Dandim Kav Yudhi Agus Setiyanto Hadiri Groundbreaking Jembatan Garuda di Klopoduwur Blora


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Dandim 0721/Blora, Letkol Kav Yudhi Agus Setiyanto, menghadiri peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan 'Jembatan Garuda' di Dukuh Wotrangkul, Desa Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, Selasa 31 Maret 2026, pembangunan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan konektivitas dan membuka akses wilayah pedesaan.

Kegiatan diawali dengan video conference yang terhubung dengan Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Achiruddin, yang memimpin langsung groundbreaking pembangunan Jembatan Garuda terpusat dari Dukuh Bolo Wetan, Desa Bolo, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Di wilayah teritorial Kodim 0721/Blora, pembangunan Jembatan Garuda dilaksanakan di empat titik, yakni Dukuh Jati (Desa Jati, Kecamatan Jati), Desa Nglebur (Kecamatan Jiken), Dukuh Gabeng (Desa Pengkolrejo, Kecamatan Japah), serta Dukuh Wotrangkul (Desa Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo) sebagai lokasi utama kegiatan.

Peletakan batu pertama oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Blora menandai dimulainya pembangunan yang diharapkan mampu mengurangi keterisolasian wilayah dan memperlancar mobilitas masyarakat.

Dandim 0721/Blora, Letkol Kav Yudhi Agus Setiyanto mengatakan, jembatan tersebut akan memberikan manfaat bagi sekitar 175 kepala keluarga atau kurang lebih 500 jiwa di Dukuh Wotrangkul.

“Jembatan ini diharapkan dapat mendukung akses anak-anak menuju sekolah serta memperlancar aktivitas perekonomian masyarakat desa,” ujar Letkol Kav Yudhi Agus Setiyanto.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas realisasi pembangunan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto. Semoga jembatan ini dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” kata Dandim 0721/Blora.

Selain groundbreaking, kegiatan juga diisi dengan bakti sosial berupa pembagian bantuan sembako kepada warga sekitar lokasi proyek yang diserahkan langsung oleh Dandim 0721/Blora bersama tamu undangan.

"Pembangunan Jembatan Garuda diharapkan menjadi solusi atas keterbatasan akses yang selama ini dihadapi masyarakat, sekaligus menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah pedesaan," tandas Letkol Kav Yudhi Agus Setiyanto.

Sementara itu, Bupati Blora, Arief Rohman diwakili Asisten II Setda Blora, Dasiran, menyampaikan apresiasi atas dimulainya pembangunan Jembatan Garuda di wilayah tersebut.

“Pembangunan ini diharapkan dapat meningkatkan akses pendidikan, layanan kesehatan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Kami juga berterima kasih kepada pemerintah desa dan warga yang telah mendukung penuh pembangunan ini,” jelas Asisten II Setda Blora.

Pada kesempatan itu, Kepala Desa Klopoduwur, Hery Sugiharto menyampaikan bahwa masyarakat menyambut baik pembangunan jembatan tersebut.

“Warga sangat antusias karena jembatan ini akan mempermudah aktivitas sehari-hari, terutama untuk anak sekolah dan kegiatan pertanian,” kata Kades Klopoduwur.  (Pendim/Redaksi)

Share:

Warga Sambongrejo Blokir Jalan dan Tanam Pohon Pisang, Protes Kerusakan Jalan Desa Akibat Proyek IJD Senilai Rp 27,9 Miliar

𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Puluhan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sambongrejo Bersatu melakukan aksi damai dengan menutup akses jalan menuju Dukuh Gunungrowo, Desa Sambongrejo, Kecamatan Tunjungan, Selasa 31 Maret 2026.

Aksi ini dipicu oleh kekecewaan warga atas rusaknya jalan desa akibat aktivitas kendaraan berat milik PT Mitra Wardhana yang tengah mengerjakan proyek Inpres Jalan Daerah (IJD) ruas Japah-Tunjungan.

Pantauan di lokasi, warga sempat menanam pohon pisang dan memasang portal bambu di tengah jalan sebagai bentuk protes. Warga menuding aktivitas truk molen pada proyek senilai Rp 27,9 miliar yang bersumber dari APBN tahun 2025 tersebut telah merusak infrastruktur jalan desa mereka tanpa ada upaya perbaikan dari pihak kontraktor.

Koordinator aksi, Keluk Peristawahan, menegaskan bahwa warga pada dasarnya mendukung pembangunan infrastruktur pemerintah. Namun, pihaknya menagih janji PT Mitra Wardhana yang hingga kini belum merealisasikan perbaikan jalan di Dukuh Gunungrowo yang terdampak.

