Rakor Kodim 0721/Blora, Terkait TMMD Sengkuyung Tahap I TA 2025


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I TA. 2025 Kodim 0721/Blora akan dilaksanakan di Desa Adirejo, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora.

Sebelum TMMD dilaksanakan, telah dilakukan Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) di Aula Makodim 0721/Blora, Jalan Pemuda No. 44 Blora, Jumat (14/2/2025).

Acara pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap I TA. 2025 akan dibuka pada tanggal 19 Februari dan ditutup tanggal 20 Maret 2025.

Dandim 0721/Blora Letkol Czi Yuli Hartanto, S.E., dalam sambutannya mengatakan program TMMD Sengkuyung Tahap I ini dimaksudkan untuk membantu pemerintah daerah dalam rangka percepatan pembangunan di daerah dan menjalin tali silaturahmi serta meningkatkan taraf hidup dan perekonomian masyarakat.

“Dengan kegiatan TMMD saling kerjasama secara langsung antara TNI dengan lintas sektoral dan elemen masyarakat, sehingga memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat pedesaan untuk mewujudkan Ruang, Alat, Kondisi juang dan Kemanunggalan TNI-Rakyat serta membantu pemerintah daerah untuk percepatan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan baik fisik maupun non fisik dalam rangka menciptakan suasana yang kondusif bagi terwujudnya stabilitas keamanan di wilayah,” ujar Dandim.

Karena itulah TMMD Sengkuyung Tahap I ini dilaksanakan dengan memadukan program kerja TNI dan rencana pembangunan Pemerintah Daerah.

Dan hasil yang akan dicapai dalam kegiatan nanti sesuai kebutuhan masyarakat serta dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Desa Adirejo, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora.

Dalam pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap I kali ini, sasaran yang akan dicapai meliputi kegiatan fisik dan non fisik. Untuk kegiatan fisik meliputi Jalan Makadam : Panjang 640 M x Lebar 4 M, Talud : Panjang 110 M x Lebar 0,3 M, Drainase Panjang : 185 M dan Plat Beton 2 Unit : Panjang 6 M x Lebar 1 M.

Sedangkan sasaran kegiatan Non Fisik meliputi penyuluhan-penyuluhan dengan melibatkan instansi terkait dari Pemerintah Daerah maupun TNI/Polri dengan harapan manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Komandan Kodim 0721/Blora Letkol Czi Yuli Hartanto, S.E., Bupati Blora diwakili Kepala Dinas PMD Blora Yayuk Windrati, S.IP., Kasdim 0721/Blora Mayor Inf Bani, Kabag Ops Polres Blora Kompol Soeparlan, S.H., Kasi Intel Kejari Blora Jatmiko Raharjo, S.H., M.H.

Selanjutnya, Kepala DP4 Kab. Blora Ngaliman, S.P., MMA., Kepala Dinas Terkait, Forkopimcam Tunjungan, Ketua TP PKK Kab. Blora Hj. Ainia Sholichah, SH., M.Pd.AUD., M.Pd.BI., Pa Staf dan Danramil jajaran Kodim Blora, Komandan Subdenpom IV/3-1 Blora Kapten Cpm Abdul Aziz, Persit KCK Cabang XLII Kodim 0721/Blora, Kades Adirejo Sri Lestari serta tamu undangan lainnya. (Pendim/Redaksi)
Share:

Teknologi Semakin Canggih, Insan Pers Diminta Tetap Berpegang Kode Etik Jurnalistik


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2025 tingkat Jawa Tengah dirayakan bersahaja, Senin 10 Februari 2025, ditengah masifnya teknologi Akal Imitasi (AI), insan pers diharapkan tetap memegang teguh Kode Etik Jurnalistik, agar menghasilkan berita yang kredibel dan mencerdaskan. 

