HUT Ke-81 TNI, Kodim 0721/Blora Gelar Ziarah Nasional di TMP Wira Bhakti


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 TNI Tahun 2026, Kodim 0721/Blora melaksanakan ziarah nasional dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Wira Bhakti, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Senin 28 September 2026.

Ziarah nasional dipimpin oleh Dandim  0721/Blora, yang merupakan bentuk penghormatan dan penghargaan kepada para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raganya demi kemerdekaan serta tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Hadir Kasdim 0721/Blora, Mayor Arm Imam Sunandar, Dansubdenpom IV/3-1 Blora Kapten Cpm Karmawan, para perwira staf, Danramil jajaran Kodim 0721/Blora, prajurit TNI, Pegawai Negeri Sipil (PNS), serta Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XLII Kodim 0721/Blora.

Pada kesempatan itu, Dandim 0721/Blora, Letkol Kav Yudhi Agus Setiyanto menyampaikan bahwa ziarah nasional bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk mengenang sekaligus merefleksikan kembali nilai-nilai perjuangan dan pengorbanan para pahlawan bangsa.

“Ziarah dan tabur bunga ini merupakan wujud penghormatan kita kepada para pahlawan. Perjuangan dan pengorbanan mereka harus senantiasa menjadi inspirasi bagi setiap prajurit TNI dalam melaksanakan tugas dan pengabdian kepada bangsa dan negara,” ujar Dandim 0721/Blora.

Menurut Dandim 0721/Blora, semangat rela berkorban, pantang menyerah, serta mengutamakan kepentingan bangsa dan negara yang telah ditunjukkan para pahlawan merupakan nilai luhur yang harus terus diwariskan dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Nilai-nilai kepahlawanan harus menjadi pijakan moral bagi prajurit TNI untuk senantiasa mengabdi dengan tulus, profesional, dan bertanggung jawab, serta selalu hadir di tengah masyarakat dalam menjaga keutuhan dan persatuan bangsa,” imbuh Dandim 0721/Blora.

Masih kata Dandim 0721/Blora, bahwa
Peringatan HUT ke-81 TNI Tahun 2026 mengusung tema 'TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur', tema tersebut menjadi pengingat pentingnya sinergi dan kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam menjaga kedaulatan negara serta mendukung terwujudnya kehidupan masyarakat yang adil dan sejahtera.

"Ziarah nasional ini, Kodim 0721/Blora meneguhkan komitmen untuk terus menghormati jasa para pahlawan sekaligus menjadikan semangat perjuangan mereka sebagai landasan dalam melaksanakan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara," tandas Dandim 0721/Blora. (Pendim/Redaksi)


Share:

Bupati Kendal Ke Blora Demi Bongkar Resep Sukses Infrastruktur dan Ekonomi Petani


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Ditengah upaya banyak daerah mencari model pembangunan yang mampu menekan kemiskinan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani, Kabupaten Blora justru menunjukkan hasil nyata melalui pengembangan pertanian organik.

Keberhasilan itu menarik perhatian Pemerintah Kabupaten Kendal yang datang langsung untuk mempelajari berbagai program pembangunan Blora, dengan beras organik Sehati sebagai salah satu sorotan utama.

Kunjungan kerja yang dipimpin Bupati Kendal Hj. Dyah Kartika Permanasari, S.E.,di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, Jumat (25/9/2026), tidak hanya membahas pengelolaan data kemiskinan dan pembangunan infrastruktur. Perhatian khusus juga tertuju pada keberhasilan Blora mengembangkan beras organik yang dinilai mampu menjawab dua tantangan sekaligus, yakni peningkatan kesehatan masyarakat dan penguatan ekonomi petani.

Rombongan Pemerintah Kabupaten Kendal diterima oleh Asisten Administrasi Sekda Blora Bawa Dwi Raharja, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Retno Kusumowati, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Luluk Kusuma, Plt Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Hendi Purnomo, serta Kabag Prokompim Setda Blora Budiman.

Salah satu isu yang mengemuka saat pertemuan tersebut adalah pengelolaan data kesejahteraan sosial, khususnya terkait data desil yang menjadi dasar penentuan penerima bantuan sosial.

Kepala Dinsos P3A Blora Luluk Kusuma menjelaskan bahwa pemerintah daerah kerap menghadapi kendala akibat lamanya proses persetujuan perubahan data desil dari pemerintah pusat. Menurutnya, hasil pengajuan perubahan data bisa memerlukan waktu hingga tiga bulan karena harus menunggu persetujuan administrator Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Sosial.

Kondisi tersebut, lanjut Luluk, sering menjadi persoalan ketika pemerintah daerah harus segera memberikan intervensi kepada warga yang membutuhkan penanganan cepat, seperti penderita hidrosefalus, penyakit autoimun, maupun kasus sosial lainnya.

“Sering kali masyarakat mempertanyakan ketika status desil mereka berubah atau belum berubah. Pemerintah daerah berupaya menjembatani kebutuhan masyarakat dengan memanfaatkan berbagai sumber anggaran yang tersedia sambil menunggu proses validasi dari pusat,” ujarnya.

Selain persoalan data kemiskinan, pertemuan juga membahas tantangan meningkatnya kasus judi online yang mengakibatkan penangguhan bonsos.

Dalam diskusi tersebut, Bupati Kendal juga menyinggung persoalan pembangunan infrastruktur daerah. Ia mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Kendal pernah menghadapi situasi ketika bantuan keuangan provinsi (Banprov) yang sebelumnya direncanakan untuk pembangunan jalan mendadak tidak dapat direalisasikan.

Padahal, menurutnya, rencana pembangunan jalan tersebut telah disampaikan kepada masyarakat sehingga menimbulkan ekspektasi tinggi.

Menanggapi hal itu, jajaran Pemerintah Kabupaten Blora menjelaskan strategi percepatan pembangunan infrastruktur yang dilakukan melalui skema pinjaman daerah pada tahun 2025. Kebijakan tersebut ditempuh untuk mempercepat penyelesaian sejumlah ruas jalan yang menjadi kebutuhan masyarakat.

Pembahasan juga menyentuh sektor kehutanan. Pemerintah Kabupaten Blora menjelaskan bahwa sejumlah pembangunan jalan di kawasan hutan telah mendapatkan izin dan koordinasi dengan Perhutani sejak lama sehingga pelaksanaannya dapat berjalan sesuai ketentuan.

Pada kesempatan itu, dipaparkan pula sejumlah capaian pembangunan Kabupaten Blora. Tingkat kemiskinan Kabupaten Blora pada tahun 2025 tercatat turun menjadi 10,58 persen. Sementara jumlah penduduk mencapai sekitar 932 ribu jiwa dengan karakteristik wilayah yang sebagian besar berada di kawasan perhutanan, sehingga kepadatan penduduk dan luas kawasan hutan menjadi faktor penting dalam perencanaan pembangunan.

Diskusi turut mengulas potensi pendapatan daerah, termasuk mekanisme perhitungan Dana Bagi Hasil (DBH) sektor minyak dan gas bumi yang selama ini menjadi salah satu sumber penerimaan penting bagi Kabupaten Blora.

Di sektor pertanian, Blora memperkenalkan sejumlah komoditas unggulan seperti cabai jawa yang berkembang di Kecamatan Jati serta pengembangan padi organik yang terus didorong untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan nilai tambah produk pertanian.

Sebelum mengikuti rangkaian kegiatan resmi, Bupati Kendal mengaku sempat mencicipi kuliner khas Blora berupa lontong opor di kawasan Ngloram, Cepu. Ia juga menyatakan ketertarikannya untuk mencoba jalur baru Blora–Randublatung–Mantingan yang menghubungkan wilayah Blora dengan Kabupaten Ngawi.

Di akhir kunjungan, Bupati Kendal turut mempromosikan beras organik varietas Mentik Susu yang saat ini menjadi salah satu produk unggulan Kabupaten Blora. Menurutnya, produk tersebut memiliki kualitas yang baik dan berpotensi dikembangkan lebih luas sebagai komoditas unggulan daerah.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Kendal telah merasakan langsung kualitas Beras Sehat (Sehati) yang menjadi salah satu produk unggulan Kabupaten Blora. Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menjalani pola hidup sehat, ia menilai keberhasilan Blora mengajak petani beralih menanam padi organik merupakan langkah yang patut diapresiasi.

Selain memberikan manfaat bagi kesehatan masyarakat, pengembangan beras organik juga dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan petani karena memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

“Kami dari Pemerintah Kabupaten Kendal sudah pernah merasakan produk Beras Sehati dari Kabupaten Blora. Tentunya ini bagus dan sehat untuk kita semuanya, sekaligus mampu meningkatkan perekonomian masyarakat karena nilai ekonominya semakin meningkat. Sukses untuk Kabupaten Blora yang telah berhasil mengajak para petani menanam Beras Sehati. Berasnya sehat, enak, pulen, wangi, harum, pokoknya pas,” ujar Dyah. (Humas/Redaksi)


Share:

Sambut HUT Ke-81 TNI, Kodim 0721/Blora Gelar Bakti Sosial Kesehatan


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI Tahun 2026 dan HUT ke-76 Kodam IV/Diponegoro, Kodim 0721/Blora menggelar bakti sosial kesehatan bagi personel TNI, Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XLII Dim 0721, serta masyarakat. Kegiatan berlangsung di Rumkitban 04.08.05/Blora, Jalan Dr. Sutomo, Blora, Selasa 23 September 2026.

