Kawal Pembangunan dan Kondusifitas Wilayah, Pemkab Teken MoU Dengan Kejari dan Polres


BLORA - Guna mengawal pelaksanaan pembangunan yang lebih baik lagi di tahun 2022 dan menciptakan kondusifitas wilayah di Kabupaten Blora. Pemkab Blora pada Rabu siang (16/03/2022) melaksanakan penandatanganan nota kesepakatan bersama atau memorandum of understanding (MoU) dengan Kejaksaan Negeri dan Polres.

Bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati, penandatanganan MoU dilakukan oleh Bupati H. Arief Rohman, S.IP., M.Si dengan Kepala Kejaksaan Negeri Blora, Ichwan Effendi, SH., MH., tentang Kerjasama Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara. Dan MoU dengan Kapolres Blora AKBP Aan Hardiansyah, SH., MH., tentang Sinergi Penyelenggaraan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat di Kabupaten Blora.

Turut menyaksikan Wakil Bupati Tri Yuli Setyowati, Wakil Ketua DPRD Mustofa, perwakilan Dandim dan Sekda. 

Usai penandatanganan MoU, dilanjutkan dengan Rapat Koordinasi Kondusifitas Wilayah Kabupaten Blora yang diikuti oleh seluruh Kepala SKPD/OPD, Camat, hingga para Direktur RSUD se Kabupaten Blora, dengan narasumber Bupati dan jajaran Forkopimda.

“Penandatanganan MoU ini sebagai komitmen kita bersama untuk melakukan fungsi pencegahan dan pengawalan pembangunan yang lebih baik lagi, aman, dan kondusif di tahun 2022. Kami berharap Pak Kajari dan Pak Kapolres turut serta mengawal dan membimbing jajaran SKPD agar dalam melaksanakan program pembangunan di tahun ini bisa berjalan dengan baik dan kondusif,” ucap Bupati Arief Rohman.

Sedangkan Kepala Kejaksaan Negeri Blora, menekankan agar seluruh SKPD/OPD bisa berjalan sesuai jalur dan aturan yang berlaku.

“Jika khawatir terjadi penyimpangan, gunakan fungsi pencegahan dengan konsultasi kepada kami. Kami dari Kejaksaan siap membuka ruang diskusi agar pembangunan daerah berjalan lancar. Kedepan kami juga menyediakan layanan rumah restorative justice, silahkan dimanfaatkan. Kami inginnya ketemu Bapak Ibu semuanya dalam fungsi koordinasi dan diskusi. Jangan sampai kita bertemu dalam hal penegakan hukum,” ucap Kajari Ichwan Effendi.

Adapun Kapolres Blora, AKBP Aan Hardiansyah, SH., MH., menekankan agar seluruh OPD bisa memegang teguh aturan atau peraturan yang berlaku.

“Jenengan semua bekerja kan ada dasarnya. Sepanjang apa yang jenengan kerjakan itu sesuai dengan peraturan yang berlaku ya aman, aman saja. Namun jika keluar dari aturan ya nanti akan ada akibatnya tersendiri. Mudah kok, yang penting sesuai aturan,” tegas Kapolres.

Acara kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab tentang pengawalan pelaksanaan pembangunan oleh para Kepala SKPD dengan Kejari dan Kapolres Blora. (ADY/Red)
Share:

Sinergi Bupati Blora dan Ngawi Siap Kawal Pembangunan Bendung Gerak Hingga Infrastruktur Jalan


NGAWI - Sinergitas antar Kabupaten untuk mematangkan perencanaan pembangunan wilayah perbatasan terus dibangun Bupati Blora, H. Arief Rohman, S.IP., M.Si., salah satunya dengan Pemkab Ngawi, Jawa Timur. Seperti yang dilakukan pada Selasa  (15/03/2022), Bupati yang akrab dipanggil Mas Arief ini menghadiri undangan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Ngawi untuk koordinasi langsung dengan Bupati H. Ony Anwar Harsono ST., MH.

Kedua Bupati ini pun tampak intens berdiskusi di Pendopo Kabupaten Ngawi, sebelum dimulainya Musrenbang. Setidaknya ada tiga usulan pembangunan yang dibahas bersama dan nantinya memiliki manfaat bagi kedua daerah saling berbatasan ini. 

"Ya, benar, Mas Bupati Ngawi ini sahabat lama kami. Kita ingin bangun sinergitas antar daerah untuk membangun kawasan. Ada tiga hal yang kita diskusikan tadi di dalam, yakni pertama terkait rencana pembangunan Bendung Gerak Karangnongko yang diupayakan masuk proyek strategis nasional. Bendung gerak ini mana akan membendung Sungai Bengawan Solo di Kecamatan Kradenan," ucap Bupati Arief. 

"Meskipun bendungannya di perbatasan Blora dan Bojonegoro, tapi airnya bisa untuk memenuhi kebutuhan industri di Ngawi, sinergitas karena kita Indonesia. Sedangkan Blora bisa untuk membantu irigasi pertanian, pariwisata, dan pemenuhan air bersih," sambung Bupati Arief.

