Pembangunan Jembatan Garuda di Wotrangkul Klopoduwur Blora Tunjukkan Progres Signifikan
Bupati Minta Forum GenRe Blora Petakan Potensi Remaja dan Anak Putus Sekolah
𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Pengukuhan 21 Pengurus Forum Generasi Berencana (GenRe) Kabupaten Blora Tahun 2026 di pendopo rumah dinas Bupati Blora, Rabu 22 April 2026.
Pengukuhan tersebut dihadiri Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Ketua TP PKK Kabupaten Blora, Ainia Shalichah Arief Rohman beserta jajaran, Plt Kepala Dindalduk KB Blora Agus Puji Mulyono, Kepala Dinporabudpar Iwan Setiyarso, Camat, jajaran pengurus KB, serta penyuluh lapangan keluarga berencana (PLKB).
Pengukuhan dilakukan oleh Ayah GenRe didampingi Bunda GenRe dan disaksikan perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, dilanjutkan penandatanganan komitmen bersama antara pengurus tingkat kabupaten dan pengurus tingkat kecamatan.
Pada kesempatan itu, Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Eka Setya Ardiningsih mengatakan pentingnya menjaga ketahanan remaja ditengah tantangan sosial. Ia menyoroti fenomena fatherless, yakni kondisi ketika anak tumbuh tanpa peran aktif ayah, baik secara fisik maupun psikologis, yang dinilai berdampak pada perkembangan anak.
"Sebagai upaya penguatan peran keluarga, BKKBN mendorong Program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI).
Peran ayah sangat penting sebagai pendamping, pembimbing, dan pelindung bagi anak,” ujar Eka Setya Ardiningsih.
Perwakilan BKKBN Jawa Tengah mengingatkan pentingnya literasi digital bagi remaja, agar mampu memilah informasi positif dan informasi negatif diruang digital.
"Forum GenRe memiliki tugas menyebarluaskan informasi terkait triad Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR), yakni pencegahan pernikahan dini, seks pranikah, dan penyalahgunaan NAPZA," jelas Perwakilan BKKBN Jawa Tengah.
Sementara itu, Bupati Blora, Arief Rohman meminta Forum Generasi Berencana Kabupaten Blora berperan aktif memetakan potensi remaja, termasuk anak putus sekolah, guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah.
“Potensi generasi remaja Blora sangat luar biasa. Saya minta dipetakan, program apa saja yang bisa disinergikan, baik dengan dinas pengendalian penduduk maupun dinas kepemudaan dan olahraga,” kata Bupati Blora.
Menurut Bupati Blora, pemetaan potensi remaja menjadi penting, terutama dalam menghadapi bonus demografi.
"Banyak sektor yang dapat dioptimalkan, mulai dari seni budaya, olahraga, hingga sektor pangan melalui keterlibatan komunitas petani milenial," ucap Bupati Blora.
Bupati Blora menekankan pentingnya penyediaan ruang kreatif bagi remaja agar terhindar dari berbagai risiko sosial, seperti penyalahgunaan narkotika, pernikahan dini, dan kenakalan remaja.
“Anak-anak Blora ini kreatif. Perlu difasilitasi event atau ajang untuk menampung kreativitas mereka,” ujar Bupati Blora.
Bupati Blora meminta program GenRe diselaraskan dengan prioritas nasional, seperti ketahanan pangan, program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta pengembangan koperasi desa.
"Sejumlah PR, diantaranya stunting dan angka putus sekolah. GenRe dapat menjadi motivator dikalangan remaja agar melanjutkan pendidikan," harap Bupati Blora.
Saat ini, kata Bupati Blora, baru sekitar 55–60 persen lulusan SMA di Blora yang melanjutkan ke perguruan tinggi.
“Perlu dipetakan anak-anak yang pintar tetapi terkendala ekonomi agar bisa didorong melalui program beasiswa,” kata Bupati Blora.
Bupati Blora juga menyampaikan peluang bagi lulusan SMK untuk bekerja sambil kuliah, termasuk kesempatan kerja di luar negeri seperti Jepang dan Korea.
"Pengurus GenRe menyusun program kerja yang realistis dan berbasis kebutuhan remaja, serta memperkuat sinergi dengan organisasi perangkat daerah (OPD), camat, hingga pemerintah desa," pinta Bupati Blora. (Humas/ Redaksi)
Truck Hino Seruduk Pick Up di Jalan Blora-Cepu, Tidak Ada Korban Jiwa
Wamenakes: Blora Harus Jadi Percontohan Penanganan Kasus TBC
𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Republik Indonesia, dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P(K), melakukan kunjungan ke Kabupaten Blora, untuk meninjau pelaksanaan Active Case Finding (ACF) TB melalui Tracing TB Terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Rabu (22/4/2026).
