Usai Dilantik Jadi Anggota DPRD Blora, Saeful Siap Bekerja Maksimal


BLORA - Setelah tiga bulan kosong, akhirnya Saeful Arifin resmi dilantik sebagai Pengganti Antar Waktu (PAW) anggota DPRD Kabupaten Blora masa jabatan 2019-2024 dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Blora, Kamis (29/07/2021).

Saeful Arifin menjadi PAW anggota DPRD Blora masa jabatan 2019-2024 dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menggantikan alm. Muchlisin yang telah meninggal dunia pada 22 April 2021 lalu.

Ketua DPRD Blora, HM. Dasum, SE, MM.A
mengatakan, PAW bagi DPRD merupakan proses politik yang harus dilakukan untuk memenuhi kelengkapan keanggotaan DPRD Kabupaten Blora.

"Saeful Arifin segera menyesuaikan diri, mempelajari berbagai ketentuan tata tertib yang menjadi pedoman dalam melaksanakan tugas sebagai anggota dewan," harap Dasum.

HM. Dasum selaku pimpinan sidang mengucapkan selamat atas ditetapkan dan dilantiknya Saeful Arifin. Semoga dengan dilantiknya dapat meneruskan kinerja DPRD Blora.



“Selamat kepada anggota DPRD Blora yang baru dilantik sisa masa jabatan 2019-2024. Semoga dapat dengan cepat menyesuaikan diri dan bekerja mengabdi pada negara,” ujar Dasum.

Usai dilantik, Saeful Arifin saat ditemui awak media  menegaskan dirinya siap bekerja maksimal dan melanjutkan perjuangan seniornya Muchlisin dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.

"Saya akan berusaha maksimal bekerja bersama dengan teman-teman anggota DPRD yang lain. Saya ditugaskan oleh PPP di Komisi C yang membidangi Pembangunan," jelas Saful.

Suami dari Siti Mutmainah dan merupakan ayah seorang putra, Ahmad Maulana Imam Syafi’i. Saeful Arifin, ST, Salah satu kader terbaik Partai Persatuan Pembangunan kelahiran Blora, 03 Mei 1990, beralamat di Dukuh Wates, Desa Sumber RT. 005/ RW. 003 Kecamatan Kradenan Kabupaten Blora ini mengaku siap bekerja semaksimal mungkin dan melanjutkan perjuangan seniornya alm. Muchlisin dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.

“Tentu saya akan usahakan maksimal bisa bekerja bersama dengan teman-teman anggota DPRD yang lain, saya mendapatkan amanah ditugaskan oleh PPP untuk masuk di Komisi C yang membidangi Pembangunan.Tidak hanya itu saya juga akan memperjuangkan aspirasi dan semua kepentingan rakyat, bangsa dan negara sesuai sumpah yang telah saya ucapkan,” tandas Saeful Arifin. (ADY/Red)

Share:

Wakil Ketua DPRD Blora, ikuti vicon Rakor Sosialisasi Pemberlakuan PPKM

BLORA - Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blora, Siswanto mengikuti video conference (vicon) Rapat koordinasi (Rakor)  Sosialisasi Pemberlakuan PPKM pasca 25 Juli 2021 bertempat di Ruang Pertemuan Sekretariat Daerah Kabupaten Blora di pimpin Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia,Luhut Binsar Panjaitan, diikuti menteri, Gubernur, Bupati/walikota, serta Ketua DPRD se-Indonesia.

Pasca Instruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor 22 tahun 2021 pemerintah telah menetapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tidak lagi menggunakan istilah darurat, tapi menjadi PPKM Level 3 dan Level  4.

Untuk Blora sendiri termasuk level 3 bersama 33 kabupaten / kota lain di Jawa-Bali. Masih ada sekitar 70 kab/kota di Jawa-Bali yang PPKM level 4. Sedangkan Implikasi level 3 dan level 4, tentunya berbeda, dan malam ini akan diterbitkan Instruksi Menteri Dalam Negeri untuk ditindaklanjuti Gubernur, Bupati, Walikota se-Indonesia.

“Jam 19.00 akan ada Pernyataan Pers dari Presiden Jokowi, jika nanti malam terbit Inmendagri, maka Blora akan menyusun Surat Edaran (SE) Bupati Blora sebagai tindak lanjut, Kabupaten Blora Masuk PPKM Level 3, bapak Bupati akan Segera Keluarkan Surat Edaran Baru,” jelas Siswanto kepada awak media usai ikuti Vicon. 

Terpisah, Ketua DPRD Kabupaten Blora HM. Dasum, SE, MM.A mengajak kepada warga masyarakat  untuk tertib mematuhi  protokol kesehatan dan menjaga kondusifitas wilayah Kabupaten Blora.

Disamping itu, dirinya juga meminta masyarakat tidak berkerumun dan lebih memilih menjaga jarak  yang lebih efisien serta aman terhindar Covid-19.

“Kita semua harus maklum, situasi pandemi belum selesai. Pemerintah kalau sudah membatasi, makan di warung ya kita ikuti," kata Ketua DPRD Blora.

Selain itu pihaknya juga mengapresiasi warga yang berkegiatan Dirumah saja dan membatasi kegiatan diluar rumah.

“Tentu saja saya mengapresiasi, semangat pedagang, pekerja seni yang masih bertahan,” ucapnya. (ADY/Red)
Share:

Bupati dan Forkopimda Blora Resmikan Bus Gerai Vaksin “Presisi” Keliling

BLORA - Selasa siang (27/07/2021), Bupati H. Arief Rohman, S.IP., M.Si., bersama Wakil Bupati Tri Yuli Setyowati, ST., MM., Kapolres AKBP Wiraga Dimas Tama S.I.K., dan Dandim 0721/Blora, Letkol Inf. Andy Sulistyo KP, S.Sos., M.Tr (Han) meresmikan penggunaan bus Gerai Vaksin Presisi kerjasama TNI Polri di Jalan Ahmad Yani.

Tepat di depan Graha Bethany, peresmian dilakukan Bupati secara simbolis dengan pemecahan kendi berisi air bunga didampingi jajaran Forkopimda.

Dalam acara ini Bupati mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada jajaran TNI Polri yang telah banyak berperan dalam mendukung kesuksesan vaksinasi Covid-19.

“Maturnuwun Pak Kapolri dan Jendral TNI, Pak Kapolda, Pak Pangdam, utamanya Pak Kapolres dan Dandim yang sudah bersinergi baik dengan Pemkab Blora untuk menyukseskan percepatan vaksinasi. Salah satunya dengan membuat bus layanan gerai vaksin keliling yang dinamakan Bus Gerai Vaksin Presisi ini. Semoga bisa semakin aktif menjangkau wilayah-wilayah pedesaan, sehingga Dinas Kesehatan dan Puskesmas ikut terbantu,” ungkap Bupati Arief.

Bupati pun berpesan agar masyarakat bisa ikut turut serta menyukseskan gerakan vaksinasi yang dilaksanakan pemerintah ini untuk menekan jumlah kasus pandemi Covid-19.

“Ayo ajak keluarga, saudara dan tetangga untuk ikut vaksinasi. Tidak ada vaksin yang bahaya, semua sudah ada tahapan pemeriksaannya secara medis. Yakinlah ini merupakan ikhtiar kita untuk kembali hidup sehat dan normal,” pungkas Bupati.

Sementara itu, Kapolres AKBP Wiraga Dimas Tama S.I.K., menyampaikan hal yang senada. Bahwa bus gerai vaksin “Presisi” ini nantinya akan menjangkau wilayah desa yang jauh dari perkotaan dan pinggiran.

