DPRD Blora Bersama Bupati Setujui Raperda Kawasan Tanpa Rokok dan Raperda Penyelenggaraan Perpustakaan



𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blora menggelar Rapat Paripurna pada Rabu 31 Desember 2025, dengan agenda Persetujuan Bersama terhadap dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kabupaten Blora Tahun 2025 serta Pengucapan Sumpah/Janji Pengganti Antarwaktu (PAW) Anggota DPRD Masa Keanggotaan 2024–2029.

Rapat Paripurna yang digelar di gedung DPRD Jl A Yani Blora, dipimpin oleh Ketua DPRD Kabupaten Blora dan dihadiri Bupati Blora, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah beserta jajaran perangkat daerah, para camat, pimpinan partai politik, organisasi kemasyarakatan, insan pers, serta tamu undangan.

Dua raperda tahun 2025 disetujui dalam rapat paripurna DPRD Blora,  menyepakati dua raperda untuk ditetapkan, yakni raperda tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan raperda tentang Penyelenggaraan Perpustakaan.

Ketua DPRD Kabupaten Blora, Mustopa menjelaskan banwa Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Penyelenggaraan Perpustakaan menjadi landasan pengembangan perpustakaan sebagai wahana pendidikan dan pembelajaran sepanjang hayat, penguatan literasi masyarakat, serta pengembangan perpustakaan berbasis inklusi sosial dan pelestarian budaya daerah.

“Perpustakaan bukan hanya tempat menyimpan buku, melainkan menjadi jantung kecerdasan masyarakat dan peningkatan kesejahteraan,” tegas Ketua DPRD Blora.

Pada kesempatan ini, Ketua DPRD Blora melantik anggota DPRD Pengganti Antarwaktu Masa Keanggotaan 2024–2029.

"Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 100.3.3.1/470 Tahun 2025 tanggal 17 Desember 2025," ujar Mustopa.

Lanjut Ketua DPRD Blora, anggota DPRD yang dilantik adalah Nyoto Adi Sucipto dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), menggantikan Munatin. Ketua DPRD bersama Bupati Blora menyampaikan ucapan selamat dan harapan agar anggota DPRD PAW dapat memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah.

“Semoga kehadiran beliau membawa semangat baru, dan bisa memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah untuk Sesarengan mBangun Blora,” kata Ketua DPRD Blora.

Sementara itu, Bupati Blora, Arief Rohman menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara eksekutif dan legislatif dalam pembahasan dan penetapan regulasi daerah.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Blora atas dukungan dan kerja sama dalam pelaksanaan pembangunan di seluruh wilayah Kabupaten Blora,” ujar Bupati Blora.

Raperda Kawasan Tanpa Rokok, kata Bupati Blora, ditujukan untuk mendorong pola hidup sehat, meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara fisik, mental, spiritual, dan sosial, serta melaksanakan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 terkait pengawasan implementasi kawasan tanpa rokok.

"Regulasi ini juga mengatur pembatasan iklan, promosi, dan sponsor produk tembakau serta rokok elektronik sebagai upaya perlindungan masyarakat dari dampak buruk rokok," tegas Bupati Blora.

Komitmen Pembangunan Berkelanjutan
Bupati Blora menegaskan, persetujuan dua Raperda tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat tata kelola pemerintahan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Semoga seluruh ikhtiar yang kita lakukan dalam membangun Kabupaten Blora yang maju dan berkelanjutan senantiasa mendapat berkah dan rida dari Allah SWT,” tandas Bupati Blora.  (Humas/Redaksi)


Share:

'Jurus Langit' Bupati Blora Awali Tahun 2026 Dengan Khotmil Qur’an dan 4.444 Sholawat Nariyah

 
𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Menandai hari pertama tahun 2026, Bupati Blora Arief Rohman, mengajak seluruh elemen kepemimpinan mulai dari Forkopimda, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), hingga Camat se-Kabupaten Blora untuk melakukan ikhtiar spiritual melalui Sholat Subuh berjamaah di Masjid Agung Baitunnur, Kamis (1/1/2026).

