ADA KAMAR RAWAT INAP DI RSU BLORA UNTUK CALEG STRES USAI PEMILU 2019

Ruang Rawat Inap Di RSU Blora Untuk Caleg Stres Pasca Pemilu 2019
Telah Disiapkan Oleh Perawat RSU Bersama Kepala Rumah Sakit

Blora,- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr.Soetidjono Kabupaten Blora, Jawa Tengah telah menyediakan Ruangan Khusus Bagi Para Calon Legislatif (Caleg) Yang Mengalami Gangguan Jiwa/Stres  Pasca Pemilihan Umum 2019 Nanti.

Dua Ruang Atau Kamar Khusus Yang Memiliki Fasilitas Cukup Memadai Dengan AC Dan Kamar Mandi Dalam sudah disediakan di RSUD Dr.Soetidjono Kabupaten Blora Jawa Tengah, Untuk Mengantisipasi Para Caleg Yang Mengalami Gangguan Jiwa Atau Stres Pasca Pemilu  17 April 2019.

Kepala RSUD Dr.Soetidjono Blora Dr.Nugroho Menjelaskan bahwa ada dua Kamar Khusus Ini Memang Disediakan Untuk Para Caleg Yang Nantinya, Pasca Pemilu 2019 Mengalami Gangguan Jiwa Atau Stres, Bahkan RSUD Sudah Menyiapkan Psikiatri / Psikolog sekaligus Perawatnya.

Penyiapan Ruang Atau Kamar Rawat Inap Bagi Caleg Yang Mengalami Gangguan Jiwa Pasca Pemilu 2019 Tersebut, Dikarenakan Tahun Sebelumnya Pernah Ada Satu Caleg Yang Waktu Itu Mengalami Gangguan Jiwa.

“Tahun lalu ada satu Caleg, Namun Hanya Rawat Inap 3 Hari Saja oleh karena Mengalami Depresi Setelah Dirinya Tidak Jadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah,” pungkasnya. (Red/Heripur)
Share:

MARAKNYA PENCURIAN SEPEDA MOTOR RESAHKAN WARGA DESA TEMPELLEMAHBANG

Anggota Polsek Jepon Memeriksa Sidikjari
Di Rumah Wiji Desa Tempellemahbang

Blora,- Dalam waktu satu minggu ini sudah tiga rumah yang dibobol pelaku, dan sudah dua sepeda motor yang berhasil dibawa kabur, keluh Purnomo warga Tempellemahbang.

Banyak warga Desa Tempellemahbang, Kecamatan Jepon, Blora semakin resah. dikarenakan, adanya pencurian sepeda motor akhir-akhir ini sering terjadi.

Sementara itu Andri salah satu korban pencurian sepeda motor mengaku, kejadian Jumat (12/040/2019) sekitar pukul 3.30 Wib, saat itu dirinya bangun  sudah tidak melihat kendaraannya didalam rumah.

Mengetahui kejadian itu dirinya langsung membangunkan orang tuanya, sontak orang tua Andri yang bernama Wiji langsung teriak-teriak maling Maaliiing, sembari  meminta bantuan ke warga sekitarnya.

"Motor saya parkirkan diruang tamu, saya baru bangun kaget melihat motor saya sudah gak ada," kata Andri

Menurut keterangan Wiji orang tua korban, pelaku masuk rumahnya dengan mencongkel jendela depan rumah, kemudian keluar mebawa sepeda motor dengan lewat pintu depan.

Atas kejadian itu satu sepeda motor, bersama STNK, ATM, SIM milik Andri berhasil dibawa kabur, sementara kendaraan satunya lagi masih tertinggal di halaman depan rumah.

