapten Kav Lilik Suprihatin. (Pendim/Redaksi)
Share:

Pemkab Blora Pangkas Belanja Internet Seluruh OPD dan Kecamatan Sekira Rp 600 Juta


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) —  Pemerintah Kabupaten Blora telah melakukan evaluasi terhadap penggunaan internet di seluruh dinas, badan, rumah sakit  dan kecamatan, Kamis (16/4/2026) di Ruang Pertemuan Setda. 

Hasilnya, diperkirakan lebih dari setengah miliar anggaran internet akan dipangkas, yang semula anggaran internet untuk keseluruhan di angka sekitar Rp 2,5 Miliar,  akan turun menjadi sekitar Rp 1,9 Miliar.

Hal tersebut disampaikan Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman, M.Si saat memberikan keterangan resminya usai memimpin rapat tersebut. 

“Terkait dengan yang tentang internet kemarin, saya menyampaikan hari ini kita adakan rapat ya, dari Rp. 2,5 Miliar ini sebenarnya untuk semua OPD dan kecamatan yang ada. Nah, tadi saya minta untuk dilakukan efisiensi, ini ketemu di 1,9 Miliar ya,” terang Bupati

Terkait rinciannya, termasuk detail OPD yang akan dilakukan efisiensi terkait anggaran internet tersebut nantinya akan disampaikan lebih detail.

Pihaknya juga meminta agar adanya pengurangan ini tidak mengurangi pelayanan kepada masyarakat.

“Semoga tidak mengurangi pelayanan, karena memang ini kan tersebar di semua OPD dan kecamatan,” terangnya

Terkait dengan anggaran hasil efisiensi tersebut, nantinya akan dihitung kembali, termasuk nantinya akan dipergunakan untuk mendukung program prioritas dari pemerintah pusat hingga perbaikan infrastruktur di Blora. 

Dalam rapat tersebut juga dibahas terkait dengan langganan aplikasi untuk edit video (Capcut) dan desain (Canva)  yang ada di salah satu dinas, pada kesempatan tersebut disampaikan agar langgannanya dihentikan dan tidak dianggarkan lagi kedepannya.

Terapkan Standarisasi

Kepala Dinkominfo Blora Pratikto Nugroho, mengungkapkan bahwa dalam rangka efisiensi anggaran penggunaan jaringan internet ini akan dilakukan batasan standarisasi.

“Pak Bupati dan Pak Sekda sudah mengambil satu kebijakan dalam rangka efisiensi penggunaan jaringan internet ini, sehingga tadi diputuskan untuk kecamatan dan OPD ada batasan standarisasi penggunaan,” terangnya

Lanjut Pratikto, jadi untuk OPD batasan penggunaannya itu hanya sekitar 100 Mbps, kemudian untuk kecamatan itu 50 Mbps.  Kemudian juga untuk Korwil, Puskesmas dan lainnya, apalagi yang memang langsung di pelayanan masyarakat, sehingga tetap harus dicukupi. 

Selanjutnya, beberapa OPD yang menggunakan/memiliki server yang harus juga diamankan karena penggunaan data-data penting dari kementerian dan sebagainya masih bisa kita laksanakan.

Pratikto menegaskan bahwa kebijakan ini akan segera diimplementasikan dan nantinya akan dievaluasi. 

“Dan ketika nanti ternyata ini memberikan dampak terhadap pelayanan masyarakat, tentu kita akan lakukan evaluasi kembali. Karena pada prinsipnya kita kan upaya kita untuk pelayanan masyarakat,” tambahnya

Terkait dengan fasilitas wifi di sejumlah area publik, selain dukungan dari Dinas Kominfo, kedepan juga direncanakan akan melibatkan CSR dengan beberapa pihak untuk penyediaan jaringan internet di area publik. Termasuk juga mempermudah akses login wifi bagi masyarakat yang berada di area publik. (Humas/Redaksi)
Share:

Jembatan Garuda Dibangun, Akses Pendidikan dan Ekonomi Warga Jati Jadi Mudah


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Warga Desa Jati, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, bersama bergotong royong membangun Jembatan Garuda di Sungai Klanding, Dukuh Jati, Kamis (16/4/2026).
Pembangunan jembatan tersebut melibatkan masyarakat setempat bersama Anggota Kodim 0721/Blora di lapangan guna mempercepat penyelesaian infrastruktur yang telah lama dibutuhkan warga.
Komandan Koramil (Danramil) 11/Jati, Kapten Inf Puryanto, mengatakan progres pembangunan terus berjalan dan ditargetkan rampung sesuai jadwal.
“Pembangunan kami percepat tanpa mengabaikan kualitas agar jembatan kokoh dan aman digunakan dalam jangka panjang,” ujarnya.
Jembatan Garuda dibangun untuk membuka akses wilayah yang sebelumnya terhambat aliran Sungai Klanding, sekaligus memperlancar mobilitas warga, termasuk aktivitas pendidikan dan distribusi hasil pertanian.
Kapten Inf Puryanto menambahkan, pembangunan tersebut merupakan bagian dari program pemerintah yang digagas oleh Prabowo Subianto untuk meningkatkan konektivitas dan pemerataan pembangunan di wilayah pedesaan.
Salah satu warga Dukuh Jati, Marno (52), menyatakan pembangunan jembatan akan sangat membantu aktivitas sehari-hari masyarakat.
“Anak-anak lebih mudah ke sekolah, dan kami juga lebih lancar mengangkut pupuk maupun hasil panen,” kata Marno.
Pembangunan Jembatan Garuda diharapkan dapat segera rampung sehingga akses masyarakat Desa Jati semakin terbuka dan aktivitas ekonomi berjalan lebih lancar. (Pendim/Redaksi)
Share:

Atasi Soal Banjir di Cepu Setiap Tahun, Wabup Blora Minta Dibangun Embung


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Wakil Bupati Blora meminta pembangunan embung di wilayah Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora Jawa Tengah sebagai solusi jangka panjang untuk menuntaskan persoalan banjir yang kerap terjadi setiap tahun.

