SEMEN GRESIK BANTU KORBAN KEBAKARAN 100 JUTA RUPIAH

Kepala Unit Komunikasi dan Bina Lingkungan PT Semen Gresik Syaichul Amin menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Bupati Rembang H Abdul Hafidz. Bantuan dengan nilai total Rp100 juta itu selanjutnya diserahkan kepada 13 korban kebakaran di lima kecamatan yang ada di Kabupaten Rembang
Semarang,- PT Semen Gresik menyerahkan bantuan sebesar 100 Juta Rupiah untuk belasan keluarga korban kebakaran dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, Rabu (11/09/2019) di Rumah Dinas Bupati Rembang.

Penyerahan bantuan dari perusahaan persemenan terkemuka untuk 13 keluarga yang tersebar di lima kecamatan ini dihadiri oleh Bupati Rembang H Abdul Hafidz, dan instansi terkait lainnya.

Korban kebakaran yang mendapat bantuan Semen Gresik yakni Salimun, Suparno, Ahmad Hamami dan Ngalima (Kecamatan Sarang); Suwono, Sukawi, Reso, Remiatun dan Kaspri (Kecamatan Bulu); Rukin dan Supardi (Kecamatan Sumber); Syaifudin (Kecamatan Rembang); dan Wasinah (Kecamatan Sulang).

Nominal bantuan untuk para korban kebakaran ini beragam. Namun mayoritas mendapat bantuan 10 juta Rupiah.

Kepala Unit Komunikasi dan Bina Lingkungan PT Semen Gresik Syaichul Amin mengatakan bantuan untuk korban kebakaran ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan terkait musibah yang dialami warga Rembang.

Baik yang berlokasi sekitar perusahaan maupun desa atau kecamatan lainnya. Pihaknya berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban dan sekaligus menumbuhkan harapan baru bagi para korban kebakaran.

"Semen Gresik berkomitmen tumbuh, berkembang serta berkontribusi positif untuk masyarakat dan pemerintah daerah. Bantuan untuk korban kebakaran ini bagian dari komitmen itu," kata Syaichul Amin, Rabu (11/09/2019).

Selain bantuan berupa uang tunai, Semen Gresik pernah membantu korban kebakaran dengan cara membangunkan kembali rumah yang terbakar. Bantuan itu seperti yang diterima oleh Mbah Lasmi (70th), warga Desa Sridadi Kecamatan Rembang.

Rumah Mbah Lasmi dibangun dengan bata interlock yang merupakan material building produk turunan Semen Indonesia Grup.

Bupati Rembang H Abdul Hafidz mengatakan peristiwa kebakaran berpotensi bisa menambah angka kemiskinan. Oleh karena itu, pihaknya bergerak cepat merespon persoalan ini. Selain bantuan dari pemkab, pihaknya juga menggandeng PT Semen Gresik agar ikut mengatasi masalah tersebut.

"Tren kemiskinan di Rembang cenderung terus turun. Tapi jika peristiwa kebakaran ini tidak cepat ditanggapi maka angka kemiskinan bisa naik," ujarnya.

Salah seorang korban kebakaran, Salimun (58th), warga Desa Babak Tulung Kecamatan Sarang, Rembang bersyukur atas bantuan dari PT Semen Gresik. Bantuan ini akan digunakan untuk membangun kembali rumahnya yang ludes terbakar Juni lalu.

"Usai kebakaran saya selama beberapa bulan tinggal di rumah saudara. Ini sudah mulai saya bangun lagi. Bantuan dari Semen Gresik ini sangat bermanfaat sehingga rumah baru itu lebih layak ditempati," tandas Salimun. (HR/RED)
Share:

PG BLORA MASIH TETAP, GILING SAMPAI TEBU PETANI BLORA HABIS

Tebu rakyat milik petani Blora dan daerah sekitarnya
Blora,– Pabrik Gula (PG) Blora dibawah bendera PT GMM, akan segera tutup giling. Hanya saja, sampai saat ini jadwal akhir produksi belum diputuskan pihak menajemen, karena masih ada tebu rakyat di lahan-lahan petani.

Dijelaskan Direktur Operasional (Dirops) PT Gendhis Multi Manis (PT GMM), Ihsan, Selasa (10/09/2019), tebu yang masuk ke PG milik Bulog di Desa Tinapan, Kecamatan Todanan, Blora, memang masih lancar.