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dirangkaikan dengan Khotmil Qur’an yang dipimpin oleh Ustaz Izudin, Ustaz Shodikin, dan Ustaz Anwar Rohim, serta pembacaan Sholawat Nariyah sebanyak 4.444 kali yang diikuti oleh 20 santri Ponpes Khozinatul Ulum beserta seluruh jamaah yang hadir.

Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Mas Arief ini menegaskan bahwa berbagai kemajuan pembangunan dan prestasi yang diraih Kabupaten Blora sepanjang tahun 2025 merupakan buah manis dari perpaduan kerja keras dan kekuatan doa.

"Segala kemajuan dan keberhasilan yang kita raih tentu tidak lepas dari pertolongan Allah SWT serta sinergi antara ulama dan umara. Kami berterima kasih atas doa dan dukungan seluruh elemen masyarakat yang telah berkolaborasi mewujudkan kemaslahatan di Blora," ungkap Mas Arief.

Ia meyakini bahwa tradisi spiritual seperti subuh berjamaah, kepedulian pada anak yatim, dan lantunan sholawat merupakan "bahan bakar" batiniah yang menjaga kelancaran roda pemerintahan selama ini.

Memasuki tahun 2026, Mas Arief memberikan pesan khusus kepada jajaran birokrasi agar tidak kendor dalam melayani masyarakat. Ia menyadari tantangan tahun ini tidaklah mudah, namun optimisme harus tetap dijaga.

"Walaupun dihadapkan pada berbagai keterbatasan di tahun 2026, kita harus tetap optimis dan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik. Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain (khoirunnas anfauhum linnas)," tegasnya.

Menutup rangkaian acara, Bupati memohon restu dari para kiai dan tokoh agama agar seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Blora senantiasa diberikan kesehatan dan keselamatan dalam mengemban amanah. Harapannya, Blora mampu bertransformasi menjadi kabupaten yang religius dan baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.

Sebagai bentuk nyata kepedulian sosial, pada kesempatan tersebut juga diserahkan santunan kepada sembilan anak yatim melalui Baznas Kabupaten Blora. Kebersamaan pagi itu diakhiri dengan sarapan bersama di teras masjid, mempererat silaturahmi antara pemimpin daerah dengan warga dan para jamaah.  (Humas/Redaksi)

Share:

Konferensi Serentak Se-Jateng, Andita Nugrahanto Jadi Ketua DPC PDI Perjuangan Blora


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — SEMARANG — Konferensi Cabang PDI Perjuangan yang digelar serentak se-Jawa Tengah di Kota Semarang pada Minggu 28 Desember 2025 menetapkan Andita Nugrahanto sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Blora 2025-2030.

Konferensi Cabang ini merupakan agenda konsolidasi organisasi lima tahunan partai untuk memilih kepengurusan baru di tingkat DPC. Proses pemilihan berlangsung sesuai mekanisme partai dengan mengedepankan musyawarah dan mufakat, serta diikuti oleh seluruh unsur struktural partai.

Usai ditetapkan sebagai Ketua DPC Blora terpilih, Andita Nugrahanto menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan amanah dari seluruh kader PDI Perjuangan Kabupaten Blora. Ini adalah tanggung jawab besar yang harus dijalankan secara kolektif bersama seluruh jajaran partai,” ujar Andita Nugrahanto.

Andita Nugrahanto menegaskan bahwa kedepan dirinya akan fokus memperkuat soliditas internal partai hingga ke tingkat akar rumput serta menjalankan instruksi partai dengan penuh kedisiplinan.

“Kami akan memperkuat gotong royong kader, memperkokoh struktur partai dari DPC, PAC, ranting hingga anak ranting, serta terus hadir dan bekerja nyata untuk rakyat Blora sesuai dengan nilai-nilai PDI Perjuangan,” imbuh Andita Nugrahanto.

Andita Nugrahanto juga menekankan pentingnya kerja kerakyatan dan konsistensi dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat.

“PDI Perjuangan harus selalu berada di tengah rakyat, mendengar, dan memperjuangkan kepentingan masyarakat. Itu menjadi komitmen utama kami ke depan,” tegas Ketua DPC Blora.

