Sambut Idul Fitri 1447 H, Kodim 0721/Blora Gelar Bazar Ramadhan Murah Untuk Masyarakat

𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Tentara Nasional Indonesia (TNI) menggelar Bazar Ramadhan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Kegiatan yang dipusatkan di Mabes TNI tersebut secara resmi dibuka oleh Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto melalui video conference pada Jumat 13 Maret 2026.

Sejalan dengan kegiatan tersebut, Komando Distrik Militer 0721/Blora ikut menyelenggarakan Bazar Ramadhan TNI yang digelar di halaman Makodim Blora, Jl. Pemuda, Kabupaten Blora Jawa Tengah.

Komandan Kodim 0721/Blora, Letkol Kav Yudhi Agus Setiyanto, S.Sos., menyampaikan bahwa kegiatan bazar Ramadhan ini bertujuan untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Menurutnya, selain membantu masyarakat mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga lebih murah, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat mendorong perputaran ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil dan menengah.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau menjelang Lebaran. Selain itu, bazar ini juga diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujar Letkol Kav Yudhi Agus Setiyanto.

Bazar Ramadhan yang digelar oleh Kodim 0721/Blora tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Sejak pagi hari, warga tampak memadati lokasi bazar untuk membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasar.

Berbagai komoditas yang disediakan antara lain beras seharga Rp55.000, minyak goreng Rp15.000/liter, gula Rp17.000, serta telur seharga Rp25.000/kilogram. Selain itu, turut dipasarkan berbagai produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari desa binaan yang juga dijual dengan harga terjangkau.

Sejumlah warga mengaku sangat terbantu dengan adanya bazar Ramadhan yang digelar oleh Kodim 0721/Blora tersebut. Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan setiap tahunnya, khususnya pada bulan Ramadhan ketika kebutuhan rumah tangga meningkat.

Melalui penyelenggaraan Bazar Ramadhan ini, diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat, khususnya di wilayah Kabupaten Blora selama bulan suci Ramadhan. (Humas/Redaksi)
Share:

Tinjau Korban Kebakaran 'Pasar Darurat' Ngawen, Bupati Blora Serahkan Bantuan


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Menyusul terjadinya musibah kebakaran yang menimpa sejumlah kios dan rumah warga yang difungsikan sebagai pasar darurat oleh sejumlah pedagang Pasar Ngawen  Sabtu 7 Maret 2026,, Bupati Blora Dr.H.Arief Rohman,beserta Wakil Bupati Blora, Hj. Sri Setyorini, datangi langsung para korban dan serahkan bantuan, Rabu 11 Maret 2026.

Dengan didampingi Ketua Baznas Blora, Kepala Dinsos PPPA, BPBD,PMI, serta Forkopimcam Ngawen, Bupati Arief meninjau lokasi kebakaran dan menyerahkan bantuan mulai dari uang tunai dari Baznas sejumlah Rp. 33.500.000 untuk 9 korban kebakaran, bantuan sembako, hingga perlengkapan darurat.

"Mohon bersabar nggih bapak ibu semuanya, turut prihatin atas musibah kebakaran yang menimpa rumah dan pasar darurat ini, ini ada sedikit bantuan dari kami semoga bisa sedikit meringankan beban bapak ibu," ungkap Bupati Arief

Untuk penyebab dari kebakaran tersebut diduga karena hubungan pendek arus listrik pada salah satu kios. Meski tidak ada korban jiwa, namun kerugian diperkirakan mencapai hingga miliaran rupiah.

Musibah kebakaran tersebut terjadi pada rumah hingga kios-kios pasar darurat milik Suwadi, Suparman, Bagus Rahman,Sutikno, Bayu Ari, Nihayatun Ni'mah, Sutimah, Rumiyati, dan Anik Dwi.

Setelah meninjau dan menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran tersebut, Bupati Arief meninjau dan mengecek progress pembangunan Pasar Ngawen yang tengah berlangsung. Pasar ini tengah dibangun dengan anggaran APBN sekitar Rp 30 Miliar.

Saat ditinjau, nampak para pekerja proyek tengah sibuk melakukan pengerjaan. Saat ini progress pembangunan pasar sudah mencapai 26 persen dan diperkirakan akan selesai pada bulan Juni mendatang.

"Semoga proses pembangunan berjalan lancar dan segera selesai nanti sehingga bisa segera dimanfaatkan oleh para pedagang pasar," harap Bupati Blora.  (Humas/Redaksi)
Share:

'Pasar Darurat' Ngawen dan Rumah Terbakar, Kerugian Capai Rp 2,2 Miliar


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Peristiwa kebakaran hebat melanda kawasan permukiman dan bedak pasar darurat rakyat Ngawen, tepatnya disisi barat Jalan Raya Ngawen – Japah, Kelurahan Ngawen, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora pada Sabtu 7 Maret 2026, yang terjadi sekira pukul 23.10 WIB., menghanguskan sejumlah rumah serta bedak para pedagang pasar darurat dengan total kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 2,225 miliar.

Untuk diketahui, pasar darurat sebagai tempat sementara para pedagang pasar utama Ngawen yang sedang dibangun, adapun penyebab kebakaran tersebut diduga kuat berasal dari hubungan pendek arus listrik atau korsleting pada stopkontak di salah satu bedak milik warga. Api dengan cepat menjalar ke bangunan di sekitarnya karena material bangunan yang didominasi kayu dan barang-barang dagangan yang mudah terbakar.

Kapolsek Ngawen, AKP Lilik Eko Sukaryono menjelaskan bahwa api pertama kali diketahui oleh korban S, yang saat itu berada didalam rumah,  korban melihat percikan api mulai merambat ke atap kayu yang bersumber dari bedak milik korban A.

"Korban sempat berupaya memadamkan api secara mandiri menggunakan peralatan seadanya, namun api justru semakin membesar. Korban kemudian berteriak minta tolong hingga didengar oleh warga dan saksi yang melintas di lokasi," jelas AKP Lilik Eko Sukaryono, Senin 7 Maret 2026.

Warga kemudian, lanjut Kapolsek Ngawen, menghubungi tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kecamatan Ngawen. Meski petugas tiba di lokasi sekitar 10 menit setelah laporan diterima, api sudah terlanjur meluas ke beberapa unit bedak darurat lainnya.

"Upaya pemadaman dilakukan secara intensif oleh tim gabungan dari Damkar, BPBD Kabupaten Blora, anggota Polsek Ngawen, dan Koramil Ngawen. Api baru berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar satu jam kemudian," ujar Kapolsek Ngawen.

Dikemukakan, berdasarkan data di lokasi kejadian, sebanyak sembilan warga menjadi korban terdampak dengan kerugian yang bervariasi. Kerugian terbesar dialami oleh korban SP dengan aset berupa bedak dan dagangan sembako senilai Rp 1 miliar, serta korban S yang kehilangan rumah, barang dagangan, dan satu unit sepeda motor, taksiran kerugian sekira Rp 605 juta.

"Korban lainnya juga kehilangan bedak yang berisi dagangan pakaian, sandal, sepatu, hingga makanan beku, Kami pastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, kerugian materiil memang cukup besar karena mencakup bangunan rumah dan stok dagangan para pedagang pasar darurat," tandas  Kapolsek Ngawen.

Pihak kepolisian telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), memeriksa saksi-saksi, serta mengamankan barang bukti untuk penyelidikan lebih lanjut.

"Atas kejadian ini, kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap penggunaan instalasi listrik guna mencegah kejadian serupa terulang kembali," pinta Kapolsek Ngawen. (Humas/Redaksi)

Share:

Dandim 0721/Blora Pimpin Penutupan TMMD Sengkuyung Tahap I TA 2026 di Desa Sumber


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Kodim 0721/Blora secara resmi menutup program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Tahun Anggaran 2026 di Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora Jawa Tengah, Rabu 11 Maret 2026.

Upacara penutupan dipimpin langsung oleh Komandan Kodim (Dandim) 0721/Blora Letkol Kav Yudhy Agus Setiyanto, S.Sos., yang bertindak sebagai Inspektur Upacara. Kegiatan tersebut mengusung tema 'TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa'.

Penutupan TMMD ditandai dengan penyerahan simbolis peralatan kerja, penandatanganan naskah serah terima hasil TMMD antara Kodim 0721/Blora dengan Pemerintah Kabupaten Blora oleh Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman, S.IP., M.Si., serta pemukulan kentongan bersama unsur Forkopimda sebagai tanda berakhirnya kegiatan.

Dalam kesempatan tersebut, Dandim 0721/Blora membacakan amanat Panglima Kodam IV/Diponegoro Mayor Jenderal TNI Achiruddin, S.E., M.Han. Dalam amanatnya, Pangdam menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh Bupati/Walikota beserta jajaran Forkopimda dan dinas terkait atas dukungan yang diberikan selama pelaksanaan TMMD.

Pangdam juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh unsur TNI, Polri, organisasi kemasyarakatan, pemuda, pelajar, serta masyarakat yang selama satu bulan penuh telah bekerja sama dan bergotong royong menyelesaikan seluruh program TMMD, baik sasaran fisik maupun nonfisik.

