ANTISIPASI PENYELEWENGAN PUPUK BERSUBSIDI OLEH POLSEK NGAWEN SIDAK DI GUDANG PUPUK

Peninjauan Gudang Pupuk Oleh Kapolsek Ngawen
Blora,- Kemarin hari Selasa 05 Desember 2016 telah diadakan Rapat Koordinasi di Kantor Bupati Blora yang dihadiri oleh Wakil Bupati H. Arief Rohman dan Forkopimda serta Kabag Ops Polres Blora yang menjadi pokok pembahasannya adalah terkait Masa Tanam yang telah usai dan kelangkaan pupuk organik maupun non organik beberapa jenis di berbagai wilayah Kabupaten Blora.
Rakor yang dilaksanakan kemarin itu terkait keluhan masyarakat petani Blora yang merasa kesulitan membeli atau memperoleh jenis pupuk yang diperlukan untuk tanaman padi mereka yang sudah mulai masa pemupukan di sawah.
Wakil Bupati H. Arief Rohman meminta kepada Muspida dan POLRI untuk membantu pengecekan di DIstributor dan para pengecer pupuk daerah Blora terkait Isu Pupuk Palsu dan tidak meratanya distribusi pupuk ke Pengepul dan Toko toko sekitar, sehingga menyebabkan terjadinya kelangkaan pupuk yang merugikan petani di berbagai tempat.
Setelah selesainya Rakor, Kabag Ops Polres Blora Kompol I Gede Arda SE, memerintahkan kepada seluruh Polsek Jajaran Resor Blora agar bekerja sama dengan Bhabin Kamtibmas dan Instansi terkait  untuk melakukan pengecekan di Gudang pupuk ,distributor Pupuk dan  para pedagang pengecer pupuk yang ada di Wilayah masing-masing. Serta diperintahkan agar membuat hasil laporan secepatnya setelah dikalukan pengontrolan di Lapangan.
Menindak lanjuti Instruksi hasil rapat kordinasi lintas sektoral yang diselengarakan bertempat di ruang pertemuan Kantor Pemda Kabupaten  Blora tersebut. Kepala Kepolisian Sektor Ngawen Resor Blora AKP. Yulianto SH bersama anggotanya langsung bertindak cepat dengan cara melaksanakan sidak di Gudang Pupuk Jln. Blora-Purwodadi Kecamatan  Ngawen, Kabupaten  Blora. (07/12/2016).

Dari sidaknya Kapolsek Ngawen AKP. Yulianto SH mengatakan bahwa Ini sebagai bentuk antisipasi penyalahgunaan pupuk bersubsidi di Kabupaten Blora. Jangan pernah ada pihak-pihak yang memainkan pupuk bersubsidi. Ia menyebutkan operasi itu dilakukan dalam rangka mengawasi jalur distribusi pupuk agar bebas dari bahan kimia berbahaya yang bisa disebut pupuk oplosan atau pupuk palsu serta dugaan penyalahgunaan penyaluran pupuk bersubsidi. “Kami telah mengawasi penyaluran pupuk bersubsidi yang masuk ke Kabupaten Blora, sejauh pantauan kami masih aman dari bahan kimia berbahaya dan proses penyalurannya belum ada indikasi penyimpangan. Dan kami ingin pupuk bersubsidi itu dimanfaatkan oleh petani yang berhak menerimanya sesuai peruntukannya,” tegas AKP. Yulianto SH. (adi sanrico)
Share:

0 comments:

Post a Comment

Hot News

Top ! Desa Bangowan Masuk 50 Besar Desa Wisata Terbaik 2024 di Indonesia

𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mulai melakukan penilaian dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (AD...

Public Service

Blog Archive

Social Media

Technology

Next More »

Labels

Community

Next More »