Salat Idul Adha 2026 di Baitunur, Bupati Blora Ketuk Pintu Langit Doakan Jemaah Haji
Komunitas Difabel Blora Sembelis 1 Ekor Sapi Kurban dari Pemkab
𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.ID) — Pada momen Iduladha 1447 H / 2026 M, Kelompok difabel Blora yang tergabung dalam Difabel Blora Mustika (DBM) menerima satu ekor sapi kurban, dari Bupati Blora, Arief Rohman dan Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini bersama dengan Paguyuban Kepala OPD Pemkab Blora, yang diserahkan pada Rabu 27 Mei 2026, di Halaman Sekretariat DBM Blora.
Perwakilan Paguyuban Kepala OPD Pemkab Blora, Kepala Dinas Kearsipan Daerah Kabupaten Blora, Mohamad Toha Mustofa berharap hewan kurban yang diberikan dapat membawa manfaat dan keberkahan bagi para penerima, Difabel Blora Mustika.
"Mudah- mudahan apa yang kita berikan dengan berkurban yang pertama semoga diterima oleh Allah SWT, yang kedua bisa bermanfaat untuk bapak ibu penerima semuanya" ungkap Kepala Dinas Kearsipan Daerah Blora.
Kepala Dinas Kearsipan Daerah Kabupaten Blora meminta didoakan, agar seluruh pihak yang berkurban diberikan kemudahan dan kelancaran dalam menjalankan amanah dan tugasnya.
"Kepada yang berkurban semoga senantiasa dimudahkan segala urusannya, diberikan kelancaran dalam mengemban amanahnya" harap Kepala Dinas Kearsipan Daerah Blora.
Pada kesempatan itu, salah satu perwakilan dari Difabel Blora Mustika, Siti Muntarin mengaku senang dan bersyukur atas perhatian yang diberikan oleh Bupati Blora, Wakil Bupati Blora, serta jajaran OPD kepada kelompok difabel DBM di Blora.
"Kami sangat berterima kasih karena dari Bapak Bupati, Ibu Wakil Bupati dan Kepala OPD sudah perhatian kepada teman-teman semua dengan berkurban disini," ucap Siti Muntarin.
Menurut Siti Muntarin, pelaksanaan penyembelihan hewan kurban di lingkungan komunitas difabel menjadi momen yang membahagiakan sekaligus menambah semangat kebersamaan mereka.
"Jadi momen penyembelihan kurban disini tentu kami sangat senang sekali dan teman-teman juga bersemangat," kata Siti Muntarin.
Perwakilan dari Difabel Blora Mustika,
ikut mendoakan agar seluruh pihak yang berkurban diberikan kesehatan dan kelancaran rezeki.
"Semoga bapak ibu semua diberikan kesehatan dilancarkan rezekinya" harap Siti Muntarin.
Penyerahan hewan kurban tersebut, dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Blora, Asisten Administrasi Umum, sejumlah Kepala OPD seperti Kepala DPMPTSP, Kepala Dinas Kearsipan Daerah, Kasatpol PP Damkar, Direktur RSUD Cepu, Kepala Bagian Umum Setda Blora. (Humas/Redaksi)
TNI dan Warga Pasang Besi Pembatas di Jembatan Aramco Untuk Tingkatkan Keselamatan
𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Dalam upaya meningkatkan keselamatan pengguna jalan, personel TNI bersama warga melaksanakan pemasangan besi pembatas di Jembatan Aramco yang berada di Desa Sambongwangan, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, Sabtu (30/5/2026).
Danramil 09/Randublatung, Kapten Kav Teguh Linarto, mengatakan pemasangan besi pembatas tersebut dilakukan untuk meningkatkan keamanan masyarakat yang melintasi jembatan.
“Pemasangan ini bertujuan memperkuat infrastruktur agar lebih aman dan nyaman digunakan masyarakat, baik pengendara roda dua maupun roda empat,” ujarnya.
Menurutnya, Jembatan Aramco merupakan infrastruktur yang memiliki daya tahan kuat. Dengan pemasangan besi pembatas, diharapkan tingkat keamanan pengguna jalan semakin meningkat.
