Diisolasi 25 Tenaga Medis & Dokter di Blora, Cegah Covid-19

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soetijono, Blora

BLORA – Selain Blora kini dinyatakan tanggap darurat pesebaran Covid-19, ada khabar mengejutkan datang dari RSUD dr. Soetijono, Blora, menyusul terdapat 25 orang dokter dan tenaga medis harus diisolasi.

Seperti dijelaskan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soetijono, Blora, Nugroho Adiwarso, karena sempat melayani satu pasien yang positif tertular Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), sejumlah dokter dan tenaga medis diisolasi.

“Ada 25 dokter dan tenaga medis kami istirahatkan, dua diisolasi di RSUD dr Soetijono, 23 orang isolasi mandiri 14 hari,” jelasnya di media center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Blora, Senin (20/04/2020) lalu.

Dokter dan tenaga medis itu, sambungnya, sempat menangani pasien Covid-19 selama sekitar 12 jam, hingga akhirnya pasien sakit ginjal itu dirujuk ke RS Mawardi Solo, ternyata positif tertular virus corona dan meninggal 09 April 2020.

Nugroho menjelaskan, dua orang tenaga medis yang kini diisolasi di RSUD Soetijono Blora sempat mengalami sakit panas badan, dan sudah menjalani uji lab-swab.

“Saat ini kondisi dua tenaga medis kami sudah mulai membaik, dan pihaknya menuggu hasil uji swab pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR),” kata Nugroho.

Di-PHK 533 Orang

Untuk itu, Nugroho minta kepada warga yang sakit dan datang ke rumah sakit atau Puskesmas, agar mau jujur apa sakit yang dialami dan dikelukan, agar semuanya mendapat pelayanan sesuai SOP.
Dalam hal pemeriksaan dan penanganan pasien, semua tenaga medis di RSUD Blora sudah berdasar standar operasional prosedur (SOP) yang benar, yakni demi memperoleh pelayanan yang baik, tambahnya.

“Tidak usah khawatir tidak terlayani, apapun sakitnya akan dilayani dengan baik, tapi tolong jujur kepada tim medis,” pesan Nugroho Adiwarso.

Di tempat yang sama, pejabat pelaksana tugas (plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Purwadi Setiyono, menyampaikan soal warga yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).

Dijelaskan Purwadi, warga asli Blora yang dirumahkan (PHK) sebanyak 433 orang, sebelumnya data masuk baru sekitar 514 orang. Selanjutnya Dinperinaker minta agar perusahaan lain yang PHK karyawan segera kirim data.

Terkait kartu prakerja, Kepala Plt. Dinperinaker Blora, warga Blora yang ter-PHK bisa langsung mengirimkan data ke Kementerian Tenaga Kerja RI lewat website www.prakerja.go.id dengan menyertakan foto diri dengan KTP.

Terhadap kartu prakerja ini, Dinperinaker Kabupaten Blora tidak bisa melayani, karena langsung diurus Jakarta (Kementerian Tenaga Kerja RI), jelasnya lagi.

Sebelumnya, Bupati Blora, Djoko Nugroho, Senin (20/04/2020), mengumumkan daerahnya berstatus tanggap darurat terhadap penyebaran virus corona atau Virus Disease 2019 (Covid-19).

Status tanggap darurat itu diumumkan selama 40 hari kedepan, menyusul tiga warganya dinyatakan positif virus corona, dengan pesan khusus agar masyarakat tetap tenang, tidak takut, tidak waswas, tapi harus lebih hati-hati dan waspada. (WN/Red)
Share:

0 comments:

Post a Comment

Hot News

DPRD Blora Terima Kasih kepada Pemilih, Penyelenggara Pemilu 2024, hingga Pemkab, TNI, dan Polri

BLORA — Lewat akun resmi ige Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blora yang dikelola oleh Humas Protokol dan Publika...

Public Service

Blog Archive

Social Media

Technology

Next More »

Labels

Community

Next More »