Hal itu disampaikan Plt. Kepala Diskominfo Provinsi Jawa Tengah, Dadang Somantri, saat menghadiri syukuran HPN dan HUT ke-79 PWI, di Gedung Pers, Kota Semarang. Menurutnya, tugas pers tidak hanya penyampai informasi. Insan pers dituntut profesional juga menerapkan prinsip jurnalisme dan berintegritas. Selain itu, pers mempunyai peran untuk menanggulangi berita bohong dan memberi edukasi, agar masyarakat tidak terprovokasi. 

"Pers memiliki peran menjernihkan informasi di antara banyaknya media sosial. Harus memberitakan secara bertanggung jawab. Cover both side, menangkal hoax dan memverifikasi, menyaring informasi sehingga menghasilkan berita terpercaya," ungkapnya.

Senada dengan itu, pers diharap ikut membangun bangsa dengan ikut membangun partisipasi aktif masyarakat. 

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jateng Amir Mahmud mengatakan, diera bombardir teknologi informasi, dunia pers dihadapkan pada realita Akal Imitasi (AI). Di satu sisi, hal tersebut mempermudah tugas, namun disisi lain bisa menjadi tantangan. Oleh karenanya, ia meminta insan pers tidak memusuhi AI. 

"Kualitas etika dan juga konsistensi harus tetap kita rawat. Bagi jurnalis dan pengelola media, AI dijadikan sebagai hal yang membuat produk jurnalistik semakin baik, berkualitas dan bukan sebaliknya," tuturnya. 

Blora Tuan Rumah 

Bupati Blora, Arief Rohman mengatakan bahwa Pers memiliki peran penting dalam mengawal kebijakan dan implementasi ketahanan pangan, serta memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan.

“Kami Pemerintah Kabupaten Blora juga siap mendukung penuh berbagai kegiatan dalam rangka HPN ini, termasuk dengan kesiapan kami untuk menjadi tuan rumah peringatan Hari Pers Nasional tingkat Provinsi Jawa Tengah pada tanggal 15-16 Februari 2025 di Blora,” jelas Bupati Blora.

Menurutnya pelaksanaan HPN Tingkat Jateng di Blora merupakan kehormatan bagi kami dan sekaligus kesempatan untuk menunjukkan bagaimana Blora, dengan potensi yang ada, turut berkontribusi dalam mendukung kegiatan ini.

“Selain itu, perlu kita ketahui bahwa Bapak Pers Nasional, yakni Tirto Adhi Soerjo, merupakan tokoh penting perkembangan pers nasional yang lahir di Blora. Beliau telah meletakkan dasar pers yang berani, kritis, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Semangat juang beliau harus kita teruskan agar pers tetap menjadi sumber informasi yang objektif, membangun, dan mendorong serta mengawal kebijakan yang berpihak kepada masyarakat,” terang Bupati.

Bupati Blora berharap, Peringatan Hari Pers yang dilaksanakan di Blora ini bisa menjadi momen bagi insan pers untuk merefleksikan sekaligus mengimplementasikan nilai-nilai positif yang diwarisi oleh seorang Tirto Adhi Suryo dalam   membangun dunia pers nasional. 

Melalui peringatan HPN ke-79 ini, kami juga berharap sinergi antara pemerintah daerah dan insan pers semakin erat dalam mewujudkan pembangunan yang lebih transparan, partisipatif, dan berorientasi pada kepentingan rakyat,” tandas Bupati Blora.

Tokoh senior, pers di Jateng, Sucipto mengatakan bahwa saat ini informasi didapatkan dengan mudah lewat AI. Meski demikian, ia berpesan agar para jurnalis tetap setia pada 

"Teknologi informasi komunikasi boleh berubah, tapi satu yang tak boleh berubah yakni kesetiaan pada kode etik jurnalistik jangan pernah berubah," kata Sucipto yang telah berkecimpung di dunia pers sejak 1960-an. (Prokompim/Redaksi) 

Share:

Bupati Blora Sambangi Korban Kecelakaan Kerja di Rumah Sakit Muhammadiyah Seso


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Duka mendalam juga dirasakan oleh Bupati Blora bersama Forkopimda atas insiden kecelakaan kerja di RS PKU Muhammadiyah Blora, di desa Seso, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, yang terjadi pada Sabtu 8 Februari 2025, sekira pukul 7.30 WIB.

