Kecelakaan Kerja Berujung Maut, Seorang Petani di Bogorejo MD Terkena Pisau Gerinda


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Peristiwa tragis menimpa S (69), seorang petani asal Desa Karang, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora Jawa Tengah. S  ditemukan meninggal dunia didalam rumah anaknya akibat mengalami luka parah setelah terkena mata pisau yang dipasang pada mesin gerinda, Selasa 14 April 2026.

Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto melalui Kasihumas Polres Blora AKP Midiyono membenarkan kejadian tersebut. Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan medis, korban diduga kuat mengalami kecelakaan kerja saat sedang mengoperasikan mesin gerinda.

"Korban terkena mata pisau buatannya sendiri sepanjang 14 cm yang dipasang pada mesin gerinda. Saat mesin dihidupkan, mata pisau tersebut menyangkut pada jaring paranet yang berada didekatnya hingga patah dan terpental mengenai kaki korban," terang AKP Midiyono.

Lebih lanjut, Kasihumas Polres Blora menjelaskan bahwa insiden ini pertama kali diketahui oleh anak korban, AZ (39), sekira pukul 11.00 WIB, saat itu, saksi mencari keberadaan ayahnya di rumah sang kakak, Marpuah, yang kebetulan sedang kosong namun sering digunakan korban untuk melakukan aktivitas pertukangan.

"Saat memasuki rumah tersebut, saksi mendapati korban sudah dalam posisi telentang bersimbah darah," jelas Kasihumas Polres Blora.

Akibat kejadian tersebut, lanjut Kasihumas Polres Blora, korban mengalami luka terbuka yang cukup dalam pada paha kaki kiri dan pergelangan kaki kanan hingga mengakibatkan patah tulang. Berdasarkan pemeriksaan tim medis dari Puskesmas Bogorejo, penyebab utama kematian korban adalah kehabisan darah akibat putusnya pembuluh darah arteri dibagian paha.

"Pihak medis menyatakan terdapat luka terbuka pada paha kiri dengan kedalaman mencapai tulang yang memicu pendarahan aktif. Korban meninggal dunia di lokasi kejadian," imbuh Kasihumas Polres Blora.

Masih kata Kasihumas Polres Blora,
di lokasi kejadian, petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa mesin gerinda, dua buah mata pisau modifikasi, jaring paranet, serta peralatan pertukangan lainnya.

"Pihak keluarga menyebutkan bahwa korban memang memiliki kebiasaan memodifikasi sendiri alat-alat pertukangan untuk kegiatannya sehari-hari," ungkap Kasihumas Polres Blora.

Kepolisian Resor Blora mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan alat pertukangan, terutama alat yang telah dimodifikasi secara mandiri karena memiliki risiko keamanan yang tinggi.

"Setelah dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh, jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman," ucap Kasihumas Polres Blora. (Humas/Redaksi)


Share:

Danrem 073/Makutarama Berikan Wawasan Kebangsaan kepada Mahasiswa PEM Akamigas Cepu


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) —  Komandan Resort Militer (Danrem) 073/Makutarama Kolonel Arm Ezra Nathanael, S.Kom., M.M., M.Han., memberikan wawasan kebangsaan kepada mahasiswa PEM Akamigas Cepu dalam rangka memperkuat semangat nasionalisme serta meningkatkan pemahaman terhadap dinamika global.

Kegiatan ini menitikberatkan pada pentingnya kesadaran bela negara di tengah perkembangan geopolitik dunia yang semakin kompleks, khususnya yang berkaitan dengan sektor energi.

Dalam keterangannya, Danrem menegaskan bahwa mahasiswa sebagai bagian dari generasi penerus bangsa harus memiliki pemahaman yang komprehensif terhadap kondisi strategis internasional. Hal ini menjadi semakin relevan bagi mahasiswa PEM Akamigas yang bidang keilmuannya bersinggungan langsung dengan sektor minyak dan gas.

“Mahasiswa harus memahami perkembangan geopolitik dan geostrategi dunia, khususnya yang berkaitan dengan energi. Seperti konflik di Timur Tengah, mereka harus mengetahui dampaknya bagi Indonesia, khususnya Jawa Tengah dan Kabupaten Blora,” ujar Danrem.

Lebih lanjut, Danrem menjelaskan bahwa pemilihan PEM Akamigas sebagai sasaran kegiatan sosialisasi dilandasi oleh relevansi keilmuan mahasiswa dengan isu strategis global. Menurutnya, berbagai konflik internasional saat ini tidak terlepas dari perebutan sumber daya energi.

