Petani di Blora Ditemukan Meninggal di Sawah Bangsri, Tersengat Listrik Jebakan Tikus


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Seorang petani ditemukan meninggal dunia akibat tersengat listrik jebakan tikus di area persawahan Dukuh Nglorog, Desa Bangsri, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora Jawa Tengah, Selasa, 21 April 2026. Korban bernama Jasmin (46), warga Desa Bangsri.

Kapolsek Jepon, Iptu Moh. Junaidi menjelaskan bahwa peristiwa diketahui oleh saksi Widodo Lestari dan Sakijan sekira pukul 18.00 WIB. Keduanya curiga karena korban belum pulang sedangkan sepeda motornya masih berada di sawah. Saat dicari, korban ditemukan tergeletak ditepi pematang sawah dengan posisi terlentang menindih kawat jebakan tikus beraliran listrik.

“Saksi mengecek dan korban sudah tidak bernafas. Kawat untuk perangkap tikus itu dipasang sendiri oleh korban di sekeliling sawah dengan jarak 50 cm dari pematang dan tinggi 15 cm dari tanah,” jelas Kapolsek Jepon.

Lebih lanjut, Kapolsek Jepon menjelaskan petugas Polsek Jepon bersama Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan tim medis RS PKU Muhammadiyah Blora langsung mendatangi TKP dan mengevakuasi korban ke rumah sakit.

"Hasil pemeriksaan medis menunjukkan tidak ada tanda kekerasan. Ditemukan luka lecet di jari telunjuk tangan kanan korban yang diduga akibat sengatan listrik, dan tubuh dalam keadaan kaku. Korban dinyatakan meninggal dunia akibat tersengat arus listrik," ungkap Kapolsek Jepon.

Masih kata Kapolsek Jepon bahwa barang bukti yang diamankan berupa satu kaos lengan panjang abu-abu dan satu celana pendek hitam milik korban.

"Jenazah telah diserahkan kepada Kepala Desa Bangsri mewakili keluarga untuk dimakamkan," ujar Kapolsek Jepon.

Kapolsek Jepon mengimbau warga tidak memasang jebakan tikus beraliran listrik karena membahayakan nyawa.

“Sudah banyak kejadian serupa. Kami minta masyarakat hentikan penggunaan setrum untuk berantas hama tikus,” tegas Kapolsek Jepon. (Humas/Redaksi)


Share:

Jembatan Garuda, Nafas Baru Penggerak Ekonomi Warga Jati Blora


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) —  Harapan baru mulai tumbuh di Desa Jati, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora. Pembangunan Jembatan Garuda yang membentang di atas Sungai Klanding kini menjadi simbol penghubung kehidupan sekaligus penggerak ekonomi masyarakat setempat.

Keterbatasan akses menjadi kendala utama warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, terutama dalam distribusi hasil pertanian dan mobilitas antarwilayah. Kehadiran jembatan ini diharapkan mampu menjawab persoalan tersebut, membuka keterisolasian, serta mempercepat perputaran ekonomi desa.

Komandan Koramil 11/Jati Kodim 0721/Blora, Kapten Inf Puryanto, yang meninjau langsung proses pembangunan, menegaskan pentingnya keberadaan jembatan tersebut bagi masyarakat.

“Jembatan ini nantinya akan memperlancar mobilitas warga yang selama ini terkendala akses. Kami berharap aktivitas ekonomi masyarakat bisa tumbuh, membuka peluang usaha baru, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan warga,” ujarnya, Kamis 23 April 2026.

Ia menambahkan, pembangunan Jembatan Garuda terus dikebut dengan tetap memperhatikan kualitas dan keselamatan kerja. Menurutnya, ketepatan waktu penyelesaian menjadi target penting, namun tidak boleh mengesampingkan standar konstruksi.

“Harus selesai tepat waktu, tetapi kualitas tetap menjadi prioritas utama. Yang tidak kalah penting adalah keselamatan selama proses pembangunan,” tegasnya.