"Kami mendukung penuh pembangunan jalan, namun kami menagih janji PT Mitra Wardhana untuk memperbaiki kerusakan jalan desa kami akibat aktivitas kendaraan berat mereka," ujar Keluk di sela-sela aksi.

Aksi tersebut mendapat pengawalan ketat dari jajaran Polres Blora yang dipimpin langsung oleh Kasat Intelkam Polres Blora, Iptu Agus Wibowo. Tak lama berselang, Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Blora, Nidzamudin Al Hudda, tiba di lokasi untuk melakukan dialog langsung dengan warga.

Dalam mediasi tersebut, dicapai kesepakatan bahwa kerusakan jalan desa tersebut akan segera dikoordinasikan dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Inpres Jalan Daerah untuk langkah perbaikan prosedural. Sebagai langkah darurat, pemerintah menjanjikan perbaikan sementara menggunakan batu gosok.

Plt. Kepala DPUPR Blora, Nidzamudin Al Hudda, menyatakan komitmennya untuk menjembatani aspirasi masyarakat agar pihak terkait segera bertanggung jawab.

"Kerusakan yang diakibatkan aktivitas kendaraan berat PT Mitra Wardhana ini akan kami koordinasikan dengan PPK Inpres Jalan Daerah untuk segera dilakukan perbaikan. Untuk langkah awal, akan dilaksanakan perbaikan sementara dengan penggrosokan batu," jelas Nidzamudin.

Mendengar penjelasan tersebut, warga akhirnya bersedia membuka kembali portal jalan dan membongkar tanaman pohon pisang. Warga memberikan tenggat waktu satu minggu bagi pemerintah daerah untuk merealisasikan janji penggrosokan tersebut.

Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto melalui Kasihumas AKP Midiyono mengonfirmasi bahwa situasi di lokasi telah kembali kondusif. Penutupan jalan yang sempat berlangsung singkat berakhir setelah adanya kesepakatan antara warga dan Dinas PUPR.

"Sekitar pukul 13.50 WIB, warga membubarkan diri dengan tertib. Kami pastikan akses jalan sudah kembali normal dan situasi Kamtibmas di wilayah Tunjungan aman terkendali," pungkas AKP Midiyono. (Humas/Redaksi)
Share:

Groundbreaking Pembangunan 'Jembatan Garuda' di Klopoduwur Blora Segera Dimulai


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Kondisi awal 'Jembatan Garuda' di Dukuh Wotrangkul, Desa Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora Jawa Tengah, menjadi sorotan menjelang pelaksanaan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan jembatan tersebut pada Selasa 31 Maret 2026. Infrastruktur yang selama ini menjadi akses vital warga itu dilaporkan mengalami kerusakan cukup signifikan dan dinilai membahayakan pengguna.

Pasiter Kodim 0721/Blora, Kapten Inf Maningsun menyampaikan bahwa 
jembatan Garuda yang menghubungkan kawasan permukiman dengan lahan pertanian warga tersebut menunjukkan tanda-tanda penurunan struktur. Sejumlah bagian mengalami keretakan, terutama pada dinding penyangga, sementara kondisi lantai jembatan juga sudah tidak layak dilalui secara aman, khususnya saat musim hujan.

"Kondisi ini berdampak langsung pada aktivitas masyarakat. Mobilitas warga menjadi terhambat, termasuk distribusi hasil pertanian serta akses menuju pusat perekonomian setempat," ujar Pasiter Kodim 0721/Blora.

Sebagai bagian dari wilayah teritorial Kodim 0721/Blora, lanjut Pasiter Kodim 0721/Blora, penanganan Jembatan Garuda menjadi salah satu prioritas dalam upaya peningkatan infrastruktur desa. Perbaikan jembatan dinilai penting untuk menunjang kelancaran aktivitas warga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

“Perbaikan jembatan ini sangat dibutuhkan masyarakat karena menjadi jalur utama penghubung antar wilayah. Dengan adanya pembangunan, diharapkan akses warga menjadi lebih aman dan lancar,” ucap Kapten Inf Maningsun.

Selain meningkatkan aspek keselamatan, pembangunan jembatan ini juga diharapkan mampu memperkuat konektivitas antar wilayah serta mempercepat distribusi hasil pertanian yang menjadi sumber utama mata pencaharian warga, dukungan berbagai pihak, termasuk unsur TNI melalui Kodim 0721/Blora, menjadi faktor penting dalam percepatan realisasi pembangunan tersebut, imbuh Kapten Inf Maningsun.

