Polres Blora Geber Sosialisasi New Normal Ke Desa - Desa

Bhabinkamtibmas Sosialisasi New Normal, Cegah Covid-19
BLORA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora tengah siap menghadapi fase new normal meski belum berstatus hijau. Aktivitas masyarakat baik dibidang ekonomi, kesenian, transportasi dan aktivitas lainnya harus bisa berjalan berdampingan dengan Covid-19.

Seperti yang tengah dilakukan oleh para anggota Bhabinkamtibmas di seluruh Polsek jajaran Kepolisian Resor (Polres)  Blora terus melakukan pembinaan masyarakat di desa agar tetap patuh protokol kesehatan. Selasa (30/06/2020)

Bhabinkamtibmas Polsek Jiken Bripka Sutar memberikan arahan kepada anggota Linmas Desa Nglebur, Kecamatan Jiken, Blora sebagai mitra Polri agar membantu memberikan penyuluhan kepada warga masyarakat untuk menjaga kesehatan.

"Kami menggandeng Linmas untuk turut berperan aktif membantu Polri mensosialisasikan protokol kesehatan dalam menghadapi tatanan new normal dan mencegah meluasnya pendemi Covid-19," ujarnya.

Hal yang tak luput disampaikannya yakni anggota linmas sebagai contoh dimasyarakat setiap beraktivitas wajib memakai masker, menghimbau masyarakat agar tidak berkerumun dan wajib menjaga kebersihan diri sendiri dan lingkungan sekitarnya.

"Kami berusaha mengedukasi masyarakat agar protokol kesehatan menjadi sebuah kebutuhan dalam setiap melakukan aktifitas. Bukan hanya sekedar himbauan pemerintah," jelas Bripka Sutar.

Sementara itu, Kapolsek Jiken Iptu Eko Septi menyatakan, seluruh jajaran Polres Blora saat ini tengah mempersiapkan regulasi, protokol dan SOP menghadapi new normal. Kepolisian Resor Blora dalam hal ini membantu Pemkab Blora terus mendorong masyarakat, untuk menerapkan standar protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah pusat.

"Tugas Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak Kepolisian ditingkat desa harus mampu memberikan sosialisasi, mengawasi dan mengendalikan masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan agar kegiatan tetap berjalan seperti sediakala,” katanya.

Menuju new normal ini, lanjut Kapolsek harus sedikit demi sedikit dibiasakan mulai dari diri sendiri sebagai langkah memutus mata rantai Covid-19 supaya cepat tertangani.

"Mari kita bersama patuhi protokol kesehatan untuk menyambut tatanan kehidupan baru atau new normal dan mudah-mudahan Pendemi Covid-19 segera berakhir," pungkas Iptu Eko Septi. (ADY/Red)
Share:

TMMD Sengkuyung II 2020 Dilaksanakan Di Desa Japah

Penandatanganan naskah penyerahan proyek TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2020
BLORA - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II resmi dilaksanakan Kodim 0721/Blora di Desa Japah, Kecamatan Japah per hari ini, Selasa (30/06/2020). Namun kali ini di tengah pandemi Covid-19, tidak dilaksanakan dengan menggelar upacara pembukaan seperti biasanya.

Hanya dilakukan penandatanganan naskah penyerahan proyek TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2020 oleh Bupati Djoko Nugroho kepada Dandim 0721/Blora selaku Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD, disaksikan Kapolres dan Danyon 410/Alugoro, di Kantor Bupati Blora.

Yang mana dalam kesempatan itu, Bupati Djoko Nugroho mengapresiasi pelaksanaan TMMD Sengkuyung tahap II tahun 2020. Menurut Bupati, ini menandakan semangat pembangunan masih ada meskipun sedang dalam pandemi Covid-19.

“Terimakasih jajaran Kodim 0721/Blora dan seluruh stakeholder yang terlibat untuk menyukseskan pembangunan wilayah dengan program TMMD. Kami berpesan, dalam melaksanakan program ini harus tetap memberlakukan protokol kesehatan. Selain pembangunan fisik, bantu kami untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya melaksanakan pola hidup sehat dalam rangka mencegah Covid-19,” ucap Bupati.

Sementara itu, Komandan Kodim (Dandim) 0721/Blora Letkol INF Ali Mahmudi,S.E.,M.M., menyampaikan bahwa TMMD Sengkuyung tahap II 2020 ini merupakan bentuk sinergitas TNI dengan Pemkab dalam menyukseskan pembangunan wilayah, khususnya di pedesaan yang kali ini ditempatkan di Desa Japah, Kecamatan Japah.

“Untuk TMMD di Desa Japah ini ada banyak kegiatan yang akan kita laksanakan mulai hari ini hingga 30 hari kedepan. Selain kegiatan fisik, juga ada kegiatan sosial,” kata Dandim Letkol Inf. Ali Mahmudi, SE.

Untuk kegiatan fisik, diantaranya adalah pembangunan jalan makadam sepanjang 1300 meter, lebar 3 meter; pembangunan talud sepanjang 290 meter; pembangunan plat beton ukuran panjang 1 meter, lebar 1 meter dan tinggi 1 meter sebanyak 3 unit; pembuatan saluran drainase sepanjang 131 meter dan lebar 1 meter.

Sedangkan untuk kegiatan non fisik meliputi penyuluhan bela negara dan wawasan kebangsaan; penyuluhan narkoba, kamtibmas, dan hukum; penyuluhan peningkatan hasil pertanian; penyuluhan pernikahan dini; donor darah, pelayanan KB, dan pengobatan massal. (WN/Red)
Share:

Presiden Sampaikan Arahan Percepatan Penanganan Covid-19 Dan Persiapan New Normal

Bupati video conference dengan Presiden RI
BLORA - Presiden Joko Widodo dengan didampingi Gubernur Ganjar Pranowo, Selasa (30/06/2020), melaksanakan rapat koordinasi bersama seluruh jajaran Forkopimda dan Kepala Daerah se-Provinsi Jawa Tengah.

Bertempat di Gedung Gradhika Bakti Praja Komplek Gubernuran Jawa Tengah, melalui video conference, Presiden Joko Widodo memberikan beberapa instruksi kepada Pemerintah Daerah se-Jawa Tengah untuk percepatan penanganan Covid-19 dan persiapan new normal.

Yang mana Presiden dalam kesempatan itu menekankan agar aspek kesehatan dan ekonomi mendapat perhatian khusus sehingga dapat berjalan beriringan dengan baik.

“Tolong atur gas dan remnya dalam penanganan kesehatan dan ekonomi. Jangan lupa perhatikan data science dan pendapat para pakar sebelum mengambil kebijakan penanganan pandemic ini, utamanya tentang new normal,” tegas Jokowi.

Bupati Djoko Nugroho bersama jajaran Forkopimda Blora dan sejumlah Kepala OPD terkait serta Direktur RSUD, yang mengikuti video conference dengan Presiden, lantas memberikan tanggapannya atas arahan yang disampaikan.

“Kami minta agar seluruh OPD terkait bisa menjalankan instruksi Presiden dengan sebaik-baiknya, untuk menekan jumlah pasien positif Covid-19, sekaligus menggerakkan kembali roda perekonomian masyarakat yang sempat tersendat akibat pandemic,” ucap Bupati.

Bupati Blora H. Djoko Nugroho juga meminta agar dilakukan rapid test di seluruh pondok pesantren di Kabupaten Blora guna melakukan deteksi dini sekaligus pencegahan persebaran Covid-19. Karena menurut Bupati, beroperasinya kembali pondok pesantren jangan sampai menjadi klaster persebaran baru.

“Usahakan untuk bisa melaksanakan rapid-test di seluruh pondok pesantren yang ada di Kabupaten Blora. Kita pastikan bahwa seluruh santri dalam kondisi sehat,” tambah Djoko Nugroho.


Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Blora, Ahmad Labib Hilmy yang ikut dalam acara tersebut, membenarkan bahwa saat ini beberapa pondok pesantren mulai beroperasi kembali.

“Beberapa pondok sudah mulai beroperasi kembali dan sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) tentang pelaksanaan protokol kesehatannya. Namun juga perlu dipastikan hal ini dilakukan oleh seluruh pondok pesantren di Blora,” ucapnya.

Pada kesempatan itu pula, Kapolres Blora, AKBP Ferry Irawan, SIK, juga menyatakan hal senada. Pihaknya mengusulkan agar bisa dilakukan pemantauan pelaksanaan protokol kesehatan di kawasan Pondok Pesantren.

Dalam kegiatan ini, Bupati bersama Dinkes Blora dan para Direktur RSUD juga menyusun rencana pelaksanaan pelayanan rapid-test untuk umum di rumah sakit, untuk memenuhi permintaan masyarakat berkenaan dengan syarat melamar pekerjaan dan lainnya. (ADY/Red)
Share:

Bupati Blora, Pelan-Pelan Tahapan New Normal Dimulai 1 Juli

H. Djoko Nugroho
BLORA - Bupati H. Djoko Nugroho sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Blora, pada Senin siang (29/06/2020), menyampaikan update kondisi perkembangan persebaran virus Corona lewat konferensi pers di posko GTPP Covid-19.

“Hari ini pertambahan kasus positif Covid-19 di Kabupaten Blora memang tidak ada. Kita sedang merawat saudara-saudara kita yang positif di berbagai tempat. Yang sembuh hari ini juga bertambah satu. Ini artinya virus ini masih terjadi penularan di Blora. Saya berharap saudara semuanya untuk tetap terus melaksanakan protokol kesehatan dimanapun berada,” ucap Bupati.

Seperti memakai masker, cuci tangan setiap dari luar, copot sepatu sebelum masuk rumah, kalau naik ojek pakai helm sendiri, bawa alat sholat sendiri ke masjid, jaga jarak.

“Dengan begitu InsyaAllah kita akan terhindar dari penularan virus Corona,” tegas Bupati.

Adapun data monitoring per 29 Juni 2020 ini, total kasus Covid-19 memang masih sama seperti kemarin yakni 51 kasus. Jika dirinci ada 38 dirawat, 8 sembuh, dan 5 meninggal dunia. Jumlah sembuh meningkat 1 dari kemarin 7, yakni pasien dari Puskesmas Medang.

Sedangkan rapid-test reaktif masih ada 23 orang, PDP ada 4 orang, ODP 13 orang dan OTG 76 orang yang dipantau.

“Meskipun virus ini belum selesai, saya berharap aspek kehidupan yang lain harus tetap berjalan. Antisipasi harus tetap dilakukan, yang kena virus tetap diobati, tetapi di sisi lain kegiatan ekonomi harus tetap jalan. Dua minggu lalu sudah kita buka pelan-pelan pra kondisi new normal diawali dengan masuknya PNS 100 persen. Tempat olahraga dibuka, wisata dibuka beberapa tempat, tembah ibadah juga, dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan yang tegas,” terang Bupati.