Di sisi lain, antusiasme warga terlihat nyata. Sujariyanto (45), salah satu warga Desa Jati, mengaku bersyukur atas pembangunan jembatan yang telah lama dinantikan tersebut.

“Kami sangat senang dan berterima kasih kepada TNI. Dengan adanya jembatan ini, aktivitas kami akan jauh lebih lancar dan ekonomi desa bisa berkembang,” katanya.

Pembangunan jembatan ini tidak hanya menjadi proyek infrastruktur semata, tetapi juga mencerminkan sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mendorong pemerataan pembangunan di daerah. Upaya ini sejalan dengan program pembangunan nasional yang menekankan konektivitas dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dengan hadirnya Jembatan Garuda, Desa Jati kini menatap masa depan dengan optimisme baru, sebuah langkah kecil yang membawa dampak besar bagi kehidupan warganya. (Pendim/Redaksi)

Share:

Kakek 62 Tahun Asal Mlangsen Ditemukan MD di Kamar Kos Kedungjenar Blora


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Kepolisian Sektor Blora mendatangi lokasi penemuan seorang pria meninggal dunia di kamar kost Jalan Reksodiputro Timur, Kelurahan Kedungjenar, Kecamatan Blora Jawa Tengah, Selasa, 21 April 2026. Korban diketahui bernama Faisal Yakin (62), warga Kelurahan Mlangsen, Kecamatan Blora.

Penanganan TKP dilakukan oleh  Kapolsek Blora, Kanit Reskrim bersama anggota, Ka SPKT beserta piket jaga, Bhabinkamtibmas Kelurahan Kedungjenar, dan tim Puskesmas Blora.

Kapolsek Blora, AKP Nur Dwi Edie W   menjelaskan bahwa kejadian pertama kali diketahui saksi Sofiria Sahitaningrani sekira pukul 09.15 WIB saat hendak mengantar makanan dan mengajak korban ke rumah sakit. Korban diketahui telah menderita sakit selama 4 bulan dan tidak bisa bangun dari tempat tidur. 

"Saat saksi masuk ke kamar, korban sudah dalam kondisi tidak bergerak. Saksi kemudian memberitahu saksi Maryono dan pemilik kost Heny Purnomo yang langsung melapor ke Polsek Blora," ujar Kapolsek Blora.

Lebih lanjut, Kapolsek Blora menjekaskan bahwa petugas Polsek Blora bersama tim medis Puskesmas Blora mendatangi TKP dan melakukan pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda kekerasan. 

"Pada tubuh korban terdapat luka lecet di punggung akibat gesekan dengan tempat tidur karena sudah 4 bulan tidak bangun, serta pembengkakan di kedua kaki akibat asam urat. Korban diketahui memiliki riwayat sakit jantung dan asam urat akut," ungkap Kapolsek Blora.

Berdasarkan keterangan saksi dan hasil pemeriksaan medis, lanjut Kapolsek Blora, korban meninggal dunia murni karena sakit. Jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

"Ciri-ciri korban, tinggi badan 170 centimeter, berat badan 55 kilogram, rambut beruban, kulit sawo matang. Saat ditemukan korban dalam kondisi tidak berpakaian," jelas Kapolsek Blora. (Humas/Redaksi)

Share:

TMMD Sengkuyung Tahap II TA 2026 Kodim 0721/Blora Dukung Percepatan dan Pemerataan Pembangunan


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) —  Komando Distrik Militer (Kodim) 0721/Blora kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung percepatan dan pemerataan pembangunan wilayah melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun Anggaran 2026.

Program tersebut secara resmi dibuka melalui upacara di Lapangan SDN 1 Sendangwungu, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Rabu 22 April 2026.

Upacara pembukaan dipimpin oleh Bupati Blora, kegiatan berlangsung tertib, khidmat, dan penuh semangat kebersamaan.