"Ke depan, Jembatan Garuda diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur penghubung, tetapi juga memberikan dampak positif berkelanjutan terhadap kesejahteraan masyarakat Desa Klopoduwur dan sekitarnya," tandas Pasiter Kodim 0721/Blora. (Pendim/Redaksi)

Share:

Jalin Sinergi dengan Tokoh Agama, Kapolres Blora Kunjungi Klenteng Hok Tio Bio


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SUARABARU.ID) — Untuk mempererat tali silaturahmi dan menjaga kondusivitas wilayah Kabupaten Blora Jawa Tengah, Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto melakukan kunjungan ke Klenteng Hok Tio Bio Blora, Senin 30 Maret 2026.

Kehadiran Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto bersama Kasat Binmas AKP Khoirun, Kasat Intelkam IPTU Agus Wibowo, dan Kasi Humas AKP Midiyono, disambut hangat oleh Pengurus Yayasan Klenteng Hok Tio Bio.

Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto menyampaikan bahwa komunikasi yang selama ini telah terjalin dengan baik antara pihak kepolisian dan pengurus Klenteng harus terus dijaga demi kebaikan bersama.

"Pada kegiatan silaturahmi ini, mari kita jaga komunikasi yang sudah baik antara Polres Blora dan Pengurus Klenteng Hok Tio Bio Blora. Semoga hubungan ini membawa berkah dan kebaikan untuk kita semua. Saya mengajak rekan-rekan pengurus yayasan untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kabupaten Blora," ujar Kapolres Blora.

Pada kesempatan itu, Sekretaris 2 Yayasan Klenteng Hok Tio Bio, Iwan Pujianto mengapresiasi langkah Polres Blora yang datang langsung menemui tokoh-tokoh agama. Ia mengatakan kesiapan Klenteng untuk mendukung penuh kinerja kepolisian.

"Terima kasih atas kedatangan Bapak Kapolres Blora bersama jajaran yang telah mampir dalam rangka menjalin silaturahmi dan komunikasi. Kami siap bekerja sama dengan Polres Blora untuk menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif," ucap Iwan Pujianto. (Humas/Redaksi)

Share:

Babinsa Koramil 11/Jati Kawal Tahap Pondasi Koperasi Desa Merah Putih


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di wilayah Kecamatan Jati, terus digenjot, Babinsa Koramil 11/Jati, Kodim 0721/Blora turun langsung mendampingi proses konstruksi di Desa Randulawang, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora Jawa Tengah, pada Minggu 29 Minggu 2026.

Babinsa Koramil 11/Jati, Serda Sukandar
menyampaikan bahwa pada tahap ini, para pekerja melaksanakan pengecoran pondasi serta pemasangan batu belah sebagai struktur dasar bangunan.

"Koperasi tersebut nantinya akan difungsikan sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat desa," ujar Serda Sukandar.

Serda Sukandar menyampaikan bahwa keterlibatan Babinsa tidak hanya sebatas kehadiran di lokasi, tetapi juga untuk memastikan proses pembangunan berjalan sesuai rencana dan standar yang ditetapkan.

“Hari ini kami ikut mengawasi proses pengecoran pondasi untuk memastikan kualitasnya benar-benar sesuai standar, mengingat bangunan ini akan dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang,” ucap Serda Sukandar.

Lebih lanjut, Serda Sukandar mengatakan bahwa pendampingan ini merupakan bagian dari upaya mempererat kemanunggalan TNI dengan masyarakat.

“Selain melakukan pengawasan, kami juga turut membantu proses pengecoran sambil melaksanakan komunikasi sosial dengan warga setempat. Harapannya, seluruh proses pembangunan dapat berjalan lancar tanpa kendala,” imbuh Serda Sukandar.

Untuk perhatian, pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Desa Randulawang Kecamatan Jati, Kabupaten Blora Jawa Tengah, diharapkan mampu memperkuat perekonomian warga serta menjadi ruang produktif bagi masyarakat setempat. (Pendim/Redaksi)
Share:

Manganan Janjang Blora Jadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia

𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Ada yang istimewa di 'Manganan Janjang' yang digelar warga masyarakat Desa Janjang, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora Jawa Tengah, sertifikat dan piagam penghargaan diserahkan dalam acara tersebut, di kompleks Makam dan Tapaan Mbah Janjang (Jatikusuma, Jatiswara), Jumat 27 Maret 2026.  

