Korban 2 Bocah Tenggelam di Sungai Sumberagung Blora Terima Santunan dari Baznas Tiap Anak Rp 4 Juta
Forkopimda Harapkan Umat Beragama Bisa Menjaga kerukunan, toleransi, dan kondusifitas di Blora
| Pantau Pengamanan Ibadah Paskah, Bupati dan Kapolres Blora Sampaikan Pesan Kerukunan kepada jemaat gereja di Blora. Minggu, 9 April 2023. |
Operasi Katarak Gratis yang ke-2 dari Polres Blora
| 4 warga ikuti bakti kesehatan operasi katarak gratis Polres Blora ini berlaku bagi seluruh warga Blora. Foto: Polres Blora. |
Nekat Naik Motor Knalpot Brong Ditilang, Satlantas Blora Temukan 94 Pelanggaran
BLORA – Mengganggu kebisingan, hingga masih adanya pelanggaran lalu lintas yang meresahkan masyarakat dan pengendara lain, utamanya pelanggaran knalpot brong atau knalpot tidak standar di wilayah hukum Polres Blora.
Menanggapi hal itu, Satlantas Polres Blora Polda Jawa Tengah melakukan penindakan secara langsung, Senin malam, (3/4 2023).
Kasat Lantas Polres Blora AKP Noach Hendrik,SIK,MA melalui Kanit Gakkum Ipda Riska Taufik Sunny,SH,MH mengatakan bahwa kegiatan ini adalah atensi dari Polda Jateng dalam menanggapi keresahan warga terkait penggunaan knalpot brong.
“Malam ini, kami melaksanakan penindakan secara langsung pelanggaran kasat mata terutama knalpot brong atau knalpot tidak standart dan ini merupakan atensi langsung Kapolda Jawa Tengah melalui Dirlantas Polda Jawa Tengah.” ungkap Kanit Gakkum, Ipda Riska Taufik Sunny.
Kembali ia menegaskan bahwa tindakan ini merupakan perintah dari Polda Jawa Tengah untuk menindak knalpot brong atau tidak standart.
Hal ini dikarenakan, lanjut Kanit Gakkum, pelanggaran knalpot brong atau knalpot tidak standart membuat resah masyarakat terutama mengganggu kekhusyukan utamanya dalam beribadah sholat tarawih di bulan Ramadan.
"Selain itu, yang terpenting dalam penindakan ini untuk mengurangi fatalitas akibat kecelakaan lalu lintas, dimana akhir akhir ini kecelakaan lalu lintas ada sedikit peningkatan,” kata Kanit Gakkum.
Dalam upaya memberantas knalpot brong pihaknya akan rutin melakukan penindakan.
“Penindakan ini akan dilakukan terus menerus sampai tidak ada pelanggaran knalpot brong di wilayah hukum Polres Blora.” tegas Kanit Gakkum.
Selain knalpot brong,Ipda Sunny menambahkan banyak pelanggaran lain diantaranya tidak pakai helm, tidak pakai spion dan tidak pakai plat nomor kendaraan.
“Dengan tidak memakai plat nomor maka tidak bisa ditindak dengan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), untuk itu kita lakukan tindakan secara langsung.” tandas Kanit Gakkum.
Kanit Gakkum kembali menyebutkan, bahwa malam ini ditemukan 94 pelanggaran dengan barang bukti yang diamankan yakni SIM 4 buah, 35 STNK dan kendaraan bermotor yang menggunakan knalpot brong, kendaraan tidak dilengkapi spion serta plat nomor tidak ada sebanyak 55 kendaraan.
“Pelanggaran kasat mata yang ditemukan malam ini didominasi anak anak muda.” kata Kanit Gakkum.
Untuk itu Kanit Gakkum menghimbau agar masyarakat taat berlalu lintas.