“Saat ini progres pengerjaan terus kami kebut. Dalam waktu dekat jembatan ini sudah dapat difungsikan dan dimanfaatkan masyarakat untuk menunjang berbagai aktivitas,” pungkasnya.
Dengan adanya pemasangan besi pembatas tersebut, diharapkan keselamatan dan kenyamanan masyarakat saat melintasi Jembatan Aramco dapat semakin terjamin. (Pendim/Redaksi)
Pulang Kampung, Rektor UIN Pekalongan Siap 'Sulap' Tanah Kelahirannya Jadi Lebih Edukatif
𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Pemerintah Kabupaten Blora bersama Universitas Islam Negeri (UIN) K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menandatangani Nota Kesepakatan dan Rencana Kerja tentang Sinergi Penyelenggaraan Tridarma Perguruan Tinggi, Selasa (26/5/2026). Kerja sama tersebut menjadi langkah konkret dalam memperkuat kolaborasi pembangunan daerah melalui sektor pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, S.IP., M.Si menegaskan bahwa percepatan pembangunan daerah tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri. Menurutnya, dibutuhkan pola kolaborasi pentahelix yang melibatkan berbagai elemen, termasuk perguruan tinggi sebagai pilar penting pembangunan.
“Kita ingin terus berkomitmen bagaimana percepatan pembangunan di beberapa sektor ini akan kita lakukan. Tapi kami menyadari betul bahwa membangun daerah tidak bisa dilakukan sendiri. Pola kerja sama dan kolaborasi pentahelix dengan berbagai pilar, termasuk perguruan tinggi, adalah hal yang penting,” ujar Bupati.
Ia menyampaikan, hingga saat ini Pemerintah Kabupaten Blora telah menjalin kerja sama dengan 53 perguruan tinggi negeri maupun swasta sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan berbasis kolaborasi.
Bupati juga mengapresiasi komitmen UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan yang kembali memperpanjang kerja sama dengan Pemkab Blora. Menurutnya, sinergi tersebut harus diwujudkan dalam program nyata yang terukur dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Hari ini kita perpanjang lagi MoU yang sudah kita lakukan. Berbagai aspek yang saya harap nanti bisa kita tuangkan dan implementasikan. Peningkatan SDM ini menurut saya menjadi kunci utama,” katanya.
Dalam ruang lingkup kerja sama tersebut, terdapat sejumlah fokus utama yang akan segera diimplementasikan, di antaranya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), penelitian dan pengembangan inovasi daerah, pengabdian kepada masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN), hingga penguatan kewirausahaan dan wadah kemahasiswaan.
Bupati juga meminta seluruh perangkat daerah terkait agar segera melakukan koordinasi intensif dengan pihak UIN Pekalongan guna menyusun program kerja yang matang hingga tahun 2030.
“Saya instruksikan jangan biarkan dokumen ini tidur. Segera lakukan koordinasi, susun program kerja secara matang, lakukan monitoring dan evaluasi minimal satu tahun sekali agar target yang kita canangkan bisa tercapai optimal,” tegasnya.
Sementara itu, Rektor UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Zaenal Mustakim menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Blora atas keberlanjutan kerja sama yang telah terjalin sejak tahun 2021.
Ia mengungkapkan, salah satu program awal yang telah dijalankan bersama adalah program “1 Desa 2 Sarjana”. Ke depan, pihaknya berharap kerja sama dapat semakin diperluas melalui berbagai Perjanjian Kerja Bersama (PKB) di berbagai bidang.
“Banyak sekali yang bisa kita kerjasamakan dan mudah-mudahan ke depan kita bisa terus menjalin sinergi ini dengan baik untuk kedua lembaga ini, Pemda Blora dan UIN Gus Dur bisa bersama-sama membangun masyarakat yang lebih baik dan lebih edukatif,” ujarnya.
Sebagai putra asli Blora, Prof. Zaenal mengaku memiliki panggilan moral untuk turut berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat Blora.
