Dandim Kav Yudhi Agus Setiyanto Hadiri Groundbreaking Jembatan Garuda di Klopoduwur Blora


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Dandim 0721/Blora, Letkol Kav Yudhi Agus Setiyanto, menghadiri peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan 'Jembatan Garuda' di Dukuh Wotrangkul, Desa Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, Selasa 31 Maret 2026, pembangunan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan konektivitas dan membuka akses wilayah pedesaan.

Kegiatan diawali dengan video conference yang terhubung dengan Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Achiruddin, yang memimpin langsung groundbreaking pembangunan Jembatan Garuda terpusat dari Dukuh Bolo Wetan, Desa Bolo, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Di wilayah teritorial Kodim 0721/Blora, pembangunan Jembatan Garuda dilaksanakan di empat titik, yakni Dukuh Jati (Desa Jati, Kecamatan Jati), Desa Nglebur (Kecamatan Jiken), Dukuh Gabeng (Desa Pengkolrejo, Kecamatan Japah), serta Dukuh Wotrangkul (Desa Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo) sebagai lokasi utama kegiatan.

Peletakan batu pertama oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Blora menandai dimulainya pembangunan yang diharapkan mampu mengurangi keterisolasian wilayah dan memperlancar mobilitas masyarakat.

Dandim 0721/Blora, Letkol Kav Yudhi Agus Setiyanto mengatakan, jembatan tersebut akan memberikan manfaat bagi sekitar 175 kepala keluarga atau kurang lebih 500 jiwa di Dukuh Wotrangkul.

“Jembatan ini diharapkan dapat mendukung akses anak-anak menuju sekolah serta memperlancar aktivitas perekonomian masyarakat desa,” ujar Letkol Kav Yudhi Agus Setiyanto.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas realisasi pembangunan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto. Semoga jembatan ini dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” kata Dandim 0721/Blora.

Selain groundbreaking, kegiatan juga diisi dengan bakti sosial berupa pembagian bantuan sembako kepada warga sekitar lokasi proyek yang diserahkan langsung oleh Dandim 0721/Blora bersama tamu undangan.

"Pembangunan Jembatan Garuda diharapkan menjadi solusi atas keterbatasan akses yang selama ini dihadapi masyarakat, sekaligus menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah pedesaan," tandas Letkol Kav Yudhi Agus Setiyanto.

Sementara itu, Bupati Blora, Arief Rohman diwakili Asisten II Setda Blora, Dasiran, menyampaikan apresiasi atas dimulainya pembangunan Jembatan Garuda di wilayah tersebut.

“Pembangunan ini diharapkan dapat meningkatkan akses pendidikan, layanan kesehatan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Kami juga berterima kasih kepada pemerintah desa dan warga yang telah mendukung penuh pembangunan ini,” jelas Asisten II Setda Blora.

Pada kesempatan itu, Kepala Desa Klopoduwur, Hery Sugiharto menyampaikan bahwa masyarakat menyambut baik pembangunan jembatan tersebut.

“Warga sangat antusias karena jembatan ini akan mempermudah aktivitas sehari-hari, terutama untuk anak sekolah dan kegiatan pertanian,” kata Kades Klopoduwur.  (Pendim/Redaksi)

Share:

Warga Sambongrejo Blokir Jalan dan Tanam Pohon Pisang, Protes Kerusakan Jalan Desa Akibat Proyek IJD Senilai Rp 27,9 Miliar

𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Puluhan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sambongrejo Bersatu melakukan aksi damai dengan menutup akses jalan menuju Dukuh Gunungrowo, Desa Sambongrejo, Kecamatan Tunjungan, Selasa 31 Maret 2026.

Aksi ini dipicu oleh kekecewaan warga atas rusaknya jalan desa akibat aktivitas kendaraan berat milik PT Mitra Wardhana yang tengah mengerjakan proyek Inpres Jalan Daerah (IJD) ruas Japah-Tunjungan.

Pantauan di lokasi, warga sempat menanam pohon pisang dan memasang portal bambu di tengah jalan sebagai bentuk protes. Warga menuding aktivitas truk molen pada proyek senilai Rp 27,9 miliar yang bersumber dari APBN tahun 2025 tersebut telah merusak infrastruktur jalan desa mereka tanpa ada upaya perbaikan dari pihak kontraktor.

Koordinator aksi, Keluk Peristawahan, menegaskan bahwa warga pada dasarnya mendukung pembangunan infrastruktur pemerintah. Namun, pihaknya menagih janji PT Mitra Wardhana yang hingga kini belum merealisasikan perbaikan jalan di Dukuh Gunungrowo yang terdampak.

"Kami mendukung penuh pembangunan jalan, namun kami menagih janji PT Mitra Wardhana untuk memperbaiki kerusakan jalan desa kami akibat aktivitas kendaraan berat mereka," ujar Keluk di sela-sela aksi.

Aksi tersebut mendapat pengawalan ketat dari jajaran Polres Blora yang dipimpin langsung oleh Kasat Intelkam Polres Blora, Iptu Agus Wibowo. Tak lama berselang, Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Blora, Nidzamudin Al Hudda, tiba di lokasi untuk melakukan dialog langsung dengan warga.

Dalam mediasi tersebut, dicapai kesepakatan bahwa kerusakan jalan desa tersebut akan segera dikoordinasikan dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Inpres Jalan Daerah untuk langkah perbaikan prosedural. Sebagai langkah darurat, pemerintah menjanjikan perbaikan sementara menggunakan batu gosok.

Plt. Kepala DPUPR Blora, Nidzamudin Al Hudda, menyatakan komitmennya untuk menjembatani aspirasi masyarakat agar pihak terkait segera bertanggung jawab.

"Kerusakan yang diakibatkan aktivitas kendaraan berat PT Mitra Wardhana ini akan kami koordinasikan dengan PPK Inpres Jalan Daerah untuk segera dilakukan perbaikan. Untuk langkah awal, akan dilaksanakan perbaikan sementara dengan penggrosokan batu," jelas Nidzamudin.

Mendengar penjelasan tersebut, warga akhirnya bersedia membuka kembali portal jalan dan membongkar tanaman pohon pisang. Warga memberikan tenggat waktu satu minggu bagi pemerintah daerah untuk merealisasikan janji penggrosokan tersebut.

Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto melalui Kasihumas AKP Midiyono mengonfirmasi bahwa situasi di lokasi telah kembali kondusif. Penutupan jalan yang sempat berlangsung singkat berakhir setelah adanya kesepakatan antara warga dan Dinas PUPR.

"Sekitar pukul 13.50 WIB, warga membubarkan diri dengan tertib. Kami pastikan akses jalan sudah kembali normal dan situasi Kamtibmas di wilayah Tunjungan aman terkendali," pungkas AKP Midiyono. (Humas/Redaksi)
Share:

Groundbreaking Pembangunan 'Jembatan Garuda' di Klopoduwur Blora Segera Dimulai


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Kondisi awal 'Jembatan Garuda' di Dukuh Wotrangkul, Desa Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora Jawa Tengah, menjadi sorotan menjelang pelaksanaan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan jembatan tersebut pada Selasa 31 Maret 2026. Infrastruktur yang selama ini menjadi akses vital warga itu dilaporkan mengalami kerusakan cukup signifikan dan dinilai membahayakan pengguna.

Pasiter Kodim 0721/Blora, Kapten Inf Maningsun menyampaikan bahwa 
jembatan Garuda yang menghubungkan kawasan permukiman dengan lahan pertanian warga tersebut menunjukkan tanda-tanda penurunan struktur. Sejumlah bagian mengalami keretakan, terutama pada dinding penyangga, sementara kondisi lantai jembatan juga sudah tidak layak dilalui secara aman, khususnya saat musim hujan.

"Kondisi ini berdampak langsung pada aktivitas masyarakat. Mobilitas warga menjadi terhambat, termasuk distribusi hasil pertanian serta akses menuju pusat perekonomian setempat," ujar Pasiter Kodim 0721/Blora.

Sebagai bagian dari wilayah teritorial Kodim 0721/Blora, lanjut Pasiter Kodim 0721/Blora, penanganan Jembatan Garuda menjadi salah satu prioritas dalam upaya peningkatan infrastruktur desa. Perbaikan jembatan dinilai penting untuk menunjang kelancaran aktivitas warga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

“Perbaikan jembatan ini sangat dibutuhkan masyarakat karena menjadi jalur utama penghubung antar wilayah. Dengan adanya pembangunan, diharapkan akses warga menjadi lebih aman dan lancar,” ucap Kapten Inf Maningsun.

Selain meningkatkan aspek keselamatan, pembangunan jembatan ini juga diharapkan mampu memperkuat konektivitas antar wilayah serta mempercepat distribusi hasil pertanian yang menjadi sumber utama mata pencaharian warga, dukungan berbagai pihak, termasuk unsur TNI melalui Kodim 0721/Blora, menjadi faktor penting dalam percepatan realisasi pembangunan tersebut, imbuh Kapten Inf Maningsun.

"Ke depan, Jembatan Garuda diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur penghubung, tetapi juga memberikan dampak positif berkelanjutan terhadap kesejahteraan masyarakat Desa Klopoduwur dan sekitarnya," tandas Pasiter Kodim 0721/Blora. (Pendim/Redaksi)

Share:

Jalin Sinergi dengan Tokoh Agama, Kapolres Blora Kunjungi Klenteng Hok Tio Bio


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Untuk mempererat tali silaturahmi dan menjaga kondusivitas wilayah Kabupaten Blora Jawa Tengah, Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto melakukan kunjungan ke Klenteng Hok Tio Bio Blora, Senin 30 Maret 2026.

