Kakek 62 Tahun Asal Mlangsen Ditemukan MD di Kamar Kos Kedungjenar Blora


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Kepolisian Sektor Blora mendatangi lokasi penemuan seorang pria meninggal dunia di kamar kost Jalan Reksodiputro Timur, Kelurahan Kedungjenar, Kecamatan Blora Jawa Tengah, Selasa, 21 April 2026. Korban diketahui bernama Faisal Yakin (62), warga Kelurahan Mlangsen, Kecamatan Blora.

Penanganan TKP dilakukan oleh  Kapolsek Blora, Kanit Reskrim bersama anggota, Ka SPKT beserta piket jaga, Bhabinkamtibmas Kelurahan Kedungjenar, dan tim Puskesmas Blora.

Kapolsek Blora, AKP Nur Dwi Edie W   menjelaskan bahwa kejadian pertama kali diketahui saksi Sofiria Sahitaningrani sekira pukul 09.15 WIB saat hendak mengantar makanan dan mengajak korban ke rumah sakit. Korban diketahui telah menderita sakit selama 4 bulan dan tidak bisa bangun dari tempat tidur. 

"Saat saksi masuk ke kamar, korban sudah dalam kondisi tidak bergerak. Saksi kemudian memberitahu saksi Maryono dan pemilik kost Heny Purnomo yang langsung melapor ke Polsek Blora," ujar Kapolsek Blora.

Lebih lanjut, Kapolsek Blora menjekaskan bahwa petugas Polsek Blora bersama tim medis Puskesmas Blora mendatangi TKP dan melakukan pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda kekerasan. 

"Pada tubuh korban terdapat luka lecet di punggung akibat gesekan dengan tempat tidur karena sudah 4 bulan tidak bangun, serta pembengkakan di kedua kaki akibat asam urat. Korban diketahui memiliki riwayat sakit jantung dan asam urat akut," ungkap Kapolsek Blora.

Berdasarkan keterangan saksi dan hasil pemeriksaan medis, lanjut Kapolsek Blora, korban meninggal dunia murni karena sakit. Jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

"Ciri-ciri korban, tinggi badan 170 centimeter, berat badan 55 kilogram, rambut beruban, kulit sawo matang. Saat ditemukan korban dalam kondisi tidak berpakaian," jelas Kapolsek Blora. (Humas/Redaksi)

Share:

TMMD Sengkuyung Tahap II TA 2026 Kodim 0721/Blora Dukung Percepatan dan Pemerataan Pembangunan


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) —  Komando Distrik Militer (Kodim) 0721/Blora kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung percepatan dan pemerataan pembangunan wilayah melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun Anggaran 2026.

Program tersebut secara resmi dibuka melalui upacara di Lapangan SDN 1 Sendangwungu, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Rabu 22 April 2026.

Upacara pembukaan dipimpin oleh Bupati Blora, kegiatan berlangsung tertib, khidmat, dan penuh semangat kebersamaan.

Dalam amanatnya, Bupati Blora, Arief Rohman  menyampaikan bahwa TMMD merupakan wujud nyata kolaborasi lintas sektoral dengan mengusung tema 'TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa'. Program ini menegaskan bahwa kemajuan bangsa berawal dari kemajuan desa.

TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong sebagai jati diri bangsa. Melalui program ini, TNI, Pemerintah Daerah, dan masyarakat bersinergi dalam satu tujuan, yakni meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat.

Pada TMMD Sengkuyung Tahap II di Desa Sendangwungu, sasaran fisik meliputi pembangunan jembatan berukuran 6 meter x 3 meter, pembangunan talud jalan sepanjang 200 meter guna memperlancar akses transportasi warga, serta rehabilitasi dua unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Ibu Jami dan Bapak Isnadi agar lebih layak dan sehat.

Selain itu, sasaran non fisik mencakup penyuluhan wawasan kebangsaan, edukasi hukum dan kesehatan, serta pemberdayaan UMKM guna meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat.

Seluruh kegiatan tersebut didukung anggaran sebesar Rp. 415.000.000,00 yang bersumber dari sinergi APBD Provinsi, APBD Kabupaten, dan Baznas.

“Ini merupakan amanah rakyat yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi,” tegasnya.

Menutup amanatnya, disampaikan imbauan kepada masyarakat Desa Sendangwungu untuk berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan TMMD serta menjadikannya sebagai momentum menghidupkan kembali budaya gotong royong.

