PN BLORA LANJUTKAN SIDANG SETEMPAT TERKAIT KASUS GULA NON-SNI

PN Blora Lakukan Sidang Setempat Di Gudang Gula
di Kecamatan Ngawen Dan Kunduran

Blora,– Sederetan Sidang-sidang kasus gula non-SNI semakin menyedot perhatian publik untuk mengikuti. Selain Lie Kamadjaja meyakinkan kepada majelis hakim, kalau gula miliknya kualitas bagus memenuhi standar kesehatan (uji Lab-UGM Yogyakarta), dan ber-Standar Nasional Indonesia (ber-SNI).

Pada sidang lanjutan, Jumat (28/09/2018), majelis hakim Dwi Ananda (Ketua), Morindra Kresna dan Endang Dewi (anggota) menggelar sidang setempat  di dua gudang untuk meyakinkan keberadaan barang (alat) bukti.

Sidang perkara nomor 144/Pid.Sus/2018/PN/Bla, dihadiri jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Blora, Hary Riyadi, Karyono, dan staf pendukung dari Pengadilan Negeri (PN) serta Kejari.

Polisi berseragam dan bersenjata lengkap, ikut mengamankan jalannya sidang ditempat alat bukti di dua gudang, di gudang milik Cholil di Kelurahan Ngawen, dan gudang milik H. Slamet di Desa Muraharjo, Kecamatan Kunduran, Blora.

Di dua gudang itu, tersimpan 1.240 ton gula kristal putih milik Lie Kamadjaja, mantan Presiden Direktur PT Gendhis Multi Manis (PT GMM) Pabrik Gula (PG) Blora, yang disebut Jaksa Penuntut Umum (JPU) gula non-SNI.

“Kami sudah cek, sudah melihat alat bukti, sidang dilanjutkan Kamis depan (04/10/2018) di PN Blora,” jelas Ketua Majelis Hakim, Dwi Ananda.

Majelis hakim PN Blora, memeriksa dengan teliti sampel secara acak salah satu dari 1.240 ton karung gula produksi PG Blora, yakni alat bukti yang kini masih tersusun rapi,  tersimpan dan tersegel (police line) di dua gudang itu.

Di sidang sebelumnya, Lie Kamadjaja melalui pensehat hukumnya Heriyanto,  mengungkapkan soal keabsahan gula di dua gudang itu sudah bersertifikat Standar Nasional Indonesia.

Pengacara Lie Kamadjaja itu membeber, produk gula kristal putih produksi PT GMM  pada saat itu telah lulus sertifikasi SNI, dan lulus sertifikasi sistem manajemen mutu ISO 9000:2008.

Katanya juga dengan produk gula kristal putih PT GMM yang dimaksud JPU dalam perkara itu, justru memenuhi syarat SNI, karena memperoleh SPPT-SNI Nomor 414/BBIA/LSPro-BBIA.

Menurut Heryanto, Rochmi Widjajanti, ketua LSPro Balai Besar Industri Agro tidak pernah menerbitkan surat pencabutan atas sertifikat SNI tersebut, dan bahwa pencabutan tersebut tidak berdasarkan prosedur dan ketentuan yang berlaku.

Di sela-sela sidang setempat, Heriyanto pengacara Lie Kamadjaja, menyatakan sidang berjalan baik, normatif, dan majelis hakim bertindak sebagaimana mestinya.

Hanya saja, lanjutnya, selama barang bukti berada dalam penguasaan penyidik (di-police line) sekitar 1,5 tahun terjadi kerusakan, karena sebagian gula meleleh.

Heriyanto mempertanyakan tanggungjawab kerusakan barang bukti itu, termasuk jika terjadi kehilangan (berkurangnya) sebagian, karena tempat (gudang) berada dalam penguasaan penyidik, dan sebagian dindingnya pernah roboh/ambrol. (Sandi/Agung/Purnomo/Red)

Share:

POLRES BLORA RINGKUS 5 TERSANGKA KURIR NARKOBA

Jumpa Pers Di Mapolres Blora Oleh Kapolres

Blora,- Semangat gerak pemberantasan narkoba yang dilakukan oleh Satuan Narkoba Kepolisian Resor (Polres) Blora dalam operasi Anti Narkoba (Antik) 2018, berbuah hasil cukup memuaskan.