Bakti sosial kesehatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Sejumlah layanan kesehatan diberikan kepada peserta, di antaranya donor darah dan pemeriksaan kesehatan.

Mewakili Dandim 0721/Blora, Pasiter Kodim 0721/Blora Kapten Inf Maningsun menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI dan HUT ke-76 Kodam IV/Diponegoro, sekaligus wujud nyata pengabdian TNI kepada masyarakat.

“Bakti sosial kesehatan ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI terhadap kesehatan masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami berupaya memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat sekaligus mempererat hubungan dan kemanunggalan TNI dengan rakyat,” ujar Kapten Inf Maningsun.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan donor darah mendapat dukungan tenaga medis Rumkitban Blora bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Blora. Selain donor darah, peserta juga memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan guna membantu mengetahui kondisi kesehatan serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan.

Kapten Inf Maningsun menegaskan, peringatan HUT ke-81 TNI tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjalanan dan pengabdian TNI, tetapi juga menjadi kesempatan untuk semakin mendekatkan diri kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan yang memberikan manfaat secara langsung.

“Momentum HUT ke-81 TNI dan HUT ke-76 Kodam IV/Diponegoro ini kami jadikan sebagai sarana untuk terus meningkatkan kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat. Semoga kegiatan ini dapat memperkuat semangat kebersamaan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tuturnya.

Kegiatan bakti sosial kesehatan tersebut sejalan dengan semangat HUT ke-81 TNI yang mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, sekaligus menjadi bagian dari upaya TNI untuk terus hadir di tengah masyarakat dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada tim medis, PMI Blora, panitia, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Semoga apa yang kita lakukan bersama dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjadi bagian dari pengabdian TNI kepada rakyat,” pungkas Kapten Inf Maningsun. (Pendim/Redaksi)


Share:

HUT ke-81 TNI dan HUT ke-76 Kodam IV/Diponegoro, Kodim Blora Gelar Bazar Murah


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) —Menyambut HUT ke-81 TNI dan HUT ke-76 Kodam IV/Diponegoro Tahun 2026, Kodim 0721/Blora menggelar bazar murah untuk  masyarakat, di halaman Makodim 0721/Blora, Jalan Pemuda Kabupaten Blora, Jawa Tengah, pada Selasa 22 September 2026.

Bazar diawali dengan Zoom Meeting bersama komando atas, dilanjutkan dengan pemberian bingkisan kepada Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Blora, Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI dan Polri (Pepabri) Blora, serta warga Blora.

Komandan Kodim 0721/Blora, Letkol Kav Yudhi Agus Setiyanto mengatakan dalam bazar tersebut menyediakan berbagai kebutuhan pokok dan produk kebutuhan sehari-hari dengan harga terjangkau. Komoditas yang disediakan antara lain beras, gula, minyak goreng, dan telur.

"Untuk beras, Kodim 0721/Blora menyediakan sebanyak 5 ton dengan harga Rp55.000 per kemasan. Sementara itu, gula disediakan sebanyak 300 kilogram dengan harga Rp17.000 per kilogram, minyak goreng sebanyak 300 liter dengan harga Rp15.000 per liter, serta telur sebanyak 300 kilogram dengan harga Rp22.000 per kilogram," jelas Dandim 0721/Blora.

Selain kebutuhan pokok, lanjut Dandim 0721/Blora, bazar juga menghadirkan berbagai produk unggulan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XLII Dim 0721/Blora. 

"Produk yang dipasarkan diantaranya aneka makanan ringan, telur bebek, jamu tradisional, serta buah-buahan," ujar Dandim 0721/Blora.

Lebih lanjut, Dandim 0721/Blora  mengatakan bahwa bazar murah tersebut merupakan bentuk kepedulian TNI untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Dibawah Harga Pasar

“Memang kami menjual di bawah harga pasar untuk membantu masyarakat sekitar Blora. Prinsipnya dari masyarakat untuk masyarakat,” kata Dandim 0721/Blora.

Menurut DandimDandim 0721/Blora, khusus komoditas beras, Kodim Blora berkolaborasi dengan Perum Bulog untuk menyediakan stok beras dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat.

“Kami tidak mengambil selisih. Beras kami ambil dari Bulog, kemudian kami jual dengan harga dibawah pasar,” ujar Dandim 0721/Blora.

Dikemukakan, hal serupa diterapkan pada komoditas telur yang dijual dengan harga Rp22.000 per kilogram. Harga tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.

"Selain membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, bazar tersebut juga menjadi sarana untuk mendukung dan memperkenalkan produk UMKM. Produk UMKM binaan Persit KCK Cabang XLII Dim 0721/Blora turut dipasarkan kepada masyarakat yang hadir," ucap Dandim 0721/Blora.

Kolaborasi Perkuat Sinergi

Masih kata Dandim 0721/Blora, bazar murah tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI dan HUT ke-76 Kodam IV/Diponegoro. Sejumlah kegiatan lainnya juga telah disiapkan, termasuk kegiatan olahraga dan perlombaan.

“Untuk hari ini kami mengadakan bazar. Ke depan juga ada kegiatan lari, jalan santai dan padel,” ungkap Dandim 0721/Blora.

Dalam pelaksanaannya, kata Dandim 0721/Blora, Kodim 0721/Blora berkolaborasi dengan sejumlah pemangku kepentingan, termasuk Bulog dan pihak terkait lainnya. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Kami berkolaborasi dengan stakeholder, Bulog, dan pihak lainnya. Harapannya kegiatan ini dapat membantu dan memberikan manfaat bagi masyarakat dalam rangka HUT TNI,” tandas Dandim 0721/Blora.  (Pendim/Redaksi)
Share:

Bupati Minta Dinas Sosial dan Baznas Dampingi Mbah Samijah dan Dua Cucu Difabelnya di Sambong Blora


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) —  Laporan warga mengenai kondisi rumah tidak layak huni milik Mbah Samijah (71), warga Desa Gagakan, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora Jawa Tengah langsung ditindaklanjuti Pemerintah Kabupaten Blora.

Bupati Blora turun langsung ke lokasi,  pada Selasa 15 September 2026 untuk menyerahkan bantuan sekaligus memastikan penanganan sosial bagi keluarga tersebut.

Dalam kunjungan itu, Bupati Blora didampingi Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Blora, Sutaat, Ketua Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Laga Kusuma, Kepala Desa Gagakan, Dinas Sosial P3A, serta Puskesmas setempat.

Bupati Blora, Arief Rohman  mengatakan informasi mengenai kondisi rumah Samijah diterimanya dari laporan media dan relawan sosial yang selama ini aktif menyampaikan berbagai persoalan masyarakat di lapangan.

"Kita menerima laporan dari teman-teman media bahwa ada masyarakat yang kondisi rumahnya tidak layak. Sore ini kita serahkan bantuan dari Baznas dan teman-teman ASN. Nanti kita minta rumahnya agar dibedah sehingga bisa menjadi rumah yang layak untuk ditempati," katanya.

Selain menyerahkan bantuan, Bupati Blora juga menjenguk dua cucu Samijah yang mengalami disabilitas sejak lahir. Ia meminta Dinas Sosial, Baznas, dan pihak terkait untuk memberikan pendampingan berkelanjutan bagi keluarga tersebut.

"Ini juga ada anak difabel. Kita minta nanti dari Dinas Sosial dan juga Baznas untuk terus mengawal dan memberikan perhatian," ujarnya.

Menurut Bupati Blora, penanganan persoalan sosial membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, relawan, dan masyarakat. Karena itu, ia mendorong IPSM dan insan media untuk terus menyampaikan berbagai aduan yang ditemukan di lapangan agar dapat segera ditindaklanjuti.

"Kita antara pemerintah dan teman-teman relawan harus terus bersinergi. Saya minta IPSM dan juga teman-teman media, kalau menemukan aduan dari masyarakat, mari kita tangani bersama-sama," katanya.

Ia mengapresiasi semakin banyaknya relawan sosial yang terlibat membantu masyarakat. Saat ini, jumlah relawan IPSM di Kabupaten Blora mencapai sekitar 150 orang yang aktif menangani berbagai persoalan sosial di tingkat desa.

Bupati Blora meminta pemerintah desa setempat mengawal proses perbaikan rumah Samijah dengan semangat gotong royong bersama masyarakat.

"Pak lurah, tolong segera dikawal. Dengan gotong royong masyarakat, rumah yang tidak layak ini semoga segera bisa dibangun menjadi rumah yang layak untuk ditinggali," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Baznas Blora,  Sutaat menjelaskan bahwa pihaknya menyalurkan bantuan sebesar Rp20 juta yang akan digunakan untuk rehabilitasi rumah Samijah. Selain itu, Dinas Sosial P3A turut memberikan bantuan kebutuhan dasar rumah tangga.

"Dari Baznas ada bantuan Rp20 juta untuk rehab rumah Bu Samijah. Ada juga bantuan dari Dinsos P3A berupa kasur, selimut, bantal, dan peralatan dapur," katanya.