“Saya mengimbau kepada masyarakat agar selalu hati hati dalam berkendara, taati aturan lalu lintas dan siapkan fisik sebaik mungkin demi keselamatan berkendara,” pinta Ipda Riska Taufik Sunny.(Polres/Redaksi)
Segera Hadir Rumah Sakit dan Kantor Bank di Randublatung
| Bupati Blora dialog dengan warga Randublatung, di Masjid Al Muslimiyah, wilayah Desa Pilang Kecamatan Randublatung. Senin,3 April 2023. Foto: Prokompim Blora |
Pemkab Blora Minta BBWS Pemali Juana, Normalisasi Embung Jurangjero Antisipasi Banjir Bandang Terulang Lagi
| Sedimentasinya cukup tinggi, saat hujan deras. Keberadaan embung Jurangjero di Desa Sidomulyo, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora. Foto : Prokompim Blora |
2 Rumah Roboh diterjang Banjir Bandang, PMI dan Baznas Blora Serahkan Bantuan Uang Tunai dan 40 Paket Sembako di Jurangjero Banjarejo
40 Warga Kurang Mampu di Pojokwatu Sambong Terima Santunan dari Pemkab Blora dan Baznas
Setan Ingin Pensiun, Tak Mau Tergoda Ulah Manusia
Setan Ingin Pensiun
Setan Ingin Pensiun ???, Benarkah, karena Tak Mau Tergoda Ulah Manusia saat ini, bacalah tulisan berikut:
Oleh: Akhmad Supriadi
Dalam sebuah dialog imajiner, setan suatu ketika menghadap Allah SWT sambil berkata: ‘wahai Tuhanku kami selaku bangsa setan minta pensiun dini saja’.
Tuhan lalu bertanya: "Kenapa minta pensiun, padahal dulu saat kamu saya usir dari surga, kamu sendiri yang memohon agar kamu beserta keturunanmu diberikan lisensi dan dispensasi untuk selalu menggoda dan menyesatkan manusia agar menjadi penghuni neraka?”
setan pun menjawab: Ya Tuhan, ada dua alasan mendasar kenapa saya beserta pasukan minta pensiun dini. Alasan pertama, sekarang kelakuan manusia sudah melebihi kami setan, hamba kuatir dan takut nanti justru kami yang tergoda dan lebih tersesat dari manusia.
Coba saja lihat ya Tuhan, ketika kami para setan menggoda manusia untuk mencuri, ternyata manusia malah merampok, membunuh plus memperkosa.
Kami hanya menggoda manusia supaya menggoda isteri tetangga, Eh ternyata manusia malah berzina. Ujung-ujungnya manusia selalu menyalahkan setan, padahal yang enak mereka.
Alasan kedua, ungkap iblis, Sebelum kami goda pun manusia sudah kesetanan, sehingga kami para setan hampir tidak punya pekerjaan lagi karena manusia sendiri sudah berubah menjadi setan alias kesetanan.
Sudah menjadi setan sebelum digoda setan. Yang paling memilukan, tiap musim haji kami dilempari batu oleh berjuta-juta manusia, padahal di antara sekian banyak melempari itu sebagian ada kawan-kawan hamba juga.”
Salah satu topik pembicaraan yang cukup popular di bulan Ramadhan adalah tentang setan dan godaannya terhadap manusia.
Al-Quran menyebut sebanyak 88 kali kata setan dengan berbagai derivasinya. Setan sendiri berarti jauh, sesat berkobar selaras dengan esensi dirinya.
Hadist yang paling sering disitir di bulan puasa adalah pernyataan Rasulullah yang diriwayatkan oleh pakar hadis Imam Bukhari dan Muslim “Bila datang bulan Ramadhan, dibuka pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka, dan para setan dibelenggu."
Pernyataan Rasulullah SAW tersebut sesungguhnya dapat dipahami baik secara hakiki maupun majazi (metaphor). Secara hakiki di bulan puasa memang setan dibelenggu, akan tetapi ada orang yang hawa nafsunya tidak dikendalikan, sehingga mereka itulah yang menebar kemaksiatan. Ini sejalan dengan pernyataan Al-Quran,
Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa manusia (jalan) kefasikan dan ketakwaannya; Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. (QS. Asy-syams [91]: 7-10).
Para ulama menjelaskan bahwa ada perbedaan antara godaan setan dan hawa nafsu. Setan menggoda dengan tujuan merugikan dan menyesatkan manusia, atau paling tidak menjadikannya tidak beruntung. Karena itu setan dapat mengubah versi godaannya dari saat ke saat jika dia gagal dalam rayuan pertama. Sedangkan hawa nafsu hanya ingin memuaskan dirinya, sehingga bila dia menginginkan sesuatu, dia tidak akan mengubahnya dan terus mendesak kita untuk mencapai keinginannya tersebut.
