PNS BLORA DILARANG MENGGUNAKAN MOBIL DINAS UNTUK MUDIK

Bupati Blora Ketika Di Acara Pasar Murah Jelang Idul Fitri 2019

Blora,- Pengunaan kendaraan dinas dimasukan dalam artian gratifikasi. Oleh karena itu, selama arus mudik Idul Fitri 2019 mobil dinas tidak boleh digunakan untuk pulang kampong (Mudik). Selain itu juga, Bupati Blora menekankan tidak memperkenankan mobil dinas digunakan untuk mudik.

Bupati Blora Djoko Nugroho saat acara pasar murah Rabu (28/5) kemarin menyatakan melarang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemerintah Kabupaten Blora sampai mengunakan mobil dinas operasional sehari-hari di Pemkab Blora untuk mudik lebaran.

''Mobil dinas tidak boleh untuk mudik,'' tegas Djoko Nugroho.

Alasannya, karena memang selama ini dalam aturannya tidak diperbolehkan.

''Aturannya tidak memperbolehkan, maka kita mengikuti aturan,'' jelasnya singkat.

Selain itu juga sejak 27 Mei lalu Sekretaris Daerah (Sekda) Blora Komang Gede Irawadi sudah membuat surat edaran (SE) Nomor 003.2/1654/2019 Tentang Larangan Pengunaan Kendaraan Dinas untuk mudik dalam rangka hari raya  keagamaan.

Yang mana SE Sekda Blora ini menindak lanjuti surat Ketua KPK Nomor B/3956/GTF.00.02/01-13/05/2019 pada 08 Mei lalu tentang imbauan pencegahan gratifikasi terkait hari raya keagaamaan.

Selain itu juga, berkaitan dengan SE dari Mendagri nomor 003.2/3975/SJ tentang pencegahan gratifikasi terkait hari raya kegamaan. Dengan adanya SE dan imbuan dari KPK tersebut seluruh PNS Blora agar tidak mengunakan kendaraan dinas oprasional untuk kegiatan mudik.

Hanya saja, dalam SE tersebut tidak disebutkan apa sanksi bagi PNS yang mengunakan kendaraan dinas untuk mudik tidak ada. (fud),” pungkasnya. (Heripur/Red)
Share:

JEMBATAN LUME KRADENAN AKAN DI BANGUN 2020

Kerjasama Pemkab Blora Dengan Pemkab Bojonegoro Terkait
Pembangunan Jembatan Lume Kradenan

Blora,- Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara DPUPR Blora dengan DPUPR Bojonegoro tentang Pembangunan Jembatan Luwihaji (Ngraho, Bojonegoro) - Medalem (Kradenan, Blora) yang disingkat Jembatan Lume berlangsung di ruang pertemuan Setda Blora, Rabu (29/5/2019).

Jembatan ini akan menghubungkan Blora Selatan, khususnya Kecamatan Kradenan dan sekitarnya dengan Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro. Direncanakan akan dibangun tahun 2020 dan pada tahun 2019 ini dimatangkan.

Bupati Djoko Nugroho menyampaikan bahwa ini merupakan berkah akhir Ramadan bagi Kabupaten Blora karena mendapatkan kabar gembira dan Tujnjangan Hari Raya (THR) dari Bupati Bojonegoro Hj. Anna Muawanah yang telah mendukung penuh pembangunan jembatan penghubung dua Kabupaten beda Provinsi ini.

"Ini menjadi THR bagi Blora," kata Bupati Blora.

Menurutnya, dalam kerja sama tersebut, Blora hanya memiliki tanggung jawab Detail Engineering Design (DED). Sebelum Juli 2019, DED harus selesai dan sudah diserakan ke Pemkab Bojonegoro untuk dilakukan lelang.

"Tahun depan full dibangun Bojonegoro. Blora kebagian membuat perencanaan DED nya, sedangkan pembangunan fisik jembatan akan dilaksanakan sepenuhnya oleh Pemkab Bojonegoro,” jelasnya.

Jembatan Lume dibangun dengan anggaran sekitar Rp 98 miliar.Kerjasama pembangunan Jembatan Lume ini merupakan salah satu tindak lanjut MoU Pembangunan Kawasan Perbatasan antara 2 Kabupaten di 2 Provinsi (Jateng-Jatim).

Dijelaskan, selama ini masyarakat Blora wilayah selatan, di Desa Medalem lebih sering beraktivitas ke Ngraho ketimbang Blora, karena jarkanya lebih dekat. Mereka cukup menggunakan jasa perahu penyeberangan.

Sehingga adanya jembatan tersebut nantinya bisa memangkas perjalanan separuh jarak jika ingin ke Bojonegoro maupun ke wilayah lain.
"Ini menjadi amal jariah Pemkab Bojonegoro dan jajarannya. Harapan kami, tidak hanya jembatan, tapi bisa ke bidang-bidang lainnya," ujar Bupati Blora.