Perkembangan terakhir, jika semula ada 3 korban meninggal dunia (pagi hari), diketahui ada seorang lagi yang meninggal dunia (siang hari). Dengan demikian di insiden itu, total ada 4 korban meninggal dan 9 lainnya masih dirawat di rumah sakit.   

Atas kejadian tersebut, pada Minggu 9 Februari 2025, Bupati Blora  sambangi lima korban yang masih dirawat di RS  Muhammadiyah, dan melakukan takziah ke keluarga korban meninggal dunia. 

Bupati Blora menjenguk satu per satu korban di ruang perawatan,  bertemu dengan pihak keluarga korban,  didampingi pihak RS  Muhammadiyah, Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Blora Syarifudin dan jajaran Forkopimda Blora. 

Selanjutnya, Bupati Blora, Arief Rohman bersama  rombongan takziah ke rumah empat korban meninggal dunia. Yakni ke almarhum  Sono, warga Desa Ngampon RT 002/002 Kecamatan Jepon. Almarhum Ahmad Zaenudin, warga Dukuh Lubang Desa Puledagel RT 005/002, Kecamatan Jepon. 

Kemudian almarhum Tri Wiji,  di Desa Bacem RT 003/001 Kecamatan Jepon. Dan almarhum Djami, di  Dukuh Trenggiling RT 003/001 Desa Temurejo, Kecamatan Blora. 

"Kami menyampaikan bela sungkawa kepada korban yang meninggal. Kami kunjungi satu per satu," ungkap Bupati Blora. 

Menurut Bupati Blora, dari kunjungan itu diketahui lima korban yang masih dirawat di rumah sakit  Muhammadiyah menunggu untuk dioperasi. 

"Senin kata pihak rumah sakit mereka akan di operasi. Kami doakan semoga lancar. Dan segera diberikan kesembuhan," imbuh Bupati Blora.

Tindak lanjutnya, lanjut Bupati Blora, dari hasil kunjungan ke keluarga korban yang telah meninggal dunia, Bupati Blora meminta pihak  Muhammadiyah untuk memetakan kondisi keluarga dan keinginan dari keluarga. 

"Pemetaan yang punya anak berapa, gimana harapan mereka. Muhammadiyah sudah merencanakan nanti langkah kedepan gimana," kata Bupati Blora. 

Bupati Blora akan segera membentuk tim untuk berkoordinasi menindaklanjuti harapan-harapan dari keluarga tersebut.

Pada kesempatan itu, Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Blora, Syarifudin menyampaikan bela sungkawa. Selain itu pihaknya siap memberikan dukungan dan bantuan kepada keluarga korban. 

Mulai dari biaya perawatan bagi yang masih dirawat. Kemudian biaya pendidikan bagi anak korban yang meninggal. Juga memfasilitasi untuk mencarikan pekerjaan bagi keluarga yang ditinggalkan. 

"InshaAllah kaitan keluarga, bagi keluarga yang masih punya anak tanggungan sekolah, kami akan bantu melalui beasiswa pendidikan," ucap Syarifudin.

Selain itu, lanjut Syarifudin, pihaknya juga membantu bagi pihak keluarga yang membutuhkan untuk disalurkan ke pekerjaan. Karena sejumlah korban meninggal dunia, adalah tulang punggung keluarga.

"Dari keluarga ada yang minta untuk dicarikan pekerjaan, kami akan bantu," kata Syarifudin. 

Diberitakan,  13 pekerja yang sedang bekerja membangun rumah sakit PKU Muhammadiyah di Desa Seso, Kecamatan Jepon, menjadi korban. Lantaran lift yang dinaiki jatuh, dari 13 orang, tiga di antaranya meninggal di lokasi. Kemudian bertambah satu korban meninggal siang hari, setelah mendapatkan perawatan di RS Muhammadiyah. Sehingga kini jadi empat orang. Sementara 9 lainnya masih menjalani perawatan. 

