GEMBOL KAYU JATI BLORA DILARANG DIJUAL MENTAH

Kunjungan kerja anggota Komisi B DPRD Lamongan Di Setda Blora Diterima Oleh Asisten II Slamet Pamuji dan
Kepala Dinas Perindustrian Dan Tenaga Kerja Kabupaten Blora, Suryanto
Blora,- Tidak diperbolehkannya menjual akar (gembol) kayu jati dalam bentuk mentahan di Kabupaten Blora menarik perhatian Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lamongan, Jawa Timur untuk mengkaji. Demikian hal itu disampaikan Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Lamongan saat berkujung di Blora, Jumat lalu.
Kunjungan kerja anggota Komisi B DPRD Lamongan diterima di ruang pertemuan Setda Blora oleh Asisten II Setda Blora Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Kesejahteraa Rakyat Slamet Pamuji mewakili Bupati Blora Djoko Nugroho, didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Blora, Suryanto.  “Saya tertarik dengan peraturan daerah Kabupaten Blora yang tidak memperbolehkan menjual akar gembol kayu jati dalam bentuk mentahan, artinya belum menjadi produk yang efisien. Ini menarik untuk kita bahas di Kabupaten Lamongan,” kata Saiffudin Zuhri Ketua Komisi B DPRD Lamongan kepada Asisten II Setda Blora.
Pertanyaan itu dijawab oleh Slamet Pamuji, bahwa selama ini Kabupaten Blora yang 40 persen wilayahnya adalah hutan jati, namun kerap yang menikmati hasilnya dari luar daerah. Oleh karena itu, kata Slamet Pamuji, atas ketegasan Bupati Blora Djoko Nugroho, melarang jual beli khususnya akar gembol kayu jati dalam bentuk mentahan. “Kunjungan ini sangat membahagiakan untuk saling tukar informasi dan memberikan info yang bisa diserap untuk peningkatan pembangunan di Kabupaten Blora. Untuk gembol kayu jati memang tidak diperbolehkan di jual dalam bentuk mentahan. Melainkan sudah dalam bentuk produk,” kata Slamet Pamuji.
Para Seniman Patung Blora Mengukirnya Dengan Bentuk Hewan Manusia Arca Dan Bentuk Lain Sesuai Dengan Bentuk Gembol Sehingga Menjadi Nilai Jual Yang Tinggi
Menurut dia, kalau dinilai sisi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Pemkab Blora agak banyak fokus pada industri kayu jati, sehingga perajin kayu olahan memiliki nilai tambah.
Hal itu ditambahkan oleh Kepala Seksi (Kasi) UMKM Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kabupaten Blora, Totok Muhantoyo.
Menurut Totok, menghadapi Masyarakat Ekonomi Eropa (MEA) di Kabupaten Blora berupaya menyertakan produk di tingkat pasar lokal dan menghidupkan pasar tradisional dengan mengembangkan potensi industri lokal agar tidak kalah bersaing. “Akar gembol kayu jati menjadi produk unggulan, bahkan pasar penjualan produk kerajinan gembol 90 persen di ekspor ke luar negeri, sedangkan 10 persen di daerah. Haya saja masih memerlukan kerja sama dalam finishing,” kata Totok Muhartoyo.  
Selain menanyakan pengolahan produk UMKM, anggota komisi B DPRD Lamongan juga bertanya  Pendapatan Asli Daerah, Pengambil alihan Pabrik Gula GMM oleh BUMN dan tentang DBH Migas Blok Cepu serta sektor pertanian di Blora.   
“Kabupaten Blora belum memiliki pendapatan Primadona PAD. Kalau terkait Pabrik Gula, memang benar diambil alih pengelolaan oleh Bulog. Sedangkan DBH Migas, itu terus kami perjuangkan agar Kabupaten Blora mendapat DBH lebih. Persoalannya itu terkait dengan undang-undang, dan mulut sumur berada di Kabupaten Bojonegoro,” jelasnya Asisten II Setda Blora.
Sedangkan sektor pertanian, Hadi Rokmiyati Kepala Seksi Perlindungan dan Usaha Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Blora mengemukakan sejak tahun 2015 di wilayah Kabupaten Blora telah melakukan komitmen upaya khusus (upsus) peningkatan produksi padi, jagung dan kedelai. “Kami juga bekerja sama dengan TNI dalam hal pendampingan kepada petani, terutama persoalan distribusi pupuk, dan selama ini terjalin baik dan sangat membantu petani Blora,” jelas Hadi Rokmiyati. (adi sanrico)
Share:

0 comments:

Post a Comment

Hot News

Pimpinan bersama Anggota, Sekwan dan Staf DPRD Blora Mengucapkan Selamat Idulfitri 2024, Minal Aidin Wal Faizin

𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Lantunan takbir telah menggema menandakan tibanya penghujung Bulan Suci Ramadhan 1445 Hijriyah. Segenap Pimpinan, A...

Public Service

Blog Archive

Social Media

Technology

Next More »

Labels

Community

Next More »