Kemudian yang kedua menurut Bupati Arief adalah dukungan usulan pembangunan ruas jalan tembus Blora - Ngawi via Randublatung - Getas - Banjarejo - Sonde. Jalan ini akan menjadi akses strategis dari Blora ke Ngawi, untuk membuka kawasan Blora Selatan dan mempermudah ekonomi masyarakat menuju Ngawi. 

"Kita ingin kedepan ada pembangunan dari pihak Ngawi juga menuju perbatasan Blora, begitu juga sebaliknya dari pihak Blora. Nantinya akses ini akan lebih efektif untuk menuju akses toll Ngawi, dari Blora tidak harus berputar ke Cepu - Padangan. Kita juga upayakan agar dapat bantuan dari Pusat," ungkap Bupati Arief. 

"Terakhir, yang ketiga kita minta dukungan pengembangan peternakan sapi terpadu hulu - hilir di Desa Megeri, Kecamatan Kradenan. Lokasinya masuk kawasan KHDTK Getas Ngandong yang dikelola UGM Yogyakarta di perbatasan Blora - Ngawi," tambah Bupati Arief. 

"Jadi Megeri ini wilayah Blora, dari Blora waktu tempuhnya dua jam, namun dari Alun-alun Ngawi cukup lima belas menit. Plat nomor kendaraan nya Ngawi. Mohon doa nya semoga Pemkab Blora dan Ngawi bisa sinergi untuk maju bersama. Maturnuwun Pak Bupati Ony Anwar atas sambutan dan arahannya," pungkas Bupati Arief di hadapan awak media. 

Sementara itu, Bupati Ngawi H. Ony Anwar Harsono, ST., MH., mengucapkan terimakasih kepada Bupati Arief Rohman yang telah hadir secara langsung ke Ngawi untuk sinergi membangun daerah.

"Terimakasih Pak Bupati Blora atas kehadirannya, ini bukti komitmen kita bersama untuk memajukan kedua daerah. Ini menjadi penyemangat kami, karena dengan sinergi maka percepatan pembangunan skala prioritas nasional bisa kita tindaklanjuti secara baik," ujar Bupati Ony Anwar. 

"Tadi disampaikan Bapak Bupati Blora ada Bendung Gerak Karangnongko, kemudian jalan tembus Blora ke Ngawi yang secara aksesbilitasnya ketika itu terbangun nantinya masyarakat Blora akan semakin mudah berkegiatan di Kabupaten Ngawi. Ikut menopang perekonomian di Kabupaten Ngawi. Dan bisa akses jalan tol dengan cepat," lanjut Bupati Ony. 

"Pola sinergi seperti ini yang kemudian ingin kita sinkronkan untuk dikomunikasikan lebih lanjut sehingga percepatan bisa kita lakukan bersama, saya kira itu," pungkas Bupati Ngawi. 

Keduanya lantas menyempatkan diri untuk foto bersama dengan berjabat tangan sebagai wujud kekompakan. (ADY/Red)
Share:

IPB Bogor Kembangkan Agribisnis Peternakan Sapi di Blora


BLORA - Potensi populasi sapi di Kabupaten Blora yang jumlahnya besar nampaknya mulai banyak dilirik perguruan tinggi yang memiliki disiplin ilmu peternakan dan turunannya. Setelah beberapa waktu lalu ada UGM Yogyakarta dan PT. Andini Blora Gama Sejahtera (ABGS) yang akan mendirikan peternakan sapi modern hulu hilir di Desa Megeri, 
Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora. Kini hadir Institut Pertanian Bogor (IPB) yang juga ingin berkontribusi dalam pembangunan peternakan sapi di wilayah Blora. Jumat malam (11/3/2022), sekira pukul 20.00 WIB.

Malam itu, Tim Departemen Agribisnis IPB Bogor datang langsung ke Blora untuk melakukan presentasi dan penjajakan pengembangan peternakan sapi dengan Bupati Blora.

Tim diterima langsung oleh Bupati di kantor Sekretariat Daerah, Jl. Pemuda no.12 Blora.  Tim terdiri dari Dr. Ir. Suharno, M.Adev (Wakil Program Studi S2 Agribisnis IPB); kemudian Dr. Ir. Anna Fariyanti, M.Si (Wakil Dekan Fakultas Ekonomi dan Manajemen Bidang Akademik dan Kemahasiswaan); serta Dr. Ir. Dwi Rachmina, M.Si (Ketua Departemen Agribisnis FEM IPB). 

Ketiganya bersama anggota lainnya nampak berdiskusi dengan hangat bersama Bupati Blora yang didampingi Kepala Bappeda, Kepala Dinas Pangan Pertanian Peternakan dan Perikanan, Sekretaris Dinas Pendidikan dan para Kabid DP4.

Wakil Program Studi S2 Agribisnis IPB, Dr. Ir. Suharno, M.Adev menyampaikan bahwa pihaknya bersama tim berminat ikut membangun peternakan Blora karena di wilayah Blora sini ada potensi sapi sangat besar. 