Sesuai penjelasan Direktur RS PKU Muhammadiyah Blora, Tegar Mohammad Wijaya, hingga saat ini korban meninggal 4 orang. Kemudian 9 lainnya masih menjalani perawatan. 

"Yang dirawat di RS PKU Muhammadiyah Blora ada 5, dan empat lainnya dirujuk, ada yang di Blora dan di solo,'' jelas Tegar Mohammad Wijaya. 

Lebih lanjut, Tegar Mohammad Wijaya menjelaskan bahwa 4 korban lainnya dirawat di rumah sakit lain. Satu di RSUD dr Soetijono Blora. Dan tiga lainnya di rumah sakit di luar Blora yaitu di RS Solo. Mereka terpaksa dirawat di rumah sakit lain lantaran perlu perawatan lebih lanjut. 

"Alasan dirujuk karena butuh perawatan lanjut. Ke rumah sakit yang levelnya lebih tinggi," imbuh Tegar Mohammad Wijaya.

Dikemukakan, empat korban baik yang dirawat di RSUD Blora maupun di RS Solo, mengalami patah tulang parah. Sehingga membutuhkan dokter spesialis ortopedi. 

"Perlu penanganan lengkap dan lebih, sebab disini belum bisa," tandas Tegar Mohammad Wijaya.  (Prokompim/Redaksi)

Share:

Tatkala 13 Pelajar SMP Dramatic Reading Surat Pramoedya Ananta Toer


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Dramatic Reading (membaca dramatis) Surat Pramoedya Ananta Toer (Pram) untuk keluarga, warnai rangkaian Festival Blora 'Se Abad Pram',  sebanyak 13 pelajar SMP Negeri 5 Blora dilibatkan diacara yang digelar di sekolah SMP  tersebut, Jumat 7 Februari 2025).

Begitu apik para pelajar di sekolah peninggalan Mastoer (ayah Pramoedya Ananta Toer) ini, seolah membawa angan para tamu undangan yang hadir tentang perasaan sastrawan dunia itu. Mulai Bupati Blora, yang hadir  bersama istrinya, termasuk Astuti, salah satu putri Pramoedya Ananta Toer. 

Apa yang dipentaskan oleh para pelajar SMP Negeri 5 Blora itu, membuat para penonton seolah, diajak kembali ke masa-masa ketika Pramoedya Ananta Toer sedang menjalani pengasingannya, lewat surat-surat  yang dikirim kepada keluarga.  

Setidaknya ada 13 surat untuk anak-anaknya yang dibacakan oleh 13 pelajar dengan baik. Sehingga para penonton merasakan betul bagaimana kondisi Pram saat itu. Sederhana namun penuh makna.

Mulai surat yang berisi cerita di pengasingannya, cerita tentang capaian pendidikan anak-anaknya yang tidak seperti dirinya, hingga cerita pengalaman hidup di alam liar. Semua tersusun dengan kata yang epik.

Bupati Blora, Arief Rohman pun ikut larut dalam penerawangan suasana yang diceritakan melalui surat. Puluhan Pramis dari berbagai kota dan lintas negara juga tampak serius menyimak pembacaan surat.

"Bagus sekali. Anak-anak bisa menyampaikan surat surat Pram dengan bagus. Saya seolah-olah bisa merasakan bagaimana kondisi saat itu. Anak- anak juga bisa belajar literasi tentang karya Pram yang begitu luar biasa. Semoga kegiatan seperti ini bisa digelar rutin, tidak hanya saat Seabad Pram saja," ucap Bupati Blora. 

Senada dengan Bupati Blora, Bunda Literasi Kabupaten Blora, Ainia Shalichah merasa kagum dan bangga, ternyata anak-anak Blora dapat menampilkan Dramatic Reading dengan bagus,  apalagi menyampaikan surat-surat Pram yang penuh makna.