Dalam kegiatan operasi yang berlangsung sejak 24 Agustus hingga 12 September 2018 ini, lima tersangka masing-masing bernama Nursaidi (38th), Ali Usman (37th),  Ngatini (40th), Mintaraga (33th), dan Mulyono (55th) beserta barang buktinya berhasil diamankan di lokasi berbeda.

Tujuan Operasi Antik ini adalah meningkatkan daya tangkal (imunitas) masyarakat, khususnya masyarakat Kabupaten Blora terhadap dampak penyalahgunaan narkoba.

Juga untuk peningkatan peran serta masyarakat, khususnya di Kabupaten Blora dalam pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba dan obat-obatan terlarang lainnya.

Kapolres Blora AKBP Saptono, S.I.K, M.H didampiingi Wakapolres Kompol Samdhani, Kabag Ops Kompol Zuwono dan Kasat Narkoba AKP Suparlan dalam jumpa pers mengungkapkan ke lima tersangka ini adalah orang yang disuruh atau kurir untuk membawa narkotika jenis sabu-sabu ke suatu tempat, untuk diberikan kepada seseorang yang telah ditunjuk untuk penjemput. 

"Jadi modus operandinya mereka hanya mendapat perintah untuk membawa barang ke suatu tempat, di suatu tempat itu nanti baru dijemput oleh seseorang yang sudah ditunjuk atau bisa juga diletakkan di suatu tempat yang akan diambil oleh seseorang," ungkap Kapolres.

Pada kesempatan tersebut AKBP Saptono juga menunjukkan barang bukti narkoba jenis sabu-sabu seberat 10,01 gram hasil penangkapan yang dilakukan oleh kurir belum lama ini. Terkait jaringan narkoba Kapolres menambahkan yang masuk di wilayah Kabupaten Blora termasuk jaringan bandar antar provinsi dan kota.

“Untuk seorang kurir, motifnya terima telepon, kemudian ia mengantar kepada pemakai. Kurir itu mendapat upah antara Rp 750 ribu hingga Rp 1 juta untuk sekali kirim,” jelas AKBP Saptono.

Pada kesempatan jumpa pers itu pula, Kapolres juga menunjukan 500 miras berbagai jenis hasil penyitaan Operasi Cipta Kondisi jelang Pemilu 2019 dari berbagai warung. “Melalui kegiatan dan operasi cipta kondisi, kita harapkan dalam pelaksanaan Pemilu 2019 di Kabupaten Blora, berjalan aman, kondusif, lancar dan tertib,” harapnya.

Masih dalam jumpa pers ditampilkan seorang sales dari wilayah Mranggen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Sales itu terpaksa diamankan petugas karena mengerdarkan aneka produk obat-obatan daftar G dan obat kuat lainnya yang tidak terdaftar dalam Undang-undang Kesehatan.           

Di tempat yang sama Kasat Narkoba AKP Suparlan mengimbau kepada masyarakat, jika mendapati warung ataupun masyarakat sipil yang menjual miras agar segera melapor kepada pihak kepolisian terdekat.

“Meski yang dijual jumlahnya sedikit, namun hal tersebut harus ditertibkan," pungkas AKP Suparlan (Heripur/Red)
Share:

DONOR DARAH PERINGATI ULANG TAHUN YONIF 410/ALUGORO KE-52

Donor Darah HUT Yonif 410/Alugoro
Di Aula Mako Batalyon

Blora,– Dalam rangka memperingati HUT Batalyon Infanteri 410/Alugoro  ke-52, anggota Kodim 0721/Blora  Senin 24 September 2018 berpartisipasi mengikuti kegiatan kemanusiaan Donor Darah di Aula Yonif 410/ Alugoro.  

Dalam kegiatan tersebut, Hadir Ketua persit KCK Cabang LC Yonif 410 Fransiska Christian Tarigan yang di dampingi Pengurus Cabang ikut melaksanakan kegiatan Donor Darah tersebut.