PG juga masih aktif giling tebu rakyat, namun lahan tebu petani di wilayah Kabupaten Blora mulai menipis, setelah sejak 01 Mei 2019 setiap harinya masuk PG untuk digiling.

“Sejumlah PG di Jateng memang sudah tutup giling, tapi kami masih aktif giling tebu rakyat,” ucap Ihsan didampingi General Manager (GM) PT GMM Bambang Subekti, Adiyta dan pejabat PT GMM lainnya.

Dirops PT GMM menambahkan, pihaknya belum menjadwalkan kapan PG bakal tutup giling untuk musim giling 2019, karena sampai saat ini lahan tebu petani Blora masih bertebaran di beberapa lokasi.

Lancar

Artinya, lanjut Ihsan, jika tebu petani Blora pada musim giling 2019 ini masih belum semunya ditebang, PG akan tetap menerima untuk digiling. Maka PT GMM belum putuskan kapan tutup giling.

“Jika tebu petani belum habis, PG PT GMM akan tetep buka giling, kasihan petani jika nanti tebunya sampai mangkrak dan kering,” tandas Ihsan.

Sementara itu data produksi sejak giling perdana 01 Mei 2019, PPG Milik PT GMM di Blora, telah menggiling (memproduksi) tebu rakyat sebanyak 43.791 truk.

Untuk produksi gula putih bersih, produksi PG pelat merah itu, sudah mencapai 29.118,98 ton, dan jumlah itu akan terus bertambah, karena PG berlokasi di lahan eks Bumi Perkemahan (Pramuka) Cadika Pancasona masih beroperasi.

“Alhamdulillah, giling lancar, dan rendemen tebu masih tergolong bagus,” tambah Direktur Operasional (Dirops) PT GMM Bulog, Ihsan, Selasa (23/07/2019).

Menurutnya, fasilitas PG berkonsep sugar green industry memiliki kemampuan giling sampai 6.000 Tcd (6.000 ton) tebu perharinya, namun saat ini direalisasi sekitar 4.300 ton tebu perharinya.

Diakuinya, rendeman yang dihasilkan tahun ini pada angka 8,85 atau dibawah   musim giling 2018 dengan rendemen 9,15 persen, sebagai rendemen tebu tertinggi dan terbaik di Indonesia.

“Rendeman musim giling 2019 menurun sedikit pada angka 8,85 persen, ini karena ada cuaca anomali yang berpengaruh pada kualitas tebu rakyat,” jelas Ihsan.

Meski demikian, manajemen PT GMM memberi apresasi positif pada petani tebu Blora, dan daerah sekitarnya yang kini sudah semakin profesional dengan program tebu fotlot (tebu bersih).

Juga untuk produksinya, PG pelat merah itu tetap menjaga agar kualitas gula tetap putih dan bersih, antara lain dilakukan dengan program cleaning service terencana.  (SANDY/RED)
Share:

SATLANTAS POLRES BLORA BERKERJA SAMA DENGAN KELURAHAN KEDUNGJENAR BANGUN TAMAN LALU LINTAS

Satlantas Blora Membangun Taman Lalu Lintas
Di Kelurahan Kedungjenar

Blora,- Satuan Lalu Lintas Polres Blora Polda Jateng bekerja sama dengan Kelurahan Kedungjenar akan membangun taman lalu lintas, taman dengan luas 30 x 15 meter tersebut akan di bangun di Kelurahan Kedungjenar Kecamatan Blora, tepatnya di RT 03 RW 01 Kelurahan Kedungjenar.

Kasat Lantas Polres Blora AKP Edy Sutrisno,SH,MH melalui Kanit Dikyasa Ipda Panca Driyanto mengungkapkan bahwa, maksud dan tujuan dari Pembangunan Taman lalu lintas ini adalah untuk memberikan edukasi sejak dini kepada masyarakat Blora tentang arti pentingnya tertib berlalu lintas.

"Kami ingin memberi edukasi sejak dini, guna menumbuhkan kesadaran tertib berlalu lintas, Jika mulai dari usia anak anak sudah kita kenalkan, dan tanamkan tertib di jalan, Insha Allah saat dewasa, akan menjadi warga yang tertib aturan," Ucap Kanit Dikyasa. Senin, (09/09/2019) saat meninjau pembangunan Taman di Kedungjenar.