"Ini luar biasa sih menurut saya. Baru kali ini Blora bisa menampilkan pertunjukan Sastra yang disajikan dengan sederhana namun penuh makna. Salut, kami angkat jempol untuk seluruh anak-anak yang ikut membacakan surat. Semoga pelajar lainnya kelak juga bisa tampil dalam event selanjutnya. Kami berharap literasi sastra seperti ini bisa berlanjut," ucap Ainia Shalichah.

Sebagai Bunda Literasi,  Ainia Shalichah  menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2023 hingga 2024, pelajar di Blora telah menyusun buku sebanyak 300 judul dan semuanya telah dicetak.

"Ada dimasing-masing sekolah mereka, di perpustakaan daerah, dan dibawa masing-masing. Jumlah ini hampir masuk MURI karena jumlahnya paling banyak se-Jawa Tengah. Ini menandakan minat dan bakat anak-anak Blora dalam menulis cukup tinggi," imbuh Ainia Shalichah.

Sementara itu, putri Pramoedya yang hadir bersama Aditya Ananta Toer, dari Yayasan Pramoedya Ananta Toer Foundation, Astuti mengaku merasa kembali ke masa kecil.

"Saya ikut membayangkan bagaimana kondisi ayah saya saat itu lewat surat-surat yang adik-adik baca tadi. Mengenang Pram dari sisi lain, yang begitu sukses digelar. Terimakasih kepada seluruh pelajar yang terlibat. Terimakasih warga Blora atas dukungannya dalam menyukseskan Seabad Pram," tandas Astuti.

Pada kesempatan itu, Kepala SMPN 5 Blora, Sopyan mengaku terhormat  dan merasa senang karena sekolah yang dipimpinnya bisa menjadi lokasi pementasan dramatic reading Seabad Pram.

"Kami sangat bangga, SMPN 5 Blora bisa ikut ambil bagian dalam Festival Blora Seabad Pram. Terimakasih Pak Bupati, terimakasih kepada seluruh keluarga besar Pramoedya Ananta Toer, dan seluruh panitia. Sekolah ini punya sejarah panjang dengan masa kecil Pramoedya," ungkap Sopyan.

Usai pementasan Dramatic Reading, dilanjutkan dengan penyerahan piagam penghargaan untuk sutradara dan seluruh pelajar pembaca surat-surat Pramoedya Ananta Toer, yang diserahkan oleh Bupati dan Bunda Literasi. (Prokompim/Redaksi)

Share:

Festival Blora 'Seabad Pram' Dijadikan Agenda Rutinan


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Sejumlah acara dalam rangkaian kick off peringatan 'Seabad Pram'  masih berlangsung di Blora, kota kelahiran Pramoedya Ananta Toer (Pram). Jumat 7 Februari 2025, dialog kebudayaan 'Indonesia yang Dibayangkan Pram'.

Sementara itu, sejumlah acara lainnya juga akan digelar. Salah satunya, monolog 'Nyai Ontosoroh'  yang akan dibawakan Happy Salma akan digelar pada Jumat 7 Februari 2025 malam, di pendapa Rumah Dinas Bupati Blora. 

Diberitakan sebelumnya, Festival Blora 'Se-Abad Pram' telah resmi dibuka oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, pada Kamis 6 Februari 2025, bertepatan dengan hari lahir sastrawan besar dunia asli Blora, Pramoedya Ananta Toer yang ke-100 tahun. 

Pembukaan dilakukan dengan pemukulan gong dan penyerahan buku karya Pramoedya AT oleh putrinya, Astuti, didampingi Aditya Ananta Toer (Ketua Yayasan Pramoedya Ananta Toer Foundation).

Disela-sela mengikuti Dialog Kebudayaan, Bupati Blora, Arief Rohman mengungkapkan sebuah keinginannya. Yakni, kedepan akan menjadikan bulan Februari menjadi bulan Pramoedya Ananta Toer, Termasuk, kedepan peringatan hari lahir Pram bisa menjadi agenda tahunan di Kabupaten Blora.