Kehadiran Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto bersama Kasat Binmas AKP Khoirun, Kasat Intelkam IPTU Agus Wibowo, dan Kasi Humas AKP Midiyono, disambut hangat oleh Pengurus Yayasan Klenteng Hok Tio Bio.

Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto menyampaikan bahwa komunikasi yang selama ini telah terjalin dengan baik antara pihak kepolisian dan pengurus Klenteng harus terus dijaga demi kebaikan bersama.

"Pada kegiatan silaturahmi ini, mari kita jaga komunikasi yang sudah baik antara Polres Blora dan Pengurus Klenteng Hok Tio Bio Blora. Semoga hubungan ini membawa berkah dan kebaikan untuk kita semua. Saya mengajak rekan-rekan pengurus yayasan untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kabupaten Blora," ujar Kapolres Blora.

Pada kesempatan itu, Sekretaris 2 Yayasan Klenteng Hok Tio Bio, Iwan Pujianto mengapresiasi langkah Polres Blora yang datang langsung menemui tokoh-tokoh agama. Ia mengatakan kesiapan Klenteng untuk mendukung penuh kinerja kepolisian.

"Terima kasih atas kedatangan Bapak Kapolres Blora bersama jajaran yang telah mampir dalam rangka menjalin silaturahmi dan komunikasi. Kami siap bekerja sama dengan Polres Blora untuk menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif," ucap Iwan Pujianto. (Humas/Redaksi)

Share:

Babinsa Koramil 11/Jati Kawal Tahap Pondasi Koperasi Desa Merah Putih


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di wilayah Kecamatan Jati, terus digenjot, Babinsa Koramil 11/Jati, Kodim 0721/Blora turun langsung mendampingi proses konstruksi di Desa Randulawang, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora Jawa Tengah, pada Minggu 29 Minggu 2026.

Babinsa Koramil 11/Jati, Serda Sukandar
menyampaikan bahwa pada tahap ini, para pekerja melaksanakan pengecoran pondasi serta pemasangan batu belah sebagai struktur dasar bangunan.

"Koperasi tersebut nantinya akan difungsikan sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat desa," ujar Serda Sukandar.

Serda Sukandar menyampaikan bahwa keterlibatan Babinsa tidak hanya sebatas kehadiran di lokasi, tetapi juga untuk memastikan proses pembangunan berjalan sesuai rencana dan standar yang ditetapkan.

“Hari ini kami ikut mengawasi proses pengecoran pondasi untuk memastikan kualitasnya benar-benar sesuai standar, mengingat bangunan ini akan dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang,” ucap Serda Sukandar.

Lebih lanjut, Serda Sukandar mengatakan bahwa pendampingan ini merupakan bagian dari upaya mempererat kemanunggalan TNI dengan masyarakat.

“Selain melakukan pengawasan, kami juga turut membantu proses pengecoran sambil melaksanakan komunikasi sosial dengan warga setempat. Harapannya, seluruh proses pembangunan dapat berjalan lancar tanpa kendala,” imbuh Serda Sukandar.

Untuk perhatian, pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Desa Randulawang Kecamatan Jati, Kabupaten Blora Jawa Tengah, diharapkan mampu memperkuat perekonomian warga serta menjadi ruang produktif bagi masyarakat setempat. (Pendim/Redaksi)
Share:

Manganan Janjang Blora Jadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia

𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Ada yang istimewa di 'Manganan Janjang' yang digelar warga masyarakat Desa Janjang, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora Jawa Tengah, sertifikat dan piagam penghargaan diserahkan dalam acara tersebut, di kompleks Makam dan Tapaan Mbah Janjang (Jatikusuma, Jatiswara), Jumat 27 Maret 2026.  

Pada Manganan Janjang, sertifikat dan piagam penghargaan diserahkan oleh Bupati Blora, Arief Rohman yang datang di tradisi manganan Janjang itu, dengan didampingi Ketua TP PKK, Wakil Bupati, Sri Setyorini, dan jajaran Forkopimda Blora,

Sertifikat dan piagam penghargaan yang diserahkan itu, masing-masing sertifikat dari Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, nomor 169/WB/KB.00.01/2025, perihal penetapan Manganan Janjang sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia. 

Bersamaan itu, juga dilakukan penyerahan piagam penghargaan, Surat Keputusan Bupati Blora nomor 400.6/487/2025 tertanggal 19 Desember 2025 yang menetapkan Desa Janjang sebagai Desa Budaya di Kabupaten Blora.

Pada kesempatan itu, Kepala Desa Janjang, Ngasi menyampaikan syukur atas gelaran Manganan Janjang tahun ini berjalan lebih ramai dibandingkan tahun lalu. 

“Alhamdulillah tahun ini lebih ramai dibandingkan tahun lalu. Tidak hanya warga Blora saja yang hadir. Ada dari Jawa Timur bahkan Jawa Barat. Manganan Janjang ini diselenggarakan setiap Jumat Pon setelah Lebaran Idul Fitri setiap tahunnya. Terimakasih juga atas hadirnya Pak Bupati dan rombongan. Semoga membawa keberkahan untuk desa kami. Cuacanya juga cerah, tidak hujan, semoga desa kami jauh dari pagebluk,” ungkap Ngasi.

Bupati Blora berharap sertifikat dari Menteri Kebudayaan tentang penetapan Manganan Janjang sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia, dan SK Bupati Blora tentang penetapan Desa Budaya untuk Janjang, bisa semakin mengukuhkan Desa Janjang sebagai pusat pelestarian budaya di Kabupaten Blora.

"Ini sudah paten dan harus terus kita lestarikan Manganan Janjang ini. Selain menjadi daya tarik wisata religi, juga bisa menjadi pendorong bangkitnya perekonomian desa,” ucap Bupati Blora.

Bupati Blora melihat langsung ada ratusan pedagang makanan, minuman, pakaian, jajanan hingga mainan anak ikut ngalap rezeki dari para peziarah. Halaman rumah rumah warga hingga halaman sekolah penuh menjadi tempat parkir dadakan selama event tahunan ini.

“Luar biasa Manganan Janjang ini. Menjadi tradisi budaya sedekah bumi yang paling ramai, paling banyak pengunjungnya di Kabupaten Blora. Potensinya bagus untuk menggerakkan ekonomi desa. Semoga kedepan bisa ditata lebih baik oleh Pak Kades Janjang. Ini wujud kerukunan, kebersamaan dan potret semangat berbagi untuk sesama. Sekaligus bentuk kekompakan warga masyarakat desa untuk bersama sama berdoa untuk keselamatan desa Janjang, dan Kabupaten Blora. Apalagi akses jalan dari Cabak ke Janjang sudah selesai dibangun, jadi lebih nyaman kesini,” ucap Bupati Blora.

Salah satu warga Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Sumirah (56) 
mengaku sering datang ke acara Manganan Janjang ini bersama suami dan anak anaknya. 

“Sudah enam kali saya ikut Manganan di Janjang ini. Awalnya dulu pengen ziarah sekaligus cari nasi berkat yang dibungkus daun jati rasanya sedap mas. Namun belakangan ini saya ikut menyerahkan ambeng ingkung untuk dibagikan bersama. Idep-idep ikut bersedekah untuk sesama. Acaranya bagus kok, semuanya kelihatan guyub rukun,” ucap Sumirah.

Juga warga Rembang Jawa Tengah, Radit (25) menyampaikan senang bisa hadir langsung ke acara Manganan Janjang. Ia mengaku baru sekali ini ikut acara Manganan Janjang.

“Tadinya penasaran karena diceritain saudara. Nah kebetulan ini tadi pas main ke Blora sekalian saja ke Janjang. Bagus sih tradisinya masih kuat. Meskipun letaknya pelosok, ternyata pengunjungnya ribuan dari berbagai daerah. Jalannya juga sudah bagus, suasananya seger adem di komplek sini. Betah rasanya,” ujar Radit.

Sementara itu, Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini menyampaikan bahwa baru kali ini ikut acara Manganan Janjang.

“Sering beberapa kali ke Janjang. Tapi acaranya lain. Kalau untuk Manganan Janjang baru kali ini. Ternyata ramai sekali. Potensinya luar biasa. Tadi saya juga dapat berkat bungkus daun jati rasanya enak khas ndeso ngangeni. Tahun depan pasti akan kesini lagi. Keren Janjang,” ujar Wakil Bupati Blora. 

Untuk diketahui, diacara manganan Janjang 2026 kali ini, tampak ribuan warga dari berbagai daerah, sejak pagi silih berganti berjalan kaki menaiki anak tangga komplek makam gedong, untuk bersedekah mengirimkan makanan berupa ambeng ingkung ayam atau nasi berkat. 

Makanan itu dibagikan secara gratis kepada seluruh pengunjung usai berziarah ke makam Mbah Janjang. Oleh karena itu dinamakan 'Manganan', saling berbagi makan makan gratis sebagai bentuk syukur atas hasil bumi satu tahun terakhir.

Pihak desa atau Pemerintah Desa Janjang juga menyembelih hewan seperti sapi dan kambing di komplek makam tersebut. Yang kemudian dagingnya dimasak bersama sama dan dibagikan secara gratis kepada seluruh pengunjung atau peziarah.