“Saya berharap seluruh hasil pembangunan yang telah dicapai dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Saya juga menitipkan pesan agar apa yang telah kita bangun bersama ini dapat dipelihara dan dirawat dengan baik sehingga memiliki masa pakai yang panjang,” demikian amanat Pangdam.

Selain itu, Pangdam juga menekankan kepada seluruh Dansatgas TMMD agar segera melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap hasil kegiatan yang telah dilaksanakan sebagai bahan perbaikan dan penyempurnaan pada pelaksanaan TMMD di masa mendatang.

Sementara itu, berdasarkan laporan Pasiter Kodim 0721/Blora Kapten Inf Maningsun, pelaksanaan TMMD yang berlangsung sejak 10 Februari hingga 11 Maret 2026 berhasil mencapai target 100 persen.

Adapun sasaran fisik meliputi pembangunan jalan rabat beton sepanjang 280 meter dengan lebar 3 meter serta pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak dua unit.

Selain sasaran fisik, TMMD juga menghadirkan berbagai kegiatan non fisik berupa penyuluhan, sosialisasi, serta pelatihan pemberdayaan masyarakat yang bekerja sama dengan dinas dan instansi terkait di Kabupaten Blora.

Program TMMD Sengkuyung Tahap I ini menjadi bukti komitmen TNI dalam mendukung percepatan pembangunan di daerah, sekaligus memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat di tingkat desa.

Usai upacara penutupan, unsur Forkopimda bersama jajaran TNI-Polri dan tokoh masyarakat meninjau hasil pembangunan RTLH serta melakukan pemotongan pita di lokasi jalan rabat beton sebagai tanda peresmian infrastruktur baru di Desa Sumber.

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, jajaran TNI-Polri, unsur Forkompimcam Kradenan, kepala desa, serta masyarakat setempat.

Kehadiran berbagai elemen tersebut mencerminkan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat dalam membangun desa serta memperkuat ketahanan nasional dari tingkat akar rumput. (Humas/Redaksi)
8
Share:

Temui Badan BPH, Bupati Blora Dorong Optimalisasi Jargas dan Peningkatan SDM Migas

 
𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — JAKARTA – Bupati Blora, Arief Rohman meminta masukan terkait optimalisasi jaringan gas (jargas) dan peningkatan sumber daya manusia (SDM) di sektor minyak dan gas kepada Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Wahyudi Anas, Kamis 5 Maret 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Blora, Arief Rohman menyampaikan bahwa diskusi yang dilakukan membahas potensi besar minyak dan gas bumi yang dimiliki Kabupaten Blora serta upaya pengembangannya agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kami banyak berdiskusi tentang potensi minyak dan gas di Blora serta pengembangan terkait potensi sumber daya alam yang ada,” ujar Bupati Blora.

Selain sebagai kepala daerah, Arief Rohman yang juga menjabat Wakil Ketua Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan (ADPMET) berharap Kepala BPH Migas dapat berkunjung langsung ke wilayah Cepu untuk memperkuat sinergi berbagai pihak dalam pengembangan sektor energi.

Menurutnya, pertemuan yang lebih luas nantinya akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk daerah penghasil migas dan kontraktor sektor minyak dan gas.

“Kita ingin pendekatan dari sisi SDM. Kabupaten penghasil migas juga akan kita undang, termasuk KKKS minyak dan gas, agar nanti bisa bersinergi bersama,” kata Bupati Blora.

Sementara itu, Kepala BPH Migas,  Wahyudi Anas menyampaikan bahwa secara prinsip wilayah Blora memiliki potensi sumber energi yang cukup besar dan perlu dimanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan masyarakat.

“Blora memiliki sumber energi yang besar. Kami berharap potensi ini dapat dimanfaatkan dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Blora,” ujar Kepala BPH Migas.

Kepala BPH Migas berharap sumber gas yang ada di wilayah tersebut dapat disalurkan melalui program jaringan gas rumah tangga (jargas), baik melalui skema Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun dukungan pemerintah pusat agar Blora menjadi salah satu daerah prioritas.

Selain itu, Wahyudi juga menyoroti pentingnya pemanfaatan SDM lokal, termasuk lulusan Politeknik Energi dan Mineral Akamigas di Cepu yang dinilai memiliki kompetensi kuat di bidang minyak dan gas.

Menurutnya, sebagian lulusan tahun 2026 berpotensi dilibatkan untuk mendukung tugas BPH Migas, khususnya dalam kegiatan monitoring dan evaluasi penyaluran BBM bersubsidi serta program kompensasi negara.

Dengan potensi energi yang dimiliki, ia optimistis Kabupaten Blora dapat berkembang lebih maju. Distribusi energi diharapkan dapat menjangkau berbagai sektor, mulai dari kebutuhan rumah tangga, pelaku UMKM, hingga industri yang memerlukan pasokan gas.

“Blora pasti bisa maju. Energinya sudah siap dan dapat didistribusikan ke berbagai sektor, baik masyarakat, UMKM, maupun industri yang membutuhkan gas,” tandas Kepala BPH Migas.

Untuk diketahui, saat ini Pemerintah Kabupaten Blora juga mempersiapkan usulan kepada Kementerian Kehutanan Republik Indonesia agar lahan seluas kurang lebih 1.300 hektare di kawasan Cemoro Modang, tepatnya di Pos DX, dapat dialihfungsikan menjadi kawasan industri berbasis gas.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memaksimalkan potensi energi yang dimiliki Blora. Pasokan gas untuk kawasan industri di Batang diketahui juga berasal dari wilayah Blora.

Kabupaten Blora sendiri memiliki cadangan gas yang cukup besar, di antaranya dari Blok Gundih serta sejumlah potensi gas lainnya yang saat ini masih dalam tahap pengembangan. (Humas/Redaksi)
Share:

Bupati Blora Hadiri RDP APKASI, Bahas 20 Isu Strategis dari Gaji P3K Hingga Pilkada

𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — JAKARTA – Bupati Blora, Arief Rohman menghadiri Rapat Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) yang digelar di Raffles Jakarta, Kamis 5 Maret 2026. 

Pertemuan tersebut menjadi forum penting bagi para kepala daerah untuk membahas sekaligus memfinalisasi rekomendasi hasil Rapat Kerja Nasional XVII APKASI 2026.

Dewan Pengurus APKASI menyepakati sejumlah rekomendasi strategis yang akan disampaikan secara resmi kepada Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian. Penyerahan rekomendasi dilakukan oleh Ketua Umum APKASI Bursah Zarnubi bersama jajaran pengurus kepada Mendagri yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut.

Rapat Dewan Pengurus (RDP) I APKASI membahas sedikitnya 20 persoalan strategis yang dihadapi 416 kabupaten di seluruh Indonesia. Hasil pembahasan tersebut kemudian dirumuskan menjadi 20 rekomendasi yang akan disampaikan kepada Kementerian Dalam Negeri serta Komisi II DPR RI.

"Ada 20 rekomendasi, transfer keuangan daerah (TKD), tantangan fiskal kabupaten, beban anggaran gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang menekan APBD, kewenangan dan manajemen ASN di daerah, hingga wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui DPRD," Jelasnya Bupati Blora yang juga sebagai Wakil Sekretaris Jenderal APKASI.

Selain itu, APKASI juga menyatakan komitmennya untuk mendukung pelaksanaan program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) serta penguatan Koperasi Merah Putih di seluruh 416 kabupaten.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto menekankan pentingnya percepatan pembangunan daerah tertinggal melalui sinkronisasi program antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, termasuk penguatan tata kelola pemerintahan desa.

"Tantangan yang masih dihadapi daerah tertinggal, di antaranya keterbatasan kapasitas fiskal daerah, rendahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta mutu pelayanan dasar yang masih belum optimal." Ungkap Yandri.

Menurut Yandri, langkah strategis yang diambil para kepala daerah memiliki peran penting dalam memastikan pemerataan ekonomi, pengentasan kemiskinan ekstrem, serta peningkatan kemandirian desa di berbagai wilayah Indonesia.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam arahannya menegaskan bahwa APKASI merupakan wadah strategis untuk menjembatani komunikasi antara pemerintah kabupaten dan pemerintah pusat. Ia mendorong para bupati untuk terus menyelaraskan program pembangunan daerah dengan kebijakan nasional.

Mendagri juga mengingatkan agar pemerintah daerah lebih aktif mengembangkan potensi wilayah masing-masing, mulai dari sektor pertanian, pariwisata, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat ekonomi daerah. (Humas/Redaksi)
Share:

Diresmikan Gubernur Ahmad Luthfi, Embung Karangjati Blora Aliri 40 Hektare Sawah


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Sekitar 40 hektar lahan sawah pertanian yang ada di wilayah Kecamatan Blora khususnya di wilayah Karangjati dan sekitarnya, akan segera merasakan manfaat air irigasi dari Embung Karangjati yang diresmikan Gubernur Jawa Tengah, Drs. Ahmad Luthfi, Senin (2/3/2026), 

Dengan ketersediaan air tersebut, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian dalam mewujudkan swasembada pangan.

Gubernur meresmikan Embung Karangjati yang terletak di wilayah Kecamatan Blora itu, didampingi Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, Wakil Bupati Blora Hj. Sri Setyorini, Forkopimda Blora, dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Tengah.