Turut berpartisipasi dalam donor darah itu, anggota Kodim 0721 Blora, Anggota Polres, Anggota Satpol PP, dan Instansi-instansi jajaran Pemerintahan Kabupaten Blora, dan anggota 410/Alugoro sendiri sebagai tuan rumah.

Kata Danyonif bahwa donor darah dalam rangka memperingati HUT Yonif 410/Alugoro di Mako, merupakan  salah satu wujud kegiatan kemanusian yang setiap tahunnya kami laksanakan.

“Kedepan diharapkan semakin banyak kegiatan kemanusiaan yang dilaksanakan untuk semakin mendekatkan diri  dengan masyarakat serta mempererat hubungan silaturahmi TNI–Polri,” Ungkap Danyonif 410/Alg Letkol Inf Irfan C Tarigan melalui Pakor Kegiatan Letda Ckm M. Zaenuri.

Lanjutnya, tujuan inti dari kegiatan Donor Darah tersebut adalah untuk sumbangsih kemanusian guna mewujudkan rasa kemanusian/sosial dari satuan Yonif 410/Alugoro kepada masyarakat maupun orang yang sangat membutuhkan darah.

Sementara itu, Ketua Persit KCK Cabang LC Yonif 410 mengucapkan banyak terima kasih kepada semua instansi termasuk PMI Kabupaten Blora yang telah  bekerja sama dengan Yonif 410/Alugoro guna mengumpulkan 150 lebih kantong darah.  

“Kegiatan donor darah di Batalyon kali ini, untuk membantu sesama manusia guna mewujudkan peduli kemanusian dalam rangka HUT Yonif 410/Alugoro ke-52,” pungkas Ketua Persit. (Heripur/Red)
Share:

KAPOLRES BLORA PIMPIN APEL PASUKAN OPERASI MANTAP BRATA CANDI 2018, JELANG PEMILU 2019

Pemeriksaan Pasukan Oleh Bupati Dan Kapolres Blora Bersama
Unsur Forkopimda Blora

Blora,-  Dalam rangka kesiapan rangkaian pengamanan penyelenggaraan Pemilu tahun 2019. Polres Blora melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Mantap Brata Candi 2018. Bertempat di halaman Mapolres yang dilangsungkan pagi tadi, dengan pimpinan apel Kapolres Blora AKBP Saptono S.I.K, M.H. Rabu (19/09/18).

Sementara di kursi undangan, nampak hadir Bupati Blora H. Djoko Nugroho, Dandim 0721/Blora Letkol Inf Rizadly Themba, Danyon 410/Alugoro, Ketua DPRD Kabupaten Blora, jajaran Forkopimda, Ketua KPU dan Bawaslu Blora, Ketua Parpol, tokoh agama dan masyarakat, para pejabat utama Polres Blora dan tamu undangan lainnya.

Sedangkan sebagai peserta upacara adalah peleton Subdenpom Blora,  Kodim 0721, Batalyon 410/Alugoro, Polres dan Polsek jajaran, KPU, Bawaslu , Satpol PP,serta Senkom.

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dalam amanatnya dibacakan Kapolres Blora AKBP  Saptono  selaku pemimpin apel gelar pasukan operasi kepolisian terpusat Mantap Brata 2018, di era demokrasi bertumpu pada upaya untuk meraih kepercayaan publik atau rakyat selaku pemegang kekuasaan tertinggi di negara.

Dilaksanakannya apel  gelar pasukan operasi kepolisian terpusat mantap brata 2018  bertujuan   mengecek kesiapan personil sarana dan prasarana sebelum diterjunkan untuk pelaksanaan pengamanan. Selain itu adanya jaminan keamanan dalam penyelenggaran berbagai agenda demokrasi seperti penyampaian pendapat dimuka umum, kemerdekaan berserikat dan berkumpul serta jaminan keamanan dalam penyelenggaraan pemilu baik pemilihan kepala daerah, pemilu legislatif maupun pemilihan presidan dan wakil Presiden RI perlu kesigapan dari Polri itu sendiri.