Uniknya, semua nasi dan bumbu yang dibagikan dibungkus dengan daun jati sesuai antrian kedatangan peziarah. Pihak panitia menyediakan ribuan daun jati untuk peziarah. Masing-masing mengambil daun jati itu untuk dasar antrian pembagian nasi berkat dari panitia. Yang dibuka di gazebo utara makam utama.

Selama acara manganan Janjang 2026 berlangsung, juga diramaikan dengan pertunjukan kesenian wayang krucil khas Janjang. Yang merupakan peninggalan Mbah Jatikusumo Jatiswara. Potret budaya lokal yang terus dilestarikan sebagai pengiring acara Manganan Janjang. (Humas/Redaksi)

Share:

Babinsa Koramil 02/Jepon Terus Monitoring Progres Pembangunan Koperasi Merah Putih di Desa Binaan


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat terus didukung oleh TNI AD melalui peran aktif para Babinsa di wilayah. Pada Sabtu, 28 Maret 2026, Sertu Siswanto Babinsa Koramil 02/Jepon melaksanakan pengawasan dan monitoring pembangunan Koperasi Merah Putih yang berlokasi di Desa Palon, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora.

Kehadiran Babinsa dalam kegiatan ini bertujuan memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana serta memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan. Selain itu, Sertu Sismanto turut melakukan komunikasi dengan para pekerja untuk memastikan tidak ada hambatan berarti selama proses pembangunan berlangsung. 

Menurutnya, Koperasi Merah Putih menjadi salah satu program strategis desa yang diharapkan mampu menjadi pusat penguatan ekonomi warga, baik dalam pengelolaan usaha kecil maupun pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat. 

“Pembangunan koperasi ini akan memberikan banyak manfaat bagi warga. Kami sebagai Babinsa berkewajiban ikut mengawal agar semuanya berjalan aman, tertib, dan sesuai harapan,” ujar Sertu Sismanto. 

Selama kegiatan berlangsung, seluruh proses pengawasan berjalan aman, lancar, dan kondusif, menunjukkan sinergi yang baik antara aparat desa, pekerja, dan masyarakat. 

Dengan adanya dukungan penuh dari Babinsa, pembangunan Koperasi Merah Putih diharapkan dapat segera rampung dan segera memberikan dampak positif bagi kemajuan ekonomi Desa Palon.  (Pendim/Redaksi)

Share:

Sebagian Wilayah Pulau Jawa Berpotensi Banjir, Berikut Data Flood Hub Terbaru


JAWA TENGAH (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Sebagian wilayah Pulau Jawa saat ini tertutup awan hujan tebal. Hal ini dipicu oleh adanya area tekanan rendah di barat daya Jawa yang memengaruhi pola angin dari selatan (Australia). Akibatnya terjadi pertemuan angin dari utara dan selatan yang memicu pertumbuhan awan hujan secara masif. Kondisi ini sudah berlangsung sejak kemarin dan masih berlanjut hingga hari ini.

Dampaknya, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat meningkat dan berisiko menyebabkan banjir di sejumlah wilayah. Berdasarkan data dari Flood Hub (update observasi pukul 10.00 WIB, Kamis 26 Maret 2026), berikut daerah dengan notifikasi potensi banjir tinggi (merah):

1. DKI Jakarta (seluruh wilayah kota administratif)
2. Kota Tangerang
3. Kabupaten Tangerang
4. Kota Tangerang Selatan
5. Kota Depok
6. Kabupaten Bogor
7. Kota Bogor
8. Kota Bekasi
9. Kota Semarang
10. Kabupaten Semarang
11. Kota Surakarta
12. Kabupaten Karanganyar
13. Kota Surabaya

Sementara itu, untuk kategori potensi ringan hingga sedang (kuning), wilayahnya jauh lebih luas dan tersebar di banyak daerah di Pulau Jawa.

Tetap waspada, karena potensi ini dapat berubah sewaktu-waktu tergantung dinamika atmosfer yang terus berkembang. Pantau terus informasi cuaca terbaru dan siapkan langkah antisipasi, terutama bagi yang berada di daerah rawan banjir.

Update Peringatan Dini Cuaca Jawa Tengah, Prakirawan BMKG Jawa Tengah

Pada 26 Maret 2026 pkl 14:05 WIB masih berpotensi terjadi Hujan Sedang-Lebat yang dapat disertai Kilat/Petir dan Angin Kencang pada pkl. 14:15 WIB di Kabupaten Wonogiri: Waduk Gadjah Mungkur, Giriwoyo, Batuwarno, Tirtomoyo, Nguntoronadi, Baturetno, Eromoko, Wuryantoro, Manyaran, Selogiri, Wonogiri, Ngadirojo, Sidoharjo, 
Kabupaten Banyumas: Tambak, 
Kabupaten Banjarnegara: Susukan, Mandiraja, Kabupaten Kebumen: Kebumen, Pejagoan, Sruweng, Rowokele, Sempor, Karanganyar, Karanggayam, Sadang, Karangsambung, 
Kabupaten Purworejo: Pituruh, Kemiri, Bruno, Gebang, Bener, 
Kabupaten Wonosobo: Wadaslintang, Kepil, Kertek, Garung, Kejajar, 
Kabupaten Magelang: Salaman, Borobudur, Ngluwar, Salam, Srumbung, Dukun, Sawangan, Muntilan, Mungkid, Mertoyudan, Tempuran, Kajoran, Bandongan, Candimulyo, Pakis, Ngablak, Grabag, Tegalrejo, Secang, Windusari, Kabupaten Boyolali: Selo, Ampel, Cepogo, Boyolali, Mojosongo, Teras, Sawit, Banyudono, Sambi, Ngemplak, Nogosari, Simo, Kabupaten Klaten: Juwiring, Wonosari, Delanggu, Polanharjo, Kabupaten Sukoharjo:  Weru, Bulu, Tawangsari, Sukoharjo, Bendosari, Polokarto, Mojolaban, Grogol, Baki, Gatak, Kartasura, Kabupaten Karanganyar:  Jumantono, Ngargoyoso, Karanganyar, Tasikmadu, Jaten, Colomadu, Gondangrejo, Kebakkramat, Mojogedang, Kerjo, Jenawi, 
Kabupaten Sragen: Masaran, Kedawung, Sambirejo, Gondang, Karangmalang, 
Kabupaten Grobogan: Pulokulon, Kradenan, Gabus, Ngaringan, Wirosari, 
Kabupaten Blora: Jati, Randublatung, Kradenan, Jepon, Blora, Tunjungan, Banjarejo, Ngawen, Kunduran, Todanan, Japah, 
Kabupaten Rembang: Sumber, Bulu, Pamotan, Sulang, Kaliori, Rembang, Kabupaten Pati:  Winong, Pucakwangi, Jaken, Batangan, Gembong, Tlogowungu, Gunungwungkal, 
Kabupaten Kudus: Jekulo, Dawe, 
Kabupaten Jepara: Batealit, Keling, Kembang, Pakis Aji, Kabupaten Semarang: Susukan, Kaliwungu, Kabupaten Temanggung: Bulu, Tembarak, Temanggung, Parakan, Ngadirejo, Candiroto, Tlogomulyo, Selopampang, Bansari, Kledung, Wonoboyo, 
Kabupaten Batang: Subah, Batang, Kandeman, Kabupaten Pekalongan: Tirto, Wonokerto, 
Kabupaten Pemalang: Ulujami, 
Kabupaten Brebes: Tonjong, 
Kota Magelang: Magelang Selatan, Magelang Utara, Magelang Tengah, Kota Surakarta:  Laweyan, Serengan, Jebres, Banjarsari, 
Kota Pekalongan: Pekalongan Utara, dan sekitarnya.