Dihadapan Gubernur dan Bupati, Karyono, salah satu petani dari Kelompok Tani Sidodadi Nglawiyan, Karangjati, mengungkapkan bahwa kendala yang dihadapi para petani adalah terkait dengan air irigasi. Sehingga mereka hanya bisa bercocok tanam pada masa tanam 1 (MT 1), sedangkan di masa tanam 2 (MT 2) hasilnya tidak optimal.

“Kami terima kasih sekali telah dibantu Embung oleh Gubernur Jawa Tengah Bapak Ahmad Luthfi, manfaat kaitannya dengan Embung ini untuk petani di Kelompok Tani Sidodadi Nglawiyan Karangjati disini yang mana pada penanaman setiap tahunnya disini hanya tanam MT 1 saja. MT 2 itu kadang jadi kadang tidak, banyak yang tidak jadinya karena kurang air,” terangnya

Dengan adanya embung ini, para petani sangat berharap bisa menambah masa tanam sampai MT 3. Tidak hanya menanam padi saja, tapi juga bisa menanam hortikultura bahkan tembakau.

“Alhamdulillah dengan bantuan ini, kelompok tani disini nanti bisa menanam sampai MT 3, yang pertama MT 1 tanam padi, masa tanam kedua padi, dan Alhamdulillah mungkin nantinya dengan adanya embung bisa ada pengairan yang cukup, sehingga yang ketiga itu Holtikultura Jagung, sama petani Tembakau juga ada disini,” paparnya 

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berpesan agar nantinya masyarakat dapat merawat dan menjaga Embung tersebut dengan baik. Ia juga meminta melalui dinas terkait untuk melakukan penghijauan dengan menanami pohon-pohon agar semakin asri.

“Yang pertama embungnya harus dirawat, Pak Lurah juga nanti sering ngecek disini ya, Pak Widi (Kadis LHK) segera carikan pohon-pohon dari provinsi dari kehutanan bawa ke sini, juga Pak Henggar menghubungi yang menangani perikanan untuk dibawa ke sini, nanti dinas kita biar turun, termasuk dari perbankan, Bank Jateng atau apa biar bangun daerah sini khususnya UMKM nya,”Jelas Gubernur


Termasuk pihaknya juga berharap dengan adanya embung tersebut bisa mengairi hingga 40 hektar sawah dan bisa menambah masa tanam pertanian, hingga bisa meningkatkan pariwisata dan UMKM, masyarakat di area sekitar.

“Semoga bermanfaaat untuk masyarakat,” imbuhnya

Pihaknya mengungkapkan bahwa kedepan Pemprov akan melakukan pembangunan embung-embung lainnya untuk meningkatkan produksi pertanian dalam mewujudkan swasembada pangan.

“Infrastruktur kita untuk embung itu hampir 12 embung yang nilainya hampir 43 miliar sudah saya bangun di seluruh Kabupaten/kota, oleh karena itu, Pak Henggar saya minta cari lagi embung-embung yang lain, jadi untuk meningkatkan produksi swasembada pangan khususnya padi ini,” papar Gubernur

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, mengungkapkan, bahwa Pembangunan Embung Karangjati tersebut berdasarkan usulan dari masyarakat, yang pada akhirnya bisa terselesaikan di tahun 2025.

“Kemudian manfaat pembangunan Embung Karangjati dapat kami sampaikan sebagai berikut penyediaan air baku di musim kemarau untuk penyediaan air irigasi pertanian seluas kurang lebih untuk lahan ada 40 hektare. Kemudian untuk meningkatkan kegiatan UMKM yang berada di sekitarnya, mudah-mudahan nanti disini juga akan menjadi destinasi wisata yang tentunya dengan adanya nanti destinasi wisata ini juga akan lebih menguntungkan,” terangnya

Dinantikan Petani

Bupati menyampaikan bahwa Embung Karangjati sudah lama dinanti masyarakat Blora. Ia berharap embung ini bisa membantu memperkuat ketahanan pangan di Blora, terutama dengan memastikan ketersediaan air bagi pertanian. 

Pihaknya juga menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk sektor pertanian di Blora. Terlebih di 2026 Blora akan dibantu Provinsi untuk Pembangunan embung lagi.

“Manfaatnya sangat luar biasa, nanti Pak Gubernur bisa tanya langsung ke kelompok tani, mimpi masyarakat sini ini seperti apa, karena memang komitmen Pak Gubernur mendukung program prioritas untuk ketahanan pangan,” ungkapnya

Ia mengungkapkan bahwa Kabupaten Blora memiliki potensi besar, khususnya di sektor pertanian dan peternakan. Bahkan, Blora tercatat sebagai daerah dengan populasi ternak terbesar di Jawa Tengah. Untuk komoditas jagung, Blora menempati peringkat kedua, sementara produksi padi berada di kisaran peringkat keenam se-Jawa Tengah.

“Semoga nanti dengan pembangunan Embung ini akan membantu untuk peningkatan produksi padi yang ada di Kabupaten Blora,” jelasnya

Bupati mengungkapkan bahwa Blora siap untuk dijadikan sentra ketahanan pangan di Jawa Tengah kedepannya.

“Kami tentunya memohon kepada Pak Gubernur agar Blora ini siap untuk dijadikan sentra ketahanan pangan. Jadi kami menyiapkan diri untuk bermitra dengan Agrinas maupun dari Pemprov untuk nanti hilirisasi yang ada di Kabupaten Blora ini. Termasuk untuk mendukung program MBG, kami juga ada peternakan telur untuk masyarakat dan sebagainya,” papar Bupati

Untuk diketahui, Embung Karangjati terdiri dari dua tampungan, yaitu embung utara dan embung Selatan. Pada embung utara diperkirakan dapat menampung volume air hingga 18.876 meter kubik, dan pada embung Selatan diperkiran hingga 49.320 meter kubik. (Humas/Redaksi)
Share:

Ketua DPRD Blora Hadiri Rakor Lintas Sektoral untuk Pengamanan Lebaran 1447 H


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Pemerintah Kabupaten Blora bersama jajaran Polres Blora menyelenggarakan rapat koordinasi (Rakor) lintas sektoral untuk pengamanan Lebaran 1447 H, Senin (2/3/2026).

Rapat yang dipimpin langsung oleh Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, bersama Wakil Bupati, Hajah Sri Setyorini,  Kapolres, Kajari, Ketua DPRD Kabupaten Blora, Mustopa dan perwakilan Forkopimda lainnya itu, diikuti seluruh OPD terkait, hingga BUMN dan BUMD, serta jajaran Kapolsek. Bertempat di Gedung Iwan Ibrahim Mapolres Blora. 

Dalam arahannya, Bupati Arief menyoroti pentingnya perbaikan jalan menjelang musim mudik lebaran. Dirinya meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) bisa segera melaksanakan perbaikan jalan.

“Tolong Pak Huda (Plt. Kepala DPUPR) untuk segera melakukan perbaikan jalan-jalan yang menjadi jalur utama mudik. Laporan dari masyarakat untuk segera ditindaklanjuti. Termasuk memetakan kerusakan jalan provinsi dan jalan nasional yang ada di wilayah Kabupaten Blora, agar bisa ikut diperbaiki. Tolong dikoordinasikan dengan DPU Jawa Tengah dan Balai Pelaksana Jalan Nasional,” ucap Bupati Arief Rohman.

Selain masalah jalan, Bupati juga menyoroti terkait kelangkaan LPG 3 kilogram yang masih dikeluhkan masyarakat. Pihaknya meminta agar Dindagkop UKM kembali mengupdate kondisi penyaluran LPG subsidi dari SPBE ke pangkalan hingga agen. Kalau memang di lapangan mengalami peningkatan permintaan, dirinya meminta agar dinas segera meminta tambahan kuota agar aman hingga selesai lebaran.

Di kesempatan itu, Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Blora, Nidzamudin Al Huda, menjelaskan, tahun ini bidang bina marga ada 30 paket pekerjaan perbaikan jalan.

“Tahun ini di DPUPR ada 30 paket pembangunan jalan. Sampai saat ini yang sudah berjalan baru dua yakni penanganan jalan longsor getas, dan pembetonan jalan Palon (yang sempat viral pekan lalu). Selebihnya masih proses dokumen untuk persiapan pelaksanaan pembangunan,” ujar Huda.

“Sedangkan untuk kesiapan mudik kali ini. Kami fokus untuk pemeliharaan titik-titik yang masih berlubang dahulu. Kami bentuk dua tim untuk melaksanakan pemeliharaan ruas- ruas utama jalan kabupaten. Ada tim Blora dan tim Cepu,” sambungnya.

“Selanjutnya untuk jalan provinsi yang masih rusak sudah kami koordinasikan dengan pihak DPUPR Jawa Tengah, dan mereka juga segera turun untuk melaksanakan perbaikan. Tinggal yang jalan nasional nanti kita koordinasikan kembali agar ruas yang masih berlubang bisa segera ditangangi sepanjang Rembang - Blora - Cepu batas Jawa Timur,” tambah Huda.

