Kepala RSU Cepu: 1 PDP Cepu Di Rapid Test Kedua, Positif

Kejari Blora
BLORA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora melalui Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19, pada Selasa (21/04/2020) kembali menyampaikan update perkembangan persebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Kali ini update disampaikan oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Blora, I Made Sudiatmika, SH, selaku Wakil Ketua IV GTPP Covid-19.

Dengan didampingi Direktur RSUD dr. R. Soeprapto Cepu dan Kepala Dindagkop UKM, Kajari I Made Sudiatmika SE, menyampaikan bahwa hingga saat ini kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Blora berdasarkan swab test hanya ada satu, yakni pasien yang meninggal 09 April lalu dengan alamat Kunden Kecamatan Blora.

“Untuk Orang Tanpa Gejala (OTG) ada 141 orang. Orang Dalam Pemantauan atau ODP yang masih dalam pemantauan sebanyak 119 orang. Pasien Dalam Pengawasan (PDP) masih ada 4 yang diawasi. Sedangkan positif Covid-19 ada 1 orang meninggal. Jumlah pemudik hingga semalam mencapai 22.090 jiwa,” jelas I Made Sudiatmika.

Dengan adanya penetapan Status Tanggap Darurat terhadap Covid-19 oleh Bupati Blora, pihaknya bersama seluruh jajaran Forkopimda Blora  meminta masyarakat untuk terus mendukung program dan himbauan pemerintah untuk memutus mata rantai penularan virus corona.

Pihaknya selaku Kepala Kejaksaan juga menyampaikan bahwa pelayanan hukum di Kejaksaan Negeri Blora masih tetap berjalan melalui video conference dan menjelaskan tentang isu pegawai Kejaksaan yang ikut takziah ke rumah duka pasien Covid-19.

“Sedangkan mengenai adanya pemberitaan di media sosial yang menyebutkan bahwa sejumlah pegawai Kejari Blora yang ikut takziah ke rumah pensiunan pegawai Kejaksaan yang menantunya meninggal karena sakit gagal ginjal dan terpapar Covid-19. Kami sudah melakukan rapid test kepada 5 pegawai Kejari kami, dan hasilnya negatif,” lanjut I Made Sudiatmika, SH.

Pihaknya juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh tenaga medis, aparat TNI, Polri, Satpol PP dan semua stakeholder terkait yang selama ini sudah bahu -membahu, bersama - sama mencegah penularan dan persebaran Covid-19.

Sementara itu, Direktur RSUD dr. R. Soeprapto Cepu, dr. Fatkhur Rokhim, menyampaikan bahwa hingga hari ini rumah sakit yang dipimpinnya itu sedang merawat satu pasien dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP), yakni pasien dari Desa Kentong, Kecamatan Cepu yang sebelumnya positif rapid test awal.

“Setelah pasien tersebut dilakukan rapid test ulang di RSUD Cepu, ternyata hasilnya juga sama dengan rapid test awal. Sehingga sejak Sabtu sore lalu pasien kami lakukan isolasi di ruang Flamboyan sampai nanti dinyatakan baik. Kondisi umum pasien saat ini masih baik,” kata dr. Fatkhur Rokhim.

“Gangguan dan gejala, atau keluhan yang dirasakan selama ini seperti mual, muntah dan sebagainya sudah banyak berkurang. Namun demikian belum diizinkan pulang karena masih ada satu prosedur yang dilakukan yakni swab test dari cairan tenggorokan,” tambahnya.

Pihaknya saat ini sedang melakukan koordinasi dengan lintas sektor untuk kesiapan pelaksanaan swab test. Yang hasilnya harus menunggu sekitar 7 hingga 10 hari mendatang untuk memutuskan kondisi yang sebenarnya tentang pasien dari Desa Kentong tersebut.

“Kami sampaikan kembali kepada semua masyarakat Blora, ketika ada seseorang yang positif rapid test maka secara kesehatan belum bisa disimpulkan sebagai pasien Covid-19 atau virus Corona. Karena standar kunci penetapan Covid-19 atau tidak hanya berdasarkan swab test,” tegas dr. Fatkhur Rokhim.

Kemudian, Kepala Dindagkop UKM Blora, Sarmidi, SP, MM, menambahkan bahwa kondisi perdagangan kebutuhan pangan di Kabupaten Blora hingga saat ini masih aman. Terlebih untuk ketersediaan beras belum terpengaruh pandemi Covid-19, karena saat ini sedang panen dan jumlahnya surplus.

“Stok pangan dan neraca ketersediaan pangan hingga bulan April 2020 ini secara umum dalam kondisi aman untuk sekitar 6 sampai 8 bulan. Beras hingga kini ada 68.624 ton, sedangkan kebutuhan per bulannya 5.172,6 ton. Jadi masih surplus 63.451 ton,” jelasnya.

Adapun minyak goreng ada 35.021 ton, sedangkan kebutuhan bulan April 782,7 ton. Selanjutnya gula ada stok sebanyak 451,4 ton.

“Kemarin per 16 April 2020 PT GMM mulai giling sehingga stoknya aman. Harga gula yang sempat melonjak hingga Rp 18.000 per kg, kini turun menjadi Rp 17.500 per kg. Komoditas lainnya juga masih relatif aman dan harganya stabil, meskipun mendekati Ramadhan,” pungkasnya. (ADY/Red)
Share:

0 comments:

Post a Comment

Hot News

DPRD Blora Terima Kasih kepada Pemilih, Penyelenggara Pemilu 2024, hingga Pemkab, TNI, dan Polri

BLORA — Lewat akun resmi ige Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blora yang dikelola oleh Humas Protokol dan Publika...

Public Service

Blog Archive

Social Media

Technology

Next More »

Labels

Community

Next More »