Pembangunan Jembatan Aramco di Todanan Rampung, Perkuat Akses dan Dorong Perekonomian Warga
Pemkab Blora Dukung Insersi Pendidikan Perkoperasian Pemprov Jateng di Sekolah
𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Pemerinrah Kabupaten Blora mendukung dan mengimplementasikan Program Insersi Pendidikan Perkoperasian yang diluncurkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Program Insersi ini akan menjangkau sekitar 6,38 juta peserta didik mulai jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA hingga SLB di seluruh Jawa Tengah.
Komitmen tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Blora usai menghadiri peluncuran Program Insersi Pendidikan Perkoperasian di gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, pada Jumat, 5 Juni 2026.
Hadir Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, Menteri Koperasi RI, Ferry Juliantono, Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, serta Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Toni Toharudin.
Saat itu, Wakil Bupati Blora hadir bersama Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Blora, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, dan Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kabupaten Blora.
Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini menyampaikan bahwa pendidikan perkoperasian memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang mandiri, berjiwa wirausaha, serta memahami prinsip-prinsip ekonomi kerakyatan.
“Pendidikan perkoperasian penting dikenalkan sejak dini agar generasi muda memahami nilai-nilai kebersamaan, tanggung jawab, dan kemandirian ekonomi. Ini menjadi bekal yang sangat penting untuk menghadapi tantangan ekonomi di masa depan,” ujar Wakil Bupati Blora.
Lebih lanjut, Wakil Bupati Blora mengatakan bahwa Pemkab Blora akan segera melakukan sosialisasi kepada sekolah-sekolah, khususnya jenjang SD dan SMP yang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Blora, implementasi program tersebut akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan satuan pendidikan.
“Untuk penerapannya secara bertahap, mungkin bisa dimulai dari SMP terlebih dahulu kemudian SD. Karena memang kewenangan kami berada di jenjang SD dan SMP, sedangkan SMA menjadi kewenangan pemerintah provinsi,” kata Wakil Bupati Blora.
Wakil Bupati Blora menegaskan bahwa penerapan pendidikan perkoperasian tidak akan menambah mata pelajaran baru maupun membebani peserta didik, materi perkoperasian akan diintegrasikan kedalam mata pelajaran yang sudah ada melalui metode insersi kurikulum.
“Jadi tidak ada tambahan mata pelajaran baru. Materi perkoperasian akan dimasukkan kedalam pelajaran yang relevan sehingga siswa dapat memahami konsep koperasi secara lebih kontekstual,” jelas Wakil Bupati Blora.
Wakil Bupati Blora berharap program tersebut mampu melahirkan generasi muda yang memiliki literasi ekonomi yang kuat, memahami pentingnya kerja sama, serta mampu mengembangkan koperasi sebagai salah satu pilar ekonomi kerakyatan dimasa depan.
Untuk diketahui, Program Insersi Pendidikan Perkoperasian merupakan inisiatif Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mengintegrasikan materi perkoperasian kedalam mata pelajaran yang relevan pada jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA hingga SLB mulai tahun ajaran 2026/2027.
Pada kesempatan itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengatakan bahwa program insersi pendidikan perkoperasian tersebut, merupakan langkah strategis untuk mengenalkan kembali koperasi kepada generasi muda sejak dini.
“Koperasi merupakan amanat Undang-Undang Dasar 1945, khususnya Pasal 33, sekaligus pilar ekonomi nasional yang perlu dipahami sejak usia sekolah,” kata Gubernur Jawa Tengah.
Menurut Gubernur Jawa Tengah, program insersi pendidikan perkoperasian ini juga selaras dengan berbagai kebijakan pemerintah.
"Termasuk penguatan Koperasi Merah Putih yang saat ini tengah dikembangkan diberbagai daerah," tandas Gubernur Jawa Tengah.
Sementara itu, Menteri Koperasi RI, Ferry Juliantono menegaskan bahwa koperasi tidak boleh hanya dipandang sebagai lembaga simpan pinjam semata.