Untuk diketahui, dengan terpilihnya Andita Nugrahanto sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blora, diharapkan kepemimpinan baru ini mampu membawa semangat pembaruan serta memperkuat posisi PDI Perjuangan sebagai partai yang solid dan dekat dengan rakyat.  (HumasPDIP/Redaksi)
Share:

1000 Anak Yatim Di Blora Terima Manfaat Dari Gastra


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Badan Amil Zakat (BAZNAS) Kabupaten Blora melaksanakan kegiatan program GASTRA dengan menyalurkan hasil pengumpulan dana untuk santunan 1.000 anak yatim/piatu di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Kamis (18/12/2025). 

1000 anak yatim/ piatu ini dihadirkan Baznas bekerjasama dengan Dinas Pendidikan, menerima santunan masing-masing anak Rp 300 ribu hasil dari pengumpulan sedekah subuh yang diikuti Bupati, Forkopimda dan para Kepala OPD.

"Jadi yang kami undang untuk perwakilan 200 -an anak dan sisanya nanti diserahkan masing masing korwil," ucapnya H. Sutaat., Ketua Baznas Blora. 

Menurutnya,  Infaq dan sedekah subuh ini sifatnya sukarela, diluar dari zakat yang setiap bulan dipotong langsung dari gaji ASN. Fungsinya untuk membantu anak anak yatim piatu yang ada di Kabupaten Blora, dan kegiatan sosial keagamaan. 

"Alhamdulillah di Baznas kami punya program unggulan di antaranya program rumah tidak layak huni, Grobak UMKM, ternak ayam petelur, dan BPJS Kesehatan, dan alhamdulillah para penerima manfaat sangat senang," imbuhnya. 

Sementara itu, Bupati Dr. H. Arief Rohman menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada BAZNAS Kabupaten Blora beserta seluruh pengurus GASTRA di setiap OPD. 

"Program ini merupakan wujud pengelolaan sedekah yang amanah, transparan, dan tepat sasaran, di mana hasil dari Gerakan Sedekah Subuh secara khusus diperuntukkan bagi anak-anak yatim," ucapnya. 

Melalui kegiatan ini, pihaknya ingin memastikan bahwa kalian tetap mendapatkan perhatian, kasih sayang, dan dukungan agar dapat tumbuh menjadi anak-anak yang saleh, cerdas, dan berakhlak mulia.

"Kalian adalah generasi penerus bangsa dan harapan masa depan Kabupaten Blora. Jangan pernah merasa sendiri. Dengan progam ini anak anak harus semangat sekolah dan dengan program ini kami ingin mengawal anak anak bisa terus berprestasi dan tentunya dengan tujuan meningkatkan SDM kabupaten blora," harapnya. 

Kepada seluruh masyarakat dan para donatur, Bupati mengajak untuk terus mendukung dan berpartisipasi dalam program GASTRA. Semoga GASTRA semakin berkembang serta memberi manfaat yang lebih luas, khususnya bagi yang berhak di Kabupaten Blora. (Humas/Redaksi)

Share:

Bagikan Beasiswa PIP Lewat Nonton Bareng 'Tegar'


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Suasana haru dan penuh motivasi menyelimuti Bioskop Platinum Cineplex MD Mall Blora, Kamis (18/12/2025). Ratusan siswa dari berbagai sekolah di Blora berkumpul bukan sekadar untuk menonton film, melainkan untuk merayakan semangat inklusivitas dan harapan melalui penyerahan Beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP).

Acara nonton bareng (nobar) film Tegar ini diinisiasi oleh Anggota DPR RI Komisi VII Fraksi PKB, Eva Monalisa, dan dihadiri langsung oleh Bupati Blora Arief Rohman, Wakil Bupati Blora Sri Setyorini serta jajaran terkait.

Bupati Arief Rohman memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah nyata Eva Monalisa. Menurutnya, bantuan beasiswa PIP merupakan solusi krusial bagi permasalahan pendidikan di Blora, terutama terkait angka Anak Tidak Sekolah (ATS) yang mayoritas dipicu oleh kendala ekonomi.

"Penyerahan Beasiswa PIP ini sangat membantu kami. Dengan program ini, insyaAllah anak-anak kita tetap bisa sekolah dengan tenang, belajar dengan semangat, dan terus mengejar cita-cita tanpa terbebani persoalan biaya," ujar Bupati yang akrab disapa Mas Arief tersebut.