“Rencanya pelaku akan membawa dua unit sepeda motor dan sudah dibawa keluar rumah, namun karena yang satunya kondisi mogok/tidak bisa di-stater, akhirnya satunya ditinggal oleh pelaku,” Ujar Andri

Kepala Kepolisian Resor (Kapolsek) Jepon AKP Sudarno mengatakan, usai mendapat laporan dari warga, Jajaran Polsek Jepon bersama tim Resmob serta Tim Inavis Polres Blora langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melihat kejadian tersebut, dan menanyai para saksi.

Kapolsek berharap hasil olah TKP yang dilakukan oleh tim identifikasi bisa menemukan sidik jari para pelaku, dan tim resmob Polres Blora bisa segera menangkap pelakunya.

“Mendapat laporan dari warga Tim langsung datangi TKP, dan semoga pelakunya  nanti bisa segera ketangkap,” Tegas Kapolsek Jepon.

Atas seringnya kejadian tersebut, Esti Warga Deda Tempellemahbang  berharap kepada pihak kepolisian dan aparat keamanan di wilayah itu segera mengambil tindakan tegas yang diperlukan untuk menangani kasus pencurian sepeda motor yang belakangan marak terjadi.

"Harus ada upaya terpadu dan bersungguh-sungguh dilakukan pihak kepolisian untuk menangani kasus pencurian sepeda motor yang masih terus berlangsung itu," Ujar Esti, warga Tempellemahbang (Red/Heripur)
Share:

WARGA PERUMDA TOLAK POLITIK PRAKTIS DI MASJID AR ROHMAN

Masjidku Tempat Sujudku Bukan Arena Panggung Politik
Kata Ta'mir Masjid Ar-Rohman Perumda Kunden

Blora,- Masa Kampanye dalam pemilu 2019 kali ini warga Perumda, Kelurahan Kunden bersama Ta'mir Masjid Ar-Rohman memasang spanduk sepanjang 3 kali 1 meter bertuliskan "MASJIDKU TEMPAT SUJUDKU BUKAN ARENA PANGGUNG POLITIK" dengan disaksikan  Waka Polres Blora saat safari subuh di masjid Ar-Rohman Rabu pagi tadi. (10/04/2019).

Ketua RW.04 Kelurahan Kunden Kristanto dan Ta'mir Masjid Ar Rohman Perumda Kunden Parwoto bersama warga perumda usai sholat subuh menggelar spanduk tolak politik praktis di masjid Ar-Rohman Perumda.

Pemasangan spanduk tersebut bertujuan agar masjid tidak di gunakan sebagai ajang  untuk berkampanye menjelang Pemilu 2019 yang dilakukan secara serentak seluruh Indonesia pada  17 April 2019.

"Kami dan Ta'mir Masjid Ar-Rohman bersama warga perumda, tidak setuju dan menolak keras, kalau masjid di gunakan untuk berkampanye sebab masjid hanyalah untuk beribadah, menghadap kepada Tuhan YME," jelasnya.

Sementara itu, Waka Polres Blora Kompol Drs. Syamdani yang kebetulan sedang safari subuh di masjid Ar-Rohman Perumda, menyambut baik dan sangat setuju dengan pemasangan spanduk tersebut, serta mengapresiasi kepada warga perumda Kunden Blora.

"Menjelang Pemilu 2019 yang tinggal beberapa hari lagi mari kita ciptakan suasana yang sejuk, walaupun berbeda pandangan namun kita tetap bersatu, dan saya sangat setuju dengan pemasangan spanduk menolak masjid tidak digunakan sebagai ajang pokitik, masjid bukan sarana kampanye, karena masjid merupakan tempat ibadah, " Ujar Kompol Syamdani usai sholat Subuh.

Lanjut Kompol Syamdani juga berpesan kepada para jamaah Masjid Ar-Rohman agar memperhatikan putra putrinya yang sudah remaja jangan sampai terpengaruh dengan faham radikalisme, yang bisa memecah belah bangsa.

