Ulang Tahun ke-81 TNI, Kodim 0721/Blora Tanam 1.000 Pohon di Embung Sendangsari
Pesan Kak Sri Setyorini Saat Lepas Pasukan Pramuka Blora Tempuh Jalur 50 Kilometer
𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-65 tahun 2026, Gerakan Pramuka Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Tengah, mulai menyelenggarakan kegiatan Estafet Tunas Kelapa atau ETK. Yang dimulai dari Kabupaten Blora, pada Selasa 1 September 2026, dari Lapangan Kridosono.
Acara yang dimulai pukul 07.00 WIB itu, dilepas langsung oleh Ketua Kwartir Cabang (Kakwarcab) Blora, Kakak Sri Setyorini, yang juga Wakil Bupati Blora. Pelepasan dilangsungkan melalui upacara, dihadiri jajaran Forkopimda, para Kepala OPD, dan diikuti pelajar Pramuka dari tingkat SD, SMP, SMA sederajat se wilayah Kwartir Ranting Blora Kota.
Barisan ETK terdiri dari pasukan pembawa bendera Merah Putih, pembawa tunas kelapa, pembawa bendera semaphore, dan para para Pramuka Penegak. Dari lapangan Kridosono, peserta ETK berjalan kaki sejauh 3,5 kilometer menuju Kantor Camat Blora Kota. Diiringi pertunjukan drumband Gita Smaradhana SMA Negeri 1 Blora.
Kak Sri Setyorini dalam amanatnya, membacakan sambutan Gubernur Jawa Tengah, yang bertindak sebagai Ketua Mejalis Pembimbing Daerah (Kamabida) Pramuka Jawa Tengah.
“Puji syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, atas rahmat-Nya kita dapat menyelenggarakan tradisi kebanggaan Pramuka Jawa Tengah, yaitu Estafet Tunas Kelapa (ETK) Tahun 2026. Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan selaku Ketua Mabida, saya mengucapkan "Selamat Memperingati Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026" kepada seluruh anggota Gerakan Pramuka se-Jawa Tengah,” ungkapnya.
Menurutnya, peringatan Hari Pramuka tahun ini mengusung tema: "Berkreasi, Berinovasi, Terampil, dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan". Tema ini mengamanatkan Pramuka untuk berada di garis depan kedaulatan bangsa melalui kreasi dan inovasi di bidang pangan. Semangat ini terintegrasi secara utuh dengan arah pembangunan daerah melalui prinsip "Ngopeni dan Nglakoni Jawa Tengah":
“Ngopeni (Merawat & Peduli) itu Wujud kepedulian Pramuka untuk merawat bumi, menjaga kesuburan tanah, mengayomi petani, dan melestarikan lingkungan lokal di setiap etape wilayah yang dilalui. Sedangkan Nglakoni (Menjalankan & Bekerja Keras) yakni Cerminan ketangguhan Pasukan ETK yang menembus berbagai rute perjalanan bekerja keras, berdisiplin, dan mempraktikkan keterampilan hidup dengan aksi nyata di masyarakat,” lanjutnya.
Melalui kolaborasi antara semangat Gerakan Pramuka dan nilai Ngopeni Nglakoni, pihaknya berharap Pramuka Jawa Tengah dapat terus menjadi benteng moral sekaligus pelopor pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi kemajuan daerah.
“Pesan kami, Kepada seluruh Pasukan ETK Tahun 2026, para pembina, pendamping, serta jajaran Kwartir Cabang dan Ranting yang bertugas. Jaga kesehatan, keselamatan, dan kekompakan selama pelaksanaan etape perjalanan. Tebarkan pesan-pesan positif, kedamaian, dan kepedulian di setiap wilayah yang dilalui. Serta Jadikan kegiatan ini sebagai ajang silaturahmi dan perkuat sinergi dengan pemerintah daerah setempat serta elemen masyarakat,” pesanya.
“Selamat bertugas. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan bimbingan, perlindungan, dan kelancaran dalam setiap langkah perjuangan kita. Satu Pramuka untuk Satu Indonesia. Pramuka Jawa Tengah: Ngopeni, Nglakoni, Mengabdi Tanpa Henti,” tambahnya.
Kak Sri Setyorini juga mengingatkan bahwa generasi muda hari ini tumbuh di tengah perubahan dunia yang sangat cepat. Perubahan iklim, perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Al), dinamika geopolitik, ketahanan pangan dan energi, serta perubahan dunia kerja yang menghadirkan tantangan baru.
