IMM BERSAMA POLRES BLORA BANTU WARGA KEKERINGAN AIR

Kapolres Blora Kucurkan Air Bersih Bersama IMM

Blora,- Kegiatan Sosial Terus dilakukan oleh Kepolisian Resor Blora, (Polres Blora) Polda Jateng, Untuk mendekatkan diri dengan masyararakat. Setelah beberapa waktu lalu Bhakti Sosial Air Bersih di Kecamatan Banjarejo dan Ngawen Bersama PMII, hari ini, Kamis, (10/10/2019)

Polres Blora menggandeng Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Cabang Blora untuk melaksanakan Bhakti Sosial Air bersih di Kelurahan Sonorejo Dukuh Kajangan Blora dan Desa Tutup Kecamatan Tunjungan.

Adapun Bhakti Sosial Air bersih kali ini, Polres Blora bersama IMM menggelontorkan lima tangki air bersih.

"Kami Bersama IMM Cabang Blora, ingin membantu meringankan warga yang kesulitan air bersih, hari ini kami gelontorkan lima tangki air bersih untuk warga Kelurahan Sonorejo dukuh Kajangan dan Desa Tutup Kecamatan Tunjungan." Ucap Kapolres.

Ketua IMM Blora Siti Nuratika Ambar sari mengungkapkan bahwa Kegiatan Sosial bersama Polres Blora ini akan terus berkelanjutan.

"Kami Mahasiswa yang tergabung dalam IMM, ingin membaktikan diri kepada masyarakat, baik tenaga maupun pikiran, dan alhamdulilah hari ini bersama Polres Blora, 23 Mahasiswa ikut dalam Bhakti Sosial Air Bersih." Kata Ketua IMM Cabang Blora.

Kepada Awak media, Kasat Binmas Polres Blora membeberkan bahwa sampai saat ini, Polres Blora beserta jajarannya telah menggelontorkan sebanyak 120 tangki air bersih untuk membantu warga terdampak kekeringan di seluruh wilayah Kabupaten Blora.

"Sampai saat ini sudah 120 tangki air bersih kami Salurkan, Selain Polres Blora sendiri, Polsek di tiap kecamatanpun melaksanakan kegiatan serupa." Ucap Kasat Binmas.

Sementara itu, Nanda, Salah satu warga Sonorejo penerima bantuan air mengungkapkan bahwa, warga Sonorejo Kajangan sangat terbantu dengan bantuan air bersih ini.

"Sangat terbantu dengan bantuan ini, dikarenakan Warga memang sulit mendapatkan air bersih, bahkan warga harus berjalan kaki hingga 1 KM untuk mendapat sumber air di tengah sawah." Urai Nanda. (HR/RED)

Share:

SELINGKUH BERUJUNG MAUT, PELAKU DI RINGKUS POLISI

Kapolres Blora Ketika Jumpa Pers
Di Mapolres Blora
Blora,- Seorang warga Dukuh Guyung, Desa Klagen, Kecamatan Kedungtuban Kabupaten Blora, bernama Ratmiati (41th) pada Rabu (25/09/2019) lalu, ditemukan meninggal dunia oleh Sukardi (suami korban), yang tergeletak di kamar mandi rumahnya.

Sehari setelah kejadian tersebut atau pada Kamis (26/09/2019) pukul 20.00 WIB, Sat Reskrim Polres Blora berhasil mengungkap kasus penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia dan menetapkan tersangka seorang lelaki berinisial DY (50th), yang diduga sebagai pelaku pembunuhan terhadap korban tersebut.

Tersangka DY ditangkap di rumahnya sendiri di Dukuh Guyung, Desa Klagen Kecamatan Kedungtuban Blora, Jumat (27/9/2019) lalu. Saat akan dilakukan penangkapan, tersangka sempat melawan petugas, namun dengan sigap petugas langsung bisa melumpuhkan dan menangkap pelaku.

Kapolres Blora AKBP Antonius Anang, bersama Kasatreskrim Polres Blora AKP Heri Dwi Utomo, dalam keterangan persnya kepada wartawan mengatakan, diantara tersangka dan korban terjalin hubungan terlarang meski keduanya sudah mempunyai keluarga masing-masing.

