Bahu Jalan Blora-Randublatung Longsor, Polres Blora Pasang Drum Tanda Pembatas dan Banner Imbauan


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Blora Jawa Tengah  mengakibatkan bahu jalan di jalan raya Blora-Randublatung, tepatnya di Desa Sidomulyo, Kecamatan Banjarejo, mengalami longsor pada Rabu 1 April 2026. Longsor tersebut mengancam badan jalan dan membahayakan keselamatan pengguna jalan yang melintas.

Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto melalui Kapolsek Banjarejo, AKP Gembong Widodo mengatakan bahwa anggota Polsek Banjarejo bergerak cepat mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan serta pengamanan di titik koordinat longsor sekitar pukul 15.15 WIB.

"Berdasarkan hasil tinjauan di lapangan, kerusakan bahu jalan tersebut memiliki dimensi panjang sekitar 19 meter dengan kedalaman mencapai 3 meter akibat tergerus debit air hujan yang tinggi," ungkap Kapolsek Banjarejo.

Lebih lanjut, Kapolsek Banjarejo  menjelaskan bahwa langkah antisipasi telah diambil guna mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas di area tersebut.

"Kami telah menerjunkan personel untuk memastikan kondisi di lapangan. Saat ini, di lokasi longsor sudah dipasang tanda pembatas menggunakan drum. Selain itu, dari arah utara maupun selatan juga telah kami pasang banner imbauan agar pengendara lebih berhati-hati," ujar Kapolsek Banjarejo.

Saat ini, tim Polres Blora, terdiri dari Aipda Karyanto, Aipda Wawan Kurniawan, dan Brigpol Winarto  melakukan pembuatan video imbauan Kamseltibcarlantas sebagai bentuk sosialisasi visual kepada masyarakat luas. 

"Langkah ini diambil mengingat jalan  Blora-Randublatung merupakan akses vital yang cukup padat kendaraan," ucap Kapolsek Banjarejo.

Polres Blora mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya pengemudi kendaraan berat, untuk mengurangi kecepatan dan tetap waspada saat melintasi Desa Sidomulyo,  Kecamatan Banjarejo.

"Waspada pada malam hari atau saat hujan kembali turun, guna menghindari potensi longsor susulan yang lebih luas," tandas Kapolsek Banjarejo. (Humas/Redaksi)

Share:

Dandim 0721/Blora Ikuti Rapat Evaluasi Percepatan Pembangunan KDKMP


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Komandan Kodim 0721/Blora, Letkol Kav Yudhi Agus Setiyanto, mengikuti rapat lanjutan evaluasi percepatan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) melalui konferensi video, Selasa 31 Maret 2026.

Kegiatan tersebut dipimpin Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R dan diikuti jajaran TNI Angkatan Darat dari berbagai wilayah. Dandim 0721/Blora mengikuti kegiatan dari lokasi KDKMP Desa Jepangrejo, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora.

Dalam rapat tersebut, setiap Panglima Komando Utama (Pangkotama) memerintahkan kepada para Komandan Korem (Danrem) dan Komandan Kodim (Dandim) untuk menyiapkan paparan terkait perkembangan KDKMP di wilayah masing-masing. Paparan tersebut mencakup strategi pencapaian target berbasis milestone, termin penyaluran anggaran, persentase progres pembangunan, hingga capaian pembangunan yang telah mencapai 100 persen.

Selain itu, masing-masing satuan kewilayahan juga diminta melaporkan hasil pengecekan di lapangan, termasuk berbagai kendala yang dihadapi serta langkah-langkah penanganan yang dilakukan bersama pemerintah daerah dan BUMN.

Rapat evaluasi ini bertujuan untuk memastikan percepatan pembangunan KDKMP berjalan sesuai target. Dalam forum tersebut juga disampaikan laporan umum mengenai capaian program, hambatan yang muncul, serta upaya yang telah dilakukan guna mendukung pengembangan koperasi di tingkat desa dan kelurahan. (Pendim/Redaksi)

Share:

Gelar Rakor POK Perangkat Daerah, Pemkab Blora Tekankan Pencegahan Korupsi


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Pemerintah Kabupaten Blora menggelar Rapat Koordinasi Pengendalian Operasional Kegiatan (POK) perangkat daerah di Pendopo rumah dinas Bupati Blora, Selasa 31 Maret 2026.

Rapat yang diikuti seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan camat itu dipimpin langsung oleh Bupati Blora, Arief Rohman bersama Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini dan Sekretaris Daerah Komang Gede Irawadi. 

Kegiatan tersebut menekankan pentingnya penguatan tata kelola pemerintahan yang bersih serta upaya pencegahan korupsi, sebagai tindak lanjut arahan Pemerintah Provinsi bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam forum koordinasi kepala daerah se-Jawa Tengah.

Dalam arahannya, Bupati Blora Arief Rohman meminta seluruh jajaran OPD meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pelanggaran, terutama pada aspek perencanaan anggaran, pengadaan barang dan jasa, serta pengisian jabatan.

“Area rawan harus diantisipasi sejak dini. Jangan sampai terjadi di Kabupaten Blora,” ujarnya.

Bupati Blora menegaskan, pengisian jabatan di lingkungan pemerintah daerah harus mengedepankan sistem merit dan bebas dari praktik jual beli jabatan. Proses tersebut harus berjalan transparan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

"Silahkan kepala OPD kalau ada bawahan yang berprestasi, yang bagus, diusulkan saja pada baperjakat, nanti ada seleksi terbuka dan nanti ada pula kepala OPD yang bergeser," jelasnya. 

Selain itu, lanjut Bupati, perencanaan pembangunan juga menjadi sorotan dalam rakor bersama KPK. Pemerintah daerah diminta memastikan sinkronisasi program, termasuk mengakomodasi pokok-pokok pikiran DPRD agar selaras dengan kebutuhan masyarakat dan prioritas pembangunan daerah.

Mengacu pada penguatan pengawasan oleh komisi pemberantasan korupsi, terdapat tiga sektor utama yang menjadi perhatian, yakni perencanaan anggaran, pengadaan barang dan jasa, serta praktik jual beli jabatan. KPK juga menekankan pentingnya integritas aparatur dan pengawasan yang berkelanjutan untuk mencegah korupsi.

Bupati dan Wakil Bupati juga berkomitmen menciptakan kondisi daerah yang aman dan kondusif melalui penguatan harmonisasi antarunsur pemerintahan serta peningkatan sistem pengawasan internal.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Komang Gede Irawadi mengungkapkan bahwa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) akan melakukan pemeriksaan laporan keuangan pemerintah daerah pada April 2026.

“Seluruh OPD diminta mempersiapkan dokumen secara optimal,” kata dia.

Sekda menambahkan, KPK juga menekankan pentingnya pendekatan pencegahan melalui sosialisasi, monitoring, dan pengawasan secara berkelanjutan guna membangun kesadaran antikorupsi di lingkungan pemerintah daerah.

Sebelum rakor POK digelar, kegiatan diawali dengan pelepasan purna tugas Kepala Bapperida Kabupaten Blora A. Mahbub Djunaidi dan Camat Kunduran Suharto. Pemerintah daerah menyampaikan apresiasi atas dedikasi keduanya selama bertugas. (Humas/Redaksi)

Share:

Dari Baksos ke Pembangunan, Jembatan Garuda Jadi Harapan Baru Warga Blora


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Kegiatan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Jembatan Garuda oleh Kodim 0721/Blora berlangsung khidmat dan penuh kehangatan di Dukuh Wotrangkul, Desa Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, Selasa (31/3/2026).

Tidak sekadar seremoni pembangunan infrastruktur, kegiatan ini juga diwarnai dengan aksi bakti sosial berupa pembagian paket sembako kepada masyarakat di sekitar lokasi. Bantuan tersebut disalurkan di empat titik wilayah pembangunan, yakni Dukuh Wotrangkul (Desa Klopoduwur), Dukuh Jati (Desa Jati), Dukuh Gabeng (Desa Pengkolrejo), dan Desa Nglebur.

Komandan Kodim 0721/Blora, Letkol Kav Yudhi Agus Setiyanto, S.Sos., mengatakan bahwa pembangunan Jembatan Garuda diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antar wilayah serta mendukung aktivitas masyarakat, terutama akses anak-anak menuju sekolah.

“Pembangunan jembatan ini merupakan upaya untuk membantu masyarakat dalam meningkatkan konektivitas wilayah. Kami juga ingin berbagi melalui kegiatan bakti sosial agar manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh warga,” ujarnya.