“Oleh karena itu, Gerakan Pramuka terus berupaya menghadirkan pendidikan yang mempersiapkan generasi mudanya untuk menghadapi perubahan tersebut dengan tetap berpegang pada Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka sebagai karakter, etika, gotong royong, dan semangat kebangsaan,” sambungnya.
“Kita semua mengetahui bahwa teknologi sebagai peluang untuk memperluas kemampuan generasi muda. Namun, kemampuan tersebut akan semakin berarti apabila disertai karakter yang memberikan arah. Teknologi memberi kemampuan yang semakin besar, karakter yang memberi arah agar kemampuan itu digunakan untuk kebermanfaatan. Pramuka harus bisa mencetak generasi Blora yang mandiri, aktif, kreatif dan inovatif, dalam menghadapi kemajuan zaman,” pungkasnya.
Dalam kesempatan ini, juga dirangkaikan dengan Upacara Peringatan Hari Kartini ke 65 tingkat Kwarcab Blora. Serta penyerahan sejumlah lencana penghargaan untuk para Pembina Pramuka, serta piagam penghargaan untuk peserta Jambore Nasional Pramuka 2026 yang telah pulang dari Bumi Perkemahan Cibubur.
Sementara itu, Ridhwan (15), salah satu anggota Pramuka yang mengikuti kegiatan upacara ETK, mengaku senang dan merasa bisa memperluas lingkungan pertemanan secara positif.
“Alhamdulillah selama mengikuti Kegiatan Pramuka, banyak ilmu yang saya peroleh. Tentang kemandirian, kebangsaan, cinta tanah air, kedisiplinan, dll. Terimakasih Pramuka Blora,” ucapnya singkat.
Sedangkan Kak Yatni, Ketua Panitia Penyelenggara ETK 2026. Menyampaikan tentang teknis pelaksanaan ETK 2026 yang dibagi menjadi 8 etape sejauh 50 kilometer.
“Kami laporkan bahwa Pasukan Estafet Tunas Kelapa Tingkat Kwartir Daerah Jawa Tengah Tahun 2026 Kwartir Cabang Blora, hari ini Selasa tanggal 1 September 2026 diberangkatkan dari Lapangan Kridosono Blora menuju Kwarcab Grobogan dengan jarah tempuh sekitar 50 kilometer, terbagi dalam 8 etape perjalanan,” ucap Kak Yatni.
“Etape 1 dari Lapangan Kridosono Blora menuju Kantor Camat Blora depan Pasar Sido Makmur (Pasukan dari Kwarran Blora), selanjutnya Etape 2 dari Pasar Sido Makmur menuju SDN 1 Klopo Duwur (Pasukan dari Kwarran Banjarejo), Etape 3 dari SDN 1 Klopoduwur menuju SMA Negeri 1 Randublatung (Peralatan ETK dibawa mengunakan kendaraan, mengingat jalur yang akan dilalui hutan jati dengan jarak sekitar 21 KM),” sambungnya.
Kemudian Etape 4 dari SMA Negeri 1 Randublatung menuju Masjid Desa Bekutuk (Pasukan 1 Kwarran Randublatung), Etape 5 dari Masjid Desa Bekutuk menuju MTs Islamiyah Pengkoljagong Kwarran Jati (Pasukan 2 Kwarran Randublatung), Etape 6 dari MTs Islamiyah menuju BKK Jati (Pasukan Kwarran Jati), Etape 7 dari BKK Jati menuju Balongkal (Pasukan Kwarran Jati).
“Terakhir Etape 8 dari Balongkal menuju Perbatasan Blora - Gobogan di Desa Singget (Pasukan Kwarran Jati untuk diserahkan kepada pasukan Kwarcab Grobogan). Disini dilaksanakan serah terima dari Kwarcab Blora kepada Kwarcab Grobogan,” pungkasnya.
Delapan etape perjalanan ETK tersebut ditempuh dengan waktu sekitar 9 jam. Sepanjang rute perjalanan banyak disambut pelajar Pramuka dan warga masyarakat dengan semangat. Adapun serah terima di perbatasan Blora – Grobogan. Dari Kwarcab Blora, dipimpin langsung oleh Ka Kwarcab Blora, Sri Setyorini. (Humas/Redaksi)
Pangdam IV/Diponegoro Tinjau Jembatan Gantung Merah Putih dan Resmikan Sumur Bor di Pati
𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — PATI – Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han., meninjau pembangunan Jembatan Gantung Merah Putih di Desa Kayen, Kabupaten Pati, sekaligus meresmikan penggunaan sumur bor di Desa Tanjungsekar, Kecamatan Puncakwangi, Kabupaten Pati, Rabu 2 September 2026.