Kebiasaan kebiasaan itu menurut Bupati harus terus dilakukan, biar masyarakat terbiasa dan tidak takut dalam rangka melawan dan memutuskan rantai penularan virus Corona.

“Mulai 1 Juli nanti sudah saya buka pelan pelan untuk aspek kehidupan yang lain, khususnya hiburan agar saudara saudara kita para seniman dan seniwati yang selama ini 3-4 bulan ini tidak dapat penghasilan, pelan pelan nanti normal kembali,” ucap Bupati.

Yang diperbolehkan menurut Bupati adalah hiburan kecil seperti organ tunggal di rumah, organ tunggal orang punya hajat, sedekah bumi (gasdeso), dengan catatan tidak melebihi pukul 24.00 WIB. Termasuk juga kegiatan keagamaan seperti pengajian kecil, majelis taklim di musholla dan masjid.

“Ini semua tekad saya untuk membiasakan, mempraktekkan apa sih yang dinamakan protokol kesehatan. Corona tetap ditangani dengan baik, tetapi kehidupan yang lain harus tetap berjalan agar kedepan Blora akan lebih baik lagi. Pegang teguh protokol kesehatan,” tambah Bupati.

Bupati juga meminta tolong kepada Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang ada di desa-desa untuk melakukan pengarahan kepada masyarakat ketika menyelenggarakan kegiatan. Pihaknya meminta agar masyarakat tidak takut pada Covid-19, namun senantiasa waspada dengan melaksanakan protokol kesehatan. (ADY/Red)
Share:

Polres Blora Pantau PPDB Tingkat SMP, Bebas Dari Covid-19

Anggota Polres Blora Pantau PPDB
BLORA - Untuk menjaga situasi agar tetap aman kondusif, serta antisipasi penyebaran covid-19 pada masa penerimaan siswa baru tingkat SMP diwilayahnya, Polres Blora Polda Jawa Tengah, berdayakan Polsek Jajaran untuk memantau kegiatan Penenerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Kapolres Blora AKBP Ferry Irawan,S.I.K. mengungkapkan bahwa pada musim penerimaan siswa baru, di khawatirkan akan menimbulkan kerumunan massa, untuk itulah pihaknya perintahkan jajaranya untuk memantau sambil menggelar sosialisasi new normal dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan.

"Kegiatan PPDB harus tetap berjalan, namun demikian harus memperhatikan protokol kesehatan," ucap Kapolres.

Seperti yang dilakukan oleh polsek Kunduran, Selasa, (30/06/2020) melaksanakan Patroli dialogis untuk memantau pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMP N 1 Kunduran Kecamatan Kunduran, Blora.

Kapolsek Kunduran Iptu Lilik Eko Sukaryono,SH membeberkan bahwa kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan proses PPDB agar aman dan terselenggara sesuai dengan protokol kesehatan, mengingat dalam situasi  pandemi Covid-19.

Pada kesempatan tersebut Petugas Patroli menyampaikan imbauan Kamtibmas serta menekankan kepada pihak panitia agar selama kegiatan betul - betul memperhatikan protokol kesehatan.

"Hal ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan PPDB terselenggara dengan aman dan kondusif serta sesuai protokol kesehatan mengingat situasi di tengah pandemi Covid-19, ucap Iptu Lilik.

Penerapan protokol kesehatan yakni menggunakan masker apabila keluar rumah, selalu mencuci tangan menggunakan sabun, menjaga jarak di setiap kerumunan, menjaga kebersihan serta mengatur pola hidup bersih dan sehat.

Iptu Lilik menambahkan bahwa saat ini dunia pendidikan menghadapi agenda kegiatan PPDB , dimana saat ini giliran PPDB tingkat SMP dan wabah Covid-19 masih menjadi ancaman.

"Intinya kita pantau dan kita imbau agar PPDB tetap berjalan lancar namun bebas dari covid-19," pungkas Iptu Lilik. (ADY/Red)
Share:

Polres Blora Berhasil Bekuk 12 Tersangka Judi

Jumpa Pers Kasat Reskrim Polres Blora, AKP Setiyanto SH. MH.
BLORA - Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Blora Polda Jawa Tengah, berhasil mengamankan 12 tersangka pelaku penyakit masyarakat yaitu judi Toto gelap (togel) dan dadu.

Hal tersebut disampaikan oleh Kapolres Blora AKBP Ferry Irawan,S.I.K. melalui Kasat Reskrim AKP Setiyanto,SH,MH, Senin (29/06/2020) di halaman belakang Mapolresta Blora.

12 tersangka tersebut diamankan dalam operasi pekat menjelang Pilkada 2020, dan menjelang hari Bhayangkara ke-74 di wilayah Kabupaten Blora.

"Ada dua belas tersangka pelaku judi, yang kita amankan dalam operasi pekat," ucap AKP Setiyanto.

Sebanyak dua belas tersangka itu, delapan orang adalah pelaku judi togel dan empat orang pelaku judi dadu.
Mereka diamankan karena dianggap mengganggu keamanan dan ketertiban serta meresahkan masyarakat.

Sebelumnya, ada akun Facebook bernama Toto Gelap mengunggah status yang berbunyi  "Terimakasih untuk masyarakat Blora Atas partisipasinya selama ini LSM DI BLORA, ORMAS DI BLORA, MEDIA DI BLORA Yang telah mendukung kami",  demikian akun tersebut menulisnya disebuah grup facebook Paguyuban Wong Blora.

Unggahan tersebut seolah - olah aktifitas togel tumbuh subur di Blora atas dukungan salah satunya dari media. Tidak terima dengan unggahan itu, dua wartawan dan seorang aktivis penggiat media sosial melaporkan hal tersebut ke Polres Blora.

Selain tersangka petugas juga mengamankan barang bukti berupa uang jutaan rupiah hasil judi, Handphone, rekapan togel dan alat judi dadu. (ADY/Red)
Share:

Goa Terawang Menuju New Normal, Akan di Buka Kembali

Goa Terawang
BLORA - Menuju tananan kehidupan baru atau new normal, sejumlah destinasi wisata di Blora, mempersiapkan untuk buka kembali.

Salah satunya wisata alam Goa Terawang milik Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Blora. Goa Terawang ini terletak di Desa Kedung wungu, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora.

Sebuah Goa yang memiliki keunikan tersendiri yaitu adanya lubang besar didinding atas, sehingga sinar matahari bisa masuk didalam goa tersebut. Lobang tersebut orang menyebutnya dengan Terawang,

Sejak adanya pandemi corona wana wisata Goa Terwang itu ditutup oleh pengelolanya, guna mencegah penyebaran virus corona di Kabupaten Blora.

Di era new normal ini, KPH Perhutani Blora Kamis, (25/06/2020) mempersiapkan Goa Terawang untuk dibuka kembali dengan menerapkan protokoler kesehatan sesuai anjuran Pemerintah.

"Kami saat ini sudah siapkan alat cuci tangan di beberapa titik, sebelum masuk petugas akan cek suhu badan dengan Thermogun, dan pengunjung wajib pakai masker," ucap Afwandy Kepala Administratur KPH Blora saat ditemui diruanganya. (Kamis, 25/06/2020).

Selain itu KPH Perhutani Blora, juga sudah koordinasi dengan Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Blora.

"Kami sudah koordinasi dengan Dinporabudpar, sambil menunggu putusan gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Blora, kapan boleh dibuka lagi," imbuhnya.

Terpisah Kepala Dinporabudpar Blora Selamet Pamuji, mengatakan, ada 16 destinasi wisata di Kabupaten Blora yang sudah koordinasi.

Pihaknya sudah mendorong gugus tugas untuk segera menagmbil keputusan, Bupati Blora sendiri audah mengatakan awal Juli semua kegiatan akan dimulai menuju new normal dengan tetap mematuhi protokoler kesehatan sesuai anjuran Pemerintah.

"Kami sudah ajukan hal ini kepada gugus tugas. Harapan saya covid-19 tetap ditangani, roda perekonomian juga tetap jalan," jelas Mumuk sapaan akrab Kadinporabudpar Kabupaten Blora. (ADY/Red)
Share:

Wabup Blora Arief Rohman Pastikan Proyek Jembatan Kradenan-Ngraho Siap Gaspol

H. Arief Rohman
BLORA - Usai sempat terkendala izin dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), proyek pembangunan jembatan antar provinsi penghubung Kabupaten Blora (Jawa Tengah) dengan Kabupaten Bojonegoro (Jawa Timur) di Sungai Bengawan Solo kini siap dilaksanakan.

Kabar itu disampaikan oleh Wakil Bupati (Wabup) Blora, H. Arief Rohman, M.Si yang memastikan bahwa izin proyek tersebut sudah keluar dari Kemen-PUPR beberapa hari lalu.

“Saya sempat cek langsung ke Kementerian PUPR beberapa hari lalu, dan akhirnya surat izin dari Pak Menteri sudah keluar, baru saja tanggal 25 Juni kemarin. Sehingga kini proyeknya siap dikerjakan. Kita pastikan bahwa semuanya siap agar jembatan yang sudah puluhan tahun dimimpi-mimpikan warga Blora wilayah Selatan ini bisa segera terwujud,” ucap Arief Rohman.

Dirinya pun langsung terjun ke lapangan untuk mengetahui kondisi titik lokasi pembangunan jembatan, tepatnya di Desa Medalem, Kecamatan Kradenan, kemarin. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora sendiri juga sudah memulai pembangunan jalan akses selebar 7 meter menuju lokasi jembatan.

“Alhamdulillah, gayung bersambut. Saat kita tinjau kemarin, baik dari sisi wilayah Blora maupun Bojonegoro sudah mulai dilakukan. Sejumlah alat berat mulai melakukan pengerukan lahan untuk pembangunan jembatan,” lanjut Wakil Bupati Arief Rohman.

“Hal ini menandakan mimpi panjang kita untuk membuka akses warga Blora wilayah Selatan (Kradenan, Randublatung, Kedungtuban, Jati) menuju Bojonegoro dan Ngawi yang lebih dekat bisa terwujud. Dalam waktu dekat juga akan dilakukan peletakan batu pertama dengan Bupati Bojonegoro, kalau tidak salah besok Rabu,” tambah Arief Rohman.

Wakil Bupati  Arief Rohman yang juga mantan anggota DPRD Jawa Tengah ini lantas mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Bojonegoro, khususnya Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah, atas kerjasamanya, sehingga Pemkab Bojonegoro bersedia membantu 100 persen dana pembangunan jembatan ini.

“Anggarannya jembatan 100 persen dari Bojonegoro, terimakasih banyak Ibu Anna Muawanah Bupati Bojonegoro. Sedangkan Blora dapat tugas menyusun Detail Engineering Design (DED) perencanaannya, pembebasan lahan dan pembangunan jalan akses jembatan,” tandas Arief Rohman.