Antusiasme warga terlihat sejak awal kegiatan. Kehadiran TNI melalui pembangunan jembatan sekaligus penyaluran bantuan sosial disambut hangat oleh masyarakat yang selama ini menantikan akses penghubung yang lebih memadai.

Warga Dukuh Wotrangkul menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan. Ia menilai, keberadaan jembatan tersebut nantinya akan sangat membantu mobilitas warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat. Dengan dimulainya pembangunan Jembatan Garuda, diharapkan infrastruktur di Kabupaten Blora semakin berkembang dan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan warga. (Pendim/Redaksi)

Share:

Ketua DPRD Blora Rapat Paripurna tiga agenda Untuk Efisiensi Percepatan Program Kerja Daerah


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SUARABARU.ID) — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blora menggelar rapat paripurna dengan tiga acara Persetujuan Bersama Penetapan 2  Raperda Kabupaten Blora, Penyampaian (penyerahan) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Blora Tahun Anggaran 2025 dan Halalbihalal Forkopimda Blora dengan Pimpinan dan Anggota DPRD Blora, di ruang pertemuan gedung DPRD Jl. A Yani Blora, Selasa 31 Maret 2026.

Rapat yang dipimpin Ketua DPRD Blora, Mustopa menyampaikan bahwa rapat paripurna dalam acara Persetujuan Bersama Penetapan 2 Raperda, dan penyerahan LKPJ Bupati Blora Tahun Anggaran 2025.

“Dua Raperda tersebut adalah Raperda Kabupaten Blora tentang  Pencegahan dan Peningkatan Kualitas terhadap Perumahan Kumuh dan Pemukiman Kumuh serta Raperda Pengembangan Ekonomi Kreatif. Kedua Raperda itu merupakan tindak lanjut hasil fasilitasi Gubernur Jawa Tengah,” jelas Mustopa.

Ketua DPRD Blora menyampaikan bahwa pelaksanaan tiga agenda dalam satu waktu ini merupakan langkah efisiensi demi percepatan program kerja daerah.

“Untuk itu marilah kita ikuti acara selanjutnya yaitu Laporan PANSUS, yang akan disampaikan juru bicaranya, saudari Ratna Pancarini,” kata Ketua DPRD Blora Mustopa.

Setelah disampaikan oleh juru bicara, pimpinan rapat paripurna DPRD memintakan persetujuan secara lisan kepada semua anggota DPRD terhadap dua Reperda Pemkab Blora tersebut.

“Dalam persetujuan anggota DPRD, akan kami gunakan sebagai dasar untuk menandatangani berita acara persetujuan bersama, dan selanjutnya akan kami tuangkan dalam keputusan DPRD,” ucap Mustopa.

Selanjutnya dilakukan penandatanganan berita acara persetujuan bersama antara Bupati dan Pimpinan DPRD Blora.  

Memasuki acara berikutnya yaitu Penyampaian (penyerahan) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Blora Tahun Anggaran 2025.

“Pada hari Senin 30 Maret 2026, Pemerintah Kabupaten Blora telah mengirimkan buku LKPJ Bupati Blora Tahun Anggaran 2025 kepada DPRD Blora, Nomor 900.1.15.5/295/2026, perihal Penyampaian (penyerahan) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Blora Tahun Anggaran 2025,” ungkap Mustopa. 

Penyerahan secara resmi Buku LKPJ Bupati Blora Tahun Anggaran 2026 diserahkan langsung oleh Bupati Blora,  Arief Rohman kepada pimpinan DPRD Blora.

Dalam kesempatan itu, Bupati Blora juga menyampaikan sambutannya.  Bupati Blora secara resmi menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 sebagai bentuk transparansi kinerja eksekutif selama satu tahun anggaran.

Dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025, Bupati Blora Arief Rohman memaparkan capaian realisasi program, serapan anggaran, serta indikator keberhasilan pembangunan yang telah dicapai sepanjang tahun lalu.

Setelah diserahkan oleh Bupati Arief Rohman, pimpinan rapat paripurna meminta kepada Anggota DPRD segera melakukan pembahasan atas LKPJ Bupati Blora Tahun Anggaran 2025.

Untuk diketahui, masih dalam momen Idulfitri 1447 H, acara rapat paripurna ditutup dengan silaturahmi dan halalbihalal antara jajaran Forkopimda Blora dengan Pimpinan serta Anggota DPRD untuk mempererat sinergitas antar instansi. Acara berlangsung khidmat dan dihadiri oleh jajaran eksekutif, legislatif, serta unsur pimpinan daerah lainnya. (Humas/Redaksi)


Share:

Dandim Kav Yudhi Agus Setiyanto Hadiri Groundbreaking Jembatan Garuda di Klopoduwur Blora


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Dandim 0721/Blora, Letkol Kav Yudhi Agus Setiyanto, menghadiri peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan 'Jembatan Garuda' di Dukuh Wotrangkul, Desa Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, Selasa 31 Maret 2026, pembangunan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan konektivitas dan membuka akses wilayah pedesaan.

Kegiatan diawali dengan video conference yang terhubung dengan Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Achiruddin, yang memimpin langsung groundbreaking pembangunan Jembatan Garuda terpusat dari Dukuh Bolo Wetan, Desa Bolo, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Di wilayah teritorial Kodim 0721/Blora, pembangunan Jembatan Garuda dilaksanakan di empat titik, yakni Dukuh Jati (Desa Jati, Kecamatan Jati), Desa Nglebur (Kecamatan Jiken), Dukuh Gabeng (Desa Pengkolrejo, Kecamatan Japah), serta Dukuh Wotrangkul (Desa Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo) sebagai lokasi utama kegiatan.

Peletakan batu pertama oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Blora menandai dimulainya pembangunan yang diharapkan mampu mengurangi keterisolasian wilayah dan memperlancar mobilitas masyarakat.

Dandim 0721/Blora, Letkol Kav Yudhi Agus Setiyanto mengatakan, jembatan tersebut akan memberikan manfaat bagi sekitar 175 kepala keluarga atau kurang lebih 500 jiwa di Dukuh Wotrangkul.

“Jembatan ini diharapkan dapat mendukung akses anak-anak menuju sekolah serta memperlancar aktivitas perekonomian masyarakat desa,” ujar Letkol Kav Yudhi Agus Setiyanto.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas realisasi pembangunan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto. Semoga jembatan ini dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” kata Dandim 0721/Blora.

Selain groundbreaking, kegiatan juga diisi dengan bakti sosial berupa pembagian bantuan sembako kepada warga sekitar lokasi proyek yang diserahkan langsung oleh Dandim 0721/Blora bersama tamu undangan.

"Pembangunan Jembatan Garuda diharapkan menjadi solusi atas keterbatasan akses yang selama ini dihadapi masyarakat, sekaligus menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah pedesaan," tandas Letkol Kav Yudhi Agus Setiyanto.

Sementara itu, Bupati Blora, Arief Rohman diwakili Asisten II Setda Blora, Dasiran, menyampaikan apresiasi atas dimulainya pembangunan Jembatan Garuda di wilayah tersebut.

“Pembangunan ini diharapkan dapat meningkatkan akses pendidikan, layanan kesehatan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Kami juga berterima kasih kepada pemerintah desa dan warga yang telah mendukung penuh pembangunan ini,” jelas Asisten II Setda Blora.

Pada kesempatan itu, Kepala Desa Klopoduwur, Hery Sugiharto menyampaikan bahwa masyarakat menyambut baik pembangunan jembatan tersebut.

“Warga sangat antusias karena jembatan ini akan mempermudah aktivitas sehari-hari, terutama untuk anak sekolah dan kegiatan pertanian,” kata Kades Klopoduwur.  (Pendim/Redaksi)

Share:

Warga Sambongrejo Blokir Jalan dan Tanam Pohon Pisang, Protes Kerusakan Jalan Desa Akibat Proyek IJD Senilai Rp 27,9 Miliar

𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Puluhan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sambongrejo Bersatu melakukan aksi damai dengan menutup akses jalan menuju Dukuh Gunungrowo, Desa Sambongrejo, Kecamatan Tunjungan, Selasa 31 Maret 2026.

Aksi ini dipicu oleh kekecewaan warga atas rusaknya jalan desa akibat aktivitas kendaraan berat milik PT Mitra Wardhana yang tengah mengerjakan proyek Inpres Jalan Daerah (IJD) ruas Japah-Tunjungan.