Mbah Sumi Bertahan Hidup dalam Gelapnya Ruangan 2x3 Meter di Desa Jurangjero, Bikin Wabup Blora Terharu
Jembatan Perintis Garuda Merah Putih Hubungkan Candi–Gondorio, Kini Jadi Jalan Harapan Warga Todanan Blora
Ramaikan HUT ke-81 Republik Indonesia, Bupati Blora Lepas Peserta Pawai Karnaval di Ngawen
𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Bupati Blora, Arief Rohman, melepas peserta pawai karnaval dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, Senin 24 Agustus 2026.
Pawai berlangsung meriah dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari peserta didik PAUD, TK, SD, SMP, SMA hingga masyarakat umum. Para peserta menampilkan beragam budaya, adat istiadat, busana, serta kreativitas yang menggambarkan semangat kemerdekaan dan keberagaman Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Blora, Arief Rohman secara langsung memberangkatkan peserta karnaval dengan si dampingi seluruh forkompimcam Ngawen memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kecamatan Ngawen dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan. Menurutnya, kemeriahan pawai tidak terlepas dari peran para kepala sekolah, guru, orang tua, serta masyarakat.
"Saya mengapresiasi Pemerintah Kecamatan Ngawen, para kepala sekolah, guru, orang tua, serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan pawai ini," ujarnya
Mas Arief saapaan akrabnya menegaskan, momentum peringatan kemerdekaan hendaknya tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Menurutnya, semangat kebersamaan yang tumbuh melalui kegiatan tersebut harus menjadi kekuatan masyarakat untuk bersama-sama membangun daerah.
Mas Arief mengajak seluruh masyarakat Kecamatan Ngawen untuk terus menjaga persatuan dan kekompakan serta mencurahkan kemampuan yang dimiliki demi kemajuan Kabupaten Blora.
"Sebagai warga masyarakat Kecamatan Ngawen, mari kita tetap bersatu, kompak, dan mencurahkan segala daya upaya untuk membangun Kabupaten Blora yang sama-sama kita cintai menjadi lebih baik lagi," kata Bupati Blora.
Mas Arief juga menilai karnaval memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar hiburan. Kegiatan tersebut menjadi ruang bertemunya masyarakat sekaligus wadah untuk mempererat kebersamaan, mengembangkan kreativitas, dan mengenalkan potensi budaya yang dimiliki masyarakat.
Sementara itu, Camat Ngawen, Muhamad Zainuri, mengatakan pawai karnaval secara keseluruhan diikuti sekitar 15 peserta dari berbagai unsur pendidikan dan kelompok masyarakat.
"Secara keseluruhan kegiatan diikuti sekitar 15 peserta yang berasal dari unsur pendidikan dan kelompok masyarakat," terang Zainuri.
Menurut Zainuri, kegiatan tersebut juga memiliki nilai edukasi, khususnya bagi generasi muda dan anak-anak. Melalui berbagai penampilan yang disajikan peserta, mereka dapat mengenal lebih dekat keragaman budaya yang ada di Indonesia.
Zainuri menjelaskan, karnaval sekaligus menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa nasionalisme di tengah masyarakat. Anak-anak dan generasi muda tidak hanya diajak menikmati kemeriahan perayaan, tetapi juga memahami keberagaman budaya sebagai bagian dari identitas bangsa.
"Ini juga menjadi sarana edukasi kepada generasi muda dan anak-anak mengenai aneka budaya yang ada di Indonesia. Di samping itu, kegiatan ini untuk menumbuhkan rasa nasionalisme bagi masyarakat dan lingkungan sekitar," jelasnya.
Tak hanya memberikan dampak sosial dan edukasi, kemeriahan karnaval juga turut menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat. Kerumunan warga yang hadir menjadi peluang bagi pelaku usaha kecil untuk mendapatkan penghasilan tambahan.
Zainuri menyebut, pedagang mainan, jajanan, hingga berbagai usaha musiman memanfaatkan momentum perayaan untuk berjualan. Menurutnya, setiap kegiatan yang melibatkan banyak masyarakat biasanya turut mendorong perputaran ekonomi di lokasi acara.