Pada Manganan Janjang, sertifikat dan piagam penghargaan diserahkan oleh Bupati Blora, Arief Rohman yang datang di tradisi manganan Janjang itu, dengan didampingi Ketua TP PKK, Wakil Bupati, Sri Setyorini, dan jajaran Forkopimda Blora,

Sertifikat dan piagam penghargaan yang diserahkan itu, masing-masing sertifikat dari Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, nomor 169/WB/KB.00.01/2025, perihal penetapan Manganan Janjang sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia. 

Bersamaan itu, juga dilakukan penyerahan piagam penghargaan, Surat Keputusan Bupati Blora nomor 400.6/487/2025 tertanggal 19 Desember 2025 yang menetapkan Desa Janjang sebagai Desa Budaya di Kabupaten Blora.

Pada kesempatan itu, Kepala Desa Janjang, Ngasi menyampaikan syukur atas gelaran Manganan Janjang tahun ini berjalan lebih ramai dibandingkan tahun lalu. 

“Alhamdulillah tahun ini lebih ramai dibandingkan tahun lalu. Tidak hanya warga Blora saja yang hadir. Ada dari Jawa Timur bahkan Jawa Barat. Manganan Janjang ini diselenggarakan setiap Jumat Pon setelah Lebaran Idul Fitri setiap tahunnya. Terimakasih juga atas hadirnya Pak Bupati dan rombongan. Semoga membawa keberkahan untuk desa kami. Cuacanya juga cerah, tidak hujan, semoga desa kami jauh dari pagebluk,” ungkap Ngasi.

Bupati Blora berharap sertifikat dari Menteri Kebudayaan tentang penetapan Manganan Janjang sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia, dan SK Bupati Blora tentang penetapan Desa Budaya untuk Janjang, bisa semakin mengukuhkan Desa Janjang sebagai pusat pelestarian budaya di Kabupaten Blora.

"Ini sudah paten dan harus terus kita lestarikan Manganan Janjang ini. Selain menjadi daya tarik wisata religi, juga bisa menjadi pendorong bangkitnya perekonomian desa,” ucap Bupati Blora.

Bupati Blora melihat langsung ada ratusan pedagang makanan, minuman, pakaian, jajanan hingga mainan anak ikut ngalap rezeki dari para peziarah. Halaman rumah rumah warga hingga halaman sekolah penuh menjadi tempat parkir dadakan selama event tahunan ini.

“Luar biasa Manganan Janjang ini. Menjadi tradisi budaya sedekah bumi yang paling ramai, paling banyak pengunjungnya di Kabupaten Blora. Potensinya bagus untuk menggerakkan ekonomi desa. Semoga kedepan bisa ditata lebih baik oleh Pak Kades Janjang. Ini wujud kerukunan, kebersamaan dan potret semangat berbagi untuk sesama. Sekaligus bentuk kekompakan warga masyarakat desa untuk bersama sama berdoa untuk keselamatan desa Janjang, dan Kabupaten Blora. Apalagi akses jalan dari Cabak ke Janjang sudah selesai dibangun, jadi lebih nyaman kesini,” ucap Bupati Blora.

Salah satu warga Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Sumirah (56) 
mengaku sering datang ke acara Manganan Janjang ini bersama suami dan anak anaknya. 

“Sudah enam kali saya ikut Manganan di Janjang ini. Awalnya dulu pengen ziarah sekaligus cari nasi berkat yang dibungkus daun jati rasanya sedap mas. Namun belakangan ini saya ikut menyerahkan ambeng ingkung untuk dibagikan bersama. Idep-idep ikut bersedekah untuk sesama. Acaranya bagus kok, semuanya kelihatan guyub rukun,” ucap Sumirah.

Juga warga Rembang Jawa Tengah, Radit (25) menyampaikan senang bisa hadir langsung ke acara Manganan Janjang. Ia mengaku baru sekali ini ikut acara Manganan Janjang.

“Tadinya penasaran karena diceritain saudara. Nah kebetulan ini tadi pas main ke Blora sekalian saja ke Janjang. Bagus sih tradisinya masih kuat. Meskipun letaknya pelosok, ternyata pengunjungnya ribuan dari berbagai daerah. Jalannya juga sudah bagus, suasananya seger adem di komplek sini. Betah rasanya,” ujar Radit.

Sementara itu, Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini menyampaikan bahwa baru kali ini ikut acara Manganan Janjang.

“Sering beberapa kali ke Janjang. Tapi acaranya lain. Kalau untuk Manganan Janjang baru kali ini. Ternyata ramai sekali. Potensinya luar biasa. Tadi saya juga dapat berkat bungkus daun jati rasanya enak khas ndeso ngangeni. Tahun depan pasti akan kesini lagi. Keren Janjang,” ujar Wakil Bupati Blora. 