Dalam amanatnya, Bupati Blora, Arief Rohman  menyampaikan bahwa TMMD merupakan wujud nyata kolaborasi lintas sektoral dengan mengusung tema 'TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa'. Program ini menegaskan bahwa kemajuan bangsa berawal dari kemajuan desa.

TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong sebagai jati diri bangsa. Melalui program ini, TNI, Pemerintah Daerah, dan masyarakat bersinergi dalam satu tujuan, yakni meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat.

Pada TMMD Sengkuyung Tahap II di Desa Sendangwungu, sasaran fisik meliputi pembangunan jembatan berukuran 6 meter x 3 meter, pembangunan talud jalan sepanjang 200 meter guna memperlancar akses transportasi warga, serta rehabilitasi dua unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Ibu Jami dan Bapak Isnadi agar lebih layak dan sehat.

Selain itu, sasaran non fisik mencakup penyuluhan wawasan kebangsaan, edukasi hukum dan kesehatan, serta pemberdayaan UMKM guna meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat.

Seluruh kegiatan tersebut didukung anggaran sebesar Rp. 415.000.000,00 yang bersumber dari sinergi APBD Provinsi, APBD Kabupaten, dan Baznas.

“Ini merupakan amanah rakyat yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi,” tegasnya.

Menutup amanatnya, disampaikan imbauan kepada masyarakat Desa Sendangwungu untuk berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan TMMD serta menjadikannya sebagai momentum menghidupkan kembali budaya gotong royong.

Kepada seluruh personel yang terlibat, ditekankan agar melaksanakan tugas secara profesional, mengutamakan faktor keamanan, serta menjaga komunikasi yang harmonis dengan masyarakat setempat.

Hadir Komandan Kodim 0721/Blora Letkol Kav Yudhi Agus Setiyanto, S.Sos., diwakili Kasdim Mayor Inf Bani, unsur Forkopimda Kabupaten Blora, kepala perangkat daerah dan instansi vertikal, pejabat utama Kodim 0721/Blora, Forkopimcam Banjarejo, Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XLII Dim 0721, Kepala Desa Sendangwungu, serta tamu undangan lainnya. (Pendim/Redaksi)

Share:

Pemkab Blora Kerahkan 11.000 ASN, Percepat Pendataan Kemiskinan Berbasis Desa

𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) —  Pemerintah Kabupaten Blora mempercepat upaya penurunan angka kemiskinan dengan memperkuat basis data dari desa. Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman, menyatakan akan mengerahkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Blora untuk terlibat dalam pendataan sosial ekonomi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan saat pencanangan program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) 2026 di Ruang Pertemuan Setda Blora, Selasa 21 April 2026.

“Di Blora ada sekitar 11.000 ASN. Nantinya akan kita formulasikan agar bisa terlibat dalam pendataan, sehingga data kemiskinan dan pengangguran benar-benar presisi dan sesuai kondisi di lapangan,” ujar Bupati Arief.

Ia menekankan pentingnya sinkronisasi antara data yang dihimpun pemerintah daerah dengan indikator yang digunakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Dengan keterlibatan ASN, diharapkan proses verifikasi dan validasi data menjadi lebih akurat dan berdampak langsung pada kebijakan.

Menurut Bupati Arief, desa harus menjadi subjek pembangunan, bukan sekadar objek. Oleh karena itu, seluruh perencanaan pembangunan diharapkan bertumpu pada data riil dari desa.

“Basis data semuanya dari desa. Nanti kita selaraskan, modul apa yang bisa diterapkan. Harapannya, seluruh desa di Blora dapat menerapkan Desa Cantik Statistik,” katanya.

Selain itu, Pemkab Blora juga mendukung integrasi program Desa Cantik dengan agenda pembangunan berkelanjutan atau SDGs  (Sustainable Development Goals) Desa. Pemerintah daerah berencana menyusun role model dari desa-desa yang telah didampingi sebagai percontohan untuk wilayah lain.

Sementara itu, Kepala BPS Blora Rukhedi, S.Si., MSE, menegaskan pentingnya data desa dalam mendukung perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi pembangunan.