Kehadiran Wamenakes ke Desa Tunjungan, kecamatan Tunjungan, Blora ini di dampingi oleh Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi, Bupati Blora, Dr. Arief Rohman, Wakil Bupati Hj. Sri Setiyorini, Forkopimda Kabupaten Blora,Ketua TP PKK Kabupaten Blora dan Kepala Dinkesda Kabupaten Blora.
Pada kunjungan Wamenakes pada pelaksanaan Active Case Finding (ACF) TB melalui Tracing TB Terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG), Wamenakes meninjau pengobatan gratis, konsultasi dokter hingga rontgen.
Dalam sambuatanya Bupati Blora Arief Rohman mengucapkan selamat datang di wilayah Kabupaten Blora, tepatnya di Kecamatan Tunjungan. Alhamdulillah, hari ini kita dapat hadir dalam kegiatan Road Show Wakil Menteri Kesehatan RI dalam rangka pelaksanaan Active Case Finding (ACF) TB melalui Tracing TB Terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG).
"Tuberkulosis atau TB masih menjadi tantangan kesehatan yang serius, baik di tingkat nasional maupun daerah. Oleh karena itu, percepatan eliminasi TB menjadi prioritas penting," ucapnya.
Bupati melaporkan bahwa penemuan kasus Tuberkulosis di Kabupaten Blora pada tahun 2024 mencapai 1.485 kasus, dan meningkat pada tahun 2025 menjadi 1.676 kasus. Hal ini menunjukkan bahwa upaya penemuan kasus semakin masif, namun juga menjadi pengingat bahwa TB masih menjadi masalah kesehatan yang perlu kita tangani bersama.
"Kami mohon bimbingannya dalam penanganan nya, kami juga ingin mohon bantuannya, kami ada 3 RSUD semoga kami bisa dibantu dan meningkatkan bersama dalam pelayanan nya dan stunting dan lainnya kami juga mohon dibantu. Alhamdulillah sinergi provinsi, hingga pusat ini bisa meningkatkan," terangnya.
"Dan sampai dengan hari ini, telah ditemukan 350 kasus positif TBC di Kabupaten Blora," imbuhnya.
Mas Arief menyebut sebagai salah satu upaya pencegahan, pihaknya telah melaksanakan pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT). Namun dalam implementasinya, masih terdapat berbagai kendala di lapangan, baik dari sisi kesadaran masyarakat maupun jangkauan layanan.
Berbagai daerah di Indonesia telah menunjukkan bahwa integrasi skrining TB dengan pelayanan kesehatan gratis mampu meningkatkan penemuan kasus dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin. Hal ini menjadi bukti bahwa upaya promotif dan preventif harus terus diperkuat.
Bupati menyadari bahwa keberhasilan program ini tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi memerlukan kolaborasi semua pihak, tenaga kesehatan, kader, pemerintah desa, serta partisipasi aktif masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami berharap Masyarakat semakin sadar tentang pentingnya deteksi dini TB.
"Penemuan kasus TB di Kabupaten Blora dapat meningkat secara signifikan sehingga Rantai penularan dapat ditekan dan pada akhirnya kita mampu mewujudkan Kabupaten Blora yang sehat dan bebas TB,"pungkasnya.
Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto, dalam sambutannya menyebutkan bahwa TBC ini penyakit yang sulit disembuhkan, karena kebal dengan obat, bahkan ia punya membran yang kuat sehingga btuh pengobatan yang lama.
"Indonesia dulu rangking 3 yang pertama china, india dan Indonesia. Namun sekarang pada kasus ini sekarang Indonesia masuk negara no 2 setelah india," ucapnya.
Menurut Edy dengan kegiatan ini tentunya penting bagi Blora dan Blora harus jadi percontohan, sehingga kegiatan yang dilakukan hari ini harus bisa menjadi penurunan TB yang ada di blora.
"Jika ini dilakukan dengan baik saya harap blora TBC nya jadi zero. Saya juga titip RSUD Samin surosentiko, yang berada di daerah selatan, dan keberadaan ini jauh dari akses sehingga nantinya jadi bagian pemerataan masyarakat dengan kesehatan," tuturnya.
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Republik Indonesia, dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P(K), menjelaskan bahwa kedatangannya untuk melihat apa yang terjadi dilapangan dan permasalahan apa saja yang terjadi.
