𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) — Pagi itu, derap langkah dan suara percakapan warga terdengar bersahut-sahutan di Dukuh Wotrangkul, Desa Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora Jawa Tengah. Di bawah terik matahari, warga bersama anggota TNI tampak bergotong royong melansir material untuk pembangunan Jembatan Garuda, sebuah akses penting yang telah lama dinantikan. Senin, 20 April 2026.
Material bangunan harus dilansir dari jalan utama menuju lokasi jembatan dengan cara manual. Meski medan cukup menantang, hal itu tak menyurutkan semangat warga. Dengan dipikul dan diangkat bersama, setiap sak semen, bondek/alas cor lantai dan material lainnya yang dipindahkan menjadi simbol kebersamaan dan harapan akan akses yang lebih baik.
Di tengah aktivitas itu, Babinsa Koramil 03/Banjarejo Kodim 0721/Blora, Serda Bambang, terlihat menyatu dengan warga. Tanpa sekat, ia ikut mengangkat material, menyapa, dan memberi semangat.
“Kami ingin selalu hadir di tengah masyarakat, terutama saat ada kesulitan seperti ini. Gotong royong seperti ini bukan hanya mempercepat pekerjaan, tapi juga mempererat kebersamaan,” ujarnya.
Bagi warga, pembangunan jembatan ini bukan sekadar proyek fisik. Selama ini, mereka harus menempuh jalur yang lebih jauh dan sulit, terutama saat musim hujan. Kehadiran Jembatan Garuda diharapkan dapat membuka akses yang lebih mudah untuk aktivitas sehari-hari, mulai dari bekerja hingga anak-anak menuju sekolah.
Semangat kebersamaan yang terjalin antara TNI dan warga pun menjadi kekuatan utama dalam proses pembangunan. Canda tawa di sela kerja keras menjadi penguat, bahwa apa yang mereka bangun hari ini adalah untuk masa depan bersama.
“Semoga jembatan ini segera selesai dan bisa digunakan warga. Ini bukan hanya tentang bangunan, tapi tentang harapan,” kata Serda Bambang.
Gotong royong yang terbangun di Dukuh Wotrangkul hari itu menjadi bukti bahwa di tengah keterbatasan, kebersamaan mampu menghadirkan solusi dan harapan yang terus dijaga bersama. (Humas/Redaksi)






0 comments:
Post a Comment