E-Warong Akan Dievaluasi Keberadaannya di Blora


BLORA - Bertempat di Aula Dinas Sosial P3A Kabupaten Blora, Kamis kemarin (15/07/2021), diselenggarakan rapat koordinasi untuk mengevaluasi keberadaan dan fungsi E Warong se-Kabupaten Blora.


Rapat dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Sosial P3A Kabupaten Blora, Dra. Indah Purwaningsih, M.Si, didampingi Sekretaris Dinasnya, Teddy Rindaryo, dan dihadiri juga oleh Ketua Komisi D DPRD Blora, Ahmad Labib Hilmi, dan dihadiri seluruh TKSK dan Camat Se-Eks Kawedanan Blora dan Cepu.


"Rapat evaluasi ini, kami selenggarakan dalam rangka memperbaiki pelayanan dari E-Warong kepada Keluarga Penerima Manfaat atau KPM, agar apa, KPM menerima haknya, sesuai dengan jumlah dan nilainya, prinsipnya adalah melindungi hak - hak KPM," ucap Indah Purwaningsih, Kepala Dinas Sosial P3A Blora ketika membuka rapat koordinasi.


"Dinas Sosial P3A Blora akan evaluasi keberadaan E-Warong sebagai penyalur bantuan pangan non tunai, untuk perbaikan dan melindungi hak Keluarga Penerima Manfaat," imbuhnya.
               
Lindungi Hak KPM


Hal yang sama juga disampaikan oleh Ketua Komisi D, DPRD Blora, Ahmad Labib Hilmi, usai mengikuti rapat evaluasi tersebut, menurutnya evaluasi terhadap pelayanan dan keberadaan E-Warong harus dilakukan, untuk melindungi hak KPM di Blora.


"Ya evaluasi ini penting dilakukan, untuk melihat sejauh mana pelayanan E-Warong kepada masyarakat penerima manfaat, agar bisa menerima bantuan tersebut, tepat jumlah dan nilainya, termasuk mutunya, kendala - kendala yang ada tahun - tahun kemarin harus diperbaiki, kalo harus tiap bulan, ya penyalurannya tiap bulan, jangan molor, misalkan e Warong yang bentuknya sembako, mestinya penataannya tidak dicampur dengan pupuk dan obat - obat pertanian," ungkap Gus Labib panggilan akrab Ahmad Labib Hilmi.


          
Supplayer Bebas

Saat dikonfirmasi terkait keberadaan supplayer yang dikuasai beberapa orang saja, Gus Labib menyampaikan keberadaan supplayer diserahkan kepada E-Warong itu sendiri mekanismenya, namun juga berharap bisa menyerap produk petani lokal.


"Supplayer boleh, darimanapun boleh asal barangnya bagus, jumlahnya sesuai baik harga maupun kualitasnya, nah ini yang menjadi bahan evaluasi kami, oleh karena itu, kami juga mendorong E-Warong memperhatikan potensi lokal di wilayahnya masing - masing," ujar Ahmad Labib Hilmi.


Tumbuhkan Ekonomi


Sementara itu, Kepala Dinas Sosial P3A Blora, Indah Purwaningsih menyampaikan bahwa pihaknya mendorong E-Warong bisa bekerjasama dengan BUMDES, atau petani - petani lokal, untuk menyerap hasil panennya, misal beras lokal, telur, kacang hijau dan kebutuhan lainnya.


"Agar produk lokal bisa diserap oleh 500 lebih E-Warong, untuk memenuhi kebutuhan 83.000 lebih KPM, yang menerima bantuan senilai Rp. 200.000, totalnya ada Rp. 16,3 Milyar, bila menyerap produk lokal, maka ekonomi akan tumbuh di sekitar kita, dan itu setiap bulan," pungkas Indah Purwaningsih. (ADY/Red)

Share:

0 comments:

Post a Comment

Hot News

Emansipasi Wanita Ujung Tombak Pembentukan Karakter Bangsa

Sekelumit sejarah. Di era jawa kuno ; Wanita dilambangkan dalam simbol-simbol kehidupan. Kekuatan ( Api ), pengayom ( Bumi / Pra...

Public Service

Blog Archive

Social Media

Technology

Next More »

Labels

Community

Next More »