"Saya datang kesini agar semua bisa saling membantu, semua saling mengingatkan, jadi komitmen bersama dan suatu kebanggaan bagi kita jika Indonesia bebas dari TBC," jelasnya.
Wamenkes menyebut, kasus TBC di Indonesia sangat tinggi, oleh sebab itu harus segera ditangani serius. Pihaknya pun meminta seluruh pemerintah daerah (Pemda) untuk bersama-sama mencegah TBC.
"Penderita TBC harus langsung diberi pengobatan secara rutin selama 6 bulan. Tak hanya itu, pihak keluarga si penderita juga harus diberi obat pencegahan agar tak tertular penyakit ini," imbuhnya.
Wamenakes mencontohkan jika ada 1600 an kasus jadi nantinya ada 6000 orang yang akan diperiksa dan di tracking, jadi kalau yang sakit ada 500 dan sisanya pencegahan.
"Kita ingin TB ini berhasil di Blora, sehingga jika ada Masyarakat yang terdeteksi sakit TBC dapat segera diobati, Kontak serumah atau kontak erat yang tidak menunjukkan gejala dan hasil rontgen negatif akan diberikan TPT sebagai langkah pencegahan," Pungkasnya.
Usai kunjungan, Wamenakes, bersama Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi, Wakil Bupati Hj. Sri Setiyorini,Ketua TP PKK Kabupaten Blora dan Kepala Dinkesda Kabupaten Blora menyerahkan bantuan bedah rumah bagi penderita TB di Sarimulyo Ngawen. (Humas/Redaksi)
Petani di Blora Ditemukan Meninggal di Sawah Bangsri, Tersengat Listrik Jebakan Tikus
𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Seorang petani ditemukan meninggal dunia akibat tersengat listrik jebakan tikus di area persawahan Dukuh Nglorog, Desa Bangsri, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora Jawa Tengah, Selasa, 21 April 2026. Korban bernama Jasmin (46), warga Desa Bangsri.
Kapolsek Jepon, Iptu Moh. Junaidi menjelaskan bahwa peristiwa diketahui oleh saksi Widodo Lestari dan Sakijan sekira pukul 18.00 WIB. Keduanya curiga karena korban belum pulang sedangkan sepeda motornya masih berada di sawah. Saat dicari, korban ditemukan tergeletak ditepi pematang sawah dengan posisi terlentang menindih kawat jebakan tikus beraliran listrik.
“Saksi mengecek dan korban sudah tidak bernafas. Kawat untuk perangkap tikus itu dipasang sendiri oleh korban di sekeliling sawah dengan jarak 50 cm dari pematang dan tinggi 15 cm dari tanah,” jelas Kapolsek Jepon.
Lebih lanjut, Kapolsek Jepon menjelaskan petugas Polsek Jepon bersama Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan tim medis RS PKU Muhammadiyah Blora langsung mendatangi TKP dan mengevakuasi korban ke rumah sakit.
"Hasil pemeriksaan medis menunjukkan tidak ada tanda kekerasan. Ditemukan luka lecet di jari telunjuk tangan kanan korban yang diduga akibat sengatan listrik, dan tubuh dalam keadaan kaku. Korban dinyatakan meninggal dunia akibat tersengat arus listrik," ungkap Kapolsek Jepon.
Masih kata Kapolsek Jepon bahwa barang bukti yang diamankan berupa satu kaos lengan panjang abu-abu dan satu celana pendek hitam milik korban.
"Jenazah telah diserahkan kepada Kepala Desa Bangsri mewakili keluarga untuk dimakamkan," ujar Kapolsek Jepon.
Kapolsek Jepon mengimbau warga tidak memasang jebakan tikus beraliran listrik karena membahayakan nyawa.
“Sudah banyak kejadian serupa. Kami minta masyarakat hentikan penggunaan setrum untuk berantas hama tikus,” tegas Kapolsek Jepon. (Humas/Redaksi)
Jembatan Garuda, Nafas Baru Penggerak Ekonomi Warga Jati Blora
Kakek 62 Tahun Asal Mlangsen Ditemukan MD di Kamar Kos Kedungjenar Blora
TMMD Sengkuyung Tahap II TA 2026 Kodim 0721/Blora Dukung Percepatan dan Pemerataan Pembangunan
Pemkab Blora Kerahkan 11.000 ASN, Percepat Pendataan Kemiskinan Berbasis Desa
𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Pemerintah Kabupaten Blora mempercepat upaya penurunan angka kemiskinan dengan memperkuat basis data dari desa. Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman, menyatakan akan mengerahkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Blora untuk terlibat dalam pendataan sosial ekonomi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan saat pencanangan program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) 2026 di Ruang Pertemuan Setda Blora, Selasa 21 April 2026.
