MEMBANGUN INOVASI DI JAWA TENGAH LEWAT BBGRM KABUPATEN BLORA XV


Bupati Blora, Djoko Nugroho Membuka Secara Resmi BBGRM
Kabupaten Blora XV Tahun 2018 
Blora,-  Bupati Blora, Djoko Nugroho membuka secara resmi pelaksanaan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) Kabupaten Blora XV Tahun 2018 yang dilaksanakan di Lapangan Tuk Buntung, Kecamatan Cepu, Selasa (08/05/2018).

BBGRM Kabupaten Blora XV tahun ini mengambil tema dari Provinsi Jawa Tengah yaitu “Membangun Inovasi di Jawa Tengah”.

Pembukaan ditandai pemukulan kentongan dan pelepasan balon ke udara disaksikan ratusan peserta gotong-royong yang terdiri dari siswa-siswi sekolah, pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blora serta masyarakat setempat.

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pameran produk-produk UMKM unggulan dari Kecamatan Cepu, Kecamatan Sambong dan Kecamatan Kedungtuban, serta beberapa OPD seperti Dinperindagkop dan UMKM, Bappeda dan Dindalduk KB Kabupaten Blora.

Djoko Nugroho mengatakan, kegiatan ini mengingatkan kembali akan makna gotong royong. Suatu warisan budaya yang sampai ini kita pegang, karena gotong royong merupakan ruhnya kehidupan.

“Gotong royong sebagai urat nadi kemajuan suatu bangsa. Oleh karenanya perlu terus kita pupuk dan lestarikan, perlu kita tanamkan kepada anak cucu kita sebagai budaya asli bangsa Indonesia,” tandas Djoko Nugroho.

Dengan dilaksanakannya BBGRM XV Kabupaten Blora ini, diharapkan dapat memberi dorongan semangat dalam meningkatkan kinerja dalam nuansa kegotongroyongan dengan semboyan “Sepi ing pamrih, rame ing gawe”.

Pada kesempatan ini, Djoko Nugroho juga mengucapkan selamat memperingati Hari Kesatuan Gerak PKK yang ke-46, seraya berharap agar ibu-ibu se-Kabupaten Blora dapat mendampingi dan membesarkan anak-cucunya dengan baik untuk dapat menjadi generasi penerus bangsa. Dirinya juga mengingatkan akan pentingnya 10 Program Pokok PKK bagi keluarga.

“Ingat! 10 Program Pokok PKK walau sederhana namun sangat penting dalam rangka membangun keluarga yang bahagia dan sejahtera,” tegasnya.

Ketua TP PKK Kabupaten Blora, Hj. Umi Kulsum Djoko Nugroho yang membacakan sambutan Ketua Umum TP PKK mengatakan bahwa Tim Penggerak PKK harus saling bahu-membahu dengan segenap komponen masyarakat untuk memberikan pemahaman dan kesadaran kepada seluruh keluarga bahwa kondisi aman, nyaman, damai di negara Indonesia dimulai dari keluarga.

“Ini mengingatkan bahwa keluarga dan lingkungan harus menjadi benteng utama dan pertama untuk menciptakan kondisi aman, nyaman, tenteram, dan damai,” ucap Hj. Umi Kulsum Djoko Nugroho.

Pembukaan BBGRM XV dan Peringatan HKG PKK Ke-46 ini hari ini dimeriahkan oleh grup Karawitan Ajar laras SDN 2 Cepu dan dihadiri oleh Forkopimda, Kepala OPD dan Camat se-Kabupaten Blora, Kepala BUMN/BUMD dan organisasi wanita. (Heripur/Hms/Red)
Share:

DINPORABUDPAR TARGETKAN 200 RIBU WISATAWAN KE BLORA

Bimbingan Teknis Pemahaman Branding Wonderful Indones
Dan Konten Marketing Di Cepu

Blora,- Sektor pariwisata di Kabupaten Blora terus digarap serius oleh Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Blora. Dengan menggandeng seluruh stakeholder pariwisata yang ada, pihaknya menargetkan kunjungan wisatawan tahun ini bisa mencapai 200 ribu orang.