Pada kesempatan yang sama, Parwoto yang di tuakan di masjid Ar-Rohman menyambut baik kedatangan Waka Polres beserta rombongan yang sudah mampir untuk berjamaah subuh di Majid Perumda Kunden Blora.
                                                
"Saya selaku yang di tuakan, sangat berterimakasih kepada Waka Polres beserta rombongan yang telah menyempatkan waktunya untuk bersillaturrohim di masjid Ar-Rohman ini," pungkas Parwoto. (Heripur/Red)
Share:

BUDAYA LOKAL BLORA MERIAHKAN WEEKEND KOTA SEMARANG


Seni Barongan Blora Tampil Di Taman Ngaliyan Semarang
Semarang,- Pagelaran Budaya diselenggarakan oleh IMPARA Komisariat UIN Walisongo Semarang yang bertujuan untuk mengangkat budaya local Blora dalam rangka memperkenalkan budaya Blora kepada masyarakat umum. Pentas Budaya di tempatkan di taman Ngaliyan Semarang Barat. Pada Sabtu Malam Minggu 30 Maret 2019.

Kegiatan pagelaran budaya ini direncakanan akan dilakukan setiap tahun sekali. Hadir dalam pagelaran tersebut organisasi mahasiswa dari berbagai daerah lain di Jawa Tengah. Agar mereka para mahasiswa mengenal budaya dari Blora.

Kesenian Barongan Blora ini merupakan kesenian lokal Blora yang sudah diminati oleh masyarakat umum, sehingga antusias masyarakat melihat pagelaran budaya kali ini sangat meriah dan menghibur.

Ami Mas'udah Ketua Ikatan Mahasiswa Pelajar Blora Semarang (IMPARA)  Komisariat UIN Walisongo Semarang mengatakan bahwa Impara ingin memperkenalkan budaya kepada masyarakat Jawa Tengah oleh karena seni budaya Blora banyak sekali, salah satunya adalah Seni Barongan dan Seni Batik. Ternasuk kita menampilkan kuliner, sastra dan informasi wisata Blora.

Perlu diketahui, program kerja IMPARA Komisariat UIN Walisongo Semarang sendiri adalah adaya ide gagasan untuk memperkenalkan seni budaya daerah asalnya,

“Kami berniat ingin melestarikan budaya-budaya dari kota kelahiran yakni budaya lokal Blora,” jelas Mas'udah

Selain pagelaran budaya IMPARA Komisariat UIN Walisongo Semarang juga memperkenalkan aneka kuliner dari Kota Blora yakni nasi pecel, kopi santen dan sate Blora. Disamping itu, diperkenalkan pula Buku-buku karya Pramudya Anantatur dan Susilo Anantatur untuk dibaca-baca oleh mahasiswa Semarang.

Pagelaran Budaya Imparra UIN Walisongo Semarang
Ketua Penyelenggara Pagelaran Budaya IMPARA Komisariat UIN Walisongo Semarang AlFaruq menjelaskan bahwa pagelaran ini menampilkan tari gambyong, musikalisasi puisi, pengenalan tokoh tokoh Blora, teater samin, seni barongan dan tarian tarian yang di kolaborasi dengan barongan seperti bujanganom, jaranan.

“Pagelaran budaya kali ini kolaborasi kesenian lokal Blora dengan kesenian modern,” ucap Faruq


Kedepan pagelaran budaya lokal Blora ini dapat diselenggarakan yang lebih meriah dan spektakular, sehingga para senior yang telah membantu anggara secara swadaya, kegiatan yang merupakan program kerja IMPARA Komisariat UIN Walisongo Semarang selanjutnya dapat mencari sponsor atau kerjasama dengan perusahaan perusahaan.