“Koperasi adalah badan usaha yang mencerminkan nilai gotong royong, kekeluargaan, dan kebersamaan yang menjadi karakter bangsa Indonesia. Nilai-nilai itu perlu ditanamkan sejak dini melalui dunia pendidikan,” tandas Menteri Koperasi. (Humas/Redaksi)
Jembatan Aramco Rampung, Akses Antar Desa di Randublatung Kini Semakin Lancar
Blora Penuhi Target Nasional LSD dan LP2B Lancarkan Investasi dan Kampus Baru
𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Kabupaten Blora memenuhi target nasional penetapan Lahan Sawah Dilindungi (LSD) dan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), sehingga bisa memberikan kepastian bagi sejumlah program strategis daerah, mulai dari pendirian Kampus Program Studi diluar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) hingga pengembangan investasi.
Hal tersebut disampaikan Bupati Blora usai mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Kementrian ATR/BPN di hotel Gumaya, Kota Semarang, Kamis 4 Juni 2026.
Bupati Blora, Arief Rohman mengatakan bahwa capaian Blora yang masuk dalam kelompok 13 kabupaten/kota di Jawa Tengah dengan persentase LP2B di atas 87 persen menjadi kabar baik bagi sejumlah agenda pembangunan daerah.
“Dengan masuknya Blora dalam 13 kabupaten/kota yang sudah memenuhi target LSD, kita berada pada angka sekitar 88 persen sehingga masuk kategori aman dan tidak terkena pembatasan,” kata Bupati Blora.
Menurut Bupati Blora, kepastian tersebut turut mendukung penyelesaian berbagai persyaratan perizinan strategis, termasuk pendirian PSDKU UNY di Kabupaten Blora.
“Izin pendirian PSDKU UNY di Blora akhirnya tuntas. Status Blora masuk dalam 13 kabupaten/kota yang sudah di atas 87 persen. Kita LP2B-nya sekitar 88 persen. Ini menjadi syarat penting untuk perizinan LSD, Sekolah Rakyat, maupun pendirian kampus UNY,” ucap Bupati Blora.
Bupati Blora menegaskan bahwa lahan yang telah ditetapkan sebagai LP2B tidak boleh dialihfungsikan karena menjadi bagian dari komitmen menjaga ketahanan pangan nasional.
Bupati Blora telah menerima dua SK terkait penggunaan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat tercatat dengan nomor 689/SK-PP.04.03/V/2026, dan SK penggunaan lahan untuk pembangunan Kampus PSDKU UNY bernomor 688/SK-PP.04.03/V/2026.
“Kami juga sudah menerima SK Menteri ATR/BPN tentang Rekomendasi Perubahan Penggunaan Tanah pada Lahan Sawah Dilindungi sudah keluar. Diserahkan oleh Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang, Pak Lampri,” ujar Bupati Blora.
Selain mendukung sektor pendidikan, penetapan LP2B juga dinilai memberikan kepastian bagi investasi dan menjadi dasar dalam peninjauan kembali Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Blora.
“Dengan kepastian ini, kran investasi semakin terbuka lebar. Penetapan LP2B juga menjadi dasar untuk peninjauan kembali Perda RTRW yang masa berlakunya berakhir pada 2021,” jelas Bupati Blora.
Pada kesempatan itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menjelaskan bahwa Kabupaten Blora berdasarkan data pengendalian Lahan Baku Sawah tahun 2026, telah mengusulkan penetapan sekitar 61.006 hektare lahan sebagai LP2B atau mencapai 88,23 persen dari total Lahan Baku Sawah seluas 69.145 hektare.
"Angka tersebut melampaui target nasional minimal 87 persen," kata Gubernur Jawa Tengah.
Disampaikan, bagi Blora, capaian LP2B sebesar 88,23 persen dan dua SK Mentri ATR/BPN tidak hanya menunjukkan komitmen menjaga ketahanan pangan, tetapi juga membuka ruang percepatan pembangunan sektor pendidikan, investasi, dan penataan ruang wilayah secara lebih terarah.
"Dengan kepastian status lahan tersebut, sejumlah proyek strategis daerah kini memiliki landasan hukum yang lebih kuat untuk direalisasikan," tandas Gubernur Jawa Tengah.
Sementara itu, Wakil Menteri ATR/BPN, Ossy Dermawan mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang melibatkan seluruh kepala daerah dalam percepatan penetapan luas baku sawah.
Secara regional, kata Ossy Dermawan, luas Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B) yang telah masuk dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Jawa Tengah mencapai sekitar 825 ribu hektare. Adapun luas baku sawah yang telah terdata mencapai sekitar 970 ribu hektare atau setara 85,11 persen dari target nasional.