“Hubungan pelaku dengan korban secara sosial masyarakat adalah tetangga, namun berdasarkan hasil pemeriksaan diketahui ada hubungan asmara,” ujar Kapolres, Selasa (08/09/2019).

Awal sebelum terjadinya pembunuhan tersebut pelaku menghubungi korban untuk datang ke rumahnya karena suami korban pergi ke warung kopi. Setelah bertemu pelaku dan korban sempat melakukan hubungan terlarang suami-istri di belakang rumah korban.

Usai berhubungan sempat terjadi cek cok di kamar mandi. Kemudian karena merasa sakit hati dan emosi tersangka memukul kepala korban sebanyak 8 kali menggunakan bata ringan (pafing).

“Motif tersangka melakukan penganiayaan hingga menyebabkan korban meninggal dunia karena merasa sakit hati atau tersinggung oleh kata-kata korban yang menyebutkan bahwa pelaku kurang jantan usai berhubungan intim,” tambahnya.

Menurut pengakuan tersangka (DY) hubungan asmara terlarang sudah terjalin selama kurang lebih 3 tahun dengan korban, tanpa diketahui oleh keluarga masing-masing.

“Saya dengan korban sudah menjalin hubungan asmara selama kurang lebih 3 tahun,” ungkapnya.

Ditambahkan tersangka, dirinya tega membunuh Ratmiyati (korban) lantaran akhih-akhir ini sering tersinggung dengan perkataan korban.

Meskipun tersangka ingin mengakhiri hubungan gelapnya dengan korban, karena takut ketahuan keluarga masing-masing.
Namun menurut keterangan tersangka, korban tidak mau dan bahkan akan membongkar hubungan asmara gelapnya dengan tersangka.

“Saya sering dikata-katain pak, meski saya sudah bilang untuk berhenti berhubungan karena sama-sama punya keluarga. Namun dirinya (korban) menolak.

Puncaknya pada Rabu 25 September lalu usai berhubungan intim. Korban mencaci maki dan mengatakan bahwa saya kurang jantan. Dari itu saya khilaf dan memukul kepala korban sampai tidak berdaya,” jelas tersangka.

Selain tersangka, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa baju korban yang bercak darah, kaos, alas tikar tempat berhubungan intim, celana dan batu bata. (HR/RED)
Share:

AGRICULTURE FESTIVAL 2019 BLORA SEBAGAI LUMBUNG PANGAN JAWA TENGAH

Bupati Blora H.Djoko Nugroho
Bersama Forkopimda Blora

Blora,- Selama tiga hari kedepan, Pemerintah Kabupaten Blora melalui Dinas Pertanian akan menggelar Blora Agriculture Festival 2019,  Dengan tema Inovasi Teknologi Pertanian Wujudkan Blora Sebagai Lumbung Pangan Jawa Tengah, Festival Pertanian tersebut akan di helat mulai Jumat, (04/10/2019) hingga Minggu,(06/10/2019).

Blora Agriculture Festival 2019 secara simbolis di buka oleh Bupati Blora di Halaman Gedung Konco Tani Jalan Raya Blora Cepu, yang dihadiri oleh Seluruh Jajaran Forkompinda mulai dari Dandim 0721/Blora Letkol Inf.Ali Mahmudi, Danyon 410/Alugoro Letkol Inf Lokajaya Sembada, dan Wakapolres Blora Kompol Drs.M.Samdani Dan Forkompinda lainya, serta Kepala OPD dan Camat Se Kabupaten Blora.

Festival Pertanian yang akan di helat selama tiga hari tersebut di ikuti oleh 37 peserta, yang terdiri dari 16 peserta dari BPP Kecamatan, 18 Stan Sponsor dan Undangan, Serta 3 Stan Kuliner Khas Blora.

Bupati Blora H.Djoko Nugroho dalam sambutan nya mengungkapkan bahwa tujuan dilaksanakannya Pameran ini adalah untuk mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama para petani agar lebih giat lagi untuk memajukan pertanian di Blora. Dalam kegiatan tersebut Bupati Juga menyerahkan bantuan berupa bibit, obat obatan pertanian, serta peralatan pertanian seperti mesin traktor dan penggiling padi kepada perwakilan Gapoktan.