“Komoditas unggulan peternakan Blora adalah sapi, terbesar di Jawa Tengah dan kedua terbesar di Indonesia. Jumlah ini meningkat sebesar 7.22%/tahun. Namun pengelolaan usaha ternak belum mengarah pada pengelolaan bisnis dan masih bersifat individu. Dan juga keterbatasan pakan ternak terbatas pada musim kemarau dan belum mengoptimalkan sumberdaya yang ada  (mis: limbah jerami, bungkil jagung, limbah tebu dan lainnya). Sehingga kami tertarik untuk ikut membantu,” ungkap Suharno.

“Kami ingin mengembangkan agribisnis peternakan di Kabupaten Blora, dengan menjalankan bisnis sapi potong sebagai ekonomi andalan kawasan berlandaskan ilmu dan teknologi. Kemudian meningkatkan pendapatan peternak dan mempercepat pertumbuhan ekonomi Kabupaten Blora,” tambah nya.

Gagasan ini menurutnya akan diwujudkan melalui program Kedaireka - Matching Fund Agribisnis - Pemda Blora. Serta Pengembangan Agribisnis Peternakan Sapi Potong Melalui Inovasi Kelembagaan Sekolah Peternak Rakyat di Kabupaten Blora.

Diskusi berlangsung hingga larut malam bersama SKPD terkait untuk memetakan wilayah mana yang akan dijadikan percontohan program dari IPB ini.

Pada kesempatan itu, Bupati H. Arief Rohman, S.IP., M.Si., pun menyampaikan rasa bangganya dan apresiasi setinggi-tingginya atas niat baik IPB Bogor dalam keikutsertaannya untuk bersama - sama membangun sektor peternakan di Kabupaten Blora.

“Ya semalam kita diskusi bersama di kantor hingga larut malam. InshaAllah IPB Bogor bersedia membantu kita lewat program Kedaireka - Matching Fund Agribisnis - Pemda Blora untuk Sesarengan mbangun Blora dalam hal Pengembangan Agribisnis Peternakan Sapi Potong Melalui Inovasi Kelembagaan Sekolah Peternak Rakyat di Kabupaten Blora,” ungkap Bupati, Sabtu pagi (12/3/2022).

Menurut Bupati Blora, ada beberapa desa yang akan disurvei terlebih dahulu untuk menentukan mana lokasi yang cocok, untuk dikembangkan peternakan sapi.

“Rencananya akan melakukan survei terlebih dahulu ke beberapa desa. Kita minta SKPD terkait untuk mendampingi, seperti ke Desa Palon Kecamatan Jepon, Desa Pengkolrejo Kecamatan Japah, dan beberapa desa lainnya. Mohon doa nya semoga tahapannya lancar agar kedepan para peternak di  Kabupaten Blora semakin baik, dan dapat meningkatkan kesejahteraan nya. Dengan begitu perekonomian Blora dari sektor peternakan juga akan tumbuh,” tandas  Bupati Blora. (ADY/Red)
Share:

Bupati Blora Serahkan Surat Perhitungan DBH Migas ke Dirjen Perimbangan Keuangan


KUDUS - Bupati Blora, H. Arief Rohman, S.IP., M.Si., pada Jumat (11/03/2022) mengikuti kick off sosialisasi Undang-Undang No. 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah (HKPD) yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK), Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI, di Pendopo Kabupaten Kudus. 

Dalam sosialisasi yang dihadiri langsung oleh Dirjen Perimbangan Keuangan ini, Bupati Blora, H. Arief Rohman, menyerahkan surat usulan perhitungan teknis pembagian DBH Migas yang diharapkan bisa menjadi aturan turunan dari UU HKPD yang salah satunya akan mengatur pembagian DBH Migas Blok Cepu bagi Kabupaten Blora. 

"Kami sangat bersyukur, akhirnya perjuangan kita untuk memperoleh DBH Migas Blok Cepu mulai terbuka dengan lahirnya UU HKPD yang baru. Adapun berdasarkan UU HKPD yang baru disahkan ini, ada klausul yang menerangkan bahwa daerah perbatasan kabupaten penghasil berhak atas DBH sebesar 3 persen. Padahal ada 7 Kabupaten yang berbatasan dengan Kabupaten penghasil (Bojonegoro) yakni Blora, Tuban, Ngawi, Madiun, Nganjuk, Jombang, dan Lamongan. Namun jika melihat posisi Blora di Blok Cepu, kita masuk wilayah kerja penambangan (WKP) Blok Cepu sebanyak 37 persen yang sumur produksi nya ada di Bojonegoro. Sehingga hemat kami porsi yang diperoleh Blora dari 3 persen ini lebih banyak daripada 6 Kabupaten lain yang berbatasan dengan Bojonegoro namun tidak masuk WKP," ucap Bupati Arief. 

