Potensi Blora Dipromosikan Lewat Pesta Pernikahan



𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Mantan Asisten II Sekretaris Daerah Blora Sudarmo mempromosikan,  bahwa Kabupaten Blora hampir separuh wilayahnya adalah hutan jati yang mampu menghasilkan kayu jati yang berkualitas tinggi di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan saat  memberikan sambutan penerimaan sasrahan lamaran calon pengantin putri kedua,  pasangan Subagyo dan Hurip Indiani perajin produk batik khas Blora, Mustika Art Gallery, Kelurahan Jetis Kecamatan Blora. Jumat, 3 Mei 2024.

“Bahan kayu jati antara lain digunakan untuk bahan bangunan pendopo Jawa Tengah di Taman Mini Indonesia Indah Jakarta,” jelas Sudarmo. 

Baca Juga :

Dalam suasana akulturasi budaya lokal, pernikahan dokter Annisa Maulidya putri Subagyo dengan dokter Muhammad Dwiki Tafwidhi putra kedua  Hasan Abdul Syukur dari  Majalengka Jawa Barat, Sudarmo menjelaskan bahwa hutan jati juga menghasilkan ungker atau entung daun jati yang bergizi tinggi.

“Bila dimasak menjadi menu istimewa bagi masyarakat Blora yang bermanfaat bagi kesehatan dan mampu meningkatkan vitalitas, ungker juga dijadikan motivasi untuk memacu diri dalam kehidupan sehari hari, urip ngono kudu wani kerja keras, (Hidup harus berani kerja keras),” ujar Sudarmo.

Sudarmo juga mempromosikan batik Blora dengan ciri khas nuansa daun jati karena Hurip Indiani istri Subagyo ikut nguri-uri lestarinya batik Blora melalui perajin produk batik khas Blora.

“Artinya bahwa keberadaan hutan jati di Blora, juga menginspirasi para perajin batik untuk membuat motif jati dengan berbagai corak, ini luar biasa, bahkan pemasarannya bisa tembus luar negeri, batik ini menjadi ciri khas Blora, bahkan digunakan seragam di tiap OPD, termasuk para jemaah calon haji,” kata  Sudarmo.

Sudarmo berpesan agar kelak bisa mewujudkan keluarga yang samawa (Sakinah Mawadah dan Warahmah) dengan menerapkan jimat S4 dalam kehidupan sehari-hari.

S1-Saling mencintai karena Allah. S2-Saling terbuka dan percaya serta mampu mengendalikan diri dari sikap egois. S3-Siap menerima kekurangan dan kelebian diantara pasangan masing-masing. S4-Selalu bermusyawarah setiap menghadapi problema rumah tangga dan selalu belajar bersyukur.

Sambutan yang disampaikan Sudarmo diapresiasi mantan Wakil Bupati Abu Nafi dan mantan Sekda Blora Bambang Sulistya. Menurut keduanya, sambutan yang disampaikan Sudarmo termasuk anomali dan bentuk inovasi dalam memberi motivasi serta sangat cocok untuk situasi saat ini.  (Redaksi)
Share:

DPRD Blora Dukung Penuh Upaya Pemkab Entaskan Anak Tidak Sekolah


BLORA – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blora Jawa Tengah, Siswanto, SPd., MH.,  memberikan dukungan penuh kepada Pemerintah Daerah dan Dinas Pendidikan setempat, dalam upayanya untuk mengentaskan masalah Anak Tidak Sekolah (ATS).

Masalah ini menjadi perhatian serius bagi DPRD Blora. Karena ia percaya bahwa pendidikan adalah kunci untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi generasi muda.

“Kemarin kan ada data iya, itu ada kurang lebih 5000 ATS, lha menurut saya harus dipetakan dengan benar oleh Dinas Pendidikan. Di desa mana, jumlahnya berapa ATS ini dan di jenjang apa. Sehingga setelah kita mengetahui peta, kita akan mencari problem solving (penyelesaian), yaitu mencari solusi atas permasalahan yang ada,” ucap Siswanto, Rabu (1/5/2024).

“Dan nanti itu kita bisa bersinergi dari semua pihak, baik itu pemerintah daerah, DPRD, maupun juga sektor sektor swasta dalam hal ini juga bisa kita nanti CSR dari beberapa perusahaan bisa untuk membantu untuk ATS itu,” jelas Siswanto.

Lebih lanjut, pihaknya juga mengatakan, Pemerintah Daerah harus memiliki target dari tahun ke tahun. Hal itu dilakukan agar nantinya terkait dengan ATS bisa mencapai target zero.