“Jawa Tengah termasuk daerah yang progresif. Tinggal sedikit lagi yang harus dikejar agar mencapai target nasional,” ujar Wakil Menteri ATR/BPN. (Humas/Redaksi)
TNI dan Warga Percepat Penyelesaian Jembatan Aramco di Randublatung
𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat terus ditunjukkan dalam penyelesaian pembangunan Jembatan Aramco di Desa Sambongwangan, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora. Memasuki tahap akhir pengerjaan, personel Koramil 09/Randublatung bersama warga setempat bahu-membahu mempercepat proses finishing agar jembatan yang telah lama dinantikan masyarakat itu segera dapat digunakan.
Danramil 09/Randublatung, Kapten Kav Teguh Linarto, mengatakan seluruh personel tetap mempertahankan semangat kerja tinggi meskipun proyek pembangunan telah memasuki tahap penyelesaian. Menurutnya, kualitas hasil pembangunan menjadi prioritas utama agar manfaat jembatan dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
“Walaupun pekerjaan sudah memasuki tahap finishing, seluruh personel tetap bekerja dengan penuh semangat. Kami ingin memastikan jembatan ini selesai tepat waktu dan dapat segera dimanfaatkan oleh warga,” ujarnya, Sabtu (6/6/2026).
Ia menjelaskan, percepatan penyelesaian pembangunan dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab kepada masyarakat yang telah menaruh harapan besar terhadap keberadaan jembatan tersebut. Kehadiran jembatan ini diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga sekaligus meningkatkan konektivitas antarwilayah.
Selain mempermudah akses transportasi, jembatan tersebut juga diyakini dapat mendukung berbagai aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Dengan akses yang lebih baik, distribusi hasil pertanian, kegiatan perdagangan, hingga pelayanan masyarakat diharapkan dapat berjalan lebih efektif.
Kapten Kav Teguh Linarto menambahkan, keterlibatan aktif warga dalam proses pembangunan menjadi bukti bahwa nilai-nilai gotong royong masih terjaga dan berkembang di tengah masyarakat. Sinergi antara TNI dan warga selama pengerjaan berlangsung mencerminkan kemanunggalan yang tidak hanya hadir dalam aspek pertahanan dan keamanan, tetapi juga dalam upaya pembangunan fasilitas publik yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Pembangunan ini menjadi bukti bahwa ketika TNI dan masyarakat bersatu, berbagai tantangan dapat diselesaikan dengan baik. Semangat kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan pembangunan yang bermanfaat bagi warga,” tambahnya.
Penyelesaian Jembatan Aramco diharapkan menjadi salah satu infrastruktur pendukung yang mampu meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat Desa Sambongwangan dan sekitarnya, sekaligus memperkuat konektivitas wilayah di Kecamatan Randublatung. (Pendim/Redaksi)
Wabup Minta Pelayanan di MPP Blora Lebih Mudah, Cepat, Nyaman, dan Akuntabel
𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Blora merayakan hari jadi ke-5, dengan cara yang unik dan merakyat, dibawah naungan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Blora.
Perayaan ulang tahun kali ini dimeriahkan dengan acara 'Ngopi Sinergi' serta gelaran Bazar UMKM di halaman gedung MPP Blora, Rabu 3 Juni 2026, dihadiri oleh Wakil Bupati Blora, kepala OPD terkait, instansi vertikal.
Wakil Bupati Blora, Sri Setiyorini mengatakan hari ini, MPP Kabupaten Blora genap berusia 5 tahun. Lima tahun adalah waktu yang cukup untuk bertumbuh dari tempat pelayanan bersama (co-location) menjadi pusat integrasi layanan publik yang sesungguhnya.
"Saya ingin mengingatkan kita semua MPP ini bukan proyek fisik, melainkan komitmen moral. Keberhasilan MPP tidak diukur dari megahnya gedung, melainkan dari seberapa cepat masyarakat pulang membawa solusi," ucap Wakil Bupati Blora.
Pada kesempatan itu, Wakil Bupati Blora memberikan apresiasi atas dedikasi MPP Blora yang selama lima tahun ini telah konsisten memberikan kemudahan pelayanan bagi masyarakat Blora, acara yang bertajuk 'Ngopi Sinergi' tentunya menjadi kebersamaan untuk terus memberikan pelayanan kepada masyarakat.
