Merawat Kebhinekaan Menjaga NKRI di Blora

BLORA - Salah satu kunci dalam menjaga berdirinya NKRI adalah merawat kebhinekaan. Konsep ini merupakan wujud pengakuan dan sekaligus penghormatan kebangsaan terhadap keberagaman.

“Dengan kebhinekaan Ini mendorong perubahan paradigma dan perspektif dalam memaknai kemajemukan. Keberagaman bukanlah perbedaan yang memisahkan, melainkan kekayaan yang menyatukan,” kata anggota Komisi C DPRD Jateng, Padmasari Mestikajati seusai sosialisasi Penguatan dan Pengembangan Ideologi Pancasila dengan tema Merawat Kebhinekaan Menjaga NKRI di Blora, pada Senin (22/02/2021) lalu.

Lebih lanjut, Padmasari menambahkan, Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang terkenal dengan kemajemukannya yang terdiri dari berbagai suku bangsa, agama, budaya dan bahasa yang hidup bersama dalam Negara Kesatuan Negara Republik (NKRI) dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

Politikus Partai Golkar ini menuturkan DPRD merupakan pengawal ideologi Pancasila. Sebagai pengawal ideologi Pancasila, DPRD merupakan lembaga yang akan selalu menjaga kelestarian Pancasila. Selain itu, DPRD juga mengemban tugas memasyarakatan nilai-nilai Pancasila sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD.

Sementara itu, Prayogo Nugroho dari Partai Nasional Demokrat Komisi B, menambahkan bahwa, untuk mencegah budaya - budaya negara luar yang tidak sesuai dengan nilai - nilai kebangsaan dan persatuan, adalah dengan merawat Budaya Lokal, yang sesuai dengan kepribadian rakyat.

"Salah satu kunci untuk merawat Kebhinekaan dan Persatuan Bangsa, adalah menangkal budaya - budaya asing yang tidak sesuai dengan kita, caranya adalah dengan  nguri - uri budaya lokal, yang telah lama ada, dan merupakan warisan nenek moyang kita, harus kita jaga dengan baik dan sungguh - sungguh," jelasnya kepada Awak Media.

Di saat yang sama, Anggota DPRD Provinsi Komisi A, Jawa Tengah dari Partai Banteng Mencereng, Sulistyorini, juga menjelaskan pentingnya pendidikan yang berlandaskan moral Pancasila dan berdasarkan Undang - Undang Dasar 1945.

"Menurut saya, pendidikan yang berasaskan moral Pancasila dan Undang - Undang 1945, tidak sekedar hapalan semata, melainkan benar - benar bisa dilaksanakan oleh generasi muda kita, sebagai generasi penerus bangsa, penerus cita - cita pejuang kita," tandasnya. (JW/Red)
Share:

0 comments:

Post a Comment

Hot News

Sejumlah Titik di Ruas Jalan Jepon-Bogorejo Blora Mulai Dibangun

  𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Sejumlah titik (enam titik) di ruas jalan Jepon-Karang-Bogorejo, yang merupakan jalan alternatif menuju wilayah J...

Public Service

Blog Archive

Social Media

Technology

Next More »

Labels

Community

Next More »