“Jadi, Pemerintah Daerah harus punya target. Semisal, tahun ini sampai akhir Desember, berapa ATS yang bisa di sekolahkan. Anak tidak sekolah bagaimana biar jadi sekolah, berapa dari 5000 itu, berapa anak yang bisa disekolahkan, dan berapa anak yang belum serta kapan selesainya. Artinya pemerintah harus punya target supaya ATS itu nol,” ungkap Siswanto.

Tak hanya itu, terkait data ATS, dirinya pun berharap kepada Dinas Pendidikan kabupaten Blora untuk keterbukaan informasi publik.

Hal ini dilakukan agar nantinya masyarakat maupun Desa dapat mengetahuinya. Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa ke depannya agar mengadakan rapat lintas sektoral. 

“Justru data itu harus disampaikan ke publik, artinya ke kepala Desa. Kepala Desa diundang oleh dinas pendidikan. jangan hanya kepala sekolah saja. itu kan lintas steakholder, nanti bisa mengundang Sekda, PMD, Camat, Kades. kan ini rapat lintas sektoral, yang lintasnya bukan hanya Dinas Pendidikan. Nantinya, Sekda yang memimpin rapat, untuk kemudian Kepala Desa tahu,” ucap Siswanto.

Baca Juga :

Dirinya juga menyadari, masih banyak anak di Blora yang tidak memiliki akses ke pendidikan formal. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, seperti ekonomi, sosial maupun jarak tempuh yang jauh ke sekolah, dan kurangnya kesadaran akan pentingnya pendidikan. 

“Sekali lagi ke depan adakan rapat. Jadi, beban itu nggak hanya di Dinas Pendidikan. Tetapi juga ada di Kepala Desa juga, kenapa warganya tidak sekolah, apakah karena ekonomi, sosial dan hal sebagainya. Pada intinya, iya harus sinergi sama pemerintah Desa,” imbuh Siswanto.

Selain itu, Siswanto juga mendukung program beasiswa bagi anak-anak yang kurang mampu. Ia menyadari bahwa biaya pendidikan bisa menjadi hambatan bagi banyak keluarga di Blora. 

Oleh karena itu, ia pun berharap bahwa program beasiswa ini dapat membantu anak-anak yang kurang mampu untuk tetap melanjutkan pendidikan mereka tanpa harus khawatir tentang biaya.

Terakhir, Siswanto juga berkomitmen untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pendidikan di masyarakat. Ia percaya bahwa dengan meningkatkan kesadaran ini, orang tua akan lebih memprioritaskan pendidikan anak-anak mereka.

Dalam mengakhiri pandangannya, Siswanto menekankan pentingnya kerjasama antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga pendidikan dalam mengentaskan masalah anak tidak sekolah di Blora. 

Ia yakin bahwa dengan kerjasama yang solid, masalah ini dapat diselesaikan dan anak-anak di Blora dapat memiliki akses yang sama terhadap pendidikan. 

Dengan dukungan ini, Pemerintah Kabupaten Blora semakin termotivasi untuk mengatasi masalah anak tak sekolah.

Melalui langkah-langkah yang telah diambil dan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan bahwa Blora dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengentaskan masalah anak tidak sekolah. (Redaksi)
Share:

Maksimalkan Potensi Daerah, Pemkab Blora Minta Masukkan Kemenko Perekonomian dan Guru Besar Unnes Semarang


 
𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Dalam rangka memaksimalkan potensi yang dimiliki, Pemkab Blora menggelar Rakor dengan  Kementerian Koordinator Perekonomian (RI), Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Industri dan sejumlah Guru Besar Universitas Negeri Semarang.
 
Rakor yang digelar di Padma Hotel Semarang, Jumat (26/4/2024) itu, selain membahas soal daya saing daerah di Jawa Tengah,  khususnya Kabupaten Blora, dimaksudkan, Pemkab Blora minta masukan dari sejumlah pihak tersebut.
 
Dalam rakor tersebut, Jajaran Pemkab Blora dipimpin langsung oleh Bupati Blora H. Arief Rohman yang diikuti oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala DPMPTSP, Kepala DP4, Bappeda dan Kabag Perekonomian Setda. Sementara dari Menko Perekonomian diwakili Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Industri, Ali Murtopo Simbolon.
 
“Saya dan rombongan ingin meminta saran, masukan serta dukungan dari Kemenko Perekonomian RI serta para Guru Besar Universitas Negeri Semarang. Tentunya kami nantikan untuk kemajuan meningkatkan ekonomi sekaligus kesejahteraan masyarakat,” jelas Bupati Blora.
 