Untuk diketahui di wilayah Kabupaten Blora, ada 3 ruas jalan provinsi dan 1 ruas jalan nasional. Jalan Provinsi yang pertama ada di ruas Kunduran - Ngawen - Blora, kerusakan yang butuh penanganan mulai SMAN 1 Ngawen ke barat sampai Desa Jagong Kecamatan Kunduran. 

Kemudian Jalan Provinsi yang kedua ada di ruas Todanan - Japah - Ngawen, kerusakan masih dijumpai di Desa Cokrowati Kecamatan Todanan hingga Desa Tlogowungu Kecamatan Japah, dan mulai Desa Padaan Kecamatan Japah hingga desa Ngrambitan Kecamatan Japah.

Sementara Jalan Provinsi yang ketiga ruas Singget - Randublatung - Cepu, kerusakan masih ada mulai Kedhiren Randublatung sampai Kutukan Randublatung, dan Desa Sogo Kedungtuban ke barat.

Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto,  mendukung agar perbaikan jalan yang masih rusak agar segera dilaksanakan untuk kelancaran dan kenyamanan para pemudik.

“Kami dari jajaran Kepolisian juga akan menyiapkan Pos Pelayanan dan Pos Pengamanan Mudik Lebaran 1447 H dalam Operasi Ketupat Candi 2026. Operasi akan dimulai pada 11 Maret nanti. Tidak hanya mengamankan arus mudik namun juga kondusifitas wilayah selama Ramadhan hingga Lebaran,” ucap Kapolres Wawan.

Pihaknya juga meminta agar seluruh Kapolsek jajarannya untuk memberikan edukasi ke masyarakat terkait penggunaan sound sistem dalam membangunkan sahur yang dinilai mengganggu. 

“Sudah ada laporan masuk dari masyarakat, wilayah Ngawen dan menyusul Blora Kota. Tolong diberikan himbauan kepada masyarakat khususnya pemuda untuk tidak menggunakan sound sistem, karena mengganggu orang yang sakit, orang tua hingga bayi. Diarahkan kembali ke alat music tradisional saja,” tambahnya.

Rapat kemudian dilanjutkan dengan pembahasan kondisi harga sembako dan ketersediaan energi, serta perhubungan darat. Termasuk kesiapan operasi pasar. (Humas/Redaksi)

Share:

Sukun Kudus Bagikan Santunan Kepada 1.000 Anak Yatim Blora


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — PT Sukun Wartono Indonesia memberikan santunan kepada 1.000 anak yatim di Kabupaten Blora, selasa 24 Februari 2026. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program santunan 10.000 anak yatim di sepuluh kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Kegiatan yang rutin dilakukan setiap tahunnya dan tahun 2026 ini merupakan tahun ke 9 pelaksanaannya dengan diawali dari Kabupaten Blora.

Santunan berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora. Turut hadir Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, Wakil Bupati Blora, Hj. Sri Setyorini, Forkopimda, MUI Kabupaten Blora KH. Muharror Ali,  Direktur PT sukun wartono, H. Dodik Tasan Wartono, Ketua Yayasan Sukun wartono, H. Joni Afandi, Corporate secretary PT sukun wartono Deka Hendratmanto.

Direktur PT sukun wartono, H. Dodik Tasan Wartono, dalam sambutannya mengatakan tak terasa, tahun ini adalah tahun kesembilan sejak pertama kali kami mendapat amanat dari Direksi sebelumnya untuk memberikan perhatian terhadap anak yatim dengan mendatangi dan menyantuni.

"Bermula dari lima kota, kemudian menjadi sepuluh kota di wilayah Kantor Perwakilan Pati dan Semarang. Dan tahun ini sudah kesembilan dalam pelaksanaan santunan 10.000 anak yatim," jelasnya.

Menurutnya amanat untuk berbagi dengan anak yatim ini sebenarnya pengejawantahan pesan pendiri perusahaan yang juga eyang kami, almarhum Bapak Mochammad Wartono, agar perusahaan bisa terus memberikan manfaat kepada masyarakat, sesuai dengan falsafah Jawa kuno "Urip iku Urup".

"Falsafah yang berasal dari Sunan Kalijaga ini selaras dengan ajaran Islam. Diceritakan di banyak riwayat bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain”, " imbuhnya.

Dodik sapaan akrabnya pihaknya menyadari sepenuhnya bahwa apa yang telah kami kerjakan sejauh ini masih jauh dari kata sempurna.


"Oleh karena itu, dalam kesempatan ini, kami mohon bimbingan, arahan, serta doa restu kepada para sesepuh, para romo kyai, tamu undangan, dan hadirin sekalian, agar PT Sukun bisa terus bertahan, bertumbuh, dan berkembang di masa mendatang," ucapnya.

"Kami juga mohonkan doa untuk kesehatan Direksi PT Sukun dalam hal ini Bapak Haji Yusuf Wartono dan Bapak Haji Mohammad Dodiek Wartono, agar bisa terus membimbing dan memimpin kami semua, untuk bergerak maju melintasi tantangan zaman yang semakin kompleks," pungkasnya.

Sementara itu Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman dalam sambutanya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada PT Sukun yang secara konsisten melaksanakan kegiatan santunan anak yatim sebagai agenda rutin tahunan perusahaan.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Blora dan seluruh masyarakat, saya ucapkan terimakasih kegiatan santunan anak yatim ini.  pelaksanaan ini yang ke-9 sejak dimulai pada tahun 2018, sebuah komitmen sosial yang patut kita teladani bersama. Kehadiran kegiatan ini di Blora tentu menjadi kehormatan sekaligus kebahagiaan bagi kami," ucapnya.

Mas Arief sapaan akrab Bupati juga mengapresiasi sinergi yang terbangun antara PT Sukun dengan NU Care LazisNU dan Lazismu.

"Kolaborasi ini menunjukkan bahwa kepedulian sosial akan semakin kuat ketika dunia usaha, lembaga sosial keagamaan, dan pemerintah daerah berjalan bersama," ucapnya.

Bupati juga menyemangati para penerima santunan agar terus semangat dan tidak merasa sendiri. Pihaknya terus berupaya Pemerintah daerah, masyarakat, dan berbagai pihak termasuk PT Sukun akan terus hadir.

"Gunakan santunan ini dengan sebaik-baiknya untuk kebutuhan pendidikan dan hal-hal yang bermanfaat,"imbuhnya.

Pihaknya berharap kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar membawa keberkahan, mempererat ukhuwah, dan menumbuhkan semangat gotong royong di tengah masyarakat.

"Konsep kolaborasi yang tahun ini dipusatkan di pendopo juga menjadi wujud nyata sinergi antara sektor swasta dan pemerintah dalam membangun kepedulian sosial,"harapnya.

"Semoga kegiatan ini terus berlanjut di tahun-tahun mendatang dan semakin memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,"pungkasnya.

Untuk kegiatan santunan diawali dari Blora yaitu tanggal Selasa, 24 Februari 2026 di Pendopo Kabupaten dan selanjutnya ke Kabupaten Rembang Rabu, 25 Februari 2026, Kabupaten Pati Kamis, 26 Februari 2026, Kabupaten Jepara Jumat, 27 Februari 2026 , Kabupaten Grobogan Sabtu, 28 Februari 2026,Kota Salatiga Minggu, 01 Maret 2026, Kab Semarang Senin, 02 Maret 2026,Kota Semarang Selasa, 03 Maret 2026, Demak Rabu, 04 Maret 2026 dan terakhir di Kabupaten Kudus, 5 Maret 2026.

Untuk diketahui, kegiatan Santunan Anak Yatim PT Sukun merupakan agenda rutin tahunan perusahaan. Dilaksanakan secara bergantian di 10 kota yakni Blora, Rembang, Pati, Jepara, Demak, Grobogan, Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kota Salatiga, dan berakhir di Kudus. Kegiatan santunan Tahun 2026 ini merupakan pelaksanaan kegiatan berturut-turut ke sembilan sejak tahun 2018 lalu. 

Di setiap kota, PT Sukun memberikan santunan kepada 1.000 anak yatim non panti binaan NU Care Lazisnu dan Lazismu Muhammadiyah. Adapun santunan yang diberikan berupa uang tunai.

Pada pelaksanaan tahun 2026, yang dihadirkan di Pendopo Kabupaten Pati hanya 500 anak. Sedangkan santunan 500 anak lainnya ditasyarufkan secara langsung ke masing-masing anak oleh Lazisnu dan Lazismu.

Pelaksanaan tahun ini menggunakan konsep kolaborasi dengan Pemkab atau Pemkot setempat. Sehingga acara dipusatkan di pendopo masing-masing pemerintah daerah. (Humas/Redaksi)



Share:

Blora Menyapa di Japah Diwarnai Tasyakuran Warga Atas Pembangunan Jalan

  
𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Agenda Blora menyapa di wilayah Kecamatan Japah, Senin (23/2026), diwarnai dengan  tasyakuran warga atas pembangunan jalan Desa Krocok yang ada di wilayah Kecamatan setempat.  

Suasana sore itu benar-benar menggambarkan suasana syukur dan kebersamaan di Desa Krocok, Kecamatan Japah, Kabupaten Blora. Masyarakat setempat menggelar tasyakuran atas rampungnya pembangunan ruas jalan Bradag - Krocok-Srigading yang telah lama dinantikan. 