Kepala Dinporabudpar Kabupaten Blora, Drs. Kunto Aji yang menyatakan langsung perihal tersebut ketika menjadi pembicara dalam acara Bimbingan Teknik Pemahaman Branding Wonderful Indonesia dan Konten Marketing untuk meningkatkan Peran Pemasaran Pariwisata, di Hotel Arra Kecamatan Cepu, Senin (07/05/2018).

“Untuk mencapai target sebanyak itu, kami menggandeng seluruh stakeholder baik dari lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Blora, perusahaan swasta maupun masyarakat umum yang tergabung dalam kelompok sadar wisata atau pokdarwis,” ucap Drs. Kunto Aji.

Pasalnya, menurut Kunto Aji, pembangunan dan pengembangan daya tarik wisata tidak akan bisa maksimal jika dilakukan sendiri. Butuh kontribusi dari seluruh stakeholder yang ada untuk menggarap bersama dan fokus di beberapa daya tarik wisata.

Lanjut Kunto Aji, Misalkan untuk Blora bagian timur berawal dari Stasiun Cepu bisa diarahkan ke Wisata Haritage Loko Tour di Kecamatan Cepu, Kampung Samin Sambongrejo, Kedungpupur, Minyak Tua Desa Ledok Kecamatan Sambong dan kulinernya Lontong Opor Ngloram.

Sedangkan Blora bagian barat bisa ke Goa Terawang, kampung Durian, Kebun Buah Tunjungan, Waduk Tempuran, Rumah Sastra Pramoedya dan berkuliner Sate Blora.

“Kami akan susun beberapa paket wisata di Kabupaten Blora dengan potensi daya tarik wisata yang ada,” papar Drs. Kunto Aji.

Pementasan atraksi budaya seperti Seni Barongan dan Tayub Blora bisa dipertontonkan sebagai hiburan wisatawan ketika berkunjung ke salah satu tempat wisata, sebagai daya tariknya.

Kepala Bidang Pariwisata, Dinporabudpar Kabupaten Blora, Heksa Wismaningsih S.STP, MH, menyatakan bahwa membangun industri pariwisata tidak bisa dilakukan sendirian. Ia menyontohkan untuk mengembangkan potensi Bukit Cengklik Desa Bicak Kecamatan Todanan, maka harus ada bantuan dari Dinas Pekerjaan Umum sebagai pihak yang membangun jalan. Kemudian untuk oleh-olehnya harus ada pendampingan dari Dindagkop UKM untuk melatih ketrampilan masyarakat setempat untuk membuka usaha kerajinan dan lainnya.

“Saat kami belajar ke Banyuwangi beberapa waktu lalu. Dinas Pariwisata disana hanya sebagai koordinator dan bekerja untuk mempromosikan daya tarik wisata. Sedangkan untuk pembangunan daya tarik wisata digarap bersama-sama dengan dinas terkait,” ujar  Heksa Wismaningsih S.STP, MH.

Khusus Desa yang memiliki potensi daya tarik wisata, diminta untuk bisa ikut melaksanakan pengembangan dengan merencanakan pembangunan menggunakan Dana Desa. Disamping itu bisa juga membentuk pengelolaan daya tarik wisata desa dalam bentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Adapun Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI, Nia Niscaya, yang hadir dalam acara itu, menyarankan agar Kabupaten Blora bisa segera melakukan branding pariwisata dan fokus menggarap beberapa daya tarik wisata unggulan yang unik dan menarik.

Menurutnya Kabupaten Blora memiliki banyak daya tarik wisata yang unik baik dari segi haritage yang dikenal sebagai daerah penghasil minyak sejak lama, kemudian kuliner satenya yang enak, serta budayanya seperti Barongan dan tayub. Jika itu semua bisa ditata dan dibranding dengan baik, bukan tidak mungkin kunjungan wisata ke Blora akan meningkat.

Sementara itu, Sekjen Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia, Hery Margono menekankan pentingnya branding daya tarik wisata bagi suatu daerah. Menurutnya, tanpa branding maka wisatawan akan kesulitan mengenali potensi daya tarik wisata yang ada di daerah.

Ia mengajak seluruh stakeholder pariwisata yang hadir bisa turut aktif mempromosikan branding daya tarik wisata yang ada di Kabupaten Blora. Diantaranya komunitas duta wisata Blora, Peguyuban Kakang Mbakyu (Pakamba), Generasi Pesona Indonesia (Genpi), Pokdarwis, Abipara, Asita, PHRI serta seluruh stakeholder yang ada. (Heripur/Hms/Red)
Share:

MENGAPA 20 MEI DIPERINGATI HARKITNAS ?

