Kejar Target Penurunan Kemiskinan, Wabup Blora Minta Camat dan Kades Turun Langsung Ke Warga


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) —  Ditengah tren penurunan angka kemiskinan dalam beberapa tahun terakhir, Pemerintah Kabupaten Blora masih menghadapi pekerjaan besar. Angka kemiskinan daerah ini tercatat 10,58 persen pada 2025 dan ditargetkan turun lagi pada 2026. Namun, di balik statistik tersebut, masih banyak warga yang hidup dalam keterbatasan dan membutuhkan penanganan langsung dari pemerintah.

Karena itu, Wakil Bupati Blora Sri Setyorini meminta seluruh camat, kepala desa, lurah, hingga perangkat wilayah tidak hanya mengandalkan laporan administratif, tetapi turun langsung menemui warga miskin untuk memastikan bantuan dan program pemerintah benar-benar menyentuh mereka yang paling membutuhkan.

"Kalau kita turun ke desa-desa, faktanya masyarakat miskin masih banyak. Ada yang benar-benar membutuhkan perhatian dan penanganan. Karena itu, kita tidak boleh hanya melihat data, tetapi harus melihat kondisi riil di lapangan," ujar Sri Setyorini saat memimpin Rapat Koordinasi Penguatan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Kecamatan (TKPKK) di Ruang Pertemuan Sekretariat Daerah Kabupaten Blora, Senin (5/10/2026).

Rapat tersebut dihadiri jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), para camat, serta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Blora.

Budhe Rini sapaan akrab Wakil Bupati Blora Sri Setyorini menjelaskan, berdasarkan target pembangunan daerah, angka kemiskinan Kabupaten Blora pada 2026 ditargetkan turun sekitar 0,11 hingga 0,71 persen dari capaian tahun sebelumnya yang berada di angka 10,58 persen. Dengan demikian, angka kemiskinan diharapkan dapat ditekan hingga mendekati 10,47 persen atau bahkan lebih rendah.

Menurut Budhe Rini, target tersebut hanya dapat dicapai apabila seluruh elemen pemerintah bergerak bersama hingga tingkat paling bawah. Peran Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan di tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan menjadi sangat penting untuk memastikan tidak ada warga miskin yang luput dari perhatian.

"Kalau ada keluarga yang membutuhkan bantuan, jangan menunggu. Segera laporkan dan carikan solusi bersama. Bisa melalui OPD, Baznas, pemerintah desa, atau pihak lain yang memiliki program bantuan," katanya.

Budhe Rini menilai salah satu tantangan utama penanggulangan kemiskinan di Blora adalah laju penurunannya yang masih relatif lambat. Karena itu, pendekatan yang dilakukan tidak cukup hanya melalui bantuan sosial, tetapi harus disertai program pemberdayaan yang mampu menciptakan sumber penghasilan bagi masyarakat.

Ia mencontohkan bantuan produktif berupa ayam petelur yang dinilai lebih berkelanjutan dibanding bantuan konsumtif. Dengan jumlah ternak yang memadai serta dukungan kandang dan pakan, bantuan tersebut dapat menjadi sumber pendapatan keluarga.

"Jangan hanya memberi bantuan untuk dimakan hari ini. Yang harus kita pikirkan adalah bagaimana masyarakat bisa memperoleh penghasilan dan hidup lebih mandiri," ujarnya.

Selain aspek ekonomi, Budhe Rini menegaskan bahwa kemiskinan harus dipandang sebagai persoalan multidimensi yang berkaitan dengan kesehatan, pendidikan, perumahan, dan pemenuhan kebutuhan dasar. Karena itu, intervensi pemerintah harus dilakukan secara terintegrasi dan berkelanjutan.

Dalam rapat tersebut, ia juga meminta seluruh kecamatan memperkuat pendataan keluarga miskin dan kelompok rentan. Data yang akurat dinilai menjadi fondasi utama dalam menentukan bentuk bantuan maupun program pemberdayaan yang tepat sasaran.