“Blora yang dulu dikenal tertinggal, sekarang saya bangga menjadi orang Blora karena selama enam hingga tujuh tahun kepemimpinan Pak Bupati Arief Rohman mampu mengubah wajah Blora semakin baik dan maju,” pungkasnya. (Humas/Redaksi)
Warga Blora Ketiban Berkah, Dapat Sapi Kurban Jumbo Berat 1,1 Ton dari Presiden Prabowo Subianto
TNI dan warga Mulai Pengecoran Lantai Jembatan Aramco di Karanganyar Todanan
𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Pembangunan Jembatan Aramco yang berlokasi di dukuh Kemuning, Desa Karanganyar, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora terus menunjukkan progres yang signifikan. Memasuki tahap lanjutan, proyek strategis tersebut kini telah sampai pada proses pengecoran lantai jembatan, yang merupakan salah satu tahapan krusial dalam keseluruhan konstruksi, Jumat (29/6/2026).
Kegiatan pengecoran lantai ini dilaksanakan secara gotong royong oleh personel TNI bersama masyarakat setempat. Kebersamaan dan kekompakan antara aparat teritorial dengan warga menjadi faktor utama dalam mempercepat proses pembangunan jembatan yang telah lama dinantikan oleh masyarakat Desa Karanganyar dan sekitarnya.
PS. Danramil 14/Todanan Letda Inf Taslan saat terjun langsung dilapangan menjelaskan bahwa tahap pengecoran lantai jembatan memerlukan ketelitian dan perencanaan yang matang. Hal ini penting untuk memastikan kekuatan serta daya tahan struktur jembatan agar mampu menopang beban kendaraan yang akan melintas nantinya.
“Pengecoran lantai jembatan merupakan tahap yang sangat penting dan harus dilakukan sesuai dengan standar konstruksi. Ketelitian dalam proses ini menjadi kunci utama agar jembatan yang dibangun memiliki kekuatan maksimal serta aman digunakan dalam jangka panjang,” ujarnya.
Lebih lanjut disampaikan, sebelum memasuki tahap pengecoran, berbagai pekerjaan pendukung telah berhasil diselesaikan dengan baik oleh tim di lapangan. Tahapan tersebut meliputi pembangunan pondasi, pemasangan rangka baja, serta pembuatan dan pemasangan bekisting yang menjadi dasar utama dalam proses pengecoran lantai jembatan.
“Seluruh tahapan awal telah dilaksanakan dengan optimal sebagai fondasi utama pembangunan. Ini dilakukan agar struktur jembatan benar-benar kokoh, stabil, dan memiliki usia pakai yang panjang,” tambahnya.
Pelaksanaan pembangunan hingga saat ini berjalan lancar tanpa hambatan yang berarti. Kondisi cuaca yang relatif bersahabat turut memberikan kontribusi positif terhadap kelancaran pengerjaan di lapangan, sehingga target waktu penyelesaian dapat terus dikejar sesuai rencana.
“Kami bersyukur seluruh proses berjalan dengan baik dan didukung oleh cuaca yang mendukung. Hal ini sangat membantu dalam percepatan pembangunan jembatan,” jelasnya.
Dengan dimulainya tahap pengecoran lantai ini, diharapkan pembangunan Jembatan Aramco di Desa Karanganyar dapat segera rampung dalam waktu yang tidak terlalu lama. Kehadiran jembatan tersebut nantinya diyakini akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan akses transportasi antar wilayah serta mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah pedesaan.
Selain itu, jembatan ini juga diharapkan mampu mempermudah mobilitas warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, baik dalam bidang pendidikan, sosial, maupun pelayanan kesehatan.
“Harapan kami, jembatan ini segera selesai dan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat. Dengan akses yang lebih baik, tentunya akan berdampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan warga,” pungkasnya.
Pembangunan Jembatan Aramco ini menjadi salah satu bukti nyata kepedulian TNI dalam mendukung pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan. Lebih dari itu, kegiatan ini juga mencerminkan kuatnya kemanunggalan TNI dengan rakyat yang terus terjaga melalui semangat gotong royong dan kebersamaan di lapangan. (Pendim/Redaksi)
PBB-P2 2026, Baru 37 Desa Lunas Pajak dari 295 Desa, Pemkab Blora Harus Kerja Keras
𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Pemerintah Kabupaten Blora, melalui Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD), harus kerja lebih keras lagi dalam mengupayakan realisasi pajak bumi dan bangunan perdesaaan perkotaan (PBB-P2) tahun 2026.