Kanit dikyasa membeberkan bahwa di tanah seluas 30x15 meter tersebut itu, nantinya akan dibangun sarana bermain serta dilengkapi dengan sarana edukasi tertib lalu lintas, Seperti Replika Rambu - Rambu lalu lintas, dan contoh marka jalan.

"Selain arena bermain, disini akan di bangun tempat untuk membangun karakter tertib berlalu lintas," Beber Panca.

Sementara itu Lurah Kedungjenar, Ibu Tri Iswandini,SE mengatakan bahwa pihaknya, senang dengan akan dibangunnya taman lalu lintas di wilayahnya.

"Tentunya kami senang dan mendukung Pembangunan taman lalu lintas di Kedungjenar, pasti sangat bermanfaat untuk warga kami," Ucap Tri Iswandini.


Untuk pembangunan taman lalu lintas tersebut, selain dari Satlantas Blora dan Kelurahan Kedungjenar, pembangunan juga mendapat bantuan dari para donatur dan dermawan yang ikut mendukung pembangunan taman lalu lintas tersebut.

"Pembangunan baru berjalan 70 persen, semoga cepat selesai, harapan kami semoga kedepan Taman ini, bisa kita manfaatkan bersama untuk menjadi sarana Pelopor dan Peduli Keselamatan," Pungkas Ipda Panca. (HR/RED)
Share:

Warga Blora Menolak Revisi UU KPK oleh DPR RI

Aksi Theatrikal Di Alun-Alun Kota Blora

Blora,- Penolakan Terhadap Rencana Revisi Undang-Undang KPK Terus Disuarakan Berbagai Elemen Masyarakat. Di Blora Jawa Tengah, Sejumlah Seniman Barongan Menggelar Aksi Teatrikal Di Alun-Alun Kota Blora Menolak Rencana Revisi UU KPK Oleh DPR RI.

Aksi Para Seniman Barongan Ini Digelar Di Alun-Alun Kabupaten Blora Jawa Tengah Senin Siang (09/09/2019)

Koordinator Aksi Ari Prayudhanto menjelaskan bahwa dirinya Menggelar Aksi Theatrikal Sambil Membentangkan Poster Bertuliskan Penolakan Rencana Revisi UU KPK Oleh DPR RI.

“Kami Menilai Rencana Revisi UU KPK Hanya Akan Melemahkan Pemberantasan Korupsi Di Indonesia,” katanya di sela-sela aksi tersebut.

Massa Meminta Agar Presiden Joko Widodo Secara Tegas Menolak Rencana Revisi Yang Tengah Digulirkan Anggota DPR RI Tersebut.

Selama Menjalankan Aksinya  Mereka Menutup Mulutnya Sebagai Bentuk Protes Atas Berbagai Upaya Melemahkan KPK.

“Kami terus menunggu apakah revisi Undang-Undang akan tetap disyahkan, lihat perkembangan nanti untuk aksinya,” ucap Ari.

Aksi Yang Digelar Para Seniman Ini Sempat Mengundang Perhatian Warga, dan Sejumlah Aparat Kepolisian Juga Berjaga-jaga Di Sekitar Lokasi Alun-Alun Kota Blora Jawa Tengah. (KUDNADI/RED)
Share:

DI TERMINAL CEPU, UNIT DIKYASA SATLANTAS BLORA SEBAR BROSUR DAN HIMBAU MASYARAKAT TERTIB LALU LINTAS

Pamflet Satlantas Blora Di Terminal Cepu

Blora,- Disela-sela kegiatan Operasi Patuh Candi 2019, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kepolisian Resor (Polres) Blora tak hentinya kampanye sosialisasi tertib keselamatan berlalu lintas yang dilakukan dengan membagikan pamflet atau brosur kepada masyarakat penumpang Bus di Terminal Kecamatan Cepu, Blora.

Cara ini dipilih untuk lebih mendekatkan kepada masyarakat dengan langsung bertatap muka dan memberikan pemahaman secara langsung one by one. Tujuan dilakukan kegiatan itu sebagai wujud tanggung jawab dan kepedulian petugas satuan lalu lintas atas keselamatan masyarakat untuk menekan angka kecelakaan berkendara di jalan raya.