“Selama ini banyak lembaga mengambil data dari desa dengan berbagai aplikasi. Namun, kemampuan SDM desa belum tentu memadai untuk mengelolanya. Karena itu, perlu standarisasi dan penguatan kapasitas,” ujarnya.

Rukhedi menjelaskan, program Desa Cantik 2026 bertujuan meningkatkan literasi statistik masyarakat desa, menstandarkan pengelolaan data, serta mengoptimalkan pemanfaatan data agar program pembangunan lebih tepat sasaran. Selain itu, program ini juga diarahkan untuk membentuk agen-agen statistik di tingkat desa.

Adapun tahapan pelaksanaan program dimulai dari pelatihan pembina pada Maret 2026, dilanjutkan pendataan lapangan pada 1 Mei hingga 31 Juli 2026. Selanjutnya, penilaian Desa Cantik dilakukan pada Agustus hingga September 2026.

Tahun ini, terdapat tiga desa yang diusulkan sebagai Desa Cantik, yakni Desa Kapuan (Kecamatan Cepu), Desa Gayam (Kecamatan Bogorejo), dan Desa Bogowanti (Kecamatan Ngawen).

Bupati Arief mengapresiasi inovasi Desa Cantik sebagai fondasi penting dalam pembangunan berbasis data. Ia berharap program tersebut tidak berhenti pada tiga desa percontohan, tetapi dapat direplikasi di seluruh desa di Blora.

“Ke depan, saya ingin ada desa percontohan di setiap kecamatan. Ini nanti bisa disinergikan dengan program Kecamatan Berdaya dari provinsi,” ujarnya.

Di akhir acara, dilakukan penandatanganan serta penyerahan penghargaan dari Badan Pusat Statistik kepada tiga desa terpilih, yakni Desa Kapuan (Kecamatan Cepu), Desa Gayam (Kecamatan Bogorejo), dan Desa Bogowanti (Kecamatan Ngawen), sebagai bentuk apresiasi atas kesiapan dan komitmen dalam penguatan statistik desa.

Sebagai informasi, berdasarkan data BPS, tren kemiskinan di Blora menunjukkan penurunan dalam tiga tahun terakhir. Pada 2023, angka kemiskinan tercatat sebesar 11,49 persen, kemudian turun menjadi 11,42 persen pada 2024, dan kembali menurun menjadi 10,58 persen pada 2025.

Secara jumlah penduduk, angka kemiskinan juga mengalami penurunan dari sekitar 99,14 ribu jiwa pada 2024 menjadi 92,01 ribu jiwa pada 2025. Penurunan ini menjadi indikator positif bagi upaya pengentasan kemiskinan yang terus diperkuat melalui kebijakan berbasis data. (Humas/Redaksi)


Share:

Tembus Sungai Nglebur, TNI Bangun Jembatan Gantung Buka Akses Warga


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.ID) — Di tengah keterbatasan akses yang selama ini membatasi aktivitas warga, kehadiran negara akhirnya nyata dirasakan. TNI membangun Jembatan Perintis Garuda yang membentang di atas Sungai Nglebur, menghubungkan Desa Nglebur dan Desa Janjang.

Jembatan sepanjang 35 meter dengan lebar 1,5 meter itu menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat akan akses yang aman dan layak. Selama ini, warga harus menghadapi risiko saat melintasi sungai untuk beraktivitas sehari-hari.

Komandan Koramil 06/Jiken, Kapten Inf Sumarno, yang meninjau langsung pembangunan pada Rabu 22 April 2026, menegaskan bahwa kehadiran TNI merupakan bagian dari komitmen negara dalam membantu masyarakat.

“TNI tidak hanya menjaga kedaulatan, tetapi juga hadir untuk mengatasi kesulitan rakyat,” ujarnya.