“Di Blora ada sekitar 11.000 ASN. Nantinya akan kita formulasikan agar bisa terlibat dalam pendataan, sehingga data kemiskinan dan pengangguran benar-benar presisi dan sesuai kondisi di lapangan,” ujar Bupati Arief.
Ia menekankan pentingnya sinkronisasi antara data yang dihimpun pemerintah daerah dengan indikator yang digunakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Dengan keterlibatan ASN, diharapkan proses verifikasi dan validasi data menjadi lebih akurat dan berdampak langsung pada kebijakan.
Menurut Bupati Arief, desa harus menjadi subjek pembangunan, bukan sekadar objek. Oleh karena itu, seluruh perencanaan pembangunan diharapkan bertumpu pada data riil dari desa.
“Basis data semuanya dari desa. Nanti kita selaraskan, modul apa yang bisa diterapkan. Harapannya, seluruh desa di Blora dapat menerapkan Desa Cantik Statistik,” katanya.
Selain itu, Pemkab Blora juga mendukung integrasi program Desa Cantik dengan agenda pembangunan berkelanjutan atau SDGs (Sustainable Development Goals) Desa. Pemerintah daerah berencana menyusun role model dari desa-desa yang telah didampingi sebagai percontohan untuk wilayah lain.
Sementara itu, Kepala BPS Blora Rukhedi, S.Si., MSE, menegaskan pentingnya data desa dalam mendukung perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi pembangunan.
“Selama ini banyak lembaga mengambil data dari desa dengan berbagai aplikasi. Namun, kemampuan SDM desa belum tentu memadai untuk mengelolanya. Karena itu, perlu standarisasi dan penguatan kapasitas,” ujarnya.
Rukhedi menjelaskan, program Desa Cantik 2026 bertujuan meningkatkan literasi statistik masyarakat desa, menstandarkan pengelolaan data, serta mengoptimalkan pemanfaatan data agar program pembangunan lebih tepat sasaran. Selain itu, program ini juga diarahkan untuk membentuk agen-agen statistik di tingkat desa.
Adapun tahapan pelaksanaan program dimulai dari pelatihan pembina pada Maret 2026, dilanjutkan pendataan lapangan pada 1 Mei hingga 31 Juli 2026. Selanjutnya, penilaian Desa Cantik dilakukan pada Agustus hingga September 2026.
Tahun ini, terdapat tiga desa yang diusulkan sebagai Desa Cantik, yakni Desa Kapuan (Kecamatan Cepu), Desa Gayam (Kecamatan Bogorejo), dan Desa Bogowanti (Kecamatan Ngawen).
Bupati Arief mengapresiasi inovasi Desa Cantik sebagai fondasi penting dalam pembangunan berbasis data. Ia berharap program tersebut tidak berhenti pada tiga desa percontohan, tetapi dapat direplikasi di seluruh desa di Blora.
“Ke depan, saya ingin ada desa percontohan di setiap kecamatan. Ini nanti bisa disinergikan dengan program Kecamatan Berdaya dari provinsi,” ujarnya.
Di akhir acara, dilakukan penandatanganan serta penyerahan penghargaan dari Badan Pusat Statistik kepada tiga desa terpilih, yakni Desa Kapuan (Kecamatan Cepu), Desa Gayam (Kecamatan Bogorejo), dan Desa Bogowanti (Kecamatan Ngawen), sebagai bentuk apresiasi atas kesiapan dan komitmen dalam penguatan statistik desa.
Sebagai informasi, berdasarkan data BPS, tren kemiskinan di Blora menunjukkan penurunan dalam tiga tahun terakhir. Pada 2023, angka kemiskinan tercatat sebesar 11,49 persen, kemudian turun menjadi 11,42 persen pada 2024, dan kembali menurun menjadi 10,58 persen pada 2025.
Secara jumlah penduduk, angka kemiskinan juga mengalami penurunan dari sekitar 99,14 ribu jiwa pada 2024 menjadi 92,01 ribu jiwa pada 2025. Penurunan ini menjadi indikator positif bagi upaya pengentasan kemiskinan yang terus diperkuat melalui kebijakan berbasis data. (Humas/Redaksi)
Hot News
Pembangunan Jembatan Garuda di Wotrangkul Klopoduwur Blora Tunjukkan Progres Signifikan
𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 ( SEPUTARBLORA.MY.ID ) — Pembangunan Jembatan Garuda yang berlokasi di Dukuh Wotrangkul, Desa Klopoduwur, Kecamatan B...