Merdeka !!!

Mengapa 20 Mei Diperingati Harkitnas? adalah pertanyaan penting untuk kita jawab dalam rangka memperingati dan memaknai hari penting itu, yaitu Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas). Pemaknaan itu penting agar dalam peringatannya tak hanya berkutat pada kegiatan seremonial belaka, tapi menyadarkan kita untuk bangkit. Bangkit dalam makna positif di berbagai dimensi kehidupan masyarakat dan berbangsa.
Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) selalu diperingati setiap 20 Mei. Tahun 2018 ini, bangsa Indonesia memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang ke-110 dengan mengusung tema “Pemerataan Pembangunan Indonesia yang Berkeadilan sebagai Wujud Kebangkitan Nasional”.

Ir. Soekarno adalah presiden Indonesia yang menetapkan 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional (pada 1948). Sengaja dipilih 20 Mei, bertepatan dengan tanggal lahirnya organisasi Boedi Oetomo, sebagai kebangkitan nasionalisme di tanah air.  Ini muncul tak lepas dari kondisi kebatinan bangsa Indonesia.

Kebangkitan nasional dimulai dengan berdirinya Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908 dimana ditandai dengan bangkitnya rasa dan semangat persatuan, kesatuan, dan nasionalisme, serta kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia, yang tidak pernah muncul selama penjajahan berkuasa dan bumi pertiwi ini dikuasai oleh Belanda dan Jepang.

Organisasi Boedi Oetomo didirikan oleh Dr. Sutomo dan para mahasiswa STOVIA (School tot Opleiding van Indische Artsen), yaitu Goenawan Mangoenkoesoemo dan Soeraji, serta digagas oleh Dr. Wahidin Sudirohusodo. Pada awalnya Boedi Oetomo bukan organisasi politik, tetapi lebih kepada organisasi yang bersifat sosial, ekonomi, dan kebudayaan.

Namun seiring waktu, Boedi Oetomo kemudian menjadi cikal bakal gerakan yang bertujuan untuk kemerdekaan Indonesia. Terbukti setelah Boedi Oetomo didirikan pada tahun 1908, berturut-turut berdiri organisasi-organisasi besar seperti Indische Partij , Partai Politik pertama di Indonesia pada tahun 1912,  Sarekat Dagang Islam, Muhammadiyyah, dan dan Asuransi Jiwa Bersama Boemi Poetra pada tahun yang sama.

Karena dianggap sebagai organisasi yang menjadi pelopor bagi organisasi kebangsaan lainnya, maka tanggal didirikannya Boedi Oetomo, 20 Mei, ditetapkan sebagai Hari Kebangkitan Nasional.

Ketika itu, terjadi perpecahan antar golongan dan ideologi, terjadi ketegangan di kabinet dan kalangan TNI. Sementara Indonesia juga berada pada kondisi masa revolusi mempertahankan diri dari Belanda yang tak ingin melepaskan Indonesia sebagai negara jajahannya. Kala itu pasukan Siliwangi dari Jawa Barat terpaksa hijrah ke Solo, karena menuruti perjanjian Renville dan Belanda menguasai kembali Jawa Barat.

Itulah sebab, secara singkat, Bung Karno menetapkan hari lahirnya Boedi Oetomo 20 Mei 1908 sebagai Harkitnas. Harapannya, jika sebelumnya sempat terjadi ketegangan, maka momen ini menjadi peristiwa penting untuk menyatukan kekuatan untuk melawan Belanda kala itu. Semangat perlawanan terhadap sewenang-wenang, mencegah perpecahan, dan menjunjung persatuan ini kemudian menular di hati masyarakat Indonesia secara keseluruhan.

Organisasi Boedi Oetomo didirikan oleh Dr. Soetomo dan para mahasiswa Stovia jangkauannya, serta terbatas pada kelas menengah, seperti cendekiawan, priyayi ningrat dan priyayi profesional. Mereka berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Belanda, karena latar belakang pendidikan yang diperoleh dari penjajah.

