Sepeda Onthel Bekas, Bisa Hasilkan Listrik 220 Hingga 400 Watt

Dakasyagi Karya Noor Chanif

BLORA - Di pasar pon,  sepeda bekas biasanya dijual dengan harga murah, namun ditangan seorang guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Blora ini, sepeda bekas  bisa dimodifikasi menjadi barang dengan harga jutaan rupiah karena dapat menghasilkan tegangan listrik.

Noer Chanief (53th), yang keseharianya mengajar sebagai guru SMKN 1 Blora jurusan otomotif ini, ditengah merebaknya Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), dia memanfaatkan waktunya dirumah dengan memodifikasi sepeda bekas menjadi sepeda bekas kaya energi (Dakasyagi).
Awalnya ia melihat di sebuah pasar mingguan di Blora (pasar pon=red), sepeda bekas banyak dijual dengan harga sangat murah kisaran 150 - 200 ribu rupiah.

Dari situlah muncul ide untuk membuat atau memanfaatkannya dengan memodifikasi sepeda tersebut menjadi dakasyagi, sehingga harga jualnya menjadi jutaan rupiah.

"Harganya sepeda hanya sekitar 200 ribuan kalau dijual apa adanya, jadi timbul ide saya bagaimana sepeda itu bisa dijual dengan harga mencapai jutaan rupiah," ucap Noer (Rabu, 27/05/2020).

Sepeda bekas, tambah Noer, ia beli dan dibawa pulang kerumahnya. Ban dalam dan luarnya dilepas, lalu dibuatkan tempat atau dudukan dari besi di las layaknya sepeda untuk olahraga (fitnes).

Roda bagian belakang diberi V-Belt disambungkan dengan sebuah dinamo kecil yang dihubungkan ke Accu sebagai pengumpul strum, sehingga menghasilkan listrik DC.

Supaya bisa menghasilkan listrik AC, dari Accu dihubungkan lagi ke power inverter untuk menimbulkan energi listrik tersebut, sehingga keluar arus listrik 220 volt.

Dari inverter itulah arus listrik bisa langsung digunakan untuk mengisi daya di Handphone, membuat juz, memasak dengan magicom dan lainnya.

"Kalau sudah menjadi Dakasyagi ini, selain bisa olahraga, badan sehat, bisa menghemat listrik, dengan memafaatkan daya yang dihasilkan dari mengayuh sepeda," tandasnya.

Menurutnya, Dakasyagi ini bisa menghasilkan daya hingga 400 Watt. Idenya ini muncul awal bulan Februari 2020 lalu, disaat sekolah diliburkan karena adanya Covid-19.

"Bulan Februari lalu mulai diliburkan, jadi saya manfaatkan untuk kegiatan dirumah, tapi menghasilkan," imbuhnya.
Untuk diketahui, satu produk Dakasyagi ia jual dengan harga tiga jutaan. Diharapkan dengan Dakasyagi ini selain tubuh sehat, bisa menghemat listrik di rumah. (ADY/Red)
Share:

0 comments:

Post a Comment

Hot News

Wakil Ketua DPRD Blora Hadiri Temu Petani Tebu Blora dengan Pendiri Pabrik Gula Rembang

BLORA — Dalam acara temu kangen, seorang pengusaha Kamajaya yang dulu membidani Pabrik Gula (PG) Blora bertemu dan berdialog de...

Public Service

Blog Archive

Social Media

Technology

Next More »

Labels

Community

Next More »