KESIAPAN KABUPATEN BLORA MENGHADAPI HARI RAYA IDUL FITRI 2016 (1437 H)

Rapat Koordinasi Forkompimda Blora di Ruang Setda Blora
Blora,- Rapat Koordinasi (Rakor) Ekuinda dalam Rangka Kesiapan Kabupaten Blora menghadapi Hari Raya Idul Fitri 2016 di Ruang Pertemuan Setda Blora. Rapat ini dipimpin oleh Bupati Blora Djoko Nugroho. Hadir dalam rapat ini, Wakil Bupati H. Arief Rohman M.Si, Forkopimda, Kepala SKPD, seluruh Camat, Perwakilan Bina Marga Provinsi Jawa Tengah, Sekwan, Kepala Bulog, Perbankkan, Perwakilan DPRD Kabupaten Blora, Organda serta RAPI. (13/06/2016)
Pada rapat ini, Perwakilan Bulog melaporkan bahwa persediaan beras di Kabupaten Blora untuk menghadapi lebaran cukup aman yaitu 11.280 ton beras hingga Bulan Desember 2016. Akan tetapi Bupati Djoko Nugroho meminta agar pasokan beras ditambah sehingga persediaan beras Kabupaten Blora bisa bertambah menjadi 20.000 ton.
Perwakilan Hiswana Migas Sukma menyampaikan terkait elpiji 3 kg yang selama ini dianggap langka, maka hari ini akan diadakan operasi pasar di 3 Kecamatan, Kecamatan Kunduran, Kecamatan Kradenan, dan Kecamatan Kedungtuban dengan 200 tabung di setiap Kecamatan. “Apabila dalam 1 jam operasi pasar penjualan elpiji habis yang dibeli oleh masyarakat rumah tangga (bukan bakul) maka dapat dikatakan elpiji 3 kg langka, dan perlu adanya penambahan stok disetiap agennya. Akan tetapi apabila dalam 1 jam elpiji 3 kg tidak habis maka tidak dapat dikatakan langka,” ucap Sukma selaku perwakilan Hiswana Migas. Sedangkan untuk persediaan BBM menurut kepala Disperindakop, Maskur, menyatakan aman dan nantinya di setiap SPBU akan dijadikan rest area untuk pemudik.
Bupati Djoko Nugroho meminta agar dibangun SPBU di jalan Jepon-Bogorejo serta jalan Ngawen-Japah-Gagakan-Todanan. Pada kegiatan ini hadir pula perwakilan dari Bank Jateng selaku perwakilan Perbankkan yang ada di Kabupaten Blora, menyatakan bahwa mulai hari ini sudah mendistribusikan uang receh baru. Bagi masyarakat yang ingin menukarkan uang sebelum Bank libur.  Selain itu Kapolres Blora AKBP Surisman melaporkan bahwa saat ini pihak Kepolisian telah siap untuk membuat Posko Keamanan Lebaran yang akan didirikan di wilayah Kecamatan Kunduran, Ngawen, Blora, Cepu, Jiken, serta Sambong. 
Untuk Posko Keamanan Lebaran menurut Kapolres masih membutuhkan sponsor supaya posko memiliki suasana yang meriah, seperti posko-posko keamanan yang ada di Provinsi Jawa Barat maupun wilayah lain. Hal tersebut juga didukung oleh Bupati Blora Djoko Nugroho yang memerintahkan SKPD terkait supaya bisa memeriahkan Posko Keamanan Lebaran yang nantinya akan dibangun. “Tolong Posko Keamanan disediakan tim kesehatan, SKPD terkait supaya dibantu,” ujar Bupati Blora.
Mengenai Posko Lebaran, Pihak PMI juga akan membuka 4 posko yang nantinya akan berada di Posko wilayah Kecamatan Gagakan, Klinik PMI Blora, Jembatan Dengok serta di Randublatung. Posko ini akan dibuka H-5 hingga H+5 lebaran. Selain PMI, BPBD juga akan membuka satu Posko yang terletak di Kantor BPBD sendiri karena banyaknya bencana sehingga tidak adanya anggaran khusus pembuatan Posko Lebaran. Nantinya Posko Lebaran tersebut akan ditempati oleh berbagai unsur seperti Kepolisian, PMI, BPBD, Kesehatan, TNI, Satpol PP serta Pramuka.
