Kisah Inspiratif, Pengusaha Energi Menuju Pemimpin Blora

Agus Sugianto, SE
Calon Pemimpin Blora
BLORA - Putra Blora Agus Sugianto, SE pengusaha sukses di  Kalimantan dari Blora, semangat berusaha dan doa yang keras, memang tidak pernah mengkhianati hasil. Mungkin itu adalah petuah bijak yang pas, dialami oleh Agus Sugianto, pengusaha muda yang sukses dari Banjarmasin, Kalimantan, yang asli kelahiran Dukuh Sambong, Desa Kawengan, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora. Jawa Tengah, 07 Oktober, 41 tahun yang lalu.

Dirut PT. Sarana Pustaka Media, Agus Sugianto, SE. Alumnus Untag Surabaya,  Sarjana Ekonomi, adalah  Alumnus Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas 17Agustus 1945 Surabaya, (1997 - 2001), di Jurusan Manajemen Konsentrasi Pemasaran ini, juga termasuk aktifis di kampusnya. Rekam jejaknya jelas dalam keikutsertaannya dalam kegiatan kursus dan pelatihan yang diselenggarakan oleh Fakultasnya, bahkan sering mewakili kampusnya mengikuti seminar - seminar ekonomi dan perbankan tingkat Nasional.

Disamping itu juga aktif dalam organisasi kemahasiswaan, di Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomi, Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen, dan anggota Himpunan Mahasiswa Islam, serta ikut dalam kegiatan Mahasiswa Remaja Masjid Untag Surabaya.

"Waktu itu saya lihat kakak seangkatan yang banyak berkegiatan positif, kalau ikut organisasi di kampus dan banyak pengalaman dan beberapa teman menjadi sukses," ujarnya.

"Selain itu, dengan ikut kegiatan kampus, kita akan lebih menikmati masa kuliah, artinya kita menambah teman belajar berorganisasi, baik dipimpin dan memimpin, kita belajar leadership, dan kegiatan sosial lainnya.

Karena dulu saya berpikiran  saat masa kuliah  harus ditempa organisasi selain belajar materi pendidikan biar kuat nantinya," imbuhnya.

Kuliah Sambil Kerja

Merasa sebagai anak Pegawai Negeri  kelas menengah, putra pasangan Radji - Tining Rahayu (almarhumah), dengan tiga saudaranya, yang juga menempuh bangku kuliah bareng,  tentunya Agus, panggilan akrabnya, harus bekerja keras untuk membiayai kuliahnya, dan kebutuhan hidupnya selama di kota besar, Surabaya. Maka kuliah sambil kerja, harus dilakukannya.

"Mau membantu orang tua saya supaya berkurang bebannya, karena pada saat itu kita bertiga, termasuk kakak saya juga kuliah di Malang, sehingga biaya hidup anak kos kan mahal, ditambah uang kuliah karena kita bertiga sempat bareng, saya mulai kerja dari nol, di level staf 3 tahun, tahun kedua kuliah (Januari 1999 - Februari 2000) saya kerja kerja sebagai Eksekutif Akunting, di PT. Halim Danamas Internasional, sebuah Lembaga Keuangan/Trading Marjin di Surabaya, kantornya di Sheraton Hotel and Tower," ungkapnya.

"Banyak waktu luang waktu itu sehingga digunakan waktu untuk  aktivitas kegiatan yang  positip karena kita dari desa masuk ke kota orang. Kalo digunakan hal - hal yang positip, ikut organisasi, kita tidak mikir kegiatan yang menghabiskan uang di kota Surabaya, sebab uang yang diberikan orang tua saat itu ngepas utk anak kos," bebernya.

Jadi Sales Buku

Setahun kemudian, pindah ke PT. Penerbit Erlangga Mahameru, perusahaan penerbitan dan percetakan Nasional untuk buku pelajaran sekolah (SD, SMP, SMA, SMK), buku Perguruan Tinggi dan Umum, mulai Maret 2000 - 2001, saya jadi sales buku tersebut, setahun kemudian dipindah ke Kantor Cabang Samarinda, Kalimantan Tengah sebagai Marketing Project, kemudian pindah lagi ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan, sebagai Kepala Pos, Kepala Representatif, hingga Asisten Manager dijalaninya hingga Oktober 2006.