Ia menambahkan, keluarga Samijah sebelumnya juga pernah menerima program bantuan rumah tidak layak huni. Pada tahun 2024, rumah anak pertama Samijah yang berada di sebelah rumahnya telah mendapatkan bantuan bedah rumah. (Humas/Redaksi)

Share:

Dibuka Wabup, 300 ASN Blora Ikuti Profiling di Kanreg I BKN Yogyakarta‎


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) —
‎YOGYAKARTA — Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini membuka kegiatan Profiling (Pembuatan profil, penilaian, pemetaan),  ASN Pemerintah Kabupaten Blora yang dilaksanakan di Kantor Regional I Badan Kepegawaian Negara (BKN) Yogyakarta, Selasa 15 September 2026.
‎
‎Wakil Bupati yang akrab dipanggil Budhe Rini itu menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh ASN yang telah mengikuti kegiatan profiling. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada panitia penyelenggara, khususnya Kantor Regional I BKN Yogyakarta yang telah memfasilitasi pelaksanaan profiling ASN tersebut.
‎
‎Menurutnya, profiling ASN menjadi bagian penting dalam upaya membangun tata kelola kepegawaian yang objektif dan berbasis kompetensi. Seluruh ASN, baik yang menduduki Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, Pengawas, maupun Fungsional dan Pelaksana, memiliki kewajiban untuk mengikuti profiling.
‎
‎“Profiling ini nantinya akan menjadi salah satu dasar dalam penempatan jabatan yang sesuai dengan standar kompetensi, mendukung penerapan sistem merit, sekaligus mengisi basis data manajemen talenta secara objektif,” ujar Sri Setyorini.
‎
‎Ia menjelaskan, dalam penerapan manajemen talenta, tata kelola Jabatan Pimpinan Tinggi telah diatur secara nasional agar penempatan pejabat dapat disesuaikan dengan kompetensi serta kebutuhan organisasi dan negara. Dengan demikian, ke depan dimungkinkan adanya mobilitas Jabatan Pimpinan Tinggi antarinstansi, baik di tingkat pusat maupun daerah, secara lebih fleksibel sesuai ketentuan yang berlaku.
‎
‎Untuk itu, Wakil Bupati meminta seluruh peserta mengikuti proses profiling dengan sungguh-sungguh, jujur, dan memberikan performa terbaik.
‎
‎“Saya menghimbau kepada seluruh peserta untuk mengikuti profiling ini dengan sungguh-sungguh, jujur, dan memberikan performa terbaik. Ini adalah modal berharga bagi saudara untuk mengenali kapasitas diri sekaligus membuka peluang pengembangan karier di masa depan,” katanya.
‎
‎Sri Setyorini menegaskan, assessment yang dijalani bukan sekadar formalitas, melainkan instrumen penting untuk mengidentifikasi potensi dan kompetensi yang dimiliki masing-masing ASN.
‎
‎“Jadikan profiling ini sebagai kesempatan untuk mengenali potensi dan kompetensi diri. Hasilnya diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan karier dan peningkatan kualitas ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blora,” tambahnya.
‎
‎Pada bagian lain, Kepala BKPSDM Kabupaten Blora,  Drs. Heru Eko Wiyono menjelaskan, kegiatan profiling ASN tersebut dilaksanakan selama satu hari, Selasa (15/9/2026), di Kantor Regional I BKN Yogyakarta.
‎
‎Kegiatan diikuti 300 pesertleh a yang dibagi dalam dua sesi. Masing-masing sesi diikuti 150 peserta. Peserta terdiri atas 18 pejabat Eselon II, 5 pejabat Eselon III, 48 pejabat Eselon IV, serta 229 ASN dari jabatan fungsional dan pelaksana.
‎
‎Dalam pelaksanaannya, peserta mengikuti assessment menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT). Setiap peserta mengerjakan sebanyak 500 soal dalam waktu 150 menit.
‎
‎Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Blora berharap tersedianya data kompetensi dan potensi ASN yang lebih komprehensif sebagai bagian dari penguatan manajemen talenta, penerapan sistem merit, serta mendukung penempatan ASN sesuai kompetensi dan kebutuhan organisasi. (Humas/Redaksi)

Share:

Sapi Potong dan Beras Premium Blora Siap Diserap Pasar Ekspor Bersama Id Food


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — JAKARTA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora terus berupaya mengoptimalkan potensi daerah di sektor pangan. Dalam hal ini, Bupati Blora Dr. Arief Rohman melakukan kunjungan kerja ke kantor BUMN Holding Pangan ID FOOD di Jakarta guna menjajaki peluang kerja sama strategis dalam pengembangan sektor pertanian, peternakan, serta potensi daerah disektor lain.

Saat berkunjungan di kantor ID FOOD, Bupati diterima langsung oleh, Ghimoyo Direktur Utama ID FOOD, serta Bernadetta Raras Dir Supply Chain Management dan IT ID FOOD. 

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman memaparkan berbagai komoditas unggulan daerah yang dinilai memiliki daya saing tinggi dan potensi potensi lain yang bisa dioptimalisasi.

"Blora salah satu daerah penghasil padi terbesar, selain itu di sektor peternakan juga luar biasa, jadi kami ingin mengoptimalkan potensi potensi yang ada dan menggali potensi daerah disektor lain," ucapnya, senin sore ( 24/9/2026).

Mas Arief, sapaan Bupati Arief menjelaskan bahwa saat ini Blora juga mengembang beras organik. Dimana beras organik tersebut menjadi salah satu produk unggulan yang saat ini terus dikembangkan Pemkab Blora.

Selain beras organik, Bupati Arief memperkenalkan potensi peternakan Blora yang dikenal sebagai salah satu daerah dengan populasi sapi potong terbesar di Jawa Tengah. Aktivitas perdagangan ternak di daerah itu juga dinilai sangat tinggi.

"Pasar hewan di Blora buka setiap pasaran Pon atau lima hari sekali. Nilai transaksi dalam satu kali pasaran mencapai miliaran. Tentunya ini juga menjadi salah satu potensi yang perlu dikembangkan," ujarnya.

"Tentunya kami ingin bermitra dengan ID FOOD tentunya disektor pangan, yang pasti dikelas premium dimana yang orientasinya nanti sampai ekspor, sehingga dari sisi penghasilan, para petani ini bisa bertambah," imbuhnya. 

Bupati Blora menyampaikan bahwa kerjasama dengan ID FOOD diharapkan mampu memberikan kepastian pasar bagi para petani dan peternak lokal.  

"Blora juga menyimpan potensi besar pada komoditas tanaman pangan serta sektor peternakan sapi yang siap diintegrasikan dengan ekosistem ID FOOD," pungkasnya. 

Tak hanya itu, pihaknya saat ini fokus disektor pangan ini, bahkan Pemkab sangat terbuka untuk nanti para investor maupun pihak pihak yang ingin menjadikan Blora ini sebagai daerah yang komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional dari bapak Presiden. 

Menanggapi hal itu, Ghimoyo Direktur Utama ID FOOD menyambut baik kedatangan Bupati Blora ke kantornya untuk terus bekerjasama dengan ID FOOD terutama disektor pangan. 

"Kami menyambut baik kedatangan pak Bupati Blora ini, sebenarnya kami juga sudah kerjasama dengan Pemkab Blora, meskipun masih sekala kecil, tapi sudah ada produk dari Blora yang sudah kita ambil. Namun ke depan tidak hanya beras saja yang kita ambil, kami. Tapi kami siap support apa yang dibutuhkan untuk Blora," ucapnya. 

Terlebih selain disektor pangan, kabupaten Blora juga salah satu penghasilan sapi terbesar di Jawa Tengah.  "Jadi daging sapi ini juga kita masuk, sehingga apa yang bisa kita sinergikan kita dengan Pemkab Blora," Pungkasnya. 

ID FOOD menyambut positif langkah proaktif Pemkab Blora.  Demi mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Blora. (Humas/Redaksi)
Share:

Ikuti Rakor Penanganan Permukiman Kumuh Terpadu, Bupati Bertekad Ubah Kawasan Kumuh di Blora Jadi Layak Huni


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Jakarta —  Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) menggelar Forum Koordinasi Penanganan Permukiman Kumuh Terpadu di Auditorium BRIN, Jakarta, Senin (14/9/2026).

Forum ini diikuti sejumlah Kepala daerah se-Indonesia. Salah satunya Bupati Blora Jawa Tengah,  Dr. H Arief Rohman. Dia  hadir bersama sejumlah kepala daerah di Jawa Tengah lainnya seperti,Kabupaten Grobogan, kabupaten Semarang, kabupaten banjarnegara, Kabupaten Kendal, Kota Pekalongan, dan Kabupaten Brebes. 

Forum Koordinasi Penanganan Permukiman Kumuh Terpadu ini dibuka langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). 

Dalam sambutannya, Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan, Pemerintah mencatat penurunan kawasan kumuh dari 2025 ke 2026 masih sangat kecil sehingga pembangunan rumah harus berjalan bersamaan dengan penyediaan air minum, sanitasi, dan infrastruktur lingkungan.

AHY sapaan akrab Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan mengatakan, pemerintah tidak cukup hanya memperbaiki rumah karena kondisi permukiman juga menentukan kelayakan hunian. Indonesia masih menghadapi persoalan serius terkait kawasan permukiman kumuh. Saat ini terdapat sekitar 7.000 kawasan kumuh di Indonesia dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda. Pemerintah juga perlu mengurangi luas kawasan kumuh, yang sebagian besar masuk kategori ringan sebanyak 5.620 kawasan.