Dan dapat meluas ke wilayah 
Perairan: Waduk Kedungombo, 
Kabupaten Semarang: Waduk Rawa Pening, Getasan, Tengaran, Suruh, Pabelan, Tuntang, Banyubiru, Jambu, Sumowono, Ambarawa, Bawen, Bringin, Bergas, Pringapus, Bancak, Ungaran Barat, Ungaran Timur, Bandungan, 
Kabupaten Cilacap: Nusawungu, Cimanggu, Majenang, Wanareja, Dayeuhluhur, 
Kabupaten Banyumas: Kemranjen, Sumpiuh, Somagede, Kalibagor, Banyumas, Sokaraja, Purwokerto Selatan, 
Kabupaten Purbalingga: Kemangkon, Bukateja, Kejobong, Kaligondang, Purbalingga, Kalimanah, Kutasari, Mrebet, Bobotsari, Karangreja, Karanganyar, Karangmoncol, Rembang, Bojongsari, Padamara, Pengadegan, Karangjambu, Kertanegara, 
Kabupaten Banjarnegara: Purworeja Klampok, Purwanegara, Bawang, Banjarnegara, Sigaluh, Madukara, Banjarmangu, Wanadadi, Rakit, Punggelan, Karangkobar, Pagentan, Pejawaran, Batur, Wanayasa, Kalibening, Pandanarum, Pagedongan, 
Kabupaten Kebumen: Ayah, Buayan, Puring, Petanahan, Klirong, Buluspesantren, Ambal, Mirit, Prembun, Kutowinangun, Alian, Adimulyo, Kuwarasan, Gombong, Bonorowo, Padureso, Poncowarno, 
Kabupaten Purworejo: Kaligesing, Purworejo, Banyuurip, Bayan, Loano, 
Kabupaten Wonosobo: Sapuran, Kaliwiro, Leksono, Selomerto, Kalikajar, Wonosobo, Watumalang, Mojotengah, Sukoharjo, Kalibawang, 
Kabupaten Magelang: Kaliangkrik, 
Kabupaten Boyolali: Musuk, Karanggede, Klego, Andong, Kemusu, Wonosegoro, Juwangi, 
Kabupaten Klaten: Prambanan, Gantiwarno, Wedi, Bayat, Cawas, Trucuk, Kebonarum, Jogonalan, Manisrenggo, Karangnongko, Ceper, Pedan, Karangdowo, Karanganom, Tulung, Jatinom, Kemalang, Ngawen, Kalikotes, Klaten Utara, Klaten Tengah, Klaten Selatan, 
Kabupaten Sukoharjo: Nguter, 
Kabupaten Wonogiri: Pracimantoro, Giritontro, Jatiroto, Jatisrono, Girimarto, Karangtengah, Paranggupito, Kabupaten Karanganyar:* Jatipuro, Jatiyoso, Jumapolo, Matesih, Tawangmangu, Karangpandan, 
Kabupaten Sragen: Kalijambe, Plupuh, Sambungmacan, Ngrampal, Sragen, Sidoharjo, Tanon, Gemolong, Miri, Sumberlawang, Mondokan, Sukodono, Gesi, Tangen, Jenar, 
Kabupaten Grobogan: Kedungjati, Karangrayung, Penawangan, Toroh, Geyer, Tawangharjo, Grobogan, Purwodadi, Brati, Klambu, Godong, Gubug, Tegowanu, Tanggungharjo, 
Kabupaten Blora: Kedungtuban, Cepu, Sambong, Jiken, Bogorejo, 
Kabupaten Rembang: Gunem, Sale, Sarang, Sedan, Pancur, Kragan, Sluke, Lasem, 
Kabupaten Pati: Sukolilo, Kayen, Tambakromo, Juwana, Jakenan, Pati, Gabus, Margorejo, Wedarijaksa, Margoyoso, Cluwak, Tayu, Dukuhseti, Trangkil, 
Kabupaten Kudus: Kaliwungu, Kota Kudus, Jati, Undaan, Mejobo, Bae, Gebog, 
Kabupaten Jepara: Kedung, Pecangaan, Welahan, Mayong, Jepara, Mlonggo, Bangsri, Karimun Jawa, Tahunan, Nalumsari, Kalinyamatan, Donorojo, 
Kabupaten Demak: Mranggen, Karangawen, Guntur, Sayung, Karangtengah, Wonosalam, Dempet, Gajah, Karanganyar, Mijen, Demak, Bonang, Wedung, Kebonagung, 
Kabupaten Temanggung: Pringsurat, Kaloran, Kandangan, Kedu, Jumo, Tretep, Kranggan, Bejen, Gemawang, 
Kabupaten Kendal: Plantungan, Pageruyung, Sukorejo, Patean, Singorojo, Limbangan, Boja, Kaliwungu, Brangsong, Pegandon, Gemuh, Weleri, Cepiring, Patebon, Kendal, Rowosari, Kangkung, Ringinarum, Ngampel, Kaliwungu Selatan, 
Kabupaten Batang: Wonotunggal, Bandar, Blado, Reban, Bawang, Tersono, Gringsing, Limpung, Tulis, Warungasem, Pecalungan, Banyuputih, 
Kabupaten Pekalongan: Kandangserang, Paninggaran, Lebakbarang, Petungkriyono, Talun, Doro, Karanganyar, Kajen, Kesesi, Sragi, Bojong, Wonopringgo, Kedungwuni, Buaran, Wiradesa, Siwalan, Karangdadap, 
Kabupaten Pemalang: Moga, Pulosari, Belik, Watukumpul, Bodeh, Bantarbolang, Randudongkal, Pemalang, Taman, Petarukan, Ampelgading, Comal, Warungpring, 
Kabupaten Tegal: Margasari, Bumijawa, Bojong, Balapulang, Pagerbarang, Lebaksiu, Jatinegara, Kedungbanteng, Pangkah, Slawi, Adiwerna, Talang, Dukuhturi, Tarub, Kramat, Suradadi, Warureja, Dukuhwaru, 
Kabupaten Brebes: Salem, Bantarkawung, Bumiayu, Paguyangan, Sirampog, Jatibarang, Wanasari, Brebes, Songgom, Kersana, Losari, Tanjung, Bulakamba, Larangan, Ketanggungan, Banjarharjo, 
Kota Salatiga: Sidorejo, Tingkir, Argomulyo, Sidomukti, 
Kota Semarang: Genuk, Pedurungan, Semarang Selatan, Candisari, Gajahmungkur, Tembalang, Banyumanik, Gunungpati, Semarang Barat, Mijen, Ngaliyan, Tugu, 
Kota Pekalongan: Pekalongan Barat, Pekalongan Timur, Pekalongan Selatan, 
Kota Tegal: Tegal Barat, Tegal Timur, Tegal Selatan, Margadana, dan sekitarnya.

Kondisi ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga pukul 17:15 WIB

Prakirawan BMKG Jawa Tengah
https://nowcasting.bmkg.go.id
Share:

Kodim 0721/Blora Perketat Siaga Pos Terpadu, Arus Balik Idul Fitri 1447 H Jadi Perhatian


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Untuk mengantisipasi lonjakan arus balik Idul Fitri 1447 Hijriah, personel Kodim 0721/Blora bersama anggota Polres Blora dan instansi terkait meningkatkan kesiapsiagaan di sejumlah Pos Terpadu yang tersebar di wilayah Kabupaten Blora, Kamis, 26 Maret 2026.

Kegiatan siaga tersebut difokuskan pada pengamanan dan pengendalian arus balik yang mulai meningkat di sejumlah titik strategis. Personel gabungan tampak aktif melakukan pemantauan serta membantu kelancaran mobilitas masyarakat yang kembali dari kampung halaman.

Selain itu, Pos Terpadu juga difungsikan sebagai pusat pelayanan bagi masyarakat, khususnya para pemudik yang membutuhkan bantuan maupun informasi selama perjalanan arus balik. Kehadiran aparat di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan.

Dandim 0721/Blora Letkol Kav Yudhi Agus Setiyanto melalui Pasiops Kodim 0721/Blora, Lettu Inf Santoso menegaskan bahwa kesiapsiagaan personel di Pos Terpadu menjadi langkah penting dalam mengantisipasi kepadatan arus balik serta potensi gangguan di lapangan.

Ia menyampaikan bahwa sinergitas antara TNI, Polri, dan instansi terkait harus terus diperkuat guna memastikan arus balik Idul Fitri berjalan aman, tertib dan lancar.

“Seluruh personel harus tetap siaga dan responsif dalam menghadapi dinamika di lapangan, sehingga masyarakat yang melaksanakan arus balik dapat merasa aman dan nyaman selama perjalanan,” ujar Lettu Inf Santoso.

Lebih lanjut, Lettu Inf Santoso  mengimbau kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati, menjaga kondisi fisik, serta bisa memanfaatkan Pos Terpadu di wilayah Kabupaten Blora.

"Bisa memanfaatkan Pos Terpadu apabila membutuhkan bantuan selama perjalanan arus balik," tandas Lettu Inf Santoso. (Humas/Redaksi)
Share:

Halal Bihalal Idul Fitri 1447 H, Kodim 0721/Blora Pererat Silaturahmi dan Tingkatkan Kinerja

𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Dalam suasana penuh kebersamaan pasca perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Kodim 0721/Blora menggelar kegiatan halal bihalal yang diikuti oleh seluruh prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Kegiatan ini menjadi momentum untuk saling memaafkan serta mempererat tali silaturahmi di lingkungan satuan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan apel kembali cuti Hari Raya Idul Fitri yang dipimpin langsung oleh Komandan Kodim (Dandim) 0721/Blora Letkol Kav Yudhi Agus Setiyanto, S.Sos., bertempat di lapangan apel Makodim Blora, Jl. Pemuda No. 44 Blora, Rabu 25 Maret 2026.

Dandim 0721/Blora, Letkol Kav Yudhi Agus Setiyanto menekankan pentingnya menjaga disiplin serta meningkatkan semangat kerja usai melaksanakan cuti lebaran. Ia juga mengingatkan seluruh personel untuk kembali fokus dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan penuh dedikasi dan profesionalisme.

“Melalui momentum halal bihalal ini, mari kita jadikan sebagai sarana untuk saling memaafkan, memperkuat kebersamaan, serta meningkatkan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara,” tegas Dandim 0721/Blora.

Usai pelaksanaan apel, kegiatan dilanjutkan dengan halal bihalal yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Seluruh prajurit dan PNS saling bersalaman sebagai wujud saling memaafkan di hari yang fitri.