Seusai Pembukaan, Bupati bersama Forkompinda meninjau Lomba Mewarnai anak anak yang juga di gelar di Aula Gedung Konco Tani, tidak berhenti di situ saja, Rombongan Forkompindapun turun langsung meninjau Stan Stan Pameran yang sudah siap, Satu demi satu dikunjungi oleh Bupati bersama Forkompinda.

Wargapun tumpah ruah, mengiringi kunjungan Bupati di Stan Stan Pameran. Wakapolres Blora Kompol Drs.M.Samdani, saat mendampingi Bupati di Stan BPP kecamatan Jepon mengungkapkan bahwa, Polres Blora siap mendukung semua program program Pemkab Blora, demi kesejahteraan warga Blora. "Kegiatan ini sangat positif, seperti yang kita ketahui, sebagian besar masyarakat Blora adalah petani, dan kegiatan ini adalah salah satu sarana untuk memamerkan serta memasarkan produk produk Petani Blora, Sebenarnya banyak potensi, terutama buah buahan yang tidak kalah bersaing dengan Produk pertanian Kabupaten lain." Ucap Wakapolres.

Wakapolres mencontohkan, salah satu produk buah sawo dari Bangoan Kecamatan Jiken, rasanya manis dan empuk, jika produksi lancar dan pemasaran bagus, akan bisa membantu perekonomian warga sekitar. "Harus di kembangkan, produk produk pertanian di Blora, salah satunya adalah buah buahan seperti sawo, mangga dan jambu dari Bangoan tadi." Pungkas Wakapolres. (HR/RED)
Share:

SEMEN GRESIK BANGUN 12 RUMAHWARGA REMBANG DAN BLORA

Bupati Rembang Foto Bersama Didepan
Rumah Layak Huni

Rembang/Blora,- 03 Oktober 2019 -PT Semen Gresik menyerahkan  bantuan 12 rumah layak huni kepada 12 warga enam desa sekitar perusahaan baik wilayah Kabupaten Rembang maupun Blora, Kamis (3/10) di Desa Kadiwono, Bulu, Rembang. Penyerahan bantuan progam CSR yang sejalan dengan kebijakan pemerintah, khususnya terkait percepatan pengentasan kemiskinan di daerah ini dihadiri Bupati Rembang, H Abdul Hafidz dan jajaran, forkopimcam dan para penerima dari dua kabupaten bertetangga tersebut.

Anggaran yang digelontorkan Semen Gresik untuk progampembangunanrumah tidak layak huni (RTLH)untuk 12 warga dua kabupaten tersebut sebesar Rp540 juta. Dalam kesempatan tersebut jugadilakukan penyerahan secara simbolis bantuan 5.255 sak semen senilai Rp262,7 juta. Bantuan semen ini diserahkan kepada pengurus tempat peribadatan,pendidikan dan fasilitas publik lainnya di Kabupaten Rembang, Blora dan sekitarnya.

Kepala Departemen Komunikasi dan Hukum PT Semen Gresik, Gatot Mardiana mengatakan konsep pembangunan RTLH yang dilakukan jajarannya tidak hanya mengacu rumah sehat dan layak huni saja. Namun juga berbasis kearifan lokal berdasar kebiasaan hidup turun temurun penerima bantuan. Rumah tersebut juga memenuhi kriteria ALADIN (atap, lantai dan dinding yang permanen) plus fasilitas BAB yang layak.

“Progam RTLH dan bantuan semen ini salah satu wujud komitmen Semen Gresik yang ingin tumbuh dan berkembang bersama masyarakat serta berkontribusi positif bagi daerah,” kata Gatot Mardiana, Kamis (3/10/2019).

Sejak tahun 2016, Semen Gresik sudah menjalankan progam pembangunan RTLH baik di kawasan Kabupaten Rembang maupun Blora. Hingga akhir September 2019, sudah ada 61 RTLH yang dibangun. Total anggaran untuk pembangunan puluhan RTLH tersebut mencapai Rp2,81 miliar.

Bupati Rembang H Abdul Hafidz mengapresiasi Semen Gresik dan pihak-pihak lainnya yang telah bersinergi dengan pemkab memajukan ekonomi, sosial dan aspek lainnya. Saat ini, pertumbuhan ekonomi Rembang melebihi provinsi dan bahkan nasional. Kehadiran Semen Gresik juga berkontribusi mengurangi pengangguran di Kabupaten Rembang.