Akhirnya, saatnya kita bangkit. Bangkit dari hidup malas, menjadi rajin. Bangkit dari negara berkembang, menjadi negara maju. Dan bangkit dari hal-hal buruk lainnya kepada hal-hal positif. Sudahkah kita memaknai Harkitnas 2018? Berbuat banyak untuk negeri. Selamat Harkitnas 20 Mei 2018.

Salam Semangat NKRI  !
Share:

ANAK PUNK KEROYOK SUPIR TRUK HINGGA BABAK BELUR, DI GELANDANG POLISI POLSEK RANDUBLATUNG

Anak Punk Yang Berhasil Diringkus Jajaran Polsek Randublatung
Pelaku Pengeroyokan Supir Truk

Blora,- Sutejo (47th) warga Desa Sumberejo Kecamatan Randublatung Blora supir truk babak belur diduga telah dikeroyok segerombolan anak punk yang sedang mabuk di pinggir jalan, lalu mencegat truk korban yang melewati di Jalan Randublatung-Doplang KM-1 (07/05/2018).

Kepala Kepolisian Sektor (Polsek) Randublatung AKP Supriyo mengatakan bahwa jajarannya dengan sigap langsung menindaklanjuti kejadian tersebut, dan berhasil mengamankan 6 orang anak punk, sedangkan yang lainya berhasil melarikan diri. Sedangakn korban di bawa ke puskesmas terdekat untuk diberikan perawatan lukanya.

"Kami bersama warga berhasil mengamankan 6 orang diduga pelaku penganiayan supir truk, sedangkan yang lainya berhasil melarikan diri dan masih dalam proses pengejaran," Jelas AKP Supriyo.

Peristiwa ini terjadi terjadi pada minggu malam 06 Mei   lalu, kronologi nya kata AKP Supriyo berawal saat para anak punk menghadang laju truk yang dikemudikan Sutejo, di jalur Randublatung-Doplang.

Salah satu dari anak punk menghampiri sopir truk meminta agar diberi tumpangan. Namun, salah seorang anak punk lain tiba-tiba menggedor-gedor bak Truk milik korban dalam kondisi mabuk, kemudian Sutejo mencoba memberitahu kalau mau numpang tidak usah gedor pintu.

Namun ada yang tidak terima karena pengaruh miras salah seorang anak punk langsung membuka pintu Truk kemudian langsung menganiaya sopir truk bersama rekan-rekannya, lanjut Kapolsek Randublatung.

Tak kuasa dikeroyok segrombolan anak punk korban berteriak meminta tolong, beruntung warga datang membantunya. Korban mengalami luka robek kepala, serta memar-memar di bagian wajah dan badannya.

“Warga langsung membawa korban ke Puskesmas. warga juga membantu Polisi dalam menangkap belasan anak punk yang melakukan penganiayan tersebut,” tandas AKP Supriyo.

Setelah dilakukan pemeriksaan pelaku berjumlah 6 orang, 3 diantaranya sudah diamankan dan 3 lainnya masih dalam lidik. Polsek Randublatung juga mengamankan barang bukti berupa rentengan selongsong peluru beserta rantainya.
"Tiga diantaranya sudah jadi tersangka dan yang lain masih diamankan untuk proses pemeriksaan lebih lanjut. Sedangkan korban penganiayaan masih dirawat di Puskesmas Randublatung,” pungkas Kapolsek Randublatung. (Heripur)
Share:

32 ANAK IKUTI KHITANAN MASSAL DI PONPES KHOZINATUL ULUM

Khitanan Massal Di Ponpes Khozinatul Ulum
Denkes 04.04.03 Salatiga

Blora,- Denkes 04.04.03 Salatiga bekerja sama dengan Djarum Foundation telah melaksanakan bhakti sosial dalam rangka kataman Al Quran Juz Amma oleh para santri di pondok pesantren khozinatul ulum Pondok Pesantren Khozinatul Ulum Kaliwangan Kabupaten Blora. (05/05/2018)

Komandan Denkes 04.04.03 Salatiga Letkol CKM Bambang dalam sambutannya mengatakan bahwa semoga kegiatan khitanan massal ini bisa membantu dan bermanfaat bagi masyarakat serta para santri yang ada di Pondok Pesantren (Ponpes) Khozinatul Ulum dan sekitarnya.