“Terima kasih kepada para senior senior yang telah membantu kegiatan ini, juga Pemkab Blora dan Kopra-kelompok perantau Blora,” pungkas AlFaruq (Hfd/Red)

Share:

KPH BLORA PERINGATI HARI JADI PERUM PERHUTANI KE-58 DENGAN 3 KEGIATAN

Anak anak SD Gemar Dan Cinta Tanaman Bersama Perhutani Blora

Blora,– Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan ( KPH ) Blora memperingati hari jadi Perum Perhutani ke- 58 dengan 3 rangkain kegiatan sederhana dengan puncak kegiatan pada Sabtu pagi kemarin. (31/03/2019)

Tiga rangkaian kegiatan di mulai sejak Kamis (28/03) lalu yakni kegiatan penanaman bersama di SD Islam Terpadu Permata Mulia  Tunjungan Blora,dengan 6 jenis Bibit tanaman  yaitu matoa, alpukat, jambu kristal, jambu air, klengkeng, dan mangga.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh KASI Kelola SDH Perhutani KPH Blora La Ode Sahara DM, Sp bersama Kepala Sekolah SD Islam terpadu Permata Mulia Tunjungan Blora Emi Susi Slamet Rahayu, S.Pd yang diikuti siswa kelas 5 sejumlah 27 murid dan didampingi wali kelas serta guru lainya.

Dalam kesempatan ini La Ode menyampaikan tujuan dilaksanakannya kegiatan tersebut ,yakni untuk menumbuh kembangkan rasa cinta menanam dan menjaga tanaman sejak usia dini.

"Dengan kegiatan ini diharapkan para siswa memiliki jiwa gemar menanam dan merawat tumbuh - tumbuhan dengan baik," jelas La Ode.

Disisi lain SD IT  Permata Mulia Tunjungan Blora yang dipimpin Kepala Sekolah Emi, sangat berterima kasih dan menyambut baik kegiatan Penanaman bersama ini

"Kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Perhutani KPH Blora atas kegiatan penanaman bersama ini, sehingga siswa kami dapat mengetahui tentang cara menam pohon dengan Benar, dan semoga nantinya tanaman ini banyak manfaatnya," kata Emi.

Di hari ke-2 Jum'at (29/03)  peringatan hari Jadi Perum Perhutani ke- 58 segenap karyawan Perum Perhutani KPH Blora mengadakan upacara di halaman kantor KPH dan Menyantuni Anak Yatim.

Usai upacara Administratur Perhutani KPH Blora Ir.Afwandy bersama karyawanya menyantuni anak yatim dengan harapan dapat mewujudkan rasa kepedulian terhadap sesama.

"Selain kita sudah bersedekah Oksigen, bersedekah kepada anak Yatim sangat penting kita laksanakan, sebagai bentuk kepedulian kita terhadap sesama umat manusia, semoga dengan kegiatan ini Perum Perhutani bisa tetap Jaya," jelas Afwandy.

Hari berikutnya Sabtu (30/03) pagi yang merupakan puncak rangkaian kegiatan peringatan hari jadi Perum Perhutani ke-58 adalah jalan santai, Donor darah, dan perlombaan yang di ikuti seluruh karyawan Perum Perhutani KPH Blora.

Diantaranya lomba Joget massal, Balap karung, dan akhiri dengan potong tumpeng dan doa bersama sebagai rasa Syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa atas rahmatnya.

"Kegiatan di hari ke-3 ini diharapkan bisa mewujudkan kekompakan, kekeluargaan dan kerjasama yang baik antar karyawan, khususnya kegiatan Donor darah ini diharapkan semua karyawan mempunyai jiwa sosial yang tinggi terhadap sesama umat manusia," pungkas Afwandy. (Heripur/Red)
Share:

MESKI NETRAL KEPALA DESA PUNYA HAK PILIH DI PEMILU 2019

Sosialisasi Perundang-undangan Desa di Aula Kantor Pertanian Blora

Blora,- Netralitas Kepala Desa dalam Pemilu 2019 harus di jaga, namun tidak seperti TNI/POLRI, meskipun netral Kepala Desa tetap mempunyai hak pilih, seperti yang dikatakan Agung Heri Susanto Ketua Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Blora.