Kepada seluruh personel yang terlibat, ditekankan agar melaksanakan tugas secara profesional, mengutamakan faktor keamanan, serta menjaga komunikasi yang harmonis dengan masyarakat setempat.

Hadir Komandan Kodim 0721/Blora Letkol Kav Yudhi Agus Setiyanto, S.Sos., diwakili Kasdim Mayor Inf Bani, unsur Forkopimda Kabupaten Blora, kepala perangkat daerah dan instansi vertikal, pejabat utama Kodim 0721/Blora, Forkopimcam Banjarejo, Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XLII Dim 0721, Kepala Desa Sendangwungu, serta tamu undangan lainnya. (Pendim/Redaksi)

Share:

Pemkab Blora Kerahkan 11.000 ASN, Percepat Pendataan Kemiskinan Berbasis Desa

𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) —  Pemerintah Kabupaten Blora mempercepat upaya penurunan angka kemiskinan dengan memperkuat basis data dari desa. Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman, menyatakan akan mengerahkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Blora untuk terlibat dalam pendataan sosial ekonomi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan saat pencanangan program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) 2026 di Ruang Pertemuan Setda Blora, Selasa 21 April 2026.

“Di Blora ada sekitar 11.000 ASN. Nantinya akan kita formulasikan agar bisa terlibat dalam pendataan, sehingga data kemiskinan dan pengangguran benar-benar presisi dan sesuai kondisi di lapangan,” ujar Bupati Arief.

Ia menekankan pentingnya sinkronisasi antara data yang dihimpun pemerintah daerah dengan indikator yang digunakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Dengan keterlibatan ASN, diharapkan proses verifikasi dan validasi data menjadi lebih akurat dan berdampak langsung pada kebijakan.

Menurut Bupati Arief, desa harus menjadi subjek pembangunan, bukan sekadar objek. Oleh karena itu, seluruh perencanaan pembangunan diharapkan bertumpu pada data riil dari desa.

“Basis data semuanya dari desa. Nanti kita selaraskan, modul apa yang bisa diterapkan. Harapannya, seluruh desa di Blora dapat menerapkan Desa Cantik Statistik,” katanya.

Selain itu, Pemkab Blora juga mendukung integrasi program Desa Cantik dengan agenda pembangunan berkelanjutan atau SDGs  (Sustainable Development Goals) Desa. Pemerintah daerah berencana menyusun role model dari desa-desa yang telah didampingi sebagai percontohan untuk wilayah lain.

Sementara itu, Kepala BPS Blora Rukhedi, S.Si., MSE, menegaskan pentingnya data desa dalam mendukung perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi pembangunan.

“Selama ini banyak lembaga mengambil data dari desa dengan berbagai aplikasi. Namun, kemampuan SDM desa belum tentu memadai untuk mengelolanya. Karena itu, perlu standarisasi dan penguatan kapasitas,” ujarnya.

Rukhedi menjelaskan, program Desa Cantik 2026 bertujuan meningkatkan literasi statistik masyarakat desa, menstandarkan pengelolaan data, serta mengoptimalkan pemanfaatan data agar program pembangunan lebih tepat sasaran. Selain itu, program ini juga diarahkan untuk membentuk agen-agen statistik di tingkat desa.

Adapun tahapan pelaksanaan program dimulai dari pelatihan pembina pada Maret 2026, dilanjutkan pendataan lapangan pada 1 Mei hingga 31 Juli 2026. Selanjutnya, penilaian Desa Cantik dilakukan pada Agustus hingga September 2026.

Tahun ini, terdapat tiga desa yang diusulkan sebagai Desa Cantik, yakni Desa Kapuan (Kecamatan Cepu), Desa Gayam (Kecamatan Bogorejo), dan Desa Bogowanti (Kecamatan Ngawen).

Bupati Arief mengapresiasi inovasi Desa Cantik sebagai fondasi penting dalam pembangunan berbasis data. Ia berharap program tersebut tidak berhenti pada tiga desa percontohan, tetapi dapat direplikasi di seluruh desa di Blora.

“Ke depan, saya ingin ada desa percontohan di setiap kecamatan. Ini nanti bisa disinergikan dengan program Kecamatan Berdaya dari provinsi,” ujarnya.

Di akhir acara, dilakukan penandatanganan serta penyerahan penghargaan dari Badan Pusat Statistik kepada tiga desa terpilih, yakni Desa Kapuan (Kecamatan Cepu), Desa Gayam (Kecamatan Bogorejo), dan Desa Bogowanti (Kecamatan Ngawen), sebagai bentuk apresiasi atas kesiapan dan komitmen dalam penguatan statistik desa.