Pembangunan jembatan tersebut diharapkan mampu memperlancar akses warga menuju sekolah, lahan pertanian, hingga pusat kegiatan ekonomi. Dengan infrastruktur yang lebih memadai, mobilitas masyarakat menjadi lebih cepat, aman, dan efisien.

Di balik pembangunan itu, terdapat kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Medan yang sulit tidak menjadi penghalang, justru memperkuat semangat gotong royong dalam menyelesaikan pekerjaan.

Kapten Inf Sumarno berharap jembatan ini nantinya dapat dirawat dan dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Lebih dari sekadar penghubung, jembatan ini menjadi simbol kuat kemanunggalan TNI dan rakyat, sekaligus bukti nyata kehadiran negara hingga ke pelosok. (Pendim/Redaksi)

Share:

Pria Asal Tuban Jatim Diduga Selundupkan 200 LPG 3 Kilogram Ditangkap Polisi Blora



𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.ID) — Satuan Reserse Kriminal Polres Blora Polda Jawa Tengah menggagalkan upaya penyalahgunaan pengangkutan dan niaga bahan bakar gas jenis LPG 3 kilogram bersubsidi.

Seorang pria berinisial FS (38), warga Kecamatan Kenduruan, Kabupaten Tuban Jawa Timur, diamankan petugas saat melintas di wilayah Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora.

Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto mengungkapkan bahwa penangkapan tersebut bermula dari informasi masyarakat perihal adanya kendaraan yang mencurigakan di jalan raya Blora – Cepu.

"Petugas mendapatkan informasi terkait satu unit kendaraan pick up Mitsubishi L300 dengan nomor polisi S-8220-HM yang mengangkut muatan tertutup terpal dengan bak yang dimodifikasi lebih tinggi," jelas Kapolres Blora kepada awak media, Senin 20 April 2026.

Menindaklanjuti laporan tersebut, lanjut Kapolres Blora, petugas kemudian memberhentikan kendaraan tersebut di Jalan Raya Blora – Cepu KM-7, tepatnya disebelah timur Pasar Jepon, Kelurahan Jepon, pada Kamis 9 April 2026, sekira pukul 20.00 WIB.

Saat dilakukan pemeriksaan, kata Kapolres Blora, petugas menemukan 200 tabung gas LPG 3 kilogram  bersubsidi dalam keadaan berisi. Berdasarkan hasil interogasi awal, ratusan tabung gas tersebut diduga berasal dari wilayah Kabupaten Tuban, Jawa Timur, dan rencananya akan dipasarkan secara ilegal di wilayah Kabupaten Blora.

"Tersangka dan barang bukti langsung dibawa ke Mapolres Blora untuk proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. Akibat perbuatan ini, negara diperkirakan mengalami kerugian materiil sebesar Rp 3.800.000," ungkap  Kapolres Blora.

Lebih lanjut, Kapolres Blora menjelaskan bahwa selain mengamankan tersangka FS, polisi juga menyita sejumlah barang bukti di antaranya satu unit armada pick up L300 warna hitam, 200 tabung LPG 3 kilogram, satu buah terpal, troli besi, sejumlah plastik segel berwarna kuning, serta satu unit ponsel.

"Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 55 Undang-Undang RI Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang Perubahan atas UU RI Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, pelaku terancam hukuman pidana penjara paling lama enam tahun serta denda paling banyak Rp 60 miliar," tandas Kapolres Blora. (Humas/Redaksi)


Share:

IPAL Belum Standar, Dapur SPPG Bogowanti Blora Terancam Ditutup Sementara


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Salah satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ada di Desa Bogowanti, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora Jawa Tengah, belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sesuai standar, temuan ini memicu perhatian serius dari Satuan Tugas MBG Kabupaten Blora.

Fakta IPAL belum sesuai standar tersebut terungkap dalam sidak, Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini selaku Ketua Satgas MBG Kabupaten Blora saat  melakukan inspeksi mendadak (sidak) secara langsung, pada Senin 20 April 2026.