“Pemilu tahun 2019 memiliki kompleksitas kerawanan dan karakteristik yang khas karena untuk pertama kalinya pileg dan pilpres akan dilaksanakan secara serentak. peningkatan intensitas kegiatan politik ini tentunya dapat memunculkan potensi kerawanan di bidang keamanan. Oleh karena itu selaku aparat kemanan baik TNI-Polri dituntut siap siaga.” Kata Kapolres membacakan amanat Kapolri.

AKBP Saptono melanjutkan, yang cukup menjadi perhatian bagi Polri adalah pemanfaatan politik identitas penyebaran isu-isu provokasi yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan serta penyebaran hoak yang berpotensi menimbulkan konflik sosial ditengah kehidupan masyarakat.

Guna mengantisipasi gangguan Kamtibmas, Kapolri meminta agar soliditas sinergitas TNI dan Polri diperkuat. Demikian pula dengan netralitas serta menghindari tindakan yang dapat mencederai penyelenggaraan tahapan Pemilu.

"Kedepankan langkah proaktif dengan mengoptimalkan deteksi dini guna mengetahui dinamika yang berkembang untuk selanjutnya dilaksanakan upaya pencegahan dan penanganan secara dini” Ujar AKBP Saptono.

Dalam kesempatan Apel Gelar Pasukan tersebut, Kapolres bersama Dandim, Bupati, Danyon 410/Alugoro dan Kajari berkenan memeriksa pasukan serta mengecek kesiapan Sarana Prasarana Polres Blora yang nantinya akan digunakan sebagai perangkat pendukung guna suksesanya Pemilu serentak 2019 mendatang.

Untuk diketahui, dalam operasi Mantap Brata Candi 2018 ini, pihaknya melibatkan setidaknya 630 personel Polres dan Polsek jajaran. Keseluruhan dibagi menjadi 6 Satgas yakni Satgas preemtif, Satgas Preventif, Satgas Kamtibselcarlantas, Satgas Tindak, Satgas Gakkum dan Satgas Banops. Keseluruhan dikendalikan oleh Kapolres selaku Kasatgasres.

“Ditingkat Polres, Operasi Mantap Brata cukup lama yakni 296 hari dan resmi dimulai sejak tanggal 20 September 2018 meliputi tahap kampanye, masa tenang, pemungutan suara dan penghitungan suara, penetapan hasil Pemilu, pengucapan sumpah janji/pelantikan anggota DPR, DPD dan DPRD serta pelantikan Presiden dan Wakil Presiden.” Jelas Kapolres.

Diakhir amanatnya Kapolres juga menekankan Polri berkomitmen terus bekerja keras guna menjamin penyelenggaraan pemilu 2019 agar dapat berjalan dengan lancar aman dan damai. (Heripur/Red)
Share:

KAYU JATI PRODUKSI BLORA TERBAIK DAN MASIH TERKENAL DI DUNIA

Serah Terima Jabatan 3 Administratur Meliputi
Blora, Cepu Dan Mantingan


Blora,- Kepala Divisi Regional Perhutani Jawa Tengah Bambang Catur Wahyudi  diwakili Kepala Departemen Perlindungan SDH & Kelola Sosial Tri Setya Pratama, menyampaikan terima kasih atas kerja sama yang baik Pemkab dan semua stakholder.

Dikatakan, sampai saat ini mutu kayu jati produksi Blora masih terkenal di dunia sebagai jati yang terbaik

Sebagai mitra pembangunan bangsa, lanjutnya, Perhutani telah memberikan kesejahteraan kepada masyarakat luas.

Kepada jajaran kepolisian dan penegak hukum lainnya, Perhutani menyampaikan terima kasih atas penanganan curkaja yang cepat.

Terkait kesejahteraan, kata Tri Setyo, antara lain memberikan sharing produksi kayu kepada masyarakat desa hutan (LMDH) Rp 4 miliar pertahun.

Belum lagi pemanfaatan lahan hutan, hasil penaman palawija dan tumpang sari yang mencapai Rp 12 miliar pertahunnya, kata Tri Setya Pratama.


Keterangan Bupati dan Kepala Divre Perhutani Jateng, dibeber saat serah terima fisik Administratur/KKPH Blora, Cepu, Mantingan, Senin (17/09/2018).