Sebagai informasi, berdasarkan data BPS, tren kemiskinan di Blora menunjukkan penurunan dalam tiga tahun terakhir. Pada 2023, angka kemiskinan tercatat sebesar 11,49 persen, kemudian turun menjadi 11,42 persen pada 2024, dan kembali menurun menjadi 10,58 persen pada 2025.

Secara jumlah penduduk, angka kemiskinan juga mengalami penurunan dari sekitar 99,14 ribu jiwa pada 2024 menjadi 92,01 ribu jiwa pada 2025. Penurunan ini menjadi indikator positif bagi upaya pengentasan kemiskinan yang terus diperkuat melalui kebijakan berbasis data. (Humas/Redaksi)


Share:

Tembus Sungai Nglebur, TNI Bangun Jembatan Gantung Buka Akses Warga


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.ID) — Di tengah keterbatasan akses yang selama ini membatasi aktivitas warga, kehadiran negara akhirnya nyata dirasakan. TNI membangun Jembatan Perintis Garuda yang membentang di atas Sungai Nglebur, menghubungkan Desa Nglebur dan Desa Janjang.

Jembatan sepanjang 35 meter dengan lebar 1,5 meter itu menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat akan akses yang aman dan layak. Selama ini, warga harus menghadapi risiko saat melintasi sungai untuk beraktivitas sehari-hari.

Komandan Koramil 06/Jiken, Kapten Inf Sumarno, yang meninjau langsung pembangunan pada Rabu 22 April 2026, menegaskan bahwa kehadiran TNI merupakan bagian dari komitmen negara dalam membantu masyarakat.

“TNI tidak hanya menjaga kedaulatan, tetapi juga hadir untuk mengatasi kesulitan rakyat,” ujarnya.

Pembangunan jembatan tersebut diharapkan mampu memperlancar akses warga menuju sekolah, lahan pertanian, hingga pusat kegiatan ekonomi. Dengan infrastruktur yang lebih memadai, mobilitas masyarakat menjadi lebih cepat, aman, dan efisien.

Di balik pembangunan itu, terdapat kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Medan yang sulit tidak menjadi penghalang, justru memperkuat semangat gotong royong dalam menyelesaikan pekerjaan.

Kapten Inf Sumarno berharap jembatan ini nantinya dapat dirawat dan dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Lebih dari sekadar penghubung, jembatan ini menjadi simbol kuat kemanunggalan TNI dan rakyat, sekaligus bukti nyata kehadiran negara hingga ke pelosok. (Pendim/Redaksi)

Share:

Pria Asal Tuban Jatim Diduga Selundupkan 200 LPG 3 Kilogram Ditangkap Polisi Blora



𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.ID) — Satuan Reserse Kriminal Polres Blora Polda Jawa Tengah menggagalkan upaya penyalahgunaan pengangkutan dan niaga bahan bakar gas jenis LPG 3 kilogram bersubsidi.

Seorang pria berinisial FS (38), warga Kecamatan Kenduruan, Kabupaten Tuban Jawa Timur, diamankan petugas saat melintas di wilayah Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora.

Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto mengungkapkan bahwa penangkapan tersebut bermula dari informasi masyarakat perihal adanya kendaraan yang mencurigakan di jalan raya Blora – Cepu.

"Petugas mendapatkan informasi terkait satu unit kendaraan pick up Mitsubishi L300 dengan nomor polisi S-8220-HM yang mengangkut muatan tertutup terpal dengan bak yang dimodifikasi lebih tinggi," jelas Kapolres Blora kepada awak media, Senin 20 April 2026.

Menindaklanjuti laporan tersebut, lanjut Kapolres Blora, petugas kemudian memberhentikan kendaraan tersebut di Jalan Raya Blora – Cepu KM-7, tepatnya disebelah timur Pasar Jepon, Kelurahan Jepon, pada Kamis 9 April 2026, sekira pukul 20.00 WIB.

Saat dilakukan pemeriksaan, kata Kapolres Blora, petugas menemukan 200 tabung gas LPG 3 kilogram  bersubsidi dalam keadaan berisi. Berdasarkan hasil interogasi awal, ratusan tabung gas tersebut diduga berasal dari wilayah Kabupaten Tuban, Jawa Timur, dan rencananya akan dipasarkan secara ilegal di wilayah Kabupaten Blora.