"Ini bukti jika Semen Gresik tidak semata-mata mencari keuntungan namun juga bermanfaat untuk kemaslahatan masyarakat dan daerah," jelas Abdul Hafidz. (HR/RED)
Share:

HUMAS POLRES BLORA AJAK PELAJAR SMA/SMK TIDAK TERPROVOKASI DEMO ANARKIS

Anggota Polres Blora Memberikan
Penjelasan Kepada Siswa SMA/SMK

Blora,- Berbagai upaya terus dilakukan oleh Kepolisian Resor Blora, Polda Jateng, untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Blora. Menyikapi kejadian demo Anarkis yang terjadi di Jakarta beberapa waktu lalu, dimana ada oknum pelajar tingkat SMA/SMK yang ikut ikutan demo yang menjurus anarkis tersebut, Humas Polres Blora Blusukan ke Sekolah, untuk berikan pembinaan dan penyuluhan.

Kamis, (03/10/2019) Humas Polres Blora yang dipimpin oleh Kasubbag Humas Iptu Eko Septi Supriono,SE menyambangi SMK Bhakti Mulia dan SMK Kristen Blora. Dalam kunjungan tersebut Humas Polres Blora, memberikan wawasan dan pandangan, agar Pelajar SMA/SMK tidak terprovokasi untuk ikut ikutan demo, apalagi sampai menjurus perbuatan anarkis. "Jangan terprovokasi untuk ikut ikutan demo, apalagi menjurus anarkis, fokus saja pada kegiatan Belajar mengajar di Sekolah." Ucap Kasubbag Humas.

Kasubbag Humas membeberkan bahwa anak anak Pelajar SMA/SMK masih labil, sehingga sangat membutuhkan pembinaan dan bimbingan dari Semua Elemen masyarakat, baik itu dari Kepolisian, Dari Ulama, Guru dan yang utama adalah orang tua. "Mari kita bina adek adek SMA/SMK agar menjadi genarasi muda penerus bangsa yang cerdas dan bijaksana, jangan sampai mereka ini terprovokasi untuk melakukan tindak anarki." Tandas Eko Septi.

Perwira Polisi yang Hobi Badminton ini menekankan bahwa pelajar haruslah konsentrasi untuk belajar, serta mengikuti aturan dan tata tertib disekolah. "Pelajar harus menaati aturan di sekolah, belajar yang rajin, kembangkan bakat yang dimiliki, tunjukkkan prestasi, serta patuhi aturan lalu lintas dan aturan hukum sosial yang berlaku." Pungkas Eko.

Sementara itu, Teguh,S.Pd salah satu guru di SMK Bhakti Mulia Blora mengapresiasi positif dengan kegiatan yang dilakukan Humas Polres Blora, "Tentunya kami senang dan mendukung dengan kegiatan ini, sebenarnya dari Intern Sekolahpun sudah melarang anak anak untuk ikutan demo, namun dengan kedatangan Kepolisian, tentunya akan menimbulkan efek yang berbeda bagi anak anak." Ucap Teguh.

Setelah pelaksanaan pembinaan dan penyuluhan, dilanjutkan dengan Ikrar atau Janji Bersama para pelajar untuk tidak terprovokasi untuk ikut ikutan demo apalagi sampai menjurus anarkis. (HR/RED)
Share:

RIBUAN GOWESER IKUTI GOWES NUSANTARA BLORA 2019

Bupati Blora Djoko Nugroho Melepas Keberangkatan
Peserta Gowes Nusantara Blora 2019

Blora,- Penggemar sepeda mencapai ribuan lebih mengikuti Gowes Nusantara 2019 di Alun-alun Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Minggu (22/09/2019) pagi, dengan tema “Kita Semua Bersaudara”, dilepas Bupati Blora Djoko Nugroho bersama Wakil Bupati Blora Arief Rohman MSi dan Asisten Deputi Pengembangan Olahraga Tradisional Kemenpora RI.

Untuk diketahui, Gowes Nusantara itu mendapat kucuran dana 100juta rupiah dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Serta ditambah dari sejumlah sponsor pendukung.

Sebanyak 10.000 tiket telah terjual dalam Gowes tersebut. Pesertanya dari Blora, Kudus, Bojonegoro, Lamongan, Solo Raya, Pati, Purwodadi, Rembang dan lainnya.