Menurutnya, nantinya warga Blora wilayah Selatan tidak perlu berputar puluhan kilometer ke Cepu lagi ketika ingin ke Ngawi, Madiun, dan sekitarnya. Langsung potong kompas Menden-Ngraho. Tidak perlu pakai perahu juga, karena hingga kini masih menggunakan perahu untuk penyeberangan motor dan sepeda.

“Mohon doanya semoga proses pembangunan berjalan lancar, sehingga akhir 2020 sudah bisa digunakan untuk memperlancar akses ekonomi dan sosial di kedua wilayah, aamiin. Semangat membangun kawasan, bersama-sama membangun Blora,” tegasnya.

Untuk fisik jembatan, menurutnya akan dibangun dengan rangka baja yang terdiri dari lima bentang menggunakan rangka baja tipe A. Anggaran jembatan berkisar Rp 90 miliar dari APBD Bojonegoro TA 2020, dan dilaksanakan oleh rekanan PT. Dwi Ponggo Seto dari Ponorogo, Jawa Timur.

Sedangkan proyek pembangunan jalan akses menuju Jembatan yang dilakukan Pemkab Blora juga mulai dikerjakan senilai Rp 8,2 miliar (APBD Blora 2020) oleh rekanan yang sama, karena dibuat satu paket dengan jembatan.

Dirinya juga bersyukur karena tahapan proses pembangunan jembatan ini sudah memakan waktu lama, dan akhirnya bisa dilaksanakan di tahun 2020 ini.

“Setelah dilantik sebagai Wakil Bupati di tahun 2016 lalu, kita ajak staf khusus Wapres untuk meninjau penyeberangan Bengawan Solo di Desa Medalem. Kemudian komunikasi terus kita jalin dengan Pemkab Bojonegoro. Alhamdulillah Bupati Bojonegoro, Ibu Anna Muawanah merespon baik, sehingga pertengahan 2019 kemarin terjalin penandatanganan kerjasama (MoU) pembangunan jembatan antara Blora dan Bojonegoro oleh Dinas PUPR masing-masing Kabupaten,” pungkasnya.

Terpisah, Rasni (46th) salah satu warga Desa Medalem, saat ditemui Minggu (28/06/2020) merasa senang karena kini pembangunan jembatan sudah bisa dilaksanakan.

“Alhamdulillah, maturnuwun sanget kepada Pak Wakil Bupati Arief Rohman. Sudah sangat lama masyarakat sini mengharapkan ada jembatan. Selama ini berputar jauh ke Cepu jika ingin ke Ngraho, Ngawi dan sekitarnya. Kalau kemarau bisa naik perahu nyebrang, kalau pas banjir ya muter ke Cepu jauh,” ucap Rasni yang kini membuka usaha warung makanan di sekitar lokasi proyek jembatan itu. (ADY/Red).
Share:

Warga Cepu Mancing Malah Menemukan Benda mirip Rudal

Nanang Dan Chandra Bersama Babinsa Dan Babinkamtibmas
BLORA - Warga  RT. 001 RW. 017, Kelurahan Ngelo Kecamatan Cepu, Kabupaten  Blora Sabtu (27/06/2020) telah  temukan benda mirip rudal ketika sedang memancing dipinggiran sungai Bengawan Solo di Cepu.

Komandan Rayon Militer (Danramil) Cepu Kapten Infanteri Surana membenarkan adanya temuan benda mirip rudal tersebut.

"Ya, tadi sekitar pukul  10.30 WIB ada warga yang melapor menemukan benda mirip rudal," ucap Kapten Inf. Surana melalui sambungan telepon (Sabtu, 27/06/2020).

Setelah menerima laporan warga, melalui Babinsa Kelurahan Ngelo Sertu Sutikno, pihaknya berkoordinasi dengan Kepolisian Sektor (Polsek)  Cepu.

"Saya bersama anggota Babinsa, koordinasi dengan Polsek Cepu untuk melakukan olah TKP. Saat ini sudah dipasang Police line untuk pengamanan," imbuhnya.

Kejadian itu berawal dari warga bernama Nanang (43th), yang sedang mancing mencari ikan. Ketika melempar pancingnya kakinya tiba-tiba menginjak benda keras, hingga berdarah.

Kemudian ia mengajak temannya Candra, untuk membantu mencari benda yang melukai kakinya. Setelah benda itu diangkat mereka terkejut, benda yang melukai kakinya itu mirip rudal peninggalan zaman Belanda.

Kemudian Candra melaporkan kejadian tersebut kepada Babinsa Kelurahan Ngelo Sertu Sutikno. Adapun karateristik benda tersebut adalah Panjang ± 50 Cm, Diameter ± 25 Cm, Ekoran /Sirip 4, Jenisnya Rudal Balistik yang terpasang di Pesawat/Helicopter Tempur.

Menurut Surana, untuk penanganan benda tersebut pihaknya menunggu Tim Gegana Brimob Polda Jawa Tengah dari Semarang.

"Hasil koordinasi Polsek Cepu dengan Tim Gegana Brimob Polda Jateng via telepon bahwa benda menyerupai Rudal tersebut, karena lokasinya jauh dari pemukiman warga, direncanakan akan diledakkan ditempat," pungkas Danramil Cepu. (WN/Red)
Share:

Terkait 303 Di Blora, Kapolres: Media Dan Polisi Kalaupun Ada Itu Adalah Oknum

Kapolres Blora Usai Serahkan Bansos Di Balaidesa Sambongrejo, Kec.Tunjungan
BLORA - Menanggapi maraknya pemberitaan akun Toto Gelap yang mencatut LSM, Ormas dan Media, Kapolres Blora, Jawa Tengah AKBP Ferry Irawan, SIK. Jumat (26/06/2020) berjanji akan sapu bersih salah satu  penyakit masyarakat "Judi Togel" di Kabupaten Blora.

"Kasus 303 di Blora bukan berarti tidak ada, terbukti kami sudah tangkap dan melakukan pengrebekan, Sudah ada lima kasus yang kita tangani, dengan tersangka sebanyak sembilan orang," jelas  Kapolres Blora AKBP Ferry Irawan usai serahkan  Bansos di Balaidesa Sambongrejo, Kecamatan Tunjungan (Jumat, 26/06/2020) sore tadi.

Judi togel, sambung  Kapolres, merupakan bagian dari penyakit masyarakat. Menurutnya ada beberapa penyakit masyarakat yang mengganggu situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.

Diantaranya, menurut Kapolres ada minuman keras, judi toto gelap (togel), narkoba, dan hal - hal lainnya yang sifatnya bisa mengganggu situasi kamtibmas.

AKBP Ferry Irawan juga menambahkan, situasi sekarang perekonomian sedang tidak bagus, adanya Covid-19, membuat pihaknya dan Pemerintah sekarang sedang fokus menangani pencegahan penyebaran virus corona, agar masyarakat terhindar dari covid-19.

"Kita tidak perlu melakukan kegiatan yang tidak perlu, sehingga adanya niat dari masyarakat atau orang- orang tertentu yang ingin mengambil kesempatan, diberi kesempatan oleh masyarakat, akhirnya berjalan," paparnya.

Menurutnya, Kepolisian sudah berulang kali melakukan penangkapan, penggerebekan.  Namun jika masyarakatnya masih terus menerima hal tersebut, pihaknya akan merasa kesulitan.

"Polres Blora akan berusaha membersihkan, akan terus membersihkan virus - virus yang menjadi penyakit masyarakat yang ada di Kabupaten Blora," tegas Kapolres Blora.

Mengenai ramainya pemberitaan yang mencatut media, Kapolres menegaskan pihaknya yakin media di Blora tidak seperti itu, Kalaupun ada itu adalah oknum, Polisipun kalau ada itu adalah oknum.

"Jangan mendiskriditkan bahwa Polisi melegalkan, TNI melegalkan, bahwasanya barang-barang tersebut merupakan budaya, tapi kita harus menegakan budaya yang tidak baik itu jangan dilaksanakan," pungkasnya (ADY/Red)
Share:

Hari Bhayangkara Ke-74, Polres Blora Bagikan Ratusan Paket Sembako

Kapolres Bagikan Sembako Di Desa Sumberejo, Kecamatan Tunjungan
BLORA - Kepolisian Resor (Polres) Blora Polda Jawa Tengah bagikan 680 paket sembako untuk warga miskin di wilayah kabupaten Blora, Jumat, (26/06/2020). Kegiatan sosial tersebut digelar serentak di 17 tempat, untuk tingkat Polres di gelar di Balai Desa Sambongrejo Kecamatan Tunjungan, sementara untuk tingkat Polsek di gelar di 16 wilayah polsek masing - masing jajaran.

Kapolres Blora AKBP Ferry Irawan,S.I.K. memimpin langsung pembagian paket sembako di balai desa Sambongrejo kecamatan Tunjungan.

Bakti Sosial yang dirangkaikan dengan pencanangan Kampung Tangguh Nusantara Candi di wilayah kecamatan Tunjungan tersebut dihadiri oleh Wakapolres Kompol Drs.Joko Watoro, Kasdim 0721/Blora Mayor Budi Leksono, Pejabat Utama Polres Blora, Forkompincam Tunjungan serta Kepala Desa Se Kecamatan Tunjungan dan warga penerima bantuan.

Turut hadir Perwira Pengamat Wilayah (Pamatwil) Polda Jateng Kombes Pol Muhammad Endro,S.I.K.,MH Yang di wakili oleh AKBP Suwasi,SH,MH.

AKBP Ferry Irawan mengungkapkan bahwa kegiatan bakti sosial terus di gelar oleh Polres Blora sebagai salah satu wujud kepedulian Polres Blora kepada masyarakat yang membutuhkan, "Bakti sosial terus di gelar, terutama untuk warga miskin yang membutuhkan dan bakti sosial ini di gelar berkelanjutan," ucap Kapolres.

Lebih lanjut mantan Kapolres Solok ini membeberkan hari ini adalah puncak kegiatan bantuan sosial hari Bhayangkara ke - 74 yang di gelar serentak se Jajaran Polres Polda Jawa Tengah dan untuk Polres Blora sendiri membagikan 680 paket sembako.

"Tidak banyak yang kami berikan, semoga bermanfaat bagi mereka," beber Kapolres.

Sementara itu, Camat Tunjungan, Bambang Dwi Priyono, SE mengucapkan terimakasih dan mengapresiasi bakti sosial dan pencanangan Kampung Tangguh Nusantara yang di gelar untuk warganya tersebut.