“Konflik di Timur Tengah berkaitan erat dengan migas. Mahasiswa jangan sampai tidak memahami apa yang terjadi di dunia, padahal hal tersebut memiliki keterkaitan langsung dengan bidang studi mereka,” tegasnya.

Danrem juga mengingatkan bahwa tanggung jawab dalam menjaga kedaulatan negara tidak hanya berada pada TNI sebagai komponen utama pertahanan. Dalam sistem pertahanan rakyat semesta, seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, memiliki peran penting dalam upaya bela negara.

“Mereka merupakan bagian dari komponen bangsa yang harus turut berpartisipasi dalam perjuangan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” imbuhnya.

Kegiatan ini direncanakan akan dilaksanakan secara berkelanjutan. Danrem 073/Makutarama menyatakan komitmennya untuk melaksanakan kegiatan serupa di berbagai perguruan tinggi di wilayah jajarannya guna menumbuhkan kesadaran kolektif generasi muda terhadap pentingnya cinta tanah air dan kesiapan bela negara.

Hadir dalam kegiatan tersebut Dandim 0721/Blora Letkol Kav Yudi Agus Setiyanto, S.Sos., Direktur PEM Akamigas Dr. Erdila Indriani, S.Si., M.T., Plt. Kabid Padnas dan Penanganan Konflik Bakesbangpol Kabupaten Blora Siswo Gunawan, S.AP., Kasiter Rem 073/Makutarama Letkol Arm Oki Imam Dipraja, S.E., Pasi Ops Rem 073/Makutarama Mayor Kav F. Manurung, Danramil 05/Cepu Kapten Inf Lukman Hakim, S.Sos., serta Pasipers Kodim 0721/Blora Kapten Kav Lilik Suprihatin. (Pendim/Redaksi)
Share:

Pemkab Blora Pangkas Belanja Internet Seluruh OPD dan Kecamatan Sekira Rp 600 Juta


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) —  Pemerintah Kabupaten Blora telah melakukan evaluasi terhadap penggunaan internet di seluruh dinas, badan, rumah sakit  dan kecamatan, Kamis (16/4/2026) di Ruang Pertemuan Setda. 

Hasilnya, diperkirakan lebih dari setengah miliar anggaran internet akan dipangkas, yang semula anggaran internet untuk keseluruhan di angka sekitar Rp 2,5 Miliar,  akan turun menjadi sekitar Rp 1,9 Miliar.

Hal tersebut disampaikan Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman, M.Si saat memberikan keterangan resminya usai memimpin rapat tersebut. 

“Terkait dengan yang tentang internet kemarin, saya menyampaikan hari ini kita adakan rapat ya, dari Rp. 2,5 Miliar ini sebenarnya untuk semua OPD dan kecamatan yang ada. Nah, tadi saya minta untuk dilakukan efisiensi, ini ketemu di 1,9 Miliar ya,” terang Bupati

Terkait rinciannya, termasuk detail OPD yang akan dilakukan efisiensi terkait anggaran internet tersebut nantinya akan disampaikan lebih detail.

Pihaknya juga meminta agar adanya pengurangan ini tidak mengurangi pelayanan kepada masyarakat.

“Semoga tidak mengurangi pelayanan, karena memang ini kan tersebar di semua OPD dan kecamatan,” terangnya

Terkait dengan anggaran hasil efisiensi tersebut, nantinya akan dihitung kembali, termasuk nantinya akan dipergunakan untuk mendukung program prioritas dari pemerintah pusat hingga perbaikan infrastruktur di Blora. 

Dalam rapat tersebut juga dibahas terkait dengan langganan aplikasi untuk edit video (Capcut) dan desain (Canva)  yang ada di salah satu dinas, pada kesempatan tersebut disampaikan agar langgannanya dihentikan dan tidak dianggarkan lagi kedepannya.

Terapkan Standarisasi

Kepala Dinkominfo Blora Pratikto Nugroho, mengungkapkan bahwa dalam rangka efisiensi anggaran penggunaan jaringan internet ini akan dilakukan batasan standarisasi.

“Pak Bupati dan Pak Sekda sudah mengambil satu kebijakan dalam rangka efisiensi penggunaan jaringan internet ini, sehingga tadi diputuskan untuk kecamatan dan OPD ada batasan standarisasi penggunaan,” terangnya

Lanjut Pratikto, jadi untuk OPD batasan penggunaannya itu hanya sekitar 100 Mbps, kemudian untuk kecamatan itu 50 Mbps.  Kemudian juga untuk Korwil, Puskesmas dan lainnya, apalagi yang memang langsung di pelayanan masyarakat, sehingga tetap harus dicukupi. 