Pantauan di lokasi, warga sempat menanam pohon pisang dan memasang portal bambu di tengah jalan sebagai bentuk protes. Warga menuding aktivitas truk molen pada proyek senilai Rp 27,9 miliar yang bersumber dari APBN tahun 2025 tersebut telah merusak infrastruktur jalan desa mereka tanpa ada upaya perbaikan dari pihak kontraktor.

Koordinator aksi, Keluk Peristawahan, menegaskan bahwa warga pada dasarnya mendukung pembangunan infrastruktur pemerintah. Namun, pihaknya menagih janji PT Mitra Wardhana yang hingga kini belum merealisasikan perbaikan jalan di Dukuh Gunungrowo yang terdampak.

"Kami mendukung penuh pembangunan jalan, namun kami menagih janji PT Mitra Wardhana untuk memperbaiki kerusakan jalan desa kami akibat aktivitas kendaraan berat mereka," ujar Keluk di sela-sela aksi.

Aksi tersebut mendapat pengawalan ketat dari jajaran Polres Blora yang dipimpin langsung oleh Kasat Intelkam Polres Blora, Iptu Agus Wibowo. Tak lama berselang, Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Blora, Nidzamudin Al Hudda, tiba di lokasi untuk melakukan dialog langsung dengan warga.

Dalam mediasi tersebut, dicapai kesepakatan bahwa kerusakan jalan desa tersebut akan segera dikoordinasikan dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Inpres Jalan Daerah untuk langkah perbaikan prosedural. Sebagai langkah darurat, pemerintah menjanjikan perbaikan sementara menggunakan batu gosok.

Plt. Kepala DPUPR Blora, Nidzamudin Al Hudda, menyatakan komitmennya untuk menjembatani aspirasi masyarakat agar pihak terkait segera bertanggung jawab.

"Kerusakan yang diakibatkan aktivitas kendaraan berat PT Mitra Wardhana ini akan kami koordinasikan dengan PPK Inpres Jalan Daerah untuk segera dilakukan perbaikan. Untuk langkah awal, akan dilaksanakan perbaikan sementara dengan penggrosokan batu," jelas Nidzamudin.

Mendengar penjelasan tersebut, warga akhirnya bersedia membuka kembali portal jalan dan membongkar tanaman pohon pisang. Warga memberikan tenggat waktu satu minggu bagi pemerintah daerah untuk merealisasikan janji penggrosokan tersebut.

Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto melalui Kasihumas AKP Midiyono mengonfirmasi bahwa situasi di lokasi telah kembali kondusif. Penutupan jalan yang sempat berlangsung singkat berakhir setelah adanya kesepakatan antara warga dan Dinas PUPR.

"Sekitar pukul 13.50 WIB, warga membubarkan diri dengan tertib. Kami pastikan akses jalan sudah kembali normal dan situasi Kamtibmas di wilayah Tunjungan aman terkendali," pungkas AKP Midiyono. (Humas/Redaksi)
Share:

Groundbreaking Pembangunan 'Jembatan Garuda' di Klopoduwur Blora Segera Dimulai


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Kondisi awal 'Jembatan Garuda' di Dukuh Wotrangkul, Desa Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora Jawa Tengah, menjadi sorotan menjelang pelaksanaan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan jembatan tersebut pada Selasa 31 Maret 2026. Infrastruktur yang selama ini menjadi akses vital warga itu dilaporkan mengalami kerusakan cukup signifikan dan dinilai membahayakan pengguna.

Pasiter Kodim 0721/Blora, Kapten Inf Maningsun menyampaikan bahwa 
jembatan Garuda yang menghubungkan kawasan permukiman dengan lahan pertanian warga tersebut menunjukkan tanda-tanda penurunan struktur. Sejumlah bagian mengalami keretakan, terutama pada dinding penyangga, sementara kondisi lantai jembatan juga sudah tidak layak dilalui secara aman, khususnya saat musim hujan.

"Kondisi ini berdampak langsung pada aktivitas masyarakat. Mobilitas warga menjadi terhambat, termasuk distribusi hasil pertanian serta akses menuju pusat perekonomian setempat," ujar Pasiter Kodim 0721/Blora.

Sebagai bagian dari wilayah teritorial Kodim 0721/Blora, lanjut Pasiter Kodim 0721/Blora, penanganan Jembatan Garuda menjadi salah satu prioritas dalam upaya peningkatan infrastruktur desa. Perbaikan jembatan dinilai penting untuk menunjang kelancaran aktivitas warga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

“Perbaikan jembatan ini sangat dibutuhkan masyarakat karena menjadi jalur utama penghubung antar wilayah. Dengan adanya pembangunan, diharapkan akses warga menjadi lebih aman dan lancar,” ucap Kapten Inf Maningsun.

Selain meningkatkan aspek keselamatan, pembangunan jembatan ini juga diharapkan mampu memperkuat konektivitas antar wilayah serta mempercepat distribusi hasil pertanian yang menjadi sumber utama mata pencaharian warga, dukungan berbagai pihak, termasuk unsur TNI melalui Kodim 0721/Blora, menjadi faktor penting dalam percepatan realisasi pembangunan tersebut, imbuh Kapten Inf Maningsun.

"Ke depan, Jembatan Garuda diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur penghubung, tetapi juga memberikan dampak positif berkelanjutan terhadap kesejahteraan masyarakat Desa Klopoduwur dan sekitarnya," tandas Pasiter Kodim 0721/Blora. (Pendim/Redaksi)

Share:

Jalin Sinergi dengan Tokoh Agama, Kapolres Blora Kunjungi Klenteng Hok Tio Bio


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SUARABARU.ID) — Untuk mempererat tali silaturahmi dan menjaga kondusivitas wilayah Kabupaten Blora Jawa Tengah, Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto melakukan kunjungan ke Klenteng Hok Tio Bio Blora, Senin 30 Maret 2026.

Kehadiran Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto bersama Kasat Binmas AKP Khoirun, Kasat Intelkam IPTU Agus Wibowo, dan Kasi Humas AKP Midiyono, disambut hangat oleh Pengurus Yayasan Klenteng Hok Tio Bio.

Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto menyampaikan bahwa komunikasi yang selama ini telah terjalin dengan baik antara pihak kepolisian dan pengurus Klenteng harus terus dijaga demi kebaikan bersama.

"Pada kegiatan silaturahmi ini, mari kita jaga komunikasi yang sudah baik antara Polres Blora dan Pengurus Klenteng Hok Tio Bio Blora. Semoga hubungan ini membawa berkah dan kebaikan untuk kita semua. Saya mengajak rekan-rekan pengurus yayasan untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kabupaten Blora," ujar Kapolres Blora.

Pada kesempatan itu, Sekretaris 2 Yayasan Klenteng Hok Tio Bio, Iwan Pujianto mengapresiasi langkah Polres Blora yang datang langsung menemui tokoh-tokoh agama. Ia mengatakan kesiapan Klenteng untuk mendukung penuh kinerja kepolisian.

"Terima kasih atas kedatangan Bapak Kapolres Blora bersama jajaran yang telah mampir dalam rangka menjalin silaturahmi dan komunikasi. Kami siap bekerja sama dengan Polres Blora untuk menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif," ucap Iwan Pujianto. (Humas/Redaksi)

Share:

Babinsa Koramil 11/Jati Kawal Tahap Pondasi Koperasi Desa Merah Putih


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di wilayah Kecamatan Jati, terus digenjot, Babinsa Koramil 11/Jati, Kodim 0721/Blora turun langsung mendampingi proses konstruksi di Desa Randulawang, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora Jawa Tengah, pada Minggu 29 Minggu 2026.

Babinsa Koramil 11/Jati, Serda Sukandar
menyampaikan bahwa pada tahap ini, para pekerja melaksanakan pengecoran pondasi serta pemasangan batu belah sebagai struktur dasar bangunan.

"Koperasi tersebut nantinya akan difungsikan sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat desa," ujar Serda Sukandar.

Serda Sukandar menyampaikan bahwa keterlibatan Babinsa tidak hanya sebatas kehadiran di lokasi, tetapi juga untuk memastikan proses pembangunan berjalan sesuai rencana dan standar yang ditetapkan.

“Hari ini kami ikut mengawasi proses pengecoran pondasi untuk memastikan kualitasnya benar-benar sesuai standar, mengingat bangunan ini akan dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang,” ucap Serda Sukandar.

Lebih lanjut, Serda Sukandar mengatakan bahwa pendampingan ini merupakan bagian dari upaya mempererat kemanunggalan TNI dengan masyarakat.