"Masyarakat juga bisa meningkatkan perekonomiannya melalui usaha-usaha kecil, baik itu pedagang mainan, jajanan dan aneka lainnya. Sepanjang perayaan, masyarakat yang memiliki usaha musiman tumpah ruah berjualan di setiap event yang diselenggarakan," pungkasnya. (Humas/Redaksi)
Pangdam IV/Diponegoro Pastikan Yonif TP 455/Satria Pandanaran Siap Hadapi Tugas
SEMARANG (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han., meninjau langsung kondisi personel dan lingkungan Yonif TP 455/Satria Pandanaran di Marshalling Area (MA) Kolat Rindam IV/Diponegoro, Bantir, Desa Losari, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, Rabu 19 Agustus 2026).
Setibanya di lokasi, Pangdam menerima hormat jajar dan paparan dari Pasipers Yonif TP 455/SP yang mewakili Danyonif, terkait gambaran mengenai kondisi personel, kesiapan satuan serta berbagai kebutuhan yang mendukung pelaksanaan tugas.
Usai menerima paparan, Pangdam kemudian melihat langsung kondisi di lapangan. Area barak latihan di Kolat Rindam IV/Diponegoro menjadi salah satu sasaran peninjauan, termasuk kawasan perkebunan di seputaran Kolat yang menjadi bagian dari lingkungan pembinaan dan kegiatan personel.
Usai di Sumowono, peninjauan berlanjut menuju lokasi pembangunan Mako Yonif TP 455/SP di Bancak, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang. Di lokasi tersebut, Pangdam melihat secara langsung kondisi area yang dipersiapkan sebagai bagian dari pengembangan satuan.
Rangkaian peninjauan tersebut menggambarkan bagaimana pembinaan satuan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari melihat kesiapan personel hingga kondisi sarana dan lingkungan tempat satuan akan menjalankan tugas. Kesiapan itu mencakup kekuatan personel, kondisi fisik, moril, disiplin, kemampuan dasar prajurit serta kesiapan menghadapi tugas.
Dari kesiapan personel hingga kesiapan satuan, semuanya bermuara pada satu tujuan, yakni untuk memastikan seluruh prajurit selalu siap ketika tugas memanggil. Melalui peninjauan langsung tersebut, Kodam IV/Diponegoro berkomitmen untuk membangun Yonif TP 455/SP menjadi satuan yang solid, tangguh dan siap memberikan pengabdian terbaik.
Turut mendampingi Pangdam pada peninjauan tersebut, Irdam Brigjen TNI Denny Marantika, M.Han., Asrendam Kolonel Arm Edy Susanto, S. Sos., M.M., M.Han., Asops Kolonel Inf Mahmud, S.I.P., Aslog Kolonel Kav Sungudi, S.H., M.Si., Kabalakdam, Kasrem 073/MKT, Dandim 0714/Salatiga, Danden Inteldam dan Dandenpom lV/3 Salatiga. (Pendam IV/Diponegoro/Redaksi)
Momen HUT ke-81 RI di Kabupaten Blora, Bupati Ajak Warga Kirim Doa dan Uluran Tangan untuk Korban Gempa NTT
DPRD Rapat Paripurna Penandatanganan Nota Kesepakatan KUA - PPAS APBD Kabupaten Blora 2026
𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Pemerintah Kabupaten Blora bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blora menandatangani Nota Kesepakatan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Perubahan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Kabupaten Blora Tahun Anggaran 2026, sekaligus Nota Kesepakatan KUA dan PPAS APBD Kabupaten Blora Tahun Anggaran 2027.
Penandatanganan tersebut dilaksanakan dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Blora, Kamis (13/8/2026), sebagai bagian penting dari rangkaian proses penyusunan dan penetapan kebijakan anggaran daerah.
Rapat paripurna dihadiri Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Blora, Forkopimda Kabupaten Blora, Ketua Pengadilan Negeri Blora, Komandan Batalyon 410/Alugoro Blora atau yang mewakili, Sekretaris Daerah Kabupaten Blora beserta jajaran Staf Ahli Bupati, Asisten dan Kepala Bagian, para Kepala Perangkat Daerah, Camat se-Kabupaten Blora, pimpinan partai politik dan organisasi kemasyarakatan, serta insan media.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Blora menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Blora atas kerja sama yang telah terjalin selama proses pembahasan Perubahan KUA dan Perubahan PPAS Tahun Anggaran 2026 maupun KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2027.
Menurutnya, kesepakatan yang dapat dicapai merupakan wujud sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab penyelenggaraan pemerintahan daerah, khususnya dalam memastikan kebijakan anggaran dapat diarahkan untuk mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Blora.
“Adanya masukan dan saran yang disampaikan kepada kami menunjukkan bahwa fungsi legislatif dan eksekutif berjalan dengan harmonis dan sinergis, sehingga masing-masing pihak mampu menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik. Kami meyakini bahwa hal tersebut didasari niat dan komitmen bersama untuk membawa kemajuan pembangunan Kabupaten Blora,” ujar Bupati.