"Iya,di sela-sela kegiatan rutin pelayanan kepada masyarakat, kita juga berikan brosur yang berisi tertib berlalu lintas di masyarakat," ungkap Kanit Dikyasa Satlantas Polres Blora Ipda Panca Driyanto, Senin (09/09/2019).

Dirinya juga mengungkapkan bahwa masyarakat Blora sudah mulai sadar mematuhi segalaaturan berlalu lintas, diharapkan keselamatan berkendara dapat tercapai sehingga, bisa meminimalisir angka fatalitas korban kecelakaan.

“Saya merasa bangga dengan masyarakat yang kian hari semakin tertib dalam mematuhi rambu lalu lintas hingga melengkapi surat-surat berkendara,” katanya.

Selain itu para pengemudi sopir Bus antar kota dan provinsi yang berada di Terminal Cepu juga mendapatkan edukasi tentang beberapa poin penting dalam keselamatan berkendara.

Diantaranya memastikan kendaraan armada Bus dalam keadaan sehat dan siap layak jalan, kemudian pastikan kesehatan kondisi fisik prima dan tidak terpengaruh alkahol atau narkoba.

Lebih lanjut Ipda Panca Driyanto  menjelaskan bahwa yang paling penting jika pengemudi lelah dan mengantuk di anjurkan untuk beristirahat atau bergantian dengan sopir cadangan. Jadi sebelum kejadian kita laksanakan langkah-langkah sosialisasi seperti ini. Semua kami lakukan agar masyarakat bisa patuh dan sadar hukum.

Jadi kami harapkan masyarakat bisa mengerti demi kebaikan bersama sehingga masyarakat bisa mengutamakan keselamatan sebagai kebutuhan,” Tandas Ipda Panca. (HR/RED)
Share:

Jalankan Instruksi Gubernur, Bayar SPP SMA di Blora Sekarang Hanya 75 Ribu Rupiah

Siswa Baru SMA Negeri 1 Blora
Blora,- Sejumlah Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Blora, Jawa Tengah mulai menerapkan pembayaran Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) sebesar  75 ribu rupiah. Kebijakan ini diambil setelah adanya instruksi Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo sebagai upaya merealisasikan program sekolah murah.

Di SMA Negeri 1 Blora, penerapan pembayaran SPP sebesar 75 ribu rupiah dilakukan dengan mengundang para wali murid dan komite sekolah.

Kepala sekolah SMA Negeri 1 Blora, Slamet Joko Waluyo mengatakan, dikumpulkannya para orang tua wali murid untuk memberikan penjelasan mengenai pembayaran SPP terbaru yang akan dimulai pada bulan depan.

“Orang tua wali murid kita kumpulkan ini dalam rangka rembuk musyawarah  masalah pembayaran SPP yang sudah kita tetapkan sesuai dengan aturan Gubenur dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang besarnya maksimal 75.000 rupiah,” jelas Slamet Joko Waluyo, Jumat (06/09/2019).

Sebelumnya orang tua siswa harus membayar SPP  sebesar 175.000 rupiah dan terendah 40.000 rupiah. Untuk aturan baru, pembayaran SPP maksimal 75.000 rupiah. sedangkan untuk yang membayar 40.000 rupiah tetap akan dipertahankan.

"Jadi yang 40 ribu rupiah itu kan yang memang kategori tidak mampu. Nanti kita terapkan tetap segitu, tidak berubah," imbuhnya.

Slamet Joko Waluyo menjelaskan perubahan ini dikarenakan adanya instruksi dari Gubenur Jawa Tengah dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah.

Menurutnya, bagi siswa yang sudah telanjur membayar di atas 75.000 rupiah akan dikembalikan lagi kepada  orang tua siswa.

“Siswa yang sudah terlanjur membayar diatas 75.000 rupiah, akan kita kembalikan lagi, atau sisa uangnya bisa untuk pembayaran SPP bulan berikutnya,” ujar Slamet Joko Waluyo.