Selanjutnya, beberapa OPD yang menggunakan/memiliki server yang harus juga diamankan karena penggunaan data-data penting dari kementerian dan sebagainya masih bisa kita laksanakan.

Pratikto menegaskan bahwa kebijakan ini akan segera diimplementasikan dan nantinya akan dievaluasi. 

“Dan ketika nanti ternyata ini memberikan dampak terhadap pelayanan masyarakat, tentu kita akan lakukan evaluasi kembali. Karena pada prinsipnya kita kan upaya kita untuk pelayanan masyarakat,” tambahnya

Terkait dengan fasilitas wifi di sejumlah area publik, selain dukungan dari Dinas Kominfo, kedepan juga direncanakan akan melibatkan CSR dengan beberapa pihak untuk penyediaan jaringan internet di area publik. Termasuk juga mempermudah akses login wifi bagi masyarakat yang berada di area publik. (Humas/Redaksi)
Share:

Jembatan Garuda Dibangun, Akses Pendidikan dan Ekonomi Warga Jati Jadi Mudah


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Warga Desa Jati, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, bersama bergotong royong membangun Jembatan Garuda di Sungai Klanding, Dukuh Jati, Kamis (16/4/2026).
Pembangunan jembatan tersebut melibatkan masyarakat setempat bersama Anggota Kodim 0721/Blora di lapangan guna mempercepat penyelesaian infrastruktur yang telah lama dibutuhkan warga.
Komandan Koramil (Danramil) 11/Jati, Kapten Inf Puryanto, mengatakan progres pembangunan terus berjalan dan ditargetkan rampung sesuai jadwal.
“Pembangunan kami percepat tanpa mengabaikan kualitas agar jembatan kokoh dan aman digunakan dalam jangka panjang,” ujarnya.
Jembatan Garuda dibangun untuk membuka akses wilayah yang sebelumnya terhambat aliran Sungai Klanding, sekaligus memperlancar mobilitas warga, termasuk aktivitas pendidikan dan distribusi hasil pertanian.
Kapten Inf Puryanto menambahkan, pembangunan tersebut merupakan bagian dari program pemerintah yang digagas oleh Prabowo Subianto untuk meningkatkan konektivitas dan pemerataan pembangunan di wilayah pedesaan.
Salah satu warga Dukuh Jati, Marno (52), menyatakan pembangunan jembatan akan sangat membantu aktivitas sehari-hari masyarakat.
“Anak-anak lebih mudah ke sekolah, dan kami juga lebih lancar mengangkut pupuk maupun hasil panen,” kata Marno.
Pembangunan Jembatan Garuda diharapkan dapat segera rampung sehingga akses masyarakat Desa Jati semakin terbuka dan aktivitas ekonomi berjalan lebih lancar. (Pendim/Redaksi)
Share:

Atasi Soal Banjir di Cepu Setiap Tahun, Wabup Blora Minta Dibangun Embung


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Wakil Bupati Blora meminta pembangunan embung di wilayah Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora Jawa Tengah sebagai solusi jangka panjang untuk menuntaskan persoalan banjir yang kerap terjadi setiap tahun.

Permintaan tersebut disampaikan saat Wakil Bupati Blora bersama Forkopimda
Blora, BPBD, Dinas PUPR, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), serta Forkopimcam Cepu meninjau langsung sejumlah lokasi terdampak banjir di wilayah Kecamatan Cepu, Selasa 14 April 2026.

Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini  menemukan adanya pendangkalan sungai di wilayah Balun yang dinilai menjadi salah satu penyebab utama banjir. Untuk penanganan darurat, Pemkab Blora mengerahkan enam alat berat untuk melakukan pengerukan sungai dibeberapa titik yang mengalami sedimentasi parah.

“Satu tahun lalu di tempat yang sama saya gotong royong bersama masyarakat pasca banjir, dan permasalahannya masih sama, yakni tumpukan sampah dan pendangkalan sungai. Sekarang terjadi banjir lagi, artinya ini sudah menjadi musibah tahunan,” ujar Wakil Bupati Blora.

Lebih lanjut, Wakil Bupati Blora mengatakan bahwa curah hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari terakhir, khususnya di wilayah Kecamatan Cepu, turut memperparah kondisi banjir yang terjadi.

“Maka dari itu saya minta kepada Kementerian PU melalui Dinas PUPR untuk dibuatkan embung sebagai solusi mengatasi banjir di Cepu,” tegas Wakil Bupati Blora.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas PUPR Kabupaten Blora, Nidzamudin Al Hudda  menjelaskan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti arahan Wakil Bupati Blora dengan melakukan koordinasi bersama pemerintah kecamatan dan pihak terkait.