"Formulasi nya telah coba kita susun dalam FGD beberapa waktu lalu dengan stakeholder terkait, yang hari ini kita tuangkan dalam surat dan kita serahkan ke Pak Dirjen Perimbangan Keuangan. Hitung hitungannya semoga Blora dapat 2 persen, satu persen sisanya dibagi ke 6 Kabupaten perbatasan lainnya berdasarkan panjang garis perbatasan. Ya kita prediksi Blora akan dapat sekitar 200 miliar hingga 300 miliar. DBH ini akan kita manfaatkan untuk membangun infrastruktur Blora yang kondisinya masih banyak kerusakan," sambung Bupati. 

Menurut Bupati yang akrab disapa Mas Arief ini sudah sewajarnya Kabupaten Blora menerima DBH Migas Blok Cepu karena sudah lama hanya menjadi penonton meskipun masuk dalam WKP sebanyak 37 persen. 

"Sebelum adanya UU HKPD yang baru, pembagian DBH Migas hanya dihitung berdasarkan letak mulut sumur dan kabupaten tetangga yang berada dalam satu provinsi dengan Kabupaten penghasil. Sedangkan Blora meskipun masuk WKP dan berbatasan langsung dengan kabupaten penghasil namun karena beda provinsi dengan Bojonegoro, maka DBH nya nol. Sehingga kita sangat bersyukur dengan adanya UU HKPD yang baru ini, maturnuwun Bu Menteri Keuangan dan DPR RI atas pengesahan UU HKPD," pungkas Bupati.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Daerah Kemenkeu, Astera Primanto Bhakti, mengatakan, keberadaan UU HKPD ini menjamin daerah tetangga penghasil migas bisa mendapatkan keuntungan darinya.

"Sebelumnya, basis pembagian DBH berdasarkan wilayah provinsi. Hal inilah yang kemudian membuat Blora 'gigit jari' karena Blok Cepu mulut sumurnya ada di Bojonegoro. Secara administratif, Blora masuk Jawa Tengah dan Bojonegoro Jawa Timur. Jadi sekarang yang tidak satu provinsi namun berbatasan juga dapat (DBH migas)," kata dia.

Dirinya juga mengapresiasi semangat Bupati Blora dalam mendorong perolehan DBH Migas lewat UU HKPD ini. 

"Pak Bupati ini semangat nya luar biasa. UU nya baru disahkan dan disosialisasikan, ternyata sudah menyusun usulan perhitungan DBH migasnya lewat surat yang diserahkan langsung hari ini. Ini terlalu semangat sekali, luar biasa. Surat usulan akan kami terima untuk nantinya dibahas bersama," ucap Dirjen Perimbangan Keuangan.

Dalam penyerahan surat usulan tersebut, turut menyaksikan Anggota Komisi XI DPR RI, Musthofa; kemudian Bupati Kudus, Hartopo; dan Bupati Rembang, Abdul Hafidz; yang juga hadir dalam sosialisasi UU HKPD.

Merespon hal ini, Anggota Komisi XI DPR RI, Musthofa, mengatakan, bahwa daerah penghasil mulai dari batubara, sawit, sampai migas berhak mendapat DBH berdasarkan UU HKPD. Termasuk daerah perbatasan dalam sektor Migas. 

"Sementara untuk lebih detail atau penerjemahan UU tersebut, kita masih akan mengawal aturan turunan berupa peraturan pemerintah (PP). Setelah UU, kan ada turunannya, setelah ada turunannya kami kawal terus sehingga tidak ada lagi daerah termarjinalisasi sebagai daerah penghasil maupun daerah perbatasan," katanya.

Terpisah, Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati dalam kick off sosialisasi UU HKPD di Kabupaten Demak, satu hari sebelumnya (10/3/2022) menerangkan bahwa Indonesia adalah negara kesatuan yang secara geografis luasnya hampir sama dengan daratan Eropa dan secara populasi terbesar ke-4 di dunia.

"Sehingga setiap rakyat Indonesia baik yang tinggal di Jakarta, Semarang, Demak, Grobogan, Blora ataupun di Papua harus bisa merasakan kualitas pelayanan publik yang sama baiknya. Itu yang disebut konsep kesatuan. Untuk itu saya sampaikan bahwa hadirnya UU Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (HKPD) adalah upaya pemerintah untuk mewujudkan konsep kesatuan tersebut," ucap Sri Mulyani dikutip dari akun instagram pribadinya. 

Melalui UU HKPD, menurut Sri Mulyani, pemerintah ingin menyinkronkan kebijakan fiskal APBN dan APBD untuk mengoptimalkan kualitas belanja daerah dan meningkatkan tax ratio di daerah. Harapannya, kesenjangan antardaerah dapat makin diperkecil dan kesejahteraan dapat makin merata di seluruh Indonesia. Dengan begitu, ke depan, seluruh anak Indonesia dapat merasakan layanan fasilitas publik yang baik, transportasi dan sekolah dengan kualitas yang bagus. Sehingga bisa memutus mata rantai kemiskinan dan anak-anak Indonesia bisa tumbuh menjadi generasi yang lebih baik.