Beliau juga berpesan kepada para siswa penerima beasiswa agar memanfaatkan bantuan tersebut sebaik-baiknya untuk mempersiapkan diri menjadi generasi emas yang membanggakan Blora.

Pemilihan film Tegar sebagai bagian dari acara ini bukan tanpa alasan. Film yang menceritakan petualangan anak disabilitas berusia 10 tahun yang berjuang untuk sekolah dan kesetaraan ini menjadi refleksi bagi seluruh hadirin.

Eva Monalisa menegaskan bahwa film ini adalah potret nyata bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk bermimpi.

"Film ini bukan hanya sekadar tontonan, tapi mengajarkan keteguhan dan keyakinan. Anak-anak dengan segala keterbatasan juga bisa menjadi panutan," ungkap Eva di hadapan para siswa.

Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi dari berbagai jenjang pendidikan, termasuk sekolah luar biasa, guna memperkuat pesan inklusivitas, di antaranya: MI Al Huda Kunduran, MI NU Darul Ulum, MTS NU Diponegoro Kedungtuban, SLB Ceria Mandiri, SLB Budi Mulya dan SDN 2 Karangjati.

Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan legislatif pusat ini, diharapkan tidak ada lagi anak di Kabupaten Blora yang merasa sendirian dalam memperjuangkan hak pendidikan mereka, sebagaimana perjuangan tokoh Tegar di dalam layar lebar. (Humas/Redaksi)

Share:

Ketua DPRD Blora Bersama Pemkab Ziarah ke Makam RM. Djokomono Tirto Adhi Soerjo Tokoh Pers Nasional


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman,  bersama dengan para wartawan di Kabupaten Blora melakukan ziarah ke makam RM. Djokomono Tirto Adhi Soerjo, tokoh Bapak Pers Nasional yang merupakan asli kelahiran Blora, di Bogor, Senin (15/12/2025), di Bogor.

Bupati Blora hadir di TPU Blender, Bogor, bersama dengan Wakil Bupati Blora Hj. Sri Setyorini, Ketua DPRD Blora, Mustopa,  dan insan wartawan, didampingi salah satu perwakilan keluarga yang merupakan cicit dari Alm. RM. Djokomono Tirto Adhi Soerjo.

“Alhamdulillah, ini kita membersamai teman-teman media, teman-teman wartawan dari Blora. Kita bisa Ziarah di Makam Tirto Adhi Soerjo, ini adalah Bapak Pers kita. Sudah mimpi lama saya ingin ke sini. Alhamdulillah, ini disini kita ada cicitnya yaitu Mas Okky,” terang Bupati

Pada kesempatan tersebut pihak keluarga beserta dengan rombongan penziarah melantunkan doa dan tahlil bersama di hadapan pusara makam RM. Djokomono Tirto Adhi Soerjo. Setelah doa bersama tersebut, kemudian dilakukan prosesi tabur bunga, mulai dari Bupati, Wakil Bupati, Ketua DPRD Blora, dan para wartawan.

Pihak keluarga, Okky, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Bupati Blora dan para rombongan yang telah menyempatkan waktu untuk berziarah.

“Yang pertama, saya makasih banyak Pak Bupati, ternyata beliau senior saya ini, sesama Nahdliyin. Jadi, terima kasih banyak sudah berkunjung jauh-jauh ke Bogor. Saya juga tadi dari Jakarta ke sini untuk menyambut teman-teman dari Blora,” imbuhnya

Ia menceritakan bahwa Tirto Adhi Soerjo pertama kali dimakamkan di Jakarta.

“Tirto Adhi Soerjo pertama kali dimakamkan di Jakarta, sebetulnya di Mangga Dua, cuma karena ada pembangunan dan lain sebagainya, tahun 1973 diputuskan untuk dipindahkan. Dimakamkan kembali di sini, di TPU Blender di Bogor,”

Pihaknya mengungkapkan bahwa banyak sejumlah tokoh yang telah datang berziarah, salah satunya Pramudya Ananta Toer dan sejumlah peneliti.

Kemudian ia juga menceritakan bahwa dahulu Tirto Adhi Soerjo dulu selain punya surat kabar Medan Priyayi juga mendirikan organisasai Serikat Dagang Islam. 