Hal tersebut diungkapkanya dalam Sosialisasi Peraturan Perundang-undangan Desa di aula Kantor Pertanian Kabupaten Blora kamis siang yang diikiuti Kepala Desa se-Kabupaten Blora (28/03/2019)

"Kepala Desa memang harus netral,namun demikian Kepala Desa punya hak pilih,  tidak seperti TNI/POLRI dan hak pilih itu harus digunakan untuk memilih pemimpin sesuai pilihannya," jelas Agung Heri S.

Agung juga menjelaskan, untuk mengakomodir kepentingan di Desa, Kepala Desa harus memilih pemimpin sesuai pilihanya yang bisa membantu kemajuan Desanya masing-masing.

Sosialisasi Peraturan Perundang Undangan Desa dan Program Jaga Desa Pengawalan terhadap Distribusi serta Pemanfaatan Dana Desa Di Kabupaten Blora Tahun 2019 dibuka langsung oleh Bupati Blora Joko Nugroho.

Bupati Blora Joko Nugroho atau akrab disapa Kokok juga mengingatkan kepala Desa agar menjaga netralitasnya dalam Pemilu 2019 dan jangan membedakan pelayanan kepada warganya.

"Saya ingatkan kepada Kepala Desa harus jaga netralitas dalam Pemilu 2019, baik itu Pileg maupun Pilpres, dan jangan membedakan pelayanan kepada warga," tandasnya.

Kokok juga mengingatkan agar Kades berhati-hati dalam berbicara, apalagi mendekati masa pencoblosan Pemilu 2019, disamping itu sebentar lagi juga ada Pilkades, agar tidak menimbulkan suasana yang semakin panas.

“Saat ini daerah kita sudah bagus, ayo kita jaga sampai Pileg, Pilpres, dan seterusnya tetap aman dan jangan membuat suasana semakin panas,” Pungkasnya. (Heripur/Red)
Share:

KESBANGPOL BERIKAN PENYULUHAN DI DESA-DESA CEGAH PEREDARAN NARKOBA DAN MIRAS DI BLORA

Penyuluhan Anti Narkoba Dan Anti Miras Untuk Ibu-ibu
Di Kantor Kecamatan Japah Kabupaten Blora

Blora,- Guna mencegah peredaran Narkoba dan miras di Kabupaten Blora, maka Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Blora mengadakan penyuluhan peredaran/penggunaan Minuman Keras dan Narkotika kepada organisasi wanita di Desa-Desa (Selasa, 26/03/2019)
Kegiatan penyuluhan tersebut sasarannya adalah ibu-ibu PKK di Desa dan bertempat di Kantor Kecamatan masing-masing di Kabupaten Blora, kegiatan salah satunya kali ini di Kecamatan Japah.

A.S.Tonny, AMk Kasi 2 Kewaspadaan Nasional dan Ketahanan Masyarakat (Padnas dan Hamnas) Kesbangpol sebagai Panitia pelaksanaan Penyuluhan tersebut mengatakan mengapa sasaran ibu-ibu dikarenakan ibu-ibu adalah sebagi figur yang sehari-harinya berhubungan langsung dengan keluarga, anak-anak dan lingkungan,

 "mengapa sasaran saya ibu-ibu, karena ibu-ibulah yang bisa getok tular tentang bahaya narkoba kepada anak-anakya,keluarga dan lingkungan sekitar, "ujar Tonny

Lebih lanjut, Tonny berharap setelah diadakan penyuluhan ibu-ibu bisa getok tular ke oraganisasi wanita di Desanya masing-masing akan bahaya Narkotika, lanjutnya.

