Desa Panohan Gandeng Perhutani Buka Wisata Rintisan Waduk Panohan dengan Pok Darwis

REMBANG - Desa Panohan gandeng Perhutani Mantingan buka wisata Rintisan Waduk Panohan dengan  kelompok sadar wisata (Pok darwis) dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) desa Panohan kecamatan Gunem Kabupaten Rembang. Rabu kemarin  (03/03/2021).

Diskusi wisata rintisan yang dilaksanakan di Balai desa Panohan dihadiri Junior Manager Bisnis (JMB) Soetriswanto, Kepala Desa Panohan Amir Fuad , Ketua Karang Taruna Kabupaten Rembang Riv’an ,Kepala Resor Pemangkuan Hutan (KRPH) Blebak M.Arif Muslikun, Penyuluh Kehutanan dari Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Slamet ,Ketua LMDH Wono Karyo Sutrisno,Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM Kalal) Isnina Sakdiyah dan Aliansi Tajam Zulfa.

Administratur KPH Mantingan Widodo Budi Santoso melalui JMB Soetriswanto menjelaskan bahwa  untuk lokasi yang didiskusikan dalam membuka wisata rintisan adalah kawasan Lindung atau sepandan sungai. Untuk itu ada beberapa tahapan dan kesiapan lokasi area untuk sebuah wisata tetapi tidak merubah kelas hutannya atau peruntukannya.

"Ada beberapa hal yang perlu untuk diperhatikan dalam membuka wisata rintisan, misal  untuk lahan areal jelas bebas sengeketa dengan peronganan ataupun lembaga, ada gapuro pintu masuk, tiketing, areal parkir, tempat ibadah, tempat sampah,  tempat cuci tangan dan akses jalan masuk tempat berteduh dikala hujan dan save ti lokasi wisata,” jelas dia.

Kepala Desa panohan Fuad Amis yangb juga pelaku wisata memberikan apresiasi kepada Perhutani untuk memfasilitasi Desa ,Pok Darwis dan LMDH dalam diskusi wisata rintisan di waduk Panohan.

"Pentingnya membangun sinergitas dengan stake holder lain agar dalam pelaksanaan kegiatan berjalan lancar sesuai dengan tugas masing-masing," terang Fuad.

Sementara itu, ketua Karang taruna Kabupaten Rembang Riv’an menjelaskan untuk desa dan Pok darwis hendaknya melihat peruntukannya lahan yang akan digunakan untuk wisata rintisan. jika itu kawasan lindung maka desa harus menyesuaikan dengan aturan yang ada di Perhutani.

"Itu penting, sebab dikawasan lindung tidak boleh ada bangunan permanen, tetapi kita bisa menggunakan dengan menambah pengkayaan tanaman buah-buahan yang intinya tidak menebang pohon diareal hutan lindung," Tutur Riv'an. 

Isnina Sa’diyah LSM Pendmping Perhutani menimpali,bahwa apa yang disampaikan ketua Karang taruna kabupaten Rembang itu memang betul.

"Kebetulan mas Riv'an dulu penggiat lingkungan di kabupaten Rembang,sehingga pas apa yang disampiakan untuk penggunaan kawasan lindung tidak boleh ada bangunan permanen namun bagimana kita bisa mensiasati denga wisata petik buah dengan menambah tanaman buha-buahan yang cocok dengan tanah disekitar Waduk Panohan,” terang Nina. (Kom-PHT/Mnt/Sgt/Red).
Share:

0 comments:

Post a Comment

Hot News

Emansipasi Wanita Ujung Tombak Pembentukan Karakter Bangsa

Sekelumit sejarah. Di era jawa kuno ; Wanita dilambangkan dalam simbol-simbol kehidupan. Kekuatan ( Api ), pengayom ( Bumi / Pra...

Public Service

Blog Archive

Social Media

Technology

Next More »

Labels

Community

Next More »