“Beliau dulu juga punya Hotel Medan Prijaji yang diduga posisinya di sekitaran PBNU itulah kira-kira di situ. Fungsinya dulu untuk menampung kalau orang mau berangkat haji sebelum ke Sunda Kelapa, di situ,” terangnya

Lanjutnya terkait pemindahan makam di Bogor tersebut, Ia menjelaskan bahwa Bogor memiliki nilai historis tersendiri.

“Jadi Serikat Dagang Islamiyah itu sebelum ada Serikat Dagang Islam di Solo oleh Samanhudi, lebih dahulu ada di Bogor, Di Tanjakan Empang.  Tirto bersama pedagang-pedagang Hadrami keturunan pada saat itu memutuskan untuk mendirikan Serikat Dagang Islamiyah. Dan pada akhirnya berdiri. Ada arsip sejarahnya ada, segala macam,” tambahnya

Haul Tirto Adhi Soerjo

Bupati Blora mengungkapkan jika di Bogor sudah ada nama jalan Tirto, pihaknya juga menyinggung kemungiknan pemberian nama Jalan Tirto di Blora kedepannya.

“Jadi kalau di Bogor aja udah ada Jalan Tirto, kira-kira kalau di Blora ada Jalan Tirto  setuju nggak”, ungkap Bupati

“Cocok itu, Pak. Alhamdulillah,” sahut Okky

Kemudian terkait dengan wacana Bupati Blora agar diadakan Haul Tirto setiap tahunnya di Kabupaten Blora, pihak keluarga mengungkapkan bahwa dahulu sebelumnya dulu pernah sempat dilakukan haul di Jakarta semasa era pemerintahan SBY dan internal keluarga.

“Jadi bikin kemarin haul dengan cara napak tilas. Dari mulai makam, terus Jalan Tirto, Tanjakan Empang tempat berdiri Syarikat Dagang Islam. Terus Pasar Baru di mana di situ dulu ada satu hotel yang sekarang udah hancur,” terangnya

Okky juga mengaku belum pernah menelisik jejak Tirto Adhi Soerjo di Blora, Ia mengaku siap kedepannya untuk berkunjung ke tanah kelahiran keluarganya tersebut.

“Saya belum pernah ke Blora, termasuk makam kakeknya yang Bupati Bojonegoro, tentu siap,” pungkasnya. (Humas/Redaksi)

Share:

Pulau Natal Lebih Dekat Pulau Jawa Daripada Ke Australia


Fakta unik Pulau Natal (Chrismas Island) terletak hanya sekitar 350 kilometer di selatan Pulau Jawa, jauh lebih dekat ke Indonesia dibandingkan ke daratan utama Australia yang berjarak lebih dari 1.500 kilometer. 

Dari peta, pulau kecil ini seolah berada di 'halaman belakang' Indonesia, dikelilingi Samudra Hindia dan jalur pelayaran penting di kawasan Asia Tenggara. Kedekatan geografis inilah yang sering membuat banyak orang terkejut ketika mengetahui bahwa Pulau Natal justru berada di bawah kedaulatan Australia.

Chrismas Island ke pemerintahan Perth Australia sekira 2300 kilometer, Pulau Natal ke pemerintahan Darwin Australia sekira 2800 kilometer.

Keunikan Pulau Natal tidak hanya soal letaknya, tetapi juga sejarah dan identitasnya. Pulau ini pernah dikelola Inggris, lalu diserahkan kepada Australia pada tahun 1958. 

Budaya masyarakatnya pun mencerminkan persilangan kawasan Asia dan Pasifik, dengan pengaruh kuat Tionghoa, Melayu, dan Eropa.

Di tengah hutan hujan lebat, tebing karang, dan fenomena migrasi kepiting merah yang mendunia, Pulau Natal menjadi contoh nyata bahwa batas negara tidak selalu mengikuti kedekatan jarak, melainkan ditentukan oleh sejarah, politik, dan perjanjian internasional.