“Semoga kegiatan (Festival Blora Seabad Pram) ini menjadikan manfaat dan berkesan. Mungkin kita akan menjadi agenda tahunan atau dua tahun sekali. Bulan Februari ini kita jadikan bulan Pramoedya Ananta Toer. Acaranya rutin aja tanggal 6 Februari,” ucap Bupati Blora. 

Pada kesempatan tersebut,  Bupati Blora juga  mengungkapkan keinginannya menjadikan Blora menjadi kota sastra dan kota budaya.

“Nantinya, kami ingin tidak berhenti disini. Budaya literasi, menulis bisa diwariskan untuk anak-anak kita, dari tingkat SMP, SMA dan perguruan tinggi. Mereka akan kita ajak untuk bagaimana Blora ini bisa menjadi Kota Sastra Kota dunia,” ungkap Bupati Blora.

Bupati Blora mengucapkan banyak terimakasih kepada  narasumber yang telah meluangkan waktunya,  untuk berbagi ilmu, pengetahuan dan wawasan terkait dengan pemikiran Pram tentang Indonesia dan khususnya tentang Blora. 

"Terimakasih atas pemikiran Pram tentang Indonesia dan khususnya tentang Blora," ujar Bupati Blora.

Dialog Kebudayaan dalam rangkaian Seabad Pram itu, dimulai dengan pidato pengantar oleh Prof. Remco Raben dari Universitas Amsterdam. Selanjutnya dipandu oleh W. Sanavero dengan narasumber Muhidin M. Dahlan, Ruth Indiah Rahayu dan Ni Made Purnamasari. (Prokompim/Redaksi)

Share:

DPRD Blora Terima Audiensi Paguyuban Soko Kalijoyo Todanan


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blora Jawa Tengah  menerima audiensi dari Paguyuban Soko Kalijoyo Todanan terkait pembangunan Bendungan Cabean pada Kamis 6 Februari 2025, di gedung DPRD Blora Jl A Yani.

Dalam audiensi tersebut beberapa hal yang disampaikan oleh warga yang terdampak pembangunan bendungan Cabean diantaranya kejelasan ganti rugi lahan terdampak dan perbaikan akses jalan.

Ketua DPRD Kabupaten Blora, Mustopa S.Pd.I.,  menegaskan akan mengawal penyelesaian permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat yang disampaikan tersebut.

"Persoalan pembangunan Bendungan Cabean Todanan akan kita kawal," ujar Mustopa.

Selain diterima langsung oleh Ketua DPRD audiensi juga dihadiri oleh Komisi C DPRD Kabupaten Blora.

Warga Todanan yang tergabung dalam paguyuban Soko Kalijoyo Todanan antusias untuk menyampaikan permasalahan yang terjadi dalam pembangunan bendungan Cabean. (HumasDPRD/Redaksi)

Share:

Pameran Patung Hingga Sketsa Wajah Pramoedya Ananta Toer di Festival Seabad Pram


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Pameran patung hingga lukisan sketsa wajah Pramoedya Ananta Toer (Pram), warnai Festival Blora Seabad Pram yang secara resmi dibuka oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, pada Kamis (6/2/2025).

Blora Creative Space (BCS) yang bertempat di eks Gedung Nasional Indonesia (GNI) Blora itu memang menjadi salah satu lokasi rangkaian Peringatan Seabad Pram. Di tempat ini diadakan pameran lukisan dan sketsa wajah Pramoedya Ananta Toer.

Ada 29 karya sketsa wajah Pram, masing-masing 27 karya dari seniman luar kota ada, dan 2 karya lainnya  dari seniman dalam kota.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon usai membuka Festival Blora “Se-Abad Pram” itu, menyaksikan pameran patung hingga lukisan sketsa wajah Pramoedya Ananta Toer tersebut. Dia mengaku takjub dengan karya para seniman yang dipamerkan.