Hadir  langsung Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, dan meresmikan jalan dengan pemotongan pita dan tumpeng, kemudian dilanjutkan buka puasa bersama warga, di atas jalan cor yang berada di Desa Krocok.

Acara  juga dihadiri Wakil Bupati Blora, Hj. Sri Setyorini, jajaran Forkopimda Blora, para Asisten dan Staf Ahli, Kepala OPD, Forkopimcam Japah, serta ratusan warga setempat.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi atas kekompakan warga Desa Krocok, Japah.

"Kami ucapkan terima kasih kepada Pak Lurah beserta tokoh-tokoh masyarakat, seluruh perangkat dan bapak, ibu semua warga Krocok atas kekompakannya yang luar biasa," ungkap Bupati

Dikemukakan,  di Kabupaten Blora masih terdapat banyak ruas jalan yang rusak dan perlu perhatian, termasuk di beberapa titik wilayah Japah.  Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Blora berkomitmen untuk terus melaksanakan pembangunan secara bertahap.

''Masih ada ruas- ruas jalan yang masih rusak ini jadi PR kami dengan Ibu Wakil untuk 4 tahun kedepan kita bertekad semoga nanti mulus semua mugi-mugi dalane alus kabeh" harapnya.

Bupati Arief juga menjelaskan bahwa dalam satu tahun pertama masa kepemimpinannya, masih ditemui sejumlah ruas jalan yang belum tertangani, meskipun anggaran pembangunan infrastruktur telah digelontorkan hampir Rp400 miliar.


Luasnya wilayah Blora menjadi tantangan tersendiri sehingga pembangunan belum dapat merata sepenuhnya.

"Saya mohon maaf belum bisa memberikan yang terbaik, terlebih tahun ini dipotong lebih dari 370 miliar sehingga kita berupaya terus, termasuk lobi-lobi juga agar pembangunan terus dapat kita lakukan" paparnya

Pada kesempatan itu,  Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk turut mendukung dan mensukseskan berbagai program pembangunan, baik dari pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten.

"Kita juga mohon dukungannya mensukseskan apa yang menjadi program Bapak Presiden RI, program pusat, program provinsi dan kabupaten," katanya

Sementara itu, Kepala Desa Krocok menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas pembangunan jalan yang telah terealisasi di desanya.

"Matur Nuwun kedatangan Bapak Arief Rohman di Krocok, sudah dibangunkan jalan, Alhamdulillah harapan masyarakat bisa tercapai." 

Pihak desa juga menyampaikan harapan agar ke depan jalan tersebut dapat dilebarkan atau setidaknya diberikan urugan grosok pada bahu jalan, sehingga kendaraan yang berpapasan dapat melintas dengan lebih aman dan nyaman.

Di sela-sela acara,   Bupati dan Wakil Bupati bersama Forkopimda turut menyerahkan bantuan kepada takmir masjid, santunan bagi lansia, serta bantuan sosial kepada anak-anak yang membutuhkan. (Humas/Redaksi)

Share:

Bupati Blora Ajak Ansor Punyai Program Unggulan dan Inovasi


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Inaugurasi Pelantikan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Blora Masa Khidmat 2025-2029, di pendopo rumah dinas Bupati Blora, pada Minggu 15 Februari 2025, oleh Korwil GP Ansor Jateng- DIY, H. Mochamad Hanies Cholil Barro, dengan disaksikan oleh Ketua Pimpinan Pusat GP Ansor Addin Jauharudin, PW GP Ansor Jawa Tengah H. Shidqon Prabowo, dan Bupati Blora. 

Ketua Pimpinan Pusat GP Ansor, Addin Jauharudin juga menyampaikan orasi arahannya kepada segenap pegurus cabang Ansor Kabupaten Blora yang baru saja dilantik.

"Setelah Ketua PC GP Ansor Blora dilantik, M. Yusuf Saqo, kemudian mengukuhkan Satkorcab Banser Blora, dan MDS Rijalul Ansor Blora," ujar Addin Jauharudin.

Pada kesempatan itu, Bupati Blora, Arief Rohman mengungkapkan siap bersinergi dengan Kepengurusan Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Blora, dalam berbagai hal mulai dari pertanian organik, pemberdayaan masyarakat, kegiatan keagamaan, dan lainnya. 

"Bersinergi mulai dari pertanian organik, pemberdayaan masyarakat, kegiatan keagamaan," ungkap Bupati Blora.

Lebih kanjut, Bupati Blora mengatakan bahwa Ketua Umum GP Ansor saat ini memiliki program-program yang sangat inovatif dan out of the box. Ia menilai Ansor sekarang semakin mantap dalam merancang berbagai program.

"Beragam program GP Ansor telah tersedia dan tinggal bagaimana jajaran dibawah (Kabupaten) mampu menangkap serta mengimplementasikannya secara optimal," kata Bupati Blora. 

Bupati Blora menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten siap untuk bergerak bersama dan bersinergi dalam mendukung pelaksanaan program-program tersebut.

“Ansor untuk bersinergi dengan Pemda kira-kira program apa yang akan kita laksanakan, Karena Ketum GP Ansor ini concern sekali dengan pangan. Tentunya kita tadi sambut dengan panen padi organik, ada juga kelapa, dan sebagainya, Intinya kita siap. Kami dari Pemkab akan siap untuk bergerak sama dan bersinergi,” ungkap Bupati Blora 

Bupati Blora berharap agar Ansor Kabupaten Blora mampu untuk tampil beda dengan inovasi maupun program unggulannya.

“Intinya Kami berharap Ansor Blora akan mampu tampil beda kira-kira program inovasi apa yang mau dilaksanakan dari seluruh jajaran kita dari Pemkab maupun TNI Polri saya kira sangat siap untuk bisa bersinergi dan bergerak sama,” ujar Bupati Blora.

Sementara itu, Ketua PC NU Blora, HM Fatah menyampaikan bahwa Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Blora berbahagia sekaligus ucapan selamat atas pelantikan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Blora masa khidmat 2025–2029. 

Ia mengungkap bahwa Ansor memiliki berbagai badan dan sayap organisasi, seperti Banser, Bagana, dan Rijalul Ansor, yang menunjukkan kesiapan dalam mengemban amanah besar. Salah satunya adalah memperkuat ideologi Ahlussunnah wal Jamaah, hingga menjaga soliditas dan sinergitas internal organisasi," ungkap M Fatah.

Lebih lanjut, M Fatah menjelaskan bahwa Ansor mengemban amanah khidmah kepada masyarakat dalam tataran yang nyata. Seperti halnya pada hari yang sama tersebut sudah diadakan panen bersama padi organik, yang merupakan contoh faktual yang luar biasa termasuk dengan adanya Patriot ketahanan pangan di Blora.

“Ini memang program besar PC NU Blora, Ansor, dan seterusnya, yang sangat penting mendukung program Bapak Bupati menyukseskan bertani organik. Kedepannya semoga Blora berhasil menjadi salah satu Kabupaten pelopor bertani organik,” jelas M Fatah.

Ketua PW Gerakan Pemuda Ansor Jawa Tengah, Shidqon Prabowo berharap kepengurusan yang baru dapat terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Blora dan NU Blora, mengingat seluruh elemen tersebut merupakan stakeholder yang saling berkaitan.

"Tagline GP Ansor Jawa Tengah adalah sebagai khadimul ummah atau pelayan masyarakat. Menurutnya, sejak berdiri, Ansor lahir bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani umat. Semangat pengabdian itulah yang menjadi denyut nadi gerakan Pemuda Ansor hingga saat ini," tegas Shidqon Prabowo.

Lebih lanjut, Shidqon Prabowo mengatakan dua tantangan utama yang harus dijawab bersama, yakni penguatan sumber daya manusia dan penggerakan ekonomi kader. Kedua hal tersebut, sebagaimana telah disampaikan Ketua Umum, perlu menjadi fokus gerakan di Kabupaten Blora khususnya, serta menjadi perhatian seluruh stakeholder Ansor Jawa Tengah.

“Kita punya dua tantangan pertama adalah SDM masyarakat yang sudah disampaikan oleh ketua umum, yang kedua adalah gerakan perekonomian, dua nilai ini harus digerakkan di Kabupaten Blora khususnya stakeholder Ansor Jawa Tengah,” tandas Shidqon Prabowo. (Humas/Redaksi)

Share:

Tradisi Pedang Pora Iringi Momen Haru Pisah Sambut Dandim 0721/Blora


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Nuansa haru dan kebersamaan terasa kuat dalam acara pisah sambut Komandan Kodim 0721/Blora yang digelar di Markas Kodim, Jalan Pemuda No. 44 Blora, Senin (16/2/2026). Tradisi Pedang Pora menjadi pengiring sakral dalam pergantian tongkat komando dari Letkol Inf Agung Cahyono, S.Sos., M.Han., kepada pejabat baru, Letkol Kav Yudhi Agus Setiyanto, S.Sos.