"Kami ucapkan terimakasih kepada Polda Jateng dan Polres Blora, tentunya dengan bantuan ini sangat bermanfaat bagi warga, dan dengan kampung tangguh nusantara ini, tentunya bisa memberi semangat dan motivasi agar warga aktif dalam menjaga kamtibmas diwilayah masing - masing," pungkas Camat Tunjungan. (ADY/Red)
Share:

New Normal, PMI Kabupaten Blora Berikan Edukasi Kepada Masyarakat

Konferensi Pers PMI Kabupaten Blora

BLORA - Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Blora pada Kamis siang kembali merilis update perkembangan persebaran virus Corona. Kali ini rilis disampaikan Sekda Komang Gede Irawadi, SE, M.Si selaku sekretaris GTPP Covid-19 di Posko setempat.

Didampingi Plt. Kepala Dinas Kesehatan dan Ketua PMI Blora, Sekda menyampaikan bahwa hingga hari ini perkembangan persebaran virus Corona di Kabupaten Blora masih berpotensi terjadi yang ditandai dengan masih adanya kasus-kasus baru dari hasil tracking Dinas Kesehatan.

“Hingga hari ini untuk OTG jumlahnya ada 74, ODP 16 yang masih dipantau, PDP ada 6 yang diawasi, dan rapid-test reaktif yang masih menunggu swab ada 26. Sedangkan untuk kasus positif Covid-19 secara keseluruhan ada 48 kasus, rinciannya 36 dirawat, 7 sembuh, dan 5 meninggal dunia. Teknis nya nanti akan disampaikan Kepala Dinas Kesehatan,” ucap Sekda.

Sedangkan untuk peta persebaran, menurutnya masyarakat bisa mengakses langsung di website corona.blorakab.go.id yang setiap hari diupdate 2 kali, siang dan malam oleh tim humas GTPP Covid-19. Tidak hanya memuat persebaran Covid-19 saja, namun juga informasi penyaluran bantuan dari posko GTPP Covid-19.

“Melihat perkembangan ini menunjukkan bahwa kita belum disiplin secara penuh. Mari kita tingkatkan kedisiplinan untuk melaksanakan protokol kesehatan agar kita semua bisa terhindar dari potensi penularan Covid-19,” tambah Sekda.

Pihaknya juga tidak henti hentinya mengingatkan agar masyarakat terus menggunakan masker saat beraktifitas keluar rumah, jaga jarak, dan tidak berkerumun.

“Masih banyak kita jumpai masyarakat yang berkerumun ketika sore hari hingga malam. Kami minta untuk jangan dilakukan. Berolahraga itu memang penting, namun jaraknya harus diperhatikan dan sesuai protokol kesehatan,” lanjut Sekda.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kesehatan, Lilik Hernanto, SKM, M.Kes menambahkan beberapa informasi terkait penanganan Covid-19. Yang mana sampai hari ini menurutnya Dinas Kesehatan telah melaksanakan swab PCR sebanyak 368 dan rapid-test sebanyak 4600 an.

“Hasilnya sampai hari ini ada 3 penambahan kasus baru yang kemarin, sehingga jumlahnya menjadi 48 (sebelumnya 45). Tiga kasus baru ini adalah hasil tracking dari kasus kematian pasien Covid-19 terakhir di Kecamatan Blora Kota pekan lalu. Jadi ada 3 orang yang kontak erat dengan pasien, yakni penularan anggota keluarga dan asisten rumah tangganya,” ucap Lilik Hernanto.

Sedangkan kasus kematian masih tetap lima, sedangkan yang sembuh kemarin ada tambahan satu menjadi 7.

“Sehingga positif Covid-19 yang dirawat masih 36. Dari 36 ini, 4 diantaranya manjalani isolasi di rumah sakit dan klinik. Sedangkan 32 lainnya menjalani isolasi mandiri di rumah, mereka perlu didukung semua pihak,” ungkap Lilik Hernanto.

Menurutnya, sebanyak 32 orang pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri di rumah ini secara klinis tidak mengalami gejala yang berat, tidak sakit berat, bahkan tidak ada gejala, yang secara SOP diperbolehkan isolasi mandiri. Akan tetapi perlu disiplin ketat dan pengawasan dari keluarga, dan masyarakat sekitar.

“Selama belum dinyatakan sembuh secara laboratorium 2 kali negative swab berturut-turut, maka harus isolasi di rumah dan tidak boleh keluar. Karena apa, karena dia masih berisiko menjadi sakit meskipun fisiknya sehat, karena masih ada virus di dalam tubuhnya, juga berisiko menularkan ke orang lain,” jelas Lilik Hernanto.

Terhadap pasien yang isolasi mandiri di rumah, pihaknya meminta agar masyarakat tidak takut berlebihan. Justru masyarakat harus memberikan dukungan agar bisa segera sembuh.

“Asal kita tidak kontak erat, tidak bersalaman dan tidak berdekatan. Selalu pakai masker, cuci tangan pakai masker, dan mematuhi physical distancing, kita masih aman, tidak akan tertular,” tegasnya.

Selain Covid-19, pihaknya dari Dinas Kesehatan juga mengingatkan bahwa ada masalah lain yang butuh perhatian selain virus Corona. Yakni penyakit demam berdarah, angka kematian ibu (AKI) melahirkan, angka kematian bayi dan balita (AKB), serta stunting.

“Hingga saat ini di tahun 2020 sudah ada 88 penderita demam berdarah (DBD), dan 2 kematian DBD, yang kasusnya tertinggi ada di Kecamatan Blora, Cepu dan Kunduran. Mari kita terus gencarkan gerakan 3M untuk mencegah DBD. Sedangkan AKI di 2020 ini sudah ada 4 kasus, kemudian AKB ada 46, 6 diantaranya balita diatas 1 tahun, 40 lainnya bayi. Kemudian stunting ada 7,59 persen dari 3711 bayi balita yang ditimbang Posyandu,” ungkap Lilik Hernanto.

Sehingga pihaknya menekankan bahwa kasus DBD, AKI, AKB dan stunting juga jangan sampai dilupakan oleh masyarakat.
Terakhir, Ketua PMI Kabupaten Blora, Ir. Sutikno Slamet melaporkan kegiatan yang telah dilakukan PMI dalam rangka membantu pencegahan dan penanggulangan Covid-19. Yang mana sejak Maret 2020 pihaknya telah membentuk tim pengendalian Covid-19.
 
“Kita laksanakan penyemprotan fasilitas umum di 16 Kecamatan se Kabupaten Blora. Kita aktifkan seluruh relawan di Kecamatan dan Desa, serta pos pantau perbatasan Kabupaten bekerjasama dengan TNI Polri dan Dinas Perhubungan,” terang Sutikno Slamet.

Sedangkan dalam memasuki tatanan baru “new normal”, PMI Kabupaten Blora tetap melanjutkan aktifitas penyemprotan disinfektan di fasilitas umum tingkat Kecamatan dan memberikan edukasi kepada masyarakat untuk menaati protokol kesehatan, utamanya wilayah zona merah.

“PMI juga telah melaksanakan promosi kesehatan dan penyemprotan disinfektan ke desa-desa tempat tinggal pasien klaster Temboro yang beberapa waktu lalu pulang dari Klinik Bakti Padma. Seperti di Desa Getas, Desa Mendenrejo (Kecamatan Kradenan), dan Desa Gempol, Jegong, Jati (Kecamatan Jati),” terangnya.

Di akhir sesi, PMI Kabupaten Blora menyerahkan bantuan 40 paket APD berupa baju hazmat kepada posko GTPP Covid-19 untuk disalurkan ke fasilitas kesehatan yang membutuhkan. (ADY/Red)
Share:

Korban Tabrak Lari Meninggal Dunia Di Ngawen, Satu Luka-Luka Dilarikan ke Puskesmas

Diduga Tabrak Lari, Di Ngawen
BLORA - Telah terjadi kecelakaan lalu lintas antara sepeda motor (SPM) Honda CB 150R Nomor Polisi K-2798-PY dengan kendaraan bermotor (KBM) Truck yang tidak diketahui identitasnya. Rabu, (24/06/2020) malam sekitar pukul 21.15 WIB. mengakibatkan satu korban meninggal dunia dan satu orang tidak sadarkan diri, dilarikan ke Puskesmas Ngawen.

Diduga peristiwa tersebut merupakan korban tabrak lari. Laka lantas tersebut terjadi dijalan Blora - Purwodadi tepatnya dekat desa Berbak, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Berdasarkan pantauan dilapangan, korban luka pengendara SPM bernama Ahmad Khoirul Arifin (17th) warga desa Gotputuk RT. 001 RW. 001, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora.

Sedangkan korban tidak sadar dan meninggal dunia (MD)  bernama Afrizal Rehan Ferdiansah (12th) warga Sumberagung, Kecamatan Japah.

"Sekitar jam sembilanan tadi. Katanya tabrak lari, satu meninggal ditempat, satunya dibawa ke Puskesmas Ngawen," ucap Susilo salah satu warga, saat melintas di jalan Blora-Ngawen (Rabu, 23/06/2020) malam.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Blora, AKP Dodiawan melalui Kanit Laka Iptu Rustam membenarkan kejadian laka lantas tadi malam.

"Ya, tadi malam memang terjadi laka lantas, diduga korban tabrak lari. Satu meninggal dunia, satu lagi masih dirawat di Puskesmas Ngawen," papar Kanit laka Iptu Rustam.

Adapun kronologinya adalah sebuah SPM Honda CB 150R Nomor Polisi: K-2798-PY yang dikendarai oleh Ahmad Khoirul Arifin, melaju dari arah selatan menuju utara di Jalan Ngawen- Blora.

Sesampainya di TKP tepatnya di desa Berbak, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora berpapasan dengan KBM Truck yang tidak diketahui identitasnya.

Truk yang tidak diketahui identitasnya, berjalan terlalu ke kanan, karena jaraknya terlalu dekat, akhirnya terjadilah kecelakaan lalulintas, dimohon KBM yang diduga menabrak harap menghubungi kepolisian terdekat. (ADY/Red)
Share:

Gas Deso Blora Dimasa Pandemi Covid-19

Gas Deso Desa Geneng Kecamatan Jepon
Kabupaten Blora, Jawa Tengah
BLORA - Masih dalam masa pandemi Covid-19, sejumlah Desa di Kabupaten Blora tetap menggelar kegiatan sedekah bumi. Namun, kegiatan hanya digelar sederhana dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.
Salah satu desa yang tetap menggelar sedekah bumi adalah, Desa Kamolan. Kegiatan sedekah bumi di desa Kamolan digelar hari ini, Kamis (25/06/2020).

Kepala desa (Kades) Kamolan, Masjianto mengatakan, kegiatan sedekah bumi tahun ini tetap digelar namun hanya sederhana. Kegiatan syukuran dipusatkan di sendang desa dengan hanya melibatkan warga sekitar.

"Tetap kita gelar mas. Namun sederhana. Warga juga dibatasi hanya yang sekitar sendang yang gelar syukuran," ungkap Masjianto.