“Adanya BCS ini yang dijadikan tempat pameran dan ini bisa menjadi oase bagi lahirnya karya-karya baik di bidang sastra, seni rupa maupun seni pertunjukan,” ungkap Fadli Zon.

Ia pun berharap BCS melahirkan karya-karya terbaik yang bisa mencapai apresiasi di tingkat nasional maupun internasional.

Bupati Blora, Arief Rohman menjelaskan,  BCS merupakan tempat berekspresi kebudayaan, sastra, seni dan sebagainya. 

''Ini gedung lama sebetulnya, tempat berekspresi temen-temen yang difungsikan dalam berbagai kegiatan,''  ucapnya.

Tak hanya sketsa, pameran ini juga menghadirkan berbagai karya patung hasil kreasi para seniman Blora.

“Para seniman menghadirkan berbagai jenis patung dengan material beragam, mulai dari kayu, batu, hingga logam aluminium foil,” ungkap Punky salah satu seniman sekaligus panitia acara pameran.

“Keberagaman medium ini mencerminkan eksplorasi kreatif dalam menggambarkan sosok Pram dari berbagai perspektif,” lanjutnya.

Selain pameran seni, acara ini juga akan dimeriahkan dengan bazar buku, stan makanan khas Blora, hingga batik Blora. Dalam kesempatan tersebut Menteri Fadli Zon berkesempatan mempraktikan batik ciprat khas Blora. (Prokompim/Redaksi)

Share:

Rapat Bersama Pegawai Harian Lepas di Kantor Sekretariat DPRD Blora


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 — Sekretariat DPRD Kabupaten Blora, melalui Kasubag TU dan Kepegawaian menggelar acara rapat bersama pegawai harian lepas atau Tenaga Harian Lepas (THL) di Kantor Sekretariat DPRD. Senin, 3 Februari 2025. 

Kasubag TU dan Kepegawaian, Dendro Bayu Aji menyampaikan bahwa dalam rapat tersebut terkait dengan beberapa perkembangan pengisian DRH PPPK tahap I dan sejauh mana kesiapan PPPK tahap II.

Bayu mengatakan, dalam revisi Undang-Undang Aparatur Sipil Negara tersebut akan dibuka status baru ASN, dari semula hanya terdiri dari dua unsur, yakni PNS dan PPPK, menjadi tiga unsur, yaitu PNS, PPPK, dan PPPK Paruh Waktu," jelas Dendro Bayu Aji, Senin, 3 Februari 2025. 

 Dendro Bayu Aji juga menegaskan sebelum pelantikan dan menerima SK bahwa keberadaan pegawai harian lepas (THL) masih diperlukan di Sekretariat DPRD pada khususnya dalam rangka membantu dan mendukung terselenggaranya program-program dari pusat untuk masyarakat Kabupaten Blora.

"Terus bekerja lebih semangat dan lebih baik lagi sesuai denfaj aturan yang berlakui sampai dengan menerima SK PPPK, Keahlian dan keterampilan THL bisa menjadi nilai dan bisa banyak memberikan kontribusi," tegas Dendro Bayu Aji. (Humas/Redaksi)

Share:

Dukung Swasembada Pangan, Bupati Arief Rohman Tanam Padi Gogo Bersama Perhutani


𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 —  Bupati Blora  menghadiri kegiatan penanaman Padi Gogo serentak dalam rangka program Agroforestri Pangan yang diselenggarakan oleh Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah. Acara yang menjadi bagian dari upaya ketahanan pangan nasional ini berlangsung di wilayah KPH Randublatung, tepatnya di Dusun Kalisari, Desa Ngliron, Kecamatan Randublatung, Selasa (4/2/2025).

Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan, sebagaimana tertuang dalam Asta Cita ke-2 pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Hal ini ditegaskan oleh Kepala Perhutani Divre Jateng, Asep Dedi Mulyadi, yang dalam sambutannya mengapresiasi sinergi antara Perhutani dan Pemerintah Kabupaten Blora dalam mendukung ketahanan pangan.