Permintaan tersebut disampaikan saat Wakil Bupati Blora bersama Forkopimda
Blora, BPBD, Dinas PUPR, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), serta Forkopimcam Cepu meninjau langsung sejumlah lokasi terdampak banjir di wilayah Kecamatan Cepu, Selasa 14 April 2026.

Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini  menemukan adanya pendangkalan sungai di wilayah Balun yang dinilai menjadi salah satu penyebab utama banjir. Untuk penanganan darurat, Pemkab Blora mengerahkan enam alat berat untuk melakukan pengerukan sungai dibeberapa titik yang mengalami sedimentasi parah.

“Satu tahun lalu di tempat yang sama saya gotong royong bersama masyarakat pasca banjir, dan permasalahannya masih sama, yakni tumpukan sampah dan pendangkalan sungai. Sekarang terjadi banjir lagi, artinya ini sudah menjadi musibah tahunan,” ujar Wakil Bupati Blora.

Lebih lanjut, Wakil Bupati Blora mengatakan bahwa curah hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari terakhir, khususnya di wilayah Kecamatan Cepu, turut memperparah kondisi banjir yang terjadi.

“Maka dari itu saya minta kepada Kementerian PU melalui Dinas PUPR untuk dibuatkan embung sebagai solusi mengatasi banjir di Cepu,” tegas Wakil Bupati Blora.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas PUPR Kabupaten Blora, Nidzamudin Al Hudda  menjelaskan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti arahan Wakil Bupati Blora dengan melakukan koordinasi bersama pemerintah kecamatan dan pihak terkait.

“Diusulkan pembangunan embung seluas 2,7 hektare yang akan memanfaatkan tanah bengkok di Kelurahan Ngelo,” kata Plt. Kepala Dinas PUPR Blora.

Plt. Kepala Dinas PUPR Blora  mengatakan bahwa Dinas PUPR Kabupaten Blora akan segera mengusulkan pembangunan embung Cepu tersebut ke Kementerian Pekerjaan Umum untuk memperoleh dukungan anggaran.

"Dengan adanya embung tersebut, diharapkan dapat mengurangi risiko dan dampak banjir di wilayah Cepu, selain itu, keberadaan embung juga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sektor pertanian masyarakat setempat," ujar Plt. Kepala Dinas PUPR Blora. (Humas/Redaksi)


Share:

Pembangunan KDKMP Desa Cungkup Berjalan Lancar, Babinsa Lakukan Pengawasan


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — 
Babinsa Koramil 13/Kunduran, Serda Prayogo Ari Wibowo, melakukan pemantauan lanjutan terhadap pembangunan KDKMP di Desa Cungkup, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, Rabu (15/4/2026). 

Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial guna memastikan proses pembangunan berjalan sesuai rencana dan tetap aman.

Pemantauan difokuskan pada tahap pemasangan dinding hebel bangunan KDKMP. Kehadiran Babinsa di lokasi bertujuan untuk memastikan kualitas pekerjaan konstruksi tetap terjaga sekaligus mendukung kelancaran setiap tahapan pembangunan.

Dalam kegiatan tersebut, Serda Prayogo juga berkoordinasi langsung dengan para pekerja di lapangan. Ia memantau teknik pemasangan hebel agar sesuai dengan standar konstruksi yang berlaku.

Berdasarkan hasil pemantauan, seluruh proses pembangunan berlangsung aman, tertib, dan lancar tanpa kendala berarti.

Selain sebagai bentuk pengawasan teknis, kehadiran Babinsa juga menjadi wujud dukungan terhadap pembangunan infrastruktur desa. Keterlibatan aparat kewilayahan dinilai mampu memberikan rasa aman bagi para pekerja serta membantu menjaga efektivitas pelaksanaan proyek.

Dengan pemantauan yang dilakukan secara konsisten, kualitas pembangunan KDKMP Desa Cungkup diharapkan tetap terjaga dan dapat diselesaikan tepat waktu. Kegiatan ini sekaligus mencerminkan sinergi antara Babinsa, pekerja konstruksi, dan pemerintah desa dalam mendukung percepatan pembangunan sarana dan prasarana di Kabupaten Blora. (Pendim/Redaksi)
Share:

Hot News

Danrem Kolonel Arm Ezra Nathanael Tinjau hutan Kedungwaru Blora Lokasi Pembangunan Yonif TP

𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) —  Komandan Korem 073/Makutarama, Kolonel Arm Ezra Nathanael meninjau langsung kawasan hutan Des...

Piblic Service

Piblic Service
Instagram

Blog Archive

Social Media

Technology

Next More »

Labels

Community

Next More »