Disampaikan, potensi unggulan Blora kayu jati, minyak gas bumi dan potensi pertanian lainnya. Blora mempunyai potensi peternakan Sapi terbesar di Jawa Tengah dan terbesar kedua di Indonesia.
 
10 Indikator
 
Kemenko Perekonomian menyampaikan, ada 10 indikator Indeks Daya Saing Daerah.  Antara lain daya dukung ekonomi, kapasitas fiskal, angka harapan hidup, cakupan internet dan produktivitas tenaga kerja.
 
Selain itu, jumlah menara BTS, jumlah sarana layanan keuangan, jumlah sarana ekonomi, jumlah kawasan ekonomi strategis dan jarak ke pelabuhan.
 
Dari 10 indikator tersebut Kabupaten Blora menempati posisi ke 25 dari 35 Kabupaten/kota se Jawa Tengah dengan Indeks 3,21 poin dari nilai 0-10.
 
Menanggapi hal tersebut, Bupati Blora menyampaikan bahwa pihaknya bersama Mensesneg Pratikno sedang menyusun Kawasan Ekonomi Cepu Raya, yang mencakup Blora bagian Timur dan Bojonegoro bagian Barat.
 
Bupati Blora mendukung dan berharap ada kajian lebih lanjut terkait potensi kawasan Industri di Kabupaten Blora untuk menunjang perekonomian negara dan menyambut Indonesia Emas 2045.
 
Untuk menindaklanjuti Rakor tersebut Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Industri, Ali Murtopo Simbolon berencana akan membentuk tim kerja yang khusus membahas soal potensi industri di Blora. (Prokompim/Redaksi)
Share:

Emansipasi Wanita Ujung Tombak Pembentukan Karakter Bangsa


Sekelumit sejarah.
Di era jawa kuno ; Wanita dilambangkan dalam simbol-simbol kehidupan. Kekuatan ( Api ), pengayom ( Bumi / Pratiwi ), kerahasiaan ( Smarawadhi ), keindahan / kecantikan ( nareswari / ayu ). 

Wanita sebagai penulis kisah dalam kehidupan,  sebagai visi misi pembangunan peradaban penaklukan dan semangat perjuangan. Di era itu leluhur kita sudah mengenal emansipasi wanita. Kita memiliki role model wanita hebat seperti Dyah Gayatri Rajapatni ( permaisuri Raden Wijaya pendiri Majapahit) seorang wanita yang ahli geopolitik Nusantara. Dyah Rani Tribuwanotunggadewi ( Ratu Majapahit ke III ) seorang ratu yang mahir menguasai angkatan laut Nusantara. 

Di era Jawa baru ; R.A Kartini membangkitkannya kembali.  
Wanita adalah ujung tombak pembentukan karakter bangsa yang berbudi pekerti. Dari wanita yang penuh cinta kasih akan terlahir anak-anak bangsa dengan karakter baik. 

"Selamat hari Kartini"

Jadilah wanita ayu lahir dan batin. Yang hebat sesuai fitrah kita masing-masing. Penuh cinta dan berbudi pekerti luhur. 🦋♥️

Ssy Lailla Wati
Ponorogo Jatim
Share:

Pimpinan bersama Anggota, Sekwan dan Staf DPRD Blora Mengucapkan Selamat Idulfitri 2024, Minal Aidin Wal Faizin


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Lantunan takbir telah menggema menandakan tibanya penghujung Bulan Suci Ramadhan 1445 Hijriyah.

Segenap Pimpinan, Anggota, Sekretariat dan Staf Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blora. Rabu, (10/4/2024)

Ketua DPRD Kabupaten Blora HM. Dasum, SE., MMA melalui Sekretaris DPRD Blora Catur Pambudi Amperawan, S.Sos., mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1445 Hijriyah, Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin. 

"Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin," kata Sekwan DPRD Blora.

"Semoga semangat kemenangan spiritual dan kebersamaan Idul Fitri menguatkan keimanan kita. Mari bersama-sama menjaga nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama," tandas Sekwan DPRD Blora.

Selamat Idul Fitri! Taqabbalallahu Minna Wa Minkum.

Hormat kami,
DPRD Kabupaten Blora 
(Redaksi)
Share:

Hot News

TNI dan Warga Gotong Royong Pasang Besi Jembatan dalam Program TMMD Sengkuyung Tahap IV di Blora

𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 ( SEPUTARBLORA.MY.ID ) —  Anggota Koramil 11/Jati bersama masyarakat bergotong royong melaksanakan pemasangan besi j...

Piblic Service

Piblic Service
Instagram

Blog Archive

Social Media

Technology

Next More »

Labels

Community

Next More »