“Selain melakukan pengawasan, kami juga turut membantu proses pengecoran sambil melaksanakan komunikasi sosial dengan warga setempat. Harapannya, seluruh proses pembangunan dapat berjalan lancar tanpa kendala,” imbuh Serda Sukandar.

Untuk perhatian, pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Desa Randulawang Kecamatan Jati, Kabupaten Blora Jawa Tengah, diharapkan mampu memperkuat perekonomian warga serta menjadi ruang produktif bagi masyarakat setempat. (Pendim/Redaksi)
Share:

Manganan Janjang Blora Jadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia

𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Ada yang istimewa di 'Manganan Janjang' yang digelar warga masyarakat Desa Janjang, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora Jawa Tengah, sertifikat dan piagam penghargaan diserahkan dalam acara tersebut, di kompleks Makam dan Tapaan Mbah Janjang (Jatikusuma, Jatiswara), Jumat 27 Maret 2026.  

Pada Manganan Janjang, sertifikat dan piagam penghargaan diserahkan oleh Bupati Blora, Arief Rohman yang datang di tradisi manganan Janjang itu, dengan didampingi Ketua TP PKK, Wakil Bupati, Sri Setyorini, dan jajaran Forkopimda Blora,

Sertifikat dan piagam penghargaan yang diserahkan itu, masing-masing sertifikat dari Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, nomor 169/WB/KB.00.01/2025, perihal penetapan Manganan Janjang sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia. 

Bersamaan itu, juga dilakukan penyerahan piagam penghargaan, Surat Keputusan Bupati Blora nomor 400.6/487/2025 tertanggal 19 Desember 2025 yang menetapkan Desa Janjang sebagai Desa Budaya di Kabupaten Blora.

Pada kesempatan itu, Kepala Desa Janjang, Ngasi menyampaikan syukur atas gelaran Manganan Janjang tahun ini berjalan lebih ramai dibandingkan tahun lalu. 

“Alhamdulillah tahun ini lebih ramai dibandingkan tahun lalu. Tidak hanya warga Blora saja yang hadir. Ada dari Jawa Timur bahkan Jawa Barat. Manganan Janjang ini diselenggarakan setiap Jumat Pon setelah Lebaran Idul Fitri setiap tahunnya. Terimakasih juga atas hadirnya Pak Bupati dan rombongan. Semoga membawa keberkahan untuk desa kami. Cuacanya juga cerah, tidak hujan, semoga desa kami jauh dari pagebluk,” ungkap Ngasi.

Bupati Blora berharap sertifikat dari Menteri Kebudayaan tentang penetapan Manganan Janjang sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia, dan SK Bupati Blora tentang penetapan Desa Budaya untuk Janjang, bisa semakin mengukuhkan Desa Janjang sebagai pusat pelestarian budaya di Kabupaten Blora.

"Ini sudah paten dan harus terus kita lestarikan Manganan Janjang ini. Selain menjadi daya tarik wisata religi, juga bisa menjadi pendorong bangkitnya perekonomian desa,” ucap Bupati Blora.

Bupati Blora melihat langsung ada ratusan pedagang makanan, minuman, pakaian, jajanan hingga mainan anak ikut ngalap rezeki dari para peziarah. Halaman rumah rumah warga hingga halaman sekolah penuh menjadi tempat parkir dadakan selama event tahunan ini.

“Luar biasa Manganan Janjang ini. Menjadi tradisi budaya sedekah bumi yang paling ramai, paling banyak pengunjungnya di Kabupaten Blora. Potensinya bagus untuk menggerakkan ekonomi desa. Semoga kedepan bisa ditata lebih baik oleh Pak Kades Janjang. Ini wujud kerukunan, kebersamaan dan potret semangat berbagi untuk sesama. Sekaligus bentuk kekompakan warga masyarakat desa untuk bersama sama berdoa untuk keselamatan desa Janjang, dan Kabupaten Blora. Apalagi akses jalan dari Cabak ke Janjang sudah selesai dibangun, jadi lebih nyaman kesini,” ucap Bupati Blora.

Salah satu warga Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Sumirah (56) 
mengaku sering datang ke acara Manganan Janjang ini bersama suami dan anak anaknya. 

“Sudah enam kali saya ikut Manganan di Janjang ini. Awalnya dulu pengen ziarah sekaligus cari nasi berkat yang dibungkus daun jati rasanya sedap mas. Namun belakangan ini saya ikut menyerahkan ambeng ingkung untuk dibagikan bersama. Idep-idep ikut bersedekah untuk sesama. Acaranya bagus kok, semuanya kelihatan guyub rukun,” ucap Sumirah.

Juga warga Rembang Jawa Tengah, Radit (25) menyampaikan senang bisa hadir langsung ke acara Manganan Janjang. Ia mengaku baru sekali ini ikut acara Manganan Janjang.

“Tadinya penasaran karena diceritain saudara. Nah kebetulan ini tadi pas main ke Blora sekalian saja ke Janjang. Bagus sih tradisinya masih kuat. Meskipun letaknya pelosok, ternyata pengunjungnya ribuan dari berbagai daerah. Jalannya juga sudah bagus, suasananya seger adem di komplek sini. Betah rasanya,” ujar Radit.

Sementara itu, Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini menyampaikan bahwa baru kali ini ikut acara Manganan Janjang.

“Sering beberapa kali ke Janjang. Tapi acaranya lain. Kalau untuk Manganan Janjang baru kali ini. Ternyata ramai sekali. Potensinya luar biasa. Tadi saya juga dapat berkat bungkus daun jati rasanya enak khas ndeso ngangeni. Tahun depan pasti akan kesini lagi. Keren Janjang,” ujar Wakil Bupati Blora. 

Untuk diketahui, diacara manganan Janjang 2026 kali ini, tampak ribuan warga dari berbagai daerah, sejak pagi silih berganti berjalan kaki menaiki anak tangga komplek makam gedong, untuk bersedekah mengirimkan makanan berupa ambeng ingkung ayam atau nasi berkat. 

Makanan itu dibagikan secara gratis kepada seluruh pengunjung usai berziarah ke makam Mbah Janjang. Oleh karena itu dinamakan 'Manganan', saling berbagi makan makan gratis sebagai bentuk syukur atas hasil bumi satu tahun terakhir.

Pihak desa atau Pemerintah Desa Janjang juga menyembelih hewan seperti sapi dan kambing di komplek makam tersebut. Yang kemudian dagingnya dimasak bersama sama dan dibagikan secara gratis kepada seluruh pengunjung atau peziarah.

Uniknya, semua nasi dan bumbu yang dibagikan dibungkus dengan daun jati sesuai antrian kedatangan peziarah. Pihak panitia menyediakan ribuan daun jati untuk peziarah. Masing-masing mengambil daun jati itu untuk dasar antrian pembagian nasi berkat dari panitia. Yang dibuka di gazebo utara makam utama.

Selama acara manganan Janjang 2026 berlangsung, juga diramaikan dengan pertunjukan kesenian wayang krucil khas Janjang. Yang merupakan peninggalan Mbah Jatikusumo Jatiswara. Potret budaya lokal yang terus dilestarikan sebagai pengiring acara Manganan Janjang. (Humas/Redaksi)

Share:

Babinsa Koramil 02/Jepon Terus Monitoring Progres Pembangunan Koperasi Merah Putih di Desa Binaan


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat terus didukung oleh TNI AD melalui peran aktif para Babinsa di wilayah. Pada Sabtu, 28 Maret 2026, Sertu Siswanto Babinsa Koramil 02/Jepon melaksanakan pengawasan dan monitoring pembangunan Koperasi Merah Putih yang berlokasi di Desa Palon, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora.

Kehadiran Babinsa dalam kegiatan ini bertujuan memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana serta memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan. Selain itu, Sertu Sismanto turut melakukan komunikasi dengan para pekerja untuk memastikan tidak ada hambatan berarti selama proses pembangunan berlangsung. 

Menurutnya, Koperasi Merah Putih menjadi salah satu program strategis desa yang diharapkan mampu menjadi pusat penguatan ekonomi warga, baik dalam pengelolaan usaha kecil maupun pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat. 

“Pembangunan koperasi ini akan memberikan banyak manfaat bagi warga. Kami sebagai Babinsa berkewajiban ikut mengawal agar semuanya berjalan aman, tertib, dan sesuai harapan,” ujar Sertu Sismanto. 

Selama kegiatan berlangsung, seluruh proses pengawasan berjalan aman, lancar, dan kondusif, menunjukkan sinergi yang baik antara aparat desa, pekerja, dan masyarakat. 