Menurut Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Blora melalui Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga (Pora), Rudy Prijanto, bahwa Gowes Nusantara 2019 ini mengambil start di depan Kantor Pemkab Blora Jalan Pemuda dan finish di Alun-alun Kota Blora. Dengan jarak tempuh untuk off road sepanjang 20 Kilo Meter (Km), arah Blora utara.

"Sedangkan on road kira-kira 16 Kilometer, melewati Desa Nglangitan Kecamatan Tunjungan," ucap Rudy Prijanto.

Kabid Pora Dinporabudpar Kabupaten Blora, menambahkan, panitia memungut biaya pendaftaran kepada masyarakat yang berpartisipasi di even tersebut sebesar 35ribu rupiah.

“Karcis gowes nusantara Blora terjual habis,” jelas Kabid Pora Dinporabudpar Kabupaten Blora.
                                                                                                                  
Selain bersepeda bersama, sebelum bendera start dikibarkan diawali dengan senam bersama, dan setelah peserta gowes masuk finish seluruhnya, acara diwarnai pembagian undian aneka doorprize dengan hadiah utama sebuah Mobil, untuk lebih menyemarakan kegiatan Gowes Nusantara 2019,  dimeriahkan pula orkes dangdut dari luar kota. (HR/RED)
Share:

PWI Gandeng Polres Blora Menangkal Masuknya Radikalisme Dan Terorisme

Peserta Dan Narasuber Foto Bersama Usai Sarasehan

Blora,- Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Blora bekerja sama dengan Kepolisian Resor (Polres) Blora menggelar Sarasehan lintas agama, Pelajar dan tokoh masyarakat dalam rangka menangkal masuknya paham radikalisme dan terorisme Kabupaten Blora, bertempat di gedung Arryaguna Mapolres Blora,  Selasa (24/09/2019).

Ketua PWI Blora, Wahono, S.Sos. S.Kom dalam sambutannya mengatakan tema ini sengaja diambil karena muncul satu persepsi jika penganut paham radikal adalah mereka yang berjenggot dan memakai celana pendek.

"Jadi ini yang perlu diluruskan, karena di Blora muncul satu persepsi, mereka yang berjenggot dan memakai celana cingkrang (pendek) disangka penganut radikalisme, ini kan tidak benar," ucap Wahono.

Melalui kegiatan ini, Ketua PWI Blora mengajak masyarakat untuk menjaga kondusifitas yang telah terbangun di Kabupaten Blora. Dirinya pun menghimbau agar masyarakat tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu yang menyesatkan, terutama jangan percaya dengan berita-berita Hoax.

"Situasi kondusif yang ada mari kita jaga bersama. Kami PWI Blora mengajak masyarakat terus menjaga kedamaian. Walaupun kami wartawan tapi kami ingin Blora tetap damai," ujarnya.

Sementara itu, Kasat Binmas Polres Blora, AKP Slamet Riyanto, SH. MSi. menjelaskan bahwa  akar dari munculnya aksi terorisme diawali dengan berkembangnya paham radikal. Sifat radikal ini lebih mengedepankan kekerasan dalam menyikapi berbagai persoalan yang ada.

"Radikalisme dapat diartikan sebagai sifat fanatisme yang sangat tinggi terhadap agama. Mereka mengajak dengan cara kekerasan agar orang lain mengikutinya. Di Indonesia meningkatnya radikalisme ditandai dengan berbagai aksi kekerasan dan teror," jelas AKP Slamet.

Hadir dalam kegiatan itu, Kasat Binmas Polres Blora, AKP Slamet Riyanto, Komandan Intel Kodim 0721/Blora, Letda Arm Gunawan HS, Ketua FKUB Blora, KH Ishad Shofawi, Takmir masjid hingga sejumlah pelajar dan mahasiswa di Kabupaten Blora.

Dalam sarasehan ini juga hadir 6 pelajar asal Papua yang sedang menempuh pendidikan di SMA Katholik Wijayakusuma Blora. Acara sarasehat dipungkasi dengan sesi foto bersama peserta sarasehan dengan narasumber. (HR/RED)
Share:

Satreskrim Polres Blora Tangkap Otak Pembunuhan Mayat Dalam Karung

Gelar Perkara Otak Pembunuhan
Randublatung Blora

Blora,- Jajaran Satreskrim Kepolisian Resor (Polres) Blora, Polda Jateng, telah berhasil menangkap dua pelaku pembunuhan mayat dalam karung yang terjadi di hutan jati Kecamatan Randublatung Blora, beberapa waktu lalu.