Masjianto menerangkan, untuk hiburan sementara ditiadakan karena dikhawatirkan akan mendatangkan kerumunan warga. Desa Kamolan sebelumnya setiap tahun menggelar tradisi sedekah bumi dengan hiburan wayang.

"Untuk hiburannya kita tiadakan mas. Jadi hanya kita gelar syukuran saja di sendang," jelasnya.

Selain Desa Kamolan, Desa Prantaan Kecamatan Bogorejo juga  tetap menggelar tradisi sedekah bumi. Perangkat Desa setempat, Lasmo menuturkan, Kegiatan sedekah bumi tetap digelar seperti tahun biasanya. Namun untuk tahun ini, setiap warga yang datang wajib menggunakan masker.

"Tetap ada mas. Nanti pusatnya di sendang desa. Protokol kesehatannya kita wajibkan semua warga untuk memakai masker. Untuk hiburan tayub hanya dikepyakan (formalitas) saja sebentar, sebagai syarat saja," kata Lasmo. (ADY/Red)
Share:

Edupark Cepu Siap Hadapi Tatanan Baru, Usai Covid-19

Persiapan New Normal Edupark Cepu
BLORA -   Jelang  peningkatan pelayanan bagi pengunjung obyek wisata Edupark Cepu dimasa tatanan baru (new normal) dilaksanakan kegiatan rapat koordinasi
bertempat di Wisma 2 PPSDM Migas Nglajo,  Kelurahan Cepu,  Kecamatan Cepu, Jawa Tengah. (25/06/2020)

Camat Cepu Luluk Kusuma menjelaskan bahwa  perkembangan Covid-19 di kecamatan Cepu rangking 1 untuk reaktif. Pihaknya sudah melaksanakan banyak kegiatan untuk menangkal penyebaran Covid-19 dan menyarankan untuk Mahasiswa PEM Akamigas tidak dikeluarkan dulu karena jumlahnya banyak sehingga minimbulkan kehawatiran bagi masyarakat.

"Malam Minggu kita sering melaksanakan operasi gabungan dengan pihak terkait dalam hal ini polres Blora terhadap kegiatan yang menimbulkan penyebaran Covid-19," ucap Camat Cepu.

Luluk menambahkan Di Kecamatan Cepu ini new normal dianggap normal makanya kita harus selalu waspada dan selalu hati hati dan di Cepu Ini ada jenis minuman baru namanya arak asap yang harganya lebih murah dari arak sebenarnya.

"Untuk usaha hiburan saya dengar baru bulan depan akan dibuka tetapi kita menunggu perintah atau  kabar lebih lanjut," jelas Camat Cepu.

Sementara itu, Kepala Kampus PPSDM Migas melalui Kepala Bagian Tata Usaha PPSDM Migas Cepu, Sri Wahyu Handayani menjelaskan bahwa PPSDM sudah melaksanakan WFH dan WFO selama 3 bulan untuk mencegah penyebaran pandemi Covid-19. Pada 01 Juli 2020 direncanakan kita membuka kegiatan secara offline sehingga kita sangat sibuk untuk menyiapkan sarana dan prasana peralatan guna menunjang kegiatan tersebut dan kami sudah menyebarkan himbuan kepada para unit pelaksana.

"Kegiatan peningkatan pelayanan bagi pengunjung ini dilaksanakan untuk membelajari para pekerja di wisata Edupark agar lebih profesional dan dapat bekerja dengan baik sesuai dengan protokol kesehatan yang di anjurkan oleh pemerintah," terang Sri Wahyu Handayani.

Pada kesempatan itu pula,  Kepala Disporabudpar Kabupaten Blora Slamet Pamuji menegaskan bahwa Wisata Edupark merupakan kebanggan dari Kabupaten Blora yang baru diorbitkan dengan mempertahankan wisata migas sehingga menjadi pembeda diantara wisata yang lain. Pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan new normal tapi tidak semua kabupaten, untuk Kabupaten Blora masih zona merah sehingga belum dapat giliran untuk new normal.

"Pemkab Blora mempunyai pertimbangan lain dengan melihat cluster penyebaran Covid-19 yang tidak murni dari asal tetapi dari luar serta melihat perekonomian yang harus kita hidupkan lagi dengan mempersiapkan pra new normal dengan membuka secara pelan - pelan tempat wisata yang berada di Kabupaten Blora diluar wisata air," pungkas Kepala Disporabudpar.

Untuk diketahui, Kegiatan tersebut sebagai kegiatan untuk menyongsong new normal yang akan dilaksanakan oleh pemerintah. Dalam  membantu masyarakat yang bekerja di bidang pariwisata agar perekonomian segera pulih seperti semula. Diharapkan Kegiatan tersebut memberikan pelajaran kepada crew wisata Edupark tentang protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah. (WN/Red)
Share:

Pelaku Peluru Nyasar Sudah Mendekam Di Polres Blora

Kasat Reskrim Polres Blora
BLORA - Kepolisian Resort (Polres) Blora melalui Satuan Reserse Kriminal Senin (22/06/2020) kemarin telah menahan pelaku peluru senapan angin nyasar.

Diketahui pelaku peluru senapan angin nyasar itu bernama Juwono (28th), yang mengenai perut Samiyati (32th) warga Dukuh Klompok RT 005 RW 004, Desa Tanjung, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Kapolres Blora Ajun Komisaris Besar Polisi ( AKBP) Ferry Irawan melalui  Kasat Reskrim Ajun Komisaris Polisi (AKP) Setiyanto menegaskan kasus peluru nyasar hingga saat ini masih dalam proses.

Pelaku bernama Juwono yang tidak lain masih ada hubungan saudara dengan  korban, saat ini diamankan di Mapolres Blora beserta sepucuk senapan angin jenis Pre Charged Peneumatic (PCP).

"Pelaku sudah kami tahan, dan barang bukti berupa senapan angin jenis PCP, juga sudah kita amankan," ucap AKP Setiyanto saat di konfirmasi melalui Whatsappnya (Rabu, 24/06/2020).

Atas perbuatanya itu pelaku dijerat pasal 360 ayat 1 KUHPidana, dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama lima tahun atau kurungan paling lama 1 tahun.

Korban Sumiati sudah menjalani proses operasi pengambilan peluru  yang bersarang diperutnya di salah satu rumah sakit di Solo, Senin (22/06/2020).

"Saat ini korban masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit di Solo. Dan hari ini keluarga pelaku juga ada yang menjenguk ke Solo," kata narasumber yang enggan disebut namanya saat dihubungi wartawan, Rabu (24/06/2020).

Kasat Reskrim Polres Blora AKP Setiyanto, mengimbau kepada masyarakat agar para pemilik senjata berhati-hati dalam penggunaannya.

"Saya menghimbau kepada masyarakat Blora, bagi yang memiliki senjata atau senapan angin, harap berhati- hati dalam penggunanya," punkas AKP Setiyanto. (ADY/Red)
Share:

Bupati Blora Ingin Seluruh PNS Masuk KPRI Karya Sejahtera

Bupati Blora
BLORA - Bupati Blora H. Djoko Nugroho pada Rabu siang (24/06/2020) menghadiri dan membuka Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Karya Sejahtera tahun 2020, Tutup Buku Tahun 2019, di Pendopo Rumah Dinasnya.

Dalam RAT yang dihadiri Ketua PKPRI Jawa Tengah, Kepala Dindagkop UKM, Dekopinda, para pengurus dan anggota Koperasi ini, Bupati menekankan bahwa pelaksanaan RAT merupakan hal yang sangat penting dilakukan untuk merencanakan kemajuan koperasi.

“Melalui RAT ini, kita bisa melakukan evaluasi bersama, memberikan masukan untuk kemajuan koperasi ke depannya. Terimakasih untuk pengurus lama yang sudah menjalankan koperasi ini. Kami berharap nantinya KPRI Karya Sejahtera ini bisa berkembang lebih baik lagi,” ucap Bupati.

Menurut Bupati Blora, saat ini KPRI Karya Sejahtera ini belum bisa bersanding dengan KORPRI. Pihaknya ingin agar seluruh PNS/ASN anggota KORPRI masuk sebagai anggota koperasi sehingga KPRI Karya Sejahtera bisa lebih berkembang, tidak hanya memberikan manfaat untuk anggota namun juga masyarakat Kabupaten Blora.

“Harusnya semua ASN menjadi anggota koperasi, kenyataannya tidak semua ASN/PNS jadi anggota, belum masuk semua. Saya berharap seperti pilihan Ketua KORPRI dulu,” tambah Djoko Nugroho.

Sementara itu, Ketua PKPRI Jawa Tengah, Waluyo Guntur, mengapresiasi pelaksanaan RAT KPRI Karya Sejahtera tutup buku 2019 di Kabupaten Blora yang diikuti banyak anggota.

“Partisipasi anggota cukup tinggi, semua anggota hadir memberikan usulan. Ini menandakan bahwa semangat nya masih ada untuk mengembangkan dan memajukan koperasi. Saat reorganisasi nanti kami berpesan agar bisa membentuk pengurus yang mempunyai misi dan visi searah. Karena banyak koperasi yang bermasalah karena pengurusnya tak sejalan,” ujar Waluyo.

Adapun Bondan Asriyanti, selaku Ketua Panitia RAT KPRI Karya Sejahtera menyampaikan bahwa RAT kali ini tidak hanya dipusatkan di Pendopo Rumah Dinas Bupati. Namun juga diikuti secara virtual di dua titik lainnya.

“Sebagian ada yang mengikuti dari Aula Bappeda Kabupaten Blora, dan ruang pertemuan Setda. Hal ini kita lakukan agar semua anggota bisa mengikuti dan tetap tidak melanggar protokol kesehatan dalam rangka pencegahan Covid-19,” terang Bondan.

Di akhir acara, sesuai petunjuk Bupati Blora, seluruh anggota secara aklamasi menyetujui Hendi Purnomo, S.STP, MA, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora sebagai Ketua KPRI Karya Sejahtera untuk kepengurusan yang baru.  (WN/Red)
Share:

Pertamina EP Cepu Field Segera Eksekusi Sumur SMG-UPD01 Dan NGL-P01

Afwan Daroni Bersama Humas

BLORA - Pertamina EP Asset 4 Cepu Field berencana melakukan Work Over (WO) dan Well Intervention di struktur Semanggi dan Nglobo dalam waktu dekat. WO di sumur SMG-UPD01 dan WI di sumur NGL-P01 diharapkan mampu menghasilkan 160 Barrel Oil Per Day (bopd).

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Cepu Field Manager, Afwan Daroni. "Sesuai hasil diskusi dengan tim EPT Asset 4, kami akan mengerjakan dua sumur tersebut," ucapnya kepada awak media, Selasa (23/06/2020).