"Semoga ini menjadi awalan yang baik untuk terus meningkatkan kerja sama yang makin intensif antara pusat dan daerah dan kiranya niat baik ini akan terus bisa memperbaiki Indonesia, terutama di dalam menjalankan prinsip desentralisasi dan otonomi daerah yang makin berkualitas dan bertanggung jawab," tulisnya. (ADY/Red)
Share:

Bupati Blora Apresiasi Pelaksanaan Bhakti Sosial Pelayanan KB di Aisyiyah Blora


BLORA - Bupati H. Arief Rohman, S.IP., M.Si., menghadiri Pelaksanaan Penilaian Penggerakan dan Bhakti Sosial Pelayanan KB Aisyiyah tingkat Provinsi Jawa tengah di Kampus Terpadu STAI/STKIP Muhammadiyah Blora, Rabu (09/03/2022). 

Dalam penilaian ini Bupati sadir dengan didampingi, Sekretaris Dalduk KB, Kepala Dinas Kesehatan, dan Dirut RS PKU Muhammadiyah Blora. 

Dalam kesempatan tersebut Bupati juga melihat langsung pelaksanaan pelayanan KB, Pelayanan Kesehatan Gratis dan pemberian bantuan sosial.

Bupati H. Arief Rohman pun mengapresiasi dan menyambut baik pelaksanaan bhakti sosial pelayanan KB yang dilaksanakan oleh Aisyiyah Blora. 

“Peran Muhammadyah dan Aisyiyah di Blora sangat luar bisa, kontribusi dalam bidang kesehatan dan kemanfaatan untuk masyarakat sudah dirasakan,” ungkap Arief Rohman. 

Bupati menjelaskan bahwa bentuk kepedulian pemerintah terhadap peningkatan Kualitas Penduduk difokuskan pada Program Bangga Kencana, melalui Pengendalian Kelahiran, memperkecil angka kematian, peningkatan kualitas dan kuantitas Program Bangga Kencana.

"Untuk mendukung kebijaksanaan tersebut diperlukan 4 elemen utama yaitu Pendewasaan Usia Perkawinan,Pengaturan Kelahiran,Peningkatan Ketahanan Keluarga; dan
Peningkatan Kesejahteraan Keluarga," jelas Bupati.

Oleh karena itu lanjut Bupati, menyadari ancaman terjadinya masalah peledakan penduduk yang berdampak pada berbagai aspek kehidupan, maka Pembangunan Keluarga Kependudukan dan Keluarga Berencana harus mendapatkan perhatian bersama.

"Program Bangga Kencana bukan hanya dimaksudkan untuk mengatur jumlah anak semata, tetapi lebih dari itu, mewujudkan keluarga sakinah melalui perwujudan Keluarga Kecil yang Bahagia dan Sejahtera," imbuhnya. 

Selain itu, lanjut Bupati permasalahan stunting yang masih menjadi permasalahan bersama diharapkan Aisyiyah dapat berperan dalam upaya menurunkan angka stunting, karena upaya penurunan angka stunting adalah tugas kita bersama.

"Mari kita tingkatkan kerjasama, kekompakan agar semua program di Kabupaten Blora bisa dilaksanakan dengan baik, " pungkasnya. 

Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Blora  Hj Siti Sofiyati Anas mengatakan Pelayanan KB dan bhakti sosial, terlaksana dalam rangka adanya penilaian dari Tim Kabupaten Blora, evaluasi penggerakan dan pelayanan keluarga berencana (KB). Selama ini kemitraan Aisyiyah Blora dengan Pemerintah dalam pelayanan KB, sudah terjalin selama ini ke depan diharapkan akan semakin baik lagi terutama dalam perluasan jejaring dan optimalisasi pelayanan KB di Faskes yang menjadi milik persyarikatan Muhammadiyah dan Aisyiyah.

“Bukan hanya pelayanan KB kepada masyarakat, tetapi juga kami berikan 60 paket sembako kepada peserta KB dan juga pengobatan gratis,” jelasnya.

Menurutnya rangkaian kegiatan tersebut sekaligus dalam rangka mensukseskan Muktamar Muhammadyah dan Aisyiyah 2022 dan Milad Aisyiyah ke-108. Juga diadakan bazar produk olahan yang dibuat oleh Pengurus PCA se-Kabupaten Blora.  Pada kesempatan tersebut, Ketua PDA Blora memaparkan proges kegiatan yang dilaksankaan dihadapan tim penilai yang berasal dari Dinas Pengendalian Pendudukan dan BKKBN, PKK Kabupaten Blora. Adapun dari PWA JAteng, Dr Masiyah dan dr Sri Rejeki. (ADY/Red)
Share:

Polres Blora Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Di Cepu Peragakan 11 Adegan


BLORA -  Petugas gabungan dari Satreskrim Kepolisian Resor (Polres) Blora Polda Jawa Tengah bersama Unit Reskrim Polsek Cepu melaksanakan rekonstruksi kasus pembunuhan, Selasa, (8/3/2022).

Hadir dalam rekonstruksi  tersebut Kapolsek Cepu AKP Agus Budiana,SH, Kasat Reskrim Polres Blora AKP Setiyanto, SH, MH, Kaur Bin Ops Satreskrim Iptu Beno, serta Kanit Reskrim Polsek Cepu Ipda Budi Santoso,SH dan Kasi Piddum Kejaksaan Negeri Blora Bagus,SH.