Selanjutnya dalam pengertian majazi (mataforis), hadist tersebut mengandung makna bahwa bulan puasa adalah bulan ibadah dan pendekatan diri kepada sang Khalik. Di dalamnya Allah melimpahkan ganjaran yang luar biasa dan berlipat ganda serta membuka pintu ampunan-Nya. Dengan sedikit amal saleh saja, manusia dapat memperoleh ganjaran yang luar biasa dan berlipat sehingga dapat menghantarkannya ke surga. Di sinilah, seolah-olah seluruh pintu-pintu surga terbuka bagi siapa saja.
Sebaliknya, pintu-pintu neraka karena begitu luasnya ampunan dan rahmat Allahsehingga seakan-akan tertutup bagi para pendosa. Sementara gerobolan setan selaku prajurit Iblis, karena kesadaran dan kuantitas amal ibadah manusia yang begitu tinggi untuk beribadah dan beramal saleh, seakan mereka terbelenggu alias tidak dapat berbuat apa-apa, karena tetutup oleh energy kesalehan yang teramat besar dan kuat.
Jika potensi negatif berupa setan dibelenggu di bulan puasa, lalu mengapa masih ada bahkan banyak manusia yang berbuat maksiat dan melakukan dosa? Mengutip pandangan pakar tafsir Quraish Shihab dalam karyanya Setan dalam Al-Quran, godaan dan kesesatan yang dialami manusia tidak lain kecuali bisikan negatif yang terdapat dalam diri manusia sendiri, atau setan adalah penjelmaan alam bawah sadar manusia dalam kompleksitas kejiwaannya.
Ibadah puasa sesungguhya adalah proses penyucian jiwa (tazkiyyatun nafs) untuk memulihkan dan mengeliminir potensi-potensi negatif berupa kefasikan dan dorongan keburukan Ibadah puasa sesungguhya adalah proses penyucian jiwa (tazkiyyatun nafs) untuk memulihkan dan mengeliminir potensi-potensi negatif berupa kefasikan dan dorongan keburukan tersebut
Proses penyucian jiwa melalui ibadah puasa akan membuka katup dan selubung yang menyelimuti mata batin agar steril dari virus setan dan nafsu. Nabi SAW mengingatkan, Sesungguhnya setan mengalir dalam diri manusia sebagaimana mengalirnya darah (HR Bukhari dan Muslim).
Al-quran bahkan senantiasa mengingatkan kita tentang misi setan: Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, Maka jadikanlah ia musuh(mu), karena Sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala (QS. Fathir [35]:6)
Puas sebagai proses pelatihan pengendalian hawa nafsu serta penempaan jiwa merupakan perjuangan batin maha berat (mujahadah) dalam rangka memerdekakan jiwa kita dari penjajahan hawa nafsu dan godaan setan. Puasa sebagai perjuangan dan peperangan batin (mujahadah) digambarkan Rasulullah SAW sebagai lebih berat dari perjuangan fisik membela agama (jihad), sehingga ia disebut sebagai jihadun nafs (perjuangan spiritual).
Sebaliknya, jika kita membiarkan potensi kejahatan berkembang biak melebihi potensi kebajikan, maka kita akan dikuasai hawa nafsu. Selanjutnya yang terjadi adalah setan berbulu manusia yang senantiasa menebar dan menabur kejahatan. kalau sudah demikian, seperti kisah humor tersebut, iblis dan setan benar-benar “merdeka” dan “pensiun” dari tugas dan profesinya sebab manusia sendiri telah berubah menjadi setan alias kesetanan sebelum digoda. (Humas IAIN Palangkaraya/ADY/Redaksi)
Hot News
HUT Ke-81 TNI, Kodim 0721/Blora Gelar Ziarah Nasional di TMP Wira Bhakti
𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 ( SEPUTARBLORA.MY.ID ) — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 TNI Tahun 2026, Kodim 0721/Blora melaksana...