Afwan berharap pekerjaan tersebut berjalan lancar dan mencapai target.
Sepanjang tahun 2020, Pertamina EP Cepu Field bersama Asset 4 melakukan kegiatan 2 Work Over & 16 Well Intervention di sumur-sumur struktur Ledok, Nglobo, Semanggi, Kawengan, Banyuasin, dan Tapen.

Hingga Juni, upaya tersebut menghasilkan minyak sebesar 245 bopd. PEP Cepu Field juga berkomitmen untuk menyelesaikan sisa pekerjaan WO & WI di 10 sumur. (ADY/Red)
Share:

Bambang Sadono Angkat Bicara, Terkait Media Di Blora Menjadi Bagian Togel

Usai Diskusi Video Zoom Di Blora

BLORA - Bambang Sadono pendiri Channel Inspirasi Jawa Tengah, angkat bicara setelah viral di medsos akun Toto Gelap (Togel) menyebut ucapan terimakasih kepada LSM di Blora,  Ormas di Blora dan Media di Blora, Jawa Tengah.

Melalui video zoom Bambang Sadono (24/06/2020) mengajak diskusi dengan ketua PWI Blora Wahono dan Febrian Candra jurnalis Detik.com, yang isunya namanya tercatut menerima dana pengaman dari judi togel, serta Tejo Prabowo wakil ketua Ormas Pemuda Pancasila (PP).

Dalam diskusi terbatas itu, wartawan senior yang juga mantan sekretaris PWI Jateng menanyakan keberadaan Togel di Blora kepada wartawan senior Suara Merdeka Grup Wahono ketua PWI Blora.

"Saya selaku ketua PWI Blora hanya menegaskan kepada Polres untuk menindaklanjuti laporan kawan-kawan jurnalistik tentang akun toto gelap (togel) yang mencatut media di Blora dan menutup judi togel di Blora," ucap Wahono (Rabu, 24/06/2020).

Akun Togel di medsos facebook, lanjut Wahono, sudah menyebut media di Blora seolah-olah ikut mengamankan judi togel di Blora, sehingga bisnis judi yang meresahkan warga ini berjalan lancar tanpa kendala.

Yang menjadi permasalahan disini, menurut Wahono, telah beredar melalui pesan berantai mencatut nama dirinya dan sejumlah kawan -kawan jurnalistik, isunya sebagai penerima dana pengamanan togel.

"Belakangan ini list nama -nama sejumlah LSM di Blora dan kawan-kawan jurnalistik itu sebagai daftar nama untuk ikut demo tutup togel, padahal jika ada demo tanpa didatapun kawan-kawan jurnalistik datang meliput," imbuh Wahono.

Menanggapi jawaban ketua PWI Blora, Bambang Sadono mengatakan kalau ada asap pasti ada api. Bambang meminta jangan bermain diasapnya tapi  matikan apinya.

"Jangan berputar diasapnya, matikan apinya. Artinya langsung pada sumbernya," tegas Bambang Sadono
Sementara itu, Febian Candra salah satu nama jurnalis yang dicatut namanya, yang juga melaporkan ke Polres Blora, mengaku dirinya kesal karena namanya dicatut.

"Polres Blora waktu saya melapor, mengatakan ingin menindaklanjuti, laporan saya dan kawan-kawan, untuk menutup juga beredarnya judi togel di Blora," kata Candra kontributor detik.com.

Ikut menyaksikan video zoom tersebut, pengamat sosial Blora Seno Margo Utomo mengatakan hanya nonton video zoom diskusi terbatas terkait media di Blora.

"Yang diskusi di zoom itu tadi hanya 4 orang mas, saya mengikuti karena ini isue lagi hot di medsos," ucap Seno.
Jojok sapaan akrab Tejo Prabowo saat ikut diskusi virtual, menceritakan bahwa dirinya selaku wakil ketua PP pernah dua kali audensi di Polres untuk menutup judi togel di Blora.

"Saya sudah dua kali audensi di Polres, untuk menutup judi togel, dan Polres sudah menutupnya, kalau masih ada yang buka itu sembunyi -sembunyi," jelas Jojok.

Ia juga mengaku punya bukti video ada ormas yang menerima atensi dari pengamanan judi togel di Blora. Jojok sangat mendukung sekali untuk menutup judi togel di Blora.
"Intinya saya sangat setuju, jika judi togel di Blora ditutup saja," pungkas Jojok. (ADY/Red)
Share:

BPS Blora Canangkan Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi Dan WBBM

Forkopimda Di BPS Kabupaten Blora
BLORA - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Blora Selasa (23/06/2020) menggelar pencanangan pembangunan Zona Integritas Wilayah  Bebas Korupsi (WBK) serta Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Acara digelar dengan sederhana ditengah pandemi Covid-19, sekaligus menuju era tatanan kehidupan baru (new normal) di aula Kantor BPS Blora.

Dalam sambutannya,  Kepala BPS Blora Heru Prasetyo menyampaikan, pencanangan zona integritas ini telah dirintis sejak 2018 lalu, yang telah  melalui proses panjang.

"Prosesnya sangat panjang. Ini kami rancang sejak 2018 lalu, baru sekarang pencanangan zona integritas WBK ini bisa kami laksanakan," ucap Heru Prasetyo (Selasa,  23/06/2020)

Menurutnya, BPS Blora telah memenuhi syarat menuju WBK dan WBBM. Ini diawali telah dilaksanakan sensus penduduk secara online dan akan dilanjutkan pendataan penduduk di lapangan.

Tak lupa Heru Prasetyo mengucapkan terimakasih atas kehadiran Bupati Blora H. Djoko Nugroho beserta jajaran Forkopimda, yang telah hadir menyaksikan acara pencanangan zona integritas WBK dan WBBM ini.

Sementara itu, ditempat yang sama Bupati Blora mengapresiasi kepada BPS Kabupaten Blora yang telah melaksanakan acara ini.

"Saya apresiasi kegiatan ini, Kami beserta tamu undangan lainya telah menjadi saksi pencanangan zona integritas Wilayah Bebas Korupsi BPS Kabupaten Blora," kata Kokok sapaan akrab Djoko Nugroho.

Bupati menambahkan, pandemi corona telah merubah sendi-sendi kehidupan dan mainset masyarakat, memasuki era new normal, Bupati meminta tetap mematuhi protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19.

"Sampai hari ini belum ada vaksin untuk virus corona, Corona tetap kita cegah, namun tugas yang lain harus kita jalankan," papar Djoko Nugroho.

Acara pencanagan zona integritas WBK dan WBBM ini dihadiri oleh Bupati Blora H. Djoko Nugroho, Dandim 0721/Blora yang diwakili Kasdim Mayor Inf. Budi Leksono, Kapolres Blora diwakili Wakapolres Kompol Drs. Joko Watoro, Kajari Blora I Made Sudiatmika, SH, Ketua DPRD Kab. Blora HM. Dasum, SE, MMA, Ketua Pengadilan Negeri Blora Budi Setiawan, SH, MH, Kepala Inspektorat Kab. Blora Drs. Kunto Aji. (WN/Red)
Share:

Bupati Blora Yakin Yang Kena Corona Pasti Akan Sembuh

Konferensi Pers, Bupati Blora Bersama
dr. Galih Puspitasari

BLORA - Bupati H. Djoko Nugroho selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Blora, memimpin pelaksanaan konferensi pers terkait perkembangan persebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Yang diikuti oleh Plt. Kepala Dinas Kesehatan, Lilik Hernanto, SKM, M.Kes, dan salah satu tenaga medis RSUD Blora yang baru sembuh dari Covid-19, dr. Galih Puspitasari. Senin siang  (22/06/2020).

Dalam kesempatan itu, Bupati Djoko Nugroho menjelaskan tentang makna New Normal atau Normal Baru. Yang mana menurut Bupati, istilah New Normal ini digunakan untuk menata kehidupan masyarakat saat ini dengan beberapa tambahan setelah sekian lama ada pandemi Covid-19.

“Jadi sebelum ada virus kita hidup normal, lalu selama 3 bulan kemarin tidak normal, dan sekarang kita harapkan normal baru, tatanan kehidupan kita yang baru, yang lebih bagus dalam rangka mencegah agar tidak kena Corona. Seperti membiasakan pakai masker, cuci tangan pakai sabun. Ketika keluar rumah tetap jaga jarak dll. Jika ini kita ikuti, InsyaAllah akan aman dan sehat,” ucap Djoko Nugroho.

Selanjutnya pada kesempatan itu, Bupati Blora menerangkan tahapan penerapan Normal Baru (New Normal) di Kabupaten Blora.

“Sudah satu minggu ini, kita mencoba untuk membuka pelan pelan kegiatan masyarakat, ekonomi agar tetap berjalan dengan baik. Contohnya kini PNS sudah masuk semua dengan harapan tumbuh kegiatan ekonomi. Kemudian rumah ibadah sudah dibuka dengan menjaga jarak. Begitu juga dengan olahraga sudah diperbolehkan,” ungkap Bupati Blora.

Kemudian untuk anak sekolah menurut Bupati masih belum diperbolehkan masuk sekolah karena menurutnya baru akan diizinkan ketika semuanya sudah clear dan aman.

“Bidang seni juga belum saya perbolehkan. Mudah mudahan minggu depan sudah agak longgar. Intinya Corona tetap kita cegah dan tetap kita obati dengan baik, sementara kegiatan pertumbuhan ekonomi harus tetap berjalan. Dengan begitu InsyaAllah akan berjalan dengan baik. Masyarakat harus bisa beradaptasi, jangan takut berlebihan yang mengakibatkan kepanikan dan tindakan yang tidak baik,” lanjut Bupati Blora.

Bupati Blora yakin yang kena Corona pasti akan sembuh, sedangkan yang meninggal menurutnya karena mempunyai penyakit lain yang bisa menurunkan imunitas tubuhnya. Bupati kemudian mempersilahkan dr. Galih untuk memberikan testimoni tentang pengalamannya selama menjalani isolasi diri dan dinyatakan sembuh 16 Juni lalu.

“Saya Dokter Galih Puspitasari yang sudah banyak diberitakan sebagai salah satu tenaga medis RSUD Blora yang terkena Covid-19. Pada awalnya mengalami demam tinggi karena kemungkinan kelelahan bertugas, ternyata setelah semalam demam masih tinggi. Karena merasa punya resiko tinggi sebagai tenaga medis, maka saya langsung isolasi mandiri di rumah supaya tidak kontak dengan anggota keluarga yang lanjut usia selama 3 hari hingga dinyatakan harus lawat inap,” ungkap dr. Galih.

Dari hasil lab. pertama, menurut dr. Galih dirinya mengalami limfositopeni ringan, trombositopeni ringan, resiko sedang Covid-19. Selanjutnya dari CT scan dada menghasilkan adanya glass ground opacity yang mengarah khas ke Covid-19.