Serah terima jabatan (sertijab) dan prosesi pisah sambut digelar di ruang pertemuan Perhutani KPH Blora, pejabat Divre, Bupati Blora, Forkompimda, para Administrstur dan stakeholder Perhutani.

Ketiga pejabat Adinistratur yang dirolling menempati job baru itu, masing-masing Rukman Supriatna (Adm KPH Blora), Agus Yulianto (Adm KPH Cepu), dan Joko Santoso (Adm KPH Mantingan).

Pejabat Administratur KPH Blora, Rukman Supriatna dirolling untuk mengemban jabatan baru menjadi Administratur KPH Jombang, Jatim.

Agus Yulianto yang baru duduk sekitar delapan bulan di kursi Adminitratur KPH Cepu, Blora, menempati tugas baru menjadi Administratur KPH Sukabumi, Jawa Barat.

Joko Santoso, sekitar satu tahun menjabat sebagai Administratur KPH Mantingan, Rembang, dan sebagian wilayah kerjanya (hutan) berada di Kabupaten Blora,  menjadi pejabat Administratur di KPH Pekalongan Timur.

Selanjutnya, jabatan baru Administratur KPH Blora dipegang oleh Afwandi, sebelumnya adalah pejabat Koodinator Peneliti Kelola Sosial Pusat Pengembangan Hutan (Teak Center) Perum Perhutani.

Untuk jabatan Adminitratur KPH Cepu, digantikan Dadhut Sujanto, sebelumnya menjabat sebagai Kepala Departemen Perencanaan dan Pengembangan Bisnis Perhutani.

Kursi Administratur KPH Mantingan yang ditinggal Joko Santoso, akan segera diduduki pejabat baru Widodo Budi Santoso, sebelumnya sebagai Kepala Perencanaan Hutan Wilayah II Yogyakarta. (Heripur/Red)
Share:

CEK KESEHATAN 17 ATLIT DAYUNG JELANG PORPROV 2018


Pemeriksaan Kesehatan Atlit Dayung Kabupaten Blora
Blora,- Persiapan Pekan Olah Raga Provinsi Jateng kurang 32 hari ,Tim kesehatan yang telah di tunjuk KONI Blora senin sore memeriksa kesehatan atlit Dayung yang akan memasuki Training Center (TC)
di Waduk Mulur Sukohardjo karena di waduk Tempuran airnya sudah mulai surut sehingga untuk latihan kurang maksimal.

Dari hasil cek kesehatan (Denyutnadi, Tensi dan HB)  oleh Dr. Syurdiyanti 17 Atlit Dayung dan 4 Pelatih yangbdi dampingi Ketua Umum KONI Blora Hery Setiyono hasilnya bagus walaupun ada satu dua karena kelelahan tensinya naik, namun setelah ustirahat sebentar normal kembali

"Semuanya normal baik tensi maupun nadi, mungkin ada beberapa yang tinggi karena kelelahan, namun setelah istirahat sejenak normal," tandas Dr Syurdiyanti

Hery setiyono optimis setelah melihat para Atlit dayung Blora, untuk mempertahankan juara umum di porprop nanti,

"Setelah melihat semangat atlit dayung Blora saya optimis Atlit dayung Blora bisa mempertahankan juara umum seperti porprop tahun lalu," Kata Hery Setiyono Ketum Koni Blora

Selain mendampingi cek kesehatan ketua umum Koni Blora Hery setiyono memberikan motivasi kepada para atlit Blora, bahwa saat ini memjadi atlit adalah sangat menjanjikan ,dengan melihat ASEAN game kemarin apreaiasi dari Pemerintah sangat luar biasa,

Perlu di ketahui cabor PODSI Blora di porprop tahun lallu menjadi juara umum di kelasnya dan Tahun ini akan berusaha keras untuk mempertahankan

"Kami akan berusaha keras untuk mempertahankan ,maka supaya latihan bisa maksimal TC akan saya laksanakan di waduk Mulur Sukohardjo karena tempuran sudah tidak memungkinkan untuk latihan"pungkas Sukiman Kerua Umum Cabor PODSI Blora (Heripur/Red)
Share:

IMAM SUROSO ANGGOTA DPR RI DUKUNG BKKBN KENDALIKAN PENDUDUK DI BLORA.

