Babinsa Koramil 11/Jati Monitoring Pembangunan KDKMP di Singget Blora
Blora Jadi Pilot Project Nasional: Akan Dibangun.Pabrik Bioetanol
𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) —
Kabupaten Blora mencetak sejarah baru dalam peta ketahanan energi nasional. Tak hanya sukses menjadi lumbung jagung, Bumi Mustika kini diproyeksikan menjadi titik awal pengembangan industri bioetanol berbasis jagung di Indonesia.
Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan Panen Raya Jagung Kuartal 1 dan Tanam Jagung Serentak Kuartal 2 di Desa Kutukan, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora Jawa Tengah, Jumat 3 April 2026.
Pada kesempatan itu, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan RI, Dr. Yudi Sastro mengungkapkan rencana besar pemerintah untuk membangun pabrik bioetanol di Blora. Langkah ini merupakan tindak lanjut atas status Blora sebagai daerah swasembada jagung.
"InshaAllah, pabrik bioetanol akan kita mulai dari Blora. Kita garap dari hulu hingga hilir dalam bentuk bioenergi. Tim kami akan turun langsung melakukan pendampingan. Potensi jagung di Blora sangat besar, dan ini saatnya kita kembangkan etanol jagung mulai dari sini," tegas Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan RI.
Senada dengan hal tersebut, Panglima Kopassus, Letjen TNI Jon Afriandi menekankan pentingnya kedaulatan energi yang lahir dari ketahanan pangan. Ia mengapresiasi langkah Bupati Blora dalam memfasilitasi integrasi tersebut.
"Luar biasa, jagung bukan cuma pangan tapi juga energi. Kita harapkan Blora menjadi pilot project. Sumber dayanya sangat cocok. Mari kita bergerak dari Blora untuk bangsa, meningkatkan ketahanan pangan sekaligus kedaulatan energi Indonesia," ujar Letjen Jon Afriandi.
Sementara itu, salah satu petani lokal dari Randublatung, Bambang Sunarto
menyambut baik rencana besar ini. Ia berharap program ini tidak hanya mengangkat nama Blora di level nasional melalui jagung, tetapi juga sektor pendukung lainnya.
"Harapan kami, Blora juga bisa menjadi daerah peternakan nomor satu. Dari Randublatung, kita angkat potensi Blora lainnya ke tingkat nasional," harap Bambang Sunarto.
Selain isu jagung, kehadiran Direktur Utama Perum Bulog, Letjen TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani membawa angin segar bagi para petani tebu di Blora. Ia menegaskan komitmen Bulog untuk mengawal distribusi hasil panen tebu petani dan melakukan pembenahan internal di PT Gendhis Multi Manis (GMM) Todanan.
"Saya imbau petani tebu tidak perlu bimbang dan ragu, Bulog akan bantu menyalurkan hasil panen. Kami juga sedang memproses usulan perbaikan GMM, termasuk reorganisasi direksi dengan melibatkan putra-putri terbaik Blora," ungkap Dirut Bulog.
Bupati Blora, Arief Rohman menegaskan bahwa sinergi antara Pemkab, TNI, Kementan, dan Bulog adalah kunci untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
"Kolaborasi ini adalah bukti bahwa Blora siap menjadi penopang utama pangan dan energi nasional," tandas Bupati Blora. (Humas/Redaksi)
Sinergi TNI-Rakyat, Kebut Pembangunan Jembatan Garuda di Jati Blora
Visualisasi Jalan Salib di Gereja Santo Pius X Blora, Mengenang Kesengsaraan Yesus Kristus
Bawa Solusi untuk Petani Tebu Blora, Dirut Bulog Janji Rombak PG GMM dan Serap Tebu Rakyat
𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) —
Kabar segar bagi para petani tebu di Kabupaten Blora datang langsung dari pucuk pimpinan Perum BULOG. Direktur Utama Perum BULOG, Letjen TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, melakukan kunjungan kerja maraton untuk memastikan stabilitas industri pangan di daerah tersebut, Jumat (3/4/2026).
Memulai agenda dengan berdiskusi bersama perwakilan petani tebu hingga melakukan panen jagung di Desa Kutukan, Kecamatan Randublatung, Rizal menegaskan bahwa Bulog tidak akan tinggal diam terhadap kendala yang dihadapi petani lokal.
Rizal menyampaikan bahwa langkah pertama yang diambil adalah memberikan jaminan pasar bagi hasil panen masyarakat.
"Perum Bulog bersedia membantu menyerap seluruh tebu petani Blora untuk disalurkan ke empat pabrik gula milik negara di wilayah Jawa Tengah. Ini adalah langkah antisipasi sambil kita menunggu perbaikan Pabrik Gula GMM Bulog selesai," tegasnya di sela-sela kunjungan.
Tak hanya soal serapan hasil tani, restrukturisasi besar-besaran juga akan menyasar internal manajemen pabrik. Rizal mengungkapkan komitmennya untuk membawa semangat baru dengan melibatkan tenaga ahli lokal.
"Kami akan segera melakukan penggantian direksi pimpinan dan pengurus Pabrik Gula GMM Bulog dengan melibatkan potensi putra daerah," tambahnya.
Dari sisi teknis produksi, Dirut Bulog memastikan adanya perubahan orientasi mesin pabrik agar lebih berpihak pada petani.
Menurutnya, mesin yang ada saat ini akan dimodifikasi total. "Kami memastikan akan memperbaiki mesin Pabrik Gula GMM Bulog. Yang tadinya mesin untuk gula rafinasi dan gula tebu, akan diubah semuanya hanya fokus untuk gula tebu petani," jelas Rizal.
Terakhir, Rizal meredam kekhawatiran mengenai nasib para pekerja selama masa transisi perbaikan pabrik. Ia menjamin operasional SDM tetap berjalan meski pabrik sedang dalam tahap renovasi mesin.
"Untuk sementara waktu, kami akan memberdayakan SDM pekerja untuk disalurkan ke beberapa perusahaan Bulog di sekitar Blora, mencakup wilayah Jateng-DIY. Tujuannya agar pekerja tetap bisa produktif dan bekerja sambil menunggu perbaikan Pabrik Gula GMM Bulog tuntas," pungkasnya.
Kunjungan ini diharapkan menjadi titik balik bagi kemajuan sektor perkebunan di Blora, sekaligus memperkuat peran Bulog sebagai penyangga kedaulatan pangan nasional hingga ke level daerah. (Humas/Redaksi)
Babinsa Koramil Kedungtuban Pantau Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Blora
TNI Percepat Pembangunan Jembatan Garuda di Blora
Babinsa Nglungger Turun Tangan Pantau Pembangunan Koperasi Merah Putih
Jasad Lansia yang Hanyut di Sungai Wulung Blora Ditemukan Sejauh 2 KM, Polisi: Korban Murni Tenggelam
Hot News
Babinsa Koramil 11/Jati Monitoring Pembangunan KDKMP di Singget Blora
𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Personel Babinsa Koramil 11/Jati, Kopka Ahmad Rumman melaksanakan monitoring lanjutan terhada...