AHY mengatakan, dari ribuan kawasan tersebut, sebanyak 5.620 kawasan masuk kategori kumuh ringan, kemudian 1.666 kawasan berada dalam kategori sedang, sementara sekitar 100 kawasan tergolong kumuh berat.

"Alhamdulillah terjadi penurunan, tetapi tipis sekali dari 2025 ke 2026, selain membangun rumah, kita juga harus mengurangi area kumuh,” ujar. 

Ia mengatakan, penanganan kawasan kumuh tidak hanya berkaitan dengan kondisi rumah, tetapi juga lingkungan tempat tinggal masyarakat. Persoalan tersebut mencakup fasilitas pendukung seperti air minum, sanitasi, drainase hingga pengelolaan sampah.

"Kawasan kumuh tentu berkaitan dengan kondisi bangunan, yaitu kondisi bangunan atau rumah yang tidak layak. Namun, bukan hanya itu. Ingat, tanpa fasilitas pendukung, misalnya lingkungan, rumah masyarakat juga menjadi tidak beraturan. Masing-masing mencari cara untuk melakukan mobilitas di lingkungan tersebut. Pada akhirnya, menjadi sembarang," ujarnya.

Menurut AHY, persoalan air bersih juga menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan kualitas hidup masyarakat di kawasan permukiman.

"Jika air minum tidak terjamin dari sisi kualitas dan keberlanjutan, ini maka akan membuat masyarakat menjadi tidak berkualitas hidupnya," jelas dia.

Adapun dalam menangani kawasan permukiman kumuh, AHY menjelaskan, porsi pemerintah pusat menangani kawasan permukiman kumuh dengan luas lebih dari 15 hektare, sementara pemerintah daerah provinsi menangani kawasan dengan luas lebih dari 10 hektare hingga kurang dari 15 hektare.

Sementara pemerintah kabupaten/kota bertanggung jawab menangani kawasan permukiman kumuh dengan luas di bawah 10 hektare.

Dari keseluruhan kawasan tersebut, porsi penanganan terbesar berada di pemerintah kabupaten/kota, yakni 66%. Pemerintah pusat memiliki porsi 21%, sedangkan pemerintah provinsi sebesar 13%.

AHY menegaskan, penanganan kawasan kumuh juga harus memperhatikan risiko bencana. Ia menyoroti masih adanya kawasan permukiman yang berada di lokasi rawan bencana.

"Ada kawasan di bantaran sungai. Saya sudah mengatakan sebelumnya mengenai persoalan sungai kita, ada kawasan rawan bencana. Jangan membangun di lokasi rawan bencana. Ketika terjadi bencana, kemudian kita membangunnya kembali (di lokasi yang sama)," ucap AHY.

Menurut dia, pembangunan kembali kawasan terdampak bencana tidak boleh hanya mengembalikan kondisi seperti sebelumnya. Pemerintah perlu membangun kawasan yang lebih tangguh.

"Kita tidak hanya harus membangun kembali, tetapi juga membangun kembali dengan lebih baik, dan memiliki daya tahan yang berkualitas," katanya.

AHY mengatakan, pemerintah sebelumnya telah melakukan penanganan kawasan kumuh melalui berbagai instrumen, termasuk Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pembangunan prasarana, sarana dan utilitas (PSU), program perumahan terpadu hingga pembiayaan perumahan melalui FLPP.

Pada 2025, pemerintah pusat menangani 10 kawasan kumuh di sembilan provinsi dengan total luas 262,19 hektare untuk peningkatan kualitas permukiman kumuh. Sementara itu, pada 2026 pemerintah menargetkan penanganan 16 kawasan prioritas di 16 provinsi dengan total luas mencapai 436,32 hektare.

AHY menegaskan, penanganan kawasan kumuh harus dilakukan secara bertahap dan terukur.

"Jadi, sebenarnya ada cukup banyak instrumen dan model pendekatan yang dapat kita lakukan. Pada 2026, akan dilakukan penanganan di 16 kawasan dengan luas 436 hektare di 16 provinsi," tegasnya.

AHY menegaskan, penanganan kawasan kumuh harus mencakup rumah dan ekosistem permukiman di sekitarnya. 

“Penekanannya ada pada kata ‘terpadu’. Selama ini memang sudah ada, tetapi mungkin belum terlalu terintegrasi,” tutur AHY.

Menurut AHY, pendekatan tersebut juga akan menghubungkan perumahan dengan sekolah, pasar, transportasi, ruang terbuka, fasilitas olahraga, tempat ibadah, serta program pemerintah lain. Pemerintah kemudian ingin menggunakan sistem pemantauan untuk memetakan kawasan kumuh dan memastikan penanganan sesuai anggaran serta kewenangan masing-masing pemerintah.

“Bukan sekadar menambahkan dashboard baru, tetapi sebagai instrumen untuk memetakan berapa banyak dan di mana saja kawasan atau desa kumuh berada,” pungkasnya.

Menyikapi hal ini, Bupati Dr. H. Arief Rohman yang hadir dalam Forum Koordinasi Penanganan Permukiman Kumuh Terpadu dimana tentang pembahasan wilayah kumuh. Pemkab Blora khususnya di wilayah kelurahan untuk penanganan kawasan kumuh. 

"Untuk Blora utamanya di kelurahan Kunduran sudah kita laksanakan. Semoga kegiatan ini nanti juga menyebar lagi di wilayah wilayah lain yang ada di kabupaten Blora," ucapnya. 

Dalam acara Forum Koordinasi Penanganan Permukiman Kumuh Terpadu ini juga menghadirkan narasumber mulai dari sejumlah menteri, Gubernur, hingga tokoh inspiratif lain dalam pengerak pemberdayaan masyarakat. (Humas/Redaksi)
Share:

Jembatan Perintis Kedungglongong Mulai Dipasang Besi Angkur, Hubungkan Dua Dukuh Di Randublatung


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) —
Pembangunan Jembatan Perintis atau jembatan gantung di atas Sungai Kedungglonggong, Desa Kediren, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, terus menunjukkan progres.
Jembatan yang memiliki panjang sekitar 45 meter dan lebar 1,2 meter tersebut nantinya akan menghubungkan Dukuh Kedungglonggong, Desa Kediren, dengan Dukuh Bulakan, Desa Pilang, Kecamatan Randublatung.

Pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari program Presiden Republik Indonesia dalam upaya meningkatkan konektivitas dan membuka akses masyarakat di wilayah pedesaan, yang dalam pelaksanaannya dikerjakan oleh TNI Angkatan Darat.

Saat ini, proses pembangunan memasuki tahap pemasangan besi angkur pada kolom jembatan. Pekerjaan tersebut merupakan salah satu tahapan penting dalam pembangunan struktur jembatan, sebelum dilanjutkan dengan tahapan pekerjaan berikutnya.
Pasiter Kodim 0721/Blora, Kapten Inf Maningsun, mengatakan keberadaan jembatan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mempermudah mobilitas warga dari kedua wilayah.

Menurutnya, jembatan tidak hanya menjadi sarana penghubung antar-dukuh, tetapi juga diharapkan dapat mendukung berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari akses menuju lahan pertanian, pendidikan, hingga kegiatan perekonomian.

“Jembatan ini bukan hanya sebuah bangunan fisik, tetapi merupakan akses yang sangat berarti bagi masyarakat. Dengan terhubungnya Dukuh Kedungglonggong dan Dukuh Bulakan, kami berharap mobilitas warga semakin mudah, aktivitas perekonomian meningkat, dan manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat,” jelasnya. (Pendim/Redaksi)

Share:

Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Blora Persetujuan Perubahan APBD TA 2026


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) —  Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Blora Tahun Anggaran 2026 akhirnya mendapat persetujuan bersama antara DPRD dan Bupati Blora. Persetujuan itu ditandatangani dalam rapat paripurna DPRD Blora, Kamis 10 September 2026.

‘’Setelah persetujuan ini kami meminta kepada Pemkab Blora untuk segera memproses ranperda ini dengan menyampaikannya kepada Gubernur untuk evaluasi,’’ ujar Ketua DPRD Blora Mustopa.

Rapat paripurna tersebut berisikan tiga agenda penting. Diawali dengan pemandangan umum fraksi dilanjutkan dengan jawaban Bupati atas pemandangan umum fraksi. Disusul kemudiann persetujuan bersama antara Bupati dan DPRD.

Dalam rapat tersebut, Badan Anggaran (Banggar) DPRD Blora menyampaikan laporan hasil pembahasan Ranperda Perubahan APBD 2026 yang dibacakan juru bicara Banggar, Arifin Muhdiarto.

Menurut Arifin Muhdiarto, berdasarkan hasil pembahasan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), terdapat perubahan pada struktur pendapatan maupun belanja daerah.

Pendapatan daerah yang semula sebesar Rp2,225 triliun mengalami perubahan menjadi sekitar Rp2,309 triliun. Sementara itu, belanja daerah yang sebelumnya sebesar Rp2,114 triliun berubah menjadi sekitar Rp2,323 triliun.