H. Imam Suroso Membagikan Doorprise
Kepada Warga Desa Pengkol

Blora,- Jumlah penduduk di Indonesia telah mencapai sekitar 265 juta jiwa. Pertambahan jumlah penduduk tak bisa dihindari namun bisa dikendalikan. Begitulah kata Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia dari PDIP H Imam Suroso saat mengadakan sosialisasi Keluarga Berencana (KB) di Desa Pengkol, Kecamatan Japah.  Kabupaten Blora Sabtu (15/09/2018)

"Hari ini saya bersama mitra kerja Badan Kependudukan Keluarga Berencana (BKKBN) Tingkat Pusat, Provinsi dan Kabupaten, mengadakan Sosialisasi Keluarga berencana, agar masyarakat bisa menjadi warga sejahtera," Tandas Imam Suroso.

Hadir dalam acara itu, Kepala Biro Keuangan dan Pengelolaan Barang Milik Negara BKKBN Pusat, Sri Rahayu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Wagino, Lilik Hermanto perwakilan dari BKKBN Kabupaten Blora.

‘’Jumlah penduduk di Indonesia sudah mencapai sekitar 265 juta. Kalau pertumbuhannya tidak dikendalikan, maka akan sangat berbahaya. Kewajiban kita mendukung penuh program-program pengendalian jumlah penduduk tersebut,’’ tegas H Imam Suroso.

Sebagai anggota DPR RI, Imam Suroso, menyatakan, dirinya telah berupaya semaksimal mungkin memberi dukungan kepada BKKBN dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Diantaranya memperjuangkan pengalokasian anggaran dari semula hanya Rp 2 triliun menjadi Rp 4 triliun. Selain itu, memperjuangkan agar jumlah pengangkatan PNS di BKKBN minimal seimbang dengan jumlah pegawai yang pensiun.

‘’Jangan sepelekan BKKBN. Tugasnya sungguh mulia dan cukup berat,’’ tegas anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Tengah III yang meliputi Kabupatan Blora, Grobogan, Rembang dan Pati tersebut.

Sosialisasi itupun mendapatkan sambutan antusias ratusan warga yang hadir. Apalagi dalam sosialisasi itu dibagikan pula doorprize dan pemberian bantuan sembako pelayanan kesehatan secara gratis, pemasangan inplan, serta ayubi.
Salah satu warga Desa Pengkol, Japah, Cicik Hartini merasa senang dan menyambut baik bersama masyarakat Pengkol, karena  disamping telah mendapatkan pemahaman perihal keluarga sejahtera melalui penyuluhan KB, dalam acara itu dibagikan doorprise.
“acara ini bermanfaat buat ibu-ibu di pengkol, agar keluarganya bisa sejahtera,” pungkas Hartini. (Heripur/Red)
Share:

BERHENTILAH JADI PSK BIAR TIDAK TERKENA HIV-AIDS

Pemeriksaan Kesehatan Dan Penyuluhan Kamtibmas
Terhadap PSK Di Lokalisasi Cumpleng

Blora,- Kepolisian Sektor (Polsek) Todanan Polres Blora mendampingi Dinas Kesehatan melakukan pemeriksaan kesehatan gratis kepada sebanyak 19 para pekerja seks komersial (PSK) di lokalisasi Cumpleng Desa Todanan, Kecamatan Todanan, Blora, Rabu (12/09/2018) pagi.

Kepala Dinas Kesehatan Kecamatan Todanan, Adminingsih A. M. Kes, mengatakan pemeriksaan kesehatan terhadap para PSK di Todanan ini dilakukan hampir setiap bulan. Langkah ini sebagai bentuk upaya pencegahan mewabahnya penyakit kelamin dan virus HIV/AIDS yang sangat rentan bagi warga yang ada di lokalisasi Cumpleng dan sekitarnya.