Adapun kasus pembunuhan terjadi pada 16 Pebruari 2022 silam dengan tempat kejadian perkara (TKP) di persawahan ikut wilayah kelurahan Balun Kecamatan Cepu Kabupaten Blora, dengan menetapkan 1 orang tersangka berinisial N.

Pada konferensi pers yang disampaikan oleh Kapolres Blora AKBP Aan Hardiansyah,SH,MH sebelumnya, bahwa N diamankan lantaran diduga melakukan tindak pidana pembunuhan terhadap temannya karena masalah utang piutang.

Kapolres Blora AKBP Aan Hardiansyah melalui 
Kapolsek Cepu AKP Agus Budiana menyampaikan bahwa rekonstruksi ini dilakukan, untuk memberikan gambaran secara nyata sehingga dari hasil pemeriksaan yang telah dilaksanakan terhadap para saksi maupun tersangka terjadi sinkronisasi dan kejelasan.

"Hari ini kita lakukan rekonstruksi kasus pembuhan dengan tujuan untuk memberikan gambaran secara nyata dan untuk mendapatkan kejelasan kejadian yang telah terjadi," kata Kapolsek AKP Agus Budiana usai kegiatan rekonstruksi.

Rekonstruksi mulai dari awal sebelum kejadian hingga selesainya kejadian. Dimana dilakukan peragaan adegan per-adegan, semuanya langsung diperagakan oleh saksi dan tersangka.

Adapun rekontruksi di gelar di tempat kejadian perkara yaitu di wilayah persawahan di wilayah kelurahan Balun Kecamatan Cepu.

"Dalam rekonstruksi diperagakan 11 adegan," ucap Kapolsek Cepu.

Dalam rekonstruksi kasus pembunuhan tersebut tidak ada temuan ataupun adegan tambahan.

Seluruh rekonstruksi kasus pembunuhan tersebut 
disaksikan oleh Kepala Kelurahan Balun Kecamatan Cepu beserta perangkat dan warga sekitar, kegiatan rekonstruksi berjalan aman dan lancar dengan pengamanan dari petugas gabungan. (ADY/Red)
Share:

Bupati Apresiasi Sinergi PPNI Blora, Hadirkan Pelayanan Terbaik Bagi Masyarakat


BLORA - Bupati Arief Rohman, S.IP, M.Si., didampingi Wakil Bupati Tri Yuli Setyowati, ST., MM., berkesempatan membuka acara Musyawarah Daerah (Musda) X DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Blora, di Gedung Perawat, pada sabtu (05/03/2022) kemarin. 

Acara Musda yang mengangkat tema "Profesional dan Kesejahteraan Perawat merupakan kekuatan Pembangunan Kesehatan" ini bertujuan untuk menunjuk nahkoda baru DPD PPNI Kabupaten Blora periode 2022 - 2027.

Dalam sambutan pembukaannya Bupati menyampaikan apresiasi kepada PPNI Kabupaten Blora yang telah bersinergi dengan Pemerintah Daerah dalam memberi yang terbaik, utamanya di bidang kesehatan. 

"Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Blora sangat mengapresiasi kinerja PPNI yang telah bersinergi dalam memberikan pelayanan terbaik terutama dalam bidang kesehatan," Ucap Mas Arief, sapaan akrab Bupati. 

Selanjutnya, Arief Rohman  menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan berupaya meningkatkan kesejahteraan perawat di Kabupaten Blora ini. 

Diharapkan dengan peningkatan kesejahteraan nantinya dapat dibarengi dengan semakin meningkatnya kualitas pelayanan kepada masyarakat.

 “Terkait dengan peningkatan kesejahteraan bagi perawat khususnya di Kabupaten Blora Insyaallah akan menjadi perhatian kita,” terang Bupati

“Jadi kalau kesejahteraanya naik, tentunya harus diimbangi dengan profesionalitas dalam memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat,” tambahnya

Bupati berpesan pada perawat agar terus menghadirkan pelayanan kepada masyarakat dengan mengedepankan profesionalitas.

“Saya tunggu  dedikasi dari para perawat ini dan kita berikan kesempatan berkiprah tentunya harus lebih  mengedepankan profesionalitas,” pungkasnya

Sementara itu, Ketua DPD PPNI Blora periode 2014-2021, Joko Heri Budi Santoso mengungkapkan bahwa Musda kali ini sangatlah penting untuk keberlangsungan organisasi PPNI Blora.

“Melalui Musda ini Insyaallah kita akan menentukan ketua DPD dengan program kerjanya untuk masa bhakti 2022-2027,” paparnya

Pihaknya mengajak kepada segenap pihak untuk memberikan support kepada ketua periode selanjutnya sehingga program-program kepengurusan selanjutnya dapat berjalan lancar.

“Siapapun nanti yang menjadi ketua DPD, kita support bersama yang pasti tadi disampaikan Bapak Bupati bahwa profesionalisme harus diikuti komitmen yang kuat dari kita bersama,” pungkasnya

Kemudian, terkait Gedung Perawat, Joko berharap dengan adanya gedung tersebut nantinya dapat bermanfaat dalam mendukung berbagai kegiatan PPNI, maupun berbagai kegiatan lainnya.