Terpisah, Kepala Sekolah SMKN 2 Blora, Suhardini mengaku, kebijakan pembayaran uang SPP sebesar 75.000 rupiah sudah ia terapkan pada saat tahun ajaran baru bulan Juli lalu. Kebijakan ini sebagai respon atas keinginan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk memberikan pendidikan murah bagi warga Kabupaten Blora Jawa Tengah.

"Kalau kita sudah bulan Juli lalu, saat dimulainya tahun ajaran baru 2019. Prinsipnya kita samakan. Intinya pak Gubernur itu kan kita memberikan pelayanan kepada mereka yang kurang mampu. Gak masalah bagi kita. Kita sambut dengan baik," kata Suhardini.

Penurunan pembayaran SPP ini disambut baik oleh berbagai kalangan. Heri Purnomo orang tua murid di SMAN 1 Blora Ananda Alip menyambut positif kebijakan tersebut.

"Yang jelas kami senang, jadi lebih murah. Dulu saya harus bayar SPP anak saya 120 ribu rupiah, jadi sekarang hanya 75 ribu rupiah, jelas senang pastinya, lebih ringan,"  ucap Heri Purnomo.

Sementara itu  Umartono, Ketua Komite sekolah mengapresiasi kebijakan itu. Umartono mengatakan bahwa kebijakan SPP maksimal 75 ribu rupiah akan membuat orang tua murid lebih ringan untuk membayarnya.

"Kami dari komite jelas mendukung penuh kebijakan itu. Kebijakan ini jelas akan semakin meringankan para orang tua wali murid," ungkapnya. (KUDNADI/RED)
Share:

80 CALON PESERTA DUTA WISATA BLORA 2019 IKUTI BIMBINGAN TEKNIS

Bimtek Duta Wisata 2019 Kabupaten Blora

Blora,- Sejumlah 80 calon peserta Duta Wisata Kakang Mbakyu Kabupaten Blora Tahun 2019 mengikuti bimbingan teknis (bimtek) di aula Dinas Pendidikan, Rabu (4/9/2019).

Bimtek dibuka oleh Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan (Dinporabudpar) Kabupaten Blora Jawa Tengah. 

Bimtek dilaksanakan selama dua hari sebagai rangkaian kegiatan pemilihan Duta Wisata Kakang Mbakyu Kabupaten Blora 2019.

Sejumlah nara sumber dihadirkan pada bimtek untuk menyampaikan materi pembekalan kepada calon peserta Duta Wisata Kakang Mbakyu Blora 2019. 
  
Pada hari pertama, Rabu (04/09/2019), Kadinas Porabudpar H. Slamet Pamuji, SH, M.Hum menyampaikan materi Pengertian dan Peran Promosi Produk Pariwisata dalam Meningkatkan Kepariwisataan di Kabupaten Blora.

“Dalam pengembangan pariwisata di daerah, kita perlu mengenal jenis pariwisata dan potensinya. Yaitu pariwisata untuk menikmati perjalanan, rekreasi, kebudayaan, olahraga, dagang dan pariwisata untuk berkonvensi,” kata Slamet Pamuji dalam paparannya.

Produk pariwisata yang dimiliki oleh suatu daerah, lanjutnya, tidak akan diketahui oleh orang lain kalau tanpa promosi, sehingga promosi dianggap sebagai jembatan menuju konsumen.

“Bentuk promosi, di antaranya iklan, penjualan perusahaan, hubungan masyarakat dan pemberitaan, penjualan pribadi dan pemasaran langsung,” ujarnya.

Adapun langkah promosi, kata Slamet Pamuji, yaitu promosi melalui materi cetakan seperti leaflet, brosur, booklet. Iklan di televisi, radio, media cetak, poster/baliho. Kemudian pameran, aktivitas kehumasan dan internet/home page.  
 
Dikatakan lebih lanjut, ada sejumlah langkah untuk mempromosikan potensi pariwisata daerah, di antaranya perbaiki akses, infrastruktur dan fasilitas, gandeng investor, pilih Duta Wisata dan memanfaatkan internet. 

Pemateri berikutnya Sutaat, S.Pd (guru) menyampaikan materi public speaking bahasa Inggris. Ety Erawati, S.Pd, M.Pd menyampaikan materi etiket dan kepribadian. Dwi Widriyanto dari Permadani Blora menyampaikan materi public speaking bahasa Jawa.

