Reses PPP Blora, Ada Pesan Rekonsiliasi

BLORA - Reses pertama untuk tahun 2021, dilaksanakan oleh Anggota DPRD Kabupaten Blora, H. Jariman, dari Daerah Pemilihan Blora V, yang meliputi Kecamatan Ngawen, Tunjungan dan Banjarejo, di kediaman salah satu Pengurus PAC Ngawen, yaitu Pengasuh Pondok Pesantren Al Manshuduriyah, Ngawen, pada Jumat (12/02/2021) kemarin.

"Reses ini saya menyampaikan semangat untuk rekonsiliasi, setelah kita mengalami kondisi 'bosah baseh" akibat beda pilihan dalam Pilkada kemarin, setelah itu selesai, mari kita bersatu lagi kembali ke PPP, kita dukung pemerintahan baru yaitu Arief Rohman - Tri Yuli Setyowati, untuk membangun Blora lebih baik lagi, lebih sejahtera," ujarnya di hadapan para Kader dan Pengurus Partai Ka'bah, Kecamatan Ngawen.

Anggota DPRD Blora dari PPP, H. Jariman menggelar reses yang pertama untuk menyerap aspirasi dari konstituennya.

"Saat reses anggota DPRD Blora dari PPP, Jariman sampaikan pesan - pesan rekonsiliasi untuk kembali menyatukan kader yang sempat pecah akibat dukungan Pilkada Blora yang telah lalu," kata  Jariman.

Saat sesi dialog, kembali isu pupuk diangkat oleh para konstituen PPP,  yang memang mayoritas adalah petani, dan berbasis Nahdlatul Ulama. Seperti yang disampaikan oleh Abdul Wahab dan Suparman, mengeluh adanya penjualan inthil - inthil secara paksa, dan keruwetan terkait mengurus kartu tani.

"Saya persilahkan, njenengan semua, bersama kelompok tani untuk gelar audiensi ke DPRD Blora, saya pribadi menolak penjualan inthil - inthil, namun itu bisa ditindaklanjuti nanti setelah Pemerintahan Blora baru menjabat, saya yakin Pak Arief Rohman, punya kebijakan terkait hal ini, kemudian untuk soal kartu tani, istri saya juga pengecer pupuk, saya beri masukan, yang penting punya sppt pajak atas lahan sawah, sertifikat, yang membuktikan kepemilikan atas sawah itu, ya harus diberi, karena itu memang hak petani," ungkapnya kembali.(SYN/Red)
Share:

0 comments:

Post a Comment

Hot News

Emansipasi Wanita Ujung Tombak Pembentukan Karakter Bangsa

Sekelumit sejarah. Di era jawa kuno ; Wanita dilambangkan dalam simbol-simbol kehidupan. Kekuatan ( Api ), pengayom ( Bumi / Pra...

Public Service

Blog Archive

Social Media

Technology

Next More »

Labels

Community

Next More »