Untuk diketahui, diacara manganan Janjang 2026 kali ini, tampak ribuan warga dari berbagai daerah, sejak pagi silih berganti berjalan kaki menaiki anak tangga komplek makam gedong, untuk bersedekah mengirimkan makanan berupa ambeng ingkung ayam atau nasi berkat. 

Makanan itu dibagikan secara gratis kepada seluruh pengunjung usai berziarah ke makam Mbah Janjang. Oleh karena itu dinamakan 'Manganan', saling berbagi makan makan gratis sebagai bentuk syukur atas hasil bumi satu tahun terakhir.

Pihak desa atau Pemerintah Desa Janjang juga menyembelih hewan seperti sapi dan kambing di komplek makam tersebut. Yang kemudian dagingnya dimasak bersama sama dan dibagikan secara gratis kepada seluruh pengunjung atau peziarah.

Uniknya, semua nasi dan bumbu yang dibagikan dibungkus dengan daun jati sesuai antrian kedatangan peziarah. Pihak panitia menyediakan ribuan daun jati untuk peziarah. Masing-masing mengambil daun jati itu untuk dasar antrian pembagian nasi berkat dari panitia. Yang dibuka di gazebo utara makam utama.

Selama acara manganan Janjang 2026 berlangsung, juga diramaikan dengan pertunjukan kesenian wayang krucil khas Janjang. Yang merupakan peninggalan Mbah Jatikusumo Jatiswara. Potret budaya lokal yang terus dilestarikan sebagai pengiring acara Manganan Janjang. (Humas/Redaksi)

Share:

Babinsa Koramil 02/Jepon Terus Monitoring Progres Pembangunan Koperasi Merah Putih di Desa Binaan


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat terus didukung oleh TNI AD melalui peran aktif para Babinsa di wilayah. Pada Sabtu, 28 Maret 2026, Sertu Siswanto Babinsa Koramil 02/Jepon melaksanakan pengawasan dan monitoring pembangunan Koperasi Merah Putih yang berlokasi di Desa Palon, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora.

Kehadiran Babinsa dalam kegiatan ini bertujuan memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana serta memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan. Selain itu, Sertu Sismanto turut melakukan komunikasi dengan para pekerja untuk memastikan tidak ada hambatan berarti selama proses pembangunan berlangsung. 

Menurutnya, Koperasi Merah Putih menjadi salah satu program strategis desa yang diharapkan mampu menjadi pusat penguatan ekonomi warga, baik dalam pengelolaan usaha kecil maupun pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat. 

“Pembangunan koperasi ini akan memberikan banyak manfaat bagi warga. Kami sebagai Babinsa berkewajiban ikut mengawal agar semuanya berjalan aman, tertib, dan sesuai harapan,” ujar Sertu Sismanto. 

Selama kegiatan berlangsung, seluruh proses pengawasan berjalan aman, lancar, dan kondusif, menunjukkan sinergi yang baik antara aparat desa, pekerja, dan masyarakat. 

Dengan adanya dukungan penuh dari Babinsa, pembangunan Koperasi Merah Putih diharapkan dapat segera rampung dan segera memberikan dampak positif bagi kemajuan ekonomi Desa Palon.  (Pendim/Redaksi)

Share:

Sebagian Wilayah Pulau Jawa Berpotensi Banjir, Berikut Data Flood Hub Terbaru


JAWA TENGAH - Sebagian wilayah Pulau Jawa saat ini tertutup awan hujan tebal. Hal ini dipicu oleh adanya area tekanan rendah di barat daya Jawa yang memengaruhi pola angin dari selatan (Australia). Akibatnya terjadi pertemuan angin dari utara dan selatan yang memicu pertumbuhan awan hujan secara masif. Kondisi ini sudah berlangsung sejak kemarin dan masih berlanjut hingga hari ini.

Dampaknya, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat meningkat dan berisiko menyebabkan banjir di sejumlah wilayah. Berdasarkan data dari Flood Hub (update observasi pukul 10.00 WIB, Kamis 26 Maret 2026), berikut daerah dengan notifikasi potensi banjir tinggi (merah):

1. DKI Jakarta (seluruh wilayah kota administratif)
2. Kota Tangerang
3. Kabupaten Tangerang
4. Kota Tangerang Selatan
5. Kota Depok
6. Kabupaten Bogor
7. Kota Bogor
8. Kota Bekasi
9. Kota Semarang
10. Kabupaten Semarang
11. Kota Surakarta
12. Kabupaten Karanganyar
13. Kota Surabaya

Sementara itu, untuk kategori potensi ringan hingga sedang (kuning), wilayahnya jauh lebih luas dan tersebar di banyak daerah di Pulau Jawa.