Bupati Bojonegoro, Hj. Ana Muawanah menegaskan, kedatangannya bersama Bappeda serta Binamarga untuk memantapkan kembali kerja sama Blora-Tuban-Bojonegoro (Ratubanegoro).

"Kita kuatkan lagi Blora dengan Bojonegoro," tandasnya.

Diakui, dalam beberapa kali event nasional pihaknya selalu menyampaikan rencana pembangunan tersebut.

"Kami akan maksimalkan kawasan wilayah Bojonegoro," ujarnya.

Hadir menyaksikan penandatangan, di antaranya wakil Bupati Blora H. Arief Rohman, Sekda Blora Komang Gede Irawadi, Kepala DPUPR Blora Sam Gautama Karnajaya dan pimpinan OPD terkait.

Pada kesempatan yang sama, wakil bupati Blora Arief Rohman mengatakan setelah jembatan, target kerjasama selanjutnya adalah pengembangan & pembangunan kawasan pariwisata seni & budaya antara Blora dan Bojonegoro.

“Mohon doanya semoga niat baik untuk memajukan wilayah Blora Selatan dan Bojonegoro bagian barat ini bisa berhasil,” katanya. (TimKominfoBla/Red).
Share:

PT PERTAMINA EP ASSET 4 SANTUNI 395 ANAK YATIM DAN SAMPAIKAN ANUGERAH JURNALISTIK PERTAMINA 2019

Anugrah Jurnalistik Pertamina 2019 Di Bojonegoro
Blora,- Bulan Puasa tidak cukup hanya menahan lapar dan haus, termasuk menjaga hati dan menjalin silaturahmi yang baik antar sesama harus terus dilakukan.

Inilah yang dilakukan Pertamina EP Asset 4 Sukowati dan Cepu Field (22/05), bertempat di Bojonegoro dan mengundang rekan-rekan media, dilaksanakan Media Gathering yang mengambil tema Hijrah Menjadi Berkah.

Mewakili SKK Migas Jabanusa, Erwin menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan mempererat hubungan antara KKKS dan Media yang ada di Blora dan Bojonegoro.

“Kiprah Pertamina di area ini tak lepas dari dukungan rekan-rekan media, oleh karena silaturahmi ini harus terus dibina.”

Turut hadir dalam acara ini Heri Aminanto selaku Sukowati Field Manager, dan menyampaikan mengenai kinerja Pertamina EP yang telah mencapai target.

Kinerja Pertamina EP pada Kuartal II telah menunjukkan tren yang positif, secara perseoran pencapaian minyak telah mencapai 82.269 BOPD atau sekitar 101% dari target RKAP serta produksi gas mencapai 967.91 mmscfd atau sekitar 99.87% dari target.

Pencapaian positif ini tentu ikut didukung oleh lapangan yang berada di bawah Asset 4, yaitu Sukowati dan Cepu Field.

“Untuk minyak produksi Sukowati mencapai 9000 BOPD dan gas mencapai 13 MMSCFD rata-rata di bulan April 2019.”

Selain hasil produksi migas dari sumur eksisting, Sukowati juga melakukan reparasi pada sumur demi upaya peningkatan produksi.

“Salah satunya SKW - 02 yang berhasil mengalirkan minyak sebesar 614 BOPD setelah dilakukan reparasi.” ungkap Heri.

Sementara, produksi Cepu Field tidak kalah menggembirakan, pencapaian produksi minyak harian sebesar 2300 barel, dan produksi gas mencapai 70 MMSCFD.

“Kami terus berupaya mempertahankan produksi migas dari Cepu Field baik dari sumur eksisting maupun rencana kerja pengeboran baru di tahun 2019, kami juga mengharapkan dukungan yang besar dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terkait upaya pengeboran baru sumur Kawengan di wilayah Malo” ujar Afwan Daroni, Cepu Field Manager.

Selain upaya pencapaian produksi migas, Sukowati dan Cepu Field tidak lupa hadir di tengah masyarakat, pada bulan Ramadhan ini juga telah diserahkan santunan kepada 395 anak yatim di sekitar wilayah operasi perusahaan serta bantuan keagamaan lainnya kepada masyarakat.

Pada acara silaturahmi dan buka puasa bersama bersama KKKS Pertamina dengan Media di Wilayah Kabupaten Blora, Bojonegoro dan Tuban ini juga disampaikan mengenai Anugerah Jurnalistik Pertamina 2019 kepada rekan-rekan jurnalis yang hadir. (Heripur/Red)
Share:

Hot News

Top ! Desa Bangowan Masuk 50 Besar Desa Wisata Terbaik 2024 di Indonesia

𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mulai melakukan penilaian dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (AD...

Public Service

Blog Archive

Social Media

Technology

Next More »

Labels

Community

Next More »