Pasalnya hingga triwulan pertama tahun 2026, ternyata baru ada 37 Desa dari 295 Desa/Kelurahan se Kabupaten Blora yang dapat melunasi PBB-P2. Ke 37 Desa itu tersebar di 15 Kecamatan, kecuali Kecamatan Blora Kota belum ada Desa/Kelurahan yang lunas 100 persen.
Hal ini terungkap dalam acara Penyerahan Penghargaan Desa Lunas PBB-P2 Tercepat Triwulan I Tahun 2026 dan Evaluasi Realisasi PBB-P2 Tahun 2026, yang diselenggarakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati, pada Selasa siang (26/5/2026).
Kepala BPPKAD Blora, Pitoyo Trusingtyas Sarodjo, mengungkapkan 37 Desa yang telah lunas PBB-P2 diantaranya. Kecamatan Jati ada Desa Bangkleyan, Desa Jegong, dan Desa Tobo. Kemudian Kecamatan Randublatung baru Desa Plosorejo saja.
Lantas Kecamatan Kradenan ada Desa Nginggil, Desa Mojorembun, dan Desa Ngrawoh. Disusul Kecamatan Kedungtuban baru Desa Kemantren saja. Kemudian Kecamatan Cepu baru ada 2 desa yakni Gadon dan Getas. Kecamatan Sambong ada 3 Desa, masing-masing Temengeng, Gadu dan Brabowan.
Sementara itu, Kecamatan Jiken ada Desa Nglobo, Desa Cabak, Desa Janjang, dan Desa Ketringan. Disusul Kecamatan Jepon baru ada 1 Desa yang lunas yakni Desa Palon. Lantas Kecamatan Tunjungan ada 3 Desa yang lunas yakni Desa Kedungringin, Desa Adirejo, dan Desa Keser.
Untuk Kecamatan Banjarejo juga baru 1 Desa yakni Desa Plosorejo. Kemudian Kecamatan Ngawen ada Desa Plumbon, DesaBergolo, Desa Wantilgung, dan Desa Bogowanti. Sedangkan Kecamatan Kunduran ada 3 Desa, yakni Botoreco, Ngilen dan Muraharjo. Selanjutmya Kecamatan Todanan ada Desa Kacangan, dan Desa Candi.
Kemudian Kecamatan Japah baru Desa Bogorejo, dan Desa Wotbakah. Disusul Kecamatan Bogorejo ada 4 Desa yakni Desa Karanganyar, Desa Nglengkir, Desa Gembol, dan Desa Prantaan.
“Terimakasih kepada 37 Desa yang telah melunasi PBB-P2 pada triwulan pertama 2026. Sebagai bentuk apresiasi, dalam kesempatan ini kami serahkan bantuan keuangan sebesar 13 persen dari jumlah tanggungan PBB-P2 yang telah lunas untuk masing-masing desa,” ucap Pitoyo.
Penyerahan penghargaan berupa bankeu kepada desa lunas PBB-P2 dilakukan oleh Bupati Blora, Arief Rohman, yang diwakili Sekda Komang Gede Irawadi, didampingi Kepala BPPKAD dan masinh-masing Camat yang hadir.
Ada beberapa Desa yang menerima bankeu Pelunasan PBB-P2 hingga puluhan juta. Diantaranya Desa Bangkleyan Kecamatan Jati menerima bankeu Rp 23,1 juta dari total pembayaran PBB-P2 Rp 161,4 juta. Desa Botoreco Kecamatan Kunduran menerima Rp 34,3 juta dari total pembayaran PBB-P2 Rp 240 juta, kemudian Desa Nglengkir Kecamatan Bogorejo menerima bankeu Rp 24,5 juta dari total pembayaran PBB-P2 Rp 173,4 juta.