Tetap waspada, karena potensi ini dapat berubah sewaktu-waktu tergantung dinamika atmosfer yang terus berkembang. Pantau terus informasi cuaca terbaru dan siapkan langkah antisipasi, terutama bagi yang berada di daerah rawan banjir.

Update Peringatan Dini Cuaca Jawa Tengah, Prakirawan BMKG Jawa Tengah

Pada 26 Maret 2026 pkl 14:05 WIB masih berpotensi terjadi Hujan Sedang-Lebat yang dapat disertai Kilat/Petir dan Angin Kencang pada pkl. 14:15 WIB di Kabupaten Wonogiri: Waduk Gadjah Mungkur, Giriwoyo, Batuwarno, Tirtomoyo, Nguntoronadi, Baturetno, Eromoko, Wuryantoro, Manyaran, Selogiri, Wonogiri, Ngadirojo, Sidoharjo, 
Kabupaten Banyumas: Tambak, 
Kabupaten Banjarnegara: Susukan, Mandiraja, Kabupaten Kebumen: Kebumen, Pejagoan, Sruweng, Rowokele, Sempor, Karanganyar, Karanggayam, Sadang, Karangsambung, 
Kabupaten Purworejo: Pituruh, Kemiri, Bruno, Gebang, Bener, 
Kabupaten Wonosobo: Wadaslintang, Kepil, Kertek, Garung, Kejajar, 
Kabupaten Magelang: Salaman, Borobudur, Ngluwar, Salam, Srumbung, Dukun, Sawangan, Muntilan, Mungkid, Mertoyudan, Tempuran, Kajoran, Bandongan, Candimulyo, Pakis, Ngablak, Grabag, Tegalrejo, Secang, Windusari, Kabupaten Boyolali: Selo, Ampel, Cepogo, Boyolali, Mojosongo, Teras, Sawit, Banyudono, Sambi, Ngemplak, Nogosari, Simo, Kabupaten Klaten: Juwiring, Wonosari, Delanggu, Polanharjo, Kabupaten Sukoharjo:  Weru, Bulu, Tawangsari, Sukoharjo, Bendosari, Polokarto, Mojolaban, Grogol, Baki, Gatak, Kartasura, Kabupaten Karanganyar:  Jumantono, Ngargoyoso, Karanganyar, Tasikmadu, Jaten, Colomadu, Gondangrejo, Kebakkramat, Mojogedang, Kerjo, Jenawi, 
Kabupaten Sragen: Masaran, Kedawung, Sambirejo, Gondang, Karangmalang, 
Kabupaten Grobogan: Pulokulon, Kradenan, Gabus, Ngaringan, Wirosari, 
Kabupaten Blora: Jati, Randublatung, Kradenan, Jepon, Blora, Tunjungan, Banjarejo, Ngawen, Kunduran, Todanan, Japah, 
Kabupaten Rembang: Sumber, Bulu, Pamotan, Sulang, Kaliori, Rembang, Kabupaten Pati:  Winong, Pucakwangi, Jaken, Batangan, Gembong, Tlogowungu, Gunungwungkal, 
Kabupaten Kudus: Jekulo, Dawe, 
Kabupaten Jepara: Batealit, Keling, Kembang, Pakis Aji, Kabupaten Semarang: Susukan, Kaliwungu, Kabupaten Temanggung: Bulu, Tembarak, Temanggung, Parakan, Ngadirejo, Candiroto, Tlogomulyo, Selopampang, Bansari, Kledung, Wonoboyo, 
Kabupaten Batang: Subah, Batang, Kandeman, Kabupaten Pekalongan: Tirto, Wonokerto, 
Kabupaten Pemalang: Ulujami, 
Kabupaten Brebes: Tonjong, 
Kota Magelang: Magelang Selatan, Magelang Utara, Magelang Tengah, Kota Surakarta:  Laweyan, Serengan, Jebres, Banjarsari, 
Kota Pekalongan: Pekalongan Utara, dan sekitarnya.

