New Normal, PMI Kabupaten Blora Berikan Edukasi Kepada Masyarakat

Konferensi Pers PMI Kabupaten Blora

BLORA - Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Blora pada Kamis siang kembali merilis update perkembangan persebaran virus Corona. Kali ini rilis disampaikan Sekda Komang Gede Irawadi, SE, M.Si selaku sekretaris GTPP Covid-19 di Posko setempat.

Didampingi Plt. Kepala Dinas Kesehatan dan Ketua PMI Blora, Sekda menyampaikan bahwa hingga hari ini perkembangan persebaran virus Corona di Kabupaten Blora masih berpotensi terjadi yang ditandai dengan masih adanya kasus-kasus baru dari hasil tracking Dinas Kesehatan.

“Hingga hari ini untuk OTG jumlahnya ada 74, ODP 16 yang masih dipantau, PDP ada 6 yang diawasi, dan rapid-test reaktif yang masih menunggu swab ada 26. Sedangkan untuk kasus positif Covid-19 secara keseluruhan ada 48 kasus, rinciannya 36 dirawat, 7 sembuh, dan 5 meninggal dunia. Teknis nya nanti akan disampaikan Kepala Dinas Kesehatan,” ucap Sekda.

Sedangkan untuk peta persebaran, menurutnya masyarakat bisa mengakses langsung di website corona.blorakab.go.id yang setiap hari diupdate 2 kali, siang dan malam oleh tim humas GTPP Covid-19. Tidak hanya memuat persebaran Covid-19 saja, namun juga informasi penyaluran bantuan dari posko GTPP Covid-19.

“Melihat perkembangan ini menunjukkan bahwa kita belum disiplin secara penuh. Mari kita tingkatkan kedisiplinan untuk melaksanakan protokol kesehatan agar kita semua bisa terhindar dari potensi penularan Covid-19,” tambah Sekda.

Pihaknya juga tidak henti hentinya mengingatkan agar masyarakat terus menggunakan masker saat beraktifitas keluar rumah, jaga jarak, dan tidak berkerumun.

“Masih banyak kita jumpai masyarakat yang berkerumun ketika sore hari hingga malam. Kami minta untuk jangan dilakukan. Berolahraga itu memang penting, namun jaraknya harus diperhatikan dan sesuai protokol kesehatan,” lanjut Sekda.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kesehatan, Lilik Hernanto, SKM, M.Kes menambahkan beberapa informasi terkait penanganan Covid-19. Yang mana sampai hari ini menurutnya Dinas Kesehatan telah melaksanakan swab PCR sebanyak 368 dan rapid-test sebanyak 4600 an.

“Hasilnya sampai hari ini ada 3 penambahan kasus baru yang kemarin, sehingga jumlahnya menjadi 48 (sebelumnya 45). Tiga kasus baru ini adalah hasil tracking dari kasus kematian pasien Covid-19 terakhir di Kecamatan Blora Kota pekan lalu. Jadi ada 3 orang yang kontak erat dengan pasien, yakni penularan anggota keluarga dan asisten rumah tangganya,” ucap Lilik Hernanto.

Sedangkan kasus kematian masih tetap lima, sedangkan yang sembuh kemarin ada tambahan satu menjadi 7.

“Sehingga positif Covid-19 yang dirawat masih 36. Dari 36 ini, 4 diantaranya manjalani isolasi di rumah sakit dan klinik. Sedangkan 32 lainnya menjalani isolasi mandiri di rumah, mereka perlu didukung semua pihak,” ungkap Lilik Hernanto.

Menurutnya, sebanyak 32 orang pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri di rumah ini secara klinis tidak mengalami gejala yang berat, tidak sakit berat, bahkan tidak ada gejala, yang secara SOP diperbolehkan isolasi mandiri. Akan tetapi perlu disiplin ketat dan pengawasan dari keluarga, dan masyarakat sekitar.

