SERAP ASPIRASI WARGA GEMPOL KECAMATAN JATI

Bupati Blora Djoko Nugroho Temui Petani Jagung
Blora,- Bupati Blora Djoko Nugroho beserta rombongan baru saja melakukan tinjauan langsung di tempat pengeringan jagung di Desa Getas, Kecamatan Jati (01/03/2016), Ikut dalam rombongan tersebut, Dandim 0721 Blora Letkol Inf. Susilo, Asisten II Sekda Blora yang juga sebagai Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Blora Bondan Sukarno, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Samgautama Karnajaya, Kepala Dinas Pendidikan Kab. Blora Achmad Wardoyo, Kepala Dinas Peretanian, Perkebunan, Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blora Reni Miharti dan Kabag Humas dan Protokol Setda Blora Irfan Agustian Iswandaru. Seperti kita ketahui bahwa Kecamatan Jati merupakan lumbung jagung di Jawa Tengah, namun disaat panen dimana stok jagung melimpah, hal ini menyebabkan harga jual jagung menjadi murah.
Djoko Nugroho mendatangi langsung lahan jagung dibawah tegakan pohon jati di area hutan milik Perhutani. Saat ditemui Bupati para petani mengaku stok jagung memang sedang melimpah. Banyaknya suplai jagung tersebut tentu berpengaruh terhadap harga jual ke konsumen. “Harga jual dari petani Rp. 2.200 per kilogram, uang yang kita dapatkan sekitar 4 juta rupiah. Di lahan seluas setengah hektar modal yang kami keluarkan sekitar 2,5 juta rupiah. Itu belum dihitung biaya tenaga kerja, tapi semuanya kami kerjakan sendiri,” jelas Suyoto salah satu petani jagung yang ditemui Bupati.
Murahnya harga jagung juga disebabkan jarak tempuh yang terlalu jauh. Desa-desa di Kecamatan Jati yang berbatasan dengan Kabupaten Ngawi, merupakan daerah terpencil di tengah hutan sehingga tidak memungkinkan petani menjual hasil panennya keluar desa, jarak tempuhnya terlalu jauh.

Kedatangan Bupati dan rombongan disambut warga Gempol dan sekitarnya dengan suka cita, Bupati akan memberikan bantuan berupa mesin pemipil jagung kepada kelompok tani di Desa Gempol, Perpustakaan bagi SD Gempol yang belum mempunyai ruang baca bagi siswa dll. Bupati juga berharap desa Gempol yang memiliki lahan luas agar warga bisa memanfaatkan lahan tersebut dengan sebaik-baiknya, dengan menanam tanaman buah-buahan di pekarangan rumah maupun di kebun-kebun, seperti jeruk Pamelo, jambu, mangga dan Kelengkeng. (adi sanrico)
Share:

0 comments:

Post a Comment

Hot News

Emansipasi Wanita Ujung Tombak Pembentukan Karakter Bangsa

Sekelumit sejarah. Di era jawa kuno ; Wanita dilambangkan dalam simbol-simbol kehidupan. Kekuatan ( Api ), pengayom ( Bumi / Pra...

Public Service

Blog Archive

Social Media

Technology

Next More »

Labels

Community

Next More »