Dan dapat meluas ke wilayah 
Perairan: Waduk Kedungombo, 
Kabupaten Semarang: Waduk Rawa Pening, Getasan, Tengaran, Suruh, Pabelan, Tuntang, Banyubiru, Jambu, Sumowono, Ambarawa, Bawen, Bringin, Bergas, Pringapus, Bancak, Ungaran Barat, Ungaran Timur, Bandungan, 
Kabupaten Cilacap: Nusawungu, Cimanggu, Majenang, Wanareja, Dayeuhluhur, 
Kabupaten Banyumas: Kemranjen, Sumpiuh, Somagede, Kalibagor, Banyumas, Sokaraja, Purwokerto Selatan, 
Kabupaten Purbalingga: Kemangkon, Bukateja, Kejobong, Kaligondang, Purbalingga, Kalimanah, Kutasari, Mrebet, Bobotsari, Karangreja, Karanganyar, Karangmoncol, Rembang, Bojongsari, Padamara, Pengadegan, Karangjambu, Kertanegara, 
Kabupaten Banjarnegara: Purworeja Klampok, Purwanegara, Bawang, Banjarnegara, Sigaluh, Madukara, Banjarmangu, Wanadadi, Rakit, Punggelan, Karangkobar, Pagentan, Pejawaran, Batur, Wanayasa, Kalibening, Pandanarum, Pagedongan, 
Kabupaten Kebumen: Ayah, Buayan, Puring, Petanahan, Klirong, Buluspesantren, Ambal, Mirit, Prembun, Kutowinangun, Alian, Adimulyo, Kuwarasan, Gombong, Bonorowo, Padureso, Poncowarno, 
Kabupaten Purworejo: Kaligesing, Purworejo, Banyuurip, Bayan, Loano, 
Kabupaten Wonosobo: Sapuran, Kaliwiro, Leksono, Selomerto, Kalikajar, Wonosobo, Watumalang, Mojotengah, Sukoharjo, Kalibawang, 
Kabupaten Magelang: Kaliangkrik, 
Kabupaten Boyolali: Musuk, Karanggede, Klego, Andong, Kemusu, Wonosegoro, Juwangi, 
Kabupaten Klaten: Prambanan, Gantiwarno, Wedi, Bayat, Cawas, Trucuk, Kebonarum, Jogonalan, Manisrenggo, Karangnongko, Ceper, Pedan, Karangdowo, Karanganom, Tulung, Jatinom, Kemalang, Ngawen, Kalikotes, Klaten Utara, Klaten Tengah, Klaten Selatan, 
Kabupaten Sukoharjo: Nguter, 
Kabupaten Wonogiri: Pracimantoro, Giritontro, Jatiroto, Jatisrono, Girimarto, Karangtengah, Paranggupito, Kabupaten Karanganyar:* Jatipuro, Jatiyoso, Jumapolo, Matesih, Tawangmangu, Karangpandan, 
Kabupaten Sragen: Kalijambe, Plupuh, Sambungmacan, Ngrampal, Sragen, Sidoharjo, Tanon, Gemolong, Miri, Sumberlawang, Mondokan, Sukodono, Gesi, Tangen, Jenar, 
Kabupaten Grobogan: Kedungjati, Karangrayung, Penawangan, Toroh, Geyer, Tawangharjo, Grobogan, Purwodadi, Brati, Klambu, Godong, Gubug, Tegowanu, Tanggungharjo, 
Kabupaten Blora: Kedungtuban, Cepu, Sambong, Jiken, Bogorejo, 
Kabupaten Rembang: Gunem, Sale, Sarang, Sedan, Pancur, Kragan, Sluke, Lasem, 
Kabupaten Pati: Sukolilo, Kayen, Tambakromo, Juwana, Jakenan, Pati, Gabus, Margorejo, Wedarijaksa, Margoyoso, Cluwak, Tayu, Dukuhseti, Trangkil, 
Kabupaten Kudus: Kaliwungu, Kota Kudus, Jati, Undaan, Mejobo, Bae, Gebog, 
Kabupaten Jepara: Kedung, Pecangaan, Welahan, Mayong, Jepara, Mlonggo, Bangsri, Karimun Jawa, Tahunan, Nalumsari, Kalinyamatan, Donorojo, 
Kabupaten Demak: Mranggen, Karangawen, Guntur, Sayung, Karangtengah, Wonosalam, Dempet, Gajah, Karanganyar, Mijen, Demak, Bonang, Wedung, Kebonagung, 
Kabupaten Temanggung: Pringsurat, Kaloran, Kandangan, Kedu, Jumo, Tretep, Kranggan, Bejen, Gemawang, 
Kabupaten Kendal: Plantungan, Pageruyung, Sukorejo, Patean, Singorojo, Limbangan, Boja, Kaliwungu, Brangsong, Pegandon, Gemuh, Weleri, Cepiring, Patebon, Kendal, Rowosari, Kangkung, Ringinarum, Ngampel, Kaliwungu Selatan, 
Kabupaten Batang: Wonotunggal, Bandar, Blado, Reban, Bawang, Tersono, Gringsing, Limpung, Tulis, Warungasem, Pecalungan, Banyuputih, 
Kabupaten Pekalongan: Kandangserang, Paninggaran, Lebakbarang, Petungkriyono, Talun, Doro, Karanganyar, Kajen, Kesesi, Sragi, Bojong, Wonopringgo, Kedungwuni, Buaran, Wiradesa, Siwalan, Karangdadap, 
Kabupaten Pemalang: Moga, Pulosari, Belik, Watukumpul, Bodeh, Bantarbolang, Randudongkal, Pemalang, Taman, Petarukan, Ampelgading, Comal, Warungpring, 
Kabupaten Tegal: Margasari, Bumijawa, Bojong, Balapulang, Pagerbarang, Lebaksiu, Jatinegara, Kedungbanteng, Pangkah, Slawi, Adiwerna, Talang, Dukuhturi, Tarub, Kramat, Suradadi, Warureja, Dukuhwaru, 
Kabupaten Brebes: Salem, Bantarkawung, Bumiayu, Paguyangan, Sirampog, Jatibarang, Wanasari, Brebes, Songgom, Kersana, Losari, Tanjung, Bulakamba, Larangan, Ketanggungan, Banjarharjo, 
Kota Salatiga: Sidorejo, Tingkir, Argomulyo, Sidomukti, 
Kota Semarang: Genuk, Pedurungan, Semarang Selatan, Candisari, Gajahmungkur, Tembalang, Banyumanik, Gunungpati, Semarang Barat, Mijen, Ngaliyan, Tugu, 
Kota Pekalongan: Pekalongan Barat, Pekalongan Timur, Pekalongan Selatan, 
Kota Tegal: Tegal Barat, Tegal Timur, Tegal Selatan, Margadana, dan sekitarnya.