Bupati menjelaskan, Perubahan KUA dan Perubahan PPAS Kabupaten Blora Tahun Anggaran 2026 merupakan bagian dari tahapan penetapan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026. Penyusunannya didasarkan pada Perubahan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Blora Tahun 2026 serta Perubahan Rencana Kerja Perangkat Daerah (Renja SKPD) Tahun 2026.
Perubahan tersebut diperlukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap dinamika pelaksanaan anggaran dan perkembangan kondisi daerah yang tidak sesuai dengan asumsi awal KUA. Hal ini sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.
Dalam regulasi tersebut, perubahan KUA dan PPAS dapat dilakukan apabila terdapat pelampauan atau tidak tercapainya proyeksi pendapatan daerah, pelampauan atau tidak terealisasinya alokasi belanja daerah, maupun perubahan sumber dan penggunaan pembiayaan.
“Perubahan KUA merupakan dokumen yang terkait dengan proses penyusunan Perubahan APBD yang dibahas antara Pemerintah Kabupaten Blora dengan DPRD Kabupaten Blora. Dalam Perubahan KUA tersebut memuat beberapa kebijakan umum yang menjadi landasan dalam penyusunan Perubahan APBD Kabupaten Blora Tahun Anggaran 2026,” jelasnya.
Selain membahas perubahan kebijakan anggaran Tahun 2026, Rapat Paripurna juga menjadi momentum penandatanganan Nota Kesepakatan KUA dan PPAS APBD Kabupaten Blora Tahun Anggaran 2027.
Penandatanganan tersebut dilakukan sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, yang mengatur bahwa kesepakatan terhadap rancangan KUA dan rancangan PPAS ditandatangani oleh kepala daerah dan pimpinan DPRD paling lambat pada minggu kedua bulan Agustus.
Dengan ditandatanganinya kedua dokumen kesepakatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Blora bersama DPRD selanjutnya akan melanjutkan tahapan penyusunan Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Kabupaten Blora Tahun Anggaran 2026 serta Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Kabupaten Blora Tahun Anggaran 2027.
Bupati berharap sinergi dan komunikasi yang telah terbangun antara Pemerintah Kabupaten Blora dan DPRD dapat terus dipertahankan dalam setiap tahapan pembahasan anggaran berikutnya.
“Dengan telah ditandatanganinya Nota Kesepakatan Perubahan KUA dan Perubahan PPAS Tahun Anggaran 2026 beserta KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2027 maka kita akan segera melanjutkan pada proses berikutnya yaitu penyusunan Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Blora Tahun Anggaran 2026 dan Rancangan Peraturan Daerah tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Blora Tahun Anggaran 2027,” ungkapnya.
Menurut Bupati, kerja sama yang harmonis antara eksekutif dan legislatif menjadi modal penting dalam memastikan proses penganggaran daerah berjalan secara tertib, transparan, akuntabel, dan mampu menjawab kebutuhan pembangunan.
Ia juga mengajak seluruh jajaran pemerintahan dan DPRD untuk terus menjaga komitmen bersama dalam mengawal pelaksanaan pembangunan agar kebijakan yang ditetapkan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Saya berharap kerja sama yang telah terjalin dengan baik saat ini dapat dijaga dan dilanjutkan demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Blora. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa melimpahkan rahmat, taufiq, hidayah dan inayah-Nya kepada kita sehingga mampu melaksanakan amanah yang dibebankan pada pundak kita dengan penuh rasa tanggung jawab,” pungkasnya.
Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Blora yang dilaksanakan pada:
Kamis, 13 Agustus 2026, Waktu :Pukul 13.00 WIB dilaksanakan Pukul 17.45 WIB.
Tempat : Ruang Rapat Paripurna DPRD Kab. Blora
Acara :
1.Penandatanganan Nota Kesepakatan Rancangan Perubahan KUA - PPAS APBD Kabupaten Blora Tahun Anggaran 2026
2. Penandatanganan Nota Kesepakatan RancanganKUA-PPAS APBD Kabupaten Blora Tahun Anggaran
(Humas/Redaksi)
Hot News
Ulang Tahun ke-81 TNI, Kodim 0721/Blora Tanam 1.000 Pohon di Embung Sendangsari
𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 ( SEPUTARBLORA.MY.ID ) — Kepedulian terhadap kelestarian lingkungan terus diwujudkan Kodim 0721/Blora. Dalam rangk...