“Kepada Desa dan Kelurahan yang belum lunas 100 persen, kami minta bantuannya para Camat untuk melaksanakan percepatan dengan koordinasi dengan seluruh Kepala Desa dan Lurah di wilayahnya masing-masing. Bahkan masih ada beberapa desa yang pembayarannya belum ada 10 persen,” ucap Pitoyo.
“Dari total tagihan PBB-P2 Kabupaten Blora sebanyak Rp 27,6 miliar, realisasinya baru Rp 5,8 miliar. Atau baru 21,4 persen yang dibayarkan oleh wajib pajak. Masih ada kekurangan Rp 21,8 miliar,” lanjutnya.
Sementara itu, Bupati Blora, Arief Rohman, melalui Sekda Komang Gede Irawadi, menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh pemerintah desa, perangkat desa, petugas pemungut pajak, serta masyarakat yang telah menunjukkan kepatuhan dan kesadaran tinggi dalam memenuhi kewajiban pembayaran PBB-P2 tepat waktu.
“Terimakasih kepada seluruh pihak yang telah menunjukkan kepatuhan pembayaran pajak. Baik petugas, utamanya masyarakat para wajib pajak, kami ucapkan terimakasih. Keberhasilan desa-desa dalam mendukung pelunasan PBB-P2 pada Triwulan I Tahun 2026 merupakan bukti nyata adanya sinergi yang baik antara pemerintah desa dan masyarakat. Di tengah situasi fiskal yang sulit, komitmen perangkat desa menjaga kepatuhan pajak warganya adalah kunci penyelamat anggaran daerah,” ujarnya.
Untuk diketahui, total dana transfer pusat ke APBD Blora 2026 turun sekitar Rp362,29 miliar. Di lain pihak, anggaran Dana Desa (DD) yang bersumber dari APBN untuk 271 desa di Kabupaten Blora pada 2026 mengalami juga mengalami pemotongan drastis sebesar 65%. Pagu totalnya turun menjadi Rp87,4 miliar dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp256,6 miliar.
“Dengan berkurangnya struktur pendapatan desa (baik dari Dana Desa pusat maupun porsi Alokasi Dana Desa dari kabupaten), banyak rencana infrastruktur fisik tingkat desa, pelayanan kesehatan, atau pemberdayaan harus ditata ulang. Desa tidak bisa lagi 100% bergantung pada dana transfer pusat. Situasi ini membuat pemerintah desa harus memutar otak untuk mengoptimalkan potensi pendapatan lain, salah satunya melalui Bagi Hasil Pajak dan Retribusi Daerah,seperti PBB-P2 ini,” terangnya.
“Penghargaan berupa transfer keuangan daerah ke APBDes yang diberikan oleh Pemkab hari ini seharusnya menjadi angin segar dan stimulus yang sangat berharga bagi 37 desa penerima untuk menutupi celah anggaran pembangunan. Perlu kita pahami bersama kembali bahwa pajak daerah, termasuk PBB-P2, merupakan salah satu sumber pendapatan yang penting bagi daerah. Dari pajak yang dibayarkan masyarakat inilah pembangunan dapat terus berjalan, mulai dari pembangunan infrastruktur jalan, pelayanan kesehatan, pendidikan, pertanian, hingga program pemberdayaan masyarakat desa,” jelasnya.
Sekda Komang juga mendorong agar BPPKAD bisa membuat inovasi atau terobosan untuk mempermudah masyarakat dalam pelaksanakan pembayaran PBB-P2 dengan digitalisasi.
“Kedepan, pembayaran pakai digitalisasi perlu dikembangkan. Sekarang yang masih door to door menggunakan SPPT, harus kedepan diganti dengan digitalisasi. Bisa kerjasama dengan KDMP untuk pembayaran melalui digitalisasi. Kemudian pembayaran pajak PBB P2 ini semoga tidak melalui jalur yang begitu panjang, diharapkan bisa pakai QRIS,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Desa Brabowan, Indarsih, mengaku senang dan bersyukur atas pelunasan PBB-P2 yang dapat terpenuhi di desanya pada triwulan pertama 2026.