Kondisi ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga pukul 17:15 WIB

Prakirawan BMKG Jawa Tengah
https://nowcasting.bmkg.go.id
Share:

Kodim 0721/Blora Perketat Siaga Pos Terpadu, Arus Balik Idul Fitri 1447 H Jadi Perhatian


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Untuk mengantisipasi lonjakan arus balik Idul Fitri 1447 Hijriah, personel Kodim 0721/Blora bersama anggota Polres Blora dan instansi terkait meningkatkan kesiapsiagaan di sejumlah Pos Terpadu yang tersebar di wilayah Kabupaten Blora, Kamis, 26 Maret 2026.

Kegiatan siaga tersebut difokuskan pada pengamanan dan pengendalian arus balik yang mulai meningkat di sejumlah titik strategis. Personel gabungan tampak aktif melakukan pemantauan serta membantu kelancaran mobilitas masyarakat yang kembali dari kampung halaman.

Selain itu, Pos Terpadu juga difungsikan sebagai pusat pelayanan bagi masyarakat, khususnya para pemudik yang membutuhkan bantuan maupun informasi selama perjalanan arus balik. Kehadiran aparat di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan.

Dandim 0721/Blora Letkol Kav Yudhi Agus Setiyanto melalui Pasiops Kodim 0721/Blora, Lettu Inf Santoso menegaskan bahwa kesiapsiagaan personel di Pos Terpadu menjadi langkah penting dalam mengantisipasi kepadatan arus balik serta potensi gangguan di lapangan.

Ia menyampaikan bahwa sinergitas antara TNI, Polri, dan instansi terkait harus terus diperkuat guna memastikan arus balik Idul Fitri berjalan aman, tertib dan lancar.

“Seluruh personel harus tetap siaga dan responsif dalam menghadapi dinamika di lapangan, sehingga masyarakat yang melaksanakan arus balik dapat merasa aman dan nyaman selama perjalanan,” ujar Lettu Inf Santoso.

Lebih lanjut, Lettu Inf Santoso  mengimbau kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati, menjaga kondisi fisik, serta bisa memanfaatkan Pos Terpadu di wilayah Kabupaten Blora.

"Bisa memanfaatkan Pos Terpadu apabila membutuhkan bantuan selama perjalanan arus balik," tandas Lettu Inf Santoso. (Humas/Redaksi)
Share:

Hot News

Dandim Kav Yudhi Agus Setiyanto Hadiri Groundbreaking Jembatan Garuda di Klopoduwur Blora

𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Dandim 0721/Blora, Letkol Kav Yudhi Agus Setiyanto, menghadiri peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan ...

Piblic Service

Piblic Service
Instagram

Blog Archive

Social Media

Technology

Next More »

Labels

Community

Next More »