“Target vaksinasi terus kita tingkatkan, salah satunya dengan membentuk bus gerai vaksinasi keliling ini. Harapannya desa-desa terpencil dan jauh dari perkotaan bisa ikut terlayani dengan baik. Vaksin itu sehat dan halal, mari kita sukseskan bersama,” ujar Kapolres. 

Pada kesempatan itu, warga Kunden, Siswanto  pengguna jalan yang melintas menyambut positif adanya bus gerai vaksin keliling ini. Menurutnya akan lebih bagus jika pihak terkait bisa mengumumkan jadwal kelilingnya agar masyarakat luas bisa mengikuti dengan baik.

“Bagus sih, seperti di Solo. Semoga ada jadwalnya juga yang dishare, mungkin lewat media sosial. Agar masyarakat tahu dan mau mengikuti, kan gratis. Apalagi jika ingin bepergian jauh sekarang juga harus menyertakan sertifikat vaksin,” harapnya. (ADY/Red)
Share:

Bantu Korban Rumah Kebakaran di Bradag, Siswanto Senang Warga Gotong Royong

BLORA - Akibat korsleting listrik, rumah Supratno, warga Desa Bradag RT 001/RW 001, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora ludes terbakar. Jumat kemarin,  (23/07/2021)

Tidak ada korban jiwa. Namun benda berharga ikut terbakar dilalap si jago merah. Sertipikat tanah, ijazah, uang, kartu tanda penduduk (KTP), kartu keluarga ikut musnah.

Sore itu juga, warga Bradag mulai gotong-royong membantu korban kebakaran.  Pada kesempatan itu, Supratno yang dikunjungi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blora Siswanto merasa senang karena warga bermurah hati padanya membantu korban kebakaran.

"Warga disini kompak, saya jadi semangat lagi. Istri saya masih shock," ungkap Supratno saat dikunjungi Siswanto.

Bantuan air pemadam kebakaran dari Satpol PP Blora tidak menolong karena rumah kayu terbakar habis dalam waktu 30 menit. Mobil damkar yang datang satu jam usai kebakaran, akhirnya hanya  memadamkan puing-puing supaya tidak merembet ke rumah terdekat.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blora,   Siswanto, SPd, MH yang datang bersama Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora Hadi Praseno dan rombongan menyerahkan bantuan sembako, selimut dan bantuan darurat lain. Senin (26/03/2021).

"Pak Hadi bantuan bagi korban, segera diurus ya, Pak Bupati juga peduli. Jadi maksimal dua pekan, tolong dicairkan program bantuan 5 juta untuk rumah kebakaran," terang Siswanto kepada Hadi Praseno yang datang bersama TKSK Kecamatan Ngawen Noorman Pramono. (ADY/Red)
Share:

E-Warong Akan Dievaluasi Keberadaannya di Blora


BLORA - Bertempat di Aula Dinas Sosial P3A Kabupaten Blora, Kamis kemarin (15/07/2021), diselenggarakan rapat koordinasi untuk mengevaluasi keberadaan dan fungsi E Warong se-Kabupaten Blora.


Rapat dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Sosial P3A Kabupaten Blora, Dra. Indah Purwaningsih, M.Si, didampingi Sekretaris Dinasnya, Teddy Rindaryo, dan dihadiri juga oleh Ketua Komisi D DPRD Blora, Ahmad Labib Hilmi, dan dihadiri seluruh TKSK dan Camat Se-Eks Kawedanan Blora dan Cepu.


"Rapat evaluasi ini, kami selenggarakan dalam rangka memperbaiki pelayanan dari E-Warong kepada Keluarga Penerima Manfaat atau KPM, agar apa, KPM menerima haknya, sesuai dengan jumlah dan nilainya, prinsipnya adalah melindungi hak - hak KPM," ucap Indah Purwaningsih, Kepala Dinas Sosial P3A Blora ketika membuka rapat koordinasi.


"Dinas Sosial P3A Blora akan evaluasi keberadaan E-Warong sebagai penyalur bantuan pangan non tunai, untuk perbaikan dan melindungi hak Keluarga Penerima Manfaat," imbuhnya.
               
Lindungi Hak KPM


Hal yang sama juga disampaikan oleh Ketua Komisi D, DPRD Blora, Ahmad Labib Hilmi, usai mengikuti rapat evaluasi tersebut, menurutnya evaluasi terhadap pelayanan dan keberadaan E-Warong harus dilakukan, untuk melindungi hak KPM di Blora.


"Ya evaluasi ini penting dilakukan, untuk melihat sejauh mana pelayanan E-Warong kepada masyarakat penerima manfaat, agar bisa menerima bantuan tersebut, tepat jumlah dan nilainya, termasuk mutunya, kendala - kendala yang ada tahun - tahun kemarin harus diperbaiki, kalo harus tiap bulan, ya penyalurannya tiap bulan, jangan molor, misalkan e Warong yang bentuknya sembako, mestinya penataannya tidak dicampur dengan pupuk dan obat - obat pertanian," ungkap Gus Labib panggilan akrab Ahmad Labib Hilmi.


          
Supplayer Bebas

Saat dikonfirmasi terkait keberadaan supplayer yang dikuasai beberapa orang saja, Gus Labib menyampaikan keberadaan supplayer diserahkan kepada E-Warong itu sendiri mekanismenya, namun juga berharap bisa menyerap produk petani lokal.


"Supplayer boleh, darimanapun boleh asal barangnya bagus, jumlahnya sesuai baik harga maupun kualitasnya, nah ini yang menjadi bahan evaluasi kami, oleh karena itu, kami juga mendorong E-Warong memperhatikan potensi lokal di wilayahnya masing - masing," ujar Ahmad Labib Hilmi.


Tumbuhkan Ekonomi


Sementara itu, Kepala Dinas Sosial P3A Blora, Indah Purwaningsih menyampaikan bahwa pihaknya mendorong E-Warong bisa bekerjasama dengan BUMDES, atau petani - petani lokal, untuk menyerap hasil panennya, misal beras lokal, telur, kacang hijau dan kebutuhan lainnya.


"Agar produk lokal bisa diserap oleh 500 lebih E-Warong, untuk memenuhi kebutuhan 83.000 lebih KPM, yang menerima bantuan senilai Rp. 200.000, totalnya ada Rp. 16,3 Milyar, bila menyerap produk lokal, maka ekonomi akan tumbuh di sekitar kita, dan itu setiap bulan," pungkas Indah Purwaningsih. (ADY/Red)

Share:

Ratusan PKL di Blora Terima Bantuan, yang terdampak PPKM Darurat

BLORA. Ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) di sejumlah fasilitas umum Kabupaten Blora yang terdampak penutupan jalan akibat pemberlakuan PPKM Darurat menerima bantuan paket sembako dari Pemerintah Kabupaten Blora. 

Yang juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan dari Bank Jateng Cabang Blora dan BPR BKK Blora. 

Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Bupati Blora H.Arief Rohman, S.IP., M.Si didampingi perwakilan Forkopimda, Kepala Bank Jateng Cabang Blora dan BPR BKK Blora serta dinas terkait, di Lobby Kantor Bupati Blora, Kamis (15/07/2021) dengan menghadirkan perwakilan PKL. 

Pasalnya, para PKL di fasilitas-fasilitas umum saat ini berhenti berjualan sementara selama masa PPKM Darurat karena  adanya penutupan jalan dan untuk mencegah timbulnya kerumunan. Diantara paguyuban PKL alun-alun, kridosono, dan taman seribu lampu Cepu. 

Adapun penyerahan bantuan tersebut merupakan salah satu wujud perhatian dari pemerintah kepada para PKL yang terdampak sosial-ekonominya dengan adanya kebijakan tersebut.