‘’Dengan perubahan struktur tersebut, APBD Blora 2026 diproyeksikan mengalami surplus sebesar sekitar Rp14,575 miliar. Surplus tersebut selanjutnya digunakan untuk pembiayaan sehingga sisa lebih perhitungan anggaran (SiLPA) Tahun Anggaran 2026 diproyeksikan nihil,’’ kata Arifin Muhdiarto.

Arifin mengatakan, Banggar bersama TAPD telah melakukan pencermatan terhadap sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Langkah tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan anggaran sehingga dapat dialokasikan bagi program-program yang mendukung keberlanjutan visi dan misi pembangunan Kabupaten Blora.

Hasil pembahasan Ranperda Perubahan APBD 2026 tersebut telah disepakati bersama TAPD dalam rapat pembahasan pada 9 September 2026. Kesepakatan itu kemudian menjadi dasar untuk dilanjutkan dalam rapat paripurna persetujuan bersama antara eksekutif dan legislatif.

Di balik persetujuan perubahan APBD tersebut, Banggar memberikan catatan penting untuk penyusunan anggaran pada tahun-tahun berikutnya. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora diminta terus mengoptimalkan peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

Upaya tersebut dinilai penting agar kemampuan fiskal daerah semakin kuat dan ketergantungan terhadap dana transfer dari pemerintah pusat dapat dikurangi.

‘’Untuk penyusunan anggaran tahun berikutnya diperlukan upaya-upaya optimalisasi dalam peningkatan PAD. Pemerintah daerah tidak bergantung pada dana dari pusat,’’ tandas Arifin.

Bupati Blora Arief Rohman menyambut baik telah ditandatangani persetujuan bersama perubahan APBD 2026 ini.

‘’Ini bukti sinergi yang baik antara Pemkab Blora dan DPRD. Segala rekomendasi, saran dan kritik DPRD akan kami tindak lanjuti,’’ ujar Bupati Arief Rohman. (Humas/Redaksi)

Share:

Ulang Tahun ke-81 TNI, Kodim 0721/Blora Tanam 1.000 Pohon di Embung Sendangsari


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) —   Kepedulian terhadap kelestarian lingkungan terus diwujudkan Kodim 0721/Blora. Dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI dan HUT ke-76 Kodam IV/Diponegoro Tahun 2026, jajaran Kodim 0721/Blora menanam sebanyak 1.000 pohon jati dan mangga di kawasan Embung Desa Sendangsari, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, Rabu 9 Srptember 2026.

Penanaman pohon tersebut merupakan bagian dari kegiatan bakti teritorial yang melibatkan unsur TNI bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Blora, DP4 Blora, PUPR Blora, BBWS Blora, Polri, perangkat desa, serta masyarakat setempat.

Kegiatan dilakukan secara serentak di sekitar kawasan embung sebagai langkah konkret dalam mendukung penghijauan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan di wilayah Kabupaten Blora.

Kasdim 0721/Blora, Mayor Arm Imam Sunandar, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian TNI terhadap lingkungan sekaligus momentum untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian TNI terhadap lingkungan. Kami bangga dapat berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendukung peningkatan kualitas udara di wilayah Kabupaten Blora,” ujarnya.

Menurutnya, penanaman pohon bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan langkah nyata yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi lingkungan dalam jangka panjang.

“Penanaman bibit pohon ini merupakan langkah konkret untuk mengurangi jejak karbon dan mendorong kesadaran bersama akan pentingnya menjaga alam di sekitar kita,” tambahnya.

Selain menjadi upaya penghijauan, kegiatan tersebut juga memperlihatkan kuatnya kolaborasi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga lingkungan. Keterlibatan berbagai unsur diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian bersama terhadap keberlanjutan ekosistem dan ruang hidup masyarakat.

Pemilihan pohon jati dan mangga diharapkan dapat memberikan manfaat ekologis sekaligus menambah kesejukan dan keasrian kawasan sekitar Embung Desa Sendangsari.

Melalui kegiatan tersebut, Kodim 0721/Blora berharap gerakan menjaga lingkungan dapat terus berlanjut dan menjadi budaya di tengah masyarakat. Semangat gotong royong dalam merawat alam dinilai penting untuk mewujudkan lingkungan yang hijau, sehat, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang. (Pendim/Redaksi)
Share:

Pesan Kak Sri Setyorini Saat Lepas Pasukan Pramuka Blora Tempuh Jalur 50 Kilometer


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) —  Dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-65 tahun 2026, Gerakan Pramuka Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Tengah, mulai menyelenggarakan kegiatan Estafet Tunas Kelapa atau ETK. Yang dimulai dari Kabupaten Blora, pada Selasa 1 September 2026, dari Lapangan Kridosono.

Acara yang dimulai pukul 07.00 WIB itu, dilepas langsung oleh Ketua Kwartir Cabang (Kakwarcab) Blora, Kakak Sri Setyorini, yang juga Wakil Bupati Blora. Pelepasan dilangsungkan melalui upacara, dihadiri jajaran Forkopimda, para Kepala OPD, dan diikuti pelajar Pramuka dari tingkat SD, SMP, SMA sederajat se wilayah Kwartir Ranting Blora Kota.

Barisan ETK terdiri dari pasukan pembawa bendera Merah Putih, pembawa tunas kelapa, pembawa bendera semaphore, dan para para Pramuka Penegak. Dari lapangan Kridosono, peserta ETK berjalan kaki sejauh 3,5 kilometer menuju Kantor Camat Blora Kota. Diiringi pertunjukan drumband Gita Smaradhana SMA Negeri 1 Blora.

Kak Sri Setyorini dalam amanatnya, membacakan sambutan Gubernur Jawa Tengah, yang bertindak sebagai Ketua Mejalis Pembimbing Daerah (Kamabida) Pramuka Jawa Tengah.

“Puji syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, atas rahmat-Nya kita dapat menyelenggarakan tradisi kebanggaan Pramuka Jawa Tengah, yaitu Estafet Tunas Kelapa (ETK) Tahun 2026. Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan selaku Ketua Mabida, saya mengucapkan "Selamat Memperingati Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026" kepada seluruh anggota Gerakan Pramuka se-Jawa Tengah,” ungkapnya.

Menurutnya, peringatan Hari Pramuka tahun ini mengusung tema: "Berkreasi, Berinovasi, Terampil, dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan". Tema ini mengamanatkan Pramuka untuk berada di garis depan kedaulatan bangsa melalui kreasi dan inovasi di bidang pangan. Semangat ini terintegrasi secara utuh dengan arah pembangunan daerah melalui prinsip "Ngopeni dan Nglakoni Jawa Tengah":

“Ngopeni (Merawat & Peduli) itu Wujud kepedulian Pramuka untuk merawat bumi, menjaga kesuburan tanah, mengayomi petani, dan melestarikan lingkungan lokal di setiap etape wilayah yang dilalui. Sedangkan Nglakoni (Menjalankan & Bekerja Keras) yakni Cerminan ketangguhan Pasukan ETK yang menembus berbagai rute perjalanan bekerja keras, berdisiplin, dan mempraktikkan keterampilan hidup dengan aksi nyata di masyarakat,” lanjutnya.

Melalui kolaborasi antara semangat Gerakan Pramuka dan nilai Ngopeni Nglakoni, pihaknya berharap Pramuka Jawa Tengah dapat terus menjadi benteng moral sekaligus pelopor pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi kemajuan daerah.

“Pesan kami, Kepada seluruh Pasukan ETK Tahun 2026, para pembina, pendamping, serta jajaran Kwartir Cabang dan Ranting yang bertugas. Jaga kesehatan, keselamatan, dan kekompakan selama pelaksanaan etape perjalanan. Tebarkan pesan-pesan positif, kedamaian, dan kepedulian di setiap wilayah yang dilalui. Serta Jadikan kegiatan ini sebagai ajang silaturahmi dan perkuat sinergi dengan pemerintah daerah setempat serta elemen masyarakat,” pesanya.

“Selamat bertugas. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan bimbingan, perlindungan, dan kelancaran dalam setiap langkah perjuangan kita. Satu Pramuka untuk Satu Indonesia. Pramuka Jawa Tengah: Ngopeni, Nglakoni, Mengabdi Tanpa Henti,” tambahnya.

Kak Sri Setyorini juga mengingatkan bahwa generasi muda hari ini tumbuh di tengah perubahan dunia yang sangat cepat. Perubahan iklim, perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Al), dinamika geopolitik, ketahanan pangan dan energi, serta perubahan dunia kerja yang menghadirkan tantangan baru.

“Oleh karena itu, Gerakan Pramuka terus berupaya menghadirkan pendidikan yang mempersiapkan generasi mudanya untuk menghadapi perubahan tersebut dengan tetap berpegang pada Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka sebagai karakter, etika, gotong royong, dan semangat kebangsaan,” sambungnya.

“Kita semua mengetahui bahwa teknologi sebagai peluang untuk memperluas kemampuan generasi muda. Namun, kemampuan tersebut akan semakin berarti apabila disertai karakter yang memberikan arah. Teknologi memberi kemampuan yang semakin besar, karakter yang memberi arah agar kemampuan itu digunakan untuk kebermanfaatan. Pramuka harus bisa mencetak generasi Blora yang mandiri, aktif, kreatif dan inovatif, dalam menghadapi kemajuan zaman,” pungkasnya.