Kegiatan ini diharapkan dapat semakin mempererat hubungan kekeluargaan di lingkungan Kodim 0721/Blora, sekaligus meningkatkan soliditas dan sinergitas dalam mendukung pelaksanaan tugas ke depan. (Pendim/Redaksi)

Share:

Babinsa dan Bhabinkamtibmas Intensifkan Patroli di Wisata Noyo Gimbal Bangsri


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Masa libur Lebaran 2026, pengamanan di sejumlah objek wisata di wilayah Kabupaten Blora mulai diperketat, salah satunya terlihat di destinasi wisata Noyo Gimbal View, Desa Bangsri, Kecamatan Jepon, yang menjadi sasaran patroli rutin oleh aparat kewilayahan guna menjamin keamanan dan kenyamanan pengunjung.

Babinsa Desa Bangsri, Serda Rondi, bersama Bhabinkamtibmas Desa Bangsri, Aipda Sugeng, terpantau melakukan patroli dialogis di area wisata tersebut pada Selasa 24 Maret 2026. 

Langkah ini sejalan dengan instruksi Kapolri untuk memperketat pengawasan di objek wisata selama momentum Idulfitri 1447 H guna mengantisipasi lonjakan pengunjung.

Prioritas Keselamatan dan Ketertiban

Dalam kegiatannya, Serda Rondi dan Aipda Sugeng memberikan imbauan langsung kepada para wisatawan agar selalu waspada terhadap barang bawaan serta memperhatikan keselamatan keluarga, terutama saat berada di wahana permainan seperti rainbow slide, kereta mini, dan kolam renang anak yang ada di Noyo Gimbal View.

"Kami bersinergi memastikan situasi tetap kondusif. Mengingat Noyo Gimbal View sering diserbu hingga ribuan pengunjung per hari saat musim liburan, pengaturan lalu lintas dan pengawasan area parkir juga menjadi prioritas kami," ujar Aipda Sugeng dalam keterangannya.

Sinergi dengan Pengelola Wisata

Selain menyapa pengunjung, kedua aparat ini juga berkoordinasi dengan pengelola BUMDES Maju Mapan selaku pengelola Noyo Gimbal View untuk memastikan fasilitas keselamatan berfungsi dengan baik. 

Hal ini merespons imbauan pemerintah agar pengelola wisata tidak lalai dalam membatasi kapasitas jika terjadi kepadatan berlebih.

Objek wisata Noyo Gimbal View sendiri dikenal sebagai destinasi edukasi dan sejarah yang menawarkan patung raksasa serta wahana ATV Adventure yang melintasi persawahan. 

Dengan kehadiran Babinsa dan Bhabinkamtibmas, diharapkan masyarakat dapat menikmati libur Lebaran dengan rasa aman tanpa gangguan kamtibmas.

Pihak kepolisian dan TNI di wilayah Blora rencananya akan terus mensiagakan personel di titik-titik keramaian hingga berakhirnya masa libur lebaran dalam kerangka Operasi Ketupat Candi 2026. (Pendim/Redaksi)

Share:

H+3 Idul Fitri 1447 H, Kodim 0721/Blora Siagakan Personel di 5 Pos Pengamanan


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — H+3 Idul Fitri 1447 Hijriah, Kodim 0721/Blora bersama aparat terkait siaga di 5 pos pengamanan dan pelayanan yang tersebar di wilayah Kabupaten Blora. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kelancaran arus balik Lebaran 2026 sekaligus menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat. 

Disampaikan keberadaan 5 pos pengamanan Lebaran 2026 ini diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus membantu kelancaran mobilitas masyarakat selama periode arus mudik dan arus balik pada Idul Fitri 1447 H.

Dandim 0721/Blora, Letkol Kav Yudhi Agus Setiyanto melalui Perwira Seksi Operasi Kodim 0721/Blora, Lettu Inf Santoso menyampaikan bahwa sejumlah pos yang menjadi titik pengamanan antara lain berada di kawasan Alun-alun kota Blora, di wilayah Kecamatan Cepu, Randublatung, Jiken, dan Kecamatan Kunduran. 

"Penempatan personel dilakukan sebagai bentuk sinergi lintas instansi dalam memberikan pelayanan maksimal bagi para pemudik," jelas Lettu Inf Santoso. Selasa 24 Maret 2026.

Lebih lanju, Lettu Inf Santoso  mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen penuh dalam mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 melalui kehadiran personel di lapangan.

“Kami menurunkan personel untuk bersiaga di lima pos pengamanan guna memastikan situasi tetap kondusif serta memberikan pelayanan kelancaran arus balik kepada masyarakat yang sudah  melaksanakan mudik,” ujar Lettu Inf Santoso.

Pengamanan dilakukan, lanjut Lettu Inf Santoso, selama 24 jam dengan sistem dua shift setiap harinya. Masing-masing pos diisi oleh sejumlah personel yang bertugas secara bergantian agar pengawasan tetap optimal.

“Kami ingin memastikan para pemudik merasa aman dan terbantu selama melintasi wilayah Kabupaten Blora,” imbuh Lettu Inf Santoso. (Pendim/Redaksi)

Share:

Sinergi TNI-Polri dan Instansi Terkait Perkuat Pengamanan Lebaran 2026 di Blora


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Sinergi antara Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), dan instansi terkait terus diperkuat dalam rangka pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M di wilayah Kabupaten Blora. Senin 23 Maret 2026.

Upaya tersebut diwujudkan melalui pendirian Pos Terpadu yang menjadi pusat kendali pengamanan sekaligus pelayanan bagi masyarakat selama arus mudik dan arus balik Lebaran. Pos Terpadu utama berada di Alun-Alun Blora, serta didukung pos-pos lainnya di sejumlah titik strategis seperti Cepu, Randublatung, Jiken, dan Kunduran.

Kegiatan ini melibatkan unsur gabungan, antara lain Kodim 0721/Blora, Subdenpom Blora, Polres Blora, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Senkom, Linmas, serta Pramuka, yang bersinergi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Komandan Kodim 0721/Blora, Letkol Kav Yudhi Agus Setiyanto, S.Sos., melalui Pasiops Kodim 0721/Blora, Lettu Inf Santoso menegaskan bahwa pengamanan Lebaran merupakan prioritas bersama guna menjamin stabilitas wilayah tetap kondusif.

“Sinergi ini merupakan bentuk komitmen kami bersama seluruh unsur terkait untuk memastikan masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman, nyaman, dan lancar,” ujar Lettu Inf Santoso.

Ia menambahkan bahwa selain aspek pengamanan, Pos Terpadu juga difungsikan sebagai pusat layanan terpadu yang menyediakan informasi, pelayanan kesehatan, serta respons cepat terhadap kondisi darurat di lapangan.

“Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas dan menjaga ketertiban selama perjalanan mudik maupun balik, sehingga situasi tetap aman dan terkendali,” tambah Lettu Inf Santoso.

Untuk perhatian, dengan kesiapsiagaan seluruh personel gabungan, diharapkan pelaksanaan perayaan Idul Fitri di wilayah Kabupaten Blora dapat berjalan dengan tertib, aman, dan lancar, serta memberikan rasa aman bagi seluruh masyarakat. (Pendim/Redaksi)

Share:

Dandim 0721/Blora Ucapkan Selamat Idul Fitri 1447 H


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Segenap Pimpinan, Anggota Kodim 0721/Blora menyampaikan ucapan selamat hari raya Idul fitri 2026, pada Sabtu 21 Maret 2026.

Sekretaris DPRD Blora, Catur Pambudi Amperawan, S.Sos., menyampaikan bahwa apel yang di ikuti oleh seluruh karyawan dan karyawati di lingkungan Sekretariat DPRD Kabupaten Blora tidak lain adalah untuk memulai tugas dan pengabdian.

Keluarga besar Kodim 0721/Blora mengucapkan selamat hari raya Idul fitri  1 Syawal 1447 Hijriah.

“Mohon maaf lahir dan bathin, semoga dengan saling membukakan pintu maaf, lebur semua kesalahan kita selaku manusia dan yakinlah, setelah lebur semua kesalahan antar manusia, Allah SWT niscaya akan memberikan ridlo kepada kita sekalian,"  ucap Dandim 0721/Blora. 

*بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ   الرَّحِيْـــــم*  

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 
Selamat Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal 1447 H.

TAQOBBALALLAHU MINNA WA MINKUM  BARAKALLAHU FIIKUM

Mohon maaf lahir bathin atas segala kekhilafan dan kesalahan kami,
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, umur yang barokah dan dapat bertemu lagi di bulan Ramadhan yang akan datang. Insya Allah, Aamiin Yaa Rabbal Alamin.

وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Letkol Kav Yudhi Agus Setiyanto, S.Sos.
Dandim 0721/Blora
Share:

Sinergi Lintas Sektoral, Kodim 0721/Blora Amankan Arus Mudik Lebaran 2026


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Dalam rangka mendukung kelancaran serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat selama arus mudik dan balik Lebaran 2026, Kodim 0721/Blora melaksanakan pengamanan melalui pos terpadu dan pos pelayanan di sejumlah titik strategis di wilayah Kabupaten Blora. Kamis 19 Maret 2026.

Kegiatan pengamanan tersebut melibatkan unsur gabungan yang terdiri dari TNI, Sub Denpom Blora, Polres Blora, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Linmas, serta Pramuka. Sinergi lintas sektoral ini bertujuan untuk memastikan pelayanan optimal kepada masyarakat selama periode mudik berlangsung.

Komandan Kodim 0721/Blora, Yudhi Agus Setiyanto, S.Sos., melalui Perwira Seksi Operasi Lettu Inf Santoso, menyampaikan bahwa keberadaan pos terpadu dan pos pelayanan memiliki peran penting dalam mendukung pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat.