“Untuk teman-teman yang terdampak, semoga bantuan ini bisa bermanfaat. 600 paket sembako yang kita serahkan ini dari cadangan pangan Pemkab Blora. Terkait dengan kebijakan PPKM Darurat ini kita berharap agar tidak berlanjut dan covid-19 ini segera terkendali,” ucap Bupati. 

Bupati berharap, dengan bantuan sembako tersebut dapat sedikit meringankan beban masyarakat yang terdampak dengan adanya pandemi ini. 

“Semoga kasus Covid-19 ini bisa  segera turun, dan Alhamdulillah Blora ini sudah oranye. Meski demikian kita tetap harus menjaga protokol kesehatan, agar kedepannya Blora nanti dapat membaik” harapnya. 

Arief Rohman juga mengapresiasi dukungan segenap pihak yang telah bahu-membahu memberikan dukungan kepada masyarakat Blora yang terdampak.

“Kami mengapresiasi untuk teman-teman yang sudah berpartisipasi dari Bank Jateng dari BKK maupun dinas terkait,  dan bantuan dari berbagai pihak yang ikut bersimpati untuk membantu teman-teman yang terdampak” kata Bupati.

Termasuk, pihaknya juga mengapresiasi peran para PKL yang telah berpartisipasi dalam mendukung pelaksanaan PPKM Darurat ini.

"Selain Bank Jateng dan BPR BKK, kami berharap pihak lainnya juga tergerak untuk membantu saudara saudara kita yang terdampak pandemi ini," tambah Bupati.

Ditemui usai menerima bantuan tersebut, Ketua Paguyuban PKL Alun-Alun Blora, Sureni menyampaikan rasa terimakasihnya. Ia berharap agar situasi dapat kembali kondusif dan permasalahan Covid-19 bisa segera teratasi.

“Alhamdulillah tadi kami (PKL Alun-Alun) menerima bantuan sekitar 168 paket, terimakasih kepada pemerintah daerah semoga bantuan paket sembako ini bisa membantu menyambung hidup sehari-hari. Terimakasih Bapak Bupati Arief dan instansi yang sudah bekerja keras menangani Covid-19 ini,” ungkapnya

“Harapan kita semua, semoga permasalahan Covid-19 di tanah air dan Kabupaten Blora segera selesai” lanjutnya

Untuk diketahui, rinciannya penyerahan bantuan tersebut diantaranya dari Pemkab Blora sejumlah 600 paket sembako, Bank Jateng sejumlah 600 paket sembako, dan BPR BKK sejumlah 150 paket sembako. 

Selain diserahkan untuk PKL, juga diserahkan kepada untuk tenaga kesehatan (nakes) di berbagai puskesmas dan rumah sakit yang terkena Covid-19, relawan pemulasaran jenazah Blora dan Cepu, masyarakat kurang mampu yang isolasi mandiri, dan masyarakat kurang mampu yang terdampak lainnya.

Usai penyerahan, dilanjutkan dengan diskusi bersama antara Bupati dengan Para Ketua Paguyuban PKL. Pemkab Blora berencana menawarkan alternatif tempat untuk berjualan sementara bagi para PKL. Dengan catatan, agar para PKL  mematuhi protokol kesehatan, tidak menimbulkan  kerumunan, dan sesuai dengan peraturan PPKM yang berlaku.

Pada kesempatan tersebut, dihadiri pula  Forkopimda Blora, Asisten I Sekda, Kepala Dindagkop UKM Blora, Kepala Dinas Sosial P3A Blora, Ketua Paguyuban PKL yang ada Alun-Alun,Kridosono, Taman Seribu Lampu, relawan pemulasaran jenazah, perwakilan tenaga kesehatan. (ADY/Red)
Share:

Bupati Blora berniat berikan Gajinya ke Masyarakat Selama Pandemi Covid-19

Blora - Pemerintah Kabupaten (Pemkab)  Blora membuat sejumlah kebijakan pengaman sosial bagi masyarakat yang terdampak sosial dan ekonomi imbas pagebluk Covid-19. Rencananya, ribuan masyarakat di daerah setempat akan diberi bantuan dalam waktu dekat ini.

"Untuk bantuan JPS (Jaring Pengaman Sosial) sejumlah 2.158 penerima untuk 24 kelurahan se-Kabupaten Blora akan diserahkan tanggal 19 Juli 2021," ungkap Bupati Blora, H. Arief Rohman, S.IP., S.IP,  dalam keterangan tertulisnya, Selasa (13/07/2021).

Gus Arief sapaan Bupati Blora menambahkan, sebanyak 600 Pedagang Kaki Lima (PKL) juga akan diberikan bantuan berupa sembilan bahan pokok atau sembako pada Kamis, 16 Juli 2021 mendatang.

"Untuk teman-teman kalau ada tetangganya yang tidak mampu, yang potensi tidak bisa makan silahkan diajukan agar tepat sasaran. Minta data foto copy KTP dan KK untuk kita berikan bantuan beras," ujarnya menginformasikan di WhatsApp Grup Jaringan Informasi Blora.

Menurutnya, anggaran bantuan tersebut asalnya dari cadangan pangan tidak terduga Pemkab Blora. Gus Arief bilang, untuk yang pedagang pasar sekarang ini sudah mendapatkan bantuan beras.

"Diserahkan 5 kilogram beras x 2.000 pedagang sudah di serahkan untuk seluruh pasar yang ada di Blora," jelasnya.

Lebih lanjut, Gus Arief juga menyampaikan bahwa gajinya akan dirinya sumbangkan untuk penanganan Covid-19 selama  pagebluk berlangsung. Semata-mata untuk masyarakat Blora.

"Prinsipnya kita sepakat bahwa tidak boleh ada rakyat kita yang tidak bisa makan," kata putra Pengasuh Pondok Pesantren Annur Blora, KH Ali Muhdlor ini.

"Tolong di laporkan kalau ada tetangganya yg berpotensi tidak bisa makan," Gus Arief memungkasi.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Blora,  Siswanto mengatakan bahwa Itu langkah Bupati Blora yang baik, walaupun sedikit, tetapi peduli.

"Kita juga sedang  fokuskan penggunaan dana penanganan Covid-19 sebanyak 72 Milyar Tahun Anggaran 2021 secara optimal," kata Siswanto.

"Insentif tenaga kesehatan belum kebayar, padahal anggaran sudah ada, ya segera di cairkan sebab Maret - Juli belum cair,"  ucap Siswanto melalui selularnya. (ADY/Red)
Share:

Covid-19, Kini Blora Beranjak Jadi Zona Oranye

BLORA - Setelah beberapa pekan masuk kategori zona merah atau memiliki resiko penularan sangat tinggi tentang pandemi Covid-19, kini Kabupaten Blora mulai beranjak menjadi zona oranye.

Hal ini diketahui berdasarkan data monitoring perkembangan kasus Covid-19 dari portal corona.blorakab.go.id maupun portal Pemprov Jateng di corona.jatengprov.go.id.

Berdasarkan portal tersebut, Kabupaten Blora menjadi zona oranye mulai 12 Juli 2021 kemarin. Dilihat dari data perkembangan Covid-19 dalam sepekan terakhir.

“Ya, alhamdulillah mulai 12 Juli 2021 kemarin ada kabar melegakan. Blora masuk jadi zona oranye bersama beberapa Kabupaten lainnya di Jawa Tengah. Yang tadinya di Jawa Tengah ada 25 Kabupaten/Kota zona merah, kini menjadi tinggal 19, dan Blora menjadi salah satu kabupaten yang menjadi oranye,” ucap Bupati Blora, H. Arief Rohman, S.IP., M.Si, ketika dihubungi Selasa pagi (13/7/2021).