Dengan adanya dukungan penuh dari Babinsa, pembangunan Koperasi Merah Putih diharapkan dapat segera rampung dan segera memberikan dampak positif bagi kemajuan ekonomi Desa Palon.  (Pendim/Redaksi)

Share:

Sebagian Wilayah Pulau Jawa Berpotensi Banjir, Berikut Data Flood Hub Terbaru


JAWA TENGAH - Sebagian wilayah Pulau Jawa saat ini tertutup awan hujan tebal. Hal ini dipicu oleh adanya area tekanan rendah di barat daya Jawa yang memengaruhi pola angin dari selatan (Australia). Akibatnya terjadi pertemuan angin dari utara dan selatan yang memicu pertumbuhan awan hujan secara masif. Kondisi ini sudah berlangsung sejak kemarin dan masih berlanjut hingga hari ini.

Dampaknya, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat meningkat dan berisiko menyebabkan banjir di sejumlah wilayah. Berdasarkan data dari Flood Hub (update observasi pukul 10.00 WIB, Kamis 26 Maret 2026), berikut daerah dengan notifikasi potensi banjir tinggi (merah):

1. DKI Jakarta (seluruh wilayah kota administratif)
2. Kota Tangerang
3. Kabupaten Tangerang
4. Kota Tangerang Selatan
5. Kota Depok
6. Kabupaten Bogor
7. Kota Bogor
8. Kota Bekasi
9. Kota Semarang
10. Kabupaten Semarang
11. Kota Surakarta
12. Kabupaten Karanganyar
13. Kota Surabaya

Sementara itu, untuk kategori potensi ringan hingga sedang (kuning), wilayahnya jauh lebih luas dan tersebar di banyak daerah di Pulau Jawa.

Tetap waspada, karena potensi ini dapat berubah sewaktu-waktu tergantung dinamika atmosfer yang terus berkembang. Pantau terus informasi cuaca terbaru dan siapkan langkah antisipasi, terutama bagi yang berada di daerah rawan banjir.

Update Peringatan Dini Cuaca Jawa Tengah, Prakirawan BMKG Jawa Tengah

Pada 26 Maret 2026 pkl 14:05 WIB masih berpotensi terjadi Hujan Sedang-Lebat yang dapat disertai Kilat/Petir dan Angin Kencang pada pkl. 14:15 WIB di Kabupaten Wonogiri: Waduk Gadjah Mungkur, Giriwoyo, Batuwarno, Tirtomoyo, Nguntoronadi, Baturetno, Eromoko, Wuryantoro, Manyaran, Selogiri, Wonogiri, Ngadirojo, Sidoharjo, 
Kabupaten Banyumas: Tambak, 
Kabupaten Banjarnegara: Susukan, Mandiraja, Kabupaten Kebumen: Kebumen, Pejagoan, Sruweng, Rowokele, Sempor, Karanganyar, Karanggayam, Sadang, Karangsambung, 
Kabupaten Purworejo: Pituruh, Kemiri, Bruno, Gebang, Bener, 
Kabupaten Wonosobo: Wadaslintang, Kepil, Kertek, Garung, Kejajar, 
Kabupaten Magelang: Salaman, Borobudur, Ngluwar, Salam, Srumbung, Dukun, Sawangan, Muntilan, Mungkid, Mertoyudan, Tempuran, Kajoran, Bandongan, Candimulyo, Pakis, Ngablak, Grabag, Tegalrejo, Secang, Windusari, Kabupaten Boyolali: Selo, Ampel, Cepogo, Boyolali, Mojosongo, Teras, Sawit, Banyudono, Sambi, Ngemplak, Nogosari, Simo, Kabupaten Klaten: Juwiring, Wonosari, Delanggu, Polanharjo, Kabupaten Sukoharjo:  Weru, Bulu, Tawangsari, Sukoharjo, Bendosari, Polokarto, Mojolaban, Grogol, Baki, Gatak, Kartasura, Kabupaten Karanganyar:  Jumantono, Ngargoyoso, Karanganyar, Tasikmadu, Jaten, Colomadu, Gondangrejo, Kebakkramat, Mojogedang, Kerjo, Jenawi, 
Kabupaten Sragen: Masaran, Kedawung, Sambirejo, Gondang, Karangmalang, 
Kabupaten Grobogan: Pulokulon, Kradenan, Gabus, Ngaringan, Wirosari, 
Kabupaten Blora: Jati, Randublatung, Kradenan, Jepon, Blora, Tunjungan, Banjarejo, Ngawen, Kunduran, Todanan, Japah, 
Kabupaten Rembang: Sumber, Bulu, Pamotan, Sulang, Kaliori, Rembang, Kabupaten Pati:  Winong, Pucakwangi, Jaken, Batangan, Gembong, Tlogowungu, Gunungwungkal, 
Kabupaten Kudus: Jekulo, Dawe, 
Kabupaten Jepara: Batealit, Keling, Kembang, Pakis Aji, Kabupaten Semarang: Susukan, Kaliwungu, Kabupaten Temanggung: Bulu, Tembarak, Temanggung, Parakan, Ngadirejo, Candiroto, Tlogomulyo, Selopampang, Bansari, Kledung, Wonoboyo, 
Kabupaten Batang: Subah, Batang, Kandeman, Kabupaten Pekalongan: Tirto, Wonokerto, 
Kabupaten Pemalang: Ulujami, 
Kabupaten Brebes: Tonjong, 
Kota Magelang: Magelang Selatan, Magelang Utara, Magelang Tengah, Kota Surakarta:  Laweyan, Serengan, Jebres, Banjarsari, 
Kota Pekalongan: Pekalongan Utara, dan sekitarnya.