Kemudian hari kedua, Kamis (05/09/2019), Kepala Bidang Pariwisata Dinporabudpar, Heksa Wismaningsih, S.STP, MH menyampaikan materi Kepariwisataan Blora. Artin Bayu Murti, A.Par,M.Par dosen pariwisata Unisbank Semarang menyampaikan materi peran serta generasi milenial terhadap perkembangan teknologi promosi pariwisata.

Selanjutnya, Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Jawa Tengah menyampaikan meteri peran IT dalam pembangunan  pariwisata Indonesia.

“Pada hari kedua, setelah rangkaian kegiatan pembekalan dilaksanakan seleksi tes tertulis. Pengumuman 30 Finalis Duta Wisata Kakang Mbakyu 2019 dilaksanakan, Jumat (09/09/2019). Jadi dari 80 peserta putra putri akan diseleksi menjadi 30 finalis,” jelas Heksa Wismaningsih. 

Ke 30 finalis Duta Wisata Kakang Mbakyu 2019 tersebut akan mengikuti serangkaian kegiatan dan acara di antaranya mengunjungi museum artefak, wisata edukasi Balong, wisata Seloparang, Sunan Pojok, praktik public speaking bahasa Inggris dan bahasa Jawa serta belajar memakai kain (jarik), tes wawancara serta uji talenta.

“Finalnya, Sabtu (14/09/2019). Dalam final nanti diumumkan 12 nominasi terbaik dan dua pasangan terbaik,” jelasnya. (HR/RED)
Share:

AJAK MASYARAKAT PEDULI KESELAMATAN, BEGINI YANG DI LAKUKAN SATLANTAS POLRES BLORA

Anggota Satlantas Polres Blora
Ajak Masyarakat Blora

Blora,- Keselamatan adalah hal yang paling utama, namun demikian terkadang kesadaran masyarakat tentang arti pentingnya kesemalatan masih kurang. Untuk itulah Polres Blora melalui Operasi Patuh Candi 2019 mengajak masyarakat Blora dan sekitarnya untuk sadar dan peduli akan keselamatan.

Seperti yang dilaksanakan Senin, (02/09/2019) Anggota yang tergabung dalam Satgas Pre-emtif membagikan Pamflet Peduli Keselamatan kepada warga yang melintas di Jalan Pemuda, tepatnya di Simpang Empat Traffic Light Grojogan Blora.

Dalam kegiatan tersebut anggota membagikan pamflet dan menyampaikan himbauan keselamatan melalui mega phone dan papan himbauan yang dibawa para Polwan.

"Kami mengajak masyarakat, untuk sadar dan peduli akan keselamatan, salah satunya melalui pembagian pamflet ini," Ucap Kasat Lantas Polres Blora AKP Edy Sutrisno,SH,MH.

Pembagian pamflet peduli keselamatan sendiri telah dilaksanakan sejak dimulainya operasi patuh, 29 Agustus 2019 lalu baik di sekolah-sekolah maupun kepada pengguna jalan.

"Untuk hari ini akan kami bagikan 500 pamflet kepada warga Blora, bukan hanya di jalan saja, anggota juga blusukan ke sekolah dan pasar untuk menyebar pamflet peduli keselamatan tersebut," Tandas Edy.

AKP Edy menambahkan bahwa tujuan utama Operasi patuh candi 2019 Polres Blora adalah Keselamatan berlalu lintas, Tujuan utama adalah untuk keselamatan, tentunya kami tidak bisa bergerak sendiri, untuk itulah kami ajak warga agar sadar dan peduli keselamatan.

Suyati, (50th) salah satu warga kecamatan Jepon Blora, mengaku kaget ketika di hampiri Polwan di Traffic Light Grojogan,

"Kaget tadi, kirain ada razia, malahan di kasih pamflet peduli keselamatan, terimakasih Bu Polwan sudah mengingatkan," Ucap Suyati.

Stop Pelanggaran !
Stop Kecelakaan !
Keselamatan Untuk Kemanusiaan. (HR/RED)
Share:

ANAK-ANAK PAUD AN NAWA BLORA PAWAI PERINGATI 1 MUHARROM 1441 DAN HARI KEMERDEKAAN INDONESIA KE-74

Pawai Anak-Anak Paud An Nawa
Khozinatul Ulum Blora

Blora,- Seratusan anak Paud An Nawa Khozinatul Ulum Blora menggelar pawai kemarin. Acara ini untuk memperingati 1 Muharrom 1441 dan Hari Kemerdekaan Indonesia tahun 2019. Totalnya mencapai 145 orang. Terdiri 123 anak, 13 tenaga pendidik, dan 8 tenaga kependidikan.