Dalam kesempatan ini, juga dirangkaikan dengan Upacara Peringatan Hari Kartini ke 65 tingkat Kwarcab Blora. Serta penyerahan sejumlah lencana penghargaan untuk para Pembina Pramuka, serta piagam penghargaan untuk peserta Jambore Nasional Pramuka 2026 yang telah pulang dari Bumi Perkemahan Cibubur.

Sementara itu, Ridhwan (15), salah satu anggota Pramuka yang mengikuti kegiatan upacara ETK, mengaku senang dan merasa bisa memperluas lingkungan pertemanan secara positif.

“Alhamdulillah selama mengikuti Kegiatan Pramuka, banyak ilmu yang saya peroleh. Tentang kemandirian, kebangsaan, cinta tanah air, kedisiplinan, dll. Terimakasih Pramuka Blora,” ucapnya singkat.

Sedangkan Kak Yatni, Ketua Panitia Penyelenggara ETK 2026. Menyampaikan tentang teknis pelaksanaan ETK 2026 yang dibagi menjadi 8 etape sejauh 50 kilometer.

“Kami laporkan bahwa Pasukan Estafet Tunas Kelapa Tingkat Kwartir Daerah Jawa Tengah Tahun 2026 Kwartir Cabang Blora, hari ini Selasa tanggal 1 September 2026 diberangkatkan dari Lapangan Kridosono Blora menuju Kwarcab Grobogan dengan jarah tempuh sekitar 50 kilometer, terbagi dalam 8 etape perjalanan,” ucap Kak Yatni.

“Etape 1 dari Lapangan Kridosono Blora menuju Kantor Camat Blora depan Pasar Sido Makmur (Pasukan dari Kwarran Blora), selanjutnya Etape 2 dari Pasar Sido Makmur menuju SDN 1 Klopo Duwur (Pasukan dari Kwarran Banjarejo), Etape 3 dari SDN 1 Klopoduwur menuju SMA Negeri 1 Randublatung (Peralatan ETK dibawa mengunakan kendaraan, mengingat jalur yang akan dilalui hutan jati dengan jarak sekitar 21 KM),” sambungnya.

Kemudian Etape 4 dari SMA Negeri 1 Randublatung menuju Masjid Desa Bekutuk (Pasukan 1 Kwarran Randublatung), Etape 5 dari Masjid Desa Bekutuk menuju MTs Islamiyah Pengkoljagong Kwarran Jati (Pasukan 2 Kwarran Randublatung), Etape 6 dari MTs Islamiyah menuju BKK Jati (Pasukan Kwarran Jati), Etape 7 dari BKK Jati menuju Balongkal (Pasukan Kwarran Jati).

“Terakhir Etape 8 dari Balongkal menuju Perbatasan Blora - Gobogan di Desa Singget (Pasukan Kwarran Jati untuk diserahkan kepada pasukan Kwarcab Grobogan). Disini dilaksanakan serah terima dari Kwarcab Blora kepada Kwarcab Grobogan,” pungkasnya.

Delapan etape perjalanan ETK tersebut ditempuh dengan waktu sekitar 9 jam. Sepanjang rute perjalanan banyak disambut pelajar Pramuka dan warga masyarakat dengan semangat. Adapun serah terima di perbatasan Blora – Grobogan. Dari Kwarcab Blora, dipimpin langsung oleh Ka Kwarcab Blora, Sri Setyorini. (Humas/Redaksi)

Share:

Pangdam IV/Diponegoro Tinjau Jembatan Gantung Merah Putih dan Resmikan Sumur Bor di Pati


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — PATI – Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han., meninjau pembangunan Jembatan Gantung Merah Putih di Desa Kayen, Kabupaten Pati, sekaligus meresmikan penggunaan sumur bor di Desa Tanjungsekar, Kecamatan Puncakwangi, Kabupaten Pati, Rabu 2 September 2026.


Kehadiran Pangdam di Desa Kayen disambut antusias oleh warga dan para pelajar yang telah menunggu di sekitar lokasi pembangunan. Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan pembangunan jembatan sekaligus memastikan setiap tahapan pekerjaan dilaksanakan sesuai standar dan ketentuan konstruksi yang berlaku.

Pangdam menegaskan, pengecekan dilakukan sejak proses pembangunan berlangsung agar kualitas dan kekuatan konstruksi benar-benar terjamin. Menurutnya, jembatan yang dibangun harus memberikan rasa aman bagi masyarakat ketika nantinya digunakan.

"Kami ingin melihat proses pembangunannya dan meyakinkan bahwa proses pembangunannya sesuai dengan standar yang berlaku. Kita tidak ingin nanti jembatan sudah jadi, kemudian timbul masalah karena tidak sesuai dengan konstruksinya," ujar Pangdam.

Jembatan tersebut nantinya diharapkan memberikan manfaat langsung bagi sekitar 500 kepala keluarga di wilayah setempat. Selain memperpendek jalur transportasi warga, keberadaan jembatan akan memudahkan mobilitas masyarakat, termasuk para pelajar yang menuju sekolah serta warga yang beraktivitas menuju persawahan.

Pangdam menyebut pembangunan Jembatan Gantung Merah Putih merupakan bagian dari program Presiden RI yang manfaatnya diharapkan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Kehadiran infrastruktur tersebut diharapkan mampu memperlancar aktivitas warga sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah Pati.

Dari Desa Kayen, Pangdam melanjutkan kegiatan ke Desa Tanjungsekar, Kecamatan Puncakwangi, untuk meresmikan penggunaan sumur bor yang dibangun Kodim 0718/Pati sebagai upaya membantu masyarakat menghadapi keterbatasan air, khususnya di tengah kondisi musim kemarau yang terjadi saat ini.

"Kita menerima informasi bahwa di daerah sini kekurangan air. Dalam situasi musim kemarau ini sulit masyarakat mendapatkan air, makanya kita berinisiatif untuk membangun ataupun membuat sumur bor. Alhamdulillah air sudah bisa jalan dan masyarakat sudah bisa menikmati air tersebut," ungkap Pangdam.

Sumur bor tersebut memiliki kedalaman sekitar 80 meter dengan kualitas air yang dinilai baik dan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga, seperti mandi dan memasak. Air ditampung dalam bak berkapasitas sekitar 5.000 liter, sehingga masyarakat dapat mengambil air sesuai kebutuhan setiap hari.

Warga tampak antusias memanfaatkan fasilitas tersebut. Sejumlah masyarakat terlihat mengambil air dari tempat penampungan yang telah disiapkan. Bagi warga, tersedianya sumber air menjadi bantuan yang berarti untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama ketika sumber air mengalami keterbatasan pada musim kemarau.

Pangdam menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan air bersih akan terus menjadi perhatian. Di wilayah Pati saat ini telah dibangun dua sumur bor dan direncanakan akan ditambah dua titik lagi. Program serupa juga akan terus dikembangkan di berbagai wilayah Jawa Tengah yang benar-benar membutuhkan sumber air, dengan target pembangunan sekitar 100 sumur bor.
Selain meninjau pembangunan infrastruktur dan meresmikan sumur bor, Pangdam juga menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian dan perhatian terhadap warga di wilayah tersebut.

Melalui pembangunan jembatan dan penyediaan sumber air bersih, Kodam IV/Diponegoro terus mendorong hadirnya manfaat nyata bagi masyarakat. Infrastruktur yang menghubungkan warga dan sumber air yang memenuhi kebutuhan dasar menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengabdian TNI yang langsung menyentuh kehidupan masyarakat. (Pendam IV/Diponegoro/Redaksi)
Share:

Mbah Sumi Bertahan Hidup dalam Gelapnya Ruangan 2x3 Meter di Desa Jurangjero, Bikin Wabup Blora Terharu



𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) —  Langkah kaki Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini—yang hangat disapa Bude Rini—terdengar menyusuri jalanan Desa Jurangjero, Kecamatan Bogorejo, Senin 31 Agustus 2026.

Langkah itu bukan sekadar kunjungan kerja formal, melainkan sebuah respons penuh empati demi memeluk langsung warganya yang lama terimpit dalam kesusahan dan ketidakberdayaan.

Tidak sendiri, Bude Rini menggandeng tangan banyak pihak yang tergerak hatinya, mulai dari Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda), Dinas Sosial (Dinsos), BPBD, PMI, Pesna, Dindukcapil, hingga awak Media Peduli yang menjadi jembatan informasi.

Suasana haru menyelimuti momen ketika Bude Rini dan rombongan akhirnya berdiri di hadapan warga yang selama ini berjuang diam-diam dalam keterbatasan hidup. Tiga jiwa yang membutuhkan pelukan hangat negara itu adalah Samini, Sumi, dan Suni, yang kisah hidupnya mengetuk rasa kemanusiaan siapapun yang mendengar.

Kisah paling memilukan datang dari Mbah Sumi, seorang lansia tangguh berusia 70 tahun yang sehari-hari harus mengurung duka di dalam ruangan sempit berukuran 2x3 meter tanpa setitik pun cahaya listrik. 

Di sudut yang pengap itu, tempatnya berbaring melepas lelah menyatu begitu saja dengan tungku berdebu yang digunakannya untuk menjemput asupan bertahan hidup.