Dan dapat meluas ke wilayah 
Perairan: Waduk Kedungombo, 
Kabupaten Semarang: Waduk Rawa Pening, Getasan, Tengaran, Suruh, Pabelan, Tuntang, Banyubiru, Jambu, Sumowono, Ambarawa, Bawen, Bringin, Bergas, Pringapus, Bancak, Ungaran Barat, Ungaran Timur, Bandungan, 
Kabupaten Cilacap: Nusawungu, Cimanggu, Majenang, Wanareja, Dayeuhluhur, 
Kabupaten Banyumas: Kemranjen, Sumpiuh, Somagede, Kalibagor, Banyumas, Sokaraja, Purwokerto Selatan, 
Kabupaten Purbalingga: Kemangkon, Bukateja, Kejobong, Kaligondang, Purbalingga, Kalimanah, Kutasari, Mrebet, Bobotsari, Karangreja, Karanganyar, Karangmoncol, Rembang, Bojongsari, Padamara, Pengadegan, Karangjambu, Kertanegara, 
Kabupaten Banjarnegara: Purworeja Klampok, Purwanegara, Bawang, Banjarnegara, Sigaluh, Madukara, Banjarmangu, Wanadadi, Rakit, Punggelan, Karangkobar, Pagentan, Pejawaran, Batur, Wanayasa, Kalibening, Pandanarum, Pagedongan, 
Kabupaten Kebumen: Ayah, Buayan, Puring, Petanahan, Klirong, Buluspesantren, Ambal, Mirit, Prembun, Kutowinangun, Alian, Adimulyo, Kuwarasan, Gombong, Bonorowo, Padureso, Poncowarno, 
Kabupaten Purworejo: Kaligesing, Purworejo, Banyuurip, Bayan, Loano, 
Kabupaten Wonosobo: Sapuran, Kaliwiro, Leksono, Selomerto, Kalikajar, Wonosobo, Watumalang, Mojotengah, Sukoharjo, Kalibawang, 
Kabupaten Magelang: Kaliangkrik, 
Kabupaten Boyolali: Musuk, Karanggede, Klego, Andong, Kemusu, Wonosegoro, Juwangi, 
Kabupaten Klaten: Prambanan, Gantiwarno, Wedi, Bayat, Cawas, Trucuk, Kebonarum, Jogonalan, Manisrenggo, Karangnongko, Ceper, Pedan, Karangdowo, Karanganom, Tulung, Jatinom, Kemalang, Ngawen, Kalikotes, Klaten Utara, Klaten Tengah, Klaten Selatan, 
Kabupaten Sukoharjo: Nguter, 
Kabupaten Wonogiri: Pracimantoro, Giritontro, Jatiroto, Jatisrono, Girimarto, Karangtengah, Paranggupito, Kabupaten Karanganyar:* Jatipuro, Jatiyoso, Jumapolo, Matesih, Tawangmangu, Karangpandan, 
Kabupaten Sragen: Kalijambe, Plupuh, Sambungmacan, Ngrampal, Sragen, Sidoharjo, Tanon, Gemolong, Miri, Sumberlawang, Mondokan, Sukodono, Gesi, Tangen, Jenar, 
Kabupaten Grobogan: Kedungjati, Karangrayung, Penawangan, Toroh, Geyer, Tawangharjo, Grobogan, Purwodadi, Brati, Klambu, Godong, Gubug, Tegowanu, Tanggungharjo, 
Kabupaten Blora: Kedungtuban, Cepu, Sambong, Jiken, Bogorejo, 
Kabupaten Rembang: Gunem, Sale, Sarang, Sedan, Pancur, Kragan, Sluke, Lasem, 
Kabupaten Pati: Sukolilo, Kayen, Tambakromo, Juwana, Jakenan, Pati, Gabus, Margorejo, Wedarijaksa, Margoyoso, Cluwak, Tayu, Dukuhseti, Trangkil, 
Kabupaten Kudus: Kaliwungu, Kota Kudus, Jati, Undaan, Mejobo, Bae, Gebog, 
Kabupaten Jepara: Kedung, Pecangaan, Welahan, Mayong, Jepara, Mlonggo, Bangsri, Karimun Jawa, Tahunan, Nalumsari, Kalinyamatan, Donorojo, 
Kabupaten Demak: Mranggen, Karangawen, Guntur, Sayung, Karangtengah, Wonosalam, Dempet, Gajah, Karanganyar, Mijen, Demak, Bonang, Wedung, Kebonagung, 
Kabupaten Temanggung: Pringsurat, Kaloran, Kandangan, Kedu, Jumo, Tretep, Kranggan, Bejen, Gemawang, 
Kabupaten Kendal: Plantungan, Pageruyung, Sukorejo, Patean, Singorojo, Limbangan, Boja, Kaliwungu, Brangsong, Pegandon, Gemuh, Weleri, Cepiring, Patebon, Kendal, Rowosari, Kangkung, Ringinarum, Ngampel, Kaliwungu Selatan, 
Kabupaten Batang: Wonotunggal, Bandar, Blado, Reban, Bawang, Tersono, Gringsing, Limpung, Tulis, Warungasem, Pecalungan, Banyuputih, 
Kabupaten Pekalongan: Kandangserang, Paninggaran, Lebakbarang, Petungkriyono, Talun, Doro, Karanganyar, Kajen, Kesesi, Sragi, Bojong, Wonopringgo, Kedungwuni, Buaran, Wiradesa, Siwalan, Karangdadap, 
Kabupaten Pemalang: Moga, Pulosari, Belik, Watukumpul, Bodeh, Bantarbolang, Randudongkal, Pemalang, Taman, Petarukan, Ampelgading, Comal, Warungpring, 
Kabupaten Tegal: Margasari, Bumijawa, Bojong, Balapulang, Pagerbarang, Lebaksiu, Jatinegara, Kedungbanteng, Pangkah, Slawi, Adiwerna, Talang, Dukuhturi, Tarub, Kramat, Suradadi, Warureja, Dukuhwaru, 
Kabupaten Brebes: Salem, Bantarkawung, Bumiayu, Paguyangan, Sirampog, Jatibarang, Wanasari, Brebes, Songgom, Kersana, Losari, Tanjung, Bulakamba, Larangan, Ketanggungan, Banjarharjo, 
Kota Salatiga: Sidorejo, Tingkir, Argomulyo, Sidomukti, 
Kota Semarang: Genuk, Pedurungan, Semarang Selatan, Candisari, Gajahmungkur, Tembalang, Banyumanik, Gunungpati, Semarang Barat, Mijen, Ngaliyan, Tugu, 
Kota Pekalongan: Pekalongan Barat, Pekalongan Timur, Pekalongan Selatan, 
Kota Tegal: Tegal Barat, Tegal Timur, Tegal Selatan, Margadana, dan sekitarnya.

Kondisi ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga pukul 17:15 WIB

Prakirawan BMKG Jawa Tengah
https://nowcasting.bmkg.go.id
Share:

Kodim 0721/Blora Perketat Siaga Pos Terpadu, Arus Balik Idul Fitri 1447 H Jadi Perhatian


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Untuk mengantisipasi lonjakan arus balik Idul Fitri 1447 Hijriah, personel Kodim 0721/Blora bersama anggota Polres Blora dan instansi terkait meningkatkan kesiapsiagaan di sejumlah Pos Terpadu yang tersebar di wilayah Kabupaten Blora, Kamis, 26 Maret 2026.

Kegiatan siaga tersebut difokuskan pada pengamanan dan pengendalian arus balik yang mulai meningkat di sejumlah titik strategis. Personel gabungan tampak aktif melakukan pemantauan serta membantu kelancaran mobilitas masyarakat yang kembali dari kampung halaman.

Selain itu, Pos Terpadu juga difungsikan sebagai pusat pelayanan bagi masyarakat, khususnya para pemudik yang membutuhkan bantuan maupun informasi selama perjalanan arus balik. Kehadiran aparat di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan.

Dandim 0721/Blora Letkol Kav Yudhi Agus Setiyanto melalui Pasiops Kodim 0721/Blora, Lettu Inf Santoso menegaskan bahwa kesiapsiagaan personel di Pos Terpadu menjadi langkah penting dalam mengantisipasi kepadatan arus balik serta potensi gangguan di lapangan.

Ia menyampaikan bahwa sinergitas antara TNI, Polri, dan instansi terkait harus terus diperkuat guna memastikan arus balik Idul Fitri berjalan aman, tertib dan lancar.

“Seluruh personel harus tetap siaga dan responsif dalam menghadapi dinamika di lapangan, sehingga masyarakat yang melaksanakan arus balik dapat merasa aman dan nyaman selama perjalanan,” ujar Lettu Inf Santoso.

Lebih lanjut, Lettu Inf Santoso  mengimbau kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati, menjaga kondisi fisik, serta bisa memanfaatkan Pos Terpadu di wilayah Kabupaten Blora.

"Bisa memanfaatkan Pos Terpadu apabila membutuhkan bantuan selama perjalanan arus balik," tandas Lettu Inf Santoso. (Humas/Redaksi)
Share:

Halal Bihalal Idul Fitri 1447 H, Kodim 0721/Blora Pererat Silaturahmi dan Tingkatkan Kinerja

𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Dalam suasana penuh kebersamaan pasca perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Kodim 0721/Blora menggelar kegiatan halal bihalal yang diikuti oleh seluruh prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Kegiatan ini menjadi momentum untuk saling memaafkan serta mempererat tali silaturahmi di lingkungan satuan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan apel kembali cuti Hari Raya Idul Fitri yang dipimpin langsung oleh Komandan Kodim (Dandim) 0721/Blora Letkol Kav Yudhi Agus Setiyanto, S.Sos., bertempat di lapangan apel Makodim Blora, Jl. Pemuda No. 44 Blora, Rabu 25 Maret 2026.

Dandim 0721/Blora, Letkol Kav Yudhi Agus Setiyanto menekankan pentingnya menjaga disiplin serta meningkatkan semangat kerja usai melaksanakan cuti lebaran. Ia juga mengingatkan seluruh personel untuk kembali fokus dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan penuh dedikasi dan profesionalisme.

“Melalui momentum halal bihalal ini, mari kita jadikan sebagai sarana untuk saling memaafkan, memperkuat kebersamaan, serta meningkatkan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara,” tegas Dandim 0721/Blora.

Usai pelaksanaan apel, kegiatan dilanjutkan dengan halal bihalal yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Seluruh prajurit dan PNS saling bersalaman sebagai wujud saling memaafkan di hari yang fitri.

Kegiatan ini diharapkan dapat semakin mempererat hubungan kekeluargaan di lingkungan Kodim 0721/Blora, sekaligus meningkatkan soliditas dan sinergitas dalam mendukung pelaksanaan tugas ke depan. (Pendim/Redaksi)

Share:

Babinsa dan Bhabinkamtibmas Intensifkan Patroli di Wisata Noyo Gimbal Bangsri


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Masa libur Lebaran 2026, pengamanan di sejumlah objek wisata di wilayah Kabupaten Blora mulai diperketat, salah satunya terlihat di destinasi wisata Noyo Gimbal View, Desa Bangsri, Kecamatan Jepon, yang menjadi sasaran patroli rutin oleh aparat kewilayahan guna menjamin keamanan dan kenyamanan pengunjung.