Setelah 6 tahun turut membesarkan PT. Penerbit Erlangga Mahameru, Suhud, panggilan akrab pengusaha yang hobbi traveling dan membaca ini, pindah ke PT. Widya Pustaka (Ganeca Exact Group), dengan bidang yang sama penerbitan dan percetakan, distributor buku Nasional dan produk alat peraga, sebagai Branch Manager di Banjarmasin, (2006 - 2008) untuk Wilayah Kalimantan Selatan, Manager Area Wilayah Kalimantan, meliputi empat Provinsi, (2008 - 2011) dan Manager Regional Area Wilayah Indonesia Tengah, meliputi Kalimantan dan Sulawesi (2011 - 2014). Delapan tahun membesarkan PT. Widya Pustaka. Terakhir sebagai Manager Regional (Head of Region) untuk wilayah Kalimantan dan Jawa Tengah di PT. Sarana Panca Karya Nusa (SPKN) selama setahun (2015 - 2016).

Mulai Bisnis Sendiri

Selain menjalankan perusahaan yang dijabatnya, ayah dua orang anak Dimas dan Bima ini, adalah type ayah pekerja keras ini, juga menjalankan bisnis keluarga, bahu membahu bersama istrinya, Rezky Amelia, SE, seorang ASN di Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Kopertis Kalimantan ini, membangun usaha PT.  Magfood Amazy Resto, rumah makan siap saji waralaba, sejak 2013, hingga kini di Banjarmasin. Kemudian mencoba membangun usaha perbengkelan dan modifikasi otomotif, dengan nama PT. Intiland/King Interior dan Variasi Mobil (2014 - 2016) di Banjarmasin.

Setelah resign dari  Perusahaan Penerbitan Buku yang dibesarkannya, Agus pun membangun bisnisnya sendiri, dengan mendirikan  PT. Sarana Pustaka Media sebagai Direktur Utama.

"Sebuah Perusahaan Penerbit buku sekolah (TK-SMA/K), Distributor Alat Peraga, IT Sasaran penjualan Dana APBD, APBN, BOS, Retail dan Umum, untuk wilayah Kalselteng - Kaltim dari tahun 2016 sampai sekarang, Alhamdulillah," ungkapnya.

Pengusaha Tambang

Belasan tahun hidup di Pulau Kalimantan, membuat Agus Sugianto, memahami kultur budaya dan potensi yang ada di Pulau terbesar di Indonesia itu. Batubara yang menjadi lirikan bisnis tambangnya (2012).
Karena harga komoditas batubara terus melemah, Agus pun beralih mendirikan usaha trading energi, di bidang minyak dan gas, yaitu solar, dengan PT. Kalimantan Energy Perkasa di Kalimantan Timur, sebagai Komisaris sejak 2013.

"Saya bisnis tambang batubara awalnya pada tahun 2012, kemudian saya beralih ke bisnis trading energi migas di Kalimantan Timur dengan PT. Patra Surga Anugrah, untuk distributor solar hingga sekarang, sejak harga batubara terus melemah, dan saya mulai bangun lagi bisnis tambang di Rembang, Jawa Tengah, dengan bendera PT. Total Energi Persada, semoga bisa berjalan lancar," ujar Alumni Siswa Jurusan IPS, SMAN 2 Blora Angkatan 1994 - 1997 ini.

Pesan Positif 

Saat diminta untuk menyampaikan pesan - pesan moral yang positif dan inspiratif, untuk para adik - adik Mahasiswa Blora, yang tengah menempuh bangku kuliah, yang memanfaatkan sebagian waktunya untuk bekerja.

"Dengan bekerja kita bisa belajar tahu susahnya mencari uang,  disaat masih muda sehingga uang yang kita punya tidak dihamburkan untuk yang gak penting. Dengan bekerja menurut saya waktu itu akan menambah pengalaman nantinya ketika setelah lulus kuliah, tidak kaget lagi karena kita harus siap bekerja keras, karena ribuan Sarjana di wisuda dan bnyak pengangguran di luar sana, karena kuliah sambil kerja kadang pulangnya capek, oleh aktivitas pekerjaan namun dengan bekerja, selain menambah pengalaman tadi, kita juga bisa punya uang saku lebih, bahkan bisa menabung meskipun gak banyak," pesan Alumni siswa SMPN 1 Jepon dan SD Kawengan 2 Jepon ini, yang saat ini sedang berupaya untuk mencalonkan diri, menjadi Pemimpin Blora, untuk posisi Wakil Bupati Blora. (ADY/Red)
Share:

0 comments:

Post a Comment

Hot News

DPRD Blora Terima Kasih kepada Pemilih, Penyelenggara Pemilu 2024, hingga Pemkab, TNI, dan Polri

BLORA — Lewat akun resmi ige Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blora yang dikelola oleh Humas Protokol dan Publika...

Public Service

Blog Archive

Social Media

Technology

Next More »

Labels

Community

Next More »