Menurut Bupati pada Senin (12/07/2021) kemarin juga ada kenaikan angka kesembuhan yang cukup signifikan.

“Pada Senin kemarin angka kesembuhan kita dalam sehari mencapai 130 orang, naik dari sehari sebelumnya (Minggu) sejumlah 95 orang. Sedangkan penambahan kasus baru turun dari sebelumnya (Minggu) sebanyak 116 orang menjadi 84 orang pada Senin kemarin,” lanjut Bupati.

“Terimakasih kepada seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Blora atas semua pengorbanan dan tirakatnya. Semoga angka kematiannya juga bisa ditekan dan berkurang, yang mana kemarin dalam sehari ada 15 kematian. Sedangkan angka kesembuhan kita optimis bisa terus kita naikkan.. Kita harus yakin bahwa Covid-19 bisa dilawan meskipun penambahan kasus masih terjadi,” tambah Bupati.

Bupati juga mengajak agar masyarakat tidak lengah, dan terus mematuhi protokol kesehatan hingga kondisi wilayah benar-benar sehat kembali. 

“Ayo terus semangat untuk bersama-sama menjaga kesehatan, waspada penularan masih terjadi di sekitar kita. Protokol Kesehatan 5 M harus terus dilakukan. Semoga besok akan lebih baik..... Aamiin,” pungkas Bupati.

Pihaknya terus akan meningkatkan upaya vaksinasi melalui masing-masing Puskesmas untuk menyasar ke desa - desa, dan mengupayakan agar ketersediaan oksigen bisa terus tercukupi. (ADY/Red)
Share:

Ketika ASN Mau Njajan di PKL atau Warung Angkringan ?


BLORA - "Melihat Pengurus PKK Kabupaten Blora yang dipimpin oleh Hj. Ainia Shalichah, SH, MPd.AUD.,M.Pd. BI, bersama jajarannya berkeliling, memborong dagangan PKL di Blora, bagaikan melihat oase di Gurun Sahara, dan itu harus dijadikan momentum, untuk menciptakan oase - oase yang lain, di tengah masa sulit perekonomian masyarakat," gerutu redaktur media online di Blora.

Kebijakan Ekonomi Cerdas

Contoh kebijakan ekonomi cerdas telah diperlihatkan oleh istri Bupati Blora, Ainia Sholichah, hal itu ditunjukkan dengan aksi borong dagangan Pedagang Kaki Lima (PKL) di wilayah Blora Kota.

Aksi spontan ini layak diapresiasi, dan digelorakan menjadi gerakan yang lebih terstruktur, sistematis dan masif, sehingga menjadi gerakan penyelamatan ekonomi warga yang masih terhimpit oleh pandemi Covid-19 ini, apalagi ada penerapan PPKM Darurat yang lebih ketat, untuk menekan laju penyebaran Covid-19 di Blora.

Implementasikan Ide Gubernur

Upaya penanganan Covid-19 dengan PPKM Darurat di wilayah Jawa - Bali, yang mengharuskan mengurangi mobilitas warga hingga 50% ini, dari sisi kesehatan memang dimungkinkan signifikan, namun dari sisi pertumbuhan ekonomi, jelas mengakibatkan terjun bebas, sudah pasti membangkrutkan rakyat,  untuk itu dibutuhkan kebijakan ekonomi yang cerdas.

Ide njajan PKL atau warung - warung angkringan, untuk para pegawai pemerintah (ASN) sebesar 10% dari gaji, selama berlaku PPKM Darurat dari Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, layak diimplementasikan. Sebagai contoh di Blora,  yang belanja pegawainya sekitar lebih dari 45% dari APBD yang sebesar Rp. 2,1 Trilyun kita ambil angka Rp. 800 Milyar.

Alokasi Buat Jajan

"Sebagai contoh, bila dibelanjakan 20% saja, maka akan berputar uang sebesar Rp.160 Milyar, adalah angka yang sangat besar. Kita bagi untuk jumlah PKL se-Kabupaten Blora, sekali lagi ini angka simulasi 32.000 PKL umpamanya, itu adalah angka minimal, maka akan mendapatkan Rp. 5 Juta, selama berlakunya PPKM Darurat," imbuhnya.

Gerakan "Bantu UMKM Terdampak PPKM"

Bisa dibayangkan, betapa berbahagianya mereka, meskipun dibatasi jam penjualannya, mereka masih bisa hidup, sehat badan dan sehat ekonomi PKL dan UMKM kita. Artinya, kebijakan ini memang tidak mudah, dan menimbulkan pro dan kontra, akan tetapi dengan sosialisasi yang baik, dan semangat gotong royong, kita bisa berjalan beriring.

Untuk mendapat  perhatian, Ketua Tim Penggerak PKK yang juga Istri Bupati Blora, Hj. Ainia Shalichah, SH, MPd.AUD.,M.Pd. BI,  tergerak turun ke lapangan. Melalui gerakan "Bantu UMKM Terdampak PPKM", Aini - sapaan akrabnya turun ke jalan memborong dagangan penjual di sepanjang jalan Blora kota, beberapa waktu lalu.  (Rm/Red)

Share:

Kapasitas Mobil Siaga Desa, Perlu di tingkatkan Fasilitasnya

BLORA - Keberadaan mobil siaga desa memiliki peran yang strategis dan sangat penting, saat kondisi lonjakan Pandemi Covid-19 saat ini.

Mobilitasnya sangat tinggi, untuk mengantarkan warga desa yang sakit, akibat di duga terpapar Covid-19, menuju rumah sakit atau puskesmas terdekat.

Namun sayangnya, mobil siaga desa ini ada yang belum  dilengkapi alat kesehatan dan perlindungan diri yang mumpuni, karena awalnya memang untuk sekedar antar jemput warga yang sakit, ke fasilitas kesehatan yang ada, atau keperluan mengurus administrasi desa.

Mobil Siaga Desa memang tidak didesain seperti mobil ambulance puskesmas, yang harus dilengkapi peralatan spesifikasi kesehatan standar.

Namun akibat dari tingginya lonjakan penularan Covid-19, perlu ditingkatkan peralatan dan fasilitas penunjang kesehatan standar minimal untuk kondisi darurat.

Sediakan Alkes APD

Sehingga Pemerintah Desa setempat  perlu menganggarkan kembali pemenuhan Peralatan Kesehatan (Alkes) dan Alat Pelindung Diri (APD) 
untuk Tim Satgas Covid-19 tingkat Desa. Sehingga Mobil Siaga Desa perlu ditingkatkan fasilitas dan fungsinya.

Dengan menyediakan Alat Pelindung Diri dan Alat Kesehatan minimal, seperti tabung oxygen portabel, komplit dengan selang dan regulatornya, oxymeter, kursi roda dan obat - obatan untuk pertolongan pertama.

Sebagai penunjang program PPKM Mikro. Dan dalam  kondisi PPKM Darurat. Bukan sekedar untuk mobil dinas Kepala Desa, namun benar - benar bermanfaat untuk warga yang membutuhkan. (Rome/Red)
Share:

DPRD Blora minta Pemkab segera cairkan anggaran penanganan Covid-19

BLORA - Minimnya anggaran dan relawan pemulasaraan jenazah, bantuan sosial bagi pekerja seni dan pedagang Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) yang terdampak PPKM Darurat membuat DPRD Kabupaten Blora memanggil OPD terkait. (08/07/2021)

Rapat dipimpin Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blora, Siswanto, hadir pula anggota DPRD Kabupaten Blora diantaranya Moh. Sahari, H. M. Warsit, Munawar, Lina Hartini, Agus Untoro, Ir Siswanto, Iwan Krismiyanto bertempat di Pendopo DPRD Kabupaten Blora atau yang biasa untuk digunakan Rapat Paripurna DPRD Tentunya dengan memperhatikan Protokol Kesehatan (Prokes).