“Sebisa mungkin dan secepat mungkin PBB-P2 di desa kami, kami lunasi. Toh nantinya juga akan kembali ke desa untuk pembangunan. Alhamdulillah hari ini langsung mendapatkan bankeu sebagai bentuk apresiasi pelunasan PBB-P2. Terimakasih Pak Bupati dan jajaran BPPKAD,” ungkapnya. (Humas/Redaksi)
Kodim 0721/Blora dan Warga Lanjutkan Pengecoran Jembatan Aramco
Pembangunan Kampus UNY Diatas Lahan 8,7 Hektar Milik Pemkab Blora, Tahun 2027 Terima Mahasiswa Baru
𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Pemerintah Kabupaten Blora terus mendorong percepatan pendirian kampus Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di Kabupaten Blora, upaya tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin oleh Wakil Bupati Blora, di ruang rapat Wakil Bupati Blora, Senin 25 Mei 2026.
Rapat koordinasi membahas penyelesaian sejumlah dokumen perizinan dan administrasi sebagai syarat pendirian kampus, termasuk Berita Acara Serah Terima (BAST) hibah tanah dari Pemkab Blora kepada pihak UNY.
Hadir Prof Dr Ir Slamet Widodo ST MT IPm ASEAN Eng, Direktur Direktorat Prasarana Sarana Aset UNY beserta jajaran, OPD terkait di lingkungan Pemkab Blora, yakni DPMPTSP, Rumkimhub, BPPKAD, PUPR, Dinas Lingkungan Hidup, Bagian Hukum, dan Bagian Pemerintahan Setda Blora.
Disampaikan, Kampus UNY Blora berdiri diatas lahan seluas 8,7 hektar milik Pemkab Blora, yang berada di depan Pasar Rakyat Sido Makmur Blora,
tahap awal, pembangunan akan difokuskan pada gedung empat lantai dan direncanakan dimulai pada 2026. Untuk penerimaan mahasiswa baru akan dimulai pada tahun 2027.
Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini meminta seluruh pihak terkait mempercepat penyelesaian dokumen yang masih dalam proses, agar target pendirian kampus dapat segera terealisasi.
“Tolong ada percepatan. Berkas apa yang bisa dikerjakan saat ini segera diselesaikan,” ujar Wakil Bupati Blora.
Beberapa dokumen yang menjadi fokus, lanjut Wakil Bupati Blora, percepatan meliputi penyusunan BAST, Nomor Induk Berusaha (NIB) dan KBLI, analisis dampak lalu lintas (amdalalin), rekomendasi Lahan Sawah Dilindungi (LSD), hingga persetujuan lingkungan.
"Untuk mempercepat proses, Pemkab Blora dan pihak UNY membagi tugas pengurusan administrasi. Pengurusan BAST dan sertifikat akan ditangani pihak UNY, sedangkan draft BAST serta pelimpahan aset disiapkan oleh Pemkab Blora," jelas Wakil Bupati Blora.
Wakil Bupati Blora berharap proses pengurusan dokumen dasar, mulai dipercepat pada awal Juni 2026, sehingga tahapan pembangunan dan operasional kampus dapat segera berjalan.
"Awal Juni 2026, dokumen dasar segera diproses, apa yang bisa dikerjakan saat ini segera diselesaikan,” ucap Wakil Bupati Blora.
Pada kesempatan itu, Direktur Direktorat Prasarana Sarana Aset UNY,
perwakilan rektorat UNY menyampaikan bahwa kampus UNY di Blora direncanakan membuka lima program studi. Setiap program studi diperkirakan menerima sekitar 60 mahasiswa setiap angkatan.
"Nanti, jumlah mahasiswa baru diproyeksikan mencapai sekitar 300 orang setiap tahun. Dalam lima tahun, jumlah mahasiswa diperkirakan mencapai 1.500 orang," ungkap Direktur Direktorat Prasarana Sarana Aset UNY. (Humas/Redaksi)
Hot News
Salat Idul Adha 2026 di Baitunur, Bupati Blora Ketuk Pintu Langit Doakan Jemaah Haji
𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 ( SEPUTARBLORA.ID ) — Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman mengajak jamaah Salat Idul Adha 1447 Hijriah di Masjid Agung ...