Harapnya, dengan khitanan massal ini bisa terselenggara  dengan baik tanpa ada satupun hambatan dan acara ini merupakan rangkaian dari Haul Mayayikh Pondok Pesantren Khozinatul Ulum.

“Semoga kegiatan khitanan massal kerja sama dengan Ponpes Khozinatul Ulum ini bisa membantu dan bermanfaat bagi masyarakat serta para santri,” jelas Letkol CKM Bambang.

Pihak Ponpes Khozinatul Ulum pun mengapresiasi kegiatan ini. KH. Muharror Ali  mengatakan rasa terima kasihnya pada Denkes Salatiga.

"Yang jelas sangat bersyukur terimaksih sekali karena perhatian dari Denkes Salatiga ini luar biasa, Sunat sendiri ini kan di samping memenuhi syariat agama Islam juga untuk kesehatan," katanya.

Peserta khitanan massal diutamakan untuk anak berusia 5 hingga 12 tahun. Pada acara tersebut, peserta juga diberi baju kok, peci, dan sarung, uang saku, serta tiket rekreasi.

Hadir menyaksikan acara tersebut, Letkol Ckm Bambang dari Denkes 04.04.03 Salatiga, Pimpinan Pondok Pesantren Khozinatul Ulum KH. Muharror Ali, Tim medis dari Denkes Salatiga sebanyak 35 orang, Tim medis DKT Blora sebanyak 20 orang dan Tim medis Dinkes Kabupaten Blora sebanyak 2 orang.

Perlu diketahui bahwa sebanyak 21 anak peserta yang dikhitan dari binaan babinsa jajaran Kodim 0721/Blora, 11 anak peserta yang dikhitan dari Pondok Pesantren Khozinatul Ulum Kaliwangan. (JW/Red)
Share:

PPK SAMBONG SOSIALISASI PILGUB LEWAT PENTAS SENI BARONG

Komisioner KPU Blora Achmad Husain
Memberikan Penjelasan Pemilihan Gubernur Dan
Wakil Gubernur Jateng Di Sambong

Blora,- Bertempat di balai Desa Gadu Kecamatan Sambong Kabupaten Blora Sabtu 05 Mei 2018 pukul 13.30 hingga 15.00 WIB telah di laksanakan pentas seni barongan dalam rangka sosialisasi Pemilihan Gubernur Dan Wakil Gubernur Jateng oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Sambong kepada masyarakat Desa Gadu yang di tonton sekitar 100 orang lebih.

Ketua PPK sambong Karijan menjelaskan bahwa sebentar lagi Jawa Tengah (Jateng)  akan mempunyai hajat akan dilaksanakannya pilkada,

“Mari kita sebagai warga negara ikut menyukseskan pilkada 2018 ini,” tegas Karijan. 

Lanjut Ketua PPK, Suara bapak ibu Warga Kecamatan Sambong bisa menentukan kelanjutan pembangunan Jawa Tengah lima tahun kedepan. 

Karijan mohon dan mengajak warga yang hadir untuk mengajak saudara dan tetangga untuk memilih dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur pada 27 Juni 2018.

Kepala Desa Gadu mengucapkan terima kasih PPK sudah kreatif untuk menarik minat masyarakat dalam sosialisasi sehingga banyak masyarakat yang hadir untuk menonton pentas seni barong.

“Sosialisasi Pilgub Dikemas dengan pentas seni barong ini, dapat menarik minat masyarakat untuk dating ke TPS,” tandas Kepala Desa Gadu.

Katanya, Agar masyarakat bisa ikut pemilihan gubernur dan wakil gubernur agar bisa menentukan kelangsungan jateng selama 5 tahun. Maka pilihlah yang terbaik dari 2 paslon gubernur kedepan mulai sekarang mulai berpikir untuk mencari yang terbaik dari 2 pasangan calon tersebut. 

“Bagi masyarakat yang udah terdaftar di DPT agar menyempatkan diri untuk memberikan suaranya ke TPS terdekat,” imbuhnya.

Sementara itu,  Komisioner KPU Blora Achmad Husain ST mengatakan bahwa dalam waktu singkat hari Rabu 27 Juni 2018 bagi yang sudah masuk DPT mari kita menyukseskan pilkada pemilihan gubernur dan wakil gubernur.