“Pos terpadu dan pos pelayanan ini didirikan untuk memantau arus mudik, serta memberikan pelayanan kepada masyarakat, baik berupa tempat istirahat, sarana ibadah, maupun penyediaan informasi terkait kondisi arus lalu lintas, khususnya di wilayah Kabupaten Blora,” ujar Dandim 0721/Blora.

Lebih lanjut disampaikan bahwa Kodim 0721/Blora terus memperkuat sinergi dengan Polres Blora dan seluruh instansi terkait dalam rangka pengamanan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Melalui upaya tersebut, diharapkan pelaksanaan arus mudik dan perayaan Idul Fitri tahun 2026 di wilayah Kabupaten Blora dapat berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif.

“Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan selama libur Lebaran dapat berlangsung dengan lancar tanpa adanya gangguan yang berarti, sehingga masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman dan nyaman,” tandas Dandim 0721/Blora. (Pendim/Redaksi)

Share:

Amankan Lebaran 2026, Dandim 0721/Blora Terjunkan 50 Personel


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Kodim 0721/Blora mengambil langkah antisipatif dengan menerjunkan 50 personel untuk mengamankan perayaan Lebaran tahun 2026 di wilayah Kabupaten Blora. Langkah ini diambil untuk memastikan situasi tetap aman, nyaman, dan kondusif bagi masyarakat selama arus mudik maupun perayaan hari raya.

Komandan Kodim 0721/Blora, Letkol Kav Yudhi Agus Setiyanto, menyatakan bahwa personel tersebut akan disebar ke lima pos pengamanan strategis, yaitu Pos Alun-alun Blora, Pos Cepu, Pos Randublatung, Pos Jiken, dan Pos Kunduran. 

"Penempatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengawasan di titik-titik yang diperkirakan mengalami peningkatan aktivitas masyarakat dan lalu lintas kendaraan," ujar Dandim 0721/Blora, Rabu (18/3/2026).

Dengan kehadiran aparat di lapangan, diharapkan potensi gangguan keamanan dapat diminimalisir serta pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih maksimal. Kodim 0721/Blora juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban dan mematuhi aturan demi kelancaran dan keamanan bersama selama perayaan Lebaran.

Letkol Kav Yudhi Agus Setiyanto menambahkan bahwa Kodim 0721/Blora juga akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan instansi terkait lainnya untuk memastikan keamanan dan kelancaran arus mudik. 

"Kami akan bekerja sama dengan semua pihak untuk menciptakan situasi yang aman dan nyaman bagi masyarakat," tambah Dandim 0721/Blora.

Kodim 0721/Blora juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama perayaan Lebaran. 

"Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan melaporkan jika ada hal-hal yang mencurigakan kepada aparat keamanan," pesan Letkol Kav Yudhi Agus.

Dalam kesempatan tersebut, Letkol Kav Yudhi Agus Setiyanto juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat atas dukungan dan kerjasamanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Blora. 

"Kami berharap masyarakat dapat menikmati perayaan Lebaran dengan aman dan nyaman," kata Dandim 0721/Blora.

Dengan persiapan yang matang, Kodim 0721/Blora siap mengamankan perayaan Lebaran tahun 2026 di wilayah Kabupaten Blora. Masyarakat dapat merasa aman dan nyaman dalam merayakan hari raya ini. (Pendim/Redaksi)

Share:

Sambut Idul Fitri 1447 H, Kodim 0721/Blora Gelar Bazar Ramadhan Murah Untuk Masyarakat

𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Tentara Nasional Indonesia (TNI) menggelar Bazar Ramadhan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Kegiatan yang dipusatkan di Mabes TNI tersebut secara resmi dibuka oleh Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto melalui video conference pada Jumat 13 Maret 2026.

Sejalan dengan kegiatan tersebut, Komando Distrik Militer 0721/Blora ikut menyelenggarakan Bazar Ramadhan TNI yang digelar di halaman Makodim Blora, Jl. Pemuda, Kabupaten Blora Jawa Tengah.

Komandan Kodim 0721/Blora, Letkol Kav Yudhi Agus Setiyanto, S.Sos., menyampaikan bahwa kegiatan bazar Ramadhan ini bertujuan untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Menurutnya, selain membantu masyarakat mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga lebih murah, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat mendorong perputaran ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil dan menengah.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau menjelang Lebaran. Selain itu, bazar ini juga diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujar Letkol Kav Yudhi Agus Setiyanto.

Bazar Ramadhan yang digelar oleh Kodim 0721/Blora tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Sejak pagi hari, warga tampak memadati lokasi bazar untuk membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasar.

Berbagai komoditas yang disediakan antara lain beras seharga Rp55.000, minyak goreng Rp15.000/liter, gula Rp17.000, serta telur seharga Rp25.000/kilogram. Selain itu, turut dipasarkan berbagai produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari desa binaan yang juga dijual dengan harga terjangkau.

Sejumlah warga mengaku sangat terbantu dengan adanya bazar Ramadhan yang digelar oleh Kodim 0721/Blora tersebut. Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan setiap tahunnya, khususnya pada bulan Ramadhan ketika kebutuhan rumah tangga meningkat.

Melalui penyelenggaraan Bazar Ramadhan ini, diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat, khususnya di wilayah Kabupaten Blora selama bulan suci Ramadhan. (Pendim/Redaksi)
Share:

Tinjau Korban Kebakaran 'Pasar Darurat' Ngawen, Bupati Blora Serahkan Bantuan


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Menyusul terjadinya musibah kebakaran yang menimpa sejumlah kios dan rumah warga yang difungsikan sebagai pasar darurat oleh sejumlah pedagang Pasar Ngawen  Sabtu 7 Maret 2026,, Bupati Blora Dr.H.Arief Rohman,beserta Wakil Bupati Blora, Hj. Sri Setyorini, datangi langsung para korban dan serahkan bantuan, Rabu 11 Maret 2026.

Dengan didampingi Ketua Baznas Blora, Kepala Dinsos PPPA, BPBD,PMI, serta Forkopimcam Ngawen, Bupati Arief meninjau lokasi kebakaran dan menyerahkan bantuan mulai dari uang tunai dari Baznas sejumlah Rp. 33.500.000 untuk 9 korban kebakaran, bantuan sembako, hingga perlengkapan darurat.

"Mohon bersabar nggih bapak ibu semuanya, turut prihatin atas musibah kebakaran yang menimpa rumah dan pasar darurat ini, ini ada sedikit bantuan dari kami semoga bisa sedikit meringankan beban bapak ibu," ungkap Bupati Arief

Untuk penyebab dari kebakaran tersebut diduga karena hubungan pendek arus listrik pada salah satu kios. Meski tidak ada korban jiwa, namun kerugian diperkirakan mencapai hingga miliaran rupiah.

Musibah kebakaran tersebut terjadi pada rumah hingga kios-kios pasar darurat milik Suwadi, Suparman, Bagus Rahman,Sutikno, Bayu Ari, Nihayatun Ni'mah, Sutimah, Rumiyati, dan Anik Dwi.

Setelah meninjau dan menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran tersebut, Bupati Arief meninjau dan mengecek progress pembangunan Pasar Ngawen yang tengah berlangsung. Pasar ini tengah dibangun dengan anggaran APBN sekitar Rp 30 Miliar.

Saat ditinjau, nampak para pekerja proyek tengah sibuk melakukan pengerjaan. Saat ini progress pembangunan pasar sudah mencapai 26 persen dan diperkirakan akan selesai pada bulan Juni mendatang.

"Semoga proses pembangunan berjalan lancar dan segera selesai nanti sehingga bisa segera dimanfaatkan oleh para pedagang pasar," harap Bupati Blora.  (Humas/Redaksi)
Share:

'Pasar Darurat' Ngawen dan Rumah Terbakar, Kerugian Capai Rp 2,2 Miliar


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Peristiwa kebakaran hebat melanda kawasan permukiman dan bedak pasar darurat rakyat Ngawen, tepatnya disisi barat Jalan Raya Ngawen – Japah, Kelurahan Ngawen, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora pada Sabtu 7 Maret 2026, yang terjadi sekira pukul 23.10 WIB., menghanguskan sejumlah rumah serta bedak para pedagang pasar darurat dengan total kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 2,225 miliar.

Untuk diketahui, pasar darurat sebagai tempat sementara para pedagang pasar utama Ngawen yang sedang dibangun, adapun penyebab kebakaran tersebut diduga kuat berasal dari hubungan pendek arus listrik atau korsleting pada stopkontak di salah satu bedak milik warga. Api dengan cepat menjalar ke bangunan di sekitarnya karena material bangunan yang didominasi kayu dan barang-barang dagangan yang mudah terbakar.

Kapolsek Ngawen, AKP Lilik Eko Sukaryono menjelaskan bahwa api pertama kali diketahui oleh korban S, yang saat itu berada didalam rumah,  korban melihat percikan api mulai merambat ke atap kayu yang bersumber dari bedak milik korban A.

"Korban sempat berupaya memadamkan api secara mandiri menggunakan peralatan seadanya, namun api justru semakin membesar. Korban kemudian berteriak minta tolong hingga didengar oleh warga dan saksi yang melintas di lokasi," jelas AKP Lilik Eko Sukaryono, Senin 7 Maret 2026.