“Tahap pemeriksaan awal yang dilakukan oleh Tim Medis Puskesmas meliputi Tes darah dan Tes kesehatan kelamin. Jika ada yang terindikasi virus HIV/AIDS secepatnya kami beri tahu dan memberi rujukan untuk berobat ke rumah sakit,” terangnya.

Menurutnya, untuk memantau para Pekerja Sek Komersial terhadap kesehatan para penghuninya maka pihak Dinas Kesehatan Todanan secara rutin melakukan pendekatan personal di lokalisasi cumpleng.

“Alhamdulillah dengan pendekatan ini mereka sangat antusias untuk tahu, dan mau diperiksa kesehatanya,” kata Adminingsih.

Selain menjalani tes kesehatan, para pekerja seks juga mendapatkan penyuluhan tentang kamtibmas dan narkoba yang disampaikan oleh Kasi Humas Polsek Todanan Aiptu Manijo. Dalam kegiatan penyuluhan tersebut para warga lokalisasi Cumpleng diharapkan selalu untuk tetap menjaga situasi kamtibmas.

Anggota Polisi Polsek Todanan itu, Mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan dan kepedulian terhadap lingkungannya agar terhindar dari bahaya narkoba. Serta apabila terjadi gangguan kamtibmas diharapkan segera malaporkan ke Polsek Todanan agar segera ditangani.

Sementara itu, Kapolsek Todanan Polres Blora AKP Siswanto, S.sos saat Dikonfirmasi mengatakan, bahwasannya Polsek sangat mendukung sekali kegiatan pemeriksaan kesehatan dan penyuluhan semacam ini, semoga banyak manfaatnya karena sebagian besar masyarakat merasa awam tentang tanda-tanda seseorang yang terjangkit penyakit HIV/AIDS.

“Diharapkan dengan adanya sosialisasi seperti ini, para penguni lokalisasi agar selalu memantau kesehatannya dan segera berhenti bekerja sebagai PSK supaya terhindar dari bahaya HIV Aids,” tegas AKP Siswanto. (JW/Red)
Share:

POLISI CEPU AJAK MAHASISWA BARU AGAR TIDAK SALAH PERGAULAN

Polisi Memberikan Pembinaan Kepada
Mahasiswa Baru Di Ospek STAI Al Muhammad Cepu

Blora,- Polisi adalah aparat penjaga keamanan negara sekaligus penegak hukum namun demikian Polisi juga sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat. Postur Polri yang promoter harus bisa menjadi sahabat masyarakat dan salah satunya adalah salah satunya dengan mendekatkan diri dengan kalangan pelajar.

Seperti yang dilaksanakan oleh Polsek Cepu Polres Blora hari ini, Sabtu, (08/09/2018) Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus atau Ospek oleh STAI Al Muhammad Cepu. Ospek merupakan kegiatan awal bagi setiap peserta didik yang menempuh jenjang perguruan tinggi. Ospek dengan seluruh rangkaian acaranya merupakan pembentukan watak bagi seorang mahasiswa baru. Dengan kata lain bahwa baik tidaknya kepribadian mahasiswa disebuah perguruan tinggi dapat terlihat oleh baik tidaknya pelaksanaan Ospek di perguruan tinggi tersebut.

Hadir dalam kegiatan tersebut pengasuh Pondok Pesantren Al Muhammad Cepu Ibu Nor Latifa, M.Ma, Ketua STAI Al Muhammad Cepu Drs. Kadarismanto, M.Pdi, Jajaran Forkompincam Cepu, Para Dosen STAI dan para mahasiswa/siswi peserta Ospek  sebanyak 265 mahasiswa.

Kegiatan yang dilaksanakan di Panggung Taman Tuk Buntung Cepu ini berlangsung meriah dan menarik dimana selain pembekalan diselingi juga dengan tanya jawab dengan mahasiswa. Kapolsek Cepu AKP Slamet Riyanto, SH yang diwakili oleh Kasi Humas Aiptu Buntoro dalam sambutanya menjelaskan bahwa Polsek Cepu siap mendampingi dalam pelaksanaan kegiatan kampus yang membutuhkan kehadiran Polisi.