Peserta Rapat Koordinasi Menghadapi Lebaran 2016
Kepala Dinas Kesehatan Dr. Henny Indriyanti, M.Kes, menyatakan bahwa siap membantu terselenggaranya Posko Lebaran serta menyediakan dokter, perawat dan ambulans. Juga telah melakukan operasi makanan dan minuman terkait tanggal kadaluwarsa. 
Untuk ruas jalan yang saat ini sedang dalam proses perbaikan, nantinya pada H-10 lebaran akan diberhentikan pengerjaannya dan diharapkan dapat dilalui kedua ruas jalannya. Akan tetapi terdapat satu perbaikan jalan yang saat lebaran nanti hanya dapat dilalui satu jalur saja. “Di ruas jalan Randublatung-Cepu saat lebaran nanti hanya dapat dilalui satu jalur saja karena ada perbaikan jembatan yang tidak dapat diberhentikan,” ujar perwakilan dari DPU Binamarga Jawa Tengah perwakilan Blora.
Bupati Blora Berharap, supaya DPU Binamarga memasang rambu-rambu hati-hati di jalan yang ada perbaikan supaya pengguna jalan merasa aman. Untuk keamanan lalulintas diperlukan pula adanya rambu-rambu lalulintas agar dapat mengurangi tingkat kecelakaan.
Kepala DPPKKI Selamet Pamuji melaporkan bahwa akan dilakukan pengecekan kendaraan umum lebaran serta awak pengendaranya. Selain itu, untuk lebaran nanti, diperlukan adanya bantuan Linmas di perlintasan Kereta Api yang tidak ada palang pintunya, hal ini dikarenakan belum adanya anggaran untuk pembangunan palang pintu. 
Terkait hal tersebut Kepala Satpol PP Sri Handoko S.Sos, M.Si juga menyatakan bahwa ada 17 perlintasan tanpa palang pintu di Kabupaten Blora. Satpol PP siap membantu, karena Linmas merupakan bagian dari Satpol PP. Kepada Kepala Desa yang wilayahnya dilintasi Kereta Api diharapkan pada H-3 hingga H+3 lebaran mempersiapkan Linmasnya untuk menjaga perlintasan. Sri Handoko S.Sos, M.Si juga mengatakan bahwa pada H-7 lebaran akan dilakukan penertiban pasar tumpah di Pasar Kunduran, Pasar Ngawen, Pasar Blora dan Pasar Cepu. Sedangkan untuk tempat hiburan malam, pada H-15 hingga H+3 lebaran akan ditutup merujuk pada SK Bupati yang baru. Satpol PP juga akan bergabung dengan Polisi untuk keamanan di Posko Keamanan Lebaran pada H-3 hingga H+3 lebaran.

Kepala Disnakertransos Krishapsoro menambahkan bahwa tunjangan Hari Raya bagi pekerja di perusahaan harus diserahkan kepada pekerja H-7 sebelum lebaran. Bupati berharap kepada semua perusahaan, supaya bisa melaksanakan pemberian tunjangan sesuai waktu yang ditentukan. (adi sanrico)
Share:

0 comments:

Post a Comment

Hot News

Sejumlah Titik di Ruas Jalan Jepon-Bogorejo Blora Mulai Dibangun

  𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Sejumlah titik (enam titik) di ruas jalan Jepon-Karang-Bogorejo, yang merupakan jalan alternatif menuju wilayah J...

Public Service

Blog Archive

Social Media

Technology

Next More »

Labels

Community

Next More »