#fakta #unik #geografy
Share:

Rumah Jawa Jaman Dulu dan Bagian-Bagiannya


𝗜𝗹𝘂𝘀𝘁𝗿𝗮𝘀𝗶 𝗞𝗼𝗺𝗽𝗹𝗲𝗸𝘀 𝗥𝘂𝗺𝗮𝗵 𝗝𝗮𝘄𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝗕𝗮𝗴𝗶𝗮𝗻-𝗕𝗮𝗴𝗶𝗮𝗻𝗻𝘆𝗮


Berikut ini Skema Kompleks Bentuk Rumah Jawa Jaman Dulu dan Bagian-bagiannya. 

1. Regol
Pintu gerbang utama menuju kompleks rumah Jawa. Biasanya berupa bangunan kecil beratap, sebagai akses masuk dari halaman luar ke halaman dalam.

2. Rana
Penyekat / pembatas pandangan setelah melewati regol. Biasanya berupa dinding pendek atau panel kayu yang berfungsi menjaga privasi agar bagian dalam rumah tidak langsung terlihat dari luar.

3. Sumur
Sumber air bersih yang biasanya terletak di halaman luar atau dekat gandhok. Dalam budaya Jawa, keberadaan sumur juga berkaitan dengan unsur kesucian dan keseimbangan alam.

4. Langgar
Langgar / Mushola kecil di dalam kompleks rumah Jawa, digunakan untuk sholat harian, mengaji, dan kegiatan keagamaan keluarga.

5. Kuncung
Bangunan kecil beratap (semacam pendhapa kecil) di depan pendhapa. Biasa berupa teras terbuka dengan atap sederhana, tempat menerima tamu biasa atau untuk duduk santai. Juga bisa dipakai untuk istirahat, ronda, atau tempat penjagaan simbolis sebelum masuk ke ruang utama.

6. Gedhogan (Kandang Kuda)
Bangunan khusus untuk menyimpan atau memelihara kuda, biasanya berada di halaman luar atau dekat gandhok. Gedhogan menunjukkan status sosial pemilik rumah. Pada zaman dahulu, kuda menjadi alat transportasi utama pemilik rumah, terutama kalangan bangsawan.

7. Pendhapa
Bangunan utama paling depan, berupa ruang besar tanpa dinding, terbuka luas dengan empat saka guru (tiang utama). Dipakai untuk menerima tamu, pertemuan, upacara adat, hingga rapat keluarga, maupun pertunjukan seni.

8. Longkangan
Lorong atau pintu kecil yang menghubungkan halaman luar dengan halaman dalam. Fungsinya sebagai jalan masuk sekunder atau untuk akses harian. Juga berfungsi sebagai transisi dari ruang publik menuju ruang semi-pribadi.

9. Seketheng (Seteng)
Dinding pembatas yang memisahkan halaman luar dan halaman dalam. Biasanya berupa tembok rendah yang sekaligus menjaga privasi dan keamanan.

10. Pringgitan
Ruang di antara pendhapa dan dalem. Biasanya digunakan untuk acara wayang, peralihan dari ruang publik (pendhapa) menuju ruang privat (dalem).

11. Dalem
Bagian inti rumah Jawa. Ruang privat tempat aktivitas keluarga berlangsung, seperti tidur, pertemuan keluarga kecil, dan penyimpanan barang penting.

12. Senthong Kiwa
Kamar sisi kiri dalam Dalem. Biasanya berfungsi sebagai kamar tidur keluarga atau penyimpanan barang berharga tertentu.

13. Senthong Tengah (Petanen)
Kamar tengah yang sangat sakral. Umumnya dipakai untuk menyimpan benda-benda pusaka, ritual tradisi.

14. Senthong Tengen
Kamar sisi kanan dalam Dalem. Fungsinya mirip senthong kiwa, tetapi bisa untuk tamu keluarga atau tempat menyimpan barang.

15. Gandhok
Bangunan samping kanan dan kiri yang memanjang. Biasanya digunakan sebagai kamar tambahan, ruang aktivitas, ruang kerja, tempat istirahat, atau tempat untuk sanak keluarga yang menetap.

16. Gadri
Serambi atau ruang belakang rumah, biasanya berupa teras memanjang. Dipakai untuk makan bersama atau tempat beraktivitas anggota keluarga. Pada beberapa rumah digunakan untuk menyajikan hidangan saat ada acara besar.