“Diusulkan pembangunan embung seluas 2,7 hektare yang akan memanfaatkan tanah bengkok di Kelurahan Ngelo,” kata Plt. Kepala Dinas PUPR Blora.

Plt. Kepala Dinas PUPR Blora  mengatakan bahwa Dinas PUPR Kabupaten Blora akan segera mengusulkan pembangunan embung Cepu tersebut ke Kementerian Pekerjaan Umum untuk memperoleh dukungan anggaran.

"Dengan adanya embung tersebut, diharapkan dapat mengurangi risiko dan dampak banjir di wilayah Cepu, selain itu, keberadaan embung juga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sektor pertanian masyarakat setempat," ujar Plt. Kepala Dinas PUPR Blora. (Humas/Redaksi)


Share:

Pembangunan KDKMP Desa Cungkup Berjalan Lancar, Babinsa Lakukan Pengawasan


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — 
Babinsa Koramil 13/Kunduran, Serda Prayogo Ari Wibowo, melakukan pemantauan lanjutan terhadap pembangunan KDKMP di Desa Cungkup, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, Rabu (15/4/2026). 

Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial guna memastikan proses pembangunan berjalan sesuai rencana dan tetap aman.

Pemantauan difokuskan pada tahap pemasangan dinding hebel bangunan KDKMP. Kehadiran Babinsa di lokasi bertujuan untuk memastikan kualitas pekerjaan konstruksi tetap terjaga sekaligus mendukung kelancaran setiap tahapan pembangunan.

Dalam kegiatan tersebut, Serda Prayogo juga berkoordinasi langsung dengan para pekerja di lapangan. Ia memantau teknik pemasangan hebel agar sesuai dengan standar konstruksi yang berlaku.

Berdasarkan hasil pemantauan, seluruh proses pembangunan berlangsung aman, tertib, dan lancar tanpa kendala berarti.

Selain sebagai bentuk pengawasan teknis, kehadiran Babinsa juga menjadi wujud dukungan terhadap pembangunan infrastruktur desa. Keterlibatan aparat kewilayahan dinilai mampu memberikan rasa aman bagi para pekerja serta membantu menjaga efektivitas pelaksanaan proyek.

Dengan pemantauan yang dilakukan secara konsisten, kualitas pembangunan KDKMP Desa Cungkup diharapkan tetap terjaga dan dapat diselesaikan tepat waktu. Kegiatan ini sekaligus mencerminkan sinergi antara Babinsa, pekerja konstruksi, dan pemerintah desa dalam mendukung percepatan pembangunan sarana dan prasarana di Kabupaten Blora. (Pendim/Redaksi)
Share:

Jembatan Gantung Garuda, Upaya Mewujudkan Akses dan Harapan Warga


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — 
Semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat kembali terlihat dalam pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Desa Nglebur, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, Rabu (15/4/2026).

Anggota Kodim 0721/Blora bersama warga setempat bergotong royong membangun jembatan yang menjadi akses penghubung antara Desa Nglebur dan Desa Janjang. Jalur tersebut memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas warga, mulai dari bekerja, bertani, hingga mendukung akses pendidikan dan mobilitas sehari-hari.

Kegiatan gotong royong dipimpin oleh Danramil 06/Jiken Kapten Inf Sumarno dan mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Desa Nglebur. Sejak awal pengerjaan, personel TNI dan masyarakat bahu-membahu menyiapkan material, membersihkan lokasi, hingga melaksanakan proses pembangunan secara bertahap.

Kapten Inf Sumarno mengatakan, pembangunan jembatan ini diharapkan dapat memperlancar akses masyarakat sekaligus memperkuat hubungan antara TNI dan warga.

“Melalui kegiatan gotong royong ini, kami berharap akses masyarakat dapat kembali lancar. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat kemanunggalan antara TNI dan masyarakat,” ujarnya. (Pendim/Redaksi)
Share:

Halalbihalal 'Paguyuban Keluarga Ngayogyakarta' di Blora: Targetkan Tali Silaturahmi Tidak Putus


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) —  Ratusan warga Blora asal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang kini menetap di Kabupaten Blora berkumpul dalam acara Halal Bihalal 'Paguyuban Keluarga Ngayogyakarta', di aula wisata Noyo Gimbal, Desa Bangsri, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora Jawa Tengah, Sabtu 11 April 2026.

Acara ini menjadi momentum penting bagi para perantau asal DIY untuk melepas rindu sekaligus memperkuat ikatan persaudaraan di tanah kelahiran kedua mereka, yakni Kabupaten Blora.