Sementara itu Kepala Kesbangpol Blora Nur Hidayat dalam sambutanya mengatakan menghimbau kepada ibu-ibu agar mengawasi anak-anaknya jangan sampai terpengaruh dengan pergaulan bebas akhir-akhir ini,

"di era seperti sekarang ini, ibu-ibu harus mengawasi anak-anaknya jangan sampai anaknya terpengaruh dengan pergaulan bebas, karena banyak sekali dijalanan anak-anak remaja sekarang yang melanggar asusila karena pergaulan bebas," jelanya

Kegiatan Penyuluhan dibuka oleh Kepala Kesbangpol Blora Nur Hidayat dihadiri oleh Camat Japah Minar Ami dengan narasumber dari Badan Narkotika Nasional Propinsi (BNNP) Jawa Tengah Dela Sulistiyawan dan Kaurmintu Satresnarkoba Polres Blora Aiptu Hery Setiawan.

Para peserta penyuluhan sangat antusias mendengarkan penyuluhan dari dua narasumber yang berbeda, yang pertama dari Satres narkoba yang menjelaskan tentang bahaya Narkoba dan hukuman pidananya serta dari BNNP Jawa tengah yang juga menjelaskan tentang jenis narkoba yang sudah beredar di Indonesia dan bahayanya mengkomsumsi Narkoba tersebut,

"saya sangat senang dengan adanya penyuluhan yang diadakan Kesbangpol ini, jadi saya lebih tahu jenis, bahaya, dan hukuman pidana bagi pengedar dan penggunanya, ini sangat berarti bagi kami kaum ibu-ibu untuk menjaga anak-anak kami dari pergaulan bebas dan pengaruh negatif dari luar, " kata Yuli Astuti ibu PKK dari Desa Padaan salah satu peserta penyuluhan. (Heripur/Red)
Share:

WARGA WONOREJO DAN PEMKAB BLORA SEPAKAT CARI SOLUSI TERBAIK

Warga Wonorejo Sepakat Dengan Pemkab Blora
Untuk Mencari Solusi Terbaik Perihal  Kepemilikan Tanah

Blora,- Kesepakatan Warga Wonorejo dan sekitarnya bertemu dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora terwujud. Di dalam pertemuan tersebut kedua belah pihak membahas tata cara dan solusi pelepasan tanah Wonorejo menjadi milik warga.

Warga berharap, permasalahan ini jangan sampai ada hukum yang dilanggar hingga mengancam bupati terkena masalah hukum. Oleh sebab itu,  Senin (25/03/2019) nanti atau Rabu (27/03/2019) Wakil Bupati (Wabup) Blora beserta jajarannya dan tim kajian hukum Pemkab Blora akan mengajak pertemuan bersama perwakilan warga.

Koordinator warga Wonorejo Harpono menjelaskan wabup ini datang sebagai wakil dari bupati untuk menemui perwakilan warga di Al Muhammad Cepu. Bahwa Bupati setuju dengan tuntutan warga untuk melepaskan hak pakai pemkab. Hanya saja dengan syarat bupati juga aman secara hukum atas pelepasan hak atas tanah tersebut.

''Untuk mendiskusikan dan mengkaji strategi pelepasan hak pakai Pemkab sampai kemudian menjadi sertifikat hak milik (SHM), apakah bisa diselesaikan di Blora atau harus sampai di tingkat provinsi bahkan pusat,'' jelasnya.

Jika memang masalah ini harus sampai ke Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah  Pusat wabup mengaku siap mengawal dan mendampingi warga sampai proses kepemilikan tanah tersebut selesai.

Dalam pertemuan itu pihaknya mengaku siap berdiskusi secara ilmiah dan objektif berdasarkan aturan hukum yang berlaku. Bersedia juga menempuh langkah yang menguntungkan pihak warga. Namun juga tidak membahayakan secara hukum atau tidak menabrak hukum yang berlaku.

 ''Kami akan komitmen soal itu yang penting Bupati juga komitmen dengan janjinya. Insyallah semua bisa berjalan dengan baik,'' harapnya.