"Saya minta, jadikan momentum ini untuk meruntuhkan ego sektoral. Layanan publik yang modern tidak bisa lagi berjalan sendiri-sendiri. Masyarakat tidak mau tahu Anda dari dinas apa, yang mereka tahu, Anda adalah representasi dari Negara dan Pemerintah Kabupaten Blora, Kami juga berpesan agar pelayanan ini bisa luwes, demi peningkatan kualitas pelayanan ke depan," kata Wakil Bupati Blora.
Dikemukakan, sinergi langsung diwujudkan secara konkret melalui Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemerintah Kabupaten Blora dan BPJS Kesehatan. Dengan masuknya layanan administrasi kepesertaan, informasi, hingga penanganan pengaduan JKN ke dalam MPP, kita sedang memotong birokrasi.
"Saya minta kepada pihak kesatu (DPMPTSP) dan pihak kedua (BPJS Kesehatan) untuk langsung tancap gas dengan Patuhi SOP bersama!," pinta Wakil Bupati Blora.
Wakil Bupati Blora juga berpesan jangan biarkan masyarakat mengantre tanpa kepastian. Optimalkan sarana prasarana. fasilitas IT, internet, hingga aksesibilitas untuk rekan-rekan difabel harus dipastikan prima setiap hari.
"Mari jadikan HUT ke-5 ini sebagai momentum evaluasi. Tolong cek kembali counter pelayanan instansi Anda di MPP. Apakah SDM yang Anda tempatkan sudah tersenyum hari ini? Apakah mereka sudah solutif? Mari kita bawa MPP Kabupaten Blora naik kelas: lebih mudah, lebih cepat, lebih nyaman, dan akuntabel," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala DPMPTSP Blora, Bondan Arsiyanti sekaligus Penanggungjawab MPP menjelaskan bahwa ulang tahun ke-5 yang jatuh pada hari ini 3 Juni 2026 sebagai bentuk Syukur doa bersama.
"Acara ini kita lakukan secara sederhana yang dirangkai penandatanganan kerjasama DPMPTSP dengan BPJS kesehatan dan penandatanganan kerjasama pinjam pakai gedung antara imigrasi kelas 1 Non TPI Blora dengan DPMPTSP dan ada bazar dari Mitra, sehingga masyarakat bisa merasakan kehadiran kami selama melayani," ujar Kepala DPMPTSP Blora.
Penanggungjawab MPP Blora berharap diusia 5 tahun, semakin semangat memberikan pelayanan kepada masyarakat dan semakin meningkat sinergi dengan seluruh pihak.
"Hari ini kami juga memperkenalkan inovasi konsep ngopi sinergi (ngobrol produktif untuk sinergi kolaborasi dan integrasi) antara perangkat daerah dan instansi vertikal dengan pelayanan publik di MPP. Tentunya inovasi ini salah satu langkah untuk terus meningkatkan layanan kepada masyarakat," tandas Kepala DPMPTSP Blora. (Humas/Redaksi)
Simbol Gotong Royong TNI dan Warga Kebut Penyelesaian Jembatan Aramco di Desa Sambongwangan
Petani Sumber Tewas Terserempet KA Ambarawa Ekspres di Kradenan
𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Kepolisian sektor Kradenan bersama Koramil Kradenan dan Puskesmas Menden mendatangi TKP orang meninggal dunia, akibat terserempet Kereta Api Ambarawa Ekspres, Minggu, 31 Mei 2026 sekira pukul 10.30 WIB., lokasi kejadian di sepanjang rel KM-72+0 petak Randublatung-Wado, Dukuh Mberan RT 006 RW 003 Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora Jawa Tengah.
Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto melalui Kasihumas Polres Blora, AKP Midiyono menyampaikan bahwa korban bernama Wiji Bin Wajir (56), warga Dukuh Sumber RT 009 RW 002 Desa Sumber, berangkat dari rumah pukul 08.00 WIB untuk menyemprot hama padi di sawah yang berada disebelah rel.