Menurutnya, keberhasilan menurunkan kemiskinan tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi juga oleh ketepatan sasaran program dan kuatnya kolaborasi antarinstansi.

"Jangan sampai ada keluarga yang sangat membutuhkan tetapi tidak terdata. Kita harus hadir, melihat langsung, dan memastikan mereka mendapatkan penanganan yang tepat. Penanggulangan kemiskinan adalah tugas kita bersama," tegasnya. (Humas/Redaksi)
Share:

63 Prajurit Kodim 0721/Blora Naik Pangkat, Dandim: Tingkatkan Profesionalisme dan Tanggung Jawab


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SEPUTARBLORA.MY.ID) —  Sebanyak 63 prajurit Kodim 0721/Blora menerima kenaikan pangkat periode 1 Oktober 2026. Pelantikan kenaikan pangkat Bintara dan Tamtama tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Kodim (Dandim) 0721/Blora Letkol Kav Yudhi Agus Setiyanto, S.Sos., di Aula Makodim 0721/Blora, Jalan Pemuda Nomor 44, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Kamis (1/10/2026).

Dalam amanatnya, Dandim 0721/Blora menyampaikan bahwa kenaikan pangkat merupakan bentuk penghargaan dari negara sekaligus karunia Tuhan Yang Maha Esa atas dedikasi dan keberhasilan prajurit dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab selama ini.

“Kenaikan pangkat merupakan suatu penghargaan dari negara dan karunia Tuhan Yang Maha Esa yang patut kita syukuri. Selamat kepada para anggota yang naik pangkat. Semoga kenaikan pangkat ini membawa hikmah dan semakin mendorong peningkatan kinerja, rasa tanggung jawab, serta semangat dalam melaksanakan tugas dan kewajiban masing-masing,” ujar Dandim.

Menurutnya, kenaikan pangkat merupakan hak setiap prajurit yang diperoleh melalui proses dan persyaratan yang telah ditentukan. Namun demikian, kenaikan pangkat bukanlah sesuatu yang datang dengan sendirinya, melainkan merupakan hasil dari dedikasi, pengabdian, serta pelaksanaan tugas yang dilandasi tanggung jawab.

“Karena itu, kenaikan pangkat hendaknya diiringi dengan kesiapan diri dan kematangan pribadi untuk memikul tugas dan tanggung jawab yang lebih besar serta mampu bersikap semakin dewasa dalam setiap pelaksanaan tugas,” tegasnya.

Lebih lanjut, Dandim menyampaikan ucapan selamat kepada Peltu (K) Yuli Retno Subiandini beserta 62 prajurit lainnya yang memperoleh kenaikan pangkat periode 1 Oktober 2026.

“Atas nama komando, saya mengucapkan selamat atas kenaikan pangkat periode 1 Oktober 2026. Jadikan kenaikan pangkat ini sebagai motivasi untuk meningkatkan profesionalisme, disiplin, kinerja, dan tanggung jawab dalam melaksanakan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara,” pungkasnya.

Upacara Korps Raport kenaikan pangkat tersebut menjadi momentum penting bagi para prajurit untuk meningkatkan semangat pengabdian dan kualitas pelaksanaan tugas, sejalan dengan tuntutan profesionalisme prajurit dalam mendukung pelaksanaan tugas pokok satuan. (Pendim/Redaksi)


Share:

Hot News

Kejar Target Penurunan Kemiskinan, Wabup Blora Minta Camat dan Kades Turun Langsung Ke Warga

𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 ( SEPUTARBLORA.MY.ID ) —   Ditengah tren penurunan angka kemiskinan dalam beberapa tahun terakhir, Pemerintah Kabupat...

Piblic Service

Piblic Service
Instagram

Blog Archive

Social Media

Technology

Next More »

Labels

Community

Next More »