Setelah membuka acara Musda ini, Bupati Arief Rohman, S.IP, M.Si., didampingi Wakil Bupati Tri Yuli Setyowati, ST., MM., serta Anggota DPR RI Dr. Edy Wuryanto, SKp,.M.Kep, meresmikan Gedung Perawat yang berlokasi di jalan Blora - Ngawen KM. 5.

Hadir dalam acara ini, ketua PPNI Provinsi Jawa Tengah, kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blora, Forkopimcam serta para perwakilan perawat Kabupaten Blora. (ADY/Red)
Share:

Ketua DPRD Blora Hadiri Peresmian TPS3R Desa Wado Kedungtuban


BLORA - Bupati Blora meresmikan Tempat Pengelolaan Sampah Reuse-reduce-recycle (TPS3R) "Greget Lumintu" dirangkaikan dengan penghijauan di Desa Wado Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora. Jumat (04/03/2022). 

Peresmian ini juga dihadiri oleh, Ketua DPRD Blora, H. Dasum, SE., MMA., Ketua TP PKK Blora, dan seluruh kepala desa se-Kecamatan Kedungtuban. 

Dalam peresmian ditandai dengan penandatanganan Prasasti serta menyaksikan penandatanganan peraturan Desa Terkait pengelolaan Sampah. 

Pada kesempatan itu, Kepala DLH Blora Istadi Rusmanto, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian Hari Peduli Sampah Nasional, yang sudah dilakukan beberapa waktu lalu dengan sejumlah rangkaian kegiatan mulai lakukan live talkshow di radio, melakukan kebersihan di area sungai grojokan, operasi sampah liar, FGD dan grebeg sampah di Desa hingga saat ini peresmian TPS3R di Desa Wado. 

"Dengan adanya gedung ini, semoga bisa terlaksana dengan baik, dan TPS ini bisa dimanfaatkan dengan baik. Semoga bisa jadi percontohan di Kecamatan Kedungtuban," jelas Istadi. 

Untuk TPS3R menurutnya,  saat ini baru ada 2 lokasi yaitu di Desa Purwosari, Kecamatan Blora dan di Desa Wado Kecamatan Kedungtuban. 

"Semoga kedepan tiap kecamatan ada TPS3R, mengingat keberadaannya sangat  bermanfaat," jelas Istadi. 

Pihaknya juga mengaku, TPS3R GREGET LUMINTU ini juga merupakan satu satunya TPS yang sudah memiliki Peraturan Desa (Perdes) akan pengelolaan sampah. 

"Dan ini tadi juga ditandatangani disaksikan Bupati terkait perdes pengelolaan sampah, semoga ini jadi percontohan di desa lain," ucap Istadi Rusmanto. 

Sementara itu, Ketua DPRD Blora, HM. Dasum  mengaku senang di Kedungtuban ada pengelolaan sampah yang benar - benar diperhatikan dan dilakukan. 

"Semoga yang hadir ini nanti bisa menjadi pelopor masyarakat untuk tidak buang sampah sembarangan, Kita siap membantu dalam penanggulangan sampah ini," kata HM. Dasum. 

Pada kesempatan yang sama, Bupati Blora, H. Arief Rohman, S.IP., M.Si., mengapresiasi atas dibentuknya TPS3R di Wado ini. Bupati juga berharap potensi sampah ini bisa dikelola dengan baik, bisa menjadi sesuatu manfaat dan bisa mengasilkan. 

"Termasuk sekolah sekolah, desa - desa dan kelurahan, bisa dikoordinir dan semoga kedungtuban ini menjadi embrio percontohan dalam penanganan sampah," harap Bupati. 

Soal TPS3R ini, lanjut Bupati nantinya perlu dicontoh, bank sampah ini bisa menjadi kebanggaan dan bisa di kelola dengan baik. 

"TPS3R ini bisa mengurangi sampah di TPA, saat ini kita punya 2 TPA Cepu dan Blora, semoga menjadi percontohan desa lainnya, 
Kami juga berharap nantinya bisa disinergikan dengan ibu - ibu PKK, jika ditempat lain sampah bisa ditukar dengan beras, di Wado ini kenapa tidak? terlebih di kedungtuban ini lumbung padi, kalau daerah lain bisa disini harus bisa," pinta Bupati H. Arief. 

Bupati H. Arief Rohman berharap progam ini tidak hanya di sini saja, namun segera bisa ditularkan ke desa - desa lain. 

"Kalau perlu dilombakan, saya bayangkan sampah yang awalnya jadi problem ini nanti bisa jadi solusi bagi kita semua," harap H. Arief Rohman. 