Babinsa Desa Bangsri, Serda Rondi, bersama Bhabinkamtibmas Desa Bangsri, Aipda Sugeng, terpantau melakukan patroli dialogis di area wisata tersebut pada Selasa 24 Maret 2026. 

Langkah ini sejalan dengan instruksi Kapolri untuk memperketat pengawasan di objek wisata selama momentum Idulfitri 1447 H guna mengantisipasi lonjakan pengunjung.

Prioritas Keselamatan dan Ketertiban

Dalam kegiatannya, Serda Rondi dan Aipda Sugeng memberikan imbauan langsung kepada para wisatawan agar selalu waspada terhadap barang bawaan serta memperhatikan keselamatan keluarga, terutama saat berada di wahana permainan seperti rainbow slide, kereta mini, dan kolam renang anak yang ada di Noyo Gimbal View.

"Kami bersinergi memastikan situasi tetap kondusif. Mengingat Noyo Gimbal View sering diserbu hingga ribuan pengunjung per hari saat musim liburan, pengaturan lalu lintas dan pengawasan area parkir juga menjadi prioritas kami," ujar Aipda Sugeng dalam keterangannya.

Sinergi dengan Pengelola Wisata

Selain menyapa pengunjung, kedua aparat ini juga berkoordinasi dengan pengelola BUMDES Maju Mapan selaku pengelola Noyo Gimbal View untuk memastikan fasilitas keselamatan berfungsi dengan baik. 

Hal ini merespons imbauan pemerintah agar pengelola wisata tidak lalai dalam membatasi kapasitas jika terjadi kepadatan berlebih.

Objek wisata Noyo Gimbal View sendiri dikenal sebagai destinasi edukasi dan sejarah yang menawarkan patung raksasa serta wahana ATV Adventure yang melintasi persawahan. 

Dengan kehadiran Babinsa dan Bhabinkamtibmas, diharapkan masyarakat dapat menikmati libur Lebaran dengan rasa aman tanpa gangguan kamtibmas.

Pihak kepolisian dan TNI di wilayah Blora rencananya akan terus mensiagakan personel di titik-titik keramaian hingga berakhirnya masa libur lebaran dalam kerangka Operasi Ketupat Candi 2026. (Pendim/Redaksi)

Share:

H+3 Idul Fitri 1447 H, Kodim 0721/Blora Siagakan Personel di 5 Pos Pengamanan


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — H+3 Idul Fitri 1447 Hijriah, Kodim 0721/Blora bersama aparat terkait siaga di 5 pos pengamanan dan pelayanan yang tersebar di wilayah Kabupaten Blora. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kelancaran arus balik Lebaran 2026 sekaligus menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat. 

Disampaikan keberadaan 5 pos pengamanan Lebaran 2026 ini diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus membantu kelancaran mobilitas masyarakat selama periode arus mudik dan arus balik pada Idul Fitri 1447 H.

Dandim 0721/Blora, Letkol Kav Yudhi Agus Setiyanto melalui Perwira Seksi Operasi Kodim 0721/Blora, Lettu Inf Santoso menyampaikan bahwa sejumlah pos yang menjadi titik pengamanan antara lain berada di kawasan Alun-alun kota Blora, di wilayah Kecamatan Cepu, Randublatung, Jiken, dan Kecamatan Kunduran. 

"Penempatan personel dilakukan sebagai bentuk sinergi lintas instansi dalam memberikan pelayanan maksimal bagi para pemudik," jelas Lettu Inf Santoso. Selasa 24 Maret 2026.

Lebih lanju, Lettu Inf Santoso  mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen penuh dalam mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 melalui kehadiran personel di lapangan.

“Kami menurunkan personel untuk bersiaga di lima pos pengamanan guna memastikan situasi tetap kondusif serta memberikan pelayanan kelancaran arus balik kepada masyarakat yang sudah  melaksanakan mudik,” ujar Lettu Inf Santoso.

Pengamanan dilakukan, lanjut Lettu Inf Santoso, selama 24 jam dengan sistem dua shift setiap harinya. Masing-masing pos diisi oleh sejumlah personel yang bertugas secara bergantian agar pengawasan tetap optimal.

“Kami ingin memastikan para pemudik merasa aman dan terbantu selama melintasi wilayah Kabupaten Blora,” imbuh Lettu Inf Santoso. (Pendim/Redaksi)

Share:

Sinergi TNI-Polri dan Instansi Terkait Perkuat Pengamanan Lebaran 2026 di Blora


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Sinergi antara Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), dan instansi terkait terus diperkuat dalam rangka pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M di wilayah Kabupaten Blora. Senin 23 Maret 2026.

Upaya tersebut diwujudkan melalui pendirian Pos Terpadu yang menjadi pusat kendali pengamanan sekaligus pelayanan bagi masyarakat selama arus mudik dan arus balik Lebaran. Pos Terpadu utama berada di Alun-Alun Blora, serta didukung pos-pos lainnya di sejumlah titik strategis seperti Cepu, Randublatung, Jiken, dan Kunduran.

Kegiatan ini melibatkan unsur gabungan, antara lain Kodim 0721/Blora, Subdenpom Blora, Polres Blora, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Senkom, Linmas, serta Pramuka, yang bersinergi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Komandan Kodim 0721/Blora, Letkol Kav Yudhi Agus Setiyanto, S.Sos., melalui Pasiops Kodim 0721/Blora, Lettu Inf Santoso menegaskan bahwa pengamanan Lebaran merupakan prioritas bersama guna menjamin stabilitas wilayah tetap kondusif.

“Sinergi ini merupakan bentuk komitmen kami bersama seluruh unsur terkait untuk memastikan masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman, nyaman, dan lancar,” ujar Lettu Inf Santoso.

Ia menambahkan bahwa selain aspek pengamanan, Pos Terpadu juga difungsikan sebagai pusat layanan terpadu yang menyediakan informasi, pelayanan kesehatan, serta respons cepat terhadap kondisi darurat di lapangan.

“Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas dan menjaga ketertiban selama perjalanan mudik maupun balik, sehingga situasi tetap aman dan terkendali,” tambah Lettu Inf Santoso.

Untuk perhatian, dengan kesiapsiagaan seluruh personel gabungan, diharapkan pelaksanaan perayaan Idul Fitri di wilayah Kabupaten Blora dapat berjalan dengan tertib, aman, dan lancar, serta memberikan rasa aman bagi seluruh masyarakat. (Pendim/Redaksi)

Share:

Dandim 0721/Blora Ucapkan Selamat Idul Fitri 1447 H


Segenap Pimpinan, Anggota Kodim 0721/Blora menyampaikan ucapan selamat hari raya Idul fitri 2026, pada Sabtu 21 Maret 2026.

Sekretaris DPRD Blora, Catur Pambudi Amperawan, S.Sos., menyampaikan bahwa apel yang di ikuti oleh seluruh karyawan dan karyawati di lingkungan Sekretariat DPRD Kabupaten Blora tidak lain adalah untuk memulai tugas dan pengabdian.

Keluarga besar Kodim 0721/Blora mengucapkan selamat hari raya Idul fitri  1 Syawal 1447 Hijriah.

“Mohon maaf lahir dan bathin, semoga dengan saling membukakan pintu maaf, lebur semua kesalahan kita selaku manusia dan yakinlah, setelah lebur semua kesalahan antar manusia, Allah SWT niscaya akan memberikan ridlo kepada kita sekalian,"  ucap Dandim 0721/Blora. 

*بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ   الرَّحِيْـــــم*  

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 
Selamat Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal 1447 H.

TAQOBBALALLAHU MINNA WA MINKUM  BARAKALLAHU FIIKUM

Mohon maaf lahir bathin atas segala kekhilafan dan kesalahan kami,
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, umur yang barokah dan dapat bertemu lagi di bulan Ramadhan yang akan datang. Insya Allah, Aamiin Yaa Rabbal Alamin.

وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Letkol Kav Yudhi Agus Setiyanto, S.Sos.
Dandim 0721/Blora
Share:

Sinergi Lintas Sektoral, Kodim 0721/Blora Amankan Arus Mudik Lebaran 2026


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Dalam rangka mendukung kelancaran serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat selama arus mudik dan balik Lebaran 2026, Kodim 0721/Blora melaksanakan pengamanan melalui pos terpadu dan pos pelayanan di sejumlah titik strategis di wilayah Kabupaten Blora. Kamis 19 Maret 2026.

Kegiatan pengamanan tersebut melibatkan unsur gabungan yang terdiri dari TNI, Sub Denpom Blora, Polres Blora, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Linmas, serta Pramuka. Sinergi lintas sektoral ini bertujuan untuk memastikan pelayanan optimal kepada masyarakat selama periode mudik berlangsung.