Pada Rabu Pon, Warga Dalam memilih dengan membawa C 6 dan KTP elektronik sebagai syarat untuk bisa melaksanakan pencoblosan di dalam pilkada 2018.

“Dalam pilkada ini ada 2 paslon, jadi pilih salah satu jangan pilih dua duanya,” ucap Husain.

Disamping itu, Menurut Husain Warga harus berani tolak berita hoax dalam pilkada ini pasti banyak di sebarkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dan tolak SARA dalam memilih paslon jangan mengikutkan SARA sebagai dasar pemilihan pilkada ini selanjutnya jangan GOLPUT suara bapak ibu sangat mempengaruhi keberlangsungan pemerintahan di Provinsi Jawa Tengah.

“Ini yang paling berat tolak politik uang karena politik uang bisa menjadi akar atau cikal bakal korupsi,” pungkas Komisioner KPU Blora Achmad Husain.

Selama kegiatan pentas seni dalam rangka sosialisasi Pemilihan Gubernur Dan Wakil Gubernur Jateng yang di laksanakan oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Sambong meriah dan rame.

Hadir Menonton Kegiatan Pentas Seni Tersebut, Achmad Husein Komisioner KPU Kab. Blora. Sofii Ketua PPS Sambong Beserta Anggota. Suyatno Ketua Panwas Kecamatan Sambong Beserta Anggota. Karijan Ketua PPK Kecamatan Sambong Beserta Anggota. Kepala Desa Gadu, Bhabinkamtibmas Polsek Sambong Serta Babinsa Koramil Sambong. (JW/Red)
Share:

GERNASBAKU AJAK ORTU PERHATIKAN ANAKNYA

Anak Butuh Perhatian Orang Tua
Salah Satu Cara Orang Tua Membacakan Buku Dan
Bercerita Kepada Anak-Anaknya Ada Perhatian

Blora,- Gerakan Nasional Orang Tua Baca Buku (Gernasbaku) Di Lounching Pemerintah Secara Nasional Hari Ini 05 Mei 2018, Dengan Tujuan Untuk Mendekatkan Orang Tua (Ortu) Terhadap Anaknya Di Rumah, Karena Banyak Sekali Orang Tua Yang Asyik Bermain Sendiri Dengan Gadget, Handphone Di Medsos Hingga Lupa Ada Anaknya Yang Butuh Perhatian.

Pemerintah Telah Menetapkan 05 Mei 2018 Secara Nasional Sebagai Hari Gerakan Nasional Orang Tua Membaca Buku Guna Mendekatkan Orang Tua Kepada Anaknya Masing-Masing Karena Banyak Sekali Anak Yang Kurang Diperhatian Oleh Orang Tuanya, Disebabkan Orang Tuanya Sibuk Dengan Gatget / Handphone Asyik Bermain  Medsos, Facebook, Hingga Lupa Dengan Anaknya.

Di Salah Satu Taman Kanak-Kanak (TK) Di Blora Yakni TK Negeri Pembina Blora Dalam Rangka Genasbaku Mengajak Orang Tua Bercerita Dengan Membacakan Sebuah Buku Cerita Anak-Anak, Agar Anak-Anak Memperoleh Pengetahuan Dengan Membaca Dan Agar Kegiatan Ini Bisa Dilanjutkan Di Rumah Masing-Masing.

Hal Semacam Ini Sudah Jarang Ditemui Karena Adanya Pengaruh Perkembangan  Jaman, Sehingga Orang Tua Banyak Lebih Memilih HP Untuk Bermedsos Facebook Dibandingkan Dengan Memperhatikan Anaknya.

Kepala Sekolah TK Negeri Pembina Triyana Yuliani Mengatakan Gernasbaku Ini Sangat Bagus Untuk Mendekatkan Orangtua Kepada Anaknya Dan Hari ini TK Pembina Mencoba Membagkitkan Lagi Kepada Orangtua Agar Lebih Dekat Lagi Dengan Anaknya Dimulai Dari Usia Dini.

“Dengan Kegiatan  Bersama-Sama Membaca Buku Cerita Disekolah, Kegiatan Ini Bisa Mendorong Orang Tua Untuk Melakukan Hal Serupa Dirumah,” Ucap Triyana Yuliani.