Warga kemudian, lanjut Kapolsek Ngawen, menghubungi tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kecamatan Ngawen. Meski petugas tiba di lokasi sekitar 10 menit setelah laporan diterima, api sudah terlanjur meluas ke beberapa unit bedak darurat lainnya.

"Upaya pemadaman dilakukan secara intensif oleh tim gabungan dari Damkar, BPBD Kabupaten Blora, anggota Polsek Ngawen, dan Koramil Ngawen. Api baru berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar satu jam kemudian," ujar Kapolsek Ngawen.

Dikemukakan, berdasarkan data di lokasi kejadian, sebanyak sembilan warga menjadi korban terdampak dengan kerugian yang bervariasi. Kerugian terbesar dialami oleh korban SP dengan aset berupa bedak dan dagangan sembako senilai Rp 1 miliar, serta korban S yang kehilangan rumah, barang dagangan, dan satu unit sepeda motor, taksiran kerugian sekira Rp 605 juta.

"Korban lainnya juga kehilangan bedak yang berisi dagangan pakaian, sandal, sepatu, hingga makanan beku, Kami pastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, kerugian materiil memang cukup besar karena mencakup bangunan rumah dan stok dagangan para pedagang pasar darurat," tandas  Kapolsek Ngawen.

Pihak kepolisian telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), memeriksa saksi-saksi, serta mengamankan barang bukti untuk penyelidikan lebih lanjut.

"Atas kejadian ini, kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap penggunaan instalasi listrik guna mencegah kejadian serupa terulang kembali," pinta Kapolsek Ngawen. (Humas/Redaksi)

Share:

Dandim 0721/Blora Pimpin Penutupan TMMD Sengkuyung Tahap I TA 2026 di Desa Sumber


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Kodim 0721/Blora secara resmi menutup program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Tahun Anggaran 2026 di Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora Jawa Tengah, Rabu 11 Maret 2026.

Upacara penutupan dipimpin langsung oleh Komandan Kodim (Dandim) 0721/Blora Letkol Kav Yudhy Agus Setiyanto, S.Sos., yang bertindak sebagai Inspektur Upacara. Kegiatan tersebut mengusung tema 'TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa'.

Penutupan TMMD ditandai dengan penyerahan simbolis peralatan kerja, penandatanganan naskah serah terima hasil TMMD antara Kodim 0721/Blora dengan Pemerintah Kabupaten Blora oleh Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman, S.IP., M.Si., serta pemukulan kentongan bersama unsur Forkopimda sebagai tanda berakhirnya kegiatan.

Dalam kesempatan tersebut, Dandim 0721/Blora membacakan amanat Panglima Kodam IV/Diponegoro Mayor Jenderal TNI Achiruddin, S.E., M.Han. Dalam amanatnya, Pangdam menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh Bupati/Walikota beserta jajaran Forkopimda dan dinas terkait atas dukungan yang diberikan selama pelaksanaan TMMD.

Pangdam juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh unsur TNI, Polri, organisasi kemasyarakatan, pemuda, pelajar, serta masyarakat yang selama satu bulan penuh telah bekerja sama dan bergotong royong menyelesaikan seluruh program TMMD, baik sasaran fisik maupun nonfisik.

“Saya berharap seluruh hasil pembangunan yang telah dicapai dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Saya juga menitipkan pesan agar apa yang telah kita bangun bersama ini dapat dipelihara dan dirawat dengan baik sehingga memiliki masa pakai yang panjang,” demikian amanat Pangdam.

Selain itu, Pangdam juga menekankan kepada seluruh Dansatgas TMMD agar segera melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap hasil kegiatan yang telah dilaksanakan sebagai bahan perbaikan dan penyempurnaan pada pelaksanaan TMMD di masa mendatang.

Sementara itu, berdasarkan laporan Pasiter Kodim 0721/Blora Kapten Inf Maningsun, pelaksanaan TMMD yang berlangsung sejak 10 Februari hingga 11 Maret 2026 berhasil mencapai target 100 persen.

Adapun sasaran fisik meliputi pembangunan jalan rabat beton sepanjang 280 meter dengan lebar 3 meter serta pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak dua unit.

Selain sasaran fisik, TMMD juga menghadirkan berbagai kegiatan non fisik berupa penyuluhan, sosialisasi, serta pelatihan pemberdayaan masyarakat yang bekerja sama dengan dinas dan instansi terkait di Kabupaten Blora.

Program TMMD Sengkuyung Tahap I ini menjadi bukti komitmen TNI dalam mendukung percepatan pembangunan di daerah, sekaligus memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat di tingkat desa.

Usai upacara penutupan, unsur Forkopimda bersama jajaran TNI-Polri dan tokoh masyarakat meninjau hasil pembangunan RTLH serta melakukan pemotongan pita di lokasi jalan rabat beton sebagai tanda peresmian infrastruktur baru di Desa Sumber.

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, jajaran TNI-Polri, unsur Forkompimcam Kradenan, kepala desa, serta masyarakat setempat.

Kehadiran berbagai elemen tersebut mencerminkan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat dalam membangun desa serta memperkuat ketahanan nasional dari tingkat akar rumput. (Pendim/Redaksi)
8
Share:

Temui Badan BPH, Bupati Blora Dorong Optimalisasi Jargas dan Peningkatan SDM Migas

 
𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — JAKARTA – Bupati Blora, Arief Rohman meminta masukan terkait optimalisasi jaringan gas (jargas) dan peningkatan sumber daya manusia (SDM) di sektor minyak dan gas kepada Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Wahyudi Anas, Kamis 5 Maret 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Blora, Arief Rohman menyampaikan bahwa diskusi yang dilakukan membahas potensi besar minyak dan gas bumi yang dimiliki Kabupaten Blora serta upaya pengembangannya agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kami banyak berdiskusi tentang potensi minyak dan gas di Blora serta pengembangan terkait potensi sumber daya alam yang ada,” ujar Bupati Blora.

Selain sebagai kepala daerah, Arief Rohman yang juga menjabat Wakil Ketua Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan (ADPMET) berharap Kepala BPH Migas dapat berkunjung langsung ke wilayah Cepu untuk memperkuat sinergi berbagai pihak dalam pengembangan sektor energi.

Menurutnya, pertemuan yang lebih luas nantinya akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk daerah penghasil migas dan kontraktor sektor minyak dan gas.

“Kita ingin pendekatan dari sisi SDM. Kabupaten penghasil migas juga akan kita undang, termasuk KKKS minyak dan gas, agar nanti bisa bersinergi bersama,” kata Bupati Blora.

Sementara itu, Kepala BPH Migas,  Wahyudi Anas menyampaikan bahwa secara prinsip wilayah Blora memiliki potensi sumber energi yang cukup besar dan perlu dimanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan masyarakat.

“Blora memiliki sumber energi yang besar. Kami berharap potensi ini dapat dimanfaatkan dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Blora,” ujar Kepala BPH Migas.

Kepala BPH Migas berharap sumber gas yang ada di wilayah tersebut dapat disalurkan melalui program jaringan gas rumah tangga (jargas), baik melalui skema Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun dukungan pemerintah pusat agar Blora menjadi salah satu daerah prioritas.

Selain itu, Wahyudi juga menyoroti pentingnya pemanfaatan SDM lokal, termasuk lulusan Politeknik Energi dan Mineral Akamigas di Cepu yang dinilai memiliki kompetensi kuat di bidang minyak dan gas.

Menurutnya, sebagian lulusan tahun 2026 berpotensi dilibatkan untuk mendukung tugas BPH Migas, khususnya dalam kegiatan monitoring dan evaluasi penyaluran BBM bersubsidi serta program kompensasi negara.

Dengan potensi energi yang dimiliki, ia optimistis Kabupaten Blora dapat berkembang lebih maju. Distribusi energi diharapkan dapat menjangkau berbagai sektor, mulai dari kebutuhan rumah tangga, pelaku UMKM, hingga industri yang memerlukan pasokan gas.

“Blora pasti bisa maju. Energinya sudah siap dan dapat didistribusikan ke berbagai sektor, baik masyarakat, UMKM, maupun industri yang membutuhkan gas,” tandas Kepala BPH Migas.

Untuk diketahui, saat ini Pemerintah Kabupaten Blora juga mempersiapkan usulan kepada Kementerian Kehutanan Republik Indonesia agar lahan seluas kurang lebih 1.300 hektare di kawasan Cemoro Modang, tepatnya di Pos DX, dapat dialihfungsikan menjadi kawasan industri berbasis gas.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memaksimalkan potensi energi yang dimiliki Blora. Pasokan gas untuk kawasan industri di Batang diketahui juga berasal dari wilayah Blora.

Kabupaten Blora sendiri memiliki cadangan gas yang cukup besar, di antaranya dari Blok Gundih serta sejumlah potensi gas lainnya yang saat ini masih dalam tahap pengembangan. (Humas/Redaksi)
Share:

Bupati Blora Hadiri RDP APKASI, Bahas 20 Isu Strategis dari Gaji P3K Hingga Pilkada

𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — JAKARTA – Bupati Blora, Arief Rohman menghadiri Rapat Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) yang digelar di Raffles Jakarta, Kamis 5 Maret 2026. 

Pertemuan tersebut menjadi forum penting bagi para kepala daerah untuk membahas sekaligus memfinalisasi rekomendasi hasil Rapat Kerja Nasional XVII APKASI 2026.