17. Pawon
Dapur tradisional Jawa. Ciri khasnya menggunakan tungku (pawon) berbahan kayu atau arang. Tidak hanya untuk memasak, tetapi juga pusat kehidupan keluarga pada pagi hari. Dindingnya sering berjelaga karena penggunaan kayu bakar.

18. Pekiwan
Tempat mandi / kamar mandi tradisional, sering berada dekat pawon atau di belakang rumah. Kadang berupa ruang terbuka dengan bak mandi dari batu.

-Wong Jawa-
Selasa Kliwon
09-12-2025
Share:

'Nyawiji mBangun Blora, Akur Makmur Misuwur', Ketua DPRD Ikut Upacara Peringatan Hari Jadi Kabupaten Blora


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Tema peringatan hari jadi ke-276 Kabupaten Blora, ‘Nyawiji mBangun Blora, Akur Makmur Misuwur’ Bupati Blora tegaskan momentum ini untuk refleksi sejarah panjang Kabupaten Blora, dan sekaligus meneguhkan komitmen dalam membangun masa depan Blora. 

Disampaikan, saat ini, Blora telah menunjukkan jati dirinya sebagai daerah yang terus bergerak maju, terus berbenah, dan terus tumbuh menjadi kabupaten yang lebih kuat serta lebih sejahtera.

Hal itu disampaikan Bupati Blora, Arief Rohman saat memimpin upacara peringatan hari jadi ke-276 Kabupaten Blora di halaman kantor Bupati Blora, Kamis 11 Desember 2025, hadir Forkopimda Blora, Ketua DPRD Blora, pimpinan instansi vertikal, Ketua TP PKK Kabupaten Blora, Kepala OPD se-Kabupaten Blora, Ketua DWP Kabupaten Blora.

“Tema yang kita usung tahun ini, Nyawiji, berarti bersatu, menyatukan tekad, dan bekerja bersama, yang menggambarkan semangat gotong royong seluruh elemen masyarakat. mBangun Blora, artinya membangun Kabupaten Blora dalam seluruh aspek, mulai pemerintahan, ekonomi, sosial, hingga budaya,” ungkap Bupati Blora.

“Akur, maknanya rukun, selaras, dan harmonis. Semua pihak hidup berdampingan dan menjunjung tinggi toleransi dan Makmur, berarti sejahtera, baik secara ekonomi, sosial, maupun kualitas hidup masyarakat,” imbuh Bupati Blora.

Kemudian Misuwur, lanjut Bupati Blora, maknanya terkenal, harum namanya, diakui luas. Menggambarkan harapan agar Blora semakin dikenal dengan segala potensinya.

Lebih lanjut, Bupati Blora menjelaskan secara garis besar, tema tersebut artinya bersatu bersama-sama bergandengan tangan untuk mewujudkan Blora yang terus berkembang secara berkelanjutan, hidup dalam suasana damai dan rukun, menuju masyarakat yang semakin sejahtera serta dikenal luas melalui beragam potensi unggulannya.

“Tema ini selaras dengan arah pembangunan yang kita jalankan memperkuat pelayanan publik, meningkatkan kualitas infrastruktur, memperluas lapangan kerja, memberdayakan UMKM dan ekonomi kreatif, memajukan pendidikan dan kesehatan, serta menjaga kelestarian alam dan kebudayaan Blora,” tegas Bupati Blora.

Bupati Blora mengungkapkan bahwa berbagai capaian pembangunan telah diraih berkat kerja keras dan sinergi bersama. Namun pihaknya menyadari masih terdapat banyak pekerjaan rumah seperti pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas SDM, percepatan pemerataan pembangunan, dan penguatan ekonomi daerah.

“Untuk itu, kami mengajak seluruh elemen masyarakat, baik pemerintah daerah, Forkopimda, swasta, BUMN, BUMD, organisasi atau instansi vertikal, komunitas, generasi muda, dan rekan media dan seluruh yang terlibat untuk mari kita bersama sama Nyawiji, untuk bersama-sama membangun dalam kebersamaan. Mari kita cegah perpecahan, jaga harmoni, dan pererat gotong royong sebagai warisan luhur budaya Jawa yang menjadi roh kehidupan masyarakat Blora,” tandas Bupati Blora.