"Kegiatan ini adalah bagian dari program pemerintah yang harus kita dukung sesuai dengan Asta Cita Bapak Presiden, khususnya terkait ketahanan pangan. Kami juga mengapresiasi sinergi yang telah terjalin antara Perhutani, khususnya KPH di wilayah Blora Raya, dengan Pemerintah Daerah. Mengelola kawasan hutan tidaklah mudah, sehingga kerja sama yang baik sangatlah penting," ungkap Asep Dedi Mulyadi.

Bupati Blora, Arief Rohman dalam kesempatan itu menyampaikan terima kasih kepada Perhutani atas peran aktifnya dalam mendukung swasembada pangan di Blora, mengingat hampir separuh wilayah kabupaten ini merupakan kawasan hutan.

"Terima kasih kepada Perhutani yang selama ini telah bersinergi dengan kami. Hampir separuh wilayah Blora adalah kawasan hutan Perhutani, sehingga kolaborasi antara Perhutani dan petani sangatlah penting. Dengan memanfaatkan lahan hutan secara produktif, kita bisa mendukung swasembada pangan sekaligus menjaga kelestarian hutan," ujar Bupati Blora.

Bupati Blora juga berharap Blora bisa menjadi role model dalam pemanfaatan tanah hutan untuk mendukung program ketahanan pangan nasional.

"Tentunya kami berharap Perhutani bisa terus beperan aktif untuk membantu petani dalam pemberian lahan dan memberikan pendampingan agar petani kita ini bisa menjadi role model agroforestri. Jadi Hutannya tetap terjaga dan dilestarikan, petaninya sejahtera, Ketahanan Pangan semakin kuat" harap Bupati Blora. 

Sinergi untuk Swasembada Pangan

Setelah sebelumnya bersinergi dengan Polres dalam penanaman jagung, kali ini Pemerintah Kabupaten Blora bekerja sama dengan Perhutani untuk mengembangkan Padi Gogo di lahan hutan. Tahun ini, program tersebut ditargetkan mencakup lahan seluas 3.000 hektare.

"Hutan harus tetap lestari, disamping itu kita juga mendukung untuk ketahanan pangan dengan menanami padi dan jagung di sela-sela nya atau tumpang sari. Kita coba kembangkan, untuk lahan hutan tahun ini programnya 3000 hektar untuk padi Gogo," jelas Bupati Blora.

Selain itu, Bupati Blora  menekankan pentingnya komunikasi yang baik untuk mengharmonisasi hubungan antara petani dan Perhutani, guna mencegah potensi konflik di lapangan.

"Kuncinya adalah komunikasi. Kami akan terus mendorong koordinasi antara Perhutani, pemerintah desa, serta unsur Babinsa dan Bhabinkamtibmas agar dapat saling memberi manfaat," tegas Bupati Blora.

Usai melakukan penanaman secara simbolis, Bupati Arief dan jajaran turut menyaksikan penanaman serentak secara daring bersama Menteri Kehutanan serta Menteri Pertanian, yang dipusatkan di wilayah Perhutani KPH Indramayu.

Hadir dalam kegiatan ini jajaran Forkopimda Blora, Kepala Cabang Dinas Kehutanan Wilayah I Provinsi Jawa Tengah, para Administratur Perhutani di wilayah Blora Raya, Forkopimcam Randublatung, serta sejumlah petani yang tergabung dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) di sekitar BKPH Ngliron. (Prokompim/Redaksi)
Share:

Hot News

Ramaikan HUT ke-81 Republik Indonesia, Bupati Blora Lepas Peserta Pawai Karnaval di Ngawen

𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 ( SEPUTARBLORA.MY.ID ) —  Bupati Blora, Arief Rohman, melepas peserta pawai karnaval dalam rangka memeriahkan Hari U...

Piblic Service

Piblic Service
Instagram

Blog Archive

Social Media

Technology

Next More »

Labels

Community

Next More »