Melihat kenyataan pahit yang dihadapi warganya, dada Bude Rini bergemuruh; ia menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh tinggal diam melihat ada warganya yang terasing dari hak paling mendasar. Kehadiran mereka hari itu adalah janji untuk mengembalikan martabat hidup, mulai dari jaminan identitas, kesehatan, hingga rumah yang layak dihuni.

“Kami ucapkan terima kasih atas kepedulian media terhadap warga Blora yang belum terjangkau. Hari ini kami langsung turun memberikan bantuan dan memastikan administrasi kependudukan serta layanan kesehatan mereka terpenuhi,” ungkapnya dengan nada suara yang sarat ketulusan.

Namun, kepedihan ternyata tak berhenti pada tiga nama tersebut; saat menyusuri sudut-sudut desa, tim menemukan potret penderitaan lain yang menuntut kasih sayang serupa. Di antara mereka ada jiwa-jiwa lemah yang harus berjuang melawan gerogotan penyakit tuberkulosis (TBC), keluarga yang cemas tertular, hingga seorang perempuan yang hanya bisa terbaring bisu akibat serangan stroke.

Melihat penderitaan berlapis itu, Pemerintah Kabupaten Blora bergerak cepat tanpa menunda waktu untuk merajut penanganan yang terpadu dan bermartabat.

Petugas Dindukcapil langsung mendata mereka yang belum beridentitas, agar setiap warga rentan ini merasa diakui dan memiliki kepastian sebagai bagian dari negara.

Kasih sayang itu berlanjut pada kepastian kesehatan; Bude Rini secara khusus meminta Dinas Kesehatan Daerah untuk hadir menyapa dan merawat mereka setiap bulan secara rutin. Langkah telaten ini dihadirkan agar napas dan detak jantung warga yang rentan ini senantiasa terpantau dalam jemari medis yang hangat.

Tak tega membayangkan Mbah Sumi dan warga lainnya terus berbaring di atas keprihatinan, Wakil Bupati bertekad merenovasi ruang-ruang kehidupan mereka menjadi lebih manusiawi. Pembenahan tempat tidur dan fasilitas mandi yang layak menjadi prioritas utama agar mereka bisa beristirahat dengan penuh martabat dan kenyamanan.

“Kami lebih suka penanganan di sini agar warga tetap dekat dengan keluarganya. Yang penting kami benahi fasilitas tidur dan kamar mandinya,” ucap Bude Rini penuh rasa kekeluargaan.

Bagi Bude Rini, merawat warga yang rapuh tidak bisa dilakukan dengan tangan seorang diri, melainkan membutuhkan ketukan hati dan gandengan tangan bersama. Sinergi antara pemerintah, warga desa, relawan yang tak kenal lelah, hingga kepedulian media adalah kunci agar tidak ada lagi Mbah Sumi lain yang tersembunyi dalam gelap.

Kunjungan hari itu menjadi bukti nyata bahwa di balik jabatannya, ada hati seorang ibu yang hadir merangkul warganya yang paling terpinggirkan. Lewat senyuman, pemenuhan dokumen, janji pemeriksaan medis bulanan, hingga perbaikan tempat tinggal, asa baru kini menyala terang di Desa Jurangjero. (Humas/Redaksi)

Share:

Jembatan Perintis Garuda Merah Putih Hubungkan Candi–Gondorio, Kini Jadi Jalan Harapan Warga Todanan Blora



𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) —  Pembangunan jembatan perintis Garuda Merah Putih yang menghubungkan Desa Candi dengan Desa Gondorio, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah kini mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kehadiran jembatan tersebut menjadi akses penting yang memudahkan mobilitas warga sekaligus menunjang aktivitas anak-anak sekolah.

Sebelum adanya jembatan, akses masyarakat antardesa masih menghadapi berbagai keterbatasan, terutama saat kondisi cuaca kurang bersahabat. Kini, dengan berdirinya Jembatan Perintis Garuda Merah Putih, masyarakat dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan lebih mudah dan lancar.

Tidak hanya bagi warga yang bekerja maupun menjalankan aktivitas perekonomian, keberadaan jembatan juga memberikan manfaat besar bagi anak-anak sekolah. Akses menuju sekolah menjadi lebih mudah sehingga mereka tidak lagi harus menempuh jalur yang lebih jauh atau mengalami kesulitan ketika melintasi wilayah yang sebelumnya sulit dilalui.

Pembangunan Jembatan Perintis Garuda Merah Putih ini merupakan bagian dari program pembangunan yang dilaksanakan TNI AD sebagai wujud nyata dukungan terhadap program Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, dalam membuka dan meningkatkan akses konektivitas masyarakat di wilayah yang membutuhkan.

Lebih dari sekadar infrastruktur, jembatan ini menjadi penghubung harapan. Menghubungkan dua desa, mendekatkan aktivitas masyarakat, serta membuka akses yang lebih baik bagi generasi muda untuk menuntut ilmu.

Bagi masyarakat Desa Candi dan Desa Gondorio, Jembatan Perintis Garuda Merah Putih kini bukan hanya sebuah bangunan, tetapi telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari—sebuah akses yang menghadirkan kemudahan, mempererat hubungan antarmasyarakat, dan membuka peluang baru bagi kemajuan desa. (Pendim/Redaksi)
Share:

Ramaikan HUT ke-81 Republik Indonesia, Bupati Blora Lepas Peserta Pawai Karnaval di Ngawen


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) —  Bupati Blora, Arief Rohman, melepas peserta pawai karnaval dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, Senin 24 Agustus 2026.

Pawai berlangsung meriah dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari peserta didik PAUD, TK, SD, SMP, SMA hingga masyarakat umum. Para peserta menampilkan beragam budaya, adat istiadat, busana, serta kreativitas yang menggambarkan semangat kemerdekaan dan keberagaman Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Blora, Arief Rohman secara langsung memberangkatkan peserta karnaval dengan si dampingi seluruh forkompimcam Ngawen memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kecamatan Ngawen dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan. Menurutnya, kemeriahan pawai tidak terlepas dari peran para kepala sekolah, guru, orang tua, serta masyarakat.

"Saya mengapresiasi Pemerintah Kecamatan Ngawen, para kepala sekolah, guru, orang tua, serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan pawai ini," ujarnya

Mas Arief saapaan akrabnya menegaskan, momentum peringatan kemerdekaan hendaknya tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Menurutnya, semangat kebersamaan yang tumbuh melalui kegiatan tersebut harus menjadi kekuatan masyarakat untuk bersama-sama membangun daerah.

Mas Arief mengajak seluruh masyarakat Kecamatan Ngawen untuk terus menjaga persatuan dan kekompakan serta mencurahkan kemampuan yang dimiliki demi kemajuan Kabupaten Blora.

"Sebagai warga masyarakat Kecamatan Ngawen, mari kita tetap bersatu, kompak, dan mencurahkan segala daya upaya untuk membangun Kabupaten Blora yang sama-sama kita cintai menjadi lebih baik lagi," kata Bupati Blora.

Mas Arief juga menilai karnaval memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar hiburan. Kegiatan tersebut menjadi ruang bertemunya masyarakat sekaligus wadah untuk mempererat kebersamaan, mengembangkan kreativitas, dan mengenalkan potensi budaya yang dimiliki masyarakat.

Sementara itu, Camat Ngawen, Muhamad Zainuri, mengatakan pawai karnaval secara keseluruhan diikuti sekitar 15 peserta dari berbagai unsur pendidikan dan kelompok masyarakat.

"Secara keseluruhan kegiatan diikuti sekitar 15 peserta yang berasal dari unsur pendidikan dan kelompok masyarakat," terang Zainuri.

Menurut Zainuri, kegiatan tersebut juga memiliki nilai edukasi, khususnya bagi generasi muda dan anak-anak. Melalui berbagai penampilan yang disajikan peserta, mereka dapat mengenal lebih dekat keragaman budaya yang ada di Indonesia.

Zainuri menjelaskan, karnaval sekaligus menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa nasionalisme di tengah masyarakat. Anak-anak dan generasi muda tidak hanya diajak menikmati kemeriahan perayaan, tetapi juga memahami keberagaman budaya sebagai bagian dari identitas bangsa.

"Ini juga menjadi sarana edukasi kepada generasi muda dan anak-anak mengenai aneka budaya yang ada di Indonesia. Di samping itu, kegiatan ini untuk menumbuhkan rasa nasionalisme bagi masyarakat dan lingkungan sekitar," jelasnya.

Tak hanya memberikan dampak sosial dan edukasi, kemeriahan karnaval juga turut menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat. Kerumunan warga yang hadir menjadi peluang bagi pelaku usaha kecil untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

Zainuri menyebut, pedagang mainan, jajanan, hingga berbagai usaha musiman memanfaatkan momentum perayaan untuk berjualan. Menurutnya, setiap kegiatan yang melibatkan banyak masyarakat biasanya turut mendorong perputaran ekonomi di lokasi acara.