Pada kesempatan itu, Bupati Blora mengungkapkan hari jadi ini juga menjadi kesempatan untuk menghormati para leluhur dan pendahulu yang telah meletakkan dasar-dasar pembangunan Blora. 

“Kita doakan semoga para pendahulu kita para bupati-bupati terdahulu yang sudah meninggal kita doakan husnul khatimah, dan yang masih hidup semoga selalu diberikan kesehatan, tentunya kita akan terus lanjutkan perjuangan mereka dengan karya nyata, inovasi, dan semangat mengikuti perkembangan zaman,” harap Bupati Blora.

Pertahankan Prestasi

Bersamaan dengan momentum hari jadi tahun ini, Bupati Blora Arief Rohman baru saja menerima penghargaan dari Kemendagri pada Rabu (10/12). Berkat kerja keras semua pihak, Kabupaten Blora Kembali memperoleh Penghargaan Innovative Government Award (IGA) dengan kategori Kabupaten Terinovatif.

Bukan kali pertama Blora meraih penghargaan bergensi tersebut, melainkan sudah tiga tahun berturut-turut menjadi Kabupaten Terinovatif.  

“Alhamdulillah kemarin saya dengan beserta Wakil Bupati, Sekretaris Daerah dan beberapa Kepala Perangkat Daerah, Kabupaten Blora memperoleh penghargaan tertinggi di Kementerian Dalam Negeri jadi Kabupaten Terinovatif dalam ajang Innovative Government Award (IGA) yang mana kita sudah menerima tiga kali secara berturut-turut,” ujar Bupati Blora.

Untuk diketahui, dari ratusan inovasi yang diajukan, tahun ini Kabupaten Blora mengusung inovasi unggulan BU DESI (BUMD Peduli Inflasi) PLUS dan SIKEP (Sistem Informasi Kinerja & Evaluasi Pembangunan).

Inovasi pertama adalah SIKEP (Sistem Informasi Kinerja dan Evaluasi Pembangunan), sebuah sistem digital berbasis data yang memungkinkan perangkat daerah memantau capaian pembangunan secara real-time dan berbasis data. Sehingga dengan SIKEP, seluruh proses pengambilan keputusan bisa lebih cepat, tepat, dan akuntabel. 

Kemudian, inovasi kedua adalah BU DESI PLUS (BUMD Peduli Inflasi dan Stabilitas Ekonomi). Inovasi ini menghubungkan BUMD, Bulog, kelompok tani, serta pelaku usaha lokal untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok di Blora.

Inovasi BU DESI PLUS ini memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus menjadi kolaborasi konkret dalam pengendalian inflasi di daerah. Inovasi tersebut selaras dan mendukung program Kemendagri dalam mengatasi inflasi di daerah-daerah. 

Atas prestasi dan capaian Kabupaten Blora, Ketua DPRD Blora, Mustopa menyampaikan apresiasi kepada pemerintah kabupaten, seluruh OPD dan seluruh masyarakat Blora dan seluruh pihak, juga ungkapkan rasa terima kasihnya atas partisipasi, dukungan, dan dedikasi dalam memajukan Blora tercinta.

“Semoga Kabupaten Blora semakin akur, makmur, misuwur, dan dikenal sebagai daerah yang ramah, berbudaya, berprestasi, serta terus berkembang maju menuju masa depan yang lebih baik,” harap Ketua DPRD Blora.

Upacara Hari Jadi ke 276 Kabupaten Blora berlangsung khidmat dan lancar. Bertindak selaku Inspektur Upacara adalah Bupati Blora, H. Arief Rohman . Adapun Perwira Upacara Adalah Bambang Sugiatno, Sekretaris Badan Kesbangpol Kabupaten Blora. Sementara itu, Komandan Upacara dipimpin oleh Dananjaya Huda Setiawan, yang merupakan Kasi Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kabupaten Blora.  (Humas/Redaksi)

Share:

Hot News

DPRD Blora Bersama Bupati Setujui Raperda Kawasan Tanpa Rokok dan Raperda Penyelenggaraan Perpustakaan

𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blora menggelar Rapat Paripurna pada Rabu 31 Desember 2025, dengan...

Piblic Service

Piblic Service
Instagram

Blog Archive

Social Media

Technology

Next More »

Labels

Community

Next More »