“Seiring dengan kesiapan ruang isolasi di RSUD, akhirnya saya isolasi di rumah sakit. Memang berat mengambil keputusan untuk rawat inap di ruang isolasi ini. Karena harus sendirian di dalam kamar 3x5 meter yang tanpa ada AC agar udara tidak tersebar kemana - mana. Saya rawat inap di ruang isolasi selama 11 hari dan demam selama 10 hari,” lanjut dr. Galih.
Selama rawat inap, dr. Galih mengakui ada perasaan sedih dan kecewa karena itu manusiawi. Namun dirinya sadar untuk terus bangkit dan tetap makan meskipun mengalami mual-mual.

“Jadi gejala saya hanya demam dan mual. Tidak ada sesak, tidak ada nyeri tenggorokan, tidak ada batuk. Karena memang Covid-19 ini penyakit seribu wajah. Ada yang tidak demam tapi swab nya positif, bahkan ada yang tidak bergejala namun swab nya positif. Tergantung dimana virusnya nempel di reseptor. Jika virusnya nempel di mata maka gejalanya ada di sekitar mata, jika ada di tenggorokan maka ada nada gangguan pernafasan, jika di sistem pencermaan maka akan muncul mual muntah dll,” terang dr. Galih.

Dirinya pun menyadari memang sulit untuk menegakkan diagnosis karena Covid-19 ini seribu wajah. Terkadang meskipun rapid non reaktif, namun hasil swab nya positif akan sering terjadi.

“Saat itu rapid test saya non reaktif, kemungkinan saat itu tubuh saya belum membentuk antibody yang sempurna sehingga belum bisa terdeteksi reaktif oleh rapid-test. Namun setelah di swab hasilnya positif,” papar dokter yang baru sembuh dari Covid-19.

Menurut dr. Galih, Covid-19 ini bukan merupakan penyakit sosial. Ini merupakan penyakit infeksius yang bisa menyerang siapa saja, dan memang resiko tinggi ada di tenaga medis dan beberapa orang yang sering kontak dengan banyak orang.

“Untuk masyarakat jangan menganggap ini penyakit stigma sosial. Jangan takut untuk terdiagnosa Covid-19 apabila sakit. Ikutilah alurnya, ikuti sesuai anjuran dokter yang memeriksa. Jika terdiagnosa Covid-19 lebih dini, maka terapi dan harapan hidupnya lebih bagus, daripada takut dan menolak diperiksa. Karena ini era pandemi, maka jika merasa sakit anggaplah itu Covid agar bisa segera diperiksa sejak dini,” pinta dr. Galih.

Dirinya ikut prihatin karena banyak masyarakat yang memperlakukan pasien Covid-19 dengan stigma negative yang berlebihan. Seperti menjauhi, mendiskriminasi dan mengisolasi keluarganya. Menurut dr. Galih hal ini sangat tidak tepat, justru pasien harus diberikan support semangat dan didukung untuk sembuh.

“Meskipun saya tidak mengalami stigma negative ini, namun saya merinding membaca banyak pasien lain yang diperlakukan dengan stigma negative dari masyarakat. Perlakuan stigma negative dari masyarakat inilah yang membuat seseorang enggan periksa dan takut jika terdiagnosa Covid-19,” tegas dr. Galih.

Setelah dirinya selesai rawat inap selama 11 hari, dirinya menjalani isolasi mandiri minimal 14 hari di rumah sampai dinyatakan hasil swabnya negative sebanyak dua kali berturut-turut untuk sembuh total.

“Total swab test yang saya jalani selama 67 hari adalah 10 kali swab. Sempat ada perasaan kok tidak sembuh-sembuh. Tapi ternyata setelah saya baca teori, kemungkinan masih ada badan virus mati yang masih tersisa dalam tubuh. Sehingga harus tetap mematuhi protokol kesehatan sampai swabnya dinyatakan negative dua kali berturut turut. Alhamdulillah, 16 Juni lalu swab saya sudah dua kali hasilnya negative sehingga dinyatakan sembuh,” kata dr. Galih.

Kepada masyarakat, dirinya berpesan agar masyarakat dalam setiap menghadapi masalah agar tetap tenang dan tidak panik. Menurutnya pandemic ini adalah masalah bersama sehingga perlu dilawan bersama.

“Jangan panik, jika panik akan mudah terprovokasi. Hadapi dengan tenang dan cemerlang. Jika membaca berita jangan mudah percaya, harap cari sumbernya dengan jelas. Jika memang kena Covid-19 tolong tetap sabar dan ridho atas ketetapannya. Saya pun sakit karena ketetapan Allah SWT. Sehingga harus ikhlas, hadapi dengan baik, life must go on,” harap dr. Galih.

dr. Galih menegaskan bahwa Covid-19 ini bisa disembuhkan. Nyatanya dr. Galih sembuh setelah menjalani sejumlah tahapan isolasi diri.

“Kenapa kok banyak yang meninggal? Itu karena ada penyakit penyerta lain. Penyakit penyerta inilah yang mudah menurunkan sistem imun atau kekebalan tubuh. Jadi untuk melawan virus yang termasuk baru di dunia ini butuh sel imun yang extra. Itulah mengapa banyak yang meninggal karena imunitasnya turun oleh adanya penyakit penyerta lainnya,” jelas dr. Galih.

Dirinya juga menegaskan bahwa Covid-19 ini nyata adanya, bukan sekedar berita dan tulisan. Sehingga masyarakat diminta untuk tetap waspada.

“Bagi masyarakat tetap tenang, jangan panik, hadapi pemberitaan dengan cerdas. Lalu dalam era new normal ini, jangan hidup dalam keterlarutan kesedihan. Artinya di tengah pandemic harus tetap beraktifitas apapun yang bisa dilakukan dalam new normal. New normal bukan berarti sudah normal, melainkan hidup di kehidupan dengan tatanan normal yang baru, yakni pakai masker, cuci tangan pakai sabun, jaga jarak, physical distancing dan social distancing, olahraga, diet gizi seimbang, istirahat cukup dan kelola stress dengan baik. Stress ini bisa menurunkan imunitas,” tambah dr. Galih.

Jika tidak ada kepentingan mendesak, dr. Galih  meminta agar masyarakat tetap stay at home, khususnya untuk lanjut usia dan anak-anak. 

“Tetap optimis, dan semangat, semoga semua pasien segera sembuh,” pungkas dr. Galih.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blora, Lilik Hernanto SKM, M.Kes menyampaikan bahwa hingga hari ini kasus Covid-19 di Kabupaten Blora mencapai 45 kasus. Ada tambahan 1 kasus dari Kecamatan Jiken, tepatnya Desa Nglobo, dari sebelumnya 44 kasus.

“Sehingga kali ini yang dirawat ada 35, sembuh 6 orang, dan meninggal dunia 4 orang. Untuk persebarannya dan dimana pasien dirawat bisa lihat di laman corona.blorakab.go.id  Adapun reaktif rapid-test masih ada 41 orang, PDP 3, ODP 18, dan OTG 81,” kata Lilik Hernanto. (ADY/Red)
Share:

Obyek Wisata Heritage Loco Tour Cepu Siap Menuju New Normal

Protokol Kesehatan Bagi Pengunjung
BLORA - Dalam rangka menuju era kehidupan baru (New Normal) akan obyek wisata di Kabupaten Blora mulai kesiapan buka kembali.

Salah satunya adalah obyek wisata Heritage Loco Tour milik Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Wisata Haritage Loco Tour milik Perhutani KPH Cepu ini tutup sduah hampir dua bulan, sejak menyebarnya Covid-19, dan rencana akan dibuka lagi awal nulan Juli memdatang.

"Rencana pembukaan awal bulan Juli 2020, sambil menunggu persyaratan dari dinas pariwisata dan instansi terkait," ucap Kepala Administratur KPH Cepu Dadut Sudjatmiko melalui Junior manager Bisnis Dodik Widya Buana (Senin, 22/06/2020).

Untuk persiapan sendiri dipintu masuk penjualan karcis disiapkan alat pencuci tangan dan sabun serta thermogun pengukur suhu,

Bahkan disetiap tempat duduk juga beri tanda silang untuk jaga jarak, dan tempat duduk untuk gerbong juga diberi jarak.

"Ini saya cek mesin, karena lama tidak digunakan, sambil yang lain meyiiapkan tanda untuk jaga jarak disetiap tempat duduk," kata Ruslan pengelola wisata Haritage Loko Tour.

Tampak para petugas membersihkan gerbong dan memasang tanda silang untuk tempat duduk, agar jaga jarak sesuai protokol kesehatan menuju era kehidupan baru. (ADY/Red)
Share:

New Normal, Atlet Blora Mulai Aktif Latihan Terbuka

Atlit Panahan Blora Sudah Aktif Latihan
BLORA – Sempat hanya melakukan latihan terbatas dan cenderung tertutup selama dua bulan akibat dampak Covid-19. Kini program latihan atlet olahraga dari 32 cabang olahraga (cabor) di Blora, Jawa Tengah, perlahan kembali berangsur normal.

Bahkan sebelum tatanan kehidupan baru (new normal), hampir seluruh atlet semua cabor dibawah Komite Olahrahga Nasional (KONI) Blora, masih tetap rutin latihan ringan dan mandiri, dan digeber di tempat-tempat aman (tertutup).

“Saat pandemic covid-19, atlet kami tetap aktif berlatih, tapi dilakukan ringan, mandiri, terbatas, dan tetap di pantau secara oleh pelatih,” jelas Ketua Umum KONI Kabupaten Blora, Hery Setiyono, Senin (22/06/2020).

Latihan terbatas itu dilakukan, lanjutnya, karena berbagai fasilitas dan venue olahraga seperti GOR Mustika, Lapangan Tenis, Lapangan Panahan, dan lainnya diamankan (ditutup) untuk mencegah pesebaran virus corona.

Menurut Hery, kalaupun latihan secara terbuka harus dilakukan dengan protokol kesehatan sangat ketat, digilir dan harus benar-benar jaga jarak, mengenakan masker, cuci tangan pakai sabun dan aturan ketat lainnya, seperti dilakukuan atletik (PASI) di lapangan Nglajo Cepu

Selama dua bulanan itu, jelas Ketua KONI Kabupaten Blora, banyak atlet terpaksa latihan mandiri di teras, halalaman rumah, dan berbagai lokasi yang tidak menggangu lingkungan, aman dari pesebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Contohnya, atlet dayung (PODSI) tetap latihan dua hari sekali pagi dan sore, namun dilakukan dengan bergliran. Menembak (Perakin), di gang atau lorong rumah, dan tempat lain. Tenis (PELTI) di halaman rumah dan tenmapt lain.

Panahan (PERPANI), latihan mandiri di belakang rumah warga, lahan kosong dan latihan fisik. Judo (PJSI) latihan bergiliran dengan jumlah atlet dibatasi. Balap Sepeda (ISSI) Pencak Silat, bola voli, tinju, karate dan atlet cabor lainnya juga latihan terbatas.