"Pada dasarnya, Ospek adalah pintu ilmu bagi mahasiswa. Pintu itu akan dibuka dan dipelajari bersama oleh mahasiswa baru untuk memperdalam ilmunya untuk itulah Kami berikan pembinaan dan penyuluhan tentang Kamtibmas pada mahasiswa baru agar menjadi mahasiswa yang berkualitas, pintar dan patuh hukum.” Jelas Kasi Humas.

Lebih lanjut Kasi Humas mengucapkan terimakasih kepada STAI Al Muhammad yang telah memberikan kesempatan dan melibatkan Polsek Cepu dalam kegiatan kampus sehingga akan lebih mudah memberikan pembinaan pada Mahasiswa.

"Mahasiswa adalah generasi penerus bangsa yang harus kita didik dan kita jaga agar tidak salah pergaulan dan kelak menjadi orang yang sukses dan mampu membangun bangsa.” Pungkas Aiptu Buntoro.

Kegiatan Ospek berlangsung aman dan lancar para peserta mahasiswa baru mengikutinya dengan rasa senang hingga saat saat berakhirnya kegiatan yang diakhiri dengan doa bersama. (Heripur/Red)
Share:

KENDARAAN BAK TERBUKA ANGKUTAN BARANG, DILARANG ANGKUT MANUSIA

Penindakan Kendaraan Bak Terbuka Angkut Manusia
Oleh Anggota Satlantas Blora

Blora,- Tindakan tegas kembali dilakukan Satlantas Polres Blora terhadap mobil pick up terbuka yang mengangkut penumpang. Diantaranya dengan memberikan tilang terhadap sopir pick up dan himbuan kepada para penumpangnya.

Hal ini dilakukan untuk menghindari kecelakaan seperti yang erjadi di berbagai daerah yang mengakibatkan korban jiwa. Insiden kecelakaan kendaraan bak terbuka yang digunakan mengnagkut penumpang sangat rentan sekali bahanya. Karena bisa mengakibatkan meninggalnya penumpang akibat diabaikannya factor keselamatan.

Namun demikian, masih ditemukan banyak pelanggaran tersebut khususnya di wilayah Blora. Melihat hal tersebut anggota Sat Lantas yang sedang melaksanakan kegiatan razia rutin di Jalan A. Yani Blora, sigap melakukan tindakan.

”Kami berikan tilang (terhadap sopir pik up) karena menyalahi aturan. Kami juga periksa kelengkapan kendaraan dan SIM sopir. Tujuan tindakan ini, agar tak ada lagi truk terbuka mengangkut orang,” kata Kanit Laka IPDA Zainal Arifin mewakili Kasat Lantas Polres Blora AKP Himawan S.I.K, M.H.

Dikatakan, penilangan terhadap pick up bawa membawa penumpang adalah bentuk pencegahan menghindari jatuhnya korban jiwa dari menumpang. Saat razia, masih ada truk bak terbuka yang digunakan untuk mengangkut penumpang.

Hal ini, memang menjadi salah satu perhatian utama dalam menekan angka kecelakaan. Sebab, di Blora warga pedesaan banyak menggunakan kendaraan bak terbuka untuk mengangkut orang, terutama rombongan.

Padahal ini, melanggar Pasal 303 UU No 22 Tahun 2009 tentang Kendaraan yang Tidak Sesuai Peruntukannya. “Oleh karena itu kami akan tindak tegas kendaraan bak terbuka yang masih nekat mengangkut manusia.” Jelasnya.

Pihaknya akan terus melaksanakan penindakan secara tegas terhadap para pengendara lainnya yang tidak menaati peraturan lalu lintas di jalan raya. Karena awal dari terjadinya kecelakaan lalu lintas adalah pelanggaran. (Heripur/Red)
Share:

Hot News

Sejumlah Titik di Ruas Jalan Jepon-Bogorejo Blora Mulai Dibangun

  𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Sejumlah titik (enam titik) di ruas jalan Jepon-Karang-Bogorejo, yang merupakan jalan alternatif menuju wilayah J...

Public Service

Blog Archive

Social Media

Technology

Next More »

Labels

Community

Next More »