Kedua pelaku adalah Agus Setianto dan Ahmad Abu Darin, warga Desa Pilang Kecamatan Randublatung Blora. Keduanya merupakan otak dari pembunuhan tersebut dan berhasil ditangkap di Kabupaten Lahat, Sumatra Selatan.

Kapolres Blora, AKBP Antonius Anang menjelaskan bahwa keduanya adalah otak pembunuhan atas korban Deni Triatama.  Menurutnya, Pelaku Agus lah yang mempunyai ide membungkus korban dengan menggunakan karung dan membuangnya di tengah hutan.

"Mereka adalah otaknya, termasuk salah satu tersangka ini yang memiliki handphone yang kemudian dia menyuruh teman-teman menanyakan dan kemudian melakukan penganiayaan hingga korban tewas," ucap AKBP Antonius Anang saat gelar perkara di Mapolres Blora, Senin (23/09/2019) siang.

AKBP Antonius Anang mengatakan, sebelum diamankan petugas di Kabupaten Langkat, kedua pelaku sempat kabur ke sejumlah daerah.

"Dari Blora mereka lari ke Semarang, kemudian ke Banten, Lampung, Jambi dan Palembang. Dan akhirnya Minggu lalu kedua pelaku ini terpantau di kota Lahat dan berhasil diamankan petugas untuk dibawa ke Blora," ujarnya. 

Sementara itu pada saat gelar perkara, Agus mengaku sengaja kabur untuk menghindari kejaran petugas. Selama berada di Lahat, dia bekerja serabutan.

"Disana serabutan, kadang kuli bangunan, cari burung. Yang penting bisa buat makan sehari-hari," jawab Agus ketika ditanya Kapolres Blora.

“Kedua pelaku ini terancam Pasal Perlindungan Anak dan Undang-Undang KUHP nomor 170 dengan ancaman diatas 5 tahun penjara." pungkas Kapolres. (Koed/RED)
Share:

OPENING CEREMONY INDONESIANA PERTEGAS BLORA BUMI SAMIN

Wakil Bupati Blora
Blora,- Direktur Sejarah, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Dra. Triana Wulandari, M.Si membuka secara resmi platform Indonesiana Cerita Dari Blora (CDB) 2019 di stadium seni budaya Tirtonadi, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Kamis (19/09/2019).

Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong oleh Direktur Sejarah, Kemendikbud disaksikan oleh Wakil Bupati Blora H. Arief Rohman, M.Si, Sekda Blora Komang Gede Irawadi, SE, M.Si, Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Slamet Pamuji, SH, M.Hum, pimpinan DPRD Blora, tokoh Samin dan unsur Forkopimda lainnya.

“Dari Indonesiana ini, kabupaten Blora sudah membuktikan luar biasa. Pak Dirjen ingin menciptakan satu ekosistem kebudayaan, tata kelola yang baik dan yang paling penting adalah ada kegotongroyongan dan menciptakan ruang budaya inklusif,” kata Dra. Triana Wulandari, M.Si.

Ini lahir, lanjutnya, betul-betul dari komunitas, dari rakyat Blora yang didukung oleh pemerintah Kabupaten Blora dan Dirjen Kebudayaan Kemendikbud.

“Alhamdulillah, dapat mensukseskan acara ini, terimakasih kepada Bupati, Wakil Bupati dan seluruh jajarannya,” ucapnya.

Platform Indonesiana, menurut Triana Wulandari, sekarang ini, apabila kita lihat, di beberapa wilayah titik di Indonesia, baik kabupaten, kota maupun provinsi telah menggeliat.

“Bagaimana kita melihat, akan harta karun, yang dipunyai masing-masing kabupaten ataupun kota, yang harus di uri-uri (dilestarikan), yang harus dikelola, denga sebaik-baiknya dan dapat menjadikan satu aliran darah atau DNA, kata Pak Dirjen,” ujarnya.

Yang nantinya, apabila Dirjen Kebudayaan pusat sudah tidak lagi bersama tetap hidup dan terus berkelanjutan.