Untuk rutenya dari sekolah, melewati jalan taruna menuju jalan Mr Iskandar, melalui gang 12 sampai Rt 3/Rw 4 Mlangsen, Desa Kaliwangan Blora hingga sampe ke Karkaran Jetis di Rt 2/Rw 4. Kegiatannya mulai Doa-doa, lomba menyanyi lagu nasionalisme, baju adat, baju profesi, dan permainan-perainan lainnya.

Kepala Paud An Nawa Khozinatul Ulum Blora Nur Hilwa Layyina mengungkapkan, tujuan pawai ini untuk mengenalkan kepada peserta didik akan tahun baru islam. Selain itu bahwa bangsa indonesia mampu mengais kemerdekaan melalui perjuangan dan proses yang panjang.

Untuk itu, perlu adanya menananamkan rasa syukur pada anak. Bahwa semua ini merupakan rohmat dari Allah SWT denga wasilah perpejuang bangsa Indonesia. Selain itu, ingin memupuk rasa nasionalisme pada aak-anak.

“Dengan adanya pawai ini, bisa muncul jiwa yang heroik dari diri anak, sehingga mampu menjadikan anak memiliki budi pekerti yang baik, sopan santun, peduli dengan sesame, mencintai budaya dan cinta NKRI,” jelasnya.

Dia menambahkan, anak-anak juga diharapkan, tertanam cinta ibu pertiwi, menghargai jasa para pahlawan dan siap menjalankan perintah Ilahi. Selain itu, pihak sekolah juga ingin memberikan pemahaman kepada khalayak ramai, bahwa Indinesia mempunyai budaya yang beragam.

Sehingga bila melihat dari bentuk pakaian yang dipakai oleh peserta didik ada 27 ragam adat budaya beserta profesinya. “Kita ingin memberikan pemahaman kepada anak didik bahwa Indonesia menjadi negara yang besar karena mampu menjunjung perbedaan dengan Bhinneka Tunggal Ika,” terangnya.

Menurutnya, banyak pelajaran yang dapat diambil anak didiknya. Pertama, bahwa Indonesia adalah negara yang berdiri diatas perjuangan. Selain itu, anak-anak bisa menjadi apapun sesuai yang dia inginkan. Serta ingin memberikan pengertian kepad orang tua bahwa putra-putrinya mempunyai cita-cita untuk menyelamatkan keluarganya, bangsa, dan negaranya.

Sementara itu, salah satu wali murid Siti Ainurrohmah mengaku, senang melihat anak-anaknya bisa mengikuti Pawai. Selain bisa melatih keberanian juga bisa menanamkan jiwa nasionalisme yang tinggi.

“Sebagai orang tua, seneng lihatnya. Anak-anak juga Nampak gembira memakai berbagai pakaian adat di Indonesia. Jadi selain mereka tambah berani juga tau nama-nama jenis pakaian adat,” terangnya.

Dia menambahkan, pawai ini juga untuk menanamkan cinta terhadap tahun baru islam. Nguri-nguri budaya. Anak menjadi tau bagaimana cara menyambut tahun baru islam.

“Saya yakin, moment ini akan terus membekas dalam ingatan anak. Sehingga tercipta nilai-nilai keislaman dan cinta tanah air. Ini juga akna dibawa hingga dewasa nanti. Oh dulu saya pernah ini dan itu,” ucapnya. (HR/RED)
Share:

Hot News

Kodim 0721/Blora Gelar Nobar Piala Dunia 2026 Bersama Masyarakat, Pererat Kemanunggalan TNI-Rakyat

𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 ( SEPUTARBLORA.MY.ID ) —  Kodim 0721/Blora melalui Koramil 05/Cepu dan Koramil 06/Jiken menggelar kegiatan nonton bar...

Piblic Service

Piblic Service
Instagram

Blog Archive

Social Media

Technology

Next More »

Labels

Community

Next More »