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blora, Siswanto mengatakan bahwa anggaran penanganan Covid-19 untuk tahun 2021 sebesar Rp. 72 Milyar, baru cair 15 Milyar Rupiah. Ketersediaan oksigen di RSUD Blora, RSUD Cepu, 26 Puskesmas di Blora, harga oksigen naik 2-3 kali lipat, anggaran insentif tenaga kesehatan yang habis hanya sampai Juni.

"Relawan pemulasaraan jenazah pasien Covid-19 di Blora disebut mulai kewalahan belakangan ini. Penyebabnya tak lain karena jumlah kematian akibat Covid-19 yang melonjak drastis sebulan belakangan, terutama sepekan terakhir ini," jelas  
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blora.

Siswanto juga menyampaikan apresiasinya Kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora sudah bekerja keras dan cerdas. Semua tertangani dengan cepat dan tuntas.

“Pak Bupati Arief Rohman dan Wabup Tri Yuli Setyowati beserta jajaran sudah bekerja keras dan cerdas. Semoga semua tertangani dengan cepat dan tuntas," ucap Siswanto.

“Tenaga Kesehatan dan Relawannya juga kan butuh imun. Kami khawatir nakes dan relawan ini menangani terus, terus, dan terus, kemudian imunnya turun dan akhirnya ikut terpapar Covid-19," imbuh Siswanto. (ADY/Red)
Share:

Pemerintah Desa Kelimpungan Hadapi Pandemi Covid-19

BLORA - Memasuki pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM)  Darurat ini, Pemerintah Desa semakin merasa tertekan, hal itu disebabkan oleh melonjaknya warga yang positif terpapar Covid-19. Dan diperparah dengan angka kematian warga, yang sebagian besar diduga akibat terpapar virus yang lebih ganas dari sebelumnya.

Sementara itu, Rumah Sakit pun tidak mampu menampung, akibat Bed Occupansy Ratio (BOR)  penuh, namun meski sudah mendapat perawatan, masalah kembali terjadi dengan stok ketersediaan oksigen yang terus menipis. Dan hal itu, berakibat fatal, dengan banyaknya kematian dari pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Pemulasaraan Jenazah

Akibat tingginya angka kematian, baik yang berasal dari Rumah Sakit, atau yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah, juga menimbulkan persoalan tersendiri, terkait kesiapan tim pemulasaraan jenazah, yang harus menjalani sesuai protokol penanganan Covid,-19, harus ada tim tersendiri. Sementara ini, jumlahnya sangat terbatas, tidak semua orang tertarik untuk menjadi tenaga pemulasaraan jenazah orang yang terpapar Covid-19.

Kalau di fasilitas kesehatan saja terbatas, bagaimana dengan kondisi di Desa. Salah seorang Kades mengungkapkan, kalau dulu warga, tidak masalah memakamkan orang yang diduga terpapar Covid, karena belum seganas sekarang, bahkan ada kasus tidak percaya dengan Covid.

"Tapi sekarang, begitu banyaknya orang yang meninggal, karena terpapar Covid, warga jadi takut untuk memakamkan, sehingga jenazah harus menunggu lama proses pemakamannya, dan itu karena tidak ada tim pemulasaraan khusus, yang juga membutuhkan APD khusus / APD lengkap, sementara anggaran belum cair sampai sekarang, kita belum bisa beli itu, terpaksa berhutanglah, kalau ada penyedianya" ungkapnya kepada awak media ini.

Anggaran Harus Kuat

Masalah yang lain juga muncul, untuk warga yang menjalani isolasi mandiri di rumah masing - masing. Tim Satgas Covid Desa, yang telah terbentuk dalam program PPKM Mikro, rupanya tidak efektif, bisa dikatakan hanya simbol saja, karena senyatanya, tingkat kedisiplinan warga menjalani 5-M, sudah tidak dijalankan. Artinya tidak ada sosialisasi yang berkelanjutan pasca lebaran.

Sementara untuk pengawasan warga yang menjalani isoman juga kurang, karena para tenaga kesehatan sedang fokus menjalankan program vaksinasi masal, untuk penanganan Covid itu sendiri. Maka tidak heran, banyak juga warga yang meninggal di rumah, saat menjalani isolasi mandiri. Ini menjadi persoalan tersendiri di Desa. Karena tidak memiliki relawan atau tim pemantau, dan itu sekali lagi, karena keterbatasan dana. 

Lonjakan Kasus Covid

Kondisi Rumah Sakit penuh pasien yang terpapar covid-19

"Pemerintah Desa bisa kelimpungan menghadapi pandemi Covid 19, penyebabnya adalah leletnya pencairan Dana Desa dan kasus warga terpapar yang melonjak".

"Bahkan mirisnya Pemerintah Desa saja bingung, bagaimana mengurusi bantuan makanan untuk warganya, yang sedang menjalani isolasi mandiri. Padahal katanya ada refocusing anggaran 8%, lalu kemana dana itu? Digunakan untuk apa?" tanya H. Suhartono, aktifis pemantau kebijakan Pemerintah.

Tim Yang Kompeten
Solusinya adalah menurut Hadi, Pemerintah Desa harus bentuk Tim Satgas Desa yang benar - benar kompeten, untuk mengurusi warganya dalam penanganan Covid ini, dan itu harus didukung anggaran yang kuat dan besar. Untuk memfasilitasi kegiatan ini, baik kompetensi maupun peralatan penunjang lainnya.

"Kita Gunakan semua potensi yang ada, Bidan Desa, personil Hansip, Tim Penggerak PKK, Kader Posyandu, bisa ikut bikin dapur umum, untuk memenuhi kebutuhan makanan, karena kalau dalam bentuk bahan sembako, belum tentu mereka sempat memasaknya, karena kondisinya yang lemah, lebih baik dijamin makanan jadi saja, pendeknya anggaran tersebut, sebaiknya diutamakan untuk mereka yang terpapar dan tim penanganan," tandasnya. (rome/ADY/Red)
Share:

Isu Stok Oksigen Jadi Pokok Bahasan, ada apakah ???

BLORA - Penyediaan tempat tidur dan ketersediaan oksigen masih menjadi pokok persoalan untuk menangani pandemi Covid-19 di Jawa Tengah.

Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo, SH, M.IP pada saat membuka rakor penangananan Covid-19 di Jawa Tengah pada Senin (05/07/2021) yang diikuti Bupati H. Arief Rohman, S.IP, M.Si, Wakil Bupati Tri Yuli Setyowati, ST, MM, dan jajaran Forkopimda di Ruang Pertemuan Setda Blora.

Dikarenakan hal tersebut Gubernur Jawa Tengah menyampaikan saat ini telah terbentuk Satgas Oksigen di Jawa Tengah.

"Ini merupakan satu-satunya satuan tugas yang menangani ketersediaan oksigen di Indonesia. Karena kami berpikir oksigen ini urgent dan penting," kata Ganjar.

"Kepala dinas untuk monitor terus setiap hari dan apabila ada keluhan segera sampaikan ke Dra. Peni Rahayu, M.Si ( Ketua Satgas Oksigen Jawa Tengah). Ini ikhtiar kita bersama untuk menyelesaikan persoalan oksigen. Jadi saya minta tolong Bapak/Ibu Kepala Daerah untuk memantau dan memprediksi kebutuhan oksigen di daerahnya masing - masing, apabila ada kendala segera laporkan," lanjutnya.