"Masyarakat juga bisa meningkatkan perekonomiannya melalui usaha-usaha kecil, baik itu pedagang mainan, jajanan dan aneka lainnya. Sepanjang perayaan, masyarakat yang memiliki usaha musiman tumpah ruah berjualan di setiap event yang diselenggarakan," pungkasnya. (Humas/Redaksi)


Share:

Pangdam IV/Diponegoro Pastikan Yonif TP 455/Satria Pandanaran Siap Hadapi Tugas


SEMARANG (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han., meninjau langsung kondisi personel dan lingkungan Yonif TP 455/Satria Pandanaran di Marshalling Area (MA) Kolat Rindam IV/Diponegoro, Bantir, Desa Losari, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, Rabu 19 Agustus 2026).

Setibanya di lokasi, Pangdam menerima hormat jajar dan paparan dari Pasipers Yonif TP 455/SP yang mewakili Danyonif, terkait gambaran mengenai kondisi personel, kesiapan satuan serta berbagai kebutuhan yang mendukung pelaksanaan tugas.

Usai menerima paparan, Pangdam kemudian melihat langsung kondisi di lapangan. Area barak latihan di Kolat Rindam IV/Diponegoro menjadi salah satu sasaran peninjauan, termasuk kawasan perkebunan di seputaran Kolat yang menjadi bagian dari lingkungan pembinaan dan kegiatan personel.

Usai di Sumowono, peninjauan berlanjut menuju lokasi pembangunan Mako Yonif TP 455/SP di Bancak, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang. Di lokasi tersebut, Pangdam melihat secara langsung kondisi area yang dipersiapkan sebagai bagian dari pengembangan satuan.

Rangkaian peninjauan tersebut menggambarkan bagaimana pembinaan satuan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari melihat kesiapan personel hingga kondisi sarana dan lingkungan tempat satuan akan menjalankan tugas. Kesiapan itu mencakup kekuatan personel, kondisi fisik, moril, disiplin, kemampuan dasar prajurit serta kesiapan menghadapi tugas.

Dari kesiapan personel hingga kesiapan satuan, semuanya bermuara pada satu tujuan, yakni untuk memastikan seluruh prajurit selalu siap ketika tugas memanggil. Melalui peninjauan langsung tersebut, Kodam IV/Diponegoro berkomitmen untuk membangun Yonif TP 455/SP menjadi satuan yang solid, tangguh dan siap memberikan pengabdian terbaik.

Turut mendampingi Pangdam pada peninjauan tersebut, Irdam Brigjen TNI Denny Marantika, M.Han., Asrendam Kolonel Arm Edy Susanto, S. Sos., M.M., M.Han., Asops Kolonel Inf Mahmud, S.I.P., Aslog Kolonel Kav Sungudi, S.H., M.Si., Kabalakdam, Kasrem 073/MKT, Dandim 0714/Salatiga, Danden Inteldam dan Dandenpom lV/3 Salatiga. (Pendam IV/Diponegoro/Redaksi)


Share:

Momen HUT ke-81 RI di Kabupaten Blora, Bupati Ajak Warga Kirim Doa dan Uluran Tangan untuk Korban Gempa NTT


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Bupati Blora menyampaikan duka cita dan doa bagi masyarakat, korban bencana di sejumlah wilayah Indonesia, pesan tersebut disampaikan seusai upacara peringatan HUT ke-81 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kabupaten Blora, di Alun-Alun kota Blora, Senin 17 Agustus 2026.

Momentum peringatan kemerdekaan tersebut, Bupati Blora, Arief Rohman mengajak masyarakat Blora untuk turut merasakan duka yang dialami saudara-saudara sebangsa yang sedang tertimpa musibah.

"Tentunya dalam momen ini kami mewakili masyarakat Kabupaten Blora menyampaikan turut berduka atas terjadinya musibah di NTT dan juga Sulawesi, Sumatera," kata Bupati Blora.

Bupati Blora mendoakan para korban meninggal dunia mendapatkan tempat terbaik disisi Tuhan serta masyarakat yang terdampak segera mendapatkan penanganan dan bantuan.

"Semoga korban yang meninggal diberikan tempat yang tenang di sisinya dan untuk korban yang tertimpa musibah ini," ucap Bupati Blora.

Menurut Bupati Blora, pemerintah telah bergerak cepat dalam menangani dampak bencana.

Bupati Blora berharap seluruh korban dan masyarakat terdampak dapat segera memperoleh bantuan sesuai kebutuhan.

Bupati Blora menyampaikan bahwa masyarakat Kabupaten Blora akan turut berpartisipasi dalam membantu para korban melalui donasi maupun bentuk kepedulian lainnya.

"Semoga bisa tertangani dan tentunya nanti dari masyarakat Blora akan juga ikut berdonasi, berpartisipasi untuk meringankan saudara-saudara kita yang terkena musibah tersebut," ujar Bupati Blora.

Bupati Blora menegaskan, semangat kemerdekaan  juga dapat diwujudkan melalui kepedulian dan gotong royong untuk membantu sesama.

"Doa kami dari Kabupaten Blora untuk yang terkena musibah di NTT, Sumatera, maupun Sulawesi," kata Bupati Blora.

Untuk perhatian, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Blora menjadi momentum untuk memperkuat semangat persatuan, gotong royong dan kepedulian sosial, termasuk memberikan dukungan kepada masyarakat diberbagai daerah yang sedang menghadapi bencana.  



Jalannya Upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Blora berlangsung lancar dan khidmat. Bupati Arief secara langsung mengapresiasi 31 anggota Paskibraka Kabupaten Blora Tahun 2026 yang telah menjalankan tugas pengibaran Sang Merah Putih dengan baik.

"Alhamdulillah, kita tadi sudah melaksanakan upacara 17 Agustus di tingkat Kabupaten berjalan dengan lancar, sukses. Terima kasih untuk tim Paskibraka semuanya ya yang sudah melaksanakan tugas dengan baik dan lancar," ujar Bupati Arief.

Upacara Peringatan HUT ke-81 Proklamasi Kemerdekaan RI tingkat Kabupaten Blora  berlangsung khidmat di Alun-Alun Kabupaten Blora. Bupati Arief Rohman bertindak sebagai Inspektur Upacara.

Rangkaian upacara diawali dengan penghormatan pasukan dan laporan Komandan Upacara. Selanjutnya, pasukan Paskibraka Kabupaten Blora memasuki lapangan upacara untuk melaksanakan tugas pengibaran Bendera Merah Putih.

Pengibaran Sang Merah Putih berlangsung tertib dan lancar. Setelah bendera berkibar, upacara dilanjutkan dengan pembacaan teks Pancasila, Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 oleh Ketua DPRD Blora H. Mustopa, S.Pd.I., serta pembacaan teks Proklamasi oleh Inspektur Upacara.

Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa, Andhika Bhayangkari, laporan Komandan Upacara, dan penghormatan pasukan sebelum upacara ditutup.

Dalam upacara tersebut, turut hadir Wakil Bupati Blora Hj. Sri Setyorini, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala perangkat daerah, unsur TNI-Polri, organisasi wanita, organisasi kemasyarakatan, pelajar, serta peserta upacara lainnya.

Kapten Kavalerie Lilik Suprihatin, Komandan Koramil 08/Kedungtuban, bertugas sebagai Perwira Upacara, sedangkan Kapten Infanteri Sumarno, Komandan Koramil 06/Jiken, bertugas sebagai Komandan Upacara.

Sebanyak 31 pelajar putra-putri tingkat SMA/SMK/MA sederajat yang tergabung dalam Paskibraka Kabupaten Blora Tahun 2026 sukses menjalankan tugas pengibaran Sang Merah Putih.

Dalam prosesi tersebut, Nadhifa Alya Putri asal SMK Negeri 1 Cepu bertugas sebagai pembawa baki pengibaran, Muhammad Nozha Zahir Mu’minin asal SMA Negeri 1 Cepu sebagai pembentang bendera, Muhammad Umairul Ahbab asal SMA Negeri 1 Randublatung sebagai penarik bendera, serta Dafa Eza Prasetyo asal SMA Negeri 1 Randublatung sebagai pembawa bendera.

Selain upacara, rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Kabupaten Blora juga diisi dengan penyerahan sejumlah penghargaan dan bantuan secara simbolis.

Pemerintah Kabupaten Blora menyerahkan Satyalancana Karya Satya Tahun 2026 kepada tiga aparatur, yakni dr. Sistika Setyaningsih untuk masa pengabdian 10 tahun, Laxmono Sasongko Kusumo, S.T. untuk masa pengabdian 20 tahun, serta Agustinus Muning Suprihadi, S.A.P. untuk masa pengabdian 30 tahun.

Pada kesempatan yang sama, dilakukan penyerahan remisi kepada narapidana berdasarkan Surat Keputusan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI Tahun 2026 tentang Pemberian Remisi Umum Tahun 2026 kepada Narapidana. Remisi diberikan secara simbolis kepada perwakilan.

Pemerintah Kabupaten Blora juga menyerahkan bantuan sosial kepada LVRI Kabupaten Blora sebagai bentuk perhatian dan penghargaan kepada para veteran yang telah memberikan pengabdian bagi bangsa dan negara. (Humas/Redaksi)

Share:

Hot News

HUT Ke-81 TNI, Kodim 0721/Blora Gelar Ziarah Nasional di TMP Wira Bhakti

𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 ( SEPUTARBLORA.MY.ID ) — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 TNI Tahun 2026, Kodim 0721/Blora melaksana...

Piblic Service

Piblic Service
Instagram

Blog Archive

Social Media

Technology

Next More »

Labels

Community

Next More »