"Tersangka dan barang bukti langsung dibawa ke Mapolres Blora untuk proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. Akibat perbuatan ini, negara diperkirakan mengalami kerugian materiil sebesar Rp 3.800.000," ungkap  Kapolres Blora.

Lebih lanjut, Kapolres Blora menjelaskan bahwa selain mengamankan tersangka FS, polisi juga menyita sejumlah barang bukti di antaranya satu unit armada pick up L300 warna hitam, 200 tabung LPG 3 kilogram, satu buah terpal, troli besi, sejumlah plastik segel berwarna kuning, serta satu unit ponsel.

"Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 55 Undang-Undang RI Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang Perubahan atas UU RI Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, pelaku terancam hukuman pidana penjara paling lama enam tahun serta denda paling banyak Rp 60 miliar," tandas Kapolres Blora. (Humas/Redaksi)


Share:

IPAL Belum Standar, Dapur SPPG Bogowanti Blora Terancam Ditutup Sementara


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Salah satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ada di Desa Bogowanti, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora Jawa Tengah, belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sesuai standar, temuan ini memicu perhatian serius dari Satuan Tugas MBG Kabupaten Blora.

Fakta IPAL belum sesuai standar tersebut terungkap dalam sidak, Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini selaku Ketua Satgas MBG Kabupaten Blora saat  melakukan inspeksi mendadak (sidak) secara langsung, pada Senin 20 April 2026.

Ketua Satgas MBG Kabupaten Blora  didampingi Kepala Dinas Kesehatan Blora meninjau sejumlah titik, mulai dari area dapur, lokasi pengolahan limbah, hingga lingkungan sekitar yang diduga terdampak pembuangan limbah dari SPPG.

“Kami hadir menindaklanjuti laporan dari warga bahwasanya IPAL-nya belum memenuhi standar. Dan kebetulan pembuangan IPAL-nya meluber ke tetangga, kita lihat-lihat SPPG-nya sudah memenuhi standar tapi ada satu yang belum dipenuhi adalah IPAL,” ungkap Ketua Satgas MBG Blora.

Satgas MBG Blora sebelumnya telah menegaskan kepada seluruh dapur SPPG, agar memenuhi standar kelayakan, termasuk memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) serta IPAL sesuai ketentuan.

“Kemarin satu bulan yang lalu sudah saya kumpulkan, bahwasana saya nyuwun tulung karena ini memang perintah aturan dari BGN bahwa harus ada SLHS dan IPAL, dan saya sudah beri waktu sampai dengan 1 April 2026, dan tadi sudah saya cek IPAL  belum memenuhi standar,” imbuh Ketua Satgas MBG Blora.

Atas temuan tersebut, Ketua Satgas MBG Blora langsung melaporkan kondisi itu kepada Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Kabupaten Blora untuk segera ditindaklanjuti.

Tak hanya itu, Ketua Satgas MBG Blora juga mengusulkan agar operasional dapur Bogowanti tersebut dihentikan sementara hingga seluruh standar dipenuhi.

“Terkait IPAL ini sudah melenceng dari perjanjian, mau tidak mau hari ini saya laporkan ke korwil, apa tindakan korwil, saran dari BGN kalau tidak ada SLHS dan IPAL maka ditutup sementara, keputusan ada di tangan korwil,” tandas Ketua Satgas MBG Blora. (Kudnadi Saputro)


Share:

Pemasangan Rangka Besi Dimulai, Pembangunan Jembatan Garuda Blora Masuki Tahap Krusial


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) —  Pembangunan Jembatan Garuda di Desa Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, memasuki tahap krusial dengan dimulainya pemasangan rangka besi dan bondek, Selasa (21/4/2026).

Tahap ini menjadi penentu dalam percepatan penyelesaian proyek jembatan yang diharapkan segera dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai akses penghubung vital antarwilayah.

Komandan Rayon Militer (Danramil) 03/Banjarejo, Kapten Inf Munawar, mengatakan pemasangan rangka besi merupakan bagian inti dari konstruksi jembatan yang membutuhkan ketelitian tinggi serta koordinasi yang solid di lapangan.

“Pemasangan rangka besi dan bondek ini merupakan struktur utama jembatan. Kami memastikan seluruh proses berjalan sesuai perencanaan dan standar teknis agar hasilnya kokoh dan aman digunakan,” ujar Munawar.