“Ini yang sebenarnya menjadi cita-cita besar dari platform Indonesiana, dan saya yakin bahwa Blora sudah dua kali melaksanakan Indonesiana,” katanya.

Pada tahun lalu, lanjutya, kita menyentuh Cerita dari Blora, dimana tahun lalu kita mengekspose tentang betapa besarnya, hebatnya sastrawan yang lahir di Blora, menghasilkan karya-karya luar biasa yang bahkan mendunia.

“Blora dikenal, tidak hanya oleh masyarakat Indonesia maupun luar karena karya-karya Pramoedya Ananta Toer. Dan selalu terus dicari. Ini bisa menjadi salah satu destinasi. Kabupaten Blora banyak potensi budayanya,” jelasnya.

Ada seni barongan, sedulur sikep samin, yang hari ini atau ini menjadi tema besar yang banyak nilai-nilai yang mungkin sangat konsisten untuk masa sekarang.

Salah satunya adalah nilai-nilai Sedulur Sikep Samin yang ada di Blora maupun di tempat lain. Bagaimana bersahabat dengan alam.

“Ketika bencana alam datang, kita mungkin perlu belajar dari Sedulur Sikep Samin, betapa mereka bersahabat, betapa mereka menjaga lingkungannya dengan luar biasa. Dan saya kira, kita pantas untuk berguru dengan nilai-nilai yang hidup dalam kearifan-kearifan lokal pada masyarakat Samin,” terangnya.

Perlu diketahui, Blora dikenal dengan hutan jati, minyak, berbagai megalitiknya, yang mungkin belum digali.

“Bahwa itu bisa sebagai pusat destinasi yang sangat luar biasa. Saya kira, nanti kalau kerjasama dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) semua situs-situs yang belum terinventaris, di dalam hutan ataupun sungai banyak sekali tinggalan megalitik yang belum di inventarisir,” ungkapnya.

Dirinya berharap agar kabupaten Blora menjadi kota budaya seperti yang dicita-citakan. Belum kulinernya, ada kopi santan kelapa, garang asem, soto klethuk, sate blra dan kesenian wayang krucil.

“Dan kemarin sejak 4 September 2019, Indonesiana sudah berlangsung, ada workshop tentang penulisan cerpen sejarah, yang tadi juaranya sudah diberikan apresiasi luar biasa. Selamat untuk adik-adik,” ungkapnya.

Karena, kata dia, di sini DNA bersastra sebetulnya, sehingga pantas kalau seluruh masyarakat di sini fasih bersastra.

“Dan pagi tadi mendapat informasi adanya workshop sosiodrama, luar biasa. Jangan kaget kalau lima tahun kedepan, kabupaten Blora bisa mengalahkan kabupaten lain, yang sudah maju kebudayaannya,” terangnya.

Diharapkan, di bawah asuhan Bupati Blora dan Wakil Bupati Blora, komunitas yang ada terus hidup.

“Karena di sinilah denyut nadi, nafas kebudayaan, apabila pemerintah daerah bergandeng tangan, bersinergi dengan komunitas dan rakyat yang memiliki kebudayaan,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut Direktur Sejarah menyerahkan Surat Keputusan (SK) Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) kepada Pemkab Blora tentang Samin.

Sebelum seremonial pembukaan dimulai, aneka seni pertunjukan ditampilkan seperti wayang kulit yang dikolaborasikan dengan seni barongan dan pencak silat (konto) khas Blora.

Usai seremonial dihelat seni pertunjukan wong peniten dari ISI Surakarta berkolaborasi dengan seniman dan LKP Merpati serta seniman Blora.

Sebagai acara paling pungkas joget tayuban tampil mengundang perhatian komunitas budaya. Cerita dari Blora tahun 2019 mengambil tema merajut kearifan Sedulur Sikep. (BAY/HR/RED)
Share:

Hot News

TMMD Sengkuyung Tahap IV Kodim 0721/Blora Dimulai, Infrastruktur Desa Jadi Sasaran Utama

𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 ( SEPUTARBLORA.MY.ID ) —  Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap IV Tahun Anggaran 2026 yang d...

Piblic Service

Piblic Service
Instagram

Blog Archive

Social Media

Technology

Next More »

Labels

Community

Next More »