“Meski latihan terbatas saat pandemic covid-19, pengurus KONI aktif memantau, cabor wajib laporan rutin dan laporan perkembangan atlet ke KONI,” tambah Hery.

Sementara itu, saat menuju new normal, program latihan atlet perlahan ditingkatkan dan terbuka di GOR, venue-venue dan lapangan. Bahkan kemarin sudah ada lomba menembak (PERBAKIN) model online shooting 2020.

“Kami tetap wajibkan atlet dan pelatih waspada covid-19, dan menerapkan dengan protokol kesehatan yang ketat,” jelas Hery Setiyono, didampingi wakil ketua umum KONI Blora, Setiyono, Wahono dan Sudjoko.

Atlet tenis lapangan sudah latihan terbuka di venue GOR Mustika. Atletik di Lapangan Nglajo Cepu. Panahan di Lapangan Bala Dewa Yonif 410/Alugoto, voli di GOR Mustika, dayung di Waduk Tempuran, juga cabor-cabor lainnya.

“Meski pendemic Covid-19, atlet harus tetap semangat dan rajin latihan dengan menerapkan protokol kesehatan,” tutup Ketua Umum KONI Kabupaten Blora. (ADY/Red)
Share:

Pengurus Baru PSHT Cabang Cepu Pusat Madiun 2020-2025

Pelantikan Pengurus Baru
PSHT di Cepu

BLORA - Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus Baru Masa Bhakti Tahun 2020-2025, Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Cepu Pusat Madiun, di Ruang Tiung Biru Ballroom Hotel Kryiad Arra Cepu Jl. Cepu-Randublatung KM-2 Desa Mulyorejo Kecamatan  Cepu Kabupatan Blora, Jawa Tengah. Sabtu,  (20/06/2020).

Ketua Baru PSHT Cabang Cepu, Budiono, S.Pd mengatakan bahwa  pengurus PSHT Cabang Cepu mengucapkan terima kasih kepada Forkopimda Blorag dan Forkopimcam Cepu yang telah memberikan kemudahan-kemudahan dalam melaksanakan kegiatan, kami kedepannya mohon bimbingannya, jika kami dari organisasi PSHT Cabang Cepu ada kekurangan.

"Tak lupa kami sampaikan kepada pengurus PSHT Pusat Madiun kami mohon agar selalu membimbing kami dalam memajukan PSHT Cabang Cepu ini," ucap Budiono.

Pada kesempatan itu, Ketua Cabang Lama PSHT Cabang Cepu, Budi Hardjono, S.Pd memberikan ucapan selamat kepada pengurus PSHT Cabang Cepu yang baru, pesan saya berat sama dipikul ringan sama dijinjing, berani karena benar takut karena salah.

"Untuk pengurus yang Baru saya sampaikan bahwa padepokan yang sudah kita rintis ini agar dirawat dengan baik, karena padepokan bukan milik Budi Hardjono pribadi tetapi milik masyarakat semuanya," kata Hardjono.

Sementara itu, Ketua Umum PSHT Pusat Madiun, Drs. R. Moerdjoko, HW menjelaskan bahwa
semoga dengan dikukuhkan kepengurusan baru ini, cabang Cepu bisa lebih maju lagi kedepannya.

"PSHT ada ditengah tengah masyarakat pada hakekatnya untuk mengabdi kepada masyarakat, dengan semangat jiwa patriotisme itu yang harus kita pegang teguh," jelas Moerdjoko.

PSHT adalah persaudaraan yang tulus, yang ikhlas tidak membeda-bedakan latar belakang, suku maupun ras, PSHT ada di seluruh Indonesia, setiap propinsi sudah ada cabang PSHT meskipun 324 cabang di Kota/Kabupaten. Kita mengabdi di organisasi ini, dengan keluhuran budi, dalam kongres di Madiun Tahun 1974, warga PSHT berikrar setia kepada bangsa dan negara, Karena itu, apabila ada yang menganggu Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, maka setiap pendekar PSHT akan berjuang sampai dengan titik darah penghabisan.
PSHT merupakan organisasi paseduluran, PSHT bukan organisasi Politik, dalam menyikapi bangsa saat ini kita harus berhati-hati, imbuhnya.

"Mari kita jaga Persaudaraan kita, walaupun ada perbedaan saya minta bisa diselesaikan dengan persaudaraan," kata Moerdjoko.

Dengan menyikapi berbangsa dan bernegara ini kita harus pintar menyikapi berita-berita di media yang bersifat provokasi, mengadu domba yang dapat membenturkan organisasi kepada elemen bangsa, saat ini di masyarakat banyak pengaruh pengaruh yang dapat membuat tercela organisasi kita seperti miras, paham radikal dan Narkoba.

NKRI ini, sambung Moerdjoko 
bagi kita NKRI adalah Harga Mati oleh karena itulah kami mengajak kepada ye dr pengurus baru mari kita ciptakan situasi yang aman, sentosa dan damai, tentunya jika ada permasalahan kita selesaikan dengan baik," bebernya.

Untuk peristiwa 18 Juni 2020 kemarin, bukan merupakan suatu hal yang terakhir tetapi proses hukum tetap berjalan, perlu diketahui bahwa berdasarkan keputusan Pengadilan Tata Usaha Negara kita menang.

"Kegiatan kemarin di Madiun itu tidak ada hubungannya dengan organisasi, organisasi harus tetap berjalan dengan baik," tegas.

H. Issoebiantoro, SH., Ketua Pusat Dewan Pertimbangan PSHT Madiun juga mengatakan saudara yang dilantik pada malam hari ini merupakan amanah yang harus kalian laksanakan, kalian harus benar-benar jalankan bagaimana Cabang Cepu bisa berkembang sesuai arahan dari PSHT Pusat Madiun.

"Saudara harus ingat saudara menjadi ketua Cabang, harus bisa menyengkuyung bisa menerima apa yang menjadi saran, usul dari bawah, jangan sampai saudara mentang-mentang kemudian mengambil keputusan "Pokoknya terserah saya", tapi kalau saudara bisa memperhatikan adik-adik kita yang dibawah Insya Allah Cabang Cepu akan berkembang pesat seperti Cabang-Cabang lainnya," kata Issoebiantoro.

Saudara dalam mengembangkan organisasi di Cepu ini saya yakin tidak mulus, pasti ada yang suka dan tidak suka tetapi semua itu dapat kita sikapi dalam mengembangkan PSHT ini jangan memiliki kepentingan pribadi.

"Mulai detik ini saudara mengemban tugas yang tidak ringan, untuk Forkopimda kami mohon arahan dan bimbingannya, PSHT harus bisa menjadi ujung tombak Forkopimda dan Forkopimcam di saat saat dibutuhkan," ucapnya.

Kapolres Blora melalui  Kapolsek Cepu, AKP Agus Budiana menegaskan ada nilai luhur yang terkandung dalam organisasi PSHT, salah satunya yaitu mempertebal ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha  Esa, Meningkatkan persaudaraan tidak membeda-bedakan.

"Perkembangan PSHT yang sangat pesat otomatis menjadi kebanggaan tersendiri, jika tidak kita laksanakan pembinaan terhadap nilai-nilai luhur maka akan terjadi permasalahan dilapangan," terangnya.

"Kami berharap pengurus baru bisa membina lebih baik, bisa mengembangkan PSHT dengan baik, mari kita bina adik-adik kita dengan baik bersama Forkompimcam, supaya kita bisa merasakan kenyamanan dan dapat menciptakan Kamtibnas dan di  lingkungan masing-masing," pungkas . (WN/Red)
Share:

Arief Rohman: Kerjasama Peradi-Pemkab Akan Pendampingan Perlindungan Hukum Bagi Kepala Desa

H. Arief Rohman
BLORA - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Blora-Rembang program  kedepan akan melakukan kerjasama pendampingan hukum terhadap perangkat desa.

Ini disampaikan Ketua DPC Peradi Blora-Rembang Zaenudin, S.H, M.H, saat menggelar acara halal bihalal yang dihadiri wakil Bupati Blora Arif Rohman di rumah makan Joglo Blora Sabtu (20/6).

Acara yang digelar cukup sederhana itu, dihadiri para advokat di Blora dan Rembang yang tergabung dalam Ikatan Advokad Indonesia (Ikadin) dan Peradi dengan mengedepankan protokol kesehatan.

Dalam kesempatan itu wakil bupati Blora H. Arif Rohman menyampaikan banyak terima kasih atas kerjasamanya selama ini.

Karena, Peradi sudah melakukan pendampingan terhadap warga miskin serta Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) di Kabupaten Blora.

"Terima kasih selama ini sudah memberikan perlindungan terhadap warga miskin dan PPA. Kedepan kita akan kerjasama untuk pendampingan perlindungan hukum bagi kepala desa," ucap Arif Rohman wakil Bupati Blora (Sabtu, 20/6/2020)

Arif menambahkan, selama ini kepala desa dalam bekerja mengelola dana desa masih banyak kekurangan, sehingga perlu pendampingan bidang hukum.

Supaya, sambung Arief  kinerjanya bisa maksimal, perlu adanya gebrakan baru, pendampingan hukum oleh advokat, agar  bisa lancar.

"Jadi saya harapkan kedepan, peran advokat ini bisa memberikan pendampingan perlindungan hukum, supaya kinerja mereka bisa lancar," imbuhnya.

Sementara itu, ditempat yang sama ketua Peradi Blora-Rembang Zaenudin, S.H, M.H, menyambut baik, apa yang telah disampaikan wakil Bupati  Blora Arif Rohman.

Ia akan menyusun langkah bersama kawan-kawan advokat di Blora, untuk bekerja sama dengan Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) untuk bekerjasama.

"Ini langkah yang bagus, kemarin kita sudah melakukan pendampingan hukum kepada warga miskin dan PPA, berjalan baik, sesuai arahan wabup tadi kita akan menggandeng Apdesi," jelas Zaenudin.

Zaenudin menambahkan, acara halal bihalal ini adalah sekaligus pertemuan rutin Ikadin dan Peradi, untuk menyambung silahturohim dan informasi para advokat di Blora-Rembang dengan mengikuti protokol kesehatan.

"Kita tetap mematuhi protokol kesehatan, pakai masker, kita sediakan sarana cuci tangan, handsanitizer dan tidak ada jabat tangan," pungkas Zaenudin (ADY/Red)
Share:

Hot News

Sejumlah Titik di Ruas Jalan Jepon-Bogorejo Blora Mulai Dibangun

  𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Sejumlah titik (enam titik) di ruas jalan Jepon-Karang-Bogorejo, yang merupakan jalan alternatif menuju wilayah J...

Public Service

Blog Archive

Social Media

Technology

Next More »

Labels

Community

Next More »