Siap Amankan Nataru, Polres Blora Dirikan 3 Pos Pam

Pos Pam Polres Blora
BLORA - Mendekati Hari Raya Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 (Nataru), Kepolisian Resor (Polres)  Blora, Polda Jawa Tengah bersama TNI Kodim 0721/Blora dan Instansi terkait lainnya mendirikan tiga Pos Pengamanan dan satu Pos Pelayanan.

Untuk melihat kesiapannya, Kabag Ops Polres Blora Kompol Zuwono bersama Kapolsek Kota AKP Agus Budiana melakukan pengecekan kesiapan.  Mulai dari Pos Pelayanan alun-alun Blora, Pos Pam Gereja St. Pius dan Pos Pam Gereja Bethany yang berada di wilayah kota Blora serta Pos Pam Gereja St. Willy Brodus di Kecamatan Cepu.

Hal tersebut dilakukan untuk memastikan kenyamanan bahwa semua sarana prasarana telah siap digunakan untuk menunjang tugas aparat keamanan.

“Dalam rangka menghadapi kegiatan Natal dan tahun baru ini, selain mendirikan 3 Pos pengamanan dan 1 Pos Pelayanan, kami juga sudah melakukan kegiatan petemuan dengan pengurus gereja se-Kabupaten Blora. Pos Pam dan Pos Yan ini nantinya akan ditempati petugas pengamanan gabungan dari TNI, Polri, Instansi terkait dan ormas, yang bertugas mengamankan perayaan natal dari awal sampai akhir,” kata Kompol Zuwono, Jumat (20/12/2019).

Kabag Ops Polres Blora  menjelaskan pendirian Pos Pam dan Pos Yan ini merupakan rangkaian kegiatan dari Operasi terpusat Kepolisian dengan Sandi Operasi Lilin Candi 2019 untuk jajaran Polda Jateng. Hal ini dilakukan dalam rangka tetap menjaga situasi Kamtibmas yang kondusif di seluruh wilayah Kabupaten Blora. Serta memberikan jaminan kenyamanan dan keamanan bagi umat Kristiani dalam beribadah.

“Untuk Operasi Lilin Candi 2019 dimulai pada tanggal 23 Desember 2019 hingga 01 Januari 2020 mendatang. Kami (Polres Blora) telah mengerahkan sebanyak 195 personil dengan dibantu dari TNI dan Instansi lain yang selalu siap siaga 24 jam mengamankan dan memastikan bahwa kegiatan (perayaan Natal dan Tahun Baru) ini berjalan dengan lancar," jelasnya.

Imbuhnya, selain fokus dalam pengamanan Nataru, jajaran Polres Blora akan meningkatkan giat patroli rutin dengan sasaran, tempat ibadah, objek vital, perkantoran, pemukiman penduduk dan daerah rawan kejahatan maupun kecelakaan. Kepolisian juga mewaspadai potensi kerawanan paham radikalisme dan terorisme.

"Untuk itu, kami meminta tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam upaya menciptakan situasi aman dan kondusif,” imbau Kabag Ops.

Ditegaskanya, Jika masyarakat membutuhkan bantuan petugas atau ada indikasi orang mencurigakan, pihaknya meminta mayarakat untuk melapor kepada pihak kepolisian yang tengah berjaga.

"Di setiap gereja, ada pihak kepolisian yang berjaga. Silahkan laporkan kepada kami jika ada yang mencurigakan kami siap melayani," pungkasnya. (JWN/RED)
Share:

0 comments:

Post a Comment

Hot News

Top ! Desa Bangowan Masuk 50 Besar Desa Wisata Terbaik 2024 di Indonesia

𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mulai melakukan penilaian dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (AD...

Public Service

Blog Archive

Social Media

Technology

Next More »

Labels

Community

Next More »