Rakor Forkopimda Blora Terkait Penebusan Pupuk Subsidi Dengan Kartu Tani


BLORA - Dalam rangka menanggulangi permasalahan sulitnya penebusan pupuk menggunakan Kartu Tani yang saat ini dialami oleh petani di wilayah Kabupaten Blora, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat melakukan Rapat Koordinasi tentang Penebusan pupuk bersubsidi dengan Kartu Tani pada Senin (07/12/2020) di Ruang pertemuan Setda Blora.

Rapat yang dipimpin oleh Bupati Blora H. Djoko Nugroho tersebut dihadiri oleh Forkopimda Blora Sekda Blora (Komang Gede Irawadi) Kepada OPD Pemkab Blora, Camat se-Kabupaten Blora, Kordinator Penyuluh pertanian, Perwakilan dari BRI cabang Blora, Perwakilan Distributor dan Pengecer pupuk, serta Perwakilan dari Himpunan Kerukunan Tani Indonesia Blora.

Mengawali rapat Bupati Blora menyampaikan prihatin karena angka penyebaran Covid-19 di wilayah Blora yang semakin meningkat dan permasalahan pupuk subsidi masih ada.

"Perkembangan Covid akhir-akhir ini luar biasa. Mari semua ambil bagian dalam pencegahan penularan Covid-19,” tegasnya.

"Sampai hari ini permasalahan terkait pupuk subsidi masih terjadi. Kartu Tani merupakan hal baru bagi kita. Apabila ada kendala, tolong beri kebijakan agar pupuk tersalurkan sampai petani. Hampir tiap tahun perkara pupuk ini timbul. Dengan rapat hari ini harus ada perbaikan,” kata Bupati.

Alokasi pupuk subsidi pada Tahun 2020 dibanding Tahun 2019 ada peningkatan. Penyaluran pupuk subsidi sampai bulan November 2020 yaitu urea alokasi 56.450 sisa 4.538 Ton (8,04 %), SP36 alokasi 9.654 sisa 1.352 Ton (14,00 %), ZA alokasi 10.600 Ton sisa 1.470 Ton (13.87 %), NPK alokasi 39.168 Ton sisa 1.772 Ton (4.52 %) dan pupuk organik alokasi 17.900 Ton sisa 3.962 Ton (22,14 %).

Sementara itu, dalam paparannya Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Blora Ir. Reni Miharti, M.Agr.Bus  menyampaikan di masing-masing kecamatan saat ini masih ada sisa alokasi pupuk untuk bulan Desember.

“Penyebab kelangkaan karena tahun 2020 merupakan masa transisi penggunaan kartu tani. Data kartu tani di Kabupaten Blora Jumlah NIK tahun 2020 sebanyak 150.261 NIK, sampai dengan awal November terbit 123.425 kartu, Kartu yang belum terbit sebanyak 18.516 kartu,” jelasnya.

"Jumlah NIK tahun 2021 yaitu 169.685, Cetak kartu Tani di BRI selain penyelesaian kekurangan tahun 2020, ditambah NIK baru tahun 2021 sejumlah 19.424 kartu," Papar Reni.

Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok
(RDKK) disusun oleh kelompok tani didampingi petugas penyuluh pertanian lapangan (PPL) di lokasi masing-masing. 

RDKK luas lahan tahun 2020 reguler dan hutan total sebesar 88.404,06 Ha. Tahun 2021 reguler dan hutan sebesar 97.212,57 Ha. Maka ada selisih 8.808,51 Ha.

Untuk kebutuhan pupuk RDKK Tahun 2021 jumlah NIK sebanyak 169.685 dengan luas tanam sebesar 289.394 Ha dan kebutuhan pupuk subsidi sebanyak urea : 41.691,2 Ton, SP 36 : 7.256,1 Ton, ZA : 29.082,5 Ton, NPK : 93.098,2 Ton, dan Organik sebanyak 31.268,2 Ton.

Dari Perwakilan Bank BRI cabang Blora menyampaikan selalu siap bersama penyuluh pertanian lapangan (PPL) untuk selalu merekonsiliasi data kartu tani.

“Setiap saat kami siap melayani pembuatan kartu tani” tandasnya.

Untuk diketahui, Kesimpulan hasil Rakor tersebut bahwa kartu tani diberlakukan sejak 01 September 2020 tetapi pada pelaksanaanya masih banyak permasalahan. Bupati perintahkan kepada Sekda bersama Dinas pertanian dan BRI untuk mengadakan rapat khusus menindaklanjuti Kartu tani agar mencetak ulang baik yang rusak maupun cetak baru.

Dan, Bagi petani yang terdaftar di RDKK tetapi belum mendapat kartu tani dapat menebus pupuk sesuai kuota menggunakan Form Rekomendasi. (WN/Red)

Share:

0 comments:

Post a Comment

Hot News

Wakil Ketua DPRD Blora Hadiri Temu Petani Tebu Blora dengan Pendiri Pabrik Gula Rembang

BLORA — Dalam acara temu kangen, seorang pengusaha Kamajaya yang dulu membidani Pabrik Gula (PG) Blora bertemu dan berdialog de...

Public Service

Blog Archive

Social Media

Technology

Next More »

Labels

Community

Next More »