Dan terkait dengan vaksinasi yang saat ini menarik atensi masyarakat untuk mendapatkannya, Gubernur meminta daerah membuka outlet sebanyak - banyaknya.

"Untuk vaksinasi, daerah tolong membuka sebanyak - banyaknya outlet vaksinasi demi menghindari kerumanan dan mendekatkan dengan masyarakat, gunakan fasilitas - fasilitas yang dimiliki daerah masing - masing untuk dijadikan outlet vaksinasi,"pinta Gubernur.

Sebelum menutup rakor, Gubernur menekankan untuk senantiasa eling dan ngelingke protokol kesehatan agar angka - angka konfirmasi positif dapat ditekan.

"Sekali lagi saya berpesan, eling lan ngelingke protokol kesehatan  demi keselamatan kita bersama. Maksimalkan peran jogo tonggo, kampung tangguh atau yang lainnya. Untuk sosialisasi dan edukasi, fasilitas - fasilitas keagamaan untuk teris membantu pemerintah meskipun ibadah di rumah masing - masing, setidaknya takmir masjid atau tokoh agama dapat mengedukasi jemaatnya  secara daring. Mari bersama - sama kita lawan virus ini, dan semoga dengan kerja keras kita semua pandemi dapat teratasi," tutup Ganjar.

Rakor dilanjutkan dengan pemaparan perkembangan kasus Covid-19 di Jawa Tengah oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Pangdam IV Diponegoro, Kapolda, dan Kepala Kementrian Agama Provinsi Jawa Tengah. 

Menyikapi hal tersebut, Bupati H. Arief Rohman, S.IP., M.Si., kemudian menggelar rapat koordinasi intern Pemerintah Kabupaten  (Pemkab) Blora untuk memantau kondisi ketersediaan oksigen dan vaksinasi bersama seluruh stakeholder kesehatan di Kabupaten Blora. 

Hadir dalam rakor ini Asisten 1 dan 3 Sekda Blora, Kepala Dindagkop dan UKM, Plt. Dinas Kesehatan, jajaran BPBD dan jajaran Satpol PP Kabupaten Blora. 

Dinkes Fasilitasi Pengadaan Oksigen RS dan Puskesmas

Usai daring dengan Gubernur Jawa Tengah,  Pemkab Blora langsung  melaksanakan rapat koordinasi (rakor) penanganan pandemi Covid-19 dengan seluruh stakeholder kesehatan. Mulai dari Dinas Kesehatan, RSUD, hingga seluruh Puskesmas, termasuk para Camat dan Forkopimcamnya. Senin siang (05/07/2021).

Rakor dilaksanakan secara daring yang dipimpin langsung oleh Bupati H. Arief Rohman S.IP., M.Si., dari Ruang Pertemuan Setda dengan didampingi Wakil Bupati Tri Yuli Setyowati, ST., MM., Asisten Administrasi dr. Henny Indriyanti. M.Kes., dan Plt. Kepala Dinas Kesehatan, Edi Widayat, S.Pd, MH. M.Kes.

Dalam rapat tersebut, salah satu hal yang disoroti adalah ketersediaan oksigen di masing-masing rumah sakit dan Puskesmas. Yang mana Bupati meminta agar Dinas Kesehatan bisa mengkoordinir dan memfasilitasi pembelian oksigen secara komulatif. 

“Oksigen menjadi hal yang urgent saat ini. Kami minta agar Dinas Kesehatan bisa membentuk tim yang merangkum seluruh kebutuhan oksigen rumah sakit, utamanya puskesmas. Agar bisa dilakukan pembelian secara rombongan sehingga lebih mudah. Kepala Puskesmas bisa dikumpulkan dalam satu grup WA,” pinta Bupati.

Sedangkan untuk vaksinasi, Bupati meminta agar Dinas Kesehatan bersama seluruh Puskesmas bisa terus mengupayakan vaksinasi ke desa-desa. 

“Kebutuhan vaksin akan terus kita ajukan ke Pemerintah Pusat agar bisa tercukupi untuk Kabupaten Blora. Memang saat ini masih menyelesaikan vaksinasi untuk lansia, namun untuk masyarakat umum juga mulai dilaksanakan,” tambah Bupati.

Sementara itu, Direktur RSUD dr. R. Soetijono Blora, dr. Nugroho Adiwarso, Sp.OG menyampaikan bahwa ketersediaan oksigen di rumah sakit yang dipimpinnya saat ini masih aman untuk memenuhi kebutuhan 3 hari kedepan.

“RSUD Blora masih aman untuk 3 hari kedepan karena kami menggunakan aksigen liquid. Namun demikian pemesanan terus kita lakukan dengan distributor dari PT Samator sehingga jangan sampai terjadi kehabisan stok,” ucap dr. Nugroho.

Adapun RSUD dr. R. Soeprapto Cepu, dr. Fatkhur Rochim menjelaskan bahwa semalam rumah sakitnya hampir kehabisan oksigen sehingga memberlakukan buka tutup pelayanan IGD.

“Menyikapi hal ini kami bentuk 3 tim untuk pengadaan oksigen. Alhamdulillah pagi tadi tim yang ke Semarang sudah mendapatkan oksigen dan saat ini sedang perjalanan ke Cepu. Tim kedua tadi pagi juga sudah dapat 30 tabung dari PT. Samator Kalitidu. Sedangkan tim ketiga saat ini sedang mengambil ke Gresik. Semoga juga segera dapat,” ungkap dr. Fatkhur.

Pihaknya terpaksa melakukan buka tutup IGD karena ketersediaan oksigen memang sedang menipis. Sehingga harus selektif membuka dan menutup IGD untuk pasien yang membutuhkan oksigen dan yang tidak.

Kemudian Plt. Dinas Kesehatan, Edi Widayat menjelaskan bahwa proses vaksinasi saat ini memang masih menyasar lansia. Pihaknya mengaku jika di desa-desa minat lansia untuk mengikuti vaksinasi agak sulit, sehingga butuh sosialisasi lebih detail. Sedangkan untuk masyarakat umum mulai banyak peminat.

“Minggu depan ini kita akan melakukan target vaksinasi sebanyak 9700 dosis lagi. Semoga berjalan lancar di masing-masing Puskesmas. Jadwal vaksinasi ada di masing-masing Puskesmas,” ujarnya.

PPKM Darurat Jepon

Rakor virtual penanganan Covid dan pelaksanaan PPKM Darurat di Blora, Stok ketersediaan oksigen di masing-masing rumah sakit dan Puskesmas, menjadi isu strategis dan krusial. Bupati meminta agar Dinas Kesehatan bisa mengkoordinir dan memfasilitasi pembeliannya.
 
Berdasarkan pantauan di lapangan, saat meliput rakor daring di Kecamatan Jepon, terungkap bahwa pelaksanaan PPKM Darurat di wilayah tersebut berjalan dengan tertib dan lancar, semua warga yang memiliki usaha dengan sukarela mentaati instruksi tersebut. Hal itu disampaikan oleh Kapolsek Jepon, AKP Supriyono, SH dan Danramil Jepon, Kapten Surana.

"Melalui pendekatan dan penjelasan yang humanis, kami sampaikan tujuan untuk pelaksanaan PPKM Darurat ini, kepada para warga dan seluruh pelaku usaha, dan Alhamdulillah mereka mau mengerti, dan taat, termasuk para penghuni lokalisasi, mereka mau menutup usahanya, demi mencegah penyebaran Covid," ungkap Kapolsek Jepon.

Di saat yang sama Danramil Jepon, Kapten Surana, juga menyampaikan hal yang sama, sekaligus mengapresiasi para warga dan pelaku usaha di wilayah teritorial Jepon, yang mau mentaati PPKM Darurat ini.

