Bupati Blora Pimpin Rakor Terkait Kesiapan Vaksinasi Covid-19


BLORA - Bupati H. Djoko Nugroho pada pagi ini Senin (11/01/2021) bertempat di Ruang Pertemuan Setda memimpin jalannya rapat koordinasi pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Blora.
Mengawali sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa sesuai Surat Edaran Mendagri No.01 Tahun 2021 hari ini (11/01/2021) sampai dengan 25 Januari 2021 adalah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) untuk pengendaliaan penyebaran Covid-19.

"Blora memang tidak termasuk dalam daerah yang wajib memberlakukan PPKM, tetapi kita harus menyesuaikan. Karena manusia itu pada prinsipnya dinamis dan mobilitasnya tinggi,” pinta Bupati.

Terkait dengan vaksinasi, Bupati menyampaikan bahwa vaksinasi itu adalah penyempurnaan protokol kesehatan yang telah kita laksanakan dari awal pandemic Covid-19.

"Covid akan lama terjadi. Salah satu cara yg terbaik adalah dengan vaksin, karena menyangkut kelangsungan hidup manusia," kata Djoko Nugroho.

Selanjutnya, Bupati menyampaikan bahwa kick off vaksinasi akan dilaksanakan secara serentak pada 13 Januari 2021.

"Vaksin itu serentak untuk seluruh Indonesia, jadi apabila ada informasi-informasi terkait vaksin di media sosial sebelum kick off serentak itu tidak benar. Sekali lagi vaksinasi Covid-19 akan dilaksanakan serentak ," tegas Bupati.

Bupati mengharap tidak boleh ada keraguan dan ketidakpercayaan masyarakat kepada pemerintah.

“Agar masyarakat tidak ragu – ragu untuk di vaksin, maka saya akan menjadi yang pertama di vaksin bersamaan dengan kick off serentak seluruh Indonesia pada tanggal 13 Januari 2021, tolong didokumentasikan dan disebarluaskan kepada masyarakat sehingga tidak timbul keraguan lagi untuk masyarakat pada saat vaksinasi di Kab.Blora pada awal Februari 2021,” tegas Bupati Blora.

Pelaksanaan vaksinasi untuk dipersiapkan dengan baik, dibuat bertahap seperti Pilkada.
  
“Untuk pengamanan sinergitas TNI/POLRI dan Satpol PP. Fasilitas pelayanan kesehatan yang belum memiliki refrigerator untuk menyimpan vaksin agar disiapkan. Distribusi vaksin menunggu petunjuk lebih lanjut dan tolong pak Sekda untuk dibuatkan SK untuk pelaksanaan vaksinasi nanti,” pungkas Bupati.

Sementara itu, dr. Pandu, pakar vaksinasi menyampaikan bahwa kemungkinan yang akan timbul setelah vaksinasi hanya berupa keluhan lokal saja.

" Kejadian setelah imunisasi hanya keluhan lokal saja, seperti merah dan nyeri. Dan apabila sudah di vaksin, masyarakat tidak boleh abai dengan protokol kesehatan," himbau dr. Pandu.

Rakor dilanjutkan dengan paparan singkat dari Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kab. Blora, dr. Henny Indriyanti, M.Kes terkait dengan kesiapan fasilitas kesehatan masyarakat untuk pelayanan vaksinasi Covid-19.

"26 Puskesmas dan fasyankes seperti RS dr R Soetijono, Rs dr RSoeprapto Cepu, RS PKU Muhammadiyah Blora, RS PKU Muhammadiyah Cepu, Rumkitban Blora, RS Permata Blora, Klinik Polres Blora dan Klinik Tali Asih Jepon telah siap dan akan ambil bagian dalam vaksinasi Covid-19," papar dr. Henny.

Dilaporkan pula kesiapan Gudang Farmasi untuk menampung stok vaksin sebelum didistribusikan dan petugas yang membantu pelayanan yaitu sebanyak 864 petugas vaksinator dan 644 petugas skrining, serta 420 petugas lain.

“Gudang farmasi memiliki 12 refrigerator berukuran besar yang siap menampung serta menyimpan vaksin sebelum didistribusikan. Serta petugas pendukung vaksinasi telah disiapkan pula,” tutup Plt. Kepala Dinkes.

Rakor ini diikuti oleh jajaran Forkopimda Kab. Blora, Kepala OPD terkait, Tokoh masyarakat, tokoh agama, camat serta kepala Puskesmas se-Kabupaten Blora. (WN/Red)
Share:

0 comments:

Post a Comment

Hot News

Bertekad Sukseskan Pilkada, Sekretariat PPK 16 Kecamatan di Blora Tandatangani Pakta Integritas

BLORA - Bupati Blora H. Arief Rohman bersama  Forkopimda Blora saksikan penandatanganan Pakta Integritas Sekretariat Panitia Pem...

Public Service

Blog Archive

Social Media

Technology

Next More »

Labels

Community

Next More »