“Selama belum dinyatakan sembuh secara laboratorium 2 kali negative swab berturut-turut, maka harus isolasi di rumah dan tidak boleh keluar. Karena apa, karena dia masih berisiko menjadi sakit meskipun fisiknya sehat, karena masih ada virus di dalam tubuhnya, juga berisiko menularkan ke orang lain,” jelas Lilik Hernanto.

Terhadap pasien yang isolasi mandiri di rumah, pihaknya meminta agar masyarakat tidak takut berlebihan. Justru masyarakat harus memberikan dukungan agar bisa segera sembuh.

“Asal kita tidak kontak erat, tidak bersalaman dan tidak berdekatan. Selalu pakai masker, cuci tangan pakai masker, dan mematuhi physical distancing, kita masih aman, tidak akan tertular,” tegasnya.

Selain Covid-19, pihaknya dari Dinas Kesehatan juga mengingatkan bahwa ada masalah lain yang butuh perhatian selain virus Corona. Yakni penyakit demam berdarah, angka kematian ibu (AKI) melahirkan, angka kematian bayi dan balita (AKB), serta stunting.

“Hingga saat ini di tahun 2020 sudah ada 88 penderita demam berdarah (DBD), dan 2 kematian DBD, yang kasusnya tertinggi ada di Kecamatan Blora, Cepu dan Kunduran. Mari kita terus gencarkan gerakan 3M untuk mencegah DBD. Sedangkan AKI di 2020 ini sudah ada 4 kasus, kemudian AKB ada 46, 6 diantaranya balita diatas 1 tahun, 40 lainnya bayi. Kemudian stunting ada 7,59 persen dari 3711 bayi balita yang ditimbang Posyandu,” ungkap Lilik Hernanto.

Sehingga pihaknya menekankan bahwa kasus DBD, AKI, AKB dan stunting juga jangan sampai dilupakan oleh masyarakat.
Terakhir, Ketua PMI Kabupaten Blora, Ir. Sutikno Slamet melaporkan kegiatan yang telah dilakukan PMI dalam rangka membantu pencegahan dan penanggulangan Covid-19. Yang mana sejak Maret 2020 pihaknya telah membentuk tim pengendalian Covid-19.
 
“Kita laksanakan penyemprotan fasilitas umum di 16 Kecamatan se Kabupaten Blora. Kita aktifkan seluruh relawan di Kecamatan dan Desa, serta pos pantau perbatasan Kabupaten bekerjasama dengan TNI Polri dan Dinas Perhubungan,” terang Sutikno Slamet.

Sedangkan dalam memasuki tatanan baru “new normal”, PMI Kabupaten Blora tetap melanjutkan aktifitas penyemprotan disinfektan di fasilitas umum tingkat Kecamatan dan memberikan edukasi kepada masyarakat untuk menaati protokol kesehatan, utamanya wilayah zona merah.

“PMI juga telah melaksanakan promosi kesehatan dan penyemprotan disinfektan ke desa-desa tempat tinggal pasien klaster Temboro yang beberapa waktu lalu pulang dari Klinik Bakti Padma. Seperti di Desa Getas, Desa Mendenrejo (Kecamatan Kradenan), dan Desa Gempol, Jegong, Jati (Kecamatan Jati),” terangnya.

Di akhir sesi, PMI Kabupaten Blora menyerahkan bantuan 40 paket APD berupa baju hazmat kepada posko GTPP Covid-19 untuk disalurkan ke fasilitas kesehatan yang membutuhkan. (ADY/Red)
Share:

0 comments:

Post a Comment

Hot News

Wakil Ketua DPRD Blora Hadiri Temu Petani Tebu Blora dengan Pendiri Pabrik Gula Rembang

BLORA — Dalam acara temu kangen, seorang pengusaha Kamajaya yang dulu membidani Pabrik Gula (PG) Blora bertemu dan berdialog de...

Public Service

Blog Archive

Social Media

Technology

Next More »

Labels

Community

Next More »