"Perlu kami sampaikan, sekaligus mengapresiasi atas kesadaran pelaku usaha dan masyarakat Jepon, untuk mematuhi penerapan PPKM Darurat ini, selain itu, kami juga aktif membagikan ribuan masker untuk warga, saat kita patroli dan sosialisasi ke bawah," jelasnya. (ADY/Red)
Share:

Omset PKL dan Lesehan di Blora Menurun, Aparat Gabungan bubarkan Kerumunan

BLORA – Pemerintah Kabupaten Blora mulai hari ini memberlakukan PPKM Darurat Jawa-Bali untuk menekan penyebaran covid-19. Berdasarkan Surat Edaran (SE) Bupati Blora tertanggal 03 Juli 2021 memutuskan beberapa tempat atau fasilitas umum dilarang untuk melakukan aktivitas, seperti di alun-alun, GOR, Kridosono, taman dan sejenisnya ditutup sementara.

Untuk menindaklanjuti SE Bupati Blora dan program dari pemerintah pusat ini, sejumlah aparat gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP dan BPBD melakukan penyemprotan desinfektan dan membubarkan kerumunan. Sayangnya, kebijakan ini dinilai hanya menekan masyarakat kecil, terutama soal perekonomian.

Ketua Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) Kridosono, Trimo Jaya, mengungkapkan kurang setuju adanya PPKM Darurat ini. Bahkan, selama pandemi covid-19 ini dirinya belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah.

“Kurang begitu setuju, soalnya (hasil) penjualan itu menurun drastis. Berkurang sekitar 80 persen dari omset. Bantuan pemerintah daerah belum ada mas, dari banpres masuk juga hanya mereka yang tidak punya tanggungan hutang, yang punya tidak dapat,” ungkap Trimo, Minggu (04/07/2021).

Muncul Persoalan Baru ?

Setiap harinya, dia mulai berjualan di lapangan Kridosono sekitar pukul 16.00 WIB hingga larut malam. Dirinya mengaku pendapatannya mengalami penurunan drastis.

“Hari ini minus, hanya dapat omset 170 ribu, belum 2 karyawan dan belum juga modal mas. Untuk saat ini masih bertahan mas, tapi untuk 19 hari kalau seperti ini terus mungkin jalan satu-satunya mengurangi karyawan,” tambahnya.

Trimo mengaku kaget adanya petugas gabungan yang menertibkan para penjual. Dirinya menerima SE Bupati terkait PPKM Darurat baru sore ini, sedangkan SE dari Dindagkop Blora  diterima malam hari.

“Kaget mas, soalnya mereka datang ratusan anggota. PPKM darurat surat pemberitahuannya baru masuk jam 16.36 WIB yang SE Bupati, sedang surat dari Dindagkop jam 20.44. Semua hari, cuma beda jam. Ya mungkin karena minimnya petugas kantor atau apa kurang faham mas. Gerobak saya tadi udah siap derek (tutup), disemprot desinfektan. Ada juga salah satu pedagang yang emosi dan membuang makanan yang tidak habis,” ucapnya.

“Soalnya kami belum bisa menerapkan take away atau bungkus makanan dan minuman, mereka tetap memilih makan dan minum di lokasi. Sudah kami coba online kan dan hasilnya minim, tidak ada pembeli yang minta antar di rumah,” lanjutnya.

Meski demikian, dirinya menyadari dan mengaku pasrah lantaran mencari nafkah di atas lahan milik pemerintah.

“Soalnya sudah aturan dari negara/pemerintah, pokoknya mengikuti karena kerja di atas lahan pemerintah,” tandasnya.

Sementara itu, Johan salah satu pedagang di lapangan Kridosono  sebelah timur mengaku tidak berjualan lantaran omsetnya sepi.

“Saya libur mas, jualan dibubarkan terus. Sekarang jualan jam 7 baru ada pembeli, jam 8 sudah disuruh tutup, kan sama saja bohong. Hanya lelah mendorong gerobak saja, padahal untungnya tidak seberapa,” kata Johan melalui kontaknya. (ADY/Red)
Share:

Toga Tomas Blora Sepakati Ibadah di Rumah Saja, selama PPKM Darurat Jawa-Bali

BLORA - Tokoh Agama (Toga) dan Tokoh Masyarakat (Tomas) di Kabupaten Blora secara bersama-sama menyepakati pelaksanaan ibadah di rumah saja selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di wilayah Blora pada 03 hingga 20 Juli 2021.

Hal tersebut diungkapkan sejumlah tokoh saat mengikuti koordinasi dan sosialisasi antar ormas keagamaan dalam rangka pelaksanaan PPKM Darurat Covid-19, di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Sabtu (03/07/2021).

Agenda diawali dengan penyampaian dan penjelasan Surat Edaran Menteri Agama (Menag) RI Nomor 17 Tahun 2021 oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Blora, H.Suhadi, S.Ag, M.SI dihadapan para tokoh agama, tokoh agama dan organisasi masyarakat keagamaan di Kab. Blora

Menyikapi  kebijakan Kemenag tersebut, Bupati Blora H. Arief Rohman, S.IP, M.Si berharap agar di masa PPKM Darurat ini masyarakat dapat melakukan ibadah di rumah saja.

“Jadi terkait dengan SE Bupati sedang kita susun, siang ini kita tandatangan, kita memang yang menjadi perhatian juga terkait tempat ibadah. Pelaksanaan ibadah di rumah masing-masing, sementara tidak dilaksanakan di masjid, gereja, pura, vihara, dan kelenteng serta tempat umum lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah,” harap Bupati.

Sementara itu, Kepala Kemenag Blora mengungkapkan, bahwa penyebaran covid-19 saat ini mengalami kenaikan di berbagai daerah sehingga pemerintah menerapkan PPKM Darurat. Maka kemudian, Ia mengajak seluruh umat beragama di Kabupaten Blora untuk bersama-sama mencegah penyebaran Covid-19.

“Saya mengajak kepada seluruh umat beragama di Kabupaten Blora, mari kita bergerak untuk usaha pencegahan penyebaran covid-19, karena covid-19 sampai saat ini masih mewabah dan cenderung naik penyebarannya,”  terang Suhadi

Pihaknya juga menghimbau agar masyarakat Kabupaten Blora dapat melaksanakan peribadatan dari rumah saja bersama dengan keluarga inti.

“Oleh karena itu, mari kita taati Instruksi Mendagri Nomor 15 tahun 2021 dan Surat Edaran Menag RI Nomor 17 tahun  2021. mari kita melaksanakan kegiatan peribadatan di rumah masing-masing dengan keluarga inti, agar penyebaran covid-19 segera berakhir,” ungkapnya

Senada dengan hal tersebut, Ketua Takmir Masjid Agung Baitunnur Blora, Khoirurrozikin menghimbau kepada seluruh takmir masjid yang ada di Blora untuk melaksanakan SE Menteri Agama tersebut.

“Kami menyampaikan kepada seluruh pengurus takmir yang ada di Kabupaten Blora, untuk menghimbau pelaksanaan SE Menag Nomor 17 tahun 2021, tentang pelaksanaan ibadah di rumah-masing masing.  Jadi tidak mengadakan sholat berjamaah di masjid, namun di rumah masing masing selama tanggal 3 Juli sampai 20 Juli 2021,” Jelas Khoirurrozikin.

Pengurus Muhammadiyah Kabupaten Blora, Sujoko pun turut menghimbau agar masyarakat dapat melaksanakan ibadah di rumah saja.