Ia menambahkan, progres pembangunan menunjukkan perkembangan positif berkat sinergi antara personel di lapangan, masyarakat, serta dukungan dari berbagai pihak
.
“Kami optimistis pembangunan Jembatan Garuda dapat selesai tepat waktu. Semangat gotong royong dan kolaborasi yang terjalin menjadi kunci percepatan pekerjaan ini,” katanya.

Dengan dimulainya tahap pemasangan rangka besi, proses pembangunan diharapkan terus berjalan lancar hingga tahap akhir. Keberadaan jembatan ini nantinya diyakini mampu meningkatkan mobilitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah setempat. (Pendim/Redaksi)


Share:

Hadiri Muscab PKB, Bupati Sampaikan Tren Positif Ekonomi Blora


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — 
Bupati Blora Arief Rohman menghadiri Musyawarah Cabang (Muscab) Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB Kabupaten Blora di Azana Garden Hill Resort, Minggu 19 April 2026. 

Dalam forum konsolidasi tersebut, Arief yang juga Wakil Ketua DPW PKB Jawa Tengah menyoroti tren positif indikator makro ekonomi daerah selama masa kepemimpinannya.

Merefleksikan satu tahun perjalanannya memimpin Blora bersama Wakil Bupati Sri Setyorini, bupati yang akrab disapa Mas Arief ini menyampaikan bahwa kerja keras pemerintah daerah mulai menunjukkan hasil nyata.

"Bahwasanya satu tahun saya bersama Bu Wabup, tentu masih banyak kekurangan, tapi kita harus optimis untuk Blora. Pertumbuhan ekonomi kita di 2025 berhasil tumbuh 5,34 persen, meningkat dibanding tahun 2024 dan bahkan lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional. Selain itu, angka kemiskinan juga berhasil ditekan turun menjadi 10,68 persen di tahun 2025," papar Arief di hadapan para peserta Muscab.

Untuk menjaga momentum pembangunan tersebut, ia meminta dukungan penuh dari seluruh elemen, termasuk lintas partai politik. 

"Mohon doa dan masukannya untuk empat tahun ke depan dari semuanya, utamanya partai-partai, agar Blora lebih baik lagi. Selamat bermuscab untuk PKB, semoga menghasilkan keputusan yang terbaik," tambahnya.
Selain membahas visi daerah, Muscab ini juga menjadi ajang perayaan atas lonjakan suara PKB yang mencapai 40 persen pada pemilu terakhir. Ketua DPC PKB Blora, Abdul Hakim, merinci bahwa partainya berhasil mendulang 141.870 suara dari masyarakat Blora.

"Alhamdulillah, pemilu yang lalu PKB Blora mencatatkan perolehan 141.870 suara, atau naik sekitar 40 persen dibanding pemilu sebelumnya," ungkap Abdul Hakim.

Peningkatan suara tersebut sukses dikonversi menjadi kursi strategis. PKB Blora menyumbang 2 kursi untuk DPR RI, 2 kursi DPRD Provinsi Jawa Tengah, serta mendominasi DPRD Kabupaten Blora dengan 11 kursi. "Sekaligus (kami berhasil meraih posisi) Ketua DPRD Kabupaten dan Bupati. Semoga prestasi ini bisa dipertahankan, bahkan dinaikkan," harapnya.

Acara ini dihadiri oleh jajaran petinggi partai dari tingkat pusat hingga daerah. Tampak hadir Wakil Sekretaris DPP PKB sekaligus Sekjen Perempuan Bangsa Nur Nadlifah, Anggota DPR RI Eva Monalisa, serta Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Abdullah Aminuddin dan Niken Mayasari. Hadir pula perwakilan dari PCNU Kabupaten Blora, serta jajaran partai parlemen maupun non-parlemen se-Kabupaten Blora.

Dalam kesempatan itu, instruksi tegas untuk menjaga muruah partai juga digaungkan. Mewakili Ketua DPW PKB Jawa Tengah Sarif Abdillah, Abdullah Aminuddin mengingatkan seluruh kader bahwa PKB harus selalu berkhidmat kepada umat, khususnya kepada Nahdlatul Ulama.

Pesan yang lebih menukik disampaikan oleh Nur Nadlifah saat membacakan amanat Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin). Pria yang akrab disapa Gus Imin itu meminta kader PKB untuk tidak sekadar menjadi politisi musiman.