Sejak awal kegiatan, suasana penuh kehangatan sudah tampak. Komandan baru bersama Ketua Persit KCK Cabang XLII Ny. Dessy Yudhi Agus disambut langsung oleh pejabat lama dan istri melalui prosesi pengalungan Syal dan pemberian Handbuket. Jajaran prajurit berbaris rapi, memberi penghormatan, menghadirkan rasa bangga sekaligus perpisahan yang tidak mudah.

Langkah demi langkah prosesi berlangsung khidmat. Tradisi Pedang Pora bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi simbol penghormatan terakhir sekaligus ikatan batin antara komandan, prajurit, dan satuan. Pemasangan foto pejabat lama di dinding kehormatan menjadi penanda bahwa jejak pengabdian telah tertoreh dan akan selalu menjadi bagian dari sejarah satuan.

Dalam sambutan perpisahannya, Letkol Inf Agung Cahyono menyampaikan pesan dengan suara bergetar. Ia mengungkapkan rasa terima kasih atas loyalitas, kerja keras, dan kebersamaan seluruh prajurit, PNS, serta keluarga besar Persit selama dirinya memimpin.

Ia menegaskan kebanggaannya kepada seluruh anggota yang dinilai telah menunjukkan dedikasi tanpa pamrih. Permohonan maaf juga disampaikan dengan tulus apabila selama masa kepemimpinan masih terdapat kekurangan. Dengan penuh harap, ia menitipkan pesan agar soliditas dan kekompakan satuan terus dijaga, meski dirinya akan melanjutkan tugas di Mabesad.

Momen semakin emosional saat prosesi pelepasan digelar. Salam perpisahan, jabat tangan, dan tatapan hangat antar anggota menggambarkan kedekatan yang telah terbangun selama masa pengabdian.

Sementara itu, Dandim baru Letkol Kav Yudhi Agus Setiyanto menyampaikan penghormatan atas fondasi kepemimpinan yang telah dibangun pendahulunya. Ia mengajak seluruh jajaran untuk melanjutkan semangat pengabdian dengan kebersamaan dan rasa saling percaya.

Ia juga mendoakan agar pejabat lama meraih kesuksesan di penugasan berikutnya dan meniti karir hingga jabatan tertinggi di lingkungan Kodam IV/Diponegoro.

Acara ditutup dengan sesi perpisahan penuh rasa kekeluargaan. Satu per satu anggota memberikan penghormatan terakhir, mengantar langkah pejabat lama dengan doa dan rasa bangga, menegaskan bahwa pergantian jabatan boleh terjadi, namun ikatan persaudaraan di dalam satuan tetap abadi. (Pendim/Redaksi)
Share:

TMMD Sengkuyung di Desa Sumber Kradenan, Bangun Jalan Rabat Beton 280 Meter


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Tahun Anggaran 2026 di Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, memfokuskan pembangunan Jalan Rigid/Rabat Beton sepanjang 280 meter sebagai upaya meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas warga, sekaligus mempermudah transportasi hasil pertanian.

Mewakili Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman,  Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Blora, Agus Puji Mulyono,  bertindak sebagai inspektur upacara pada pembukaan TMMD tersebut. Ia menegaskan bahwa pembangunan jalan menjadi kebutuhan mendasar masyarakat sekaligus pintu masuk peningkatan ekonomi desa.

Dalam amanat Bupati Blora yang dibacakannya, Agus Puji Mulyono menyampaikan bahwa TMMD merupakan potret nyata kolaborasi lintas sektoral antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa”, program ini menjadi pengingat bahwa kemajuan Indonesia dimulai dari desa.

“Kegiatan ini bukan hanya membangun infrastruktur fisik, melainkan upaya kita untuk merawat semangat gotong royong yang menjadi jiwa bangsa Indonesia. TMMD adalah wadah di mana TNI, Pemerintah Daerah, dan masyarakat bahu-membahu dalam satu irama Pembangunan,” jelas Agus Puji Mulyono.

Ia merinci, sasaran fisik TMMD di Desa Sumber meliputi pembangunan Jalan Rabat Beton sepanjang 280 meter yang diharapkan mampu memperlancar distribusi hasil pertanian, memudahkan aktivitas warga, serta meningkatkan konektivitas antarwilayah desa. Selain itu, juga dilakukan rehabilitasi dua unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

“Sasaran Fisik yaitu Pembangunan Jalan Rabat Beton sepanjang 280 Meter yang akan memperlancar akses mobilitas warga, serta rehabilitasi 2 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Ibu Kasri dan Bapak Tarmudji agar lebih layak dan sehat,” kata Agus Puji Mulyono.

Tak hanya pembangunan fisik, TMMD juga menyasar kegiatan nonfisik berupa pemberian wawasan kebangsaan, edukasi hukum dan kesehatan, hingga pemberdayaan UMKM untuk memperkuat kapasitas ekonomi masyarakat desa. 

Seluruh kegiatan ini didukung oleh anggaran dari sinergi APBD Provinsi, APBD Kabupaten, serta dukungan BAZNAS.

“Ini adalah amanah rakyat yang harus kita laksanakan dengan sebaik-baiknya,” tegas Agus Puji Mulyono.

Pada kesempatan tersebut, Agus Puji Mulyono juga menyampaikan ucapan selamat datang kepada Komandan Kodim 0721/Blora yang baru, Letkol Kav Yudhi Agus Setiyanto, S.Sos.

“Secara khusus, di hadapan seluruh masyarakat Desa Sumber, saya kembali mengucapkan selamat datang kepada Bapak Dandim 0721/Blora yang baru. Semoga kemanunggalan TNI dan rakyat di Kabupaten Blora semakin kokoh di bawah kepemimpinan Bapak,” ungkap Agus Puji Mulyono.

Ia pun mengajak masyarakat Desa Sumber untuk berperan aktif menyukseskan pembangunan jalan rabat beton tersebut serta menjaga hasil pembangunan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. 

“Jadikan TMMD sebagai momentum untuk membangkitkan kembali semangat kerja bakti di lingkungan kita,” tandas Agus Puji Mulyono.

Kepada seluruh personel TMMD, Agus Puji Mulyono berpesan agar melaksanakan tugas dengan penuh dedikasi, mengutamakan faktor keamanan, serta menjalin komunikasi yang harmonis dengan masyarakat setempat.

Hadir pada kesempatan tersebut unsur Forkopimda Kabupaten Blora, para kepala perangkat daerah dan instansi vertikal, pejabat utama Kodim 0721/Blora, Forkopimcam Kradenan, Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XLII Dim 0721, Kepala Desa Sumber, serta tamu undangan lainnya. (Humas/Redaksi)
Share:

Rakornis TMMD Sengkuyung Tahap I TA 2026, Kodim 0721/Blora Siapkan Sinergi Pembangunan di Wilayah


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Kodim 0721/Blora menyelenggarakan Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Tahun Anggaran 2026 di Aula Makodim 0721/Blora, Jalan Pemuda No. 44, Kelurahan Mlangsen, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, Kamis (5/2/2026). Kegiatan ini merupakan tahap awal kesiapan pelaksanaan program TMMD yang direncanakan berlangsung di Desa Sumber, Kecamatan Kradenan.

Rakornis mengusung tema 'TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa' sebagai wujud komitmen TNI AD bersama Pemerintah Daerah dalam mempercepat pembangunan wilayah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Kegiatan dipimpin oleh Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0721/Blora Mayor Inf Bani. Bupati Blora diwakili oleh Kepala Dinas PMD Kabupaten Blora Yayuk Windrati. Hadir dalam kegiatan tersebut para pimpinan OPD Kabupaten Blora, Forkopimcam Kradenan, Perwira Kodim 0721/Blora, Dansubdenpom Blora, Persit KCK Cabang XLII Dim 0721/Blora, serta unsur terkait lainnya.

Dalam amanatnya, Kasdim 0721/Blora, Mayor Inf Bani menegaskan bahwa TMMD merupakan program terpadu lintas sektoral yang melibatkan TNI, Pemerintah Daerah, dan masyarakat dalam rangka pemerataan pembangunan serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“TMMD tidak hanya menyasar pembangunan fisik, tetapi juga nonfisik melalui berbagai penyuluhan dan pembinaan kepada masyarakat. Diperlukan koordinasi dan sinergi seluruh instansi agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan tertib, lancar, dan tepat sasaran,” tegas Kasdim 0721/Blora.

Untuk diketahui, program TMMD Sengkuyung Tahap I TA 2026 direncanakan dibuka pada Selasa, 10 Februari 2026, Rakornis dilaksanakan untuk menyamakan persepsi, memantapkan perencanaan, serta membagi peran dan tanggung jawab masing-masing unsur yang terlibat dalam pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap I TA 2026.

Adapun sasaran fisik meliputi pembangunan jalan rabat beton sepanjang 280 meter dengan lebar 3 meter dan tebal 0,2 meter, serta rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak dua unit. Selain itu, sasaran nonfisik akan diisi dengan kegiatan penyuluhan dari instansi terkait guna meningkatkan pengetahuan dan kapasitas masyarakat.