Dewan Pengurus APKASI menyepakati sejumlah rekomendasi strategis yang akan disampaikan secara resmi kepada Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian. Penyerahan rekomendasi dilakukan oleh Ketua Umum APKASI Bursah Zarnubi bersama jajaran pengurus kepada Mendagri yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut.

Rapat Dewan Pengurus (RDP) I APKASI membahas sedikitnya 20 persoalan strategis yang dihadapi 416 kabupaten di seluruh Indonesia. Hasil pembahasan tersebut kemudian dirumuskan menjadi 20 rekomendasi yang akan disampaikan kepada Kementerian Dalam Negeri serta Komisi II DPR RI.

"Ada 20 rekomendasi, transfer keuangan daerah (TKD), tantangan fiskal kabupaten, beban anggaran gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang menekan APBD, kewenangan dan manajemen ASN di daerah, hingga wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui DPRD," Jelasnya Bupati Blora yang juga sebagai Wakil Sekretaris Jenderal APKASI.

Selain itu, APKASI juga menyatakan komitmennya untuk mendukung pelaksanaan program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) serta penguatan Koperasi Merah Putih di seluruh 416 kabupaten.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto menekankan pentingnya percepatan pembangunan daerah tertinggal melalui sinkronisasi program antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, termasuk penguatan tata kelola pemerintahan desa.

"Tantangan yang masih dihadapi daerah tertinggal, di antaranya keterbatasan kapasitas fiskal daerah, rendahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta mutu pelayanan dasar yang masih belum optimal." Ungkap Yandri.

Menurut Yandri, langkah strategis yang diambil para kepala daerah memiliki peran penting dalam memastikan pemerataan ekonomi, pengentasan kemiskinan ekstrem, serta peningkatan kemandirian desa di berbagai wilayah Indonesia.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam arahannya menegaskan bahwa APKASI merupakan wadah strategis untuk menjembatani komunikasi antara pemerintah kabupaten dan pemerintah pusat. Ia mendorong para bupati untuk terus menyelaraskan program pembangunan daerah dengan kebijakan nasional.

Mendagri juga mengingatkan agar pemerintah daerah lebih aktif mengembangkan potensi wilayah masing-masing, mulai dari sektor pertanian, pariwisata, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat ekonomi daerah. (Humas/Redaksi)
Share:

Diresmikan Gubernur Ahmad Luthfi, Embung Karangjati Blora Aliri 40 Hektare Sawah


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Sekitar 40 hektar lahan sawah pertanian yang ada di wilayah Kecamatan Blora khususnya di wilayah Karangjati dan sekitarnya, akan segera merasakan manfaat air irigasi dari Embung Karangjati yang diresmikan Gubernur Jawa Tengah, Drs. Ahmad Luthfi, Senin (2/3/2026), 

Dengan ketersediaan air tersebut, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian dalam mewujudkan swasembada pangan.

Gubernur meresmikan Embung Karangjati yang terletak di wilayah Kecamatan Blora itu, didampingi Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, Wakil Bupati Blora Hj. Sri Setyorini, Forkopimda Blora, dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Tengah.

Dihadapan Gubernur dan Bupati, Karyono, salah satu petani dari Kelompok Tani Sidodadi Nglawiyan, Karangjati, mengungkapkan bahwa kendala yang dihadapi para petani adalah terkait dengan air irigasi. Sehingga mereka hanya bisa bercocok tanam pada masa tanam 1 (MT 1), sedangkan di masa tanam 2 (MT 2) hasilnya tidak optimal.

“Kami terima kasih sekali telah dibantu Embung oleh Gubernur Jawa Tengah Bapak Ahmad Luthfi, manfaat kaitannya dengan Embung ini untuk petani di Kelompok Tani Sidodadi Nglawiyan Karangjati disini yang mana pada penanaman setiap tahunnya disini hanya tanam MT 1 saja. MT 2 itu kadang jadi kadang tidak, banyak yang tidak jadinya karena kurang air,” terangnya

Dengan adanya embung ini, para petani sangat berharap bisa menambah masa tanam sampai MT 3. Tidak hanya menanam padi saja, tapi juga bisa menanam hortikultura bahkan tembakau.

“Alhamdulillah dengan bantuan ini, kelompok tani disini nanti bisa menanam sampai MT 3, yang pertama MT 1 tanam padi, masa tanam kedua padi, dan Alhamdulillah mungkin nantinya dengan adanya embung bisa ada pengairan yang cukup, sehingga yang ketiga itu Holtikultura Jagung, sama petani Tembakau juga ada disini,” paparnya 

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berpesan agar nantinya masyarakat dapat merawat dan menjaga Embung tersebut dengan baik. Ia juga meminta melalui dinas terkait untuk melakukan penghijauan dengan menanami pohon-pohon agar semakin asri.

“Yang pertama embungnya harus dirawat, Pak Lurah juga nanti sering ngecek disini ya, Pak Widi (Kadis LHK) segera carikan pohon-pohon dari provinsi dari kehutanan bawa ke sini, juga Pak Henggar menghubungi yang menangani perikanan untuk dibawa ke sini, nanti dinas kita biar turun, termasuk dari perbankan, Bank Jateng atau apa biar bangun daerah sini khususnya UMKM nya,”Jelas Gubernur


Termasuk pihaknya juga berharap dengan adanya embung tersebut bisa mengairi hingga 40 hektar sawah dan bisa menambah masa tanam pertanian, hingga bisa meningkatkan pariwisata dan UMKM, masyarakat di area sekitar.

“Semoga bermanfaaat untuk masyarakat,” imbuhnya

Pihaknya mengungkapkan bahwa kedepan Pemprov akan melakukan pembangunan embung-embung lainnya untuk meningkatkan produksi pertanian dalam mewujudkan swasembada pangan.

“Infrastruktur kita untuk embung itu hampir 12 embung yang nilainya hampir 43 miliar sudah saya bangun di seluruh Kabupaten/kota, oleh karena itu, Pak Henggar saya minta cari lagi embung-embung yang lain, jadi untuk meningkatkan produksi swasembada pangan khususnya padi ini,” papar Gubernur

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, mengungkapkan, bahwa Pembangunan Embung Karangjati tersebut berdasarkan usulan dari masyarakat, yang pada akhirnya bisa terselesaikan di tahun 2025.

“Kemudian manfaat pembangunan Embung Karangjati dapat kami sampaikan sebagai berikut penyediaan air baku di musim kemarau untuk penyediaan air irigasi pertanian seluas kurang lebih untuk lahan ada 40 hektare. Kemudian untuk meningkatkan kegiatan UMKM yang berada di sekitarnya, mudah-mudahan nanti disini juga akan menjadi destinasi wisata yang tentunya dengan adanya nanti destinasi wisata ini juga akan lebih menguntungkan,” terangnya

Dinantikan Petani

Bupati menyampaikan bahwa Embung Karangjati sudah lama dinanti masyarakat Blora. Ia berharap embung ini bisa membantu memperkuat ketahanan pangan di Blora, terutama dengan memastikan ketersediaan air bagi pertanian. 

Pihaknya juga menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk sektor pertanian di Blora. Terlebih di 2026 Blora akan dibantu Provinsi untuk Pembangunan embung lagi.

“Manfaatnya sangat luar biasa, nanti Pak Gubernur bisa tanya langsung ke kelompok tani, mimpi masyarakat sini ini seperti apa, karena memang komitmen Pak Gubernur mendukung program prioritas untuk ketahanan pangan,” ungkapnya

Ia mengungkapkan bahwa Kabupaten Blora memiliki potensi besar, khususnya di sektor pertanian dan peternakan. Bahkan, Blora tercatat sebagai daerah dengan populasi ternak terbesar di Jawa Tengah. Untuk komoditas jagung, Blora menempati peringkat kedua, sementara produksi padi berada di kisaran peringkat keenam se-Jawa Tengah.

“Semoga nanti dengan pembangunan Embung ini akan membantu untuk peningkatan produksi padi yang ada di Kabupaten Blora,” jelasnya

Bupati mengungkapkan bahwa Blora siap untuk dijadikan sentra ketahanan pangan di Jawa Tengah kedepannya.

“Kami tentunya memohon kepada Pak Gubernur agar Blora ini siap untuk dijadikan sentra ketahanan pangan. Jadi kami menyiapkan diri untuk bermitra dengan Agrinas maupun dari Pemprov untuk nanti hilirisasi yang ada di Kabupaten Blora ini. Termasuk untuk mendukung program MBG, kami juga ada peternakan telur untuk masyarakat dan sebagainya,” papar Bupati

Untuk diketahui, Embung Karangjati terdiri dari dua tampungan, yaitu embung utara dan embung Selatan. Pada embung utara diperkirakan dapat menampung volume air hingga 18.876 meter kubik, dan pada embung Selatan diperkiran hingga 49.320 meter kubik. (Humas/Redaksi)
Share:

Hot News

Zaenal Petir Raih Penghargaan IKADIN Semarang, Konsisten Beri Bantuan Hukum Rakyat Kecil

𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 ( SEPUTARBLORA.MY.ID ) —  Advokat Zainal Abidin Petir menerima penghargaan dari DPC Ikatan Advokat Indone...

Piblic Service

Piblic Service
Instagram

Blog Archive

Social Media

Technology

Next More »

Labels

Community

Next More »