"Kader PKB harus ada setiap saat di tengah-tengah masyarakat. Jadilah bagian dari rakyat setiap hari, bukan setiap lima tahunan. Pemimpin bukan (dilihat dari) yang paling keras suaranya, tapi yang paling jelas arahnya dan berani mengambil tanggung jawab," tegas amanat tersebut. (Humas/Redaksi)
Share:

Kodim 0721/Blora Gelar Rakornis TMMD Sengkuyung Tahap II TA 2026


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) —  Dalam rangka persiapan pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun Anggaran 2026, Komando Distrik Militer (Kodim) 0721/Blora menggelar Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) yang bertempat di Aula Makodim 0721/Blora, Jalan Pemuda No. 44 Blora, Senin 20 April 2026.

Kegiatan Rakornis tersebut merupakan langkah awal guna menyamakan persepsi serta memantapkan sinergitas antara TNI, pemerintah daerah, dan seluruh unsur terkait dalam mendukung kelancaran pelaksanaan TMMD yang akan dilaksanakan di Desa Sendangwungu, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora.

Rapat koordinasi dihadiri oleh Dandim 0721/Blora yang diwakili oleh Kasdim Mayor Inf Bani, Bupati Blora yang diwakili oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Blora Yayuk Windrati, S.IP., unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Blora, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, para perwira staf dan Danramil jajaran Kodim 0721/Blora, unsur Forkopimcam Banjarejo, serta undangan lainnya.

Turut hadir Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XLII Kodim 0721/Blora, Tim Penggerak PKK Kabupaten Blora, Bhayangkari Polres Blora, Kepala Desa Sendangwungu beserta perangkat desa.

Dalam sambutan Komandan Kodim 0721/Blora Letkol Kav Yudhi Agus Setiyanto, S.Sos., yang dibacakan oleh Kasdim, disampaikan bahwa pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap II TA 2026 direncanakan akan dibuka pada tanggal 22 April 2026 dan ditutup pada tanggal 21 Mei 2026, dengan mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.”

Disampaikan pula bahwa program TMMD merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam rangka membantu pemerintah daerah guna mempercepat pembangunan di wilayah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Program TMMD dilaksanakan secara terpadu dan lintas sektoral dengan melibatkan seluruh komponen bangsa, baik pemerintah daerah, instansi terkait, maupun masyarakat, sehingga diharapkan mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan,” demikian amanat Dandim.

Adapun sasaran kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap II TA 2026 meliputi sasaran fisik dan nonfisik. Sasaran fisik berupa pembangunan jembatan sepanjang 6 meter dengan lebar 3 meter, pembangunan jalan sepanjang 200 meter, serta rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) sebanyak 2 unit.

Sementara itu, sasaran nonfisik meliputi kegiatan penyuluhan kepada masyarakat yang akan dilaksanakan oleh instansi terkait di Kabupaten Blora, guna meningkatkan pengetahuan serta kesadaran masyarakat dalam berbagai bidang.

Lebih lanjut, Dandim berharap seluruh unsur yang terlibat dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab secara optimal, sehingga pelaksanaan TMMD dapat berjalan dengan tertib, lancar, dan mencapai hasil yang maksimal sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Blora melalui Kepala Dinas PMD Kabupaten Blora Yayuk Windrati, S.IP., menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap II TA 2026, termasuk dukungan anggaran sebesar Rp365.000.000 yang bersumber dari APBD Provinsi dan APBD Kabupaten.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan program TMMD sangat ditentukan oleh sinergi dan koordinasi seluruh pihak, serta partisipasi aktif masyarakat.

“Kami mengharapkan seluruh perangkat daerah terkait dapat meningkatkan koordinasi secara intensif, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat guna menjaga semangat gotong royong sebagai ciri khas pelaksanaan TMMD,” ujarnya.

Melalui Rakornis ini diharapkan seluruh rangkaian kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap II TA 2026 dapat dipersiapkan secara matang, sehingga pelaksanaannya berjalan tepat waktu, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (Pendim/Redaksi)
Share:

Hot News

Kakek 62 Tahun Asal Mlangsen Ditemukan MD di Kamar Kos Kedungjenar Blora

𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 ( SEPUTARBLORA.MY.ID ) — Kepolisian Sektor Blora mendatangi lokasi penemuan seorang pria meninggal dunia di kamar kos...

Piblic Service

Piblic Service
Instagram

Blog Archive

Social Media

Technology

Next More »

Labels

Community

Next More »