Melalui Rakornis ini diharapkan seluruh unsur pendukung memiliki kesiapan optimal sehingga pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap I TA 2026 dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung percepatan pembangunan di wilayah Kabupaten Blora. (Humas/Redaksi)

Share:

Ketua DPRD Hadiri HPN 2026 Jalin Hubungan Harmonis Pemerintah Daerah dan Wartawan di Blora


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Blora, Jawa Tengah menggelar sarasehan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dengan mengangkat tema 'Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat' dan subtema 'Kontribusi Jurnalis dalam Menangkal Disinformasi Program Presiden', di pendopo rumah dinas Bupati Blora, Rabu 4 Pebruari 2026.

Pada kesempatan itu, Sekda Blora, Komang Gede Irawadi mengatakan Pemkab Blora terus memperkuat transformasi layanan informasi publik dengan membangun sistem terintegrasi dibawah koordinasi Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Blora.

Menurut Sekda Blora, pemerintah daerah tidak hanya bekerja dibalik meja, melainkan bergerak dalam ekosistem digital untuk merespons isu dan keluhan masyarakat secara cepat.

“Seluruh admin media sosial, pengelola website, dan PPID di tiap OPD kini berada dalam satu komando di Dinas Kominfo. Tidak ada lagi OPD yang berjalan sendiri-sendiri dalam merespons isu,” ucap Sekda Blora.

Sekda Blora mengajak media menjaga ruang digital tetap sehat dan kondusif serta menjadi jangkar kebenaran dalam menangkal hoaks.

“Pers harus menjadi jangkar kebenaran. Mari membangun Blora dengan narasi positif, dan jadilah kontrol sosial yang konstruktif,” harap Sekda Blora.

Sementara itu, Ketua PWI Blora, Heri Purnomo mengatakan bahwa sarasehan HPN 2026 tersebut menjadi ruang diskusi untuk memperkuat profesionalitas insan pers, sekaligus memperteguh peran pers sebagai penyampai informasi yang akurat dan bertanggung jawab di tengah derasnya arus informasi.

“Bangsa kuat artinya jika pers sehat. Pers yang profesional, beretika, independen, dan bertanggung jawab akan memajukan ekonomi dan membuat bangsa menjadi kuat,” kata Ketua PWI Blora.

Ketua PWI Blora berharap kegiatan itu dapat menjadi momentum untuk membahas berbagai persoalan pers di daerah, sekaligus mencari solusi bersama agar jurnalis semakin berdaya dalam menjalankan fungsi kontrol sosial.

“Harapan kami nanti kita berdiskusi tentang permasalahan-permasalahan pers yang ada di Blora dan mendapat pencerahan,” ujar Heri Purnomo.

Saat hadir dalam sarasehan HPN 2026, 
Ketua DPRD Blora, Mustofa mengatakan hubungan kerja sama antara DPRD, pemerintah daerah, dan wartawan di Blora selama ini terjalin harmonis, termasuk dalam mendukung fungsi pers sebagai kontrol sosial.

Mustofa menyebut anggaran kerja sama dengan wartawan tidak terkena pemangkasan meskipun pemerintah melakukan efisiensi anggaran.

“Walaupun di tengah efisiensi anggaran, tidak ada satu pun yang dipotong. Bahkan nanti kita tambah,” kata Mustofa.

Mustofa menilai pemberitaan media dapat mendorong percepatan penyelesaian persoalan publik, termasuk infrastruktur jalan dan evaluasi program pemerintah.

“Ketika ada jalan jelek diviralkan, biar dianggarkan. Begitu viral secara nasional, langsung dianggarkan pemerintah pusat,” tandas Ketua DPRD Blora. (Humas/Redaksi)

Share:

Babinsa Koramil 11/Jati Bantu Warga Dirikan Rumah, Perkuat Gotong Royong di Desa


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SUARABARU.ID) — Babinsa wilayah Desa Pengkoljagong, Koramil 11/Jati membantu warga mendirikan rumah milik Prapto di Dusun Rejosari, RT. 019 RW. 002 Desa Pengkoljagong, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora Jawa Tengah, Rabu 4 Februari 2026.

Kehadiran Babinsa mendapat respons positif dari warga sekitar. Mereka menilai bantuan tenaga yang diberikan turut mempercepat proses pengerjaan rumah dan menambah semangat kerja bersama.

Kegiatan gotong royong tersebut diharapkan dapat terus terjaga sebagai bagian dari nilai kebersamaan antara aparat dan masyarakat," ujar Prapto.

Pada kesempatan itu, Babinsa Pengkoljagong, Serma Pujianto mengatakan bahwa kegiatan gotong royong tersebut merupakan bagian dari peran pembinaan teritorial yang dilakukan aparat kewilayahan untuk mempererat hubungan petugas dengan masyarakat. 

"Petugas turun langsung ke lokasi untuk membantu proses pembangunan bersama warga setempat," ujar Serma Pujianto.

Menurut Serma Pujianto, keterlibatan Babinsa dalam kegiatan sosial kemasyarakatan menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap budaya gotong royong sekaligus upaya memperkuat kebersamaan di wilayah binaan.

“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin terus membangun kedekatan dengan warga serta mendorong semangat kebersamaan dan saling membantu,” kata Serma Pujianto. (Pendim/Redaksi)
Share:

DPRD Soroti Turunnya APBD Blora 2026, Dorong Penguatan PAD


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blora menyoroti penurunan pendapatan transfer ke daerah pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026 yang turun signifikan dibandingkan Perubahan APBD tahun 2025.

Ketua DPRD Blora, Mustopa mengatakan bahwa penurunan tersebut harus segera diantisipasi dengan penguatan kebijakan fiskal daerah, mulai dari penataan belanja, optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), hingga memastikan program pelayanan dasar masyarakat tetap berjalan.

“Penurunan transfer ini harus menjadi perhatian serius. Pemerintah daerah perlu menyusun skala prioritas yang lebih ketat agar program penting tidak terdampak,” ujar Mustopa kepada awak media di Blora, Jumat (30/1/2026).

Ia menyebutkan, total pendapatan transfer ke daerah pada APBD 2026 tercatat sebesar Rp1,58 triliun atau turun Rp362,29 miliar dibandingkan Perubahan APBD 2025 yang mencapai Rp1,94 triliun. 

"Kondisi ini dinilai berpotensi menekan ruang fiskal daerah dan berdampak pada pembiayaan pembangunan serta pelayanan publik," jelas Mustopa.

Menurut politisi PKB tersebut, untuk menutup potensi kekurangan akibat berkurangnya dana transfer, Pemkab Blora perlu mempercepat penguatan PAD melalui peningkatan kinerja pajak dan retribusi daerah, penataan aset, serta pengawasan potensi kebocoran penerimaan.

"DPRD juga menyoroti penurunan sejumlah komponen transfer, terutama Dana Desa dan Dana Bagi Hasil (DBH). Alokasi Dana Desa (ADD) 2026 turun Rp38,82 miliar, dari Rp256,66 miliar pada 2025 menjadi Rp217,85 miliar," tandas Mustopa.

Sementara DBH mengalami penurunan pada beberapa sektor, di antaranya DBH Pajak Bumi dan Bangunan turun Rp58,43 miliar, DBH PPh Pasal 21 turun Rp9,50 miliar, DBH Cukai Hasil Tembakau turun Rp8,53 miliar, serta DBH Minyak Bumi turun Rp66,62 miliar. Di sisi lain, DBH kehutanan dari provisi sumber daya hutan naik Rp385,27 juta.

"DBH Pajak Bumi dan Bangunan turun Rp58,43 miliar, DBH PPh Pasal 21 turun Rp9,50 miliar, DBH Cukai Hasil Tembakau turun Rp8,53 miliar, serta DBH Minyak Bumi turun Rp66,62 miliar. Di sisi lain, DBH kehutanan dari provisi sumber daya hutan naik Rp385,27 juta," kata Mustopa.

Mustopa menegaskan, penurunan DBH menuntut penyesuaian belanja tanpa mengorbankan belanja prioritas. Selain itu, DPRD meminta Pemkab Blora melakukan mitigasi dan advokasi ke pemerintah pusat dan provinsi agar pengurangan alokasi, termasuk pada Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik, tidak mengganggu layanan dasar masyarakat.

"DPRD memastikan akan mengawal pembahasan APBD 2026 agar tetap berpihak pada kepentingan masyarakat meski kondisi fiskal daerah tengah mengalami tekanan," tegas Ketua DPRD Blora. (Humas/Redaksi)

Share:

Renovasi Masjid Anda Mubadir dan Kurang Manfaat

Jangan renovasi, jangan perbesar bangunan masjid
kalau sholat Subuh berjamaah di masjidmu
belum pernah penuh.

Kalau sholat lima waktu
masih banyak shaf kosong,
berarti jangan direnovasi dulu.
Ini bukan anti bangunan.
Bukan menyepelekan fisik masjid.
Bukan pula meremehkan keindahan.
Ini soal parameter.

Parameter masjid waktunya direnovasi
bukan diukur dari ramainya sholat Jumat
atau membludaknya jamaah sholat Ied.
Karena Jumat dan Ied itu momentum.
Musiman.
Datang dan pergi.

Yang mencerminkan hidup-matinya masjid
adalah sholat lima waktunya.
Terutama Subuh.