Sementara itu, Ketua Parenting TK Negeri Blora Nadir Janah Bahwa Perwakilan Orang Tua Murid Yang Memperagakan Bagaimana Bercerirta Kepada Anaknya Dan Kedekatnya Kepada Anaknya Berpesan Kepada Orangtua Agar Mengurangi Bermain Medsos Di Handphone.

“Perhatian Terhadap Anak Di Rumah Sangatlah Penting, Ayo Gunakan Medsos Untuk Mengekplor Anak Jangan Untuk Kepentingtan Sendiri,” tegas Nadir Janah. (Heripur)
Share:

POLRES BLORA AJARI RATUSAN SISWA SMA BERMEDSOS YANG BIJAK

Iptu Tejo Utomo Bersama Siswa/Siswi SMA N1 Tunjungan,
Binluh di Mushola Sekolah 

Blora,- Kemajuan tekhnologi yang berkembang pesat saat ini sudah merambah hingga ke pelosok Desa di wilayah Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Hingga pemahaman-pemahaman hukum yang menyangkut di dalamnya juga harus disosialisasikan demi terjaganya kamtibmas dalam berdunia maya di internet.

Kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (Binluh) disampaikan oleh Kaur Bin Ops Sat Binmas Polres Blora Iptu Tejo bersama 3 anggotanya Aiptu Ghozali, Aiptu Murdiman dan Bripka Moh. Toha.

Kegiatan berlangsung mulai pukul 09.00 WIB yang diikuti oleh sejumlah 118 siswa / pelajar kelas 10 SMA Negeri 1 Tunjungan, Blora di Mushola sekolah setempat. Jumat (04/05/2018).

Kegiatan dibuka dengan pengenalan terhadap bahaya penyalahgunaan Narkoba dan cara menyikapi pemberitaan yang tidak benar atau berita hoax atau berita bohong yang dapat menimbulkan stigma negative dan provokatif.

Selain itu Iptu Tejo Utomo juga mengingatkan kepada siswa-siswi SMAN 1 Tunjungan tentang bermedia sosial yang bijak dan santun terkait penerapan UU ITE.

Menurutnya bahwa sekarang ini sudah jamannya media elektronik yang sangat canggih yang dapat diakses dimanapun, kapanpun dan dimana saja dengan sangat mudah, sehingga berita apapun akan mudah tersebar melalui media sosial.

“Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik adalah ketentuan yang berlaku untuk setiap orang yang melakukan perbuatan hukum sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini, baik yang berada di wilayah hukum Indonesia maupun di luar wilayah hukum Indonesia, yang memiliki akibat hukum di wilayah hukum Indonesia dan/atau di luar wilayah hukum Indonesia dan merugikan kepentingan Indonesia,” jelas Iptu Tejo.

Disampaikan olehnya, bahwa penggunaan media sosial harus arif dan bijaksana  karena apabila dalam penggunaan yang tidak baik bisa di pidanakan sesuai dengan kapasitas tindakan sesuai UU ITE.

“Saya berharap kepada para remaja kususnya, agar berhati-hati dalam menggunakan media sosial (Medsos). Karena media sosial disamping bermanfaat untuk menambah teman juga pengetahuan, namun bisa berdampak negatif bila disalah gunakan,” pungkasnya. (JW/Red)
Share:

VIDEO VIRAL OKNUM POLISI TAMPAR WANITA DIKLARIFIKASI KAPOLRES BLORA


Jumpa Pers Kapolres Blora Bersama Kasat Reskrim
Polres Blora Usai Klarifikasi Video Viral
Blora,-  Kapolres Blora AKBP Saptono S.I.K.,M.H Rabu (02/04/2018) pagi mengklarifikasi beredarnya video viral di Media Sosial dan Media Online Oknum Polisi yang melakukan pemukulan terhadap seorang wanita.

Kapolres menyampaikan bahwa informasi tersebut adalah benar terjadi di wilayah Kepolisian Sektor (Polsek) Bogorejo tepatnya di Desa Gayam, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora pada saat acara hiburan Sedekah Bumi (Gasdeso=jawa), Selasa (01/04/2018) lalu.