Dalam kesempatan ini, Bupati juga menyerah secara simbolis bibit pohon mahoni, dan melakukan penanaman pohon di area TPS3R Greget Lumintu di Desa Wado Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora. (ADY/Red)
Share:

Bupati Blora Rintis Kerjasama Pembangunan Daerah Dengan UI


BLORA - Tagline "Sesarengan mBangun Blora : Unggul dan Berdaya Saing" terus diupayakan Bupati H. Arief Rohman, S.IP., M.Si., dengan menggandeng berbagai stakeholder pembangunan, termasuk kalangan akademisi. Seperti yang dilakukan pada Rabu (02/03/2022) kemarin, Bupati mendatangi Universitas Indonesia (UI) untuk merintis peluang kerjasama pembangunan daerah dengan salah satu kampus negeri favorit di Indonesia. 

Bupati Blora datang didampingi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) A Mahbub Djunaidi, S.Pd., M.Si., bersama sekretaris dan para kepala bidang di Bappeda Kabupaten Blora. 

Rombongan diterima langsung oleh Wakil Rektor Universitas Indonesia bidang SDM dan Aset, Prof. Dr. Ir. Dedi Priadi, DEA., dan jajaran di ruang rapat utama Rektorat, Gedung Pusat Administrasi Universitas Indonesia. 

Kedua belah pihak melaksanakan diskusi bersama tentang peluang kerjasama pembangunan dan tantangan pembangunan daerah kedepan. Disertai paparan potensi daerah oleh Bupati H. Arief Rohman kepada pihak Universitas Indonesia. 

"Alhamdulillah... Setelah Selasa lalu dari kampus Undar Jombang, Rabu kemarin kita bergerak ke Universitas Indonesia, kampus S2 saya. Kita diterima Prof. Dedi, Wakil Rektor UI bidang SDM dan Aset. Banyak hal yang kita sampaikan dan kita diskusikan bersama tentang proyeksi pembangunan Blora kedepan. Termasuk program penanggulangan kemiskinan, peningkatan SDM, peluang investasi daerah, dan lainnya," ucap Bupati H. Arief, Kamis (03/03/2022). 

"Gayung bersambut, melalui Pak Wakil Rektor, Prof. Dedi InshaAllah UI dengan jaringan alumninya yang luas siap membantu pembangunan Blora. Banyak alumni UI yang kerja di lembaga negara dan BUMN, sehingga potensi ini bisa dijalin kerjasama untuk pendampingan pembangunan daerah. Kita juga meminta database mahasiswa UI dan lulusan UI asli Blora dan sekitarnya untuk bersama-sama memberikan pengabdian kepada masyarakat," kata   Bupati. 

"Kami berharap luasnya jaringan alumni UI bisa, ikut mendorong investasi di Kabupaten Blora. Apalagi banyak pengusaha sukses dari UI. InshaAllah konsep ini akan segera kita matangkan melalui penandatanganan MoU dalam waktu dekat dengan Pak Rektor. Semangat Sesarengan mBangun Blora," jelas Bupati Blora. 

Pada kesempatan itu, Wakil Rektor (Warek) UI bidang SDM dan Aset, Prof. Dr. Ir. Dedi Priadi., DEA., ketika  dihubungi menyampaikan apresiasinya atas kegigihan Bupati Blora dalam membangun sinergitas dengan berbagai stakeholder untuk mendukung pembangunan daerah. 

"Rupanya Pak Bupati Blora ini alumni S2-nya juga di UI, kalau tidak salah lulusan 2007. Semangatnya luar biasa untuk menjalin kerjasama demi kemajuan daerahnya. InshaAllah UI siap menjalin kerjasama, draft MoU nya akan segera kita susun bersama agar nantinya bisa diteken bersama. Penandatanganan-nya bisa di kampus UI atau kita yang ke Blora, sekalian mencicipi Sate Blora yang terkenal enak," ujar Warek Dedi. 

Saat ditanya tentang peluang kerjasama apa yang bisa dijalin diantara kedua belah pihak. Dirinya menyebutkan beberapa kemungkinan poin kerjasama seperti peningkatan SDM melalui pemberian beasiswa pendidikan, pemberian program tugas belajar bagi ASN Kabupaten Blora. Kemudian riset dan kajian kebijakan reformasi birokrasi, kajian peluang kerjasama SDM vokasional untuk kebutuhan wilayah Kabupaten Blora, hingga pengembangan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). 

"Banyak kemungkinan lainnya juga yang bisa dikerjakan termasuk pendampingan ekonomi sektor UMKM dan industri. Semoga setelah diskusi ini, segera bisa dilaksanakan penandatanganan MoU sebagai dasar pelaksanaan program kerjasama," ungkap Prof. Dedi. 

Usai diskusi bersama, menurut Bupati Blora sempat dilakukan foto bersama dan penegasan tahapan penyusunan draft dokumen MoU. (ADY/Red)
Share:

Hot News

Ramaikan HUT ke-81 Republik Indonesia, Bupati Blora Lepas Peserta Pawai Karnaval di Ngawen

𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 ( SEPUTARBLORA.MY.ID ) —  Bupati Blora, Arief Rohman, melepas peserta pawai karnaval dalam rangka memeriahkan Hari U...

Piblic Service

Piblic Service
Instagram

Blog Archive

Social Media

Technology

Next More »

Labels

Community

Next More »