Tapi pihaknya mengaku jika saja pada waktu janji yang dibuat wabup pada Senin nanti tidak jadi. Warga sudah menyiapkan aksi lagi secara besar-besaran pada 1 April mendatang di kantor Pemkab Blora.

Moh Husain salah satu tokoh masyarakat lingkungan Wonorejo, mengatakan bahwa  dalam pertemuan nanti warga sudah menyiapkan berbagai hal. Salah satunya solusi agar Pemkab Blora bisa melepaskan tanah Wonorejo tanpa harus menabrak hukum  yang berlaku. Selain itu pihaknya juga memastikan agar wabup terus mengawal warga Wonorejo.

''Nanti pak wabup akan menandatangani surat pernyataan sebagai komitmennya untuk mengawal kami,'' jelasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Blora Arif Rohman saat ditemui di rumah dinasnya mengatakan, pihaknya siap untuk bertemu warga Wonorejo. Yang diangendakan pada Senin nanti. Setelah Musrembangkab di Cepu. Disana nanti dirinya akan berdialektika dan adu argumen dan membawa tim dari Pemkab Blora.

Begitu juga dirinya mempersilahkan warga Wonorejo untuk membawa fulltimenya. Dari pendamping hukum dan lain sebagainya.

''Tapi kita harus ada kesimpulan sesuai dengan aturan yang ada,'' ujanya.

Arif Rohman mengatakan bahwa ketika dalam diskusi nanti mengalami kesulitan dan tidak ada solusi di Blora. Pihaknya siap pembahasan sampai ke provinsi bahkan di pusat.

''Tapi harus fair apapun keputusannya,'' pungkasnya.
(Heripur/Red)
Share:

KODIM BLORA GELAR LATBAK JATRI TRIWULAN I

Latihan Menembak Di Lap. Tembak Yonif 410 Blora

Blora,- Dalam rangka memelihara dan meningkatkan kemampuan prajurit di bidang menembak Kodim 0721/Blora menggelar Latihan Menembak Senjata Ringan (Latbakjatri) Triwulan I Tahun 2019 bertempat di Lapangan Tembak Yonif 410/Alugoro, Selasa, (19/03/2019).

Danramil 05/Cepu selaku Komandan Latitahan(Danlat) Kapten Inf Surana, dalam penekanannya menyampaikan, "Menembak senjata ringan ini sudah dikenalkan sejak calon prajurit mengikuti pendidikan pembentukan di lembaga-lembaga pendidikan militer baik Pendidikan Pembentukan Tamtama, Bintara dan Perwira," ucapnya.

Danlat menekankan kepada prajurit untuk serius dan berhati - hati dalam berlatih serta mengikuti instruksi dari pelatih maupun pengawas latihan karena amunisi yang digunakan merupakan amunisi tajam, sehingga tidak ada lagi kesalahan yang dilakukan oleh perorangan dan menimbulkan kerugian personel.

Lebih lanjut, Kapten Surana menyampaikan bahwa latihan tersebut bersifat rutin triwulan sekali akan tetapi walaupun rutin jangan sampai dianggap main - main dan biasa karena apabila dianggap biasa maka hasilnya tidak akan maksimal.

"Jangan sampai ada korban dalam latihan menembak baik dari prajurit maupun masyarakat yang berdomisili dan melintas di sekitar lapangan tembak, karena latihan sehebat dan sebaik apapun apabila ada korban yang disebabkan karena kelalaian dalam latihan maka latihan tersebut dinyatakan gagal atau tidak berhasil, demikian," pungkasnya. (Heripur/Red)
Share:

Hot News

TMMD Sengkuyung Tahap IV Kodim 0721/Blora Dimulai, Infrastruktur Desa Jadi Sasaran Utama

𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 ( SEPUTARBLORA.MY.ID ) —  Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap IV Tahun Anggaran 2026 yang d...

Piblic Service

Piblic Service
Instagram

Blog Archive

Social Media

Technology

Next More »

Labels

Community

Next More »