Sebelumnya, pemukulan korban atas nama SUL yang dilakukan oleh Bripka RIY anggota Polsek Bogorejo Polres Blora yang merupakan paman korban, dilakukan lantaran SUL mengalami gangguan jiwa dan sering membuat khawatir keluarga dan meresahkan masyarakat akibat ulah perbuatannya.

“Kita tidak bisa menghadirkan yang bersangkutan karena tidak berada dirumah. Kita hadirkan langsung keluarganya untuk mengklarifikasi kejadian yang sebenarnya terjadi dan kondisi sebenarnya Sodari SUL,” jelas Kapolres Blora.

SUL bernama Rukiyah bersama dua kakak perempuannya bernama Maryati (42th) dan Munari (38th) mengatakan bahwa memang benar adik kandungnya selama kurang lebih setahun terakhir ini mengalami gangguan jiwa dan sering marah-marah dirumah dikarenakan beban masalah ekonomi ditambah telah bercerai dengan suaminya.

Ditambahkan Maryati kakak kandung SUL bahwa jika sedang marah ibu kandungnya selalu diancam mau dibunuh, rumahnya mau dibakar dan bahkan anak kandungnya yang masih kecil mau dibunuh juga.

Lanjut Maryati, Sampai-sampai warga sekitar jika melintas bertemu dengan SUL yang sedang kumat takut dilempari batu. Sehingga pihak keluarga meminta kepada Bripka RIY yang notabennya masih Paman korban SUL untuk membinanya.

“Keluarga sudah tidak kuat lagi mengurusnya pak, saya sendiri dirumah takut. maka dari itu saya minta kepada Pak RIY (Paman) untuk mengawasi dan mengendalikan SUL agar tidak berbuat onar yang dapat menganggu masyarakat,” ucap Maryati.

Keluarga SUL tidak mempermasalahkan tindakan yang dilakuakan Bripka RIY yang dalam hal ini masih kerabat atau disebut paman, adik dari Ibu kandung SUL yang nomor 8 dari 9 bersaudara.

“Karena dalam kesehariannya SUL memang susah dikendalikan bahkan sering menantang dengan kata-kata kotornya,” tambah Maryati.

Pihak keluarga sangat berterimakasih kepada Bripka RIY telah bertindak tegas walau dengan keponakannya sendiri SUL, karena diketahui setiap ada hiburan selalu berbuat onar dengan naik panggung setiap ada pentas hiburan.

Keluarga merasa malu dengan kelakuan SUL yang sering berbuat onar bahkan berkata-kata tidak pantas di depan umum. SUL memang susah dikendalikan pak, ditambah pada saat itu dirinya mabuk minuman keras.

“Sudah saya tegur namun saya mau dilempar botol. Terus naik ke atas panggung dan minta menyanyi, berhubung Pak RIY (Paman) yang ada bertugas disitu, kemudian saya minta tolong paman agar disuruh turun namun tidak mau malah mencaci maki,” tambahnya.

Sementara itu, paman SUL yakni Bripka RIY mengungkapkan penyesalan dan meminta maaf atas kejadian tersebut, dirinya benar-benar lepas kendali karena SUL sudah diperingatkan namun tidak mau pulang ditambah mencaci maki dirinya di depan orang banyak dengan kata-kata tidak pantas.

“Saya merasa malu dengan perilaku keponakan yang sering berbuat onar dan susah dikendalikan,” tandas Bripka RIY.

Anggota Polsek Bogorejo itu, menyesal dan minta maaf atas kekhilafannya dan kesalahan saya ini.

“Saya menyesal dan minta maaf, kami sangat malu dengan perilaku keponakan saya dan tanpa disadari menamparnya sekali. Itu pun tidak keras, dirinya hanya pura-pura pingsan karena dalam kondisi mabuk. Kemudian saya gendong dan saya antarkan pulang ke rumah. Atas kejadian ini saya siap menerima hukuman Kode Etik dan sanksi Disiplin Polri,” pungkasnya. (Heripur/Red)
Share:

Hot News

TMMD Sengkuyung Tahap IV Kodim 0721/Blora Dimulai, Infrastruktur Desa Jadi Sasaran Utama

𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 ( SEPUTARBLORA.MY.ID ) —  Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap IV Tahun Anggaran 2026 yang d...

Piblic Service

Piblic Service
Instagram

Blog Archive

Social Media

Technology

Next More »

Labels

Community

Next More »