Komandan Kodim 0721/Blora, Yudhi Agus Setiyanto, S.Sos., melalui Perwira Seksi Operasi Lettu Inf Santoso, menyampaikan bahwa keberadaan pos terpadu dan pos pelayanan memiliki peran penting dalam mendukung pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat.

“Pos terpadu dan pos pelayanan ini didirikan untuk memantau arus mudik, serta memberikan pelayanan kepada masyarakat, baik berupa tempat istirahat, sarana ibadah, maupun penyediaan informasi terkait kondisi arus lalu lintas, khususnya di wilayah Kabupaten Blora,” ujar Dandim 0721/Blora.

Lebih lanjut disampaikan bahwa Kodim 0721/Blora terus memperkuat sinergi dengan Polres Blora dan seluruh instansi terkait dalam rangka pengamanan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Melalui upaya tersebut, diharapkan pelaksanaan arus mudik dan perayaan Idul Fitri tahun 2026 di wilayah Kabupaten Blora dapat berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif.

“Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan selama libur Lebaran dapat berlangsung dengan lancar tanpa adanya gangguan yang berarti, sehingga masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman dan nyaman,” tandas Dandim 0721/Blora. (Pendim/Redaksi)

Share:

Amankan Lebaran 2026, Dandim 0721/Blora Terjunkan 50 Personel


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Kodim 0721/Blora mengambil langkah antisipatif dengan menerjunkan 50 personel untuk mengamankan perayaan Lebaran tahun 2026 di wilayah Kabupaten Blora. Langkah ini diambil untuk memastikan situasi tetap aman, nyaman, dan kondusif bagi masyarakat selama arus mudik maupun perayaan hari raya.

Komandan Kodim 0721/Blora, Letkol Kav Yudhi Agus Setiyanto, menyatakan bahwa personel tersebut akan disebar ke lima pos pengamanan strategis, yaitu Pos Alun-alun Blora, Pos Cepu, Pos Randublatung, Pos Jiken, dan Pos Kunduran. 

"Penempatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengawasan di titik-titik yang diperkirakan mengalami peningkatan aktivitas masyarakat dan lalu lintas kendaraan," ujar Dandim 0721/Blora, Rabu (18/3/2026).

Dengan kehadiran aparat di lapangan, diharapkan potensi gangguan keamanan dapat diminimalisir serta pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih maksimal. Kodim 0721/Blora juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban dan mematuhi aturan demi kelancaran dan keamanan bersama selama perayaan Lebaran.

Letkol Kav Yudhi Agus Setiyanto menambahkan bahwa Kodim 0721/Blora juga akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan instansi terkait lainnya untuk memastikan keamanan dan kelancaran arus mudik. 

"Kami akan bekerja sama dengan semua pihak untuk menciptakan situasi yang aman dan nyaman bagi masyarakat," tambah Dandim 0721/Blora.

Kodim 0721/Blora juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama perayaan Lebaran. 

"Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan melaporkan jika ada hal-hal yang mencurigakan kepada aparat keamanan," pesan Letkol Kav Yudhi Agus.

Dalam kesempatan tersebut, Letkol Kav Yudhi Agus Setiyanto juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat atas dukungan dan kerjasamanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Blora. 

"Kami berharap masyarakat dapat menikmati perayaan Lebaran dengan aman dan nyaman," kata Dandim 0721/Blora.

Dengan persiapan yang matang, Kodim 0721/Blora siap mengamankan perayaan Lebaran tahun 2026 di wilayah Kabupaten Blora. Masyarakat dapat merasa aman dan nyaman dalam merayakan hari raya ini. (Pendim/Redaksi)

Share:

Sambut Idul Fitri 1447 H, Kodim 0721/Blora Gelar Bazar Ramadhan Murah Untuk Masyarakat

𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Tentara Nasional Indonesia (TNI) menggelar Bazar Ramadhan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Kegiatan yang dipusatkan di Mabes TNI tersebut secara resmi dibuka oleh Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto melalui video conference pada Jumat 13 Maret 2026.

Sejalan dengan kegiatan tersebut, Komando Distrik Militer 0721/Blora ikut menyelenggarakan Bazar Ramadhan TNI yang digelar di halaman Makodim Blora, Jl. Pemuda, Kabupaten Blora Jawa Tengah.

Komandan Kodim 0721/Blora, Letkol Kav Yudhi Agus Setiyanto, S.Sos., menyampaikan bahwa kegiatan bazar Ramadhan ini bertujuan untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Menurutnya, selain membantu masyarakat mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga lebih murah, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat mendorong perputaran ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil dan menengah.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau menjelang Lebaran. Selain itu, bazar ini juga diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujar Letkol Kav Yudhi Agus Setiyanto.

Bazar Ramadhan yang digelar oleh Kodim 0721/Blora tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Sejak pagi hari, warga tampak memadati lokasi bazar untuk membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasar.

Berbagai komoditas yang disediakan antara lain beras seharga Rp55.000, minyak goreng Rp15.000/liter, gula Rp17.000, serta telur seharga Rp25.000/kilogram. Selain itu, turut dipasarkan berbagai produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari desa binaan yang juga dijual dengan harga terjangkau.

Sejumlah warga mengaku sangat terbantu dengan adanya bazar Ramadhan yang digelar oleh Kodim 0721/Blora tersebut. Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan setiap tahunnya, khususnya pada bulan Ramadhan ketika kebutuhan rumah tangga meningkat.

Melalui penyelenggaraan Bazar Ramadhan ini, diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat, khususnya di wilayah Kabupaten Blora selama bulan suci Ramadhan. (Pendim/Redaksi)
Share:

Tinjau Korban Kebakaran 'Pasar Darurat' Ngawen, Bupati Blora Serahkan Bantuan


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Menyusul terjadinya musibah kebakaran yang menimpa sejumlah kios dan rumah warga yang difungsikan sebagai pasar darurat oleh sejumlah pedagang Pasar Ngawen  Sabtu 7 Maret 2026,, Bupati Blora Dr.H.Arief Rohman,beserta Wakil Bupati Blora, Hj. Sri Setyorini, datangi langsung para korban dan serahkan bantuan, Rabu 11 Maret 2026.

Dengan didampingi Ketua Baznas Blora, Kepala Dinsos PPPA, BPBD,PMI, serta Forkopimcam Ngawen, Bupati Arief meninjau lokasi kebakaran dan menyerahkan bantuan mulai dari uang tunai dari Baznas sejumlah Rp. 33.500.000 untuk 9 korban kebakaran, bantuan sembako, hingga perlengkapan darurat.

"Mohon bersabar nggih bapak ibu semuanya, turut prihatin atas musibah kebakaran yang menimpa rumah dan pasar darurat ini, ini ada sedikit bantuan dari kami semoga bisa sedikit meringankan beban bapak ibu," ungkap Bupati Arief

Untuk penyebab dari kebakaran tersebut diduga karena hubungan pendek arus listrik pada salah satu kios. Meski tidak ada korban jiwa, namun kerugian diperkirakan mencapai hingga miliaran rupiah.

Musibah kebakaran tersebut terjadi pada rumah hingga kios-kios pasar darurat milik Suwadi, Suparman, Bagus Rahman,Sutikno, Bayu Ari, Nihayatun Ni'mah, Sutimah, Rumiyati, dan Anik Dwi.

Setelah meninjau dan menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran tersebut, Bupati Arief meninjau dan mengecek progress pembangunan Pasar Ngawen yang tengah berlangsung. Pasar ini tengah dibangun dengan anggaran APBN sekitar Rp 30 Miliar.

Saat ditinjau, nampak para pekerja proyek tengah sibuk melakukan pengerjaan. Saat ini progress pembangunan pasar sudah mencapai 26 persen dan diperkirakan akan selesai pada bulan Juni mendatang.

"Semoga proses pembangunan berjalan lancar dan segera selesai nanti sehingga bisa segera dimanfaatkan oleh para pedagang pasar," harap Bupati Blora.  (Humas/Redaksi)
Share:

Hot News

Bahu Jalan Blora-Randublatung Longsor, Polres Blora Pasang Drum Tanda Pembatas dan Banner Imbauan

𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Blora Jawa Tengah  mengakibatkan bahu jalan di jalan raya Blora-Randub...

Piblic Service

Piblic Service
Instagram

Blog Archive

Social Media

Technology

Next More »

Labels

Community

Next More »