Subuh adalah sholat dengan pahala terbesar. Paling berat. 
Hanya iman dan kejujuran.
Kalau Subuh masih sepi,
itu bukan tanda masjid kekurangan bangunan,
tapi kekurangan kehadiran manusia.
Kekurangan sentuhan.
Kekurangan rasa aman.
Kekurangan fungsi sosial.

Bangunan yang makin megah
ndak otomatis membuat masjid makin hidup.
Kubah bisa diperbesar.
Marmer bisa diganti.
Lampu bisa dibuat lebih mewah.
Tapi kalau shaf lima waktu masih renggang,
yang dibesarkan hanya temboknya,
bukan jiwanya.

Masjid itu hidup bukan karena dindingnya,
tapi karena manusia di dalamnya.
Shaf yang terisi rapat
lebih mendesak daripada plafon baru.
Adzan yang didengar dan didatangi
lebih penting daripada cat yang masih mengkilap.

Di Masjid Pemuda Indonesia,
ini adalah prinsip kami.
Kami menahan diri dari renovasi besar
selama sholat lima waktu—terutama Subuh—
belum benar-benar hidup.

Kami memilih menghidupkan masjid
sebelum membesarkan bangunannya.
Menghadirkan rasa aman.
Menyediakan makan dan minum.
Membuka pintu 24 jam.
Menerima manusia apa adanya.
Karena ketika manusia merasa masjid adalah tempat terbaik yang mau menerima mereka,
mereka akan datang tanpa dipaksa.

Dan ketika shaf sudah penuh,
renovasi bangunan
bukan lagi ambisi,
tapi kebutuhan yang datang dengan sendirinya.

Ya Alloh,
jangan jadikan kami sibuk memperindah rumah-Mu,
namun lalai menghidupkan jamaah-Mu.
Aamiin.

(Foto dalam gambar ini adalah momen satu di antara sekian subuh hari di Masjid Pmuda Ind) 

#cakibramasjid
#masjidpemudaindonesia
#masjid
Share:

Berhenti Menganggap Sepeda Onthel Cuma Alat Olahraga


CIANJUR SATU - Cuma membakar kalori? Itu terlalu dangkal. Cuma memamerkan jersey mahal? Itu terlalu sepele.

Orang sering bertanya. "Om, ngapain capek-capek nulis buku soal sepeda?" "Kan tinggal gowes saja, beres."

Dulu, aku juga berpikir begitu. Bahwa sepeda hanyalah tumpukan logam beroda dua. Alat transportasi. Atau alat rekreasi akhir pekan.

Tapi ribuan kilometer di jalanan mengubah mataku. Aku berhenti melihat sepeda sebagai benda mati.

Aku mulai melihatnya sebagai Guru yang Diam.

Jalanan aspal mengajarkan kejujuran. Tanjakan mengajarkan kerendahan hati. Angin sakal mengajarkan kesabaran. Dan ban bocor di tengah hutan mengajarkan kepasrahan pada Ilahi.

Sepeda adalah simulator kehidupan yang paling nyata.

Pengalaman batin inilah yang aku tuangkan. Bukan sekadar teori. Tapi darah, keringat, dan kontemplasi.

Dalam 4 Ebook ini, aku merangkum segalanya:

Sisi Teknis: Panduan touring yang logis, bukan nekat.

Sisi Batin: Bagaimana mengubah kayuhan menjadi meditasi.

Sisi Manusia: Kisah roda yang mengubah cara pandang dunia.

Ini bukan bacaan berat untuk akademisi. Ini tulisan ringan untuk teman duduk ngopi.

Didesain khusus untuk kita. Yang tidak lagi mengejar piala. Tapi mengejar kewarasan di usia yang terus bertambah. Yang ingin tua dengan tubuh aktif dan jiwa yang tenang.

Marcus Aurelius menulis jurnal untuk menata pikirannya. Aku menulis ebook ini untuk menata arah hidupku—dan mungkin hidupmu.

Kalau kamu ingin bersepeda dengan lebih sadar. Lebih aman. Dan jauh lebih bermakna.

Jangan biarkan ilmunya berhenti di sini.

Klik link di bio. atau klik link nya di kolom komentar, Temukan keempat ebook-nya sekarang.

Mari belajar. Sebelum jalanan yang mengajari kita dengan cara yang keras.

Penulis
Dicky Baratawiria
SMP Negeri 4 Bandung
Share:

Bupati Blora Terima Gelar Kanjeng Raden Tumenggung dari KGPAA Mangkunagoro X


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — SURAKARTA — Bupati Blora  menerima gelar kehormatan dari Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Ario (KGPAA) Mangkunegoro X dalam acara Peringatan Naik Tahta ke 4  'Hajad Dalem Wilujengan Tingalan Jumenengan ingkang kaping sekawan', yang dilaksanakan di pendapa ageng Pura Mangkunegaran Solo, Selasa Wage 27 Januari 2026, dihadiri Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka bersama sejumlah tokoh nasional.

Acara sakral peringatan kenaikan tahta ini, Bupati Blora, Arief Rohman menerima gelar kehormatan 'Kanjeng Raden Tumenggung' sehingga namanya tertulis menjadi Kanjeng Raden Tumenggung Dr. H. Arief Rohman, S.IP., M.Si., hal itu tertuang secara jelas dalam piagam kekancingan nomor 2026.kanjeng.002 yang ditandatangani oleh KGPAA Mangkunegoro X.
Yang berbunyi : 

Ingkang awit saking keparengdalem Sampeyandhalem Ingkang Jumeneng Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Ario Mangkoenagoro ingkang kaping Sedasa ing Surakarta

Anamtokaken dateng

Dr. H. Arief Rohman, S.JP., M.Si

yen ing mangke kakarsakaken Kapatedan ganjaran pepangkatan Bupati Sepuh Kanjeng, lajeng kaharana

Kanjeng Raden Tumenggung Dr. H. Arief Rohman, S.IP., M.Si.

Ingkang punika : para Putro - Sentono - Kerabat Praja MANGKUNEGARAN tuwin Sawarning Warga, sami anganggepa ing sepantesipun pangkat lan sesebutanipun

Dawuhing pengandikadhalem:

Tanggal: 8 Ruwah DAL 1959
Surya Kaping: 27 Januari 2026

Pengageng Praja Mangkunegaran Sampeyandhalem Ingkang Jumeneng

K.G.P.A.A. MANGKOENAGORO X

Penyerahan penghargaan gelar ini dipimpin oleh KGPAA Mangkunegoro X usai penyampaian pidato dan persembahan tari Beksan Bedhaya Anglir Mendung yang sakral.

"Terimakasih kepada seluruh tamu yang telah hadir, terimakasih maturnuwun atas dukungannya sehingga selama 4 tahun berjalan kami dapat terus menjalankan Puro Mangkunegaran sebagai salah satu pusat pengembangan kebudayaan. Kekancingan yang kami berikan kepada sejumlah tokoh merupakan sebuah apresiasi penghargaan atas sumbangsih beliau beliau dalam upaya upaya pelestarian budaya, dan pelayanan kepada masyarakat," ucap KGPAA Mangkunegoro X.

Sementara itu, Bupati Blora, Arief Rohman, usai menerima kekancingan gelar kehormatan dari KGPAA Mangkunegoro X. mengucapkan terimakasih dan siap melanjutkan pengembangan budaya sinergi dengan Mangkunegaran.

"Terimakasih kepada Gusti Bhre (KGPAA Mangkunegoro X) yang sudah memberikan kepercayaan kepada kami untuk menjadi bagian dari Mangkunegaran. Ini tentunya membanggakan, kami persembahkan untuk seluruh masyarakat Blora. Karena dulunya Blora juga masuk wilayah pengaruh Mangkunegaran. Tentunya kami akan bersinergi bagaimana membangun Blora dengan Mangkunegaran lewat kesenian kebudayaan yang akan terus kita jaga dan lestarikan. Semoga bermanfaat, maturnuwun," ujar Bupati Blora.

Dalam menerima kekancingan gelar kehormatan itu, Bupati Blora tampil gagah dengan balutan beskap berwarna hijau pastel, jarik batik sogan, memakai blangkon gaya Surakarta, dan keris di bagian belakang. 

Tidak hanya Bupati Blora. Gelar kehormatan dari Mangkunegaran ini juga diberikan kepada Bupati Wonogiri, Bambang 'Pacul' Wuryanto Wakil Ketua MPR RI, dan sejumlah tokoh budaya lainnya. 

Selain disaksikan Wakil Presiden Republik Indonesia, sejumlah pejabat dan tokoh publik juga hadir, Sekda Jawa Tengah Sumarno, Walikota Surakarta Respati Ardi, Paku Buwono XIV Hangabehi, Dirut Pertamina Simon Aloysius Mantiri, dan tamu undangan. (Humas/Redaksi)

Share:

Hot News

Sambut Idul Fitri 1447 H, Kodim 0721/Blora Gelar Bazar Ramadhan Murah Untuk Masyarakat

𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Tentara Nasional Indonesia (TNI) menggelar Bazar Ramadhan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia dalam rangka...

Piblic Service

Piblic Service
Instagram

Blog Archive

Social Media

Technology

Next More »

Labels

Community

Next More »