Ketua Satgas MBG Kabupaten Blora  didampingi Kepala Dinas Kesehatan Blora meninjau sejumlah titik, mulai dari area dapur, lokasi pengolahan limbah, hingga lingkungan sekitar yang diduga terdampak pembuangan limbah dari SPPG.

“Kami hadir menindaklanjuti laporan dari warga bahwasanya IPAL-nya belum memenuhi standar. Dan kebetulan pembuangan IPAL-nya meluber ke tetangga, kita lihat-lihat SPPG-nya sudah memenuhi standar tapi ada satu yang belum dipenuhi adalah IPAL,” ungkap Ketua Satgas MBG Blora.

Satgas MBG Blora sebelumnya telah menegaskan kepada seluruh dapur SPPG, agar memenuhi standar kelayakan, termasuk memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) serta IPAL sesuai ketentuan.

“Kemarin satu bulan yang lalu sudah saya kumpulkan, bahwasana saya nyuwun tulung karena ini memang perintah aturan dari BGN bahwa harus ada SLHS dan IPAL, dan saya sudah beri waktu sampai dengan 1 April 2026, dan tadi sudah saya cek IPAL  belum memenuhi standar,” imbuh Ketua Satgas MBG Blora.

Atas temuan tersebut, Ketua Satgas MBG Blora langsung melaporkan kondisi itu kepada Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Kabupaten Blora untuk segera ditindaklanjuti.

Tak hanya itu, Ketua Satgas MBG Blora juga mengusulkan agar operasional dapur Bogowanti tersebut dihentikan sementara hingga seluruh standar dipenuhi.

“Terkait IPAL ini sudah melenceng dari perjanjian, mau tidak mau hari ini saya laporkan ke korwil, apa tindakan korwil, saran dari BGN kalau tidak ada SLHS dan IPAL maka ditutup sementara, keputusan ada di tangan korwil,” tandas Ketua Satgas MBG Blora. (Kudnadi Saputro)


Share:

Pemasangan Rangka Besi Dimulai, Pembangunan Jembatan Garuda Blora Masuki Tahap Krusial


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) —  Pembangunan Jembatan Garuda di Desa Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, memasuki tahap krusial dengan dimulainya pemasangan rangka besi dan bondek, Selasa (21/4/2026).

Tahap ini menjadi penentu dalam percepatan penyelesaian proyek jembatan yang diharapkan segera dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai akses penghubung vital antarwilayah.

Komandan Rayon Militer (Danramil) 03/Banjarejo, Kapten Inf Munawar, mengatakan pemasangan rangka besi merupakan bagian inti dari konstruksi jembatan yang membutuhkan ketelitian tinggi serta koordinasi yang solid di lapangan.

“Pemasangan rangka besi dan bondek ini merupakan struktur utama jembatan. Kami memastikan seluruh proses berjalan sesuai perencanaan dan standar teknis agar hasilnya kokoh dan aman digunakan,” ujar Munawar.

Ia menambahkan, progres pembangunan menunjukkan perkembangan positif berkat sinergi antara personel di lapangan, masyarakat, serta dukungan dari berbagai pihak
.
“Kami optimistis pembangunan Jembatan Garuda dapat selesai tepat waktu. Semangat gotong royong dan kolaborasi yang terjalin menjadi kunci percepatan pekerjaan ini,” katanya.

Dengan dimulainya tahap pemasangan rangka besi, proses pembangunan diharapkan terus berjalan lancar hingga tahap akhir. Keberadaan jembatan ini nantinya diyakini mampu meningkatkan mobilitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah setempat. (Pendim/Redaksi)


Share:

Hot News

Petani di Blora Ditemukan Meninggal di Sawah Bangsri, Tersengat Listrik Jebakan Tikus

𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 ( SEPUTARBLORA.MY.ID ) — Seorang petani ditemukan meninggal dunia akibat tersengat listrik jebakan tikus di area per...

Piblic Service

Piblic Service
Instagram

Blog Archive

Social Media

Technology

Next More »

Labels

Community

Next More »