“Kami dari pengurus muhammadiyah kab blora menghimbau kepada semua warga muhammadiyah yang ada di Kab. Blora untuk melaksanakan Surat Edaran Menag untuk melaksanakan ibadah di rumah saja,” Jelasnya

“Saya juga menghimbau kepada semua takmir masjid yang di bawah naungan Muhamamadiyah untuk sementara tidak diadakan ibadah di masjid dan semua warga untuk melaksanakan Surat Edaran Menag dari tgl 3 juli sampai dengan 20 Juli 2021,” tambahnya

Selain itu, dukungan serupa turut disampaikan oleh BAMAG Kab. Blora, Pendeta Yulius mengajak agar pelaksanaan ibadah dilakukan di rumah masing-masing.

“Saya Pendeta Yulius, dalam hal ini menegaskan kepada anggota BAMAG supaya melaksanakan SE Menag Nomor 17 Tahun 2021 yang intinya untuk sementara tidak mengadakan ibadah umum di gereja, dan ibadah dilaksanakan di rumah masing-masing,” terang Pendeta Yulius.

Hadir pada kesempatan tersebut, Forkopimda  Blora, tokoh masyarakat dan tokoh agama, ormas keagamaan, jajaran Polres Blora, dan OPD terkait. Pelaksanaan koordinasi dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan dan digelar secara terbatas. (ADY/Red)
Share:

Satlantas Polres Blora berikan Vaksinasi Gratis kepada Pemohon SIM

BLORA - Satuan Lalu Lintas Polres Blora Polda Jawa Tengah menggelar kegiatan vaksinasi gratis kepada para pemohon SIM, Kamis, (01/07/2021) kemarin. Setidaknya ada 180 pemohon SIM dan warga sekitar kantor Satpas SIM mendapat vaksinasi gratis.

Kapolres Blora AKBP Wiraga Dimas Tama,SIK melalui Kasat Lantas AKP Edi Sukamto,SH,MH menyampaikan bahwa kegiatan vaksinasi gratis pada momen 01 Juli 2021 kemarin adalah salah satu wujud kepedulian Polres Blora kepada masyarakat sekaligus untuk mensukseskan program vaksinasi pemerintah dalam rangka percepatan penanganan Covid-19. 

"Momen Hari Bhayangkara ke-75, Pelayanan masyarakat kita rangkaikan dengan vaksinasi gratis. Kita gandeng Ur Dokkes Polres Blora untuk memberikan vaksin kepada warga," ungkap Kasat Lantas.

Ada beberapa langkah yang harus ditempuh sebelum vaksinasi. Warga diwajibkan mengisi formulir sesuai dengan KTP dan riwayat kesehatan. Setelah itu dilakukan pemeriksaan tensi serta suhu badan, kemudian dilanjutkan skrining oleh petugas kesehatan.

"Kegiatan kita atur dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, sehingga tidak menimbulkan kerumunan," tandas Kasat Lantas.

Lebih lanjut Perwira Polri berlatar belakang Brimob ini membeberkan bahwa Satlantas Polres Blora terus berusaha meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat. Selain untuk mewujudkan zona integritas menuju WBK dan WBBM dengan peningkatan pelayanan publik, diharapkan dapat lebih membantu masyarakat dalam kepengurusan SIM.

"Dalam pelayanan kami terapkan disiplin protokol kesehatan. Jadi pelayanan tetap jalan, kesehatan masyarakatpun terjaga," pungkas Kasat Lantas. (ADY/Red)
Share:

Tasyakuran Hari Bhayangkara Ke-75 Polres Blora, Sederhana dan Prokes

BLORA - Kepolisian Resor (Polres) Blora Polda Jawa Tengah menggelar Tasyakuran Hari Bhayangkara Ke 75, Kamis, (01/07/2021). Dengan tema  "Tranformasi Polri Yang Presisi Mendukung Percepatan Penanganan Covid-19 Untuk Masyarakat Sehat Dan Pemulihan Ekonomi Nasional Menuju Indonesia Maju", kegiatan di Aula Arya Guna tersebut berjalan sederhana dan menerapkan protokol kesehatan (Prokes).

Hadir dalam kegiatan tersebut Forkopimda Blora, Bupati Blora H. Arief Rohman,SIP,M.Si, Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati,ST,MM, Dandim 0721/Blora Letkol Inf Ali Mahmudi,SE,MM, Kapolres Blora AKBP Wiraga Dimas Tama,SIK, beserta Forkopimda Blora Lainnya dan Ketua DPRD Blora H.M.Dasum, SE,M.MA. Serta Pejabat Utama Polres Blora.

Tasyakuran sederhana digelar setelah Forkopimda Blora mengikuti Upacara Hari Bhayangkara secara virtual yang dipimpin oleh Presiden RI Ir. H. Joko Widodo dari Istana Negara Jakarta.

Kapolres Blora AKBP Wiraga Dimas Tama,SIK menyampaikan terima kasih kepada Forkopimda Blora beserta jajarannya, dan seluruh elemen masyarakat kabupaten Blora yang terus mendukung Polres Blora untuk bersama sama menciptakan kondusifitas di kabupaten Blora.

AKBP Wiraga menambahkan bahwa momen Hari Bhayangkara ke-75 ini harus bisa menjadi pemacu dan penyemangat anggota Polri dalam melaksanakan tugas. Meskipun dewasa ini semakin berat tugas yang harus dilaksanakan. Selain tugas tugas Kepolisian untuk menjaga Kamtibmas, anggota Polri juga dituntut dalam tugas kemanusiaan penanganan Covid-19.

"Kami ucapkan terima kasih kepada Forkopimda Blora beserta jajarannya, serta seluruh elemen masyarakat Blora. Di hari Bhayangkara ke-75 ini, mari kita rapatkan barisan untuk kompak dalam tugas percepatan penanganan Covid-19, sehingga perekonomian bisa berjalan lancar," ucap Kapolres Blora.

Sementara itu, Bupati Blora H. Arief Rohman, menyampaikan ucapan selamat dan mengapresiasi atas kinerja Polres Blora beserta jajarannya yang telah gigih menyukseskan pembangunan keamanan dan ketertiban masyarakat Kabupaten Blora.

“Dirgahayu Bhayangkara ke-75. Terimakasih Pak Kapolres dan seluruh jajaran yang selama ini telah berupaya maksimal untuk membangun kamtibmas, serta turut serta dalam penanganan pandemi Covid-19 bersinergi dengan jajaran TNI dan Pemerintah Daerah. Baik dalam sosialisasi protokol kesehatan maupun vaksinasi,” kata Bupati.

Senada dengan Bupati, Dandim 0721/Blora Letkol Inf Ali Mahmudi,SE,MM mengucapkan selamat Hari Bhayangkara ke-75,  jajaran Kodim/0721 Blora  akan terus mendukung dan bersinergi dengan Polres Blora dalam melaksanakan tugas menjaga kamtibmas dan melayani masyarakat Blora.

"Selamat Hari Bhayangkara ke-75, Semoga Polres Blora semakin sukses. Dan kedepan semoga terus bisa bersinergi untuk bersama sama menjaga keamanan dan kesehatan warga kabupaten Blora," tandas Dandim Blora.

Puncak tasyakuran ditandai dengan pemotongan tumpeng secara simbolis oleh Bupati Blora yang diserahkan kepada Kapolres Blora, disaksikan Forkopimda dan para undangan. (ADY/Red)
Share:

Hot News

Sejumlah Titik di Ruas Jalan Jepon-Bogorejo Blora Mulai Dibangun

  𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Sejumlah titik (enam titik) di ruas jalan Jepon-Karang-Bogorejo, yang merupakan jalan alternatif menuju wilayah J...

Public Service

Blog Archive

Social Media

Technology

Next More »

Labels

Community

Next More »