Ketua Panitia Pelaksana Halal Bihalal 'Paguyuban Keluarga Ngayogyakarta',  Gundala Winjasena menyampaikan bahwa kehadiran warga Yogyakarta di Blora ternyata sangat signifikan. Mereka berasal dari lima kabupaten/kota di DIY, yakni Kulon Progo, Gunungkidul, Sleman, Kota Yogyakarta, dan Bantul.

"Tujuan utama kami adalah supaya silaturahmi ini terus berjalan dan tidak putus. Ternyata warga Yogyakarta yang ada di Blora ini jumlahnya sangat banyak dan tersebar di berbagai wilayah," ujar Gundala Winjasena.

Salah satu fakta unik, lanjut Gundala Winjasena, yang terungkap dalam pertemuan tersebut adalah keberadaan warga asal Gunungkidul yang melakukan migrasi besar-besaran di masa lalu.

"Bahkan dulu ada yang migrasi ke Blora satu kampung dari Gunungkidul dan sekarang semuanya berdomisili di Desa Plantungan, Blora," ungkap Gundala Winjasena.

Pada kesempatan itu, Bupati Blora, Arief Rohman menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kontribusi warga keturunan asal Yogyakarta terhadap pembangunan di Kabupaten Blora.

Bupati Blora bersikap terbuka mengenai tantangan pembangunan, terutama terkait infrastruktur jalan yang masih menjadi perhatian pemerintah daerah.

"Kami memohon maaf kalau selama ini dalam pembangunan infrastruktur jalan masih banyak yang belum selesai. Kami terus berupaya, dan berterima kasih pula atas bantuan dari pemerintah pusat yang sangat membantu kami di daerah," ucap Bupati Blora.

Lebih lanjut, Bupati Blora menekankan bahwa pemerintah daerah masih memiliki banyak Pekerjaan Rumah (PR) yang harus diselesaikan. Ia berharap warga paguyuban dapat mengambil peran aktif sesuai dengan profesi masing-masing.

Tak hanya itu, Bupati Blora juga mengapresiasi kontribusi yang telah ikut andil warga Yogyakarta di berbagai sektor profesi yang telah membantu dalam kemajuan Blora.

Kerjasama antara Yogyakarta dan Blora selama ini sudah berjalan sangat luar biasa. kehadiran masyarakat Jogja di Blora dapat terus bersinergi dalam pembangunan daerah, imbuh Bupati Blora.

"Diprofesi apa pun, sumbangsih Bapak dan Ibu semua tentu telah membantu Blora. Kami ingin kehadiran masyarakat Yogyakarta ini bisa terus berjalan beriringan dengan pemerintah untuk membangun daerah yang kita cintai ini," tandas Bupati Blora. (Humas/Redaksi)


Share:

Babinsa Monitoring Pembangunan Gerai KDKMP di Blora, Perkuat Ekonomi Warga Desa


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) —  Dukungan TNI terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat kembali ditunjukkan melalui pendampingan pembangunan Gerai KDKMP di Desa Getas, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Selasa (14/4/2026).

Babinsa Koramil 10/Kradenan Kodim 0721/Blora, Serda Didik Iswanto, turun langsung ke lokasi guna memastikan proses pembangunan berjalan lancar, tertib, dan sesuai perencanaan.

Kehadiran Babinsa tidak hanya untuk melakukan pengawasan, tetapi juga sebagai bentuk komitmen TNI dalam mendukung program pemerintah yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

Dalam kegiatan tersebut, Serda Didik berkoordinasi dengan perangkat desa, pengelola KDKMP, serta masyarakat setempat. Kehadirannya dinilai mampu meningkatkan rasa aman sekaligus mendorong partisipasi warga dalam pembangunan fasilitas ekonomi tersebut.

“Gerai KDKMP ini diharapkan menjadi wadah pengembangan usaha masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi desa. Pendampingan ini merupakan bagian dari tugas Babinsa dalam mendukung percepatan pembangunan dan kesejahteraan warga,” ujar Didik.

Pembangunan Gerai KDKMP ini diharapkan dapat rampung tepat waktu dan memberikan manfaat nyata bagi perekonomian masyarakat. Sinergi antara TNI, pemerintah desa, dan warga menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan. (Pendim/Redaksi)
Share:

Hot News

Kecelakaan Kerja Berujung Maut, Seorang Petani di Bogorejo MD Terkena Pisau Gerinda

𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 ( SEPUTARBLORA.MY.ID ) — Peristiwa tragis menimpa S (69), seorang petani asal Desa Karang, Kecamatan Bogorejo, Kabup...

Piblic Service

Piblic Service
Instagram

Blog Archive

Social Media

Technology

Next More »

Labels

Community

Next More »