“Setelah selesai menyemprot, sekitar pukul 10.30 WIB., korban naik sepeda motor Honda Supra X hitam-merah melintas dari barat ke timur di sepanjang jalur rel. Saat di KM-72 datang KA Ambarawa Ekspres dari arah barat ke timur sambil membunyikan klakson terus-menerus. Saksi Saib dan Supriyanti sudah berteriak mengingatkan, namun korban tidak mendengar. Korban terserempet dan terpental sekitar 10 meter,” jelas Kasihumas Polres Blora.
Pelapor Daman, lanjut Kasihumas Polres Blora, penjaga palang pintu Mberan Sumber, langsung menghubungi Polsek Kradenan, sekira Pukul 11.00 WIB., petugas Polsek Kradenan dipimpin Kapolsek AKP Umbaran Wibowo tiba di TKP.
"Tim medis Puskesmas Menden melakukan visum luar dan memastikan korban mengalami luka serta patah tulang dibeberapa bagian tubuh. Jenazah diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan," ujar Kasihumas Polres Blora.
Disampaikan, Barang bukti yang diamankan berupa sepeda motor Honda Supra X, alat semprot hama, obat hama, sabit, kaos biru lengan pendek, dan celana pendek kolor hitam. Diimbau
kepada warga, khususnya petani yang lahannya berbatasan dengan rel kereta api, agar tidak menjadikan jalur kereta sebagai jalan pintas.
“Jalur rel bukan jalan umum. Matikan musik/headset, berhenti, tengok kanan-kiri sebelum menyeberang. Patuhi rambu dan petugas palang pintu. Satu detik lengah bisa berakibat fatal,” ucap Kasihumas Polres Blora. (Humas/Redaksi)
Pembangunan Jembatan Aramco Desa Sambongwangan Masuki Tahap Finishing, Siap Dukung Mobilitas dan Perekonomian Warga
𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Personel Koramil 09/Randublatung Kodim 0721/Blora bersama masyarakat terus mempercepat penyelesaian pembangunan Jembatan Aramco di Desa Sambongwangan, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, Kamis (4/6/2026). Pembangunan jembatan tersebut kini telah memasuki tahap akhir dan ditargetkan segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Keberadaan Jembatan Aramco diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar mobilitas warga, serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat di Desa Sambongwangan dan sekitarnya.
Danramil 09/Randublatung, Kapten Kav Teguh Linarto, mengatakan bahwa progres pembangunan menunjukkan perkembangan yang sangat positif. Saat ini, pekerjaan telah memasuki tahap finishing dengan fokus pada penyempurnaan seluruh bagian konstruksi agar jembatan siap digunakan secara aman dan nyaman.
“Pekerjaan sudah memasuki tahap finishing. Saat ini kami fokus pada penyempurnaan di berbagai bagian agar jembatan ini benar-benar siap digunakan dan aman bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, tahap penyelesaian akhir meliputi pengecatan badan jembatan, perapian struktur konstruksi, serta pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh komponen, mulai dari rangka utama hingga bagian pendukung lainnya. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kualitas dan keamanan jembatan sebelum dioperasikan.
Kapten Kav Teguh Linarto menambahkan, keberhasilan pembangunan Jembatan Aramco merupakan hasil sinergi yang kuat antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat. Kolaborasi yang terjalin dengan baik menjadi faktor penting dalam mempercepat proses pembangunan meskipun menghadapi berbagai tantangan di lapangan, termasuk kondisi cuaca yang tidak menentu.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Jembatan Aramco memiliki peran strategis dalam mendukung aktivitas masyarakat sehari-hari. Kehadiran jembatan tersebut diharapkan dapat menjadi solusi atas keterbatasan akses transportasi yang selama ini dihadapi warga, sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi peningkatan kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat.
Dengan progres pembangunan yang telah mencapai tahap akhir, Jembatan Aramco Desa Sambongwangan diharapkan segera rampung dan dapat dimanfaatkan untuk menunjang kelancaran mobilitas serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah Kecamatan Randublatung. (Pendim/Redaksi)
Hot News
Pembangunan Jembatan Aramco di Todanan Rampung, Perkuat Akses dan Dorong Perekonomian Warga
𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 ( SEPUTARBLORA.MY.ID ) — Pembangunan Jembatan Aramco di dukuh Kemuning, Desa Karanganyar, Kecamatan Todanan, Kabupat...





